You are on page 1of 254

SERUAN APOSTOLIK PASCA-SINODE

SUKACITA KASIH
OLEH BAPA SUCI
FRANSISKUS
KEPADA PARA WALIGEREJA
IMAM DAN DIAKON
KAUM RELIGIUS
PASANGAN KRISTIANI YANG TELAH
MENIKAH
SERTA SEMUA UMAT BERIMAN
TENTANG KASIH DI DALAM KELUARGA

2

1.
S ukacita Kasih yang dialami oleh keluarga-
keluarga merupakan sukacita Gereja juga.
Sebagaimana diamati oleh Bapa-bapa Sinode,
walaupun banyak tanda-tanda krisis lembaga
perkawinan, “keinginan untuk menikah dan
membangun keluarga tetap tinggi, khususnya di
antara orang-orang muda, dan ini merupakan
inspirasi bagi Gereja.”¹ Sebagai tanggapan atas
keinginan ini, “Pewartaan Kristiani mengenai
keluarga sungguh merupakan suatu kabar baik”.²

2. Proses dalam Sinode memungkinkan suatu
penyelidikan atas situasi keluarga-keluarga di
dunia sekarang ini, dan dengan demikian
mendapatkan visi yang lebih luas dan
kesadaran yang baru terhadap pentingnya
perkawinan dan keluarga. Kerumitan
permasalahan yang muncul mengungkapkan
perlunya suatu diskusi terbuka secara terus-
menerus terhadap sejumlah pertanyaan
mengenai doktrin, moral, spiritual, dan
pastoral. Pemikiran para pastor, teolog, bila
setia pada Gereja, jujur, realistik dan kreatif,
akan membantu kita untuk memperoleh
kejelasan yang lebih lagi. Perdebatan yang
terjadi di media, dalam publikasi tertentu dan
bahkan di antara para pelayan Gereja, berasal
dari sebuah keinginan yang melewati batas
untuk perubahan total tanpa pemikiran atau
landasan yang cukup, terhadap sikap yang
akan menyelesaikan segala sesuatu
_______________
1 Sidang Umum Luar Biasa Ke-3 Sinode Para Uskup, Relatio
Sinodi, (18 Oktober 2014), 2.
2 Sidang Umum Biasa Ke-14 Sinode Para Uskup, Relatio
Finalis (24 Oktober 2014), 3.

3

mendapatkan kesimpulan yang tidak semestinya
dari pertimbangan teologis tertentu.

3. Karena “waktu lebih luas daripada ruang”, saya
akan menegaskan bahwa tidak semua diskusi
persoalan doktrinal, moral atau pastoral perlu
diselesaikan oleh campur tangan magisterium.
Kesatuan dalam pengajaran dan praktek tentunya
diperlukan dalam Gereja, namun ini tidak berarti
menutup kemungkinan berbagai macam cara dalam
menginterpretasikan sejumlah aspek dari suatu
pengajaran atau menarik konsekuensi tertentu dari
pengajaran tersebut. Hal ini akan selalu menjadi
permasalahan sebagaimana Roh Kudus
membimbing kita menuju kebenaran yang
menyeluruh (bdk. Yoh 16:13), sampai Ia
memimpin kita sepenuhnya memasuki misteri
Kristus dan memampukan kita melihat segala
sesuatu sebagaimana yang Ia lakukan. Setiap
negara atau wilayah, lebih jauh lagi, dapat mencari
penyelesaian yang lebih sesuai dengan budaya dan
kepekaannya terhadap tradisi-tradisi dan kebutuhan
setempatnya. Karena budaya-budaya pada
kenyataannya beragam dan setiap prinsip
umum…perlu diinkulturisasikan, jika ingin
dihormati dan diterapkan”.³

_______________
3
Pidato Penutupan Sidang Umum Biasa Ke-14 Sinode
Para Uskup (24 Oktober 2015): L’Osservatore Romano, (26-
27 Oktober 2015, hal. 13; bdk. Komisi Biblika Kepausan,
Fede e cultura alla luce della Bibbia. Atti della sessione plenaria
1979 della Pontificia Commissione Biblica, Turin, 1981;
Konsili Ekumenis Vatikan II, Konstitusi Pastoral Gereja
Dalam Dunia Moderen Gaudium at Spes, 44; Yohanes
Paulus II, Surat Ensiklik Redemtoris Missio (7 Desember
1990), 52; AAS 83 (1991); Seruan Apostolik Evangelii
Gaudium (24 November 2013), 69, 117: ASS 105 (2013),
1049, 1068-69 .

4

4. Saya juga harus katakan bahwa proses Sinode
ini adalah mengesankan dan mencerahkan. Saya
bersyukur bagi banyaknya kontribusi yang telah
membantu saya untuk memahami secara lebih
menyeluruh mengenai berbagai masalah yang
dihadapi keluarga-keluarga di seluruh dunia.
Beragam campur tangan dari para Bapa Sinode,
yang mana saya perhatikan dengan seksama, telah
dibuat, sebagaimana adanya, sebuah permata
bersegi banyak yang memantulkan banyak masalah
penting dan berbagai pertanyaan yang jujur. Untuk
alasan ini, saya pikir sangat tepat untuk
mempersiapkan suatu Seruan Apostolik pasca-
sinode untuk mengumpulkan berbagai kontribusi
dari dua Sinode terakhir mengenai keluarga ini,
sambil menambahkan pertimbangan-pertimbangan
lainnya sebagai bantuan untuk pertimbangan,
dialog dan praktek pastoral, dan sebagai suatu
bantuan serta dorongan bagi keluarga-keluarga di
dalam komitmen dan tantangan mereka sehari-hari.

5. Seruan Apostolik ini bertepatan masanya di
Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi. Pertama, karena
mewakili suatu undangan bagi keluarga-keluarga
Kristiani untuk menghargai karunia-karunia
perkawinan dan keluarga, dan untuk bertekun di
dalam sebuah cinta yang diperkuat dengan nilai-
nilai kemurahan hati, komitmen, kesetiaan dan
kesabaran. Kedua, karena hendak mendorong
setiap orang untuk menjadi tanda kerahiman dan
kedekatan manakala kehidupan keluarga berada
dalam ketidaksempurnaan atau kekurangan damai
dan sukacita.

6. Saya akan mulai dengan sebuah bab pembuka
yang diilhami Kitab Suci, untuk menetapkan
suasana yang sebagaimana mestinya. Kemudian
saya akan membahas situasi sesungguhnya dari

5

Seruan Apostolik ini akan membahas. Akhirnya. sebagai contoh. Saya akan melanjutkan dengan mengangkat kembali sejumlah aspek mendasar dari ajaran Gereja tentang perkawinan dan keluarga. sementara semua orang akan merasa tertantang oleh Bab Delapan. dalam berbagai cara. Ada kemungkinan. dengan sebuah bab yang dipersembahkan untuk pengasuhan anak-anak. saya tidak merekomendasikan untuk membaca teks ini dengan terburu-buru. dan pelayan pastoral pada Bab Enam. Manfaat terbesar akan muncul bila setiap bagian dibaca dengan sabar dan seksama. supaya tetap berlandaskan pada kenyataan. yang akan menghantar kita menuju dua bab utama yang dipersembahkan untuk cinta. Hal ini menjelaskan panjangnya Seruan ini. karena “keluarga bukanlah 6 .keluarga-keluarga. 7. saya akan mengajak untuk berbelaskasih dan kepekaan pastoral dari berbagai situasi yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan dari kita. dan menyimpulkannya dengan suatu diskusi singkat mengenai spiritualitas keluarga. dengan membaca teks ini. Harapan saya. beragam jumlah pertanyaan. semua pihak akan merasa terpanggil untuk mencintai dan menikmati kehidupan berkeluarga. atau bila menempatkan perhatian terhadap bagian-bagian yang berkaitan dengan kebutuhan dari keluarga itu sendiri dan bagi mereka yang terlibat dalam kerasulan keluarga. Dengan berbekal buah-buah yang melimpah dari proses Sinode selama dua tahun. Oleh karena itu. pasangan yang telah menikah akan lebih menaruh perhatian pada Bab Empat dan Lima. Selanjutnya saya akan menyoroti sejumlah pendekatan pastoral yang dapat membimbing kita dalam membangun keluarga yang baik dan berbuah sesuai dengan rencana Allah.

suatu masalah. 7 . 24 September 2015. 4 _______________ 4 Pidato pada Pertemuan Keluarga di Santiago de Cuba (22 September 2015): L’Osservatore Romano. 7. mereka pada mulanya adalah sebuah kesempatan”. hal.

kelahiran. dan krisis keluarga. berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! _______________ 5 Jorge Luis Borges. Injil penuh dengan kisah tentang keluarga. 9). Kej 4) sampai halaman terakhir. Hal ini telihat dari halaman pertama. “Calle Desconocida” dalam Fervor de Buenos Aires. Mat 7:24-27). cinta. yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu. dengan munculnya keluarga Adam dan Hawa dengan segala beban kekerasan tetapi juga kekuatan yang selalu mereka miliki (bdk. 23. anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! 8 . dipimpin oleh Pemazmur dengan sebuah lagu yang hingga kini dinyanyikan dalam liturgi perkawinan Yahudi dan Kristiani: “ Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN. di mana kita melihat pesta perkawinan antara Mempelai wanita dan Anak Domba (Why 21:2. sebagaimana pepatah mengatakan “setiap rumah adalah kaki dian”5. BAB SATU DALAM TERANG SANG SABDA 8. Gambaran Yesus tentang dua rumah. 2011. Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu. Mari kita masuki salah satu rumah itu. melambangkan sejumlah situasi keluarga yang terbentuk dari bagaimana setiap anggota melaksanakan kebebasannya. yang satu dibangun di atas bebatuan dan yang lainnya di atas pasir (bdk.

sehingga keduanya menjadi satu daging.” (Kej 2:24) 10. dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!” (Mz 128:1-6) ENGKAU DAN ISTRIMU 9. Pertama. Di bagian tengah kita melihat ayah dan ibu. Apakah ini berarti bahwa seks adalah hak 9 . bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?” (Mat 19:4). Bab-bab awal yang agung dari Kitab Kejadian menghadirkan pasangan manusia dalam kenyataan yang sesungguhnya. Marilah kita memasuki rumah yang tenteram ini. Sungguh mengejutkan bahwa “gambaran Allah” disini merujuk pada pasangan “pria dan wanita”. Halaman-halaman awal dari Kitab Suci menyajikan pernyataan-pernyataan yang sangat jelas.Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. sebuah pasangan dengan kisah cinta mereka. menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia. Kita mendengar sebuah gema dari perintah yang ditemukan di Kitab Kejadian: “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya. supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu. yang diucapkan kembali oleh Yesus bahwa “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya. dengan para anggota keluarganya yang duduk mengelilingi meja perjamuan. Mereka mewujudkan rencana awal Allah yang secara jelas dikatakan oleh Yesus sendiri: “Tidakkah kamu baca. laki- laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (1:27). Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion.

Dengan demikian. Keistimewaan Allah terjaga. 25-26. cinta yang tumbuh subur menjadi simbol dari kehidupan sejati Allah (bdk Kej 1:28. Santo Yohanes Paulus II menekankan hal ini ketika ia berkata. Putra dan Roh kasih. 25:1-4. ataukah ini berarti bahwa Allah memiliki teman wanita yang abadi. seperti yang ada pada agama-agama kuno? Tentu saja jawabannya adalah tidak. Inilah sebabnya catatan Kitab Kejadian. 12-17. Pasangan yang mencintai dan melahirkan kehidupan adalah tanda nyata yang hidup – bukan sekedar berhala seperti bebatuan atau emas yang dilarang dalam sepuluh perintah Allah – yang mampu menyingkapkan Allah Sang Pencipta dan Penyelamat. dan keluarga adalah cerminan kehidupannya. karena dalam pandangan Kristiani terhadap Trinitas. yakni sebuah tanda nyata dari penciptaan- Nya. yang ditemukan diantara orang Kanaan di Tanah Suci. Kemampuan dari pasangan manusia untuk melahirkan kehidupan merupakan jalan di mana sejarah keselamatan berkembang. 10. 16. Allah dikontemplasikan sebagai Bapa. 19-26.milik Allah sendiri. 9:7. mengikuti “tradisi imamat”. Atas alasan ini. 5. terjalin dengan beragam catatan silsilah (bdk 4:17-22. sebagaimana Ia juga adalah Sang Pencipta. 36). 48:3- 4). 11. “Allah kita dalam misteri-Nya yang 10 . 28:3. 11:10-32. Kita mengetahui bagaimana Kitab Suci dengan jelas menolak pemujaan terhadap kepercayaan seperti itu. 35:11. 17:2-5. Allah Tritunggal adalah persatuan cinta. kesuburan dari pasangan manusia merupakan “gambaran” yang hidup dan efektif. hubungan pasangan yang tumbuh subur menjadi gambaran untuk memahami dan menggambarkan misteri Allah sendiri.

Orang-orang Yahudi menyarankan pertemuan langsung. mampu menghapuskan kesendiriannya di tengah binatang-binatang dan dunia sekitarnya. Ef 5:21-33) 12. 184. saling memandang.7 Dimensi Trinitas ini menemukan perwujudannya dalam teologi St. 20). anak dan inti dari keluarga. dalam perkataan orang bijak dalam Kitab Suci (Sir 36:24). karena di mana ada kaitannya dengan cinta. dalam dialog yang sunyi. seorang “kamu”. seorang penolong yang sesuai untuknya dan pilar penyangga” bagi seorang laki-laki. bertatapan muka. Cinta itu. kesunyian berbicara lebih banyak daripada kata-kata. 7 Bdk. ibid mencerminkan cinta milik Tuhan sendiri dan adalah “milik terbaik. yang _______________ 6 Homili pada Perayaan Ekaristi di Puebla de los Angeles (28 Januari 1979). 2. Yesus mengarahkan kita pada halaman lain dari Kitab Kejadian. karena di dalam diri-Nya sendiri terdapat sifat kebapakan. adalah Roh Kudus”.6 Oleh karena itu keluarga bukannya tidak terhubung dengan keberadaan Allah.terdalam tidaklah sendiri. AAS 71 (1979). sebagai wanita dalam kidung Salomo akan menyanyi dalam menyatakan cinta yang mengagumkan dan saling memberikan 11 . Paulus yang menghubungkan pasangan dengan “misteri” persatuan Kristus dan Gereja (bdk. Atau. kita melihat laki-laki. Pertama. yaitu cinta. tetapi merupakan suatu keluarga. yang sangat ingin mencari “penolong yang sepadan baginya” (vv 18. Berbicara tentang perkawinan. di dalam keluarga ilahi. di dalam bab kedua yang melukiskan sebuah pasangan dengan indah dan terperinci. Pada pertemuan dengan wajah seseorang.

Kej 2:24). tapi juga dalam kerelaannya memberikan diri dalam cinta. Jika orang tua adalah landasan rumah. Adam. 6:3). secara fisik dan dalam kesatuan hati dan hidup mereka. sampai pada taraf di mana kata itu dipakai untuk menggambarkan kesatuan kita dengan Allah: “Jiwaku melekat kepada-Mu” (Mz 63:8). Secara 12 . 13. dan aku kepunyaan dia. memulai sebuah keluarga yang baru. dalam diri seorang anak. Di dalam rumah di mana suami dan istri duduk di sekeliling meja. ANAK-ANAKMU SEPERTI TUNAS POHON ZAITUN 14. yang merupakan sang pria segala waktu dan tempat. Kata “bersatu” atau “setia”.dirinya: “Kekasihku adalah kepunyaanku. Mari kita bahas kidung pemazmur sekali lagi. yang akan mewarisi dari kedua orang tuanya bukan hanya secara genetik tapi juga secara spiritual. memunculkan kelahiran baru dan keluarga. anak-anak muncul di samping mereka “seperti tunas pohon zaitun” (Mzm 128:3). Yesus mengatakan hal ini dengan mengutip bacaan dari Kitab Kejadian: “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya.” (2:16. kedekatan fisik dan batin. bersama dengan istrinya. yang membebaskan manusia dari kesendiriannya. sehingga keduanya itu menjadi satu daging. dalam bahasa Ibrani memperlihatkan keserasian yang mendalam. bdk. Pertemuan ini. anak-anak adalah “batu yang hidup” dari keluarga tersebut.” (Mat 19:5. Secara signifikan. Akibat dari kesatuan ini adalah bahwa mereka berdua “menjadi satu daging”. dan akhirnya. Jadi persatuan pernikahan tidak hanya membangkitkan dimensi seksual ataupun badaniah. yakni penuh dengan energi dan vitalitas.

dalam pembicaraan mengenai karunia anak. “Tuhan”). Ia tidak akan mendapat malu. jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu. dari generasi ke generasi. Fil 2). sia-sialah usaha orang yang membangunnya. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN. apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang. Kol 4:15. menggunakan perumpamaan yang digambarkan dengan bangunan rumah dan kehidupan sosial kota: “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah. dan buah kandungan adalah suatu upah. Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama 13 . Kita tidak pernah bisa lupa gambaran yang ada di Kitab Wahyu. Gambaran ini mencerminkan budaya masyarakat kuno. sia- sialah pengawal berjaga-jaga. jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota. kata yang paling sering muncul di Perjanjian Lama setelah nama Allah (YHWH. Rm 16:15. 1 Kor 16:19. Ruang hidup keluarga bisa berubah menjadi gereja rumah tangga. Kita tahu bahwa Perjanjian Baru berbicara tentang “gereja yang ditemukan di dalam rumah” (bdk. Mazmur 128. demikianlah anak-anak pada masa muda.signifikan. di mana Tuhan berkata: “Lihat. kita bisa melihat aspek lain dari keluarga. Sesungguhnya. Oleh karena itu. 3-5). adalah “anak” (ben. Di sini juga. namun kehadiran anak-anak merupakan tanda kelangsungan keluarga melalui sejarah keselamatan. Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan. 15. “anak laki-laki”) yang di dalamnya berhubungan dengan kata kerja “membangun” (banah). Aku berdiri di muka pintu dan mengetok.” Mzm 127:1. kehadiran Kristus yang duduk di sekeliling meja. sebuah tata cara untuk Ekaristi.

supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian.” (Why 3:20). Maka keluarga merupakan tempat di mana orang tua menjadi guru pertama tentang iman bagi anak-anak mereka. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion!” (Mzm 128:4-5) 16. yang akan lahir kelak. Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel. Dengan 14 . Salah satu Mazmur yang merayakan pernyataan iman di dalam keluarga: “Yang telah kami dengar dan kami ketahui. menurunkannya dari satu generasi ke generasi selanjutnya: “Dan apabila anakmu akan bertanya kepadamu di kemudian hari … maka haruslah engkau berkata kepadanya …. bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka. dan ia bersama-sama dengan Aku. Di sini kita melihat rumah yang di dipenuhi kehadiran Tuhan. doa dan berkat. supaya anak-anak. Alkitab juga menghadirkan keluarga sebagai tempat di mana anak-anak dibesarkan dalam iman. yang kita kutip di atas: “Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. (Kel 13:14). Ini adalah arti dari kesimpulan dari Mazmur 128. tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan- perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya. Mereka mempelajari “cara hidup” ini. percakapan yang mengiringi upacara makan Paskah. nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka. Ini jelas disampaikan dari gambaran perayaan Paskah (bdk. Ul 6:20-25) dan kemudian muncul secara eksplisit dalam haggadah Yahudi.” (Mzm 78: 3-6). kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka.dengan dia. Kel 12:26-27. dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami.

Yesus sendiri. Yesus merupakan seorang teladan dalam hal ketaatan terhadap orangtua-Nya di dunia. 23:13-14. menempatkan diri-Nya di bawah pengawasan mereka (bdk. sebagaimana kisah- kisah dalam Alkitab mengingatkan kita (bdk. orang tua dan orang muda!” (Mzm 148: 12) 17.Ku dan saudara-saudara-Ku ialah 15 . 18. Di sini kata “menghormati” berkaitan dengan pemenuhan komitmen keluarga dan sosial. memberitahu Yosef dan Maria bahwa dia mempunyai misi yang lebih besar yang harus dicapai selain keluarga-Nya di dunia (bdk. 29:17) Anak-anak dipanggil untuk menerima dan melaksanakan perintah “Hormatilah Bapa dan ibumu” (Kel 20:12). “Siapa yang menghormati bapaknya menebus dosanya. Injil terus-menerus mengingatkan kita bahwa anak-anak bukanlah hak milik keluarga. 6:20-22.demikian generasi selanjutnya dapat menaikkan lagu mereka kepada Tuhan : “Hai teruna dan anak- anak dara. Mrk 7:11-13). yang lebih mendalam di dalam keluarga. Luk 2:51) tetapi dia juga menunjukkan bahwa keputusan hidup anak-anak dan panggilan Kristiani mereka dapat menuntut perpisahan demi kepentingan Kerajaan Allah (bdk Mat 10:34-37. tetapi mereka punya tujuan hidup sendiri. 22:15. 13:1. Amsal 3:11-12. Orangtua memiliki tanggung jawab yang serius terhadap karya pendidikan ini. Luk 2:48-50) Melalui cara ini. pada saat usia 12 tahun. Luk 9:59-62). dia menunjukkan pentingnya sebuah ikatan yang lain. hal ini tidak dapat diabaikan sebagai bagian dari tujuan religious (bdk. “Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu. dan barangsiapa memuliakan ibunya seperti seorang yang menimbuh harta benda” (Sir 3:3-4).

SEBUAH JALAN PENDERITAAN DAN DARAH. dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. 16 ." (Luk 8:21). diawali dengan pembunuhan oleh Kain terhadap saudaranya Habel. Gambaran ideal yang dihadirkan dalam Mzm 128 tidak bertentangan dengan kebenaran pahit yang ditemukan dalam Sabda Suci." (Kej 3:16). kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. hubungan cinta dan kesucian antara laki-laki dan perempuan berubah menjadi penguasaan: “Engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu. Kita membaca perselisihan antara anak-anak dan istri-istri keturunan Abraham. berkaitan dengan perhatiannya terhadap anak-anak – yang oleh masyarakat Timur Dekat kuno anak- anak dianggap tidak mempunyai hak khusus bahkan dalam harta keluarga – Yesus mengatakan demikian dengan maksud menghadirkan mereka sebagai guru.” Mat 18:3-4).mereka. Rangkaian penderitaan dan pertumpahan darah ini ada diberbagai halaman Kitab Suci. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini. ketika. Semuanya sama. Sabda Allah secara konsisten membuktikan pada sisi gelap yang sudah dihadirkan sejak awal mula. yaitu. dalam hal keyakinan dan spontanitas nereka yang sederhana terhadap orang lain. 20. Karena alasan yang baik ajaran Kristus tentang perkawinan (bdk Mat 19:39) disisipkan dalam perdebatan mengenai perceraian. sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini. hadirnya penderitaan. setan dan kekerasan yang menghancurkan keluarga dan kesatuan mereka dalam hidup dan cinta. 19. yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya. “Aku berkata kepadamu. melalui dosa.

Dia mengunjungi rumah Petrus. Dalam tinjauan singkat ini. Yesus sendiri lahir dalam keluarga sederhana yang kemudian segera mengungsi ke daerah asing. Dia pergi ke rumah pemungut cukai seperti Mateus dan Zakeus (bdk Mat 9:9-13. masalah keluarga tercermin dalam sejarah keluarga Tobias dan keluhan pahit Yakub “Saudara-saudaraku dijauhkan-Nya dari padaku. Kaum kerabatku menghindar. dan kawan-kawanku melupakan aku. Nafasku menimbulkan rasa jijik kepada isteriku. 22. dan bauku memualkan saudara- saudara sekandungku. ketidakhadiran tamu pada pesta (Mat 22:1- 10) dan kekuatiran suatu keluarga miskin karena kehilangan sebuah dirham (Luk 15:8-10). atau yang membuktikan suatu kesusahan. yang mertuanya sedang sakit (bdk Mrk 1:30-31) dan memberi simpati saat mendengar kematian di rumah Yairus dan Lazarus (bdk Mrk 5:22-24. 17) 21. tragedi dan kekerasan menandai keluarga Daud.Ishak dan Yakub. Dia juga peka dengan hal memalukan akibat kekurangan anggur dalam pesta perkawinan (Yoh 2:1-10). Dia mendengar ratapan putus asa janda-janda di Naim atas kematian putranya (bdk Luk 7:11-15) dan memperhatikan ratapan ayah seorang anak yang sakit epilepsi di kota kecil (bdk Mrk 9:17-27). Yoh 11:1- 44). dan berbicara kepada pendosa seperti wanita di rumah Simon orang Farisi (bdk Luk 7:36-50). kita dapat melihat bahwa sabda Allah bukan serentetan gagasan 17 . 35-43. Lek 19:1-10). dan kenalan-kenalanku tidak lagi mengenal aku. (Mat 21:28-31) umpan untuk kekerasan (Mrk 12:1-9).” (Ayub 19:13-14. Yesus mengerti kecemasan dan tekanan yang dialami oleh para keluarga dan menggambarkan-nya dengan perumpamaan: anak-anak yang meninggalkan rumah mencari petualangan (bdk Luk 15:11-32).

Pada bagian awal Mazmur 128. Jelas sekali sejak awal dari Kitab Suci bahwa pekerjaan merupakan bagian penting dari martabat manusia. seperti dapat kita baca “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. memanfaatkan hasil alam dan menghasilkan “roti yang diperoleh dengan susah payah” (Mzm 127:2) disamping mengolah bakat dan talentanya. Kitab Amsal juga menghadirkan pekerjaan ibu dalam keluarga. berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!” (Maz 128:2). Bapa digambarkan sebagai pekerja yang karna hasil kerjanya menopang kesejahteraan dan ketenangaan keluarganya ”Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu. Karena hal itu menunjukkan pada mereka tujuan dari perjalanan mereka. Manusia ditampilkan sebagai pekerja yang mengusahakan bumi. atau ratap tangis. tidak akan ada lagi perkabungan.abstrak tapi lebih merupakan sumber dari kenyamanan dan persahabatan untuk setiap keluarga yang mengalami berbagai kesulitan atau penderitaan. dan maut tidak akan ada lagi. dan melihat anak-anak dari anak- anakmu! Damai sejahtera atas Israel!” (Mzm 128:5-6). ketika Allah “akan menghapus segala air mata dari mata mereka. stabilitas dan kesejahteraan sebuah keluarga: ”Supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu. atau dukacita” (Why 21:4) HASIL KARYA ANDA 23. pekerjaan sehari- hari mereka dilukiskan secara rinci sebagai 18 . 24.” (Kej 2:15). Bekerja juga memungkinkan pembangunan masyarakat dan menjaga kelangsungan.

9:12) Paulus begitu yakin akan pentingnya pekerjaan hingga dia menetapkan aturan yang tegas untuk komunitasnya “Jika seorang tidak mau bekerja. jika manusia merusak alam. Rasul Paulus bangga hidup tidak menjadi beban orang lain. 1 Tes 4:11b) 25. KELEMBUTAN DARI PELUKAN 27. Kej 3:17-19) dan ketidakseimbangan sosial dan ekonomi ini telah diserukan oleh nabi-nabi. 16:1-13).memenangkan pujian suami dan anak-anaknya. Menyedihkan. 1 Kor 4:12. karena dia bekerja dengan tangannya dan menjamin hidupnya sendiri (bdk Kis 18:3. Kristus menawarkan sebagai tanda pembeda muridnya hukum cinta kasih dan pemberian diri 19 . janganlah ia makan” (2 Tes 3:10b. perumpamaan Yesus tentang pekerja dalam yang dipaksa untuk berpangku tangan di alun alun kota (Mat 20:1-16). secara egopis bahkan brutal merusaknya. sebagaimana digambarkan dalam Kitab Ruth. Ini mengakibatkan kekerdilan bumi (bdk. 26. kenyataan ini masih ada diberbagai negara saat ini. Telah diakatakan bahwa kita dapat mengapresiasi kelaparan akibat dari pengangguran dan kurangnya lapangan kerja yg baik. dimulai oleh nabi Elia (bdk 1 Raj 21) dan memuncak pada perkataan Yesus melawan ketidak adilan (bdk Luk 12:13. Kita pun tidak dapat mengabaikan kemerosotan sosial akibat dosa. (Ams 31:10-31). dimana kurangnya kesempatan pekerja untuk mendapatkan penghasilan memakan korban dalam ketenangan hidup keluarga. seperti. dan pengalaman pribadinya bertemu dengan orang-orang menderita kemiskinan dan lapar.

yang sering dilupakan orang dalam hubungan yang hingar bingar dan dangkal ini. Seperti di teks lain (Kel 4:22. Dia menegaskan itu sebagai dasar bahwa para ayah dan ibu harus menjalankan itu dalam hidup mereka: “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Cinta juga menghasilkan buah belaskasihan dan pengampunan. Yes 49:15. seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya” (Mzm 131:2). Kita juga dapat memikirkan tentang kata- kata yang menyentuh seperti dikenakan nabi Hosea 20 . Itulah kelemah lembutan. dia tidak mendapatkan hukuman tetapi peringatan untuk hidup lebih baik (Yoh 8:1-11) 28. Ada kedekatan yang disadari bukan sekedar kedekatan biologis. bayi diberi makan dan tergantung ke ibunya. Yoh 13:34). ada keutamaan lainnya yang menonjol.” (Yoh 15:13). di depan Bait Allah. Mat 22:39. tetapi kemudian. Melalui gambaran ini. yang memeluknya ke dadanya. kesatuan antara Tuhan dan pengikutnya diungkapkan dalam hubungan cinta orang tua.pada orang lain (bdk. (RELASI Allah-Manusia sbg Orangtua Anak) Bertentangan dengan latar belakang cinta yang begitu pokok dalam pengalaman perkawinan dan keluarga kristiani. Di sini kita lihat keakraban yang manis dan lembut antara ibu dan anak: gambarannya adalah anak tidur di tangan ibunya setelah menyusui. wanita itu dikelilingi musuhnya. Kita melihat ini secara khusus pada wanita yang tertangkap berbuat cabul. Mari kita mempertimbangkan kata-kata yang menyentuh dalam Maz 131. Mzm 27:10). Sebagaimana bahasa Ibrani kata gamul mengartikan. aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku. Pemazmur menyanyikan: “Sesungguhnya. tinggal sendiri dengan Yesus.

kita harus merenungkan hubungan antara keluarga manusia dengan Trinitas ilahi. (KELUARGA KUDUS) Setiap keluarga harus memandang pada ikon keluarga kudus Nazaret. Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan. Sabda Allah mengatakan pada kita bahwa keluarga dipercayakan pada seorang laki-laki. bahkan mimpi buruk. bersujud dan menyembahnya (bdk. 3-4).pada bibir Allah “Ketika Israel masih muda. mencerminkan pekerjaan mencipta Allah. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka. Keluarga dipanggil untuk bersekutu dalam doa harian. yang terus menimpa keluarga pengungsi yang merasa ditolak dan tak berdaya. 29. seperti ketika mereka bertemu dengan kekejaman Herodes. Melahirkan dan membesarkan anak- anak. sehingga bertumbuh dalam cinta dan menjadi kenisah dimana Roh Kudus tinggal.. keluarga kita diundang untuk merenungkan Anak dan Ibunya. Putera dan Roh Kudus. mereka dituntut menghadapi tantangan keluarga mereka dengan keberanian dan ketenangan.Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan. yang cukup menyedihkan. dengan ikatan kasih. dalam suka dan duka. pada bagiannya. rahmat dan kesetiaan. Yang terakhir ini adalah sebuah pengalaman. Dalam kehidupan sehari-hari mereka berbagi penderitaan. dan menyimpan 21 .” (Hos 11: 1. mengangkat mereka di tangan- Ku…. seorang perempuan dan anak-anak mereka sehingga mereka bisa menjadi persekutuan pribadi-pribadi dalam gambaran kesatuan antara Bapa. Seperti orang-orang Majus. Dengan sudut pandang iman dan cinta. 30. Kukasihi dia. Seperti Maria. Mat 2:11). dan berbagi dalam persekutuan ekaristis. membaca sabda Allah.

dia dapat menolong kita mengeri arti dari pengalaman- pengalaman ini dan mendengarkan pesan yang hendak Tuhan komunikasikan lewat kehidupan keluarga kita. Namun demikian. Kesejahteraan keluarga menentukan masa depan dunia dan Gereja. tentang permasalahan dan tantangan mereka saat ini. Kekayaan hati Maria juga mengandung pengalaman semua keluarga yang dia hargai. Kita melakukan yang terbaik untuk berfokus pada kenyataan yang konkrit.dalam hati mereka hal-hal besar yang telah dikerjakan Allah (bdk Luk 2:19. 51). karena “panggilan dan tuntutan Roh Kudus dikumandangkan dalam perayaan-perayaan sepanjang sejarah”.”8 Di sini saya tidak akan berusaha untuk menyajikan semua yang dikatakan tentang keluarga saat ini. Berbagai studi telah dilakukan terhadap perkawinan dan keluarga. dan melalui hal-hal ini “Gereja juga bisa terarah pada pengertian yang dalam tentang misteri perkawinan dan keluarga yang tidak pernah habis. Dengan alasan ini. BAB 2 PENGALAMAN DAN TANTANGAN DALAM KELUARGA 31. karena sinode Para Bapa Gereja memeriksa situasi keluarga-keluarga di seluruh 22 .

“pertimbangan yang setara perlu diberikan kepada bahaya yang berkembang yang dihadirkan dengan individualistis yang ekstrim yang 23 . menerima semakin sedikit dukungan dari struktur sosial dibandingkan masa lalu. Seruan Apostolik Familiaris Consortio/Peranan Keluarga Kristiani Dalam Dunia Modern (22 November 1981). bersamaan dengan beberapa hal penting yang saya dapatkan dari pengalaman saya sendiri. “Kita melihat kesetiaan pada ajaran Kristus dalam keluarga saat ini dengan berbagai komplek- _______________ 8 Yohanes Paulus II. 4: AAS 74 (1982).. Perubahan secara antropologis dan budaya dalam masa kita mempengaruhi semua aspek dalam kehidupan dan panggilan untuk sebuah pendekatan yang analitis dan bervariasi.” sementara “baik masyarakat sosial saat ini maupun yang akan datang mengijinkan “perjuangan hidup dengan bentuk dan model yang tidak kritis.”9 Beberapa dekade yang lalu.” sesungguhnya. 84.”10 Ini juga merupakan bukti bahwa “tendensi perubahan athopologi- kebudayaan yang prinsip” mengarah kepada “individualisme. -sitasnya. saya mempertimbangkan hal ini untuk mengangkat beberapa wawasan pastoral mereka. “tekanan yang lebih besar tentang komunikasi personal antar pasangan membantu membuat kehidupan keluarga lebih manusiawi.”11 33. REALITAS KELUARGA SAAT INI 32.. tanggung jawab dan tugas. (TEGANGAN IDEAL DAN REALITA) Di sisi lain. dalam kehidupan pribadi dan keluarga.dunia. dalam terang dan gelap. Para Uskup Spanyol mencatat bahwa keluarga-keluarga menikmati kebebasan yang lebih besar “melalui distribusi tugas yang merata dan adil.

Contohnya. 10 Konferensi Uskup Spanyol. yang pada beberapa kasus mengarah pada ide bahwa kepribadian seseorang dibentuk oleh keinginannya yang dianggap absolut.”13 Di sini saya juga ingin menyertakan langkah kehidupan dunia masa kini yang bergerak cepat. kita menilai kepribadian sebagai suatu kenyaman yang benar. karena semua ini adalah faktor budaya yang melawan keputusan yang permanen. Bila dalam kebebasan ini kekurangan tujuan yang luhur dan disiplin diri. 16. makin banyak orang memilih hidup 24 .melemahkan ikatan keluarga dan berakhir pada pertimbangan setiap anggota keluarga sebagai unit yang terisolasi. 5. dan arogansi. Hal ini menawarkan spontanitas dan mempergunakan talenta seseorang dengan lebih baik. mengarah pada tidak adanya toleransi dan permusuhan dalam keluarga. Kebebasan memilih membuat adanya kemungkinan untuk merencanakan hidup kita dan mengutamakan diri kita terus. 12 Relatio Synodi 2014. namun bila salah diarahkan. Matrimonio y Familia/Perkawinan dan Keluarga (6 Juli 1979). hal ini bisa membantu berkembangnya sikap yang selalu curiga. dan kesenangan. di banyak negara di mana angka perkawinan menurun. 23. Kita juga menghadapi ketidakpastian dan keadaan mendua yang sekarang meluas. 11 Relatio Finalis 2015. Kenyataannya. 3. dilengkapi dengan keinginan memiliki _______________ 9 Relatio Synodi 2014. 5. takut berkomitmen.”12 Ketegangan ini diciptakan oleh sebuah budaya individualistis yang berlebihan. stress. berpusat pada diri sendiri. 5. dan organisasi sosial dan budaya. ini akan merosot menjadi ketidakmampuan untuk memberikan diri secara murah hati kepada orang lain.

Ketakutan hidup sendiri dan keinginan akan kestabilan dan kesetiaan muncul berdampingin dengan ketakutan yang berkembang tentang keterperangkapan dalam relasi yang bisa menghambat tercapainya tujuan pribadi seseorang. namun bila disalahartikan. dikesampingkan bila terbukti menimbulkan ketidaknyamanan atau keletihan. atau sebuah pengaturan di mana hak bisa dinyatakan sementara relasi digantungkan pada kenginan dan kondisi yang selalu berubah. dan semuanya mungkin dan boleh. Pada akhirnya saat ini sulit dibedakan antara kebebasan yang asli dengan ide bahwa tiap individu bisa bertindak sewenang-wenang seperti tidak ada kebenaran. hal ini bisa dilihat sebagai sebuah jalan yang berguna bila _______________ 13 Relatio Finalis 2015. kita tidak bisa menghentikan terjadinya perkawinan untuk menghindari perasaan saat kini yang harus dihadapi. ditandai dengan sebuah komitmen yang eksklusif dan stabil. 8 nyaman. ini bisa merubah warga menjadi kepentingan klien semata dalam pelayanan yang sementara. Sungguh benar 25 . atau lepas dari keinginan modern atau pengertian tentang ketidakberdayaan menghadapi kemanusiaan dan moralitas yang menurun. 35. dan prinsip yang menyediakan arahan.sendiri atau menghabiskan waktu bersama tanpa tinggal bersama sebagai suami istri. 34. nilai. Kita akan mencabut nilai-nilai dunia yang harus dan dapat kita tawarkan. Ketika faktor-faktor ini mempengaruhi pengertian kita tentang keluarga. Idealisme perkawinan. Kita juga bisa melihat keprihatinan yang sangat mendalam tentang keadilan. (JANGAN OTORITER) Sebagai seorang Kristiani.

(SUARA HATI MORAL) Kita mempunyai pemikiran yang panjang yang menekankan doktrin. seolah-olah hal tsb bisa membawa perubahan. Lalu kita juga sering menunjukkan perkawinan dengan kesatuannya. (CARA BERSIKAP) Kita juga perlu rendah hati dan realistis. dan dengan cara ini menolong pria dan wanita untuk memberikan respon yang lebih baik terhadap kemurahan hati yang Tuhan tawarkan kepada mereka. tertutup bayangan desakan eksklusif tentang tugas prokreasi. dan masalah konkrit mereka. Beberapa waktu kita juga mengajukan ide teologi yang terlalu abstrak tentang perkawinan. namun sebaliknya. tidak membantu perkawinan menjadi semakin diinginkan dan menarik. cara berpikir mereka. 26 .bahwa tidak masuk akal untuk meremehkan kejahatan masa kini. jauh dari situasi konkrit dan kemungkinan praktis dari keluarga yang sesungguhnya. panggilan untuk bertumbuh dalam kasih dan idealismenya tentang saling tolong menolong secara menguntungkan. khususnya ketika kita gagal untuk mempercayai kemurahan Tuhan. Kita perlu kritikan terhadap diri kita yang sehat takarannya. Hal yang kita butuhkan adalah usaha yang lebih bertanggungjawab dan murah hati untuk memberikan alasan dan motivasi untuk memilih perkawinan dan keluarga. Idealisme yang berlebihan ini. 36. cara kita memperlihatkan kepercayaan Kristiani kita dan cara kita memperlakukan orang lain telah membantu terjadinya situasi saat ini. 37. Kita juga tidak selalu menyediakan tuntunan yang kuat kepada pasangan muda agar mereka mengerti tentang waktu mereka. Juga tidak bermanfaat bila kita berusaha menentukan peraturan dengan otoritas berlaku. mengakui bahwa pada waktunya.

cara mengatasi masalah dan membesarkan anak-anak. Saat ini kita bersyukur juga untuk kesaksian dalam perkawinan yang tidak hanya terbukti bisa bertahan. namun juga berbuah dan saling mengasihi. khususnya di berbagai bagian di Afrika. Kita menemukan kesulitan untuk menyatakan perkawinan lebih dari sebuah jalur dinamis untuk pengembangan pribadi dan pemenuhan daripada sebagai sebuah beban seumur hidup. Kita juga menemukan kesulitan untuk mempercayai suara hati. sekularisme tidak melemahkan beberapa nilai tradisional. Di beberapa negara. bukan untuk menggantikan mereka. Kita dipanggil untuk membentuk suara hati. Banyak yang tersentuh oleh kuasa kemurahan Tuhan yang dialami dalam Sakramen Tobat dan Ekaristi. (KONSELING KELUARGA) Kita harus bersyukur bahwa banyak orang menghargai hubungan keluarga dan ditandai dengan saling menghormati. memperkuat ikatan perkawinan dan memberikan arti kepada kehidupan perkawinan.bioetis. dan mampu melaksanakan pembedaan dalam diri mereka sendiri dalam situasi yang kompleks. Mereka menghargai usaha Gereja yang menawarkan bimbingan dan konseling di beberapa area yang berhubungan dengan perkembangan kasih. kemurahan tersebut membantu mereka dalam menghadapi tantangan- tantangan dalam perkawinan dan keluarga. dengan struktur yang jelas untuk menangani problem dan konflik. Kita yang sangat sering merespon sebaik mungkin terhadap Injil menyadari keterbatasan mereka. Semua faktor 27 . kita menyediakan dukungan yang cukup untuk keluarga. tanpa menekankan keterbukaan terhadap kemurahan. dan isu moral. dan perkawinan membentuk sebuah ikatan yang kuat antara 2 keluarga yang lebih luas. 38.

ini dapat menginspirasikan sebuah pendekatan pastoral yang positif yang mampu menolong pasangan untuk bertumbuh dalam apresiasi yang diharapkan dalam Injil. dan relasi tersebut dengan cepat “terblok”. 39. Namun seringkali kita bersikap defensif. Konsultasi yang terjadi dalam 2 Sinode terakhir mengarah pada beberapa gejala “budaya yang berlangsung sebentar saja. memanfaatkan dan memeras sampai tetes terakhir. Mereka percaya bahwa sejalan dengan jaringan sosial. Saya juga berpikir tentang kekuatiran yang berhubungan dengan komitmen permanen. 28 . Kita memperlakukan relasi seperti kita memperlakukan materi dan lingkungan: semuanya bisa dibuang. saya berpikir tentang berapa cepatnya orang berpindah dari satu relasi ke relasi lainnya. setiap orang memakai lalu membuang. atau menawarkan beberapa pelayanan. kasih bisa berhubungan atau tidak berhubungan dengan tingkah konsumen. membuang tenaga pastoral yang menunjukkan kemerosotan dunia yang tidak menjadi proaktif dalam cara yang seharusnya untuk menemukan kebahagiaan yang sebenarnya. dan relasi yang menimbang biaya dan keuntungan untuk mengobati kesendirian. Banyak orang merasa bahwa pesan Gereja tentang perkawinan dan keluarga tidak dengan jelas merefleksikan sikap dan cara mengajar dari Yesus. yang selalu mengajarkan belas kasih dan kedekatan kepada kelemahan tiap individu seperi wanita Samaria atau orang yang tertangkap berbuat zinah. obsesi dengan waktu luang.” Sebagai contoh. (KASIH&PEMBERIAN DIRI) Sangat sulit untuk mengusulkan bahwa kita melawan kemerosotan budaya yang menyebabkan merosotnya kasih atau pemberian diri. mengambil dan merusak. menyediakan perlindungan.

dan kesaksian yang bisa membantu kita menyentuh hati orang muda. keinginan untuk menghindari kesalahan dari pasangan. komitmen. dan penolakan terhadap insititusi dan birokrasi. peluang sosial dan ekonomi yang menguntungkan sehubungan dengan hidup bersama. karena mereka kurang bertanggungjawab untuk masa depan. argumentasi. konsep emosi dan romantisme kasih yang murni. termanipulasi dan terbuang dengan cara pikir yang sama. seperti pengaruh ideologi yang tidak menghargai perkawinan dan keluarga. kemauan. kekuatiran kehilangan kebebasan. Budaya yang sama ini membuat banyak pilihan untuk orang-orang sehingga mereka juga menjadi pasif untuk memulai sebuah keluarga. dengan cara demikian bisa mengajak 29 . bahkan kepahlawan. 40. atau studi : beberapa melakukan hal ini karena alasan yang lain. pekerjaan. kekuatiran akan sesuatu yang menurut mereka terlalu penting dan kudus. kita bisa mengatakan bahwa kita hidup dalam budaya yang menekan orang muda agar tidak memulai sebuah keluarga. Perlu dicatat juga bahwa perceraian sering terjadi di antara orang dewasa yang mencari “kebebasan” dan menolak idealisme untuk menjadi tua bersama. selamat tinggal. Cepat atau lambat. menarik kapasitas mereka tentang kemurahan hati.”15 Kita perlu menemukan bahasa yang tepat.Lalu.”14 Di berbagai negara. mereka yang menggunakan orang lain berakhir dengan diperalat diri sendiri. saling menjaga dan mendukung satu sama lain. Narsisme membuat orang tidak mampu melihat diri sendiri. banyak orang muda “menunda perkawinan karena alasan ekonomi. dan keinginan sendiri. kasih. (ORANG MUDA&PERKAWINAN) “Dengan resiko terlalu menggampangkan.

dan lingkungan masyarakat secara keseluruhan. “sebuah kecintaan pada diri sendiri.” sungguh. 29. berkembangnya juga penyalahgunaan internet. _______________ 14 Pidato Kongres Amerika Serikat (24 September 2015): L’Osservartore Romano.mereka untuk menerima tantangan perkawinan dengan antusias dan keberanian. dan melalui perpisahan dan perceraian. Banyak kecenderungan di tahap awal tentang perasaan dan kehidupan seksual mereka. dan situasi yang patut dicela di mana orang dipaksa melakukan prostitusi. para pasangan sering merasa tidak yakin. dan perkawinan yang 30 . (EKSPLOITASI TUBUH-PORNGRAFI INTERNET) Sinode Para Bapa Gereja mencatat bahwa “tendensi kebudayaan dalam dunia dewasa ini sepertinya tidak menentukan adanya batasan tentang perasaan seorang. Krisis dalam relasi pasangan membuat keluarga menjadi tidak stabil.” Mereka juga mengekspresikan keprihatinan tentang “penyebaran pornografi dan komersialisasi tubuh. perasaan yang tidak stabil atau bisa berubah tidak selalu membuat seseorang bertumbuh menjadi dewasa. bisa mengarah pada akibat serius bagi orang dewasa. ragu-ragu. 15 Relatio Finalis 2015. untuk membuat pengorbanan dan memaafkan satu sama lain. 26 September 2015. dan berjuang untuk menemukan cara untuk bertumbuh.” Dalam konteks ini. kesatuan sipil yang baru. Kegagalan meningkat pada relasi yang baru.”16 Masalah perkawinan “sering dihadapi secara terburu-buru dan tanpa keberanian untuk memiliki kesabaran dan kesempatan berefleksi.7. p. 41. melemahkan ikatan individu dan sosial. anak-anak. pasangan yang baru.

karena adanya sebuah mentalitas yang melawan kehadiran anak dan dipromosikan oleh para politikus dunia tentang kesehatan reproduksi. Konsumerisme juga bisa menghalangi seseorang dari mempunyai anak sehingga mereka bisa menjaga kebebasan dan gaya hidup mereka. (18 Oktober 2014). menciptakan situasi keluarga yang kompleks dan bermasalah dalam kehidupan Kristiani. Seperti yang dikatakan para 31 . bahwa dengan berlalunya waktu. (JUMLAH PENDUDUK) Terlebih lagi. tidak hanya menciptakan situasi di mana relasi antara generasi ke generasi tidak terjamin. 2. bahkan aborsi.”20 Hal-hal ini tidak bisa diterima bahkan di tempat-tempat yang tingkat kelahirannya tinggi. 17 Sidang Umum Luar Biasa Ke-3 Sinode Para Uskup. sterilisasi.”19 Kesadaran yang benar dari pasangan yang murah hati dalam memancarkan kehidupan bisa mengarahkan mereka pada alasan yang serius. “menurunnya jumlah penduduk _______________ 16 Relation Synodi 2014. Gereja dengan keras menolak intervensi negara tentang kontrasepsi.”17 42. untuk membatasi jumlah anak mereka. penurunan ini bisa mengarah pada memburuknya perekonomian dan kehilangan harapan masa depan. kita juga bisa melihat para politisi bahkan menganjurkan hal tersebut di negara-negara yang tingkat kelahirannya rendah. tepatnya “demi martabat kemurnian suara hati.. ada faktor lain seperti “industrialisasi. Perkembangan bioteknologi juga mempunyai dampak yang besar terhadap angka kelahiran. kekuatiran jumlah penduduk yang terlalu banyak dan masalah ekonomi. 10.. revolusi seksual. Relatio Sinodi. ada bahaya juga.baru.”18 Sebagai tambahan.

Akibat negatif dari masyarakat sosial sudah jelas. Ada juga perasaan umum tentang tidak adanya kekuatan dalam realita sosial budaya yang seringkali berakhir dengan kehancuran keluarga. Negara mempunyai tanggungjawab untuk membuat hukum dan pekerjaan untuk memastikan masa depan kaum muda dan membantu mereka mewujudkan rencana mereka dalam membentuk sebuah keluarga.22 44. muncul dari tidak adanya Tuhan dalam kehidupan seseorang dan rapuhnya relasi. dalam keraguan untuk menerima kehidupan baru. (RUMAH LAYAK) Kurangnya perumahan yang layak sering mengarah pada tertundanya 32 . 19 Relatio Finalis 2915. Sinode Para Bapa Gereja mencatat bahwa “satu gejala kemiskinan yang hebat dari budaya kontemporer adalah kesepian. dalam kecenderungan untuk melihat orang tua sebagai beban.. seperti bisa dilihat dalam krisis demografi.”21 _______________ 18 Relatio Synodi 2014. 10.. 2. 7. 21 Konferensi Para Uskup Katolik di Korea. ini adalah “bersikap dengan cara yang kontradiktif terhadap diri sendiri dan mengabaikan tugas seseorang. dalam kesulitan untuk membesarkan anak-anak. membuat mereka semakin terisolasi di tengah-tengah kesulitan mereka. Keluarga sering merasa diterlantarkan karena kurangnya ketertarikan dan perhatian dari institusi. Towards A Culture of Life!/Menuju Budaya Kehidupan! (15 Maret 2007).Uskup Korea. 63. 43. dan dalam meningkatnya masalah emosional dan kekerasan. (IMAN DALAM KELUARGA LEMAH) Melemahnya iman dan praktek religius di beberapa masyarakat mempunyai pengaruh terhadap keluarga. 20 Ibid.

situasi ekonomi saat ini menjauhkan orang dari berpartisipasi dalam masyarakat. secara khusus. di mana orang muda mempunyai kemungkinan yang kecil dan tawaran pekerjaan yang sangat selektif dan tidak aman. mereka kekurangan akses untuk penanganan kesehatan yang memadai. art. Keluarga adalah hal yang harus dimiliki masyarakat.relasi yang resmi. 23 Konsili Kepausan Untuk Keluarga. Dengan banyak cara. bersamaan. atau berjuang untuk mencari karyawan yang bisa dihargai. dalam lingkungan yang menyediakan pelayanan dasar untuk kehidupan keluarga dan komunitas. menderita karena masalah yang berhubungan dengan pekerjaan. Harus diingat bahwa “keluarga mempunyai hak mendapatkan perumahan yang layak. 11. ketika mereka jarang diperhatikan dalam agenda politik. 6. Keluarga mempunyai hak untuk “mampu diandalkan dalam bagian otoritas umum dalam pengadilan. dan keterlibatan dalam kehidupan sosial.24 Gereja selalu mengambil bagian dari misinya untuk mempromosikan perkawinan dan keluarga dan untuk melindungi mereka dari apa yang menyerang mereka. Keluarga. Hari kerja menjadi panjang dan sering diperburuk dengan 33 . Ini membuat kita melihat betapa pentingnya menuntut hak keluarga dan tidak hanya yang individu saja.”26 Terkadang keluarga menderita bila dihadapkan dengan penyakit dari orang yang dikasihi.”25 khususnya sekarang. Piagam Hak-hak Keluarga (22 Oktober 1983). “Halangan ekonomi mencegah akses keluarga terhadap pendidikan. ekonomi.”23 Keluarga dan rumah berjalan _______________ 22 Relatio Synodi 2014. sosial dan bidang keuangan. dan harus dilindungi. cocok untuk kehidupan keluarga dan sepadan dengan jumlah anggota. aktivitas kebudayaan.

29 46.. Mat 25:35) sangat diperlukan saat ini lebih dari sebelumnya. Masyarakat mengalami kekerasan selama masa peperangan. komunitas.”28 Kekerasan seksual terhadap anak-anak adalah hal yang sangat memalukan ketika terjadi di tempat di mana mereka harusnya paling aman. memperlihatkan kemerosotan keluarga. (ANAK DI LUAR PERNIKAHAN) “Banyak anak yang lahir di luar pernikahan. 34 . Memelihara dan memperluas kesaksian tentang Injil (bdk... mencatat bahwa “dengan berbagai cara. dan institusi Kristiani. Gereja juga mengambil peran yang besar dalam hal ini. banyak yang bertumbuh hanya dengan 1 dari orang tua mereka atau dalam keluarga campuran atau keluarga baru. 14. fenomena yang disebut 'anak jalanan' meningkat. sekolah. Eksploitasi seksual terhadap anak-anak adalah realitas di masyarakat masa kini. terutama di kota besar. atau kehadiran kriminalitas yang terorganisir. Pendahuluan. Piagam Hak-hak Keluarga (22 Oktober 1983). Relatio Synodi 2015.27 _______________ 24 Bdk. di mana di daerah pinggiran mereka.”30 Sinode baru-baru ini mengamati isu ini. (KELUARGA MIGRAN) “Migrasi adalah tanda lain yang harus dihadapi dan dimengerti dalam efek negatifnya terhadap kehidupan keluarga. terorisme. khususnya di keluarga.waktu tempuh yang jauh dari rumah. migrasi mempengaruhi seluruh populasi dari berbagai bagian di dunia. 11-12. 26 Ibid. Situasi ini tidak membantu anggota keluarga untuk berkumpul bersama dengan anak mereka sebagai sarana untuk memupuk relasi mereka setiap hari. 45. 25 Konsili Kepausan Untuk Keluarga. 9 27 Relatio Finalis 2015.

. sebagai akibat dari situasi perang. migrasi keluarga yang dipaksakan. Kemiskinan yang ekstrim dan berbagai situasi keretakan keluarga kadang-kadang mengarahkan keluarga untuk menjual anak mereka untuk prostitusi atau untuk penjualan organ. penganiayaan.Pergerakan manusia.”31 Penganiayaan terhadap orang 35 . Terlebih lagi. 78 30 Relatio Synodi 2014. 8. untuk manusia dan formasi religius di mana mereka hadir dan untuk kekayaan spiritual dari kepercayaan dan tradisi mereka. ditandai dengan perubahan yang sering mempertaruhkan nyawa. orang yang trauma dan keluarga yang tidak stabil. terbukti menjadi pengayaan terhadap keluarga yang bermigrasi dan _______________ 28 Relatio Synodi 2014. yang berhubungan dengan pergerakan sejarah secara alami terhadap manusia. Dalam diri orang yang didampingi waktu bermigrasi. kemiskinan. Migrasi sangat dramatis dan menghancurkan keluarga dan individu ketika hal tersebut dijalankan secara ilegal dan didukung oleh jaringan internasional tentang perbudakan manusia.. Gereja memerlukan program pastoral yang spesifik yang diperuntukkan bukan hanya untuk keluarga orang yang bermigrasi tapi juga untuk anggota keluarga yang tertinggal. di mana tidak mungkin memulai proses integrasi. 29 Bdk. 8. bahkan sebuah perhatian pastoral yang khusus. Relatio Finalis 2015. Hal ini benar ketika melibatkan wanita dan anak yang ditinggal sendirian yang dipaksa mengalaminya dalam waktu yang lama dalam fasilitas sementara dan tenda pemberontak. Aktivitas pastoral ini harus diimplementasikan dengan menghormati budaya mereka. dan ketidakadilan. negara yang menerima mereka.

”32 47. Dalam situasi ini.. Keluarga yang menerima kesulitan seorang anak dengan kebutuhan khusus perlu dihargai. Bila keluarga. walaupun dalam hal praktis. di mana ada tantangan yang tidak diduga yang berhubungan dengan ketidakmampuan dapat merusak keseimbangan keluarga. (BERKEBUTUHAN KHUSUS) Para Bapa Gereja juga menyebut perhatian khusus kepada “orang-orang dalam keluarga yang berkebutuhan khusus. L’Osservatore Romano. internasional. dan harapan. Mereka menyumbang kepada Gereja dan masyarakat sebuah kesaksian tak ternilai tentang kesetiaan terhadap anugerah kehidupan.. dengan kebutuhan yang layak.Kristiani dan suku dan agama minoritas di banyak bagian dari dunia ini. Orang yang cacat adalah anugerah bagi keluarga dan sebuah kesempatan untuk bertumbuh dalam kasih. Setiap usaha perlu dilakukan. cara yang berbeda untuk mengerti dan mengenal satu sama lain. dan kesatuan. bdk. terutama di Timur Tengah. mereka akan mampu mengetahui dan memastikan kualitas dan nilai kehidupan manusia. dengan menyambut dan memberikan perhatian terhadap misteri kelemahan kehidupan manusia. untuk membantu keluarga dan komunitas Kristiani untuk tetap bertahan di tempat asal mereka. 23. pendekatan baru. 2 Oktober 2015. Pesan untuk Hari Migran dan Pengungsi Sedunia pada 17 Januari 2016 (12 September 2015). keluarga dapat menemukan. hubungan yang saling menguntungkan. cara bertindak yang baru. keinginan. bersama dengan komunitas Kristiani. dalam terang iman.. adalah percobaan yang besar dan tidak hanya untuk Gereja tapi juga untuk seluruh komunitas _______________ 31 Relatio Finalis 2015.. 36 . menerima keberadaan orang-orang yang berkebutuhan khusus. hal 8.

Banyak 37 .”34 “Perhatian pada tahap akhir kehidupan makin dibutuhkan sekarang. memenuhi mereka dengan perhatian dan menganggap mereka sebagai sebuah berkat. Di pihak lain.. Orang- orang lanjut usia yang rapuh dan tergantung pada orang lain terkadang tereksploitasi secara tidak adil hanya karena keuntungan ekonomi. Dalam masyarakat industri.. Pendekatan ini akan mempromosikan perhatian dan pelayanan untuk orang-orang yang kurang beruntung ini dan akan mengajak orang lain untuk mendekat pada mereka dan menyediakan perhatian kepada tiap tahap _______________ 31 Relatio Finalis 2015. 48.hal. (LANJUT USIA)“Sebagian besar keluarga mempunyai rasa hormat yang besar kepada orang- orang lanjut usia. dan peluangnya. Kedua situasi ini adalah paradigma : mereka melayani sebagai sebuah ujian terhadap komitmen kita untuk menenujukkan belas kasih dengan menerima orang lain dan untuk membantu orang yang rapuh untuk sepenuhnya menjadi bagian dari komunitas kita. perhatian yang mereka butuhkan sering menyebabkan ketegangan kepada orang yang mencintai mereka. di mana jumlah orang-orang lanjut usia meningkat walaupun jumlah kelahiran menurun. baik secara spiritual maupun sosial.”33 Di sini saya ingin menekankan dedikasi dan perhatian yang ditunjukkan kepada pekerja migran dan orang- orang berkebutuhan khusus selayaknya ini merupakan tanda dari Roh Kudus. Sebuah penghargaan istimewa adalah karena asosiasi dan gerakan keluarga berkomitmen melayani orang-orang lanjut usia. ketika masyarakat kontemporer berusaha menyingkirkan setiap jejak kematian dan keadaan sekarat. mereka bisa dianggap sebagai beban. 24 kehidupan mereka.

21 34 Ibid. yang secara resmi menolak praktek ini. Bukannya menawarkan kuasa penyembuhan dari 38 . jika seorang orang tua tunggal (misalnya ibu) harus membesarkan anaknya sendiri di rumah sementara dia pergi bekerja. merasakan perlunya membantu keluarga yang memperhatikan orang- orang lanjut usia dan anggota keluarga yang lemah. Masalah yang dihadapi rumah tangga yang miskin seringkali semakin bertambah sewaktu mereka mencoba mengatasinya. hal tersebut sudah dilegalkan. daripada secara langsung membuat serangkaian aturan yang hanya akan mengarahkan orang untuk merasa dihakimi dan diabaikan oleh Sang Ibu yang seharusnya menunjukkan kemurahan Tuhan. kenyamanan. Kasus Euthanasia dan bunuh diri adalah ancaman serius terhadap keluarga karena di berbagai negara.”35 49. di mana. mereka hidup dalam lingkungan yang damai dan penuh kekeluargaan. secara material dan spiritual. Sejumlah besar sesepuh diperhatikan dalam institusi Gereja. sang anak akan terpapar dengan aneka resiko dan hambatan bagi pertumbuhan pribadinya.. 17 dengan menekankan pentingnya pemenuhan kehadiran seseorang dan partisipasinya dalam misteri kebangkitan Yesus.. Gereja. Dalam situasi yang sulit ini. Gereja harus perduli dan menawarkan pengertian.keluarga menunjukkan kepada kita bahwa adalah mungkin untuk mendekati tahap akhir kehidupan _______________ 33 Ibid. (KEMISKINAN) Di sini saya juga ingin menyinggung tentang situasi keluarga yang hidup dalam kemiskinan yang hebat dan keterbatasan yang luar biasa. dan penerimaan.36 Contohnya.

Keluarga bisa menjadi tempat di mana hal ini bisa dicegah dan 39 . banyak dari para pemberi respon menunjuk kepada masalah yang dihadapi keluarga dalam membesarkan anak-anak. Hal yang sama juga untuk kecanduan alkohol. tidak ingin berbicara.kasih karunia dan terang pesan Injil. Ini semua membuat orang tua semakin sulit untuk membicarakan tentang iman kepada anak mereka. dan beberapa kecanduan yang lain. keuangan dan masa depan anak-anak. perjudian. Respon lain menunjuk kepada efek dari stress hebat yang dialami keluarga. 20 36 Bdk. termasuk kecanduan televisi. dan bahkan banyak keluarga yang tidak makan bersama. Banyak gangguan.. Respon yang diberikan kepada dua pre-sinode membicarakan tentang banyaknya variasi terhadap situasi dan tantangan baru yang dihadapi. menyebabkan penderitaan yang besar dan bahkan perpecahan untuk banyak keluarga. Sebagai tambahan dari apa yang sudah disebutkan. 15 mengubahnya menjadi “batu kematian yang dilemparkan kepada orang lain. yang sering terlihat mengamankan masa depan mereka daripada menikmati masa sekarang.”37 BEBERAPA TANTANGAN 50.. _______________ 35 Ibid. (NARKOBA) Narkoba juga disebutkan sebagai salah satu “momok” di masa kita. Ibid. Ini adalah masalah budaya yang lebih luas. orang tua sudah kelelahan waktu sampai di rumah. Dalam banyak kasus. ketakutan tentang pekerjaan yang mapan. 51. sebagian orang lebih suka “mengindoktrinasi” pesan tersebut.

anak-anak yang menjadi yatim piatu walaupun orang tuanya masih hidup. karena “relasi dalam keluarga juga bisa menjelaskan adanya kecenderungan tentang kepribadian yang keras.diatasi. anggota tidak saling mendukung satu sama lain. ini merupakan ancaman kepada perkembangan kedewasaan dari tiap individu. namun masyarakat dan politik tidak melihat keluarga berada dalam resiko _______________ 37 Pidato Penutupan Sidang Umum Biasa Ke-14 Sinode Para Uskup (24 Oktober 2015): L’Osservatore Romano. tidak ada aktivitas keluarga yang partisipatif. (26-27 Oktober 2015. anak remaja dan dewasa muda kebingungan dan tidak didukung.. yang muda dibuang dan yang lanjut usia diabaikan. 13 “kehilangan kemampuan beraksi untuk membantu anggota mereka. (PERKAWINAN SEJENIS) Tidak ada yang dapat berpikir bahwa melemahnya keluarga. sikap defensif mendominasi. kekerasan dalam keluarga melahirkan agresi sosial dalam bentuk baru. kekerasan. Ada kegagalan untuk menyadari bahwa hanya kesatuan eksklusif dan tak terpisahkan antara seorang pria dan seorang wanita yang mempunyai peran yang 40 .”39 52. perkembangan nilai komunitas dan kemajuan moral dari kota dan negara. hubungan orang tua- anak sering diwarnai dengan konflik. Sebaliknya.” Inilah kasus yang sering terjadi pada keluarga yang kurang berkomunikasi. akan bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. dan permusuhan.. Kekerasan dalam keluarga adalah dasar dari kebencian yang ada dalam hubungan antar manusia.”38 Seperti yang disebutkan Uskup Mexico. hal. Kita melihat akibat serius dari perpecahan dalam keluarga. di mana masyarakat secara alamai dibangun di atas perkawinan.

. mendorong kestabilan dalam ikatan perkawinan? 53. namun faktanya. tidak bisa disamakan dengan perkawinan.”40 Di berbagai negara lain. yang menghasilkan buah dalam kehidupan yang baru. pembuatan undang-undang memfasilitasi perkembangan variasi atau alternatif untuk menikah. Saat ini siapa yang berusaha untuk memperkuat perkawinan. Tidak ada persatuan yang sementara atau dekat dengan perubahan hidup yang dapat menjamin masa depan masyarakat. pernikahan. adalah praktek yang abadi. 67. Tentu saja adalah sah dan benar untuk 41 . membantu dalam pekerjaan untuk membesarkan anak-anak. tidak hanya di Barat. Navega mar adentro (31 Mei 2003). tidak terpisahkan. kecenderungan mengadopsi model yang mengarah pada otonomi keinginan individu.. sebagai alasan tidak adanya kenginan untuk menikah. 42 39 Konferensi Uskup Meksiko. Di banyak tempat. membantu pasangan yang menikah untuk mengatasi masalah mereka. Que en Cristo Nuestra Paz Mexico tenga vida digma (15 Februari 2009). menjadi pilihan yang ketinggalan jaman. dan secara umum. sebagai akibatnya. dengan sifat eksklusifnya. pengaturan perkawinan.lengkap dalam masyarakat sebagai kestabilan komitmen _______________ 38 Konferensi Uskup Argentina. praktek hidup bersama sebelum menikah sudah tersebar luas. misalnya perkawinan sesama jenis. dan terbuka untuk kehidupan. di tempat lain. Banyak negara menyaksikan pembangunan kembali keluarga. Kita perlu mengakui besarnya variasi dalam situasi keluarga yang dapat menawarkan suatu kestablian. (POLIGAMI) “Beberapa masyarakat masih mempertahankan praktek poligami.

Sejarah dibebankan dengan budaya yang menganggap wanita sebagai orang bawahan. 54. namun hal ini juga tidak boleh mengarah pada peremehan nilai perkawinan sendiri. Saya pikir mutilasi alat kemaluan wanita yang sangat kejam dipraktekkan di beberapa kebudayaan. dimulai dengan kasih. Saya pikir sebagian perlakuan yang memalukan terhadap wanita.” Dalam semua masalah. Kekuatan keluarga “terdapat pada kapasitasnya untuk mengasihi dan mengajarkan bagaimana harus mengasihi. fisik. adalah aksi pengecut. melainkan harus menemukan kembali arti aslinya dan pembaharuannya. Perlakuan khusus yang tidak dapat diterima harus dihilangkan. keluarga selalu dapat bertumbuh. 25. di beberapa negara masih banyak yang harus dilakukan untuk mempromosikan hak ini.menolak bentuk lama dari keluarga tradisional yang ditandai dengan otorisasi bahkan kekerasan. saya ingin menekankan tentang fakta bahwa walaupun pengakuan akan hak dan partisipasi wanita dalam kehidupan umum sudah ada. karena kurangnya kesetaraan terhadap pekerjaan dan fungsi pengambilan keputusan. kita tidak bisa melupakan pemakaian ibu pengganti dan “eksploitasi dan komersialisasi tubuh wanita dalam budaya media saat ini. berbagai macam perbudakan. walaupun dengan cara kita.” Ada orang yang percaya 42 . (PERAN WANITA) Dalam uraian singkat ini. Kekerasan melalui kata-kaya. _______________ 40 Relatio Finalis 2015. bukan karena ingin menunjukkan kekuatan maskulin. dan seksual yang dialami wanita di beberapa perkawinan merupakan kontradiksi terhadap persatuan alami antara suami dan isteri. kekerasan.

dan spiritual. Bila beberapa bentuk feminimsme sudah berkembang dirasa tidak cukup. (PERAN PRIA) Pria “memainkan peran yang setara di kehidupan keluarga. psikologi.” 56.. Banyak pria sadar akan pentingnya peran mereka dalam keluarga dan menghidupi hal ini dengan benar. Ketidakadaan ini bisa secara fisik. sehingga menghapus dasar anthropologi keluarga. kita harus melihat dalam pergerakan wanita ada pekerjaan Roh Kudus untuk memperjelas pengakuan tentang martabat dan hak wanita. menghilangkan figur seorang ayah bagi anak- anak. identitas manusia menjadi pilihan individu. sebuah tindakan dari pria yang berlebihan.” Martabat setara antara pria dan wanita membuat kita bersukacita melihat bentuk lama dari diskriminasi menghilang. Tidak adanya seorang ayah akan berpengaruh buruk terhadap kehidupan keluarga dan integrasi anak-anak ke dalam masyarakat. Akibatnya. “ini salah. emosi. khususnya dalam hal perlindungan dan dukungan terhadap istri dan anak-anak mereka. Argumentasi ini tidak benar..bahwa banyak masalah saat ini muncul karena emansipasi wanita. yang bisa berubah dengan 43 . (GENDER) Tantangan lain yang muncul akibat bervariasinya ideologi gender yang “menolak perbedaan dan timbal balik alami antara pria dan wanita dan mempertimbangkan sebuah masyarakat tanpa perbedaan seksual. Ideologi ini mengarah pada program pendidikan dan lembaga perundangan yang mempromosikan identitas pribadi dan keintiman emosi yang secara radikal memisahkan perbedaan biologi antara pria dan wanita. 55. tidak benar. dan dalam keluarga ada timbal balik yang berkembang.

yang mencari respon terhadap aspirasi yang bisa dimengerti. Dengan cara ini.” Di sisi lain.” Adalah satu hal untuk mengerti kelemahan manusia dan kompleksitas hidup. Kita adalah ciptaan. Kita telah diciptakan lebih dulu dan ini harus diterima sebagai karunia. Janganlah kita jatuh dalam dosa ketika berusaha menggantikan Sang Pencipta.” Menjadi perhatian kita bila beberapa ideologi semacam ini. membuat hal tersebut menjadi bebas dari hubungan seksual antara pria dan wanita. kita dipanggil untuk melindungi kemanusiaan. Harus ditekankan bahwa “seks secara biologi dan aturan gender secara sosial budaya dapat dibedakan tapi tidak dapat dipisahkan. di sisi lain kita haris menerima ideologi yang berusaha memisahkan aspek realita yang tidak bisa dipisahkan. menerima hal tersebut dan menghormatinya karena hal itu telah diciptakan. pertama-tama. tergantung keinginan individu atau pasangan. “revolusi teknologi dalam era penciptaan manusia memperkenalkan kemampuan memanipulasi tindakan reproduksi. Refleksi dari Sinode menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada klise tentang keluarga yang ideal. bahkan mendikte tentang bagaimana anak-anak harus dibesarkan. dan hal ini berarti. hidup dalam kasih. Saya bersyukur kepada Tuhan bahwa banyak keluarga. kehidupan manusia dan pendidikan anak menjadi modular dan kenyataan yang terpisah. 57. bukan yang maha kuasa. memenuhi panggilan mereka dan terus melangkah maju. walaupun mereka jatuh berkali-kali sepanjang jalan mereka. yang ada adalah tantangan yang muncul karena berbagai 44 .berjalannya waktu. yang jauh dari menganggap diri mereka sempurna. menyatakan bahwa diri mereka absolut dan tidak dapat dipertanyakan. Di waktu yang sama.

tindakan yang transformatif. pesan Injil harus selalu bergema.52 Memang. seperti yang dikatakan Uskup Kolombia. inti dari pesan ini yaitu kerygma (pewartaan penting tentang Yesus untuk menumbuhkan iman).. harapan.” Jika kita melihat sejumlah masalah. "yang harus kita dengar lagi dan lagi dengan cara yang berbeda.. (PEWARTAAN KELUARGA) Di dalam dan di antara keluarga. “Gereja sadar tentang pentingnya menawarkan kebenaran dan harapan. Situasi yang perlu kita perhatikan adalah tantangannya.realita. Kita tidak boleh terperangkap dengan menghabiskan tenaga kita dengan meratap. namun kita perlu mencari bentuk baru dari kreativitas misionaris. adalah hal yang "paling indah.51 Ini adalah pesan yang pertama dan paling penting. dengan segala sukacita. dan masalahnya. Dalam setiap situasi yang ada. paling menarik dan pada saat yang sama paling diperlukan".50 Pesan ini "harus menempati pusat segala aktivitas penginjilan". dan yang selalu harus kita wartakan dalam berbagai cara ".” BAB TIGA PANDANGLAH YESUS: PANGGILAN BAGI KELUARGA 58. "tidak ada yang 45 . Nilai yang agung dari perkawinan dan keluarga Kristiani yang sesuai dengan cita-cita adalah bagian dari eksistensi manusia. dan bentuk kreatif dari amal kasih. adalah panggilan untuk “menghidupkan kembali harapan kita dan membuat hal tersebut menjadi sumber dari penghilatan para nabi (visi profetik). seharusnya. paling baik.

1089. aman. kesabaran dan belas kasihan karena Ia mengajarkan tuntutan Kerajaan Allah". saya ingin mengarahkan pandangan saya kepada Kristus yang hidup. Bab singkat ini. Mereka mulai dengan tatapan Yesus dan mereka berbicara tentang bagaimana Ia "tampak pada perempuan dan laki-laki yang Ia temui dengan cinta dan kelembutan. 165:. AAS 105 (2013). 51 Ibid.lebih tepat. Pengajaran kami tentang perkawinan dan keluarga tidak akan gagal karena diilhami dan dikuatkan oleh pesan ini yaitu cinta dan kelembutan. 60. 1034. Dengan demikian maka. mendalam. pengajaran itu tidak lebih dari sekedar pembelaan doktrin yang kering dan mati. Misteri keluarga Kristen dapat sepenuhnya dipahami hanya dalam terang kasih Bapa yang tak terbatas yang terwujud dalam diri Kristus yang telah menyerahkan diri untuk kepentingan kita dan yang terus tinggal di tengah-tengah kita. bermakna dan bijaksana daripada pesan Injil".53 59. 164:. menyertai langkah mereka dalam kebenaran. 52 Ibid.54 46 . 1088. akan meringkas ajaran Gereja tentang pernikahan dan keluarga. jika tidak. 35: AAS 105 (2013). "semua pengajaran Kristiani mencakup masuk lebih dalam ke dalam kerygma". Sekarang __________ 50 dari Ajakan Apostolik Evangelii Gaudium (24 November 2013). AAS 105 (2013). Di sini juga saya akan menyebutkan apa yang dikatakan oleh para Bapa Sinode tentang cahaya yang ditawarkan oleh iman kita. yang berada di jantung dari begitu banyak cerita cinta untuk memohon api Roh Allah bagi semua keluarga di dunia. 53 Ibid.

Tuhan juga bersama kita hari ini, kita berusaha
untuk berlatih dan meneruskan Injil keluarga.

YESUS MEMULIHKAN DAN MEMENUHI
RENCANA ALLAH

61. Berbeda dengan mereka yang menganggap
perkawinan sebagai sesuatu yang jahat, Perjanjian
Baru mengajarkan bahwa "segala sesuatu yang
diciptakan Allah itu baik dan tidak ada yang harus
ditolak" (1 Tim 4: 4). Pernikahan adalah "hadiah"
dari Tuhan (1 Kor 7:7). Pada saat yang sama, justru
karena pemahaman positif ini, Perjanjian Baru
sangat menekankan perlunya menjaga karunia
Allah: "pernikahan diadakan untuk saling
menghormati di antara semua, dan janganlah kamu
mencemarkan tempat tidur" (Ibr 13:4). Karunia
ilahi ini termasuk seksualitas: "Jangan menolak
satu sama lain" (1 Korintus 7:5).
__________
54 Relatio Synodi 2014, 12.
62. Para bapa Sinode mencatat bahwa Yesus,
"ketika berbicara tentang rencana asli dari Allah
untuk pria dan wanita, menegaskan kembali
keutuhan tak terpisahkan antara mereka, bahkan
menyatakan bahwa 'karena ketegaran hati-mu
maka Musa mengizinkan kamu menceraikan
isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian
(Mat 19:8). Pernikahan itu tidak terceraikan - 'apa
yang dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan
manusia’ (Mat 19:6) - tidak boleh dipandang
sebagai 'beban' bagi umat manusia, tetapi sebagai
'hadiah' yang diberikan kepada orang-orang yang
bergabung dalam pernikahan ... kasih Allah yang
mengampuni selalu menyertai perjalanan hidup
manusia; melalui kasih karunia, menyembuhkan
dan mengubah hati yang mengeras, memimpin
mereka kembali ke awal melalui jalan salib. Injil

47

jelas menyajikan teladan Yesus yang ...
menyatakan makna pernikahan sebagai kepenuhan
wahyu yang mengembalikan rencana awal Allah
(bdk. Mat 19:3). "55

63. "Yesus, yang mendamaikan segala sesuatu
dalam diri-Nya, memulihkan pernikahan dan
keluarga ke bentuk aslinya (bdk. Mat 10: 1-12).
Perkawinan dan keluarga telah ditebus oleh Kristus
(bdk. Ef 5: 21-32) dan dikembalikan pada
gambaran Tritunggal Mahakudus, misteri dari
mana semua cinta sejati mengalir. Perjanjian
suami-istri, yang berasal dari penciptaan dan
terungkap dalam sejarah keselamatan, mengambil
makna penuh dalam Kristus dan Gereja-Nya.
Melalui Gereja-Nya, Kristus menganugerahkan
pernikahan dan keluarga rahmat yang diperlukan
untuk menjadi pewarta kasih Allah dan menjalani
__________
55 Ibid., 14.
kehidupan persekutuan. Injil dari keluarga meliputi
sejarah dunia, dari penciptaan pria dan wanita
sesuai gambar dan rupa Allah (bdk. Kej 1: 26-
27),hingga pemenuhan misteri perjanjian di dalam
Kristus di akhir jaman dengan perkawinan Anak
Domba (bdk. Why 19:9)." 56

64. (PERKAWINAN KANA) "Contoh karya
Yesus menjadi cara pandang Gereja ... Dia
memulai pelayanan di muka umum dengan mujijat
air menjadi anggur dalam pesta nikah di Kana (Yoh
2: 1-11). Ia membagikan rasa persahabatan yang
menjadi perilaku-Nya setiap hari kepada keluarga
Lazarus dan saudara-saudara perempuannya (lih
Luk 10:38) dan dengan keluarga Petrus (lih Mrk
08:14). Dia bersimpati kepada orang tua yang
berduka dengan menghidupkan kembali anak
mereka yang mati (lih Mrk 5:41; Luk 7: 14-15).

48

Dengan cara ini Ia menunjukkan arti sebenarnya
dari belas kasihan, yang memerlukan pemulihan
perjanjian (lih Yohanes Paulus II, Dives di
Misericordia, 4). Hal ini jelas dari percakapan
dengan wanita Samaria (Yoh 1: 4-30) dan dengan
wanita yang tertangkap berbuat zinah (Yoh 8: 1-
11), ketika kesadaran akan dosa berhadapan
dengan 'cinta tanpa syarat" dari Yesus. 57

65. (KELUARGA KUDUS) Penjelmaan Firman
menjadi manusia dalam kehidupan keluarga di
Nazareth, dalam pengertiannya yang terbaru telah
mengubah sejarah dunia. Kita perlu masuk ke
dalam misteri kelahiran Yesus, ke dalam jawaban
"ya" yang diberikan oleh Maria terhadap pesan dari
malaikat, saat Firman dikandung dalam rahimnya,
__________
56 Ibid., 16.
57 Relatio Finalis 2015, 41. 51
serta jawaban "ya" Yosef, yang memberi nama
kepada Yesus dan menjaga Maria. Kita perlu
merenungkan sukacita para gembala di depan
palungan, persembahan orang Majus dan
pengungsian ke Mesir, sehingga Yesus berbagi
pengalaman pengasingan umat-Nya, penganiayaan
dan penghinaan. Kita perlu merenungkan harapan
hati Zakharia dan kegembiraannya pada saat
kelahiran Yohanes Pembaptis, pemenuhan janji
diketahui oleh Simeon dan Anna di Bait Allah dan
keajaiban dari guru-guru agama yang
mendengarkan kebijaksanaan Yesus yang masih
kanak-kanak. Kami kemudian harus memandang
ke perjalanan tiga puluh tahun ketika Yesus
memperoleh hasil karya tangannya; ketika Ia
membaca doa-doa tradisional dan menunjukkan
ekspresi iman umat-Nya, dan datang untuk
mengetahui iman leluhur-Nya sampai Ia membuat
iman itu menghasilkan buah melalui misteri

49

Kerajaan Allah. Ini adalah misteri Natal dan rahasia
Nazareth yang memancarkan keindahan kehidupan
keluarga! Inilah yang membuat Fransiskus dari
Assisi, Theresa dari Kanak-kanak Yesus dan
Charles de Foucauld begitu terpesona, dan terus
mengisi keluarga Kristiani dengan harapan dan
sukacita.

66. (KELUARGA KUDUS) "Perjanjian dan
kesetiaan cinta yang hidup dari Keluarga Kudus
Nazareth menerangi asas yang memberi bentuk
pada setiap keluarga, dan memampukannya untuk
lebih siap menghadapi perubahan-perubahan
kehidupan dan sejarah. Atas dasar ini, setiap
keluarga, meskipun lemah, bisa menjadi cahaya di
tengah kegelapan dunia. 'Keluarga Nazareth
mengajarkan kita arti kehidupan keluarga,
persekutuan yang penuh kasih, keindahan yang
sederhana, karakter yang sakral dan yang teguh.
Semoga ia dapat mengajarkan betapa manisnya dan
tak tergantikan pelatihannya, betapa mendasar dan
tak terbandingkan perannya dalam tatanan sosial
(Paus Paulus VI, Sambutan di Nazareth, 5 Januari
1964) ". 58

Keluarga dalam Dokumen Gereja

67. Konsili Vatikan Kedua, dalam Konstitusi
Pastoral Gaudium et Spes, melihat adanya
keprihatinan "untuk meningkatkan martabat
perkawinan dan keluarga (bdk. Nos. 47-52)".
Konstitusi ini mendefinisikan pernikahan sebagai
sebuah komunitas kehidupan dan cinta (bdk. 48),
menempatkan cinta pada poros keluarga ... 'Cinta
sejati antara suami dan istri' (49) melibatkan saling
memberi diri, mencakup dan menyatukan dimensi
seksual dan afeksi, sesuai dengan rencana Allah
(bdk. 48-49) ". Dokumen konsili juga menekankan

50

tentang "landasan pasangan di dalam Kristus.
Tuhan Yesus Kristus 'membuat diri-Nya hadir
untuk pasangan Kristiani dalam sakramen
perkawinan' (48) dan tetap berada bersama mereka.
Dalam penjelmaan-Nya, Ia menerima cinta
manusia, memurnikannya dan membawanya
kepada pemenuhan. Oleh Roh-Nya, ia memberikan
kepada suami-istri kemampuan untuk
menghidupkan cinta itu, menembus setiap bagian
dari kehidupan iman, harapan dan kasih mereka.
Dengan cara ini, pasangan itu disucikan, dan
melalui rahmat khusus membangun Tubuh Kristus
dan membentuk gereja rumah tangga (lih. Lumen
Gentium, 11), sehingga Gereja, agar memahami
misterinya secara penuh, memperhatikan keluarga
__________
58 Ibid., 38.

Kristiani, yang menjadi wujud nyata diri Gereja".59

68. "Beato Paulus VI, dalam Konsili Vatikan
Kedua, selanjutnya mengembangkan lebih lanjut
ajaran Gereja tentang pernikahan dan keluarga.
Dengan cara tertentu, dengan Ensiklik Humanae
Vitae ia menunjukkan ikatan hakiki antara cinta
suami-istri dan kelanjutan kehidupan: 'cinta dalam
perkawinan mensyaratkan suami dan istri memiliki
kesadaran penuh akan kewajiban mereka sebagai
orang tua yang bertanggung jawab, yang sekarang,
sudah sepatutnya, yang banyak dituntut, namun
pada saat yang sama harus dimengerti secara
benar... Pelatihan tanggung jawab orang tua
mensyaratkan bahwa suami dan istri, menjaga
urutan prioritas yang benar, mengenal tugas
mereka sendiri kepada Allah, diri sendiri, keluarga
dan masyarakat manusia '(No. 10). Dalam anjuran
Apostolik Evangelii Nuntiandi, Paulus VI

51

Secara khusus. 60 Relatio Finalis 2015. Dalam dokumen-dokumen ini. dengan saling mencintai mereka menerima karunia Roh Kristus dan menghidupi panggilan mereka menuju kesucian ". No. dalam suratnya kepada Keluarga Gratissimam Sane dan khususnya dalam Ajakan Apostolik Familiaris Consortio. Cara Allah mencintai menjadi ukuran bagaimana manusia mencintai (11). tempat di 52 . begitu pula sebaliknya. yang sepenuhnya diterangi hanya dalam kasih Kristus yang disalibkan (bdk. Dia menekankan bahwa 'pernikahan berdasarkan cinta yang eksklusif dan definitif itu pasti menjadi lambang hubungan Allah dan umat- Nya. dan mengusulkan pedoman dasar __________ 59 Relatio Synodi 2014. kembali ke topik tentang kebenaran cinta pria dan wanita. dengan memperlakukan kasih suami isteri (bdk. untuk pendampingan pastoral bagi keluarga serta peran keluarga dalam masyarakat. Dia juga menawarkan visi umum dari panggilan laki-laki dan perempuan untuk mencintai. dalam Ensiklik Caritas in Veritate menyoroti pentingnya cinta sebagai prinsip kehidupan dalam masyarakat (bdk.60 69. 43. "Paus Benediktus XVI.13). 17. 44). ia menggambarkan bagaimana pasangan. Santo Yohanes Paulus II mendefinisikan keluarga sebagai 'cara hidup Gereja'. "Santo Yohanes Paulus Paul II memberikan perhatian istimewanya kepada keluarga di dalam katekese tentang kasih manusia. No 2). Selain itu.61 70.menyoroti hubungan antara keluarga dan Gereja ". dalam Ensiklik Deus Caritas Est.

Mat 19: 1- 12. dengan maksud untuk menjadi saksi Injil kasih Allah". Ketika Yesus dibaptis. bukan hanya mengembalikan status perkawinan dan keluarga kepada bentuknya yang asli. Mk 10: 1. yang terungkap melalui Pengalaman hidup keluarga. Kej 1:26) itu telah dipulihkan. menggambarkan hubungan yang sama antara Kristus dan Gereja. dan dalam kasih-Nya itu kita dapat mengenali Roh Kudus (bdk. Sakramen adalah hadiah yang diberikan untuk pengudusan dan keselamatan pasangan.12. Dalam keluarga umat manusia yang dikumpulkan oleh Kristus. 18. menyebut Yesus adalah Anak-Nya yang terkasih. 'gambar dan rupa' Tritunggal Mahakudus (bdk. "Kitab Suci dan Tradisi memberi kita akses memperoleh pengetahuan tentang Tritunggal.mana kita belajar pengalaman melakukan kebaikan bersama ".62 Sakramen Perkawinan 71. Melalui Gereja perkawinan dan keluarga menerima rahmat Roh Kudus dari Kristus. Oleh karena itu pasangan yang 53 . Keluarga adalah gambar Allah. 62 Ibid. tetapi mengangkat pernikahan menjadi sakramen cinta-Nya bagi Gereja (bdk. ritual kosong atau hanya tanda lahiriah dari suatu perjanjian.63 72. suatu misteri yang menjadi sumber semua arus cinta sejati. segala sesuatu dalam diriNya sendiri dan menebus kita dari dosa. 19. Mrk 1: 10- 11). karena "kebersamaan mereka adalah wujud nyata dari tanda sakramen. yang mendamaikan __________ 61 Relatio Synodi 2014. Yesus. Ef 5: 21-32). Sakramen perkawinan bukan sekedar kesepakatan sosial. suara Bapa terdengar.. yang merupakan persekutuan antar pribadi.

73. yang pada gilirannya. Dia berdiam dengan mereka. Iman memungkinkan mereka untuk mengambil kebaikan-kebaikan pernikahan sebagai komitmen yang dapat disimpan dengan lebih baik melalui bantuan rahmat sakramen . 65 Relatio Synodi 2014. karena di dalamnya Kristus sendiri" sekarang menjumpai pasangan Kristiani . 13: AAS 74 (1982). terlibat dalam kesetiaan dan keterbukaan untuk kehidupan baru. mereka untuk satu sama lain dan kesaksian bagi anak-anak mereka akan keselamatan yang mereka bagikan melalui sakramen". dan memandang serius janji bersama mereka dalam nama Tuhan dan di hadapan Gereja. sakramen yang menetapkan perjanjian yang mendasar dari setiap orang dengan Kristus di dalam Gereja. 38. 21. ___________ 63 Relatio Finalis 2015.65 Sakramen bukanlah"hal" atau "kuasa".menikah adalah pengingat tetap bagi Gereja tentang apa yang terjadi di salib..64 Pernikahan adalah suatu panggilan. sebab itu adalah tanggapan terhadap panggilan khusus untuk mengalami kasih suami-isteri sebagai tanda belum sempurnanya cinta antara Kristus dan Gereja. Dengan demikian maka keputusan untuk menikah dan memiliki keluarga harus menjadi buah dari suatu proses panggilan. pasangan berjanji satu sama lain untuk memberi diri secara total. Akibatnya.. "Saling memberi diri dalam sakramen perkawinan didasarkan pada rahmat sakramen baptis... Pasangan ini mengenal unsur-unsur ini sebagai pokok pernikahan. 54 . Gereja memandang pasangan yang sudah menikah sebagai jantung dari seluruh keluarga. 64 John Paul II. 94. dan dalam rahmat Kristus. Dengan menerima satu sama lain. Apostolik Familiaris Consortio (22 November 1981). sebagai hadiah yang ditawartakan oleh Allah kepada mereka. memandang kepada Yesus".

mereka bangkit lagi setelah jatuh.memberi mereka kekuatan untuk memikul salib mereka dan mengikuti-Nya."66 Perkawinan Kristiani adalah tanda betapa Kristus telah mengasihi Gereja-nya dalam perjanjian yang dimeteraikan di kayu salib. dialami penuh cinta dan dikuduskan oleh sakramen. Ini adalah "misteri perkawinan"69. Meskipun gambaran hubungan suami istri itu ibarat hubungan Kristus dan Gereja-nya yang "belum sempurna". 1642. Oleh karena itu "dalam kegembiraan cinta dan kehidupan keluarga. Dengan menjadi satu daging. mereka mewadahi penerimaan sifat manusiawi oleh Anak Allah. untuk menanggung beban satu sama lain. Makna dan nilai dari kesatuan fisik mereka dinyatakan dalam kata-kata persetujuan. kehidupan bersama suami dan istri. seluruh jaringan hubungan yang mereka bangun dengan anak-anak dan dunia di sekitar mereka. 74. Lebih umum. (HUBUNGAN SEKSUAL) Kesatuan seksual. namun juga membuat cinta hadir di dalam persekutuan dengan pasangan. pada gilirannya menjadi jalur pertumbuhan dalam kehidupan rahmat bagi pasangan. untuk memaafkan satu sama lain. mereka di bumi ini suatu awal dari pesta perkawinan Anak Domba" 67. akan didalami dan diperkuat oleh kasih karunia dari sakramen itu.68 hubungan itu memberikan inspirasi bagi kita untuk memohon kepada Tuhan agar mencurahkan kasih ilahi-Nya kepada setiap pasangan yang menikah. Kata-kata itu memberi makna pada hubungan seksual dan dibebaskan dari rasa bingung. Sakramen perkawinan 55 . ketika mereka diterima dan menawarkan diri masing- masing kepada yang lain. untuk berbagi kehidupan mereka sepenuhnya. Ia memberikan kepada __________ 66 Katekismus Gereja Katolik.

mereka tidak perlu memperbarui janji pernikahan mereka. Mereka selalu dapat meminta bantuan dari Roh Kudus yang menyucikan hubungan mereka. 22: PL 126. 7 Mei 2015. 142. 75. Dalam tradisi Gereja Latin. Hukum Kanonik mengakui keabsahan hubungan tertentu yang dirayakan tanpa kehadiran 56 . mereka hanya butuh menerimanya. lih Hincmar dari Rheims. sehingga kasih karunia-Nya dapat dirasakan dalam setiap situasi baru yang mereka hadapi. Dengan kesucian baptisan. ketekunan dan usaha sehari- hari. 68 Katekese (6 Mei 2015): L'Osservatore Romano. IV: PL 54. mereka menerima hadiah yang besar. para pelayan sakramen perkawinan adalah pria dan wanita yang menikah. 69 Leo Agung. mereka diaktifkan untuk bergabung dalam pernikahan sebagai pelayan Tuhan dan dengan demikian mereka menanggapi panggilan Allah. Tak satu pun dari pasangan akan menjadi sendiri dalam menghadapi tantangan apa pun yang mungkin datang dalam hidup mereka. 8. Oleh karena itu. p. Epistula Rustico Narbonensi Episcopo.itu datang dari misteri inkarnasi dan Paskah. kreativitas. Persetujuan dan kesatuan tubuh mereka adalah sarana ilahi yang menunjukkan mereka menjadi "satu tubuh". 1205A. ketika Allah menunjukkan kepenuhan cintanya kepada umat manusia dengan menjadi satu dengan kita. karena dengan penerimaan baptisan persatuan mereka secara otomatis telah menjadi sakramen. Inquis. ketika dua pasangan non-Kristiani menerima baptisan. Epist. Keduanya __________ 67 Ibid.70 dengan mewujudkan persetujuan mereka dan mengekspresikan hubungannya secara fisik. dipanggil untuk menanggapi karunia Allah dengan komitmen.

Juga tidak mempengaruhi sentralitas perjanjian yang diberikan oleh pria dan wanita. tetapi ini tidak mengurangi fakta bahwa pasangan yang menikah disebut sebagai pelayan sakramen."73 Dengan demikian. 1161-1165. 1055 § 2. Kitab Hukum Kanonik. dengan kehadiran saksi dan kondisi lain yang bervariasi sepanjang waktu. Ini telah dijelaskan. "Injil di dalam keluarga menyuburkan benih- benih yang diharapkan untuk bertumbuh.. yang dengan sendirinya membentuk ikatan sakramental. Kitab Hukum Kanonik Gereja-gereja Timur.71 Sebenarnya hukum telah sedemikian dijiwai oleh kasih karunia penebusan Yesus yaitu bahwa: "suatu janji pernikahan yang sah tidak bisa ada tanpa baptisan karena itulah yang menjadi fakta sakramen"72. bahwa ada kebutuhan untuk refleksi lebih lanjut tentang tindakan Allah dalam ritus perkawinan. cc. Benih Firman dan Situasi yang Belum Sempurna 76. mengharuskan pernikahan dirayakan secara terbuka. 848-852.pelayan tertahbis. membangun di atas dasar karunia Kristus melalui sakramen. Pius XII... pasangan yang menikah "dapat dibimbing secara sabar untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam dan 57 ." 71 bdk. 202: "Matrimonio enim quo coniuges Sibi invicem sunt ministri gratiae . hal ini jelas dilaksanakan dalam Gereja Timur melalui pentingnya berkat yang diterima oleh pasangan sebagai tanda pemberian karunia Roh. 1116. 72 Ibid. Ensiklik Surat Mystici Corporis Christi (29 Juni 1943): AAS 35 (1943). 832. dan berfungsi sebagai dasar untuk merawat tanaman yang layu dan yang tidak boleh diabaikan.. C. Gereja dapat __________ 70 Cf.

. Kol 1:16). keterbukaan untuk hidup. Kita siap mengatakan bahwa "di dunia ini setiap orang ingin membentuk sebuah keluarga yang mengajarkan 58 . 74 John Paul II. 9: AAS 74 (1982). tak terceraikan dan. saling mendukung di jalan menuju persahabatan lengkap dengan Tuhan. Akan sangat membantu untuk memahaminya dalam pandangan yang terpusat pada Kristus. Menarik tentang pengajaran Kitab Suci bahwa semuanya diciptakan melalui Kristus dan untuk Kristus (bdk. sepenuhnya menyingkapkan manusia pada dirinya sendiri dan membuat panggilan tertingginya menjadi jelas' (Gaudium et Spes.76 walau masih sering samar-samar. Selain perkawinan yang benar. 90. 23. 'Hanya dalam misteri inkarnasi Sabda membuat misteri manusia menjadi jelas. 22). kesejahteraan pasangan (bonum coniugum)"75 yang meliputi kesatuan. Apostolik Familiaris Consortio (22 November 1981) . Oleh karena itu perkawinan yang wajar. Ad Gentes 11) juga bisa berlaku untuk realitas perkawinan dan keluarga. maka para Bapa Sinode mencatat bahwa “ penebusan menerangi dan __________ 73 Relatio Synodi 2014.kesatuan lebih penuh dari misteri ini dalam hidup mereka". kesetiaan... memenuhi ciptaan. sepenuhnya dipahami dalam terang kepenuhan sakramen Perkawinan: hanya dalam merenungkan tentang Kristus seseorang datang untuk mengetahui kebenaran terdalam tentang hubungan manusia. dalam pernikahan kristiani..74 77. Kristus. "Penegasan kehadiran 'benih-benih Sabda' dalam budaya lain (bdk. ada pula unsur positif perkawinan yang ditemukan pada agama-agama lain". Adam baru. melalui wahyu dari misteri Bapa dan kasih-Nya.

p. mereka diwajibkan 59 . Mengikuti pedagogi ilahi ini. demi kebenaran. Memahami suatu hal dengan mata Kristus mengilhami pelayanan pastoral Gereja bagi umat beriman yang hidup bersama. itu selalu penting untuk mengingat prinsip umum ini: 'Para Pastor harus tahu bahwa. tanggung jawab terhadap anak-anak dan kemampuan untuk mengatasi cobaan .akan menjumpai rasa syukur dan penghargaan kita. Gaudium et Spes. untuk memimpin mereka kepada merayakan sakramen Perkawinan."77 __________ 75 Relatio Finalis 2015. 28-29 September 2015. atau yang bercerai dan menikah lagi. "Ketika dihadapkan pada situasi yang sulit dan keluarga terlukai. 77 Homili untuk Misa Penutup dari Kedelapan Dunia Pertemuan Keluarga di Philadelphia (September 2015 27): L'Osservatore Romano. Yoh 1: 9. 47. agamanya atau asal-usulnya.ini dapat dilihat sebagai suatu kesempatan. untuk membagikan kasih sayang satu sama lain dan untuk melayani masyarakat di mana mereka tinggal dan bekerja . Ketika pasangan berada dalam perkawinan yang belum sah namun mencapai cukup stabil dalam ikatan publik . 22).dan ditandai oleh kasih sayang yang mendalam. Apapun orangnya. 7. 76 Ibid. ia mendorong mereka untuk berbuat baik. "Terang Kristus menerangi setiap orang (bdk. yang hanya menikah secara sipil.anak-anak agar senang dengan setiap gerakan yang bertujuan untuk mengatasi kejahatan . 78."78 79.sebuah keluarga yang menunjukkan bahwa Roh itu hidup dan ketika bekerja . Gereja menaruh kasih pada orang-orang yang berpartisipasi dalam hidupnya dengan cara yang belum sempurna: ia mencari rahmat untuk mengubah mereka...

para pastor harus menghindari __________ 78 Relatio Finalis 2015. tetapi hadir dari awal cinta sebagai __________ 79 Ibid. bagaimana orang mengalami dan bertahan dalam kesusahan karena kondisi mereka". Meskipun demikian. sebagai buah dan pemenuhannya". Oleh karena itu.. Selanjutnya bahwa "pasangan yang kepadanya Allah tidak mengaruniakan anak dapat memiliki kehidupan suami-istri yang penuh makna. persatuan suami isteri dihimbau agar tetap berperan prokreasi" sesuai dengan sifat manusia"84. 51. sedangkan seksualitas "diatur bagi cinta pasangan pria dan wanita"82. ketika menyatakan pengajaran Gereja secara jelas. Tingkat tanggung jawab tidak sama dalam semua kasus dan mungkin ada faktor yang membatasi kemampuan untuk membuat keputusan. penilaian tanpa memperhitungkan rumitnya situasi. Anak yang lahir" tidak datang dari luar sebagai sesuatu yang ditambahkan pada cinta pasangan.79 PERUBAHAN HIDUP DAN MENGASUH ANAK-ANAK 80. 84).untuk berlatih memahami situasi ini dengan jelas” (Familiaris Consortio. 53-54 . yang baik untuk pasangan itu sendiri81. namun memancar dari jantung pemberian cinta timbal balik. mereka harus memperhatikan. 60 . Pernikahan adalah pertama sebuah "kemitraan intim dari hidup dan cinta"80. baik sebagai manusia maupun sebagai orang kristiani"83.85 Anak baik laki-laki maupun perempuan tidak muncul di akhir proses.

1654. bahwa "anak bukanlah suatu hak milik. Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Modern Gaudium et Spes. cinta menolak setiap dorongan untuk menutup ke dalam dirinya sendiri. 1055 § 1: "ad bonum coniugum atque ad prolis generationem et educationem ordinatum". 81 Cf. Bapa Sinode menegaskan bahwa "pertumbuhan mental tertentu dapat menurunkan generasi kehidupan menjadi satu jenis manusia yang 61 . 82 Katekismus Gereja Katolik.. Seorang anak berhak untuk lahir dari cinta itu. 2360. Ini adalah kasus karena. dan tidak dengan cara lain.80 Konsili Vatikan Kedua. 81. c. melalui pemberian kehidupan 89 manusia". Kej 1: 27-28). terbuka untuk berbuah yang mendorong melampaui dirinya.86 meskipun ketika karena berbagai alasan tidak selalu harus melahirkan kehidupan baru. Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia modern Gaudium et Spes. “menurut hukum penciptaan. mempercayakan kepada mereka tanggung jawab untuk masa depan umat manusia. Kitab Hukum Kanonik. membuat mereka menjadi alat cinta-Nya. 85 Katekismus Gereja Katolik. 2366. Jadi Pencipta membuat pria dan wanita berbagi dalam karya penciptaan- Nya dan pada saat yang sama. dan bahwa pemberian hidup itu diatur dari satu kepada yang lain (bdk.87 yang merupakan "buah dari tindakan suami-istri yaitu cinta orang tua"88. 48. satu yang tidak dapat dipungkiri tanpa menodai cinta itu sendiri. kasih suami isteri antara seorang pria dan seorang wanita. Dari luar. Oleh karena itu tidak ada hubungan genital suami-istri yang bisa menolak makna itu. 84 Konsili Vatikan Kedua. 48. tetapi adalah hadiah". unsur yang penting. 83 Ibid. 82.

Instruksi Donum Vitae (22 Februari 1987).91 Dengan rasa syukur yang khusus dari Gereja "mendukung keluarga yang menerima. 57. 8: AAS 80 (1988). 83. 2378. Kita perlu kembali ke pesan dari Ensiklik Humanae Vitae Beato Paulus VI. bersama dengan tanggung jawab mereka untuk menciptakan kehidupan. 62 . II. 97.terbukti sudah direncanakan oleh individu atau pasangan". Ensiklik Humanae Vitae (25 Juli 1968). hubungan suami-istri yang harmonis dan sadar. dan begitu tidak dapat dicabut hak hidup anak yang tidak bersalah yang tumbuh dalam rahim ibu. mengangkat dan melindungi dengan kasih sayang anak-anak yang cacat"92. bahwa tidak ada hak pada tubuhnya sendiri yang dapat membenarkan keputusan untuk mengakhiri kehidupannya.. Di sini saya merasa mendesak untuk menyatakan bahwa. jika keluarga adalah tempat yang kudus bagi kehidupan. Begitu besar nilai dari kehidupan umat manusia. tempat kehidupan dikandung dan dirawat.90 __________ 86 Cf. 11-12: AAS 60 (1968). Ajaran Gereja dimaksudkan untuk "membantu pasangan agar mengalami selengkapnya. 87 Katekismus Gereja Katolik. yang menyoroti pentingnya menghormati martabat manusia yang secara moral menaati metode pengaturan kehamilan. 488-489. 89 Relatio Finalis 2015. itu adalah kontradiksi yang menghebohkan ketika menjadi tempat kehidupan ditolak dan dihancurkan. Paul VI. yang merupakan akhir pada dirinya dan yang tidak pernah dapat dianggap sebagai "milik" manusia.. Pilihan adopsi atau orangtua asuh juga dapat mengungkapkan keberhasilan yang merupakan karakteristik dari kehidupan pernikahan". 90 Relatio Synodi 2014. 63. 88 Kongregasi untuk Ajaran Iman.

Demikian pula. Para Bapa Sinode juga ingin menekankan bahwa "salah satu tantangan mendasar yang dihadapi keluarga saat ini tidak diragukan lagi adalah membesarkan anak. Dengan demikian maka...yang mereka inginkan diberikan kepada 63 . 57.Keluarga melindungi kehidupan manusia dalam semua tahapan. tapi hak penting yang tidak dapat dicabut bahwa orangtua dipanggil untuk membela dan darinya tidak seorang pun dapat merebut atau menjauhkan mereka dari orangtua. tanpa tindakan medis yang berlebihan dan euthanasia (mati atas permintaan sendiri)". Negara menawarkan program pendidikan anak dengan cara subsider.96 Ini bukan hanya tugas atau beban.94 "Gereja mengasumsikan peran berharga dalam mendukung keluarga. ___________ 91 Ibid. 58. termasuk yang terakhir. Gereja tidak hanya memandang penting untuk menegaskan hak orang mati secara alami. membuat semua tantangan itu menjadi lebih sulit dan kompleks dengan realitas budaya saat ini dan pengaruh kuat media bagi anak-anak". dimulai dari inisiasi kristiani dengan menyambut komunitas keluarga".93 84.95 Pada saat yang sama saya merasa penting untuk mengulangi bahwa pendidikan secara keseluruhan bagi anak-anak adalah "tugas yang paling serius" dan pada saat yang sama merupakan "hak utama" dari orangtua. "orang-orang yang bekerja di bidang kesehatan agar diingatkan kewajiban moral keberatan hati nurani mereka. 92 Ibid. mendukung orangtua dalam perannya yang tidak dapat diubah. tetapi juga" tegas menolak hukuman mati ". orangtua sendiri menikmati hak untuk memilih secara bebas jenis pendidikan – hak akses dan hak mutu yang baik .

lih Kitab Hukum Kanonik Gereja-gereja Timur. Gereja harus selalu melakukan hal ini dengan membantu mereka untuk menghargai peran yang tepat dan menyadari bahwa dengan menerima mereka dalam sakramen perkawinan mereka menjadi pelayan pendidikan anak-anak mereka. 627. mendorong __________ 64 . tetapi melengkapinya. Gereja memperhatikan keluarga yang tetap setia dengan ajaran Injil. mereka menerima panggilan pemberian Allah. 64. "Dengan sukacita batin dan kenyamanan mendalam. Dalam mendidik anak-anak. orangtua membangun Gereja.99 dan dengan demikian.. membantu dalam pemenuhan misi pendidikan mereka. dengan persetujuan mereka dan. Sekolah tidak __________ 93 Relatio Finalis 2015. "suatu jarak mungkin terjadi antara keluarga dan masyarakat. dengan otorisasi orangtua". pada tingkat tertentu. 1136. antara keluarga dan sekolah. 61 96 Kitab Hukum Kanonik.97 Namun. 60. 94 Relatio Synodi 2014. menggantikan peran orang tua.100 Keluarga dan Gereja 86. Ini adalah prinsip dasar: "semua pihak lain dalam proses pendidikan hanya mampu melaksanakan tanggung jawab mereka atas nama orangtua. 95 Ibid. janji pendidikan saat ini telah dirusak sehingga terjadi krisis hubungan kesatuan pendidikan antara masyarakat dan keluarga"98 85.anak-anak mereka sesuai dengan keyakinan orang tua. c. Gereja dipanggil untuk bekerja sama dengan orang tua melalui tindakan pastoral yang cocok.

15-16 Juni 2015. 21 Mei 2015. "Di sini kita belajar daya tahan dan sukacita kerja. 23. Sambutan kepada Konferensi Keuskupan Roma (14 Juni 2015): L'Osservatore Romano. dan keluarga menjadi hadiah bagi Gereja.bahkan sekali lagi . 8. tentang keindahan pernikahan sebagai yang tak terpisahkan dan setia terus-menerus. yang mencerminkan melalui anugerah yaitu misteri Tritunggal Maha Kudus. merefleksikan interaksi antara keluarga dan Gereja membuktikan bahwa keluarga adalah hadiah yang berharga bagi Gereja di zaman kita. setiap orang masuk dalam pengalaman gereja yaitu persekutuan antar pribadi. p .pengampunan. 67 99 Yohanes Paulus II. Dalam keluarga 'yang bisa disebut sebagai sebuah gereja rumah tangga (Lumen Gentium. Gereja adalah keluarga dari banyak keluarga. "Kebenaran sakramen perkawinan bahwa setiap keluarga pada dasarnya menjadi milik Gereja. 98 Katekese (20 Mei 2015): L'Osservatore Romano.97 Dewan Kepausan untuk Keluarga. 11). dan di atas semuanya itu adalah penyembahan ilahi dalam doa dan pengorbanan hidup seseorang '(Katekismus Gereja Katolik. 1657) ". Karena mereka bersaksi. 129. Dari sudut pandang ini. p. murah hati . keluarga dan berterima kasih kepada mereka karena kesaksian yang mereka berikan. Kebenaran dan Makna Seksualitas Manusia (8 Desember 1995). cinta persaudaraan. 8. Apostolik Familiaris Consortio (28 November 1981) 38: AAS 74 (1982).101 87. 100 bdk. dengan cara yang dapat dipercaya. Gereja itu hadiah bagi keluarga. terus-menerus diperkaya oleh kehidupan semua gereja rumah tangga. Pengamanan pemberian Tuhan dalam sakramen perkawinan adalah kepedulian tidak hanya pada individu keluarga tetapi pada seluruh komunitas Kristiani"102 65 .

Pengalaman cinta dalam keluarga-keluarga adalah sumber kekuatan abadi bagi kehidupan Gereja. mereka merayakan saat-saat bahagia untuk saling mendukung dalam mengatasi kesulitan hidup bersama-sama .. 102 Relatio Finalis 2015. untuk berbagi rencana. 88. pasangan memperoleh pengalaman indah menjadi ayah dan ibu. "Keutuhan perkawinan adalah panggilan tetap untuk membuat cinta itu bertumbuh dan semakin mendalam.103 baik bagi Gereja maupun bagi masyarakat secara keseluruhan. __________ 103 Ibid.__________ 101 Relatio Synodi 2014. hadiah yang tidak terduga.. Melalui kesatuan cinta mereka.. Indahnya kebersamaan ini. Dalam cinta ini. Apa yang telah dikatakan sejauh ini akan menjadi tidak memadai menggambarkan Injil 66 . pengalaman.dari balita terhadap yang lebih tua - hanya merupakan buah-buah dalam keluarga yang menjadi jawaban terhadap panggilan keluarga yang unik dan tak tergantikan". 23. 52. dan mereka belajar menjaga satu sama lain serta saling memaafkan. 49-50. harapan dan kekhawatiran. 71 BAB EMPAT CINTA DALAM PERKAWINAN 89. sukacita yang berasal dari lahirnya kehidupan dan kasih sayang dari semua anggota keluarga .

Sesungguhnya. Dalam bacaan yang indah dari Santo Paulus. rahmat sakramen perkawinan terlebih dahulu bertujuan untuk "menyempurnakan cinta 104 pasutri" Di sini pun kita dapat berkata.tentang perkawinan dan keluarga. "sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung. 67 . Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan. Namun demikian. BENEDICT XVI. Encyclical Letter Deus Caritas Est (25 December 2005). Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. kata "kasih". "Kasih itu sabar. aku sama sekali tidak berguna" (1 Kor 13:2-3). tetapi karena kebenaran. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. penguatan dan pendalaman dari kasih suami-istri dan keluarga. seandainya kita tidak juga membicarakan kasih. 1641. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. kita melihat beberapa sifat dari kasih sejati: __________ 104 Catechism of the Catholic Church. kasih itu murah hati. 105 Cf. 2: AAS 98 (2006). Sebab kita tidak dapat mendorong suatu jalan kesetiaan dan pemberian diri timbal-balik tanpa mendorong pertumbuhan. sudah umum digunakan dan sering disalahgunakan. tetapi jika aku tidak mempunyai kasih. Ia menutupi segala sesuatu. ia tidak cemburu. 218.105 KASIH KITA SEHARI-HARI 90.

92. sebab kita menemukan frase ini dinyatakan pada akhir ayat ke tujuh. Bil 14:18). dengan memberi kesempatan untuk bertobat. 15-18). Kata pertama yang digunakan ialah makrothyméi. mengijinkan agresi fisik atau mengijinkan orang lain 68 . Kita menemukan kualitas ini dalam Allah Perjanjian.percaya segala sesuatu. Ini menunjukkan akan kualitas seseorang yang tidak bertindak impulsif dan menghindari suatu serangan. Sabar bukan berarti menjadikan diri kita teraniaya terus-menerus. 12:2. Kasih dialami dan dipelihara dalam keseharian para pasangan dan anak-anak mereka. Ada baiknya kita merenungkan lebih dalam makna dari teks Paulus ini dan relevansinya bagi situasi konkrit setiap keluarga. yang memuliakan Allah yang menahan diri. Maknanya dijelaskan lewat terjemahan Yunani Perjanjian Lama. namun tegas atas kuasa-Nya. adalah tanda dari kuasa Allah yang sejati. Ini bukan sekedar berarti "sabar menanggung segala sesuatu". yang dinyatakan dalam tindakan belas kasih-Nya. Kasih itu sabar 91. di mana kita membaca bahwa Allah itu "panjang sabar" (Kel 34:6. 11:23. mengharapkan segala sesuatu. "Kesabaran" Allah. yang memanggil kita untuk meneladani sifat-Nya juga di dalam kehidupan berkeluarga. sabar menanggung segala sesuatu" (1Kor 13:4-7). yang dinyatakan dalam kerahiman-Nya kepada para pendosa. Teks Santo Paulus menggunakan kata ini perlu dibaca dalam terang Kitab Kebijaksanaan (bdk.

Kasih selalu memiliki sifat belas kasih mendalam yang dapat menerima orang lain sebagai bagian dari dunia ini. pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu. Kata berikutnya yang digunakan Paulus ialah chrestéuetai. Ia berasal dari kata chrestós: seorang yang baik. yang menunjukkan kebaikannya lewat perbuatannya. Bila demikian ini segala sesuatu akan membuat kita tidak sabar. bersikap antisosial. Oleh sebab itu Sabda Allah mengingatkan kita: "Segala kepahitan. kegeraman. Kita akhirnya tidak sanggup untuk hidup bersama. demikian pula segala kejahatan" (Ef 4:31).memanfaatkan kita. dalam kesejajaran ketat dengan kata kerja sebelumnya. tidak dapat mengontrol impuls kita. meskipun ia berperilaku tidak sesuai dengan keinginan saya. atau ketika kita menempatkan diri kita sebagai pusat dan berharap semua berjalan sesuai dengan cara kita. Kasih ada dalam melayani sesama 93. membuat kita bereaksi secara agresif. atau mereka tidak seperti yang saya inginkan. Tidak peduli apakah mereka menghambat saya. Kata itu hanya digunakan di sini dalam keseluruhan Kitab Suci. kita akan selalu menemukan alasan untuk marah. Kesabaran mengakar ketika saya mengakui bahwa orang lain juga memiliki hak hidup di dunia ini. melemahkan rencana saya. Paulus ingin memperjelas bahwa "kesabaran" bukanlah suatu sikap pasif 69 . Di sini. atau mengganggu saya dengan cara tindakan atau berpikirnya. Kita menemui masalah jika berpikir bahwa relasi atau orang-orang harus sempurna. sebagaimana adanya mereka. ia menjadi suatu pujian. kemarahan. dan keluarga kita akan menjadi medan pertempuran. Terkecuali jika kita menumbuhkan kesabaran.

Ia tidak 70 . Ini berarti kasih tidak memberi ruang pada rasa cemburu atas keberuntungan orang lain (bdk. cemburu membuat kita terkungkung pada diri sendiri. jelas Paulus ingin menekankan bahwa kasih lebih dari sekedar perasaan. "Kasih ditunjukkan terlebih lewat perbuatan daripada lewat perkataan". 17:5). Kata ini menunjukkan bahwa kasih itu menguntungkan dan menolong orang lain. Sepanjang teks tersebut.menjadi cemburu atau iri hati. Kis 7:9.106 Oleh karenanya ia menunjukkan keberbuahannya dan mengijinkan kita mengalami kebahagiaan memberi. oleh interaksi dinamis dan kreatif dengan yang lain. __________ 106 Spiritual Exercises. Iri hati adalah suatu bentuk kesedihan yang diprovokasi lewat kemakmuran orang lain. sikap yang diekspresikan dalam kata kerja zelói . tanpa meminta balasan. Melainkan. Sementara kasih mengangkat kita melampaui diri kita. Oleh sebab itu diterjemahkan sebagai "murah hati". Kasih tidak cemburu 95. Contemplation to Attain Love (230). murni demi kesenangan memberi dan melayani. namun sikap yang disertai kegiatan.total. 94. Kasih sejati menghargai prestasi orang lain. mestinya dipahami sesuai dengan kata kerja Ibrani "mengasihi". Santo Paulus selanjutnya menolak hal yang berlawanan dengan kasih. kasih itu senantiasa siap menjadi penolong. Seperti yang dikatakan Santo Ignatius Loyola. ini menunjukkan bahwa kita tidak peduli pada kebahagiaan orang lain namun hanya pada kesejahteraan kita saja. yaitu "melakukan perbuatan baik". keagungan dan kemegahan memberikan diri kita dengan murah hati.

Ini bukan kecemburuan. Orang yang mengasihi bukan hanya menahan diri untuk berbicara banyak mengenai diri sendiri. memiliki arti kesombongan. Maka ia akan berusaha mencari jalan kebahagiaannya sendiri. tetapi hasrat untuk kesetaraan. atau hambanya laki-laki. dan saya melihatnya dengan mata Tuhan. jangan mengingini isterinya. Kasih tidak memegahkan diri 97. saya merasakan kebahagiaan dan damai yang mendalam. Kata yang datang 71 . kasih berarti memenuhi dua perintah terakhir dari Sepuluh Perintah Allah: "Jangan mengingini rumah sesamamu. Kasih yang mendalam seperti ini juga membawa saya untuk menolak ketidakadilan di mana sejumlah orang memiliki terlalu banyak dan yang lainnya terlalu sedikit. melainkan berfokus pada orang lain. Ia menggerakkan saya untuk menemukan cara membantu masyarakat terlantar menemukan sedikit sukacita." (Kel 20:17). Saya mengasihi orang ini. berlebihan dan agak ambisius. atau apapun yang dipunyai sesamamu.melihat mereka sebagai musuh. perpereúetai. Ia membebaskan kita dari rasa asam kecemburuan. atau lembunya atau keledainya. atau hambanya perempuan. ingin kelihatan lebih unggul. Kasih mengilhami penghargaan sejati pada setiap manusia dan pengakuan atas hak mereka untuk bahagia. Dengan kata lain. mereka tidak butuh menjadi pusat perhatian. Kata berikut. Ia mengenali bahwa setiap orang memiliki karunia berbeda dan jalur hidup yang unik. 96. sambil membiarkan orang lain menemukan jalannya juga. yang memberikan semua bagi kita "untuk dinikmati" (1Tim 6:17). Karenanya.

kesombongan kita mesti disembuhkan dan kerendahan hati kita mesti ditingkatkan. Orang demikian berpikir bahwa. Penting bagi umat Kristiani untuk menunjukkan kasih mereka lewat cara mereka memperlakukan anggota keluarganya yang kurang pengetahuan imannya. Kadang yang sebaliknya terjadi: yang mestinya beriman dewasa dalam keluarga menjadi begitu angkuhnya. sedangkan "kasih membangun" (1Kor 8:1). lemah atau kurang yakin dengan pertobatannya. Secara harfiah. mereka ingin menjadi tuan atas orang lain.physioútai – juga serupa. menunjukkan bahwa kasih itu tidaklah sombong. 1Kor 4:19). di sisi lain. jika kita hendak memahami. Di tempat lainnya kata ini digunakan untuk mengkritik orang yang "menggembung" karena merasa diri mereka penting (bdk. Ia juga menunjukkan pada sesuatu yang lebih tersamar: obsesi untuk menyombongkan diri dan kehilangan rasa realitas. Paulus menggunakan kata kerja ini dalam peristiwa lain ketika dia berkata bahwa "pengetahuan menjadikan sombong". 98. Sejumlah orang berpikir bahwa mereka penting sebab mereka lebih berpengetahuan daripada yang lain. Kasih.berikutnya . Namun yang sesungguhnya membuat kita penting adalah kasih yang memahami. 1Kor 4:18) namun sesungguhnya hanya penuh dengan perkataan kosong daripada dengan "kuasa" yang sesungguhnya dari Roh Kudus (bdk. mereka menjadi lebih penting daripada kondisi mereka yang sesungguhnya. mengampuni dan melayani yang lain dari hati. ditandai dengan kerendahan hati. karena mereka lebih "spiritual" atau "bijak". menunjukkan kepedulian. Yesus memberitahukan para murid 72 . dan merangkul yang lemah. kita tidak menjadi "besar kepala" di hadapan orang lain.

Peringatan Santo Petrus berlaku juga untuk keluarga: "Dan kamu semua. tetapi mengasihani orang yang rendah hati. berbicara. meskipun ketika orang 73 . rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain. "barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu. sebab: 'Allah menentang orang yang congkak. ia tidak kejam. logika dominasi dan kompetisi tentang siapa yang paling pintar dan berkuasa menghancurkan kasih. belajar mendengarkan. namun "tidaklah demikian di antara kamu" (Mat 20:26). "setiap manusia terikat untuk hidup selaras dengan orang-orang di sekitarnya".'" (1Ptr 5:5) Kasih tidak melakukan yang tidak sopan 99. melainkan. dan pada saat-saat tertentu.108 Setiap hari. Kata itu menunjukkan bahwa kasih tidak kasar atau tidak sopan. Sebagai persyaratan yang paling mendasarkan dari kasih. "manakala memasuki kehidupan orang lain. Logika kasih Kristiani bukanlah mengenai kepentingan dan kekuasaan. Mengasihi adalah juga menjadi lemah lembut dan penuh perhatian. Kasih menolak membuat orang lain menderita. Keramah-tamahan "adalah sekolah kepekaan dan tidak memihak" yang membutuhkan seseorang "membangun pikiran dan perasaannya. masing-masing pihak berusaha mendominasi pihak lain. Dalam kehidupan keluarga. Tindakan.107 Ini bukan sesuatu yang orang Kristiani bisa terima atau tolak. aschemonéi.bahwa di dalam dunia di mana kekuasaan merajalela. bersikap diam". dan ini diungkapkan dengan kata berikutnya. hendaklah ia menjadi hambamu" (Mat 20:27). kata-kata dan gerak-geriknya menyenangkan dan tidak melukai atau kaku.

14 May 2015. mengesampingkan perbedaan yang ada. tidak ada ruang untuk kelembutan kasih dan pengungkapannya. 1993. ad 1.tersebut telah memiliki hubungan dengan kehidupan kita. Summa Theologiae II-II. menghibur. sebab tanpa rasa memiliki kita tidak dapat mempertahankan komitmen pada yang lain.109 100. Untuk terbuka pada perjumpaan yang sejati dengan orang lain. La llama doble. q. 114. Barcelona. dibutuhkan kepekaan dan pengekangan diri yang dapat memperbarui kepercayaan dan rasa hormat. p. Orang yang antisosial berpikir bahwa orang lain ada demi kepuasan kebutuhan mereka. menumbuhkan relasi. 109 Catechesis (13 May 2005): L’Osservatore Romano. menjadi sabar dan bekerjasama dengan orang lain. “cara pandang yang baik” __________ 107 OCTAVIO PAZ. 74 . dan menyemangati. art. menguatkan. akhirnya kita akan mencari kenyamanan diri sendiri dan hidup bersama orang lain menjadi tidak mungkin. Kebaikan penuh cinta membangun ikatan.8 adalah penting. 2. semakin terpanggil untuk menghormati kemerdekaan orang lain dan kemampuan menunggu sampai orang lain membuka pintu hatinya". Akibatnya. ikatan bertumbuh lebih kuat. menciptakan jejaring baru integrasi dan menyulam tenunan sosial yang kuat. 35. semakin makin dalam kasih itu. Cara pandang yang baik membantu kita melihat melampaui keterbatasan kita. 108 THOMAS AQUINAS. Ini tidak selaras dengan sikap negatif yang siap menunjuk pada kekurangan orang lain sambil mengabaikan kekurangan pada diri sendiri. Dengan cara ini. Sesungguhnya. Orang yang mengasihi mampu untuk mengucapkan kata-kata nyaman.

111 Karenanya. Kasih itu murah hati 101. Semua ini bukanlah kata-kata yang merendahkan. hasrat untuk mengasihi daripada hasrat untuk dikasihi". berupaya untuk mengasihi lebih daripada dikasihi". terhadap siapakah ia baik hati? Tidak ada seorangpun yang lebih buruk daripada yang iri kepada dirinya" (Sir 14:5-6). Bagaimanapun. marah atau menghina. Hymne Paulus akan kasih menyatakan bahwa kasih "tidak mencari keuntungan diri sendiri". tetapi kepentingan orang lain juga" (Fil 2:4). kita mesti belajar untuk meneladani kelemah-lembutan Yesus dalam cara berbicara kita satu sama lain. "Pergilah dengan selamat" (Luk 7:50). hai anak-Ku" (Mat 9:2). "Bangunlah" (Mrk 5:41).110 sesungguhnya. "Jangan takut" (Mat 14:27). "Hai ibu. "para ibu. membuat sedih. Mengasihi diri sendiri hanya penting sebagai syarat psikologis agar mampu mengasihi orang lain: "Seseorang yang keras terhadap dirinya sendiri. Dalam keluarga. 102. Kita berulangkali mengatakan bahwa untuk mengasihi orang lain kita harus pertama-tama mengasihi diri kita sendiri.Inilah perkataan yang diucapkan Yesus sendiri: "Percayalah. Santo Thomas Aquinas menjelaskan bahwa "lebih pantas bagi amal kasih. juga tidak "mencari keinginannya sendiri". Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa melayani orang lain dengan murah hati jauh lebih mulia daripada mengasihi diri sendiri. orang-orang yang paling mengasihi. Ide yang sama ini diungkapkan dalam teks lainnya: "Janganlah tiap- tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri. besar imanmu" (Mat 15:28). kasih dapat 75 .

melampaui dan melebihi tuntutan keadilan,
"dengan tidak mengharapkan balasan" (Luk
6:35), dan kasih yang terbesar dapat menyebabkan
"seseorang memberikan nyawanya" bagi orang lain
(bdk. Yoh 15:13). Dapatkah kemurahan hati
demikian, yang memampukan kita memberi secara
bebas dan penuh, benar-benar dapat terjadi? Ya,
karena hal itu dituntut oleh Injil: "Kamu telah
memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu
berikanlah pula dengan cuma-cuma" (Mat 10:8)
__________
110 THOMAS AQUINAS, Summa Theologiae, II-II, q. 27, art.
1, ad 2.
111 Ibid., q. 27, art. 1.
Kasih tidak pemarah dan tidak menyimpan
kesalahan orang lain

103. Bila dalam kata pertama dari Hymne Paulus
berbicara akan perlunya kesabaran yang tidak
segera bereaksi kasar terhadap kelemahan dan
kesalahan orang lain, kata yang digunakan
kemudian - paroxýnetai - lebih terkait pada
kemarahan di dalam atas ketidakadilan yang
ditimbulkan oleh suatu hal dari luar. Ia merujuk
pada reaksi keras di dalam, gangguan tersembunyi
yang membuat kita gelisah manakala melibatkan
orang lain, seakan-akan mereka adalah pembuat
masalah atau ancaman sehingga perlu dihindari.
Memelihara sikap permusuhan seperti itu tidak
menolong siapapun. Ia hanya akan mengakibatkan
rasa sakit dan keterasingan. Rasa marah di dalam
hati hanya baik ketika ia membuat kita bereaksi
atas ketidakadilan yang luar biasa; ketika hal
itu mempengaruhi sikap kita terhadap sesama,
ia menjadi berbahaya.

104. Injil memberitahukan kita untuk melihat pada
balok di dalam mata kita (bdk. Mat 7:5). Orang

76

Kristiani tidak dapat mengabaikan peringatan
terus-menerus dari Sabda Allah untuk tidak
memelihara kemarahan: "Janganlah kamu kalah
terhadap kejahatan" (Rom 12:21). "Janganlah kita
jemu-jemu berbuat baik" (Gal 6:9). Adalah hal
yang berbeda antara merasakan dorongan seketika
untuk marah dibandingkan dengan larut dalam
kemarahan, membiarkannya berakar dalam hati
kita: "Apabila kamu menjadi marah, janganlah
kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam,
sebelum padam amarahmu" (Ef 4:26). Saran saya
jangan membiarkan hari berakhir tanpa berdamai
dalam keluarga. "Dan bagaimana saya berdamai?
Dengan berlutut? Tidak. Cukup dengan tindakan
kecil, sesuatu yang sederhana, maka keharmonisan
di dalam keluarga anda akan dipulihkan. Hanya
dengan sedikit belaian, tidak perlu kata-kata.
Namun jangan biarkan hari berlalu tanpa
menciptakan damai di dalam keluarga anda".112
Reaksi pertama kita ketika kita kesal seharusnya
memberkati dengan tulus, meminta Allah untuk
memberkati, membebaskan dan menyembuhkan
orang itu. "Tetapi sebaliknya, hendaklah kamu
memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil,
yaitu untuk memperoleh berkat" (1Ptr 3:9). Jika
kita harus memerangi kejahatan, lakukanlah; tetapi
kita harus mengatakan "tidak" terhadap kekerasan
dalam rumahtangga.

Kasih Mengampuni

105. Sekali kita mengijinkan keinginan buruk
berakar di dalam hati kita, ia akan membawa ke
pada kepahitan mendalam. Ungkapan “ou
logízetai to kakón berarti kasih “tidak tunduk pada
kejahatan”; “ia tidak menyimpan kepahitan”.
Lawan dari kepahitan adalah pengampunan,

77

yang berakar pada sikap positif yang mencari
pemahaman kelemahan orang lain dan
memaafkan mereka. Sebagaimana Yesus katakan,
Bapa, ampunilah mereka; karena mereka tidak tahu
apa yang mereka lakukan” (Luk 23:3 4). Namun
demikian kita tetap saja mencari lebih banyak
kesalahan lagi, membayangkan kejahatan yang
lebih besar, beranggapan ada aneka macam niat
buruk, dan dengan demikian kepahitan bertumbuh
dan menjadi semakin mendalam. Jadi, setiap
kesalahan atau kekhilafan dari pihak pasangan
dapat melukai ikatan kasih dan stabilitas keluarga.
Ada yang salah bila kita melihat setiap persoalan
itu sama seriusnya; dalam hal ini, kita beresiko
menjadi kasar berlebihan terhadap kegagalan orang
lain. Keinginan wajar untuk melihat hak-hak kita
dihormati berubah menjadi suatu kehausan
membalas dendam dan bukan suatu pembelaan
martabat yang beralasan.

106. Ketika kita diserang atau dikecewakan,
pengampunan itu adalah mungkin dan diinginkan,
namun tidak ada yang dapat berkata bahwa hal itu
mudah. Yang benar adalah bahwa “komuni
keluarga hanya dapat dipertahankan dan
disempurnakan melalui semangat pengorbanan
yang besar. Ia pada kenyataannya membutuhkan
suatu keterbukaan yang tersedia dan melimpah dari
masing-masing dan dari semua pihak, untuk
memahami, menanggung, memafkan, dan
memulihkan kembali hubungan. Tidak ada
keluarga yang tidak mengenal bagaimana egoisme,
pertengkaran, ketegangan dan konflik dengan
ganas menyerang dan terkadang membuat luka
parah komuninya sendiri: karenanya muncullah
banyak dan beraneka bentuk perceraian di dalam
kehidupan keluarga”.113

78

107. Sekarang kita mengenali bahwa kemampuan
memafkan orang lain melibatkan pembebasan
pengalaman memahami dan memaafkan diri kita
sendiri. Seringkali kesalahan-kesalahan kita, atau
kritik yang kita terima dari orang-orang yang kita
kasihi, dapat mengakibatkan hilangnya citra diri.
Kita menjadi jauh dari orang lain, menghindari
afeksi dan lalu menjadi takut dalam hubungan
_________
113 JOHN PAUL II, Apostolic Exhortation Familiaris
Consortio (22 November 1981), 21: AAS 74 (1982), 106.
interpersonal. Menyalahkan orang lain menjadi
cara memulihkan kepercayaan diri yang salah. Kita
perlu belajar untuk mendoakan masa lalu kita,
menerima diri kita sendiri, belajar bagaimana
hidup dengan keterbatasan kita, dan bahkan
memafkan diri kita sendiri, supaya kita dapat
memiliki sikap yang sama terhadap orang lain.

108. Semua ini dengan asumsi bahwa kita sendiri
telah memiliki pengalaman diampuni oleh Allah,
dibenarkan oleh kasih karuniaNya dan bukan oleh
perbuatan baik kita sendiri. Kita telah mengenal
suatu kasih yang mendahului segala upaya kita
sendiri, suatu kasih yang terus menerus membuka
pintu-pintu, memperkenalkan dan mendorong. Bila
kita menerima bahwa kasih Allah itu tidak
bersyarat, bahwa kasih Bapa tidak dapat dibeli atau
dijual, maka kita akan menjadi mampu
menunjukkan kasih tak terbatas dan mengampuni
orang lain bahkan bila mereka memperlakukan kita
dengan buruk. Bila tidak demikian, kehidupan
keluarga kita tidak lagi menjadi tempat bagi
pemahaman, dukungan dan dorongan, namun
menjadi suatu tempat ketegangan dan saling
mengkritik.

79

Kasih bersukacita bersama orang lain

109. Ungkapan chaírei epì te adikía berhubungan
dengan suatu sikap negatif yang bersembunyi jauh
di dalam hati manusia. Ia merupakan suatu sikap
toksik dari orang-orang yang senang melihat
ketidakadilan terjadi atas diri orang lain. Ungkapan
berikut ini menyatakan kebalikannya: sygchaírei te
aletheía: “ia bersukacita di dalam kebenaran”.
Dengan kata lain, kita bersukacita atas kebaikan
orang lain ketika kita melihat martabat mereka dan
menghargai kemampuan dan perbuatan baik
mereka. Hal ini mustahil bagi mereka yang harus
selalu membandingkan dan bersaing, bahkan
dengan pasangannya sendiri, sehingga mereka
secara tersembunyi merasa senang atas kegagalan
pasangannya.

110. Ketika seorang yang mengasihi dapat berbuat
baik bagi orang lain, atau melihat orang lain
berbahagia, mereka sendiri hidup dengan bahagia
dan dengan cara ini memuliakan Allah, karena
“Allah mengasihi orang-orang yang memberi
dengan sukacita” (2 Kor 9:7). Tuhan kita secara
khusus menghargai mereka yang mendapatkan
sukacita di dalam kebahagiaan orang lain. Bila kita
gagal mempelajari bagaimana bergembira di dalam
kesejahteraan orang lain, dan terutama hanya fokus
pada kebutuhan kita sendiri, kita mengutuki diri
kita sendiri dengan keadaan tanpa sukacita, karena,
seperti yang dikatakan Yesus, “lebih baik memberi
daripada menerima” (Kisah 20:35). Keluarga
harus selalu menjadi tempat di mana, ketika terjadi
sesuatu yang baik terjadi kepada salah satu anggota
keluarga, mereka mengetahui bahwa anggota
keluarga lain aka nada di sana untuk merayakannya
bersama mereka.

80

Pertama. Sabda Allah mengatakan kepada kita: “Saudara- saudaraku. Walaupun ia berlawanan sifatnya dengan cara normal kita menggunakan lidah kita. dan menanggung segala sesuatu. Daftar Paulus berakhir dengan empat frase yang mengandung kata “segala sesuatu”. Kata kerja ini dapat berarti “mempertahankan kedamaian seseorang” akan sesuatu hal yang mungkin menjadi tidak beres terhadap seorang lain. Di sini kita melihat dengan jelas kekuatan kasih yang kontra-budaya yang mampu menghadapi hal apapun yang mungkin datang mengancam. Ia mencakup membatasi sikap menghakimi. percaya segala sesuatu. ia merupakan serangan berat terhadap Allah manakala ia dengan serius mencederai nama baik orang lain dan menyebabkan kerusakan yang sulit diperbaiki.Kasih menanggung segala sesuatu 111. Berkehendak untuk bicara buruk tentang orang lain merupakan suatu cara membuat diri kita diterima. maka kamupun tidak akan dihakimi” (Luk 6:37). berharap akan segala sesuatu. Kasih menanggung segala sesuatu. Hal ini lebih dari sekedar bertahan menghadapi kejahatan. Karena itu Sabda Allah dengan tegas menyatakan bahwa lidah “adalah suatu dunia kejahatan” yang 81 . menahan dorongan untuk mengeluarkan suatu perkataan yang tegas dan kasar: “Jangan kamu menghakimi. 112. ia ada kaitan dengan penggunaan lidah. mengungkapkan kepahitan dan rasa iri kita tanpa mempedulikan bahaya yang bisa kita timbulkan. Kita sering lupa bahwa fitnah dapat cukup berdosa. Paulus mengatakan bahwa kasih “menanggung segala sesuatu” (panta stégei). janganlah kamu saling memfitnah” (Yak 4:11).

dengan segala keterbatasan mereka. karena ia tidak dapat berperan sebagai Allah dan tidak juga harus melayani semua kebutuhan saya.“menodai seluruh tubuh” (Yak 3:6). Ia adalah sejati. namun kenyataan bahwa kasih itu tidak sempurna tidak berarti kasih itu tidak benar atau tidak sejati. Kita perlu menyadari bahwa kita semua merupakan campuran dari cahaya dan bayang-bayang yang kompleks. walaupun ia terbatas dan bersifat duniawi. bukan kelemahan dan kesalahan mereka. ia adalah “sesuatu yang buas. bahkan musuhnya. Orang lain tadi mengasihi saya sebaik yang mereka bisa lakukan. Hal ini bukan semata-mata suatu cara berakting di depan satu sama lain. orang lain ini akan memberitahu saya. 113. Ia 82 . ia melihat kelemahan dan kesalahan itu dalam konteks yang lebih luas. kasih bersukacita atas nama baik orang lain. mereka mencoba menunjukkan sisi baik pasangan mereka. Dalam upaya menegakkan hukum Allah kita jangan pernah melupakan persyaratan khusus akan kasih ini. ia muncul dari sikap dari dalam. Pasangan menikah yang disatukan oleh cinta akan bicara dengan baik satu sama lainnya. Sementara lidah dapat digunakan untuk “mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah” (3:9). yang tak terkuasai dan penuh racun yang mematikan” (3:8). Kasih hadir bersama dengan ketidaksempurnaan. Ia mengenali bahwa kegagalan ini merupakan bagian dari suatu gambar yang lebih besar. mereka berdiam diri dan bukan bicara buruk tentang mereka. Jauh dari ingenuously claiming tidak melihat masalah dan kelemahan orang lain. Orang lain itu jauh lebih banyak daripada penjumlahan hal-hal kecil yang mengganggu saya. Di suatu kesempatan. Kasih itu tidak harus sempurna untuk dapat kita hargai. Bila saya berharap terlalu banyak.

suatu keterbukaan terhadap dunia di sekeliling kita dan terhadap pengalaman- pengalaman baru. Panta pisteúei. kalau tidak maka mereka akan lepas dari genggaman kita. Para pasangan ini selanjutnya berbagi satu sama lain sukacita dari segala yang telah mereka terima dan pelajari di luar lingkaran keluarga. memiliki dan mendominasi segala sesuatu. yang melahirkan kemandirian. seperti suatu bara yang menyala di bawah tumpukan abu. Pemahaman ini melampaui sekedar anggapan bahwa pihak lain tidak berbohong atau menipu. menghakimi dan tidak memiliki 83 . kepada orang-orang yang mengetahui bahwa mereka dipercaya dan dihargai. ia tidak mencoba untuk mengontrol. Kepercayaan sedemikian mengenali cahaya Allah yang bersinar melampaui kegelapan. hanya dapat memperkaya dan memperluas relasi kita.“menanggung segala sesuatu” dan dapat mempertahankan kedamaiannya di hadapan berbagai keterbatasan orang yang dikasihinya. Kasih itu percaya. namun lebih sebagai “mempercayakan”. Orang-orang yang mengetahui bahwa pasangannya selalu curiga. ia membebaskan. Kasih percaya segala sesuatu 114. 115. Di sini “percaya” jangan dimaknai dalam arti teologis sempit. Hal itu berarti kita tidak harus mengontrol pihak lain. Kasih percaya segala sesuatu. Pada waktu bersamaan. dapat terbuka dan tidak menyembunyikan apapun. kebebasan ini menghasilkan ketulusan dan transparansi. Kepercayaan ini memampukan suatu hubungan menjadi bebas. Kebebasan ini. mengikuti setiap lengkah mereka.

Kesadaran ini membantu kita. Allah kemungkinan besar akan meluruskan garis yang bengkok dan menghasilkan sesuatu yang baik dari hal jahat yang kita alami di dunia ini. Di sini harapan mencapai kepenuhan tertingginya. kepalsuan. menjadi dewasa dan memancarkan keindahan yang tidak terbayangkan dan potensi yang tidak pernah disebut. Di sana pribadi manusia sejati akan bersinar dengan segala kebaikan dan keindahannya. Kasih mengharapkan segala sesuatu 116. akan menolong anggota keluarganya menjadi diri mereka sendiri dan secara spontan menolak penipuan. Hal ini bukan berarti bahwa segala sesuatu akan berubah dalam hidup ini. terpanggil kepada kepenuhan hidup di Surga. 117. diubahkan sepenuhnya oleh kebangkitan Kristus. Di pihak lain. menutupi kegagalan dan kelemahan mereka. setiap kelemahan. di tengah-tangah aneka kesulitan hidup saat ini. Di sana. Setiap orang. walaupun berbagai hal tidak selalu terjadi seperti yang kita harapkan. akan cenderung menyimpan rahasia. dan berpura-pura menjadi seseorang yang bukan diri mereka. Ia juga mencakup kesadaran bahwa. Panta elpízei. keluarga yang ditandai dengan kepercayaan penuh kasih. untuk melihat tiap orang dari 84 . kegelapan dan kelemahan akan berlalu. Kasih tidak putus berharap akan masa depan. frase ini berbicara tentang harapan seorang yang mengetahui bahwa orang lain dapat berubah. apapun yang terjadi. dan kebohongan.kasih tak bersyarat. dengan segala kegagalannya. Melanjutkan apa yang baru saja dikatakan. karena ia merangkul kepastian hidup sesudah mati.

Tidak peduli apa yang ia lakukan. yang menjumpai setiap jenis pencobaan dan kesusahan dengan kasih persaudaraan: “Orang yang paling membencimu memiliki sejumlah kebaikan di dalam dirinya. bahkan bangsa yang paling membencimu memiliki sejumlah kebaikan di dalamnya. Dan manakala anda sampai pada titik anda melihat ke dalam wajah setiap orang dan melihat jauh ke dalamnya apa yang agama sebut sebagai ‘gambar Allah’. Panta hypoménei. bahkan di saat- saat yang paling gelap. Kasih sabar menanggung segala sesuatu 118. tapi suatu hal yang lebih besar: suatu kesiapan terus menerus untuk menghadapi tantangan apapun. itulah waktunya anda untuk tidak melakukannya… 85 .perspektif supranatural. anda mulai mengasihinya tidak peduli lagi akan [segala sesuatu]. Ia merupakan kasih yang tidak pernah menyerah. “Ketahanan” ini melibatkan bukan hanya kemampuan menerima kesulitan tertentu. anda melihat gambar Allah di sana. bahkan ras yang paling membencimu memiliki sejumlah kebaikan di dalamnya.. Ia menunjukkan suatu heroisme yang gigih. Ada unsur kebaikan yang tidak akan pernah dapat ia hilangkan. Ia berdiri teguh di tengah lingkungan yang kejam. kuasa untuk menahan setiap arus negatif. dengan cahaya pngharapan. dan menunggu kepenuhan yang ia akan terima di dalam kerajaan surga. Hal ini berarti kasih menanggung setiap pencobaan dengan sikap positif. walaupun hal itu belumlah tampak. Suatu cara lain anda mengasihi musuh anda adalah: manakala muncul kesempatan untuk mengalahkan lawanmu. Di sini saya terpikir akan perkataan Martin Luther King. komitmen untuk kebaikan yang tidak dapat ditekan.

dari keindahan dan kekuatannya yang besar. Kasih tidak menghasilkan kemarahan. berupa suatu kasih yang tidak pernah menyerah. Bila saya memukul anda dan anda memukul saya dan saya membalas memukul anda dan anda membalas memukul saya dan seterusnya. atau ketidaksenangan kepada orang lain atau hasrat untuk melukai atau mendapatkan sejumlah keuntungan. Di dalam kehidupan keluarga. rantai kejahatan. Alabama. dan itulah dia orang yang kuat.114 119. namun anda berniat mengalahkan sistem jahat tersebut… Benci lawan benci hanya meningkatkan kehadiran kebencian dan kejahatan di alam ini. anda hanya akan mencari bagaimana mengalahkan berbagai sistem kejahatan. Saya terkadang terkagum-kagum melihat pria atau wanita yang terpaksa harus berpisah dari pasangannya demi __________ 114 MARTIN LUTHER KING Jr. 17 November 1957. kita perlu memupuk kekuatan kasih seperti itu yang dapat menolong kita melawan setiap kejahatan yang mengancamnya. Orang yang kuat adalah orang yang dapat memotong rantai kebencian.. anda lihat. anda kasihi. hal ini akan berlangsung tak terbatas.. Seseorang harus memiliki agama yang cukup dan moralitas yang cukup untuk memotongnya dan menyuntikkan ke dalam struktur alam yang tiada tara yaitu unsur kasih yang kuat dan berkuasa”. Orang-orang yang terperangkap dalam sistem tersebut.Manakala anda naik ke tingkat kasih. Sermon delivered at Dexter Avenue Baptist Church. Idealnya Kristiani. Montgomery. Ia tidak akan pernah berakhir. Di suatu tempat seseorang harus memiliki sedikit kesadaran. 86 . khususnya di dalam keluarga.

echoing a phrase of Pseudo-Dionysius the Areopagite (De Divinis Nominibus. yang menggabungkan kehangatan persahabatan dan gairah erotis. 547-548. 12: PG 3. kasih yang penuh kuasa ini merupakan cerminan dari janji yang tak terpatahkan antara Kristus dan manusia yang memuncak pada pengorbanan Diri-Nya di atas kayu salib. q. Ini adalah "kesatuan afektif".perlindungan diri mereka sendiri. art. menderita atau pencobaan. 20. masih berusaha meolong mereka. 1.117 Diresapi oleh Roh Kudus. 709). 87 .115 kasih yang disucikan. 117 Encyclical Letter Casti Connubii (31 December 1930): AAS 22 (1930). ad 3). IV. "Roh yang Tuhan curahkan memberikan hati yang baru dan membuat pria dan __________ 115 Thomas Aquinas calls love a vis unitiva (Summa Theologiae I. diperkaya dan diterangi oleh rahmat sakramen perkawinan. q. di masa- masa sakit.116 rohaniah dan pengorbanan. namun. bahkan dengan memohonkan bantuan dari orang lain lagi. 116 Thomas Aquinas. art. Renungan kita atas hymne Santo Paulus tentang kasih telah mempersiapkan kita untuk mendiskusikan kasih perkawinan. Summa Theologiae II-II. Di sini juga kita melihat suatu kasih yang tidak pernah menyerah. BERTUMBUH DALAM KASIH PERKAWINAN 120. 2. karena kasih perkawinan mereka yang tahan uji. dan bertahan terus setelah perasaan dan gairah berkurang. 27. Ini adalah kasih antara suami dan istri. Paus Pius XI mengajarkan bahwa kasih ini menyerap ke dalam kewajiban hidup perkawinan dan menikmati tempat utamanya.

Perkawinan adalah tanda berharga. sebab para pasangan."118 121. 8. "dalam keutamaan sakramen. Allah juga merupakan komuni (kesatuan): ketiga Pribadi dari Bapa. 88 . Sesungguhnya.wanita mampu mengasihi satu sama lain seperti Kristus mengasihi kita.120 122. ditanamkan dengan misi sejati dan benar. Bagaimanapun. mereka dapat menampakkan kasih Kristus yang mengasihi Gereja-Nya dan terus-menerus memberikan hidup-Nya baginya". p. beban yang luar biasa keharusan untuk menghasilkan dengan sempurna kesatuan yang __________ 118 JOHN PAUL II. 94. dimulai dengan hal-hal biasa dalam hidup. ’tercermin’ dalam diri mereka. Perkawinan merupakan simbol kasih Allah kepada kita. 3 April 2014. sehingga. Ia mencetak di dalam mereka sifat dan watak kasih-Nya yang tak terhapuskan. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981) 13: AAS 74 (1982). seolah-olah. sebab "ketika pria dan wanita merayakan sakramen perkawinan. Dan inilah sesungguhnya misteri perkawinan: Allah menjadikan dua pasangan satu keberadaan". 119 Catechesis (2 April 2014): L’Osservatore Romano. kita sebaiknya tidak membingungkan tingkatan yang berbeda-beda: tidak perlu meletakkan atas dua orang terbatas. 120 Ibid. Allah. Kasih perkawinan mencapai kepenuhan tersebut di mana ia ditahbiskan secara batiniah: amal kasih perkawinan. Putra dan Roh Kudus hidup selamanya dalam kesatuan yang sempurna.119 Ini memiliki konsekuensi konkrit sehari-hari.

Perkawinan menggabungkan semua hal di atas dengan eksklusivitas tak terpisahkan yang diungkapkan dalam komitmen kokoh untuk berbagi dan membentuk bersama keseluruhan hidup. 123. 90. sesuatu yang maju secara perlahan dengan integrasi progresif karunia-karunia Allah". Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981). Sesudah kasih yang menyatukan kita dengan Allah. 8. 89 . kehangatan.. sebab perkawinan sebagai tanda mencakup "suatu proses yang dinamis. Oxford. 1984. Orang-orang yang terlibat cinta tidak melihat relasi mereka hanya bersifat sementara.122 Ia merupakan persatuan yang memiliki seluruh sifat-sifat persahabatan yang baik: kepedulian terhadap kebaikan orang lain. 174). kasih perkawinan adalah "bentuk persahabatan tertinggi". stabilitas dan kemiripan yang lahir dari kehidupan bersama. 12 (ed. Bywater. keintiman. sifat timbal-balik. cf. 122 THOMAS AQUINAS. Mari kita jujur dan mengakui tanda-tanda bahwa hal inilah yang terjadi.ada di antara Kristus dan Gereja-Nya. 9: AAS 75 (1982). percaya bahwa perkawinan ini akan lulus dalam ujian waktu. Yang menikah tidak mengharapkan kegembiraannya memudar.121 Berbagi sepanjang hayat 123. Summa Contra Gentiles III. bagaimanapun rapuhnya.. Nicomachean Ethics. Anak-anak bukan hanya ingin orangtuanya saling mengasihi. Ini dan tanda-tanda serupa lainnya menunjukkan bahwa sudah menjadi hakekat dari kasih __________ 121 John pauL II.. ARISTOTLE. Yang hadir menyaksikan perayaan penyatuan kasih. tetapi juga setia dan tetap bersama.

firman TUHAN" (Mal 2:14- 16). ia membutuhkan karunia rahmat untuk menguatkan dan mengangkatnya.123 Jika kasih ini harus mengatasi seluruh pencobaan dan tetap setia dalam segala situasi. padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu . Ia akan menyerah pada budaya sepintas yang menghalangi proses pertumbuhan yang menetap. tidak dapat mempertahankan komitmen besar. rencana yang mempertahankan kita dan memampukan kita untuk menyerahkan seluruh masa depan kita kepada orang yang kita cintai". Dalam kata-kata Santo Robert Bellarminus. 124. ia berakar dalam kecenderungan alami dari pribadi manusia. juga merupakan janji di hadapan Allah yang menuntut kesetiaan: "TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia. 590. yang tidak mampu menerima perkawinan sebagai tantangan untuk diterima dan diperjuangkan. Persatuan seumur hidup yang diungkapkan dalam janji perkawinan itu lebih dari sekedar formalitas atau rumusan tradisional. Kasih yang lemah atau tidak berdaya. Namun demikian "menjanjikan kasih selamanya adalah mungkin jika kita melihat suatu rencana yang lebih besar daripada ide dan janji-janji kita sendiri... Bagi kaum beriman. Sebab Aku membenci perceraian. 90 . Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. 52: AAS 105 (2013). "fakta bahwa seorang pria __________ 123 Encyclical Letter Lumen Fidei (29 June 2013). dilahirkan kembali.perkawinan untuk menjadi definitif. diperbaharui dan diciptakan kembali sampai pada kematian.

49. Tepatnya secara menyeluruh.. 778. dialami dalam kelembutan dan tindakan. meskipun saat tidak ada harapan lagi mendapatkan anak- anak. Ia berbagi segala sesuatu dalam sikap saling menghormati terus-menerus.124 125. sehingga ia bertumbuh dan menjadi dewasa". Sukacita dan keindahan 91 . Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. 5. 2.126 124 De sacramento matrimonii.125 Persahabatan khas antara pria dan wanita ini mengambil karakter menyeluruhnya hanya dalam persatuan perkawinan. hanya dapat merupakan tanda suatu misteri agung". 1858). III. Naples. 50. dan mereka tetap bersatu meskipun menghadapi banyak kesulitan. namun hasrat yang selalu diarahkan kepada persatuan yang semakin kokoh dan intensif. Disputationes. 125 SECOND VATICAN ECUMENICAL COUNCIL. I. setia dan terbuka bagi keturunan. Sebab "perkawinan bukan hanya dibentuk untuk prokreasi anak-anak" namun juga kasih timbal-balik "yang dapat diungkapkan secara pantas. membawa pasangan pada pemberian diri yang bebas dan timbal-balik.disatukan dengan seorang wanita dalam ikatan yang tak terceraikan. membawa bersama perihal manusiawi dan perihal ilahi. persatuan ini juga ekslusif. Giuliano. 126 Ibid. Konsili Vatican Kedua menggemakan hal ini dengan menyatakan bahwa "kasih seperti ini. in Id. Perkawinan seperti persahabatan ditandai oleh hasrat. 3 (ed. dan meresapi keseluruhan hidup mereka"..

Ia membuat kita mendekati seseorang dengan hormat yang besar dan rasa takut menyakiti mereka atau merebut kemerdekaan mereka. Dalam perkawinan. merupakan tanda kasih yang bebas dari rasa posesif yang egois. ketegangan dan istirahat. termasuk orang-orang. ia melibatkan penerimaan akan perkawinan sebagai perpaduan tak terelakkan dari kenikmatan dan pergumulan. Sukacita. Semua tersedia untuk dibeli. sukacita kasih perlu ditumbuhkan. Dalam masyarakat konsumeris. Kasih persahabatan disebut "amal kasih" ketika ia melihat dan menghargai "nilai agung" dari orang lain. gangguan dan kesenangan. kepuasan dan kerinduan.128 127. Santo Thomas Aquinas mengatakan bahwa kata "sukacita" mengacu pada perluasan hati.127 Sukacita perkawinan dapat dialami meski ditengah-tengah kesedihan. ia memperhamba kita dan menghalangi kita mengalami kepuasan yang lain. yang mengilhami pasangan suami-istri untuk peduli satu sama lain: "mereka menolong dan melayani satu sama lain". meningkatkan kesenangan kita dan membantu kita mengalami kepenuhan dalam banyak hal. kesakitan dan kelegaan. dimiliki atau dikonsumsi. tetapi selalu dalam jalur persahabatan. bahkan pada masa-masa kehidupan ketika kenikmatan fisik sudah surut. Ketika pencarian kenikmatan menjadi bersifat obsesif.126.129 Keindahan . rasa keindahan dimiskinkan sehingga sukacita memudar. di sisi lain. Mengasihi orang lain melibatkan sukacita yang mengagumi dan menghargai keindahan batin dan kesakralan 92 . tanpa merasakan perlu untuk memilikinya. pada sisi lain. Kelemahlembutan."nilai agung" yang bukan daya tarik fisik atau psikologis itu - memampukan kita untuk menghargai kesakralan seorang pribadi.

Pandangan menghargai sangatlah penting. Karena kita dibentuk untuk kasih. 110.130 128. dan pandangan meremehkan biasanya menyakitkan. "Tolong pandang saya ketika saya berbicara denganmu!". Berapa banyak hal yang terkadang dilakukan pasangan dan anak-anak supaya diperhatikan! Banyak luka dan banyak masalah terjadi ketika kita berhenti memandang satu sama lain.. Hal ini tersembunyi di balik keluhan dan rasa tidak senang yang sering kita dengar dalam keluarga: "Suamiku tidak memandang saya. art. tua atau tidak menarik secara fisik. mereka bahkan tidak melihat saya. Ini memampukan saya untuk mencari kebaikan mereka meskipun mereka tidak dapat menjadi kepunyaanku. meskipun mereka tak berdaya. melampaui segalanya.mereka. matanya hanya tertuju bagi anak-anak kami". seakan saya tidak ada". dia bertindak seakan-akan saya tidak tampak". yang lebih besar dari kebutuhan saya. 1. "Istriku tidak lagi memandang saya. Sebab "kasih dengan mana seseorang menyenangkan orang lain bergantung pada pemberiannya secara bebas". Sukacita dari kasih kontemplatif perlu ditumbuhkan. Pengalaman estetika kasih diungkapkan dalam "tatapan" yang merenungkan orang-orang lain semata-mata sebagai diri mereka. 93 . nilai agung dari manusia. 129. q. Kasih membuka mata kita dan memampukan kita melihat. __________ 130 Ibid. atau ketika mereka sudah tidak menarik secara fisik melainkan mengganggu dan menjengkelkan. "Dalam rumahku sendiri tidak ada yang peduli kepada saya.

131 Setelah menderita dan bergumul bersama. Santo Agustinus berkata. semakin besar sukacita kemenangan". __________ 131 AUGUSTINE. 752. melihat mereka menikmati diri mereka. sebab mereka mendapatkan beberapa kebaikan. yang memberikan secara cuma-cuma kepada mereka dan dengan demikian menghasilkan buah yang baik. Menikah demi kasih 131.kita tahu bahwa tidak ada sukacita yang lebih besar daripada berbagi hal yang baik: "Beri. III. pasangan mampu untuk mengalami bahwa perkara itu setimpal. "semakin besar bahaya dalam pertempuran. Saya ingin berkata kepada orang muda bahwa tidak ada yang dibahayakan ketika kasih mereka 94 . namun dari para kekasih yang merasa senang karena kebaikan yang dialami oleh orang yang mereka kasihi. Sukacita ini. Kita dapat memikirkan suatu adegan indah dalam film Babette’s Feast. ketika koki yang murah hati menerima pelukan terima kasih dan pujian: "Ah. sukacita juga bertumbuh melalui rasa sakit dan kesedihan. Sukacita yang paling kuat dalam hidup timbul ketika kita mampu memunculkan sukacita di dalam sesama. 7: PL 32. VIII. sebagai awal citarasa surga. terima dan bersenang-senang" (Sir 14:16). buah dari kasih persaudaraan. 130. Hanya sedikit sukacita manusia sedalam dan sehebat yang dialami oleh dua orang yang saling mengasihi dan telah mencapai sesuatu sebagai hasil dari upaya besar bersama-sama. bukan sesuatu yang sia-sia dan egois. betapa engkau akan menyenangkan para malaikat!" Suatu sukacita dan penghiburan besar yang membawa kegembiraan bagi orang lain. belajar sesuatu sebagai pasangan. atau mereka jadi menghargai apa yang mereka miliki. Confessions. Di sisi lain.

yang akan menjadikan perkawinan hanya murni urusan pribadi saja. Dengan keseriusan ini. Ia memanifestasikan keseriusan identifikasi masing-masing pribadi dengan pribadi lainnya dan keputusan teguh mereka untuk meninggalkan individualisme remaja di belakang dan menjadi sikap saling memiliki. perkawinan melindungi dan membentuk komitmen bersama untuk pertumbuhan kasih lebih dalam dan komitmen satu sama lain. Itulah sebabnya perkawinan itu lebih dari gaya (fashion) yang cepat berlalu. Secara alami.diungkapkan dalam perkawinan. namun bagaimanapun benarlah bahwa memilih untuk memberi perkawinan suatu bentuk yang tampak dalam masyarakat dengan mengambil komitmen tertentu menunjukkan betapa pentingnya perkara itu. Melibatkan serentetan tanggungjawab yang lahir dari kasih itu sendiri. apapun yang terjadi terjadilah. 132. kasih lebih dari sekedar persetujuan luar atau kontrak. ia memiliki nilai penting yang berdaya tahan. Memilih perkawinan dengan cara ini mengungkapkan keputusan tulus dan teguh untuk menyatukan jalan. pernyataan kasih secara 95 . Ini jauh lebih bermakna daripada sekedar persekutuan spontan demi kebahagiaan bersama. Esensinya berasal dari sifat manusia dan karakter sosial. Pertemuan penyatuan mereka dalam institusi ini sarana untuk memastikan bahwa kasih mereka akan sungguh bertahan dan bertumbuh. demi kebaikan masyarakat menyeluruh. kasih yang begitu serius dan murah hati yang siap menghadapi setiap resiko. Perkawinan adalah cara kita menunjukkan bahwa kita sungguh telah meninggalkan rasa aman di rumah tempat kita dibesarkan agar kita bisa membangun suatu ikatan kuat lainnya dan mengambil tanggungjawab baru terhadap orang lain. Sebagai institusi sosial.

'Terimakasih'.publik tidak berasal dari keputusan terburu-buru. 'Maaf'. tapi bukan pula keputusan yang tertunda tanpa batas. Keengganan membuat komitmen seperti ini adalah suatu hal yang egois. Jika dua orang sungguh jatuh cinta. hitung-menghitung dan picik. Kasih persahabatan menyatukan seluruh aspek hidup perkawinan dan membantu anggota keluarga untuk bertumbuh terus-menerus. Dalam keluarga. hal itu jelas menunjukkan dan melindungi kata "ya" yang diucapkan oleh mereka secara bebas dan tanpa syarat satu sama lain. mereka secara alami akan menunjukkannya kepada orang lain. Tiga kata penting!132 "Di dalam keluarga kita ketika kita tidak mendominasi penuh kesombongan dan bertanya: 'Bolehkah?'. Kasih ini haruslah diungkapkan dengan bebas dan murah hati dalam kata-kata dan tindakan. dalam keluarga kita ketika kita tidak terlalu egois dan dapat berkata: 'Terimakasih!'. dan dalam keluarga kita ketika seseorang menyadari bahwa dia melakukan 96 . Memberikan diri secara eksklusif dan pasti kepada orang lain selalu melibatkan resiko dan taruhan yang berani. tiga kata perlu digunakan. Saya ingin mengulangi ini! Tiga kata: 'Tolong'. Kasih yang menampakkan dirinya dan meningkat 133. Ketika kasih diungkapkan di hadapan orang lain dalam kontrak perkawinan. Ia gagal mengenali hak-hak orang lain dan mempersembahkan dia kepada masyarakat sebagai seseorang yang layak menerima kasih tak bersyarat. Kata "ya" ini memberitahukan mereka bahwa mereka bisa saling mempercayai. dan bahwa mereka tidak akan ditinggalkan ketika kesulitan muncul atau ketertarikan baru atau kesenangan diri muncul. dengan seluruh komitmen publiknya.

"tentang kasih persaudaraan. 7. saudara-saudara. Sebab "berdiam diri tertentu itu membebani. antara suami dan isteri. Bentuk yang sangat spesial dari kasih yaitu perkawinan dimaksudkan untuk mewadahi apa yang Santo Aquinas sebut tentang amal kasih secara umum. 980. 978.. "Amal kasih". dapat menetapkan batasannya. 30-31 December 2013.kesalahan dan mampu berkata: 'Maaf!'. namun terus mengulang-ulanginya. Semua ini terjadi melalui proses pertumbuhan terus-menerus. 133 Angelus Message (29 December 2013): L’Osservatore Romano. di antara saudara kandung". supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya" (1Tes 97 . ia katakan. dan lagi. antara orangtua dan anak-anak. maka keluarga kita akan mengalami damai dan sukacita".. sebab ketika amal kasih bertumbuh. sebab ia merupakan partisipasi di dalam amal kasih tak terbatas yang mana adalah Roh Kudus. setiap hari.135 Santo Paulus juga berdoa: "Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain" (1Tes 3:12). p. melindungi dan merawat kasih setiap hari.133 Janganlah kita pelit dalam menggunakan kata-kata ini. kami menasihati kamu. tidak memiliki batas bagi pertumbuhannya. bahkan walau hanya kadang kala saja terjadi di dalam keluarga. 134 Address to the Pilgrimage of Families during the Year of Faith (26 October 2013): AAS 105 (2013). kapasitasnya juga akan bertumbuh lebih besar lagi".134 Kata-kata yang tepat.. 134. "dalam kodratnya. Tidak juga suatu subyek __________ 132 Address to the Pilgrimage of Families during the Year of Faith (26 October 2013): AAS 105 (2013). diucapkan pada waktu yang tepat.

. Pertumbuhan hanya terjadi jika kita menanggapi rahmat Allah melalui tindakan kasih terus-menerus. tidak ada yang bertambah tua. dan 98 . kesedihan dan kematian.136 Karunia kasih Allah ditumpahkan bagi pasangan adalah juga panggilan untuk pertumbuhan terus-menerus dalam rahmat. tidak ada sakit. tetapi dengan menolongnya senantiasa bertumbuh semakin kuat di bawah dorongan rahmat. atau dengan mengulang-ulang doktrin. Dalam keluarga demikian. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. "keluarga sempurna yang dimunculkan oleh propaganda konsumeris yang menyesatkan itu tidaklah ada.. Sebagaimana telah ditunjukkan oleh __________ 135 Summa Theologiae II-II. lembut dan gembira. 136 SECOND VATICAN ECUMENICAL COUNCIL. kekurangan dan ketidaksempurnaan. 24. Gagasan surgawi tentang kasih duniawi lupa bahwa yang terbaik masih akan datang. Suami dan isteri "menjadi sadar akan kesatuannya dan mengalaminya semakin mendalam dari hari ke hari".4:9-10).137 Jauh lebih sehat untuk bersikap realistis terhadap keterbatasan kita. 135. Uskup Chile. bahwa anggur yang bagus semakin tua semakin baik. art. Kasih yang gagal bertumbuh itu beresiko. q. Propaganda konsumeris menyajikan fantasi yang tidak berurusan dengan realitas yang setiap hari perlu dihadapi oleh para kepala keluarga". Lebih bersungguh-sungguh lagi! Kasih perkawinan tidak dipertahankan terutama dengan menyajikan hal tak terceraikan sebagai kewajiban. intens. Tidaklah membantu untuk bermimpi akan kasih yang sempurna yang tidak perlu dirangsang pertumbuhannya. 7. tindakan kebaikan yang menjadi semakin sering. murah hati. 48.

orang muda dan dewasa. Dialog itu penting untuk mengalami. Ambil waktu. berkomunikasi secara berbeda. apapun yang terjadi terjadilah. Pria dan wanita. mengungkapkan dan membangun kasih dalam perkawinan dan hidup berkeluarga. Ini berarti menumbuhkan keheningan batin yang memungkinkan untuk mendengar orang lain tanpa distraksi/pengalihan mental atau emosional. pilihan waktu dan beberapa faktor lainnya mengkondisikan baik tidaknya kita berkomunikasi. Daripada menawarkan pendapat dan nasihat. __________ 137 CHILEAN BISHOPS’ CONFERENCE. 137. kita perlu memastikan bahwa kita telah mendengarkan segala sesuatu yang harus dikatakan oleh lawan bicara. membawa kasih kepada kedewasaan dan menguatkan persatuan. La vida y la familia: regalos de Dios para cada uno de nosotros (21 July 2014). Namun ia hanya dapat berbuah dari pembelajaran yang panjang dan penuh tuntutan. Hal demikian membutuhkan disiplin diri untuk tidak berbicara sampai waktu yang tepat. Ini berarti bersiap diri mendengarkan dengan sabar dan penuh perhatian terhadap semua yang ingin dikatakan orang lain. Mereka mengucapkan bahasa yang berbeda dan bertindak dengan cara berbeda. Kita perlu membangun sikap hati tertentu yang mengungkapkan kasih dan mendorong dialog sejati. waktu yang berkualitas.menjawab panggilan untuk tumbuh bersama. 99 . Dialog 136. nada yang kita gunakan. Jangan terburu-buru. Cara kita menanyakan dan menjawab pertanyaan.

namun cukup didengarkan. sesungguhnya kamu sedang melakukan hal yang lain." "Meskipun kamu tampaknya melakukan hal itu. harapannya dan impian-impiannya. Berapa sering kita mendengar keluhan seperti: "Ia tidak mendengarkan saya. nilai dari keprihatinan terdalam mereka. mereka melihat dari sudut pandang yang berbeda dan mereka memiliki keprihatinan. ketakutannya. atau dia memberikan kepadaku tanggapan singkat yang tidak menyenangkan untuk mengakhiri percakapan". 138. dan apa yang sedang mereka coba komunikasikan. kemarahannya. kemampuan dan pandangannya sendiri. Kita seharusnya mampu untuk mengakui kebenaran dari orang lain. dan sediakanlah ruang. Ini berarti menghargai mereka dan mengenali hak mereka untuk berada. Setiap orang punya sesuatu untuk disumbangkan. kekecewaannya. untuk merasakan bahwa seseorang menyadari kesakitannya. dia berusaha merubah topik. sebab mereka memiliki pengalaman hidupnya. Jangan meremehkan apa yang mereka katakan atau pikirkan. Seringkali pasangan tidak membutuhkan solusi bagi permasalahannya. meskipun anda butuh mengekspresikan pandanganmu sendiri." "Saya berbicara kepadanya dan saya merasa sepertinya dia tidak sabar menunggu saya selesai. Kita harus menempatkan diri kita dalam posisi mereka dan coba masuk ke dalam hati mereka. Bangunlah kebiasaan memberikan rasa berarti yang sesungguhnya kepada orang lain. se-agresif apapun cara mereka menyampaikannya.singkirkan semua kebutuhan dan kekhawatiranmu. untuk melihat 100 ." "Ketika saya berbicara kepadanya. untuk berpikir sebagaimana adanya mereka dan menjadi bahagia.

hal itu harus diperlakukan dengan sensitif. Jangan tenggelam dalam ide dan pendapatmu yang terbatas.keprihatinannya yang terdalam dan mengambilnya sebagai titik tolak untuk dialog selanjutnya. Kesatuan yang kita cari bukanlah keseragaman. namun "kesatuan dalam keragaman". menghina. 101 . Kita harus membebaskan diri kita dari perasaan bahwa kita semua harus serupa. ternyata berupa cara permasalahan itu diucapkan atau sikap sewaktu mengucapkannya. Gabungan dari dua cara berpikir yang berbeda dapat menghasilkan sintesa yang memperkaya keduanya. Komuni persaudaraan diperkaya dengan rasa hormat dan penghargaan atas berbagai perbedaan di dalam keseluruhan perspektif yang akan memajukan kebaikan bersama. menuduh dan menyerang orang lain. Nada menggurui hanya akan menyakiti. atau "keragaman yang diperdamaikan". Namun demikian. Kata-kata harus dipilih secara hati-hati agar tidak melukai. 139. Misalnya. ia akan mengganggu dinamika dialog. namun bersiaplah untuk mengubah dan mengembangkannya. Ketajaman pemikiran tertentu juga diperlukan untuk menghalangi kemunculan "statis" yang dapat mengganggu proses dialog. apa yang mengubah perasaan. Kemampuan menyampaikan pikiran sendiri tanpa menyerang orang lain adalah penting. bila tidak. Banyak perselisihan antara pasangan bukanlah mengenai persoalan penting. khususnya ketika mendiskusikan persoalan-persoalan yang sulit. Mengutarakan pendapat tidak boleh disertai dengan menyalurkan kemarahan dan membuat sakit hati. Tetaplah berpikiran terbuka. jika sakit hati mulai timbul. Umumnya hanya mengenai hal-hal remeh.

renungan pribadi. atau ketika kita merasa dikasihi mereka. mari kita mengakui bahwa untuk mendapatkan dialog yang bermanfaat kita harus memiliki sesuatu untuk dikatakan. Sangat penting untuk mendasari posisi seseorang pada pilihan-pilihan. Tunjukkanlah afeksi dan perhatian terhadap orang lain. doa dan keterbukaan pada dunia sekitar kita.140. kasih itu memperkaya sentimen roh dan ekspresi fisik mereka dengan martabat yang unik sekaligus memuliakan mereka sebagai makluk istiewa dan perwujudan persahabatan yang sesuai bagi perkawinan. dan tidak memiliki kontak sejati dengan orang lain. kasih yang kekurangan kesenangan atau gairah tidaklah cukup untuk 102 . Konsili Vatikan Kedua mengajarkan bahwa kasih perkawinan "merangkul kebaikan keseluruhan pribadi. Akhirnya. Bila tidak demikian. KASIH YANG BERGAIRAH 142. Ini hanya dapat dihasilkan dari kekayaan batiniah yang dibekali dengan membaca. dan bukan pada kebutuhan untuk memenangkan suatu argumentasi atau membuktikan diri benar. kehidupan keluarga menjadi tercekik dan dialog menjadi merosot. kita lebih mudah memahami apa yang sedang mereka coba komunikasikan. Ketika tidak ada dari pasangan berupaya untuk hal ini. Kasih mengatasi penghalang terburuk sekalipun.” 138 Untuk alasan ini. Takut terhadap orang lain seperti terhadap seorang "lawan" menunjukkan suatu kelemahan dan perlu diatasi. percakapan menjadi perkara yang menjemukan dan tidak banyak bermakna. kepercayaan atau nilai-nilai yang teguh. 141. Ketika kita mengasihi seseorang.

Dia terluka oleh penolakan di Yerusalem (bdk. Hasrat. kehidupan perkawinan. Paris. 174.139 Oleh karena itu mengapa kita tidak berhenti untuk berbicara tentang perasaan dan seksualitas dalam perkawinan? Dunia emosi 143. bukan di dalam persahabatan. Alasannya ditemukan secara persis di dalam sifat totalitasnya”. L’Amour chrétien. 144. Yesus menunjukkan emosiNya. dan semua yang mereka lakukan dan mereka cari itu dipenuhi dengan gairah. Sebagai manusia sejati. sukacita atau kesedihan. Dia juga sangat tersentuh oleh penderitaan 103 . Ini adalah karakteristik dari semua mahluk hidup untuk menjangkau mahluk lain. Manusia hidup di bumi ini. Semua itu adalah landasan aktivitas psikologis yang paling mendasar. perasaan. Mat 23:27) dan ini mengakibatkan Dia meneteskan air mata (bdk.melambangkan persatuan hati manusia dengan Allah: "Semua mistikus telah menegaskan bahwa kasih ilahi dan kasih surgawi menemukan perlambangnya di dalam kasih perkawinan. Luk 19:41). devosi kepada anak atau devosi kepada suatu keyakinan lainnya. semua itu memiliki tempat yang penting dalam __________ 138 Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. SERTILLANGES. dan kecenderungan ini selalu memiliki tanda- tanda afeksi dasar: kesenangan atau rasa sakit. 139 A. apa yang orang jaman dulu menyebutnya sebagai "gairah". 49. emosi. kelembutan atau rasa takut. Semua itu dibangkitkan setiap kali "seorang lain" hadir sebagai bagian dari kehidupan seseorang. 1920.

Apa yang secara moral baik atau jahat adalah apa yang kita lakukan atas dasar. Dalam kasus-kasus demikian. maka kejahatan itu terletak pada keputusan untuk mengobarkan nafsu tadi dan pada tindak kejahatan yang ditimbulkannya. Tetapi ketika nafsu itu dibangkitkan atau dicari. Mengalami suatu perasaan tidak dapat. Yoh 11:35). emosi mengalihkan perhatian dari nilai- nilai luhur dan menyembunyikan egoisme yang membuatnya tidak mungkin untuk mengembangkan kehidupan keluarga yang sehat dan bahagia. Jika ketertarikan saya kepada orang tersebut membuat saya mencoba untuk mendominasi dia. dan Ia menangis atas kematian seorang sahabat (bdk. Mrk 06:34). dalam kodratnya sendiri. namun mereka terbukti tidak mampu melakukan upaya yang diperlukan untuk mendatangkan kebahagiaan bagi orang lain. atau di bawah pengaruh nafsu tertentu. Ada orang yang merasa dirinya mempunyai cinta yang besar hanya karena mereka memiliki kebutuhan besar untuk mencintai. Dia sangat merasakan kesedihan mereka (bdk.140 Munculnya rasa menginginkan ataupun rasa menjijikkan bukanlah suatu dosa atau celaan. Mereka masih terjebak dalam kebutuhan dan keinginan mereka sendiri.orang lain (bdk. 145. dan sebagai akibatnya kita melakukan tindakan kejahatan. dinilai secara moral baik atau buruk. maka perasaan saya hanya melayani egoisme saya. Yoh 11:33). Mempercayai bahwa kita orang baik hanya karena "kita merasa baik" merupakan ilusi yang luar biasa. 104 . Sama halnya juga. ketertarikan saya kepada seseorang tidak secara otomatis disebut baik. Contoh-contoh kepekaan-Nya ini menunjukkan betapa besar hati manusiawi-Nya yang terbuka bagi orang lain.

gairah itu dapat mewujudkan kedalaman tindakan. melainkan mengikuti kebebasan masing-masing. meskipun terdapat bentuk asketisme Kristiani yang berlebihan dan menyimpang. Hal ini menyuarakan proses pedagogis yang melibatkan penolakan. Benediktus XVI menyimpulkan hal ini dengan sangat jelas: "Tidakkah Gereja. menyempurnakan dan mengharmoniskannya dalam pelayanan bagi semua. 5. Sebuah keluarga disebut dewasa ketika kehidupan emosi anggotanya menjadi suatu bentuk kepekaan yang tidak menghambat atau mengaburkan keputusan maupun nilai-nilai besar. art.. tidak menolak "eros seperti itu. jika gairah diikuti tindakan bebas. hal mana merupakan awal kita merasakan Sang Ilahi?"142 Beliau menanggapi bahwa. melainkan menyatakan perang terhadap bentuk yang menyesatkan dan merusak. menawarkan kita kebahagiaan. ibid. ajaran resmi Gereja. 59. Ini berarti. Keyakinan ini di pihak Gereja seringkali ditolak karena bertentangan dengan kebahagiaan manusia. dalam kesetiaannya kepada Kitab Suci. Allah mengasihi sukacita anak-anak-Nya 147.141 darimana ia memperkaya. Cinta perkawinan berusaha untuk memastikan keseluruhan kehidupan emosi kita bermanfaat bagi keluarga secara juga berguna untuk melayani kepentingan umum. dengan segala perintah dan larangan-nya. karena pengilahian 105 .146. membuat menjadi pahit hal yang paling berharga di dalam kehidupan? Tidakkah Gereja meniup peluitnya tepat ketika sukacita. q. yang adalah karunia Sang Pencipta. __________ 141 Cf.

144 Cf. 32. Marilah kita bersukacita 106 . 149. Seseorang pasti bisa menyalurkan gairahnya dengan cara yang indah dan sehat. q. 143 Ibid. dan kadang kala membutuhkan penetapan batasan. __________ 142 Encyclical Letter Deus Caritas Est (25 December 2005). 3: AAS 98 (2006). art. Summa Theologiae I-II. 143 148.. dan ini membuatnya layak untuk dihidupi sepenuh-penuhnya. THOMAS AQUINAS. 220.145 melainkan menyatukannya dengan saat-saat lain dari komitmen yang melimpah. kelelahan yang tak terelakkan dan perjuangan untuk mencapai yang ideal.7. Namun kita percaya bahwa Allah mengasihi kenikmatan yang dirasakan oleh manusia: Ia menciptakan kita dan "dalam kekayaanNya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati" (1 Tim 6:17). kurangnya kontrol atau obsesi terhadap satu bentuk kenkmatan dapat berakhir dengan pelemahan dan pencemaran kesenangan itu sendiri144 dan merusak kehidupan keluarga. semakin banyak mengarahkannya pada altruisme dan pemenuhan diri terpadu yang hanya akan memperkaya hubungan antar pribadi dalam jantung keluarga. Berlebihan. 219-220. Kehidupan keluarga adalah semua ini. harapan penuh kesabaran.palsu tentang eros … sesungguhnya melucuti martabat ilahi dan merendahkan martabat manusia”. Ini tidak berarti menahan diri dari saat-saat sukacita yang mendalam. 4: AAS 98 (2006). Pelatihan di bidang emosi dan naluri itu perlu. Beberapa pandangan spiritualitas mengajarkan bahwa keinginan harus dihilangkan sebagai jalan menuju pembebasan dari rasa sakit.

Allah sendiri menciptakan seksualitas. mencintai. Dimensi erotis dari cinta 150. 2. Pasangan yang menikah juga menanggapi kehendak Allah ketika mereka menerima perintah Kitab Suci: "Pada hari mujur bergembiralah" (Peng 7:14).. Jika hadiah ini perlu ditumbuhkan dan diarahkan. atau bahwa Gereja hanya mentolerir 107 . Summa Theologiae II-II. sesuai dengan kebutuhan untuk saling __________ 145 Cf.ketika dengan cinta yang besar Ia mengatakan: "Anakku. hal itu adalah untuk mencegah "pemiskinan nilai yang otentik"146 Santo Yohanes Paulus II menolak tuntutan bahwa ajaran Gereja adalah "penolakan atas nilai seksualitas manusia". yang merupakan hadiah luar biasa untuk makhluk ciptaan-Nya. q. hendaklah baik memelihara dirimu. kita menghargai ajaran beberapa ahli dari Timur yang mendesak kita untuk memperluas kesadaran kita. jangan sampai kita dipenjarakan oleh salah satu pengalaman yang terbatas yang dapat membuat kita seperti mengenakan kaca mata kuda. Semua ini membawa kita menuju dimensi seksual perkawinan. Perluasan kesadaran ini bukanlah penyangkalan atau pemusnahan keinginan melainkan pelebaran dan penyempurnaannya. Jangan melewatkan bagian kebahagiaan yang diinginkan" (Sir 14:11-14). non contrariatur medio virtutis”. Dalam hal ini. id. ad 2: “Abundantia delectationis quae est in actu venereo secundum rationem ordinato. 153. art. Yang penting adalah memiliki kebebasan untuk menyadari bahwa kenikmatan dapat diekspresikan secara berbeda-beda pada waktu yang berbeda dalam kehidupan..

Santo Yohanes Paulus II mengajarkan bahwa perbedaan jenis kelamin tidak hanya penting sebagai "sumber kesuburan dan keturunan ". Untuk mereka yang takut bahwa melatih gairah dan seksualitas mengurangi spontanitas cinta seksual. Santo Yohanes Paulus II menjawab bahwa manusia "dipanggil untuk spontanitas __________ 146 JOHN PAUL II.151 Dalam konteks ini. Catechesis (22 October 1980). erotis muncul sebagai perwujudan khusus seksualitas manusia. 148 ID. tetapi juga memiliki "kapasitas mengekspresikan cinta: 108 . suatu kedewasaan yang "adalah buah bertahap dalam discernment berbagai dorongan hati seseorang”. Catechesis. karena setiap pribadi manusia "harus belajar. 4: Insegnamenti III/2 (1980).150 Seksualitas itu bukan alat pemuasan atau hiburan.. dengan tekun dan konsistensi tentang makna tubuhnya”. seksualitas adalah bahasa interpersonal (hubungan antar pribadi) di mana pihak lain ditanggapi dengan serius. "hati manusia hadir berpartisipasi. 147 Ibid. (24 September 1980). penuh dan dewasa dalam berhubungan". dalam martabatnya yang suci dan mulia.149 Hal ini menuntut disiplin dan penguasaan diri. 951. Hal ini memungkinkan kita untuk menemukan "makna perkawinan dari tubuh dan martabat otentik dari karunia”.seksualitas "karena itu perlu untuk keturunan". dapat dikatakan. 719. Dengan demikian. 3.147 Keinginan seksual bukanlah sesuatu yang harus dipandang rendah. 5: Insegnamenti III/2 (1980).152 Dalam katekese tentang teologi tubuh. dalam suatu jenis spontanitas lain”. "dan tidak dapat dimunculkan upaya apapun untuk mempertanyakan pentingnya hal itu”. 148 151..

154 Kekerasan dan Manipulasi 153. 152 Ibid. 151. 5.cinta di dalam mana pribadi manusia dengan tepat merupakan suatu pemberian”. Dengan demikian. 1: Insegnamenti III/1 (1980). walaupun sesaat. penegasan total" yang mengungkapkan keajaiban yang dimiliki oleh hati manusia. 1: 1132.153 Suatu hasrat seksual yang sehat. Sampai sekarang fakta menunjukkan bahwa seks sering menjadi kehilangan kepribadian (depersonalisasi) dan menjadi tidak sehat. 1133. 2: Insegnamenti III/2 (1980). kita bisa mendekati semua pokok pembicaraan dengan realisme yang sehat. tidak ada cara kita dapat mempertimbangkan dimensi erotis dari cinta hanyalah sekedar hal jahat yang diperbolehkan atau beban yang harus diijinkan demi kebaikan keluarga. 153 Catechesis (16 January 1980). selalu melibatkan rasa kagum. "seks menjadi 109 . 152. Atas dasar pandangan positif tentang seksualitas. Dengan cara ini. 151 Ibid. dan karena alasan itulah dapat memanusiawikan berbagai dorongan tersebut. menjadikannya "murni.. 4. kita dapat merasakan bahwa "kehidupan telah berubah menjadi baik dan bahagia. Hasrat yang diresapi oleh cinta yang menghormati martabat pasangan kita. __________ 149 Catechesis (12 November 1980). 150 Ibid... akibatnya. meskipun erat hubungannya dengan mengejar kesenangan. Sebaliknya. itu harus dilihat sebagai karunia dari Allah yang memperkaya hubungan suami istri.

174. p. in Faith. penyimpangan seksual dan __________ 154 JOSEF PIEPER. pelecehan.kesempatan khusus dan alat bagi penonjolan-diri dan kepuasan egoistis berbagai nafsu dan naluri pribadi”. Oleh karena itu harus ditegaskan kembali bahwa "tindakan perkawinan yang diterapkan kepada pasangannya tanpa mempertimbangkan kondisi pasangan. arogansi. 1997.”157 Santo Paulus menegaskan: "Jangan ada yang 110 . kekerasan yang terus berlangsung hal mana merupakan produk dari pemahaman seksualitas yang sesat? Atau kenyataan bahwa martabat orang lain dan panggilan manusia untuk mengasihi akan berakhir sebagai hal yang kurang penting dibandingkan kebutuhan yang tidak jelas untuk "menemukan diri sendiri"? 154. English: On Love. Love. Über die Liebe. San Francisco.156 Tindakan yang benar bagi penyatuan seksual suami dan istri sejalan dengan sifat seksualitas seperti yang dikehendaki Tuhan yaitu ketika berlangsung "dengan cara yang benar-benar manusiawi. seksualitas berisiko diracuni oleh mentalitas "pakai dan buang". bukanlah tindakan cinta sejati. 256. di dalam perkawinan itu sendiri. Munich. dan dibuang setelah tidak lagi menarik. Tubuh pihak lain sering dipandang sebagai obyek yang akan dipakai sejauh tubuh itu menawarkan kepuasan. dan karenanya melukai tatanan moral dalam penerapan tertentu terhadap relasi intim suami istri”. seks bisa menjadi sumber penderitaan dan manipulasi. 2014.155 Dalam situasi sekarang ini. Kita juga tahu bahwa. Bisakah kita benar-benar tidak peduli atau mengabaikan bentuk-bentuk dominasi. Hope. atau keinginan pribadi dan beralasan atas hal ini.

Ini termasuk semua interpretasi yang tidak tepat dari penggalan Surat 111 .161 karena mereka menghilangkan makna terdalamnya. Dengan kata lain. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes.160 Pada akhirnya. Karena masing-masing memiliki martabatnya dengan tepat dan tidak dapat diambil darinya. mereka dapat beresiko memudarkan perbedaan-perbedaan mereka dan jarak yang semestinya ada di antara keduanya. mereka tidak lagi "mengenal tubuh mereka sendiri secara subyektif". 156. "struktur komuni dalam relasi interpersonal (antar pribadi) pada dasarnya berubah". 49.menyalahgunakan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya" (1 Tes 4:6). tetapi "atas persetujuan bersama" (1 Kor 7: 5). 155. ia tetap mengajarkan bahwa seks harus melibatkan komunikasi antar pasangan: itu membawa kemungkinan pada penundaan hubungan seksual untuk sementara waktu. Manakala rasa memiliki timbal balik berubah menjadi dominasi. sementara terpanggil untuk semakin bersatu dengan kuat. Setiap bentuk penundukan seksual harus dengan jelas ditolak.159 Ini adalah bagian dari mentalitas dominasi di mana mereka yang mendominasi akhirnya menghilangkan martabat mereka sendiri. __________ 157 SECOND VATICAN ECUMENICAL COUNCIL. Meskipun Paulus menulis dalam konteks budaya patriarkat yang menganggap perempuan sebagai bawahan laki-laki. Santo Yohanes Paulus II dengan sangat halus memperingatkan bahwa pasangan dapat "terancam oleh sifat tidak-terpuaskan"158. Mereka berakhir dengan menggunakan seks sebagai bentuk pelarian dan menolak indahnya kesatuan perkawinan.

Paulus kepada umat di Efesus di mana Paulus
mengatakan bahwa perempuan "tunduklah kepada
suamimu" (Ef 5:22). Bagian ini mencerminkan
kondisi budaya pada waktu itu, tapi perhatian kita
tidaklah pada titik pandang budaya tetapi pada

__________
158 Catechesis (18 June 1980), 5: Insegnamenti III/1 (1980),
1778.
159 Ibid., 6.
160 Cf. Catechesis (30 July 1980), 1: Insegnamenti III/2 (1980),
311.
161 Catechesis (8 April 1981), 3: Insegnamenti IV/1 (1981),
904.
ajaran atau pesan yang disampaikannya. Santo
Yohanes Paulus II dengan bijaksana menyatakan:
"Cinta menyingkirkan setiap jenis penundukan di
mana istri dapat menjadi hamba atau budak dari
suami... Masyarakat atau kesatuan yang harus
mereka bangun melalui pernikahan didasari oleh
sumbangan diri timbal balik, yang juga saling
tunduk satu terhadap yang lain."162 Oleh karena itu
Paulus melanjutkan dengan mengatakan bahwa
"suami harus mengasihi isterinya sama seperti
tubuhnya sendiri" (Ef 5:28). Teks Kitab Suci
sebenarnya peduli dengan mendorong semua orang
untuk mengatasi rasa puas diri dan terus-menerus
memperhatikan pasangannya: "Rendahkanlah
dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut
akan Kristus" (Ef 5:21). Dalam pernikahan, "saling
tunduk" secara timbal balik mengambil makna
khusus, dan dipandang sebagai rasa saling
memiliki yang dipilih dengan bebas yang ditandai
dengan kesetiaan, rasa hormat dan perhatian.
Seksualitas tak terpisahkan dalam pelayanan
persahabatan suami-istri ini, karena ia
dimaksudkan untuk menambah pemenuhan
terhadap pasangannya.

112

157. Demikian pula, penolakan terhadap
penyimpangan seksualitas dan erotisisme jangan
pernah membawa kita pada penistaan atau
penolakan seksualitas dan eros itu sendiri.
Idealisme perkawinan tidak dapat dilihat sebagai
donasi dan pengorbanan diri yang melimpah, di
mana masing-masing pasangan menyangkal semua
kebutuhan pribadinya dan hanya mencari

__________
162 Catechesis (11 August 1982), 4: Insegnamenti V/3 (1982),
205-206.
kebaikan pasangannya tanpa memperhatikan
kepuasan pribadi. Kita perlu ingat bahwa cinta
sejati juga perlu untuk dapat menerima
pasangannya, menerima kerapuhan dan kebutuhan
sendiri, dan untuk menyambut dengan rasa syukur
yang tulus dan penuh sukacita ekspresi fisik dari
cinta yang ditemukan dalam belaian, pelukan,
ciuman dan hubungan seksual. Benediktus XVI
menyatakan hal ini dengan sangat jelas: "Haruskah
manusia bercita-cita memiliki roh yang murni dan
menolak daging karena berkaitan dengan sifat
hewani semata, bila demikian maka baik roh
maupun tubuh keduanya kehilangan
163
martabatnya. Untuk alasan ini, "manusia tidak
bisa hidup dengan kasih persembahan yang bersifat
ke bawah saja. Ia tidak bisa selalu memberi, ia juga
harus menerima. Siapa saja yang ingin memberikan
cinta juga harus menerima cinta sebagai suatu
hadiah.164 Namun, kita tidak boleh lupa bahwa
keseimbangan manusia masih rapuh; ada bagian
dari diri kita yang menolak pertumbuhan manusia
sejati, dan setiap saat ia dapat melepaskan
kecenderungan yang paling primitif dan egois.

Perkawinan dan keperawanan

113

158. "Banyak orang yang tidak menikah bukan
hanya mempersembahkan diri bagi keluarga
mereka sendiri tetapi juga sering memberikan
pelayanan besar di dalam kelompok teman-teman
mereka, dalam komunitas Gereja dan dalam
__________
163 Encyclical Letter Deus Caritas Est (25 December 2005), 5:
AAS 98 (2006), 221.
164 Ibid., 7.
kehidupan profesional mereka. Kadang-kadang
kehadiran dan perhatian mereka terabaikan,
mengakibatkan mereka seperti terisolasi. Banyak di
antara mereka yang menyumbangkan bakat untuk
melayani komunitas Kristen melalui kegiatan amal
dan kerja sukarela. Lainnya tetap tidak menikah
karena mereka ingin mempersembahkan hidup
mereka kepada kasih Kristus dan sesama. Dedikasi
mereka ini sangat memperkaya keluarga, Gereja
dan masyarakat”.165

159. Keperawanan adalah suatu bentuk cinta.
Sebagai tanda, keperawanan itu berbicara tentang
kedatangan Kerajaan Allah dan kebutuhan untuk
mengabdi sepenuhnya demi Injil (bdk. 1 Kor 7: 32).
Ini juga merupakan refleksi tentang kepenuhan
surgawi, di mana "mereka tidak kawin dan tidak
dikawinkan" (Mat 22:30). Santo Paulus
menganjurkan keperawanan karena ia
mengharapkan kedatangan Yesus segera dan ia
ingin semua orang berkonsentrasi hanya pada
penyebaran Injil: "waktu telah singkat" (1 Kor
7:29). Meskipun demikian, Santo Paulus
menjelaskan bahwa ini adalah pendapat pribadi dan
suatu pilihan (bdk 1 Kor 7:6-9), bukan sesuatu yang
dituntut oleh Kristus: "Aku tidak mendapat
perintah dari Tuhan" (1 Kor 7:25). Demikianlah, ia
mengakui nilai panggilan yang berbeda: "Setiap

114

orang menerima dari Allah karunianya yang khas,
yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu" (1
Korintus 7:7). Merefleksikan hal ini, Santo
Yohanes Paulus Paul II mencatat bahwa teks Kitab
Suci "tidak memberikan alasan untuk menegaskan
'inferioritas' perkawinan, ataupun 'superioritas'
keperawanan atau selibat"166 berdasarkan pantang
seksual. Daripada berbicara secara absolut tentang
keunggulan keperawanan, cukuplah untuk
menunjukkan bahwa kondisi kehidupan yang
berbeda-beda melengkapi satu sama lain, dan
dengan sendirinya sebagian dapat lebih sempurna
dalam satu cara dan sebagian lain lebih sempurna
dalam cara lainnya. Alexander dari Hales,
misalnya, menyatakan bahwa dalam arti tertentu
perkawinan dapat dianggap lebih unggul di antara
sakramen-sakramen gerejani lainnya, karena
sakramen perkawinan itu melambangkan realitas
besar "persatuan Kristus dengan Gereja, atau
penyatuan sifat ilahi Kristus dan kodrati
manusia”.167

160. Akibatnya, "itu bukan soal mengurangi nilai
perkawinan dan mengunggulkan hidup selibat".168
"Tidak ada dasar untuk bermain membela yang satu
atau melawan yang lain ... Jika, mengikuti tradisi
teologis tertentu, seseorang berbicara tentang
'status sempurna '(status perfeksionis), hal ini tidak
ada hubungannya dengan hidup selibat itu sendiri,
tetapi dengan keseluruhan hidup yang berdasarkan
nasihat-nasihat injil".169 Seseorang yang sudah
menikah dapat mengalami tingkat tertinggi dari
amal baik dan dengan demikian "mencapai
kesempurnaan yang mengalir dari amal baik itu,
melalui kesetiaan menuju semangat nasihat Injil
tersebut. Kesempurnaan seperti itu mungkin dan
dapat dicapai oleh setiap pria dan wanita".170

115

161. Nilai keperawanan terletak pada lambang
cinta yang tidak perlu untuk memiliki orang lain;
dengan cara ini ia mencerminkan kebebasan
Kerajaan Surga. Keperawanan mendorong
pasangan menikah untuk menghidupi kasih
perkawinan mereka sendiri dengan latar belakang
kasih definitif Kristus, melakukan perjalanan
bersama menuju kepenuhan Kerajaan Allah.
Menurut bagiannya, kasih perkawinan
melambangkan nilai-nilai lainnya. Di satu sisi, ia
adalah refleksi tertentu tentang kesatuan penuh
dalam perbedaan yang ditemukan di dalam Allah
Tritunggal. Keluarga adalah juga tanda Kristus.
Keluarga mewujudkan kedekatan Allah yang
merupakan bagian dari setiap kehidupan manusia,
karena Ia menjadi satu dengan kita melalui
inkarnasi, kematian dan kebangkitanNya. Setiap
pasangan menjadi "satu daging" dengan
pasangannya sebagai tanda kesediaan untuk
berbagi segala sesuatu dengan pasangannya sampai
mati. Sementara keperawanan adalah tanda
"eskatologis" Kristus yang bangkit, perkawinan
adalah tanda "historis" bagi kita yang hidup di
dunia ini, tanda Kristus duniawi yang memilih
untuk menjadi satu dengan kita dan menyerahkan
diriNya bagi kita bahkan sampai mencurahkan
darahNya. Keperawanan dan pernikahan adalah,
dan sudah seharusnya, cara-cara yang berbeda
dalam mencintai. Karena "manusia tidak bisa hidup
tanpa cinta. Dia tetap merupakan makhluk yang
tidak bisa dimengerti bagi dirinya sendiri, hidupnya
menjadi tidak masuk akal, jika cinta tidak
diungkapkan kepadanya.”171

162. Selibat bisa beresiko menjadi hidup lajang
yang nyaman yang memberikan kebebasan untuk
mandiri, untuk berpindah-pindah tempat tinggal,
untuk bekerja atau memilih pilihan lainnya,

116

kesaksian orang-orang yang menikah menjadi sangat mengesan. Seorang istri dapat merawat suaminya yang sakit dan dengan demikian. Kasus-kasus seperti ini mendorong orang- orang yang hidup selibat untuk menghidupi janji mereka bagi Kerajaan Allah dengan lebih bermurah hati dan lebih terbuka. meskipun suara dalam masyarakat kita yang mungkin mendorong mereka untuk menjadi tidak setia atau meninggalkan yang lain. Sekarang ini. dan hal ini dapat menggerakkan mereka kepada ketersediaan yang konkret dan murah hati terhadap orang lain. Di dalam hal seperti itu. Mereka yang terpanggil untuk tetap perawan dapat menemukan pada sejumlah perkawinan tanda yang jelas kesetiaan Allah yang murah hati dan tahan uji terhadap perjanjianNya. ia memperbaharui janjinya untuk mencintai sampai mati. sekularisasi telah mengaburkan nilai penyatuan seumur hidup dan keindahan panggilan untuk menikah. "perlulah memperdalam pemahaman tentang aspek-aspek positif tentang kasih perkawinan".172 Kita juga bisa menunjuk pada kehadiran di banyak keluarga suatu kapasitas melayani tanpa pamrih dan penuh kasih manakala anak-anak menjadi bermasalah dan bahkan tidak tahu berterima-kasih. martabat kekasih sejati semakin terpancar. Hal ini membuat orang tua seperti itu menjadi tanda kasih Yesus yang bebas dan tanpa pamrih. dengan mendekatkan diri pada Salib. sehingga lebih tepat untuk karya amal yaitu untuk mencintai daripada dicintai. Banyak pasangan yang sudah menikah tetap setia ketika salah satu dari mereka telah menjadi tidak menarik secara fisik. Untuk alasan ini.membelanjakan uang untuk apa yang disukainya. atau gagal untuk memenuhi kebutuhan pasangannya. menghabiskan waktu bersama orang-orang lain sesuai keinginannya sendiri. Dengan cinta seperti itu.173 117 .

Masa hidup yang lebih panjang berarti bahwa relasi yang dekat dan eksklusif harus berlangsung selama empat. konsekuensinya keputusan awal harus sering diperbaharui. lima atau bahkan enam puluh tahun. Kasih yang mereka ikrarkan lebih besar daripada emosi manapun. Kepuasan ini adalah bagian dari perasaan yang benar suatu kasih perkawinan. Sementara salah satu pasangan mungkin tidak lagi mengalami hasrat seksual yang mendalam terhadap pasangannya. Bahkan di tengah konflik yang belum terselesaikan dan situasi emosional yang membingungkan. ia mungkin masih mengalami rasa senang karena merasa saling memiliki dan mengetahui bahwa tak satu pun dari mereka hidup sendirian melainkan memiliki "pasangan" yang dengannya segala sesuatu dalam hidup dibagikan .TRANSFORMASI KASIH 163. seseorang yang dengannya bersama-sama menghadapi kesulitan hidup dan menikmati kesenangan hidup. Ini adalah kasih yang lebih dalam. sambil terus menikmati keintiman yang memperkaya mereka. walaupun kasih mencakup semuanya itu. Tidak ada jaminan bahwa kita akan merasakan hal yang sama seumur hidup. perasaan atau kondisi pikiran. Dia adalah teman dalam perjalanan hidup. maka mereka dapat saling mencintai dan hidup sebagai satu kesatuan sampai maut memisahkan mereka. mereka sehari-hari menegaskan kembali keputusan mereka untuk mencintai. Masing- masing bergerak maju di sepanjang jalur 118 . Namun jika satu pasangan bisa memunculkan proyek hidup bersama dan abadi. saling memiliki. keputusan seumur hidup yang timbul dari hati. untuk berbagi kehidupan mereka dan untuk terus mencintai dan memaafkan.

Dalam perjalanan setiap perkawinan penampilan fisik berubah. Kita mencintai pasangan kita apa adanya. Karena "emosi. untuk meneguhkan. Meskipun tubuh bertambah tua. dengan intensitas dan kedalaman cinta. pasangan masih terus melihatnya dengan mata cinta dan dengan demikian kasih sayangnya tidak memudar. dapat muncul lebih jelas. Bahkan walaupun orang lain tidak lagi bisa melihat keindahan identitas itu. mengarahkan dan 119 . kekuatan ilahiNya dan api RohNya. melahirkan jenis emosi baru sementara mereka memenuhi misi perkawinan mereka.. bukan hanya tubuh mereka. 164. tapi ini tidak berarti bahwa cinta dan daya tarik harus memudar. Mulianya keputusan ini.174 Ia akan menemukan bentuk ekspresi yang masuk akal. yang ditimbulkan oleh manusia lain sebagai pribadi . kasih bersukacita di setiap langkah dan di setiap tingkatan yang baru. ia masih menyatakan identitas pribadi yang dahulu memenangkan hati kita. Semua itu memerlukan upaya sehari-hari. Hal ini melestarikan dan memperkuat ikatan tersebut.pertumbuhan dan pengembangan pribadi.. namun dengan dimensi yang berbeda-beda. pada waktu yang berbeda. satu atau dimensi lainnya. Dalam perjalanan hidup ini. Ia menegaskan kembali keputusan mereka untuk menjadi milik dari pasangan dan menyatakan pilihannya dalam kedekatan yang penuh kesetiaan dan cinta. Sesungguhnya kasih "adalah satu realitas tunggal. tidak dengan sendirinya (per se) mengarah kepada tindakan perkawinan"."175 Ikatan perkawinan terus menemukan bentuk-bentuk ekspresi yang baru dan masih tetap mencari cara-cara baru untuk bertumbuh di dalam kekuatan. Tak satu pun dari perkara ini mungkin terjadi tanpa berdoa kepada Roh Kudus agar mencurahkan kasih karunia-Nya.

120 . 1072. Catechesis (31 October 1984). 6: Insegnamenti VII/2 (1984). Encyclical Letter Deus Caritas Est (25 December 2005). 224. 8: AAS 98 (2006).mentransformasikan kasih kita di dalam setiap situasi yang baru. 175 BENEDIT XVI. __________ 174 JOHN PAUL II.

Setiap kehidupan baru “memungkinkan kita untuk menghargai dimensi kasih yang paling tidak diperhatikan. yang merupakan refleksi kasih mereka yang hidup. yang selalu mengambil inisiatif. Keluarga adalah tatanan di mana sebuah kehidupan baru bukan hanya dilahirkan.176 MENYAMBUT SEBUAH KEHIDUPAN BARU 166. karena anak-anak itu “telah dikasihi sebelum mereka dapat melakukan apa-apa yang membuat mereka pantas menerimanya”178. dalam pemberian diri satu sama lain. Inilah keindahan dikasihi lebih dahulu: Anak-anak telah dikasihi bahkan sebelum mereka hadir”. 121 . 96. Akan tetapi “sejak saat pertama __________ 176 JOHN PAUL II. Kasih dalam perkawinan “tidak berhenti hanya pada pasangan… Pasangan. 178 Ibid.177 Di sini kita dapat melihat refleksi keagungan kasih Allah. (22 November 1981). tetapi juga disambut sebagai suatu karunia dari Allah. namun tidak pernah berhenti menakjubkan kita. BAB LIMA MEMBUAT CINTA ITU BERBUAH 165. 12 February 2015. tidak hanya memberikan dirinya tetapi juga realitas anak-anak. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio. 14: AAS 74 (1982). p. 177 Catechesis (11 February 2015): L’Osservatore Romano. suatu tanda permanen kesatuan perkawinan mereka dan suatu sintesis yang hidup serta tak terpisahkan dari keberadaan seorang ayah dan seorang ibu”. 8. Kasih itu selalu membawa kehidupan.

jika kita kemudian menhukum anak-anak itu atas kesalahan daripada kaum dewasa? Jika seorang anak lahir ke dunia dalam situasi yang tidak diinginkan. banyak anak-anak yang ditolak. Ada juga orang-orang yang berani berkata. Sungguh memalukan!. yang dipercayakan Tuhan kepada seorang bapak dan ibu. Sebab “ketika berbicara tentang anak yang lahir ke dunia.dari kehidupan mereka. bahwa merupakan suatu kesalahan untuk membawa anak-anak ini ke dalam dunia. 180 Ibid. p.180 Karunia seorang anak. 8. dimulai dengan penerimaan.. 122 .Bagaimana kita bisa mengeluarkan deklarasi tentang hak azasi manusia dan hak perlindungan bagi anak-anak. 9 April 2015.. tidak ada pengorbanan yang dilakukan orang dewasa yang akan dianggap terlalu besar atau terlalu mahal. ditinggalkan dan dirampas masa kanak- kanak dan hari depannya”. Dengan teduh merenungkan pemenuhan akhir hidup manusia. jika ini dimaksudkan agar sang anak tidak pernah harus merasakan bahwa ia adalah suatu kesalahan atau tidak berharga atau ditinggalkan kepada empat penjuru angin dan kepada keangkuhan manusia”. orang tua akan lebih menyadari akan karunia berharga yang dipercayakan kepada _________ 179 Catechesis (8 April 2015): L’Osservatore Romano. dilanjutkan dengan perlindungan seumur hidup dan memiliki tujuan akhirnya berupa sukacita kehidupan abadi. sepertinya membenarkan dirinya sendiri. para orang tua dan seluruh anggota keluarganya harus melakukan segala upaya untuk menerima anak tersebut sebagai karunia dari Allah dan mengambil tanggung jawab untuk menerima anak-anak ini dengan keterbukaan dan kasih sayang.

Kehamilan merupakan suatu masa yang sulit namun menakjubkan. dengan mempertimbangkan realitas sosial dan demografik. __________ 181 Cf.182 Kasih dan kehamilan 168. Sebab Tuhan memperbolehkan para orang tua memilihkan nama yang dengan nama itu Dia sendiri akan memanggil anak-anak mereka masuk ke dalam keabadian. 123 . 750-751. Paus Yohanes Paulus II menjelaskan dengan tegas bahwa orang tua yang bertanggung jawab tidak berarti ”melahirkan anak sebanyak-banyaknya atau tidak adanya kesadaran akan hal-hal yang berkaitan dengan pemeliharaan anak-anak itu.Seorang ibu bersama dengan Tuhan membawakan mujizat kelahiran baru. SECOND VATICAN ECUMENICAL COUNCIL. 51: “Let us all be convinced that human life and its transmission are realities whose meaning is not limited by the horizons of this life only: their true evaluation and full meaning can only be understood in reference to our eternal destiny”. 182 Letter to the Secretary General of the United Nations Organization on Population and Development (18 March 1994): Insegnamenti XVII/1 (1994). Pada saat yang sama . selain juga situasi mereka sendiri dan berbagai harapan yang semestinya”. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. Mereka merupakan ekspresi dari kesuburan kasih. tetapi sebaliknya harus ada pemberdayaan pasangan- pasangan untuk mempergunakan kebebasan pribadinya secara bijaksana dan bertanggung jawab. Keluarga besar merupakan kegembiraan bagi Gereja.181 167.mereka.

124 . “Selama sembilan bulan semua ibu dan bapak memimpikan anak mereka…. anak-anaknya tidak bertumbuh. Kita perlu melihatnya dari sudut pandang Allah. yang selalu diperbaharui dengan tiap kelahiran”.(Mzm 139 : 13). Setiap anak mempunyai tempat di hati Tuhan dari segala keabadian.183 Setiap wanita berpartisipasi dalam “misteri penciptaan.” Untuk pasangan menikah Kristiani. Seorang wanita hamil dapat berpartisipasi dalam rencana Allah dengan memimpikan anaknya. impian kekal sang Pencipta menjadi kenyataan.184 Pemazmur mengatakan: ”Engkau merangkai aku di dalam rahim ibuku. (Yer 1:5). 543. Catechesis (12 March 1980). kasih tidak tumbuh. Aku telah menguduskan engkau”. Marilah kita berhenti sejenak dan merenungkan betapa luhur nilai sang janin dari saat pembuahannya. sekali ia dikandung. yang ditujukan untuk pembuahan dan kelahiran seorang manusia baru”. yang selalu melihat lebih dari sekedar penampilan. kehidupan akan mengkerut dan mati. 184 Ibid. 3: Insegnamenti III/1 (1980). 169. Setiap anak yang tumbuh di dalam rahim ibunya adalah bagian dari rencana kasih abadi dari Allah Bapa: “Sebelum Aku membentukmu di dalam rahim ibumu. Aku telah mengenal engkau.Keibuan adalah buah dari “Potensi kreatif khusus dari tubuh seorang wanita. Sekali sebuah keluarga kehilangan kemampuannya untuk bermimpi. dan sebelum engkau keluar dari kandungan. baptisan perlu muncul sebagai bagian dari impian __________ 183 JOHN PAUL II. Anda tidak dapat memiliki keluarga tanpa impian.

170. orangtua mempersiapkan baptisan. Kemajuan ilmiah saat ini memungkinkan kita untuk mengetahui sebelumnya warna apa kelak rambut sang anak atau penyakit apa yang mereka akan alami suatu hari nanti. Sejumlah orangtua merasa bahwa anak mereka tidak datang pada saat yang terbaik. Setiap anak adalah unik dan tidak tergantikan… Kita mengasihi anak- anak kita karena mereka anak-anak. Ibu-ibu yang sedang hamil perlu meminta kepada Allah hikmat sepenuhnya untuk mengetahui anak- anak mereka dan menerima mereka sebagaimana adanya mereka. atau mereka mewakili mimpi-mimpi kita. karena semua sifat somatik seseorang sudah tertulis di dalam kode genetik di tingkat embrionik. apakah ia memiliki sifat- karakter yang menyenangkan anda. Penting adanya bagi sang anak untuk merasa ia dikehendaki. atau apakah ia sesuai untuk rencana dan aspirasi anda. atau mereka berparas atau berpikir sama seperti kita. Ia bukanlah sebuah aksesori atau solusi bagi sejumlah kebutuhan pribadi. Namun demikian hanya Bapa. Anak adalah manusia dengan nilai yang sangat besar dan tidak pernah boleh dipergunakan untuk keuntungan sendiri. Kita mengasihi 125 . Mereka harus memohon kepada Tuhan untuk menyembuhkan dan menguatkan mereka menerima anak mereka sepenuhnya dan dengan dengan segenap hati. bukan karena mereka indah.tersebut. Karena “anak-anak adalah karunia. hanya Dia sendiri yang mengetahui identitas dan nilai terdalam sang anak. Dengan doa-doa mereka. sang Pencipta. mempercayakan bayi mereka kepada Yesus bahkan sebelum ia dilahirkan. Jadi hanya merupakan masalah kecil apakah kehidupan baru ini nyaman bagi anda. yang sepenuhnya mengetahui anak tersebut.

Jangan biarkan rasa takut. namun tanpa berobsesi. Cobalah untuk mengalami kegembiraan penuh kedamaian di tengah-tengah seluruh keprihatinan anda yang begitu banyak dan mintalah Tuhan untuk mempertahankan sukacita anda. mulai menerima. Seorang anak adalah seorang anak”. aneka komentar orang lain atau berbagai masalah mengurangi sukacita menjadi sarana Allah membawa kehidupan baru ke dalam dunia. dengan pasti bahwa mereka dikasihi. menerima anak tersebut tanpa syarat. hadiah spiritual untuk mengetahui __________ 185 Address at the Meeting with Families in Manila (16 January 2015): AAS 107 (2015). Dengan rasa sayang yang besar. Siapkanlah diri anda untuk kelahiran anak anda. bersama dengan makanan dan perhatian.186 Kasih orangtua merupakan sarana yang dengannya Allah Bapa kita menunjukkan kasihNya sendiri. 12 February 2015. sehingga anda dapat meneruskannya kepada anak anda.mereka karena mereka adalah anak-anak. dan bergabunglah dengan kidung sukacita Maria: “Jiwaku …(Luk 1:46-48). “Anak-anak. begitu dilahirkan. saya menekankan kepada semua ibu masa depan: tetaplah berbahagia dan jangan ada hal apapun yang merampas sukacita di dalam masa keibuan. 176. 8. 186 Catechesis (11 February 2015): L’Osservatore Romano. p. Kasih ini ditunjukkan kepada mereka melalui pemberian 126 . 171. kecemasan. Ia menanti-natikan kelahiran setiap anak. dan menyambut mereka dengan bebas. Kasih ibu dan bapak 172.

mengupayakan kebebasan kita.nama pribadi. rasa hormat atas perbedaan dan menjadi mampu untuk memberi dan menerima. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. 189 SECOND VATICAN ECUMENICAL COUNCIL. p.188 Kita sedang membicarakan bukan semata-mata tentang kasih bapak dan ibu sebagai pribadi. keduanya “bekerjasama dengan kasih Allah sang Pencipta. Bila karena suatu sebab 127 . Suami dan isteri. menerima perbedaan orang lain. masing- masing pasangan “berkontribusi dengan cara yang berbeda untuk membesarkan seorang anak. Sebagaimana diamati Uskup Australia.anak mereka wajah __________ 187 Catechesis (14 October 2015): L’Osservatore Romano. keibuan dan kebapakan dari Tuhan. 13.189 Mereka menunjukkan kepada anak . berbagi bahasa. tatapan kasih dan cerahnya senyuman. penterjemahNya”. dalam arti tertentu. 15 October 2015.. keduanya perlu bagi perkembangan anak yang integral dan harmonis. mengenali dan menghormati mereka sebagai rekan dialog… Seperti itulah kasih. Tanpa hal ini. yang diamati sebagai sumber kehidupan seseorang dan dasar yang kokoh bagi keluarga. Pastoral Letter Don’t Mess with Marriage (24 November 2015). seorang anak dapat hanya menjadi mainan. 188 AUSTRALIAN CATHOLIC BISHOPS’ CONFERENCE. 50. Dengan menghormati martabat seorang anak berarti meneguhkan kebutuhannya dan hak alaminya untuk memiliki seorang ibu dan seorang bapak”. mereka belajar bahwa keindahan relasi manusia menyentuh jiwa. Bersama-sama mereka mengajarkan nilai timbal-balik. Dengan cara ini. namun juga kasih timbal balik antar mereka. dan ia mengandung sepercik kasih Allah!”187 Setiap anak berhak menerima kasih dari seorang ibu dan seorang bapak. 8. dan merupakan. bapak dan ibu.

bekerja. sebuah misi yang perlu dilindungi dan dipertahankan masyarakat demi kebaikan semua orang. Catechesis (12 March 1980). yang sangat penting bagi masyarakat. subyek dari kehidupan manusia baru yang ia kandung dan berkembang di dalamnya. 173. 542. mereka –khususnya keibuan. Saya tentu saja menghargai feminism. Kemampuan spesifik kewanitaan __________ 190 JOHN PAUL II. “wanita berdiri di hadapan pria sebagai seorang ibu. dan darinya dilahirkan ke dalam dunia”.191 128 . Di saat yang sama.190 Melemahnya kehadiran ibu dengan kualitas kewanitaannya menimbulkan resiko yang besar bagi dunia kita. penting untuk mengkompensasikan kehilangan ini. 2: Insegnamenti III/1 (1980).yang tidak dapat dihindarkan tidak tersedia salah satu orang tua.juga merupakan tugas yang besar. karena kewanitaan mencakup pula misi spesifik di dalam dunia ini. Di masa sekarang ini kita mengenal sebagai suatu hal yang wajar dan didambakan seorang wanita untuk menuntut ilmu. khususnya di bulan-bulan pertama kehidupan. kita tidak dapat mengabaikan kebutuhan yang dimiliki anak-anak atas kehadiran ibunya. mengembangkan ketrampilan mereka dan memiliki tujuan pribadi. Karena kebesaran para wanita mencakup seluruh hak- haknya yang diturunkan dari martabat manusiawi yang tak terpisahkan dan juga dari kejeniusan kewanitaannya. Sesungguhnya. Rasa menjadi seorang anak yatim-piatu yang mempengaruhi banyak anak-anak dan anak muda saat ini jauh lebih dalam daripada yang kita pikirkan. namun yang tidak menuntut keseragaman atau menghilangkan keibuan. demi perkembangan yang sehat menuju kedewasaan anak tersebut.

.. Seorang ayah. tetapi juga iman itu sendiri akan kehilangan sebagian besar kehangatannya yang sederhana dan terasa dengan kuat… Para ibu: terima kasih! Terima kasih untuk apa yang anda perankan di dalam keluarga dan apa yang telah anda berikan kepada Gereja dan dunia”. Kaum ibu sering menjelaskan arti yang mendalam dari praktek keagamaan dalam doa-doa perdana dan kegiatan devosi yang dipelajari anak-anak mereka. Ayah memiliki ciri-ciri identitas maskulin yang jelas. 1726-1729.. Apostolic Letter Mulieris Dignitatem (15 August 1988).192 Sudah pasti. pada bagiannya. menolong sang anak untuk mengerti batas-batas kehidupan. “masyarakat tanpa ibu akan mengalami dehumanisasi. terbuka pada tantangan dunia yang lebih luas. Seorang ibu yang menjaga anaknya dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang menolongnya untuk bertumbuh dalam kepercayaan diri dan untuk mengalami bahwa dunia ini adalah tempat yang baik dan menyambut mereka. bukan saja tidak akan ada kaum beriman yang baru. yang menunjukkan kasih sayang dan 129 . dedikasi dan kekuatan moral. dan menyadari perlunya kerja keras dan usaha yang gigih. membangun kapasitas untuk keakraban dan empati. 30-31: AAS 80 (1988). karena ibu-ibu senantiasa. memberi kesaksian akan kelembutan.193 175. 7-8 January 2015.174. 8 193 Ibid. “Ibu-ibu adalah antidotum terkuat terhadap penyebaran individualism yang mementingkan diri sendiri… Merekalah yang bersaksi akan keindahan hidup”. Hal ini menolong sang anak untuk mengembangkan rasa percaya diri dan sebaliknya __________ 191 Cf. bahkan di masa-masa yang paling sulit. 192 Catechesis (7 January 2015): L’Osservatore Romano. p. ID. Tanpa kaum ibu.

akan menciptakan suasana yng terbaik bagi pertumbuhan sang anak. “Pada mulanya. dan karenanya hadir pula otoritasnya. Para ayah sering terjebak dalam dirinya sendiri dan dalam pekerjaannya dan kadang-kadang dalam pemenuhan dirinya sendiri sehingga mereka mengabaikan keluarganya.perhatian kepada isterinya seperti halnya seorang ibu yang penuh perhatian. juga dipengaruhi oleh jumlah waktu yang diberikan untuk media komunikasi dan hiburan. Kepriaan itu sendiri agaknya juga dipertanyakan. Tetapi kehadiran serta fungsi yang jelas dan telah ditetapkan bagi kedua tokoh itu. kadang-kadang bahkan muncul penindasan”. otoritas sering dicurigai dan orang dewasa 130 . Di masa sekarang ini. 176. “seperti sering terjadi. tokoh ayah dikatakan secara simbolis absen. dari ayah sebagai hakim bagi kegembiraan anak- anaknya dan sebagai penghalang bagi emansipasi dan otonomi kaum muda. Sekarang ini. masalah tampaknya tidak lagi berupa dominansi kehadiran ayah dibandingkan absennya.194 Namun. ketidakhadirannya. Kita sering mendangar bahwa masyarakat kita adalah “masyarakat tanpa ayah”. Di dunia Barat. sesuatu bergerak dari satu ekstrim ke ekstrim lainnya. ini disangka sebagai suatu kebebasan. Mereka meninggalkan anak-anak dan kaum muda mengurus diri sendiri”. Memang ada kelonggaran tertentu dari peran dan tanggung jawab ayah dan ibu dalam keluarga tergantung dari keadaan nyata dari masing-masing keluarga. Dan hasilnya dapat dipahami berupa suatu kebingungan. dari ayah sebagai perwakilan hukum yang dipaksakan dari luar. pria dan wanita.195 Kehadiran sang ayah. kebebasan dari para ayah sebagai tuan. hilang atau lenyap. Di dalam beberapa rumah tangga sikap otoriter pernah berkuasa dan.

Pembalikan peran antara orang tua dan anak-anak adalah tidak sehat sebab hal itu menghalangi proses perkembangan semestinya yang perlu dialami anak-anak dan ini mengingkari mereka akan kasih dan bimbingan yang dibutuhkan untuk menjadi dewasa. ketika mereka sedang berani atau sedang ketakutan.diperlakukan dengan kasar. Bila saya mengatakan ‘hadir’. ketika mereka sedang tersesat dan ketika mereka kembali ke jalan yang benar. Sebagian ayah merasa mereka tidak berguna atau kurang diperlukan. Ayah yang terlalu mengontrol akan membayang-bayangi berlebihan __________ 196 Cf. ketika mereka sedang banyak bicara dan sedang berdiam diri. anak-anaknya. Mereka mungkin berusaha untuk tidak mengakui hal itu. harapan dan kesulitan. ketika mereka tenang atau sedang susah. Menjadi seorang ayah yang selalu hadir. Allah menempatkan seorang ayah didalam keluarga sehingga dengan karunia kelaki-lakiannya dia dapat dapat “dekat dengan isterinya dan berbagi segalanya.196 177. untuk tidak memperlihatkannya. saya tidak maksudkan sebagai ‘mengontrol’. Mereka sendiri menjadi tidak pasti dan karenanya gagal memberikan bimbingan yang mantap kepada anak- anaknya. Dan juga dekat dengan anak- anaknya dalam pertumbuhan mereka – ketika mereka bermain dan ketika mereka bekerja. tetapi mereka memerlukan 131 . tetapi kenyataannya adalah “anak-anak perlu mendapatkan seorang ayah yang menantikan mereka pada saat mereka pulang ke rumah dengan persoalan-persoalan mereka. 28. kegembiraan dan kesedihan. mereka tidak mengijinkannya berkembang”197. Relatio Finalis 2015.

132 .itu”. mempertahankan nilai-nilainya dan sifat tidak- terceraikan”. Mereka tidak akan pernah menyesal telah menjadi bermurah hati. Bahkan dalam kasus di mana. Aparecida Document (29 June 2007). Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. Mengadopsi seorang anak adalah suatu tindakan kasih.198 Adalah kurang baik bagi anak-anak untuk kehilangan ayahnya dan bertumbuh sebelum mereka siap.. perkawinan tetap memiliki karakter sebagai kondisi menyeluruh dan komuni kehidupan. 200 FIFTH GENERAL CONFERENCE OF THE LATIN AMERICAN AND CARIBBEAN BISHOPS. menawarkan karunia sebuah keluarga kepada seseorang yang tidak memiliki keluarga. KEBERBUAHAN YANG MELUAS 178. 457. Saya mendorong mereka yang tidak mempunyai anak untuk memperluas kasih perkawinan mereka dengan merangkul mereka yang kehilangan situasi keluarga yang semestinya. (TANPA ANAK) Sejumlah pasangan tidak bisa memperoleh anak-anak.”200 __________ 199 SECOND VATICAN ECUMENICAL COUNCIL. 179. kita juga tahu bahwa “perkawinan tidak diselenggarakan semata-mata untuk prokreasi anak-anak..199 Demikian pula. tidak ada anak-anak. keibuan bukanlah hanya sebagai realitas biologis saja. 50. No. tetapi juga dinyatakan dengan berbagai cara. walau pun pasangan sangat menginginkannya. Adopsi adalah suatu cara yang paling murah hati untuk menjadi orang tua.. Kita tahu bahwa hal ini dapat menyebabkan penderitaan besar bagi mereka. Sementara itu.

”201 Di lain pihak. terutama dalam kasus anak yang tidak dikehendaki. Aku tidak akan melupakan engkau“ (Yes 49:15).Penting untuk mendesak agar legislasi membantu memfasilitasi proses adopsi ini. Mereka yang menerima tantangan untuk mengadopsi dan menerima seseorang tanpa syarat dan dengan murah hati menjadi saluran kasih Allah. Mereka membuat orang sadar bahwa anak-anak. menemu bebagai pengungkapan lain keberbuahan yang dengan cara tertentu memperpanjang kasih 133 . “penjualan anak-anak antar negara dan antar benua perlu dicegah lewat tindakan legislatif serta kontrol negara yang benar”. menunjukkan suatu aspek penting dari menjadi orang tua dan membesarkan anak-anak. Dari cahaya situasi demikian di mana seorang anak didambakan seberapa sulitpun. apakah anak kandung. sebagai hak pemenuhan diri seseorang.202 181. Bahkan keluarga-keluarga besarpun terpanggil untuk menyatakan keberadaannya didalam masyarakat. (ADOPSI ANAK)“Pilihan mengadopsi dan mengasuh anak mengekspresikan suatu cara khusus keberbuahan dalam pengalaman perkawinan. adopsi dan pengasuhan anak dapat dimengerti dengan benar. Kita juga mengingat dengan baik bahwa prokreasi dan adopsi bukanlah satu-satunya cara untuk mengalami keberbuahan kasih. 180. bukan hanya dalam kasus-kasus kemandulan. dikasihi dan diasuh. adalah pribadi-pribadi dengan haknya sendiri yang perlu diterima. guna mencegah tindakan aborsi atau meninggalkan anak. adopsi atau anak asuh. dan bukan sekedar dilahirkan ke dunia. Karena Dia bersabda: ”sekalipun ibumu melupakanmu. Kepentingan utama dari anak itu harus selalu menjadi dasar keputusan untuk adopsi dan pengasuhan anak.

harus memiliki kesadaran yang jelas akan tanggung jawab sosial mereka. mempunyai peran khusus dalam menyiapkan kedatangan Kerajaan Allah di dunia kita”. 65. Keluarga-keluarga Kristiani tidak boleh lupa bahwa iman tidak memindahkan kita dari dunia. tetapi mendekatkan kita lebih dalam kepadanya… Masing-masing dari kita. pada kenyataannya. Dengan cara ini. 316: ““Tus manos son mi caricia / mis acordes cotidianos / te quiero porque tus manos / trabajan por la justicia. Aku mengasihimu karena tanganmu Bekerja demi keadilan. Sebagaimana syair ini mengatakan : “Tanganmu adalah belaianku. in Poemas de otros.yang menopang mereka. “Te Quiero”. 178. 203 Address at the Meeting with Families in Manila (16 January 2015): AAS 107 (2015). 134 . 202 Ibid. Harmoni yang mengisi hari-hariku. kasih sayang mereka tidak berkurang melainkan akan berlimpah dengan terang yang baru. mereka menjadi pusat untuk mengintegrasikan orang-orang ke dalam masyarakat dan menjadi titik temu antara area public dan area privat. 204 Mario Benedetti. // Si te quiero es porque sos / mi amor mi cómplice y todo / y en la calle codo a codo / somos mucho más que dos.203 Keluarga-keluarga tidak boleh memandang dirinya sebagai tempat pengungsian dari masyarakat. Dengan demikian. sebaliknya keluarlah dari rumah-rumah mereka dengan semangat solidaritas bersama dengan orang- orang lainnya. Buenos Aires 1993. Pasangan yang menikah 201 Relatio Finalis 2015.

Yesus tidak dibesarkan dalam hubungan yang sempit dan kaku bersama Maria dan Yoseph. Dan di jalan. kita harus mengingat bahwa keluarga Yesus sendiri. tidak tampil luar biasa atau berbeda dari keluarga lain. anak Maria?” (Mrk 6:2-3). akhirnya mereka dijauhkan dan tidak benar-benar menjadi bagian komunitas. “Bukankah Ia ini anak tukang kayu?” (Mat 13:5 ). entah karena perbedaan bahasa yang mereka gunakan. pendampingku dan segalanya bagiku. Kita lebih dari sekedar dua orang”. ketika kembali dari Yerusalem.204 182. Untuk menghindari resiko ini. dekat dengan keluarga-keluarga lain. berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya” (Luk 2:44). ada sejumlah keluarga Kristiani. Tidak ada keluarga yang dapat berbuah jika ia memandang dirinya sebagai jauh berbeda atau “terpisahkan”. berjalan berdampingan. itu karena engkau adalah Kasihku. dengan saudara-saudara dari orangtua dan teman-teman mereka.Jika aku mengasihimu. yang penuh rahmat dan hikmat. cara mereka bertindak atau memperlakukan orang lain. tetapi siap berinteraksi dengan keluarga-keluarga yang lebih luas. Namun demikian. Pertanyaan-pertanyaan ini menjelaskan bahwa mereka adalah keluarga biasa. Maria dan Yoseph dapat sepanjang hari membayangkan bahwa Yesus yang berumur 12 tahun itu sedang berada di karavan. mendengarkan cerita-cerita orang lain dan keprihatinan mereka: “Menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka. Itu sebabnya orang-orang sukar menerima hikmat Yesus: “Dari mana diperolehNya semuanya ini? Bukankah Ia ini tukang kayu. Bahkan saudara-saudara mereka juga 135 . bagian dari komunitas. Hal ini yang menjelaskan mengapa. atau karena mereka terus menerus membicarakan dua atau tiga topik yang sama.

. p. 8. 17 September 2015. 206 Catechesis (7 October 2015): L’Osservatore Romano. 9 October 2015. p. 8.merasa dipandang rendah atau dihakimi oleh mereka.206 Untuk bagian mereka. 183. hidup mereka menunjukkan apa yang diminta dari kita semua : “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang 136 . Bukan hanya organisasi kehidupan biasa semakin dicegah oleh birokrasi yang sama sekali disingkirkan dari ikatan manusiawi fundamental. Catechesis (16 September 2015): L’Osservatore Romano. memelihara kebudayaan perjumpaan dan berjuang demi keadilan. dengan segera tampak kebutuhan yang selalu ada untuk mendapatkan suntikan semangat keluarga yang sehat. engkau telah melakukannya untuk Aku (Mat 25:40)”.. mereka ingat akan sabda Yesus :”Apa yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara- saudaraKu yang paling hina ini. Dengan cara yang sangat nyata. keluarga2 yang terbuka dan penuh perhatian menemukan tempat bagi kaum miskin dan membangun persahabatan dengan orang-orang yang kurang beruntung dibandingkan mereka. Dalam usahanya untuk hidup sesuai dengan ajaran Injil. menunjukkan tanda-tanda degradasi”. namun bahkan sikap moral sosial dan politis __________ 205 Cf. Dengan memperhatikan kehidupan sehari-hari kaum pria dan wanita jaman ini. Allah telah memberikan kepada keluarga tugas untuk ”mendidik” dunia205 dan menolong semua orang untuk memandang sesamanya sebagai saudara. Pasangan suami isteri yang mengalami kekuatan kasih mengetahui bahwa kasih itu terpanggil untuk membalut luka-luka dari orang yang tersingkir.

Perkawinan kristiani dengan demikian menghidupkan masyarakat lewat kesaksian mereka tentang persaudaraan. keluarga-keluarga berbicara kepada keluarga-keluarga lain tentang Yesus. di mana Santo Paulus menghadapi situasi yang memalukan di dalam komunitasnya. Anggota yang 137 . Engkau akan diberkati! Inilah rahasia dari keluarga bahagia. undanglah orang-orang miskin. orang-orang cacat. dengan resiko mengabaikan makna langsung dan segera yang nyata-nyata bersifat sosial.atau perjamuan malam. karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Kesuburan mereka menyebar melalui berbagai jalan sehingga kasih Allah benar-benar hadir di dalam masyarakat. 184. Saya berbicara tentang 1 Kor 11:17- 34. Melalui kesaksian mereka dan juga melalui kata-katanya. iman mereka yang bersinar dan harapan mereka yang hidup. mereka membangkitkan kerinduan akan Allah dan mereka memantulkan keindahan Injil dan jalan hidupnya. keterus- terangan mereka mewakili orang-orang yang kurang beruntung. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan. Mereka meneruskan iman. keprihatinan sosial mereka. Membeda-bedakan tubuh 185. dan engkau akan bahagia” (Luk 14:12-14). Sejalan dengan itu. janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara- saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga- tetanggamu yang kaya. kita juga berbuat baik dengan menganggap serius ayat Injil yang biasanya diinterpretasikan di luar konteksnya atau menurut anggapan umum. orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.

atau menyetujui macam-macam bentuk pemecah-belahan. (bdk ayat 29). Ekaristi menuntut kita agar menjadi anggota dari satu tubuh Gereja. dan dengan demikian menerima sakramen kasih Ekaristi yang membuat kita menjadi satu tubuh. Mereka yang menyambut Tubuh dan Darah Kristus tidak boleh melukai sesama tubuh dengan menciptakan perbedaan yang memalukan dan pembagian diantara anggota- anggotanya. mendatangkan hukuman atas dirinya sendiri. yang miskin hanya melihat dan pergi dengan lapar. dan untuk membuka pintu-pintu para keluarga bagi persaudaraan yang lebih luas dengan mereka yang kurang beruntung. Kita tidak boleh lupa bahwa “sifat ‘mistis’ dari sakramen ini mempunyai ciri sosial”. dan terbawa bahkan dalam jamuan agape yang mengikuti perayaan Ekaristi. Sementara yang kaya menikmati makanannya. penghinaan dan ketidak- setaraan. Apakah kamu tidak mempunyai rumah sendiri untuk makan dan minum? Atau maukah kamu menghinakan Jemaat Allah atau memalukan orang- orang yang tidak mempunyai apa-apa? (bdk ayat 21-22). “Hingga yang seorang lapar dan yang lain mabuk. 207 Jika mereka yang menerimanya dan kemudian menutup matanya terhadap yang miskin dan menderita. untuk mengakuinya dengan iman dan amal baik dalam peristiwa sakramental maupun di dalam komunitas. maka Ekaristi yang diterimanya menjadi 138 . yaitu makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan. 186. Jadi perayaan Ekaristi itu selalu merupakan undangan bagi semua orang “untuk menguji dirinya sendiri (ayat 28). mereka yang gagal melakukan itu. Ini yang dimaksudkan dengan “membeda-bedakan” (discern) tubuh Tuhan.lebih kaya cenderung mendiskriminasikan anggota yang lebih miskin.

atau sekurang-kurangnya persahabatan dan kasih sayang. 208 Cf. Encyclical Letter Deus Caritas Est (25 December 2005). Yesus mengatakan kepada kaum Farisi bahwa mengabaikan orang tua masing- masing adalah bertentangan dengan hukum Allah (bdk Mrk 7:8-13). bahkan para tetangga. keluarga-keluarga yang menempatkan dan menerima ekaristi ini dengan pantas dan teratur. Sebaliknya. Tetapi. Keluarga inti perlu berinteraksi dengan keluarga yang lebih besar yang terdiri dari orang tua. akan menguatkan keinginannya akan persaudaraan. pemisahan yang demikian. malahan. Kita ingat bahwa masing-masing dari kita adalah anak laki-laki atau perempuan. atau hiburan dalam kesusahan. 11. KEHIDUPAN DI DALAM KELUARGA YANG LEBIH LUAS 187. paman dan bibi. di mana orang lain dilihat sebagai gangguan atau ancaman. Jika 139 . Relatio Finalis 2015. 228. Pertama-tama mari kita pikirkan tentang orang tua kita. membatasi hati dari sebuah keluarga dan membuat kehidupannya menjadi lebih sempit. 14: AAS 98 (2006).tidak berarti. tidak dapat memberikan kedamaian ataupun kegembiraan yang lebih besar. Menjadi anak laki-laki dan perempuan 188. saudara sepupu. kesadaran sosial dan komitmennya terhadap mereka yang membutuhkan.208 __________ 207 BENEDICT XVI. Keluarga besar ini mungkin mempunyai anggota yang memerlukan pertolongan. Individualisme yang begtu menonjol dewasa ini dapat membawa pada pembentukan sarang-sarang keamanan yang sempit.

dan sebuah perkawinan menjadi terhambat karena 140 . bahkan jika seseorang telah menjadi orang tua. Hubungan yang baik antar generasi merupakan jaminan untuk masa depan dan juga merupakan jaminan bagi suatu masyarakat yang betul-betul manusiawi. sesuatu yang merupakan dasar dari semua cara menghargai orang. Karunia kehidupan yang begitu besar ini adalah karunia yang pertama kita terima. Bagaimanapun.. Hal ini tidak selalu terjadi. Dan hal ini selalu membawa kita kembali pada kenyataan bahwa kita tidak menciptakan hidup kita sendiri. kepadamu`. Sebagaimana Sabda Allah mengatakan kepada kita.seseorang telah menjadi dewasa. di bawah semua itu masih ada identitas sebagai seorang anak. Kita semua adalah anak-anak laki-laki dan perempuan. “seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya” (Kej 2:24). Perintah ini muncul segera setelah perintah lain yang berhubungan dengan Allah sendiri. 189. atau jika seseorang menduduki posisi yang penting.210 190. “perintah ke empat meminta anak- anak … untuk menghormati ayah dan ibu mereka (bdk Kel 20:12). Pesan Injil tentang perintah keempat ini dilanjutkan dengan mengatakan `supaya lanjut umurmu di tanah yang diberi kan Tuhan. ini berhubungan dengan sesuatu yang kudus. Karena itu. Allahmu. tetapi kita menerimanya. atau orang yang dianggap tua. Suatu masyarakat dengan anak-anak yang tidak menghormati orang tuanya adalah masyarakat tanpa kehormatan. sesuatu yang bersifat ilahi.. Ini adalah masyarakat yang ditentukan untuk diisi dengan orang-orang yang sombong dan serakah”. Tentunya. ada sisi lain dari koin.

demikian pula Ia mau kita mendengarkan jeritan kaum lanjut usia.kegagalan melakukan ini sebagai suatu pengorbanan dan penyerahan diri yang diperlukan. yang takut dilupakan dan ditolak. 12 February 2015. harapan dan rencana masa depan.211 Hal ini mewakili tantangan bagi keluarga dan komunitas. suatu tempat keamanan. dan walaupun memerlukan waktu. Di dalam sejumlah perkawinan. semacam ketidak-pedulian dan penghinaan. Akibatnya. pendapat dari orangtuanya menjadi lebih penting daripada perasaan dan pendapat pasangannya. supaya keluarga baru itu dapat menjadi perapian keluarga sejati. Orangtua tidak boleh ditinggalkan atau diabaikan. namun perkawinan itu sendiri menuntut kalau mereka “ditinggalkan”. p. Ini adalah permohonan kaum lanjut usia. mempercayakan rahasia tersebut hanya kepada orangtuanya. satu pasangan menjaga rahasia terhadap pasangannya. janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis” (Mzm 71:9). Perkawinan menantang suami dan isteri menemukan cara-cara baru menjadi putera dan puteri. 141 . kedua pasangan perlu berusaha untuk tumbuh dalam kepercayaan dan komunikasi. Sama seperti Allah meminta kita menjadi alatNya mendengarkan jeritan kaum miskin. 8. Situasi __________ 210 Catechesis (11 February 2015): L’Osservatore Romano. karena “Gereja tidak dapat dan tidak mau menuruti mentalitas tidak sabar. “Janganlah membuang aku pada masa tuaku. Kaum Lanjut Usia 191. dan pasangan itu dapat benar-benar menjadi “satu daging” (ibid). seperti ini tidak dapat belangsung terus.

216 Perkataan. di masa lalu dan sekarang yang telah menyingkirkan kaum lanjut usia dengan cara-cara yang tidak dapat diterima”. di dalam pertempuran sehari-hari memperjuangkan hidup yang berharga”. yang telah hadir sebelum kita di jalan kita sendiri. 212 Sesungguhnya. lewat “karisma menjembatani jurang pemisah” mereka. karena terdapat budaya dimana. Santo Yohanes Paulus II meminta kita untuk bersikap peduli terhadap peran kaum lanjut usia di dalam keluarga kita. kasih sayang atau kehadiran mereka semata menolong anak-anak menyadari bahwa sejarah tidak bermula dari diri mereka. “khususnya di dalam bangkitnya perkembangan industri dan perkotaan yang tidak benar. Para lanjut usia kita adalah pria dan wanita. apresiasi. Orang yang ingin memutuskan semua ikatan dengan masa lalu tentu akan sulit untuk 142 . bahwa mereka sekarang adalah bagian dari peziarahan yang sudah tua dan bahwa mereka perlu menghormati semua yang telah hadir sebelum mereka.215 Sangat sering terjadi para kakek-nenek yang memastikan bahwa nilai yang paling penting diteruskan ke cucu-cucu mereka.214 Kaum lanjut usia menolong kita mengapresiasi “kesinambungan generasi”. “betapa saya menghendaki sebuah Gereja yang menantang budaya membuang dengan suatu sukacita yang mengalir dari rangkulan baru antara orang muda dan orang tua!” 213 192.terhadap usia lanjut. dan “banyak orang dapat bersaksi bahwa mereka berhutang inisiasi mereka masuk dalam kehidupan Kristiani kepada kakek-nenek mereka”. Kita harus membangkitkan kembali kesadaran kolektif rasa syukur. ayah dan ibu. yang membuat kaum lanjut usia merasa seperti menjadi bagian hidup komunitas. di dalam rumah kita. keramah-tamahan.

Mengetahui dan menilai peristiwa masa lalu merupakan satu-satunya cara untuk membangun masa depan yang bermakna. Address to Participants in the “International Forum on Active Aging” (5 September 1980). sekarang ya sekarang”. “Dulu ya dulu. sementara keluarga yang mengingat mereka memiliki masa depan. 216 Relatio Finalis 2015. 113. Ingatan itu penting bagi pertumbuhan: “Ingatlah akan masa yang lalu” (Ibr 10:32). 215 Id. yang merupakan ingatan hidup mereka. Hilangnya ingatan sejarah merupakan suatu kelemahan serius dalam masyarakat kita.217 __________ 214 Apostolic Exhortation Familiaris Consortio. mempunyai suatu virus yang mematikan”. 5: Insegnamenti III/2 (1980). Dengan mendengarkan para lanjut usia menceritakan kisah mereka adalah baik bagi anak-anak dan orang-orang muda. 217 Catechesis (4 March 2015): L’Osservatore Romano. “Perhatian kepada kaum lanjut usia membuat perbedaan dalam masyarakat.. 193. Suatu mentalitas yang hanya dapat berkata. p. sudah mengalami kemerosotan. hal itu membuat mereka merasa tersambungkan kepada sejarah hidup keluarga mereka. Apakah masyarakat menunjukkan kepedulian bagi para lanjut usia? Tersediakah ruang bagi kaum lanjut usia? Masyarakat seperti itu akan bergerak maju bila ia menghormati kaum lanjut usia”. 8.membangun relasi yang stabil dan untuk menyadari bahwa realitas itu lebih besar daripada diri mereka sendiri. para tetangga mereka dan negara mereka. Keluarga yang gagal menghormati dan memelihara kakek-neneknya.218 “Hal itu merupakan suatu robekan 143 . pada dasarnya bersifat tidak matang. 5 March 2015. 18. “Suatu masyarakat yang tidak memiliki ruang bagi para lanjut usia atau membuang mereka karena mereka membuat masalah. 27 (22 November 1981): AAS 74 (1982). 539.

218 Ibid. kita belajar bagaimana hidup bersatu. 29-30 September 2014. dipupuk lagi dengan kasih sayang dan pendidikan di rumah. gaya persaudaraan ini memancar seperti suatu janji kepada seluruh masyarakat. p. namun keluarga itu sendiri memperkenalkan persaudaraan kepada dunia. tercabutnya dan runtuhnya kepastian- kepastian yang membentuk kehidupan kita. jika digabungkan dengan suasana pendidikan keterbukaan bagi orang lain. 7. menantang kita untuk membuat keluarga kita menjadi tempat di mana anak-anak dapat membenamkan akarnya di tanah yang kaya akan sejarah kolektif. kesabaran. adalah sekolah yang hebat di bidang kebebasan dan perdamaian. Menjadi Saudara dan Saudari 194. Hubungan antara saudara dan saudari diperdalam dengan berjalannya waktu. Dari pengalaman awal tentang persaudaraan ini. Dalam keluarga.219 Pengalaman kontemporer kita menjadi yatim-piatu sebagai akibat diskontinuitas budaya. kasih sayang yang melingkupi adik kecil yang 144 . Mungkin kita tidak selalu berpikir tentang hal ini. Karena "persaudaraan dalam keluarga sangat terpancar ketika kita melihat perawatan.dari akarnya”. dan "ikatan persaudaraan yang terbentuk antar anak di dalam keluarga. 219 Address at the Meeting with the Elderly (28 September 2014): L’Osservatore Romano."220 195. Bertumbuh bersama saudara dan saudari menjadikan pengalaman yang indah tentang memperhatikan dan membantu satu sama lain.

adalah sekolah yang __________ 220 Catechesis (18 February 2015): L’Osservatore Romano. harus ditemukan cara untuk memastikan anak itu tidak tumbuh sendiri atau terisolasi. 221 Ibid. 222 Ibid. ada lagi keluarga besar.223 Teman-teman dan keluarga-keluarga lain adalah 145 . saudara laki-laki dan saudara perempuan dan semua sanak famili dan anggota rumahtangga – diberi kehidupan dan penopang kehidupan dengan dinamisme di dalam yang tak pernah berhenti yang membawa keluarga ke dalam komuni yang lebih dalam dan lebih intens lagi. p. Anak-anak perlu sabar diajarkan untuk memperlakukan satu sama lain sebagai saudara dan saudari. Sebuah Hati yang Besar 196. (KELUARGA BESAR) Selain lingkaran kecil pasangan dan anak-anaknya. pengalaman menjadi seorang saudara atau saudari ini lebih sedikit dan lebih jarang. benar untuk bersosialisasi. yang menjadi dasar dan jiwa komunitas perkawinan dan keluarga”.lemah. “kasih antara suami dan isteri dan. Benarlah. 19 February 2015. Harus diakui bahwa "memiliki saudara atau saudari yang mencintai Anda adalah pengalaman yang mendalam. berharga dan unik "222. 8. di mana sudah lazim untuk memiliki hanya satu anak. Di sejumlah negara. Pelatihan yang cukup menuntut ini. yang tidak dapat diabaikan. Bilamana mungkin terjadi hanya memiliki satu anak. dalam penjabaran yang lebih luas. sakit atau cacat"221. kasih antara anggota dari keluarga yang sama – antara orangtua dan anak.

dan menyediakan stabilitas kasih dan keluarga menyeluruh di dalam kasus-kasus ketika orangtua terbukti tidak mampu melakukannya. Satu aspek kasih yang sangat halus adalah belajar untuk tidak melihat sanak famili ini sebagai pesaing. dan para lanjut usia dan mereka yang lemah yang tidak mendapatkan sokongan dari anak-anaknya. mendeteksi dan melaporkan situasi-situasi yang mungkin terjadi di mana anak- anak mengalami kekerasan dan bahkan pelecehan. memperhatikan mereka dan menyayangi mereka sambil mempertahankan privasi dan kemandirian yang sepatutnya dimiliki 146 .bagian dari keluarga besar ini. orang-orang muda yang bergumul dengan adiksi. Keluarga yang lebih besar ini haruslah menyediakan kasih dan dukungan bagi ibu-ibu muda. Akhirnya.224 Keluarga yang lebih luas ini dapat membantu memperbaiki kekurangan- kekurangan orangtua. anak-anak tanpa orangtua. Kesatuan perkawinan menuntut rasa hormat bagi tradisi dan kebiasaan-kebiasaan mereka. Keluarga juga harus merangkul “bahkan mereka yang telah membuat kehancuran hidup mereka”. 198. kita tidak dapat melupakan bahwa keluarga yang lebih besar ini mencakup ayah mertua. orang-orang yang berpisah atau janda- janda yang hidup sendiri. orang- orang dengan kecacadan yang memerlukan rasa sayang dan kedekatan khusus. ibu mertua dan semua sanak famili dari pasangan. komitmen sosial dan iman mereka. 197. suatu usaha untuk memahami bahasa mereka dan menahan diri dari sifat mengkritik. ibu-ibu tunggal yang ditinggalkan mengurus anak-anaknya. ancaman atau penyusup. begitu juga komunitas keluarga-keluarga yang menyokong satu sama lain di dalam kesulitan mereka. mereka yang tidak menikah.

MEWARTAKAN INJIL KELUARGA MASA KINI 200. Saya akan coba menyebutkan beberapa dengan cara yang sangat umum.pasangan. Para Bapa Sinode menekankan bahwa keluarga kristiani. Setiap komunitas perlu mengelaborasi inisiatif yang lebih praktis dan efektif dengan menghormati baik ajaran Gereja maupun masalah dan kebutuhan lokal. Kesediaan melakukan hal tersebut merupakan juga suatu ekspresi yang baik sekali akan kasih yang murah hati kepada pasangannya. oleh kasih karunia sakramen perkawinan. merupakan agen utama kerasulan keluarga. karena di dalam Kristus kita telah 'dibebaskan dari dosa. Dialog yang berlangsung selama Sinode mengangkat perlunya metode-metode pastoral yang baru. terutama melalui "kesaksian mereka yang penuh sukacita sebagai gereja domestik"225. 147 . saya ingin merefleksikan beberapa tantangan pastoral yang lebih penting. kesedihan. Konsekuensinya: "penting bahwa orang mengalami Injil keluarga sebagai sukacita yang 'mengisi hati dan kehidupan'. BAB ENAM BEBERAPA PANDANGAN PASTORAL 199. Tanpa meng-klaim telah menyajikan rencana pastoral keluarga.

yaitu. Hal ini bukan hanya terdiri dari penyajian seperangkat aturan. dengan rendah hati dan kasih sayang. Seperti dalam perumpamaan tentang penabur (lih. Pasangan menikah bersyukur ______________ 225 Relatio Synodi 2014. berdaya-tahan dan mampu mempertahankan mereka melewati pencobaan apapun yang harus mereka menghadapi. tetapi mengusulkan 148 . Pendampingan pastoral bagi keluarga "perlu membuatnya menjadi jelas bahwa Injil keluarga berespon terhadap harapan terdalam pribadi manusia: suatu respon terhadap martabat setiap orang dan pemenuhan timbal balik. kita dipanggil untuk membantu menabur benih. "Upaya ini memanggil untuk perubahan misionaris oleh siapa saja di dalam Gereja. Mat 13: 3-9). padat. Gereja berkeinginan. 1). 226 Ibid. bahwa pastor mereka menjunjung idealism tinggi tentang cinta yang kuat. menjangkau keluarga-keluarga dan "menolong setiap keluarga untuk menemukan cara terbaik mengatasi hambatan apapun yang ia temukan"227. Gereja adalah suatu tanda kontradiksi"226. mereka yang tidak puas untuk mewartakan pesan yang teoritis melulu tanpa adanya hubungan dengan masalah nyata umat manusia".kekosongan batin dan kesepian' (Evangelii Gaudium. dalam pengajaran Gereja tentang keluarga.. Kita tidak boleh lupa juga bahwa. 201. 30.229. Tidaklah cukup untuk menunjukkan kepedulian umum bagi keluarga dalam perencanaan pastoral. 31. selanjutnya adalah pekerjaan Allah. Memampukan keluarga untuk mengambil peran mereka sebagai agen aktif kerasulan keluarga untuk melakukan "suatu upaya evangelisasi dan katekese di dalam keluarga"228. persekutuan dan keberbuahan.

politik dan ekonomi – seperti penekanan kepentingan berlebihan yang diberikan kepada logika pasar . menjadi jelas bahwa pelayanan yang tertahbis sering kurang dibekali dengan pelatihan yang dibutuhkan untuk menangani masalah-masalah kompleks saat ini 149 .. kemiskinan. dari para imam. 230 Ibid. Para Bapa Sinode juga "menyoroti kenyataan bahwa penginjilan perlu mengecam tanpa ragu __________ 227 Relatio Finalis 2015. bahkan di negara-negara yang paling sekuler sekalipun. 33 faktor-faktor budaya. di mana komunitas-komunitas kecil. dan kekerasan...yang mencegah kehidupan keluarga otentik dan membawa kepada diskriminasi. 229 Relatio Synodi 2014. di bidang budaya dan sosial-politik "231 202. diakon. para katekis dan pekerja pastoral lainnya"233. Oleh karena itu dialog dan kerjasama perlu dipupuk dengan struktur sosial yang ada dan dorongan yang diberikan pemerintah kepada kaum awam yang terlibat. rohaniwan dan rohaniwati. 56.. gerakan-gerakan gerejani dan asosiasi-asosiasi hidup berdampingan secara harmonis"232 Bersama dengan penjangkauan pastoral yang ditujukan khusus bagi keluarga. "Sumbangan utama untuk pendampingan pastoral keluarga ditawarkan oleh paroki. 32. hal ini menunjukkan perlunya "suatu formasi yang lebih memadai . sebagai orang Kristiani.nilai-nilai yang jelas diperlukan saat ini. 228 Ibid. Dalam jawaban yang diberikan pada konsultasi internasional.230. sosial. pengucilan. yang merupakan keluarga dari banyak keluarga. 89.

Di paroki mereka akan memiliki kontak yang lebih besar dengan realitas konkrit kehidupan keluarga.yang dihadapi oleh keluarga. 233 Ibid. 3238.234 150 . formasi di bidang pertunangan dan pernikahan. karena dalam pelayanan di masa depan. Sebagian dari mereka berasal dari keluarga yang bermasalah. Pelatihan bagi mereka ini tidak selalu memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi latar belakang psikologis dan afektif mereka sendiri. mempromosikan suatu apresiasi terhadap perbedaan dan saling melengkapi dalam panggilan Gereja yang berbeda-beda". 61. __________ 231 Relatio Synodi 2014. Kita juga boleh belajar dari pengalaman para imam-imam Gereja Timur yang hidup berkeluarga. karena keluarga membantu untuk mengukuhkan kembali hal-hal ini dan menjaga mereka berpijak dengan kokoh dalam dunia nyata. "Kehadiran orang awam. 154 203. Perlu untuk memastikan bahwa proses formasi dapat memungkinkan mereka untuk mencapai kematangan dan keseimbangan psikologis yang dibutuhkan untuk pelayanan mereka di masa depan. Para seminaris harus menerima interdisiplin ilmu yang lebih luas. ketiadaan orang tua dan kurangnya stabilitas emosi. 77. mereka akan banyak berurusan dengan keluarga. 232 Relatio Finalis 2015.. Adalah penting bagi keluarga untuk menjadi bagian dari proses seminari dan kehidupan imamat. Sangat perlu bagi para seminaris untuk mengkombinasikan waktu mereka di seminari dengan waktu mereka di paroki-paroki. dan bukan hanya doktrin. keluarga dan terutama kehadiran wanita dalam formasi imam. Ikatan keluarga sangat penting untuk memperkuat harga diri yang sehat.

Pelatihan pastoral yang baik adalah penting "terutama mengingat situasi darurat tertentu yang timbul dari kasus-kasus kekerasan dan pelecehan seksual dalam rumah tangga”. yang direncanakan khusus untuk pekerja pastoral.237 Mereka harus dibantu untuk memahami daya tarik dari penyatuan lengkap yang mengangkat dan menyempurnakan dimensi sosial dari eksistensi. dapat membantu dengan mengintegrasikan program persiapan perkawinan ke dalam dinamika kehidupan gerejani yang lebih luas"235. dan menegaskan pada kontribusi psikologi. Para Bapa Sinode menyatakan dengan beberapa cara bahwa kita perlu untuk membantu orang muda menemukan martabat dan keindahan perkawinan. khususnya mereka yang memiliki pengalaman praktis. Para profesional. dengan bantuan para guru dan konselor.204. dan memberi manfaat bagi anak-anak 151 . Semua ini tidak mengurangi. membantu menjaga inisiatif pastoral yang berdasar pada situasi nyata dan keprihatinan nyata keluarga-keluarga. melainkan melengkapi nilai dasar pengarahan spiritual. pendamping remaja dan keluarga. sosiologi. harta rohani Gereja yang kaya. dan Rekonsiliasi sakramental. "Kursus- kursus dan program-program. memberikan makna terdalam seksualitas. terapi perkawinan serta konseling. pekerja sosial. dokter keluarga dan dokter komunitas. 236. MEMPERSIAPKAN PASANGAN YANG BERTUNANGAN MENUJU PERKAWINAN 205. Respon atas konsultasi juga mendesak perlunya pelatihan bagi para pemimpin awam yang dapat membantu dalam pelayanan pastoral keluarga.

Pentingnya nilai-nilai luhur perlu disertakan. pasangan demikian merupakan "sumber daya yang berharga karena. Saya mendorong komunitas Kristiani untuk mengenali manfaat besar yang mereka sendiri terima lewat kegiatan mendukung pasangan yang bertunangan ketika mereka tumbuh di dalam kasih. mereka dapat membantu memperbaharui seluruh jalinan tubuh Gereja. Relatio Synodi 2014. ketika mereka dengan tulus berkomitmen untuk bertumbuh dalam kasih dan pemberian-diri. Para Bapa Sinode juga berbicara tentang perlunya program khusus tentang persiapan perkawinan yang ditujukan untuk memberikan kepada pasangan pengalaman berpartisipasi dalam kehidupan gerejani dan pengenalan lengkap tentang berbagai aspek kehidupan keluarga".238 207.dengan cara memberikan konteks terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka. Bentuk persahabatan mereka yang istimewa itu 152 . Di antaranya. para para Bapa Sinode setuju bahwa adanya kebutuhan untuk melibatkan seluruh masyarakat lebih ekstensif lagi dengan menekankan kesaksian dari keluarga itu sendiri dan dengan menempatkan dasar persiapan perkawinan di dalam proses inisiasi Kristiani dengan menampilkan hubungan antara perkawinan. 26. __________ 237 Cf. pembaptisan dan sakramen-sakramen lainnya. Dalam hal ini. 206. Seperti yang diamati oleh uskup-uskup Italia. bertarak terbukti sangat bernilai bagi pertumbuhan cinta yang murni di antara dua pribadi. "Kompleksitas masyarakat saat ini dan berbagai tantangan yang dihadapi keluarga membutuhkan upaya yang lebih besar di pihak seluruh komunitas Kristiani dalam mempersiapkan mereka yang akan menikah.

240 Kualitas lebih penting daripada kuantitas.dapat menular dan mendorong pertumbuhan persahabatan serta persaudaraan di dalam komunitas Kristiani di mana mereka adalah bagian daripadanya". Annotation 2. dan prioritas harus diberikan .. __________ 238 Ibid. Orientamenti pastorali sulla preparazione al matrimonio e alla famiglia (22 October 2012).239 Ada sejumlah cara yang absah untuk menyusun program persiapan perkawinan.bersamaan dengan pewartaan kerygma yang diperbaharui – menuju penyampaian informasi yang menarik dan bermanfaat yang dapat membantu pasangan untuk menjalani sisa hidup mereka bersama-sama "dengan keberanian besar dan kemurahan hati"241. dan masing-masing Gereja lokal akan membanding-bandingkan bagaimana (discern) cara terbaik untuk menyediakan formasi yang cocok tanpa menjauhkan generasi muda dari sakramen tersebut. 153 . Annotation 5. Mereka tidak perlu diajari dengan seluruh materi Katekismus atau ditimbuni dengan terlalu banyak informasi. 39. Episcopal Commission on Family and Life. menyediakan bagi pasangan bantuan yang mereka butuhkan untuk menerima sakramen dengan layak dan untuk membuat awal hidup yang solid sebagai sebuah keluarga. 240 IGNATIUS OF LOYOLA.. 239 ITALIAN BISHOPS’ CONFERENCE. melainkan kemampuan untuk merasakan dan menikmati hal-hal batin yang mencukupkan dan memuaskan bagi jiwa". Di sini juga. 1. Persiapan Perkawinan harus menjadi semacam "inisiasi" menuju ke sakramen perkawinan. "tentu bukan pengetahuan yang besar. 241 Ibid. Spiritual Exercises.

Mereka yang paling disiapkan untuk menikah mungkin sekali mereka yang belajar apakah pernikahan Kristiani itu dari orang tua mereka sendiri. 236 Ibid. 236 Ibid. Dalam hal ini. Apa yang mereka terima dari keluarga seharusnya mempersiapkan mereka untuk mengetahui diri sendiri sekaligus membuat komitmen penuh dan pasti. atas contoh dan nasihat yang baik. karena tujuan utama adalah untuk membantu masing-masing belajar bagaimana mencintai orang yang benar- benar nyata ini yang dengannya ia berencana untuk berbagi seluruh hidupnya.208. juga tidak bisa diajarkan dalam lokakarya sebelum upacara perkawinan. dapat membantu cinta mereka untuk tumbuh menjadi matang. Kelompok-kelompok diskusi dan seminar-seminar pilihan dengan berbagai topik yang benar-benar diminati orang-orang muda juga terbukti dapat membantu. yang memilih satu sama lain tanpa syarat dan setiap hari memperbaharui keputusan itu. Belajar untuk mencintai seseorang tidak terjadi secara otomatis. Dengan bantuan keluarga-keluarga misionaris. 235 Ibid. sejumlah pertemuan individual tetap penting. keluarga pasangan itu sendiri dengan berbagai sumber daya pastoral. inisiatif pastoral ditujukan untuk membantu pasangan suami istri bertumbuh dalam kasih dan dalam Injil keluarga juga membantu anak-anak mereka. 234 Ibid. persiapan perkawinan sudah dimulai sejak lahir. 235 Ibid. harus ditemukan untuk menawarkan persiapan jarak jauh yang. berbagai cara 234 Ibid. Demikian pula. dengan mempersiapkan mereka 154 . Untuk setiap pasangan.

bagi kehidupan perkawinan mereka di kemudian hari. Kita tidak boleh meremehkan nilai pastoral praktek keagamaan tradisional. di beberapa negara. Keputusan untuk menikah tidak boleh dipaksakan kecuali jika pasangan itu telah mempertimbangkan alasan-alasan lebih dalam yang akan memastikan komitmen yang sejati dan stabil. 155 . apa yang mereka pahami tentang cinta dan komitmen. tidak pasti dan tak terduga daripada hasrat. Tidak ada yang lebih mudah menguap. Persiapan yang tepat waktu bagi pasangan yang bertunangan oleh komunitas paroki harus pula membantu mereka untuk mengenali berbagai masalah serta risiko yang akan muncul. Dalam ketertarikan awal mereka satu sama lain. 209. baru kemudian masalah-masalah muncul ke permukaan. Dengan cara ini. apa yang masing-masing inginkan dari yang lain dan kehidupan seperti apa yang mereka ingin bangun bersama-sama. pasangan dapat mencoba menyembunyikan atau membuat relatif hal-hal tertentu dan menghindari perbedaan pendapat. Sebagai contoh: Saya berpikir tentang Hari Valentin. mereka dapat menyadari hikmatnya putusnya suatu hubungan yang kegagalan dan keadaan menyakitkan sesudahnya sudah dapat diramalkan. kepentingan komersial lebih cepat melihat potensi dari perayaan ini daripada kita di dalam Gereja. Dengan alasan itu maka mereka harus didorong dengan kuat untuk membicarakan apa yang mereka harapkan dari perkawinan. Diskusi seperti itu akan membantu mereka untuk melihat apakah mereka sebenarnya hanya memiliki sedikit kesamaan dan menyadari bahwa rasa saling tertarik saja tidak akan cukup untuk menjaga mereka bersama-sama.

tetapi juga untuk mengatasi masalah dan kesulitan. dan dengan cara ini memupuk pertumbuhan manusiawi mereka. Dalam hal apapun. ia perlu memiliki kepercayaan realistis dalam kemungkinannya menolong mengembangkan hal-hal baik guna mengimbanginya. banyak pasangan menikah tanpa benar- benar mengenal satu sama lain. Persiapan perkawinan baik jangka pendek maupun jangka panjang harus memastikan bahwa pasangan tidak melihat upacara perkawinan sebagai ujung perjalanan. 211.210. sebelum hari pernikahan. Hal ini memerlukan kesediaan untuk menghadapi pengorbanan. masalah dan situasi konflik yang akan datang. Pendampingan pastoral bagi pasangan yang bertunangan dan yang menikah harus berpusat pada ikatan perkawinan. membantu pasangan tidak hanya untuk memperdalam cinta mereka. ia menuntut suatu keputusan kuat untuk siap menghadapi hal tersebut. tapi belum pernah menghadapi tantangan yang mengungkapkan diri mereka sendiri dan berupaya untuk mengetahui siapa sesungguhnya orang lain itu. Sayangnya. jika salah satu orang dengan jelas mengenali titik-titik lemah pasangannya. Mereka telah menikmati pertemanan satu sama lain dan melakukan banyak hal bersama-sama. Pasangan harus mampu mendeteksi tanda-tanda bahaya dalam hubungan mereka dan menemukan. tapi sebaliknya memulai perjalanan perkawinan sebagai panggilan seumur hidup yang berdasarkan keputusan yang kokoh dan realistis untuk menghadapi semua cobaan dalam saat-saat yang sulit bersama-sama. Hal ini bukan hanya membantu mereka menerima ajaran Gereja dan mendapatkan jalan menuju sumber dayanya 156 . cara-cara efektif menyikapinya.

Jangan biarkan dirimu ditelan oleh 157 . Persiapan jangka pendek untuk menikah cenderung terpusat pada undangan. Persiapan Perayaan 212. karena banyak biaya terlibat. di hadapan Allah. pakaian. dan sebaliknya mereka akan menerima pengampunanNya yang maharahim serta kekuatan penyembuhan. Persiapan perkawinan juga harus menyediakan bagi pasangan nama-nama tempat. Milikilah keberanian untuk menjadi berbeda. nasihat yang baik. strategi yang telah terbukti dan bimbingan psikologis.yang berharga. tetapi juga menawarkan program- program praktis. Ijinkan saya menyampaikan pesan kepada orang-orang yang bertunangan. pasangan. serta hubungan antar mereka sendiri. Preokupasi serupa terhadap perayaan besar juga mempengaruhi penyatuan de facto. orang-orang dan jasa yang dapat mereka hubungi ketika timbul masalah. bukannya mementingkan kasih mereka di atas segalanya dan mempertunjukkannya di hadapan banyak orang lain. Semua ini adalah panggilan bagi pedagogi kasih yang diselaraskan dengan perasaan dan kebutuhan orang-orang muda dan mampu membantu mereka untuk bertumbuh di dalam. Penting pula untuk mengingatkan mereka tentang tersedianya Sakramen Rekonsiliasi yang memungkinkan mereka untuk membawa d0sa-dosa mereka dan kesalahan-kesalahan masa lalu. pesta dan sejumlah hal terperinci lainnya yang cenderung menguras tidak hanya anggaran tetapi juga tenaga dan sukacita. Pasangan datang ke upacara perkawinan dengan rasa lelah dan kehabisan daya. menjadi tidak pernah menikah. dan bukannya memiliki fokus serta siap untuk langkah besar yang akan mereka ambil.

Pekerja pastoral dan seluruh masyarakat dapat membantu membuat prioritas ini menjadi norma dan bukan sesuatu yang dianggap tidak lazim. 1941. Catechesis (27 June 1984). Kadang-kadang. Anda sanggup untuk memilih perayaan yang lebih ekonomis dan sederhana di mana cinta lebih dipentingkan di atas segala sesuatu lainnya. Di dalam diri orang-orang yang dibaptis. Perlu ditekankan bahwa kata-kata 158 . yang diciptakan dengan arti yang diberikan Allah. komitmen yang dinyatakan dengan kata- kata persetujuan dan penyatuan tubuh yang menyempurnakan perkawinan hanya dapat dilihat sebagai tanda perjanjian cinta dan kesatuan antara Putera Allah yang berinkarnasi dan Gereja-Nya. Dalam persiapan mereka untuk menikah. Tubuh.masyarakat konsumtif dan penampilan yang kosong. sambil menyadari bahwa di dalam perjanjian perkawinan terdapat misteri yang dinyatakan dan disadari yang mempunyai asal mula dari Allah sendiri". 4: Insegnamenti VII/1 (1984).242 __________ 242 JOHN PAUL II. pasangan tidak memahami arti teologis dan spiritual kata-kata persetujuan. yang menerangi arti dari semua tanda-tanda yang mengikutinya. Dalam kasus dua orang yang dibaptis. 214. kata-kata dan tanda-tanda menjadi bahasa iman yang fasih. Yang penting adalah kasih yang anda bagikan. “menjadi bahasa para pelayanan sakramen. 213. pasangan harus didorong untuk membuat perayaan liturgi menjadi pengalaman pribadi yang mendalam serta untuk menghargai arti dari setiap tanda di dalamnya. diperkuat dan dikuduskan oleh kasih karunia Allah.

mereka saling mendukung. Lenten Message (18 February 2015). bahasa tubuh. Oleh karena itu marilah kita memperhatikan kerusakan yang timbul. tanda-tanda cinta yang ditunjukkan sepanjang hidup perkawinan. di dalam budaya komunikasi global kita. Mereka tidak dapat dipaksakan dengan kekuatan atau dipertahankan tanpa pengorbanan”. 244 KENYA CONFERENCE OF CATHOLIC BISHOPS. Encyclical Letter Casti Connubii (31 December 1930): AAS 22 (1930). tetapi lebih sebagai realitas yang secara permanen mempengaruhi seluruh kehidupan rumah tangga245. p. kata-kata itu melibatkan totalitas yang meliputi masa depan: "sampai kematian memisahkan kita". 583.ini tidak dapat dikurangi hingga saat ini. 22 October 2015.244 Mereka perlu didorong untuk memahami bahwa sakramen bukan sebagai suatu kejadian tunggal yang kemudian menjadi bagian dari masa lalu beserta kenangannya. semua itu menjadi sebuah "kesinambungan bahasa liturgis yang tak terputus- putus" dan "kehidupan perkawinan dalam arti tertentu menjadi bersifat liturgis" 246. Isi kata-kata persetujuan menjelaskan bahwa "kebebasan dan kesetiaan tidak berlawanan satu sama lain. baik dalam hubungan interpersonal maupun sosial. dan __________ 243 Catechesis (21 October 2015): L’Osservatore Romano. PIUS XI. 12. dengan makin meningkatnya janji yang tidak ditepati…Dengan menghormati perkataan seseorang. 159 . Makna prokreasi dari seksualitas. 243 215. kesetiaan kepada janjinya: hal-hal ini adalah perkara yang tidak bisa dibeli dan dijual. 245 Cf. Uskup dari Kenya pernah mengamati bahwa "banyak [orang-orang muda] berkonsentrasi pada hari pernikahan mereka dan lupa akan komitmen seumur hidup yang akan segera mereka masuki ".

dan untuk menguduskan cinta mereka di hadapan simbol Bunda Maria.216. untuk bersama-sama bertanya kepada Tuhan apa yang Dia inginkan dari mereka. 3.. Adalah tidak baik bagi mereka bila tiba di tempat upacara pernikahan tanpa berdoa bersama-sama. Pasangan juga dapat merenungkan bacaan Alkitab dan makna cincin yang akan mereka pertukarkan dan tanda-tanda lain yang menjadi bagian dari ritual. pp. Catechesis (4 July 1984). Anggur yang baik. atau yang berasal dari __________ 246 JOHN PAUL II. 6: Insegnamenti VII/2 (1984). denominasi Kristen lainnya atau komunitas religious lainnya. Mujizat pertama dibuat Yesus dalam pesta perkawinan di Kana. 9. merupakan sebuah perayaan keluarga dan juga perayaan komunitas. adalah anggur baru dari perjanjian Kristus dengan pria dan wanita semua usia. untuk mencari pertolongan Allah agar tetap setia dan murah hati. Dengan demikian kesempatan tersebut memberikan peluang berharga untuk mewartakan Injil Yesus Kristus"247 160 . Mereka yang membantu mempersiapkan perkawinan mereka harus membantu pasangan mengalami saat-saat doa yang mana dapat membuktikan bahwa doa itu sangat menguntungkan. "Liturgi perkawinan adalah peristiwa unik. 10. yang dihasilkan dari mujizat Yesus itu yang membawa sukacita kepada permulaan sebuah keluarga baru. Sering Pastor selebran sering berbicara tentang mujizat Kana ini kepada jemaat termasuk kepada orang-orang yang jarang berpartisipasi dalam kehidupan Gereja. yang satu mendoakan yang lainnya.

Seringkali masa pertunangan tidak cukup lama. pasangan menjadi sangat mudah terlukai begitu rasa sayang tadi berkurang atau daya tarik fisik memudar. Mengingat hal ini sering terjadi. atau bahkan yang lebih bermasalah lagi. 218. Penyatuan mereka adalah nyata dan tidak dapat diubah. diteguhkan dan ditahbiskan oleh sakramen perkawinan. Ketika cinta hanya sekedar daya tarik fisik atau rasa sayang yang tidak jelas. mempertahankan dan mencintai satu sama lain seumur hidup. Adalahal penting bahwa perkawinan dilihat sebagai urusan kasih. pasangan yang baru menikah tadi harus menyelesaikan suatu proses yang semestinya terjadi selama masa pertunangan mereka. 59. Tantangan besar lainnya persiapan perkawinan adalah untuk membantu pasangan menyadari bahwa perkawinan bukanlah sesuatu __________ 247 Relatio Finalis 2015. Oleh karena itu. yang terjadi sekali lalu semua beres. pasangan diharapkan berperan aktif dan kreatif di dalam suatu proyek seumur hidup. Namun dalam mempersatukan kehidupan mereka. sangatlah penting bila para pasangan dibantu selama tahun-tahun awal hidup perkawinan mereka guna memperkaya dan memperdalam keputusan sadar dan bebas mereka untuk saling memiliki. di mana hanya mereka yang bebas memilih dan mencintai satu sama lain yang boleh menikah. Pandangan mereka sekarang harus 161 . keputusan dipercepat karena berbagai alasan.MENDAMPINGI TAHUN-TAHUN AWAL HIDUP PERKAWINAN 217. pasangan itu sendiri tidak cukup matang.

suatu pekerjaan yang sedang berjalan. yang perlu bertumbuh. mereka baru memulai suatu perjalanan yang mengharuskan mereka untuk mengatasi semua rintangan yang muncul di perjalanan mereka mencapai tujuan. Berkat perkawinan yang mereka terima merupakan anugerah dan insentif bagi perjalanan ini. sehingga mereka dapat menangkap bahwa pernikahan itu "barulah awalnya saja". Dengan mengatakan "saya mau". Masing-masing harus menepikan semua ilusi pribadi dan menerima pasangannya apa adanya: sebagai suatu produk yang belum selesai. pengertian. Pasangan ini kemudian terbukti tidak mampu membantu satu sama lain untuk membangun penyatuan yang matang. 219. Untuk alasan penting ini. mengeluarkan ultimatum dan terlibat dalam kompetisi serta pembelaan diri. cinta itu akan tergantikan dengan sikap terus menerus mempertanyakan dan mengkritik. satu pasangan tidak boleh mengharapkan yang lainnya untuk menjadi sempurna. pada tahun-tahun pertama pernikahan.diarahkan ke masa depan yang. 162 . Saya ingat pepatah lama: air tenang akan menjadi tergenang dan tidak bermanfaat apa-apa. mereka berencana untuk mencapai tujuan mereka. Fakta ini perlu disampaikan secara realistis kepada pasangan yang baru menikah sejak awalnya. Sikap kritis terus menerus terhadap pasangan merupakan tanda bahwa pernikahan tidak dimasukkan sebagai proyek untuk dikerjakan bersama-sama. Jika. dengan kesabaran. toleransi dan kemurahan hati. mereka setiap hari dipanggil untuk membangun. berkisar pada hal-hal baik dan buruk. secara konkret. Mereka hanya bisa mendapatkan manfaat lewat duduk bersama dan berbicara satu sama lain tentang bagaimana. dengan bantuan kasih karunia Allah. Perlahan tapi pasti.

Harapan adalah ragi yang. melainkan kedua- duanya adalah pemenang. sehingga tidak akan ada pemenang dan pecundang. dan menyadari dengan sukacita bahwa perkawinan ini memperkaya masyarakat. karena cara terbaik untuk mempersiapkan masa depan yang solid adalah dengan hidup baik di masa sekarang. karena 163 .pengalaman cinta pasangan tersebut menjadi stagnan. ia juga belajar untuk “berunding". Harapan juga meminta kita hidup sepenuhnya di masa sekarang. demi kebaikan keluarga. perundingan seperti itu merupakan latihan kasih timbal balik. Proses ini terjadi dalam berbagai tahap yang memerlukan kemurahan hati dan pengorbanan. menempatkan kebahagiaan pihak lain di depan kebahagiaan saya sendiri. saling memberi dan menerima. keputusan tidak dapat dibuat secara sepihak. 220. Pada setiap tahap baru hidup perkawinan. Rasa ketertarikan pertama yang kuat memberi jalan kepada kesadaran bahwa pasanganku sekarang menjadi bagian dari hidup saya. Cinta orang muda butuh terus menari menuju masa depan dengan harapan besar. Ia mengekang ketidakpastian dan keprihatinan kita sehingga pertumbuhan dapat terjadi. memberi semua untuk kehidupan keluarga. Kesenangan menjadi milik satu sama lain ini membawa mereka untuk melihat kehidupan sebagai proyek bersama. Jauh dari rasa egois atau hitung-hitungan. pada tahun-tahun pertama pertunangan dan pernikahan. konflik dan masalah serta untuk melihat hal-hal dalam perspektif yang lebih luas. Sementara cinta menjadi matang. ia akan kehilangan rasa kegembiraan yang seharusnya menjadi kekuatan pendorongnya. perlu untuk duduk bersama dan merundingkan lagi berbagai persetujuan. Di dalam keluarga. memungkinkan untuk melihat melampaui berbagai argumentasi.

menumbuhkan kebaikan- kebaikan yang hadir dalam setiap orang .masing-masing pasangan berbagi tanggung jawab atas keluarga. Di antara aneka penyebab retaknya perkawinan adalah karena harapan yang terlampau tinggi atas hidup perkawinan. Sewaktu kita membaca dalam Alkitab tentang penciptaan pria dan wanita. Ia menyadari bahwa masih kurang satu hal yang penting sehingga Ia membentuk Hawa dan kemudian mendengar pria itu berseru dengan takjub. Bolehkah kita mengatakan bahwa misi terbesar dari dua orang yang bercinta adalah untuk menolong satu sama lain semakin menjadi seorang pria dan seorang wanita? Mendorong pertumbuhan berarti membantu seseorang untuk membentuk identitasnya. berangkat dari awal yang rapuh – terima kasih atas karunia Allah dan respon kreatif dan murah hati dari pihak kita - bertumbuh dari waktu ke waktu menjadi sesuatu yang berharga dan bertahan lama. solusinya bukanlah tergesa-gesa dan tanpa tanggungjawab berpikir untuk berpisah. Perubahan. perbaikan. yang satu ini tepat bagi saya!" Kita bisa mendengar dialog menakjubkan itu ketika seorang pria dan wanita untuk pertama kali 164 .semua ini adalah mungkin. Cinta dengan demikian menjadi semacam ahli seni. melainkan sadarilah dengan tenang bahwa hidup perkawinan adalah sebuah proses pertumbuhan. kita melihat bahwa Allah pertama membentuk Adam (lih Kej 2: 7). Setelah menjadi jelas bahwa realitas itu terbatas dan lebih sulit dari yang dibayangan. Setiap perkawinan adalah semacam "sejarah keselamatan". namun masing-masing keluarga itu unik dan setiap perkawinan akan menemukan cara yang paling sesuai bagi mereka. 221. "Ya. di mana setiap pasangan menjadi alat Allah membantu yang lainnya menjadi dewasa.

dan disertai pertimbangan rohani. Dalam hal ini. Cinta membuat seorang menunggu yang lain dengan kesabaran seorang pengrajin. .bertemu satu sama lain. keluarga berencana pantas terjadi sebagai hasil dialog kesepakatan antara pasangan. Di sana setiap orang sendirian bersama Allah. untuk melawan mentalitas yang seringkali bermusuhan terhadap kehidupan. Pada setiap tahap baru. dan pintu baru dapat terbuka bagi hubungan mereka. 16). bahkan pada saat-saat yang sulit sekalipun.248 Ajaran yang jelas dari Konsili Vatikan II masih mempertahankan: "[pasangan] akan membuat 165 . Pendampingan pastoral bagi pasangan yang baru menikah harus mencakup juga mendorong mereka untuk bermurah hati dalam menganugerahkan hidup. dengan menghormati waktu-waktu tertentu dan pertimbangan martabat pasangannya. 222. "Sesuai dengan karakter manusia pribadi dan sepenuhnya dalam kasih perkawinan.. Keputusan yang melibatkan tanggung jawab sebagai orangtua mengandaikan pembentukan hati nurani. maka keputusan mereka akan semakin nyata bebas dari perubahan subyektif dan dari penerimaan kebiasaan sosial jaman ini". seolah-olah mereka baru bertemu untuk pertama kalinya. yang suara- Nya menggema di kedalaman hati' (Gaudium et Spes. Dalam kehidupan pasangan yang menikah. kesabaran yang berasal dari Allah sendiri. mereka tetap "membentuk" satu sama lain. Semakin pasangan mencoba untuk mendengarkan Allah di dalam hati nuraninya dan perintah-Nya (bdk Roma 2:15). satu orang dapat selalu mengejutkan yang lainnya. yang merupakan 'inti paling rahasia dan tempat sakral seseorang. ajaran Ensiklik Humanae Vitae (bdk 1014) dan seruan Apostolik Familiaris Consortio (bdk 14. 2835) seharusnya dipelajari ulang.

Para Bapa Sinode mengamati bahwa "tahun- tahun awal pernikahan adalah periode penting dan sensitif di mana pasangan menjadi lebih sadar akan tantangan dan makna dari kehidupan perkawinan. 2370).250 223. 50. dan bukan orang lain. Biarkan mereka dengan penuh pertimbangan memperhitungkan kesejahteraan mereka sendiri dan anak-anak mereka. Melalui mereka. pendampingan pastoral perlu berjalan lebih jauh melampaui perayaan Sakramen 166 . Penekanan yang lebih besar harus diletakkan pada kenyataan bahwa anak-anak adalah hadiah yang indah dari Tuhan dan sukacita bagi orang tua maupun Gereja. 249 SECOND VATICAN ECUMENICAL CONCIL. mereka harus mencari tahu tentang kepentingan kelompok keluarga. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. yang sudah lahir dan yang mungkin dibawa oleh masa depan. Akibatnya. karena ‘metode ini menghormati tubuh pasangan. pada akhirnya harus membuat keputusan ini di hadapan Allah "249 Lebih lagi.. pendidikan tentang kebebasan otentik' (Katekismus Gereja Katolik."penggunaan metode berdasarkan pada 'metode alamiah dan saat kesuburan’ (Humanae Vitae. mendorong kelembutan di antara mereka serta memberikan __________ 248 Ibid. Tuhan memperbaharui dunia". 11) perlu dipromosikan. Untuk permasalahan ini mereka perlu memperhitungkan baik kondisi material dan spiritual zaman sekarang maupun keadaan mereka dalam kehidupan. kepentingan masyarakat saat itu dan kepentingan Gereja sendiri. Orang tua sendiri. Akhirnya.keputusan lewat nasihat dan usaha pada umumnya. 63.

melalui kerjasama dari berbagai asosiasi. Pekerja pastoral dan kelompok orang menikah harus memikirkan cara- 167 . Liturgi. Cinta membutuhkan waktu dan tempat. Di waktu-waktu lainnya.Perkawinan (Familiaris Consortio. Kadang-kadang hingar-bingar masyarakat kita dan tekanan dari tempat kerja menciptakan masalah. 251 Relatio Synodi 2014. pasangan yang berpengalaman memiliki peran penting untuk dijalankan. gerakan gerejani maupun komunitas-komunitas yang baru. dan mereka dianjurkan agar bertemu secara teratur untuk meningkatkan pertumbuhan kehidupan rohani dan solidaritas dalam tuntutan hidup yang konkret. segala sesuatu yang lain adalah nomor dua. Proses ini membutuhkan waktu. 224. Penekanan juga diberikan pada pentingnya spiritualitas keluarga. 63. untuk berbagi rencana. khususnya pada ulang tahun pernikahan. untuk menyambut waktu santai. Pasangan muda perlu didorong agar pada dasarnya terbuka bagi karunia besar mendapatkan anak-anak. praktek devosional dan Ekaristi yang dirayakan bagi keluarga. Paroki adalah tempat di mana pasangan yang berpengalaman seperti itu dapat membantu pasangan lebih muda. Bagian III). disebut sebagai faktor penting dalam menumbuhkan evangelisasi melalui keluarga". untuk menghargai satu sama lain dan untuk membangun hubungan yang lebih kuat. Dalam hal ini. berbagi ruangan yang sama tanpa menyadari kehadiran satu sama lain.251 __________ 250 Relatio Finalis 2015. doa dan partisipasi dalam Ekaristi hari Minggu. Waktu dibutuhkan untuk membicarakan berbagai hal. untuk mendengarkan satu sama lain dan menatap mata satu sama lain. 40. masalahnya adalah kurangnya kualitas waktu bersama-sama.

berbagai cara merayakan peristiwa-peristiwa penting. Pasangan yang telah belajar bagaimana melakukan ini dengan baik dapat berbagi sejumlah saran praktis yang telah mereka buktikan bermanfaat: Merencanakan waktu luang bersama- sama. mencari penerimaan dari yang lain atau sekedar mencari cara-cara untuk melarikan diri dari apa yang telah menjadi suatu kedekatan yang tidak nyaman. internet dll). Hal ini sangat penting terutama bagi fase ketika gairah cinta perkawinan yang masih baru ini mulai memudar. Namun perlu juga untuk memutuskan rutinitas tersebut dengan membuat pesta. peluang bersama untuk pertumbuhan rohani. menunggu di pintu untuk menyambut satu sama lain. dan dengan demikian dapat meningkatkan komunikasi di antara mereka.cara untuk membantu pasangan muda atau pasangan rentan untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya dari kesempatan tersebut. melakukan perjalanan bersama-sama dan berbagi pekerjaan rumah tangga. satu atau kedua-duanya akan berakhir pada tempat pelarian berupa gadget (HP. agar mereka hadir satu sama lain. berkat malam. saat-saat rekreasi bersama anak-anak. Mereka juga dapat menyediakan berbagai sumber daya yang membantu pasangan muda yang menikah untuk membuat saat-saat tersebut berarti dan penuh kasih. 225. Sekali pasangan mulai tidak tahu bagaimana meluangkan waktu bersama-sama. dan menikmati perayaan ulang 168 . 226. Pasangan muda yang baru menikah harus didorong untuk mengembangkan rutinitas yang memberikan rasa kedekatan dan stabilitas yang sehat melalui ritual sehari-hari bersama-sama. dan dapat berbagi saat-saat hening yang bermakna. Ini dapat mencakup ciuman pagi.

membebaskannya dari rasa monoton dan mewarnai rutinitas sehari-hari dengan harapan. Ini berarti mendorong agar sering membuat pengakuan. Ketika mengunjungi rumah umat. Mengapa kita tidak memberitahu Allah tentang kesulitan kita dan meminta-Nya untuk memberikan kepada kita penyembuhan dan bantuan yang kita butuhkan untuk tetap setia percaya kepada-Nya? Para Bapa Sinode mencatat bahwa "Sabda Allah adalah sumber kehidupan dan spiritualitas bagi keluarga. menempatkan keluarga di tangan Tuhan.tahun suatu peristiwa dan acara-acara-acara khusus dalam keluarga. Kita perlu saat-saat untuk menghidupi berbagai karunia Allah dan memperbaharui semangat untuk hidup. kami harus mengumpulkan semua anggota keluarga dan mendoakan dengan singkat satu per satu. Selama kita bisa merayakan. Suatu hal yang juga membantu untuk mendorong setiap pasangan untuk mencari waktu berdoa sendirian bersama Allah. mengikuti bimbingan rohani dan retret sesekali. Hal ini juga berarti mendorong doa keluarga di sepanjang minggu itu. Kami para pastor harus mendorong keluarga untuk bertumbuh dalam iman. kita mampu untuk menghidupkan kembali cinta kita. dan sebagai terang untuk membedakan berbagai tantangan yang 169 . 227. Semua karya pastoral bagi keluarga harus memungkinkan orang untuk secara batiniah diubahkan dan dibentuk sebagai anggota gereja domestik melalui pembacaan dan Kitab Suci disertai doa dari Gereja. Sabda Allah bukan hanya kabar baik bagi kehidupan pribadi seseorang tetapi juga sebagai pedoman untuk menilai. karena setiap pasangan memiliki salib-salib rahasia yang harus dipikulnya. karena "keluarga yang berdoa bersama-sama akan tetap bersama-sama".

Walaupun demikian. Di mana saja kasih itu dituangkan. salah satu pasangan tidak dibaptis atau tidak mau menjalankan imannya. Dalam hal apapun. konseling perkawinan.. menunjukkan bagi pasangan yang tidak seiman. beberapa nilai yang sama dapat ditemukan dan ini dapat dibagikan dan dinikmati. mendatangkan kebahagiaan. perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah 170 . 252 228. Paroki-paroki. ia membuat daya __________ 252 Ibid. meredakan luka-luka dan berbagi kehidupan bersama menampilkan jalan pengudusan sejati. Hal ini dapat membuat keinginan pasangan yang lain untuk hidup dan bertumbuh dalam kehidupan Kristiani menjadi sulit dan kadang-kadang menyakitkan. sering dengan cara yang misterius. retret singkat untuk pasangan. sekolah- sekolah dan lembaga-lembaga Gereja lainnya dapat membantu dalam berbagai cara untuk mendukung keluarga dan membantu mereka bertumbuh. gerakan-gerakan. Ini mungkin berupa: pertemuan dengan pasangan yang tinggal di satu lingkungan yang sama. pelayanan sosial yang berurusan dengan masalah keluarga seperti kecanduan. dan istri yang tidak beriman itu dikuduskan melalui suaminya" (1 Kor 7:14). 34. ceramah oleh ahli tentang isu-isu konkret yang dihadapi keluarga. Dalam beberapa kasus.ditemui oleh pasangan menikah dan keluarga- keluarga”. 229. bahkan sampai pada titik di mana "suami yang tidak beriman itu dikuduskan melalui istrinya. Kasih itu senantiasa merupakan karunia Allah. pengubahannya terasa. misionaris rumah tangga yang membantu pasangan membahas kesulitan dan keinginan mereka.

setelah menikah. Saya memikirkan. program pertumbuhan rohani. bila perlu. kepada orang- yang dapat membantu. pada saat yang sama pelayanan itu memperkuat perkawinan mereka dan membantu mereka untuk bertumbuh. Juga akan banyak membantu dengan meminta meminta pasangan nikah yang lebih tua 171 . ini memberikan kesempatan menciptakan percakapan pastoral tentang situasi keluarga. sebagai contohnya. tentang Baptisan dan Komuni Kudus pertama bagi anak-anak mereka. Cara lain untuk bertumbuh lebih dekat adalah melalui pemberkatan rumah atau dengan membawa gambar Bunda Maria untuk rumah di lingkungan. untuk membantu keluarga lain dan membagikan iman. Kelompok tersebut memampukan pasangan untuk bermurah hati. Hampir semua pasangan yang sudah menikah muncul kembali pada kesempatan tersebut di atas. mendoakan. Kantor paroki harus siap untuk menangani dengan penuh pertolongan dan kepekaan berbagai kebutuhan keluarga dan dapat membuat rujukan. untuk mengingatkan mereka betapa indahnya perkawinan Kristiani dan adanya dukungan dari paroki yang ditawarkan bagi mereka. kita sendiri tidak memanfaatkan atas kesempatan yang baik pada saat mereka kembali.tangga. berhenti dari komunitas Kristiani. Ada juga kontribusi yang dibuat oleh kelompok-kelompok pasangan menikah menyediakan bantuan sebagai bagian dari komitmen mereka bagi pelayananan. atau pemakaman atau pernikahan dari kerabat atau teman-teman mereka. Benarlah bahwa banyak pasangan. lokakarya untuk orang tua dengan anak yang bermasalah dan berbagai pertemuan keluarga. sering kali. dan kita harus memanfaatkan lebih banyak peluang di kesempatan ini. Namun. mengajarkan dan saling mendukung. 230.

Sukacita dan pengorbanannya berbuah sejalan dengan berlalunya tahun demi tahun dan pasangan bersukacita melihat anak-anak dari anak-anak mereka.untuk membantu pasangan muda di lingkungan dengan mengunjungi mereka dan menawarkan bimbingan pada tahun-tahun awal pernikahan. Kita tidak bisa lagi bekerja seperti pabrik. Mereka "secara lahiriah tidak lagi terbakar dengan emosi yang kuat dan dorongan-dorongan. Kesetiaan berhubungan dengan kesabaran dan pengharapan. menetap dan menjadi matang sewaktu pasangan itu menemukan diri satu sama lain baru hari demi hari. Cinta yang hadir dari awal mulanya menjadi semakin disadari. walaupun demikian. kita tidak bisa membatasi jangkauan pastoral untuk kelompok-kelompok kecil atau kelompok yang terpilih saja. menyelenggarakan kursus-kursus yang sebagian besar tidak dihadiri. Saat ini. usia 172 . sebagian besar pasangan tidak bisa menghadiri pertemuan rutin. begitu juga pengalaman kesetiaan sehari-hari memberikan hidup perkawinan itu kekayaan dan "tubuh". telah telah sampai pada masa emasnya. Mengingat laju kehidupan saat ini. Santo Yohanes dari Salib mengatakan bahwa "para kekasih lama telah teruji dan benar". Sepatah kata juga harus dikatakan tentang mereka yang cintanya. tapi sekarang mereka merasakan manisnya anggur cinta. MEMBERI TERANG PADA SAAT KRISIS. pelayanan pastoral bagi keluarga pada dasarnya harus bersifat misionaris. KHAWATIR DAN KESULITAN 231. tahun demi tahun. pergi ke luar ke mana umatnya berada. Sama seperti anggur yang manis mulai "bernapas" perlahan-lahan. seperti anggur yang baik.

Pasangan yang berpengalaman dan terlatih harus terbuka untuk menawarkan bimbingan. sehingga pasangan muda tidak menjadi 173 . Pasangan akan mendapatkan manfaat dari menerima bantuan pada saat menghadapi krisis.253 Pasangan seperti itu telah berhasil mengatasi krisis dan kesulitan tanpa melarikan diri dari tantangan atau menyembunyikan masalah. sebaliknya.yang matang dan tersimpan jauh di dalam hati mereka". maka setiap krisis menjadi kesempatan untuk membiarkan anggur hubungan mereka bertambah tua dan semakin baik. setiap langkah baru di sepanjang jalan dapat membantu pasangan menemukan cara baru menuju kebahagiaan. Hidup bersama tidak boleh mengurangi melainkan meningkatkan kepuasan mereka. XXV. Tidak perlu bagi pasangan untuk mengundurkan diri karena sebuah kondisi menurun yang tak terelakkan atau yang dianggap di bawah rata-rata yang masih dapat ditolerir. Pasangan harus dibantu untuk menyadari bahwa mengatasi __________ 253 Cántico Espiritual B. Setiap krisis menjadi kesempatan magang untuk tumbuh lebih dekat bersama-sama atau belajar lebih banyak tentang apa artinya hidup menikah. menemui tantangan dan mengakuinya sebagai bagian dari kehidupan keluarga. Sebaliknya. hal itu dapat memperbaiki. krisis tidak perlu memperlemah hubungan mereka. 11. memantapkan dan mematangkan anggur pernikahan mereka. Tantangan Krisis 232. ketika perkawinan dipandang sebagai suatu tantangan yang melibatkan mengatasi rintangan. namun ini juga merupakan bagian dari keindahan yang dramatis. Kehidupan setiap keluarga ditandai dengan segala macam krisis.

233. atau merasa bersalah. menyembunyikan atau mengecilkannya. karena kita merasa bahwa kita sedang kehilangan kendali. Krisis harus dihadapi bersama-sama. ini hanya membuat masalah bertambah buruk.ketakutan akibat krisis ini atau tergoda untuk mengambil keputusan yang tergesa-gesa. karena orang kadang-kadang menarik diri guna menghindari mengatakan apa yang mereka rasakan. Ketika masalah tidak ditangani. menjadi penting sekali untuk menciptakan peluang berbicara dari hati ke hati. kita perlu belajar bagaimana mendengarkannya dengan telinga hati. mereka mundur memasuki kesunyian yang menakutkan. Pada saat-saat inilah. Tapi ini tidak menolong. membuang tenaga dan menunda jalan keluar. Komunikasi adalah sebuah seni yang dipelajari di saat-saat damai untuk dipraktekkan di saat-saat sulit. dan akhirnya menjadi seorang asing. Pasangan memerlukan bantuan untuk menemukan pikiran 174 . Sedikit demi sedikit. "orang yang saya cintai" perlahan-lahan berubah menjadi "pasangan saya". Ini memang sulit. dan berharap masalah itu akan berlalu. Setiap krisis mempunyai pelajaran untuk mendidik kita. komunikasi merupakan hal pertama yang pergi. Dihadapkan dengan suatu krisis. mereka akan mengalami hal ini semakin lama semakin sulit dengan berlalunya waktu. 234. dan hal ini membuat kita tidak nyaman. Pasangan bertumbuh terpisah dan kehilangan kemampuan mereka untuk berkomunikasi. Kita menenangkan hati dengan menyangkal masalah tersebut. kemudian hanya menjadi "ayah atau ibu dari anak-anak saya". kita pertama- tama cenderung bereaksi membela diri. Kecuali pasangan belajar untuk melakukan hal ini.

Jawaban-jawaban yang diberikan kepada konsultasi pra-sinode menunjukkan bahwa kebanyakan orang dalam situasi sulit atau kritis biasanya tidak mau mencari bantuan pastoral. 236. masalah emosional. karena mereka tidak mendapatkannya sebagai simpatik. Membesarkan anak-anak kecil membutuhkan perubahan gaya hidup. Kedatangan seorang anak menyajikan tantangan emosional yang baru. Beberapa krisis khas terjadi pada hampir setiap perkawinan. hal ini adalah proses yang menyakitkan yang memunculkan suatu harta baru. Pasangan yang baru menikah perlu belajar bagaimana menerima perbedaan antar mereka dan melepaskan diri dari orang tua mereka. depresi dan kelelahan.dan perasaan terdalam mereka dan mengungkapkannya. Semua ini merupakan situasi-situasi menuntut yang dapat menimbulkan rasa khawatir. Ini harus memacu kita untuk berusaha mendekati krisis pernikahan dengan kepekaan yang lebih besar terhadap beban penderitaan dan kecemasan mereka. sedangkan awal masa remaja menyebabkan ketegangan. sosial dan kesulitan spiritual. realistis atau prihatin terhadap kasus-kasus individual. 235. frustrasi dan bahkan ketegangan di antara orangtua. rasa bersalah. seringkali melibatkan keuangan. masalah di tempat kerja. Sebuah "sarang kosong" mengharuskan pasangan untuk mendefinisikan kembali hubungan mereka. Seperti proses melahirkan. Lalu ada pula krisis pribadi yang mempengaruhi kehidupan pasangan. 175 . dan berdampak serius pada perkawinan. sementara kebutuhan untuk merawat orang tua mencakup pengambilan keputusan sulit di pihak mereka.

harga diri yang terluka. mengganggu kehidupan keluarga dan membutuhkan proses pengampunan dan rekonsiliasi. Semakin lama semakin biasa untuk berpikir bahwa. atau berbagai hal ternyata berakhir tidak seperti yang mereka inginkan. Kadang- kadang. Salah satu pasangan mungkin tidak merasa sepenuhnya 176 . memerlukan kerjasama yang murah hati dari kerabat dan teman-teman. Dalam menyelesaikan masalah dengan tulus memaafkan yang lain. dan kadang-kadang bantuan dari luar serta bantuan profesional". atau ketakutan yang tidak jelas. Jika ini terjadi. semua yang diperlukan untuk memutuskan bahwa segala sesuatu telah berakhir hanya berupa satu peristiwa ketidakpuasan.254 “Sulitnya seni rekonsiliasi. yang memerlukan dukungan dari kasih karunia. kebanyakan perkawinan yang bermasalah akhirnya menemukan solusi dengan cara yang memuaskan. masing-masing harus bertanya dalam ketenangan dan kerendahan hati kalau-kalau ia dengan cara tertentu telah menciptakan kondisi yang membawa kepada kesalahan yang dilakukan pasangannya. maka muncullah alasan yang cukup bagi mereka untuk mengakhiri pernikahan. ketidakhadiran pasangan ketika ia sangat dibutuhkan.Situasi tak terduga bisa muncul.255 237. maka tidak akan ada pernikahan yang langgeng. Tak terhindarkan lagi. berbagai situasi akan muncuk yang melibatkan kelemahan manusia dan ini dapat menjadi masalah besar secara emosi. Sejumlah keluarga hancur ketika pasangan terlibat dalam saling menyalahkan. tapi "pengalaman menunjukkan bahwa dengan bantuan yang tepat dan tindakan rekonsiliasi. ketika salah satu atau kedua pasangan tidak lagi merasa terpenuhi. melalui kasih karunia. Mengetahui bagaimana mengampuni dan merasa diampuni adalah pengalaman dasar dalam kehidupan keluarga".

memampukan cinta diperbaharui. 81. dalam banyak kesempatan justru menghidupkan dan memperbaharui kembali cinta mereka. 44.dihargai. mereka tidak takut untuk menggali sampai ke akarnya. meskipun terdapat berbagai keterbatasan relasi. _________ 254 Relatio Synodi 2014. kita juga melihat bahwa "apa yang sangat dibutuhkan saat ini adalah suatu pelayanan untuk 177 . Dalam hal apapun. Hal ini. Perubahan fisik secara alami terjadi pada setiap orang. Mereka pada akhirnya menyadari bahwa setiap krisis dapat menjadi “ya” yang baru. Kecemburuan dan ketegangan mungkin muncul. Orang seperti ini menghindari pemikiran bahwa diri mereka adalah martir. dan begitu banyak hal lainnya. Ketika krisis datang. Dengan keterbukaan terus menerus seperti ini mereka mampu menghadapi seberapapun situasi sulit. Dalam situasi demikian. diperdalam dan diperkuat secara batiniah. 238. mencapai keseimbangan baru dan bergerak maju bersama. mereka menghasilkan yang terbaik dari apapun kemungkinan yang diberikan kehidupan keluarga kepada mereka dan mereka bekerja dengan sabar untuk memperkuat ikatan perkawinan tersebut. ketika menyadari bahwa rekonsiliasi masih mungkin terjadi. merundingkan kembali hal-hal dasar. sebagian memiliki kedewasaan yang diperlukan untuk menegaskan kembali pilihan mereka atas pasangan mereka sebagai rekan dalam perjalanan hidup. atau ketertarikan baru mulai menyita banyak waktu dan perhatian. 255 Relatio Finalis 2015. atau mungkin tertarik kepada seorang lainnya. Mereka dengan realistis menerima bahwa pihak lain tidak dapat memenuhi semua yang mereka impikan. bukannya mengancam cinta.

Luka-luka Lama 239. Bagi mereka yang dewasa dan normal. 178 .menangani mereka yang relasi perkawinannya telah hancur". krisis akan jarang terjadi atau tidak begitu menyakitkan. Sebagian orang mencintai dengan cinta yang mementingkan diri sendiri. Banyak orang meninggalkan masa kanak- kanak tanpa pernah merasakan cinta tak bersyarat. terjebak dalam emosi dan fantasi mereka sendiri. Relasi yang buruk dengan orang tua dan saudara kandung. mudah berubah-ubah dan cinta-diri seorang anak yang egois: sebuah cinta yang tak terpuaskan yang berteriak atau menangis ketika gagal mendapatkan apa yang ia inginkan.. Masa kecil atau masa remaja yang tidak bahagia dapat berkembang menjadi krisis individu yang mempengaruhi perkawinannya. kritik pahit dan suka menyalahkan orang lain. 240. 256 __________ 256 Ibid. Namun demikian kenyataannya adalah baru pada usia empat puluh tahunan sebagian orang mencapai kematangan yang seharusnya sudah terjadi pada akhir masa remaja. orang-orang seperti itu mengharapkan orang lain mengisi kekosongan mereka dan memenuhi setiap keinginan mereka. Hal ini mempengaruhi kemampuan mereka untuk percaya dan terbuka terhadap orang lain. 78. Dapat dipahami. keluarga-keluarga sering mengalami masalah ketika salah satu anggotanya kurang matang emosinya karena ia masih merasakan bekas luka dari pengalaman sebelumnya. Sebagian lain mencintai dengan cinta remaja yang ditandai dengan permusuhan.

apa yang dalam hidup kita sendiri perlu untuk ditumbuhkan atau disembuhkan bila konflik mau diselesaikan. Sebuah uji diri yang tulus akan memungkinkan untuk melihat bagaimana kekurangan dan ketidak-dewasaannya sendiri mempengaruhi hubungan mereka. Masalah yang belum terselesaikan harus ditangani dan proses pembebasan harus terjadi. menghormati martabat sendiri dan kebaikan bagi anak-anak membutuhkan sikap tidak menyerah pada tuntutan yang berlebihan atau mencegah ketidakadilan yang parah. Terkadang secara moral bahkan perlu dilakukan. dan tekad untuk tidak menyerah tetapi untuk terus mencoba. kekerasan atau perlakuan buruk yang kronis. Bahkan walaupun sudah jelas bahwa orang lain itu bersalah. kesediaan untuk menerima bantuan. "pemisahan menjadi tak dapat dielakkan. Ketika aneka masalah muncul dalam perkawinan. Kita juga harus bertanya.jika dibiarkan tak tersembuhkan. dari 179 . khususnya ketika permasalahannya adalah memindahkan pasangan yang lebih rapuh atau anak-anak kecil dari cedera serius akibat pelecehan dan kekerasan. bisa muncul kembali dan melukai perkawinan. sebelum keputusan penting dibuat pentinglah untuk memastikan bahwa setiap pasangan telah datang untuk mengatasi masa lalu masing-masing. doa yang terus-menerus agar memperoleh rahmat untuk mengampuni dan diampuni. Hal ini melibatkan pengenalan akan kebutuhan penyembuhan. Dalam kasus tersebut. Dalam beberapa kasus. Pendampingan Setelah Kehancuran dan Perceraian 241. krisis tidak akan pernah diatasi hanya dengan mengharapkan orang lain berubah.

terutama ketika anak-anak terlibat atau ketika mereka berada dalam kesulitan keuangan yang serius". 8. Komunitas lokal maupun para pastor harus mendampingi orang-orang ini dengan penuh perhatian. bercerai atau ditinggalkan. dan dari pengabaian dan ketidakpedulian". 25 June 2015. melalui pembentukan pusat konseling khusus di keuskupan"259 Pada saat yang sama. tapi anugerah Tuhan membuat perjalanan ini menjadi mungkin. __________ 257 Catechesis (24 June 2015): L’Osservatore Romano. "pemisahan harus dianggap sebagai upaya terakhir. p.258 242. dan sering menjadi saksi kesetiaan perkawinan.257 Meskipun demikian. harus didorong untuk menemukan dalam Ekaristi santapan yang mereka butuhkan untuk mempertahankan keadaan mereka di status kehidupan saat ini. "orang yang bercerai tetapi belum menikah lagi. setelah semua upaya rekonsiliasi yang wajar lainnya telah terbukti sia-sia". Memaafkan ketidakadilan seperti yang telah diderita itu tidaklah mudah. Sikap hormat perlu ditunjukkan terutama bagi pihak yang menderita dari orang-orang yang telah dengan tidak adil dipisahkan. Para Bapa Sinode mencatat bahwa "discernment khusus sangat diperlukan untuk melakukan pelayanan pastoral bagi mereka yang berpisah. atau mereka yang telah dipaksa dengan perlakuan buruk dari suami atau istri untuk memutuskan kehidupan bersama mereka.penghinaan dan eksploitasi. Pelayanan pastoral tentu harus mencakup upaya-upaya rekonsiliasi dan mediasi.260 Keruntuhan keluarga bahkan menjadi lebih traumatis dan menyakitkan __________ 180 . diceraikan atau ditinggalkan.

Penting diingat bahwa orang bercerai yang telah memasuki penyatuan baru harus dibuat merasa menjadi bagian dari Gereja. bebas biaya". dua kali lebih rentan merasakan pengabaian dan kemungkinan bahaya. 50. 260 Ibid."262 244.261 Situasi ini "membutuhkan discernment yang cermat dan diiringi rasa hormat. 243. lebih menghemat waktu. dan jika mungkin.. 184. "Mereka bukanlah di eks-komunikasi" dan tidak boleh diperlakukan seperti itu. 47. Sejumlah besar Bapa Sinode juga "menekankan perlunya membuat prosedur dalam kasus-kasus pembatalan perkawinan agar lebih mudah diakses. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981). dalam kasus orang miskin. Dua dokumen saya baru-baru ini __________ 181 . sebaliknya. Pendampingan komunitas kristiani untuk orang-orang demikian jangan dianggap sebagai pelemahan iman atau pelemahan kesaksian terhadap sifat tak terceraikan dari perkawinan. Bahasa atau perilaku yang mungkin menyebabkan mereka merasa didiskriminasikan harus dihindari.258 JOHN PAUL II. karena mereka tetap merupakan bagian dari komunitas gerejani. 83: AAS 74 (1982). karena mereka memiliki sumber daya tersedia yang lebih sedikit untuk memulai kehidupan yang baru. pendampingan tersebut adalah wujud khusus perbuatan amal kasih.263 Lambatnya proses menyebabkan penderitaan dan ketegangan pada kedua pihak. sekali disingkirkan dari lingkungan keluarga yang aman. 259 Relatio Synodi 2014. dan mereka harus didukung untuk berpartisipasi dalam kehidupan komunitas. Orang miskin.

III: L'Osservatore Romano. 6 August 2015. yang dipanggil untuk mengadili beberapa kasus yang dipercayakan kepadanya dan.261 Catechesis (5 August 2015): L’Osservatore Romano. di dalam setiap kasus. pp.. p. 84. di dalam Gereja di mana ia telah ditunjuk menjadi gembala dan kepala. terdiri dari kaum klerus dan awam yang terutama diutus untuk melaksanakan pelayanan gerejani ini. Layanan informasi. p. 182 . konseling dan mediasi yang terkait dengan kerasulan keluarga harus dibuat tersedia bagi individu yang berpisah atau pasangan dalam krisis. Para Bapa Sinode juga menunjuk pada "konsekuensi dari pemisahan atau perceraian atas __________ 264 Motu Proprio Mitis Iudex Dominus Iesus (15 August 2015): L’Osservatore Romano. 3-4. 7. Relatio Finalis 2015. 51. 9 September 2015. 5-6. 266 245. 48. Motu Proprio Mitis et Misericors Iesus (15 August 2015): L’Osservatore Romano. seni. 3. 262 Relatio Synodi 2014. 9 September 2015. 265 Motu Proprio Mitis Iudex Dominus Iesus (15 Agustus 2015). pp. 2-3)". yang menangani masalah ini264 telah menyederhanakan prosedur untuk pernyataan pembatalan perkawinan. 263 Ibid. 9 September 2015. cf. saya ingin "membuat jelas bahwa uskup sendiri. Dengan ini. Layanan ini juga dapat mencakup pertemuan dengan individu-individu dalam kaitan dengan penyelidikan awal proses (penyelesaian) perkawinan (bdk Mitis Iudex. cf. Ini menyangkut mempersiapkan staf yang memadai. memastikan orang beriman mendapatkan akses yang lebih mudah kepada keadilan. dengan sangat nyata merupakan hakim bagi semua kam beriman yang dipercayakan kepadanya pengasuhannya"265 "Pelaksanaan dokumen ini karenanya menjadi tanggung jawab besar bagi Ordinari yang ada di tingkat keuskupan. Pembukaan.

"walaupun kepekaan kita tampaknya bertumbuh semakin baik dan semua analisis psikologis kita sudah semakin tajam. 246. Melakukan hal ini akan mempengaruhi ketenangan batin anak dan menyebabkan luka batin yang sulit disembuhkan. 268 Catechesis (20 May 2015): L‘Osservatore Romano. tapi anak-anak anda tidak harus menanggung beban perpisahan ini atau dijadikan sandera melawan pasangan lainnya. Saya membuat seruan ini untuk orang tua yang bercerai: "Jangan pernah memperlakukan anak anda sebagai sandera! Anda berpisah karena banyak masalah dan alasan.266 Relatio Finalis 2015. 21 May 2015.268 Adalah tidak bertanggung-jawab jika menjelekkan orang tua lainnya sebagai cara untuk merebut kasih sayang anak. Mereka harus bertumbuh dengan mendengar ibu mereka berbicara yang baik tentang ayah mereka. Kehidupan memberi anda ujian ini. p. Hari ini. Gereja. dan tidak diabaikan karena dibayangi oleh kepentingan atau tujuan lain yang tersembunyi. 47. 82. anak-anak. atau sebagai balas dendam atau pembenaran diri sendiri. anak-anak harus menjadi perhatian utama.. 183 .267 Terlepas dari setiap pertimbangan lain. 8.. tidak boleh gagal berbicara atas nama mereka yang paling rapuh: anak-anak yang sering menderita dalam diam. saya bertanya pada diri saya sendiri kalau-kalau kita sudah menjadi mati rasa terhadap luka di dalam jiwa anak-anak . meskipun mereka tidak bersama-sama. di dalam setiap kasus merupakan korban tak bersalah dari situasi ini". dan ayah mereka berbicara yang baik tentang ibu mereka". ketika menghargai situasi konflik yang menjadi bagian dari perkawinan. Apakah kita merasakan beban __________ 267 Relatio Synodi 2014.

sampai memutuskan ikatan kesetiaan perkawinan?"269 Pengalaman berbahaya seperti itu tidak membantu anak-anak bertumbuh menuju kedewasaan yang dibutuhkan untuk membuat komitmen definitif. Karena alasan ini. yang membutuhkan wajah kekeluargaan dari gereja untuk membantu mereka melewati pengalaman traumatis ini. komunitas Kristiani tidak boleh meninggalkan orangtua bercerai yang telah memasuki penyatuan yang baru. melainkan harus melibatkan dan mendukung mereka dalam upaya membesarkan anak-anak mereka.psikologis yang sangat besar ditanggung oleh anak- anak dalam keluarga di mana anggotanya menganiaya dan menyakiti satu sama lain. membantu menyembuhkan luka dan bekerja untuk mencegah penyebaran drama ini pada zaman kita. 7. 270 Catechesis (5 August 2015): L’Osservatore Romano. 25 June 2015. 8. "Bagaimana kita bisa mendorong para orangtua untuk melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk membesarkan anak-anak mereka di dalam kehidupan Kristiani. untuk memberikan kepada mereka contoh iman yang taat dan praktis. 184 . 6 August 2015. p. seolah- olah mereka dikucilkan? Kita harus menghindari tindakan yang menambahkan lebih banyak lagi beban yang sudah ditanggung anak-anak dalam situasi ini!”270 Membantu menyembuhkan luka batin orang tua dan mendukung mereka secara rohani juga bermanfaat bagi anak-anak. tugas pastoral yang paling penting bagi kita berkaitan dengan keluarga adalah memperkuat cinta mereka. __________ 269 Catechesis (24 June 2015): L’Osservatore Romano. p. Perceraian adalah suatu kejahatan dan makin meningkatnya jumlah perceraian sangatlah memprihatinkan. jika kita sendiri menjaga jarak mereka dari kehidupan komunitas. Oleh karena itu.

baik bagi orang Kristen Timur maupun Kristen lainnya. Meskipun pasangan dalam perkawinan campur saling berbagi sakramen baptis dan perkawinan. 159-160) ". ‘keputusan apakah pihak non-Katolik dalam perkawinan tersebut dapat menerima komuni Ekaristi harus dibuat dengan memperhatikan norma-norma umum tentang hal ini. 78). Sehubungan dengan keterlibatan dalam Ekaristi. 72. tetapi mereka memiliki banyak elemen yang dapat bermanfaat dan dikembangkan. Perkawinan antara orang Katolik dan orang yang dibaptis lainnya ‘memiliki sifat khususnya tersendiri.Situasi-situasi Kompleks Tertentu 247. Untuk tujuan ini. "Perkawinan yang melibatkan disparitas kultus (perbedaan ibadat) merupakan kesempatan _________ 271 Relatio Finalis 2015. 'suatu upaya harus dilakukan untuk menjalin kerjasama yang baik antara para pelayan Katolik dan non-Katolik dari saat memulai persiapan perkawinan sampai upacara pernikahan' (Familiaris Consortio. 25 Maret 1993. baik untuk nilai intrinsik mereka maupun untuk kontribusi yang dapat mereka sumbangkan bagi gerakan ekumenis'. 185 . berbagi Ekaristi hanya bisa menjadi pengecualian dan dalam setiap kasus disesuaikan dengan norma-norma yang telah digariskan ' (Dewan Kepausan untuk Persatuan Umat Kristen. 271 248. "Masalah yang melibatkan perkawinan campuran memerlukan perhatian khusus. direktori untuk Penerapan Prinsip dan Norma tentang Ekumenisme. dengan mempertimbangkan situasi tertentu dari penerimaan sakramen perkawinan oleh dua pihak yang telah dibaptis secara Kristiani.

Dalam kasus seperti ini... Oleh karena itu kita harus terus mengulang-ulang perlunya kebebasan beragama dihormati".istimewa untuk dialog antar agama dalam kehidupan sehari-hari.. Orang-orang ini yang menjalani kontrak perkawinan yang stabil untuk suatu jangka waktu di mana setidaknya salah satu dari mereka tidak ________ 272 Ibid. dan bahkan di negara- negara dengan tradisi Kristiani yang sudah lama. tidak hanya pada periode sebelum pernikahan. "Masalah khusus muncul ketika orang-orang dengan situasi perkawinan yang kompleks ingin dibaptis. perlu segera mendapatkan pelayanan pastoral yang dibedakan menurut berbagai konteks sosial dan budaya.273 249.. pasangan Kristiani diwajibkan untuk pindah ke agama lain agar dapat menikah. Tantangan unik adalah menghadang pasangan dan keluarga di mana yang satunya katolik dan yang lainnya bukan orang percaya. 273 Ibid.. Di beberapa negara yang tidak memiliki kebebasan beragama.. 74. meningkat di wilayah misi. Jumlah rumah tangga dari pasangan menikah dengan disparitas kultus. mewartakan kesaksian tentang kemampuan Injil meresap masuk dalam situasi ini akan memungkinkan untuk membesarkan anak-anak mereka di dalam iman Kristiani". karena itu mereka tidak bisa merayakan pernikahan kanonik yang melibatkan disparitas kultus atau membaptis anak-anak. 73.272 "Perhatian perlu diberikan kepada orang-orang yang memasuki perkawinan seperti itu. Mereka melibatkan kesulitan-kesulitan khusus menyangkut baik identitas Kristiani keluarga maupun pendidikan agama bagi anak-anak. 186 .

Keluarga tersebut harus diberikan bimbingan pastoral dengan penuh hormat. situasi yang tidak mudah baik bagi orang tua maupun bagi anak-anak. Gereja mengadopsi sikap Tuhan Yesus. kami membahas situasi keluarga yang anggotanya mencakup mereka yang mengalami ketertarikan sesama jenis. 12: AAS 107 (2015). sementara 'setiap tanda diskriminasi yang tidak adil' dihindarkan dengan hati-hati. tidak ada dasar sama sekali untuk mempertimbangkan penyatuan ________ 274 Ibid.mengenal iman Kristiani. Dalam kasus tersebut. 75..275 Selama Sinode. Kami ingin menegaskan kembali di hadapan semua yang lain bahwa setiap orang. 2358. tanpa memandang orientasi seksual. 407. Bull Misericordiae Vultus. harus dihormati martabatnya dan diperlakukan dengan penuh pertimbangan. yang menawarkan cintaNya yang tak terbatas kepada setiap orang tanpa kecuali. 187 . Dalam membahas martabat dan misi keluarga. 276 Catechism of the Catholic Church. 277 Ibid. 275 Cf. 277 251. cf. para Bapa Sinode mengamati bahwa. "sebagai usulan untuk menempatkan penyatuan antara orang-orang homoseksual pada tingkat yang sama dengan perkawinan.276 khususnya segala bentuk agresi dan kekerasan. sehingga mereka yang memperlihatkan orientasi homoseksual dapat menerima bantuan yang mereka butuhkan untuk memahami dan sepenuhnya melaksanakan kehendak Allah dalam hidup mereka. uskup berperan untuk memberikan discernment pastoral yang sepadan dengan kondisi spiritual mereka"274 250. 76. Relatio Finalis 2015.

279 KETIKA KEMATIAN MEMBUAT KITA MERASAKAN SENGATANNYA 253. 279 Ibid. Considerations Regarding Proposals to Give Legal Recognition to Unions between Homosexual Persons (3 June 2003).. CONGREGATION FOR THE DOCTRINE OF THE FAITH. Kadang-kadang kehidupan keluarga ditantang dengan kematian orang yang dicintai. Seringkali keluarga- keluarga ini menanggung kesulitan lainnya. dan dari penjangkauan pastoral paroki. seperti kesulitan ekonomi. orang tua tunggal harus menerima dorongan dan dukungan dari keluarga lain di dalam komunitas Kristiani. 4. di mana salah satu orangtua terpaksa melarikan diri bersama dengan anak-anak. Apapun penyebabnya. situasi kekerasan. Keluarga dengan orangtua tunggal seringkali diakibatkan dari "keengganan ibu atau ayah biologis untuk menjadi bagian dari keluarga. kematian salah satu orangtua. Tidak dapat diterima "bahwa Gereja-Gereja lokal menjadi subyek tekanan dalam perkara ini dan bahwa badan-badan internasional harus memberikan bantuan keuangan kepada negara-negara miskin bergantung pada penerbitan hukum untuk menetapkan 'perkawinan' antara orang-orang dengan jenis kelamin yang sama".278 252. 80. cf. __________ 278 Relatio Finalis 2015. dan situasi-situasi lain. 76. 188 . masalah dengan tunjangan anak dan ketiadaan tempat tinggal". prospek pekerjaan yang tidak pasti.homoseksual dengan cara apapun serupa atau bahkan analog jauh terhadap rencana Allah bagi perkawinan dan keluarga". ditinggalkannya keluarga oleh satu orangtua.

p. Saya bisa memahami penderitaan hebat yang dirasakan oleh mereka yang telah kehilangan orang yang sangat dikasihi.Kita tidak boleh gagal menawarkan cahaya iman sebagai bentuk dukungan bagi keluarga-keluarga yang melewati pengalaman ini. menemukan dalam pengalaman cinta ini suatu kesadaran yang diperbaharui dari misi membesarkan anak-anak mereka . 189 . 254. 18 June 2015. harus dibantu oleh __________ 280 Cf. Dari saat mengalami kehilangan. Berapa banyak orang .. dan "kadang-kadang kita bahkan pergi begitu jauh menyalahkan Allah.. sebagian orang dapat menunjukkan kemampuannya untuk memusatkan tenaga mereka pada dedikasi yang lebih besar untuk anak-anak dan cucu-cucu mereka.281 "Kehilangan salah satu pasangan adalah situasi yang sangat sulit.280 Berpaling dari keluarga yang berduka akan menunjukkan kurangnya rahmat.. 8. Mereka yang tidak memiliki sanak keluarga untuk menghabiskan waktu dengannya dan menerima kasih sayang dari mereka. 35). Dan bagaimana kita bahkan bisa mulai memahami kesedihan orang tua yang kehilangan anak? "Seolah-olah waktu berhenti sama sekali: sebuah jurang terbuka menelan baik masa lalu maupun masa depan". 20.. dan menutup pintu untuk upaya evangelisasi lainnya. berarti hilangnya kesempatan pastoral. Yesus sendiri sangat terharu dan mulai menangis atas kematian seorang teman (Yoh 11:33. 281 Catechesis (17 June 2015): L’Osservatore Romano.saya bisa memahami mereka – menjadi marah kepada Allah". ibid.. pasangan yang dengan siapa mereka telah berbagi begitu banyak.

282 255. ia harus menyesuaikan diri dengan tuntutan dari masing-masing tahapannya. Orang yang kita cintai tidak membutuhkan penderitaan kita. Cinta melibatkan intuisi yang dapat memampukan kita untuk mendengar tanpa suara dan melihat yang tak terlihat.ketersediaan khusus. 190 . proses berduka berlangsung cukup lama. tentang semua hal yang mungkin telah dilakukan. tentang apa dialami pada saat kematian. karena ini berarti bergantung pada masa lalu dan bukannya terus mencintai mereka sekarang karena mereka sudah berada di tempat lain. tidak juga dengan menyanjung mereka sehingga kita harus merusak kehidupan kita. 19. terutama jika mereka miskin". Pada saat tertentu. Dengan proses doa dan pembebasan batin yang tulus dan sabar. Biasanya. kedamaian akan pulih kembali. setelah kehilangan orang yang dicintai. Juga ia bukanlah ekspresi terbaik dari cinta dengan terus memikirkan dan meninggikan nama mereka. Seluruh proses dipenuhi dengan pertanyaan: tentang alasan mengapa orang yang dicintai harus meninggal. dan ketika seorang pastor harus mendampingi proses itu. "cinta kuat seperti maut" (Kidung Agung 8:6). kita masih memiliki misi yang harus dilanjutkan. Mereka tidak bisa lagi hadir secara fisik bersama kita. tetapi bisa __________ 282 Relatio Finalis 2015. kita harus membantu orang berduka itu untuk menyadari bahwa. dan tidakl baik untuk memperpanjang penderitaan. namun untuk semua daya kematian. Ini tidak berarti membayangkan orang yang kita cintai seperti dulu. seolah- olah hal itu merupakan suatu bentuk penghormatan bagi yang sudah meninggal.

Yesus yang bangkit. 256.284 __________ 283 Catechesis (17 June 2015): L’Osservatore Romano. untuk membawa dia kepada perjumpaan yang berbeda. 8. dari memberikan kesia-siaan kepada cinta kita. dan iman meyakinkan kita bahwa Tuhan yang bangkit tidak akan pernah meninggalkan kita. tidak diakhiri tapi diubahkan".283 Alkitab memberitahu kita bahwa Allah menciptakan kita dari cinta dan membuat kita sedemikian rupa sehingga hidup kita tidak berakhir dengan kematian (bdk Kebijaksanaan Salomo 3:2- 3). p. kita terhibur oleh janji hidup abadi. berkata kepadanya untuk tidak memegangNya (bdk. Pada kata pendahuluan dari Liturgi Kematian menyebutkan dengan baik: "Meskipun kepastian kematian menyedihkan kita. ada yang menanti kita "semua itu disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia" (1 Kor 2:9). Santo Paulus mengatakan tentang perjumpaan dengan Kristus segera setelah kematian: "Aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus” (Fil 1:23). "orang yang kita cintai tidak hilang dalam baying- bayang kehampaan. 284 Ibid. Yoh 20:17). setelah kematian. Dengan Kristus.menerima mereka berubah sebagaimana adanya sekarang. ketika temanNya Maria mencoba untuk memeluk-Nya. harapan meyakinkan kita bahwa mereka berada dengan baik di tangan Allah yang kuat". Karena kehidupan orang-orang yang percaya pada-Mu. Tuhan. Dengan demikian kita dapat "mencegah kematian dari keracunan hidup. Memang. Ini menghibur kita untuk mengetahui bahwa mereka yang meninggal tidak sepenuhnya berlalu. 18 June 2015. 191 . dari mendorong ke jurang yang paling gelap".

1050. 288 JORDAN OF SAXONY. 1935. lebih kuat dalam memperoleh rahmat". menghibur orang yang mereka cintai dengan menjanjikan mereka bahwa mereka akan dekat untuk membantu.257. 957. 9 June 1897.. 49. Satu cara menjaga persekutuan dengan orang yang kita cintai adalah berdoa untuk mereka. Santa Theresia dari Lisieux ingin terus berbuat baik dari surga.288 Semua ini benar-benar "ikatan kasih". 289 Cf.. Paris. 93: Monumenta Historica Sancti Patris Nostri Dominici. 17 July 1897.286 Kitab Wahyu menggambarkan martir menjadi perantara bagi mereka yang menderita ketidakadilan di bumi (bdk Why 6:9-11). Beberapa orang kudus. 286 Ibid.287 Santo Dominikus menyatakan bahwa "dia akan lebih berguna setelah kematian .. 1013).. Catechism of the Catholic Church. tetapi juga membuat doa syafaat mereka bagi kita menjadi efektif". in Oeuvres Complètes. Rome. 1996. Catechism of the Catholic Church. [tetapi] diperkuat oleh pertukaran harta rohani". 958. Derniers Entretiens: Le “carnet jaune” de Mère Agnès. Dogmatic Constitution on the Church Lumen Gentium.290 __________ 285 Cf.. sebelum meninggal. Therese of Lisieux. "Doa kita bagi mereka tidak hanya mampu membantu mereka. 289 karena "penyatuan peziarah di bumi dengan saudara-saudara yang tidur dalam Tuhan sama sekali tidak terhalangi . Libellus de principiis Ordinis Praedicatorum. 290 SECOND VATICAN ECUMENICAL COUNCIL.. 192 . p. 287 Cf.285 Alkitab mengatakan kepada kita bahwa "berdoa untuk orang mati" adalah "kudus dan saleh" (2 Makabe 12: 44-45). Her Carmelite sisters spoke of a promise made by Saint Therese that her departure from this world would be “like a shower of roses” (ibid. 69. XVI. dalam berbela rasa dengan dunia dan sejarahnya.

tidak akan ada lagi perkabungan" (Wahyu 21: 4). maka ia akan ada bersama kita. kita dapat mempersiapkan diri kita untuk itu. Caranya adalah dengan bertumbuh dalam kasih bagi mereka yang berjalan di sisi kita. Semakin baik kita hidup di bumi ini. Semakin kita mampu menjadi dewasa dan berkembang di dunia ini. BAB TUJUH 193 .258. Jika kita menerima kematian. Mari kita tidak membuang tenaga dengan tinggal di masa lalu. Sama seperti Yesus "menyerahkan kembali anak yang telah meninggal itu kepada ibunya" (bdk Luk 7:15). Dengan demikian kita akan mempersiapkan diri untuk bertemu sekali lagi dengan orang yang kita cintai yang telah meninggal. sampai pada saat "maut tidak akan ada lagi. semakin banyak hadiah yang dapat kita bawa ke perjamuan surgawi. semakin besar kebahagiaan yang dapat kita bagikan bersama dengan orang yang kita cintai di surga.

menjadi lebih baik ataupun menjadi lebih buruk. bimbingan dan pengarahan. saya akan membahasnya dengan rinci. Orang tua senantiasa mempengaruhi perkembangan moral anak-anaknya. beralasan dan dengan tepat. 194 . Agaknya mereka harus mengambil tanggungjawab peran mendasar ini dan melakukannya dengan penuh kesadaran. misalnya terhadap agresi. pelecehan atau ketergantungan obat. dan dengan siapa mereka melewatkan waktu senggang mereka. siapa yang memasuki ruangan mereka melalui televisi dan peralatan elektronik. Orangtua perlu mempertimbangkan paparan apa yang mereka kehendaki dialami anak-anaknya. dan menemukan cara-cara sehat bagi mereka untuk melewatkan waktu.Keluarga tidak dapat menolong selain dengan menjadi tempat pendukung. seberapa banyaknyapun mereka harus memikirkan kembali metode-metode mereka dan menemukan sumber-sumber pembelajaran yang baru. dan semakin lama semakin kompleks. Hanya jika kita mendevosikan (saran: meluangkan) waktu bagi anak-anak kita. Kita harus selalu waspada dan tidak acuh tak acuh. MENUJU PENDIDIKAN ANAK-ANAK YANG LEBIH BAIK 259. Karena peran pendidikan keluarga ini begitu penting. DI MANAKAH ANAK-ANAK KITA? 260. antusias. memperbincangkan hal-hal penting dengan sederhana dan penuh perhatian. barulah kita bisa melindungi mereka dari mara bahaya. Orangtua harus membantu mempersiapkan anak-anak dan remaja menghadapi resiko. dan hal ini berarti memperhatikan siapa yang menyediakan hiburan bagi mereka.

maka mereka hanyalah mencari dominasi akan ruang. Hal demikian sama sekali bukan cara mendidik. keinginan dan impian mereka. menguatkan dan menyiapkan anak-anak menghadapi berbagai tantangan. Apa yang lebih penting adalah kemampuan penuh kasih membantu anak-anak bertumbuh dalam kemerdekaan. Pertanyaan sesungguhnya. Kita tidak bisa mengontrol setiap situasi yang akan dialami seorang anak. Dalam hal ini tetaplah benar bahwa “waktu lebih luas daripada ruang”. bukanlah di mana anak-anak berada secara fisik. Bila orangtua terobsesi dengan selalu ingin tahu di mana anak- anaknya berada dan mengontrol semua pergerakan mereka. lebih penting memulai suatu proses daripada mendominasi ruang. Seandainya kematangan itu semata-mata merupakan perkembangan atas sesuatu yang sudah 195 . melainkan di mana mereka berada secara eksistensinya.291 Dengan kata lain. Obsesi. Hanya dengan cara inilah anak-anak akan memiliki kecakapan yang dibutuhkan untuk melindungi diri mereka sendiri dan bertindak dengan cerdas dan bijaksana manakala mereka menghadapi kesulitan. kematangan. di pihak lain.261. disiplin secara menyeluruh dan otonomi sesungguhnya. Pertanyaan yang akan saya ajukan kepada para orangtua adalah: “Apakah kita mencoba mengerti ‘di mana’ anak-anak kita sesungguhnya berada di dalam perjalanan mereka? Apakah kita sungguh-sungguh mengetahui di mana jiwa mereka berada? Dan di atas segalanya. apakah kita mau tahu akan hal ini?”292 262. tujuan. dengan demikian. atau dengan siapa mereka berada di suatu waktu tertentu. (saran: sesungguhnya berada) di mana mereka berdiri dalam hal (saran: ketika mereka menyatakan) keyakinan. bukanlah pendidikan.

kebijaksanaan. 8. Pendidikan itu mencakup mendorong penggunaan kemerdekaan kita dengan bertanggung-jawab guna menghadapi isu-isu tentang akal sehat dan kepintaran. untuk memasukkan ke dalam anak- 196 . bertanggungjawab. Tidak dapat disangkal. di mana. sebagai edukator. Hal ini berarti orang tua. PEMBENTUKAN ETIKA PADA ANAK-ANAK 263. dan hidup komunitasnya berada di tangan mereka. Namun demikian. p. lewat afeksi dan teladan. 21 May 2015. orang tuanya dapat dipercaya. atau lebih tepat lagi. dan bahwa kemerdekaan itu sendiri merupakan hadiah yang besar. anak-anaknya sepenuhnya kepada orang lain. pertimbangan baik dan akal sehat bergantung bukan melulu pada faktor pertumbuhan kuantitatif.ada dalam kode genetik kita. namun lebih pada rangkaian keseluruhan berbagai hal yang dialami jauh di dalam diri tiap-tiap manusia. Perkembangan afektif dan etis seseorang pada akhirnya berdasarkan pada pengalaman tertentu. hal mana menantang kita untuk berpikir ulang akan ide-ide kita sendiri. Keadaan ini merupakan hal yang baik. Orangtua mempercayakan pihak sekolah untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan instruksi (saran: pendidikan) dasar. namun mereka tidak dapat mendelegasikan pembentukan moral __________ 292 Catechesis (20 May 2015): L’Osservatore Romano. setiap anak akan mencengangkan kita dengan ide-ide dan proyek-proyek yang lahir dari kemerdekaan tersebut. di bagian paling inti kemerdekaan kita.Ia melibatkan pembentukan orang- orang yang siap memahami bahwa hidup mereka sendiri. kita sebut saja. maka tidak banyak yang harus dilakukan lagi.

Ia juga harus terjadi secara induktif. Hal ini mencakup menampilkan cara- cara tertentu dalam berpikir dan berperilaku yang disukai orang dan berharga. daripada memaksakan ini sebagai suatu kebenaran absolut dan tidak terbantahkan. Ketidakhadiran fisik atau emosional ini menciptakan luka yang lebih besar lagi dibandingkan omelan yang diterima sang anak sewaktu berbuat salah. Keinginan untuk dapat (saran: agar) cocok masuk ke dalam masyarakat. Manakala anak-anak tidak lagi merasakan. maka akan timbul suatu luka mendalam dan banyak kesulitan di sepanjang jalan hidup menuju kedewasaan. atau merasa bahwa orang tuanya benar-benar tulus mempedulikan mereka. atau kebiasaan untuk foregoing (saran: mendahului) kenikmatan segera demi hidup yang lebih teratur dan lebih baik pada umumnya. bahwa mereka bernilai penting bagi orangtuanya.anaknya kepercayaan dan rasa hormat penuh kasih. 264. prinsip-prinsip dan norma-norma tertentu. Pembentukan moral harus selalu terjadi dengan metode aktif dan dialog yang mengajarkan lewat kepekaan dan dengan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti anak. sehingga anak dapat belajar bagi dirinya sendiri akan pentingnya nilai-nilai. merupakan suatu nilai yang dapat menginspirasikan keterbukaan terhadap nilai-nilai lain yang lebih besar. lepas dari aneka kesalahan mereka. membangun kebiasaan baik dan kecenderungan alamiah kepada kebaikan. sebagai bagian dari proses pertumbuhan bertahap. 265. Orangtua juga bertanggungjawab untuk pembentukan kemauan anak-anaknya. Melakukan apa yang benar lebih berarti daripada “menilai apa yang tampaknya terbaik” atau mengetahui dengan jelas apa yang perlu 197 .

seberapa teguhpun keyakinan itu dipegang. Keinginan semata. 266. Seringkali kita menemukan inkonsistensi dalam keyakinan kita. makin kurang efektif menuntut sesuatu yang membutuhkan usaha dan pengorbanan. 198 . tanpa pengulangan pola perilaku baik tertentu secara sadar. Seseorang mungkin dapat bersikap sosial dan terbuka kepada orang lain. juga sama pentingnya dengan hal ini.dilakukan. Kebiasaan baik perlu dikembangkan. faktor- faktor lain kadang-kadang terbukti lebih menarik dan lebih kuat pengaruhnya. Penguatan kemauan dan pengulangan perilaku tertentu merupakan bahan bangunan perilaku moral. dapat berakar pada kecenderungan afektif yang menonjol. “Terima kasih”. bebas dan dihargai. tanpa menunjukkan dengan jelas manfaat apa yang bisa diperoleh darinya. bahkan sewaktu suara hati kita menentukan keputusan moral yang jelas. Bahkan kebiasaan anak-anak dapat membantu menerjemahkan nilai-nilai penting yang diinternalisasikan menjadi cara bertindak yang baik dan menetap. seperti suatu rasa haus akan kebaikan yang melebihi daya tarik lainnya dan membantu kita menyadari bahwa apa yang kita anggap baik secara obyektif adalah baik pula ‘bagi kita’ di sini dan saat ini. Suatu pendidikan etika yang baik mencakup menunjukkan kepada orang tersebut bahwa bagi kepentingannya sendirilah untuk melakukan apa yang benar. Sekarang ini. atau ketertarikan pada suatu nilai tertentu. namun bila untuk waktu yang cukup lama ia tidak dilatih oleh orangtuanya untuk mengucapkan “Tolong”. pendidikan moral tidak akan terjadi.Kita harus sampai pada titik di mana hal baik yang dapat digapai intelektual. maka sikap hatinya yang baik tidak akan mudah dilihat orang. dan “Maaf”.

Kehidupan yang bernilai baik dengan demikian membangun. sebagaimana digerakkan dan ditarik dengan cara personal dari dalam diri sendiri”. insentif. kalau tidak demikian maka kita akan menjadi budak kecenderungan dehumanisasi dan antisosial. refleksi. Kebaikan itu merupakan suatu keyakinan yang telah menjadi prinsip internal operasional terus menerus. Kebebasan itu suatu hal yang luar biasa. Bagi kemanusiaan itu sendiri dibutuhkan setiap dari kita untuk “berperilaku dengan sadar dan memilih dengan bebas. antisosial – dapat sebagian 199 . Mereka perlu didorong untuk mencoba menempatkan diri mereka di dalam sepatu orang lain dan menyadari rasa sakit yang mereka timbulkan. penghargaan. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. simbol. 293 __________ 293 Second Vatican Ecumenical Council. menguatkan dan membentuk kebebasan. Pendidikan moral berhubungan dengan menumbuhkan kebebasan melalui ide-ide. model. aplikasi praktis.tidaklah cukup untuk memasukkan sifat baik tanpa kehadiran tindakan nyata yang dimotivasi dengan seksama. stimuli. dialog dan pemikiran ulang yang terus menerus akan cara kita melakukan berbagai hal. peneguhan. 267.Suatu hal mendasarkan juga membantu anak- anak dan kaum remaja menyadari bahwa suatu perilaku yang salah memiliki konsekuensinya masing-masing. semua hal ini dapat membantu mengembangkan prinsip-prinsip dalam diri yang stabil yang akan memimpin kita melakukan hal baik secara spontan. namun juga dapat merosot dan hilang. Sejumlah hukuman – ditujukan bagi perilaku agresif. 17. NILAI KOREKSI SEBAGAI SUATU INSENTIF 268.

anak-anak akan mengapresiasi bahwa sungguh baik bertumbuh di dalam keluarga bahkan dalam melakukan tuntutan yang muncul dalam setiap proses pembentukan. dan mereka merasakan kepercayaan orangtua yang konstan dan penuh kesabaran. 269. 270. namun sebaliknya harus menjadi stimulus bagi perkembangan berikutnya. Bagaimana disiplin dapat diinternalisasi dengan baik? Bagaimana kita memastikan kalau disiplin merupakan pembatas konstruktif yang ditempatkan bagi perilaku anak dan bukan suatu penghalang di jalan pertumbuhannya? Suatu keseimbangan perlu ditemukan di antara dua ekstrim yang sama 200 . Sebagaimana prose pendidikan ini menghasilkan buah dalam perkembangan kebebasan pribadi. Pentinglah untuk melatih anak-anak dengan ketat untuk meminta maaf dan memperbaiki hal buruk yang dilakukannya terhadap orang lain. Penting diketahui bahwa disiplin jangan membuat anak menjadi tawar hati.Satu hal lagi yang anak-anak perlu pelajari dari orangtuanya adalah tidak terbawa dalam kemarahan. namun jangan pernah memperlakukannya sebagai musuh atau sebagai obyek.Seorang anak yang melakukan suatu kesalahan harus dikoreksi. mereka mengamati bahwa mereka adalah individu yang potensinya diakui. Anak-anak yang dikoreksi dengan kasih merasa ia dipedulikan.menghasilkan efek yang dimaksud ini. Koreksi juga merupakan suatu insentif manakala usaha anak-anak dihargai dan diakui. Hal ini tidak membutuhkan orangtua yang sempurna adanya. namun orangtua yang rendah hati yang menyadari keterbatasan mereka dan melakukan berbagai usaha untuk mengembangkan dirinya juga.

kaum remaja harus dibantu menarik analogi: untuk mengapresiasi nilai-nilai yang baik yang tertanam dalam diri sejumlah tokoh teladan. dan hanya menuntut sejumlah usaha yang tidak membawa pada rasa marah atau tekanan. anak-anak demikian akan bertumbuh dengan kesadaran akan hak-haknya tapi tidak memiliki kesadaran akan tanggungjawabnya. Yang satu berusaha membuat segala sesuatu berputar di sekeliling keinginan anak. sambil mencakup juga sejumlah pengorbanan. Untuk alasan ini. Bila kita menuntut terlalu banyak. karena keengganan dapat terkait pada pengalaman 201 . Yang lainnya akan memiskinkan anak dari kesadaran akan harga dirinya. kurang perhatian atau model menjadi orangtua yang salah. Pembentukan etika ada kalanya tidak disukai. Bila anak sudah bebas dari otoritas kita. diterima dan dihargai. dikecewakan. identitas dan hak-hak pribadinya. Nilai-nilai etis dikaitkan dengan gambaran negatif figur orangtua atau kekurangan orang dewasa lainnya. Edukasi moral mencakup meminta anak atau anak muda hanya hal-hal yang tidak melibatkan pengorbanan berlebih. anak- anak demikian akan berujung pada kondisi kewalahan dijejali aneka tugas dan kebutuhan untuk mewujudkan keinginan orang lain. Di saat yang sama. kita malah tidak akan mendapat apa-apa. ia mungkin akan berhenti berbuat baik. karena pengalaman lalu pernah diabaikan. REALISME DENGAN SABAR 271.merusaknya. Umumnya hal ini dilakukan dengan meminta langkah-langkah kecil yang dapat dimengerti. 272. namun juga menyadari ketidaksempurnaan dan perbedaan yang ada pada orang lain.

Kebebasan situasional. karena praktis tidak mungkin baginya untuk tidak memilih yang jahat tadi. tanpa anggapan untuk menerapkan suatu metode yang kaku dan tidak lentur. Batas yang jelas tidak selalu dapat ditarik di antara perilaku “sukarela” dan “bebas”. namun ia lakukan itu akibat dorongan hati yang tidak tertahankan atau karena pengasuhan yang buruk.Ia bukan sekedar kemampuan memilih apa yangbaik secara spontan belaka. Dalam mengajukan nilai-nilai. Kita dapat lihat hal ini pada kasus pecandu obat terlarang yang kompulsif. ada batasnya dan tergantung kondisinya. 273.buruk. mereka benar-benar menginginkan perbaikan. namun ini bukanlah kebebasan. perlu dilakukan secara perlahan. Kontribusi yang berharga dari Psikologi dan ilmu pendidikan telah menunjukkan bahwa mengubah perilaku anak melibatkan proses yang bertahap. mempertimbangkan usia dan kemampuan anak.Keputusan mereka sukarela namun tidaklah bebas. namun mereka begitu terkondisikan sehingga saat itu tidak ada pilihan lain yang mungkin. keputusannya dilakukan secara sukarela. Tidak masuk akal “membiarkan mereka memilih dengan 202 . karena bila dengan pengetahuan saja tidak dapat dipastikan terjadi pertumbuhan kedewasaan. Dalam kasus seperti itu. sejauh mana ia tidak berlawanan dengankecenderungan atas keinginannya. Manakala mereka menghendaki perbaikan. Seseorang dapat dengan jelas dan secara sukarela menginginkan sesuatu yang jahat. namun juga perlu menyalurkan dan melatih kebebasannya. mereka perlu pertolongan di dalam proses penyembuhan dalam diri mereka dan dengan cara ini mereka bertumbuh menjadi manusia yang mampu memahami dan hidup dalam damai dengan orang lain serta dengan komunitas yang lebih besar. kebebasan sejati.

karena pada kenyataannya mereka tidak dapat memilih. KEHIDUPAN KELUARGA SEBAGAI AJANG PENDIDIKAN 274. Keluarga merupakan sekolah pertama akan nilai-nilai kemanusiaan. sementara memaparkan mereka pada obat terlarang hanya akan meningkatkan adiksi mereka saja.Sedih hati mengatakan. namun 203 . sejumlah program televisi atau aneka bentuk iklan seringkali berpengaruh buruk dan memerosotkan nilai-nilai yang telah ditanamkan dalam kehidupan keluarga. seperti proses osmosis. Di masa kita sendiri. 275. “Itulah yang saya pelajari untuk dilakukan. Banyak orang berpikir dan bertindak dengan cara tertentu karena mereka menganggapnya sebagai benar berdasarkan pada apa yang mereka pelajari. di mana kita belajar penggunaan kebebasan dengan bijaksana. Mereka butuh pertolongan dari orang lain dan suatu proses rehabilitasi.”Di dalam keluarga kita juga dapat bersikap kritis terhadap pesan tertentu yang dikirim lewat berbagai media. salah satu tugas yang paling penting dari keluarga adalah menyediakan edukasi pengharapan. baik itu berupa ketertarikan terhadap nilai-nilai tertentu atau rasa tidak suka alamiah terhadap cara berperilaku tertentu. dari tahun-tahun awal mereka: “Demikianlah diajarkan kepada saya”.bebas”. yang didominasi dengan ketegangan mental dan kemajuan teknologi yang begitu cepat. Sejumlah kecenderungan tertentu berkembang pada anak-anak dan menjadi begitu dalam berakar sehingga kecenderungan tersebut menetap sepanjang hidup mereka. Hal ini bukan berarti mencegah anak- anak bermain dengan perangkat elektronik.

Selanjutnya hal ini akan mengajarkan mereka untuk menghormati kebebasan orang lain juga. Tentu saja ini bukan berarti mengharapkan anak- anak berperilaku seperti orang dewasa. mereka bisa menjadi terobsesi untuk memuaskan kebutuhannya sesaat dan mengembangkan sikap buruk “menghendaki semua itu sekarang. Manakala anak-anak menyadari bahwa mereka harus bertanggungjawab atas diri mereka sendiri. bersabar dan menunjukkan rasa hormat. Keluarga merupakan ajang utama bersosialisasi.Bila anak-anak atau kaum remaja tidak dibantu menyadari bahwa sejumlah hal harus ditunggu kehadirannya.”Hal ini merupakan ilusi raksasa yang tidak memerkuat kebebasan namun malah memperlemahnya. Sebaliknya. bila kita diajarkan untuk menunda sesuatu sampai tiba waktunya yang tepat. ia melatih kita bagaimana hidup 204 . mendengarkan dan berbagi. namun juga bukan berarti meremehkan kemampuan mereka untuk bertumbuh dalam kebebasan yang bertanggungjawab.lebih pada menemukan berbagai jalan untuk menolong mereka mengembangkan kemampuan kritis dan tidak berpikir bahwa kecepatan digital dapat diterapkan pada segala sesuatu di dalam hidup. karena di sinilah kita pertama kali belajar berelasi dengan orang lain.Di dalam keluarga yang sehat. kita belajar akan penguasaan- diri dan pelepasan diri dari dorongan hati kita semata. saling tolong menolong dan hidup sebagai kesatuan. 276. citra diri mereka akan diperkaya. proses pembelajaran ini biasanya terjadi melalui berbagai tuntutan kehidupan pada umumnya. Tugas edukasi adalah membuat kita merasa bahwa dunia dan masyarakat adalah juga rumah kita.Menunda keinginan tidak berarti menyangkalnya namun hanyalah menunda pemenuhannya.

hidup bersilangan di berbagai waktu. Di dalam keluarga juga. kesulitan muncul karena kelemahan manusia. pada saat penyakit menyerang. ia membuat anak-anak muda ‘mati-rasa’ terhadap penderitaan orang lain. saling membantu satu sama lain dalam hal-hal kecil yang biasa ditemukan dalam hidup.294 Dengan cara yang sama. hidup berdampingan. hari demi hari. 277. kita dapat memikirkan kembali kebiasaan-kebiasaan kita menggunakan dan memelihara lingkungan sebagai rumah bersama kita. peduli akan segala sesuatu yang mempengaruhi kita. karena ia merupakan subyek sosial primer yang mengandung di dalamnya kedua prinsip dasar peradaban manusia di atas bumi: prinsip kebersamaan (communion) dan prinsip keberbuahan (fruitfulness)”. Kita keluar dari daya hisap diri yang fatal dan menyadari bahwa kita hidup bersama dan berdampingan dengan orang-orang lain yang berharga untuk dipedulikan. Namun secara umum. Tidak ada ikatan sosial tanpa aspek utama. tidak 205 . “Keluarga merupakan agen utama suatu ekologi integral. kepedulian dan rasa hormat kepada orang lain. hampir-hampir mikroskopik. bahkan penyakit di dalam keluarga. diberi kebaikan dan diberi afeksi. saat-saat sakit memampukan ikatan keluarga bertumbuh lebih kuat…Suatu edukasi yang gagal memperkuat sensitivitas terhadap penyakit manusiawi membuat hati menjadi dingin. saat-saat kesulitan dan bermasalah dalam hidup berkeluarga dapat mengajarkan pelajaran penting. Hal ini terjadi.bersama di dalam rumah yang lebih besar ini. misalnya. Setiap hari keluarga harus menemukan cara-cara baru menghargai dan mengakui anggota keluarganya. karena “di hadapan penyakit. Di dalam keluarga kita belajar tentang kedekatan.

11 June 2015. atau ketika salah satu pasangan tertidur sambil menunggui pasangan lainnya menghabiskan waktu berjam-jam bermain dengan perangkat elektroniknya. Proses edukasi yang muncul di antara orangtua dan anak dapat dibantu ataupun dihambat dengan meningkatnya kecanggihan media komunikasi dan hiburan. p. mendengarkan suara dari lawan bicaranya. kadang-kadang mereka dapat membuat 206 . 295 Catechesis (10 June 2015): L’Osservatore Romano. Kita ketahui bahwa kadang-kadang media dapat membuat orang-orang malah saling terpisahkan daripada berkumpul bersama. Bila digunakan dengan benar. kita tidak dapat mengabaikan resiko yang dihadapkan aneka bentuk komunikasi baru ini bagi anak-anak dan kaum remaja. 296 Cf. 67. p.mampu menghadapi penderitaan dan menghidupi pengalaman keterbatasan”. Kontak yang sering membantu mengatasi berbagai kesulitan.. jelaslah bahwa media ini tidak dapat menggantikan kebutuhan akan dialog yang lebih pribadi dan lebih langsung. 8. seperti pada saat makan malam di mana setiap orang berselancar di atas telpon genggamnya.296 Namun demikian. 1 October 2015. media ini dapat bermanfaat untuk menghubungan anggota keluarga yang tinggal terpisah satu sama lain. Hal ini juga merupakan suatu hal yang perlu didiskusikan keluarga dan dicari jalan keluarnya dengan cara- cara yang memperkuat interaksi tanpa mengeluarkan aneka larangan yang tidak realistis. Di dalam kesempatan manapun.295 278. yang membutuhkan kehadiran fisik atau sedikitnya __________ 294 Catechesis (30 September 2015): L’Osservatore Romano. 8. Relatio Finalis 2015.

279. 21 May 2015. “Diskoneksi teknologis” ini membuat anak-anak lebih mudah terpapar manipulasi oleh orang-orang yang akan menginvasi ruang pribadi mereka dengan minat yang mementingkan diri semata. 297 Catechesis (20 May 2015): L’Osservatore Romano. “Komunitas Kristiani terpanggil untuk menawarkan dukungan bagi misi pendidikan keluarga”.299 Untuk alasan inilah. Tidak baik juga bagi orangtua untuk bersikap mendominasi. Manakala anak-anak dibuat merasa bahwa hanya orangtua mereka yang dapat dipercaya.297 khususnya melalui katekese terkait __________ 297. Untuk membantu memperluas relasi orangtua ke realitas yang lebih lebar.298 Sinode ini hendak menekankan pentingnya sekolah-sekolah Katolik yang “memainkan peranan vital dalam membantu orangtua dalam tugas mereka membesarkan anak-anak… Sekolah Katolik perlu didorong dalam misi mereka menolong para murid bertumbuh menjadi orang dewasa yang dapat melihat dunia dengan kasih Yesus dan yang dapat memahami kehidupan sebagai suatu panggilan untuk melayani Allah.anak menjadi apatis dan terputus hubungan dengan dunia sesungguhnya. “Gereja sangat meneguhkan kebebasannya untuk mengajukan pengajarannya dan hak keberatan seturut hati nurani parapendidik”.300 PERLUNYA PENDIDIKAN SEKSUAL 207 . p. kita perlu untuk “memperbaharui ikatan janji antara keluarga dan komunitas Kristiani”. Untuk membangun edukasi integral. 8. inisiasi Kristiani. hal ini akan menghambat proses yang memadai untuk sosialisasi dan pertumbuhan kematangan afektif.

. Edukasi seks harus menyediakan informasi sambil tetap mengingat bahwa anak-anak dan kaum remaja belumlah mencapai kedewasaan penuh.Konsili Vatikan Kedua membicarakan perlunya “edukasi seks yang positif dan penuh hikmat” ditanamkan kepada anak-anak dan remaja “pada saat mereka bertambah usianya”. 299 Relatio Finalis 2015. pedagogi dan didaktik”. 281. 8. Dorongan seksual dapat diarahkan melewati proses pertumbuhan dalam bentuk pengenalan diri dan pengendalian diri yang mampu memupuk berbagai kapasitas berharga untuk berbahagia dan untuk pertemuan yang penuh cinta. p.301 Kita sendiri juga layak bertanya apakah lembaga pendidikan kita telah menerima tantangan ini. Tidaklah mudah mendekati isu edukasi seks pada suatu jaman di mana seksualitas cenderung dianggap biasa dan menjadi merosot nilainya. Dengan cara __________ 298 Catechesis (9 September 2015): L’Osservatore Romano. 58 demikian.Ia hanya dapat dilihat di dalam kerangka yang lebih lebar sebagai edukasi cinta. pemberian diri satu sama lain. bahasa seksualitas tidak akan dimerosotkan melainkan diterangi dan diperkaya. Tidak ada gunanya membanjiri mereka dengan data tanpa disertai juga dengan membantu mereka mengembangkan rasa kritis menghadapi serbuan jahat ide-ide dan saran-saran baru. banjirnya pornografi dan melimpahnya stimuli yang dapat 208 . 10 September 2015. 300 Ibid. Informasi ini harus datang pada waktu yang tepat dan dengan cara yang sesuai bagi usia mereka. 68. dengan “bobot memadai pada kemajuan di bidang ilmu psikologi.

edukasi seksual terutama mengurusi “proteksi” melalui praktek “seks yang aman”. 283. Ungkapan seperti itu mencerminkan sikap yang negatif terhadap ujung dari seksualitas berupa prokreasi alamiah. Edukasi seksual yang membangun rasa kepantasan berpakaian yang sehat memiliki nilai yang luar biasa besarnya. afeksi dan seksualitas dapat direndahkan menjadi obsesi akan genitalitas dan perilaku tidak sehat yang merusak kapasitas kita dalam hal cinta.Anak-anak muda perlu menyadari bahwa mereka sedang dibombardir dengan pesan-pesan yang tidak menguntungkan bagi pertumbuhan kedewasaan mereka. seolah-olah anak yang akan hadir merupakan musuh yang harus dicegah kedatangannya. Kita juga perlu menyadari bahwa “suatu bahasa yang baru dan sesuai” dibutuhkan “dalam memperkenalkan kepada anak- anak dan remaja topik tentang seksualitas”. sangat disayangkan ada banyak orang yang menganggap kepantasan berpakaian ini sebagai suatu barang kuno dari jaman yang sudah lewat.302 282. dan juga obsesi akan kekerasan seksual yang membawa kepada perlakuan tidak manusiawi atau menyakiti orang lain. sambil menghindari hal-hal yang melumpuhkan kapasitas mereka akan cinta. Seringkali.merusak gambaran seksualitas. Berpakaian pantas merupakancara alamiah kita menjaga privacy pribadi dan mencegah diri kita diubahkan menjadi barang yang dipakai Tanpa rasa kepantasan ini. Mereka perlu dibantu untuk mengenali dan mendapatkan pengaruh-pengaruh positif. Cara berpikir seperti ini mempromosikan narsisme dan agresifitas sebagai ganti penerimaan.Merupakan hal yang selalu tidak bertanggungjawab untuk mengundang seorang 209 .

seolah-olah mereka memiliki kematangan. Semua hal ini mempersiapkan mereka untuk pemberian diri yang integral dan murah hati yang akan diekspresikan.dewasa bermain-main dengan tubuhnya dan keinginannya. komitmen timbal balik dan tujuan-tujuan yang semestinya ada di dalam perkawinan. Mereka akan berakhir pada dorongan untuk memperalat orang lain tanpa sungkan sebagai sarana memuaskan keinginannya atau keterbatasannya. diperkaya dengan segala sesuatu yang sudah mendahuluinya. Kesatuan seksual dalam perkawinan dengan demikian akan muncul sebagai tanda komitmen yang mencakup keseluruhannya. Di satu pihak disadari betapa rapuhnya dan liarnya orang-orang muda dapat berperilaku. ilusi kesatuan. dalam bentuk pemberian tubuh mereka. ‘kesatuan’ ini meninggalkan rasa sebagai orang asing yang jauh terpisah seperti sebelumnya”. namun di pihak lain diperlukan bantuan menyeluruh bagi mereka untuk memperpanjang ketidakmatangan mereka dalam 210 . Anak-anak muda janganlah tertipu dibingungkan akan dua tingkatan kenyataan: “daya tarik seksual menciptakan. Hal yang penting adalah mengajarkan kepada mereka akan sensitifitas terhadap berbagai ekspresi berbeda dari cinta. Manakala kita beranggapan memberikan segala sesuatunya sekaligus. tanpa cinta. perhatian dan kepedulian timbal balik. bisa jadi berarti kita tidak memberikan apa-apa sama sekali. diikuti komitmen publik. namun. 284.303 Bahasa tubuh meminta pembelajaran magang dengan sabar dalam belajar menginterpretasikan dan menyalurkan keinginan-keinginan dari sudut pandang pemberian-diri yang otentik. untuk sementara. rasa hormat penuh cinta dan komunikasi mendalam yang bermakna. nilai-nilai.

berpikir bahwa kita menikmati kekuasaan mutlak atas ciptaan. Dengan cara ini kita dapat dengan sukacita menerima pemberian- pemberian spesifik dari pria atau wanita lain..cara mereka menunjukkan cinta.304 Hanya dengan melenyapkan rasa takut menjadi orang berbeda. 54. Pendidikan seksual harus menolong orang-orang muda menerima tubuh mereka sendiri dan menghindari pretension “membatalkan perbedaan seksual karena kita tidak 211 . 1956. The Art of Loving. Di balik aneka kesulitan yang dipahami dialami individu-individu. barulah kita dapat dibebaskan dari pemusatan-diri sendiri dan penyerapan-diri sendiri. Suatu penghargaan atas tubuh kita sebagai pria dan wanita juga diperlukan bagi kesadaran diri kita sendiri dalam pertemuan dengan orang-orang lain yang berbeda dengan kita. menjadi terbuka serta menerima orang lain. karya Allah sang Pencipta. ada banyak sekali hal dipertaruhkan. seringkali tanpa disadari. 285. dan menemukan pengayaan timbal-balik”. Namun siapa yang akan membicarakan hal ini di masa sekarang? Siapa yang mampu menangani anak-anak muda dengan serius? Siapa yang menolong mereka menyiapkan dengan serius sebuah cinta yang besar dan murah hati? Manakala pendidikan seksual menjadi perhatian. dari “berpikir bahwa kita menikmati kekuasaan mutlak atas tubuh kita sendiri menjadi. orang-orang muda perlu dibantu untuk menerima tubuh mereka sendiri sebagaimana mereka diciptakan. sebagai suatu cara menolong anak muda mengatasi – penyerapan –diri mereka sendiri dan __________ 303 ERICH FROMM. Pendidikan seksual harus juga mencakup rasa hormat dan penghargaan terhadap perbedaan. New York. p.

305 286. selain juga berbagai situasi formatif lainnya. 155. hal mana mustahil diabaikan. p. anggota keluarga dan orang-orang yang diseganinya. Benarlah bahwa kita tidak dapat memisahkan maskulin dan feminin dari karya kreasi Allah. kebudayaan. dan tidak membantu anak-anak dan orang muda untuk menghargai saling 212 . __________ 304 Encyclical Letter Laudato Si’ (24 May 2015). riwayat keluarga. Kita juga tidak dapat mengabaikan fakta bahwa konfigurasi keberadaan kita sendiri. tidaklah semata-mata akibat faktor biologis atau genetik. 16 April 2015. dimungkinlah cara seorang suami menjadi maskulin secara fleksibel diadaptasikan dengan jadwal kerja isterinya. namun akibat berbagai elemen yang berhubungan dengan temperamen.lagi mengetahui bagaimana menangani hal tersebut”. 305 Catechesis (15 April 2015): L’Osservatore Romano. yang sudah ada sebelum semua keputusan dan pengalaman. ketidak-bertanggung-jawaban atau menyebabkan rasa malu. Pendekatan yang kaku menyebabkan penekanan yang berlebihan akan maskulinitas dan femininitas. pengalaman. Anak-anak perlu dibantu untuk menerima “pertukaran” yang sehat tersebut sebagai hal yang normal yang tidak mengurangi jati diri figur ayah. tidaklah membuat sang suami menjadi kurang maskulin atau menunjukkan kegagalan. Namun demikian benar juga bahwa maskulinitas dan femininitas bukanlah kategori yang kaku. Sebagai contoh. pendidikan. Mengambil alih tugas-tugas rumah tangga atau sejumlah aspek membesarkan anak. pengaruh teman-teman. baik sebagai pria ataupun wanita. dan di mana elemen- elemen biologis muncul. 8.

213 . MENERUSKAN IMAN 287. Kekakuan seperti itu. Hal ini menjadi sulit oleh gaya hidup belakangan ini.ketergantungan yang tulus yang tertanam di dalam kondisi nyata suatu perkawinan.pada gilirannya. misalnya. dan bukan hasil karya kita sendiri. atau bukanlah hal feminine untuk melatih kepemimpinan.Jadi “indah sekali manakala ibu-ibu mengajarkan kepada anak kecilnya untuk mengecup Yesus atau Bunda. Hal ini bermula dari Baptisan. sebagaimana dikatakan Santo Agustinus.Kita berterima kasih kepada Tuhan bahwa hal ini sekarang sudah berubah. bahwa tidaklah maskulin bila melakukan aktivitas seni atau menari. ibu-ibu membawa anak-anak mereka “bekerjasama dalam kelahiran yang kudus”. namun di beberapa tempat kepercayaan yang kurang memadai ini masih menentukan kebebasan absah dan menghambat perkembangan otentik identitas dan potensial spesifik anak. di mana. keluarga harus terus menerus menjadi tempat di mana kita belajar menghargai arti dan indahnya iman. berdoa dan melayani sesama kita.307 Dengan demikian dimulailah suatu perjalanan pertumbuhan di dalam kehidupan yang baru itu.Walaupun demikian. dapat menghambat perkembangan kemampuan seorang individu sampai pada titik yang membuatnya berpikir. Iman itu merupakan pemberian Allah. Membesarkan anak menuntut proses teratur meneruskan iman. namun demikian orangtua merupakan sarana yang digunakan Allah membuat iman itu bertumbuh dan berkembang. jadwal kerja dan kompleksnya dunia saat ini. di mana banyak orang harus mengejar derap kehidupan yang menggila supaya dapat bertahan hidup. diterima di dalam baptisan.

namun pemeliharaannya dipercayakan kepada kita. karena sumber-sumber dan resep-resep yang lebih tua tidak selalu cocok bagi mereka. mencari Dia dan merasakan kebutuhan akan Dia. tindakan dan cerita-cerita. Komitmen kreatif kita itu sendiri merupakan suatu persembahan yang memungkinkan kita bekerjasama dengan rencana Allah.308 Menangani iman presume bahwa orangtua itu sendiri percaya dengan tulus kepada Allah. Untuk alasan ini. Hal ini berarti kita kita perlu meminta Allah bekerja di dalam hati mereka.Biji sesawi.Kita ketahui bahwa kita tidaklah memiliki pemberian itu. Karena kaum remaja biasanya memiliki masalah dengan otoritas dan aturan.309 288. menjadi pohon yang besar (bdk Mt 13:31-32). Anak- anak membutuhkan simbol-simbol.Betapa banyaknya cinta di dalam tindakan tersebut! Pada saat itu hati anak menjadi tempat doa”. di tempat di mana kita sendiri tidak dapat menjangkaunya. sebaiknya kita mendorong pengalaman iman mereka sendiri dan menyiapkan bagi mereka 214 . Pendidikan iman harus disesuaikan bagi tiap anak. karena hanya dengan cara ini “Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaanMu dan akan memberitakan keperkasaanMu” (Mzm 145:4) dan “seorang bapak memberitahukan kesetiaanMukepada anak-anaknya” (Yes 38:19). “pasangan dan orangtua haruslah dihargai dengan semestinya sebagai agen aktif dalam katekese… Katekese keluarga merupakan bantuan yang sangat besar sebagai metode yang efektif dalam melatih orangtua muda menyadari misi mereka sebagai penginjil bagi keluarganya sendiri”. yang begitu kecil. hal ini mengajarkan kita untuk melihat ketidakseimbangan antara tindakan kita dan efek yang ditimbulkannya.

bahwa doa merupakan sesuatu yang benar- benar penting. karena mereka tahu bahwa pengalaman spiritual itu tidak dipaksakan tapi ditawarkan dengan bebas. bahkan kepada orang-orang di luar lingkaran keluarga. Pekerjaan menangani iman anak-anak. Keluarga secara alamiah akan mulai menyebarkan iman ke orang-orang sekitar. Penting bagi anak- __________ 309 Relatio Finalis 2015. menerima Nikodemus di malam hari (bdk Yoh 3:1- 21). Anak-anak yang tumbuh di dalam keluarga misionaris seringkali mereka sendiri juga menjadi misionaris. mengijinkan kakiNya diminyaki oleh seorang wanita lacur (bdk Luk 7:36-50) dan tidak segan- segan menumpangkan tanganNya ke atas mereka 215 . sama seperti Santa Monika. 289. bercakap-cakap dengan seorang wanita Samaria (bdk Yoh 4:7-26). bertumbuh di dalam keluarga yang hangat dan karib. anak untuk melihat dengan nyata. mereka belajar berelasi dengan dunia dengan cara yang sama. bagi anak-anak mereka yang telah terhilang dari Kristus. dalam arti memfasilitasi ekspresi dan pertumbuhannya. Kita ketahui bahwa Yesus sendiri makan dan minum bersama para pendosa (bdk Mrk 2:16. Orangtua yang begitu mendambakan mengasuh iman anak-anaknya akan peka terhadap pola pertumbuhan anak. Di sini saya hendak menyampaikan rasa terimakasih saya secara khusus kepada para ibu yang terus berdoa. 89. membantu keseluruhan keluarga dalam misi evangelisasi. pada orangtua mereka. Mt 11:19). tanpa mengorbankan iman atau keyakinan mereka. Karena itu momen doa keluarga dan tindakan devosi dapat menjadi lebih dahsyat untuk penginjilan daripada kelas katekese atau khotbah manapun.kesaksian-kesaksian yang menarik yang memenangkan mereka lewat pertobatan yang indah.

terpisah dari kehidupan masyarakat mereka. “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita” (1 Yoh 4:16). Hanya berdasarkan pengalaman ini pengasuhan pastoral Gereja atas keluarga-keluarga akan memampukan mereka 216 . 290. termasuk mereka yang paling membutuhkan. Semua dari kita harus bisa berkata. 5:13). Di dalam semua keluarga Kabar Baik perlu didengungkan.yang sakit (bdk Mrk 1:40-45. mereka tetap menikmati disukai “semua orang” (Kisah 2:47. 33. komitmen untuk mempromosikan kebaikan bersama dan transformasi struktur sosial yang tidak adil. keterbukaan terhadap beragam orang. sebagai suatu sumber terang di sepanjang jalan. melalui praktek korporal dan spiritual pengampunan”. antara lain solidaritas dengan kaum miskin. atau berkumpul dalam kelompok kecil yang elit. 7:33).Walaupun pihak otoritas selalu memusuhi mereka. suatu kasih yang dimanifestasikan dalam pemberian-diri total Yesus Kristus. terima kasih kepada pengalaman hidup kita di dalam keluarga. solidaritas moral dan material dengan keluarga-keluarga lain. yang bahkan sekarang hidup di tengah-tengah kita dan memampukan kita menghadapi bersama-sama badai kehidupan di tiap tingkat kehidupan.310 Semua ini merupakan ekspresi kepercayaan Kristiani kita yang menonjol di dalam kasih Allah yang memimpin dan menopang kita. di masa baik dan buruk. perlindungan terhadap ciptaan. yang tidak memandang hina orang lain. bdk 4:21. dimulai dari wilayah di mana keluarga itu tinggal.Demikian juga terjadi pada para rasul. “Keluarga dengan demikian merupakan suatu agen aktivitas pastoral melalui pernyataan eksplisit Injil dan warisannya berupa berbagai bentuk kesaksian.

“ia berpaling dengan kasih kepada orang-orang yang berpartisipasi dalam hidupnya dengan cara yang tidak lengkap. Walaupun ia terus menerus tanpa putus asa memanggil kepada kesempurnaan dan meminta jawaban yang lebih penuh kepada Allah. 93 BAB DELAPAN MENDAMPINGI.menjadi gereja domestik dan juga menjadi ragi evangelisasi di masyarakat.. sambil mengenali kasih karunia Allah juga bekerja dalam hidup mereka dengan memberikan kepada keberanian untuk berbuat baik. __________ 310 Ibid. saling peduli satu sama lain dan melayani masyarakat di mana mereka tinggal dan bekerja”.312 Pendekatan ini juga diperkokoh dengan perayaan Tahun Yubelium yang dipersembahkan untuk kerahiman ini. yang menunjukkan tanda-tanda cinta yang terluka dan bermasalah. seperti cahaya kuat mercusuar di suatu pelabuhan atau suatu obor yang dibawa di antara orang-orang guna menerangi mereka yang telah kehilangan arah atau mereka yang sedang berada di tengah badai”. “Gereja harus menyertai dengan perhatian dan kepedulian anak-anaknya yang terlemah. ia juga “menyadari akan kerapuhan banyak anak-anaknya”. Bapa-bapa Sinode menyatakan bahwa. walaupun Gereja menyadari setiap terputusnya ikatan perkawinan “berlawanan dengan kehendak Allah”.311 Dengan diterangi pandangan Yesus Kristus. dengan memulihkan harapan dan keyakinan di dalam mereka. MEMBEDAKAN DAN MENGINTEGRASIKAN KELEMAHAN 291.313 Jangan kita lupa bahwa tugas 217 .

312 Ibid. sementara lainnya menyadarinya setidaknya dalam cara parsial atau analog. ditandai dengan afeksi yang mendalam dan bertanggungjawab atas anak-anak mereka. serta menunjukkan kemampuan mengatasi pencobaan. dengan perbedaan.Gereja seringkali menyerupai rumah sakit lapangan. sepenuhnya disadari dalam penyatuan seorang pria dan wanita yang saling memberikan diri mereka dalam cinta yang bebas. __________ 311 Relatio Synodi 2014. sebagai suatu refleksi penyatuan Kristus dan Gerejanya.314 PENTAHAPAN DALAM PEMELIHARAAN PASTORAL 293. mereka dapat menyediakan pemeliharaan pastoral 218 . 24. 25. Bapa-bapa Sinode menyatakan bahwa Gereja tidak mengabaikan elemen konstruktif dari situasi-situasi yang belum atau tidak lagi bersesuaian dengan ajaran Gereja tentang perkawinan. diakui secara hukum. dengan memperhatikan bahwa “apabila persatuan tersebut mencapai stabilitas tertentu. bahkan hanya tinggal bersama saja. 292. yang menganugerahkan mereka kasih karunia untuk menjadi gereja domestik dan suatu ragi kehidupan baru bagi masyarakat. setia dan eksklusif. Sejumlah bentuk penyatuan secara radikal berlawanan dengan hal ideal ini. dan dikonsekrasikan oleh sakramen. yang saling menjadi milik pasangannya sampai mati dan terbuka bagi transmisi kehidupan. Para Bapa Sinode juga mempertimbangkan situasi spesifik perkawinan yang hanya dilakukan di catatan sipil atau. Perkawinan kristiani.

tinggal bersama. seringkali tidak dimotivasi dari prasangka atau penolakan atas penyatuan sacramental. 70. “Sebagai anggota Gereja.. namun juga “discernment pastoral berbagai situasi begitu banyak orang yang tidak lagi menghidupi realitas ini. menjadi suatu sumber keprihatinan bahwa banyak anak muda sekarang ini tidak lagi mempercayai perkawinan dan mereka tinggal bersama. 317 Di dalam discernment pastoral ini. dalam banyak kasus.318 294 “Pilihan suatu perkawinan sipil atau.315 __________ 313 Ibid.316 Karena para Pastor bukan hanya bertanggungjawab untuk mempromosikan perkawinan Kristiani. Di pihak lain. rasa hormat juga dapat ditunjukkan __________ 219 . sementara yang lain mematahkan komitmen yang sudah dibuatnya dan dengan segera menjalin hubungan yang baru..sewaktu-waktu dengan pandangan pada akhirnya akan dirayakan dengan sakramen perkawinan”. terdapat kebutuhan ‘untuk mengidentifikasi elemen-elemen yang dapat meningkatkan penginjilan dan pertumbuhan manusiawi dan spiritual”. mereka juga perlu pemeliharaan pastoral yang penuh kerahiman dan pertolongan”. ibid. namun dari situasi budaya atau situasi yang tak terduga”. 27. 43.319 Dalam hal seperti itu.. Relatio Finalis 2015. Memasuki dialog pastoral kepada orang-orang ini diperlukan untuk membedakan berbagai elemen dalam kehidupan mereka yang dapat membawa kepada keterbukaan yang lebih besar terhadap Injil perkawinan dalam kepenuhannya. 315 Ibid. 28. menyingkirkan untuk waktu yang tak terbatas akan komitmen perkawinan. 41. 314 Cf.

316 Ibid.322 Dengan cara inilah Yesus memperlakukan wanita Samaria (bdk. atas tanda-tanda cinta yang dalam suatu cara mencerminkan cinta Allah sendiri. 41. penyatuan de facto sangat banyak jumlahnya.320 Kita tahu ada “peningkatan terus menerus mereka yang.321 Apapun kasusnya. Akibatnya. Keinginan tinggal bersama seringkali merupakan pilihan berdasarkan sikap umum yang berlawanan dengan segala sesuatu yang melembaga atau definitif.. ibid. bukan hanya karena penolakan atas nilai-nilai yang menyangkut keluarga dan perkawinan. 220 . namun terutama karena merayakan perkawinan dianggap terlalu mahal dalam lingkup sosial. dalam upaya membebaskannya dari kegelapan dalam hidupnya dan membawanya kepada kepenuhan sukacita Injil. 318 Ibid. Pasangan-pasangan ini perlu untuk disambut dan dibimbing dengan sabar dan telaten”. 321 Relatio Synodi 2014. 317 Ibid. 42. memohon perayaan perkawinan di Gereja. 26. ia juga dapat terjadi sambil menunggu rasa aman yang lebih pasti di dalam hidup (pekerjaan tetap dan penghasilan tetap). __________ 320 Cf. kemiskinan materi mendorong orang untuk bersatu secara de facto”. setelah tinggal bersama untuk waktu yang lama. Yoh 4:1-26): Ia mengalamatkan hasrat sang wanita akan cinta sejati.. Pada sejumlah negara. “semua situasi ini membutuhkan suatu respon konstruktif untuk mengubahnya menjadi aneka peluang yang dapat membawa mereka kepada realitas penuh suatu perkawinan dan keluarga yang sejalan dengan Injil.

Sepanjang batasan-batasan ini. bila tidak demikian kita bisa mengambil jalan yang salah: “Ada dua cara berpikir yang selalu berulang di sepanjang sejarah Gereja: mengucilkan dan merangkul kembali.Yohanes Paulus II mengajukan apa yang disebut “hukum pentahapan” dalam pengetahuan bahwa umat manusia “mengetahui.323 Hal ini bukan berarti “pentahapan hukum” namun lebih pada pentahapan latihan kehendak bebas yang baik dan teliti di pihak subyek yang tidak dalam posisi memahami. walaupun setiap manusia “maju secara bertahap dengan integrasi progresif pemberian- pemberian Allah dan tuntutan-tuntutan cinta Allah yang definitif dan absolut di dalam seluruh kepribadian dan hidup sosialnya”.322 Ibid. 221 . mencintai dan mencapai hal-hal moral melalui tingkat pertumbuhan yang berbeda”.324 DISCERNMENT SITUASI-SITUASI “TIDAK TERATUR” 325 296. St.. 295. 34: AAS 74 (1982). ia dapat diikuti dengan pertolongan kasih karunia. dari jaman Konsil Yerusalem. Sinode membahas berbagai situasi kelemahan atau ketidaksempurnaan. mengapresiasi. Di sini saya hendak mengulangi sesuatu yang saya cari untuk menjelaskan kepada seluruh Gereja. 123. atau sepenuhnya melaksanakan tuntutan obyektif hukum tersebut. Hukum itu sendiri adalah pemberian Allah yang menunjukkan jalan. 43. telah senantiasa merupakan __________ 323 Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981). Cara Gereja. suatu pemberian bagi setiap orang tanpa kecuali.

p. Ini adalah masalah menjangkau setiap orang.326 Karenanya perlu untuk “menghindari penghakiman yang tidak memperhitungkan kompleksitas berbagai situasi” dan “bersikap menyimak. harus membantu setiap orang menemukan jalannya yang benar dalam berpartisipasi di dalam komunitas eklesial dan karenanya mengalami bagaimana disentuh oleh belas kasihan yang “tanpa pamrih. 325 Cf. 90. namun mengenai semua orang. cara Yesus. bagaimana orang-orang mengalami tekanan mental akibat kondisi mereka”. ia sama sekali tidak dapat diijinkan untuk mengajarkan atau berkhotbah kepada orang-orang lain. sebagai suatu keharusan. karena hal itu bukanlah logika Injil! Di sini saya bukan membicarakan hanya mengenai orang-orang yang bercerai dan menikah kembali. 8. dalam situasi apapun yang mereka temui.. tanpa syarat dan tanpa alasan”.327 297. caranya berupa menuangkan balsam kerahiman Allah bagi semua yang memintanya dengan hati yang tulus… Karena belas kasih sejati senantiasa tanpa pamrih.324 Ibid. Tidak ada orang yang dapat dipersalahkan selamanya. bila seseorang menunjukkan suatu dosa yang obyektif seolah-olah itu merupakan bagian dari cita-cita Kristiani. tanpa syarat dan tanpa alasan”. ini adalah suatu kasus yang membuatnya terpisah dari komunitas (bdk. Secara jelas. cara kerahiman dan merangkul kembali…. 9: AAS 74 (1982). atau hendak menetapkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang diajarkan Gereja. Cara Gereja tidaklah mengutuki siapapun selamanya. Matius 18:17). 222 . Catechesis (24 June 2015): L’Osservatore Romano. 25 June 2015.

yang tidak seharusnya dikelompokkan atau ditempatkan ke dalam klasifikasi yang terlalu kaku sehingga tidak memberikan mereka ruang gerak sama sekali bagi discerment personal dan pastoral yang sesuai. Untuk cara menangani situasi “tidak teratur” yang berbeda-beda. penyatuan kedua yang sudah berlangsung cukup lama. Gereja mempunyai tanggungjawab untuk membantu mereka memahami pengajaran ilahi tentang kerahiman di dalam hidup mereka dan menawarkan kepada mereka bantuan sehingga nyata mereka dapat mencapai kepenuhan rencana Allah bagi mereka”. pemberian diri yang murah hati. 298. komitmen 223 . Orang-orang demikian perlu mendengarkan pesan Injil sekali lagi dan panggilan pertobatannya. dengan anak-anak yang baru. pertemuan doa atau jalan lain atas dasar inisiatifnya. 257. 51. kesetiaan yang teruji.328 sesuatu yang selalu mungkin melalui kuasa dari Roh Kudus. entah dalam pelayanan sosial. bersama dengan discernment dari pastor paroki.__________ 326 Homily at Mass Celebrated with the New Cardinals (15 February 2015): AAS 107 (2015). bahkan bagi orang tersebut masih ada jalan untuk ambil bagian dalam kehidupan komunitas. dapat menemukan diri mereka di berbagai situasi. atau sekedar hidup bersama. misalnya. Namun demikian. Orang-orang yang bercerai yang telah memasuki penyatuan yang baru. Bapa-Bapa Sinode mencapai kesepakatan umum. yang saya dukung: “Dalam mempertimbangkan pendekatan pastoral terhadap orang-orang yang menjalani perkawinan sipil. Satu hal. 327 Relatio Finalis 2015. yang bercerai dan kawin lagi.

25. seperti membesarkan anak-anak. Bapa-Bapa Sinode menyatakan bahwa discernment dari para pastor harus selalu dilakukan “dengan pembedaan yang memadai”.331 dengan pendekatan yang “dengan seksama memilah berbagai situasi”. atau “mereka yang memasuki penyatuan kedua demi membesarkan anak-anak. dan kadang-kadang secara subyektif yakin dalam hati kecilnya bahwa perkawinan terdahulu yang tidak dapat diperbaiki lagi sesungguhnya tidak pernah sah”. Haruslah jelas bahwa hal ini bukanlah sesuatu yang ideal yang diajukan oleh Injil bagi perkawinan dan keluarga. dengan penderitaan dan kebingungan yang melibatkan anak-anak dan seisi keluarga.Kristiani. suatu kesadaran akan ketidaksahan dan adanya kesulitan besar untuk kembali pada pasangan lama tanpa merasa __________ 328 Relatio Synodi 2014. 329 Ada juga kasus mereka yang sudah melakukan semua usaha untuk menyelamatkan perkawinan pertama mereka dan ditinggalkan dengan tidak adil. In such situations. atau kasus seseorang yang terus-menerus gagal dalam menjalankan kewajibannya kepada keluarga. many people.330 Satu hal lainnya adalah penyatuan yang baru yang muncul dari perceraian yang baru terjadi. Gereja memahami situasi- situasi seperti ini “yang untuk alasan serius. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981). 84: AAS 74 (1982). knowing and accepting the possibility of living “as brothers and sisters” which the 224 . 186. seorang pria dan wanita tidak dapat menjalankan kewajibannya untuk berpisah”.332 ______________ 329 John Paul II. dalam suara hatinya bahwa ia akan jatuh ke dalam dosa-dosa baru.

pastoral. Kita ketahui bahwa tidak ada “resep mudah” yang tersedia. namun sebagai anggota yang hidup dan mengalami Gereja sebagai ibu yang senantiasa menyambut mereka. 26. 331 Relatio Synodi 2014. Setelah dibaptis. suatu pemeliharaan yang akan memungkinkan mereka bukan hanya menyadari bahwa mereka adalah milik Gereja sebagai tubuh Kristus. mereka adalah saudara-saudari kita. “it often happens that faithfulness is endangered and the good of the children suffers” (second Vatican Ecumenical Council. 332 Ibid. 330 Ibid. point out that if certain expressions of intimacy are lacking. Orang-orang ini perlu merasa bukan sebagai anggota Gereja yang diekskomunikasi. Saya sepakat dengan banyak Bapa Sinode yang mengamati bahwa “orang dibaptis yang bercerai dan menikah kembali secara sipil perlu untuk lebih penuh diintegrasikan ke dalam komunitas Kristiani dengan berbagai cara yang mungkin. Roh Kudus mencurahkan ke dalam hati mereka aneka karunia dan talenta untuk kebaikan semua orang. namun juga untuk mengetahui bahwa mereka dapat memiliki pengalaman sukacita dan berbuah di dalamnya. sekaligus menghindari munculnya suatu skandal. memerlukan discernment bentuk pelayanan yang dikecualikan sebagaimana diterapkan belakangan ini dalam kerangka liturgis. Logika integrasi merupakan kunci bagi pemeliharaan pastoral mereka. 51). Partisipasi mereka dapat dinyatakan dalam berbagai pelayanan gerejawi. Church offers them. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. edukasi dan institusi. 45.333 299.. yang merawat 225 .

yang akan dikenali. Integrasi ini juga diperlukan dalam memelihara dan mengasuh anak-anak.336 Para imam mempunyai tugas untuk “mendampingi [yang bercerai dan kawin lagi] menolong mereka memahami situasi mereka menurut ajaran Gereja dan bimbingan bapak Uskup.mereka dengan afeksi dan menguatkan mereka sepanjang jalan kehidupan dan jalan Injil. apakah mereka akan melakukan upaya- upaya rekonsiliasi. 691. 300. Apa yang mungkin adalah semata- mata suatu dorongan yang diperbaharui untuk mengambil suatu discernment personal dan pastoral yang bertanggung jawab atas kasus-kasus tertentu. yang seharusnya dianggap paling penting”. 334 Relatio Finalis 2015. apakah konsekuensi-konsekuensi yang ditimbulkan relasi yang baru ini terhadap anggota keluarga lainnya dan komunitas orang 226 . Address to the Seventh World Meeting of Families in Milan (2 June 2012). Mereka yang bercerai dan kawin lagi perlu bertanya pada diri mereka sendiri: bagaimana mereka bertindak terhadap anak-anaknya kalau penyatuan perkawinan mereka memasuki suatu krisis. Response n.334 __________ 333 BENEDICT XVI. dapatlah dimengerti bahwa bukan Sinode ataupun Seruan ini yang dapat diharapkan menyediakan seperangkat baru aturan umum. 84. bagaimana nasib pihak yang ditinggalkan. Bila kita mempertimbangkan variasi begitu banyak situasi konkrit seperti yang sudah saya sampaikan. karena “derajat tanggung jawab tidaklah sama dalam semua kasus”. 5: Insegnamenti VIII/1 (2012). Dalam kasus ini bermanfaatlah untuk memeriksa suara hati melalui momen refleksi dan pertobatan.335 konsekuensi atau efek suatu aturan tidak selalu akan sama. yang dikanonisasi secara alamiah dan diterapkan pada semua kasus.

what is found in another document applies: cf. di dalam forum internal. since discernment can recognize that in a particular situation no grave fault exists. sebagaimana disarankan oleh Gereja.beriman. 51 336 This is also the case with regard to sacramental discipline. 34). kondisi berikut ini perlu hadir: kerendahan hati.338 Sikap demikian penting ada untuk menghindari bahaya besar kesalahpahaman. Supaya discernment dapat terjadi. 44 and 47: AAS 105 (2013). Suatu refleksi yang tulus dapat memperkuat kepercayaan di dalam kerahiman Allah yang tidak menyangkal siapapun”. teladan apa yang dimunculkan bagi generasi muda yang sedang __________ 335 Ibid. berkontribusi pada pembentukan penilaian yang benar akan apa yang menghalangi kemungkinan partisipasi yang lebih penuh di dalam kehidupan Gereja dan akan langkah-langkah apa yang dapat menunjangnya dan membuatnya bertumbuh. 1038-1040. kehati- hatian dan kasih akan Gereja dan pengajarannya.337 Apa yang sedang kita bicarakan adalah suatu proses pendampingan dan discernment yang “membimbing orang beriman kepada suatu kesadaran akan situasi mereka di hadapan Allah. dalam suatu pencarian yang tulus akan kehendak Allah dan keinginan membuat respons yang lebih sempurna terhadapnya”. discernment ini tidak akan dapat melepaskan diri dari tuntutan Injil akan kebenaran dan amal kasih. atau sejumlah orang dapat 227 . Perbincangan dengan imam. Evangelii Gaudium (24 November 2013). Bahwa pentahapan itu bukanlah hukum itu sendiri (bdk Familiaris Consortio. In such cases. seperti pemikiran bahwa imam manapun dapat dengan cepat menganugerahkan “pengecualian”.. mempersiapkan perkawinan.

339 atau 228 . Apabila seorang bertanggungjawab dan berhati-hati. maka tidak akan ada resiko kalau suatu discernment khusus akan membawa umat berpikir bahwa Gereja menjalankan suatu standar ganda. bila tidak setiap orang akan berpikir kalau tuntutan Injil sedang dikompromikan dengan cara tertentu. menemui seorang pastor yang sanggup dalam mengenali keseriusan __________ 337 Relatio Finalis 2015. satu hal yang selalu harus dipertimbangkan. Karenanya tidak dapat lagi dikatakan secara sederhana bahwa semua orang yang berada dalam situasi “tidak sah” sedang hidup di dalam dosa yang mematikan dan sedang mengalami kemerosotan karunia pengudusan. Seseorang mungkin mengetahui sepenuhnya aturan yang ada.. yang tidak serta merta menempatkan keinginannya di depan kepentingan bersama Gereja. 86 masalah yang ada di hadapannya. FAKTOR-FAKTOR YANG MERINGANKAN DISCERNMENT PASTORAL 301. 85. namun ia mengalami kesulitan besar dalam memahami “nilai-nilai yang terkandung di dalamnya”. Banyak hal terlibat di sini daripada sekedar pengabaian aturan. Gereja memiliki suatu refleksi yang padat menyangkut faktor-faktor dan aneka situasi yang meringankan.memperoleh keistimewaan sakramental karena kedekatan dengan imam. 338 Ibid. Untuk mendapatkan pemahaman yang memadai akan kemungkinan dan kebutuhan discernment khusus pada situasi “tidak sah” tertentu.

keterpaksaan. dan faktor-faktor psikologis atau sosiologis lainnya”. keterikatan. Katekismus sekali lagi merujuk pada kondisi-kondisi yang meringankan tanggung jawab moral.343 Di dalam paragraf lain. kekuatan kebiasaan 229 . Sebagaimana dinyatakan Bapa-Bapa Sinode. ketakutan. Santo Thomas Aquinas sendiri menyadari bahwa seseorang dapat saja memiliki kasih karunia dan amal baik. namun tidak mampu melakukannya dengan baik. walaupun mereka mempunyai kebiasaan melakukan seluruh nilai-nilai luhur lainnya”. walaupun seseorang mungkin memiliki semua nilai moral yang ditanamkan kepadanya. 33: AAS 74 (1982). 121. karena praktek ke luar nilai luhur tersebut dianggap sulit: “Orang-orang kudus tertentu dikatakan tidak memiliki nilai luhur tertentu.340 __________ 339 Santo Yohanes Paulus II. akan tetapi ia tidak dengan nyata menunjukkan salah satu darinya. sejauh mereka mengalami kesulitan dalam melakukan nilai luhur tersebut. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981). kebiasaaan.ia berada di dalam situasi konkrit di mana tidak memungkinkan baginya untuk bertindak lain dan memutuskan sesuatu hal lain tanpa melakukan dosa berikutnya. 51. dan menjelaskan dengan panjang lebar “ketidakmatangan afektif. Katekismus Gereja Katolik dengan jelas menyebutkan faktor-faktor ini: “pernyataan seseorang bersalah dan pertangungjawaban akan suatu aksi dapat berkurang atau bahkan menjadi dihilangkan karena ketidaktahuan.341 dengan perkataan lain. “berbagai faktor dapat muncul yang membatasi kemampuan mengambil keputusan”. ketidaksengajaan. 340 Relatio Finalis 2015.342 302.

ad 3. Discernment pastoral. CONGREGATION FOR THE DOCTRINE OF THE FAITH. 65. 546. in his 230 ... 2352. De Malo. 343 No. Declaration on Euthanasia Iura et Bona (5 May 1980). q. II: AAS 72 (1980). 342 Ibid. perlulah mengenali bahwa pertanggungjawaban atas suatu tindakan atau keputusan tertentu tidaklah sama pada semua kasus. Dengan mengenali pengaruh faktor-faktor konkrit di atas. 2. 2.345 Berdasarkan keyakinan ini. sambil mempertahankan aturan umum. harus ikut bertanggungjawab atas situasi-situasi ini. Karenanya. John Paul II. dengan memperhitungkan suara hati yang dibangun dengan baik pada diri seseorang. penghakiman negatif tentang suatu situasi obyektif tidak otomatis menunjukkan penghakiman akan kesalahan orang tersebut. 1735. Demikian juga konsekuensi tindakan yang diambil tidak perlu seragam atas semua kasus”. q. saya menganggap sangatlah tepat apa yang ingin ditegaskan banyak Bapa-Bapa Sinode: “Di bawah keadaan tertentu orang-orang akan menemukan sangat sulit untuk berperilaku berbeda. 3 ad 2. kondisi kecemasan atau faktor psikologis serta faktor sosiologis lainnya yang mengurangi atau malah melemahkan __________ 341 Cf. Summa Theologiae I-II. art.yang didapatnya. kita dapat menambahkan bahwa suara hati individu perlu lebih baik lagi dipersatukan ke dalam praksis Gereja di dalam __________ 344 Ibid.346 303. art.344 Untuk alasan ini. kebersalahan moral”.

ATURAN-ATURAN DAN DISCERNMENT 231 . setiap usaha harus dibuat guna menguatkan perkembangan suara hati yang tercerahkan. Sejauh ini suara hati dapat melakukan lebih daripada sekedar mengenali bahwa suatu situasi tertentu tidak sesuai secara obyektif dengan tuntutan Injil secara menyeluruh. dan datang melihat dengan pasti keamanan moral bahwa itulah hal yang Allah sendiri minta di tengah-tengah kompleksitas nyata keterbatasan seseorang. Pada hakekatnya. Pada tiap kejadian. 85. dan untuk menguatkan kepercayaan yang lebih besar lagi atas kasih karunia Allah. Ia juga dapat mengenali dengan ketulusan dan kejujuran apa yang sekarang ini merupakan respon paling murah hati yang dapat diberikan kepada Allah. walaupun belum sepenuhnya merupakan hal ideal obyektif. 346 Relatio Finalis 2015. 223). 345 Cf. dibentuk dan dibimbing dengan discernment yang serius dan bertanggungjawab dari seorang pastor. 17: AAS 77 [1985]. recognized that “doubtless there can occur situations which are very complex and obscure from a psychological viewpoint. and which have an influence on the sinner’s subjective culpability” (Apostolic Exhortation Reconciliatio et Paenitentia [2 December 1984]. Declaration Concerning the Admission to Holy Communion of Faithful Who are Divorced and Remarried (24 June 2000). ia harus selalu terbuka bagi fase- fase pertumbuhan baru dan keputusan-keputusan baru yang dapat memampukan hal ideal menjadi semakin penuh direalisasikan. critique of the category of “fundamental option”. situasi tertentu yang tidak secara obyektif menunjukkan pemahaman kita akan perkawinan. Pontificaal Council for Legislative Texts. 2. marilah kita ingat kembali bahwa discernment ini bersifat dinamis.

Untuk alasan ini.304. Merupakan hal penyederhanaan menganggap apakah suatu aksi seseorang berhubungan dengan aturan atau hukum umum. “Walaupun ada suatu keharusan dalam prinsip-prinsip umum. ia tidak diketahui dengan sama pada semuanya… Prinsip tersebut akan ditemukan gagal. seolah-olah hukum- hukum tersebut adalah batu-batu untuk 232 . makin sering kita menjumpai kelemahan-kelemahan… Dalam hal tindakan. persis untuk alasan tersebut. Di saat yang sama. sesuatu yang merupakan bagian discernment praktis di dalam kondisi tertentu tidak dapat diangkat sampai ke tingkat aturan. semakin kita menjabarkannya dengan rinci. namun akan membahayakan nilai-nilai penting yang harus dipertahankan dengan penuh kehati-hatian. kebenaran atau hal praktis yang benar tidaklah sama bagi semuanya. Saya dengan sangat meminta agar kita selalu mengingat suatu ajaran Santo Thomas Aquinas dan belajar menyatukannya ke dalam discernment pastoral kita.347 Benarlah bahwa aturan- aturan umum menghasilkan kebaikan yang tidak dapat dianggap remeh.348 305. Hal tersebut bukan hanya akan membawa kepada kesimpulan yang tidak dapat ditolerir. dalam rinciannya. namun hanya bagi prinsip-prinsip umum. harus juga dikatakan bahwa. semakin jauh kita merincinya”. seorang pastor tidak dapat merasa sudah cukup untuk menerapkan hukum- hukum moral saja kepada mereka yang hidup dalam situasi “tidak sah”. namun dalam formulasinya mereka tidak dapat menyediakan diri sepenuhnya bagi semua situasi khusus. dan apabila ada hal benar di dalam rincian. karena hal itu tidaklah cukup untuk memilah dan memastikan kesetiaan penuh kepada Allah di dalam kehidupan nyata seorang manusia.

4. Leonina. I-II. dapat mencintai dan dapat juga bertumbuh di dalam hidup kerahiman dan amal baik.350 Karena aneka bentuk faktor yang mengkondisikan dan meringankan. 354.) ini menjadi tanda hati seseorang yang tertutup yang biasa bersembunyi di balik berbagai pengajaran Gereja. __________ 349 Address for the Conclusion of the Fourteenth Ordinary General Assembly of the Synod of Bishops (24 October 2015): L’Osservatore Romano. 6 (ed. ia merupakan sumber suatu inspirasi obyektif untuk proses yang sangat pribadi dalam membuat keputusan”. atau sepenuhnya bersalah – seseorang dapat hidup dalam kerahiman Allah. Saint Thomas states that “if only one of the two is present. referring to the general knowledge of the rule and the particular knowledge of practical discernment.349 Demikian juga Komisi Teologi Internasional telah memperhatikan bahwa “hukum alamiah tidak dapat dihadirkan sebagai suatu perangkat hukum yang sudah mapan yang memaksa mereka bersikap apriori terhadap subyek moral. 94. dimungkinkanlah bahwa di dalam suatu situasi obyektif dosa – yang mungkin tidak bersalah scara subyektif. art. p. which is closer to the act”: Sententia libri Ethicorum.dilemparkan kepada kehidupan orang-orang. 233 . 348 In another text. 13. sementara menerima pertolongan Gereja sampai sejauh ini. “duduk di kursi Musa dan kadang-kadang menghakimi dengan superioritas dan kedangkalan kasus-kasus sulit dan keluarga-keluarga yang terluka”. 26-27 October 2015. q.351 Discernment harus membantu menemukan cara- cara yang mungkin merespon Allah dan bertumbuh di tengah . Hal __________ 347 Summa Theologiae.tengah keterbatasan. it is preferable that it be the knowledge of the particular reality. sebaliknya. XLVII. VI. t.

47: 1039). Hence. “Tebus bagi dosa-dosamu dengan kebenaran. 59. but rather an encounter with the Lord’s mercy” (Apostolic Exhortation Evangelii Gaudium [24 November 2013]. In Search of a Universal Ethic: A New Look at Natural Law (2009). 351 In certain cases. demikian pula amal menebus dosa-dosa” (Sir 3:30). undangan untuk mengejar via caritatis harus jelas terdengar.350 INTERNATIONAL THEOLOGICAL COMMISSION. “Seperti air memadamkan api yang menyala. dan melemahkan jalan pengudusan yang memuliakan Allah. Janganlah kita lupakan kata-kata Kitab Suci yang meyakinkan: “Tetaplah saling mengasihi satu sama lain. kita kadang-kadang menutup jalan kerahiman dan pertumbuhan. karena kasih menutupi banyak dosa” (1 Petrus 4:8). Di dalam setiap situasi. 306. I would also point out that the Eucharist “is not a prize for the perfect. di tengah-tengah keterbatasan manusia yang begitu besar. but a powerful medicine and nourishment for the weak” (ibid. dan kelemahanmu dengan belas kasih bagi yang tertindas. supaya kemakmuranmu dapat diperpanjang” (Dan 4:24[27]). this can include the help of the sacraments. dapat lebih menyukakan Allah daripada suatu kehidupan yang tampaknya teratur di luaran. 15:12. 1038). namun bergerak melewati hari tanpa menghadapi aneka kesulitan besar”. Mari kita mengingat bahwa “suatu langkah kecil.352 Pelayanan pastoral praktis para pejabat gereja dan komunitas tidak boleh gagal merangkul kenyataan ini. apabila berhadapan dengan mereka yang memiliki kesulitan menghidupi hukum Allah sepenuhnya. Gal 5:14). Dengan berpikir bahwa segala sesuatu adalah hitam-putih. “I want to remind priests that the confessional must not be a torture chamber.. Amal baik persaudaraan adalah hukum pertama orang Kristiani (bdk Yoh. Hal ini pula 234 . 44: AAS 105 [2013].

sepertinya itu suatu mata air yang ditawarkan kepada kita untuk memadamkan kobaran tersebut”. akan menjadi suatu ketidaksetiaan terhadap Injil dan juga kurangnya kasih di pihak Gereja bagi orang-orang muda itu sendiri. kita akan berlari mencari air untuk memadamkannya. atau menawarkan kurang dari yang Yesus tawarkan kepada umat manusia. segala jenis relativisme. demikian pula. pada saat ada ancaman dari api. 44: AAS 105 (2013). Saat ini.. Guna menghindari semua kesalahpahaman.. ditawarkan kepada kita. Untuk menunjukkan pemahaman di hadapan situasi-situasi pengecualian tidak pernah berarti meredupnya cahaya dari ideal yang lebih penuh. lebih penting daripada pelayanan pastoral akan kegagalan adalah 235 . atau penolakan yang tidak pada tempatnya dalam mengajukan ideal ini. bila kobaran dosa muncul dari sekam kita dan kita menjadi susah karenanya. marilah kita bersukacita di dalamnya. 1038-1039. bila ada peluang melakukan suatu karya kerahiman yang __________ 352 Apostolic Exhortation Evangelii Gaudium (24 November 2013).354 Suatu sikap suam- suam.353 LOGIKA KERAHIMAN PASTORAL 307.yang diajarkan Santo Agustinus: “Sama seperti. rencana Allah dalam segala kebesarannya: “Orang muda yang dibaptis harus didorong untuk memahami bahwa sakramen perkawinan dapat memperkaya prospek mereka akan cinta dan bahwa mereka dapat dipertahankan lewat kerahiman Kristus di dalam sakramen dan dengan kemungkinan untuk berpartisipasi penuh di dalam kehidupan Gereja”. saya akan menunjukkan bahwa tidak ada peluang bagi Gereja untuk berhenti mengajukan ideal perkawinan sepenuhnya.

14. Luk 6:37). I. cf. Namun saya benar-benar percaya bahwa Yesus menghendaki sebuah Gereja yang memperhatikan kebaikan yang ditaburkan oleh Roh Kudus di tengah-tengah kelemahan manusia. dalam mengajukan kepada kaum beriman ideal sepenuhnya Injil dan pengajaran Gereja. 1101. yang mendorong kita untuk melakukan sebaik mungkin yang kita bisa”. menghindari kondisi menjadi lebih buruk atau kekasaran yang tidak perlu atau penghakiman yang terburu-buru. sepatunya dapat menjadi kotor terkena lumpur jalanan”. memberi ruang bagi “kerahiman Tuhan. Yesus “mengharapkan kita berhenti mencari 236 . seorang Bunda yang. 26. 22: PL 40.355 Saya memahami mereka yang lebih suka akan pelayanan pastoral yang lebih pasti sehingga tidak memberi ruang bagi kebingungan. harus juga menolong mereka memperlukan yang lemah dengan penuh belas kasih. Di saat yang sama. walaupun dalam proses tersebut. dari pengamatan kami akan beratnya kondisi yang melemahkan – secara psikologis.usaha pastoral untuk memperkuat perkawinan dan dengan demikian mencegah kehancuran mereka. “senantiasa melakukan segala kebaikan yang ia bisa kerjakan. 354 Relatio Synodi 2014. Injil itu sendiri mengajarkan kita untuk tidak menghakimi atau mengutuk (bdk Mat 7:1. 194: AAS 105 (2013). terdapat kebutuhan untuk mendampingi dengan kerahiman dan kesabaran pertumbuhan pribadi tingkat berikutnya sebagaimana mereka muncul secara progresif”.356 Para Pastor Gereja. 308. sambil dengan jelas menyatakan pengajaran obyektifnya. 327. __________ 353 De Catechizandis Rudibus. historis dan bahkan biologis – ditemukanlah bahwa “tanpa mengurangi ideal injili. Apostolic Exhortation Evangelii Gaudium (24 November 2013).

dan sebaliknya mengharapkan kita masuk ke dalam realitas kehidupan orang-orang lain dan mengenal kekuatan dari kelembutan. Sangat bertepatan waktunya bahwa refleksi ini terjadi di dalam konteks Tahun Kudus yang didevosikan kepada kerahiman. Pengantin Kristus harus mempolakan perilakunya mengikuti Putera Allah yang pergi kepada setiap orang tanpa kecuali”358 Ia tahu bahwa Yesus sendiri adalah gembala ke seratus domba. 359 310. sebagai tanda kerajaan Allah sudah hadir di tengah-tengah kita”. yang dengan caranya sendiri harus menembus pikiran dan hati setiap orang. 45.. Kita tidak dapat melupakan bahwa “kerahiman bukan hanya pekerjaan Bapa. kita terpanggil untuk menunjukkan kerahiman 237 . 44: AAS 105 (2013). akan menjadi mungkin bagi “balsam kerahiman menjangkau setiap orang. kita dari situasi buruk kemalangan manusia. Berdasarkan realisasi ini. Setiap kali kita melakukan hal itu. kehidupan kita menjadi semakin diperkaya dengan indahnya”. 356 Ibid. Dengan satu kata. Ia mengasihi mereka semua. yang percaya dan mereka yang jauh. ia menjadi kriteria untuk mengenali siapa yang menjadi anak-anak-Nya yang sejati.tempat yang bagus baik pribadi maupun komunal yang bisa memberikan perlindungan bagi _________ 355 Apostolic Exhortation Evangelii Gaudium (24 November 2013). bukan hanya sembilan puluh sembilan. karena juga di dalam berbagai variasi situasi yang mempengaruhi keluarga “Gereja diberi mandat untuk memproklamirkan kerahiman Allah. denyut jantung Injil.357 309. 1038.

karena “kerahiman adalah hal yang paling mendasar dari kehidupan Gereja. 36-37: AAS 105 (2013). 360 Ibid. some priests demand of 238 . ia merupakan rumah Bapa. concealed beneath a zeal for fidelity to the truth. ibid. 47: AAS 105 (2013). perlakuan istimewa harus selalu ditunjukkan untuk menekankan dan menguatkan nilai-nilai Injil tertinggi dan sentral.karena kerahiman lebih dahulu telah ditunjukkan kepada kita”. 359 Ibid. karena walaupun benarnya bahwa keprihatinan harus ditunjukkan demi integritas pengajaran moral Gereja.... 12: AAS 107 (2015): 407.361 Terkadang “kita bertindak sebagai arbiter kasih karunia daripada sebagai fasilitator. 1040. 358 Bull Misericordiae Vultus (11 April 2015). Semua aktivitas pastoral Gereja haruslah terselenggara di dalam kelemah-lembutan yang ditunjukkan kepada kaum beriman. 362 Apostolic Exhortation Evangelii Gaudium (24 November 2013). 1035. Hal ini bukanlah respon suam-suam kuku terhadap kasih Allah.. Pengajaran teologi moral tidak boleh gagal untuk memasukkan pertimbangan ini. 363 Cf. tidak ada di dalam khotbahnya dan kesaksiannya kepada dunia menjadi kekurangan kerahiman”. Tapi Gereja bukanlah gardu tol. 5: 402. 364 Perhaps out of a certain scrupulosity. 10: 406.362 311. Kadang kita kesulitan memberi ruang bagi kasih Allah yang tak bersyarat dalam aktivitas pastoral kita.363 khususnya keutamaan amal baik sebagai respon terhadap tawaran kasih Allah yang murah hati. tempat bagi setiap orang.360 _____________ 357 Ibid. yang senantiasa mencari apa yang terbaik bagi kita. 270..364 ___________________ 361 Ibid. 9: 405. dengan semua masalah mereka”.

who stated that the possibility of a new fall “should not prejudice the authenticity of the resolution” (Letter to Cardinal William W. bahwa kerahiman tidak mengecualikan keadilan dan kebenaran. mengampuni. ia menyiapkan kita ke dalam konteks discernment pastoral yang berisikan kasih yang penuh kerahiman. For this reason. mendampingi. Kita menempatkan begitu banyak syarat terhadap kerahiman sehingga kita mengosongkanya terhadap arti konkrit dan kepentingan sejatinya. kita harus selalu mempertimbangkan “tidak cukupnya konsep teologis apa pun yang pada akhirnya menimbulkan keraguan akan omnipotensi Allah dan. namun hal pertama dan terutama yang harus kami katakan bahwa kerahiman adalah kepenuhan dari keadilan dan manifestasi kebenaran Allah yang paling bersinar. mengharapkan. Sebaliknya. Ini merupakan cara berpikir yang harus ada di dalam Gereja dan memimpin kita pada “membuka hati kita bagi mereka yang hidup di masayarakat yang paling luar”. it is helpful to recall the teaching of Saint John Paul II.365 312. penitents a purpose of amendment so lacking in nuance that it causes mercy to be obscured by the pursuit of a supposedly pure justice. Untuk alasan ini. Benarlah. misalnya. yang selalu siap untuk memahami. Hal itu merupakan cara terburuk mengencerkan Injil. Hal ini menawarkan kepada kita suatu kerangka kerja dan suatu tatanan yang membantu kita menghindari suatu moralitas birokratik yang dingin dalam menangani isu-isu yang lebih sensitif.366 Saya 239 . Baum on the occasion of the Course on the Internal Forum organized by the Apostolic Penitentiary [22 March 1996]. khususnya kerahiman- Nya”. dan di atas segalanya mengintegrasikan. 589). 5: Insegnamenti XIX/1 [1996].

supaya dapat menolong mereka menghidupi kehidupan yang lebih baik dan mengenali tempat mereka yang sesuai di dalam Gereja. The Hope of Salvation for Infants Who Die Without Being Baptized (19 April 2007). 15: AAS 107 (2015). namun mereka sudah pasti akan menerima sejumlah cahaya untuk membantu mereka memahami dengan lebih baik situasi mereka dan menemukan jalan menuju pertumbuhan pribadi.mendorong kaum beriman yang mendapatkan diri mereka di dalam situasi yang kompleks untuk berbicara dengan penuh keyakinan kepada pastor mereka atau kaum awam lainnya yang hidupnya __________ 365 INTERNATIONAL THEOLOGICAL COMMISSION. 366 Bull Misericordiae Vultus (11 April 2015). Mereka mungkin tidak selalu akan menemukan suatu konfirmasi akan ide atau keinginan mereka. dipersembahkan kepada Allah. dengan keinginan tulus untuk memahami kemalangan mereka dan sudut pandang mereka. Saya juga mendorong para pastor Gereja untuk mendengarkan mereka dengan sensitifitas dan keteduhan. 240 . 2. 409.

241 .

4. saat membicarakan apostolat awam. Amal baik mengambil aneka warna. Konsili menyatakan bahwa spiritualitas awam “akan mengambil karakter khasnya dari lingkup …kehidupan perkawinan dan keluarga”. Kita telah senantiasa membicarakan bagaimana Allah tinggal di dalam hati mereka yang hidup di dalam kasih karuniaNya. 315.367 dan bahwa “pemelliharaan keluarga hendaknya tidak menjadi asing” bagi spiritualitas. Beberapa dekade yang lalu. demikian pula Dia tinggal jauh di dalam cinta perkawinan yang memberi bagiNya kemuliaan. Hari ini kita dapat menambahkan bahwa Trinitas hadir di dalam bait persatuan perkawinan. __________ 367 Decree on the Apostolate of the Laity Apostolicam Actuositatem. tergantung pada keadaan kehidupan di mana kita terpanggil. Konsili Vatikan Kedua menekankan spiritualitas dilahirkan di dalam kehidupan keluarga. ibid. SUATU SPIRITUALITAS KOMUNI SUPERNATURAL 314.368 Layaklah kita berhenti sejenak untuk menggambarkan karakteristik dasar tertentu spiritualitas spesifik ini yang terbentang di dalam kehidupan keluarga dan aneka relasinya. 368 Cf. Hadirat Tuhan tinggal di dalam keluarga- keluarga yang nyata dan konkrit. BAB SEMBILAN SPIRITUALITAS PERKAWINAN DAN KELUARGA 313. dengan semua 242 . Sama seperti Allah tinggal di atas puji-pujian umatNya (bdk Mzm 22:3).

Allah” (1 Yoh 4:8). Tuntutan persaudaraan dan hidup komunitas dari kehidupan berkeluarga merupakan suatu insentif bagi pertumbuhan dalam keterbukaan hati dan dengan demikian untuk perjumpaan yang lebih penuh dengan Tuhan. dengan sukacitaNya dan damaiNya. Tinggal di dalam keluarga membuat sulit bagi kita untuk berpura-pura atau berbohong. Bila otentisitas itu diilhami oleh cinta. Firman Allah yang mengatakan bahwa “barangsiapa yang membenci saudaranya. Perhatian timbal balik ini “mempersatukan yang-manusiawi dan yang- ilahi”. maka Tuhan memerintah di atasnya.369 karena ia diisi dengan cinta dari Allah. Spiritualitas cinta keluarga tersusun dari ribuan perilaku kecil namun nyata. spiritualitas perkawinan merupakan suatu spiritualitas ikatan. Di dalam aneka karunia dan perjumpaan yang memperdalam komuni. Pada akhirnya. 49.masalah dan pergumulan sehari-hari. Pendahulu saya Benedictus XVI telah menunjukkan bahwa “menutup mata kita terhadap sesama kita juga membutakan kita 243 . Allah memiliki tempat tinggalNya. suatu sarana untuk persatuan yang lebih dalam dengan Allah. berbagai sukacita dan harapan. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. Suatu pengalaman persekutuan keluarga yang positif merupakan jalan sesungguhnya bagi pengudusan dan pertumbuhan mistis setiap hari. kita tidak dapat bersembunyi di balik topeng. ia berada di dalam kegelapan. di mana cinta ilahi tinggal. 316. orang seperti itu “tetap di dalam maut” (1 Yoh 3:14) dan “tidak mengenal __________ 369 Second Vatican Ecumenical Council. dan hidup di dalam kegelapan” (1 Yoh 2:11).

pada akhirnya.372 dan “ekspresi pertama dan mendasar dari dimensi sosial manusia itu berupa pasangan yang menikah dan keluarga”. BERKUMPUL DALAM DOA DENGAN TERANG PASKAH 317. Bila sebuah keluarga berpusatkan pada Kristus.371 Jika saja kita “saling mengasihi. 468. 230.373 spiritualitas menjadi terinkarnasi di dalam komuni keluarga. 16: AAS 98 (2006). Karena itu. Karena “pribadi manusia memiliki dimensi sosial di dalamnya”. persatuan dengan Yesus dan peristiwa di mana Ia 244 . Allah tetap di dalam kita.terhadap Allah”.” (1 Yoh 4:12). cinta merupakan cahaya satu-satunya yang dapat “terus menerus menerangi dunia yang semakin temaram”. Ia akan mempersatukan dan menerangi seluruh kehidupannya. Saat-saat kepedihan dan sulit akan dialami keluarga dalam kesatuan dengan salib Tuhan. Post-Synodal Apostolic Exhortation Christifideles Laici (30 December 1988). 371 Ibid. 40: AAS 81 (1989). dan kasihNya sempurna di dalam kita. mereka yang memiliki aspirasi spiritual yang mendalam hendaknya tidak merasa kalau berkeluarga mengurangi nilai pertumbuhan mereka di dalam kehidupan Roh.. dan kedekatan - Nya akan __________ 370 Encyclical Letter Deus Caritas Est (25 December 2015). 39: AAS 98 (2006). 373 Ibid. memungkinkan mereka untuk mengatasinya. Di saat-saat yang paling gelap kehidupan berkeluarga. 250. melainkan melihatnya sebagai jalan di mana Tuhan sedang gunakan untuk memimpin mereka kepada ketinggian persatuan mistis.370 dan bahwa. 372 John Paul II.

“dengan kasih karunia Roh Kudus. 87. Pasangan menikah membentuk dengan berbagai perilaku hariannya suatu “ruang yang diterangi-Allah di mana mereka mengalami kehadiran tersembunyi Tuhan yang bangkit”. Perlahan-lahan. Relatio Finalis 2015. 42: AAS 88 (1996).376 Beberapa menit dapat ditemukaan setiap hari untuk bersama-sama hadir di hadapan Allah yang hidup. Doa keluarga merupakan suatu cara istimewa menyatakan dan menguatkan iman paskah ini.375 318. bersyukur atas kehidupan dan berkat-berkat di dalamnya. 87. Juga dengan berbagi di dalam misteri salib Kristus.ditinggalkan sendiri dapat menolong keluarga menghindari perpecahan. ini dapat melakukan kebaikan yang luar biasa besar bagi keluarga kita. meminta bantuan untuk menyatakan kasih. meminta Bunda melindungi kita di bawah mantel keibuannya. yang mentransformasi kesulitan dan penderitaan menjadi suatu persembahan kasih”. meminta berbagai kebutuhan keluarga kita. mendoakan seseorang yang sedang mengalami kesulitan. momen sukacita. waktu doa __________ 374 Relatio Finalis 2015. Dengan beberapa kalimat sederhana. 376 Cf. Ekspresi beragam dari devosi populer merupakan harta karun spiritualitas bagi 245 .374 Lebih jauh lagi. 416. dan bahkan seksualitas dapat dialami sebagai kesempatan berbagi di dalam seluruh kepenuhan hidup kebangkitan. relaksasi. [pasangan] bertumbuh dalam kekudusan melalui hidup perkawinan. 375 John Paul II. Post-Synodal Apostolic Exhortation Vita Consecrata (25 March 1996). selebrasi. menceritakan kepadaNya berbagai kekhawatiran kita.

Eph 5:25). Luk 22:20).378 Karena makanan Ekaristi menawarkan bagi pasangan kekuatan dan insentif yang dibutuhkan untuk menghidupi ikatan perjanjian perkawinan setiap hari sebagai “gereja domestik”. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981). mendukung satu sama lain. 60. Dogmatic Constitution on the Church Lumen Gentium. Yesus mengetuk pintu keluarga-keluarga. Rev 19:7. 150. 57: AAS 74 (1982). Perjalanan doa bersama keluarga ini memuncak dengan berbagi ekaristi bersama- sama. and that the new covenant is also presented as a betrothal (cf. yang membentuk gaya hidup.banyak keluarga.377 Ekaristi merupakan sakramen ikatan perjanjian baru. Why 3:20). 378 Nor should we forget that God’s covenant with his people is expressed as an espousal (cf. merupakan suatu 246 . untuk berbagi bersama mereka hidangan Ekaristi (bdk. di mana karya pembebasan Kristus dilaksanakan (bdk. 379 Second Vatican Ecumenical Council. Hos 2:21-22). 11. 21:2. khususnya dalam konteks istirahat hari Minggu. Pasangan menerima tantangan dan aspirasi saling __________ 377 Cf. Is 62:5. pasangan dapat selalu memeteraikan anew ikatan perjanjian paskah yang menyatukan mereka dan yang semestinya mencerminkan ikatan perjanjian yang Allah meteraikan terhadap manusia di dalam salib. Perkawinan adalah juga pengalaman menjadi milik sepenuhnya dari seorang lain. Keputusan yang kokoh ini. Di sana. Ikatan yang erat antara hidup perkawinan dan Ekaristi dengan demikian menjadi jauh lebih jelas. Ez 16:8.379 SUATU SPIRITUALITAS CINTA EKSKLUSIF DAN BEBAS 319. bertumbuh menjadi tua bersama-sama. dan dengan cara ini mencerminkan kesetiaan Allah sendiri. John Paul II.

Tidak ada orang selain Allah sendiri yang dapat beranggapan bisa mengambil alih bagian inti terdalam yang paling pribadi dari orang yang dicintainya. Argentina (8 April 1987). 11: AAS 74 (1982). hanya Dia saja yang dapat menjadi inti terdalam kehidupan 247 . dengan mempercayai pertolongan Tuhan. Setiap pagi. 4: Insegnamenti X/1 (1987). Homily at Mass with Families. Dengan cara ini. tiap orang menjadi tanda dan sarana bagi pasangannya.. 381 Id. kesetiaan seperti itu akan menjadi tidak berarti secara spiritual bila ia hanya sekedar pasrah menaati suatu hukum. Cordoba.“prasyarat interior ikatan perjanjian cinta yang menyatukan”. ke dalam mana Allah mengamatinya (bdk. Sebaliknya. Tibalah kita di suatu titik di mana cinta dari pasangan mencapai ketinggian kebebasannya dan menjadi dasar otonomi yang sehat. hal ini merupakan permasalah hati. Dan kita semua. Hal ini terjadi manakala masing-masing pasangan menyadari bahwa pasangannya bukanlah miliknya pribadi. 1161-1162. 320. pada saat bangun tidur. kita mengukuhkan kembali di hadapan Allah keputusan kita untuk menjadi setia. kedekatan dengan Tuhan. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981). 93. yang tidak pernah meninggalkan kita: ”Dan ketahuilah. sebelum berangkat tidur. penting. Mat 5:28). namun ia mempunyai Tuan yang jauh lebih __________ 380 John Paul II. apapun yang mungkin akan terjadi di perjalanan hidup kita hari ini.380 karena “orang yang tidak dapat memilih untuk mencintai selamanya akan sulit dapat mencintai bahkan hanya sehari saja”. berharap untuk bangun dan melanjutkan perjalanan hidup ini.381 Pada kesempatan yang sama. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:20). Tuhan yang esa.

Ruangan yang dibuat masing-masing pasangan secara eksklusif bagi relasi mereka dengan Allah tidak hanya menolong mereka menyembuhkan luka-luka kehidupan pada umumnya. Munich. 27. p. “Pasangan kristiani merupakan. PENGHIBURAN DAN INSENTIF 321.383 Allah memanggil mereka untuk menghadiahkan suatu kehidupan dan merawat kehidupan itu. namun juga memampukan pasangan menemukan di dalam kasih Allah sumber terdalam arti hidup mereka masing-masing. New York.mereka.382 berhenti berharap dari pasangannya sesuatu yang hanya dapat dipenuhi oleh kasih Allah sendiri. p. 1973. English: Life Together. Di saat yang sama. 1954. Untuk alasan inilah keluarga “senantiasa merupakan ‘rumah sakit’ terdekat”. Hal ini menuntut adanya pengosongan di dalam diri. kasih karunia dan para saksi iman”.384 Jadi marilah kita peduli satu sama lain. Perjalanan spiritual masing-masing pasangan –sebagaimana dinyatakan dengan indah oleh Dietrich Bonhoeffer – perlu membantu mereka sampai pada suatu tahap “disilusi” terhadap pasangan mereka. Gemeinsames Leben. 18. prinsip realisme spiritual menuntut seseorang untuk tidak beranggapan bahwa pasangannya akan memuaskan seluruh kebutuhannya secara utuh. SPIRITUALITAS PERHATIAN. bagi anak-anak mereka dan bagi sanak keluarga. Setiap hari kita harus meminta pertolongan Roh Kudus untuk membuat kebebasan interior ini mungkin terjadi. membimbing dan meneguhkan satu sama lain. dan mengalami ini semua sebagai bagian 248 . rekan kerja sama __________ 382 Cf. bagi pasangannya masing-masing.

Dengan demikian keduanya merupakan refleksi timbal balik atas kasih ilahi yang menghibur lewat perkataan. 11. 385 John Paul II. bergabung bersamaNya di dalam saga membangun dunia di mana tidak ada orang yang merasa sendirian”. tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup” (2 Kor 3:2-3).bukan dengan tinta. meninggalkan suatu jejak dalam kehidupan orang lain. p. lewat kasih dan perhatian kita. Philadelphia (26 September 2015): L’Osservatore Romano. 28-29 September 2015. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981). p. belaian. Kita masing- masing adalah “penjala manusia” (Luk 5:10) yang di dalam nama Yesus “menebarkan jala” (bdk Luk 249 . Hidup sebagai pasangan merupakan peristiwa berbagi setiap hari dalam karya kreatif Allah. tatapan mata. Untuk alasan ini “niat membentuk sebuah keluarga adalah untuk resolve menjadi bagian dari impian Allah. masing dari kita. Kasih Allah diproklamirkan “melalui pernyataan yang hidup dan nyata di mana seorang pria dan wanita menunjukkan cinta yang mempersatukan 385 mereka”. memilih untuk bermimpi bersamaNya. 8. pelukan. Semua kehidupan keluarga merupakan suatu “penggembalaan” dalam kerahiman. 386 Address at the Prayer Vigil of the Festival of Families. Decree on the Apostolate of the Laity Apostolicam Actuositatem. kita dapat berkata: “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami…. dan masing-masing orang merupakan tantangan terus menerus dari Roh Kudus bagi pasangannya.386 322. Masing - __________ 383 Second Vatican Ecumenical Council. kehendak untuk membangun bersamaNya.dari spiritualitas keluarga kita. 384 Catechesis (10 June 2015): L’Osservatore Romano. tangan yang membantu. 93. bersama Paulus. 12: AAS 74 (1982). 6. 11 June 2015.

Tidak ada yang merasa tidak diperhatikan lewat kehadiran-Nya. 1944. Homo Viator: prolégomènes à une métaphysique de l’espérance. Orang . Hal ini membutuhkan kebebasan dan keterbukaan yang memampukan kita menghargai jati diri mereka. karena “mengasihi seseorang berarti mengharapkan darinya sesuatu yang tidak dapat didefinisikan ataupun dibayangkan. mengupayakan untuk menghasilkan yang terbaik dari mereka. Ia akan menemui pandangan mata mereka.5:5) kepada orang-orang lain.387 Hal ini dengan sendirinya merupakan suatu cara menyembah Allah. Mrk 10:21). Merupakan suatu pengalaman spiritual yang luar biasa mengkontemplasikan orang-orang yang kita cintai dengan mata Allah dan melihat Kristus di dalam diri mereka. secara langsung dan dengan penuh kasih (bdk. 49. p.orang yang kita cintai __________ 387 Gabriel Marcel. 323. karena manakala orang-orang datang berbicara denganNya. atau sebagai petani yang menggarap tanah baru dari mereka yang ia kasihi. karena perkataan-Nya dan gerak tubuh-Nya 250 . Paris. 1951. Yesus merupakan model kita dalam hal ini. pada saat yang sama ia dengan suatu cara membuatnya mungkin untuk memenuhi harapan terebut”. Keberbuahan perkawinan melibatkan pertolongan dari orang-orang lainnya. English: Homo Viator. London. Kita dapat sepenuhnya hadir bagi orang lain hanya dengan memberikan diri kita sepenuhnya dan melupakan hal .hal lainnya. An Introduction to a Metaphysics of Hope. layak mendapatkan perhatian kita sepenuhnya. p. 66. yang telah menabur begitu banyak kebaikan di dalam diri orang lain dengan harapan mereka akan membantu membuatnya bertumbuh.

389 Cf. 136. adalah apa yang sungguh- sungguh mempersatukan arti spiritual keluarga dan misinya bagi orang lain. terutama ketika mereka nyata hadir”.mengungkapkan pertanyaan: “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” (Mrk 10:51). Kita terus menerus diingatkan bahwa setiap dari mereka yang tinggal bersama kita berharga untuk mendapatkan perhatian yang seutuhnya. Keterbukaan ini menemukan ekspresi khususnya dalam keramahtamahan. Dipimpin oleh Roh. ia merupakan “sebuah simbol.390 Kasih sosial. karena membuat nyata 251 . lingkaran keluarga tidak hanya terbuka bagi kehidupan dengan bergenerasi di dalamnya. 88.388 324. khususnya kaum miskin dan terabaikan. John Paul II. Kelembutan dinyatakan dalam cara yang khusus dengan melatih memberi perhatian yang penuh cinta dalam menghadapi keterbatasan orang lain. karena ia memiliki jati diri tak terbatas sebagai obyek kasih Bapa yang demikian besar. 44: AAS 74 (1982). saksi dan partisipan dalam kebundaan Gereja”.389 di mana sabda Allah seringkali menyerukan: “Janganlah kamu lupa memberi tumpangan __________ 388 Relatio Finalis 2015. sebagai suatu refleksi Trinitas. kepada orang. sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat” (Ibrani 13:2). Ketika sebuah keluarga menyambut dan menjangkau orang lain. Inilah yang kita alami di dalam kehidupan keseharian keluarga. namun juga dengan meluaskan dan menyebarkan kehidupan lewat perhatian kepada orang-orang lain dan mendatangkan kebahagiaan bagi mereka. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981). Hal ini memunculkan kelembutan yang dapat “memunculkan di dalam diri orang lain sukacita dikasihi.

dan persaudaraan yang murni yang ada di antara para kudus di surga. dan dengan cara ini berhenti menuntut relasi interpersonal kita suatu kesempurnaan. komunitas penuh cinta yang adalah Keluarga Kudus Nazareth. Compendium of the Social Doctrine of the Church. sudah sempurna terbentuk. Kita sangat mendesak perlu menemukan kembali kekayaan dari pengajaran ini. Ini merupakan pekerjaan yang tidak akan pernah selesai yang lahir dari komuni sepenuhnya Trinitas. Mat 22:30) dan Santo Paulus (bdk 1 Kor 7:29-31) mengenai perkawinan disampaikan – dan bukan suatu kebetulan – dalam konteks dimensi eksistensi kita sebagai manusia yang tertinggi dan definitif. 248-254. Keluarga menghidupi spiritualitasnya dengan tepat dengan menjadi pada saat yang sama suatu gereja domestik dan sel hidup bagi pengubahan dunia.391 325. 391 For the social aspects of the family. Kontemplasi kita akan kepenuhan. Dengan memperhatikan hal ini. Pengajaran sang Guru (bdk. Pontifical Council for Justice and Peace. cf. intensi yang murni dan suatu konsistensi yang hanya dapat 252 .. 49: AAS 74 (1982). antara Kristus dan GerejaNya. 141.kerygma dalam seluruh turunan komunalnya. keluarga-keluarga perlu terus menerus bertumbuh dan menjadi matang dalam kemampuannya mencintai. pasangan menikah akan menemukan arti yang lebih dalam dari perjalanan mereka melewati kehidupan. yang masih harus kita capai juga. memungkinkan kita melihat dalam perspektif yang tepat perjalanan historis yang kita buat sebagai keluarga. tidak ada keluarga yang jatuh dari surga. Sebagaimana Seruan ini telah sering sampaikan. kesatuan yang istimewa __________ 390 Ibid.

253 . penolakan dan perpecahan. Hal ini juga menjaga kita dari sikap menghakimi dengan kasar mereka yang hidup dalam situasi kelemahan. dan setiap keluarga harus merasakan dorongan kuat yang terus. Marilah kita melakukan perjalanan kita sebagai keluarga. sekolah Injil yang otentik dan gereja domestik kecil.kita temui di dalam Kerajaan kelak. mari kita terus berjalan bersama-sama. Semoga kita tidak kehilangan semangat karena keterbatasan kita.menerus ini. Maria dan Yosef. Keluarga Kudus Nazareth. Keluarga Kudus Nazareth Karuniakanlah kepada keluarga kami juga agar dapat menjadi tempat komuni dan doa. Semoga keluarga-keluarga tidak lagi mengalami kekerasan. Di dalam mu kami merenungkan Indahnya cinta sejati. Apa yang telah dijanjikan kepada kita lebih besar daripada yang dapat kita bayangkan. Doa kepada Keluarga Kudus Yesus. atau berhenti mencari kepenuhan cinta dan komuni yang Allah siapkan di depan kita. buatlah kami sekali lagi mengingat akan kesucian dan keistimewaan keluarga. Kita semua terpanggil untuk terus berjuang menuju hal yang lebih besar dari diri kita sendiri dan keluarga kita. dan keindahannya di dalam rencana Allah. Semoga semua yang telah terluka atau menjadi sandungan menemukan penghiburan dan penyembuhan segera Keluarga Kudus Nazareth. Kepadamu kami berpaling dalam percaya.

Peter. di St. pada Pontifikal ke empat saya. Maria dan Yosef.Yesus. Bermurah hatilah mendengarkan doa kami. pada Solemnity Santo Yosef. sewaktu Yubileum Kerahiman Luar biasa. pada tanggal 19 Maret. Fransiscus 254 . Amin. Diberikan di Roma. di tahun 2016.