You are on page 1of 31

BAB IV

PERMASALAHAN KESEHATAN KOMUNITAS

Lembar Kerja 2

1. Upaya Kesehatan

STATUS KESEHATAN

NO PERMASALAHAN KOMENTAR

1. ISPA menduduki 1. Psikobiologik

peringkat 1 dari 10  Imunitas host kurang baik/sehat

penyakit terbanyak 2. Lingkungan / Environment

(kesenjangan-  Jarak antar rumah terlalu berdekatan

0,42%)  Kawasan Kelurahan Dandangan termasuk kawasan

industri di Kota Kediri terutama terdapat pabrik

rokok gudang garam

 Mayoritas rumah Kelurahan Dandangan memiliki

ventilasi rumah kurang baik, polusi udara dari

kawasan industri, asap kendaraan bermotor, asap

rokok.

3. Pelayanan Kesehatan / Health services

 Kurang adanya informasi tentang penyakit ISPA

dari tenaga kesehatan

4. Perilaku / Life styles

 Kurang adanya kesadaran dari penderita ISPA untuk

pamakaian masker sebagai upaya pencegahan ISPA

kepada orang lain.

26
 Kurang adanya kesadaran untuk mengkonsumsi

makanan yang bergizi sebagai upaya untuk

peningkatan daya tahan tubuh.

IBU NIFAS

NO. PERMASALAHAN KOMENTAR

1. Bufas yang mendapat 1) Faktor Lingkungan / Environtment

pelayanan nifas  Minimnya pengetahuan dari masyarakat tentang

(Kesenjangan- pemelihaaran masa nifas oleh ibu setelah

3,16%) melahirkan.

 Mayoritas masyarakat beranggapan bahwa biaya

perawatan ibu nifas di bidan tidak dapat terjangkau

 Kurangnya dukungan dari keluarga agar ibu nifas

mendapatkan pelayanan nifas.

2) Faktor Pelayanan Kesehatan / Healt Service

 Kurang aktifnya tenaga kesehatan atau kader dalam

memberikan informasi tentang pentingnya

perawatan selama masa nifas.

3) Faktor Perilaku / Life Style

 Kurangnya informasi atau pemahaman tentang

komplikasi awal yang dapat terjadi setelah

persalinan.

 Mayoritas ibu lebih mementingkan merawat

anaknya dan mengesampingkan tentang perawatan

27
masa nifas.

 Mayoritas ibu menganggap dirinya sehat dan tidak

terdapat masalah kesehatan.

KESEHATAN ANAK

NO. PERMASALAHAN KOMENTAR

1. KN 2 (Kesenjangan 1) Faktor Lingkungan/environment

 -1,32%)  Keadaan sosial ekonomi yang rendah sehingga

pelayanan kesahatan dianggap sesuatu yang tidak

dapat dijangkau

 Dukungan yang kurang dari anggota keluarga yang

lain untuk memeriksakan bayi baru lahir

 Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang

kunjungan neonatus

2) Faktor Pelayanan Kesehatan

 Kurangnya upaya penyuluhan dari tenaga kesehatan

kepada ibu hamil tentang kunjungan neonatus

3) Faktor perilaku / life styles

 Pengetahuan yang kurang dari ibu setelah

melahirkan terhadap pentingnya kunjungan neonatus

ke pusat kesehatan

2. Neonatus Resti yang 1) Faktor Perilaku /Lifestyle

Ditangani  Kurang aktifnya masyarakat untuk melakukan

(Kesenjangan  - kunjungan posyandu.

28
22,86%)  Mayoritas ibu di Kelurahan Dandangan adalah

pekerja industri dan pedagang, sehingga tidak bisa

dilakukan kunjungan karena alasan bekerja.

 Minimnya pengetahuan serta informasi ibu hamil

untuk menjaga kehamilan agar tidak terjadi neonatus

risiko tinggi

2) Faktor lingkungan / Environment:

 Tingkat sosial ekonomi serta pendidikan ibu yang

rendah

3) Faktor pelayanan kesehatan / Health Services:

 Minimnya penyuluhan dari tenaga kesehatan tentang

kesehatan neonatus.

 Minimnya kunjungan dari tenaga kesehatan untuk

neonatus dengan risiko tinggi.

3. Asi Eksklusif 1) Faktor Lingkungan / Environment

(Kesenjangan  -
 Semakin banyak produk dari susu formula.
47,4%)
2) Faktor Perilaku / Life styles

 Ibu beranggapan bahwa nilai gizi susu formula lebih

tinggi dibandingkan ASI.

 Mayoritas ibu di Kelurahan Dandangan berprofesi

sebagai karyawan pabrik dan pedagang dipasar,

sehingga kurangnya informasi akan cara

penyimpanan ASI yang baik dan benar sehingga

29
lebih memilih menggunakan susu formula.

 Ibu merasa bahwa produksi ASI nya kurang cukup

untuk asupan makanan bagi bayinya, sehingga

menambah asupan makanan dari susu formula untuk

bayi.

 Mayoritas ibu memiliki kesadaran yang kurang

untuk memberikan ASI eksklusif untuk bayinya.

 Semakin banyak promosi dari produk susu formula

masyarakat,

3) Faktor peelayanan kesehatan / Health care services

 Minimnya penyuluhan yang diberikan oleh petugas

kesehatan tentang ASI eksklusif.

IMUNISASI

NO. PERMASALAHAN KOMENTAR

1. Pencapaian imunisasi 1) Faktor lingkungan/Environment

BCG, DPT 1,2,3,  Masih terdapat kepercayaan di masyarakat tentang

POLIO 1,2,3,4, efek samping yang timbul dari imunisasi

Hepatitis, Campak  Minimnya informasi atau pengetahuan masyarakat

(Kesenjangan  - tentang penyakit yang dapat dicegah bila melakukan

16,3%,-9%, -10%, - imunisasi.

11%, - 22,6%, -12%, 2) Faktor perilaku / Life styles.

-8%,-21%, -1,3%, -  Mayoritas ibu di Kelurahan Dandangan bekerja

24% ) sebagai karwayan pabrik dan pedagang sehingga

30
tidak memiliki waktu ke pusat kesehatan untuk

dilakukan imunisasi.

 Mayoritas ibu tidak faham dan lupa jadwal

imunisasi yang akan diberikan kepada anaknya.

 Mayoritas ibu menganggap anaknya sehat dan

sudah besar sehingga beranggapan tidak perlu

diimunisasi.

 Mayoritas ibu beranggapan bila setalah dilakukan

imunisasi anaknya menjadi sakit seperti panas, nyeri

dibekas suntikan sehingga tidak ingin untuk

diimuniasi lagi.

3) Faktor pelayanan kesehatan / Medical care services

 Minimnya tenaga medis untuk memberikan

penyuluhan tentang pentingnya imunisasi.

RESUME FAKTOR PENDUKUNG

Penyajian daftar Faktor Pendukung berdasarkan data yang ada

1. Status Kesehatan

ISPA

NO. FAKTOR PENDUKUNG KOMENTAR

31
1.  Lokasi puskesmas induk berada  Letak dari Puskesmas induk berada di

cukup dekat dengan kawasan wilayah perkotaan dan dekat dengan

Kelurahan Dandangan keluraha Dandangan ini mempermudah

 Sarana transportasi umum pencapaian pengobatan ISPA disertai

mudah didapat sarana transportasi yang mudah

dijangkau

2. • Tingkat pendidikan masyarakat • Tingkat pendidikan yang baik berdampak

Dandangan cukup baik, dimana pada pengetahuan masyarakat sekitar

sebagian besar adalah tamat yang cukup baik. Hal ini dapat

SMA sebanyak 66% mendukung kegiatan pencegahan

penyakit dan penularan ISPA, sehingga

mudah bagi tenaga kesehatan untuk

memberikan arahan atau informasi

penyuluhan mengenai pentingnya

pencegahan penyakit dan penularan

ISPA.

3. • Biaya pengobatan yang murah • Pengobatan di Puskesmas Pembantu

dan persyaratan di puskesmas maupun puskesmas induk tidak

induk yang tidak memberatkan membutuhkan biaya yang mahal, justru

masyarakat gratis untuk pemilik karti BPJS. Bagi

warga yang memiliki KTP atau KK

Kelurahan Dandangan akan diberikan

subsidi sehingga tidak perlu

32
mengeluarkan biaya untuk pengobatan di

puskesmas

B. Status Upaya Kesehatan

KESEHATAN IBU

NO. FAKTOR PENDUKUNG KOMENTAR

1. • Jumlah tenaga kesehatan 2  Tenaga kesehatan dibantu kader yang

orang bidan dan 1 orang cukup banyak dan jumlah unit posyandu

perawat. yang cukup dapat meningkatkan upaya

• Jumlah kader kesehatan yang kesehatan ibu

aktif 59 orang.

• Jumlah Posyandu 11 unit

2.  Puskesmas induk merupakan  Puskesmas PONED ini sangat

puskesmas PONED (Pelayanan mendukung terhadap program kesehatan

Obstetric Neonatus Emergensi ibu dan anak, sehingga proses rujukan

Dasar) dengan jam kerja 24 jam, untuk ibu hamil menjadi lebih mudah dan

terdapat rawat jalan, rawat inap, cepat

dan sarana persalinan normal  Letak dari Puskesmas induk di wilayah

 Lokasi puskesmas induk cukup perkotaan dan dekat dengan kelurahan

dekat dengan kawasan Dandangan ini mendukung pencapaian

Kelurahan Ngadirejo program KIA disertai sarana transportasi

 Sarana transportasi yang mudah yang mudah dijangkau dan didapat

didapat dan dijangkau

33
3. • Tingkat pendidikan masyarakat • Pengetahuan ibu dan masyarakat sekitar

Dandangan yang cukup baik cukup baik untuk mendukung kegiatan

dimana sebagian besar adalah KIA, sehingga mudah diberikan dan

tamat SMA sebanyak 66% merealisasikan arahan atau informasi

• Kesadaran ibu cukup tinggi penyuluhan akan pentingnya kunjungan

dilihat dari tingginya angka ibu hamil.

kunjungan ibu hamil • Tingginya kesadaran ibu dan masyarakat

dapat mempermudah pencapaian

program kesehatan ibu

KESEHATAN ANAK

NO. FAKTOR PENDUKUNG KOMENTAR

1. • Jumlah tenaga kesehatan 2  Tenaga kesehatan dibantu kader yang

orang bidan dan 1 orang cukup banyak dan jumlah unit posyandu

perawat. yang cukup dapat meningkatkan upaya

• Jumlah kader kesehatan yang kesehatan anak

aktif 59 orang.  Program posyandu yang rutin dilakukan

• Jumlah Posyandu 11 unit dapat mempermudah pelaksanaan

• program posyandu rutin 1x program upaya kesehatan anak

setiap bulannya

2.  Puskesmas induk merupakan  Puskesmas PONED ini sangat

puskesmas PONED (Pelayanan mendukung terhadap program upaya

Obstetric Neonatus Emergensi kesehatan ibu dan anak, sehingga proses

Dasar) dengan jam kerja 24 jam, rujukan untuk neonatus, bayi dan balita

34
terdapat rawat jalan, rawat inap, menjadi lebih mudah dan cepat

dan sarana persalinan normal  Letak dari Puskesmas induk di wilayah

 Lokasi puskesmas induk cukup perkotaan dan dekat dengan kelurahan

dekat dengan kawasan Dandangan ini mendukung pencapaian

Kelurahan Ngadirejo program KIA disertai sarana transportasi

 Sarana transportasi yang mudah yang mudah dijangkau dan didapat

didapat dan dijangkau

3. • Tingkat pendidikan masyarakat • Pengetahuan ibu dan masyarakat sekitar

Dandangan yang cukup baik cukup baik untuk mendukung kegiatan

dimana sebagian besar adalah KIA, sehingga mudah diberikan dan

tamat SMA sebanyak 66% merealisasikan arahan atau informasi

• Kesadaran masyarakat terutama penyuluhan akan pentingnya kunjungan

ibu cukup tinggi dilihat dari ibu hamil.

tingginya angka kunjungan • Tingginya kesadaran ibu dan masyarakat

neonatus, bayi, dan balita dapat mempermudah pencapaian

program kesehatan ibu

4. • Pemberian makanan tambahan • Pemberian makanan tambahan setiap

(PMT) setiap pelaksanaan program posyandu dapat memberikan

posyandu cuntuh makanan gizi baik bagi ibu, guna

peningkatan status gizi anak.

IMUNISASI

NO. FAKTOR PENDUKUNG KOMENTAR

1. • Jumlah tenaga kesehatan 2  Tenaga kesehatan cukup dan pelaksanaan

35
orang bidan dan 1 orang program imunisasi setiap hari senin dan

perawat. rabu mempermudat program imunisasi

• Jumlah kader kesehatan yang  Jumlah kader aktif yang banyak dapat

aktif 59 orang. membantu sosialisasi pentingnya

• Program imunisasi rutin program imunisasi jan pemberian

dilakukan setiap hari senin dan informasi jadwal imunisasi

rabu

2. • Kesadaran dan pengetahuan  Tingginya pengetahuan dan kesadaran

masyarakat tentang pentingnya masyarakat tentang pentingnya imunisasi

imunisasi cukup tinggi bahwa imunisasi dapat mencegah

terjadinya penyakit tertentu.

 Kesadaran masyarakat untuk melaporkan

jika anaknya tidak belum mendapat

imunisadi di puskesmas pembantu atau

sekolah dapat membantu pelaksanaan

program imunisasi.

36
RESUME FAKTOR PENGHAMBAT

1. Status Kesehatan

ISPA

NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR

1. Psikobiologi:  Psikobiologi:

 Imunitas host kurang baik/sehat  Minimnya kesadaran masyarakat guna

menjaga kesehatan agar imunitas tubuh

Faktor Perilaku meningkat

 Kurang adanya kesadaran dari Faktor Perilaku

penderita ISPA untuk  Mayoritas masyarakat kurang memahami

pamakaian masker sebagai fungsi dari penggunaan masker sebagai

upaya pencegahan ISPA kepada pencegahan dari suatu penyakit.

orang lain.  Mayoritas masyarakat kurang begitu

 Kurang adanya kesadaran untuk memperhatikan dalam konsumsi makanan

mengkonsumsi makanan yang dalam tiap harinya sehingga daya tahan

bergizi sebagai upaya untuk tubuh menjadi lemah


peningkatan daya tahan tubuh. Faktor lingkungan

Faktor Lingkungan  Jarak antara rumah yang terlalu dekat

 Jarak antar rumah terlalu merupakan salah satu faktir risiko dalam

berdekatan terjadinya ISPA.

 Kawasan Kelurahan  Kelurahan Dandangan termasuk kawasan

Dandangan termasuk industri di Kota Kediri hal tersebut

kawasan industri di Kota meningkatakan faktor risiko dari

37
Kediri terutama terdapat terjadinya ISPA.

pabrik rokok gudang garam.  Peningkatan kejadian ISPA di Kelurahan

 Mayoritas rumah Kelurahan Dandangan dikarenakan beberpa faktor

Dandangan memiliki antara lain seperti keadaan ventilasi yang

ventilasi rumah kurang baik, buruk, peningkatan polusi udara karena

polusi udara dari kawasan dekat kawasan industri, asap kendaraan

industri, asap kendaraan bermotor dan kebiasan merokok dari

bermotor, asap rokok. warga.

Faktor Pelayanan kesehatan Faktor Pelayanan Kesehatan

 Kurang adanya informasi  Tenaga kesehatan kurang aktif dalam

tentang penyakit ISPA dari penyampaian informasi tentang penyakit

tenaga kesehatan ISPA sehingga angka kejadian ISPA

meningkat.

2.Upaya Pelayanan Kesehatan

KESEHATAN IBU

NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR

1. Faktor Lingkungan : Faktor Lingkungan :

 Minimnya pengetahuan dari  Salah satu penyebab pelayanan ibu

masyarakat tentang pemelihaaran nifas yang kurang karena mayoritas ibu

masa nifas oleh ibu setelah tersebut memiliki kesadaran dan

melahirkan. pengetahuan yang kurang mengenai

pentingnya perawatan ibu nifas

38
 Mayoritas masyarakat  Salah satu faktor yang menyebabkan

beranggapan biaya perawatan ibu kurangnya ibu nifas yang mendapatkan

nifas di bidan tidak dapat pelayanan nifas karena mayoritas ibu

terjangkau. beranggapan biaya perawatan yang

mahal.

 Kurangnya dukungan dari  Dukungan yang kurang dari keluarga

keluarga agar ibu nifas merupakan salah satu penyebab ibu

mendapatkan pelayanan nifas. kurang mendapatkan pelayanan nifas

dari nakes.

Faktor upaya kesehatan: Faktor upaya kesehatan:

 Kurang aktifnya tenaga  Tenaga kesehatan seharusnya

kesehatan atau kader dalam berpartisipasi dalam memberikan

memberikan informasi tentang penyuluhan kepada ibu tentang

pentingnya perawatan selama pentingnya perawatan nifas.

masa nifas.

Faktor Perilaku: Faktor Perilaku:

 Kurangnya informasi atau  Ibu nifas seharusnya diberikan

pemahaman tentang komplikasi pemahaman tentang pentingnya

awal yang dapat terjadi setelah perawatan setalah persalinan dan

persalinan. komplikasi yang dapat terjadi setelah

persalinan.

 Ibu lebih mementingkan  Ibu nifas seharusnya diberikan

merawat anaknya dan pemahaman akan pentingnya perawatan

mengesampingkan tentang ibu dan anak setelah persalinan.

39
perawatan masa nifas.  Perawatan setelah persalinan ibu nifas

 Ibu menganggap dirinya sehat perlu dijelaskan meskipun ibu nifas

dan tidak terdapat masalah tersebut merasa dirinya sehat.

kesehatan.

KESEHATAN ANAK

NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR

1. Faktor Perilaku Faktor Perilaku

 Pengetahuan yang kurang dari ibu  Rendahnya tingkat pengetahuan ibu

setelah melahirkan terhadap tentang pentingnya perawatan neonatus

pentingnya kunjungan neonatus dan rendahnya kunjungan neonatus.

ke pusat kesehatan.

 Mayoritas ibu di Kelurahan  Ibu di Kelurahan Dandangan berprofesi

Dandangan bekerja sebagai sebagai karyawan pabrik dan cenderung

karyawan pabrik. memberikan susu formula untuk asupan

nutrisi bagi bayinya.

 Mayoritas ibu cenderung memilih  Tingkat pengetahuan yang rendah

memberikan susu formula mengenai nutrisi yang terkadung dalam

dibandingkan ASI ASI yang menyebabkan mayoritas ibu

lebih memilih menggunakan susu

formula.

Faktor Lingkungan Faktor Lingkungan

 Semakin banyak produk dari susu  Semakin banyak produk dari susu

formula formala yang menarik menjadikan ibu

40
lebih memilih menggunakan susu

formula dibandingkan memberikan ASI

kepada bayinya.

 Tingkat Sosial ekonomi dan  Faktor ekonomi dan tingkat pendidikan

pendidikan yang rendah yang rendah membuat orang tua kurang

memperhatikan makanan dan minuman

yang bergizi bagi anaknya

Faktor Upaya Kesehatan Faktor Upaya Kesehatan

 Kurangnya informasi atau  Petugas kesehatan seharusnya lebih aktif

penyuluhan mengenai kesehatan dalam memberikan penyuluhan tentang

anak kesehatan neonatus, anak, ASI makanan

yang bergizi kepada ibu sehingga tingkat

kesehatan anaknya menjadi lebih baik.

IMUNISASI

NO. FAKTOR PENGHAMBAT KOMENTAR

1. Faktor Perilaku Faktor Perilaku

 Mayoritas Ibu di Kelurahan  Faktor ibu yang pekerja yang membuat ibu

Dandangan bekerja sebagai jarang membawa anaknya untuk dilakukan

karyawan pabrik dan berdagang imunisasi di pusat kesehatan.

di pasar.

 Ibu dan keluarga menganggap  Imunisasi merupakan salah satu upaya

anaknya sehat pencegahan yang dilakukan tenaga

 Ibu dan keluarga kurang paham kesehatan untuk mencegah penyakit

41
mengenai jadwal imunisasi tertentu meskipun bayi atau anak tersebut

sehat.

 Keluarga dan tenaga kesehatan harus

saling aktif mengenai jadwal program

imunisasi, sehingga jadwal imunisasi pada

bayi dan anak tersebut dapat tercapai.

Faktor Lingkungan Faktor Lingkungan

 Terdapat kepercayaan di  Ibu serta keluarga harus mengetahui

masyarakat mengenai efek tentang efek samping dari imunisasi yang

samping dari imunisasi. telah diberikan oleh tenaga kesehatan dan

tidak percaya mengenai isu yang beredar

di masyarakat sehingga tidak takut

anaknya untuk dilakukan imunisasi.

Faktor Upaya Kesehatan Faktor Upaya Kesehatan

 Minimnya tenaga kesehatan  Tenaga kesehatan seharusnya aktif dalam

memberikan informasi mengenai memberikan informasi atau penyuluhan

imunisasi. tentang imunisasi, penyakit yang dapat

dicegah dengan imuniasasi dan efek

samping dari imunisasi, sehingga program

imunisasi dapat terlaksana dengan baik.

42
LEMBAR KERJA 3

PENILAIAN PRIORITAS PERMASALAHAN

A. Status Kesehatan

ISPA sebesar 25,42% dengan target nasional 25%.

Kriteria 6 5 4 3 2 1 Subtotal

Magnitude  4

Keseriusan  3

Feasibility  4

Indeks prioritas masalah (jumlah subtotal) 11

B. KESEHATAN IBU

Pencapaian ibu nifas yang mendapat pelayanan nifas ditemukan kesenjangan

sebesar -3,61%

Kriteria 6 5 4 3 2 1 Subtotal

Magnitude  5

Keseriusan  5

Feasibility  5

Lain

Indeks prioritas masalah (jumlah subtotal) 15

C. KESEHATAN ANAK

KN2, Neonatus Resti yang ditangani, dan Asi Eksklusif ditemukan kesenjangan

sebesar -1,32%; 22,86%; 47,40%

43
Kriteria 6 5 4 3 2 1 Subtotal

Magnitude  5

Keseriusan  4

Feasibility  5

Lain

Indeks prioritas masalah (jumlah subtotal) 14

D. IMUNISASI

Imunisasi : BCG, DPT 1,2,3, POLIO 1,2,3,4, Hepatitis, dan Campak ditemukan

kesenjangan sebesar 16,3%; 9%; 10%; 11%; 22,7%; 12%; 8%; 21%; 1,3%; 24%

Kriteria 6 5 4 3 2 1 Subtotal

Magnitude  6

Keseriusan  5

Feasibility  5

Lain

Indeks prioritas masalah (jumlah subtotal) 16

DAFTAR PRIORITAS PERMASALAHAN KELURAHAN DANDANGAN

NO PERMASALAHAN INDEKS PRIORITAS

1. Imunisasi 16

2. Kesehatan ibu 15

44
3. Kesehatan anak 14

4. ISPA 11

LEMBAR KERJA 4

PERMASALAHAN KESEHATAN, FAKTOR RESIKO, SUMBER DAYA

No Permasalahan Faktor Resiko Potensial Sumber Daya

ISPA

1. Adanya Psikobiologik Bidan desa : 3 orang

kesenjangan pada Perawat desa : 1 orang


 Imunitas host kurang
status kesehatan : Posyandu : 10 buah
baik/sehat
ISPA Kegiatan keagamaan dan
Lingkungan / Environment
peran tokoh masyarakat
 Jarak antar rumah terlalu
aktif
berdekatan
KIE petugas kesehatan
 Kawasan Kelurahan
untuk aktif melakukan
Dandangan termasuk
penyuluhan tentang
kawasan industri di Kota
gejala , pecengahan
Kediri terutama terdapat
dan cara penularan
pabrik rokok gudang garam

 Mayoritas rumah Kelurahan

Dandangan memiliki

ventilasi rumah kurang

baik, polusi udara dari

kawasan industri, asap

45
kendaraan bermotor, asap

rokok.

Pelayanan Kesehatan / Health

services

 Kurang adanya informasi

tentang penyakit ISPA dari

tenaga kesehatan

5. Perilaku / Life styles

 Kurang adanya kesadaran

dari penderita ISPA untuk

pamakaian masker sebagai

upaya pencegahan ISPA

kepada orang lain.

 Kurang adanya kesadaran

untuk mengkonsumsi makanan

yang bergizi sebagai upaya

untuk peningkatan daya tahan

tubuh.

1.Psikobiologik

 Imunitas dan status gizi

dari host yang kurang baik.

2.Life styles

 Kurangnya pengetahuan

penderita tentang gejala TB

46
 Kurangnya kesadaran

penderita TB dalam

melakukan pemeriksaan.

 Kurangnya pemahaman

tentang etika batuk

penderita yang benar.

3.Health services

 Kurang aktifnya tenaga

kesehatan dalam

melakukan upaya

penyuluhan tentang gejala

penyakit TB, dan informasi

tentang penyakit TB.

 Kurang aktifnya tenaga

kesehatan dalam

melakukan skrining

penderita TB

4.Environment

 Kebanyakan rumah

memiliki ventilasi yang

kurang baik sehingga

sirkulasi udara dan sinar

matahari juga tidak dapat

masuk kedalam rumah.

47
 Pemukiman di Kelurahan

Ngadirejo sangat padat dan

jarak rumah berdekatan

No Permasalahan Faktor Resiko Potensial Sumber Daya

GIZI

2. Adanya Faktor perilaku  Bidan desa: 2 orang,

kesenjangan pada - Kurangnya kesadaran Perawat : 1orang,

status Gizi masyarakat terhadap Kader : 61 orang 

pentingnya gizi balita membantu memberi

- Kurangnya pengetahuan informasi tentang

masyarakat tentang status pentingnya program

gizi posyandu kepada

Faktor lingkungan masyarakat

- Melonjaknya harga  Posyandu: 12 unit 

bahan pangan / social diharapkan dapat

ekonomi yang rendah membuat program

Faktor upaya kesehatan yang lebih menarik

- Kurangnya penyuluhan minat ibu ibu untuk

tentang gizi datang dan

- Kurangnya mutu dan menimbangkan

kualitas kader posyandu anaknya agar terpantau

status gizinya.

 KIE petugas kesehatan

48
untuk aktif melakukan

penyuluhan tentang

pentingnya

mengetahui status gizi

anak

No Permasalahan Faktor Resiko Potensial Sumber Daya

Imunisasi

Adanya Faktor perilaku :  Posyandu: 12 unit

kesenjangan pada - Ibu yang bekerja sehingga adanya jumlah

imunisasi DPT 2, lupa jadwal imunisasi anaknya pelayanan kesehatan

POLIO 2 - Masyarakat kurang dan kader aktif yang

mengetahui tentang imunisasi cukup untuk

dasar lengkap beserta mendukung pemberian

manfaatnya informasi tentang

3. Faktor upaya kesehatan: pentingnya imunisasi

- Kurangnya penyuluhan  Rumah sakit umum 1

tentang pentingnya pemberian unit sarana untuk

imunisasi bada bayi memberikan imunisasi

Faktor lingkungan: selain di puskesmas

- Sosial ekonomi yang masih atau puskesmas

rendah pembantu

 KIE petugas kesehatan

49
untuk aktif melakukan

penyuluhan tentang

imunisasi dasar

lengkap

No Permasalahan Faktor Resiko Potensial Sumber Daya

KB

2. Adanya 1) Faktor Tenaga kesehatan (3

kesenjangan pada lingkungan/Environment bidan), yang telah aktif

Cakupan peserta  Kurangnya dukungan memberikan penyuluhan

KB aktif keluarga untuk pemasangan ke utamanya ibu dengan

KB pada pasangan usia subur masa subur untuk

2) Faktor perilaku / Life styles. menggunakan KB

 Para ibu menganggap bahwa Sarana penyuluhan

memasang KB banyak efek memadai (12 posyandu)

sampingnya,sehingga takut Sarana transportasi relatif

untuk melaksanakan KB mudah

 Kurangnya pengetahuan ibu 

tentang macam-macam KB

dan manfaatnya

 Anggapan ibu dan suaminya

50
jika sudah KB akan sulit

memiliki anak lagi

 Persepsi bahwa banyak anak,

banyak rejeki. Sehingga tidak

dilakukan pemasangan KB

3) Faktor pelayanan kesehatan /

Medical care services

 Kurangnya penyuluhan

tentang KB oleh tenaga

kesehatan

- Sedikitnya jumlah tenaga

kesehatan (bidan, dokter)

yang mampu memberi

pelayanan KB

No Permasalahan Faktor Resiko Potensial Sumber Daya

Kesehatan Anak

Adanya 1) Faktor Tenaga kesehatan (3

kesenjangan pada Lingkungan/environment bidan), yang telah aktif

KN2 dan  Masyarakat tidak mengetahui memberikan penyuluhan

Kunjungan Balita program kunjungan balita ke masyarakat tentang


3.
2) Faktor Pelayanan Kesehatan pentingnya kunjungan

 Kurang aktifnya tenaga medis bayi, dan balita

memberi penyuluhan tentang Sarana penyuluhan

kunjungan balita memadai (12 posyandu)

51
 Kurang aktifnya kader Sarana transportasi relatif

posyandu dalam memberi mudah

informasi tentang kunjungan

balita

 Kurang telitinya kader dalam

pencatatan kunjungan balita

3) Faktor Perilaku/lifestyles

 Kurangnya pengetahuan ibu

tentang pentingnya

memeriksakan bayinya, dan

bukan hanya saat sakit saja

Ibu yang bekerja, sehingga

banyak yang menomorduakan

balitanya

LEMBAR KERJA 5

PENILAIAN KETEPATAN INTERVENSI

A. Permasalahan / Health Issue

ISPA

NO Strategi / Intervensi P E A R L

1 Sosialisasi / penyuluhan perihal pentingnya Y N Y Y Y

52
mengetahui pencegahan dan gejala ISPA

2 Pembagian pamflet berisi penyakit ISPA Y N Y Y Y

3 Sosialisasi / penyuluhan tentang Perilaku hidup Y N Y Y Y

bersih dan sehat (PHBS)

4. Meningkatkan jumlah kader kesehatan, Y N Y Y Y

menggiatkan kegiatan kader yang telah ada, dan

melakukan pembinaan kepada kader agar kader

lebih aktif melakukan penyuluhan dan konseling

kepada masyarakat di setiap kesempatan

Program dari Puskesmas

NO Strategi / Intervensi P E A R L

1 Survey PHBS pada tatanan rumah tangga Y N Y Y Y

2 Penyuluhan pada masyarakat tentang ISPA Y Y Y Y Y

3 Penemuan secara dini penderita ISPA Y N Y Y Y

4 Pengobatan penderita secara lengkap Y N Y Y Y

5 Kunjungan rumah untuk kasus pneumonia balita Y N Y Y Y

B. Kesehatan ibu : Kesenjangan pada program ibu nifas

NO Strategi / Intervensi P E A R L

1 Penyuluhan kepada masyarakat terutama ibu-ibu hamil Y N Y Y Y


mengenai pentingnya:

- kunjungan ANC (ANC dini, minimal ANC, ANC rutin,


resiko komplikasi bagi bumil resti dan pemeriksaan
bayi setelah lahir)

53
- pencegahan komplikasi pada ibu nifias

2 Meningkatkan jumlah kader kesehatan, menggiatkan Y N Y Y Y


kegiatan kader yang telah ada, dan melakukan pembinaan
kepada kader agar kader lebih aktif melakukan
penyuluhan dan konseling kepada masyarakat di setiap
kesempatan

3 Pembagian leaflet kepada ibu hamil dan masyarakat Y N Y Y Y


berisi pentingnya ANC

Program dari Puskesmas


NO Strategi / Intervensi P E A R L
1 Peningkatan akses pelayanan antenatal (cakupan K1) Y N Y Y Y
2 Peningkatan standar pelayanan ibu hamil (cakupan K4) Y N Y Y Y
3 Kelas ibu hamil Y N Y Y Y

4 Deteksi dini risiko tinggi ibu hamil oleh masyarakat Y N Y Y Y


5 Kunjungan rumah bumil resiko tinggi Y N Y Y Y

C. Status Kesehatan : Kesehatan Anak

NO Strategi / Intervensi P E A R L

1 Penyuluhan pada masyarakat terutama ibu-ibu hamil dan Y N Y Y Y

ibu yang memiliki anak usia bawah lima tahun mengenai

pentingnya posyandu, kunjungan dari neonatus, bayi, dan

balita, dan mengenai ASI eksklusif

2 Meningkatkan jumlah kader kesehatan, menggiatkan Y N Y Y Y

kegiatan kader yang telah ada, dan melakukan pembinaan

kepada kader agar kader lebih aktif melakukan

penyuluhan dan konseling kepada masyarakat di setiap

kesempatan serta aktif mengajak masyarakat untuk ikut

posyandu

54
3 Meningkatkan peranan aktif tokoh masyarakat dalam Y N Y Y Y

memotivasi masyarakat terutama ibu-ibu agar mau

melakukan pemeriksaan kehamilan demi kesehatan bayi

di dalam kandungan, melakukan kunjungan neonates,

bayi, dan balita

4 Pemasangan pamflet dan poster ditempat umum pengenai Y N Y Y Y

pentingnya kesehatan anak

Program dari Puskesmas

NO Strategi / Intervensi P E A R L

1 Pemeliharaan kesehatan anak serta bayi, anak balita Y N Y Y Y

dan anak prasekolah sampai usia lanjut

2 BIAS campak dan DT Y N Y Y Y

3 Skrening kesehatan SD, SMP, SMA Y N Y Y Y

4 Pembinaan kesehatan di sekolah Y N Y Y Y

5 Pelatihan kader kesehatan sekolah Y N Y Y Y

D. IMUNISASI

NO Strategi / Intervensi P E A R L

1 Sosialisasi / penyuluhan tentang pentingnya imunisasi dan Y N Y Y Y

jadwal imunisasi

2 Meningkatkan jumlah kader kesehatan, menggiatkan Y N Y Y Y

kegiatan kader yang telah ada, dan melakukan pembinaan

kepada kader agar kader lebih aktif melakukan penyuluhan

55
dan konseling kepada masyarakat di setiap kesempatan

serta aktif melakukan diskusi saat pelaksanaan imunisasi

4 Pembagian leaflet kepada masyarakat terutama ibu - ibu Y N Y Y Y

tentang Imunisasi

Program dari Puskesmas Pembantu Dandangan

NO Strategi / Intervensi P E A R L

1 Penyuluhan tentang Imunisasi oleh tenaga kesehatan Y N Y Y Y

2 Menempel poster tentang imunisasi di rumah kader/pustu Y N Y Y Y

4 Pemberian informasi saat kunjungan imunisasi Y N Y Y Y

56