1.

Definisi Profesi: Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya; serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut. Adapun cirri Profesi itu ialah: Sebuah profesi mensyaratkan pelatihan ekstensif sebelum memasuki sebuah profesi. Pelatihan ini dimulai sesudah seseorang memperoleh gelar sarjana. Sebagai contoh mereka yang telah lulus sarjana baru mengikuti pendidikan profesi seperti dokter, dokter gigi, psikologi, apoteker, farmasi, arsitektut untuk Indonesia. Di berbagai negara, pengacara diwajibkan menempuh ujian profesi sebelum memasuki profesi. Pelatihan tersebut meliputi komponen intelektual yang signifikan. Pelatihan tukang batu, tukang cukur, pengrajin meliputi ketrampilan fisik. Pelatihan akuntan, engineer, dokter meliputi komponen intelektual dan ketrampilan. Walaupun pada pelatihan dokter atau dokter gigi mencakup ketrampilan fisik tetap saja komponen intelektual yang dominan. Komponen intelektual merupakan karakteristik profesional yang bertugas utama memberikan nasehat dan bantuan menyangkut bidang keahliannya yang rata-rata tidak diketahui atau dipahami orang awam. Jadi memberikan konsultasi bukannya memberikan barang merupakan ciri profesi. Tenaga yang terlatih mampu memberikan jasa yang penting kepada masyarakat. Dengan kata lain profesi berorientasi memberikan jasa untuk kepentingan umum daripada kepentingan sendiri. Dokter, pengacara, guru, pustakawan, engineer, arsitek memberikan jasa yang penting agar masyarakat dapat berfungsi; hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh seorang pakar permainan caturmisalnya. Bertambahnya jumlah profesi dan profesional pada abad 20 terjadi karena ciri tersebut. Untuk dapat berfungsi maka masyarakat modern yang secara teknologis kompleks memerlukan aplikasi yang lebih besar akan pengetahuan khusus daripada masyarakat sederhana yang hidup

pengacara. Ciri ini lazim pada banyak profesi namun tidak selalu perlu untuk status profesional. Dokter diwajibkan memiliki sertifikat praktek sebelum diizinkan berpraktek. Banyak akuntan bukanlah Certified Public Accountant dan ilmuwan komputer tidak memiliki lisensi atau sertifikat. Di samping ketiga syarat itu ciri profesi berikutnya. Sungguhpun demikian organisasi profesi semacam itu biasanya berbeda dengan serikat kerja yang sepenuhnya mencurahkan perhatiannya pada kepentingan ekonomi anggotanya. dikenal dengan nama surat izin mengemudi. Otonomi dalam pekerjaannya. konsultan bisnis dan keuangan. Di berbagai profesi. Banyak profesi tidak mengharuskan adanya lisensi resmi. Ketiga ciri tambahan tersebut tidak berlaku bagi semua profesi. Namun memiliki SIM tidak berarti menjadikan pemiliknya seorang pengemudi profesional. analis sekuritas. Singkatnya profesi memberikan jasa penting yang memerlukan pelatihan intelektual yang ekstensif. Produksi dan distribusi enersi memerlukan aktivitas oleh banyak engineers. Namun pemberian lisensi atau sertifikat tidak selalu menjadikan sebuah pekerjaan menjadi profesi. Adapun ketiga ciri tambahan tersebut ialah: Adanya proses lisensi atau sertifikat. Organisasi profesi bertujuan memajukan profesi serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Bila .pada abad-abad lampau. Hampir semua profesi memiliki organisasi yang mengklaim mewakili anggotanya. Berjalannya pasar uang dan modal memerlukan tenaga akuntan. misalnya sedikit-dikitnya bergelar magister atau yang lebih tinggi. Adanya organisasi. Dosen di perguruan tinggi tidak diwajibkan memiliki lisensi atau akta namun mereka diwajibkan memiliki syarat pendidikan. Profesi memiliki otonomi atas penyediaan jasanya. seseorang harus memiliki sertifikat yang sah sebelum mulai bekerja. Maka hadirin tidak akan menjumpai organisasi pekerja tekstil atau bengkel yang berdemo menuntut disain mobil yang lebih aman atau konstruksi pabrik yang terdisain dengan baik. Untuk mengemudi motor atau mobil semuanya harus memiliki lisensi. Peningkatan kesejahteraan anggotanya akan berarti organisasi profesi terlibat dalam mengamankan kepentingan ekonomis anggotanya. Mencoba bekerja tanpa profesional atau menjadi professional bagi diri sendiri dapat menyebabkan ketidakberhasilan. Ada kalanya organisasi tidak selalu terbuka bagi anggota sebuah profesi dan seringkali ada organisasi tandingan.

kerja seorang profesional --diukur dengan kualitas teknis dan kualitas moral-harus menundukkan diri pada sebuah mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama di dalamsebuah organisasi profesi. 2. 1999). dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah materiil.pembaca mencoba menjadi dokter untuk diri sendiri maka hal tersebut tidak sepenuhnya akan berhasil karena tidak dapat menggunakan dan mengakses obat-obatan dan teknologi yang paling berguna. Tiga Watak Kerja Profesional 1. 3. kerja seorang profesional itu harus dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang. sepuluh ciri lain suatu profesi (Nana 1997) : Memiliki fungsi dan signifikasi sosial Memiliki keahlian/keterampilan tertentu Keahlian/keterampilan diperoleh dengan menggunakan teori dan metode ilmiah Didasarkan atas disiplin ilmu yang jelas Diperoleh dengan pendidikan dalam masa tertentu yang cukup lama Aplikasi dan sosialisasi nilai. Dengan demikian seorang profesional jelas harus memiliki profesi tertentu yang diperoleh melalui sebuah proses pendidikan maupun pelatihan yang khusus. Banyak obat hanya dapat diperoleh melalui resep dokter. berbekalkan keahlian yang tinggi dan berdasarkan rasa keterpanggilan --serta ikrar untuk menerima panggilan tersebut-dengan semangat pengabdian selalu siap memberikan pertolongan kepada sesama yang tengah dirundung kesulitan di tengah gelapnya kehidupan (Wignjosoebroto. Profesionalisme adalah suatu paham yang mencitakan dilakukannya kegiatankegiatan kerja tertentu dalam masyarakat. ekslusif dan berat.nilai profesional Memiliki kode etik Kebebasan untuk memberikan judgement dalam memecahkan masalah dalam lingkup kerjanya Memiliki tanggung jawab profesional dan otonomi Ada pengakuan dari masyarakat dan imbalan atas layanan profesinya 2. kerja seorang profesional itu beritikad untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti. dan .

Tata ruang kantor. Ventilasi udara. Semangkin tinggi skor skala menunjukkan semakin baik persepsi karyawan tentang kondisi fisik lingkungan kerjanya. Kondisi fisik lingkungan kerja yang baik dapat juga menambah kegairahan kerja serta akan meningkatkan efisiensi. yaitu suasana lingkungan kantornya. Penerangan. keluar masuk udara harus seimbang agar karyawan merasa nyaman di dalam melakukan pekerjaannya. Memberikan suatu kesempatan atau peluang untuk mencoba ide baru. Tata warna ruang. Kondisi lingkungan akan mempengaruhi semangat kerja karyawan dalam bekerja. pengamatan dan pemberian arti mengenai segala sesuatu yang ada disekitar karyawan yang dapat mempengaruhi sikap kerja karyawan. Kondisi Fisik Lingkungan Kerja Kondisi fisik lingkungan kerja adalah suasana tempat kerja dimana karyawan melaksanakan pekerjaan. sebaliknya semakin rendah skor skala semakin rendah pula persepsi karyawan tentang kondisi fisik lingkungan kerjanya. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam memelihara dan menjaga budaya kerja di lingkungan kerja adalah :     Adanya suatu tantangan. Persepsi tentang kondisi fisik lingkungan kerja adalah pandangan. dapat diperoleh dari cahaya matahari atau cahaya buatan manusia. Untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif diperlukan kerja sama. 4. peralatan kantor dan mesin produksi d. Hal ini perlu ditekankan benar untuk mem bedakannya dengan kerja biasa (occupation) yang semata bertujuan untuk mencari nafkah dan/ atau kekayaan materiil-duniawi 3. langit-langit lantai c. b. keterlibatan dan kesungguhan. keadaan warna dinding. kondisi fisik lingkungan kerja. Adanya suatu kebebasan di dalam mengambil keputusan. sehingga mereka akan berhasil menciptakan iklim yang baik bagi pertumbuhan dan perkembangan tersebut secara vital sehingga berpengaruh pada perkembangan organisasi dan usahanya. Kebisingan. . suara-suara yang dapat mengganggu kinerja karyawan e.disamping itu pula ada unsur semangat pengabdian (panggilan profesi) didalam melaksanakan suatu kegiatan kerja. yaitu : a. meliputi mebel. Adanya waktu yang tersedia untuk memikirkan ide-ide baru.

Dapat memecahkan masalah dengan cara musyawarah dan mufakat. 3. Kesempatan untuk mengeluarkan humor. Keberanian menanggung resiko. 5.     Tinggi rendahnya tingkat konflik. 4. Tidak mengenal kemenangan atas dasar mayoritas. Terjadinya kerjasama antara atasan dan bawahan. Tingkat saling kepercayaan dan keterbukaan. Pergaulan di lingkungan kerja didasari rasa kekeluargaan dan kasih sayang. Atasan dan bawahan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. bercanda dan bersantai. 5. Ciri-ciri kepemimpinan yang baik yaitu : 1. 2. Keterlibatan di dalam tukar pendapat. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful