You are on page 1of 1

No.

Pengaruh dari capillary biasanya memiliki efek yang diabaikan pada coning dan akan diabaikan
lagi. Pengaruh gravitasi berarah vertical dan muncul dari perbedaan densitas fluida. Periode
pengaruh kekentalan menunjuk kepada tekanan gradient aliran fluida melalui reservoir sebagai
penggambaran dari Hukum Darcy. Karena itu, pada waktu yang diberikan, terdapat sebuah
keseimbangan antara gravitasi dan pengaruh kekentalan pada pusat dan jauh dari pusat interval
sumur komplesi. Ketika perubahan (kekentalan) berpengaruh pada sumur bor melampaui
pengaruh gravitasi. Sebuah “kerucut” akhirnya akan masuk ke sumur .
Kita dapat mengembangkan berdasarkan penggambaran diatas dari coning dengan
memperkenalkan konsep :
-kerucut seimbang
-kerucut tidak seimbang
-laju alir production critical.

Jika sebuah sumur diproduksikan dengan laju alir konstan dan tekanan gradient pada drainage
system hrus konstan, kondisi steady state pun dicapai. Jika pada kondisi ini perubahan
(kekentalan) berpengaruh pada sumur lebih rendah dari pengaruh gravitasi, kemudian air atau
gas cone yang telah terbentuk tidak akan melebar ke area sumur. Selain itu, kerucut tidak akan
ada lagi,ini menciptakan apa itu sebutan stable cone. sebaliknya jika tekanan pada system pada
kondisi unsteady state, kemudian kerucut yang tidak stabil akan berlanjut untuk mencapai
kondisi steady state yang berlaku.
Jika tekanan aliran menurun pada sumur itu cukup untuk meyelesaikan pengaruh gravitasi,cone
yang tidak stabil akan meningkat dan otomatis masuk ke area sumur. Hal itu penting untuk
dicatat pada keadaan yang nyata, cone yang stabil dapat menjadi “pseudo stable” karena drainage
system dan tekanan distribusi akan berubah dengan sendirinya. Sebagai contoh, dengan
pengurangan reservoir, water oil contact dapat mempercepat tercapainya interval komplesi,
dengan demikian dapat meningkatkan kesempatan untuk terjadinya coning. Contoh lain,
berkurangnya produktivitas itu terhadap kerusakan sumur memerlukan korespodensi yg tinggi
sesuai dengan mengikuti tekanan yang turun untuk menjaga laju aliran produksi yg diberikan.
Peningkatan ini pada temperature yg turun dapat mempengaruhi stable cone lain pada sumur.

Laju kritikal produksi adalah laju alir diatas yang aliran gradien tekananya pada sumur karena
air(atau gas) pada kerucut di sumur. Oleh karena itu, laju maksimum pada produksi minyak
tanpa terjadinya produksi ini menggantikan fasa coning. pada laju critical, build up cone stabil
tetapi itu ada awal dari terjadi nya breaktrough.