You are on page 1of 6

A.

JURNAL PENUTUP
Setelah jurnal penyesuaian diposting ke buku besar, maka data dalam akun buku besar akan
sesuai dengan data yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Saldo akun yang tercantum di neraca
akan terus diakumulasikan dari tahun ke tahun. Karena akun tersebut relatif permanen, maka
disebut akun riil (real account).

Sedangkan saldo akun yang ada di laporan laba rugi dan saldo akun penarikan pemilik
dilaporkan pada laporan ekuitas pemilik, tidak diakumulasikan dari tahun ke tahun. Karena akun-
akun ini hanya melaporkan jumlah-jumlah pada satu periode saja, maka hal itu disebut sebagai
akun sementara (temporary account), atau akun nominal (nominal account).
Akun nominal hanya menunjukkan jumlah-jumlah pada satu periode saja, maka akun ini
harus mempunyai saldo nol pada awalperiode. Untuk menjadikan saldo akun nominal menjadi
nol maka dibuat jurnal penutup.
Jurnal penutup memiliki kegunaan untuk menutup saldo akun nominal agar saldonya nol.
Oleh karena itu, pada periode berikutnya semua akun nominal pada awal periode akan mempunyai
saldo nol. Dengan demikian akan dapat dipisahkan saldo-saldo akun nominal dari periode ke
periode berikutnya.

Tahapan Jurnal Penutup

Untuk membuat ayat jurnal penutup, diperlukan akun ikhtisar laba rugi (income summary).
Akun ini digunakan untuk mengikhtisarkan data yang terdapat dalam akun-akun pendapatan dan
beban. Tahap-tahap melakukan jurnal penutup sebagai berikut.

 Menutup Akun Pendapatan


Semua akun Pendapatan didebit sebesar saldo akhir. Sedangkan akun Ikhtisar Laba-Rugi
dikredit dengan jumlah saldo akhir akun-akun tersebut. Pendebitan ini menyebabkan akun
Pendapatan akan menjadi nol (saldo normal akun pendapatan adalah kredit).
Rekening Debet Kredit
Pendapatan xxx

Ikhtisar Rugi/Laba xxx

 Menutup Akun Beban


Semua akun Beban dikredit sebesar masing-masing saldo akhirnya dan akun Ikhtisar Laba-
Rugi didebit sebesar jumlah saldo akhir akun-akun tersebut. Dengan pengkreditan ini semua akun
Beban akan bersaldo nol (saldo normal akun Beban adalah debit).
Rekening Debet Kredit
Ikhtisar Rugi/Laba xxx
Beban xxx

 Menutup Akun Ikhtisar Laba/Rugi


Selisih antara jumlah sisi kredit dengan jumlah sisi debit pada akun Ikhtisar Laba-Rugi
dipindahkan ke akun Modal. Bila memperoleh laba, sisi kredit akun Ikhtisar Laba Rugi akan lebih
besar daripada sisi debitnya. Untuk memindahkan laba ke akun Modal, akun ini di debit sebesar
selisih antara jumlah yang sama. Bila perusahaan menderita kerugian pemindahan berlaku
sebaliknya.
Rekening Debet Kredit
Ikhtisar Rugi/Laba xxx

Modal xxx

 Menutup Akun Prive


Akun prive, pada umumnya, bersaldo normal debet. Akun ini khusus digunakan untuk
mencatat penarikan modal yang dilakukan pemilik dalam periode yang bersangkutan. Alasan
digunakannya akun tersendiri untuk penarikan-penarikan modal adalah agar jumlah modal awal
dan penarikan yang dilakukan dapat diketahui. Pada akhir periode, akun ini harus ditutup ke akun
modal, sehingga dapat diketahui saldo akhir modal yang ditanam dalam perusahaan.

Deb
Rekening Kredit
et
Modal xxx

Prive xxx

B. BUKU BESAR SETELAH


Setelah membuat jurnal penutup, langkah selanjutnya adalah memindahkan akun-akun yang
terdapat pada jurnal penutup ke dalam buku besar setelah penutupan. Pada buku besar setelah
penutupan akan terlihat bahwa akun-akun nominal bersaldo nol, sedangkan akun riil tetap.

Contoh Kasus :
Danna Transarana mendirikan sebuah perusahaan di bidang jasa penyewaan mobil. Adapun
transaksi yang terjadi selama 1 bulan adalah :

Desember
1 Danna Transarana memulai usaha dengan mengivestasikan uang tunai kedalam perusahaan
sebesar Rp 100.000.000.
2 Dibeli sebuah minibus Rp 60.000.000 dibayar tunai Rp 30.000.000 sisanya dibayar
kemudian
2 Dibayar sewa kantor Rp 500.000
2 Dibeli perlengkapan untuk usahanya Rp 350.000 secara kredit
3 Dibayar iklan Rp 200.000
3. Dibeli oli kendaraan Rp 4.000.000
4 Diterima hasil pendapatan sewa kendaraan Rp 3.000.000
4 Disewakan minibus kepada PO ASA dengan sewa Rp 6.000.000, baru dibayar Rp 3.000.000

6 Dibeli peralatan kantor Rp 1.500.000 secara tunai


7 Dibayar sebagian hutang Rp 500.000
8 Diterima komisi dari pelanggan atas jasa penyewaan mobil Rp 600.000
9 Dibayar biaya servis kendaraan Rp 2.200.000
10 Diterima piutang dari pelanggan Rp 1.000.000
10 Diterima pendapatan jasa penyewaan kendaraan selama 4 hari Rp 2.000.000
12 Dibayar biaya pengisian bensin Rp 300.00013 Dibayar gaji karyawan Rp 5.400.000, baru
dibayar Rp 2.400.000 sisanya dibayar kemudian.
15 Diterima pendapatan sewa kendaraan Rp 4.200.000
16 Diterima pendapatan sewa kendaraan selama 4 hari Rp 2.000.000
18 Dibayar beban pajak kendaraan Rp 3.200.000
21 Dibeli perlengkapan kantor Rp 350.000 secara tunai
23 Diterima pendapatan sewa minibus untuk tamasya liburan selama 5 hari Rp 3.500.000
24 Dibayar beban listrik dan air Rp 350.000
25. Diterima pendapatan sewa kendaraan Rp 2.000.000
26 Dibeli peralatan berupa ac mobil yang baru Rp 3.000.000 secara tunai
27 Dibayar biaya servis kendaraan Rp 2.200.000
28 Dibayar angsuran pembelian minibus Rp 5.000.000
29 Diterima pendapatan sewa kendaraan Rp 2.000.000
30 Dibayar biaya Telepon Rp 200.000
31 Pemilik mengambil uang untuk keperluan pribadi Rp 1.500.000
31 Dibayar beban lain-lain Rp 1.000.000

Data penyesuaian untuk bulan Desember 2012 sebaga berikut :

1 Perlengkapan yang habis dipakai pada bulan Agustus 2012 Rp 350.000


2 Gaji karyawan bulan Agustus yang belum dibayar Rp 200.000
3 Pendapatan sewa kendaraan yang masih harus diterima Rp 5.400.000
4 Kendaraan di susutkan 5% untuk 1 bulan
5 Peralatan kantor bulan Agustus disusutkan Rp 300.000
6 Beban Listrik dan Air bulan Agustus yang belum dibayar Rp 150.000
Jurnal Umum

Tanggal Keterangan Debet Kredit


2012 Kas 100.000.000
1
Agustus Modal Pemilik 100.000.000
Kendaraan 60.000.000
2 Kas 30.000.000
Hutang dagang 30.000.000
Biaya sewa kantor 500.000
2
Kas 500.000
Perlengkapan 1.000.000
2
Hutang dagang 1.000.000
Biaya Iklan 200.000
3
Kas 200.000
Perlengkapan 4.000.000
3
Kas 4.000.000
Kas 3.000.000
4
Pendapatan sewa 3.000.000
Kas 3.000.000
4 Piutang Usaha 3.000.000
Pendapatan sewa 6.000.000
Peralatan kantor 1.500.000
6
Kas 1.500.000
Hutang dagang 500.000
7
Kas 500.000
Kas 600.000
8
Pendapatan Sewa 600.000
Biaya Servis Kendaraan 2.200.000
9
Kas 2.200.000
Kas 1.000.000
10
Piutang Usaha 1.000.000
Kas 2.000.000
10
Pendapatan sewa 2.000.000
Biaya Bensin 300.000
12
Kas 300.000
Biaya Gaji 5.400.000
13
Kas 2.400.000
Hutang Gaji 3.000.000
Kas 4.200.000
15
Pendapatan sewa 4.200.000
Kas 2.000.000
16
Pendapatan Sewa 2.000.000
Biaya Pajak Kendaraan 3.200.000
18
Kas 3.200.000
Perlengkapan Kantor 350.000
21
Kas 350.000
Kas 3.500.000
23
Pendapatan sewa 3.500.000
Biaya Listrik & Telepon 350.000
24
Kas 350.000
Kas 2.000.000
25
Pendapatan sewa 2.000.000
Peralatan kantor 3.000.000
26
Kas 3.000.000
Biaya Servis Kendaraan 2.200.000
27
Kas 2.200.000
Beban Angsuran Kendaraan 5.000.000
28
Kas 5.000.000
Kas 2.000.000
29
Pendapatan Sewa 2.000.000
Biaya Telepon 200.000
30
Kas 200.000
Prive 1.500.000
31
Kas 1.500.000
Biaya lain-lain 1.000.000
31
Kas 1.000.000

Buku Besar
PIUTANG USAHA
Saldo
Tanggal Keterangan Debet Kredit
Debet Kredit
2012 4 Pendapatan Sewa 3.000.000 - 3.000.000
Agustus 10 Kas - 1.000.000 2.000.000
31 Penyesuaian 5.400.000 - 7.400.000

PERLENGKAPAN
Saldo
Tanggal Keterangan Debet Kredit
Debet Kredit
2012 2 Hutang Dagang 1.000.000 - 1.000.000
Agustus 3 Kas 4.000.000 - 5.000.000
21 kas 350.000 - 5.350.000
31 Penyesuaian - 350.000 5.000.000

PERALATAN
Saldo
Tanggal Keterangan Debet Kredit
Debet Kredit
2012 6 Kas 1.500.000 - 1.500.000
Agustus 26 Kas 3.000.000 - 4.500.000

KENDARAAN
Saldo
Tanggal Keterangan Debet Kredit
Debet Kredit
2012 2 Kendaraan 60.000.000 - 60.000.000