You are on page 1of 1

Daerah Kamang

Daerah Kamang terletak di kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam. Kamang atau Kamang
Darussalam merupakan nama salah satu nagari yang terletak di Luhak Agam. Secara resmi nagari ini
bernama Nagari Kamang Hilir berada di bawah Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam.
Terletak sebelah timur laut Kota Bukittinggi atau berjarak sekitar 12 Km dari kota tersebut. Terletak
di kaki Bukit Barisan yang membelah Pulau Sumatera. Secara geografis letak Nagari Kamang
membujur sepanjang Bukit Barisan.

Nagari ini merupakan Nagari Nan Ba Ampek Suku dengan menganut Sistem Kelarasan Koto Piliang.
Keempat Suku Adat itu ialah, Suku Ampek Ibu, Jambak, Koto, dan Sikumbang. Masing-masing suku
memiliki bagian sendiri-sendiri, layaknya di Minangkabau, setiap keluarga seperut memiliki penghulu
yang menjadi pemimpin sekaligus wakil mereka di balairung. Dikepalai oleh seorang Penghulu Pucuk
yang di Nagari Kamang disebut Basa Nan Barampek.
Saat ini Nagari Kamang terbagi atas 17 Jorong yang berada langsung di bawah Pemerintahan Nagari.
Jorong merupakan sistim pemerintahan terendah di Nagari Kamang. Masing-masing jorong memiliki
Kepala Jorong, disamping itu juga ada “Tuo Kampuang” yakni orang-orang yang dituakan dalam
suatu jorong yang berperan dalam pengambilan keputusan (apakah itu menyangkut kehidupan
sosial, budaya, keagamaan, maupun pemerintahan) dan pelaksanaan berbagai upacara adat. Jabatan
Tuo Kampuang merupakan jabatan tidak resmi, berbeda dengan Kepala Jorong yang diangkat oleh
Wali Nagari. Orang-orang yang dianggap sebagai Tuo Kampuang biasanya orang tua dihormati dalam
lingkungan hidup berkampung serta aktif dalam kegiatan kemasyarakatan juga dalam pengetahuan
adat dan agamanya.
Dalam Pemerintahan Nagari sekarang, nagari dipimpin oleh seorang Wali Nagari sebagai Kepala
Eksekutif, Badan Permusyawaratan Rakyat Nagari (BPRN) sebagai Legislatif, Kerapatan Adat Nagari
(KAN) yang mengurus mengenai perkara adat dan sosial masyarakat, dan Majlis Ulama Nagari
(MUNA) yang mengurusi perkara syara’ atau agama. Sedangkan pada masa dahulu, sebagai mana
lazim berlaku di Alam Minangkabau, pemerintahan di nagari di kendalikan oleh sekelompok pengulu
yang dipimimpin oleh Basa Nan Barampek yang tergabung dalam Majelis Kerapatan Adat Nagari.
Dalam memecahkan segala persoalan yang dihadapi oleh nagari para penghulu selalu melakukan
sidang di balai dengan mengutamakan musyawarah untuk mencapai mufakat. Perubahan dalam tata
pemerintahan nagari terjadi pada masa Belanda di Minangkabau. Dimana seorang penghulu
diangkat oleh Belanda menjadi Penghulu Kepala untuk memimpin sekalian penghulu dalam nagari
dan juga rakyat di nagari tersebut. Maka lazimlah penghulu tersebut dipanggil oleh masyarakat
dengan panggilan “Angku Palo”.
Pada masa sekarang, Penghulu Kepala atau Kepala Nagari telah berganti nama menjadi Wali Nagari.
Wali Nagari Kamang Hilir berkedudukan di Jorong Ampek Kampuang, dimana bangunan Balai Nagari
berada di sini. Sedangkan untuk Wali Jorong sendiri tidak memiliki kantor, kalaupun terdapat kantor
di lingkungan jorong tersebut tidak begitu terpakai. Kadang kala dipakai oleh kaum ibu yang
tergabung dalam Gerakan PKK. Sedangkan untuk kebutuhan Administratif Pemerintahan Jorong
yang tidak serumit dan seintens administrasi Pemerintahan Nagari dilakukan di rumah anak atau
kamanakan dari Wali Jorong tersebut.