You are on page 1of 1

https://emedicine.medscape.

com/article/767130-overview

Latar Belakang

Hipertiroidisme, badai tiroid, dan penyakit Graves adalah kondisi kelebihan hormon tiroid. Tingkat
hormon tiroid yang meningkat dapat menghasilkan manifestasi klinis mulai dari yang ringan hingga
sangat beracun dengan morbiditas dan mortalitas yang dihasilkan untuk pasien yang terkena.
Hipertiroidisme

Hipertiroidisme hadir sebagai konstelasi gejala karena tingginya kadar hormon tiroid yang beredar.
Karena banyaknya aksi hormon tiroid pada berbagai sistem organ dalam tubuh, spektrum tanda klinis
yang dihasilkan oleh kondisinya luas. Gejala yang muncul bisa jadi tidak kentara dan nonspesifik,
membuat hipertiroid sulit didiagnosis pada tahap awal tanpa bantuan data laboratorium.

Istilah hipertiroidisme mengacu pada fungsi tiroid yang tidak tepat. Meskipun sering digunakan secara
bergantian, istilah tirotoksikosis, yang mengacu pada jumlah hormon tiroid sirkulasi yang berlebihan,
tidak identik dengan hipertiroidisme. Kadar hormon yang meningkat dapat terjadi meskipun fungsi tiroid
normal, seperti pada hormon tiroid eksogen yang tidak tepat atau pelepasan hormon yang berlebihan
dari kelenjar tiroid yang meradang.
Penyakit kuburan

Penyakit Graves (gondok beracun beragam), bentuk hipertiroidisme terbuka yang paling umum, adalah
kondisi autoimun dimana autoantibodi diarahkan melawan reseptor hormon tiroid-stimulating hormone
(TSH). Akibatnya, kelenjar tiroid tidak tepat dirangsang dengan pembesaran kelenjar dan peningkatan
produksi hormon tiroid. Faktor risiko penyakit Graves meliputi riwayat keluarga hipertiroidisme atau
berbagai gangguan autoimun lainnya, asupan yodium tinggi, stres, penggunaan steroid seks, dan
merokok. Penyakit ini secara klasik ditandai oleh triad gondok, exophthalmos, dan myibedema pretibial.
Badai tiroid

Badai tiroid adalah komplikasi hipertiroidisme langka dan berpotensi fatal. Biasanya terjadi pada pasien
dengan tirotoksikosis yang tidak diobati atau sebagiannya diobati yang mengalami kejadian yang
mengendap seperti operasi, infeksi, atau trauma. Badai tiroid harus dikenali dan dirawat dengan alasan
klinis saja, karena konfirmasi laboratorium seringkali tidak dapat diperoleh pada waktu yang tepat.
Pasien biasanya tampak sangat hiperababolik dengan demam tinggi, takikardia, mual dan muntah,
tremulousness, agitasi, dan psikosis. Terlambat dalam perkembangan penyakit, pasien mungkin menjadi
pingsan atau koma karena hipotensi.