You are on page 1of 254

SERUAN APOSTOLIK PASCA-SINODE

SUKACITA KASIH
OLEH BAPA SUCI
FRANSISKUS
KEPADA PARA WALIGEREJA
IMAM DAN DIAKON
KAUM RELIGIUS
PASANGAN KRISTIANI YANG TELAH
MENIKAH
SERTA SEMUA UMAT BERIMAN
TENTANG KASIH DI DALAM KELUARGA

2

1.
S ukacita Kasih yang dialami oleh keluarga-
keluarga merupakan sukacita Gereja juga.
Sebagaimana diamati oleh Bapa-bapa Sinode,
walaupun banyak tanda-tanda krisis lembaga
perkawinan, “keinginan untuk menikah dan
membangun keluarga tetap tinggi, khususnya di
antara orang-orang muda, dan ini merupakan
inspirasi bagi Gereja.”¹ Sebagai tanggapan atas
keinginan ini, “Pewartaan Kristiani mengenai
keluarga sungguh merupakan suatu kabar baik”.²

2. Proses dalam Sinode memungkinkan suatu
penyelidikan atas situasi keluarga-keluarga di
dunia sekarang ini, dan dengan demikian
mendapatkan visi yang lebih luas dan
kesadaran yang baru terhadap pentingnya
perkawinan dan keluarga. Kerumitan
permasalahan yang muncul mengungkapkan
perlunya suatu diskusi terbuka secara terus-
menerus terhadap sejumlah pertanyaan
mengenai doktrin, moral, spiritual, dan
pastoral. Pemikiran para pastor, teolog, bila
setia pada Gereja, jujur, realistik dan kreatif,
akan membantu kita untuk memperoleh
kejelasan yang lebih lagi. Perdebatan yang
terjadi di media, dalam publikasi tertentu dan
bahkan di antara para pelayan Gereja, berasal
dari sebuah keinginan yang melewati batas
untuk perubahan total tanpa pemikiran atau
landasan yang cukup, terhadap sikap yang
akan menyelesaikan segala sesuatu
_______________
1 Sidang Umum Luar Biasa Ke-3 Sinode Para Uskup, Relatio
Sinodi, (18 Oktober 2014), 2.
2 Sidang Umum Biasa Ke-14 Sinode Para Uskup, Relatio
Finalis (24 Oktober 2014), 3.

3

mendapatkan kesimpulan yang tidak semestinya
dari pertimbangan teologis tertentu.

3. Karena “waktu lebih luas daripada ruang”, saya
akan menegaskan bahwa tidak semua diskusi
persoalan doktrinal, moral atau pastoral perlu
diselesaikan oleh campur tangan magisterium.
Kesatuan dalam pengajaran dan praktek tentunya
diperlukan dalam Gereja, namun ini tidak berarti
menutup kemungkinan berbagai macam cara dalam
menginterpretasikan sejumlah aspek dari suatu
pengajaran atau menarik konsekuensi tertentu dari
pengajaran tersebut. Hal ini akan selalu menjadi
permasalahan sebagaimana Roh Kudus
membimbing kita menuju kebenaran yang
menyeluruh (bdk. Yoh 16:13), sampai Ia
memimpin kita sepenuhnya memasuki misteri
Kristus dan memampukan kita melihat segala
sesuatu sebagaimana yang Ia lakukan. Setiap
negara atau wilayah, lebih jauh lagi, dapat mencari
penyelesaian yang lebih sesuai dengan budaya dan
kepekaannya terhadap tradisi-tradisi dan kebutuhan
setempatnya. Karena budaya-budaya pada
kenyataannya beragam dan setiap prinsip
umum…perlu diinkulturisasikan, jika ingin
dihormati dan diterapkan”.³

_______________
3
Pidato Penutupan Sidang Umum Biasa Ke-14 Sinode
Para Uskup (24 Oktober 2015): L’Osservatore Romano, (26-
27 Oktober 2015, hal. 13; bdk. Komisi Biblika Kepausan,
Fede e cultura alla luce della Bibbia. Atti della sessione plenaria
1979 della Pontificia Commissione Biblica, Turin, 1981;
Konsili Ekumenis Vatikan II, Konstitusi Pastoral Gereja
Dalam Dunia Moderen Gaudium at Spes, 44; Yohanes
Paulus II, Surat Ensiklik Redemtoris Missio (7 Desember
1990), 52; AAS 83 (1991); Seruan Apostolik Evangelii
Gaudium (24 November 2013), 69, 117: ASS 105 (2013),
1049, 1068-69 .

4

4. Saya juga harus katakan bahwa proses Sinode
ini adalah mengesankan dan mencerahkan. Saya
bersyukur bagi banyaknya kontribusi yang telah
membantu saya untuk memahami secara lebih
menyeluruh mengenai berbagai masalah yang
dihadapi keluarga-keluarga di seluruh dunia.
Beragam campur tangan dari para Bapa Sinode,
yang mana saya perhatikan dengan seksama, telah
dibuat, sebagaimana adanya, sebuah permata
bersegi banyak yang memantulkan banyak masalah
penting dan berbagai pertanyaan yang jujur. Untuk
alasan ini, saya pikir sangat tepat untuk
mempersiapkan suatu Seruan Apostolik pasca-
sinode untuk mengumpulkan berbagai kontribusi
dari dua Sinode terakhir mengenai keluarga ini,
sambil menambahkan pertimbangan-pertimbangan
lainnya sebagai bantuan untuk pertimbangan,
dialog dan praktek pastoral, dan sebagai suatu
bantuan serta dorongan bagi keluarga-keluarga di
dalam komitmen dan tantangan mereka sehari-hari.

5. Seruan Apostolik ini bertepatan masanya di
Tahun Yubileum Kerahiman Ilahi. Pertama, karena
mewakili suatu undangan bagi keluarga-keluarga
Kristiani untuk menghargai karunia-karunia
perkawinan dan keluarga, dan untuk bertekun di
dalam sebuah cinta yang diperkuat dengan nilai-
nilai kemurahan hati, komitmen, kesetiaan dan
kesabaran. Kedua, karena hendak mendorong
setiap orang untuk menjadi tanda kerahiman dan
kedekatan manakala kehidupan keluarga berada
dalam ketidaksempurnaan atau kekurangan damai
dan sukacita.

6. Saya akan mulai dengan sebuah bab pembuka
yang diilhami Kitab Suci, untuk menetapkan
suasana yang sebagaimana mestinya. Kemudian
saya akan membahas situasi sesungguhnya dari

5

7. saya akan mengajak untuk berbelaskasih dan kepekaan pastoral dari berbagai situasi yang tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki Tuhan dari kita. Ada kemungkinan. semua pihak akan merasa terpanggil untuk mencintai dan menikmati kehidupan berkeluarga. Seruan Apostolik ini akan membahas. dan menyimpulkannya dengan suatu diskusi singkat mengenai spiritualitas keluarga. Hal ini menjelaskan panjangnya Seruan ini. dan pelayan pastoral pada Bab Enam. Dengan berbekal buah-buah yang melimpah dari proses Sinode selama dua tahun. beragam jumlah pertanyaan. Oleh karena itu. yang akan menghantar kita menuju dua bab utama yang dipersembahkan untuk cinta. Selanjutnya saya akan menyoroti sejumlah pendekatan pastoral yang dapat membimbing kita dalam membangun keluarga yang baik dan berbuah sesuai dengan rencana Allah.keluarga-keluarga. dengan sebuah bab yang dipersembahkan untuk pengasuhan anak-anak. karena “keluarga bukanlah 6 . Harapan saya. sementara semua orang akan merasa tertantang oleh Bab Delapan. dalam berbagai cara. saya tidak merekomendasikan untuk membaca teks ini dengan terburu-buru. supaya tetap berlandaskan pada kenyataan. atau bila menempatkan perhatian terhadap bagian-bagian yang berkaitan dengan kebutuhan dari keluarga itu sendiri dan bagi mereka yang terlibat dalam kerasulan keluarga. pasangan yang telah menikah akan lebih menaruh perhatian pada Bab Empat dan Lima. dengan membaca teks ini. Manfaat terbesar akan muncul bila setiap bagian dibaca dengan sabar dan seksama. Akhirnya. sebagai contoh. Saya akan melanjutkan dengan mengangkat kembali sejumlah aspek mendasar dari ajaran Gereja tentang perkawinan dan keluarga.

hal.suatu masalah. 7 . 24 September 2015. mereka pada mulanya adalah sebuah kesempatan”. 4 _______________ 4 Pidato pada Pertemuan Keluarga di Santiago de Cuba (22 September 2015): L’Osservatore Romano. 7.

cinta. BAB SATU DALAM TERANG SANG SABDA 8. melambangkan sejumlah situasi keluarga yang terbentuk dari bagaimana setiap anggota melaksanakan kebebasannya. Gambaran Yesus tentang dua rumah. kelahiran. yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu. yang satu dibangun di atas bebatuan dan yang lainnya di atas pasir (bdk. dengan munculnya keluarga Adam dan Hawa dengan segala beban kekerasan tetapi juga kekuatan yang selalu mereka miliki (bdk. di mana kita melihat pesta perkawinan antara Mempelai wanita dan Anak Domba (Why 21:2. dan krisis keluarga. Hal ini telihat dari halaman pertama. 2011. 23. Mari kita masuki salah satu rumah itu. Mat 7:24-27). berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! _______________ 5 Jorge Luis Borges. 9). anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! 8 . Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu. Kej 4) sampai halaman terakhir. Injil penuh dengan kisah tentang keluarga. sebagaimana pepatah mengatakan “setiap rumah adalah kaki dian”5. dipimpin oleh Pemazmur dengan sebuah lagu yang hingga kini dinyanyikan dalam liturgi perkawinan Yahudi dan Kristiani: “ Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN. “Calle Desconocida” dalam Fervor de Buenos Aires.

yang diucapkan kembali oleh Yesus bahwa “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya.Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Pertama. Apakah ini berarti bahwa seks adalah hak 9 . Di bagian tengah kita melihat ayah dan ibu. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion. laki- laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Kita mendengar sebuah gema dari perintah yang ditemukan di Kitab Kejadian: “Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya.” (Kej 2:24) 10. supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu. sebuah pasangan dengan kisah cinta mereka. Mereka mewujudkan rencana awal Allah yang secara jelas dikatakan oleh Yesus sendiri: “Tidakkah kamu baca. Sungguh mengejutkan bahwa “gambaran Allah” disini merujuk pada pasangan “pria dan wanita”. dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!” (Mz 128:1-6) ENGKAU DAN ISTRIMU 9.” (1:27). bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?” (Mat 19:4). Bab-bab awal yang agung dari Kitab Kejadian menghadirkan pasangan manusia dalam kenyataan yang sesungguhnya. dengan para anggota keluarganya yang duduk mengelilingi meja perjamuan. sehingga keduanya menjadi satu daging. Halaman-halaman awal dari Kitab Suci menyajikan pernyataan-pernyataan yang sangat jelas. menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia. Marilah kita memasuki rumah yang tenteram ini.

11:10-32. ataukah ini berarti bahwa Allah memiliki teman wanita yang abadi. cinta yang tumbuh subur menjadi simbol dari kehidupan sejati Allah (bdk Kej 1:28. Atas alasan ini. Inilah sebabnya catatan Kitab Kejadian. 25:1-4. 28:3. sebagaimana Ia juga adalah Sang Pencipta. hubungan pasangan yang tumbuh subur menjadi gambaran untuk memahami dan menggambarkan misteri Allah sendiri. 9:7. 5.milik Allah sendiri. 11. mengikuti “tradisi imamat”. 16. “Allah kita dalam misteri-Nya yang 10 . terjalin dengan beragam catatan silsilah (bdk 4:17-22. 10. karena dalam pandangan Kristiani terhadap Trinitas. Keistimewaan Allah terjaga. Putra dan Roh kasih. Pasangan yang mencintai dan melahirkan kehidupan adalah tanda nyata yang hidup – bukan sekedar berhala seperti bebatuan atau emas yang dilarang dalam sepuluh perintah Allah – yang mampu menyingkapkan Allah Sang Pencipta dan Penyelamat. kesuburan dari pasangan manusia merupakan “gambaran” yang hidup dan efektif. 17:2-5. Kemampuan dari pasangan manusia untuk melahirkan kehidupan merupakan jalan di mana sejarah keselamatan berkembang. 12-17. 36). Allah dikontemplasikan sebagai Bapa. yang ditemukan diantara orang Kanaan di Tanah Suci. 48:3- 4). Santo Yohanes Paulus II menekankan hal ini ketika ia berkata. seperti yang ada pada agama-agama kuno? Tentu saja jawabannya adalah tidak. 25-26. yakni sebuah tanda nyata dari penciptaan- Nya. Dengan demikian. 35:11. dan keluarga adalah cerminan kehidupannya. 19-26. Kita mengetahui bagaimana Kitab Suci dengan jelas menolak pemujaan terhadap kepercayaan seperti itu. Allah Tritunggal adalah persatuan cinta.

Cinta itu. Orang-orang Yahudi menyarankan pertemuan langsung. yang sangat ingin mencari “penolong yang sepadan baginya” (vv 18. dalam perkataan orang bijak dalam Kitab Suci (Sir 36:24). Pada pertemuan dengan wajah seseorang. Atau. Ef 5:21-33) 12. Yesus mengarahkan kita pada halaman lain dari Kitab Kejadian. karena di mana ada kaitannya dengan cinta. karena di dalam diri-Nya sendiri terdapat sifat kebapakan. yang _______________ 6 Homili pada Perayaan Ekaristi di Puebla de los Angeles (28 Januari 1979). ibid mencerminkan cinta milik Tuhan sendiri dan adalah “milik terbaik. di dalam keluarga ilahi.terdalam tidaklah sendiri. yaitu cinta. adalah Roh Kudus”. Pertama.6 Oleh karena itu keluarga bukannya tidak terhubung dengan keberadaan Allah. tetapi merupakan suatu keluarga. bertatapan muka. dalam dialog yang sunyi. Berbicara tentang perkawinan. mampu menghapuskan kesendiriannya di tengah binatang-binatang dan dunia sekitarnya. seorang “kamu”. kesunyian berbicara lebih banyak daripada kata-kata. 20). kita melihat laki-laki. 7 Bdk. 184. saling memandang. seorang penolong yang sesuai untuknya dan pilar penyangga” bagi seorang laki-laki. anak dan inti dari keluarga. AAS 71 (1979).7 Dimensi Trinitas ini menemukan perwujudannya dalam teologi St. 2. di dalam bab kedua yang melukiskan sebuah pasangan dengan indah dan terperinci. Paulus yang menghubungkan pasangan dengan “misteri” persatuan Kristus dan Gereja (bdk. sebagai wanita dalam kidung Salomo akan menyanyi dalam menyatakan cinta yang mengagumkan dan saling memberikan 11 .

secara fisik dan dalam kesatuan hati dan hidup mereka. 13. bersama dengan istrinya. dan aku kepunyaan dia. Secara signifikan. Jadi persatuan pernikahan tidak hanya membangkitkan dimensi seksual ataupun badaniah. Secara 12 . Yesus mengatakan hal ini dengan mengutip bacaan dari Kitab Kejadian: “Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya. ANAK-ANAKMU SEPERTI TUNAS POHON ZAITUN 14. 6:3). Kej 2:24). Mari kita bahas kidung pemazmur sekali lagi. anak-anak adalah “batu yang hidup” dari keluarga tersebut. dalam bahasa Ibrani memperlihatkan keserasian yang mendalam.” (Mat 19:5. dan akhirnya. dalam diri seorang anak. yakni penuh dengan energi dan vitalitas. sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Pertemuan ini. Di dalam rumah di mana suami dan istri duduk di sekeliling meja. tapi juga dalam kerelaannya memberikan diri dalam cinta. sampai pada taraf di mana kata itu dipakai untuk menggambarkan kesatuan kita dengan Allah: “Jiwaku melekat kepada-Mu” (Mz 63:8). Jika orang tua adalah landasan rumah.dirinya: “Kekasihku adalah kepunyaanku. anak-anak muncul di samping mereka “seperti tunas pohon zaitun” (Mzm 128:3). yang merupakan sang pria segala waktu dan tempat. Kata “bersatu” atau “setia”. yang akan mewarisi dari kedua orang tuanya bukan hanya secara genetik tapi juga secara spiritual. Akibat dari kesatuan ini adalah bahwa mereka berdua “menjadi satu daging”. kedekatan fisik dan batin. memunculkan kelahiran baru dan keluarga. Adam. yang membebaskan manusia dari kesendiriannya.” (2:16. bdk. memulai sebuah keluarga yang baru.

Gambaran ini mencerminkan budaya masyarakat kuno. namun kehadiran anak-anak merupakan tanda kelangsungan keluarga melalui sejarah keselamatan. anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN. Ruang hidup keluarga bisa berubah menjadi gereja rumah tangga. Fil 2). sia-sialah usaha orang yang membangunnya. apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang. “Tuhan”). 3-5). jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota. kehadiran Kristus yang duduk di sekeliling meja. Kol 4:15. Kita tidak pernah bisa lupa gambaran yang ada di Kitab Wahyu. Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan. Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama 13 . Di sini juga. menggunakan perumpamaan yang digambarkan dengan bangunan rumah dan kehidupan sosial kota: “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. “anak laki-laki”) yang di dalamnya berhubungan dengan kata kerja “membangun” (banah). 15. sia- sialah pengawal berjaga-jaga. Aku berdiri di muka pintu dan mengetok. kata yang paling sering muncul di Perjanjian Lama setelah nama Allah (YHWH. adalah “anak” (ben. dalam pembicaraan mengenai karunia anak. dari generasi ke generasi. Oleh karena itu. sebuah tata cara untuk Ekaristi. Ia tidak akan mendapat malu.” Mzm 127:1. di mana Tuhan berkata: “Lihat. dan buah kandungan adalah suatu upah. 1 Kor 16:19. Sesungguhnya. kita bisa melihat aspek lain dari keluarga. Mazmur 128.signifikan. jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu. demikianlah anak-anak pada masa muda. Rm 16:15. Kita tahu bahwa Perjanjian Baru berbicara tentang “gereja yang ditemukan di dalam rumah” (bdk.

Ul 6:20-25) dan kemudian muncul secara eksplisit dalam haggadah Yahudi. supaya dikenal oleh angkatan yang kemudian. dan ia bersama-sama dengan Aku. bangun dan menceritakannya kepada anak-anak mereka. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion!” (Mzm 128:4-5) 16. Alkitab juga menghadirkan keluarga sebagai tempat di mana anak-anak dibesarkan dalam iman. Di sini kita melihat rumah yang di dipenuhi kehadiran Tuhan. tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan-Nya dan perbuatan- perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya. yang kita kutip di atas: “Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Mereka mempelajari “cara hidup” ini.dengan dia. percakapan yang mengiringi upacara makan Paskah. menurunkannya dari satu generasi ke generasi selanjutnya: “Dan apabila anakmu akan bertanya kepadamu di kemudian hari … maka haruslah engkau berkata kepadanya …. kami tidak hendak sembunyikan kepada anak-anak mereka.” (Why 3:20). Ini adalah arti dari kesimpulan dari Mazmur 128. Maka keluarga merupakan tempat di mana orang tua menjadi guru pertama tentang iman bagi anak-anak mereka.” (Mzm 78: 3-6). yang akan lahir kelak. Ini jelas disampaikan dari gambaran perayaan Paskah (bdk. (Kel 13:14). nenek moyang kita diperintahkan-Nya untuk memperkenalkannya kepada anak-anak mereka. dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami. Kel 12:26-27. Dengan 14 . doa dan berkat. Salah satu Mazmur yang merayakan pernyataan iman di dalam keluarga: “Yang telah kami dengar dan kami ketahui. Telah ditetapkan-Nya peringatan di Yakub dan hukum Taurat diberi-Nya di Israel. supaya anak-anak.

Yesus sendiri. 23:13-14. Mrk 7:11-13). tetapi mereka punya tujuan hidup sendiri. 18.Ku dan saudara-saudara-Ku ialah 15 . 22:15. Luk 2:51) tetapi dia juga menunjukkan bahwa keputusan hidup anak-anak dan panggilan Kristiani mereka dapat menuntut perpisahan demi kepentingan Kerajaan Allah (bdk Mat 10:34-37. pada saat usia 12 tahun. dia menunjukkan pentingnya sebuah ikatan yang lain. orang tua dan orang muda!” (Mzm 148: 12) 17. “Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu. 6:20-22. “Siapa yang menghormati bapaknya menebus dosanya. sebagaimana kisah- kisah dalam Alkitab mengingatkan kita (bdk. Luk 9:59-62). hal ini tidak dapat diabaikan sebagai bagian dari tujuan religious (bdk. Yesus merupakan seorang teladan dalam hal ketaatan terhadap orangtua-Nya di dunia. Injil terus-menerus mengingatkan kita bahwa anak-anak bukanlah hak milik keluarga. 13:1. Orangtua memiliki tanggung jawab yang serius terhadap karya pendidikan ini. memberitahu Yosef dan Maria bahwa dia mempunyai misi yang lebih besar yang harus dicapai selain keluarga-Nya di dunia (bdk. Luk 2:48-50) Melalui cara ini. dan barangsiapa memuliakan ibunya seperti seorang yang menimbuh harta benda” (Sir 3:3-4). Amsal 3:11-12. 29:17) Anak-anak dipanggil untuk menerima dan melaksanakan perintah “Hormatilah Bapa dan ibumu” (Kel 20:12). menempatkan diri-Nya di bawah pengawasan mereka (bdk. Di sini kata “menghormati” berkaitan dengan pemenuhan komitmen keluarga dan sosial. yang lebih mendalam di dalam keluarga.demikian generasi selanjutnya dapat menaikkan lagu mereka kepada Tuhan : “Hai teruna dan anak- anak dara.

” Mat 18:3-4). kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini. SEBUAH JALAN PENDERITAAN DAN DARAH. Gambaran ideal yang dihadirkan dalam Mzm 128 tidak bertentangan dengan kebenaran pahit yang ditemukan dalam Sabda Suci. dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. ketika. dalam hal keyakinan dan spontanitas nereka yang sederhana terhadap orang lain. setan dan kekerasan yang menghancurkan keluarga dan kesatuan mereka dalam hidup dan cinta. 19. hadirnya penderitaan. “Aku berkata kepadamu. melalui dosa.mereka. 16 . Rangkaian penderitaan dan pertumpahan darah ini ada diberbagai halaman Kitab Suci." (Kej 3:16)." (Luk 8:21). hubungan cinta dan kesucian antara laki-laki dan perempuan berubah menjadi penguasaan: “Engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu. yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya. berkaitan dengan perhatiannya terhadap anak-anak – yang oleh masyarakat Timur Dekat kuno anak- anak dianggap tidak mempunyai hak khusus bahkan dalam harta keluarga – Yesus mengatakan demikian dengan maksud menghadirkan mereka sebagai guru. Sabda Allah secara konsisten membuktikan pada sisi gelap yang sudah dihadirkan sejak awal mula. diawali dengan pembunuhan oleh Kain terhadap saudaranya Habel. 20. yaitu. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini. Semuanya sama. Kita membaca perselisihan antara anak-anak dan istri-istri keturunan Abraham. Karena alasan yang baik ajaran Kristus tentang perkawinan (bdk Mat 19:39) disisipkan dalam perdebatan mengenai perceraian.

” (Ayub 19:13-14. masalah keluarga tercermin dalam sejarah keluarga Tobias dan keluhan pahit Yakub “Saudara-saudaraku dijauhkan-Nya dari padaku. tragedi dan kekerasan menandai keluarga Daud. Nafasku menimbulkan rasa jijik kepada isteriku. Dalam tinjauan singkat ini. Yoh 11:1- 44). 35-43. (Mat 21:28-31) umpan untuk kekerasan (Mrk 12:1-9). 22. Kaum kerabatku menghindar. dan bauku memualkan saudara- saudara sekandungku. Dia juga peka dengan hal memalukan akibat kekurangan anggur dalam pesta perkawinan (Yoh 2:1-10). dan berbicara kepada pendosa seperti wanita di rumah Simon orang Farisi (bdk Luk 7:36-50). Dia mendengar ratapan putus asa janda-janda di Naim atas kematian putranya (bdk Luk 7:11-15) dan memperhatikan ratapan ayah seorang anak yang sakit epilepsi di kota kecil (bdk Mrk 9:17-27). yang mertuanya sedang sakit (bdk Mrk 1:30-31) dan memberi simpati saat mendengar kematian di rumah Yairus dan Lazarus (bdk Mrk 5:22-24. atau yang membuktikan suatu kesusahan. ketidakhadiran tamu pada pesta (Mat 22:1- 10) dan kekuatiran suatu keluarga miskin karena kehilangan sebuah dirham (Luk 15:8-10). dan kawan-kawanku melupakan aku. kita dapat melihat bahwa sabda Allah bukan serentetan gagasan 17 . 17) 21. dan kenalan-kenalanku tidak lagi mengenal aku. Dia mengunjungi rumah Petrus. Lek 19:1-10). Dia pergi ke rumah pemungut cukai seperti Mateus dan Zakeus (bdk Mat 9:9-13. Yesus mengerti kecemasan dan tekanan yang dialami oleh para keluarga dan menggambarkan-nya dengan perumpamaan: anak-anak yang meninggalkan rumah mencari petualangan (bdk Luk 15:11-32).Ishak dan Yakub. Yesus sendiri lahir dalam keluarga sederhana yang kemudian segera mengungsi ke daerah asing.

Bekerja juga memungkinkan pembangunan masyarakat dan menjaga kelangsungan. Kitab Amsal juga menghadirkan pekerjaan ibu dalam keluarga. Manusia ditampilkan sebagai pekerja yang mengusahakan bumi.” (Kej 2:15). memanfaatkan hasil alam dan menghasilkan “roti yang diperoleh dengan susah payah” (Mzm 127:2) disamping mengolah bakat dan talentanya. Jelas sekali sejak awal dari Kitab Suci bahwa pekerjaan merupakan bagian penting dari martabat manusia. dan maut tidak akan ada lagi. Karena hal itu menunjukkan pada mereka tujuan dari perjalanan mereka. seperti dapat kita baca “TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. stabilitas dan kesejahteraan sebuah keluarga: ”Supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu.abstrak tapi lebih merupakan sumber dari kenyamanan dan persahabatan untuk setiap keluarga yang mengalami berbagai kesulitan atau penderitaan. atau ratap tangis. tidak akan ada lagi perkabungan. Pada bagian awal Mazmur 128. ketika Allah “akan menghapus segala air mata dari mata mereka. Bapa digambarkan sebagai pekerja yang karna hasil kerjanya menopang kesejahteraan dan ketenangaan keluarganya ”Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu. atau dukacita” (Why 21:4) HASIL KARYA ANDA 23. 24. dan melihat anak-anak dari anak- anakmu! Damai sejahtera atas Israel!” (Mzm 128:5-6). pekerjaan sehari- hari mereka dilukiskan secara rinci sebagai 18 . berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!” (Maz 128:2).

Telah diakatakan bahwa kita dapat mengapresiasi kelaparan akibat dari pengangguran dan kurangnya lapangan kerja yg baik. kenyataan ini masih ada diberbagai negara saat ini. janganlah ia makan” (2 Tes 3:10b. (Ams 31:10-31). Kej 3:17-19) dan ketidakseimbangan sosial dan ekonomi ini telah diserukan oleh nabi-nabi. Menyedihkan. secara egopis bahkan brutal merusaknya. KELEMBUTAN DARI PELUKAN 27. seperti. 9:12) Paulus begitu yakin akan pentingnya pekerjaan hingga dia menetapkan aturan yang tegas untuk komunitasnya “Jika seorang tidak mau bekerja. 1 Tes 4:11b) 25. sebagaimana digambarkan dalam Kitab Ruth. jika manusia merusak alam. Rasul Paulus bangga hidup tidak menjadi beban orang lain. 16:1-13). karena dia bekerja dengan tangannya dan menjamin hidupnya sendiri (bdk Kis 18:3. 1 Kor 4:12. Kita pun tidak dapat mengabaikan kemerosotan sosial akibat dosa. dimana kurangnya kesempatan pekerja untuk mendapatkan penghasilan memakan korban dalam ketenangan hidup keluarga. 26. Ini mengakibatkan kekerdilan bumi (bdk. perumpamaan Yesus tentang pekerja dalam yang dipaksa untuk berpangku tangan di alun alun kota (Mat 20:1-16). Kristus menawarkan sebagai tanda pembeda muridnya hukum cinta kasih dan pemberian diri 19 . dan pengalaman pribadinya bertemu dengan orang-orang menderita kemiskinan dan lapar. dimulai oleh nabi Elia (bdk 1 Raj 21) dan memuncak pada perkataan Yesus melawan ketidak adilan (bdk Luk 12:13.memenangkan pujian suami dan anak-anaknya.

bayi diberi makan dan tergantung ke ibunya. Kita melihat ini secara khusus pada wanita yang tertangkap berbuat cabul. Mzm 27:10). tinggal sendiri dengan Yesus. Seperti di teks lain (Kel 4:22. aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku. dia tidak mendapatkan hukuman tetapi peringatan untuk hidup lebih baik (Yoh 8:1-11) 28.pada orang lain (bdk. Ada kedekatan yang disadari bukan sekedar kedekatan biologis. Yoh 13:34). ada keutamaan lainnya yang menonjol. Kita juga dapat memikirkan tentang kata- kata yang menyentuh seperti dikenakan nabi Hosea 20 . Di sini kita lihat keakraban yang manis dan lembut antara ibu dan anak: gambarannya adalah anak tidur di tangan ibunya setelah menyusui. tetapi kemudian. Dia menegaskan itu sebagai dasar bahwa para ayah dan ibu harus menjalankan itu dalam hidup mereka: “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. (RELASI Allah-Manusia sbg Orangtua Anak) Bertentangan dengan latar belakang cinta yang begitu pokok dalam pengalaman perkawinan dan keluarga kristiani. yang memeluknya ke dadanya. Yes 49:15.” (Yoh 15:13). yang sering dilupakan orang dalam hubungan yang hingar bingar dan dangkal ini. kesatuan antara Tuhan dan pengikutnya diungkapkan dalam hubungan cinta orang tua. Cinta juga menghasilkan buah belaskasihan dan pengampunan. Mari kita mempertimbangkan kata-kata yang menyentuh dalam Maz 131. Itulah kelemah lembutan. Melalui gambaran ini. Sebagaimana bahasa Ibrani kata gamul mengartikan. wanita itu dikelilingi musuhnya. di depan Bait Allah. seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya” (Mzm 131:2). Pemazmur menyanyikan: “Sesungguhnya. Mat 22:39.

membaca sabda Allah. yang terus menimpa keluarga pengungsi yang merasa ditolak dan tak berdaya. Keluarga dipanggil untuk bersekutu dalam doa harian.. bersujud dan menyembahnya (bdk. Dalam kehidupan sehari-hari mereka berbagi penderitaan. dalam suka dan duka. 29. bahkan mimpi buruk.Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan. Seperti Maria.” (Hos 11: 1. (KELUARGA KUDUS) Setiap keluarga harus memandang pada ikon keluarga kudus Nazaret.pada bibir Allah “Ketika Israel masih muda. seorang perempuan dan anak-anak mereka sehingga mereka bisa menjadi persekutuan pribadi-pribadi dalam gambaran kesatuan antara Bapa. Mat 2:11). Sabda Allah mengatakan pada kita bahwa keluarga dipercayakan pada seorang laki-laki. keluarga kita diundang untuk merenungkan Anak dan Ibunya. Melahirkan dan membesarkan anak- anak. Putera dan Roh Kudus. yang cukup menyedihkan. dengan ikatan kasih. pada bagiannya. 3-4). mengangkat mereka di tangan- Ku…. mereka dituntut menghadapi tantangan keluarga mereka dengan keberanian dan ketenangan. Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan. rahmat dan kesetiaan. Yang terakhir ini adalah sebuah pengalaman. kita harus merenungkan hubungan antara keluarga manusia dengan Trinitas ilahi. 30. Kukasihi dia. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka. dan berbagi dalam persekutuan ekaristis. sehingga bertumbuh dalam cinta dan menjadi kenisah dimana Roh Kudus tinggal. seperti ketika mereka bertemu dengan kekejaman Herodes. Seperti orang-orang Majus. Dengan sudut pandang iman dan cinta. dan menyimpan 21 . mencerminkan pekerjaan mencipta Allah.

karena sinode Para Bapa Gereja memeriksa situasi keluarga-keluarga di seluruh 22 . BAB 2 PENGALAMAN DAN TANTANGAN DALAM KELUARGA 31.”8 Di sini saya tidak akan berusaha untuk menyajikan semua yang dikatakan tentang keluarga saat ini. karena “panggilan dan tuntutan Roh Kudus dikumandangkan dalam perayaan-perayaan sepanjang sejarah”. dan melalui hal-hal ini “Gereja juga bisa terarah pada pengertian yang dalam tentang misteri perkawinan dan keluarga yang tidak pernah habis. tentang permasalahan dan tantangan mereka saat ini. Berbagai studi telah dilakukan terhadap perkawinan dan keluarga.dalam hati mereka hal-hal besar yang telah dikerjakan Allah (bdk Luk 2:19. 51). dia dapat menolong kita mengeri arti dari pengalaman- pengalaman ini dan mendengarkan pesan yang hendak Tuhan komunikasikan lewat kehidupan keluarga kita. Kesejahteraan keluarga menentukan masa depan dunia dan Gereja. Dengan alasan ini. Namun demikian. Kekayaan hati Maria juga mengandung pengalaman semua keluarga yang dia hargai. Kita melakukan yang terbaik untuk berfokus pada kenyataan yang konkrit.

” sesungguhnya. bersamaan dengan beberapa hal penting yang saya dapatkan dari pengalaman saya sendiri. “Kita melihat kesetiaan pada ajaran Kristus dalam keluarga saat ini dengan berbagai komplek- _______________ 8 Yohanes Paulus II.. dalam kehidupan pribadi dan keluarga. Para Uskup Spanyol mencatat bahwa keluarga-keluarga menikmati kebebasan yang lebih besar “melalui distribusi tugas yang merata dan adil. Perubahan secara antropologis dan budaya dalam masa kita mempengaruhi semua aspek dalam kehidupan dan panggilan untuk sebuah pendekatan yang analitis dan bervariasi. menerima semakin sedikit dukungan dari struktur sosial dibandingkan masa lalu.”11 33. Seruan Apostolik Familiaris Consortio/Peranan Keluarga Kristiani Dalam Dunia Modern (22 November 1981).”10 Ini juga merupakan bukti bahwa “tendensi perubahan athopologi- kebudayaan yang prinsip” mengarah kepada “individualisme. dalam terang dan gelap. saya mempertimbangkan hal ini untuk mengangkat beberapa wawasan pastoral mereka. 84.dunia. “tekanan yang lebih besar tentang komunikasi personal antar pasangan membantu membuat kehidupan keluarga lebih manusiawi. “pertimbangan yang setara perlu diberikan kepada bahaya yang berkembang yang dihadirkan dengan individualistis yang ekstrim yang 23 . -sitasnya..” sementara “baik masyarakat sosial saat ini maupun yang akan datang mengijinkan “perjuangan hidup dengan bentuk dan model yang tidak kritis.”9 Beberapa dekade yang lalu. (TEGANGAN IDEAL DAN REALITA) Di sisi lain. 4: AAS 74 (1982). tanggung jawab dan tugas. REALITAS KELUARGA SAAT INI 32.

yang pada beberapa kasus mengarah pada ide bahwa kepribadian seseorang dibentuk oleh keinginannya yang dianggap absolut. Kebebasan memilih membuat adanya kemungkinan untuk merencanakan hidup kita dan mengutamakan diri kita terus. 10 Konferensi Uskup Spanyol. Kenyataannya. 16. Kita juga menghadapi ketidakpastian dan keadaan mendua yang sekarang meluas. kita menilai kepribadian sebagai suatu kenyaman yang benar.”12 Ketegangan ini diciptakan oleh sebuah budaya individualistis yang berlebihan. takut berkomitmen. Matrimonio y Familia/Perkawinan dan Keluarga (6 Juli 1979). Bila dalam kebebasan ini kekurangan tujuan yang luhur dan disiplin diri. dilengkapi dengan keinginan memiliki _______________ 9 Relatio Synodi 2014. 12 Relatio Synodi 2014. dan arogansi. di banyak negara di mana angka perkawinan menurun.”13 Di sini saya juga ingin menyertakan langkah kehidupan dunia masa kini yang bergerak cepat. 5. stress. 23. ini akan merosot menjadi ketidakmampuan untuk memberikan diri secara murah hati kepada orang lain. Contohnya. hal ini bisa membantu berkembangnya sikap yang selalu curiga. Hal ini menawarkan spontanitas dan mempergunakan talenta seseorang dengan lebih baik. makin banyak orang memilih hidup 24 . 5. 3. 11 Relatio Finalis 2015. 5. berpusat pada diri sendiri. namun bila salah diarahkan. dan organisasi sosial dan budaya.melemahkan ikatan keluarga dan berakhir pada pertimbangan setiap anggota keluarga sebagai unit yang terisolasi. mengarah pada tidak adanya toleransi dan permusuhan dalam keluarga. dan kesenangan. karena semua ini adalah faktor budaya yang melawan keputusan yang permanen.

Idealisme perkawinan.sendiri atau menghabiskan waktu bersama tanpa tinggal bersama sebagai suami istri. Kita akan mencabut nilai-nilai dunia yang harus dan dapat kita tawarkan. ditandai dengan sebuah komitmen yang eksklusif dan stabil. dan semuanya mungkin dan boleh. 35. Sungguh benar 25 . atau sebuah pengaturan di mana hak bisa dinyatakan sementara relasi digantungkan pada kenginan dan kondisi yang selalu berubah. ini bisa merubah warga menjadi kepentingan klien semata dalam pelayanan yang sementara. kita tidak bisa menghentikan terjadinya perkawinan untuk menghindari perasaan saat kini yang harus dihadapi. atau lepas dari keinginan modern atau pengertian tentang ketidakberdayaan menghadapi kemanusiaan dan moralitas yang menurun. 34. nilai. namun bila disalahartikan. Ketika faktor-faktor ini mempengaruhi pengertian kita tentang keluarga. Ketakutan hidup sendiri dan keinginan akan kestabilan dan kesetiaan muncul berdampingin dengan ketakutan yang berkembang tentang keterperangkapan dalam relasi yang bisa menghambat tercapainya tujuan pribadi seseorang. (JANGAN OTORITER) Sebagai seorang Kristiani. hal ini bisa dilihat sebagai sebuah jalan yang berguna bila _______________ 13 Relatio Finalis 2015. Kita juga bisa melihat keprihatinan yang sangat mendalam tentang keadilan. dan prinsip yang menyediakan arahan. Pada akhirnya saat ini sulit dibedakan antara kebebasan yang asli dengan ide bahwa tiap individu bisa bertindak sewenang-wenang seperti tidak ada kebenaran. 8 nyaman. dikesampingkan bila terbukti menimbulkan ketidaknyamanan atau keletihan.

jauh dari situasi konkrit dan kemungkinan praktis dari keluarga yang sesungguhnya. tidak membantu perkawinan menjadi semakin diinginkan dan menarik. tertutup bayangan desakan eksklusif tentang tugas prokreasi. Beberapa waktu kita juga mengajukan ide teologi yang terlalu abstrak tentang perkawinan. 37. Kita perlu kritikan terhadap diri kita yang sehat takarannya. dan masalah konkrit mereka. mengakui bahwa pada waktunya. Lalu kita juga sering menunjukkan perkawinan dengan kesatuannya. Juga tidak bermanfaat bila kita berusaha menentukan peraturan dengan otoritas berlaku. 36. Idealisme yang berlebihan ini. cara berpikir mereka. (CARA BERSIKAP) Kita juga perlu rendah hati dan realistis. Kita juga tidak selalu menyediakan tuntunan yang kuat kepada pasangan muda agar mereka mengerti tentang waktu mereka. (SUARA HATI MORAL) Kita mempunyai pemikiran yang panjang yang menekankan doktrin. cara kita memperlihatkan kepercayaan Kristiani kita dan cara kita memperlakukan orang lain telah membantu terjadinya situasi saat ini. dan dengan cara ini menolong pria dan wanita untuk memberikan respon yang lebih baik terhadap kemurahan hati yang Tuhan tawarkan kepada mereka. 26 . panggilan untuk bertumbuh dalam kasih dan idealismenya tentang saling tolong menolong secara menguntungkan. Hal yang kita butuhkan adalah usaha yang lebih bertanggungjawab dan murah hati untuk memberikan alasan dan motivasi untuk memilih perkawinan dan keluarga. seolah-olah hal tsb bisa membawa perubahan. namun sebaliknya. khususnya ketika kita gagal untuk mempercayai kemurahan Tuhan.bahwa tidak masuk akal untuk meremehkan kejahatan masa kini.

(KONSELING KELUARGA) Kita harus bersyukur bahwa banyak orang menghargai hubungan keluarga dan ditandai dengan saling menghormati. Banyak yang tersentuh oleh kuasa kemurahan Tuhan yang dialami dalam Sakramen Tobat dan Ekaristi. namun juga berbuah dan saling mengasihi. khususnya di berbagai bagian di Afrika. dan isu moral. dengan struktur yang jelas untuk menangani problem dan konflik. Mereka menghargai usaha Gereja yang menawarkan bimbingan dan konseling di beberapa area yang berhubungan dengan perkembangan kasih. kita menyediakan dukungan yang cukup untuk keluarga. kemurahan tersebut membantu mereka dalam menghadapi tantangan- tantangan dalam perkawinan dan keluarga. Kita yang sangat sering merespon sebaik mungkin terhadap Injil menyadari keterbatasan mereka. bukan untuk menggantikan mereka. Saat ini kita bersyukur juga untuk kesaksian dalam perkawinan yang tidak hanya terbukti bisa bertahan. cara mengatasi masalah dan membesarkan anak-anak. memperkuat ikatan perkawinan dan memberikan arti kepada kehidupan perkawinan. sekularisme tidak melemahkan beberapa nilai tradisional. Semua faktor 27 . dan mampu melaksanakan pembedaan dalam diri mereka sendiri dalam situasi yang kompleks. Di beberapa negara. Kita juga menemukan kesulitan untuk mempercayai suara hati. dan perkawinan membentuk sebuah ikatan yang kuat antara 2 keluarga yang lebih luas. 38.bioetis. Kita menemukan kesulitan untuk menyatakan perkawinan lebih dari sebuah jalur dinamis untuk pengembangan pribadi dan pemenuhan daripada sebagai sebuah beban seumur hidup. Kita dipanggil untuk membentuk suara hati. tanpa menekankan keterbukaan terhadap kemurahan.

setiap orang memakai lalu membuang. membuang tenaga pastoral yang menunjukkan kemerosotan dunia yang tidak menjadi proaktif dalam cara yang seharusnya untuk menemukan kebahagiaan yang sebenarnya. kasih bisa berhubungan atau tidak berhubungan dengan tingkah konsumen. 28 . mengambil dan merusak. saya berpikir tentang berapa cepatnya orang berpindah dari satu relasi ke relasi lainnya. Namun seringkali kita bersikap defensif. (KASIH&PEMBERIAN DIRI) Sangat sulit untuk mengusulkan bahwa kita melawan kemerosotan budaya yang menyebabkan merosotnya kasih atau pemberian diri. yang selalu mengajarkan belas kasih dan kedekatan kepada kelemahan tiap individu seperi wanita Samaria atau orang yang tertangkap berbuat zinah. Kita memperlakukan relasi seperti kita memperlakukan materi dan lingkungan: semuanya bisa dibuang. Banyak orang merasa bahwa pesan Gereja tentang perkawinan dan keluarga tidak dengan jelas merefleksikan sikap dan cara mengajar dari Yesus. obsesi dengan waktu luang. Konsultasi yang terjadi dalam 2 Sinode terakhir mengarah pada beberapa gejala “budaya yang berlangsung sebentar saja. dan relasi tersebut dengan cepat “terblok”. 39. menyediakan perlindungan.ini dapat menginspirasikan sebuah pendekatan pastoral yang positif yang mampu menolong pasangan untuk bertumbuh dalam apresiasi yang diharapkan dalam Injil. atau menawarkan beberapa pelayanan. dan relasi yang menimbang biaya dan keuntungan untuk mengobati kesendirian. memanfaatkan dan memeras sampai tetes terakhir. Mereka percaya bahwa sejalan dengan jaringan sosial. Saya juga berpikir tentang kekuatiran yang berhubungan dengan komitmen permanen.” Sebagai contoh.

Cepat atau lambat. dengan cara demikian bisa mengajak 29 . menarik kapasitas mereka tentang kemurahan hati.”14 Di berbagai negara. keinginan untuk menghindari kesalahan dari pasangan. kasih. saling menjaga dan mendukung satu sama lain. atau studi : beberapa melakukan hal ini karena alasan yang lain. Narsisme membuat orang tidak mampu melihat diri sendiri. dan penolakan terhadap insititusi dan birokrasi. kemauan. bahkan kepahlawan. Budaya yang sama ini membuat banyak pilihan untuk orang-orang sehingga mereka juga menjadi pasif untuk memulai sebuah keluarga. (ORANG MUDA&PERKAWINAN) “Dengan resiko terlalu menggampangkan. seperti pengaruh ideologi yang tidak menghargai perkawinan dan keluarga. komitmen. banyak orang muda “menunda perkawinan karena alasan ekonomi. kekuatiran akan sesuatu yang menurut mereka terlalu penting dan kudus. konsep emosi dan romantisme kasih yang murni. kita bisa mengatakan bahwa kita hidup dalam budaya yang menekan orang muda agar tidak memulai sebuah keluarga. dan kesaksian yang bisa membantu kita menyentuh hati orang muda. selamat tinggal. termanipulasi dan terbuang dengan cara pikir yang sama.”15 Kita perlu menemukan bahasa yang tepat. pekerjaan. argumentasi. 40. karena mereka kurang bertanggungjawab untuk masa depan. Perlu dicatat juga bahwa perceraian sering terjadi di antara orang dewasa yang mencari “kebebasan” dan menolak idealisme untuk menjadi tua bersama. kekuatiran kehilangan kebebasan.Lalu. mereka yang menggunakan orang lain berakhir dengan diperalat diri sendiri. dan keinginan sendiri. peluang sosial dan ekonomi yang menguntungkan sehubungan dengan hidup bersama.

p. 41. “sebuah kecintaan pada diri sendiri. ragu-ragu. dan melalui perpisahan dan perceraian. melemahkan ikatan individu dan sosial. berkembangnya juga penyalahgunaan internet. dan lingkungan masyarakat secara keseluruhan. anak-anak. _______________ 14 Pidato Kongres Amerika Serikat (24 September 2015): L’Osservartore Romano. kesatuan sipil yang baru. 26 September 2015. dan berjuang untuk menemukan cara untuk bertumbuh.mereka untuk menerima tantangan perkawinan dengan antusias dan keberanian. para pasangan sering merasa tidak yakin. 29.” Dalam konteks ini. Banyak kecenderungan di tahap awal tentang perasaan dan kehidupan seksual mereka. perasaan yang tidak stabil atau bisa berubah tidak selalu membuat seseorang bertumbuh menjadi dewasa. bisa mengarah pada akibat serius bagi orang dewasa. Krisis dalam relasi pasangan membuat keluarga menjadi tidak stabil. dan perkawinan yang 30 .7.” Mereka juga mengekspresikan keprihatinan tentang “penyebaran pornografi dan komersialisasi tubuh. untuk membuat pengorbanan dan memaafkan satu sama lain. Kegagalan meningkat pada relasi yang baru. (EKSPLOITASI TUBUH-PORNGRAFI INTERNET) Sinode Para Bapa Gereja mencatat bahwa “tendensi kebudayaan dalam dunia dewasa ini sepertinya tidak menentukan adanya batasan tentang perasaan seorang. 15 Relatio Finalis 2015.” sungguh. dan situasi yang patut dicela di mana orang dipaksa melakukan prostitusi.”16 Masalah perkawinan “sering dihadapi secara terburu-buru dan tanpa keberanian untuk memiliki kesabaran dan kesempatan berefleksi. pasangan yang baru.

Seperti yang dikatakan para 31 . karena adanya sebuah mentalitas yang melawan kehadiran anak dan dipromosikan oleh para politikus dunia tentang kesehatan reproduksi. tepatnya “demi martabat kemurnian suara hati. untuk membatasi jumlah anak mereka. penurunan ini bisa mengarah pada memburuknya perekonomian dan kehilangan harapan masa depan. (JUMLAH PENDUDUK) Terlebih lagi. bahkan aborsi. “menurunnya jumlah penduduk _______________ 16 Relation Synodi 2014.”19 Kesadaran yang benar dari pasangan yang murah hati dalam memancarkan kehidupan bisa mengarahkan mereka pada alasan yang serius. revolusi seksual.baru.. (18 Oktober 2014).. 10. Perkembangan bioteknologi juga mempunyai dampak yang besar terhadap angka kelahiran. kekuatiran jumlah penduduk yang terlalu banyak dan masalah ekonomi. bahwa dengan berlalunya waktu. Relatio Sinodi. 17 Sidang Umum Luar Biasa Ke-3 Sinode Para Uskup. 2.”18 Sebagai tambahan. kita juga bisa melihat para politisi bahkan menganjurkan hal tersebut di negara-negara yang tingkat kelahirannya rendah.”20 Hal-hal ini tidak bisa diterima bahkan di tempat-tempat yang tingkat kelahirannya tinggi. Gereja dengan keras menolak intervensi negara tentang kontrasepsi. menciptakan situasi keluarga yang kompleks dan bermasalah dalam kehidupan Kristiani. ada faktor lain seperti “industrialisasi. tidak hanya menciptakan situasi di mana relasi antara generasi ke generasi tidak terjamin. sterilisasi. ada bahaya juga.”17 42. Konsumerisme juga bisa menghalangi seseorang dari mempunyai anak sehingga mereka bisa menjaga kebebasan dan gaya hidup mereka.

10.Uskup Korea. dan dalam meningkatnya masalah emosional dan kekerasan. dalam kesulitan untuk membesarkan anak-anak.. 2. Akibat negatif dari masyarakat sosial sudah jelas. Sinode Para Bapa Gereja mencatat bahwa “satu gejala kemiskinan yang hebat dari budaya kontemporer adalah kesepian. 63. 7. 20 Ibid. dalam keraguan untuk menerima kehidupan baru. (IMAN DALAM KELUARGA LEMAH) Melemahnya iman dan praktek religius di beberapa masyarakat mempunyai pengaruh terhadap keluarga. 19 Relatio Finalis 2915. 21 Konferensi Para Uskup Katolik di Korea. Keluarga sering merasa diterlantarkan karena kurangnya ketertarikan dan perhatian dari institusi. ini adalah “bersikap dengan cara yang kontradiktif terhadap diri sendiri dan mengabaikan tugas seseorang. membuat mereka semakin terisolasi di tengah-tengah kesulitan mereka.. Towards A Culture of Life!/Menuju Budaya Kehidupan! (15 Maret 2007).22 44. muncul dari tidak adanya Tuhan dalam kehidupan seseorang dan rapuhnya relasi. Negara mempunyai tanggungjawab untuk membuat hukum dan pekerjaan untuk memastikan masa depan kaum muda dan membantu mereka mewujudkan rencana mereka dalam membentuk sebuah keluarga. (RUMAH LAYAK) Kurangnya perumahan yang layak sering mengarah pada tertundanya 32 . 43. Ada juga perasaan umum tentang tidak adanya kekuatan dalam realita sosial budaya yang seringkali berakhir dengan kehancuran keluarga.”21 _______________ 18 Relatio Synodi 2014. seperti bisa dilihat dalam krisis demografi. dalam kecenderungan untuk melihat orang tua sebagai beban.

sosial dan bidang keuangan. ketika mereka jarang diperhatikan dalam agenda politik. Harus diingat bahwa “keluarga mempunyai hak mendapatkan perumahan yang layak.24 Gereja selalu mengambil bagian dari misinya untuk mempromosikan perkawinan dan keluarga dan untuk melindungi mereka dari apa yang menyerang mereka. Dengan banyak cara. Hari kerja menjadi panjang dan sering diperburuk dengan 33 . situasi ekonomi saat ini menjauhkan orang dari berpartisipasi dalam masyarakat.relasi yang resmi.”25 khususnya sekarang. dalam lingkungan yang menyediakan pelayanan dasar untuk kehidupan keluarga dan komunitas. dan harus dilindungi. Keluarga.”23 Keluarga dan rumah berjalan _______________ 22 Relatio Synodi 2014. di mana orang muda mempunyai kemungkinan yang kecil dan tawaran pekerjaan yang sangat selektif dan tidak aman. cocok untuk kehidupan keluarga dan sepadan dengan jumlah anggota. 11. secara khusus.”26 Terkadang keluarga menderita bila dihadapkan dengan penyakit dari orang yang dikasihi. menderita karena masalah yang berhubungan dengan pekerjaan. bersamaan. ekonomi. Piagam Hak-hak Keluarga (22 Oktober 1983). atau berjuang untuk mencari karyawan yang bisa dihargai. 23 Konsili Kepausan Untuk Keluarga. aktivitas kebudayaan. 6. mereka kekurangan akses untuk penanganan kesehatan yang memadai. Keluarga adalah hal yang harus dimiliki masyarakat. art. dan keterlibatan dalam kehidupan sosial. Keluarga mempunyai hak untuk “mampu diandalkan dalam bagian otoritas umum dalam pengadilan. Ini membuat kita melihat betapa pentingnya menuntut hak keluarga dan tidak hanya yang individu saja. “Halangan ekonomi mencegah akses keluarga terhadap pendidikan.

”28 Kekerasan seksual terhadap anak-anak adalah hal yang sangat memalukan ketika terjadi di tempat di mana mereka harusnya paling aman. 14. Memelihara dan memperluas kesaksian tentang Injil (bdk. dan institusi Kristiani.. 9 27 Relatio Finalis 2015. terorisme. 34 . 45. terutama di kota besar.waktu tempuh yang jauh dari rumah. Eksploitasi seksual terhadap anak-anak adalah realitas di masyarakat masa kini. memperlihatkan kemerosotan keluarga. migrasi mempengaruhi seluruh populasi dari berbagai bagian di dunia. sekolah. 11-12. fenomena yang disebut 'anak jalanan' meningkat. (ANAK DI LUAR PERNIKAHAN) “Banyak anak yang lahir di luar pernikahan.”30 Sinode baru-baru ini mengamati isu ini. khususnya di keluarga.29 46. 25 Konsili Kepausan Untuk Keluarga. komunitas. di mana di daerah pinggiran mereka. Gereja juga mengambil peran yang besar dalam hal ini.. Relatio Synodi 2015. banyak yang bertumbuh hanya dengan 1 dari orang tua mereka atau dalam keluarga campuran atau keluarga baru. mencatat bahwa “dengan berbagai cara. Pendahuluan. Situasi ini tidak membantu anggota keluarga untuk berkumpul bersama dengan anak mereka sebagai sarana untuk memupuk relasi mereka setiap hari. atau kehadiran kriminalitas yang terorganisir.27 _______________ 24 Bdk. Piagam Hak-hak Keluarga (22 Oktober 1983). Mat 25:35) sangat diperlukan saat ini lebih dari sebelumnya. Masyarakat mengalami kekerasan selama masa peperangan. (KELUARGA MIGRAN) “Migrasi adalah tanda lain yang harus dihadapi dan dimengerti dalam efek negatifnya terhadap kehidupan keluarga.. 26 Ibid.

dan ketidakadilan.. 78 30 Relatio Synodi 2014. Terlebih lagi. Dalam diri orang yang didampingi waktu bermigrasi. bahkan sebuah perhatian pastoral yang khusus. Kemiskinan yang ekstrim dan berbagai situasi keretakan keluarga kadang-kadang mengarahkan keluarga untuk menjual anak mereka untuk prostitusi atau untuk penjualan organ. 8. penganiayaan. yang berhubungan dengan pergerakan sejarah secara alami terhadap manusia. migrasi keluarga yang dipaksakan. Gereja memerlukan program pastoral yang spesifik yang diperuntukkan bukan hanya untuk keluarga orang yang bermigrasi tapi juga untuk anggota keluarga yang tertinggal. 29 Bdk. di mana tidak mungkin memulai proses integrasi. orang yang trauma dan keluarga yang tidak stabil. Hal ini benar ketika melibatkan wanita dan anak yang ditinggal sendirian yang dipaksa mengalaminya dalam waktu yang lama dalam fasilitas sementara dan tenda pemberontak. 8. ditandai dengan perubahan yang sering mempertaruhkan nyawa.. Aktivitas pastoral ini harus diimplementasikan dengan menghormati budaya mereka. terbukti menjadi pengayaan terhadap keluarga yang bermigrasi dan _______________ 28 Relatio Synodi 2014. negara yang menerima mereka. sebagai akibat dari situasi perang.Pergerakan manusia. kemiskinan. Migrasi sangat dramatis dan menghancurkan keluarga dan individu ketika hal tersebut dijalankan secara ilegal dan didukung oleh jaringan internasional tentang perbudakan manusia. Relatio Finalis 2015. untuk manusia dan formasi religius di mana mereka hadir dan untuk kekayaan spiritual dari kepercayaan dan tradisi mereka.”31 Penganiayaan terhadap orang 35 .

dengan menyambut dan memberikan perhatian terhadap misteri kelemahan kehidupan manusia. 23. cara bertindak yang baru.. di mana ada tantangan yang tidak diduga yang berhubungan dengan ketidakmampuan dapat merusak keseimbangan keluarga. Keluarga yang menerima kesulitan seorang anak dengan kebutuhan khusus perlu dihargai. cara yang berbeda untuk mengerti dan mengenal satu sama lain. Mereka menyumbang kepada Gereja dan masyarakat sebuah kesaksian tak ternilai tentang kesetiaan terhadap anugerah kehidupan. Dalam situasi ini. menerima keberadaan orang-orang yang berkebutuhan khusus. 2 Oktober 2015. Orang yang cacat adalah anugerah bagi keluarga dan sebuah kesempatan untuk bertumbuh dalam kasih. dalam terang iman. pendekatan baru.. Pesan untuk Hari Migran dan Pengungsi Sedunia pada 17 Januari 2016 (12 September 2015). walaupun dalam hal praktis. Setiap usaha perlu dilakukan. bdk. keinginan. hal 8.Kristiani dan suku dan agama minoritas di banyak bagian dari dunia ini. internasional. adalah percobaan yang besar dan tidak hanya untuk Gereja tapi juga untuk seluruh komunitas _______________ 31 Relatio Finalis 2015.. bersama dengan komunitas Kristiani.. mereka akan mampu mengetahui dan memastikan kualitas dan nilai kehidupan manusia. L’Osservatore Romano. terutama di Timur Tengah. dengan kebutuhan yang layak. 36 . keluarga dapat menemukan. hubungan yang saling menguntungkan. dan kesatuan. dan harapan.”32 47. (BERKEBUTUHAN KHUSUS) Para Bapa Gereja juga menyebut perhatian khusus kepada “orang-orang dalam keluarga yang berkebutuhan khusus. Bila keluarga. untuk membantu keluarga dan komunitas Kristiani untuk tetap bertahan di tempat asal mereka.

baik secara spiritual maupun sosial. ketika masyarakat kontemporer berusaha menyingkirkan setiap jejak kematian dan keadaan sekarat. Banyak 37 . Orang- orang lanjut usia yang rapuh dan tergantung pada orang lain terkadang tereksploitasi secara tidak adil hanya karena keuntungan ekonomi. mereka bisa dianggap sebagai beban. Dalam masyarakat industri.”34 “Perhatian pada tahap akhir kehidupan makin dibutuhkan sekarang.hal. memenuhi mereka dengan perhatian dan menganggap mereka sebagai sebuah berkat. Kedua situasi ini adalah paradigma : mereka melayani sebagai sebuah ujian terhadap komitmen kita untuk menenujukkan belas kasih dengan menerima orang lain dan untuk membantu orang yang rapuh untuk sepenuhnya menjadi bagian dari komunitas kita. Sebuah penghargaan istimewa adalah karena asosiasi dan gerakan keluarga berkomitmen melayani orang-orang lanjut usia. Di pihak lain. 24 kehidupan mereka. di mana jumlah orang-orang lanjut usia meningkat walaupun jumlah kelahiran menurun.”33 Di sini saya ingin menekankan dedikasi dan perhatian yang ditunjukkan kepada pekerja migran dan orang- orang berkebutuhan khusus selayaknya ini merupakan tanda dari Roh Kudus. dan peluangnya. perhatian yang mereka butuhkan sering menyebabkan ketegangan kepada orang yang mencintai mereka. (LANJUT USIA)“Sebagian besar keluarga mempunyai rasa hormat yang besar kepada orang- orang lanjut usia.. Pendekatan ini akan mempromosikan perhatian dan pelayanan untuk orang-orang yang kurang beruntung ini dan akan mengajak orang lain untuk mendekat pada mereka dan menyediakan perhatian kepada tiap tahap _______________ 31 Relatio Finalis 2015.. 48.

21 34 Ibid.keluarga menunjukkan kepada kita bahwa adalah mungkin untuk mendekati tahap akhir kehidupan _______________ 33 Ibid. dan penerimaan. hal tersebut sudah dilegalkan. Gereja.. secara material dan spiritual. yang secara resmi menolak praktek ini. Kasus Euthanasia dan bunuh diri adalah ancaman serius terhadap keluarga karena di berbagai negara. kenyamanan. Bukannya menawarkan kuasa penyembuhan dari 38 . Dalam situasi yang sulit ini. Sejumlah besar sesepuh diperhatikan dalam institusi Gereja. (KEMISKINAN) Di sini saya juga ingin menyinggung tentang situasi keluarga yang hidup dalam kemiskinan yang hebat dan keterbatasan yang luar biasa. jika seorang orang tua tunggal (misalnya ibu) harus membesarkan anaknya sendiri di rumah sementara dia pergi bekerja..36 Contohnya. daripada secara langsung membuat serangkaian aturan yang hanya akan mengarahkan orang untuk merasa dihakimi dan diabaikan oleh Sang Ibu yang seharusnya menunjukkan kemurahan Tuhan. Gereja harus perduli dan menawarkan pengertian. Masalah yang dihadapi rumah tangga yang miskin seringkali semakin bertambah sewaktu mereka mencoba mengatasinya. di mana. sang anak akan terpapar dengan aneka resiko dan hambatan bagi pertumbuhan pribadinya.”35 49. mereka hidup dalam lingkungan yang damai dan penuh kekeluargaan. 17 dengan menekankan pentingnya pemenuhan kehadiran seseorang dan partisipasinya dalam misteri kebangkitan Yesus. merasakan perlunya membantu keluarga yang memperhatikan orang- orang lanjut usia dan anggota keluarga yang lemah.

Respon yang diberikan kepada dua pre-sinode membicarakan tentang banyaknya variasi terhadap situasi dan tantangan baru yang dihadapi. Ini adalah masalah budaya yang lebih luas. tidak ingin berbicara. Sebagai tambahan dari apa yang sudah disebutkan. menyebabkan penderitaan yang besar dan bahkan perpecahan untuk banyak keluarga. 51. Ibid. Banyak gangguan.. Dalam banyak kasus. perjudian. termasuk kecanduan televisi. dan bahkan banyak keluarga yang tidak makan bersama. ketakutan tentang pekerjaan yang mapan..kasih karunia dan terang pesan Injil. dan beberapa kecanduan yang lain. banyak dari para pemberi respon menunjuk kepada masalah yang dihadapi keluarga dalam membesarkan anak-anak. yang sering terlihat mengamankan masa depan mereka daripada menikmati masa sekarang. (NARKOBA) Narkoba juga disebutkan sebagai salah satu “momok” di masa kita. 20 36 Bdk. Respon lain menunjuk kepada efek dari stress hebat yang dialami keluarga. orang tua sudah kelelahan waktu sampai di rumah.”37 BEBERAPA TANTANGAN 50. keuangan dan masa depan anak-anak. Hal yang sama juga untuk kecanduan alkohol. 15 mengubahnya menjadi “batu kematian yang dilemparkan kepada orang lain. Keluarga bisa menjadi tempat di mana hal ini bisa dicegah dan 39 . _______________ 35 Ibid. sebagian orang lebih suka “mengindoktrinasi” pesan tersebut. Ini semua membuat orang tua semakin sulit untuk membicarakan tentang iman kepada anak mereka.

anak remaja dan dewasa muda kebingungan dan tidak didukung.diatasi.” Inilah kasus yang sering terjadi pada keluarga yang kurang berkomunikasi. karena “relasi dalam keluarga juga bisa menjelaskan adanya kecenderungan tentang kepribadian yang keras. tidak ada aktivitas keluarga yang partisipatif.”38 Seperti yang disebutkan Uskup Mexico. (PERKAWINAN SEJENIS) Tidak ada yang dapat berpikir bahwa melemahnya keluarga. akan bermanfaat bagi masyarakat secara keseluruhan. Kita melihat akibat serius dari perpecahan dalam keluarga. dan permusuhan. namun masyarakat dan politik tidak melihat keluarga berada dalam resiko _______________ 37 Pidato Penutupan Sidang Umum Biasa Ke-14 Sinode Para Uskup (24 Oktober 2015): L’Osservatore Romano. anak-anak yang menjadi yatim piatu walaupun orang tuanya masih hidup. Kekerasan dalam keluarga adalah dasar dari kebencian yang ada dalam hubungan antar manusia. di mana masyarakat secara alamai dibangun di atas perkawinan. Ada kegagalan untuk menyadari bahwa hanya kesatuan eksklusif dan tak terpisahkan antara seorang pria dan seorang wanita yang mempunyai peran yang 40 . 13 “kehilangan kemampuan beraksi untuk membantu anggota mereka.”39 52. kekerasan dalam keluarga melahirkan agresi sosial dalam bentuk baru. hal.. ini merupakan ancaman kepada perkembangan kedewasaan dari tiap individu.. yang muda dibuang dan yang lanjut usia diabaikan. perkembangan nilai komunitas dan kemajuan moral dari kota dan negara. kekerasan. (26-27 Oktober 2015. sikap defensif mendominasi. Sebaliknya. anggota tidak saling mendukung satu sama lain. hubungan orang tua- anak sering diwarnai dengan konflik.

. pengaturan perkawinan. adalah praktek yang abadi. kecenderungan mengadopsi model yang mengarah pada otonomi keinginan individu. Di banyak tempat. pernikahan. Navega mar adentro (31 Mei 2003). sebagai akibatnya. yang menghasilkan buah dalam kehidupan yang baru. pembuatan undang-undang memfasilitasi perkembangan variasi atau alternatif untuk menikah. di tempat lain. Saat ini siapa yang berusaha untuk memperkuat perkawinan. Kita perlu mengakui besarnya variasi dalam situasi keluarga yang dapat menawarkan suatu kestablian. 67. tidak bisa disamakan dengan perkawinan. tidak terpisahkan. tidak hanya di Barat. praktek hidup bersama sebelum menikah sudah tersebar luas. dengan sifat eksklusifnya. dan terbuka untuk kehidupan. 42 39 Konferensi Uskup Meksiko. Que en Cristo Nuestra Paz Mexico tenga vida digma (15 Februari 2009).lengkap dalam masyarakat sebagai kestabilan komitmen _______________ 38 Konferensi Uskup Argentina. membantu dalam pekerjaan untuk membesarkan anak-anak. namun faktanya. dan secara umum. Banyak negara menyaksikan pembangunan kembali keluarga. Tidak ada persatuan yang sementara atau dekat dengan perubahan hidup yang dapat menjamin masa depan masyarakat. sebagai alasan tidak adanya kenginan untuk menikah. Tentu saja adalah sah dan benar untuk 41 . membantu pasangan yang menikah untuk mengatasi masalah mereka. (POLIGAMI) “Beberapa masyarakat masih mempertahankan praktek poligami. mendorong kestabilan dalam ikatan perkawinan? 53. misalnya perkawinan sesama jenis. menjadi pilihan yang ketinggalan jaman..”40 Di berbagai negara lain.

” Dalam semua masalah.menolak bentuk lama dari keluarga tradisional yang ditandai dengan otorisasi bahkan kekerasan. kekerasan. di beberapa negara masih banyak yang harus dilakukan untuk mempromosikan hak ini. walaupun dengan cara kita. Sejarah dibebankan dengan budaya yang menganggap wanita sebagai orang bawahan. Saya pikir mutilasi alat kemaluan wanita yang sangat kejam dipraktekkan di beberapa kebudayaan. kita tidak bisa melupakan pemakaian ibu pengganti dan “eksploitasi dan komersialisasi tubuh wanita dalam budaya media saat ini. (PERAN WANITA) Dalam uraian singkat ini. dimulai dengan kasih. Kekerasan melalui kata-kaya. berbagai macam perbudakan. Perlakuan khusus yang tidak dapat diterima harus dihilangkan. Kekuatan keluarga “terdapat pada kapasitasnya untuk mengasihi dan mengajarkan bagaimana harus mengasihi. _______________ 40 Relatio Finalis 2015. dan seksual yang dialami wanita di beberapa perkawinan merupakan kontradiksi terhadap persatuan alami antara suami dan isteri. Saya pikir sebagian perlakuan yang memalukan terhadap wanita. karena kurangnya kesetaraan terhadap pekerjaan dan fungsi pengambilan keputusan. bukan karena ingin menunjukkan kekuatan maskulin. fisik.” Ada orang yang percaya 42 . 25. 54. keluarga selalu dapat bertumbuh. melainkan harus menemukan kembali arti aslinya dan pembaharuannya. saya ingin menekankan tentang fakta bahwa walaupun pengakuan akan hak dan partisipasi wanita dalam kehidupan umum sudah ada. namun hal ini juga tidak boleh mengarah pada peremehan nilai perkawinan sendiri. adalah aksi pengecut.

emosi. sehingga menghapus dasar anthropologi keluarga. (GENDER) Tantangan lain yang muncul akibat bervariasinya ideologi gender yang “menolak perbedaan dan timbal balik alami antara pria dan wanita dan mempertimbangkan sebuah masyarakat tanpa perbedaan seksual.bahwa banyak masalah saat ini muncul karena emansipasi wanita. Akibatnya. 55.” Martabat setara antara pria dan wanita membuat kita bersukacita melihat bentuk lama dari diskriminasi menghilang. khususnya dalam hal perlindungan dan dukungan terhadap istri dan anak-anak mereka. Tidak adanya seorang ayah akan berpengaruh buruk terhadap kehidupan keluarga dan integrasi anak-anak ke dalam masyarakat. tidak benar. Bila beberapa bentuk feminimsme sudah berkembang dirasa tidak cukup. menghilangkan figur seorang ayah bagi anak- anak. identitas manusia menjadi pilihan individu. Ketidakadaan ini bisa secara fisik. psikologi. kita harus melihat dalam pergerakan wanita ada pekerjaan Roh Kudus untuk memperjelas pengakuan tentang martabat dan hak wanita. dan dalam keluarga ada timbal balik yang berkembang..” 56. Ideologi ini mengarah pada program pendidikan dan lembaga perundangan yang mempromosikan identitas pribadi dan keintiman emosi yang secara radikal memisahkan perbedaan biologi antara pria dan wanita. Argumentasi ini tidak benar. (PERAN PRIA) Pria “memainkan peran yang setara di kehidupan keluarga. Banyak pria sadar akan pentingnya peran mereka dalam keluarga dan menghidupi hal ini dengan benar. dan spiritual. yang bisa berubah dengan 43 . “ini salah. sebuah tindakan dari pria yang berlebihan..

57. walaupun mereka jatuh berkali-kali sepanjang jalan mereka. yang jauh dari menganggap diri mereka sempurna.berjalannya waktu. pertama-tama. Saya bersyukur kepada Tuhan bahwa banyak keluarga. membuat hal tersebut menjadi bebas dari hubungan seksual antara pria dan wanita. memenuhi panggilan mereka dan terus melangkah maju. Janganlah kita jatuh dalam dosa ketika berusaha menggantikan Sang Pencipta. bukan yang maha kuasa. Refleksi dari Sinode menunjukkan kepada kita bahwa tidak ada klise tentang keluarga yang ideal.” Di sisi lain. bahkan mendikte tentang bagaimana anak-anak harus dibesarkan. menyatakan bahwa diri mereka absolut dan tidak dapat dipertanyakan. hidup dalam kasih. Di waktu yang sama.” Menjadi perhatian kita bila beberapa ideologi semacam ini. Kita adalah ciptaan. kita dipanggil untuk melindungi kemanusiaan. tergantung keinginan individu atau pasangan. yang ada adalah tantangan yang muncul karena berbagai 44 . Kita telah diciptakan lebih dulu dan ini harus diterima sebagai karunia.” Adalah satu hal untuk mengerti kelemahan manusia dan kompleksitas hidup. dan hal ini berarti. Dengan cara ini. yang mencari respon terhadap aspirasi yang bisa dimengerti. menerima hal tersebut dan menghormatinya karena hal itu telah diciptakan. kehidupan manusia dan pendidikan anak menjadi modular dan kenyataan yang terpisah. di sisi lain kita haris menerima ideologi yang berusaha memisahkan aspek realita yang tidak bisa dipisahkan. “revolusi teknologi dalam era penciptaan manusia memperkenalkan kemampuan memanipulasi tindakan reproduksi. Harus ditekankan bahwa “seks secara biologi dan aturan gender secara sosial budaya dapat dibedakan tapi tidak dapat dipisahkan.

50 Pesan ini "harus menempati pusat segala aktivitas penginjilan".52 Memang.” Jika kita melihat sejumlah masalah. inti dari pesan ini yaitu kerygma (pewartaan penting tentang Yesus untuk menumbuhkan iman). paling menarik dan pada saat yang sama paling diperlukan".” BAB TIGA PANDANGLAH YESUS: PANGGILAN BAGI KELUARGA 58. (PEWARTAAN KELUARGA) Di dalam dan di antara keluarga.realita. “Gereja sadar tentang pentingnya menawarkan kebenaran dan harapan. Nilai yang agung dari perkawinan dan keluarga Kristiani yang sesuai dengan cita-cita adalah bagian dari eksistensi manusia. Kita tidak boleh terperangkap dengan menghabiskan tenaga kita dengan meratap. Situasi yang perlu kita perhatikan adalah tantangannya. "yang harus kita dengar lagi dan lagi dengan cara yang berbeda. seharusnya. adalah panggilan untuk “menghidupkan kembali harapan kita dan membuat hal tersebut menjadi sumber dari penghilatan para nabi (visi profetik). seperti yang dikatakan Uskup Kolombia. pesan Injil harus selalu bergema. dan bentuk kreatif dari amal kasih.. dan yang selalu harus kita wartakan dalam berbagai cara ". namun kita perlu mencari bentuk baru dari kreativitas misionaris. harapan. adalah hal yang "paling indah. dengan segala sukacita. dan masalahnya. paling baik. tindakan yang transformatif. "tidak ada yang 45 .51 Ini adalah pesan yang pertama dan paling penting. Dalam setiap situasi yang ada..

165:. 52 Ibid. Pengajaran kami tentang perkawinan dan keluarga tidak akan gagal karena diilhami dan dikuatkan oleh pesan ini yaitu cinta dan kelembutan. Dengan demikian maka. jika tidak. bermakna dan bijaksana daripada pesan Injil". 35: AAS 105 (2013). pengajaran itu tidak lebih dari sekedar pembelaan doktrin yang kering dan mati. AAS 105 (2013). akan meringkas ajaran Gereja tentang pernikahan dan keluarga. 60. menyertai langkah mereka dalam kebenaran. 1089. kesabaran dan belas kasihan karena Ia mengajarkan tuntutan Kerajaan Allah". Sekarang __________ 50 dari Ajakan Apostolik Evangelii Gaudium (24 November 2013).lebih tepat. yang berada di jantung dari begitu banyak cerita cinta untuk memohon api Roh Allah bagi semua keluarga di dunia. 1088. 51 Ibid. 1034. Di sini juga saya akan menyebutkan apa yang dikatakan oleh para Bapa Sinode tentang cahaya yang ditawarkan oleh iman kita. saya ingin mengarahkan pandangan saya kepada Kristus yang hidup. aman. Bab singkat ini.53 59. 164:. AAS 105 (2013). mendalam. Misteri keluarga Kristen dapat sepenuhnya dipahami hanya dalam terang kasih Bapa yang tak terbatas yang terwujud dalam diri Kristus yang telah menyerahkan diri untuk kepentingan kita dan yang terus tinggal di tengah-tengah kita. Mereka mulai dengan tatapan Yesus dan mereka berbicara tentang bagaimana Ia "tampak pada perempuan dan laki-laki yang Ia temui dengan cinta dan kelembutan.54 46 . "semua pengajaran Kristiani mencakup masuk lebih dalam ke dalam kerygma". 53 Ibid.

Tuhan juga bersama kita hari ini, kita berusaha
untuk berlatih dan meneruskan Injil keluarga.

YESUS MEMULIHKAN DAN MEMENUHI
RENCANA ALLAH

61. Berbeda dengan mereka yang menganggap
perkawinan sebagai sesuatu yang jahat, Perjanjian
Baru mengajarkan bahwa "segala sesuatu yang
diciptakan Allah itu baik dan tidak ada yang harus
ditolak" (1 Tim 4: 4). Pernikahan adalah "hadiah"
dari Tuhan (1 Kor 7:7). Pada saat yang sama, justru
karena pemahaman positif ini, Perjanjian Baru
sangat menekankan perlunya menjaga karunia
Allah: "pernikahan diadakan untuk saling
menghormati di antara semua, dan janganlah kamu
mencemarkan tempat tidur" (Ibr 13:4). Karunia
ilahi ini termasuk seksualitas: "Jangan menolak
satu sama lain" (1 Korintus 7:5).
__________
54 Relatio Synodi 2014, 12.
62. Para bapa Sinode mencatat bahwa Yesus,
"ketika berbicara tentang rencana asli dari Allah
untuk pria dan wanita, menegaskan kembali
keutuhan tak terpisahkan antara mereka, bahkan
menyatakan bahwa 'karena ketegaran hati-mu
maka Musa mengizinkan kamu menceraikan
isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian
(Mat 19:8). Pernikahan itu tidak terceraikan - 'apa
yang dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan
manusia’ (Mat 19:6) - tidak boleh dipandang
sebagai 'beban' bagi umat manusia, tetapi sebagai
'hadiah' yang diberikan kepada orang-orang yang
bergabung dalam pernikahan ... kasih Allah yang
mengampuni selalu menyertai perjalanan hidup
manusia; melalui kasih karunia, menyembuhkan
dan mengubah hati yang mengeras, memimpin
mereka kembali ke awal melalui jalan salib. Injil

47

jelas menyajikan teladan Yesus yang ...
menyatakan makna pernikahan sebagai kepenuhan
wahyu yang mengembalikan rencana awal Allah
(bdk. Mat 19:3). "55

63. "Yesus, yang mendamaikan segala sesuatu
dalam diri-Nya, memulihkan pernikahan dan
keluarga ke bentuk aslinya (bdk. Mat 10: 1-12).
Perkawinan dan keluarga telah ditebus oleh Kristus
(bdk. Ef 5: 21-32) dan dikembalikan pada
gambaran Tritunggal Mahakudus, misteri dari
mana semua cinta sejati mengalir. Perjanjian
suami-istri, yang berasal dari penciptaan dan
terungkap dalam sejarah keselamatan, mengambil
makna penuh dalam Kristus dan Gereja-Nya.
Melalui Gereja-Nya, Kristus menganugerahkan
pernikahan dan keluarga rahmat yang diperlukan
untuk menjadi pewarta kasih Allah dan menjalani
__________
55 Ibid., 14.
kehidupan persekutuan. Injil dari keluarga meliputi
sejarah dunia, dari penciptaan pria dan wanita
sesuai gambar dan rupa Allah (bdk. Kej 1: 26-
27),hingga pemenuhan misteri perjanjian di dalam
Kristus di akhir jaman dengan perkawinan Anak
Domba (bdk. Why 19:9)." 56

64. (PERKAWINAN KANA) "Contoh karya
Yesus menjadi cara pandang Gereja ... Dia
memulai pelayanan di muka umum dengan mujijat
air menjadi anggur dalam pesta nikah di Kana (Yoh
2: 1-11). Ia membagikan rasa persahabatan yang
menjadi perilaku-Nya setiap hari kepada keluarga
Lazarus dan saudara-saudara perempuannya (lih
Luk 10:38) dan dengan keluarga Petrus (lih Mrk
08:14). Dia bersimpati kepada orang tua yang
berduka dengan menghidupkan kembali anak
mereka yang mati (lih Mrk 5:41; Luk 7: 14-15).

48

Dengan cara ini Ia menunjukkan arti sebenarnya
dari belas kasihan, yang memerlukan pemulihan
perjanjian (lih Yohanes Paulus II, Dives di
Misericordia, 4). Hal ini jelas dari percakapan
dengan wanita Samaria (Yoh 1: 4-30) dan dengan
wanita yang tertangkap berbuat zinah (Yoh 8: 1-
11), ketika kesadaran akan dosa berhadapan
dengan 'cinta tanpa syarat" dari Yesus. 57

65. (KELUARGA KUDUS) Penjelmaan Firman
menjadi manusia dalam kehidupan keluarga di
Nazareth, dalam pengertiannya yang terbaru telah
mengubah sejarah dunia. Kita perlu masuk ke
dalam misteri kelahiran Yesus, ke dalam jawaban
"ya" yang diberikan oleh Maria terhadap pesan dari
malaikat, saat Firman dikandung dalam rahimnya,
__________
56 Ibid., 16.
57 Relatio Finalis 2015, 41. 51
serta jawaban "ya" Yosef, yang memberi nama
kepada Yesus dan menjaga Maria. Kita perlu
merenungkan sukacita para gembala di depan
palungan, persembahan orang Majus dan
pengungsian ke Mesir, sehingga Yesus berbagi
pengalaman pengasingan umat-Nya, penganiayaan
dan penghinaan. Kita perlu merenungkan harapan
hati Zakharia dan kegembiraannya pada saat
kelahiran Yohanes Pembaptis, pemenuhan janji
diketahui oleh Simeon dan Anna di Bait Allah dan
keajaiban dari guru-guru agama yang
mendengarkan kebijaksanaan Yesus yang masih
kanak-kanak. Kami kemudian harus memandang
ke perjalanan tiga puluh tahun ketika Yesus
memperoleh hasil karya tangannya; ketika Ia
membaca doa-doa tradisional dan menunjukkan
ekspresi iman umat-Nya, dan datang untuk
mengetahui iman leluhur-Nya sampai Ia membuat
iman itu menghasilkan buah melalui misteri

49

Kerajaan Allah. Ini adalah misteri Natal dan rahasia
Nazareth yang memancarkan keindahan kehidupan
keluarga! Inilah yang membuat Fransiskus dari
Assisi, Theresa dari Kanak-kanak Yesus dan
Charles de Foucauld begitu terpesona, dan terus
mengisi keluarga Kristiani dengan harapan dan
sukacita.

66. (KELUARGA KUDUS) "Perjanjian dan
kesetiaan cinta yang hidup dari Keluarga Kudus
Nazareth menerangi asas yang memberi bentuk
pada setiap keluarga, dan memampukannya untuk
lebih siap menghadapi perubahan-perubahan
kehidupan dan sejarah. Atas dasar ini, setiap
keluarga, meskipun lemah, bisa menjadi cahaya di
tengah kegelapan dunia. 'Keluarga Nazareth
mengajarkan kita arti kehidupan keluarga,
persekutuan yang penuh kasih, keindahan yang
sederhana, karakter yang sakral dan yang teguh.
Semoga ia dapat mengajarkan betapa manisnya dan
tak tergantikan pelatihannya, betapa mendasar dan
tak terbandingkan perannya dalam tatanan sosial
(Paus Paulus VI, Sambutan di Nazareth, 5 Januari
1964) ". 58

Keluarga dalam Dokumen Gereja

67. Konsili Vatikan Kedua, dalam Konstitusi
Pastoral Gaudium et Spes, melihat adanya
keprihatinan "untuk meningkatkan martabat
perkawinan dan keluarga (bdk. Nos. 47-52)".
Konstitusi ini mendefinisikan pernikahan sebagai
sebuah komunitas kehidupan dan cinta (bdk. 48),
menempatkan cinta pada poros keluarga ... 'Cinta
sejati antara suami dan istri' (49) melibatkan saling
memberi diri, mencakup dan menyatukan dimensi
seksual dan afeksi, sesuai dengan rencana Allah
(bdk. 48-49) ". Dokumen konsili juga menekankan

50

tentang "landasan pasangan di dalam Kristus.
Tuhan Yesus Kristus 'membuat diri-Nya hadir
untuk pasangan Kristiani dalam sakramen
perkawinan' (48) dan tetap berada bersama mereka.
Dalam penjelmaan-Nya, Ia menerima cinta
manusia, memurnikannya dan membawanya
kepada pemenuhan. Oleh Roh-Nya, ia memberikan
kepada suami-istri kemampuan untuk
menghidupkan cinta itu, menembus setiap bagian
dari kehidupan iman, harapan dan kasih mereka.
Dengan cara ini, pasangan itu disucikan, dan
melalui rahmat khusus membangun Tubuh Kristus
dan membentuk gereja rumah tangga (lih. Lumen
Gentium, 11), sehingga Gereja, agar memahami
misterinya secara penuh, memperhatikan keluarga
__________
58 Ibid., 38.

Kristiani, yang menjadi wujud nyata diri Gereja".59

68. "Beato Paulus VI, dalam Konsili Vatikan
Kedua, selanjutnya mengembangkan lebih lanjut
ajaran Gereja tentang pernikahan dan keluarga.
Dengan cara tertentu, dengan Ensiklik Humanae
Vitae ia menunjukkan ikatan hakiki antara cinta
suami-istri dan kelanjutan kehidupan: 'cinta dalam
perkawinan mensyaratkan suami dan istri memiliki
kesadaran penuh akan kewajiban mereka sebagai
orang tua yang bertanggung jawab, yang sekarang,
sudah sepatutnya, yang banyak dituntut, namun
pada saat yang sama harus dimengerti secara
benar... Pelatihan tanggung jawab orang tua
mensyaratkan bahwa suami dan istri, menjaga
urutan prioritas yang benar, mengenal tugas
mereka sendiri kepada Allah, diri sendiri, keluarga
dan masyarakat manusia '(No. 10). Dalam anjuran
Apostolik Evangelii Nuntiandi, Paulus VI

51

61 70. Dia juga menawarkan visi umum dari panggilan laki-laki dan perempuan untuk mencintai. untuk pendampingan pastoral bagi keluarga serta peran keluarga dalam masyarakat. Selain itu. 17. ia menggambarkan bagaimana pasangan. dalam Ensiklik Deus Caritas Est. Secara khusus. No 2). dengan memperlakukan kasih suami isteri (bdk.60 69. Dalam dokumen-dokumen ini. tempat di 52 . 60 Relatio Finalis 2015. 43.menyoroti hubungan antara keluarga dan Gereja ". dan mengusulkan pedoman dasar __________ 59 Relatio Synodi 2014. Cara Allah mencintai menjadi ukuran bagaimana manusia mencintai (11). "Paus Benediktus XVI. 44). "Santo Yohanes Paulus Paul II memberikan perhatian istimewanya kepada keluarga di dalam katekese tentang kasih manusia. No. Santo Yohanes Paulus II mendefinisikan keluarga sebagai 'cara hidup Gereja'. dalam suratnya kepada Keluarga Gratissimam Sane dan khususnya dalam Ajakan Apostolik Familiaris Consortio. Dia menekankan bahwa 'pernikahan berdasarkan cinta yang eksklusif dan definitif itu pasti menjadi lambang hubungan Allah dan umat- Nya. dalam Ensiklik Caritas in Veritate menyoroti pentingnya cinta sebagai prinsip kehidupan dalam masyarakat (bdk. dengan saling mencintai mereka menerima karunia Roh Kristus dan menghidupi panggilan mereka menuju kesucian ".13). kembali ke topik tentang kebenaran cinta pria dan wanita. yang sepenuhnya diterangi hanya dalam kasih Kristus yang disalibkan (bdk. begitu pula sebaliknya.

Mk 10: 1. Ef 5: 21-32). suatu misteri yang menjadi sumber semua arus cinta sejati. 18. yang merupakan persekutuan antar pribadi. Sakramen perkawinan bukan sekedar kesepakatan sosial. bukan hanya mengembalikan status perkawinan dan keluarga kepada bentuknya yang asli.12. 62 Ibid.63 72. Mrk 1: 10- 11). Kej 1:26) itu telah dipulihkan. dan dalam kasih-Nya itu kita dapat mengenali Roh Kudus (bdk. Oleh karena itu pasangan yang 53 . Melalui Gereja perkawinan dan keluarga menerima rahmat Roh Kudus dari Kristus. Dalam keluarga umat manusia yang dikumpulkan oleh Kristus. yang mendamaikan __________ 61 Relatio Synodi 2014. menggambarkan hubungan yang sama antara Kristus dan Gereja. tetapi mengangkat pernikahan menjadi sakramen cinta-Nya bagi Gereja (bdk. Mat 19: 1- 12. Ketika Yesus dibaptis. suara Bapa terdengar. 19. "Kitab Suci dan Tradisi memberi kita akses memperoleh pengetahuan tentang Tritunggal. Yesus.. Sakramen adalah hadiah yang diberikan untuk pengudusan dan keselamatan pasangan. dengan maksud untuk menjadi saksi Injil kasih Allah". ritual kosong atau hanya tanda lahiriah dari suatu perjanjian. Keluarga adalah gambar Allah. segala sesuatu dalam diriNya sendiri dan menebus kita dari dosa. 'gambar dan rupa' Tritunggal Mahakudus (bdk. menyebut Yesus adalah Anak-Nya yang terkasih. yang terungkap melalui Pengalaman hidup keluarga.mana kita belajar pengalaman melakukan kebaikan bersama ".62 Sakramen Perkawinan 71. karena "kebersamaan mereka adalah wujud nyata dari tanda sakramen.

. 13: AAS 74 (1982). 94.. memandang kepada Yesus".. Akibatnya. 73. Dia berdiam dengan mereka. Iman memungkinkan mereka untuk mengambil kebaikan-kebaikan pernikahan sebagai komitmen yang dapat disimpan dengan lebih baik melalui bantuan rahmat sakramen . Dengan menerima satu sama lain. 54 . dan memandang serius janji bersama mereka dalam nama Tuhan dan di hadapan Gereja. "Saling memberi diri dalam sakramen perkawinan didasarkan pada rahmat sakramen baptis. 65 Relatio Synodi 2014. Dengan demikian maka keputusan untuk menikah dan memiliki keluarga harus menjadi buah dari suatu proses panggilan. 38. ___________ 63 Relatio Finalis 2015. dan dalam rahmat Kristus. yang pada gilirannya.menikah adalah pengingat tetap bagi Gereja tentang apa yang terjadi di salib. sebab itu adalah tanggapan terhadap panggilan khusus untuk mengalami kasih suami-isteri sebagai tanda belum sempurnanya cinta antara Kristus dan Gereja. sakramen yang menetapkan perjanjian yang mendasar dari setiap orang dengan Kristus di dalam Gereja. karena di dalamnya Kristus sendiri" sekarang menjumpai pasangan Kristiani .. Pasangan ini mengenal unsur-unsur ini sebagai pokok pernikahan. Gereja memandang pasangan yang sudah menikah sebagai jantung dari seluruh keluarga. terlibat dalam kesetiaan dan keterbukaan untuk kehidupan baru. sebagai hadiah yang ditawartakan oleh Allah kepada mereka. pasangan berjanji satu sama lain untuk memberi diri secara total.65 Sakramen bukanlah"hal" atau "kuasa". 64 John Paul II. 21.64 Pernikahan adalah suatu panggilan. mereka untuk satu sama lain dan kesaksian bagi anak-anak mereka akan keselamatan yang mereka bagikan melalui sakramen". Apostolik Familiaris Consortio (22 November 1981).

mereka bangkit lagi setelah jatuh. ketika mereka diterima dan menawarkan diri masing- masing kepada yang lain. mereka mewadahi penerimaan sifat manusiawi oleh Anak Allah. (HUBUNGAN SEKSUAL) Kesatuan seksual. mereka di bumi ini suatu awal dari pesta perkawinan Anak Domba" 67. 74. Dengan menjadi satu daging. akan didalami dan diperkuat oleh kasih karunia dari sakramen itu. Sakramen perkawinan 55 . kehidupan bersama suami dan istri. Ia memberikan kepada __________ 66 Katekismus Gereja Katolik. namun juga membuat cinta hadir di dalam persekutuan dengan pasangan. Kata-kata itu memberi makna pada hubungan seksual dan dibebaskan dari rasa bingung. Lebih umum.68 hubungan itu memberikan inspirasi bagi kita untuk memohon kepada Tuhan agar mencurahkan kasih ilahi-Nya kepada setiap pasangan yang menikah. untuk memaafkan satu sama lain. Makna dan nilai dari kesatuan fisik mereka dinyatakan dalam kata-kata persetujuan. untuk menanggung beban satu sama lain."66 Perkawinan Kristiani adalah tanda betapa Kristus telah mengasihi Gereja-nya dalam perjanjian yang dimeteraikan di kayu salib.memberi mereka kekuatan untuk memikul salib mereka dan mengikuti-Nya. Ini adalah "misteri perkawinan"69. dialami penuh cinta dan dikuduskan oleh sakramen. Oleh karena itu "dalam kegembiraan cinta dan kehidupan keluarga. pada gilirannya menjadi jalur pertumbuhan dalam kehidupan rahmat bagi pasangan. Meskipun gambaran hubungan suami istri itu ibarat hubungan Kristus dan Gereja-nya yang "belum sempurna". seluruh jaringan hubungan yang mereka bangun dengan anak-anak dan dunia di sekitar mereka. 1642. untuk berbagi kehidupan mereka sepenuhnya.

69 Leo Agung. 1205A. Epist. sehingga kasih karunia-Nya dapat dirasakan dalam setiap situasi baru yang mereka hadapi. Inquis. ketika dua pasangan non-Kristiani menerima baptisan. para pelayan sakramen perkawinan adalah pria dan wanita yang menikah. Mereka selalu dapat meminta bantuan dari Roh Kudus yang menyucikan hubungan mereka. karena dengan penerimaan baptisan persatuan mereka secara otomatis telah menjadi sakramen.70 dengan mewujudkan persetujuan mereka dan mengekspresikan hubungannya secara fisik. IV: PL 54. 22: PL 126. Hukum Kanonik mengakui keabsahan hubungan tertentu yang dirayakan tanpa kehadiran 56 . ketika Allah menunjukkan kepenuhan cintanya kepada umat manusia dengan menjadi satu dengan kita. lih Hincmar dari Rheims. kreativitas. Epistula Rustico Narbonensi Episcopo. p. 7 Mei 2015. 8. Keduanya __________ 67 Ibid. mereka hanya butuh menerimanya. Dengan kesucian baptisan. mereka tidak perlu memperbarui janji pernikahan mereka. Dalam tradisi Gereja Latin.itu datang dari misteri inkarnasi dan Paskah. dipanggil untuk menanggapi karunia Allah dengan komitmen. Tak satu pun dari pasangan akan menjadi sendiri dalam menghadapi tantangan apa pun yang mungkin datang dalam hidup mereka. mereka diaktifkan untuk bergabung dalam pernikahan sebagai pelayan Tuhan dan dengan demikian mereka menanggapi panggilan Allah. mereka menerima hadiah yang besar. 68 Katekese (6 Mei 2015): L'Osservatore Romano. Oleh karena itu. 75. Persetujuan dan kesatuan tubuh mereka adalah sarana ilahi yang menunjukkan mereka menjadi "satu tubuh". 142. ketekunan dan usaha sehari- hari.

membangun di atas dasar karunia Kristus melalui sakramen. C. 202: "Matrimonio enim quo coniuges Sibi invicem sunt ministri gratiae . tetapi ini tidak mengurangi fakta bahwa pasangan yang menikah disebut sebagai pelayan sakramen.. Ini telah dijelaskan.pelayan tertahbis." 71 bdk.. pasangan yang menikah "dapat dibimbing secara sabar untuk mencapai pemahaman yang lebih mendalam dan 57 .. dengan kehadiran saksi dan kondisi lain yang bervariasi sepanjang waktu. Kitab Hukum Kanonik. cc. 1055 § 2. 832. hal ini jelas dilaksanakan dalam Gereja Timur melalui pentingnya berkat yang diterima oleh pasangan sebagai tanda pemberian karunia Roh. mengharuskan pernikahan dirayakan secara terbuka. Pius XII. Juga tidak mempengaruhi sentralitas perjanjian yang diberikan oleh pria dan wanita.71 Sebenarnya hukum telah sedemikian dijiwai oleh kasih karunia penebusan Yesus yaitu bahwa: "suatu janji pernikahan yang sah tidak bisa ada tanpa baptisan karena itulah yang menjadi fakta sakramen"72. dan berfungsi sebagai dasar untuk merawat tanaman yang layu dan yang tidak boleh diabaikan. 1161-1165. bahwa ada kebutuhan untuk refleksi lebih lanjut tentang tindakan Allah dalam ritus perkawinan. yang dengan sendirinya membentuk ikatan sakramental. 72 Ibid. 848-852."73 Dengan demikian.. Gereja dapat __________ 70 Cf. Benih Firman dan Situasi yang Belum Sempurna 76. 1116. Kitab Hukum Kanonik Gereja-gereja Timur. Ensiklik Surat Mystici Corporis Christi (29 Juni 1943): AAS 35 (1943). "Injil di dalam keluarga menyuburkan benih- benih yang diharapkan untuk bertumbuh.

kesejahteraan pasangan (bonum coniugum)"75 yang meliputi kesatuan. "Penegasan kehadiran 'benih-benih Sabda' dalam budaya lain (bdk. Ad Gentes 11) juga bisa berlaku untuk realitas perkawinan dan keluarga. 90.74 77. 'Hanya dalam misteri inkarnasi Sabda membuat misteri manusia menjadi jelas. Kita siap mengatakan bahwa "di dunia ini setiap orang ingin membentuk sebuah keluarga yang mengajarkan 58 . 9: AAS 74 (1982). maka para Bapa Sinode mencatat bahwa “ penebusan menerangi dan __________ 73 Relatio Synodi 2014. dalam pernikahan kristiani. keterbukaan untuk hidup.. 74 John Paul II.. 23. saling mendukung di jalan menuju persahabatan lengkap dengan Tuhan. memenuhi ciptaan. ada pula unsur positif perkawinan yang ditemukan pada agama-agama lain". sepenuhnya menyingkapkan manusia pada dirinya sendiri dan membuat panggilan tertingginya menjadi jelas' (Gaudium et Spes.. Selain perkawinan yang benar. kesetiaan. Oleh karena itu perkawinan yang wajar. Adam baru.76 walau masih sering samar-samar. Akan sangat membantu untuk memahaminya dalam pandangan yang terpusat pada Kristus. Kol 1:16). tak terceraikan dan.kesatuan lebih penuh dari misteri ini dalam hidup mereka". Kristus. Menarik tentang pengajaran Kitab Suci bahwa semuanya diciptakan melalui Kristus dan untuk Kristus (bdk. Apostolik Familiaris Consortio (22 November 1981) . sepenuhnya dipahami dalam terang kepenuhan sakramen Perkawinan: hanya dalam merenungkan tentang Kristus seseorang datang untuk mengetahui kebenaran terdalam tentang hubungan manusia. 22). melalui wahyu dari misteri Bapa dan kasih-Nya..

anak-anak agar senang dengan setiap gerakan yang bertujuan untuk mengatasi kejahatan . tanggung jawab terhadap anak-anak dan kemampuan untuk mengatasi cobaan . "Ketika dihadapkan pada situasi yang sulit dan keluarga terlukai. Memahami suatu hal dengan mata Kristus mengilhami pelayanan pastoral Gereja bagi umat beriman yang hidup bersama. untuk memimpin mereka kepada merayakan sakramen Perkawinan.ini dapat dilihat sebagai suatu kesempatan. 22).. demi kebenaran. 78.sebuah keluarga yang menunjukkan bahwa Roh itu hidup dan ketika bekerja . mereka diwajibkan 59 . untuk membagikan kasih sayang satu sama lain dan untuk melayani masyarakat di mana mereka tinggal dan bekerja . atau yang bercerai dan menikah lagi. Mengikuti pedagogi ilahi ini. Yoh 1: 9. agamanya atau asal-usulnya.. yang hanya menikah secara sipil. 76 Ibid."78 79. 28-29 September 2015. Apapun orangnya. 47.dan ditandai oleh kasih sayang yang mendalam. "Terang Kristus menerangi setiap orang (bdk. ia mendorong mereka untuk berbuat baik. Gereja menaruh kasih pada orang-orang yang berpartisipasi dalam hidupnya dengan cara yang belum sempurna: ia mencari rahmat untuk mengubah mereka. Ketika pasangan berada dalam perkawinan yang belum sah namun mencapai cukup stabil dalam ikatan publik ."77 __________ 75 Relatio Finalis 2015. itu selalu penting untuk mengingat prinsip umum ini: 'Para Pastor harus tahu bahwa. 77 Homili untuk Misa Penutup dari Kedelapan Dunia Pertemuan Keluarga di Philadelphia (September 2015 27): L'Osservatore Romano. Gaudium et Spes. p. 7.akan menjumpai rasa syukur dan penghargaan kita.

60 . Selanjutnya bahwa "pasangan yang kepadanya Allah tidak mengaruniakan anak dapat memiliki kehidupan suami-istri yang penuh makna.untuk berlatih memahami situasi ini dengan jelas” (Familiaris Consortio. penilaian tanpa memperhitungkan rumitnya situasi. sedangkan seksualitas "diatur bagi cinta pasangan pria dan wanita"82. persatuan suami isteri dihimbau agar tetap berperan prokreasi" sesuai dengan sifat manusia"84.85 Anak baik laki-laki maupun perempuan tidak muncul di akhir proses. Anak yang lahir" tidak datang dari luar sebagai sesuatu yang ditambahkan pada cinta pasangan. Tingkat tanggung jawab tidak sama dalam semua kasus dan mungkin ada faktor yang membatasi kemampuan untuk membuat keputusan.79 PERUBAHAN HIDUP DAN MENGASUH ANAK-ANAK 80. namun memancar dari jantung pemberian cinta timbal balik. ketika menyatakan pengajaran Gereja secara jelas. 84). Pernikahan adalah pertama sebuah "kemitraan intim dari hidup dan cinta"80. yang baik untuk pasangan itu sendiri81. 51. 53-54 .. Meskipun demikian. baik sebagai manusia maupun sebagai orang kristiani"83. Oleh karena itu. sebagai buah dan pemenuhannya". bagaimana orang mengalami dan bertahan dalam kesusahan karena kondisi mereka". para pastor harus menghindari __________ 78 Relatio Finalis 2015. mereka harus memperhatikan. tetapi hadir dari awal cinta sebagai __________ 79 Ibid.

kasih suami isteri antara seorang pria dan seorang wanita. 2366. Ini adalah kasus karena. 2360. Oleh karena itu tidak ada hubungan genital suami-istri yang bisa menolak makna itu.87 yang merupakan "buah dari tindakan suami-istri yaitu cinta orang tua"88. Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Modern Gaudium et Spes. 48. Seorang anak berhak untuk lahir dari cinta itu. terbuka untuk berbuah yang mendorong melampaui dirinya. 1055 § 1: "ad bonum coniugum atque ad prolis generationem et educationem ordinatum". dan bahwa pemberian hidup itu diatur dari satu kepada yang lain (bdk.. Dari luar. membuat mereka menjadi alat cinta-Nya. bahwa "anak bukanlah suatu hak milik. 48. tetapi adalah hadiah". “menurut hukum penciptaan. 1654. dan tidak dengan cara lain. satu yang tidak dapat dipungkiri tanpa menodai cinta itu sendiri. c. Kitab Hukum Kanonik. unsur yang penting. Bapa Sinode menegaskan bahwa "pertumbuhan mental tertentu dapat menurunkan generasi kehidupan menjadi satu jenis manusia yang 61 . Jadi Pencipta membuat pria dan wanita berbagi dalam karya penciptaan- Nya dan pada saat yang sama. 83 Ibid.80 Konsili Vatikan Kedua. 81. mempercayakan kepada mereka tanggung jawab untuk masa depan umat manusia. 84 Konsili Vatikan Kedua. 82 Katekismus Gereja Katolik. 82. Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia modern Gaudium et Spes.86 meskipun ketika karena berbagai alasan tidak selalu harus melahirkan kehidupan baru. Kej 1: 27-28). cinta menolak setiap dorongan untuk menutup ke dalam dirinya sendiri. 85 Katekismus Gereja Katolik. melalui pemberian kehidupan 89 manusia". 81 Cf.

Paul VI. Kita perlu kembali ke pesan dari Ensiklik Humanae Vitae Beato Paulus VI. yang menyoroti pentingnya menghormati martabat manusia yang secara moral menaati metode pengaturan kehamilan. 87 Katekismus Gereja Katolik. 90 Relatio Synodi 2014. 488-489. 63. 2378. dan begitu tidak dapat dicabut hak hidup anak yang tidak bersalah yang tumbuh dalam rahim ibu. II. Ensiklik Humanae Vitae (25 Juli 1968). Begitu besar nilai dari kehidupan umat manusia. Di sini saya merasa mendesak untuk menyatakan bahwa. 89 Relatio Finalis 2015. 57. 62 .90 __________ 86 Cf. bersama dengan tanggung jawab mereka untuk menciptakan kehidupan.91 Dengan rasa syukur yang khusus dari Gereja "mendukung keluarga yang menerima. hubungan suami-istri yang harmonis dan sadar. 8: AAS 80 (1988). yang merupakan akhir pada dirinya dan yang tidak pernah dapat dianggap sebagai "milik" manusia. 88 Kongregasi untuk Ajaran Iman.terbukti sudah direncanakan oleh individu atau pasangan".. 97. 11-12: AAS 60 (1968).. jika keluarga adalah tempat yang kudus bagi kehidupan. Instruksi Donum Vitae (22 Februari 1987). mengangkat dan melindungi dengan kasih sayang anak-anak yang cacat"92. bahwa tidak ada hak pada tubuhnya sendiri yang dapat membenarkan keputusan untuk mengakhiri kehidupannya. tempat kehidupan dikandung dan dirawat. Pilihan adopsi atau orangtua asuh juga dapat mengungkapkan keberhasilan yang merupakan karakteristik dari kehidupan pernikahan". 83. itu adalah kontradiksi yang menghebohkan ketika menjadi tempat kehidupan ditolak dan dihancurkan. Ajaran Gereja dimaksudkan untuk "membantu pasangan agar mengalami selengkapnya.

tanpa tindakan medis yang berlebihan dan euthanasia (mati atas permintaan sendiri)".Keluarga melindungi kehidupan manusia dalam semua tahapan.93 84. Dengan demikian maka. 92 Ibid. Gereja tidak hanya memandang penting untuk menegaskan hak orang mati secara alami. Demikian pula. mendukung orangtua dalam perannya yang tidak dapat diubah. Para Bapa Sinode juga ingin menekankan bahwa "salah satu tantangan mendasar yang dihadapi keluarga saat ini tidak diragukan lagi adalah membesarkan anak. 58.95 Pada saat yang sama saya merasa penting untuk mengulangi bahwa pendidikan secara keseluruhan bagi anak-anak adalah "tugas yang paling serius" dan pada saat yang sama merupakan "hak utama" dari orangtua.96 Ini bukan hanya tugas atau beban. ___________ 91 Ibid. termasuk yang terakhir. dimulai dari inisiasi kristiani dengan menyambut komunitas keluarga". membuat semua tantangan itu menjadi lebih sulit dan kompleks dengan realitas budaya saat ini dan pengaruh kuat media bagi anak-anak". Negara menawarkan program pendidikan anak dengan cara subsider.yang mereka inginkan diberikan kepada 63 . "orang-orang yang bekerja di bidang kesehatan agar diingatkan kewajiban moral keberatan hati nurani mereka. 57. tetapi juga" tegas menolak hukuman mati ".94 "Gereja mengasumsikan peran berharga dalam mendukung keluarga.. tapi hak penting yang tidak dapat dicabut bahwa orangtua dipanggil untuk membela dan darinya tidak seorang pun dapat merebut atau menjauhkan mereka dari orangtua. orangtua sendiri menikmati hak untuk memilih secara bebas jenis pendidikan – hak akses dan hak mutu yang baik ..

mereka menerima panggilan pemberian Allah. 61 96 Kitab Hukum Kanonik. pada tingkat tertentu.100 Keluarga dan Gereja 86. Gereja harus selalu melakukan hal ini dengan membantu mereka untuk menghargai peran yang tepat dan menyadari bahwa dengan menerima mereka dalam sakramen perkawinan mereka menjadi pelayan pendidikan anak-anak mereka.. dengan otorisasi orangtua". Gereja dipanggil untuk bekerja sama dengan orang tua melalui tindakan pastoral yang cocok. Sekolah tidak __________ 93 Relatio Finalis 2015.97 Namun. menggantikan peran orang tua. 64. 1136. Dalam mendidik anak-anak.anak-anak mereka sesuai dengan keyakinan orang tua. membantu dalam pemenuhan misi pendidikan mereka. c. antara keluarga dan sekolah. lih Kitab Hukum Kanonik Gereja-gereja Timur. "suatu jarak mungkin terjadi antara keluarga dan masyarakat. Gereja memperhatikan keluarga yang tetap setia dengan ajaran Injil. 94 Relatio Synodi 2014. tetapi melengkapinya. orangtua membangun Gereja. "Dengan sukacita batin dan kenyamanan mendalam. 60. dengan persetujuan mereka dan. janji pendidikan saat ini telah dirusak sehingga terjadi krisis hubungan kesatuan pendidikan antara masyarakat dan keluarga"98 85. 627. 95 Ibid. Ini adalah prinsip dasar: "semua pihak lain dalam proses pendidikan hanya mampu melaksanakan tanggung jawab mereka atas nama orangtua.99 dan dengan demikian. mendorong __________ 64 .

11). terus-menerus diperkaya oleh kehidupan semua gereja rumah tangga. murah hati . tentang keindahan pernikahan sebagai yang tak terpisahkan dan setia terus-menerus.pengampunan. keluarga dan berterima kasih kepada mereka karena kesaksian yang mereka berikan. "Kebenaran sakramen perkawinan bahwa setiap keluarga pada dasarnya menjadi milik Gereja. 129. Dalam keluarga 'yang bisa disebut sebagai sebuah gereja rumah tangga (Lumen Gentium.bahkan sekali lagi . Apostolik Familiaris Consortio (28 November 1981) 38: AAS 74 (1982). 8. merefleksikan interaksi antara keluarga dan Gereja membuktikan bahwa keluarga adalah hadiah yang berharga bagi Gereja di zaman kita. 67 99 Yohanes Paulus II. Karena mereka bersaksi. dengan cara yang dapat dipercaya. 98 Katekese (20 Mei 2015): L'Osservatore Romano.101 87.97 Dewan Kepausan untuk Keluarga. 15-16 Juni 2015. "Di sini kita belajar daya tahan dan sukacita kerja. 8. Pengamanan pemberian Tuhan dalam sakramen perkawinan adalah kepedulian tidak hanya pada individu keluarga tetapi pada seluruh komunitas Kristiani"102 65 . Gereja itu hadiah bagi keluarga. Kebenaran dan Makna Seksualitas Manusia (8 Desember 1995). Dari sudut pandang ini. 21 Mei 2015. 1657) ". dan di atas semuanya itu adalah penyembahan ilahi dalam doa dan pengorbanan hidup seseorang '(Katekismus Gereja Katolik. 100 bdk. yang mencerminkan melalui anugerah yaitu misteri Tritunggal Maha Kudus. 23. p . setiap orang masuk dalam pengalaman gereja yaitu persekutuan antar pribadi. Sambutan kepada Konferensi Keuskupan Roma (14 Juni 2015): L'Osservatore Romano. cinta persaudaraan. Gereja adalah keluarga dari banyak keluarga. dan keluarga menjadi hadiah bagi Gereja. p.

Indahnya kebersamaan ini. 88. harapan dan kekhawatiran. dan mereka belajar menjaga satu sama lain serta saling memaafkan.dari balita terhadap yang lebih tua - hanya merupakan buah-buah dalam keluarga yang menjadi jawaban terhadap panggilan keluarga yang unik dan tak tergantikan". __________ 103 Ibid. Dalam cinta ini. pengalaman. Melalui kesatuan cinta mereka. mereka merayakan saat-saat bahagia untuk saling mendukung dalam mengatasi kesulitan hidup bersama-sama . 52. Apa yang telah dikatakan sejauh ini akan menjadi tidak memadai menggambarkan Injil 66 . 49-50. Pengalaman cinta dalam keluarga-keluarga adalah sumber kekuatan abadi bagi kehidupan Gereja. untuk berbagi rencana. 71 BAB EMPAT CINTA DALAM PERKAWINAN 89. sukacita yang berasal dari lahirnya kehidupan dan kasih sayang dari semua anggota keluarga .. 102 Relatio Finalis 2015.__________ 101 Relatio Synodi 2014. 23..103 baik bagi Gereja maupun bagi masyarakat secara keseluruhan. hadiah yang tidak terduga. pasangan memperoleh pengalaman indah menjadi ayah dan ibu.. "Keutuhan perkawinan adalah panggilan tetap untuk membuat cinta itu bertumbuh dan semakin mendalam.

"sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung. penguatan dan pendalaman dari kasih suami-istri dan keluarga. 218. seandainya kita tidak juga membicarakan kasih. ia tidak cemburu. Dalam bacaan yang indah dari Santo Paulus. kita melihat beberapa sifat dari kasih sejati: __________ 104 Catechism of the Catholic Church.105 KASIH KITA SEHARI-HARI 90. Sebab kita tidak dapat mendorong suatu jalan kesetiaan dan pemberian diri timbal-balik tanpa mendorong pertumbuhan. BENEDICT XVI. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia menutupi segala sesuatu. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Encyclical Letter Deus Caritas Est (25 December 2005). 1641. "Kasih itu sabar. Sesungguhnya. rahmat sakramen perkawinan terlebih dahulu bertujuan untuk "menyempurnakan cinta 104 pasutri" Di sini pun kita dapat berkata. 67 . Namun demikian. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan. sudah umum digunakan dan sering disalahgunakan. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. tetapi karena kebenaran.tentang perkawinan dan keluarga. 105 Cf. tetapi jika aku tidak mempunyai kasih. aku sama sekali tidak berguna" (1 Kor 13:2-3). kasih itu murah hati. 2: AAS 98 (2006). kata "kasih".

yang dinyatakan dalam kerahiman-Nya kepada para pendosa. adalah tanda dari kuasa Allah yang sejati. 11:23. Kasih itu sabar 91. sabar menanggung segala sesuatu" (1Kor 13:4-7). Teks Santo Paulus menggunakan kata ini perlu dibaca dalam terang Kitab Kebijaksanaan (bdk. Kasih dialami dan dipelihara dalam keseharian para pasangan dan anak-anak mereka. mengharapkan segala sesuatu. yang dinyatakan dalam tindakan belas kasih-Nya. sebab kita menemukan frase ini dinyatakan pada akhir ayat ke tujuh. Kita menemukan kualitas ini dalam Allah Perjanjian. Ada baiknya kita merenungkan lebih dalam makna dari teks Paulus ini dan relevansinya bagi situasi konkrit setiap keluarga. Kata pertama yang digunakan ialah makrothyméi. 92. Ini bukan sekedar berarti "sabar menanggung segala sesuatu". namun tegas atas kuasa-Nya. "Kesabaran" Allah. dengan memberi kesempatan untuk bertobat. Bil 14:18). Ini menunjukkan akan kualitas seseorang yang tidak bertindak impulsif dan menghindari suatu serangan. Sabar bukan berarti menjadikan diri kita teraniaya terus-menerus. 15-18). yang memanggil kita untuk meneladani sifat-Nya juga di dalam kehidupan berkeluarga. yang memuliakan Allah yang menahan diri. 12:2. Maknanya dijelaskan lewat terjemahan Yunani Perjanjian Lama.percaya segala sesuatu. mengijinkan agresi fisik atau mengijinkan orang lain 68 . di mana kita membaca bahwa Allah itu "panjang sabar" (Kel 34:6.

Terkecuali jika kita menumbuhkan kesabaran. ia menjadi suatu pujian. yang menunjukkan kebaikannya lewat perbuatannya. Tidak peduli apakah mereka menghambat saya.memanfaatkan kita. demikian pula segala kejahatan" (Ef 4:31). Bila demikian ini segala sesuatu akan membuat kita tidak sabar. Kata itu hanya digunakan di sini dalam keseluruhan Kitab Suci. Ia berasal dari kata chrestós: seorang yang baik. Kita akhirnya tidak sanggup untuk hidup bersama. meskipun ia berperilaku tidak sesuai dengan keinginan saya. atau ketika kita menempatkan diri kita sebagai pusat dan berharap semua berjalan sesuai dengan cara kita. bersikap antisosial. Di sini. Kata berikutnya yang digunakan Paulus ialah chrestéuetai. Kita menemui masalah jika berpikir bahwa relasi atau orang-orang harus sempurna. sebagaimana adanya mereka. Oleh sebab itu Sabda Allah mengingatkan kita: "Segala kepahitan. kita akan selalu menemukan alasan untuk marah. tidak dapat mengontrol impuls kita. atau mengganggu saya dengan cara tindakan atau berpikirnya. kegeraman. dan keluarga kita akan menjadi medan pertempuran. melemahkan rencana saya. atau mereka tidak seperti yang saya inginkan. kemarahan. membuat kita bereaksi secara agresif. pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu. Paulus ingin memperjelas bahwa "kesabaran" bukanlah suatu sikap pasif 69 . dalam kesejajaran ketat dengan kata kerja sebelumnya. Kesabaran mengakar ketika saya mengakui bahwa orang lain juga memiliki hak hidup di dunia ini. Kasih selalu memiliki sifat belas kasih mendalam yang dapat menerima orang lain sebagai bagian dari dunia ini. Kasih ada dalam melayani sesama 93.

jelas Paulus ingin menekankan bahwa kasih lebih dari sekedar perasaan. Iri hati adalah suatu bentuk kesedihan yang diprovokasi lewat kemakmuran orang lain. oleh interaksi dinamis dan kreatif dengan yang lain. yaitu "melakukan perbuatan baik". Seperti yang dikatakan Santo Ignatius Loyola. Kata ini menunjukkan bahwa kasih itu menguntungkan dan menolong orang lain. Oleh sebab itu diterjemahkan sebagai "murah hati". Sepanjang teks tersebut.menjadi cemburu atau iri hati. keagungan dan kemegahan memberikan diri kita dengan murah hati. cemburu membuat kita terkungkung pada diri sendiri. kasih itu senantiasa siap menjadi penolong. Melainkan. namun sikap yang disertai kegiatan. Kasih tidak cemburu 95. 17:5). mestinya dipahami sesuai dengan kata kerja Ibrani "mengasihi". "Kasih ditunjukkan terlebih lewat perbuatan daripada lewat perkataan". Santo Paulus selanjutnya menolak hal yang berlawanan dengan kasih. murni demi kesenangan memberi dan melayani. tanpa meminta balasan.total. Ia tidak 70 .106 Oleh karenanya ia menunjukkan keberbuahannya dan mengijinkan kita mengalami kebahagiaan memberi. Kasih sejati menghargai prestasi orang lain. Ini berarti kasih tidak memberi ruang pada rasa cemburu atas keberuntungan orang lain (bdk. Contemplation to Attain Love (230). Kis 7:9. ini menunjukkan bahwa kita tidak peduli pada kebahagiaan orang lain namun hanya pada kesejahteraan kita saja. 94. sikap yang diekspresikan dalam kata kerja zelói . Sementara kasih mengangkat kita melampaui diri kita. __________ 106 Spiritual Exercises.

berlebihan dan agak ambisius. Kasih tidak memegahkan diri 97. atau lembunya atau keledainya. Maka ia akan berusaha mencari jalan kebahagiaannya sendiri. yang memberikan semua bagi kita "untuk dinikmati" (1Tim 6:17). Dengan kata lain. atau apapun yang dipunyai sesamamu. 96. tetapi hasrat untuk kesetaraan. Saya mengasihi orang ini. perpereúetai.melihat mereka sebagai musuh. Ia mengenali bahwa setiap orang memiliki karunia berbeda dan jalur hidup yang unik. Kasih mengilhami penghargaan sejati pada setiap manusia dan pengakuan atas hak mereka untuk bahagia. kasih berarti memenuhi dua perintah terakhir dari Sepuluh Perintah Allah: "Jangan mengingini rumah sesamamu. Ini bukan kecemburuan. saya merasakan kebahagiaan dan damai yang mendalam. mereka tidak butuh menjadi pusat perhatian. sambil membiarkan orang lain menemukan jalannya juga. ingin kelihatan lebih unggul. Kata yang datang 71 . atau hambanya laki-laki. Orang yang mengasihi bukan hanya menahan diri untuk berbicara banyak mengenai diri sendiri. Kasih yang mendalam seperti ini juga membawa saya untuk menolak ketidakadilan di mana sejumlah orang memiliki terlalu banyak dan yang lainnya terlalu sedikit. Ia menggerakkan saya untuk menemukan cara membantu masyarakat terlantar menemukan sedikit sukacita. melainkan berfokus pada orang lain. dan saya melihatnya dengan mata Tuhan. Ia membebaskan kita dari rasa asam kecemburuan. atau hambanya perempuan. memiliki arti kesombongan. jangan mengingini isterinya. Karenanya. Kata berikut." (Kel 20:17).

mereka ingin menjadi tuan atas orang lain. Penting bagi umat Kristiani untuk menunjukkan kasih mereka lewat cara mereka memperlakukan anggota keluarganya yang kurang pengetahuan imannya. Paulus menggunakan kata kerja ini dalam peristiwa lain ketika dia berkata bahwa "pengetahuan menjadikan sombong". ditandai dengan kerendahan hati. Di tempat lainnya kata ini digunakan untuk mengkritik orang yang "menggembung" karena merasa diri mereka penting (bdk. mengampuni dan melayani yang lain dari hati.physioútai – juga serupa. 1Kor 4:18) namun sesungguhnya hanya penuh dengan perkataan kosong daripada dengan "kuasa" yang sesungguhnya dari Roh Kudus (bdk. jika kita hendak memahami. Orang demikian berpikir bahwa. Sejumlah orang berpikir bahwa mereka penting sebab mereka lebih berpengetahuan daripada yang lain. Kasih. dan merangkul yang lemah. di sisi lain. menunjukkan kepedulian. sedangkan "kasih membangun" (1Kor 8:1). Ia juga menunjukkan pada sesuatu yang lebih tersamar: obsesi untuk menyombongkan diri dan kehilangan rasa realitas. Yesus memberitahukan para murid 72 . 98. karena mereka lebih "spiritual" atau "bijak". Kadang yang sebaliknya terjadi: yang mestinya beriman dewasa dalam keluarga menjadi begitu angkuhnya. 1Kor 4:19). kesombongan kita mesti disembuhkan dan kerendahan hati kita mesti ditingkatkan.berikutnya . lemah atau kurang yakin dengan pertobatannya. menunjukkan bahwa kasih itu tidaklah sombong. kita tidak menjadi "besar kepala" di hadapan orang lain. Secara harfiah. mereka menjadi lebih penting daripada kondisi mereka yang sesungguhnya. Namun yang sesungguhnya membuat kita penting adalah kasih yang memahami.

bahwa di dalam dunia di mana kekuasaan merajalela. Keramah-tamahan "adalah sekolah kepekaan dan tidak memihak" yang membutuhkan seseorang "membangun pikiran dan perasaannya. dan pada saat-saat tertentu. Logika kasih Kristiani bukanlah mengenai kepentingan dan kekuasaan. dan ini diungkapkan dengan kata berikutnya. logika dominasi dan kompetisi tentang siapa yang paling pintar dan berkuasa menghancurkan kasih. kata-kata dan gerak-geriknya menyenangkan dan tidak melukai atau kaku.108 Setiap hari. tetapi mengasihani orang yang rendah hati. berbicara. Kata itu menunjukkan bahwa kasih tidak kasar atau tidak sopan. bersikap diam". sebab: 'Allah menentang orang yang congkak. Kasih menolak membuat orang lain menderita. Tindakan. Peringatan Santo Petrus berlaku juga untuk keluarga: "Dan kamu semua. meskipun ketika orang 73 . Sebagai persyaratan yang paling mendasarkan dari kasih. Mengasihi adalah juga menjadi lemah lembut dan penuh perhatian. ia tidak kejam. "barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu. aschemonéi. namun "tidaklah demikian di antara kamu" (Mat 20:26). melainkan. hendaklah ia menjadi hambamu" (Mat 20:27). "manakala memasuki kehidupan orang lain. belajar mendengarkan. masing-masing pihak berusaha mendominasi pihak lain. "setiap manusia terikat untuk hidup selaras dengan orang-orang di sekitarnya". Dalam kehidupan keluarga.107 Ini bukan sesuatu yang orang Kristiani bisa terima atau tolak. rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain.'" (1Ptr 5:5) Kasih tidak melakukan yang tidak sopan 99.

art. semakin terpanggil untuk menghormati kemerdekaan orang lain dan kemampuan menunggu sampai orang lain membuka pintu hatinya". La llama doble. menguatkan. 108 THOMAS AQUINAS. menghibur. Cara pandang yang baik membantu kita melihat melampaui keterbatasan kita. Orang yang antisosial berpikir bahwa orang lain ada demi kepuasan kebutuhan mereka. q. Ini tidak selaras dengan sikap negatif yang siap menunjuk pada kekurangan orang lain sambil mengabaikan kekurangan pada diri sendiri. semakin makin dalam kasih itu. tidak ada ruang untuk kelembutan kasih dan pengungkapannya. 109 Catechesis (13 May 2005): L’Osservatore Romano. Barcelona. 14 May 2015. Untuk terbuka pada perjumpaan yang sejati dengan orang lain. dan menyemangati. mengesampingkan perbedaan yang ada. menciptakan jejaring baru integrasi dan menyulam tenunan sosial yang kuat. 74 . “cara pandang yang baik” __________ 107 OCTAVIO PAZ. 35. menjadi sabar dan bekerjasama dengan orang lain. Summa Theologiae II-II. Sesungguhnya. akhirnya kita akan mencari kenyamanan diri sendiri dan hidup bersama orang lain menjadi tidak mungkin.109 100. p. Orang yang mengasihi mampu untuk mengucapkan kata-kata nyaman. ikatan bertumbuh lebih kuat. Akibatnya. 114.tersebut telah memiliki hubungan dengan kehidupan kita. menumbuhkan relasi.8 adalah penting. Kebaikan penuh cinta membangun ikatan. 1993. dibutuhkan kepekaan dan pengekangan diri yang dapat memperbarui kepercayaan dan rasa hormat. Dengan cara ini. ad 1. 2. sebab tanpa rasa memiliki kita tidak dapat mempertahankan komitmen pada yang lain.

Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa melayani orang lain dengan murah hati jauh lebih mulia daripada mengasihi diri sendiri. Mengasihi diri sendiri hanya penting sebagai syarat psikologis agar mampu mengasihi orang lain: "Seseorang yang keras terhadap dirinya sendiri. membuat sedih. "para ibu.111 Karenanya. Hymne Paulus akan kasih menyatakan bahwa kasih "tidak mencari keuntungan diri sendiri". hai anak-Ku" (Mat 9:2). Kita berulangkali mengatakan bahwa untuk mengasihi orang lain kita harus pertama-tama mengasihi diri kita sendiri. terhadap siapakah ia baik hati? Tidak ada seorangpun yang lebih buruk daripada yang iri kepada dirinya" (Sir 14:5-6). Bagaimanapun. marah atau menghina. kita mesti belajar untuk meneladani kelemah-lembutan Yesus dalam cara berbicara kita satu sama lain.Inilah perkataan yang diucapkan Yesus sendiri: "Percayalah. Kasih itu murah hati 101. berupaya untuk mengasihi lebih daripada dikasihi". tetapi kepentingan orang lain juga" (Fil 2:4). besar imanmu" (Mat 15:28). Semua ini bukanlah kata-kata yang merendahkan. "Jangan takut" (Mat 14:27). Santo Thomas Aquinas menjelaskan bahwa "lebih pantas bagi amal kasih. hasrat untuk mengasihi daripada hasrat untuk dikasihi". kasih dapat 75 . 102.110 sesungguhnya. juga tidak "mencari keinginannya sendiri". orang-orang yang paling mengasihi. Ide yang sama ini diungkapkan dalam teks lainnya: "Janganlah tiap- tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri. "Bangunlah" (Mrk 5:41). "Hai ibu. "Pergilah dengan selamat" (Luk 7:50). Dalam keluarga.

melampaui dan melebihi tuntutan keadilan,
"dengan tidak mengharapkan balasan" (Luk
6:35), dan kasih yang terbesar dapat menyebabkan
"seseorang memberikan nyawanya" bagi orang lain
(bdk. Yoh 15:13). Dapatkah kemurahan hati
demikian, yang memampukan kita memberi secara
bebas dan penuh, benar-benar dapat terjadi? Ya,
karena hal itu dituntut oleh Injil: "Kamu telah
memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu
berikanlah pula dengan cuma-cuma" (Mat 10:8)
__________
110 THOMAS AQUINAS, Summa Theologiae, II-II, q. 27, art.
1, ad 2.
111 Ibid., q. 27, art. 1.
Kasih tidak pemarah dan tidak menyimpan
kesalahan orang lain

103. Bila dalam kata pertama dari Hymne Paulus
berbicara akan perlunya kesabaran yang tidak
segera bereaksi kasar terhadap kelemahan dan
kesalahan orang lain, kata yang digunakan
kemudian - paroxýnetai - lebih terkait pada
kemarahan di dalam atas ketidakadilan yang
ditimbulkan oleh suatu hal dari luar. Ia merujuk
pada reaksi keras di dalam, gangguan tersembunyi
yang membuat kita gelisah manakala melibatkan
orang lain, seakan-akan mereka adalah pembuat
masalah atau ancaman sehingga perlu dihindari.
Memelihara sikap permusuhan seperti itu tidak
menolong siapapun. Ia hanya akan mengakibatkan
rasa sakit dan keterasingan. Rasa marah di dalam
hati hanya baik ketika ia membuat kita bereaksi
atas ketidakadilan yang luar biasa; ketika hal
itu mempengaruhi sikap kita terhadap sesama,
ia menjadi berbahaya.

104. Injil memberitahukan kita untuk melihat pada
balok di dalam mata kita (bdk. Mat 7:5). Orang

76

Kristiani tidak dapat mengabaikan peringatan
terus-menerus dari Sabda Allah untuk tidak
memelihara kemarahan: "Janganlah kamu kalah
terhadap kejahatan" (Rom 12:21). "Janganlah kita
jemu-jemu berbuat baik" (Gal 6:9). Adalah hal
yang berbeda antara merasakan dorongan seketika
untuk marah dibandingkan dengan larut dalam
kemarahan, membiarkannya berakar dalam hati
kita: "Apabila kamu menjadi marah, janganlah
kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam,
sebelum padam amarahmu" (Ef 4:26). Saran saya
jangan membiarkan hari berakhir tanpa berdamai
dalam keluarga. "Dan bagaimana saya berdamai?
Dengan berlutut? Tidak. Cukup dengan tindakan
kecil, sesuatu yang sederhana, maka keharmonisan
di dalam keluarga anda akan dipulihkan. Hanya
dengan sedikit belaian, tidak perlu kata-kata.
Namun jangan biarkan hari berlalu tanpa
menciptakan damai di dalam keluarga anda".112
Reaksi pertama kita ketika kita kesal seharusnya
memberkati dengan tulus, meminta Allah untuk
memberkati, membebaskan dan menyembuhkan
orang itu. "Tetapi sebaliknya, hendaklah kamu
memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil,
yaitu untuk memperoleh berkat" (1Ptr 3:9). Jika
kita harus memerangi kejahatan, lakukanlah; tetapi
kita harus mengatakan "tidak" terhadap kekerasan
dalam rumahtangga.

Kasih Mengampuni

105. Sekali kita mengijinkan keinginan buruk
berakar di dalam hati kita, ia akan membawa ke
pada kepahitan mendalam. Ungkapan “ou
logízetai to kakón berarti kasih “tidak tunduk pada
kejahatan”; “ia tidak menyimpan kepahitan”.
Lawan dari kepahitan adalah pengampunan,

77

yang berakar pada sikap positif yang mencari
pemahaman kelemahan orang lain dan
memaafkan mereka. Sebagaimana Yesus katakan,
Bapa, ampunilah mereka; karena mereka tidak tahu
apa yang mereka lakukan” (Luk 23:3 4). Namun
demikian kita tetap saja mencari lebih banyak
kesalahan lagi, membayangkan kejahatan yang
lebih besar, beranggapan ada aneka macam niat
buruk, dan dengan demikian kepahitan bertumbuh
dan menjadi semakin mendalam. Jadi, setiap
kesalahan atau kekhilafan dari pihak pasangan
dapat melukai ikatan kasih dan stabilitas keluarga.
Ada yang salah bila kita melihat setiap persoalan
itu sama seriusnya; dalam hal ini, kita beresiko
menjadi kasar berlebihan terhadap kegagalan orang
lain. Keinginan wajar untuk melihat hak-hak kita
dihormati berubah menjadi suatu kehausan
membalas dendam dan bukan suatu pembelaan
martabat yang beralasan.

106. Ketika kita diserang atau dikecewakan,
pengampunan itu adalah mungkin dan diinginkan,
namun tidak ada yang dapat berkata bahwa hal itu
mudah. Yang benar adalah bahwa “komuni
keluarga hanya dapat dipertahankan dan
disempurnakan melalui semangat pengorbanan
yang besar. Ia pada kenyataannya membutuhkan
suatu keterbukaan yang tersedia dan melimpah dari
masing-masing dan dari semua pihak, untuk
memahami, menanggung, memafkan, dan
memulihkan kembali hubungan. Tidak ada
keluarga yang tidak mengenal bagaimana egoisme,
pertengkaran, ketegangan dan konflik dengan
ganas menyerang dan terkadang membuat luka
parah komuninya sendiri: karenanya muncullah
banyak dan beraneka bentuk perceraian di dalam
kehidupan keluarga”.113

78

107. Sekarang kita mengenali bahwa kemampuan
memafkan orang lain melibatkan pembebasan
pengalaman memahami dan memaafkan diri kita
sendiri. Seringkali kesalahan-kesalahan kita, atau
kritik yang kita terima dari orang-orang yang kita
kasihi, dapat mengakibatkan hilangnya citra diri.
Kita menjadi jauh dari orang lain, menghindari
afeksi dan lalu menjadi takut dalam hubungan
_________
113 JOHN PAUL II, Apostolic Exhortation Familiaris
Consortio (22 November 1981), 21: AAS 74 (1982), 106.
interpersonal. Menyalahkan orang lain menjadi
cara memulihkan kepercayaan diri yang salah. Kita
perlu belajar untuk mendoakan masa lalu kita,
menerima diri kita sendiri, belajar bagaimana
hidup dengan keterbatasan kita, dan bahkan
memafkan diri kita sendiri, supaya kita dapat
memiliki sikap yang sama terhadap orang lain.

108. Semua ini dengan asumsi bahwa kita sendiri
telah memiliki pengalaman diampuni oleh Allah,
dibenarkan oleh kasih karuniaNya dan bukan oleh
perbuatan baik kita sendiri. Kita telah mengenal
suatu kasih yang mendahului segala upaya kita
sendiri, suatu kasih yang terus menerus membuka
pintu-pintu, memperkenalkan dan mendorong. Bila
kita menerima bahwa kasih Allah itu tidak
bersyarat, bahwa kasih Bapa tidak dapat dibeli atau
dijual, maka kita akan menjadi mampu
menunjukkan kasih tak terbatas dan mengampuni
orang lain bahkan bila mereka memperlakukan kita
dengan buruk. Bila tidak demikian, kehidupan
keluarga kita tidak lagi menjadi tempat bagi
pemahaman, dukungan dan dorongan, namun
menjadi suatu tempat ketegangan dan saling
mengkritik.

79

Kasih bersukacita bersama orang lain

109. Ungkapan chaírei epì te adikía berhubungan
dengan suatu sikap negatif yang bersembunyi jauh
di dalam hati manusia. Ia merupakan suatu sikap
toksik dari orang-orang yang senang melihat
ketidakadilan terjadi atas diri orang lain. Ungkapan
berikut ini menyatakan kebalikannya: sygchaírei te
aletheía: “ia bersukacita di dalam kebenaran”.
Dengan kata lain, kita bersukacita atas kebaikan
orang lain ketika kita melihat martabat mereka dan
menghargai kemampuan dan perbuatan baik
mereka. Hal ini mustahil bagi mereka yang harus
selalu membandingkan dan bersaing, bahkan
dengan pasangannya sendiri, sehingga mereka
secara tersembunyi merasa senang atas kegagalan
pasangannya.

110. Ketika seorang yang mengasihi dapat berbuat
baik bagi orang lain, atau melihat orang lain
berbahagia, mereka sendiri hidup dengan bahagia
dan dengan cara ini memuliakan Allah, karena
“Allah mengasihi orang-orang yang memberi
dengan sukacita” (2 Kor 9:7). Tuhan kita secara
khusus menghargai mereka yang mendapatkan
sukacita di dalam kebahagiaan orang lain. Bila kita
gagal mempelajari bagaimana bergembira di dalam
kesejahteraan orang lain, dan terutama hanya fokus
pada kebutuhan kita sendiri, kita mengutuki diri
kita sendiri dengan keadaan tanpa sukacita, karena,
seperti yang dikatakan Yesus, “lebih baik memberi
daripada menerima” (Kisah 20:35). Keluarga
harus selalu menjadi tempat di mana, ketika terjadi
sesuatu yang baik terjadi kepada salah satu anggota
keluarga, mereka mengetahui bahwa anggota
keluarga lain aka nada di sana untuk merayakannya
bersama mereka.

80

Sabda Allah mengatakan kepada kita: “Saudara- saudaraku. ia ada kaitan dengan penggunaan lidah. percaya segala sesuatu. Berkehendak untuk bicara buruk tentang orang lain merupakan suatu cara membuat diri kita diterima. Ia mencakup membatasi sikap menghakimi. Daftar Paulus berakhir dengan empat frase yang mengandung kata “segala sesuatu”. Kita sering lupa bahwa fitnah dapat cukup berdosa. Kata kerja ini dapat berarti “mempertahankan kedamaian seseorang” akan sesuatu hal yang mungkin menjadi tidak beres terhadap seorang lain. Walaupun ia berlawanan sifatnya dengan cara normal kita menggunakan lidah kita. Pertama. berharap akan segala sesuatu. dan menanggung segala sesuatu. Paulus mengatakan bahwa kasih “menanggung segala sesuatu” (panta stégei). Hal ini lebih dari sekedar bertahan menghadapi kejahatan. menahan dorongan untuk mengeluarkan suatu perkataan yang tegas dan kasar: “Jangan kamu menghakimi. ia merupakan serangan berat terhadap Allah manakala ia dengan serius mencederai nama baik orang lain dan menyebabkan kerusakan yang sulit diperbaiki. Kasih menanggung segala sesuatu. janganlah kamu saling memfitnah” (Yak 4:11). 112.Kasih menanggung segala sesuatu 111. mengungkapkan kepahitan dan rasa iri kita tanpa mempedulikan bahaya yang bisa kita timbulkan. Karena itu Sabda Allah dengan tegas menyatakan bahwa lidah “adalah suatu dunia kejahatan” yang 81 . Di sini kita melihat dengan jelas kekuatan kasih yang kontra-budaya yang mampu menghadapi hal apapun yang mungkin datang mengancam. maka kamupun tidak akan dihakimi” (Luk 6:37).

Sementara lidah dapat digunakan untuk “mengutuk manusia yang diciptakan menurut rupa Allah” (3:9). ia melihat kelemahan dan kesalahan itu dalam konteks yang lebih luas. kasih bersukacita atas nama baik orang lain. Kasih itu tidak harus sempurna untuk dapat kita hargai. Pasangan menikah yang disatukan oleh cinta akan bicara dengan baik satu sama lainnya. 113. Orang lain tadi mengasihi saya sebaik yang mereka bisa lakukan. yang tak terkuasai dan penuh racun yang mematikan” (3:8). Ia adalah sejati. namun kenyataan bahwa kasih itu tidak sempurna tidak berarti kasih itu tidak benar atau tidak sejati. karena ia tidak dapat berperan sebagai Allah dan tidak juga harus melayani semua kebutuhan saya.“menodai seluruh tubuh” (Yak 3:6). Bila saya berharap terlalu banyak. Ia 82 . mereka berdiam diri dan bukan bicara buruk tentang mereka. ia adalah “sesuatu yang buas. bukan kelemahan dan kesalahan mereka. orang lain ini akan memberitahu saya. Jauh dari ingenuously claiming tidak melihat masalah dan kelemahan orang lain. mereka mencoba menunjukkan sisi baik pasangan mereka. bahkan musuhnya. Kita perlu menyadari bahwa kita semua merupakan campuran dari cahaya dan bayang-bayang yang kompleks. Dalam upaya menegakkan hukum Allah kita jangan pernah melupakan persyaratan khusus akan kasih ini. Hal ini bukan semata-mata suatu cara berakting di depan satu sama lain. dengan segala keterbatasan mereka. walaupun ia terbatas dan bersifat duniawi. Orang lain itu jauh lebih banyak daripada penjumlahan hal-hal kecil yang mengganggu saya. Kasih hadir bersama dengan ketidaksempurnaan. ia muncul dari sikap dari dalam. Di suatu kesempatan. Ia mengenali bahwa kegagalan ini merupakan bagian dari suatu gambar yang lebih besar.

Orang-orang yang mengetahui bahwa pasangannya selalu curiga. 115. mengikuti setiap lengkah mereka. Kepercayaan sedemikian mengenali cahaya Allah yang bersinar melampaui kegelapan. Pada waktu bersamaan. yang melahirkan kemandirian. Kasih percaya segala sesuatu. Kasih itu percaya. Kasih percaya segala sesuatu 114. menghakimi dan tidak memiliki 83 . seperti suatu bara yang menyala di bawah tumpukan abu. kebebasan ini menghasilkan ketulusan dan transparansi. kalau tidak maka mereka akan lepas dari genggaman kita. kepada orang-orang yang mengetahui bahwa mereka dipercaya dan dihargai. Di sini “percaya” jangan dimaknai dalam arti teologis sempit. ia membebaskan. dapat terbuka dan tidak menyembunyikan apapun. Kebebasan ini. ia tidak mencoba untuk mengontrol.“menanggung segala sesuatu” dan dapat mempertahankan kedamaiannya di hadapan berbagai keterbatasan orang yang dikasihinya. hanya dapat memperkaya dan memperluas relasi kita. Pemahaman ini melampaui sekedar anggapan bahwa pihak lain tidak berbohong atau menipu. Kepercayaan ini memampukan suatu hubungan menjadi bebas. memiliki dan mendominasi segala sesuatu. namun lebih sebagai “mempercayakan”. Para pasangan ini selanjutnya berbagi satu sama lain sukacita dari segala yang telah mereka terima dan pelajari di luar lingkaran keluarga. suatu keterbukaan terhadap dunia di sekeliling kita dan terhadap pengalaman- pengalaman baru. Hal itu berarti kita tidak harus mengontrol pihak lain. Panta pisteúei.

karena ia merangkul kepastian hidup sesudah mati. Kasih tidak putus berharap akan masa depan. dan kebohongan. terpanggil kepada kepenuhan hidup di Surga. Ia juga mencakup kesadaran bahwa. frase ini berbicara tentang harapan seorang yang mengetahui bahwa orang lain dapat berubah. Di sana. Allah kemungkinan besar akan meluruskan garis yang bengkok dan menghasilkan sesuatu yang baik dari hal jahat yang kita alami di dunia ini. setiap kelemahan. kegelapan dan kelemahan akan berlalu. keluarga yang ditandai dengan kepercayaan penuh kasih. menjadi dewasa dan memancarkan keindahan yang tidak terbayangkan dan potensi yang tidak pernah disebut. Setiap orang. di tengah-tangah aneka kesulitan hidup saat ini. Hal ini bukan berarti bahwa segala sesuatu akan berubah dalam hidup ini. walaupun berbagai hal tidak selalu terjadi seperti yang kita harapkan. Panta elpízei. untuk melihat tiap orang dari 84 . akan menolong anggota keluarganya menjadi diri mereka sendiri dan secara spontan menolak penipuan. Di sini harapan mencapai kepenuhan tertingginya. 117. diubahkan sepenuhnya oleh kebangkitan Kristus. akan cenderung menyimpan rahasia. Di sana pribadi manusia sejati akan bersinar dengan segala kebaikan dan keindahannya. Melanjutkan apa yang baru saja dikatakan. Di pihak lain. kepalsuan. menutupi kegagalan dan kelemahan mereka.kasih tak bersyarat. apapun yang terjadi. Kesadaran ini membantu kita. dengan segala kegagalannya. Kasih mengharapkan segala sesuatu 116. dan berpura-pura menjadi seseorang yang bukan diri mereka.

. Ia menunjukkan suatu heroisme yang gigih. Ia merupakan kasih yang tidak pernah menyerah. dan menunggu kepenuhan yang ia akan terima di dalam kerajaan surga. dengan cahaya pngharapan. anda mulai mengasihinya tidak peduli lagi akan [segala sesuatu]. bahkan di saat- saat yang paling gelap. komitmen untuk kebaikan yang tidak dapat ditekan. Panta hypoménei. Dan manakala anda sampai pada titik anda melihat ke dalam wajah setiap orang dan melihat jauh ke dalamnya apa yang agama sebut sebagai ‘gambar Allah’.perspektif supranatural. kuasa untuk menahan setiap arus negatif. “Ketahanan” ini melibatkan bukan hanya kemampuan menerima kesulitan tertentu. Ia berdiri teguh di tengah lingkungan yang kejam. yang menjumpai setiap jenis pencobaan dan kesusahan dengan kasih persaudaraan: “Orang yang paling membencimu memiliki sejumlah kebaikan di dalam dirinya. Kasih sabar menanggung segala sesuatu 118. Di sini saya terpikir akan perkataan Martin Luther King. Tidak peduli apa yang ia lakukan. itulah waktunya anda untuk tidak melakukannya… 85 . tapi suatu hal yang lebih besar: suatu kesiapan terus menerus untuk menghadapi tantangan apapun. Suatu cara lain anda mengasihi musuh anda adalah: manakala muncul kesempatan untuk mengalahkan lawanmu. bahkan ras yang paling membencimu memiliki sejumlah kebaikan di dalamnya. walaupun hal itu belumlah tampak. Ada unsur kebaikan yang tidak akan pernah dapat ia hilangkan. bahkan bangsa yang paling membencimu memiliki sejumlah kebaikan di dalamnya. anda melihat gambar Allah di sana. Hal ini berarti kasih menanggung setiap pencobaan dengan sikap positif.

. Saya terkadang terkagum-kagum melihat pria atau wanita yang terpaksa harus berpisah dari pasangannya demi __________ 114 MARTIN LUTHER KING Jr. Di suatu tempat seseorang harus memiliki sedikit kesadaran. anda lihat. Idealnya Kristiani. 17 November 1957. Ia tidak akan pernah berakhir. Bila saya memukul anda dan anda memukul saya dan saya membalas memukul anda dan anda membalas memukul saya dan seterusnya. Orang-orang yang terperangkap dalam sistem tersebut. atau ketidaksenangan kepada orang lain atau hasrat untuk melukai atau mendapatkan sejumlah keuntungan. Montgomery. Di dalam kehidupan keluarga. anda kasihi. berupa suatu kasih yang tidak pernah menyerah. anda hanya akan mencari bagaimana mengalahkan berbagai sistem kejahatan. Sermon delivered at Dexter Avenue Baptist Church.114 119. Orang yang kuat adalah orang yang dapat memotong rantai kebencian. kita perlu memupuk kekuatan kasih seperti itu yang dapat menolong kita melawan setiap kejahatan yang mengancamnya. Alabama.Manakala anda naik ke tingkat kasih. dari keindahan dan kekuatannya yang besar. hal ini akan berlangsung tak terbatas. namun anda berniat mengalahkan sistem jahat tersebut… Benci lawan benci hanya meningkatkan kehadiran kebencian dan kejahatan di alam ini. rantai kejahatan. khususnya di dalam keluarga. Kasih tidak menghasilkan kemarahan. Seseorang harus memiliki agama yang cukup dan moralitas yang cukup untuk memotongnya dan menyuntikkan ke dalam struktur alam yang tiada tara yaitu unsur kasih yang kuat dan berkuasa”. dan itulah dia orang yang kuat. 86 ..

20. echoing a phrase of Pseudo-Dionysius the Areopagite (De Divinis Nominibus. Ini adalah "kesatuan afektif". diperkaya dan diterangi oleh rahmat sakramen perkawinan. BERTUMBUH DALAM KASIH PERKAWINAN 120. Summa Theologiae II-II. di masa- masa sakit. 1. yang menggabungkan kehangatan persahabatan dan gairah erotis. "Roh yang Tuhan curahkan memberikan hati yang baru dan membuat pria dan __________ 115 Thomas Aquinas calls love a vis unitiva (Summa Theologiae I. q. 547-548. Ini adalah kasih antara suami dan istri. 27.perlindungan diri mereka sendiri. art.116 rohaniah dan pengorbanan.117 Diresapi oleh Roh Kudus. karena kasih perkawinan mereka yang tahan uji. 116 Thomas Aquinas. Renungan kita atas hymne Santo Paulus tentang kasih telah mempersiapkan kita untuk mendiskusikan kasih perkawinan. 2. ad 3). Di sini juga kita melihat suatu kasih yang tidak pernah menyerah. Paus Pius XI mengajarkan bahwa kasih ini menyerap ke dalam kewajiban hidup perkawinan dan menikmati tempat utamanya. masih berusaha meolong mereka. 709). dan bertahan terus setelah perasaan dan gairah berkurang.115 kasih yang disucikan. 12: PG 3. 117 Encyclical Letter Casti Connubii (31 December 1930): AAS 22 (1930). 87 . menderita atau pencobaan. IV. kasih yang penuh kuasa ini merupakan cerminan dari janji yang tak terpatahkan antara Kristus dan manusia yang memuncak pada pengorbanan Diri-Nya di atas kayu salib. namun. q. bahkan dengan memohonkan bantuan dari orang lain lagi. art.

119 Catechesis (2 April 2014): L’Osservatore Romano. Sesungguhnya. Putra dan Roh Kudus hidup selamanya dalam kesatuan yang sempurna."118 121. ditanamkan dengan misi sejati dan benar. Ia mencetak di dalam mereka sifat dan watak kasih-Nya yang tak terhapuskan. Allah juga merupakan komuni (kesatuan): ketiga Pribadi dari Bapa. sebab "ketika pria dan wanita merayakan sakramen perkawinan. p. Allah. Perkawinan merupakan simbol kasih Allah kepada kita. sebab para pasangan. Dan inilah sesungguhnya misteri perkawinan: Allah menjadikan dua pasangan satu keberadaan". ’tercermin’ dalam diri mereka.119 Ini memiliki konsekuensi konkrit sehari-hari. 120 Ibid. kita sebaiknya tidak membingungkan tingkatan yang berbeda-beda: tidak perlu meletakkan atas dua orang terbatas. sehingga. Perkawinan adalah tanda berharga. mereka dapat menampakkan kasih Kristus yang mengasihi Gereja-Nya dan terus-menerus memberikan hidup-Nya baginya".wanita mampu mengasihi satu sama lain seperti Kristus mengasihi kita. 94. dimulai dengan hal-hal biasa dalam hidup. Kasih perkawinan mencapai kepenuhan tersebut di mana ia ditahbiskan secara batiniah: amal kasih perkawinan. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981) 13: AAS 74 (1982). seolah-olah. beban yang luar biasa keharusan untuk menghasilkan dengan sempurna kesatuan yang __________ 118 JOHN PAUL II.120 122. Bagaimanapun. 3 April 2014. 88 . "dalam keutamaan sakramen. 8.

Sesudah kasih yang menyatukan kita dengan Allah. tetapi juga setia dan tetap bersama.. Mari kita jujur dan mengakui tanda-tanda bahwa hal inilah yang terjadi. sesuatu yang maju secara perlahan dengan integrasi progresif karunia-karunia Allah". 90. sifat timbal-balik. Yang hadir menyaksikan perayaan penyatuan kasih.. Nicomachean Ethics. percaya bahwa perkawinan ini akan lulus dalam ujian waktu. Perkawinan menggabungkan semua hal di atas dengan eksklusivitas tak terpisahkan yang diungkapkan dalam komitmen kokoh untuk berbagi dan membentuk bersama keseluruhan hidup. kehangatan. Bywater. 174)..122 Ia merupakan persatuan yang memiliki seluruh sifat-sifat persahabatan yang baik: kepedulian terhadap kebaikan orang lain. 89 . 9: AAS 75 (1982). ARISTOTLE. Ini dan tanda-tanda serupa lainnya menunjukkan bahwa sudah menjadi hakekat dari kasih __________ 121 John pauL II. cf. kasih perkawinan adalah "bentuk persahabatan tertinggi". 123. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981).121 Berbagi sepanjang hayat 123. Summa Contra Gentiles III. keintiman. 12 (ed. Orang-orang yang terlibat cinta tidak melihat relasi mereka hanya bersifat sementara. stabilitas dan kemiripan yang lahir dari kehidupan bersama. bagaimanapun rapuhnya. 8. 122 THOMAS AQUINAS. Oxford. sebab perkawinan sebagai tanda mencakup "suatu proses yang dinamis.ada di antara Kristus dan Gereja-Nya. Anak-anak bukan hanya ingin orangtuanya saling mengasihi. Yang menikah tidak mengharapkan kegembiraannya memudar. 1984.

tidak dapat mempertahankan komitmen besar. ia berakar dalam kecenderungan alami dari pribadi manusia. dilahirkan kembali. Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. Kasih yang lemah atau tidak berdaya. diperbaharui dan diciptakan kembali sampai pada kematian. 124. Persatuan seumur hidup yang diungkapkan dalam janji perkawinan itu lebih dari sekedar formalitas atau rumusan tradisional. padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu .perkawinan untuk menjadi definitif. Namun demikian "menjanjikan kasih selamanya adalah mungkin jika kita melihat suatu rencana yang lebih besar daripada ide dan janji-janji kita sendiri. 52: AAS 105 (2013). yang tidak mampu menerima perkawinan sebagai tantangan untuk diterima dan diperjuangkan. Sebab Aku membenci perceraian.. ia membutuhkan karunia rahmat untuk menguatkan dan mengangkatnya. Dalam kata-kata Santo Robert Bellarminus. "fakta bahwa seorang pria __________ 123 Encyclical Letter Lumen Fidei (29 June 2013).. firman TUHAN" (Mal 2:14- 16).123 Jika kasih ini harus mengatasi seluruh pencobaan dan tetap setia dalam segala situasi. 90 . rencana yang mempertahankan kita dan memampukan kita untuk menyerahkan seluruh masa depan kita kepada orang yang kita cintai". Ia akan menyerah pada budaya sepintas yang menghalangi proses pertumbuhan yang menetap. juga merupakan janji di hadapan Allah yang menuntut kesetiaan: "TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia. 590. Bagi kaum beriman.

setia dan terbuka bagi keturunan. dan meresapi keseluruhan hidup mereka". namun hasrat yang selalu diarahkan kepada persatuan yang semakin kokoh dan intensif. membawa pasangan pada pemberian diri yang bebas dan timbal-balik. Disputationes. 3 (ed. III. 5. 1858).126 124 De sacramento matrimonii. persatuan ini juga ekslusif. Ia berbagi segala sesuatu dalam sikap saling menghormati terus-menerus. I.124 125. Perkawinan seperti persahabatan ditandai oleh hasrat. membawa bersama perihal manusiawi dan perihal ilahi. Giuliano. 125 SECOND VATICAN ECUMENICAL COUNCIL. 2. in Id. meskipun saat tidak ada harapan lagi mendapatkan anak- anak. dan mereka tetap bersatu meskipun menghadapi banyak kesulitan. 49. Konsili Vatican Kedua menggemakan hal ini dengan menyatakan bahwa "kasih seperti ini. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. Sebab "perkawinan bukan hanya dibentuk untuk prokreasi anak-anak" namun juga kasih timbal-balik "yang dapat diungkapkan secara pantas. sehingga ia bertumbuh dan menjadi dewasa". Sukacita dan keindahan 91 . Naples..125 Persahabatan khas antara pria dan wanita ini mengambil karakter menyeluruhnya hanya dalam persatuan perkawinan. 778.disatukan dengan seorang wanita dalam ikatan yang tak terceraikan.. Tepatnya secara menyeluruh. hanya dapat merupakan tanda suatu misteri agung". 50. 126 Ibid. dialami dalam kelembutan dan tindakan.

kesakitan dan kelegaan. Sukacita."nilai agung" yang bukan daya tarik fisik atau psikologis itu - memampukan kita untuk menghargai kesakralan seorang pribadi. ketegangan dan istirahat.127 Sukacita perkawinan dapat dialami meski ditengah-tengah kesedihan. sukacita kasih perlu ditumbuhkan. rasa keindahan dimiskinkan sehingga sukacita memudar. di sisi lain. gangguan dan kesenangan. ia memperhamba kita dan menghalangi kita mengalami kepuasan yang lain. tetapi selalu dalam jalur persahabatan. yang mengilhami pasangan suami-istri untuk peduli satu sama lain: "mereka menolong dan melayani satu sama lain". Ketika pencarian kenikmatan menjadi bersifat obsesif. merupakan tanda kasih yang bebas dari rasa posesif yang egois. tanpa merasakan perlu untuk memilikinya. kepuasan dan kerinduan. bahkan pada masa-masa kehidupan ketika kenikmatan fisik sudah surut.128 127. Semua tersedia untuk dibeli. Santo Thomas Aquinas mengatakan bahwa kata "sukacita" mengacu pada perluasan hati. Ia membuat kita mendekati seseorang dengan hormat yang besar dan rasa takut menyakiti mereka atau merebut kemerdekaan mereka. Mengasihi orang lain melibatkan sukacita yang mengagumi dan menghargai keindahan batin dan kesakralan 92 . dimiliki atau dikonsumsi. Dalam masyarakat konsumeris. Kasih persahabatan disebut "amal kasih" ketika ia melihat dan menghargai "nilai agung" dari orang lain. pada sisi lain.126.129 Keindahan . Dalam perkawinan. termasuk orang-orang. Kelemahlembutan. ia melibatkan penerimaan akan perkawinan sebagai perpaduan tak terelakkan dari kenikmatan dan pergumulan. meningkatkan kesenangan kita dan membantu kita mengalami kepenuhan dalam banyak hal.

mereka. nilai agung dari manusia. melampaui segalanya. Sukacita dari kasih kontemplatif perlu ditumbuhkan. Berapa banyak hal yang terkadang dilakukan pasangan dan anak-anak supaya diperhatikan! Banyak luka dan banyak masalah terjadi ketika kita berhenti memandang satu sama lain. "Dalam rumahku sendiri tidak ada yang peduli kepada saya. Kasih membuka mata kita dan memampukan kita melihat. art. yang lebih besar dari kebutuhan saya. Pengalaman estetika kasih diungkapkan dalam "tatapan" yang merenungkan orang-orang lain semata-mata sebagai diri mereka. dan pandangan meremehkan biasanya menyakitkan. "Tolong pandang saya ketika saya berbicara denganmu!". mereka bahkan tidak melihat saya. 129. matanya hanya tertuju bagi anak-anak kami". tua atau tidak menarik secara fisik. q. 93 . Sebab "kasih dengan mana seseorang menyenangkan orang lain bergantung pada pemberiannya secara bebas". 110. Hal ini tersembunyi di balik keluhan dan rasa tidak senang yang sering kita dengar dalam keluarga: "Suamiku tidak memandang saya. "Istriku tidak lagi memandang saya. Karena kita dibentuk untuk kasih. Pandangan menghargai sangatlah penting. atau ketika mereka sudah tidak menarik secara fisik melainkan mengganggu dan menjengkelkan.. Ini memampukan saya untuk mencari kebaikan mereka meskipun mereka tidak dapat menjadi kepunyaanku. dia bertindak seakan-akan saya tidak tampak". seakan saya tidak ada".130 128. meskipun mereka tak berdaya. __________ 130 Ibid. 1.

betapa engkau akan menyenangkan para malaikat!" Suatu sukacita dan penghiburan besar yang membawa kegembiraan bagi orang lain. melihat mereka menikmati diri mereka. belajar sesuatu sebagai pasangan. "semakin besar bahaya dalam pertempuran. Santo Agustinus berkata. buah dari kasih persaudaraan. III. __________ 131 AUGUSTINE. terima dan bersenang-senang" (Sir 14:16). atau mereka jadi menghargai apa yang mereka miliki. Di sisi lain. VIII. Saya ingin berkata kepada orang muda bahwa tidak ada yang dibahayakan ketika kasih mereka 94 . 752. Hanya sedikit sukacita manusia sedalam dan sehebat yang dialami oleh dua orang yang saling mengasihi dan telah mencapai sesuatu sebagai hasil dari upaya besar bersama-sama. 130. ketika koki yang murah hati menerima pelukan terima kasih dan pujian: "Ah. Kita dapat memikirkan suatu adegan indah dalam film Babette’s Feast. Sukacita ini. Menikah demi kasih 131. sebab mereka mendapatkan beberapa kebaikan. sukacita juga bertumbuh melalui rasa sakit dan kesedihan.kita tahu bahwa tidak ada sukacita yang lebih besar daripada berbagi hal yang baik: "Beri. 7: PL 32. sebagai awal citarasa surga. namun dari para kekasih yang merasa senang karena kebaikan yang dialami oleh orang yang mereka kasihi.131 Setelah menderita dan bergumul bersama. semakin besar sukacita kemenangan". pasangan mampu untuk mengalami bahwa perkara itu setimpal. bukan sesuatu yang sia-sia dan egois. Confessions. Sukacita yang paling kuat dalam hidup timbul ketika kita mampu memunculkan sukacita di dalam sesama. yang memberikan secara cuma-cuma kepada mereka dan dengan demikian menghasilkan buah yang baik.

ia memiliki nilai penting yang berdaya tahan. Secara alami. Dengan keseriusan ini. kasih lebih dari sekedar persetujuan luar atau kontrak. yang akan menjadikan perkawinan hanya murni urusan pribadi saja.diungkapkan dalam perkawinan. Itulah sebabnya perkawinan itu lebih dari gaya (fashion) yang cepat berlalu. Ini jauh lebih bermakna daripada sekedar persekutuan spontan demi kebahagiaan bersama. kasih yang begitu serius dan murah hati yang siap menghadapi setiap resiko. Pertemuan penyatuan mereka dalam institusi ini sarana untuk memastikan bahwa kasih mereka akan sungguh bertahan dan bertumbuh. Perkawinan adalah cara kita menunjukkan bahwa kita sungguh telah meninggalkan rasa aman di rumah tempat kita dibesarkan agar kita bisa membangun suatu ikatan kuat lainnya dan mengambil tanggungjawab baru terhadap orang lain. namun bagaimanapun benarlah bahwa memilih untuk memberi perkawinan suatu bentuk yang tampak dalam masyarakat dengan mengambil komitmen tertentu menunjukkan betapa pentingnya perkara itu. apapun yang terjadi terjadilah. Memilih perkawinan dengan cara ini mengungkapkan keputusan tulus dan teguh untuk menyatukan jalan. Esensinya berasal dari sifat manusia dan karakter sosial. Ia memanifestasikan keseriusan identifikasi masing-masing pribadi dengan pribadi lainnya dan keputusan teguh mereka untuk meninggalkan individualisme remaja di belakang dan menjadi sikap saling memiliki. demi kebaikan masyarakat menyeluruh. pernyataan kasih secara 95 . Sebagai institusi sosial. 132. Melibatkan serentetan tanggungjawab yang lahir dari kasih itu sendiri. perkawinan melindungi dan membentuk komitmen bersama untuk pertumbuhan kasih lebih dalam dan komitmen satu sama lain.

Ia gagal mengenali hak-hak orang lain dan mempersembahkan dia kepada masyarakat sebagai seseorang yang layak menerima kasih tak bersyarat. tapi bukan pula keputusan yang tertunda tanpa batas. Kasih ini haruslah diungkapkan dengan bebas dan murah hati dalam kata-kata dan tindakan. Dalam keluarga. mereka secara alami akan menunjukkannya kepada orang lain. Kasih yang menampakkan dirinya dan meningkat 133. hitung-menghitung dan picik. Keengganan membuat komitmen seperti ini adalah suatu hal yang egois. Saya ingin mengulangi ini! Tiga kata: 'Tolong'. Tiga kata penting!132 "Di dalam keluarga kita ketika kita tidak mendominasi penuh kesombongan dan bertanya: 'Bolehkah?'.publik tidak berasal dari keputusan terburu-buru. Ketika kasih diungkapkan di hadapan orang lain dalam kontrak perkawinan. Kasih persahabatan menyatukan seluruh aspek hidup perkawinan dan membantu anggota keluarga untuk bertumbuh terus-menerus. dan bahwa mereka tidak akan ditinggalkan ketika kesulitan muncul atau ketertarikan baru atau kesenangan diri muncul. Jika dua orang sungguh jatuh cinta. dan dalam keluarga kita ketika seseorang menyadari bahwa dia melakukan 96 . 'Terimakasih'. dalam keluarga kita ketika kita tidak terlalu egois dan dapat berkata: 'Terimakasih!'. Kata "ya" ini memberitahukan mereka bahwa mereka bisa saling mempercayai. tiga kata perlu digunakan. 'Maaf'. Memberikan diri secara eksklusif dan pasti kepada orang lain selalu melibatkan resiko dan taruhan yang berani. dengan seluruh komitmen publiknya. hal itu jelas menunjukkan dan melindungi kata "ya" yang diucapkan oleh mereka secara bebas dan tanpa syarat satu sama lain.

Tidak juga suatu subyek __________ 132 Address to the Pilgrimage of Families during the Year of Faith (26 October 2013): AAS 105 (2013). 978. diucapkan pada waktu yang tepat. sebab ketika amal kasih bertumbuh. Sebab "berdiam diri tertentu itu membebani. 133 Angelus Message (29 December 2013): L’Osservatore Romano. p. "Amal kasih". melindungi dan merawat kasih setiap hari. namun terus mengulang-ulanginya. tidak memiliki batas bagi pertumbuhannya. dapat menetapkan batasannya. "tentang kasih persaudaraan.. Bentuk yang sangat spesial dari kasih yaitu perkawinan dimaksudkan untuk mewadahi apa yang Santo Aquinas sebut tentang amal kasih secara umum. 7. saudara-saudara.. sebab ia merupakan partisipasi di dalam amal kasih tak terbatas yang mana adalah Roh Kudus. antara suami dan isteri. "dalam kodratnya. Semua ini terjadi melalui proses pertumbuhan terus-menerus. 134 Address to the Pilgrimage of Families during the Year of Faith (26 October 2013): AAS 105 (2013). antara orangtua dan anak-anak.134 Kata-kata yang tepat.kesalahan dan mampu berkata: 'Maaf!'.133 Janganlah kita pelit dalam menggunakan kata-kata ini. 980. 134. 30-31 December 2013. ia katakan. kami menasihati kamu. maka keluarga kita akan mengalami damai dan sukacita". di antara saudara kandung". kapasitasnya juga akan bertumbuh lebih besar lagi"..135 Santo Paulus juga berdoa: "Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain" (1Tes 3:12). bahkan walau hanya kadang kala saja terjadi di dalam keluarga. setiap hari. supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya" (1Tes 97 . dan lagi.

Suami dan isteri "menjadi sadar akan kesatuannya dan mengalaminya semakin mendalam dari hari ke hari". Gagasan surgawi tentang kasih duniawi lupa bahwa yang terbaik masih akan datang. q. kekurangan dan ketidaksempurnaan. Propaganda konsumeris menyajikan fantasi yang tidak berurusan dengan realitas yang setiap hari perlu dihadapi oleh para kepala keluarga". tindakan kebaikan yang menjadi semakin sering. tidak ada yang bertambah tua. kesedihan dan kematian. tetapi dengan menolongnya senantiasa bertumbuh semakin kuat di bawah dorongan rahmat. Uskup Chile. "keluarga sempurna yang dimunculkan oleh propaganda konsumeris yang menyesatkan itu tidaklah ada. 24. 7. 48.136 Karunia kasih Allah ditumpahkan bagi pasangan adalah juga panggilan untuk pertumbuhan terus-menerus dalam rahmat. Dalam keluarga demikian. 135.137 Jauh lebih sehat untuk bersikap realistis terhadap keterbatasan kita. intens. dan 98 . murah hati. Pertumbuhan hanya terjadi jika kita menanggapi rahmat Allah melalui tindakan kasih terus-menerus. art. Kasih yang gagal bertumbuh itu beresiko..4:9-10). Tidaklah membantu untuk bermimpi akan kasih yang sempurna yang tidak perlu dirangsang pertumbuhannya. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. 136 SECOND VATICAN ECUMENICAL COUNCIL. bahwa anggur yang bagus semakin tua semakin baik. atau dengan mengulang-ulang doktrin. tidak ada sakit.. lembut dan gembira. Lebih bersungguh-sungguh lagi! Kasih perkawinan tidak dipertahankan terutama dengan menyajikan hal tak terceraikan sebagai kewajiban. Sebagaimana telah ditunjukkan oleh __________ 135 Summa Theologiae II-II.

La vida y la familia: regalos de Dios para cada uno de nosotros (21 July 2014). nada yang kita gunakan. waktu yang berkualitas. 137. berkomunikasi secara berbeda. Ambil waktu. kita perlu memastikan bahwa kita telah mendengarkan segala sesuatu yang harus dikatakan oleh lawan bicara. apapun yang terjadi terjadilah. Ini berarti menumbuhkan keheningan batin yang memungkinkan untuk mendengar orang lain tanpa distraksi/pengalihan mental atau emosional. orang muda dan dewasa. mengungkapkan dan membangun kasih dalam perkawinan dan hidup berkeluarga. Jangan terburu-buru. Cara kita menanyakan dan menjawab pertanyaan. 99 . Hal demikian membutuhkan disiplin diri untuk tidak berbicara sampai waktu yang tepat. Pria dan wanita. membawa kasih kepada kedewasaan dan menguatkan persatuan. __________ 137 CHILEAN BISHOPS’ CONFERENCE. Kita perlu membangun sikap hati tertentu yang mengungkapkan kasih dan mendorong dialog sejati. Dialog 136. Mereka mengucapkan bahasa yang berbeda dan bertindak dengan cara berbeda. Namun ia hanya dapat berbuah dari pembelajaran yang panjang dan penuh tuntutan.menjawab panggilan untuk tumbuh bersama. Ini berarti bersiap diri mendengarkan dengan sabar dan penuh perhatian terhadap semua yang ingin dikatakan orang lain. pilihan waktu dan beberapa faktor lainnya mengkondisikan baik tidaknya kita berkomunikasi. Dialog itu penting untuk mengalami. Daripada menawarkan pendapat dan nasihat.

Ini berarti menghargai mereka dan mengenali hak mereka untuk berada." "Saya berbicara kepadanya dan saya merasa sepertinya dia tidak sabar menunggu saya selesai. kemarahannya. untuk berpikir sebagaimana adanya mereka dan menjadi bahagia. Kita seharusnya mampu untuk mengakui kebenaran dari orang lain. untuk merasakan bahwa seseorang menyadari kesakitannya. kekecewaannya. Bangunlah kebiasaan memberikan rasa berarti yang sesungguhnya kepada orang lain. meskipun anda butuh mengekspresikan pandanganmu sendiri. sesungguhnya kamu sedang melakukan hal yang lain.singkirkan semua kebutuhan dan kekhawatiranmu. atau dia memberikan kepadaku tanggapan singkat yang tidak menyenangkan untuk mengakhiri percakapan". untuk melihat 100 . 138. Kita harus menempatkan diri kita dalam posisi mereka dan coba masuk ke dalam hati mereka. ketakutannya. kemampuan dan pandangannya sendiri. dan sediakanlah ruang. nilai dari keprihatinan terdalam mereka. namun cukup didengarkan." "Ketika saya berbicara kepadanya. sebab mereka memiliki pengalaman hidupnya. harapannya dan impian-impiannya. dia berusaha merubah topik. Berapa sering kita mendengar keluhan seperti: "Ia tidak mendengarkan saya. mereka melihat dari sudut pandang yang berbeda dan mereka memiliki keprihatinan. se-agresif apapun cara mereka menyampaikannya. Setiap orang punya sesuatu untuk disumbangkan. Seringkali pasangan tidak membutuhkan solusi bagi permasalahannya. dan apa yang sedang mereka coba komunikasikan. Jangan meremehkan apa yang mereka katakan atau pikirkan." "Meskipun kamu tampaknya melakukan hal itu.

Kemampuan menyampaikan pikiran sendiri tanpa menyerang orang lain adalah penting. namun bersiaplah untuk mengubah dan mengembangkannya. Ketajaman pemikiran tertentu juga diperlukan untuk menghalangi kemunculan "statis" yang dapat mengganggu proses dialog. 139. hal itu harus diperlakukan dengan sensitif. Namun demikian. Umumnya hanya mengenai hal-hal remeh. Tetaplah berpikiran terbuka. menuduh dan menyerang orang lain. 101 . khususnya ketika mendiskusikan persoalan-persoalan yang sulit. Kesatuan yang kita cari bukanlah keseragaman. Mengutarakan pendapat tidak boleh disertai dengan menyalurkan kemarahan dan membuat sakit hati. namun "kesatuan dalam keragaman". atau "keragaman yang diperdamaikan". Misalnya. menghina. Nada menggurui hanya akan menyakiti. Kata-kata harus dipilih secara hati-hati agar tidak melukai. Banyak perselisihan antara pasangan bukanlah mengenai persoalan penting.keprihatinannya yang terdalam dan mengambilnya sebagai titik tolak untuk dialog selanjutnya. jika sakit hati mulai timbul. apa yang mengubah perasaan. Kita harus membebaskan diri kita dari perasaan bahwa kita semua harus serupa. ia akan mengganggu dinamika dialog. ternyata berupa cara permasalahan itu diucapkan atau sikap sewaktu mengucapkannya. bila tidak. Jangan tenggelam dalam ide dan pendapatmu yang terbatas. Komuni persaudaraan diperkaya dengan rasa hormat dan penghargaan atas berbagai perbedaan di dalam keseluruhan perspektif yang akan memajukan kebaikan bersama. Gabungan dari dua cara berpikir yang berbeda dapat menghasilkan sintesa yang memperkaya keduanya.

kasih itu memperkaya sentimen roh dan ekspresi fisik mereka dengan martabat yang unik sekaligus memuliakan mereka sebagai makluk istiewa dan perwujudan persahabatan yang sesuai bagi perkawinan. kasih yang kekurangan kesenangan atau gairah tidaklah cukup untuk 102 . Sangat penting untuk mendasari posisi seseorang pada pilihan-pilihan. dan bukan pada kebutuhan untuk memenangkan suatu argumentasi atau membuktikan diri benar. Tunjukkanlah afeksi dan perhatian terhadap orang lain. kepercayaan atau nilai-nilai yang teguh. Ketika tidak ada dari pasangan berupaya untuk hal ini.140. doa dan keterbukaan pada dunia sekitar kita.” 138 Untuk alasan ini. Konsili Vatikan Kedua mengajarkan bahwa kasih perkawinan "merangkul kebaikan keseluruhan pribadi. percakapan menjadi perkara yang menjemukan dan tidak banyak bermakna. kehidupan keluarga menjadi tercekik dan dialog menjadi merosot. Ini hanya dapat dihasilkan dari kekayaan batiniah yang dibekali dengan membaca. mari kita mengakui bahwa untuk mendapatkan dialog yang bermanfaat kita harus memiliki sesuatu untuk dikatakan. dan tidak memiliki kontak sejati dengan orang lain. KASIH YANG BERGAIRAH 142. renungan pribadi. Akhirnya. Bila tidak demikian. Ketika kita mengasihi seseorang. atau ketika kita merasa dikasihi mereka. Takut terhadap orang lain seperti terhadap seorang "lawan" menunjukkan suatu kelemahan dan perlu diatasi. Kasih mengatasi penghalang terburuk sekalipun. 141. kita lebih mudah memahami apa yang sedang mereka coba komunikasikan.

Ini adalah karakteristik dari semua mahluk hidup untuk menjangkau mahluk lain. L’Amour chrétien. Yesus menunjukkan emosiNya. 144. perasaan. apa yang orang jaman dulu menyebutnya sebagai "gairah". Manusia hidup di bumi ini. kelembutan atau rasa takut. 139 A. bukan di dalam persahabatan. sukacita atau kesedihan.139 Oleh karena itu mengapa kita tidak berhenti untuk berbicara tentang perasaan dan seksualitas dalam perkawinan? Dunia emosi 143. Sebagai manusia sejati. Dia juga sangat tersentuh oleh penderitaan 103 . semua itu memiliki tempat yang penting dalam __________ 138 Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. emosi. Alasannya ditemukan secara persis di dalam sifat totalitasnya”. Luk 19:41). Mat 23:27) dan ini mengakibatkan Dia meneteskan air mata (bdk.melambangkan persatuan hati manusia dengan Allah: "Semua mistikus telah menegaskan bahwa kasih ilahi dan kasih surgawi menemukan perlambangnya di dalam kasih perkawinan. 1920. dan kecenderungan ini selalu memiliki tanda- tanda afeksi dasar: kesenangan atau rasa sakit. dan semua yang mereka lakukan dan mereka cari itu dipenuhi dengan gairah. devosi kepada anak atau devosi kepada suatu keyakinan lainnya. Semua itu adalah landasan aktivitas psikologis yang paling mendasar. Paris. SERTILLANGES. 174. kehidupan perkawinan. Dia terluka oleh penolakan di Yerusalem (bdk. Semua itu dibangkitkan setiap kali "seorang lain" hadir sebagai bagian dari kehidupan seseorang. 49. Hasrat.

Mempercayai bahwa kita orang baik hanya karena "kita merasa baik" merupakan ilusi yang luar biasa. Mereka masih terjebak dalam kebutuhan dan keinginan mereka sendiri. Dia sangat merasakan kesedihan mereka (bdk.140 Munculnya rasa menginginkan ataupun rasa menjijikkan bukanlah suatu dosa atau celaan. emosi mengalihkan perhatian dari nilai- nilai luhur dan menyembunyikan egoisme yang membuatnya tidak mungkin untuk mengembangkan kehidupan keluarga yang sehat dan bahagia. maka perasaan saya hanya melayani egoisme saya. Dalam kasus-kasus demikian. Yoh 11:33). Jika ketertarikan saya kepada orang tersebut membuat saya mencoba untuk mendominasi dia. Contoh-contoh kepekaan-Nya ini menunjukkan betapa besar hati manusiawi-Nya yang terbuka bagi orang lain.orang lain (bdk. Tetapi ketika nafsu itu dibangkitkan atau dicari. namun mereka terbukti tidak mampu melakukan upaya yang diperlukan untuk mendatangkan kebahagiaan bagi orang lain. Yoh 11:35). dalam kodratnya sendiri. Mengalami suatu perasaan tidak dapat. Mrk 06:34). dan Ia menangis atas kematian seorang sahabat (bdk. 145. dinilai secara moral baik atau buruk. ketertarikan saya kepada seseorang tidak secara otomatis disebut baik. dan sebagai akibatnya kita melakukan tindakan kejahatan. Sama halnya juga. Apa yang secara moral baik atau jahat adalah apa yang kita lakukan atas dasar. atau di bawah pengaruh nafsu tertentu. 104 . Ada orang yang merasa dirinya mempunyai cinta yang besar hanya karena mereka memiliki kebutuhan besar untuk mencintai. maka kejahatan itu terletak pada keputusan untuk mengobarkan nafsu tadi dan pada tindak kejahatan yang ditimbulkannya.

art. Hal ini menyuarakan proses pedagogis yang melibatkan penolakan. Keyakinan ini di pihak Gereja seringkali ditolak karena bertentangan dengan kebahagiaan manusia. menyempurnakan dan mengharmoniskannya dalam pelayanan bagi semua. Cinta perkawinan berusaha untuk memastikan keseluruhan kehidupan emosi kita bermanfaat bagi keluarga secara juga berguna untuk melayani kepentingan umum. hal mana merupakan awal kita merasakan Sang Ilahi?"142 Beliau menanggapi bahwa. menawarkan kita kebahagiaan. jika gairah diikuti tindakan bebas.146. ibid. ajaran resmi Gereja. Benediktus XVI menyimpulkan hal ini dengan sangat jelas: "Tidakkah Gereja. gairah itu dapat mewujudkan kedalaman tindakan. tidak menolak "eros seperti itu. yang adalah karunia Sang Pencipta. dalam kesetiaannya kepada Kitab Suci.141 darimana ia memperkaya. Allah mengasihi sukacita anak-anak-Nya 147. melainkan mengikuti kebebasan masing-masing.. karena pengilahian 105 . Sebuah keluarga disebut dewasa ketika kehidupan emosi anggotanya menjadi suatu bentuk kepekaan yang tidak menghambat atau mengaburkan keputusan maupun nilai-nilai besar. meskipun terdapat bentuk asketisme Kristiani yang berlebihan dan menyimpang. Ini berarti. melainkan menyatakan perang terhadap bentuk yang menyesatkan dan merusak. q. membuat menjadi pahit hal yang paling berharga di dalam kehidupan? Tidakkah Gereja meniup peluitnya tepat ketika sukacita. dengan segala perintah dan larangan-nya. 59. 5. __________ 141 Cf.

harapan penuh kesabaran. THOMAS AQUINAS. Marilah kita bersukacita 106 . 144 Cf. 220. Summa Theologiae I-II. Berlebihan. q. kurangnya kontrol atau obsesi terhadap satu bentuk kenkmatan dapat berakhir dengan pelemahan dan pencemaran kesenangan itu sendiri144 dan merusak kehidupan keluarga.7.. Ini tidak berarti menahan diri dari saat-saat sukacita yang mendalam. 3: AAS 98 (2006). dan ini membuatnya layak untuk dihidupi sepenuh-penuhnya. kelelahan yang tak terelakkan dan perjuangan untuk mencapai yang ideal. __________ 142 Encyclical Letter Deus Caritas Est (25 December 2005). art. 219-220. Beberapa pandangan spiritualitas mengajarkan bahwa keinginan harus dihilangkan sebagai jalan menuju pembebasan dari rasa sakit. semakin banyak mengarahkannya pada altruisme dan pemenuhan diri terpadu yang hanya akan memperkaya hubungan antar pribadi dalam jantung keluarga.palsu tentang eros … sesungguhnya melucuti martabat ilahi dan merendahkan martabat manusia”.145 melainkan menyatukannya dengan saat-saat lain dari komitmen yang melimpah. 143 148. 32. dan kadang kala membutuhkan penetapan batasan. 4: AAS 98 (2006). Seseorang pasti bisa menyalurkan gairahnya dengan cara yang indah dan sehat. 149. Kehidupan keluarga adalah semua ini. Pelatihan di bidang emosi dan naluri itu perlu. 143 Ibid. Namun kita percaya bahwa Allah mengasihi kenikmatan yang dirasakan oleh manusia: Ia menciptakan kita dan "dalam kekayaanNya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati" (1 Tim 6:17).

Yang penting adalah memiliki kebebasan untuk menyadari bahwa kenikmatan dapat diekspresikan secara berbeda-beda pada waktu yang berbeda dalam kehidupan. Pasangan yang menikah juga menanggapi kehendak Allah ketika mereka menerima perintah Kitab Suci: "Pada hari mujur bergembiralah" (Peng 7:14). q. Jika hadiah ini perlu ditumbuhkan dan diarahkan. Dimensi erotis dari cinta 150. jangan sampai kita dipenjarakan oleh salah satu pengalaman yang terbatas yang dapat membuat kita seperti mengenakan kaca mata kuda. Allah sendiri menciptakan seksualitas. ad 2: “Abundantia delectationis quae est in actu venereo secundum rationem ordinato. kita menghargai ajaran beberapa ahli dari Timur yang mendesak kita untuk memperluas kesadaran kita. Jangan melewatkan bagian kebahagiaan yang diinginkan" (Sir 14:11-14). yang merupakan hadiah luar biasa untuk makhluk ciptaan-Nya. 2. art. non contrariatur medio virtutis”. Perluasan kesadaran ini bukanlah penyangkalan atau pemusnahan keinginan melainkan pelebaran dan penyempurnaannya... Summa Theologiae II-II. sesuai dengan kebutuhan untuk saling __________ 145 Cf. Dalam hal ini. id.ketika dengan cinta yang besar Ia mengatakan: "Anakku. hendaklah baik memelihara dirimu. 153. Semua ini membawa kita menuju dimensi seksual perkawinan. hal itu adalah untuk mencegah "pemiskinan nilai yang otentik"146 Santo Yohanes Paulus II menolak tuntutan bahwa ajaran Gereja adalah "penolakan atas nilai seksualitas manusia". atau bahwa Gereja hanya mentolerir 107 . mencintai.

karena setiap pribadi manusia "harus belajar. 4: Insegnamenti III/2 (1980). dapat dikatakan. dalam suatu jenis spontanitas lain”. Dengan demikian. (24 September 1980). 148 151. dalam martabatnya yang suci dan mulia.. 147 Ibid. suatu kedewasaan yang "adalah buah bertahap dalam discernment berbagai dorongan hati seseorang”. Catechesis. 148 ID. Santo Yohanes Paulus II menjawab bahwa manusia "dipanggil untuk spontanitas __________ 146 JOHN PAUL II. Untuk mereka yang takut bahwa melatih gairah dan seksualitas mengurangi spontanitas cinta seksual. "hati manusia hadir berpartisipasi. 5: Insegnamenti III/2 (1980). penuh dan dewasa dalam berhubungan".151 Dalam konteks ini.150 Seksualitas itu bukan alat pemuasan atau hiburan. "dan tidak dapat dimunculkan upaya apapun untuk mempertanyakan pentingnya hal itu”. 3. 719. seksualitas adalah bahasa interpersonal (hubungan antar pribadi) di mana pihak lain ditanggapi dengan serius.147 Keinginan seksual bukanlah sesuatu yang harus dipandang rendah. Santo Yohanes Paulus II mengajarkan bahwa perbedaan jenis kelamin tidak hanya penting sebagai "sumber kesuburan dan keturunan ".152 Dalam katekese tentang teologi tubuh. erotis muncul sebagai perwujudan khusus seksualitas manusia.seksualitas "karena itu perlu untuk keturunan". tetapi juga memiliki "kapasitas mengekspresikan cinta: 108 . 951..149 Hal ini menuntut disiplin dan penguasaan diri. Catechesis (22 October 1980). dengan tekun dan konsistensi tentang makna tubuhnya”. Hal ini memungkinkan kita untuk menemukan "makna perkawinan dari tubuh dan martabat otentik dari karunia”.

. 153 Catechesis (16 January 1980). 150 Ibid. 1133.153 Suatu hasrat seksual yang sehat. 5. menjadikannya "murni. Sampai sekarang fakta menunjukkan bahwa seks sering menjadi kehilangan kepribadian (depersonalisasi) dan menjadi tidak sehat. kita bisa mendekati semua pokok pembicaraan dengan realisme yang sehat. 1: 1132. __________ 149 Catechesis (12 November 1980). tidak ada cara kita dapat mempertimbangkan dimensi erotis dari cinta hanyalah sekedar hal jahat yang diperbolehkan atau beban yang harus diijinkan demi kebaikan keluarga. Dengan demikian. 1: Insegnamenti III/1 (1980). akibatnya. walaupun sesaat.cinta di dalam mana pribadi manusia dengan tepat merupakan suatu pemberian”. dan karena alasan itulah dapat memanusiawikan berbagai dorongan tersebut... Sebaliknya.154 Kekerasan dan Manipulasi 153. selalu melibatkan rasa kagum. itu harus dilihat sebagai karunia dari Allah yang memperkaya hubungan suami istri. 151 Ibid. 4. 2: Insegnamenti III/2 (1980). meskipun erat hubungannya dengan mengejar kesenangan. kita dapat merasakan bahwa "kehidupan telah berubah menjadi baik dan bahagia. Hasrat yang diresapi oleh cinta yang menghormati martabat pasangan kita. 151. "seks menjadi 109 . 152 Ibid. Atas dasar pandangan positif tentang seksualitas. penegasan total" yang mengungkapkan keajaiban yang dimiliki oleh hati manusia. Dengan cara ini. 152.

174. seksualitas berisiko diracuni oleh mentalitas "pakai dan buang". Bisakah kita benar-benar tidak peduli atau mengabaikan bentuk-bentuk dominasi. 1997. Love. in Faith. 2014.”157 Santo Paulus menegaskan: "Jangan ada yang 110 . di dalam perkawinan itu sendiri. English: On Love. San Francisco. 256. dan dibuang setelah tidak lagi menarik. pelecehan. atau keinginan pribadi dan beralasan atas hal ini. p. Munich. kekerasan yang terus berlangsung hal mana merupakan produk dari pemahaman seksualitas yang sesat? Atau kenyataan bahwa martabat orang lain dan panggilan manusia untuk mengasihi akan berakhir sebagai hal yang kurang penting dibandingkan kebutuhan yang tidak jelas untuk "menemukan diri sendiri"? 154. Hope. dan karenanya melukai tatanan moral dalam penerapan tertentu terhadap relasi intim suami istri”.156 Tindakan yang benar bagi penyatuan seksual suami dan istri sejalan dengan sifat seksualitas seperti yang dikehendaki Tuhan yaitu ketika berlangsung "dengan cara yang benar-benar manusiawi. seks bisa menjadi sumber penderitaan dan manipulasi. Oleh karena itu harus ditegaskan kembali bahwa "tindakan perkawinan yang diterapkan kepada pasangannya tanpa mempertimbangkan kondisi pasangan. arogansi.kesempatan khusus dan alat bagi penonjolan-diri dan kepuasan egoistis berbagai nafsu dan naluri pribadi”. bukanlah tindakan cinta sejati.155 Dalam situasi sekarang ini. Über die Liebe. Kita juga tahu bahwa. Tubuh pihak lain sering dipandang sebagai obyek yang akan dipakai sejauh tubuh itu menawarkan kepuasan. penyimpangan seksual dan __________ 154 JOSEF PIEPER.

Setiap bentuk penundukan seksual harus dengan jelas ditolak.161 karena mereka menghilangkan makna terdalamnya.160 Pada akhirnya. 49. Dengan kata lain. Meskipun Paulus menulis dalam konteks budaya patriarkat yang menganggap perempuan sebagai bawahan laki-laki. ia tetap mengajarkan bahwa seks harus melibatkan komunikasi antar pasangan: itu membawa kemungkinan pada penundaan hubungan seksual untuk sementara waktu.159 Ini adalah bagian dari mentalitas dominasi di mana mereka yang mendominasi akhirnya menghilangkan martabat mereka sendiri. 156. Mereka berakhir dengan menggunakan seks sebagai bentuk pelarian dan menolak indahnya kesatuan perkawinan. Santo Yohanes Paulus II dengan sangat halus memperingatkan bahwa pasangan dapat "terancam oleh sifat tidak-terpuaskan"158. "struktur komuni dalam relasi interpersonal (antar pribadi) pada dasarnya berubah". Manakala rasa memiliki timbal balik berubah menjadi dominasi. tetapi "atas persetujuan bersama" (1 Kor 7: 5). mereka dapat beresiko memudarkan perbedaan-perbedaan mereka dan jarak yang semestinya ada di antara keduanya. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. Karena masing-masing memiliki martabatnya dengan tepat dan tidak dapat diambil darinya.menyalahgunakan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya" (1 Tes 4:6). mereka tidak lagi "mengenal tubuh mereka sendiri secara subyektif". Ini termasuk semua interpretasi yang tidak tepat dari penggalan Surat 111 . sementara terpanggil untuk semakin bersatu dengan kuat. __________ 157 SECOND VATICAN ECUMENICAL COUNCIL. 155.

Paulus kepada umat di Efesus di mana Paulus
mengatakan bahwa perempuan "tunduklah kepada
suamimu" (Ef 5:22). Bagian ini mencerminkan
kondisi budaya pada waktu itu, tapi perhatian kita
tidaklah pada titik pandang budaya tetapi pada

__________
158 Catechesis (18 June 1980), 5: Insegnamenti III/1 (1980),
1778.
159 Ibid., 6.
160 Cf. Catechesis (30 July 1980), 1: Insegnamenti III/2 (1980),
311.
161 Catechesis (8 April 1981), 3: Insegnamenti IV/1 (1981),
904.
ajaran atau pesan yang disampaikannya. Santo
Yohanes Paulus II dengan bijaksana menyatakan:
"Cinta menyingkirkan setiap jenis penundukan di
mana istri dapat menjadi hamba atau budak dari
suami... Masyarakat atau kesatuan yang harus
mereka bangun melalui pernikahan didasari oleh
sumbangan diri timbal balik, yang juga saling
tunduk satu terhadap yang lain."162 Oleh karena itu
Paulus melanjutkan dengan mengatakan bahwa
"suami harus mengasihi isterinya sama seperti
tubuhnya sendiri" (Ef 5:28). Teks Kitab Suci
sebenarnya peduli dengan mendorong semua orang
untuk mengatasi rasa puas diri dan terus-menerus
memperhatikan pasangannya: "Rendahkanlah
dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut
akan Kristus" (Ef 5:21). Dalam pernikahan, "saling
tunduk" secara timbal balik mengambil makna
khusus, dan dipandang sebagai rasa saling
memiliki yang dipilih dengan bebas yang ditandai
dengan kesetiaan, rasa hormat dan perhatian.
Seksualitas tak terpisahkan dalam pelayanan
persahabatan suami-istri ini, karena ia
dimaksudkan untuk menambah pemenuhan
terhadap pasangannya.

112

157. Demikian pula, penolakan terhadap
penyimpangan seksualitas dan erotisisme jangan
pernah membawa kita pada penistaan atau
penolakan seksualitas dan eros itu sendiri.
Idealisme perkawinan tidak dapat dilihat sebagai
donasi dan pengorbanan diri yang melimpah, di
mana masing-masing pasangan menyangkal semua
kebutuhan pribadinya dan hanya mencari

__________
162 Catechesis (11 August 1982), 4: Insegnamenti V/3 (1982),
205-206.
kebaikan pasangannya tanpa memperhatikan
kepuasan pribadi. Kita perlu ingat bahwa cinta
sejati juga perlu untuk dapat menerima
pasangannya, menerima kerapuhan dan kebutuhan
sendiri, dan untuk menyambut dengan rasa syukur
yang tulus dan penuh sukacita ekspresi fisik dari
cinta yang ditemukan dalam belaian, pelukan,
ciuman dan hubungan seksual. Benediktus XVI
menyatakan hal ini dengan sangat jelas: "Haruskah
manusia bercita-cita memiliki roh yang murni dan
menolak daging karena berkaitan dengan sifat
hewani semata, bila demikian maka baik roh
maupun tubuh keduanya kehilangan
163
martabatnya. Untuk alasan ini, "manusia tidak
bisa hidup dengan kasih persembahan yang bersifat
ke bawah saja. Ia tidak bisa selalu memberi, ia juga
harus menerima. Siapa saja yang ingin memberikan
cinta juga harus menerima cinta sebagai suatu
hadiah.164 Namun, kita tidak boleh lupa bahwa
keseimbangan manusia masih rapuh; ada bagian
dari diri kita yang menolak pertumbuhan manusia
sejati, dan setiap saat ia dapat melepaskan
kecenderungan yang paling primitif dan egois.

Perkawinan dan keperawanan

113

158. "Banyak orang yang tidak menikah bukan
hanya mempersembahkan diri bagi keluarga
mereka sendiri tetapi juga sering memberikan
pelayanan besar di dalam kelompok teman-teman
mereka, dalam komunitas Gereja dan dalam
__________
163 Encyclical Letter Deus Caritas Est (25 December 2005), 5:
AAS 98 (2006), 221.
164 Ibid., 7.
kehidupan profesional mereka. Kadang-kadang
kehadiran dan perhatian mereka terabaikan,
mengakibatkan mereka seperti terisolasi. Banyak di
antara mereka yang menyumbangkan bakat untuk
melayani komunitas Kristen melalui kegiatan amal
dan kerja sukarela. Lainnya tetap tidak menikah
karena mereka ingin mempersembahkan hidup
mereka kepada kasih Kristus dan sesama. Dedikasi
mereka ini sangat memperkaya keluarga, Gereja
dan masyarakat”.165

159. Keperawanan adalah suatu bentuk cinta.
Sebagai tanda, keperawanan itu berbicara tentang
kedatangan Kerajaan Allah dan kebutuhan untuk
mengabdi sepenuhnya demi Injil (bdk. 1 Kor 7: 32).
Ini juga merupakan refleksi tentang kepenuhan
surgawi, di mana "mereka tidak kawin dan tidak
dikawinkan" (Mat 22:30). Santo Paulus
menganjurkan keperawanan karena ia
mengharapkan kedatangan Yesus segera dan ia
ingin semua orang berkonsentrasi hanya pada
penyebaran Injil: "waktu telah singkat" (1 Kor
7:29). Meskipun demikian, Santo Paulus
menjelaskan bahwa ini adalah pendapat pribadi dan
suatu pilihan (bdk 1 Kor 7:6-9), bukan sesuatu yang
dituntut oleh Kristus: "Aku tidak mendapat
perintah dari Tuhan" (1 Kor 7:25). Demikianlah, ia
mengakui nilai panggilan yang berbeda: "Setiap

114

orang menerima dari Allah karunianya yang khas,
yang seorang karunia ini, yang lain karunia itu" (1
Korintus 7:7). Merefleksikan hal ini, Santo
Yohanes Paulus Paul II mencatat bahwa teks Kitab
Suci "tidak memberikan alasan untuk menegaskan
'inferioritas' perkawinan, ataupun 'superioritas'
keperawanan atau selibat"166 berdasarkan pantang
seksual. Daripada berbicara secara absolut tentang
keunggulan keperawanan, cukuplah untuk
menunjukkan bahwa kondisi kehidupan yang
berbeda-beda melengkapi satu sama lain, dan
dengan sendirinya sebagian dapat lebih sempurna
dalam satu cara dan sebagian lain lebih sempurna
dalam cara lainnya. Alexander dari Hales,
misalnya, menyatakan bahwa dalam arti tertentu
perkawinan dapat dianggap lebih unggul di antara
sakramen-sakramen gerejani lainnya, karena
sakramen perkawinan itu melambangkan realitas
besar "persatuan Kristus dengan Gereja, atau
penyatuan sifat ilahi Kristus dan kodrati
manusia”.167

160. Akibatnya, "itu bukan soal mengurangi nilai
perkawinan dan mengunggulkan hidup selibat".168
"Tidak ada dasar untuk bermain membela yang satu
atau melawan yang lain ... Jika, mengikuti tradisi
teologis tertentu, seseorang berbicara tentang
'status sempurna '(status perfeksionis), hal ini tidak
ada hubungannya dengan hidup selibat itu sendiri,
tetapi dengan keseluruhan hidup yang berdasarkan
nasihat-nasihat injil".169 Seseorang yang sudah
menikah dapat mengalami tingkat tertinggi dari
amal baik dan dengan demikian "mencapai
kesempurnaan yang mengalir dari amal baik itu,
melalui kesetiaan menuju semangat nasihat Injil
tersebut. Kesempurnaan seperti itu mungkin dan
dapat dicapai oleh setiap pria dan wanita".170

115

161. Nilai keperawanan terletak pada lambang
cinta yang tidak perlu untuk memiliki orang lain;
dengan cara ini ia mencerminkan kebebasan
Kerajaan Surga. Keperawanan mendorong
pasangan menikah untuk menghidupi kasih
perkawinan mereka sendiri dengan latar belakang
kasih definitif Kristus, melakukan perjalanan
bersama menuju kepenuhan Kerajaan Allah.
Menurut bagiannya, kasih perkawinan
melambangkan nilai-nilai lainnya. Di satu sisi, ia
adalah refleksi tertentu tentang kesatuan penuh
dalam perbedaan yang ditemukan di dalam Allah
Tritunggal. Keluarga adalah juga tanda Kristus.
Keluarga mewujudkan kedekatan Allah yang
merupakan bagian dari setiap kehidupan manusia,
karena Ia menjadi satu dengan kita melalui
inkarnasi, kematian dan kebangkitanNya. Setiap
pasangan menjadi "satu daging" dengan
pasangannya sebagai tanda kesediaan untuk
berbagi segala sesuatu dengan pasangannya sampai
mati. Sementara keperawanan adalah tanda
"eskatologis" Kristus yang bangkit, perkawinan
adalah tanda "historis" bagi kita yang hidup di
dunia ini, tanda Kristus duniawi yang memilih
untuk menjadi satu dengan kita dan menyerahkan
diriNya bagi kita bahkan sampai mencurahkan
darahNya. Keperawanan dan pernikahan adalah,
dan sudah seharusnya, cara-cara yang berbeda
dalam mencintai. Karena "manusia tidak bisa hidup
tanpa cinta. Dia tetap merupakan makhluk yang
tidak bisa dimengerti bagi dirinya sendiri, hidupnya
menjadi tidak masuk akal, jika cinta tidak
diungkapkan kepadanya.”171

162. Selibat bisa beresiko menjadi hidup lajang
yang nyaman yang memberikan kebebasan untuk
mandiri, untuk berpindah-pindah tempat tinggal,
untuk bekerja atau memilih pilihan lainnya,

116

sehingga lebih tepat untuk karya amal yaitu untuk mencintai daripada dicintai. Di dalam hal seperti itu. Banyak pasangan yang sudah menikah tetap setia ketika salah satu dari mereka telah menjadi tidak menarik secara fisik.membelanjakan uang untuk apa yang disukainya.173 117 . Hal ini membuat orang tua seperti itu menjadi tanda kasih Yesus yang bebas dan tanpa pamrih.172 Kita juga bisa menunjuk pada kehadiran di banyak keluarga suatu kapasitas melayani tanpa pamrih dan penuh kasih manakala anak-anak menjadi bermasalah dan bahkan tidak tahu berterima-kasih. Seorang istri dapat merawat suaminya yang sakit dan dengan demikian. Dengan cinta seperti itu. Kasus-kasus seperti ini mendorong orang- orang yang hidup selibat untuk menghidupi janji mereka bagi Kerajaan Allah dengan lebih bermurah hati dan lebih terbuka. meskipun suara dalam masyarakat kita yang mungkin mendorong mereka untuk menjadi tidak setia atau meninggalkan yang lain. dan hal ini dapat menggerakkan mereka kepada ketersediaan yang konkret dan murah hati terhadap orang lain. dengan mendekatkan diri pada Salib. kesaksian orang-orang yang menikah menjadi sangat mengesan. "perlulah memperdalam pemahaman tentang aspek-aspek positif tentang kasih perkawinan". Untuk alasan ini. Sekarang ini. menghabiskan waktu bersama orang-orang lain sesuai keinginannya sendiri. Mereka yang terpanggil untuk tetap perawan dapat menemukan pada sejumlah perkawinan tanda yang jelas kesetiaan Allah yang murah hati dan tahan uji terhadap perjanjianNya. martabat kekasih sejati semakin terpancar. sekularisasi telah mengaburkan nilai penyatuan seumur hidup dan keindahan panggilan untuk menikah. atau gagal untuk memenuhi kebutuhan pasangannya. ia memperbaharui janjinya untuk mencintai sampai mati.

mereka sehari-hari menegaskan kembali keputusan mereka untuk mencintai. sambil terus menikmati keintiman yang memperkaya mereka. Masing- masing bergerak maju di sepanjang jalur 118 . Sementara salah satu pasangan mungkin tidak lagi mengalami hasrat seksual yang mendalam terhadap pasangannya. maka mereka dapat saling mencintai dan hidup sebagai satu kesatuan sampai maut memisahkan mereka. lima atau bahkan enam puluh tahun. konsekuensinya keputusan awal harus sering diperbaharui. walaupun kasih mencakup semuanya itu. Kepuasan ini adalah bagian dari perasaan yang benar suatu kasih perkawinan. keputusan seumur hidup yang timbul dari hati. ia mungkin masih mengalami rasa senang karena merasa saling memiliki dan mengetahui bahwa tak satu pun dari mereka hidup sendirian melainkan memiliki "pasangan" yang dengannya segala sesuatu dalam hidup dibagikan . untuk berbagi kehidupan mereka dan untuk terus mencintai dan memaafkan. seseorang yang dengannya bersama-sama menghadapi kesulitan hidup dan menikmati kesenangan hidup. Masa hidup yang lebih panjang berarti bahwa relasi yang dekat dan eksklusif harus berlangsung selama empat. perasaan atau kondisi pikiran. Kasih yang mereka ikrarkan lebih besar daripada emosi manapun. Namun jika satu pasangan bisa memunculkan proyek hidup bersama dan abadi. saling memiliki. Ini adalah kasih yang lebih dalam. Dia adalah teman dalam perjalanan hidup.TRANSFORMASI KASIH 163. Tidak ada jaminan bahwa kita akan merasakan hal yang sama seumur hidup. Bahkan di tengah konflik yang belum terselesaikan dan situasi emosional yang membingungkan.

satu atau dimensi lainnya. tidak dengan sendirinya (per se) mengarah kepada tindakan perkawinan". Kita mencintai pasangan kita apa adanya.. melahirkan jenis emosi baru sementara mereka memenuhi misi perkawinan mereka. bukan hanya tubuh mereka.. Tak satu pun dari perkara ini mungkin terjadi tanpa berdoa kepada Roh Kudus agar mencurahkan kasih karunia-Nya. 164. Bahkan walaupun orang lain tidak lagi bisa melihat keindahan identitas itu. untuk meneguhkan. pasangan masih terus melihatnya dengan mata cinta dan dengan demikian kasih sayangnya tidak memudar. ia masih menyatakan identitas pribadi yang dahulu memenangkan hati kita. dapat muncul lebih jelas. Dalam perjalanan setiap perkawinan penampilan fisik berubah. yang ditimbulkan oleh manusia lain sebagai pribadi . kekuatan ilahiNya dan api RohNya. Semua itu memerlukan upaya sehari-hari. Meskipun tubuh bertambah tua. kasih bersukacita di setiap langkah dan di setiap tingkatan yang baru. tapi ini tidak berarti bahwa cinta dan daya tarik harus memudar. Sesungguhnya kasih "adalah satu realitas tunggal. namun dengan dimensi yang berbeda-beda. Dalam perjalanan hidup ini."175 Ikatan perkawinan terus menemukan bentuk-bentuk ekspresi yang baru dan masih tetap mencari cara-cara baru untuk bertumbuh di dalam kekuatan. pada waktu yang berbeda. Karena "emosi. Hal ini melestarikan dan memperkuat ikatan tersebut. Mulianya keputusan ini.174 Ia akan menemukan bentuk ekspresi yang masuk akal. mengarahkan dan 119 .pertumbuhan dan pengembangan pribadi. Ia menegaskan kembali keputusan mereka untuk menjadi milik dari pasangan dan menyatakan pilihannya dalam kedekatan yang penuh kesetiaan dan cinta. dengan intensitas dan kedalaman cinta.

Catechesis (31 October 1984). 175 BENEDIT XVI. 8: AAS 98 (2006). 224. Encyclical Letter Deus Caritas Est (25 December 2005).mentransformasikan kasih kita di dalam setiap situasi yang baru. 6: Insegnamenti VII/2 (1984). 120 . __________ 174 JOHN PAUL II. 1072.

121 . dalam pemberian diri satu sama lain. BAB LIMA MEMBUAT CINTA ITU BERBUAH 165. 12 February 2015. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio. 178 Ibid.177 Di sini kita dapat melihat refleksi keagungan kasih Allah. Kasih dalam perkawinan “tidak berhenti hanya pada pasangan… Pasangan.176 MENYAMBUT SEBUAH KEHIDUPAN BARU 166. yang selalu mengambil inisiatif. Setiap kehidupan baru “memungkinkan kita untuk menghargai dimensi kasih yang paling tidak diperhatikan. karena anak-anak itu “telah dikasihi sebelum mereka dapat melakukan apa-apa yang membuat mereka pantas menerimanya”178. Inilah keindahan dikasihi lebih dahulu: Anak-anak telah dikasihi bahkan sebelum mereka hadir”. Akan tetapi “sejak saat pertama __________ 176 JOHN PAUL II. tetapi juga disambut sebagai suatu karunia dari Allah. suatu tanda permanen kesatuan perkawinan mereka dan suatu sintesis yang hidup serta tak terpisahkan dari keberadaan seorang ayah dan seorang ibu”. p. tidak hanya memberikan dirinya tetapi juga realitas anak-anak. 14: AAS 74 (1982). namun tidak pernah berhenti menakjubkan kita. 8. Keluarga adalah tatanan di mana sebuah kehidupan baru bukan hanya dilahirkan. (22 November 1981). 96. 177 Catechesis (11 February 2015): L’Osservatore Romano. yang merupakan refleksi kasih mereka yang hidup. Kasih itu selalu membawa kehidupan.

180 Ibid. 8. dilanjutkan dengan perlindungan seumur hidup dan memiliki tujuan akhirnya berupa sukacita kehidupan abadi. Sebab “ketika berbicara tentang anak yang lahir ke dunia..dari kehidupan mereka. banyak anak-anak yang ditolak. jika kita kemudian menhukum anak-anak itu atas kesalahan daripada kaum dewasa? Jika seorang anak lahir ke dunia dalam situasi yang tidak diinginkan.. dimulai dengan penerimaan. Ada juga orang-orang yang berani berkata. sepertinya membenarkan dirinya sendiri. 9 April 2015. Sungguh memalukan!.180 Karunia seorang anak. orang tua akan lebih menyadari akan karunia berharga yang dipercayakan kepada _________ 179 Catechesis (8 April 2015): L’Osservatore Romano. Dengan teduh merenungkan pemenuhan akhir hidup manusia. p. tidak ada pengorbanan yang dilakukan orang dewasa yang akan dianggap terlalu besar atau terlalu mahal. yang dipercayakan Tuhan kepada seorang bapak dan ibu.Bagaimana kita bisa mengeluarkan deklarasi tentang hak azasi manusia dan hak perlindungan bagi anak-anak. jika ini dimaksudkan agar sang anak tidak pernah harus merasakan bahwa ia adalah suatu kesalahan atau tidak berharga atau ditinggalkan kepada empat penjuru angin dan kepada keangkuhan manusia”. ditinggalkan dan dirampas masa kanak- kanak dan hari depannya”. 122 . bahwa merupakan suatu kesalahan untuk membawa anak-anak ini ke dalam dunia. para orang tua dan seluruh anggota keluarganya harus melakukan segala upaya untuk menerima anak tersebut sebagai karunia dari Allah dan mengambil tanggung jawab untuk menerima anak-anak ini dengan keterbukaan dan kasih sayang.

750-751.181 167.mereka. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. __________ 181 Cf.182 Kasih dan kehamilan 168. 51: “Let us all be convinced that human life and its transmission are realities whose meaning is not limited by the horizons of this life only: their true evaluation and full meaning can only be understood in reference to our eternal destiny”. dengan mempertimbangkan realitas sosial dan demografik. SECOND VATICAN ECUMENICAL COUNCIL. Kehamilan merupakan suatu masa yang sulit namun menakjubkan. tetapi sebaliknya harus ada pemberdayaan pasangan- pasangan untuk mempergunakan kebebasan pribadinya secara bijaksana dan bertanggung jawab. selain juga situasi mereka sendiri dan berbagai harapan yang semestinya”. Mereka merupakan ekspresi dari kesuburan kasih.Seorang ibu bersama dengan Tuhan membawakan mujizat kelahiran baru. Sebab Tuhan memperbolehkan para orang tua memilihkan nama yang dengan nama itu Dia sendiri akan memanggil anak-anak mereka masuk ke dalam keabadian. 123 . Paus Yohanes Paulus II menjelaskan dengan tegas bahwa orang tua yang bertanggung jawab tidak berarti ”melahirkan anak sebanyak-banyaknya atau tidak adanya kesadaran akan hal-hal yang berkaitan dengan pemeliharaan anak-anak itu. Keluarga besar merupakan kegembiraan bagi Gereja. Pada saat yang sama . 182 Letter to the Secretary General of the United Nations Organization on Population and Development (18 March 1994): Insegnamenti XVII/1 (1994).

dan sebelum engkau keluar dari kandungan. Marilah kita berhenti sejenak dan merenungkan betapa luhur nilai sang janin dari saat pembuahannya. kehidupan akan mengkerut dan mati.184 Pemazmur mengatakan: ”Engkau merangkai aku di dalam rahim ibuku. 124 . Aku telah mengenal engkau. sekali ia dikandung. Sekali sebuah keluarga kehilangan kemampuannya untuk bermimpi. (Yer 1:5). yang selalu diperbaharui dengan tiap kelahiran”. 543. Setiap anak mempunyai tempat di hati Tuhan dari segala keabadian. anak-anaknya tidak bertumbuh.” Untuk pasangan menikah Kristiani. yang ditujukan untuk pembuahan dan kelahiran seorang manusia baru”.(Mzm 139 : 13). Catechesis (12 March 1980). impian kekal sang Pencipta menjadi kenyataan. 169. yang selalu melihat lebih dari sekedar penampilan. Kita perlu melihatnya dari sudut pandang Allah.183 Setiap wanita berpartisipasi dalam “misteri penciptaan. kasih tidak tumbuh. baptisan perlu muncul sebagai bagian dari impian __________ 183 JOHN PAUL II. 3: Insegnamenti III/1 (1980).Keibuan adalah buah dari “Potensi kreatif khusus dari tubuh seorang wanita. Aku telah menguduskan engkau”. Anda tidak dapat memiliki keluarga tanpa impian. Setiap anak yang tumbuh di dalam rahim ibunya adalah bagian dari rencana kasih abadi dari Allah Bapa: “Sebelum Aku membentukmu di dalam rahim ibumu. “Selama sembilan bulan semua ibu dan bapak memimpikan anak mereka…. 184 Ibid. Seorang wanita hamil dapat berpartisipasi dalam rencana Allah dengan memimpikan anaknya.

Kita mengasihi 125 . karena semua sifat somatik seseorang sudah tertulis di dalam kode genetik di tingkat embrionik. Setiap anak adalah unik dan tidak tergantikan… Kita mengasihi anak- anak kita karena mereka anak-anak. Sejumlah orangtua merasa bahwa anak mereka tidak datang pada saat yang terbaik. atau mereka mewakili mimpi-mimpi kita. Ibu-ibu yang sedang hamil perlu meminta kepada Allah hikmat sepenuhnya untuk mengetahui anak- anak mereka dan menerima mereka sebagaimana adanya mereka. atau apakah ia sesuai untuk rencana dan aspirasi anda. Dengan doa-doa mereka.tersebut. 170. bukan karena mereka indah. Karena “anak-anak adalah karunia. Namun demikian hanya Bapa. sang Pencipta. yang sepenuhnya mengetahui anak tersebut. atau mereka berparas atau berpikir sama seperti kita. Mereka harus memohon kepada Tuhan untuk menyembuhkan dan menguatkan mereka menerima anak mereka sepenuhnya dan dengan dengan segenap hati. Ia bukanlah sebuah aksesori atau solusi bagi sejumlah kebutuhan pribadi. Anak adalah manusia dengan nilai yang sangat besar dan tidak pernah boleh dipergunakan untuk keuntungan sendiri. Jadi hanya merupakan masalah kecil apakah kehidupan baru ini nyaman bagi anda. Kemajuan ilmiah saat ini memungkinkan kita untuk mengetahui sebelumnya warna apa kelak rambut sang anak atau penyakit apa yang mereka akan alami suatu hari nanti. Penting adanya bagi sang anak untuk merasa ia dikehendaki. apakah ia memiliki sifat- karakter yang menyenangkan anda. mempercayakan bayi mereka kepada Yesus bahkan sebelum ia dilahirkan. hanya Dia sendiri yang mengetahui identitas dan nilai terdalam sang anak. orangtua mempersiapkan baptisan.

mulai menerima.186 Kasih orangtua merupakan sarana yang dengannya Allah Bapa kita menunjukkan kasihNya sendiri. kecemasan. Seorang anak adalah seorang anak”. 8. Jangan biarkan rasa takut. aneka komentar orang lain atau berbagai masalah mengurangi sukacita menjadi sarana Allah membawa kehidupan baru ke dalam dunia. Kasih ini ditunjukkan kepada mereka melalui pemberian 126 . Cobalah untuk mengalami kegembiraan penuh kedamaian di tengah-tengah seluruh keprihatinan anda yang begitu banyak dan mintalah Tuhan untuk mempertahankan sukacita anda. menerima anak tersebut tanpa syarat. namun tanpa berobsesi. 186 Catechesis (11 February 2015): L’Osservatore Romano. dengan pasti bahwa mereka dikasihi. sehingga anda dapat meneruskannya kepada anak anda. begitu dilahirkan. 171. p. “Anak-anak. Dengan rasa sayang yang besar. 12 February 2015. bersama dengan makanan dan perhatian. 176. saya menekankan kepada semua ibu masa depan: tetaplah berbahagia dan jangan ada hal apapun yang merampas sukacita di dalam masa keibuan. Kasih ibu dan bapak 172.mereka karena mereka adalah anak-anak. Siapkanlah diri anda untuk kelahiran anak anda. hadiah spiritual untuk mengetahui __________ 185 Address at the Meeting with Families in Manila (16 January 2015): AAS 107 (2015). dan bergabunglah dengan kidung sukacita Maria: “Jiwaku …(Luk 1:46-48). Ia menanti-natikan kelahiran setiap anak. dan menyambut mereka dengan bebas.

8.nama pribadi. Tanpa hal ini. berbagi bahasa. dan merupakan. mengenali dan menghormati mereka sebagai rekan dialog… Seperti itulah kasih. keduanya “bekerjasama dengan kasih Allah sang Pencipta. rasa hormat atas perbedaan dan menjadi mampu untuk memberi dan menerima. Dengan menghormati martabat seorang anak berarti meneguhkan kebutuhannya dan hak alaminya untuk memiliki seorang ibu dan seorang bapak”. seorang anak dapat hanya menjadi mainan. 188 AUSTRALIAN CATHOLIC BISHOPS’ CONFERENCE. keduanya perlu bagi perkembangan anak yang integral dan harmonis. 15 October 2015. Pastoral Letter Don’t Mess with Marriage (24 November 2015). 13. 189 SECOND VATICAN ECUMENICAL COUNCIL. Sebagaimana diamati Uskup Australia. Dengan cara ini. masing- masing pasangan “berkontribusi dengan cara yang berbeda untuk membesarkan seorang anak.189 Mereka menunjukkan kepada anak .anak mereka wajah __________ 187 Catechesis (14 October 2015): L’Osservatore Romano. tatapan kasih dan cerahnya senyuman.188 Kita sedang membicarakan bukan semata-mata tentang kasih bapak dan ibu sebagai pribadi. 50. Bersama-sama mereka mengajarkan nilai timbal-balik. dalam arti tertentu. p. yang diamati sebagai sumber kehidupan seseorang dan dasar yang kokoh bagi keluarga. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. bapak dan ibu. keibuan dan kebapakan dari Tuhan. dan ia mengandung sepercik kasih Allah!”187 Setiap anak berhak menerima kasih dari seorang ibu dan seorang bapak. penterjemahNya”. mereka belajar bahwa keindahan relasi manusia menyentuh jiwa. menerima perbedaan orang lain. Suami dan isteri.. mengupayakan kebebasan kita. namun juga kasih timbal balik antar mereka. Bila karena suatu sebab 127 .

sebuah misi yang perlu dilindungi dan dipertahankan masyarakat demi kebaikan semua orang. mengembangkan ketrampilan mereka dan memiliki tujuan pribadi. demi perkembangan yang sehat menuju kedewasaan anak tersebut. mereka –khususnya keibuan.juga merupakan tugas yang besar. Catechesis (12 March 1980). kita tidak dapat mengabaikan kebutuhan yang dimiliki anak-anak atas kehadiran ibunya. subyek dari kehidupan manusia baru yang ia kandung dan berkembang di dalamnya. Rasa menjadi seorang anak yatim-piatu yang mempengaruhi banyak anak-anak dan anak muda saat ini jauh lebih dalam daripada yang kita pikirkan. 173. 542. bekerja. Karena kebesaran para wanita mencakup seluruh hak- haknya yang diturunkan dari martabat manusiawi yang tak terpisahkan dan juga dari kejeniusan kewanitaannya. Di masa sekarang ini kita mengenal sebagai suatu hal yang wajar dan didambakan seorang wanita untuk menuntut ilmu. Kemampuan spesifik kewanitaan __________ 190 JOHN PAUL II. yang sangat penting bagi masyarakat. khususnya di bulan-bulan pertama kehidupan. dan darinya dilahirkan ke dalam dunia”. Saya tentu saja menghargai feminism. namun yang tidak menuntut keseragaman atau menghilangkan keibuan.yang tidak dapat dihindarkan tidak tersedia salah satu orang tua. karena kewanitaan mencakup pula misi spesifik di dalam dunia ini. Sesungguhnya.191 128 . Di saat yang sama. “wanita berdiri di hadapan pria sebagai seorang ibu. penting untuk mengkompensasikan kehilangan ini.190 Melemahnya kehadiran ibu dengan kualitas kewanitaannya menimbulkan resiko yang besar bagi dunia kita. 2: Insegnamenti III/1 (1980).

karena ibu-ibu senantiasa. Kaum ibu sering menjelaskan arti yang mendalam dari praktek keagamaan dalam doa-doa perdana dan kegiatan devosi yang dipelajari anak-anak mereka. pada bagiannya. 30-31: AAS 80 (1988).. ID. Hal ini menolong sang anak untuk mengembangkan rasa percaya diri dan sebaliknya __________ 191 Cf. “Ibu-ibu adalah antidotum terkuat terhadap penyebaran individualism yang mementingkan diri sendiri… Merekalah yang bersaksi akan keindahan hidup”. yang menunjukkan kasih sayang dan 129 . memberi kesaksian akan kelembutan. 1726-1729. dedikasi dan kekuatan moral.193 175. 7-8 January 2015. bukan saja tidak akan ada kaum beriman yang baru. p. Ayah memiliki ciri-ciri identitas maskulin yang jelas. Seorang ayah. membangun kapasitas untuk keakraban dan empati. tetapi juga iman itu sendiri akan kehilangan sebagian besar kehangatannya yang sederhana dan terasa dengan kuat… Para ibu: terima kasih! Terima kasih untuk apa yang anda perankan di dalam keluarga dan apa yang telah anda berikan kepada Gereja dan dunia”.192 Sudah pasti. bahkan di masa-masa yang paling sulit. menolong sang anak untuk mengerti batas-batas kehidupan.174. Seorang ibu yang menjaga anaknya dengan lemah lembut dan penuh kasih sayang menolongnya untuk bertumbuh dalam kepercayaan diri dan untuk mengalami bahwa dunia ini adalah tempat yang baik dan menyambut mereka. dan menyadari perlunya kerja keras dan usaha yang gigih. Apostolic Letter Mulieris Dignitatem (15 August 1988). 192 Catechesis (7 January 2015): L’Osservatore Romano. Tanpa kaum ibu. “masyarakat tanpa ibu akan mengalami dehumanisasi.. 8 193 Ibid. terbuka pada tantangan dunia yang lebih luas..

juga dipengaruhi oleh jumlah waktu yang diberikan untuk media komunikasi dan hiburan. tokoh ayah dikatakan secara simbolis absen. dari ayah sebagai hakim bagi kegembiraan anak- anaknya dan sebagai penghalang bagi emansipasi dan otonomi kaum muda. masalah tampaknya tidak lagi berupa dominansi kehadiran ayah dibandingkan absennya. pria dan wanita. ini disangka sebagai suatu kebebasan. Kepriaan itu sendiri agaknya juga dipertanyakan. “seperti sering terjadi.194 Namun. Dan hasilnya dapat dipahami berupa suatu kebingungan. Para ayah sering terjebak dalam dirinya sendiri dan dalam pekerjaannya dan kadang-kadang dalam pemenuhan dirinya sendiri sehingga mereka mengabaikan keluarganya. Tetapi kehadiran serta fungsi yang jelas dan telah ditetapkan bagi kedua tokoh itu. Mereka meninggalkan anak-anak dan kaum muda mengurus diri sendiri”.195 Kehadiran sang ayah. Sekarang ini. kebebasan dari para ayah sebagai tuan. Kita sering mendangar bahwa masyarakat kita adalah “masyarakat tanpa ayah”. Di masa sekarang ini. Di dalam beberapa rumah tangga sikap otoriter pernah berkuasa dan. akan menciptakan suasana yng terbaik bagi pertumbuhan sang anak. 176. otoritas sering dicurigai dan orang dewasa 130 .perhatian kepada isterinya seperti halnya seorang ibu yang penuh perhatian. hilang atau lenyap. Memang ada kelonggaran tertentu dari peran dan tanggung jawab ayah dan ibu dalam keluarga tergantung dari keadaan nyata dari masing-masing keluarga. dari ayah sebagai perwakilan hukum yang dipaksakan dari luar. “Pada mulanya. sesuatu bergerak dari satu ekstrim ke ekstrim lainnya. kadang-kadang bahkan muncul penindasan”. dan karenanya hadir pula otoritasnya. Di dunia Barat. ketidakhadirannya.

Mereka mungkin berusaha untuk tidak mengakui hal itu. anak-anaknya.196 177. ketika mereka tenang atau sedang susah. ketika mereka sedang berani atau sedang ketakutan. Ayah yang terlalu mengontrol akan membayang-bayangi berlebihan __________ 196 Cf. ketika mereka sedang banyak bicara dan sedang berdiam diri. tetapi mereka memerlukan 131 . mereka tidak mengijinkannya berkembang”197. Dan juga dekat dengan anak- anaknya dalam pertumbuhan mereka – ketika mereka bermain dan ketika mereka bekerja. kegembiraan dan kesedihan. Menjadi seorang ayah yang selalu hadir. untuk tidak memperlihatkannya. Mereka sendiri menjadi tidak pasti dan karenanya gagal memberikan bimbingan yang mantap kepada anak- anaknya. Pembalikan peran antara orang tua dan anak-anak adalah tidak sehat sebab hal itu menghalangi proses perkembangan semestinya yang perlu dialami anak-anak dan ini mengingkari mereka akan kasih dan bimbingan yang dibutuhkan untuk menjadi dewasa. saya tidak maksudkan sebagai ‘mengontrol’. Sebagian ayah merasa mereka tidak berguna atau kurang diperlukan. 28. harapan dan kesulitan. Bila saya mengatakan ‘hadir’. Relatio Finalis 2015. tetapi kenyataannya adalah “anak-anak perlu mendapatkan seorang ayah yang menantikan mereka pada saat mereka pulang ke rumah dengan persoalan-persoalan mereka. Allah menempatkan seorang ayah didalam keluarga sehingga dengan karunia kelaki-lakiannya dia dapat dapat “dekat dengan isterinya dan berbagi segalanya. ketika mereka sedang tersesat dan ketika mereka kembali ke jalan yang benar.diperlakukan dengan kasar.

No.. menawarkan karunia sebuah keluarga kepada seseorang yang tidak memiliki keluarga. 132 . mempertahankan nilai-nilainya dan sifat tidak- terceraikan”. walau pun pasangan sangat menginginkannya.198 Adalah kurang baik bagi anak-anak untuk kehilangan ayahnya dan bertumbuh sebelum mereka siap.. perkawinan tetap memiliki karakter sebagai kondisi menyeluruh dan komuni kehidupan. tidak ada anak-anak. Bahkan dalam kasus di mana. Adopsi adalah suatu cara yang paling murah hati untuk menjadi orang tua. tetapi juga dinyatakan dengan berbagai cara. 50. Mengadopsi seorang anak adalah suatu tindakan kasih.”200 __________ 199 SECOND VATICAN ECUMENICAL COUNCIL. Sementara itu. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. Mereka tidak akan pernah menyesal telah menjadi bermurah hati. Aparecida Document (29 June 2007).itu”. kita juga tahu bahwa “perkawinan tidak diselenggarakan semata-mata untuk prokreasi anak-anak. 179. keibuan bukanlah hanya sebagai realitas biologis saja. Saya mendorong mereka yang tidak mempunyai anak untuk memperluas kasih perkawinan mereka dengan merangkul mereka yang kehilangan situasi keluarga yang semestinya. Kita tahu bahwa hal ini dapat menyebabkan penderitaan besar bagi mereka.. 200 FIFTH GENERAL CONFERENCE OF THE LATIN AMERICAN AND CARIBBEAN BISHOPS. 457. KEBERBUAHAN YANG MELUAS 178. (TANPA ANAK) Sejumlah pasangan tidak bisa memperoleh anak-anak.199 Demikian pula.

(ADOPSI ANAK)“Pilihan mengadopsi dan mengasuh anak mengekspresikan suatu cara khusus keberbuahan dalam pengalaman perkawinan.202 181. guna mencegah tindakan aborsi atau meninggalkan anak. menunjukkan suatu aspek penting dari menjadi orang tua dan membesarkan anak-anak. sebagai hak pemenuhan diri seseorang. adopsi dan pengasuhan anak dapat dimengerti dengan benar. bukan hanya dalam kasus-kasus kemandulan. Mereka membuat orang sadar bahwa anak-anak. Karena Dia bersabda: ”sekalipun ibumu melupakanmu. Kepentingan utama dari anak itu harus selalu menjadi dasar keputusan untuk adopsi dan pengasuhan anak. 180. dikasihi dan diasuh.”201 Di lain pihak. apakah anak kandung. Kita juga mengingat dengan baik bahwa prokreasi dan adopsi bukanlah satu-satunya cara untuk mengalami keberbuahan kasih. menemu bebagai pengungkapan lain keberbuahan yang dengan cara tertentu memperpanjang kasih 133 . Bahkan keluarga-keluarga besarpun terpanggil untuk menyatakan keberadaannya didalam masyarakat.Penting untuk mendesak agar legislasi membantu memfasilitasi proses adopsi ini. dan bukan sekedar dilahirkan ke dunia. Mereka yang menerima tantangan untuk mengadopsi dan menerima seseorang tanpa syarat dan dengan murah hati menjadi saluran kasih Allah. adopsi atau anak asuh. “penjualan anak-anak antar negara dan antar benua perlu dicegah lewat tindakan legislatif serta kontrol negara yang benar”. adalah pribadi-pribadi dengan haknya sendiri yang perlu diterima. Aku tidak akan melupakan engkau“ (Yes 49:15). terutama dalam kasus anak yang tidak dikehendaki. Dari cahaya situasi demikian di mana seorang anak didambakan seberapa sulitpun.

mereka menjadi pusat untuk mengintegrasikan orang-orang ke dalam masyarakat dan menjadi titik temu antara area public dan area privat. Sebagaimana syair ini mengatakan : “Tanganmu adalah belaianku. pada kenyataannya. 316: ““Tus manos son mi caricia / mis acordes cotidianos / te quiero porque tus manos / trabajan por la justicia. Aku mengasihimu karena tanganmu Bekerja demi keadilan. Dengan cara ini. 203 Address at the Meeting with Families in Manila (16 January 2015): AAS 107 (2015). 202 Ibid. 204 Mario Benedetti. 178. tetapi mendekatkan kita lebih dalam kepadanya… Masing-masing dari kita. // Si te quiero es porque sos / mi amor mi cómplice y todo / y en la calle codo a codo / somos mucho más que dos. 134 . kasih sayang mereka tidak berkurang melainkan akan berlimpah dengan terang yang baru. Dengan demikian. 65. mempunyai peran khusus dalam menyiapkan kedatangan Kerajaan Allah di dunia kita”. Keluarga-keluarga Kristiani tidak boleh lupa bahwa iman tidak memindahkan kita dari dunia.yang menopang mereka.203 Keluarga-keluarga tidak boleh memandang dirinya sebagai tempat pengungsian dari masyarakat. Harmoni yang mengisi hari-hariku. in Poemas de otros. Pasangan yang menikah 201 Relatio Finalis 2015. “Te Quiero”. sebaliknya keluarlah dari rumah-rumah mereka dengan semangat solidaritas bersama dengan orang- orang lainnya. harus memiliki kesadaran yang jelas akan tanggung jawab sosial mereka. Buenos Aires 1993.

atau karena mereka terus menerus membicarakan dua atau tiga topik yang sama. anak Maria?” (Mrk 6:2-3). dekat dengan keluarga-keluarga lain. berjalan berdampingan. “Bukankah Ia ini anak tukang kayu?” (Mat 13:5 ). akhirnya mereka dijauhkan dan tidak benar-benar menjadi bagian komunitas. Untuk menghindari resiko ini. itu karena engkau adalah Kasihku.204 182. Itu sebabnya orang-orang sukar menerima hikmat Yesus: “Dari mana diperolehNya semuanya ini? Bukankah Ia ini tukang kayu. Kita lebih dari sekedar dua orang”. Namun demikian. berjalanlah mereka sehari perjalanan jauhnya” (Luk 2:44). tidak tampil luar biasa atau berbeda dari keluarga lain. cara mereka bertindak atau memperlakukan orang lain.Jika aku mengasihimu. Pertanyaan-pertanyaan ini menjelaskan bahwa mereka adalah keluarga biasa. Yesus tidak dibesarkan dalam hubungan yang sempit dan kaku bersama Maria dan Yoseph. tetapi siap berinteraksi dengan keluarga-keluarga yang lebih luas. Tidak ada keluarga yang dapat berbuah jika ia memandang dirinya sebagai jauh berbeda atau “terpisahkan”. bagian dari komunitas. pendampingku dan segalanya bagiku. Dan di jalan. yang penuh rahmat dan hikmat. ketika kembali dari Yerusalem. ada sejumlah keluarga Kristiani. Hal ini yang menjelaskan mengapa. Maria dan Yoseph dapat sepanjang hari membayangkan bahwa Yesus yang berumur 12 tahun itu sedang berada di karavan. dengan saudara-saudara dari orangtua dan teman-teman mereka. kita harus mengingat bahwa keluarga Yesus sendiri. Bahkan saudara-saudara mereka juga 135 . mendengarkan cerita-cerita orang lain dan keprihatinan mereka: “Menyangka bahwa Ia ada di antara orang-orang seperjalanan mereka. entah karena perbedaan bahasa yang mereka gunakan.

206 Untuk bagian mereka. hidup mereka menunjukkan apa yang diminta dari kita semua : “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang 136 . menunjukkan tanda-tanda degradasi”. mereka ingat akan sabda Yesus :”Apa yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara- saudaraKu yang paling hina ini. 8. Dengan cara yang sangat nyata.merasa dipandang rendah atau dihakimi oleh mereka. 9 October 2015.. namun bahkan sikap moral sosial dan politis __________ 205 Cf. Bukan hanya organisasi kehidupan biasa semakin dicegah oleh birokrasi yang sama sekali disingkirkan dari ikatan manusiawi fundamental. Dengan memperhatikan kehidupan sehari-hari kaum pria dan wanita jaman ini. engkau telah melakukannya untuk Aku (Mat 25:40)”. Dalam usahanya untuk hidup sesuai dengan ajaran Injil. 8. 17 September 2015. dengan segera tampak kebutuhan yang selalu ada untuk mendapatkan suntikan semangat keluarga yang sehat. Catechesis (16 September 2015): L’Osservatore Romano. p.. 206 Catechesis (7 October 2015): L’Osservatore Romano. 183. Pasangan suami isteri yang mengalami kekuatan kasih mengetahui bahwa kasih itu terpanggil untuk membalut luka-luka dari orang yang tersingkir. keluarga2 yang terbuka dan penuh perhatian menemukan tempat bagi kaum miskin dan membangun persahabatan dengan orang-orang yang kurang beruntung dibandingkan mereka. Allah telah memberikan kepada keluarga tugas untuk ”mendidik” dunia205 dan menolong semua orang untuk memandang sesamanya sebagai saudara. p. memelihara kebudayaan perjumpaan dan berjuang demi keadilan.

undanglah orang-orang miskin. janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara- saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga- tetanggamu yang kaya. iman mereka yang bersinar dan harapan mereka yang hidup. keluarga-keluarga berbicara kepada keluarga-keluarga lain tentang Yesus. Sejalan dengan itu. Saya berbicara tentang 1 Kor 11:17- 34. keterus- terangan mereka mewakili orang-orang yang kurang beruntung. dan engkau akan bahagia” (Luk 14:12-14). Mereka meneruskan iman. Perkawinan kristiani dengan demikian menghidupkan masyarakat lewat kesaksian mereka tentang persaudaraan. keprihatinan sosial mereka. kita juga berbuat baik dengan menganggap serius ayat Injil yang biasanya diinterpretasikan di luar konteksnya atau menurut anggapan umum. Kesuburan mereka menyebar melalui berbagai jalan sehingga kasih Allah benar-benar hadir di dalam masyarakat. orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan. Membeda-bedakan tubuh 185. di mana Santo Paulus menghadapi situasi yang memalukan di dalam komunitasnya. 184. Engkau akan diberkati! Inilah rahasia dari keluarga bahagia. Anggota yang 137 . mereka membangkitkan kerinduan akan Allah dan mereka memantulkan keindahan Injil dan jalan hidupnya. Melalui kesaksian mereka dan juga melalui kata-katanya.atau perjamuan malam. orang-orang cacat. karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. dengan resiko mengabaikan makna langsung dan segera yang nyata-nyata bersifat sosial.

lebih kaya cenderung mendiskriminasikan anggota yang lebih miskin. Mereka yang menyambut Tubuh dan Darah Kristus tidak boleh melukai sesama tubuh dengan menciptakan perbedaan yang memalukan dan pembagian diantara anggota- anggotanya. dan dengan demikian menerima sakramen kasih Ekaristi yang membuat kita menjadi satu tubuh. yang miskin hanya melihat dan pergi dengan lapar. mereka yang gagal melakukan itu. 207 Jika mereka yang menerimanya dan kemudian menutup matanya terhadap yang miskin dan menderita. atau menyetujui macam-macam bentuk pemecah-belahan. dan untuk membuka pintu-pintu para keluarga bagi persaudaraan yang lebih luas dengan mereka yang kurang beruntung. Sementara yang kaya menikmati makanannya. untuk mengakuinya dengan iman dan amal baik dalam peristiwa sakramental maupun di dalam komunitas. Jadi perayaan Ekaristi itu selalu merupakan undangan bagi semua orang “untuk menguji dirinya sendiri (ayat 28). Ini yang dimaksudkan dengan “membeda-bedakan” (discern) tubuh Tuhan. (bdk ayat 29). Apakah kamu tidak mempunyai rumah sendiri untuk makan dan minum? Atau maukah kamu menghinakan Jemaat Allah atau memalukan orang- orang yang tidak mempunyai apa-apa? (bdk ayat 21-22). “Hingga yang seorang lapar dan yang lain mabuk. dan terbawa bahkan dalam jamuan agape yang mengikuti perayaan Ekaristi. Ekaristi menuntut kita agar menjadi anggota dari satu tubuh Gereja. mendatangkan hukuman atas dirinya sendiri. penghinaan dan ketidak- setaraan. yaitu makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan. Kita tidak boleh lupa bahwa “sifat ‘mistis’ dari sakramen ini mempunyai ciri sosial”. maka Ekaristi yang diterimanya menjadi 138 . 186.

atau sekurang-kurangnya persahabatan dan kasih sayang. Jika 139 . bahkan para tetangga. malahan. keluarga-keluarga yang menempatkan dan menerima ekaristi ini dengan pantas dan teratur. akan menguatkan keinginannya akan persaudaraan. KEHIDUPAN DI DALAM KELUARGA YANG LEBIH LUAS 187. saudara sepupu. 14: AAS 98 (2006). 208 Cf. 11. atau hiburan dalam kesusahan. Individualisme yang begtu menonjol dewasa ini dapat membawa pada pembentukan sarang-sarang keamanan yang sempit. Menjadi anak laki-laki dan perempuan 188. Tetapi.208 __________ 207 BENEDICT XVI.tidak berarti. 228. Kita ingat bahwa masing-masing dari kita adalah anak laki-laki atau perempuan. pemisahan yang demikian. Keluarga besar ini mungkin mempunyai anggota yang memerlukan pertolongan. Relatio Finalis 2015. Keluarga inti perlu berinteraksi dengan keluarga yang lebih besar yang terdiri dari orang tua. membatasi hati dari sebuah keluarga dan membuat kehidupannya menjadi lebih sempit. Yesus mengatakan kepada kaum Farisi bahwa mengabaikan orang tua masing- masing adalah bertentangan dengan hukum Allah (bdk Mrk 7:8-13). Encyclical Letter Deus Caritas Est (25 December 2005). di mana orang lain dilihat sebagai gangguan atau ancaman. tidak dapat memberikan kedamaian ataupun kegembiraan yang lebih besar. Sebaliknya. paman dan bibi. kesadaran sosial dan komitmennya terhadap mereka yang membutuhkan. Pertama-tama mari kita pikirkan tentang orang tua kita.

. “perintah ke empat meminta anak- anak … untuk menghormati ayah dan ibu mereka (bdk Kel 20:12). di bawah semua itu masih ada identitas sebagai seorang anak. Sebagaimana Sabda Allah mengatakan kepada kita. sesuatu yang merupakan dasar dari semua cara menghargai orang.seseorang telah menjadi dewasa. Karunia kehidupan yang begitu besar ini adalah karunia yang pertama kita terima.210 190. sesuatu yang bersifat ilahi. kepadamu`. Karena itu. ini berhubungan dengan sesuatu yang kudus. Kita semua adalah anak-anak laki-laki dan perempuan. Pesan Injil tentang perintah keempat ini dilanjutkan dengan mengatakan `supaya lanjut umurmu di tanah yang diberi kan Tuhan. Dan hal ini selalu membawa kita kembali pada kenyataan bahwa kita tidak menciptakan hidup kita sendiri.. tetapi kita menerimanya. “seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya” (Kej 2:24). Bagaimanapun. dan sebuah perkawinan menjadi terhambat karena 140 . Hubungan yang baik antar generasi merupakan jaminan untuk masa depan dan juga merupakan jaminan bagi suatu masyarakat yang betul-betul manusiawi. Perintah ini muncul segera setelah perintah lain yang berhubungan dengan Allah sendiri. Tentunya. Suatu masyarakat dengan anak-anak yang tidak menghormati orang tuanya adalah masyarakat tanpa kehormatan. 189. bahkan jika seseorang telah menjadi orang tua. Allahmu. atau jika seseorang menduduki posisi yang penting. ada sisi lain dari koin. Hal ini tidak selalu terjadi. atau orang yang dianggap tua. Ini adalah masyarakat yang ditentukan untuk diisi dengan orang-orang yang sombong dan serakah”.

pendapat dari orangtuanya menjadi lebih penting daripada perasaan dan pendapat pasangannya. Situasi __________ 210 Catechesis (11 February 2015): L’Osservatore Romano. yang takut dilupakan dan ditolak. 12 February 2015. Ini adalah permohonan kaum lanjut usia. Kaum Lanjut Usia 191. harapan dan rencana masa depan. semacam ketidak-pedulian dan penghinaan.kegagalan melakukan ini sebagai suatu pengorbanan dan penyerahan diri yang diperlukan. suatu tempat keamanan. Akibatnya. seperti ini tidak dapat belangsung terus. demikian pula Ia mau kita mendengarkan jeritan kaum lanjut usia. namun perkawinan itu sendiri menuntut kalau mereka “ditinggalkan”. “Janganlah membuang aku pada masa tuaku. 141 . p. Sama seperti Allah meminta kita menjadi alatNya mendengarkan jeritan kaum miskin. kedua pasangan perlu berusaha untuk tumbuh dalam kepercayaan dan komunikasi. karena “Gereja tidak dapat dan tidak mau menuruti mentalitas tidak sabar.211 Hal ini mewakili tantangan bagi keluarga dan komunitas. Di dalam sejumlah perkawinan. mempercayakan rahasia tersebut hanya kepada orangtuanya. dan walaupun memerlukan waktu. supaya keluarga baru itu dapat menjadi perapian keluarga sejati. janganlah meninggalkan aku apabila kekuatanku habis” (Mzm 71:9). Perkawinan menantang suami dan isteri menemukan cara-cara baru menjadi putera dan puteri. 8. Orangtua tidak boleh ditinggalkan atau diabaikan. satu pasangan menjaga rahasia terhadap pasangannya. dan pasangan itu dapat benar-benar menjadi “satu daging” (ibid).

di dalam rumah kita. dan “banyak orang dapat bersaksi bahwa mereka berhutang inisiasi mereka masuk dalam kehidupan Kristiani kepada kakek-nenek mereka”. kasih sayang atau kehadiran mereka semata menolong anak-anak menyadari bahwa sejarah tidak bermula dari diri mereka. 212 Sesungguhnya. Santo Yohanes Paulus II meminta kita untuk bersikap peduli terhadap peran kaum lanjut usia di dalam keluarga kita. keramah-tamahan. “betapa saya menghendaki sebuah Gereja yang menantang budaya membuang dengan suatu sukacita yang mengalir dari rangkulan baru antara orang muda dan orang tua!” 213 192. karena terdapat budaya dimana. Kita harus membangkitkan kembali kesadaran kolektif rasa syukur. lewat “karisma menjembatani jurang pemisah” mereka. “khususnya di dalam bangkitnya perkembangan industri dan perkotaan yang tidak benar. bahwa mereka sekarang adalah bagian dari peziarahan yang sudah tua dan bahwa mereka perlu menghormati semua yang telah hadir sebelum mereka.215 Sangat sering terjadi para kakek-nenek yang memastikan bahwa nilai yang paling penting diteruskan ke cucu-cucu mereka. di masa lalu dan sekarang yang telah menyingkirkan kaum lanjut usia dengan cara-cara yang tidak dapat diterima”. yang telah hadir sebelum kita di jalan kita sendiri. ayah dan ibu.216 Perkataan. Para lanjut usia kita adalah pria dan wanita.terhadap usia lanjut. yang membuat kaum lanjut usia merasa seperti menjadi bagian hidup komunitas.214 Kaum lanjut usia menolong kita mengapresiasi “kesinambungan generasi”. di dalam pertempuran sehari-hari memperjuangkan hidup yang berharga”. Orang yang ingin memutuskan semua ikatan dengan masa lalu tentu akan sulit untuk 142 . apresiasi.

215 Id. 27 (22 November 1981): AAS 74 (1982). Ingatan itu penting bagi pertumbuhan: “Ingatlah akan masa yang lalu” (Ibr 10:32). sudah mengalami kemerosotan.membangun relasi yang stabil dan untuk menyadari bahwa realitas itu lebih besar daripada diri mereka sendiri. 113. pada dasarnya bersifat tidak matang. Keluarga yang gagal menghormati dan memelihara kakek-neneknya. Mengetahui dan menilai peristiwa masa lalu merupakan satu-satunya cara untuk membangun masa depan yang bermakna. mempunyai suatu virus yang mematikan”. Hilangnya ingatan sejarah merupakan suatu kelemahan serius dalam masyarakat kita. Dengan mendengarkan para lanjut usia menceritakan kisah mereka adalah baik bagi anak-anak dan orang-orang muda. 8.217 __________ 214 Apostolic Exhortation Familiaris Consortio.218 “Hal itu merupakan suatu robekan 143 . 217 Catechesis (4 March 2015): L’Osservatore Romano.. “Dulu ya dulu. 216 Relatio Finalis 2015. p. 18. 5: Insegnamenti III/2 (1980). 5 March 2015. sekarang ya sekarang”. sementara keluarga yang mengingat mereka memiliki masa depan. 539. yang merupakan ingatan hidup mereka. Address to Participants in the “International Forum on Active Aging” (5 September 1980). 193. hal itu membuat mereka merasa tersambungkan kepada sejarah hidup keluarga mereka. para tetangga mereka dan negara mereka. “Suatu masyarakat yang tidak memiliki ruang bagi para lanjut usia atau membuang mereka karena mereka membuat masalah. Apakah masyarakat menunjukkan kepedulian bagi para lanjut usia? Tersediakah ruang bagi kaum lanjut usia? Masyarakat seperti itu akan bergerak maju bila ia menghormati kaum lanjut usia”. “Perhatian kepada kaum lanjut usia membuat perbedaan dalam masyarakat. Suatu mentalitas yang hanya dapat berkata.

29-30 September 2014. gaya persaudaraan ini memancar seperti suatu janji kepada seluruh masyarakat. adalah sekolah yang hebat di bidang kebebasan dan perdamaian. Hubungan antara saudara dan saudari diperdalam dengan berjalannya waktu. Mungkin kita tidak selalu berpikir tentang hal ini. kasih sayang yang melingkupi adik kecil yang 144 .dari akarnya”. namun keluarga itu sendiri memperkenalkan persaudaraan kepada dunia. Dalam keluarga. Menjadi Saudara dan Saudari 194. Karena "persaudaraan dalam keluarga sangat terpancar ketika kita melihat perawatan. kesabaran. Dari pengalaman awal tentang persaudaraan ini."220 195. 218 Ibid.219 Pengalaman kontemporer kita menjadi yatim-piatu sebagai akibat diskontinuitas budaya. 219 Address at the Meeting with the Elderly (28 September 2014): L’Osservatore Romano. dan "ikatan persaudaraan yang terbentuk antar anak di dalam keluarga. 7. dipupuk lagi dengan kasih sayang dan pendidikan di rumah. kita belajar bagaimana hidup bersatu. menantang kita untuk membuat keluarga kita menjadi tempat di mana anak-anak dapat membenamkan akarnya di tanah yang kaya akan sejarah kolektif. p. jika digabungkan dengan suasana pendidikan keterbukaan bagi orang lain. tercabutnya dan runtuhnya kepastian- kepastian yang membentuk kehidupan kita. Bertumbuh bersama saudara dan saudari menjadikan pengalaman yang indah tentang memperhatikan dan membantu satu sama lain.

lemah. Pelatihan yang cukup menuntut ini. Bilamana mungkin terjadi hanya memiliki satu anak. benar untuk bersosialisasi. saudara laki-laki dan saudara perempuan dan semua sanak famili dan anggota rumahtangga – diberi kehidupan dan penopang kehidupan dengan dinamisme di dalam yang tak pernah berhenti yang membawa keluarga ke dalam komuni yang lebih dalam dan lebih intens lagi. p. Harus diakui bahwa "memiliki saudara atau saudari yang mencintai Anda adalah pengalaman yang mendalam. adalah sekolah yang __________ 220 Catechesis (18 February 2015): L’Osservatore Romano. sakit atau cacat"221. yang tidak dapat diabaikan. harus ditemukan cara untuk memastikan anak itu tidak tumbuh sendiri atau terisolasi. (KELUARGA BESAR) Selain lingkaran kecil pasangan dan anak-anaknya. 221 Ibid. Di sejumlah negara. 8. 19 February 2015. di mana sudah lazim untuk memiliki hanya satu anak. dalam penjabaran yang lebih luas. kasih antara anggota dari keluarga yang sama – antara orangtua dan anak. yang menjadi dasar dan jiwa komunitas perkawinan dan keluarga”. “kasih antara suami dan isteri dan.223 Teman-teman dan keluarga-keluarga lain adalah 145 . Sebuah Hati yang Besar 196. berharga dan unik "222. ada lagi keluarga besar. pengalaman menjadi seorang saudara atau saudari ini lebih sedikit dan lebih jarang. Anak-anak perlu sabar diajarkan untuk memperlakukan satu sama lain sebagai saudara dan saudari. Benarlah. 222 Ibid.

orang-orang muda yang bergumul dengan adiksi. komitmen sosial dan iman mereka. Satu aspek kasih yang sangat halus adalah belajar untuk tidak melihat sanak famili ini sebagai pesaing. ancaman atau penyusup. ibu mertua dan semua sanak famili dari pasangan. dan para lanjut usia dan mereka yang lemah yang tidak mendapatkan sokongan dari anak-anaknya. begitu juga komunitas keluarga-keluarga yang menyokong satu sama lain di dalam kesulitan mereka. kita tidak dapat melupakan bahwa keluarga yang lebih besar ini mencakup ayah mertua. ibu-ibu tunggal yang ditinggalkan mengurus anak-anaknya.224 Keluarga yang lebih luas ini dapat membantu memperbaiki kekurangan- kekurangan orangtua. 197. 198. mereka yang tidak menikah. Akhirnya. orang-orang yang berpisah atau janda- janda yang hidup sendiri. memperhatikan mereka dan menyayangi mereka sambil mempertahankan privasi dan kemandirian yang sepatutnya dimiliki 146 . suatu usaha untuk memahami bahasa mereka dan menahan diri dari sifat mengkritik. Keluarga yang lebih besar ini haruslah menyediakan kasih dan dukungan bagi ibu-ibu muda. dan menyediakan stabilitas kasih dan keluarga menyeluruh di dalam kasus-kasus ketika orangtua terbukti tidak mampu melakukannya. anak-anak tanpa orangtua.bagian dari keluarga besar ini. Kesatuan perkawinan menuntut rasa hormat bagi tradisi dan kebiasaan-kebiasaan mereka. orang- orang dengan kecacadan yang memerlukan rasa sayang dan kedekatan khusus. Keluarga juga harus merangkul “bahkan mereka yang telah membuat kehancuran hidup mereka”. mendeteksi dan melaporkan situasi-situasi yang mungkin terjadi di mana anak- anak mengalami kekerasan dan bahkan pelecehan.

147 . MEWARTAKAN INJIL KELUARGA MASA KINI 200. Tanpa meng-klaim telah menyajikan rencana pastoral keluarga. oleh kasih karunia sakramen perkawinan. merupakan agen utama kerasulan keluarga. Para Bapa Sinode menekankan bahwa keluarga kristiani. Konsekuensinya: "penting bahwa orang mengalami Injil keluarga sebagai sukacita yang 'mengisi hati dan kehidupan'. Setiap komunitas perlu mengelaborasi inisiatif yang lebih praktis dan efektif dengan menghormati baik ajaran Gereja maupun masalah dan kebutuhan lokal. kesedihan. karena di dalam Kristus kita telah 'dibebaskan dari dosa. BAB ENAM BEBERAPA PANDANGAN PASTORAL 199. Saya akan coba menyebutkan beberapa dengan cara yang sangat umum. Kesediaan melakukan hal tersebut merupakan juga suatu ekspresi yang baik sekali akan kasih yang murah hati kepada pasangannya. terutama melalui "kesaksian mereka yang penuh sukacita sebagai gereja domestik"225. Dialog yang berlangsung selama Sinode mengangkat perlunya metode-metode pastoral yang baru. saya ingin merefleksikan beberapa tantangan pastoral yang lebih penting.pasangan.

dengan rendah hati dan kasih sayang. 201. Tidaklah cukup untuk menunjukkan kepedulian umum bagi keluarga dalam perencanaan pastoral. yaitu. Mat 13: 3-9). Gereja adalah suatu tanda kontradiksi"226.kekosongan batin dan kesepian' (Evangelii Gaudium. Seperti dalam perumpamaan tentang penabur (lih.. selanjutnya adalah pekerjaan Allah. berdaya-tahan dan mampu mempertahankan mereka melewati pencobaan apapun yang harus mereka menghadapi. bahwa pastor mereka menjunjung idealism tinggi tentang cinta yang kuat. Pendampingan pastoral bagi keluarga "perlu membuatnya menjadi jelas bahwa Injil keluarga berespon terhadap harapan terdalam pribadi manusia: suatu respon terhadap martabat setiap orang dan pemenuhan timbal balik. 30. kita dipanggil untuk membantu menabur benih. Gereja berkeinginan. mereka yang tidak puas untuk mewartakan pesan yang teoritis melulu tanpa adanya hubungan dengan masalah nyata umat manusia". 226 Ibid. Kita tidak boleh lupa juga bahwa. Memampukan keluarga untuk mengambil peran mereka sebagai agen aktif kerasulan keluarga untuk melakukan "suatu upaya evangelisasi dan katekese di dalam keluarga"228. persekutuan dan keberbuahan. padat. tetapi mengusulkan 148 . "Upaya ini memanggil untuk perubahan misionaris oleh siapa saja di dalam Gereja. menjangkau keluarga-keluarga dan "menolong setiap keluarga untuk menemukan cara terbaik mengatasi hambatan apapun yang ia temukan"227. 31. Pasangan menikah bersyukur ______________ 225 Relatio Synodi 2014. dalam pengajaran Gereja tentang keluarga. Hal ini bukan hanya terdiri dari penyajian seperangkat aturan.229. 1).

. 32. diakon. di bidang budaya dan sosial-politik "231 202. 89.nilai-nilai yang jelas diperlukan saat ini. Oleh karena itu dialog dan kerjasama perlu dipupuk dengan struktur sosial yang ada dan dorongan yang diberikan pemerintah kepada kaum awam yang terlibat.. hal ini menunjukkan perlunya "suatu formasi yang lebih memadai . dari para imam. 230 Ibid.230.yang mencegah kehidupan keluarga otentik dan membawa kepada diskriminasi. Para Bapa Sinode juga "menyoroti kenyataan bahwa penginjilan perlu mengecam tanpa ragu __________ 227 Relatio Finalis 2015. rohaniwan dan rohaniwati. sosial. 229 Relatio Synodi 2014.. 56. Dalam jawaban yang diberikan pada konsultasi internasional. 228 Ibid. bahkan di negara-negara yang paling sekuler sekalipun. sebagai orang Kristiani. menjadi jelas bahwa pelayanan yang tertahbis sering kurang dibekali dengan pelatihan yang dibutuhkan untuk menangani masalah-masalah kompleks saat ini 149 . gerakan-gerakan gerejani dan asosiasi-asosiasi hidup berdampingan secara harmonis"232 Bersama dengan penjangkauan pastoral yang ditujukan khusus bagi keluarga. para katekis dan pekerja pastoral lainnya"233. 33 faktor-faktor budaya. yang merupakan keluarga dari banyak keluarga. politik dan ekonomi – seperti penekanan kepentingan berlebihan yang diberikan kepada logika pasar .. kemiskinan. di mana komunitas-komunitas kecil. pengucilan. "Sumbangan utama untuk pendampingan pastoral keluarga ditawarkan oleh paroki. dan kekerasan.

Ikatan keluarga sangat penting untuk memperkuat harga diri yang sehat. 77. Sebagian dari mereka berasal dari keluarga yang bermasalah. 61. Perlu untuk memastikan bahwa proses formasi dapat memungkinkan mereka untuk mencapai kematangan dan keseimbangan psikologis yang dibutuhkan untuk pelayanan mereka di masa depan. mereka akan banyak berurusan dengan keluarga. Sangat perlu bagi para seminaris untuk mengkombinasikan waktu mereka di seminari dengan waktu mereka di paroki-paroki. formasi di bidang pertunangan dan pernikahan. Di paroki mereka akan memiliki kontak yang lebih besar dengan realitas konkrit kehidupan keluarga. __________ 231 Relatio Synodi 2014. Para seminaris harus menerima interdisiplin ilmu yang lebih luas. 154 203. 233 Ibid. Pelatihan bagi mereka ini tidak selalu memungkinkan mereka untuk mengeksplorasi latar belakang psikologis dan afektif mereka sendiri. mempromosikan suatu apresiasi terhadap perbedaan dan saling melengkapi dalam panggilan Gereja yang berbeda-beda".234 150 . 232 Relatio Finalis 2015.yang dihadapi oleh keluarga. karena dalam pelayanan di masa depan. "Kehadiran orang awam. keluarga dan terutama kehadiran wanita dalam formasi imam. karena keluarga membantu untuk mengukuhkan kembali hal-hal ini dan menjaga mereka berpijak dengan kokoh dalam dunia nyata. dan bukan hanya doktrin. ketiadaan orang tua dan kurangnya stabilitas emosi.. Kita juga boleh belajar dari pengalaman para imam-imam Gereja Timur yang hidup berkeluarga. 3238. Adalah penting bagi keluarga untuk menjadi bagian dari proses seminari dan kehidupan imamat.

dan memberi manfaat bagi anak-anak 151 . memberikan makna terdalam seksualitas. dan Rekonsiliasi sakramental. "Kursus- kursus dan program-program. Respon atas konsultasi juga mendesak perlunya pelatihan bagi para pemimpin awam yang dapat membantu dalam pelayanan pastoral keluarga. Para Bapa Sinode menyatakan dengan beberapa cara bahwa kita perlu untuk membantu orang muda menemukan martabat dan keindahan perkawinan.237 Mereka harus dibantu untuk memahami daya tarik dari penyatuan lengkap yang mengangkat dan menyempurnakan dimensi sosial dari eksistensi. harta rohani Gereja yang kaya. MEMPERSIAPKAN PASANGAN YANG BERTUNANGAN MENUJU PERKAWINAN 205. dan menegaskan pada kontribusi psikologi. pekerja sosial. sosiologi. melainkan melengkapi nilai dasar pengarahan spiritual. khususnya mereka yang memiliki pengalaman praktis. membantu menjaga inisiatif pastoral yang berdasar pada situasi nyata dan keprihatinan nyata keluarga-keluarga. terapi perkawinan serta konseling. yang direncanakan khusus untuk pekerja pastoral. dapat membantu dengan mengintegrasikan program persiapan perkawinan ke dalam dinamika kehidupan gerejani yang lebih luas"235. dengan bantuan para guru dan konselor. Semua ini tidak mengurangi. Pelatihan pastoral yang baik adalah penting "terutama mengingat situasi darurat tertentu yang timbul dari kasus-kasus kekerasan dan pelecehan seksual dalam rumah tangga”.204. dokter keluarga dan dokter komunitas. 236. Para profesional. pendamping remaja dan keluarga.

bertarak terbukti sangat bernilai bagi pertumbuhan cinta yang murni di antara dua pribadi. Di antaranya. 206. Pentingnya nilai-nilai luhur perlu disertakan.238 207. Saya mendorong komunitas Kristiani untuk mengenali manfaat besar yang mereka sendiri terima lewat kegiatan mendukung pasangan yang bertunangan ketika mereka tumbuh di dalam kasih. ketika mereka dengan tulus berkomitmen untuk bertumbuh dalam kasih dan pemberian-diri. "Kompleksitas masyarakat saat ini dan berbagai tantangan yang dihadapi keluarga membutuhkan upaya yang lebih besar di pihak seluruh komunitas Kristiani dalam mempersiapkan mereka yang akan menikah. para para Bapa Sinode setuju bahwa adanya kebutuhan untuk melibatkan seluruh masyarakat lebih ekstensif lagi dengan menekankan kesaksian dari keluarga itu sendiri dan dengan menempatkan dasar persiapan perkawinan di dalam proses inisiasi Kristiani dengan menampilkan hubungan antara perkawinan. Dalam hal ini. pembaptisan dan sakramen-sakramen lainnya. Relatio Synodi 2014. mereka dapat membantu memperbaharui seluruh jalinan tubuh Gereja.dengan cara memberikan konteks terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka. pasangan demikian merupakan "sumber daya yang berharga karena. 26. __________ 237 Cf. Para Bapa Sinode juga berbicara tentang perlunya program khusus tentang persiapan perkawinan yang ditujukan untuk memberikan kepada pasangan pengalaman berpartisipasi dalam kehidupan gerejani dan pengenalan lengkap tentang berbagai aspek kehidupan keluarga". Bentuk persahabatan mereka yang istimewa itu 152 . Seperti yang diamati oleh uskup-uskup Italia.

Di sini juga. 241 Ibid. Persiapan Perkawinan harus menjadi semacam "inisiasi" menuju ke sakramen perkawinan. 240 IGNATIUS OF LOYOLA. "tentu bukan pengetahuan yang besar..240 Kualitas lebih penting daripada kuantitas.dapat menular dan mendorong pertumbuhan persahabatan serta persaudaraan di dalam komunitas Kristiani di mana mereka adalah bagian daripadanya". dan prioritas harus diberikan . 239 ITALIAN BISHOPS’ CONFERENCE. 153 . Orientamenti pastorali sulla preparazione al matrimonio e alla famiglia (22 October 2012). dan masing-masing Gereja lokal akan membanding-bandingkan bagaimana (discern) cara terbaik untuk menyediakan formasi yang cocok tanpa menjauhkan generasi muda dari sakramen tersebut. Spiritual Exercises. Annotation 5.bersamaan dengan pewartaan kerygma yang diperbaharui – menuju penyampaian informasi yang menarik dan bermanfaat yang dapat membantu pasangan untuk menjalani sisa hidup mereka bersama-sama "dengan keberanian besar dan kemurahan hati"241. 1. Annotation 2. Episcopal Commission on Family and Life. __________ 238 Ibid.. melainkan kemampuan untuk merasakan dan menikmati hal-hal batin yang mencukupkan dan memuaskan bagi jiwa". Mereka tidak perlu diajari dengan seluruh materi Katekismus atau ditimbuni dengan terlalu banyak informasi. menyediakan bagi pasangan bantuan yang mereka butuhkan untuk menerima sakramen dengan layak dan untuk membuat awal hidup yang solid sebagai sebuah keluarga.239 Ada sejumlah cara yang absah untuk menyusun program persiapan perkawinan. 39.

235 Ibid. atas contoh dan nasihat yang baik. dapat membantu cinta mereka untuk tumbuh menjadi matang. 236 Ibid. Belajar untuk mencintai seseorang tidak terjadi secara otomatis. berbagai cara 234 Ibid. harus ditemukan untuk menawarkan persiapan jarak jauh yang. yang memilih satu sama lain tanpa syarat dan setiap hari memperbaharui keputusan itu. persiapan perkawinan sudah dimulai sejak lahir. Dengan bantuan keluarga-keluarga misionaris. Kelompok-kelompok diskusi dan seminar-seminar pilihan dengan berbagai topik yang benar-benar diminati orang-orang muda juga terbukti dapat membantu. keluarga pasangan itu sendiri dengan berbagai sumber daya pastoral. 235 Ibid. dengan mempersiapkan mereka 154 . Untuk setiap pasangan. Dalam hal ini. sejumlah pertemuan individual tetap penting. 236 Ibid. Demikian pula. Apa yang mereka terima dari keluarga seharusnya mempersiapkan mereka untuk mengetahui diri sendiri sekaligus membuat komitmen penuh dan pasti. karena tujuan utama adalah untuk membantu masing-masing belajar bagaimana mencintai orang yang benar- benar nyata ini yang dengannya ia berencana untuk berbagi seluruh hidupnya. inisiatif pastoral ditujukan untuk membantu pasangan suami istri bertumbuh dalam kasih dan dalam Injil keluarga juga membantu anak-anak mereka. juga tidak bisa diajarkan dalam lokakarya sebelum upacara perkawinan. 234 Ibid. Mereka yang paling disiapkan untuk menikah mungkin sekali mereka yang belajar apakah pernikahan Kristiani itu dari orang tua mereka sendiri.208.

apa yang masing-masing inginkan dari yang lain dan kehidupan seperti apa yang mereka ingin bangun bersama-sama. di beberapa negara. Tidak ada yang lebih mudah menguap. Persiapan yang tepat waktu bagi pasangan yang bertunangan oleh komunitas paroki harus pula membantu mereka untuk mengenali berbagai masalah serta risiko yang akan muncul. mereka dapat menyadari hikmatnya putusnya suatu hubungan yang kegagalan dan keadaan menyakitkan sesudahnya sudah dapat diramalkan. Keputusan untuk menikah tidak boleh dipaksakan kecuali jika pasangan itu telah mempertimbangkan alasan-alasan lebih dalam yang akan memastikan komitmen yang sejati dan stabil. tidak pasti dan tak terduga daripada hasrat. Dengan alasan itu maka mereka harus didorong dengan kuat untuk membicarakan apa yang mereka harapkan dari perkawinan. 209. apa yang mereka pahami tentang cinta dan komitmen. kepentingan komersial lebih cepat melihat potensi dari perayaan ini daripada kita di dalam Gereja. Diskusi seperti itu akan membantu mereka untuk melihat apakah mereka sebenarnya hanya memiliki sedikit kesamaan dan menyadari bahwa rasa saling tertarik saja tidak akan cukup untuk menjaga mereka bersama-sama.bagi kehidupan perkawinan mereka di kemudian hari. pasangan dapat mencoba menyembunyikan atau membuat relatif hal-hal tertentu dan menghindari perbedaan pendapat. Sebagai contoh: Saya berpikir tentang Hari Valentin. baru kemudian masalah-masalah muncul ke permukaan. Dengan cara ini. 155 . Dalam ketertarikan awal mereka satu sama lain. Kita tidak boleh meremehkan nilai pastoral praktek keagamaan tradisional.

ia menuntut suatu keputusan kuat untuk siap menghadapi hal tersebut. cara-cara efektif menyikapinya. sebelum hari pernikahan. masalah dan situasi konflik yang akan datang. Persiapan perkawinan baik jangka pendek maupun jangka panjang harus memastikan bahwa pasangan tidak melihat upacara perkawinan sebagai ujung perjalanan. Hal ini memerlukan kesediaan untuk menghadapi pengorbanan. ia perlu memiliki kepercayaan realistis dalam kemungkinannya menolong mengembangkan hal-hal baik guna mengimbanginya. membantu pasangan tidak hanya untuk memperdalam cinta mereka. Hal ini bukan hanya membantu mereka menerima ajaran Gereja dan mendapatkan jalan menuju sumber dayanya 156 .210. Dalam hal apapun. Mereka telah menikmati pertemanan satu sama lain dan melakukan banyak hal bersama-sama. 211. tapi belum pernah menghadapi tantangan yang mengungkapkan diri mereka sendiri dan berupaya untuk mengetahui siapa sesungguhnya orang lain itu. tetapi juga untuk mengatasi masalah dan kesulitan. Pasangan harus mampu mendeteksi tanda-tanda bahaya dalam hubungan mereka dan menemukan. banyak pasangan menikah tanpa benar- benar mengenal satu sama lain. Pendampingan pastoral bagi pasangan yang bertunangan dan yang menikah harus berpusat pada ikatan perkawinan. Sayangnya. dan dengan cara ini memupuk pertumbuhan manusiawi mereka. jika salah satu orang dengan jelas mengenali titik-titik lemah pasangannya. tapi sebaliknya memulai perjalanan perkawinan sebagai panggilan seumur hidup yang berdasarkan keputusan yang kokoh dan realistis untuk menghadapi semua cobaan dalam saat-saat yang sulit bersama-sama.

strategi yang telah terbukti dan bimbingan psikologis. Semua ini adalah panggilan bagi pedagogi kasih yang diselaraskan dengan perasaan dan kebutuhan orang-orang muda dan mampu membantu mereka untuk bertumbuh di dalam. bukannya mementingkan kasih mereka di atas segalanya dan mempertunjukkannya di hadapan banyak orang lain. Ijinkan saya menyampaikan pesan kepada orang-orang yang bertunangan. Persiapan jangka pendek untuk menikah cenderung terpusat pada undangan. nasihat yang baik. dan sebaliknya mereka akan menerima pengampunanNya yang maharahim serta kekuatan penyembuhan. Persiapan Perayaan 212. pesta dan sejumlah hal terperinci lainnya yang cenderung menguras tidak hanya anggaran tetapi juga tenaga dan sukacita. tetapi juga menawarkan program- program praktis. Preokupasi serupa terhadap perayaan besar juga mempengaruhi penyatuan de facto. Jangan biarkan dirimu ditelan oleh 157 . pakaian. dan bukannya memiliki fokus serta siap untuk langkah besar yang akan mereka ambil.yang berharga. serta hubungan antar mereka sendiri. orang-orang dan jasa yang dapat mereka hubungi ketika timbul masalah. Milikilah keberanian untuk menjadi berbeda. menjadi tidak pernah menikah. Penting pula untuk mengingatkan mereka tentang tersedianya Sakramen Rekonsiliasi yang memungkinkan mereka untuk membawa d0sa-dosa mereka dan kesalahan-kesalahan masa lalu. di hadapan Allah. Pasangan datang ke upacara perkawinan dengan rasa lelah dan kehabisan daya. pasangan. karena banyak biaya terlibat. Persiapan perkawinan juga harus menyediakan bagi pasangan nama-nama tempat.

masyarakat konsumtif dan penampilan yang kosong. Kadang-kadang. sambil menyadari bahwa di dalam perjanjian perkawinan terdapat misteri yang dinyatakan dan disadari yang mempunyai asal mula dari Allah sendiri". Di dalam diri orang-orang yang dibaptis. 214. Yang penting adalah kasih yang anda bagikan. 1941. pasangan harus didorong untuk membuat perayaan liturgi menjadi pengalaman pribadi yang mendalam serta untuk menghargai arti dari setiap tanda di dalamnya. “menjadi bahasa para pelayanan sakramen. komitmen yang dinyatakan dengan kata- kata persetujuan dan penyatuan tubuh yang menyempurnakan perkawinan hanya dapat dilihat sebagai tanda perjanjian cinta dan kesatuan antara Putera Allah yang berinkarnasi dan Gereja-Nya. diperkuat dan dikuduskan oleh kasih karunia Allah. yang diciptakan dengan arti yang diberikan Allah. Anda sanggup untuk memilih perayaan yang lebih ekonomis dan sederhana di mana cinta lebih dipentingkan di atas segala sesuatu lainnya. pasangan tidak memahami arti teologis dan spiritual kata-kata persetujuan. yang menerangi arti dari semua tanda-tanda yang mengikutinya. 213. Dalam persiapan mereka untuk menikah. Catechesis (27 June 1984). kata-kata dan tanda-tanda menjadi bahasa iman yang fasih. Tubuh. 4: Insegnamenti VII/1 (1984). Perlu ditekankan bahwa kata-kata 158 . Pekerja pastoral dan seluruh masyarakat dapat membantu membuat prioritas ini menjadi norma dan bukan sesuatu yang dianggap tidak lazim. Dalam kasus dua orang yang dibaptis.242 __________ 242 JOHN PAUL II.

Makna prokreasi dari seksualitas. baik dalam hubungan interpersonal maupun sosial. Oleh karena itu marilah kita memperhatikan kerusakan yang timbul. kesetiaan kepada janjinya: hal-hal ini adalah perkara yang tidak bisa dibeli dan dijual. Encyclical Letter Casti Connubii (31 December 1930): AAS 22 (1930). bahasa tubuh. 245 Cf. Isi kata-kata persetujuan menjelaskan bahwa "kebebasan dan kesetiaan tidak berlawanan satu sama lain. dengan makin meningkatnya janji yang tidak ditepati…Dengan menghormati perkataan seseorang. dan __________ 243 Catechesis (21 October 2015): L’Osservatore Romano. PIUS XI. 22 October 2015. Uskup dari Kenya pernah mengamati bahwa "banyak [orang-orang muda] berkonsentrasi pada hari pernikahan mereka dan lupa akan komitmen seumur hidup yang akan segera mereka masuki ". mereka saling mendukung. 244 KENYA CONFERENCE OF CATHOLIC BISHOPS. Lenten Message (18 February 2015). 12. tanda-tanda cinta yang ditunjukkan sepanjang hidup perkawinan.ini tidak dapat dikurangi hingga saat ini.244 Mereka perlu didorong untuk memahami bahwa sakramen bukan sebagai suatu kejadian tunggal yang kemudian menjadi bagian dari masa lalu beserta kenangannya. tetapi lebih sebagai realitas yang secara permanen mempengaruhi seluruh kehidupan rumah tangga245. semua itu menjadi sebuah "kesinambungan bahasa liturgis yang tak terputus- putus" dan "kehidupan perkawinan dalam arti tertentu menjadi bersifat liturgis" 246. Mereka tidak dapat dipaksakan dengan kekuatan atau dipertahankan tanpa pengorbanan”. p. 243 215. 583. di dalam budaya komunikasi global kita. 159 . kata-kata itu melibatkan totalitas yang meliputi masa depan: "sampai kematian memisahkan kita".

untuk mencari pertolongan Allah agar tetap setia dan murah hati. untuk bersama-sama bertanya kepada Tuhan apa yang Dia inginkan dari mereka. denominasi Kristen lainnya atau komunitas religious lainnya. 10. adalah anggur baru dari perjanjian Kristus dengan pria dan wanita semua usia. 3. Dengan demikian kesempatan tersebut memberikan peluang berharga untuk mewartakan Injil Yesus Kristus"247 160 . Adalah tidak baik bagi mereka bila tiba di tempat upacara pernikahan tanpa berdoa bersama-sama. Catechesis (4 July 1984). Mujizat pertama dibuat Yesus dalam pesta perkawinan di Kana. pp. Anggur yang baik. Mereka yang membantu mempersiapkan perkawinan mereka harus membantu pasangan mengalami saat-saat doa yang mana dapat membuktikan bahwa doa itu sangat menguntungkan. dan untuk menguduskan cinta mereka di hadapan simbol Bunda Maria.216. "Liturgi perkawinan adalah peristiwa unik. merupakan sebuah perayaan keluarga dan juga perayaan komunitas. Pasangan juga dapat merenungkan bacaan Alkitab dan makna cincin yang akan mereka pertukarkan dan tanda-tanda lain yang menjadi bagian dari ritual. yang satu mendoakan yang lainnya. 9. yang dihasilkan dari mujizat Yesus itu yang membawa sukacita kepada permulaan sebuah keluarga baru. 6: Insegnamenti VII/2 (1984). atau yang berasal dari __________ 246 JOHN PAUL II. Sering Pastor selebran sering berbicara tentang mujizat Kana ini kepada jemaat termasuk kepada orang-orang yang jarang berpartisipasi dalam kehidupan Gereja..

di mana hanya mereka yang bebas memilih dan mencintai satu sama lain yang boleh menikah. keputusan dipercepat karena berbagai alasan. Penyatuan mereka adalah nyata dan tidak dapat diubah. pasangan diharapkan berperan aktif dan kreatif di dalam suatu proyek seumur hidup. diteguhkan dan ditahbiskan oleh sakramen perkawinan. atau bahkan yang lebih bermasalah lagi. Oleh karena itu. pasangan yang baru menikah tadi harus menyelesaikan suatu proses yang semestinya terjadi selama masa pertunangan mereka. Adalahal penting bahwa perkawinan dilihat sebagai urusan kasih. 218. yang terjadi sekali lalu semua beres. Ketika cinta hanya sekedar daya tarik fisik atau rasa sayang yang tidak jelas. pasangan itu sendiri tidak cukup matang. pasangan menjadi sangat mudah terlukai begitu rasa sayang tadi berkurang atau daya tarik fisik memudar.MENDAMPINGI TAHUN-TAHUN AWAL HIDUP PERKAWINAN 217. Seringkali masa pertunangan tidak cukup lama. Namun dalam mempersatukan kehidupan mereka. Mengingat hal ini sering terjadi. Tantangan besar lainnya persiapan perkawinan adalah untuk membantu pasangan menyadari bahwa perkawinan bukanlah sesuatu __________ 247 Relatio Finalis 2015. mempertahankan dan mencintai satu sama lain seumur hidup. 59. sangatlah penting bila para pasangan dibantu selama tahun-tahun awal hidup perkawinan mereka guna memperkaya dan memperdalam keputusan sadar dan bebas mereka untuk saling memiliki. Pandangan mereka sekarang harus 161 .

toleransi dan kemurahan hati.diarahkan ke masa depan yang. sehingga mereka dapat menangkap bahwa pernikahan itu "barulah awalnya saja". Dengan mengatakan "saya mau". Fakta ini perlu disampaikan secara realistis kepada pasangan yang baru menikah sejak awalnya. mereka berencana untuk mencapai tujuan mereka. satu pasangan tidak boleh mengharapkan yang lainnya untuk menjadi sempurna. secara konkret. Saya ingat pepatah lama: air tenang akan menjadi tergenang dan tidak bermanfaat apa-apa. suatu pekerjaan yang sedang berjalan. Jika. pada tahun-tahun pertama pernikahan. 219. Pasangan ini kemudian terbukti tidak mampu membantu satu sama lain untuk membangun penyatuan yang matang. pengertian. mereka setiap hari dipanggil untuk membangun. Sikap kritis terus menerus terhadap pasangan merupakan tanda bahwa pernikahan tidak dimasukkan sebagai proyek untuk dikerjakan bersama-sama. Berkat perkawinan yang mereka terima merupakan anugerah dan insentif bagi perjalanan ini. Perlahan tapi pasti. yang perlu bertumbuh. dengan kesabaran. mereka baru memulai suatu perjalanan yang mengharuskan mereka untuk mengatasi semua rintangan yang muncul di perjalanan mereka mencapai tujuan. dengan bantuan kasih karunia Allah. 162 . Masing-masing harus menepikan semua ilusi pribadi dan menerima pasangannya apa adanya: sebagai suatu produk yang belum selesai. Untuk alasan penting ini. mengeluarkan ultimatum dan terlibat dalam kompetisi serta pembelaan diri. cinta itu akan tergantikan dengan sikap terus menerus mempertanyakan dan mengkritik. berkisar pada hal-hal baik dan buruk. Mereka hanya bisa mendapatkan manfaat lewat duduk bersama dan berbicara satu sama lain tentang bagaimana.

Rasa ketertarikan pertama yang kuat memberi jalan kepada kesadaran bahwa pasanganku sekarang menjadi bagian dari hidup saya. melainkan kedua- duanya adalah pemenang. 220. perundingan seperti itu merupakan latihan kasih timbal balik. Cinta orang muda butuh terus menari menuju masa depan dengan harapan besar. karena 163 . ia juga belajar untuk “berunding". Jauh dari rasa egois atau hitung-hitungan. demi kebaikan keluarga. Proses ini terjadi dalam berbagai tahap yang memerlukan kemurahan hati dan pengorbanan. ia akan kehilangan rasa kegembiraan yang seharusnya menjadi kekuatan pendorongnya. memungkinkan untuk melihat melampaui berbagai argumentasi. dan menyadari dengan sukacita bahwa perkawinan ini memperkaya masyarakat. Harapan juga meminta kita hidup sepenuhnya di masa sekarang. sehingga tidak akan ada pemenang dan pecundang. Sementara cinta menjadi matang. Pada setiap tahap baru hidup perkawinan. Ia mengekang ketidakpastian dan keprihatinan kita sehingga pertumbuhan dapat terjadi. pada tahun-tahun pertama pertunangan dan pernikahan. saling memberi dan menerima. konflik dan masalah serta untuk melihat hal-hal dalam perspektif yang lebih luas. perlu untuk duduk bersama dan merundingkan lagi berbagai persetujuan. karena cara terbaik untuk mempersiapkan masa depan yang solid adalah dengan hidup baik di masa sekarang.pengalaman cinta pasangan tersebut menjadi stagnan. memberi semua untuk kehidupan keluarga. Kesenangan menjadi milik satu sama lain ini membawa mereka untuk melihat kehidupan sebagai proyek bersama. Harapan adalah ragi yang. keputusan tidak dapat dibuat secara sepihak. Di dalam keluarga. menempatkan kebahagiaan pihak lain di depan kebahagiaan saya sendiri.

Perubahan. "Ya.semua ini adalah mungkin. Di antara aneka penyebab retaknya perkawinan adalah karena harapan yang terlampau tinggi atas hidup perkawinan. 221. berangkat dari awal yang rapuh – terima kasih atas karunia Allah dan respon kreatif dan murah hati dari pihak kita - bertumbuh dari waktu ke waktu menjadi sesuatu yang berharga dan bertahan lama. Sewaktu kita membaca dalam Alkitab tentang penciptaan pria dan wanita. Cinta dengan demikian menjadi semacam ahli seni. perbaikan. Ia menyadari bahwa masih kurang satu hal yang penting sehingga Ia membentuk Hawa dan kemudian mendengar pria itu berseru dengan takjub. di mana setiap pasangan menjadi alat Allah membantu yang lainnya menjadi dewasa. Setelah menjadi jelas bahwa realitas itu terbatas dan lebih sulit dari yang dibayangan. kita melihat bahwa Allah pertama membentuk Adam (lih Kej 2: 7). yang satu ini tepat bagi saya!" Kita bisa mendengar dialog menakjubkan itu ketika seorang pria dan wanita untuk pertama kali 164 . Bolehkah kita mengatakan bahwa misi terbesar dari dua orang yang bercinta adalah untuk menolong satu sama lain semakin menjadi seorang pria dan seorang wanita? Mendorong pertumbuhan berarti membantu seseorang untuk membentuk identitasnya. menumbuhkan kebaikan- kebaikan yang hadir dalam setiap orang .masing-masing pasangan berbagi tanggung jawab atas keluarga. Setiap perkawinan adalah semacam "sejarah keselamatan". namun masing-masing keluarga itu unik dan setiap perkawinan akan menemukan cara yang paling sesuai bagi mereka. melainkan sadarilah dengan tenang bahwa hidup perkawinan adalah sebuah proses pertumbuhan. solusinya bukanlah tergesa-gesa dan tanpa tanggungjawab berpikir untuk berpisah.

. 222. ajaran Ensiklik Humanae Vitae (bdk 1014) dan seruan Apostolik Familiaris Consortio (bdk 14. Di sana setiap orang sendirian bersama Allah. Pendampingan pastoral bagi pasangan yang baru menikah harus mencakup juga mendorong mereka untuk bermurah hati dalam menganugerahkan hidup. seolah-olah mereka baru bertemu untuk pertama kalinya. dan pintu baru dapat terbuka bagi hubungan mereka. yang suara- Nya menggema di kedalaman hati' (Gaudium et Spes. untuk melawan mentalitas yang seringkali bermusuhan terhadap kehidupan. Dalam kehidupan pasangan yang menikah. maka keputusan mereka akan semakin nyata bebas dari perubahan subyektif dan dari penerimaan kebiasaan sosial jaman ini". Cinta membuat seorang menunggu yang lain dengan kesabaran seorang pengrajin.. Keputusan yang melibatkan tanggung jawab sebagai orangtua mengandaikan pembentukan hati nurani.bertemu satu sama lain. yang merupakan 'inti paling rahasia dan tempat sakral seseorang. Pada setiap tahap baru. Semakin pasangan mencoba untuk mendengarkan Allah di dalam hati nuraninya dan perintah-Nya (bdk Roma 2:15). keluarga berencana pantas terjadi sebagai hasil dialog kesepakatan antara pasangan. kesabaran yang berasal dari Allah sendiri. dan disertai pertimbangan rohani. dengan menghormati waktu-waktu tertentu dan pertimbangan martabat pasangannya. "Sesuai dengan karakter manusia pribadi dan sepenuhnya dalam kasih perkawinan.248 Ajaran yang jelas dari Konsili Vatikan II masih mempertahankan: "[pasangan] akan membuat 165 . mereka tetap "membentuk" satu sama lain. bahkan pada saat-saat yang sulit sekalipun. 16). Dalam hal ini. satu orang dapat selalu mengejutkan yang lainnya. 2835) seharusnya dipelajari ulang.

Akibatnya. yang sudah lahir dan yang mungkin dibawa oleh masa depan. pendampingan pastoral perlu berjalan lebih jauh melampaui perayaan Sakramen 166 . 11) perlu dipromosikan.. Para Bapa Sinode mengamati bahwa "tahun- tahun awal pernikahan adalah periode penting dan sensitif di mana pasangan menjadi lebih sadar akan tantangan dan makna dari kehidupan perkawinan.250 223. Biarkan mereka dengan penuh pertimbangan memperhitungkan kesejahteraan mereka sendiri dan anak-anak mereka. Orang tua sendiri. pendidikan tentang kebebasan otentik' (Katekismus Gereja Katolik. kepentingan masyarakat saat itu dan kepentingan Gereja sendiri. 63.keputusan lewat nasihat dan usaha pada umumnya."penggunaan metode berdasarkan pada 'metode alamiah dan saat kesuburan’ (Humanae Vitae. 50. mereka harus mencari tahu tentang kepentingan kelompok keluarga. dan bukan orang lain. 249 SECOND VATICAN ECUMENICAL CONCIL. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. karena ‘metode ini menghormati tubuh pasangan. Melalui mereka. Untuk permasalahan ini mereka perlu memperhitungkan baik kondisi material dan spiritual zaman sekarang maupun keadaan mereka dalam kehidupan. Penekanan yang lebih besar harus diletakkan pada kenyataan bahwa anak-anak adalah hadiah yang indah dari Tuhan dan sukacita bagi orang tua maupun Gereja. pada akhirnya harus membuat keputusan ini di hadapan Allah "249 Lebih lagi. Tuhan memperbaharui dunia". Akhirnya. 2370). mendorong kelembutan di antara mereka serta memberikan __________ 248 Ibid.

251 __________ 250 Relatio Finalis 2015. untuk mendengarkan satu sama lain dan menatap mata satu sama lain. Dalam hal ini. Kadang-kadang hingar-bingar masyarakat kita dan tekanan dari tempat kerja menciptakan masalah. Proses ini membutuhkan waktu. Pekerja pastoral dan kelompok orang menikah harus memikirkan cara- 167 . untuk menghargai satu sama lain dan untuk membangun hubungan yang lebih kuat. Cinta membutuhkan waktu dan tempat. dan mereka dianjurkan agar bertemu secara teratur untuk meningkatkan pertumbuhan kehidupan rohani dan solidaritas dalam tuntutan hidup yang konkret. Penekanan juga diberikan pada pentingnya spiritualitas keluarga. pasangan yang berpengalaman memiliki peran penting untuk dijalankan. khususnya pada ulang tahun pernikahan. gerakan gerejani maupun komunitas-komunitas yang baru. segala sesuatu yang lain adalah nomor dua. berbagi ruangan yang sama tanpa menyadari kehadiran satu sama lain. masalahnya adalah kurangnya kualitas waktu bersama-sama. 251 Relatio Synodi 2014. Pasangan muda perlu didorong agar pada dasarnya terbuka bagi karunia besar mendapatkan anak-anak. untuk berbagi rencana.Perkawinan (Familiaris Consortio. Liturgi. praktek devosional dan Ekaristi yang dirayakan bagi keluarga. 63. Di waktu-waktu lainnya. 40. 224. Bagian III). disebut sebagai faktor penting dalam menumbuhkan evangelisasi melalui keluarga". untuk menyambut waktu santai. melalui kerjasama dari berbagai asosiasi. Paroki adalah tempat di mana pasangan yang berpengalaman seperti itu dapat membantu pasangan lebih muda. doa dan partisipasi dalam Ekaristi hari Minggu. Waktu dibutuhkan untuk membicarakan berbagai hal.

225. internet dll). Hal ini sangat penting terutama bagi fase ketika gairah cinta perkawinan yang masih baru ini mulai memudar. Ini dapat mencakup ciuman pagi. Namun perlu juga untuk memutuskan rutinitas tersebut dengan membuat pesta. Pasangan muda yang baru menikah harus didorong untuk mengembangkan rutinitas yang memberikan rasa kedekatan dan stabilitas yang sehat melalui ritual sehari-hari bersama-sama. Pasangan yang telah belajar bagaimana melakukan ini dengan baik dapat berbagi sejumlah saran praktis yang telah mereka buktikan bermanfaat: Merencanakan waktu luang bersama- sama. dan menikmati perayaan ulang 168 . Mereka juga dapat menyediakan berbagai sumber daya yang membantu pasangan muda yang menikah untuk membuat saat-saat tersebut berarti dan penuh kasih. peluang bersama untuk pertumbuhan rohani. dan dapat berbagi saat-saat hening yang bermakna. menunggu di pintu untuk menyambut satu sama lain. Sekali pasangan mulai tidak tahu bagaimana meluangkan waktu bersama-sama. melakukan perjalanan bersama-sama dan berbagi pekerjaan rumah tangga.cara untuk membantu pasangan muda atau pasangan rentan untuk mengambil manfaat sebesar-besarnya dari kesempatan tersebut. berkat malam. dan dengan demikian dapat meningkatkan komunikasi di antara mereka. 226. berbagai cara merayakan peristiwa-peristiwa penting. agar mereka hadir satu sama lain. saat-saat rekreasi bersama anak-anak. mencari penerimaan dari yang lain atau sekedar mencari cara-cara untuk melarikan diri dari apa yang telah menjadi suatu kedekatan yang tidak nyaman. satu atau kedua-duanya akan berakhir pada tempat pelarian berupa gadget (HP.

menempatkan keluarga di tangan Tuhan. Sabda Allah bukan hanya kabar baik bagi kehidupan pribadi seseorang tetapi juga sebagai pedoman untuk menilai. Kami para pastor harus mendorong keluarga untuk bertumbuh dalam iman. 227. Mengapa kita tidak memberitahu Allah tentang kesulitan kita dan meminta-Nya untuk memberikan kepada kita penyembuhan dan bantuan yang kita butuhkan untuk tetap setia percaya kepada-Nya? Para Bapa Sinode mencatat bahwa "Sabda Allah adalah sumber kehidupan dan spiritualitas bagi keluarga. Suatu hal yang juga membantu untuk mendorong setiap pasangan untuk mencari waktu berdoa sendirian bersama Allah. Hal ini juga berarti mendorong doa keluarga di sepanjang minggu itu. karena "keluarga yang berdoa bersama-sama akan tetap bersama-sama". Kita perlu saat-saat untuk menghidupi berbagai karunia Allah dan memperbaharui semangat untuk hidup. membebaskannya dari rasa monoton dan mewarnai rutinitas sehari-hari dengan harapan. dan sebagai terang untuk membedakan berbagai tantangan yang 169 . Ini berarti mendorong agar sering membuat pengakuan. mengikuti bimbingan rohani dan retret sesekali. Semua karya pastoral bagi keluarga harus memungkinkan orang untuk secara batiniah diubahkan dan dibentuk sebagai anggota gereja domestik melalui pembacaan dan Kitab Suci disertai doa dari Gereja. karena setiap pasangan memiliki salib-salib rahasia yang harus dipikulnya. kami harus mengumpulkan semua anggota keluarga dan mendoakan dengan singkat satu per satu. Selama kita bisa merayakan.tahun suatu peristiwa dan acara-acara-acara khusus dalam keluarga. Ketika mengunjungi rumah umat. kita mampu untuk menghidupkan kembali cinta kita.

Dalam hal apapun. perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah 170 . konseling perkawinan. 252 228. sekolah- sekolah dan lembaga-lembaga Gereja lainnya dapat membantu dalam berbagai cara untuk mendukung keluarga dan membantu mereka bertumbuh. Hal ini dapat membuat keinginan pasangan yang lain untuk hidup dan bertumbuh dalam kehidupan Kristiani menjadi sulit dan kadang-kadang menyakitkan.. ia membuat daya __________ 252 Ibid. Dalam beberapa kasus. Paroki-paroki. Di mana saja kasih itu dituangkan. menunjukkan bagi pasangan yang tidak seiman. Walaupun demikian. Kasih itu senantiasa merupakan karunia Allah. 34. 229. pengubahannya terasa. sering dengan cara yang misterius. meredakan luka-luka dan berbagi kehidupan bersama menampilkan jalan pengudusan sejati. dan istri yang tidak beriman itu dikuduskan melalui suaminya" (1 Kor 7:14). ceramah oleh ahli tentang isu-isu konkret yang dihadapi keluarga. pelayanan sosial yang berurusan dengan masalah keluarga seperti kecanduan. misionaris rumah tangga yang membantu pasangan membahas kesulitan dan keinginan mereka. mendatangkan kebahagiaan. retret singkat untuk pasangan. gerakan-gerakan. Ini mungkin berupa: pertemuan dengan pasangan yang tinggal di satu lingkungan yang sama. salah satu pasangan tidak dibaptis atau tidak mau menjalankan imannya. bahkan sampai pada titik di mana "suami yang tidak beriman itu dikuduskan melalui istrinya. beberapa nilai yang sama dapat ditemukan dan ini dapat dibagikan dan dinikmati.ditemui oleh pasangan menikah dan keluarga- keluarga”.

Cara lain untuk bertumbuh lebih dekat adalah melalui pemberkatan rumah atau dengan membawa gambar Bunda Maria untuk rumah di lingkungan. Hampir semua pasangan yang sudah menikah muncul kembali pada kesempatan tersebut di atas. lokakarya untuk orang tua dengan anak yang bermasalah dan berbagai pertemuan keluarga. tentang Baptisan dan Komuni Kudus pertama bagi anak-anak mereka. Saya memikirkan. kita sendiri tidak memanfaatkan atas kesempatan yang baik pada saat mereka kembali. setelah menikah. Kelompok tersebut memampukan pasangan untuk bermurah hati. 230. bila perlu. untuk membantu keluarga lain dan membagikan iman. pada saat yang sama pelayanan itu memperkuat perkawinan mereka dan membantu mereka untuk bertumbuh. program pertumbuhan rohani. mengajarkan dan saling mendukung. dan kita harus memanfaatkan lebih banyak peluang di kesempatan ini. Namun. Kantor paroki harus siap untuk menangani dengan penuh pertolongan dan kepekaan berbagai kebutuhan keluarga dan dapat membuat rujukan. sebagai contohnya. untuk mengingatkan mereka betapa indahnya perkawinan Kristiani dan adanya dukungan dari paroki yang ditawarkan bagi mereka. sering kali. mendoakan. kepada orang- yang dapat membantu. atau pemakaman atau pernikahan dari kerabat atau teman-teman mereka. Ada juga kontribusi yang dibuat oleh kelompok-kelompok pasangan menikah menyediakan bantuan sebagai bagian dari komitmen mereka bagi pelayananan. berhenti dari komunitas Kristiani. Benarlah bahwa banyak pasangan. ini memberikan kesempatan menciptakan percakapan pastoral tentang situasi keluarga.tangga. Juga akan banyak membantu dengan meminta meminta pasangan nikah yang lebih tua 171 .

menetap dan menjadi matang sewaktu pasangan itu menemukan diri satu sama lain baru hari demi hari.untuk membantu pasangan muda di lingkungan dengan mengunjungi mereka dan menawarkan bimbingan pada tahun-tahun awal pernikahan. pergi ke luar ke mana umatnya berada. Sepatah kata juga harus dikatakan tentang mereka yang cintanya. Mereka "secara lahiriah tidak lagi terbakar dengan emosi yang kuat dan dorongan-dorongan. Saat ini. Kita tidak bisa lagi bekerja seperti pabrik. walaupun demikian. pelayanan pastoral bagi keluarga pada dasarnya harus bersifat misionaris. tahun demi tahun. Sukacita dan pengorbanannya berbuah sejalan dengan berlalunya tahun demi tahun dan pasangan bersukacita melihat anak-anak dari anak-anak mereka. sebagian besar pasangan tidak bisa menghadiri pertemuan rutin. menyelenggarakan kursus-kursus yang sebagian besar tidak dihadiri. telah telah sampai pada masa emasnya. Kesetiaan berhubungan dengan kesabaran dan pengharapan. seperti anggur yang baik. tapi sekarang mereka merasakan manisnya anggur cinta. Mengingat laju kehidupan saat ini. kita tidak bisa membatasi jangkauan pastoral untuk kelompok-kelompok kecil atau kelompok yang terpilih saja. Sama seperti anggur yang manis mulai "bernapas" perlahan-lahan. begitu juga pengalaman kesetiaan sehari-hari memberikan hidup perkawinan itu kekayaan dan "tubuh". Santo Yohanes dari Salib mengatakan bahwa "para kekasih lama telah teruji dan benar". usia 172 . MEMBERI TERANG PADA SAAT KRISIS. Cinta yang hadir dari awal mulanya menjadi semakin disadari. KHAWATIR DAN KESULITAN 231.

Tidak perlu bagi pasangan untuk mengundurkan diri karena sebuah kondisi menurun yang tak terelakkan atau yang dianggap di bawah rata-rata yang masih dapat ditolerir. Hidup bersama tidak boleh mengurangi melainkan meningkatkan kepuasan mereka. sehingga pasangan muda tidak menjadi 173 . XXV. menemui tantangan dan mengakuinya sebagai bagian dari kehidupan keluarga.yang matang dan tersimpan jauh di dalam hati mereka". Pasangan yang berpengalaman dan terlatih harus terbuka untuk menawarkan bimbingan. memantapkan dan mematangkan anggur pernikahan mereka. Pasangan akan mendapatkan manfaat dari menerima bantuan pada saat menghadapi krisis. setiap langkah baru di sepanjang jalan dapat membantu pasangan menemukan cara baru menuju kebahagiaan. krisis tidak perlu memperlemah hubungan mereka. sebaliknya. ketika perkawinan dipandang sebagai suatu tantangan yang melibatkan mengatasi rintangan. Pasangan harus dibantu untuk menyadari bahwa mengatasi __________ 253 Cántico Espiritual B. Kehidupan setiap keluarga ditandai dengan segala macam krisis. Setiap krisis menjadi kesempatan magang untuk tumbuh lebih dekat bersama-sama atau belajar lebih banyak tentang apa artinya hidup menikah. maka setiap krisis menjadi kesempatan untuk membiarkan anggur hubungan mereka bertambah tua dan semakin baik. namun ini juga merupakan bagian dari keindahan yang dramatis. hal itu dapat memperbaiki.253 Pasangan seperti itu telah berhasil mengatasi krisis dan kesulitan tanpa melarikan diri dari tantangan atau menyembunyikan masalah. 11. Tantangan Krisis 232. Sebaliknya.

Kita menenangkan hati dengan menyangkal masalah tersebut. atau merasa bersalah. Tapi ini tidak menolong. dan akhirnya menjadi seorang asing. Krisis harus dihadapi bersama-sama. karena kita merasa bahwa kita sedang kehilangan kendali. kita perlu belajar bagaimana mendengarkannya dengan telinga hati. Pasangan bertumbuh terpisah dan kehilangan kemampuan mereka untuk berkomunikasi.ketakutan akibat krisis ini atau tergoda untuk mengambil keputusan yang tergesa-gesa. karena orang kadang-kadang menarik diri guna menghindari mengatakan apa yang mereka rasakan. kemudian hanya menjadi "ayah atau ibu dari anak-anak saya". mereka akan mengalami hal ini semakin lama semakin sulit dengan berlalunya waktu. "orang yang saya cintai" perlahan-lahan berubah menjadi "pasangan saya". menjadi penting sekali untuk menciptakan peluang berbicara dari hati ke hati. Pada saat-saat inilah. Sedikit demi sedikit. Ini memang sulit. ini hanya membuat masalah bertambah buruk. Kecuali pasangan belajar untuk melakukan hal ini. komunikasi merupakan hal pertama yang pergi. dan hal ini membuat kita tidak nyaman. Setiap krisis mempunyai pelajaran untuk mendidik kita. kita pertama- tama cenderung bereaksi membela diri. mereka mundur memasuki kesunyian yang menakutkan. 234. Pasangan memerlukan bantuan untuk menemukan pikiran 174 . dan berharap masalah itu akan berlalu. 233. menyembunyikan atau mengecilkannya. membuang tenaga dan menunda jalan keluar. Komunikasi adalah sebuah seni yang dipelajari di saat-saat damai untuk dipraktekkan di saat-saat sulit. Ketika masalah tidak ditangani. Dihadapkan dengan suatu krisis.

dan perasaan terdalam mereka dan mengungkapkannya. 236. realistis atau prihatin terhadap kasus-kasus individual. Pasangan yang baru menikah perlu belajar bagaimana menerima perbedaan antar mereka dan melepaskan diri dari orang tua mereka. hal ini adalah proses yang menyakitkan yang memunculkan suatu harta baru. Membesarkan anak-anak kecil membutuhkan perubahan gaya hidup. dan berdampak serius pada perkawinan. frustrasi dan bahkan ketegangan di antara orangtua. Semua ini merupakan situasi-situasi menuntut yang dapat menimbulkan rasa khawatir. sementara kebutuhan untuk merawat orang tua mencakup pengambilan keputusan sulit di pihak mereka. Kedatangan seorang anak menyajikan tantangan emosional yang baru. Seperti proses melahirkan. rasa bersalah. sedangkan awal masa remaja menyebabkan ketegangan. Sebuah "sarang kosong" mengharuskan pasangan untuk mendefinisikan kembali hubungan mereka. Lalu ada pula krisis pribadi yang mempengaruhi kehidupan pasangan. sosial dan kesulitan spiritual. masalah di tempat kerja. Beberapa krisis khas terjadi pada hampir setiap perkawinan. depresi dan kelelahan. masalah emosional. karena mereka tidak mendapatkannya sebagai simpatik. Jawaban-jawaban yang diberikan kepada konsultasi pra-sinode menunjukkan bahwa kebanyakan orang dalam situasi sulit atau kritis biasanya tidak mau mencari bantuan pastoral. seringkali melibatkan keuangan. 235. Ini harus memacu kita untuk berusaha mendekati krisis pernikahan dengan kepekaan yang lebih besar terhadap beban penderitaan dan kecemasan mereka. 175 .

ketika salah satu atau kedua pasangan tidak lagi merasa terpenuhi. masing-masing harus bertanya dalam ketenangan dan kerendahan hati kalau-kalau ia dengan cara tertentu telah menciptakan kondisi yang membawa kepada kesalahan yang dilakukan pasangannya. melalui kasih karunia. atau ketakutan yang tidak jelas. atau berbagai hal ternyata berakhir tidak seperti yang mereka inginkan. Kadang- kadang. tapi "pengalaman menunjukkan bahwa dengan bantuan yang tepat dan tindakan rekonsiliasi.Situasi tak terduga bisa muncul. kebanyakan perkawinan yang bermasalah akhirnya menemukan solusi dengan cara yang memuaskan. maka muncullah alasan yang cukup bagi mereka untuk mengakhiri pernikahan. Jika ini terjadi. harga diri yang terluka. semua yang diperlukan untuk memutuskan bahwa segala sesuatu telah berakhir hanya berupa satu peristiwa ketidakpuasan. dan kadang-kadang bantuan dari luar serta bantuan profesional". memerlukan kerjasama yang murah hati dari kerabat dan teman-teman. Mengetahui bagaimana mengampuni dan merasa diampuni adalah pengalaman dasar dalam kehidupan keluarga". Semakin lama semakin biasa untuk berpikir bahwa.254 “Sulitnya seni rekonsiliasi. Salah satu pasangan mungkin tidak merasa sepenuhnya 176 . Dalam menyelesaikan masalah dengan tulus memaafkan yang lain. maka tidak akan ada pernikahan yang langgeng. mengganggu kehidupan keluarga dan membutuhkan proses pengampunan dan rekonsiliasi.255 237. Tak terhindarkan lagi. Sejumlah keluarga hancur ketika pasangan terlibat dalam saling menyalahkan. ketidakhadiran pasangan ketika ia sangat dibutuhkan. yang memerlukan dukungan dari kasih karunia. berbagai situasi akan muncuk yang melibatkan kelemahan manusia dan ini dapat menjadi masalah besar secara emosi.

merundingkan kembali hal-hal dasar. _________ 254 Relatio Synodi 2014. Perubahan fisik secara alami terjadi pada setiap orang. memampukan cinta diperbaharui. Kecemburuan dan ketegangan mungkin muncul. ketika menyadari bahwa rekonsiliasi masih mungkin terjadi. mencapai keseimbangan baru dan bergerak maju bersama. 81. Ketika krisis datang. mereka menghasilkan yang terbaik dari apapun kemungkinan yang diberikan kehidupan keluarga kepada mereka dan mereka bekerja dengan sabar untuk memperkuat ikatan perkawinan tersebut. diperdalam dan diperkuat secara batiniah. Mereka dengan realistis menerima bahwa pihak lain tidak dapat memenuhi semua yang mereka impikan. bukannya mengancam cinta. Dalam hal apapun. sebagian memiliki kedewasaan yang diperlukan untuk menegaskan kembali pilihan mereka atas pasangan mereka sebagai rekan dalam perjalanan hidup. Dengan keterbukaan terus menerus seperti ini mereka mampu menghadapi seberapapun situasi sulit.dihargai. Hal ini. 44. meskipun terdapat berbagai keterbatasan relasi. atau mungkin tertarik kepada seorang lainnya. 238. dan begitu banyak hal lainnya. Orang seperti ini menghindari pemikiran bahwa diri mereka adalah martir. Mereka pada akhirnya menyadari bahwa setiap krisis dapat menjadi “ya” yang baru. Dalam situasi demikian. 255 Relatio Finalis 2015. kita juga melihat bahwa "apa yang sangat dibutuhkan saat ini adalah suatu pelayanan untuk 177 . mereka tidak takut untuk menggali sampai ke akarnya. atau ketertarikan baru mulai menyita banyak waktu dan perhatian. dalam banyak kesempatan justru menghidupkan dan memperbaharui kembali cinta mereka.

mudah berubah-ubah dan cinta-diri seorang anak yang egois: sebuah cinta yang tak terpuaskan yang berteriak atau menangis ketika gagal mendapatkan apa yang ia inginkan. kritik pahit dan suka menyalahkan orang lain. Masa kecil atau masa remaja yang tidak bahagia dapat berkembang menjadi krisis individu yang mempengaruhi perkawinannya. Relasi yang buruk dengan orang tua dan saudara kandung. terjebak dalam emosi dan fantasi mereka sendiri.. 78. Banyak orang meninggalkan masa kanak- kanak tanpa pernah merasakan cinta tak bersyarat. Dapat dipahami. 240. krisis akan jarang terjadi atau tidak begitu menyakitkan. 178 . Sebagian lain mencintai dengan cinta remaja yang ditandai dengan permusuhan. Luka-luka Lama 239. orang-orang seperti itu mengharapkan orang lain mengisi kekosongan mereka dan memenuhi setiap keinginan mereka.menangani mereka yang relasi perkawinannya telah hancur". Sebagian orang mencintai dengan cinta yang mementingkan diri sendiri. 256 __________ 256 Ibid. Bagi mereka yang dewasa dan normal. keluarga-keluarga sering mengalami masalah ketika salah satu anggotanya kurang matang emosinya karena ia masih merasakan bekas luka dari pengalaman sebelumnya. Hal ini mempengaruhi kemampuan mereka untuk percaya dan terbuka terhadap orang lain. Namun demikian kenyataannya adalah baru pada usia empat puluh tahunan sebagian orang mencapai kematangan yang seharusnya sudah terjadi pada akhir masa remaja.

Hal ini melibatkan pengenalan akan kebutuhan penyembuhan. Bahkan walaupun sudah jelas bahwa orang lain itu bersalah. kesediaan untuk menerima bantuan.jika dibiarkan tak tersembuhkan. kekerasan atau perlakuan buruk yang kronis. Masalah yang belum terselesaikan harus ditangani dan proses pembebasan harus terjadi. doa yang terus-menerus agar memperoleh rahmat untuk mengampuni dan diampuni. dan tekad untuk tidak menyerah tetapi untuk terus mencoba. menghormati martabat sendiri dan kebaikan bagi anak-anak membutuhkan sikap tidak menyerah pada tuntutan yang berlebihan atau mencegah ketidakadilan yang parah. Sebuah uji diri yang tulus akan memungkinkan untuk melihat bagaimana kekurangan dan ketidak-dewasaannya sendiri mempengaruhi hubungan mereka. sebelum keputusan penting dibuat pentinglah untuk memastikan bahwa setiap pasangan telah datang untuk mengatasi masa lalu masing-masing. bisa muncul kembali dan melukai perkawinan. Kita juga harus bertanya. Pendampingan Setelah Kehancuran dan Perceraian 241. Dalam beberapa kasus. Ketika aneka masalah muncul dalam perkawinan. apa yang dalam hidup kita sendiri perlu untuk ditumbuhkan atau disembuhkan bila konflik mau diselesaikan. krisis tidak akan pernah diatasi hanya dengan mengharapkan orang lain berubah. dari 179 . khususnya ketika permasalahannya adalah memindahkan pasangan yang lebih rapuh atau anak-anak kecil dari cedera serius akibat pelecehan dan kekerasan. Dalam kasus tersebut. Terkadang secara moral bahkan perlu dilakukan. "pemisahan menjadi tak dapat dielakkan.

257 Meskipun demikian.260 Keruntuhan keluarga bahkan menjadi lebih traumatis dan menyakitkan __________ 180 . terutama ketika anak-anak terlibat atau ketika mereka berada dalam kesulitan keuangan yang serius". dan dari pengabaian dan ketidakpedulian". harus didorong untuk menemukan dalam Ekaristi santapan yang mereka butuhkan untuk mempertahankan keadaan mereka di status kehidupan saat ini.258 242. "orang yang bercerai tetapi belum menikah lagi. Sikap hormat perlu ditunjukkan terutama bagi pihak yang menderita dari orang-orang yang telah dengan tidak adil dipisahkan. Pelayanan pastoral tentu harus mencakup upaya-upaya rekonsiliasi dan mediasi.penghinaan dan eksploitasi. 25 June 2015. tapi anugerah Tuhan membuat perjalanan ini menjadi mungkin. "pemisahan harus dianggap sebagai upaya terakhir. dan sering menjadi saksi kesetiaan perkawinan. Komunitas lokal maupun para pastor harus mendampingi orang-orang ini dengan penuh perhatian. 8. setelah semua upaya rekonsiliasi yang wajar lainnya telah terbukti sia-sia". Para Bapa Sinode mencatat bahwa "discernment khusus sangat diperlukan untuk melakukan pelayanan pastoral bagi mereka yang berpisah. diceraikan atau ditinggalkan. bercerai atau ditinggalkan. p. melalui pembentukan pusat konseling khusus di keuskupan"259 Pada saat yang sama. __________ 257 Catechesis (24 June 2015): L’Osservatore Romano. Memaafkan ketidakadilan seperti yang telah diderita itu tidaklah mudah. atau mereka yang telah dipaksa dengan perlakuan buruk dari suami atau istri untuk memutuskan kehidupan bersama mereka.

bebas biaya"."262 244. karena mereka tetap merupakan bagian dari komunitas gerejani. 50. Pendampingan komunitas kristiani untuk orang-orang demikian jangan dianggap sebagai pelemahan iman atau pelemahan kesaksian terhadap sifat tak terceraikan dari perkawinan. lebih menghemat waktu.261 Situasi ini "membutuhkan discernment yang cermat dan diiringi rasa hormat. Bahasa atau perilaku yang mungkin menyebabkan mereka merasa didiskriminasikan harus dihindari.258 JOHN PAUL II. dalam kasus orang miskin. sebaliknya. "Mereka bukanlah di eks-komunikasi" dan tidak boleh diperlakukan seperti itu. karena mereka memiliki sumber daya tersedia yang lebih sedikit untuk memulai kehidupan yang baru. 259 Relatio Synodi 2014. dan mereka harus didukung untuk berpartisipasi dalam kehidupan komunitas. Sejumlah besar Bapa Sinode juga "menekankan perlunya membuat prosedur dalam kasus-kasus pembatalan perkawinan agar lebih mudah diakses. pendampingan tersebut adalah wujud khusus perbuatan amal kasih. Dua dokumen saya baru-baru ini __________ 181 .. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981). Orang miskin. 83: AAS 74 (1982). dan jika mungkin. Penting diingat bahwa orang bercerai yang telah memasuki penyatuan baru harus dibuat merasa menjadi bagian dari Gereja. 260 Ibid. 184. dua kali lebih rentan merasakan pengabaian dan kemungkinan bahaya. sekali disingkirkan dari lingkungan keluarga yang aman. 243. 47.263 Lambatnya proses menyebabkan penderitaan dan ketegangan pada kedua pihak.

pp. III: L'Osservatore Romano. terdiri dari kaum klerus dan awam yang terutama diutus untuk melaksanakan pelayanan gerejani ini. 9 September 2015. 266 245. Dengan ini. 263 Ibid. 3-4. 9 September 2015. Layanan ini juga dapat mencakup pertemuan dengan individu-individu dalam kaitan dengan penyelidikan awal proses (penyelesaian) perkawinan (bdk Mitis Iudex. 9 September 2015. 5-6. 265 Motu Proprio Mitis Iudex Dominus Iesus (15 Agustus 2015).. seni. Para Bapa Sinode juga menunjuk pada "konsekuensi dari pemisahan atau perceraian atas __________ 264 Motu Proprio Mitis Iudex Dominus Iesus (15 August 2015): L’Osservatore Romano. Layanan informasi. 48. 84. Pembukaan. di dalam Gereja di mana ia telah ditunjuk menjadi gembala dan kepala. konseling dan mediasi yang terkait dengan kerasulan keluarga harus dibuat tersedia bagi individu yang berpisah atau pasangan dalam krisis. di dalam setiap kasus. 262 Relatio Synodi 2014. 3. dengan sangat nyata merupakan hakim bagi semua kam beriman yang dipercayakan kepadanya pengasuhannya"265 "Pelaksanaan dokumen ini karenanya menjadi tanggung jawab besar bagi Ordinari yang ada di tingkat keuskupan. 7. yang dipanggil untuk mengadili beberapa kasus yang dipercayakan kepadanya dan. pp. cf. 51. 2-3)". Motu Proprio Mitis et Misericors Iesus (15 August 2015): L’Osservatore Romano. Ini menyangkut mempersiapkan staf yang memadai. p. yang menangani masalah ini264 telah menyederhanakan prosedur untuk pernyataan pembatalan perkawinan. Relatio Finalis 2015. 182 . saya ingin "membuat jelas bahwa uskup sendiri. memastikan orang beriman mendapatkan akses yang lebih mudah kepada keadilan. 6 August 2015.261 Catechesis (5 August 2015): L’Osservatore Romano. cf. p.

p. 82. Apakah kita merasakan beban __________ 267 Relatio Synodi 2014.. 8. tidak boleh gagal berbicara atas nama mereka yang paling rapuh: anak-anak yang sering menderita dalam diam.. 183 . anak-anak. 246. Saya membuat seruan ini untuk orang tua yang bercerai: "Jangan pernah memperlakukan anak anda sebagai sandera! Anda berpisah karena banyak masalah dan alasan. Gereja. Mereka harus bertumbuh dengan mendengar ibu mereka berbicara yang baik tentang ayah mereka. dan tidak diabaikan karena dibayangi oleh kepentingan atau tujuan lain yang tersembunyi. tapi anak-anak anda tidak harus menanggung beban perpisahan ini atau dijadikan sandera melawan pasangan lainnya. 21 May 2015. meskipun mereka tidak bersama-sama. ketika menghargai situasi konflik yang menjadi bagian dari perkawinan. saya bertanya pada diri saya sendiri kalau-kalau kita sudah menjadi mati rasa terhadap luka di dalam jiwa anak-anak . "walaupun kepekaan kita tampaknya bertumbuh semakin baik dan semua analisis psikologis kita sudah semakin tajam. dan ayah mereka berbicara yang baik tentang ibu mereka". Hari ini. 268 Catechesis (20 May 2015): L‘Osservatore Romano. anak-anak harus menjadi perhatian utama. Melakukan hal ini akan mempengaruhi ketenangan batin anak dan menyebabkan luka batin yang sulit disembuhkan. 47. Kehidupan memberi anda ujian ini. di dalam setiap kasus merupakan korban tak bersalah dari situasi ini".268 Adalah tidak bertanggung-jawab jika menjelekkan orang tua lainnya sebagai cara untuk merebut kasih sayang anak. atau sebagai balas dendam atau pembenaran diri sendiri.266 Relatio Finalis 2015.267 Terlepas dari setiap pertimbangan lain.

6 August 2015. "Bagaimana kita bisa mendorong para orangtua untuk melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk membesarkan anak-anak mereka di dalam kehidupan Kristiani. Perceraian adalah suatu kejahatan dan makin meningkatnya jumlah perceraian sangatlah memprihatinkan. __________ 269 Catechesis (24 June 2015): L’Osservatore Romano. seolah- olah mereka dikucilkan? Kita harus menghindari tindakan yang menambahkan lebih banyak lagi beban yang sudah ditanggung anak-anak dalam situasi ini!”270 Membantu menyembuhkan luka batin orang tua dan mendukung mereka secara rohani juga bermanfaat bagi anak-anak. jika kita sendiri menjaga jarak mereka dari kehidupan komunitas. 7. yang membutuhkan wajah kekeluargaan dari gereja untuk membantu mereka melewati pengalaman traumatis ini. 184 . untuk memberikan kepada mereka contoh iman yang taat dan praktis. melainkan harus melibatkan dan mendukung mereka dalam upaya membesarkan anak-anak mereka. tugas pastoral yang paling penting bagi kita berkaitan dengan keluarga adalah memperkuat cinta mereka. membantu menyembuhkan luka dan bekerja untuk mencegah penyebaran drama ini pada zaman kita. p. komunitas Kristiani tidak boleh meninggalkan orangtua bercerai yang telah memasuki penyatuan yang baru. p. 25 June 2015. 8. Oleh karena itu. Karena alasan ini. 270 Catechesis (5 August 2015): L’Osservatore Romano. sampai memutuskan ikatan kesetiaan perkawinan?"269 Pengalaman berbahaya seperti itu tidak membantu anak-anak bertumbuh menuju kedewasaan yang dibutuhkan untuk membuat komitmen definitif.psikologis yang sangat besar ditanggung oleh anak- anak dalam keluarga di mana anggotanya menganiaya dan menyakiti satu sama lain.

Situasi-situasi Kompleks Tertentu 247. 25 Maret 1993. baik bagi orang Kristen Timur maupun Kristen lainnya. direktori untuk Penerapan Prinsip dan Norma tentang Ekumenisme. ‘keputusan apakah pihak non-Katolik dalam perkawinan tersebut dapat menerima komuni Ekaristi harus dibuat dengan memperhatikan norma-norma umum tentang hal ini. Meskipun pasangan dalam perkawinan campur saling berbagi sakramen baptis dan perkawinan. "Masalah yang melibatkan perkawinan campuran memerlukan perhatian khusus. "Perkawinan yang melibatkan disparitas kultus (perbedaan ibadat) merupakan kesempatan _________ 271 Relatio Finalis 2015. 159-160) ". dengan mempertimbangkan situasi tertentu dari penerimaan sakramen perkawinan oleh dua pihak yang telah dibaptis secara Kristiani. 78). 'suatu upaya harus dilakukan untuk menjalin kerjasama yang baik antara para pelayan Katolik dan non-Katolik dari saat memulai persiapan perkawinan sampai upacara pernikahan' (Familiaris Consortio. baik untuk nilai intrinsik mereka maupun untuk kontribusi yang dapat mereka sumbangkan bagi gerakan ekumenis'. 271 248. Untuk tujuan ini. 185 . Sehubungan dengan keterlibatan dalam Ekaristi. 72. tetapi mereka memiliki banyak elemen yang dapat bermanfaat dan dikembangkan. Perkawinan antara orang Katolik dan orang yang dibaptis lainnya ‘memiliki sifat khususnya tersendiri. berbagi Ekaristi hanya bisa menjadi pengecualian dan dalam setiap kasus disesuaikan dengan norma-norma yang telah digariskan ' (Dewan Kepausan untuk Persatuan Umat Kristen.

meningkat di wilayah misi.273 249. tidak hanya pada periode sebelum pernikahan.272 "Perhatian perlu diberikan kepada orang-orang yang memasuki perkawinan seperti itu. Dalam kasus seperti ini. karena itu mereka tidak bisa merayakan pernikahan kanonik yang melibatkan disparitas kultus atau membaptis anak-anak. perlu segera mendapatkan pelayanan pastoral yang dibedakan menurut berbagai konteks sosial dan budaya.. 273 Ibid. Oleh karena itu kita harus terus mengulang-ulang perlunya kebebasan beragama dihormati". dan bahkan di negara- negara dengan tradisi Kristiani yang sudah lama. mewartakan kesaksian tentang kemampuan Injil meresap masuk dalam situasi ini akan memungkinkan untuk membesarkan anak-anak mereka di dalam iman Kristiani"..istimewa untuk dialog antar agama dalam kehidupan sehari-hari.. Orang-orang ini yang menjalani kontrak perkawinan yang stabil untuk suatu jangka waktu di mana setidaknya salah satu dari mereka tidak ________ 272 Ibid.... "Masalah khusus muncul ketika orang-orang dengan situasi perkawinan yang kompleks ingin dibaptis. Tantangan unik adalah menghadang pasangan dan keluarga di mana yang satunya katolik dan yang lainnya bukan orang percaya. Jumlah rumah tangga dari pasangan menikah dengan disparitas kultus. 73. Mereka melibatkan kesulitan-kesulitan khusus menyangkut baik identitas Kristiani keluarga maupun pendidikan agama bagi anak-anak. Di beberapa negara yang tidak memiliki kebebasan beragama. 186 . 74. pasangan Kristiani diwajibkan untuk pindah ke agama lain agar dapat menikah.

Dalam kasus tersebut. 12: AAS 107 (2015).276 khususnya segala bentuk agresi dan kekerasan. 276 Catechism of the Catholic Church. Bull Misericordiae Vultus. 277 Ibid. 407. yang menawarkan cintaNya yang tak terbatas kepada setiap orang tanpa kecuali. 76. uskup berperan untuk memberikan discernment pastoral yang sepadan dengan kondisi spiritual mereka"274 250. para Bapa Sinode mengamati bahwa. Relatio Finalis 2015. situasi yang tidak mudah baik bagi orang tua maupun bagi anak-anak.275 Selama Sinode. "sebagai usulan untuk menempatkan penyatuan antara orang-orang homoseksual pada tingkat yang sama dengan perkawinan. sementara 'setiap tanda diskriminasi yang tidak adil' dihindarkan dengan hati-hati. 75. 275 Cf.mengenal iman Kristiani. tidak ada dasar sama sekali untuk mempertimbangkan penyatuan ________ 274 Ibid. Gereja mengadopsi sikap Tuhan Yesus. Keluarga tersebut harus diberikan bimbingan pastoral dengan penuh hormat. 277 251. sehingga mereka yang memperlihatkan orientasi homoseksual dapat menerima bantuan yang mereka butuhkan untuk memahami dan sepenuhnya melaksanakan kehendak Allah dalam hidup mereka. cf. Kami ingin menegaskan kembali di hadapan semua yang lain bahwa setiap orang.. 2358. Dalam membahas martabat dan misi keluarga. harus dihormati martabatnya dan diperlakukan dengan penuh pertimbangan. kami membahas situasi keluarga yang anggotanya mencakup mereka yang mengalami ketertarikan sesama jenis. tanpa memandang orientasi seksual. 187 .

homoseksual dengan cara apapun serupa atau bahkan analog jauh terhadap rencana Allah bagi perkawinan dan keluarga". orang tua tunggal harus menerima dorongan dan dukungan dari keluarga lain di dalam komunitas Kristiani. Seringkali keluarga- keluarga ini menanggung kesulitan lainnya. dan situasi-situasi lain. 4. seperti kesulitan ekonomi. di mana salah satu orangtua terpaksa melarikan diri bersama dengan anak-anak.278 252. __________ 278 Relatio Finalis 2015. cf. Tidak dapat diterima "bahwa Gereja-Gereja lokal menjadi subyek tekanan dalam perkara ini dan bahwa badan-badan internasional harus memberikan bantuan keuangan kepada negara-negara miskin bergantung pada penerbitan hukum untuk menetapkan 'perkawinan' antara orang-orang dengan jenis kelamin yang sama". kematian salah satu orangtua. 188 .279 KETIKA KEMATIAN MEMBUAT KITA MERASAKAN SENGATANNYA 253. masalah dengan tunjangan anak dan ketiadaan tempat tinggal". CONGREGATION FOR THE DOCTRINE OF THE FAITH. Considerations Regarding Proposals to Give Legal Recognition to Unions between Homosexual Persons (3 June 2003). prospek pekerjaan yang tidak pasti. 76. Apapun penyebabnya. ditinggalkannya keluarga oleh satu orangtua. 80.. dan dari penjangkauan pastoral paroki. situasi kekerasan. 279 Ibid. Kadang-kadang kehidupan keluarga ditantang dengan kematian orang yang dicintai. Keluarga dengan orangtua tunggal seringkali diakibatkan dari "keengganan ibu atau ayah biologis untuk menjadi bagian dari keluarga.

. p. Mereka yang tidak memiliki sanak keluarga untuk menghabiskan waktu dengannya dan menerima kasih sayang dari mereka.. Dan bagaimana kita bahkan bisa mulai memahami kesedihan orang tua yang kehilangan anak? "Seolah-olah waktu berhenti sama sekali: sebuah jurang terbuka menelan baik masa lalu maupun masa depan". Dari saat mengalami kehilangan. ibid. menemukan dalam pengalaman cinta ini suatu kesadaran yang diperbaharui dari misi membesarkan anak-anak mereka . sebagian orang dapat menunjukkan kemampuannya untuk memusatkan tenaga mereka pada dedikasi yang lebih besar untuk anak-anak dan cucu-cucu mereka. 20.280 Berpaling dari keluarga yang berduka akan menunjukkan kurangnya rahmat. harus dibantu oleh __________ 280 Cf. 189 . 8. Yesus sendiri sangat terharu dan mulai menangis atas kematian seorang teman (Yoh 11:33. pasangan yang dengan siapa mereka telah berbagi begitu banyak. 281 Catechesis (17 June 2015): L’Osservatore Romano...saya bisa memahami mereka – menjadi marah kepada Allah". Berapa banyak orang . 35). 254. dan menutup pintu untuk upaya evangelisasi lainnya. 18 June 2015.Kita tidak boleh gagal menawarkan cahaya iman sebagai bentuk dukungan bagi keluarga-keluarga yang melewati pengalaman ini.281 "Kehilangan salah satu pasangan adalah situasi yang sangat sulit.. dan "kadang-kadang kita bahkan pergi begitu jauh menyalahkan Allah. Saya bisa memahami penderitaan hebat yang dirasakan oleh mereka yang telah kehilangan orang yang sangat dikasihi. berarti hilangnya kesempatan pastoral.

tentang apa dialami pada saat kematian. karena ini berarti bergantung pada masa lalu dan bukannya terus mencintai mereka sekarang karena mereka sudah berada di tempat lain. tentang semua hal yang mungkin telah dilakukan. dan tidakl baik untuk memperpanjang penderitaan. dan ketika seorang pastor harus mendampingi proses itu. namun untuk semua daya kematian. setelah kehilangan orang yang dicintai. ia harus menyesuaikan diri dengan tuntutan dari masing-masing tahapannya. "cinta kuat seperti maut" (Kidung Agung 8:6). proses berduka berlangsung cukup lama. kedamaian akan pulih kembali. 19. Biasanya. Dengan proses doa dan pembebasan batin yang tulus dan sabar. terutama jika mereka miskin". Juga ia bukanlah ekspresi terbaik dari cinta dengan terus memikirkan dan meninggikan nama mereka. Pada saat tertentu. tidak juga dengan menyanjung mereka sehingga kita harus merusak kehidupan kita. tetapi bisa __________ 282 Relatio Finalis 2015. kita harus membantu orang berduka itu untuk menyadari bahwa. Mereka tidak bisa lagi hadir secara fisik bersama kita. Seluruh proses dipenuhi dengan pertanyaan: tentang alasan mengapa orang yang dicintai harus meninggal. seolah- olah hal itu merupakan suatu bentuk penghormatan bagi yang sudah meninggal.282 255.ketersediaan khusus. Orang yang kita cintai tidak membutuhkan penderitaan kita. Ini tidak berarti membayangkan orang yang kita cintai seperti dulu. kita masih memiliki misi yang harus dilanjutkan. Cinta melibatkan intuisi yang dapat memampukan kita untuk mendengar tanpa suara dan melihat yang tak terlihat. 190 .

Santo Paulus mengatakan tentang perjumpaan dengan Kristus segera setelah kematian: "Aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus” (Fil 1:23). berkata kepadanya untuk tidak memegangNya (bdk. Yoh 20:17). 18 June 2015. untuk membawa dia kepada perjumpaan yang berbeda. ketika temanNya Maria mencoba untuk memeluk-Nya.284 __________ 283 Catechesis (17 June 2015): L’Osservatore Romano. p. dari mendorong ke jurang yang paling gelap". Memang. "orang yang kita cintai tidak hilang dalam baying- bayang kehampaan. Tuhan.menerima mereka berubah sebagaimana adanya sekarang. harapan meyakinkan kita bahwa mereka berada dengan baik di tangan Allah yang kuat". 8. Ini menghibur kita untuk mengetahui bahwa mereka yang meninggal tidak sepenuhnya berlalu. setelah kematian. tidak diakhiri tapi diubahkan". kita terhibur oleh janji hidup abadi. 191 . 256. Karena kehidupan orang-orang yang percaya pada-Mu. ada yang menanti kita "semua itu disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia" (1 Kor 2:9). Dengan demikian kita dapat "mencegah kematian dari keracunan hidup. Pada kata pendahuluan dari Liturgi Kematian menyebutkan dengan baik: "Meskipun kepastian kematian menyedihkan kita. Dengan Kristus. Yesus yang bangkit. dari memberikan kesia-siaan kepada cinta kita. 284 Ibid. dan iman meyakinkan kita bahwa Tuhan yang bangkit tidak akan pernah meninggalkan kita.283 Alkitab memberitahu kita bahwa Allah menciptakan kita dari cinta dan membuat kita sedemikian rupa sehingga hidup kita tidak berakhir dengan kematian (bdk Kebijaksanaan Salomo 3:2- 3).

290 __________ 285 Cf.257. 1935. Therese of Lisieux. 957. in Oeuvres Complètes. 287 Cf. 9 June 1897. 1996. [tetapi] diperkuat oleh pertukaran harta rohani". Santa Theresia dari Lisieux ingin terus berbuat baik dari surga.. 93: Monumenta Historica Sancti Patris Nostri Dominici. 1050. Derniers Entretiens: Le “carnet jaune” de Mère Agnès.285 Alkitab mengatakan kepada kita bahwa "berdoa untuk orang mati" adalah "kudus dan saleh" (2 Makabe 12: 44-45). 288 JORDAN OF SAXONY. 286 Ibid.287 Santo Dominikus menyatakan bahwa "dia akan lebih berguna setelah kematian . Her Carmelite sisters spoke of a promise made by Saint Therese that her departure from this world would be “like a shower of roses” (ibid. 289 karena "penyatuan peziarah di bumi dengan saudara-saudara yang tidur dalam Tuhan sama sekali tidak terhalangi ...286 Kitab Wahyu menggambarkan martir menjadi perantara bagi mereka yang menderita ketidakadilan di bumi (bdk Why 6:9-11).288 Semua ini benar-benar "ikatan kasih". p. 289 Cf. menghibur orang yang mereka cintai dengan menjanjikan mereka bahwa mereka akan dekat untuk membantu. 958. Catechism of the Catholic Church. sebelum meninggal. Satu cara menjaga persekutuan dengan orang yang kita cintai adalah berdoa untuk mereka. 192 . "Doa kita bagi mereka tidak hanya mampu membantu mereka. 69. tetapi juga membuat doa syafaat mereka bagi kita menjadi efektif". dalam berbela rasa dengan dunia dan sejarahnya.. 49. Rome.. XVI. Paris. Libellus de principiis Ordinis Praedicatorum.. 17 July 1897. 290 SECOND VATICAN ECUMENICAL COUNCIL. lebih kuat dalam memperoleh rahmat". Dogmatic Constitution on the Church Lumen Gentium. 1013). Beberapa orang kudus. Catechism of the Catholic Church.

BAB TUJUH 193 . semakin besar kebahagiaan yang dapat kita bagikan bersama dengan orang yang kita cintai di surga. Caranya adalah dengan bertumbuh dalam kasih bagi mereka yang berjalan di sisi kita. semakin banyak hadiah yang dapat kita bawa ke perjamuan surgawi. Jika kita menerima kematian. sampai pada saat "maut tidak akan ada lagi. kita dapat mempersiapkan diri kita untuk itu. Semakin kita mampu menjadi dewasa dan berkembang di dunia ini. Mari kita tidak membuang tenaga dengan tinggal di masa lalu. Dengan demikian kita akan mempersiapkan diri untuk bertemu sekali lagi dengan orang yang kita cintai yang telah meninggal.258. Sama seperti Yesus "menyerahkan kembali anak yang telah meninggal itu kepada ibunya" (bdk Luk 7:15). Semakin baik kita hidup di bumi ini. maka ia akan ada bersama kita. tidak akan ada lagi perkabungan" (Wahyu 21: 4).

memperbincangkan hal-hal penting dengan sederhana dan penuh perhatian. pelecehan atau ketergantungan obat. saya akan membahasnya dengan rinci. dan semakin lama semakin kompleks. Orang tua senantiasa mempengaruhi perkembangan moral anak-anaknya. barulah kita bisa melindungi mereka dari mara bahaya. Hanya jika kita mendevosikan (saran: meluangkan) waktu bagi anak-anak kita. menjadi lebih baik ataupun menjadi lebih buruk. dan menemukan cara-cara sehat bagi mereka untuk melewatkan waktu. Agaknya mereka harus mengambil tanggungjawab peran mendasar ini dan melakukannya dengan penuh kesadaran. MENUJU PENDIDIKAN ANAK-ANAK YANG LEBIH BAIK 259. Karena peran pendidikan keluarga ini begitu penting. dan dengan siapa mereka melewatkan waktu senggang mereka. bimbingan dan pengarahan. Orangtua perlu mempertimbangkan paparan apa yang mereka kehendaki dialami anak-anaknya. antusias. Kita harus selalu waspada dan tidak acuh tak acuh. misalnya terhadap agresi. seberapa banyaknyapun mereka harus memikirkan kembali metode-metode mereka dan menemukan sumber-sumber pembelajaran yang baru. Orangtua harus membantu mempersiapkan anak-anak dan remaja menghadapi resiko. siapa yang memasuki ruangan mereka melalui televisi dan peralatan elektronik. DI MANAKAH ANAK-ANAK KITA? 260. beralasan dan dengan tepat. dan hal ini berarti memperhatikan siapa yang menyediakan hiburan bagi mereka.Keluarga tidak dapat menolong selain dengan menjadi tempat pendukung. 194 .

Kita tidak bisa mengontrol setiap situasi yang akan dialami seorang anak. bukanlah di mana anak-anak berada secara fisik. disiplin secara menyeluruh dan otonomi sesungguhnya. Pertanyaan yang akan saya ajukan kepada para orangtua adalah: “Apakah kita mencoba mengerti ‘di mana’ anak-anak kita sesungguhnya berada di dalam perjalanan mereka? Apakah kita sungguh-sungguh mengetahui di mana jiwa mereka berada? Dan di atas segalanya. menguatkan dan menyiapkan anak-anak menghadapi berbagai tantangan. atau dengan siapa mereka berada di suatu waktu tertentu. Pertanyaan sesungguhnya.261. melainkan di mana mereka berada secara eksistensinya. Obsesi. kematangan. maka mereka hanyalah mencari dominasi akan ruang. di pihak lain. apakah kita mau tahu akan hal ini?”292 262. Hal demikian sama sekali bukan cara mendidik. dengan demikian. lebih penting memulai suatu proses daripada mendominasi ruang. bukanlah pendidikan. (saran: sesungguhnya berada) di mana mereka berdiri dalam hal (saran: ketika mereka menyatakan) keyakinan.291 Dengan kata lain. Bila orangtua terobsesi dengan selalu ingin tahu di mana anak- anaknya berada dan mengontrol semua pergerakan mereka. keinginan dan impian mereka. Dalam hal ini tetaplah benar bahwa “waktu lebih luas daripada ruang”. Seandainya kematangan itu semata-mata merupakan perkembangan atas sesuatu yang sudah 195 . Hanya dengan cara inilah anak-anak akan memiliki kecakapan yang dibutuhkan untuk melindungi diri mereka sendiri dan bertindak dengan cerdas dan bijaksana manakala mereka menghadapi kesulitan. tujuan. Apa yang lebih penting adalah kemampuan penuh kasih membantu anak-anak bertumbuh dalam kemerdekaan.

maka tidak banyak yang harus dilakukan lagi. kebijaksanaan. Pendidikan itu mencakup mendorong penggunaan kemerdekaan kita dengan bertanggung-jawab guna menghadapi isu-isu tentang akal sehat dan kepintaran. kita sebut saja. namun mereka tidak dapat mendelegasikan pembentukan moral __________ 292 Catechesis (20 May 2015): L’Osservatore Romano. setiap anak akan mencengangkan kita dengan ide-ide dan proyek-proyek yang lahir dari kemerdekaan tersebut. p. lewat afeksi dan teladan. dan bahwa kemerdekaan itu sendiri merupakan hadiah yang besar. atau lebih tepat lagi. pertimbangan baik dan akal sehat bergantung bukan melulu pada faktor pertumbuhan kuantitatif.ada dalam kode genetik kita. untuk memasukkan ke dalam anak- 196 . 8. di mana. Orangtua mempercayakan pihak sekolah untuk memastikan anak-anaknya mendapatkan instruksi (saran: pendidikan) dasar. bertanggungjawab. di bagian paling inti kemerdekaan kita. hal mana menantang kita untuk berpikir ulang akan ide-ide kita sendiri. Keadaan ini merupakan hal yang baik. PEMBENTUKAN ETIKA PADA ANAK-ANAK 263. sebagai edukator. Perkembangan afektif dan etis seseorang pada akhirnya berdasarkan pada pengalaman tertentu. Namun demikian. Tidak dapat disangkal. namun lebih pada rangkaian keseluruhan berbagai hal yang dialami jauh di dalam diri tiap-tiap manusia. 21 May 2015. anak-anaknya sepenuhnya kepada orang lain. Hal ini berarti orang tua.Ia melibatkan pembentukan orang- orang yang siap memahami bahwa hidup mereka sendiri. dan hidup komunitasnya berada di tangan mereka. orang tuanya dapat dipercaya.

lepas dari aneka kesalahan mereka.anaknya kepercayaan dan rasa hormat penuh kasih. Melakukan apa yang benar lebih berarti daripada “menilai apa yang tampaknya terbaik” atau mengetahui dengan jelas apa yang perlu 197 . merupakan suatu nilai yang dapat menginspirasikan keterbukaan terhadap nilai-nilai lain yang lebih besar. Orangtua juga bertanggungjawab untuk pembentukan kemauan anak-anaknya. Keinginan untuk dapat (saran: agar) cocok masuk ke dalam masyarakat. daripada memaksakan ini sebagai suatu kebenaran absolut dan tidak terbantahkan. Hal ini mencakup menampilkan cara- cara tertentu dalam berpikir dan berperilaku yang disukai orang dan berharga. Ketidakhadiran fisik atau emosional ini menciptakan luka yang lebih besar lagi dibandingkan omelan yang diterima sang anak sewaktu berbuat salah. bahwa mereka bernilai penting bagi orangtuanya. atau kebiasaan untuk foregoing (saran: mendahului) kenikmatan segera demi hidup yang lebih teratur dan lebih baik pada umumnya. Pembentukan moral harus selalu terjadi dengan metode aktif dan dialog yang mengajarkan lewat kepekaan dan dengan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti anak. maka akan timbul suatu luka mendalam dan banyak kesulitan di sepanjang jalan hidup menuju kedewasaan. membangun kebiasaan baik dan kecenderungan alamiah kepada kebaikan. Ia juga harus terjadi secara induktif. 264. sebagai bagian dari proses pertumbuhan bertahap. sehingga anak dapat belajar bagi dirinya sendiri akan pentingnya nilai-nilai. atau merasa bahwa orang tuanya benar-benar tulus mempedulikan mereka. 265. prinsip-prinsip dan norma-norma tertentu. Manakala anak-anak tidak lagi merasakan.

maka sikap hatinya yang baik tidak akan mudah dilihat orang. Bahkan kebiasaan anak-anak dapat membantu menerjemahkan nilai-nilai penting yang diinternalisasikan menjadi cara bertindak yang baik dan menetap. makin kurang efektif menuntut sesuatu yang membutuhkan usaha dan pengorbanan. Seseorang mungkin dapat bersikap sosial dan terbuka kepada orang lain. Kebiasaan baik perlu dikembangkan. 198 . Sekarang ini. bebas dan dihargai. Suatu pendidikan etika yang baik mencakup menunjukkan kepada orang tersebut bahwa bagi kepentingannya sendirilah untuk melakukan apa yang benar.Kita harus sampai pada titik di mana hal baik yang dapat digapai intelektual. bahkan sewaktu suara hati kita menentukan keputusan moral yang jelas.dilakukan. dapat berakar pada kecenderungan afektif yang menonjol. tanpa pengulangan pola perilaku baik tertentu secara sadar. Keinginan semata. seperti suatu rasa haus akan kebaikan yang melebihi daya tarik lainnya dan membantu kita menyadari bahwa apa yang kita anggap baik secara obyektif adalah baik pula ‘bagi kita’ di sini dan saat ini. tanpa menunjukkan dengan jelas manfaat apa yang bisa diperoleh darinya. Seringkali kita menemukan inkonsistensi dalam keyakinan kita. faktor- faktor lain kadang-kadang terbukti lebih menarik dan lebih kuat pengaruhnya. Penguatan kemauan dan pengulangan perilaku tertentu merupakan bahan bangunan perilaku moral. atau ketertarikan pada suatu nilai tertentu. seberapa teguhpun keyakinan itu dipegang. pendidikan moral tidak akan terjadi. juga sama pentingnya dengan hal ini. “Terima kasih”. dan “Maaf”. 266. namun bila untuk waktu yang cukup lama ia tidak dilatih oleh orangtuanya untuk mengucapkan “Tolong”.

kalau tidak demikian maka kita akan menjadi budak kecenderungan dehumanisasi dan antisosial. 17. Bagi kemanusiaan itu sendiri dibutuhkan setiap dari kita untuk “berperilaku dengan sadar dan memilih dengan bebas. aplikasi praktis. Kebebasan itu suatu hal yang luar biasa. Mereka perlu didorong untuk mencoba menempatkan diri mereka di dalam sepatu orang lain dan menyadari rasa sakit yang mereka timbulkan. Kebaikan itu merupakan suatu keyakinan yang telah menjadi prinsip internal operasional terus menerus. insentif. 293 __________ 293 Second Vatican Ecumenical Council. peneguhan.Suatu hal mendasarkan juga membantu anak- anak dan kaum remaja menyadari bahwa suatu perilaku yang salah memiliki konsekuensinya masing-masing. dialog dan pemikiran ulang yang terus menerus akan cara kita melakukan berbagai hal. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. penghargaan. simbol. sebagaimana digerakkan dan ditarik dengan cara personal dari dalam diri sendiri”. menguatkan dan membentuk kebebasan. Pendidikan moral berhubungan dengan menumbuhkan kebebasan melalui ide-ide. Kehidupan yang bernilai baik dengan demikian membangun. semua hal ini dapat membantu mengembangkan prinsip-prinsip dalam diri yang stabil yang akan memimpin kita melakukan hal baik secara spontan. Sejumlah hukuman – ditujukan bagi perilaku agresif. 267. refleksi. NILAI KOREKSI SEBAGAI SUATU INSENTIF 268. antisosial – dapat sebagian 199 . namun juga dapat merosot dan hilang.tidaklah cukup untuk memasukkan sifat baik tanpa kehadiran tindakan nyata yang dimotivasi dengan seksama. model. stimuli.

Bagaimana disiplin dapat diinternalisasi dengan baik? Bagaimana kita memastikan kalau disiplin merupakan pembatas konstruktif yang ditempatkan bagi perilaku anak dan bukan suatu penghalang di jalan pertumbuhannya? Suatu keseimbangan perlu ditemukan di antara dua ekstrim yang sama 200 . namun jangan pernah memperlakukannya sebagai musuh atau sebagai obyek. namun sebaliknya harus menjadi stimulus bagi perkembangan berikutnya. Penting diketahui bahwa disiplin jangan membuat anak menjadi tawar hati. Sebagaimana prose pendidikan ini menghasilkan buah dalam perkembangan kebebasan pribadi. Anak-anak yang dikoreksi dengan kasih merasa ia dipedulikan.menghasilkan efek yang dimaksud ini. anak-anak akan mengapresiasi bahwa sungguh baik bertumbuh di dalam keluarga bahkan dalam melakukan tuntutan yang muncul dalam setiap proses pembentukan.Seorang anak yang melakukan suatu kesalahan harus dikoreksi. 269. dan mereka merasakan kepercayaan orangtua yang konstan dan penuh kesabaran. Pentinglah untuk melatih anak-anak dengan ketat untuk meminta maaf dan memperbaiki hal buruk yang dilakukannya terhadap orang lain. Hal ini tidak membutuhkan orangtua yang sempurna adanya. namun orangtua yang rendah hati yang menyadari keterbatasan mereka dan melakukan berbagai usaha untuk mengembangkan dirinya juga. mereka mengamati bahwa mereka adalah individu yang potensinya diakui. Koreksi juga merupakan suatu insentif manakala usaha anak-anak dihargai dan diakui. 270.Satu hal lagi yang anak-anak perlu pelajari dari orangtuanya adalah tidak terbawa dalam kemarahan.

dikecewakan. sambil mencakup juga sejumlah pengorbanan. REALISME DENGAN SABAR 271. Yang satu berusaha membuat segala sesuatu berputar di sekeliling keinginan anak. Untuk alasan ini. dan hanya menuntut sejumlah usaha yang tidak membawa pada rasa marah atau tekanan. ia mungkin akan berhenti berbuat baik. Pembentukan etika ada kalanya tidak disukai. kaum remaja harus dibantu menarik analogi: untuk mengapresiasi nilai-nilai yang baik yang tertanam dalam diri sejumlah tokoh teladan. diterima dan dihargai. kurang perhatian atau model menjadi orangtua yang salah. karena keengganan dapat terkait pada pengalaman 201 . kita malah tidak akan mendapat apa-apa. Di saat yang sama. namun juga menyadari ketidaksempurnaan dan perbedaan yang ada pada orang lain. Umumnya hal ini dilakukan dengan meminta langkah-langkah kecil yang dapat dimengerti. identitas dan hak-hak pribadinya. Bila kita menuntut terlalu banyak. Yang lainnya akan memiskinkan anak dari kesadaran akan harga dirinya. 272. anak-anak demikian akan bertumbuh dengan kesadaran akan hak-haknya tapi tidak memiliki kesadaran akan tanggungjawabnya.merusaknya. anak- anak demikian akan berujung pada kondisi kewalahan dijejali aneka tugas dan kebutuhan untuk mewujudkan keinginan orang lain. karena pengalaman lalu pernah diabaikan. Bila anak sudah bebas dari otoritas kita. Nilai-nilai etis dikaitkan dengan gambaran negatif figur orangtua atau kekurangan orang dewasa lainnya. Edukasi moral mencakup meminta anak atau anak muda hanya hal-hal yang tidak melibatkan pengorbanan berlebih.

namun juga perlu menyalurkan dan melatih kebebasannya.Keputusan mereka sukarela namun tidaklah bebas. ada batasnya dan tergantung kondisinya. Kontribusi yang berharga dari Psikologi dan ilmu pendidikan telah menunjukkan bahwa mengubah perilaku anak melibatkan proses yang bertahap. kebebasan sejati. Seseorang dapat dengan jelas dan secara sukarela menginginkan sesuatu yang jahat. mereka perlu pertolongan di dalam proses penyembuhan dalam diri mereka dan dengan cara ini mereka bertumbuh menjadi manusia yang mampu memahami dan hidup dalam damai dengan orang lain serta dengan komunitas yang lebih besar.buruk. mereka benar-benar menginginkan perbaikan. 273. mempertimbangkan usia dan kemampuan anak. Tidak masuk akal “membiarkan mereka memilih dengan 202 . keputusannya dilakukan secara sukarela. Kita dapat lihat hal ini pada kasus pecandu obat terlarang yang kompulsif. namun ini bukanlah kebebasan. Dalam kasus seperti itu. Dalam mengajukan nilai-nilai. perlu dilakukan secara perlahan. sejauh mana ia tidak berlawanan dengankecenderungan atas keinginannya. karena praktis tidak mungkin baginya untuk tidak memilih yang jahat tadi. karena bila dengan pengetahuan saja tidak dapat dipastikan terjadi pertumbuhan kedewasaan.Ia bukan sekedar kemampuan memilih apa yangbaik secara spontan belaka. Manakala mereka menghendaki perbaikan. Batas yang jelas tidak selalu dapat ditarik di antara perilaku “sukarela” dan “bebas”. tanpa anggapan untuk menerapkan suatu metode yang kaku dan tidak lentur. Kebebasan situasional. namun mereka begitu terkondisikan sehingga saat itu tidak ada pilihan lain yang mungkin. namun ia lakukan itu akibat dorongan hati yang tidak tertahankan atau karena pengasuhan yang buruk.

yang didominasi dengan ketegangan mental dan kemajuan teknologi yang begitu cepat.bebas”. namun 203 . Hal ini bukan berarti mencegah anak- anak bermain dengan perangkat elektronik. KEHIDUPAN KELUARGA SEBAGAI AJANG PENDIDIKAN 274.”Di dalam keluarga kita juga dapat bersikap kritis terhadap pesan tertentu yang dikirim lewat berbagai media. sejumlah program televisi atau aneka bentuk iklan seringkali berpengaruh buruk dan memerosotkan nilai-nilai yang telah ditanamkan dalam kehidupan keluarga. baik itu berupa ketertarikan terhadap nilai-nilai tertentu atau rasa tidak suka alamiah terhadap cara berperilaku tertentu. karena pada kenyataannya mereka tidak dapat memilih. sementara memaparkan mereka pada obat terlarang hanya akan meningkatkan adiksi mereka saja. salah satu tugas yang paling penting dari keluarga adalah menyediakan edukasi pengharapan. Mereka butuh pertolongan dari orang lain dan suatu proses rehabilitasi. Keluarga merupakan sekolah pertama akan nilai-nilai kemanusiaan. dari tahun-tahun awal mereka: “Demikianlah diajarkan kepada saya”.Sedih hati mengatakan. Banyak orang berpikir dan bertindak dengan cara tertentu karena mereka menganggapnya sebagai benar berdasarkan pada apa yang mereka pelajari. “Itulah yang saya pelajari untuk dilakukan. 275. Sejumlah kecenderungan tertentu berkembang pada anak-anak dan menjadi begitu dalam berakar sehingga kecenderungan tersebut menetap sepanjang hidup mereka. di mana kita belajar penggunaan kebebasan dengan bijaksana. Di masa kita sendiri. seperti proses osmosis.

Keluarga merupakan ajang utama bersosialisasi. citra diri mereka akan diperkaya.lebih pada menemukan berbagai jalan untuk menolong mereka mengembangkan kemampuan kritis dan tidak berpikir bahwa kecepatan digital dapat diterapkan pada segala sesuatu di dalam hidup. Manakala anak-anak menyadari bahwa mereka harus bertanggungjawab atas diri mereka sendiri. mendengarkan dan berbagi. bersabar dan menunjukkan rasa hormat. karena di sinilah kita pertama kali belajar berelasi dengan orang lain. proses pembelajaran ini biasanya terjadi melalui berbagai tuntutan kehidupan pada umumnya.Bila anak-anak atau kaum remaja tidak dibantu menyadari bahwa sejumlah hal harus ditunggu kehadirannya. bila kita diajarkan untuk menunda sesuatu sampai tiba waktunya yang tepat. Selanjutnya hal ini akan mengajarkan mereka untuk menghormati kebebasan orang lain juga. Sebaliknya. kita belajar akan penguasaan- diri dan pelepasan diri dari dorongan hati kita semata. saling tolong menolong dan hidup sebagai kesatuan. namun juga bukan berarti meremehkan kemampuan mereka untuk bertumbuh dalam kebebasan yang bertanggungjawab. ia melatih kita bagaimana hidup 204 . Tugas edukasi adalah membuat kita merasa bahwa dunia dan masyarakat adalah juga rumah kita. Tentu saja ini bukan berarti mengharapkan anak- anak berperilaku seperti orang dewasa.”Hal ini merupakan ilusi raksasa yang tidak memerkuat kebebasan namun malah memperlemahnya.Di dalam keluarga yang sehat.Menunda keinginan tidak berarti menyangkalnya namun hanyalah menunda pemenuhannya. mereka bisa menjadi terobsesi untuk memuaskan kebutuhannya sesaat dan mengembangkan sikap buruk “menghendaki semua itu sekarang. 276.

misalnya.294 Dengan cara yang sama. hidup berdampingan. saat-saat sakit memampukan ikatan keluarga bertumbuh lebih kuat…Suatu edukasi yang gagal memperkuat sensitivitas terhadap penyakit manusiawi membuat hati menjadi dingin. pada saat penyakit menyerang. diberi kebaikan dan diberi afeksi. hidup bersilangan di berbagai waktu. saat-saat kesulitan dan bermasalah dalam hidup berkeluarga dapat mengajarkan pelajaran penting. Setiap hari keluarga harus menemukan cara-cara baru menghargai dan mengakui anggota keluarganya. kita dapat memikirkan kembali kebiasaan-kebiasaan kita menggunakan dan memelihara lingkungan sebagai rumah bersama kita. Di dalam keluarga juga. Kita keluar dari daya hisap diri yang fatal dan menyadari bahwa kita hidup bersama dan berdampingan dengan orang-orang lain yang berharga untuk dipedulikan. hampir-hampir mikroskopik. 277. ia membuat anak-anak muda ‘mati-rasa’ terhadap penderitaan orang lain. “Keluarga merupakan agen utama suatu ekologi integral. bahkan penyakit di dalam keluarga. Hal ini terjadi.bersama di dalam rumah yang lebih besar ini. Namun secara umum. karena “di hadapan penyakit. karena ia merupakan subyek sosial primer yang mengandung di dalamnya kedua prinsip dasar peradaban manusia di atas bumi: prinsip kebersamaan (communion) dan prinsip keberbuahan (fruitfulness)”. Di dalam keluarga kita belajar tentang kedekatan. hari demi hari. Tidak ada ikatan sosial tanpa aspek utama. saling membantu satu sama lain dalam hal-hal kecil yang biasa ditemukan dalam hidup. kesulitan muncul karena kelemahan manusia. kepedulian dan rasa hormat kepada orang lain. tidak 205 . peduli akan segala sesuatu yang mempengaruhi kita.

8. atau ketika salah satu pasangan tertidur sambil menunggui pasangan lainnya menghabiskan waktu berjam-jam bermain dengan perangkat elektroniknya. kita tidak dapat mengabaikan resiko yang dihadapkan aneka bentuk komunikasi baru ini bagi anak-anak dan kaum remaja. Kontak yang sering membantu mengatasi berbagai kesulitan. media ini dapat bermanfaat untuk menghubungan anggota keluarga yang tinggal terpisah satu sama lain. Kita ketahui bahwa kadang-kadang media dapat membuat orang-orang malah saling terpisahkan daripada berkumpul bersama. 8. Hal ini juga merupakan suatu hal yang perlu didiskusikan keluarga dan dicari jalan keluarnya dengan cara- cara yang memperkuat interaksi tanpa mengeluarkan aneka larangan yang tidak realistis. Di dalam kesempatan manapun. mendengarkan suara dari lawan bicaranya. Relatio Finalis 2015. 11 June 2015. 295 Catechesis (10 June 2015): L’Osservatore Romano. 1 October 2015. seperti pada saat makan malam di mana setiap orang berselancar di atas telpon genggamnya. yang membutuhkan kehadiran fisik atau sedikitnya __________ 294 Catechesis (30 September 2015): L’Osservatore Romano. 67..296 Namun demikian. kadang-kadang mereka dapat membuat 206 . 296 Cf. p.mampu menghadapi penderitaan dan menghidupi pengalaman keterbatasan”. Bila digunakan dengan benar.295 278. Proses edukasi yang muncul di antara orangtua dan anak dapat dibantu ataupun dihambat dengan meningkatnya kecanggihan media komunikasi dan hiburan. p. jelaslah bahwa media ini tidak dapat menggantikan kebutuhan akan dialog yang lebih pribadi dan lebih langsung.

298 Sinode ini hendak menekankan pentingnya sekolah-sekolah Katolik yang “memainkan peranan vital dalam membantu orangtua dalam tugas mereka membesarkan anak-anak… Sekolah Katolik perlu didorong dalam misi mereka menolong para murid bertumbuh menjadi orang dewasa yang dapat melihat dunia dengan kasih Yesus dan yang dapat memahami kehidupan sebagai suatu panggilan untuk melayani Allah. “Gereja sangat meneguhkan kebebasannya untuk mengajukan pengajarannya dan hak keberatan seturut hati nurani parapendidik”.299 Untuk alasan inilah. Tidak baik juga bagi orangtua untuk bersikap mendominasi. inisiasi Kristiani. kita perlu untuk “memperbaharui ikatan janji antara keluarga dan komunitas Kristiani”. Manakala anak-anak dibuat merasa bahwa hanya orangtua mereka yang dapat dipercaya. “Diskoneksi teknologis” ini membuat anak-anak lebih mudah terpapar manipulasi oleh orang-orang yang akan menginvasi ruang pribadi mereka dengan minat yang mementingkan diri semata. 297 Catechesis (20 May 2015): L’Osservatore Romano.300 PERLUNYA PENDIDIKAN SEKSUAL 207 . Untuk membangun edukasi integral.297 khususnya melalui katekese terkait __________ 297. “Komunitas Kristiani terpanggil untuk menawarkan dukungan bagi misi pendidikan keluarga”. p.anak menjadi apatis dan terputus hubungan dengan dunia sesungguhnya. 279. Untuk membantu memperluas relasi orangtua ke realitas yang lebih lebar. 21 May 2015. 8. hal ini akan menghambat proses yang memadai untuk sosialisasi dan pertumbuhan kematangan afektif.

Dorongan seksual dapat diarahkan melewati proses pertumbuhan dalam bentuk pengenalan diri dan pengendalian diri yang mampu memupuk berbagai kapasitas berharga untuk berbahagia dan untuk pertemuan yang penuh cinta. 300 Ibid.301 Kita sendiri juga layak bertanya apakah lembaga pendidikan kita telah menerima tantangan ini. 8. Informasi ini harus datang pada waktu yang tepat dan dengan cara yang sesuai bagi usia mereka. Tidaklah mudah mendekati isu edukasi seks pada suatu jaman di mana seksualitas cenderung dianggap biasa dan menjadi merosot nilainya. bahasa seksualitas tidak akan dimerosotkan melainkan diterangi dan diperkaya. Edukasi seks harus menyediakan informasi sambil tetap mengingat bahwa anak-anak dan kaum remaja belumlah mencapai kedewasaan penuh. p. 58 demikian. dengan “bobot memadai pada kemajuan di bidang ilmu psikologi. 10 September 2015. 281. Tidak ada gunanya membanjiri mereka dengan data tanpa disertai juga dengan membantu mereka mengembangkan rasa kritis menghadapi serbuan jahat ide-ide dan saran-saran baru.Konsili Vatikan Kedua membicarakan perlunya “edukasi seks yang positif dan penuh hikmat” ditanamkan kepada anak-anak dan remaja “pada saat mereka bertambah usianya”.Ia hanya dapat dilihat di dalam kerangka yang lebih lebar sebagai edukasi cinta.. pemberian diri satu sama lain. pedagogi dan didaktik”. 68. Dengan cara __________ 298 Catechesis (9 September 2015): L’Osservatore Romano. 299 Relatio Finalis 2015. banjirnya pornografi dan melimpahnya stimuli yang dapat 208 .

Seringkali. Edukasi seksual yang membangun rasa kepantasan berpakaian yang sehat memiliki nilai yang luar biasa besarnya.Merupakan hal yang selalu tidak bertanggungjawab untuk mengundang seorang 209 . sambil menghindari hal-hal yang melumpuhkan kapasitas mereka akan cinta. Berpakaian pantas merupakancara alamiah kita menjaga privacy pribadi dan mencegah diri kita diubahkan menjadi barang yang dipakai Tanpa rasa kepantasan ini. sangat disayangkan ada banyak orang yang menganggap kepantasan berpakaian ini sebagai suatu barang kuno dari jaman yang sudah lewat. afeksi dan seksualitas dapat direndahkan menjadi obsesi akan genitalitas dan perilaku tidak sehat yang merusak kapasitas kita dalam hal cinta.302 282. Kita juga perlu menyadari bahwa “suatu bahasa yang baru dan sesuai” dibutuhkan “dalam memperkenalkan kepada anak- anak dan remaja topik tentang seksualitas”. edukasi seksual terutama mengurusi “proteksi” melalui praktek “seks yang aman”. Ungkapan seperti itu mencerminkan sikap yang negatif terhadap ujung dari seksualitas berupa prokreasi alamiah.Anak-anak muda perlu menyadari bahwa mereka sedang dibombardir dengan pesan-pesan yang tidak menguntungkan bagi pertumbuhan kedewasaan mereka. Mereka perlu dibantu untuk mengenali dan mendapatkan pengaruh-pengaruh positif. dan juga obsesi akan kekerasan seksual yang membawa kepada perlakuan tidak manusiawi atau menyakiti orang lain. 283.merusak gambaran seksualitas. Cara berpikir seperti ini mempromosikan narsisme dan agresifitas sebagai ganti penerimaan. seolah-olah anak yang akan hadir merupakan musuh yang harus dicegah kedatangannya.

Semua hal ini mempersiapkan mereka untuk pemberian diri yang integral dan murah hati yang akan diekspresikan. komitmen timbal balik dan tujuan-tujuan yang semestinya ada di dalam perkawinan. perhatian dan kepedulian timbal balik. dalam bentuk pemberian tubuh mereka. diikuti komitmen publik. namun di pihak lain diperlukan bantuan menyeluruh bagi mereka untuk memperpanjang ketidakmatangan mereka dalam 210 . diperkaya dengan segala sesuatu yang sudah mendahuluinya. Kesatuan seksual dalam perkawinan dengan demikian akan muncul sebagai tanda komitmen yang mencakup keseluruhannya. 284.dewasa bermain-main dengan tubuhnya dan keinginannya. seolah-olah mereka memiliki kematangan. nilai-nilai. rasa hormat penuh cinta dan komunikasi mendalam yang bermakna. bisa jadi berarti kita tidak memberikan apa-apa sama sekali. ilusi kesatuan. namun. ‘kesatuan’ ini meninggalkan rasa sebagai orang asing yang jauh terpisah seperti sebelumnya”. Di satu pihak disadari betapa rapuhnya dan liarnya orang-orang muda dapat berperilaku. Anak-anak muda janganlah tertipu dibingungkan akan dua tingkatan kenyataan: “daya tarik seksual menciptakan.303 Bahasa tubuh meminta pembelajaran magang dengan sabar dalam belajar menginterpretasikan dan menyalurkan keinginan-keinginan dari sudut pandang pemberian-diri yang otentik. Hal yang penting adalah mengajarkan kepada mereka akan sensitifitas terhadap berbagai ekspresi berbeda dari cinta. Mereka akan berakhir pada dorongan untuk memperalat orang lain tanpa sungkan sebagai sarana memuaskan keinginannya atau keterbatasannya. Manakala kita beranggapan memberikan segala sesuatunya sekaligus. tanpa cinta. untuk sementara.

304 Hanya dengan melenyapkan rasa takut menjadi orang berbeda. dari “berpikir bahwa kita menikmati kekuasaan mutlak atas tubuh kita sendiri menjadi. ada banyak sekali hal dipertaruhkan. orang-orang muda perlu dibantu untuk menerima tubuh mereka sendiri sebagaimana mereka diciptakan. 54. dan menemukan pengayaan timbal-balik”. Suatu penghargaan atas tubuh kita sebagai pria dan wanita juga diperlukan bagi kesadaran diri kita sendiri dalam pertemuan dengan orang-orang lain yang berbeda dengan kita.cara mereka menunjukkan cinta. 285. karya Allah sang Pencipta. menjadi terbuka serta menerima orang lain. Dengan cara ini kita dapat dengan sukacita menerima pemberian- pemberian spesifik dari pria atau wanita lain. Pendidikan seksual harus juga mencakup rasa hormat dan penghargaan terhadap perbedaan. barulah kita dapat dibebaskan dari pemusatan-diri sendiri dan penyerapan-diri sendiri. The Art of Loving.. p. New York. seringkali tanpa disadari. Namun siapa yang akan membicarakan hal ini di masa sekarang? Siapa yang mampu menangani anak-anak muda dengan serius? Siapa yang menolong mereka menyiapkan dengan serius sebuah cinta yang besar dan murah hati? Manakala pendidikan seksual menjadi perhatian. berpikir bahwa kita menikmati kekuasaan mutlak atas ciptaan. sebagai suatu cara menolong anak muda mengatasi – penyerapan –diri mereka sendiri dan __________ 303 ERICH FROMM. 1956. Pendidikan seksual harus menolong orang-orang muda menerima tubuh mereka sendiri dan menghindari pretension “membatalkan perbedaan seksual karena kita tidak 211 . Di balik aneka kesulitan yang dipahami dialami individu-individu.

pengalaman. Benarlah bahwa kita tidak dapat memisahkan maskulin dan feminin dari karya kreasi Allah. anggota keluarga dan orang-orang yang diseganinya. hal mana mustahil diabaikan. pengaruh teman-teman. yang sudah ada sebelum semua keputusan dan pengalaman. Kita juga tidak dapat mengabaikan fakta bahwa konfigurasi keberadaan kita sendiri. 155. Pendekatan yang kaku menyebabkan penekanan yang berlebihan akan maskulinitas dan femininitas. tidaklah membuat sang suami menjadi kurang maskulin atau menunjukkan kegagalan. 16 April 2015. dan tidak membantu anak-anak dan orang muda untuk menghargai saling 212 . Namun demikian benar juga bahwa maskulinitas dan femininitas bukanlah kategori yang kaku. 305 Catechesis (15 April 2015): L’Osservatore Romano. pendidikan. Anak-anak perlu dibantu untuk menerima “pertukaran” yang sehat tersebut sebagai hal yang normal yang tidak mengurangi jati diri figur ayah. namun akibat berbagai elemen yang berhubungan dengan temperamen. kebudayaan. 8. riwayat keluarga. dan di mana elemen- elemen biologis muncul. baik sebagai pria ataupun wanita.305 286. Mengambil alih tugas-tugas rumah tangga atau sejumlah aspek membesarkan anak. p. ketidak-bertanggung-jawaban atau menyebabkan rasa malu.lagi mengetahui bagaimana menangani hal tersebut”. tidaklah semata-mata akibat faktor biologis atau genetik. dimungkinlah cara seorang suami menjadi maskulin secara fleksibel diadaptasikan dengan jadwal kerja isterinya. Sebagai contoh. selain juga berbagai situasi formatif lainnya. __________ 304 Encyclical Letter Laudato Si’ (24 May 2015).

di mana.pada gilirannya. dan bukan hasil karya kita sendiri. Hal ini bermula dari Baptisan. MENERUSKAN IMAN 287. 213 . Iman itu merupakan pemberian Allah.Jadi “indah sekali manakala ibu-ibu mengajarkan kepada anak kecilnya untuk mengecup Yesus atau Bunda. ibu-ibu membawa anak-anak mereka “bekerjasama dalam kelahiran yang kudus”.Kita berterima kasih kepada Tuhan bahwa hal ini sekarang sudah berubah. berdoa dan melayani sesama kita. bahwa tidaklah maskulin bila melakukan aktivitas seni atau menari. diterima di dalam baptisan. keluarga harus terus menerus menjadi tempat di mana kita belajar menghargai arti dan indahnya iman. Membesarkan anak menuntut proses teratur meneruskan iman. atau bukanlah hal feminine untuk melatih kepemimpinan.Walaupun demikian. sebagaimana dikatakan Santo Agustinus.ketergantungan yang tulus yang tertanam di dalam kondisi nyata suatu perkawinan. namun demikian orangtua merupakan sarana yang digunakan Allah membuat iman itu bertumbuh dan berkembang. namun di beberapa tempat kepercayaan yang kurang memadai ini masih menentukan kebebasan absah dan menghambat perkembangan otentik identitas dan potensial spesifik anak. Hal ini menjadi sulit oleh gaya hidup belakangan ini. Kekakuan seperti itu. dapat menghambat perkembangan kemampuan seorang individu sampai pada titik yang membuatnya berpikir. di mana banyak orang harus mengejar derap kehidupan yang menggila supaya dapat bertahan hidup. misalnya. jadwal kerja dan kompleksnya dunia saat ini.307 Dengan demikian dimulailah suatu perjalanan pertumbuhan di dalam kehidupan yang baru itu.

Anak- anak membutuhkan simbol-simbol. yang begitu kecil.Betapa banyaknya cinta di dalam tindakan tersebut! Pada saat itu hati anak menjadi tempat doa”. namun pemeliharaannya dipercayakan kepada kita.Biji sesawi. “pasangan dan orangtua haruslah dihargai dengan semestinya sebagai agen aktif dalam katekese… Katekese keluarga merupakan bantuan yang sangat besar sebagai metode yang efektif dalam melatih orangtua muda menyadari misi mereka sebagai penginjil bagi keluarganya sendiri”.308 Menangani iman presume bahwa orangtua itu sendiri percaya dengan tulus kepada Allah. tindakan dan cerita-cerita. sebaiknya kita mendorong pengalaman iman mereka sendiri dan menyiapkan bagi mereka 214 .Kita ketahui bahwa kita tidaklah memiliki pemberian itu. hal ini mengajarkan kita untuk melihat ketidakseimbangan antara tindakan kita dan efek yang ditimbulkannya. Karena kaum remaja biasanya memiliki masalah dengan otoritas dan aturan. di tempat di mana kita sendiri tidak dapat menjangkaunya. karena hanya dengan cara ini “Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaanMu dan akan memberitakan keperkasaanMu” (Mzm 145:4) dan “seorang bapak memberitahukan kesetiaanMukepada anak-anaknya” (Yes 38:19). karena sumber-sumber dan resep-resep yang lebih tua tidak selalu cocok bagi mereka. menjadi pohon yang besar (bdk Mt 13:31-32). Untuk alasan ini. Komitmen kreatif kita itu sendiri merupakan suatu persembahan yang memungkinkan kita bekerjasama dengan rencana Allah.309 288. mencari Dia dan merasakan kebutuhan akan Dia. Hal ini berarti kita kita perlu meminta Allah bekerja di dalam hati mereka. Pendidikan iman harus disesuaikan bagi tiap anak.

kesaksian-kesaksian yang menarik yang memenangkan mereka lewat pertobatan yang indah. mengijinkan kakiNya diminyaki oleh seorang wanita lacur (bdk Luk 7:36-50) dan tidak segan- segan menumpangkan tanganNya ke atas mereka 215 . bagi anak-anak mereka yang telah terhilang dari Kristus. bertumbuh di dalam keluarga yang hangat dan karib. bahwa doa merupakan sesuatu yang benar- benar penting. Pekerjaan menangani iman anak-anak. tanpa mengorbankan iman atau keyakinan mereka. karena mereka tahu bahwa pengalaman spiritual itu tidak dipaksakan tapi ditawarkan dengan bebas. bahkan kepada orang-orang di luar lingkaran keluarga. dalam arti memfasilitasi ekspresi dan pertumbuhannya. 89. anak untuk melihat dengan nyata. 289. Penting bagi anak- __________ 309 Relatio Finalis 2015. Kita ketahui bahwa Yesus sendiri makan dan minum bersama para pendosa (bdk Mrk 2:16. sama seperti Santa Monika. menerima Nikodemus di malam hari (bdk Yoh 3:1- 21). Keluarga secara alamiah akan mulai menyebarkan iman ke orang-orang sekitar. Di sini saya hendak menyampaikan rasa terimakasih saya secara khusus kepada para ibu yang terus berdoa. bercakap-cakap dengan seorang wanita Samaria (bdk Yoh 4:7-26). Mt 11:19). Orangtua yang begitu mendambakan mengasuh iman anak-anaknya akan peka terhadap pola pertumbuhan anak. Anak-anak yang tumbuh di dalam keluarga misionaris seringkali mereka sendiri juga menjadi misionaris. mereka belajar berelasi dengan dunia dengan cara yang sama. pada orangtua mereka. membantu keseluruhan keluarga dalam misi evangelisasi. Karena itu momen doa keluarga dan tindakan devosi dapat menjadi lebih dahsyat untuk penginjilan daripada kelas katekese atau khotbah manapun.

7:33). Di dalam semua keluarga Kabar Baik perlu didengungkan. keterbukaan terhadap beragam orang. 5:13). 33. “Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita” (1 Yoh 4:16). melalui praktek korporal dan spiritual pengampunan”. atau berkumpul dalam kelompok kecil yang elit. komitmen untuk mempromosikan kebaikan bersama dan transformasi struktur sosial yang tidak adil. perlindungan terhadap ciptaan. yang tidak memandang hina orang lain. dimulai dari wilayah di mana keluarga itu tinggal. “Keluarga dengan demikian merupakan suatu agen aktivitas pastoral melalui pernyataan eksplisit Injil dan warisannya berupa berbagai bentuk kesaksian.Demikian juga terjadi pada para rasul.310 Semua ini merupakan ekspresi kepercayaan Kristiani kita yang menonjol di dalam kasih Allah yang memimpin dan menopang kita. mereka tetap menikmati disukai “semua orang” (Kisah 2:47. di masa baik dan buruk.yang sakit (bdk Mrk 1:40-45. suatu kasih yang dimanifestasikan dalam pemberian-diri total Yesus Kristus. yang bahkan sekarang hidup di tengah-tengah kita dan memampukan kita menghadapi bersama-sama badai kehidupan di tiap tingkat kehidupan. Hanya berdasarkan pengalaman ini pengasuhan pastoral Gereja atas keluarga-keluarga akan memampukan mereka 216 . 290. bdk 4:21.Walaupun pihak otoritas selalu memusuhi mereka. Semua dari kita harus bisa berkata. solidaritas moral dan material dengan keluarga-keluarga lain. terpisah dari kehidupan masyarakat mereka. terima kasih kepada pengalaman hidup kita di dalam keluarga. termasuk mereka yang paling membutuhkan. sebagai suatu sumber terang di sepanjang jalan. antara lain solidaritas dengan kaum miskin.

dengan memulihkan harapan dan keyakinan di dalam mereka. yang menunjukkan tanda-tanda cinta yang terluka dan bermasalah. seperti cahaya kuat mercusuar di suatu pelabuhan atau suatu obor yang dibawa di antara orang-orang guna menerangi mereka yang telah kehilangan arah atau mereka yang sedang berada di tengah badai”. walaupun Gereja menyadari setiap terputusnya ikatan perkawinan “berlawanan dengan kehendak Allah”.313 Jangan kita lupa bahwa tugas 217 . “Gereja harus menyertai dengan perhatian dan kepedulian anak-anaknya yang terlemah.. Bapa-bapa Sinode menyatakan bahwa.311 Dengan diterangi pandangan Yesus Kristus. 93 BAB DELAPAN MENDAMPINGI. Walaupun ia terus menerus tanpa putus asa memanggil kepada kesempurnaan dan meminta jawaban yang lebih penuh kepada Allah. saling peduli satu sama lain dan melayani masyarakat di mana mereka tinggal dan bekerja”. __________ 310 Ibid. MEMBEDAKAN DAN MENGINTEGRASIKAN KELEMAHAN 291.312 Pendekatan ini juga diperkokoh dengan perayaan Tahun Yubelium yang dipersembahkan untuk kerahiman ini. “ia berpaling dengan kasih kepada orang-orang yang berpartisipasi dalam hidupnya dengan cara yang tidak lengkap.menjadi gereja domestik dan juga menjadi ragi evangelisasi di masyarakat. ia juga “menyadari akan kerapuhan banyak anak-anaknya”. sambil mengenali kasih karunia Allah juga bekerja dalam hidup mereka dengan memberikan kepada keberanian untuk berbuat baik.

314 PENTAHAPAN DALAM PEMELIHARAAN PASTORAL 293. dengan perbedaan. Para Bapa Sinode juga mempertimbangkan situasi spesifik perkawinan yang hanya dilakukan di catatan sipil atau. sebagai suatu refleksi penyatuan Kristus dan Gerejanya. bahkan hanya tinggal bersama saja. yang saling menjadi milik pasangannya sampai mati dan terbuka bagi transmisi kehidupan. __________ 311 Relatio Synodi 2014. Bapa-bapa Sinode menyatakan bahwa Gereja tidak mengabaikan elemen konstruktif dari situasi-situasi yang belum atau tidak lagi bersesuaian dengan ajaran Gereja tentang perkawinan. 292. ditandai dengan afeksi yang mendalam dan bertanggungjawab atas anak-anak mereka. Sejumlah bentuk penyatuan secara radikal berlawanan dengan hal ideal ini. sementara lainnya menyadarinya setidaknya dalam cara parsial atau analog. 24. 25. 312 Ibid. dan dikonsekrasikan oleh sakramen. mereka dapat menyediakan pemeliharaan pastoral 218 . setia dan eksklusif. serta menunjukkan kemampuan mengatasi pencobaan. diakui secara hukum. Perkawinan kristiani.Gereja seringkali menyerupai rumah sakit lapangan. dengan memperhatikan bahwa “apabila persatuan tersebut mencapai stabilitas tertentu. sepenuhnya disadari dalam penyatuan seorang pria dan wanita yang saling memberikan diri mereka dalam cinta yang bebas. yang menganugerahkan mereka kasih karunia untuk menjadi gereja domestik dan suatu ragi kehidupan baru bagi masyarakat.

41. “Sebagai anggota Gereja. dalam banyak kasus.. Relatio Finalis 2015. 315 Ibid. ibid. 28. menyingkirkan untuk waktu yang tak terbatas akan komitmen perkawinan.sewaktu-waktu dengan pandangan pada akhirnya akan dirayakan dengan sakramen perkawinan”. rasa hormat juga dapat ditunjukkan __________ 219 . Di pihak lain. 317 Di dalam discernment pastoral ini. seringkali tidak dimotivasi dari prasangka atau penolakan atas penyatuan sacramental.316 Karena para Pastor bukan hanya bertanggungjawab untuk mempromosikan perkawinan Kristiani. 27.. namun juga “discernment pastoral berbagai situasi begitu banyak orang yang tidak lagi menghidupi realitas ini. 314 Cf. menjadi suatu sumber keprihatinan bahwa banyak anak muda sekarang ini tidak lagi mempercayai perkawinan dan mereka tinggal bersama. terdapat kebutuhan ‘untuk mengidentifikasi elemen-elemen yang dapat meningkatkan penginjilan dan pertumbuhan manusiawi dan spiritual”. sementara yang lain mematahkan komitmen yang sudah dibuatnya dan dengan segera menjalin hubungan yang baru. Memasuki dialog pastoral kepada orang-orang ini diperlukan untuk membedakan berbagai elemen dalam kehidupan mereka yang dapat membawa kepada keterbukaan yang lebih besar terhadap Injil perkawinan dalam kepenuhannya.318 294 “Pilihan suatu perkawinan sipil atau.315 __________ 313 Ibid. tinggal bersama. 43.. 70.319 Dalam hal seperti itu. mereka juga perlu pemeliharaan pastoral yang penuh kerahiman dan pertolongan”. namun dari situasi budaya atau situasi yang tak terduga”.

setelah tinggal bersama untuk waktu yang lama. dalam upaya membebaskannya dari kegelapan dalam hidupnya dan membawanya kepada kepenuhan sukacita Injil.321 Apapun kasusnya. 42. namun terutama karena merayakan perkawinan dianggap terlalu mahal dalam lingkup sosial. Akibatnya. Yoh 4:1-26): Ia mengalamatkan hasrat sang wanita akan cinta sejati. penyatuan de facto sangat banyak jumlahnya.. “semua situasi ini membutuhkan suatu respon konstruktif untuk mengubahnya menjadi aneka peluang yang dapat membawa mereka kepada realitas penuh suatu perkawinan dan keluarga yang sejalan dengan Injil. bukan hanya karena penolakan atas nilai-nilai yang menyangkut keluarga dan perkawinan. __________ 320 Cf. memohon perayaan perkawinan di Gereja.322 Dengan cara inilah Yesus memperlakukan wanita Samaria (bdk. 41.. ia juga dapat terjadi sambil menunggu rasa aman yang lebih pasti di dalam hidup (pekerjaan tetap dan penghasilan tetap).320 Kita tahu ada “peningkatan terus menerus mereka yang. Pada sejumlah negara. 317 Ibid. Pasangan-pasangan ini perlu untuk disambut dan dibimbing dengan sabar dan telaten”. 318 Ibid. ibid. 220 .316 Ibid. Keinginan tinggal bersama seringkali merupakan pilihan berdasarkan sikap umum yang berlawanan dengan segala sesuatu yang melembaga atau definitif. 321 Relatio Synodi 2014. kemiskinan materi mendorong orang untuk bersatu secara de facto”. 26. atas tanda-tanda cinta yang dalam suatu cara mencerminkan cinta Allah sendiri.

Hukum itu sendiri adalah pemberian Allah yang menunjukkan jalan. atau sepenuhnya melaksanakan tuntutan obyektif hukum tersebut. 221 . 34: AAS 74 (1982).323 Hal ini bukan berarti “pentahapan hukum” namun lebih pada pentahapan latihan kehendak bebas yang baik dan teliti di pihak subyek yang tidak dalam posisi memahami. Sepanjang batasan-batasan ini. suatu pemberian bagi setiap orang tanpa kecuali. telah senantiasa merupakan __________ 323 Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981). bila tidak demikian kita bisa mengambil jalan yang salah: “Ada dua cara berpikir yang selalu berulang di sepanjang sejarah Gereja: mengucilkan dan merangkul kembali. 43. Sinode membahas berbagai situasi kelemahan atau ketidaksempurnaan.. St. 295.324 DISCERNMENT SITUASI-SITUASI “TIDAK TERATUR” 325 296. mencintai dan mencapai hal-hal moral melalui tingkat pertumbuhan yang berbeda”. mengapresiasi. walaupun setiap manusia “maju secara bertahap dengan integrasi progresif pemberian- pemberian Allah dan tuntutan-tuntutan cinta Allah yang definitif dan absolut di dalam seluruh kepribadian dan hidup sosialnya”.322 Ibid.Yohanes Paulus II mengajukan apa yang disebut “hukum pentahapan” dalam pengetahuan bahwa umat manusia “mengetahui. ia dapat diikuti dengan pertolongan kasih karunia. dari jaman Konsil Yerusalem. Cara Gereja. 123. Di sini saya hendak mengulangi sesuatu yang saya cari untuk menjelaskan kepada seluruh Gereja.

cara Yesus. Ini adalah masalah menjangkau setiap orang. 222 . 90. 325 Cf. bila seseorang menunjukkan suatu dosa yang obyektif seolah-olah itu merupakan bagian dari cita-cita Kristiani. harus membantu setiap orang menemukan jalannya yang benar dalam berpartisipasi di dalam komunitas eklesial dan karenanya mengalami bagaimana disentuh oleh belas kasihan yang “tanpa pamrih. atau hendak menetapkan sesuatu yang berbeda dengan apa yang diajarkan Gereja. caranya berupa menuangkan balsam kerahiman Allah bagi semua yang memintanya dengan hati yang tulus… Karena belas kasih sejati senantiasa tanpa pamrih.327 297. 8. namun mengenai semua orang. Secara jelas. ia sama sekali tidak dapat diijinkan untuk mengajarkan atau berkhotbah kepada orang-orang lain. tanpa syarat dan tanpa alasan”.324 Ibid. sebagai suatu keharusan. Tidak ada orang yang dapat dipersalahkan selamanya. 9: AAS 74 (1982).. Catechesis (24 June 2015): L’Osservatore Romano. 25 June 2015. Cara Gereja tidaklah mengutuki siapapun selamanya. dalam situasi apapun yang mereka temui.326 Karenanya perlu untuk “menghindari penghakiman yang tidak memperhitungkan kompleksitas berbagai situasi” dan “bersikap menyimak. bagaimana orang-orang mengalami tekanan mental akibat kondisi mereka”. p. tanpa syarat dan tanpa alasan”. karena hal itu bukanlah logika Injil! Di sini saya bukan membicarakan hanya mengenai orang-orang yang bercerai dan menikah kembali. Matius 18:17). cara kerahiman dan merangkul kembali…. ini adalah suatu kasus yang membuatnya terpisah dari komunitas (bdk.

kesetiaan yang teruji. 327 Relatio Finalis 2015. Untuk cara menangani situasi “tidak teratur” yang berbeda-beda.328 sesuatu yang selalu mungkin melalui kuasa dari Roh Kudus. misalnya. bersama dengan discernment dari pastor paroki. Gereja mempunyai tanggungjawab untuk membantu mereka memahami pengajaran ilahi tentang kerahiman di dalam hidup mereka dan menawarkan kepada mereka bantuan sehingga nyata mereka dapat mencapai kepenuhan rencana Allah bagi mereka”. penyatuan kedua yang sudah berlangsung cukup lama. Bapa-Bapa Sinode mencapai kesepakatan umum. yang tidak seharusnya dikelompokkan atau ditempatkan ke dalam klasifikasi yang terlalu kaku sehingga tidak memberikan mereka ruang gerak sama sekali bagi discerment personal dan pastoral yang sesuai. 257. pemberian diri yang murah hati. bahkan bagi orang tersebut masih ada jalan untuk ambil bagian dalam kehidupan komunitas. dapat menemukan diri mereka di berbagai situasi.__________ 326 Homily at Mass Celebrated with the New Cardinals (15 February 2015): AAS 107 (2015). Orang-orang demikian perlu mendengarkan pesan Injil sekali lagi dan panggilan pertobatannya. komitmen 223 . yang saya dukung: “Dalam mempertimbangkan pendekatan pastoral terhadap orang-orang yang menjalani perkawinan sipil. atau sekedar hidup bersama. 298. Satu hal. Namun demikian. entah dalam pelayanan sosial. Orang-orang yang bercerai yang telah memasuki penyatuan yang baru. yang bercerai dan kawin lagi. dengan anak-anak yang baru. pertemuan doa atau jalan lain atas dasar inisiatifnya. 51.

dalam suara hatinya bahwa ia akan jatuh ke dalam dosa-dosa baru. seperti membesarkan anak-anak.Kristiani. seorang pria dan wanita tidak dapat menjalankan kewajibannya untuk berpisah”. Haruslah jelas bahwa hal ini bukanlah sesuatu yang ideal yang diajukan oleh Injil bagi perkawinan dan keluarga. knowing and accepting the possibility of living “as brothers and sisters” which the 224 . 25. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981). 329 Ada juga kasus mereka yang sudah melakukan semua usaha untuk menyelamatkan perkawinan pertama mereka dan ditinggalkan dengan tidak adil. In such situations.331 dengan pendekatan yang “dengan seksama memilah berbagai situasi”.332 ______________ 329 John Paul II. dengan penderitaan dan kebingungan yang melibatkan anak-anak dan seisi keluarga. atau “mereka yang memasuki penyatuan kedua demi membesarkan anak-anak. Gereja memahami situasi- situasi seperti ini “yang untuk alasan serius. dan kadang-kadang secara subyektif yakin dalam hati kecilnya bahwa perkawinan terdahulu yang tidak dapat diperbaiki lagi sesungguhnya tidak pernah sah”. 186. suatu kesadaran akan ketidaksahan dan adanya kesulitan besar untuk kembali pada pasangan lama tanpa merasa __________ 328 Relatio Synodi 2014. Bapa-Bapa Sinode menyatakan bahwa discernment dari para pastor harus selalu dilakukan “dengan pembedaan yang memadai”. atau kasus seseorang yang terus-menerus gagal dalam menjalankan kewajibannya kepada keluarga.330 Satu hal lainnya adalah penyatuan yang baru yang muncul dari perceraian yang baru terjadi. many people. 84: AAS 74 (1982).

Roh Kudus mencurahkan ke dalam hati mereka aneka karunia dan talenta untuk kebaikan semua orang. yang merawat 225 . 51). Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. Saya sepakat dengan banyak Bapa Sinode yang mengamati bahwa “orang dibaptis yang bercerai dan menikah kembali secara sipil perlu untuk lebih penuh diintegrasikan ke dalam komunitas Kristiani dengan berbagai cara yang mungkin. 331 Relatio Synodi 2014. Church offers them. namun sebagai anggota yang hidup dan mengalami Gereja sebagai ibu yang senantiasa menyambut mereka. Orang-orang ini perlu merasa bukan sebagai anggota Gereja yang diekskomunikasi. Logika integrasi merupakan kunci bagi pemeliharaan pastoral mereka. 332 Ibid. point out that if certain expressions of intimacy are lacking. mereka adalah saudara-saudari kita. 45. suatu pemeliharaan yang akan memungkinkan mereka bukan hanya menyadari bahwa mereka adalah milik Gereja sebagai tubuh Kristus. namun juga untuk mengetahui bahwa mereka dapat memiliki pengalaman sukacita dan berbuah di dalamnya. sekaligus menghindari munculnya suatu skandal. edukasi dan institusi. Partisipasi mereka dapat dinyatakan dalam berbagai pelayanan gerejawi. pastoral. 330 Ibid.333 299. Kita ketahui bahwa tidak ada “resep mudah” yang tersedia. “it often happens that faithfulness is endangered and the good of the children suffers” (second Vatican Ecumenical Council.. Setelah dibaptis. 26. memerlukan discernment bentuk pelayanan yang dikecualikan sebagaimana diterapkan belakangan ini dalam kerangka liturgis.

84. 334 Relatio Finalis 2015. 5: Insegnamenti VIII/1 (2012). karena “derajat tanggung jawab tidaklah sama dalam semua kasus”.mereka dengan afeksi dan menguatkan mereka sepanjang jalan kehidupan dan jalan Injil. dapatlah dimengerti bahwa bukan Sinode ataupun Seruan ini yang dapat diharapkan menyediakan seperangkat baru aturan umum. apakah konsekuensi-konsekuensi yang ditimbulkan relasi yang baru ini terhadap anggota keluarga lainnya dan komunitas orang 226 .336 Para imam mempunyai tugas untuk “mendampingi [yang bercerai dan kawin lagi] menolong mereka memahami situasi mereka menurut ajaran Gereja dan bimbingan bapak Uskup.335 konsekuensi atau efek suatu aturan tidak selalu akan sama. bagaimana nasib pihak yang ditinggalkan. Mereka yang bercerai dan kawin lagi perlu bertanya pada diri mereka sendiri: bagaimana mereka bertindak terhadap anak-anaknya kalau penyatuan perkawinan mereka memasuki suatu krisis. Response n. Bila kita mempertimbangkan variasi begitu banyak situasi konkrit seperti yang sudah saya sampaikan. Apa yang mungkin adalah semata- mata suatu dorongan yang diperbaharui untuk mengambil suatu discernment personal dan pastoral yang bertanggung jawab atas kasus-kasus tertentu. 691.334 __________ 333 BENEDICT XVI. yang akan dikenali. Dalam kasus ini bermanfaatlah untuk memeriksa suara hati melalui momen refleksi dan pertobatan. 300. yang dikanonisasi secara alamiah dan diterapkan pada semua kasus. yang seharusnya dianggap paling penting”. Integrasi ini juga diperlukan dalam memelihara dan mengasuh anak-anak. Address to the Seventh World Meeting of Families in Milan (2 June 2012). apakah mereka akan melakukan upaya- upaya rekonsiliasi.

discernment ini tidak akan dapat melepaskan diri dari tuntutan Injil akan kebenaran dan amal kasih. seperti pemikiran bahwa imam manapun dapat dengan cepat menganugerahkan “pengecualian”. teladan apa yang dimunculkan bagi generasi muda yang sedang __________ 335 Ibid.337 Apa yang sedang kita bicarakan adalah suatu proses pendampingan dan discernment yang “membimbing orang beriman kepada suatu kesadaran akan situasi mereka di hadapan Allah. di dalam forum internal. sebagaimana disarankan oleh Gereja. atau sejumlah orang dapat 227 . 44 and 47: AAS 105 (2013). berkontribusi pada pembentukan penilaian yang benar akan apa yang menghalangi kemungkinan partisipasi yang lebih penuh di dalam kehidupan Gereja dan akan langkah-langkah apa yang dapat menunjangnya dan membuatnya bertumbuh. mempersiapkan perkawinan. Bahwa pentahapan itu bukanlah hukum itu sendiri (bdk Familiaris Consortio. In such cases. Perbincangan dengan imam. Supaya discernment dapat terjadi. what is found in another document applies: cf. Evangelii Gaudium (24 November 2013). 34). dalam suatu pencarian yang tulus akan kehendak Allah dan keinginan membuat respons yang lebih sempurna terhadapnya”.. since discernment can recognize that in a particular situation no grave fault exists. kehati- hatian dan kasih akan Gereja dan pengajarannya.beriman. 1038-1040. 51 336 This is also the case with regard to sacramental discipline.338 Sikap demikian penting ada untuk menghindari bahaya besar kesalahpahaman. kondisi berikut ini perlu hadir: kerendahan hati. Suatu refleksi yang tulus dapat memperkuat kepercayaan di dalam kerahiman Allah yang tidak menyangkal siapapun”.

. maka tidak akan ada resiko kalau suatu discernment khusus akan membawa umat berpikir bahwa Gereja menjalankan suatu standar ganda. Apabila seorang bertanggungjawab dan berhati-hati. satu hal yang selalu harus dipertimbangkan. 85.339 atau 228 . bila tidak setiap orang akan berpikir kalau tuntutan Injil sedang dikompromikan dengan cara tertentu. Gereja memiliki suatu refleksi yang padat menyangkut faktor-faktor dan aneka situasi yang meringankan. 86 masalah yang ada di hadapannya. yang tidak serta merta menempatkan keinginannya di depan kepentingan bersama Gereja. Untuk mendapatkan pemahaman yang memadai akan kemungkinan dan kebutuhan discernment khusus pada situasi “tidak sah” tertentu. Karenanya tidak dapat lagi dikatakan secara sederhana bahwa semua orang yang berada dalam situasi “tidak sah” sedang hidup di dalam dosa yang mematikan dan sedang mengalami kemerosotan karunia pengudusan. Seseorang mungkin mengetahui sepenuhnya aturan yang ada. menemui seorang pastor yang sanggup dalam mengenali keseriusan __________ 337 Relatio Finalis 2015. namun ia mengalami kesulitan besar dalam memahami “nilai-nilai yang terkandung di dalamnya”. Banyak hal terlibat di sini daripada sekedar pengabaian aturan. 338 Ibid.memperoleh keistimewaan sakramental karena kedekatan dengan imam. FAKTOR-FAKTOR YANG MERINGANKAN DISCERNMENT PASTORAL 301.

Santo Thomas Aquinas sendiri menyadari bahwa seseorang dapat saja memiliki kasih karunia dan amal baik. walaupun mereka mempunyai kebiasaan melakukan seluruh nilai-nilai luhur lainnya”. kekuatan kebiasaan 229 .343 Di dalam paragraf lain. namun tidak mampu melakukannya dengan baik. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981). Sebagaimana dinyatakan Bapa-Bapa Sinode.341 dengan perkataan lain.340 __________ 339 Santo Yohanes Paulus II. karena praktek ke luar nilai luhur tersebut dianggap sulit: “Orang-orang kudus tertentu dikatakan tidak memiliki nilai luhur tertentu. Katekismus Gereja Katolik dengan jelas menyebutkan faktor-faktor ini: “pernyataan seseorang bersalah dan pertangungjawaban akan suatu aksi dapat berkurang atau bahkan menjadi dihilangkan karena ketidaktahuan. keterpaksaan. 121. kebiasaaan. ketakutan.342 302.ia berada di dalam situasi konkrit di mana tidak memungkinkan baginya untuk bertindak lain dan memutuskan sesuatu hal lain tanpa melakukan dosa berikutnya. Katekismus sekali lagi merujuk pada kondisi-kondisi yang meringankan tanggung jawab moral. ketidaksengajaan. dan faktor-faktor psikologis atau sosiologis lainnya”. keterikatan. dan menjelaskan dengan panjang lebar “ketidakmatangan afektif. 51. 33: AAS 74 (1982). walaupun seseorang mungkin memiliki semua nilai moral yang ditanamkan kepadanya. sejauh mereka mengalami kesulitan dalam melakukan nilai luhur tersebut. “berbagai faktor dapat muncul yang membatasi kemampuan mengambil keputusan”. akan tetapi ia tidak dengan nyata menunjukkan salah satu darinya. 340 Relatio Finalis 2015.

346 303.. kebersalahan moral”. q. kita dapat menambahkan bahwa suara hati individu perlu lebih baik lagi dipersatukan ke dalam praksis Gereja di dalam __________ 344 Ibid. harus ikut bertanggungjawab atas situasi-situasi ini. 342 Ibid. Declaration on Euthanasia Iura et Bona (5 May 1980). 343 No. John Paul II. 3 ad 2. sambil mempertahankan aturan umum. 2.344 Untuk alasan ini.345 Berdasarkan keyakinan ini. q. Karenanya. kondisi kecemasan atau faktor psikologis serta faktor sosiologis lainnya yang mengurangi atau malah melemahkan __________ 341 Cf. Demikian juga konsekuensi tindakan yang diambil tidak perlu seragam atas semua kasus”. perlulah mengenali bahwa pertanggungjawaban atas suatu tindakan atau keputusan tertentu tidaklah sama pada semua kasus. 1735.. 546. dengan memperhitungkan suara hati yang dibangun dengan baik pada diri seseorang. CONGREGATION FOR THE DOCTRINE OF THE FAITH. penghakiman negatif tentang suatu situasi obyektif tidak otomatis menunjukkan penghakiman akan kesalahan orang tersebut.yang didapatnya. saya menganggap sangatlah tepat apa yang ingin ditegaskan banyak Bapa-Bapa Sinode: “Di bawah keadaan tertentu orang-orang akan menemukan sangat sulit untuk berperilaku berbeda. De Malo. art. art. 65. 2352. II: AAS 72 (1980). ad 3. in his 230 . 2. Discernment pastoral. Summa Theologiae I-II. Dengan mengenali pengaruh faktor-faktor konkrit di atas.

critique of the category of “fundamental option”. dibentuk dan dibimbing dengan discernment yang serius dan bertanggungjawab dari seorang pastor. 85. 346 Relatio Finalis 2015. 345 Cf. Pada hakekatnya. Declaration Concerning the Admission to Holy Communion of Faithful Who are Divorced and Remarried (24 June 2000). 2. Sejauh ini suara hati dapat melakukan lebih daripada sekedar mengenali bahwa suatu situasi tertentu tidak sesuai secara obyektif dengan tuntutan Injil secara menyeluruh. ATURAN-ATURAN DAN DISCERNMENT 231 . 17: AAS 77 [1985]. Ia juga dapat mengenali dengan ketulusan dan kejujuran apa yang sekarang ini merupakan respon paling murah hati yang dapat diberikan kepada Allah. Pontificaal Council for Legislative Texts. dan untuk menguatkan kepercayaan yang lebih besar lagi atas kasih karunia Allah. dan datang melihat dengan pasti keamanan moral bahwa itulah hal yang Allah sendiri minta di tengah-tengah kompleksitas nyata keterbatasan seseorang. setiap usaha harus dibuat guna menguatkan perkembangan suara hati yang tercerahkan. and which have an influence on the sinner’s subjective culpability” (Apostolic Exhortation Reconciliatio et Paenitentia [2 December 1984]. 223). recognized that “doubtless there can occur situations which are very complex and obscure from a psychological viewpoint. ia harus selalu terbuka bagi fase- fase pertumbuhan baru dan keputusan-keputusan baru yang dapat memampukan hal ideal menjadi semakin penuh direalisasikan. situasi tertentu yang tidak secara obyektif menunjukkan pemahaman kita akan perkawinan. marilah kita ingat kembali bahwa discernment ini bersifat dinamis. walaupun belum sepenuhnya merupakan hal ideal obyektif. Pada tiap kejadian.

347 Benarlah bahwa aturan- aturan umum menghasilkan kebaikan yang tidak dapat dianggap remeh.304. namun hanya bagi prinsip-prinsip umum. seorang pastor tidak dapat merasa sudah cukup untuk menerapkan hukum- hukum moral saja kepada mereka yang hidup dalam situasi “tidak sah”. sesuatu yang merupakan bagian discernment praktis di dalam kondisi tertentu tidak dapat diangkat sampai ke tingkat aturan. Di saat yang sama. dan apabila ada hal benar di dalam rincian. harus juga dikatakan bahwa. Saya dengan sangat meminta agar kita selalu mengingat suatu ajaran Santo Thomas Aquinas dan belajar menyatukannya ke dalam discernment pastoral kita. “Walaupun ada suatu keharusan dalam prinsip-prinsip umum. makin sering kita menjumpai kelemahan-kelemahan… Dalam hal tindakan. semakin jauh kita merincinya”. karena hal itu tidaklah cukup untuk memilah dan memastikan kesetiaan penuh kepada Allah di dalam kehidupan nyata seorang manusia. Untuk alasan ini. seolah-olah hukum- hukum tersebut adalah batu-batu untuk 232 .348 305. dalam rinciannya. semakin kita menjabarkannya dengan rinci. persis untuk alasan tersebut. Merupakan hal penyederhanaan menganggap apakah suatu aksi seseorang berhubungan dengan aturan atau hukum umum. Hal tersebut bukan hanya akan membawa kepada kesimpulan yang tidak dapat ditolerir. namun akan membahayakan nilai-nilai penting yang harus dipertahankan dengan penuh kehati-hatian. kebenaran atau hal praktis yang benar tidaklah sama bagi semuanya. namun dalam formulasinya mereka tidak dapat menyediakan diri sepenuhnya bagi semua situasi khusus. ia tidak diketahui dengan sama pada semuanya… Prinsip tersebut akan ditemukan gagal.

art. 348 In another text. 13. 26-27 October 2015. I-II. 94. 354. 4. Saint Thomas states that “if only one of the two is present. it is preferable that it be the knowledge of the particular reality. dimungkinkanlah bahwa di dalam suatu situasi obyektif dosa – yang mungkin tidak bersalah scara subyektif. ia merupakan sumber suatu inspirasi obyektif untuk proses yang sangat pribadi dalam membuat keputusan”. __________ 349 Address for the Conclusion of the Fourteenth Ordinary General Assembly of the Synod of Bishops (24 October 2015): L’Osservatore Romano. atau sepenuhnya bersalah – seseorang dapat hidup dalam kerahiman Allah. VI. “duduk di kursi Musa dan kadang-kadang menghakimi dengan superioritas dan kedangkalan kasus-kasus sulit dan keluarga-keluarga yang terluka”.dilemparkan kepada kehidupan orang-orang. 6 (ed.) ini menjadi tanda hati seseorang yang tertutup yang biasa bersembunyi di balik berbagai pengajaran Gereja.349 Demikian juga Komisi Teologi Internasional telah memperhatikan bahwa “hukum alamiah tidak dapat dihadirkan sebagai suatu perangkat hukum yang sudah mapan yang memaksa mereka bersikap apriori terhadap subyek moral. sebaliknya. Leonina. q. 233 . dapat mencintai dan dapat juga bertumbuh di dalam hidup kerahiman dan amal baik.350 Karena aneka bentuk faktor yang mengkondisikan dan meringankan. Hal __________ 347 Summa Theologiae.tengah keterbatasan. sementara menerima pertolongan Gereja sampai sejauh ini. which is closer to the act”: Sententia libri Ethicorum. XLVII. referring to the general knowledge of the rule and the particular knowledge of practical discernment. p. t.351 Discernment harus membantu menemukan cara- cara yang mungkin merespon Allah dan bertumbuh di tengah .

apabila berhadapan dengan mereka yang memiliki kesulitan menghidupi hukum Allah sepenuhnya. dan melemahkan jalan pengudusan yang memuliakan Allah. 15:12. demikian pula amal menebus dosa-dosa” (Sir 3:30). Amal baik persaudaraan adalah hukum pertama orang Kristiani (bdk Yoh. namun bergerak melewati hari tanpa menghadapi aneka kesulitan besar”. In Search of a Universal Ethic: A New Look at Natural Law (2009). Gal 5:14). 44: AAS 105 [2013]. dan kelemahanmu dengan belas kasih bagi yang tertindas. but a powerful medicine and nourishment for the weak” (ibid. 47: 1039). Mari kita mengingat bahwa “suatu langkah kecil. “Seperti air memadamkan api yang menyala. dapat lebih menyukakan Allah daripada suatu kehidupan yang tampaknya teratur di luaran. 351 In certain cases. di tengah-tengah keterbatasan manusia yang begitu besar. supaya kemakmuranmu dapat diperpanjang” (Dan 4:24[27]). undangan untuk mengejar via caritatis harus jelas terdengar. 1038). 59. 306. I would also point out that the Eucharist “is not a prize for the perfect. Dengan berpikir bahwa segala sesuatu adalah hitam-putih. karena kasih menutupi banyak dosa” (1 Petrus 4:8). Hence. “I want to remind priests that the confessional must not be a torture chamber. Janganlah kita lupakan kata-kata Kitab Suci yang meyakinkan: “Tetaplah saling mengasihi satu sama lain. kita kadang-kadang menutup jalan kerahiman dan pertumbuhan.352 Pelayanan pastoral praktis para pejabat gereja dan komunitas tidak boleh gagal merangkul kenyataan ini. this can include the help of the sacraments. “Tebus bagi dosa-dosamu dengan kebenaran. Di dalam setiap situasi. but rather an encounter with the Lord’s mercy” (Apostolic Exhortation Evangelii Gaudium [24 November 2013].350 INTERNATIONAL THEOLOGICAL COMMISSION. Hal ini pula 234 ..

Saat ini. 44: AAS 105 (2013).yang diajarkan Santo Agustinus: “Sama seperti.353 LOGIKA KERAHIMAN PASTORAL 307. bila ada peluang melakukan suatu karya kerahiman yang __________ 352 Apostolic Exhortation Evangelii Gaudium (24 November 2013). sepertinya itu suatu mata air yang ditawarkan kepada kita untuk memadamkan kobaran tersebut”. atau menawarkan kurang dari yang Yesus tawarkan kepada umat manusia. segala jenis relativisme. bila kobaran dosa muncul dari sekam kita dan kita menjadi susah karenanya. pada saat ada ancaman dari api.. demikian pula. akan menjadi suatu ketidaksetiaan terhadap Injil dan juga kurangnya kasih di pihak Gereja bagi orang-orang muda itu sendiri. ditawarkan kepada kita. Untuk menunjukkan pemahaman di hadapan situasi-situasi pengecualian tidak pernah berarti meredupnya cahaya dari ideal yang lebih penuh. lebih penting daripada pelayanan pastoral akan kegagalan adalah 235 . atau penolakan yang tidak pada tempatnya dalam mengajukan ideal ini. 1038-1039.354 Suatu sikap suam- suam. rencana Allah dalam segala kebesarannya: “Orang muda yang dibaptis harus didorong untuk memahami bahwa sakramen perkawinan dapat memperkaya prospek mereka akan cinta dan bahwa mereka dapat dipertahankan lewat kerahiman Kristus di dalam sakramen dan dengan kemungkinan untuk berpartisipasi penuh di dalam kehidupan Gereja”. marilah kita bersukacita di dalamnya. Guna menghindari semua kesalahpahaman.. saya akan menunjukkan bahwa tidak ada peluang bagi Gereja untuk berhenti mengajukan ideal perkawinan sepenuhnya. kita akan berlari mencari air untuk memadamkannya.

308. Luk 6:37). dalam mengajukan kepada kaum beriman ideal sepenuhnya Injil dan pengajaran Gereja. Di saat yang sama. cf.355 Saya memahami mereka yang lebih suka akan pelayanan pastoral yang lebih pasti sehingga tidak memberi ruang bagi kebingungan. __________ 353 De Catechizandis Rudibus. walaupun dalam proses tersebut. 194: AAS 105 (2013). seorang Bunda yang. sambil dengan jelas menyatakan pengajaran obyektifnya. 14. historis dan bahkan biologis – ditemukanlah bahwa “tanpa mengurangi ideal injili. 354 Relatio Synodi 2014. harus juga menolong mereka memperlukan yang lemah dengan penuh belas kasih. dari pengamatan kami akan beratnya kondisi yang melemahkan – secara psikologis. memberi ruang bagi “kerahiman Tuhan. sepatunya dapat menjadi kotor terkena lumpur jalanan”. Injil itu sendiri mengajarkan kita untuk tidak menghakimi atau mengutuk (bdk Mat 7:1. Apostolic Exhortation Evangelii Gaudium (24 November 2013). Yesus “mengharapkan kita berhenti mencari 236 . Namun saya benar-benar percaya bahwa Yesus menghendaki sebuah Gereja yang memperhatikan kebaikan yang ditaburkan oleh Roh Kudus di tengah-tengah kelemahan manusia.356 Para Pastor Gereja. 26. 22: PL 40. menghindari kondisi menjadi lebih buruk atau kekasaran yang tidak perlu atau penghakiman yang terburu-buru. I. 327. yang mendorong kita untuk melakukan sebaik mungkin yang kita bisa”.usaha pastoral untuk memperkuat perkawinan dan dengan demikian mencegah kehancuran mereka. terdapat kebutuhan untuk mendampingi dengan kerahiman dan kesabaran pertumbuhan pribadi tingkat berikutnya sebagaimana mereka muncul secara progresif”. 1101. “senantiasa melakukan segala kebaikan yang ia bisa kerjakan.

356 Ibid. kita dari situasi buruk kemalangan manusia. denyut jantung Injil. 1038. Setiap kali kita melakukan hal itu. Ia mengasihi mereka semua. kita terpanggil untuk menunjukkan kerahiman 237 . sebagai tanda kerajaan Allah sudah hadir di tengah-tengah kita”. kehidupan kita menjadi semakin diperkaya dengan indahnya”. yang dengan caranya sendiri harus menembus pikiran dan hati setiap orang.. 45. karena juga di dalam berbagai variasi situasi yang mempengaruhi keluarga “Gereja diberi mandat untuk memproklamirkan kerahiman Allah. Pengantin Kristus harus mempolakan perilakunya mengikuti Putera Allah yang pergi kepada setiap orang tanpa kecuali”358 Ia tahu bahwa Yesus sendiri adalah gembala ke seratus domba. akan menjadi mungkin bagi “balsam kerahiman menjangkau setiap orang.tempat yang bagus baik pribadi maupun komunal yang bisa memberikan perlindungan bagi _________ 355 Apostolic Exhortation Evangelii Gaudium (24 November 2013). 359 310.357 309. Dengan satu kata. Sangat bertepatan waktunya bahwa refleksi ini terjadi di dalam konteks Tahun Kudus yang didevosikan kepada kerahiman. ia menjadi kriteria untuk mengenali siapa yang menjadi anak-anak-Nya yang sejati. Berdasarkan realisasi ini. Kita tidak dapat melupakan bahwa “kerahiman bukan hanya pekerjaan Bapa. 44: AAS 105 (2013). bukan hanya sembilan puluh sembilan. yang percaya dan mereka yang jauh. dan sebaliknya mengharapkan kita masuk ke dalam realitas kehidupan orang-orang lain dan mengenal kekuatan dari kelembutan.

12: AAS 107 (2015): 407.. Semua aktivitas pastoral Gereja haruslah terselenggara di dalam kelemah-lembutan yang ditunjukkan kepada kaum beriman.. Kadang kita kesulitan memberi ruang bagi kasih Allah yang tak bersyarat dalam aktivitas pastoral kita. tidak ada di dalam khotbahnya dan kesaksiannya kepada dunia menjadi kekurangan kerahiman”. 270. karena walaupun benarnya bahwa keprihatinan harus ditunjukkan demi integritas pengajaran moral Gereja..364 ___________________ 361 Ibid. tempat bagi setiap orang. 359 Ibid. karena “kerahiman adalah hal yang paling mendasar dari kehidupan Gereja. 360 Ibid. 5: 402. ia merupakan rumah Bapa. perlakuan istimewa harus selalu ditunjukkan untuk menekankan dan menguatkan nilai-nilai Injil tertinggi dan sentral.. ibid. Pengajaran teologi moral tidak boleh gagal untuk memasukkan pertimbangan ini. Tapi Gereja bukanlah gardu tol. yang senantiasa mencari apa yang terbaik bagi kita. 47: AAS 105 (2013). 1035. 362 Apostolic Exhortation Evangelii Gaudium (24 November 2013). concealed beneath a zeal for fidelity to the truth. 1040. 358 Bull Misericordiae Vultus (11 April 2015). 36-37: AAS 105 (2013). 364 Perhaps out of a certain scrupulosity. some priests demand of 238 . 363 Cf..karena kerahiman lebih dahulu telah ditunjukkan kepada kita”. Hal ini bukanlah respon suam-suam kuku terhadap kasih Allah.362 311. 10: 406.360 _____________ 357 Ibid.361 Terkadang “kita bertindak sebagai arbiter kasih karunia daripada sebagai fasilitator. 9: 405. dengan semua masalah mereka”.363 khususnya keutamaan amal baik sebagai respon terhadap tawaran kasih Allah yang murah hati.

kita harus selalu mempertimbangkan “tidak cukupnya konsep teologis apa pun yang pada akhirnya menimbulkan keraguan akan omnipotensi Allah dan. For this reason. Ini merupakan cara berpikir yang harus ada di dalam Gereja dan memimpin kita pada “membuka hati kita bagi mereka yang hidup di masayarakat yang paling luar”. mengampuni. 5: Insegnamenti XIX/1 [1996].366 Saya 239 .365 312. Hal ini menawarkan kepada kita suatu kerangka kerja dan suatu tatanan yang membantu kita menghindari suatu moralitas birokratik yang dingin dalam menangani isu-isu yang lebih sensitif. it is helpful to recall the teaching of Saint John Paul II. who stated that the possibility of a new fall “should not prejudice the authenticity of the resolution” (Letter to Cardinal William W. khususnya kerahiman- Nya”. misalnya. mendampingi. penitents a purpose of amendment so lacking in nuance that it causes mercy to be obscured by the pursuit of a supposedly pure justice. Benarlah. 589). Untuk alasan ini. Kita menempatkan begitu banyak syarat terhadap kerahiman sehingga kita mengosongkanya terhadap arti konkrit dan kepentingan sejatinya. yang selalu siap untuk memahami. bahwa kerahiman tidak mengecualikan keadilan dan kebenaran. Baum on the occasion of the Course on the Internal Forum organized by the Apostolic Penitentiary [22 March 1996]. mengharapkan. Hal itu merupakan cara terburuk mengencerkan Injil. namun hal pertama dan terutama yang harus kami katakan bahwa kerahiman adalah kepenuhan dari keadilan dan manifestasi kebenaran Allah yang paling bersinar. ia menyiapkan kita ke dalam konteks discernment pastoral yang berisikan kasih yang penuh kerahiman. Sebaliknya. dan di atas segalanya mengintegrasikan.

dengan keinginan tulus untuk memahami kemalangan mereka dan sudut pandang mereka. supaya dapat menolong mereka menghidupi kehidupan yang lebih baik dan mengenali tempat mereka yang sesuai di dalam Gereja.mendorong kaum beriman yang mendapatkan diri mereka di dalam situasi yang kompleks untuk berbicara dengan penuh keyakinan kepada pastor mereka atau kaum awam lainnya yang hidupnya __________ 365 INTERNATIONAL THEOLOGICAL COMMISSION. 409. 2. 240 . 15: AAS 107 (2015). Mereka mungkin tidak selalu akan menemukan suatu konfirmasi akan ide atau keinginan mereka. namun mereka sudah pasti akan menerima sejumlah cahaya untuk membantu mereka memahami dengan lebih baik situasi mereka dan menemukan jalan menuju pertumbuhan pribadi. dipersembahkan kepada Allah. Saya juga mendorong para pastor Gereja untuk mendengarkan mereka dengan sensitifitas dan keteduhan. 366 Bull Misericordiae Vultus (11 April 2015). The Hope of Salvation for Infants Who Die Without Being Baptized (19 April 2007).

241 .

__________ 367 Decree on the Apostolate of the Laity Apostolicam Actuositatem. Amal baik mengambil aneka warna.368 Layaklah kita berhenti sejenak untuk menggambarkan karakteristik dasar tertentu spiritualitas spesifik ini yang terbentang di dalam kehidupan keluarga dan aneka relasinya. 4. Sama seperti Allah tinggal di atas puji-pujian umatNya (bdk Mzm 22:3). Hadirat Tuhan tinggal di dalam keluarga- keluarga yang nyata dan konkrit. Konsili Vatikan Kedua menekankan spiritualitas dilahirkan di dalam kehidupan keluarga. 315. 368 Cf. demikian pula Dia tinggal jauh di dalam cinta perkawinan yang memberi bagiNya kemuliaan. dengan semua 242 . tergantung pada keadaan kehidupan di mana kita terpanggil. BAB SEMBILAN SPIRITUALITAS PERKAWINAN DAN KELUARGA 313. saat membicarakan apostolat awam.367 dan bahwa “pemelliharaan keluarga hendaknya tidak menjadi asing” bagi spiritualitas. Beberapa dekade yang lalu. Hari ini kita dapat menambahkan bahwa Trinitas hadir di dalam bait persatuan perkawinan. SUATU SPIRITUALITAS KOMUNI SUPERNATURAL 314. Kita telah senantiasa membicarakan bagaimana Allah tinggal di dalam hati mereka yang hidup di dalam kasih karuniaNya. Konsili menyatakan bahwa spiritualitas awam “akan mengambil karakter khasnya dari lingkup …kehidupan perkawinan dan keluarga”. ibid.

Pada akhirnya. Tinggal di dalam keluarga membuat sulit bagi kita untuk berpura-pura atau berbohong. Allah memiliki tempat tinggalNya. Pastoral Constitution on the Church in the Modern World Gaudium et Spes. Di dalam aneka karunia dan perjumpaan yang memperdalam komuni. Spiritualitas cinta keluarga tersusun dari ribuan perilaku kecil namun nyata. kita tidak dapat bersembunyi di balik topeng. maka Tuhan memerintah di atasnya. suatu sarana untuk persatuan yang lebih dalam dengan Allah. Allah” (1 Yoh 4:8). berbagai sukacita dan harapan. 316. Pendahulu saya Benedictus XVI telah menunjukkan bahwa “menutup mata kita terhadap sesama kita juga membutakan kita 243 . dengan sukacitaNya dan damaiNya. dan hidup di dalam kegelapan” (1 Yoh 2:11). Bila otentisitas itu diilhami oleh cinta.369 karena ia diisi dengan cinta dari Allah. spiritualitas perkawinan merupakan suatu spiritualitas ikatan. orang seperti itu “tetap di dalam maut” (1 Yoh 3:14) dan “tidak mengenal __________ 369 Second Vatican Ecumenical Council. Firman Allah yang mengatakan bahwa “barangsiapa yang membenci saudaranya. 49. di mana cinta ilahi tinggal. Tuntutan persaudaraan dan hidup komunitas dari kehidupan berkeluarga merupakan suatu insentif bagi pertumbuhan dalam keterbukaan hati dan dengan demikian untuk perjumpaan yang lebih penuh dengan Tuhan.masalah dan pergumulan sehari-hari. ia berada di dalam kegelapan. Suatu pengalaman persekutuan keluarga yang positif merupakan jalan sesungguhnya bagi pengudusan dan pertumbuhan mistis setiap hari. Perhatian timbal balik ini “mempersatukan yang-manusiawi dan yang- ilahi”.

39: AAS 98 (2006).terhadap Allah”. 250. 468.370 dan bahwa. 16: AAS 98 (2006). 372 John Paul II. melainkan melihatnya sebagai jalan di mana Tuhan sedang gunakan untuk memimpin mereka kepada ketinggian persatuan mistis. 371 Ibid. Allah tetap di dalam kita. Ia akan mempersatukan dan menerangi seluruh kehidupannya. Saat-saat kepedihan dan sulit akan dialami keluarga dalam kesatuan dengan salib Tuhan. pada akhirnya. memungkinkan mereka untuk mengatasinya. BERKUMPUL DALAM DOA DENGAN TERANG PASKAH 317. Post-Synodal Apostolic Exhortation Christifideles Laici (30 December 1988). cinta merupakan cahaya satu-satunya yang dapat “terus menerus menerangi dunia yang semakin temaram”. 40: AAS 81 (1989). dan kasihNya sempurna di dalam kita. 373 Ibid. Karena “pribadi manusia memiliki dimensi sosial di dalamnya”.372 dan “ekspresi pertama dan mendasar dari dimensi sosial manusia itu berupa pasangan yang menikah dan keluarga”. dan kedekatan - Nya akan __________ 370 Encyclical Letter Deus Caritas Est (25 December 2015).373 spiritualitas menjadi terinkarnasi di dalam komuni keluarga.” (1 Yoh 4:12). persatuan dengan Yesus dan peristiwa di mana Ia 244 . Karena itu.. mereka yang memiliki aspirasi spiritual yang mendalam hendaknya tidak merasa kalau berkeluarga mengurangi nilai pertumbuhan mereka di dalam kehidupan Roh.371 Jika saja kita “saling mengasihi. Bila sebuah keluarga berpusatkan pada Kristus. Di saat-saat yang paling gelap kehidupan berkeluarga. 230.

ditinggalkan sendiri dapat menolong keluarga menghindari perpecahan. dan bahkan seksualitas dapat dialami sebagai kesempatan berbagi di dalam seluruh kepenuhan hidup kebangkitan. yang mentransformasi kesulitan dan penderitaan menjadi suatu persembahan kasih”. 375 John Paul II. bersyukur atas kehidupan dan berkat-berkat di dalamnya. Perlahan-lahan. relaksasi.375 318. 42: AAS 88 (1996). waktu doa __________ 374 Relatio Finalis 2015. Ekspresi beragam dari devosi populer merupakan harta karun spiritualitas bagi 245 . Doa keluarga merupakan suatu cara istimewa menyatakan dan menguatkan iman paskah ini. “dengan kasih karunia Roh Kudus. 87. Relatio Finalis 2015. meminta berbagai kebutuhan keluarga kita. meminta Bunda melindungi kita di bawah mantel keibuannya.376 Beberapa menit dapat ditemukaan setiap hari untuk bersama-sama hadir di hadapan Allah yang hidup. [pasangan] bertumbuh dalam kekudusan melalui hidup perkawinan. 376 Cf.374 Lebih jauh lagi. selebrasi. Juga dengan berbagi di dalam misteri salib Kristus. 416. mendoakan seseorang yang sedang mengalami kesulitan. Dengan beberapa kalimat sederhana. 87. meminta bantuan untuk menyatakan kasih. Pasangan menikah membentuk dengan berbagai perilaku hariannya suatu “ruang yang diterangi-Allah di mana mereka mengalami kehadiran tersembunyi Tuhan yang bangkit”. Post-Synodal Apostolic Exhortation Vita Consecrata (25 March 1996). ini dapat melakukan kebaikan yang luar biasa besar bagi keluarga kita. menceritakan kepadaNya berbagai kekhawatiran kita. momen sukacita.

Pasangan menerima tantangan dan aspirasi saling __________ 377 Cf. mendukung satu sama lain. Why 3:20). Perkawinan adalah juga pengalaman menjadi milik sepenuhnya dari seorang lain. yang membentuk gaya hidup. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981). 11. bertumbuh menjadi tua bersama-sama.379 SUATU SPIRITUALITAS CINTA EKSKLUSIF DAN BEBAS 319. Is 62:5. John Paul II.377 Ekaristi merupakan sakramen ikatan perjanjian baru. pasangan dapat selalu memeteraikan anew ikatan perjanjian paskah yang menyatukan mereka dan yang semestinya mencerminkan ikatan perjanjian yang Allah meteraikan terhadap manusia di dalam salib. Perjalanan doa bersama keluarga ini memuncak dengan berbagi ekaristi bersama- sama. Ez 16:8. 21:2. Dogmatic Constitution on the Church Lumen Gentium. Hos 2:21-22). Di sana. 60. and that the new covenant is also presented as a betrothal (cf. merupakan suatu 246 . di mana karya pembebasan Kristus dilaksanakan (bdk. Eph 5:25). 378 Nor should we forget that God’s covenant with his people is expressed as an espousal (cf.378 Karena makanan Ekaristi menawarkan bagi pasangan kekuatan dan insentif yang dibutuhkan untuk menghidupi ikatan perjanjian perkawinan setiap hari sebagai “gereja domestik”.banyak keluarga. dan dengan cara ini mencerminkan kesetiaan Allah sendiri. Keputusan yang kokoh ini. 379 Second Vatican Ecumenical Council. 57: AAS 74 (1982). untuk berbagi bersama mereka hidangan Ekaristi (bdk. Ikatan yang erat antara hidup perkawinan dan Ekaristi dengan demikian menjadi jauh lebih jelas. 150. Yesus mengetuk pintu keluarga-keluarga. khususnya dalam konteks istirahat hari Minggu. Luk 22:20). Rev 19:7.

Setiap pagi. dengan mempercayai pertolongan Tuhan. hal ini merupakan permasalah hati. Dan kita semua. apapun yang mungkin akan terjadi di perjalanan hidup kita hari ini.. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981). 1161-1162. kita mengukuhkan kembali di hadapan Allah keputusan kita untuk menjadi setia. Tuhan yang esa. Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:20).380 karena “orang yang tidak dapat memilih untuk mencintai selamanya akan sulit dapat mencintai bahkan hanya sehari saja”. penting. kedekatan dengan Tuhan. Tidak ada orang selain Allah sendiri yang dapat beranggapan bisa mengambil alih bagian inti terdalam yang paling pribadi dari orang yang dicintainya. berharap untuk bangun dan melanjutkan perjalanan hidup ini. ke dalam mana Allah mengamatinya (bdk. Dengan cara ini.381 Pada kesempatan yang sama. 381 Id. yang tidak pernah meninggalkan kita: ”Dan ketahuilah. 4: Insegnamenti X/1 (1987). sebelum berangkat tidur. Cordoba. Mat 5:28). Homily at Mass with Families. 93. Tibalah kita di suatu titik di mana cinta dari pasangan mencapai ketinggian kebebasannya dan menjadi dasar otonomi yang sehat. namun ia mempunyai Tuan yang jauh lebih __________ 380 John Paul II. kesetiaan seperti itu akan menjadi tidak berarti secara spiritual bila ia hanya sekedar pasrah menaati suatu hukum. Sebaliknya. 320. 11: AAS 74 (1982). hanya Dia saja yang dapat menjadi inti terdalam kehidupan 247 . Argentina (8 April 1987). Hal ini terjadi manakala masing-masing pasangan menyadari bahwa pasangannya bukanlah miliknya pribadi. tiap orang menjadi tanda dan sarana bagi pasangannya.“prasyarat interior ikatan perjanjian cinta yang menyatukan”. pada saat bangun tidur.

Di saat yang sama. p.383 Allah memanggil mereka untuk menghadiahkan suatu kehidupan dan merawat kehidupan itu. SPIRITUALITAS PERHATIAN. “Pasangan kristiani merupakan. kasih karunia dan para saksi iman”.mereka.382 berhenti berharap dari pasangannya sesuatu yang hanya dapat dipenuhi oleh kasih Allah sendiri. bagi pasangannya masing-masing. 27. bagi anak-anak mereka dan bagi sanak keluarga. 18. Gemeinsames Leben. prinsip realisme spiritual menuntut seseorang untuk tidak beranggapan bahwa pasangannya akan memuaskan seluruh kebutuhannya secara utuh. Setiap hari kita harus meminta pertolongan Roh Kudus untuk membuat kebebasan interior ini mungkin terjadi. rekan kerja sama __________ 382 Cf.384 Jadi marilah kita peduli satu sama lain. Ruangan yang dibuat masing-masing pasangan secara eksklusif bagi relasi mereka dengan Allah tidak hanya menolong mereka menyembuhkan luka-luka kehidupan pada umumnya. membimbing dan meneguhkan satu sama lain. Munich. Untuk alasan inilah keluarga “senantiasa merupakan ‘rumah sakit’ terdekat”. Hal ini menuntut adanya pengosongan di dalam diri. dan mengalami ini semua sebagai bagian 248 . 1973. p. English: Life Together. PENGHIBURAN DAN INSENTIF 321. namun juga memampukan pasangan menemukan di dalam kasih Allah sumber terdalam arti hidup mereka masing-masing. Perjalanan spiritual masing-masing pasangan –sebagaimana dinyatakan dengan indah oleh Dietrich Bonhoeffer – perlu membantu mereka sampai pada suatu tahap “disilusi” terhadap pasangan mereka. 1954. New York.

6. Hidup sebagai pasangan merupakan peristiwa berbagi setiap hari dalam karya kreatif Allah. pelukan. memilih untuk bermimpi bersamaNya. tangan yang membantu. Semua kehidupan keluarga merupakan suatu “penggembalaan” dalam kerahiman. 93. belaian. Untuk alasan ini “niat membentuk sebuah keluarga adalah untuk resolve menjadi bagian dari impian Allah. p. p. masing dari kita.bukan dengan tinta. 28-29 September 2015. Kasih Allah diproklamirkan “melalui pernyataan yang hidup dan nyata di mana seorang pria dan wanita menunjukkan cinta yang mempersatukan 385 mereka”. tatapan mata. Dengan demikian keduanya merupakan refleksi timbal balik atas kasih ilahi yang menghibur lewat perkataan. 386 Address at the Prayer Vigil of the Festival of Families. meninggalkan suatu jejak dalam kehidupan orang lain. 385 John Paul II. 11 June 2015. Masing - __________ 383 Second Vatican Ecumenical Council. dan masing-masing orang merupakan tantangan terus menerus dari Roh Kudus bagi pasangannya. 11.386 322. bergabung bersamaNya di dalam saga membangun dunia di mana tidak ada orang yang merasa sendirian”. kita dapat berkata: “Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami…. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981).dari spiritualitas keluarga kita. tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup” (2 Kor 3:2-3). lewat kasih dan perhatian kita. 8. bersama Paulus. 12: AAS 74 (1982). Kita masing- masing adalah “penjala manusia” (Luk 5:10) yang di dalam nama Yesus “menebarkan jala” (bdk Luk 249 . kehendak untuk membangun bersamaNya. 384 Catechesis (10 June 2015): L’Osservatore Romano. Philadelphia (26 September 2015): L’Osservatore Romano. Decree on the Apostolate of the Laity Apostolicam Actuositatem.

5:5) kepada orang-orang lain. karena manakala orang-orang datang berbicara denganNya. Yesus merupakan model kita dalam hal ini. p. English: Homo Viator. yang telah menabur begitu banyak kebaikan di dalam diri orang lain dengan harapan mereka akan membantu membuatnya bertumbuh. layak mendapatkan perhatian kita sepenuhnya. Keberbuahan perkawinan melibatkan pertolongan dari orang-orang lainnya. 1951. p. 66. atau sebagai petani yang menggarap tanah baru dari mereka yang ia kasihi. Homo Viator: prolégomènes à une métaphysique de l’espérance. An Introduction to a Metaphysics of Hope. 323. Orang . 49. secara langsung dan dengan penuh kasih (bdk. mengupayakan untuk menghasilkan yang terbaik dari mereka. Ia akan menemui pandangan mata mereka. Kita dapat sepenuhnya hadir bagi orang lain hanya dengan memberikan diri kita sepenuhnya dan melupakan hal . karena “mengasihi seseorang berarti mengharapkan darinya sesuatu yang tidak dapat didefinisikan ataupun dibayangkan. pada saat yang sama ia dengan suatu cara membuatnya mungkin untuk memenuhi harapan terebut”. Hal ini membutuhkan kebebasan dan keterbukaan yang memampukan kita menghargai jati diri mereka. Merupakan suatu pengalaman spiritual yang luar biasa mengkontemplasikan orang-orang yang kita cintai dengan mata Allah dan melihat Kristus di dalam diri mereka.orang yang kita cintai __________ 387 Gabriel Marcel. Tidak ada yang merasa tidak diperhatikan lewat kehadiran-Nya. karena perkataan-Nya dan gerak tubuh-Nya 250 . Paris.hal lainnya. 1944. London. Mrk 10:21).387 Hal ini dengan sendirinya merupakan suatu cara menyembah Allah.

sebagai suatu refleksi Trinitas. karena ia memiliki jati diri tak terbatas sebagai obyek kasih Bapa yang demikian besar. adalah apa yang sungguh- sungguh mempersatukan arti spiritual keluarga dan misinya bagi orang lain. kepada orang. Apostolic Exhortation Familiaris Consortio (22 November 1981). saksi dan partisipan dalam kebundaan Gereja”. Inilah yang kita alami di dalam kehidupan keseharian keluarga. karena membuat nyata 251 .390 Kasih sosial. lingkaran keluarga tidak hanya terbuka bagi kehidupan dengan bergenerasi di dalamnya. khususnya kaum miskin dan terabaikan. Ketika sebuah keluarga menyambut dan menjangkau orang lain. Keterbukaan ini menemukan ekspresi khususnya dalam keramahtamahan. terutama ketika mereka nyata hadir”.389 di mana sabda Allah seringkali menyerukan: “Janganlah kamu lupa memberi tumpangan __________ 388 Relatio Finalis 2015. 88. 44: AAS 74 (1982).388 324. 136. Kelembutan dinyatakan dalam cara yang khusus dengan melatih memberi perhatian yang penuh cinta dalam menghadapi keterbatasan orang lain. Hal ini memunculkan kelembutan yang dapat “memunculkan di dalam diri orang lain sukacita dikasihi. ia merupakan “sebuah simbol. John Paul II. namun juga dengan meluaskan dan menyebarkan kehidupan lewat perhatian kepada orang-orang lain dan mendatangkan kebahagiaan bagi mereka. Dipimpin oleh Roh. sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat” (Ibrani 13:2). Kita terus menerus diingatkan bahwa setiap dari mereka yang tinggal bersama kita berharga untuk mendapatkan perhatian yang seutuhnya.mengungkapkan pertanyaan: “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” (Mrk 10:51). 389 Cf.

kerygma dalam seluruh turunan komunalnya. Ini merupakan pekerjaan yang tidak akan pernah selesai yang lahir dari komuni sepenuhnya Trinitas. keluarga-keluarga perlu terus menerus bertumbuh dan menjadi matang dalam kemampuannya mencintai. Sebagaimana Seruan ini telah sering sampaikan. 49: AAS 74 (1982). Pontifical Council for Justice and Peace. Mat 22:30) dan Santo Paulus (bdk 1 Kor 7:29-31) mengenai perkawinan disampaikan – dan bukan suatu kebetulan – dalam konteks dimensi eksistensi kita sebagai manusia yang tertinggi dan definitif. memungkinkan kita melihat dalam perspektif yang tepat perjalanan historis yang kita buat sebagai keluarga. Compendium of the Social Doctrine of the Church.. Kita sangat mendesak perlu menemukan kembali kekayaan dari pengajaran ini. intensi yang murni dan suatu konsistensi yang hanya dapat 252 . pasangan menikah akan menemukan arti yang lebih dalam dari perjalanan mereka melewati kehidupan. Pengajaran sang Guru (bdk. Keluarga menghidupi spiritualitasnya dengan tepat dengan menjadi pada saat yang sama suatu gereja domestik dan sel hidup bagi pengubahan dunia. Dengan memperhatikan hal ini. dan dengan cara ini berhenti menuntut relasi interpersonal kita suatu kesempurnaan. antara Kristus dan GerejaNya.391 325. kesatuan yang istimewa __________ 390 Ibid. tidak ada keluarga yang jatuh dari surga. 391 For the social aspects of the family. sudah sempurna terbentuk. yang masih harus kita capai juga. komunitas penuh cinta yang adalah Keluarga Kudus Nazareth. 248-254. cf. Kontemplasi kita akan kepenuhan. dan persaudaraan yang murni yang ada di antara para kudus di surga. 141.

Semoga kita tidak kehilangan semangat karena keterbatasan kita. mari kita terus berjalan bersama-sama. Semoga semua yang telah terluka atau menjadi sandungan menemukan penghiburan dan penyembuhan segera Keluarga Kudus Nazareth. Hal ini juga menjaga kita dari sikap menghakimi dengan kasar mereka yang hidup dalam situasi kelemahan.menerus ini. Apa yang telah dijanjikan kepada kita lebih besar daripada yang dapat kita bayangkan. Keluarga Kudus Nazareth Karuniakanlah kepada keluarga kami juga agar dapat menjadi tempat komuni dan doa. dan keindahannya di dalam rencana Allah. Maria dan Yosef. Keluarga Kudus Nazareth.kita temui di dalam Kerajaan kelak. atau berhenti mencari kepenuhan cinta dan komuni yang Allah siapkan di depan kita. Kepadamu kami berpaling dalam percaya. sekolah Injil yang otentik dan gereja domestik kecil. Semoga keluarga-keluarga tidak lagi mengalami kekerasan. Di dalam mu kami merenungkan Indahnya cinta sejati. penolakan dan perpecahan. 253 . Kita semua terpanggil untuk terus berjuang menuju hal yang lebih besar dari diri kita sendiri dan keluarga kita. dan setiap keluarga harus merasakan dorongan kuat yang terus. buatlah kami sekali lagi mengingat akan kesucian dan keistimewaan keluarga. Marilah kita melakukan perjalanan kita sebagai keluarga. Doa kepada Keluarga Kudus Yesus.

di tahun 2016. Bermurah hatilah mendengarkan doa kami. Peter. di St. Maria dan Yosef. Amin. pada Pontifikal ke empat saya. Fransiscus 254 . sewaktu Yubileum Kerahiman Luar biasa. Diberikan di Roma. pada tanggal 19 Maret.Yesus. pada Solemnity Santo Yosef.