You are on page 1of 4

PENERAPAN SISTEM PENILAIAN TRAUMA REVISED TRAUMA SCORE (RTS)

UNTUK MENENTUKAN MORTALITAS PASIEN TRAUMA DI TRIAGE


INSTALASI GAWAT DARURAT

Didik Saudin1, Mukamad Rajin1


Prodi Studi Profesi Keperawatan FIK UNIPDU
didik.saudin@yahoo.com / mukhamadrajin@yahoo.com

ABSTRAK
Latar Belakang: Trauma adalah suatu kondisi yang disebabkan cedera atau luka, karena Trauma
adalah sebuah acara yang holistik, berpotensi mengganggu aktivitas untuk pasien. Penilaian yang
paling praktis untuk nilai trauma dengan kondisi darurat dan yang paling sederhana adalah RTS,
hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa skala bantuan ini di triage dari trauma dan
memprediksi kematian
Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi non-parametrik
(Chi-Squre), yang akan membuktikan bahwa penjurian dari RTS memiliki hubungan dengan tingkat
kematian serta prognosis dan pengobatan
Hasil: penilaian Gunakan RTS menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peringkat
RTS dengan prediktor mortalitas pada kasus trauma. RTS sangat baik sehingga jika digunakan
dalam kasus pra-rumah sakit atau layanan triase ruang gawat darurat Kesimpulan: RTS menjadi
salah satu sistem penilaian alternatif dalam kasus trauma. RTS bantuan efektif terhadap prediktor
kematian, prognosis atau pengobatan trauma pada kasus trauma
Kata Kunci: Trauma, Ravisid Trauma Score (RTS)

ABSTRACT
Background : Trauma is a condition caused injury or injury, therefore Trauma is an event that is
holistic, potentially disrupting activity for patients. The most practical assessment for value trauma
to the emergency conditions and the simplest is the RTS, results of several studies indicate that the
scale of this aid in the triage of trauma and predict mortality.
Method : The method used in this study using a non-parametric correlation test (Chi-squre), which
will prove that the judging of RTS has a relationship with a mortality rate as well as the prognosis
and treatment.
Result : Use RTS assessment indicates that there is a significant relationship between ratings RTS
with mortality predictor in cases of trauma. RTS is very good so if used in the case of pre-hospital or
emergency room triage services.Conclusion : RTS become one of the alternative assessment system
in trauma cases. RTS help is effective against predictors of mortality, prognosis or treatment of
trauma on trauma cases
Keyword : Trauma, Value Revised Trauma Score (RTS)

PENDAHULUAN hilangnya produktivitas seseorang (Komisi


Trauma IKABI, 2014). Definisi ini memberikan
Trauma adalah penyebab terbesar ketiga
gambaran superficial dari respon fisik terhadap
kematian dan kecacatan diseluruh dunia
cedera.
terutama usia dekade ke empat di negara
berkembang lebih dari 5 juta orang meninggal WHO mengemukakan bahwa kecelakaan lalu
akibat trauma pada tahun 2002, lebih dari 90% intas akan menjadi penyebab ketiga penyakit
tejadi di Negara berkembang (Carolina, 2015). utama di dunia pada tahun 2020. Setiap tahun
Trauma merupakan keadaan yang disebabkan 1,2 juta orang tewas dalam kecelakaan di jalan
oleh luka atau cidera. Trauma adalah kejadian dan lebih dari 50 juta orang terluka atau
yang bersifat holistic dan dapat menyebabkan cacat,85 % kematian dan 90% dai kecacatan

12
Didik Saudin, Penerapan Sistem Penilaian Trauma Revised Trauma Score (RTS) 13

terjadi di Negara berkembang. Di Negara iran Squre), yang akan membuktikan bahwa penilian
kecelakaan terkait kematian memiliki situasi RTS memiliki hubungan dengan tingkat
kritis dengan tingkat peningkatan 10-15 % mortalitas serta prognosis dan perawatan.
setiap tahun. Kecelakan adalah penyebab kedua Pemilihan sampel pasien dengan trauma
kematian di iran yang di peringkat pertama dari kecelakaan lalu lintas dilakukan di Ruang
kecelakaan di dunia (Heydari-Khayat, 2013). Triage IGD dengan wawancara klinis dan
pemeriksaan langsung dengan menggunakan
Hasil dari penelitian sebelumnya menunjukkan
ceklist RTS, yakni menilai 3 komponen
bahwa dari 378 pasien dengan masa perawatan
parameter: GCS, SBP dan RR. Setelah
di rumah sakit setelah trauma cidera otak akut
terkumpulnya semua data dari hasil perhitungan
dan dibawa perawatan di tingkat satu di pusat
RTS kemudian dilakukan analisa data korelasi.
trauma antara septemper 1997 sampai 1998,
didapatkan 17,46% meninggal, 2,62% dirujuk
HASIL
ke panti jompo dan 20,37 % untuk pusat
rehabilitasi, 7,67 % menerima pelayanan Menurut kajian penelitian ini, mengaplikasikan
kesejahteraan dan 51,85 % dipulangkan dari metode RTS itu 7-8 terdapat 0,8%, 9-10
rumah sakit tanpa perlu pengawasan. Penelitian terdapat 4.2%, dan 11-12 terdapat 95%. Semua
ini ditetapkan bahwa RTS (Revised Trauma korban dengan skor trauma yakni 7-8 memiliki
Score) injury dapat digunakan sebagai beberapa trauma. Pasien dengan RTS dari 9-10
memprediksi kriteria setelah periode rawat inap memiliki luka di kepala dan leher adalah 30%,
dan berguna dalam hal kebutuhan pelayanan cedera perut 10%, dan beberapa trauma 60%.
rehabilitasi (Heydari-Khayat, 2013) Oleh karena itu, ada korelasi yang signifikan
Kematian akibat kecelakaan lalu lintas antara RTS pertama dengan angka kematian
diperkirakan meningkat 83 % di negara pasien traumatik dalam 24 jam pertama rawat
berkembang, akibat trauma berupa kecacatan inap (p= 0,001, df = 2, χ2 = 97,838). 20% dari
fisik, psikologis dan ekonomi. RTS adalah kematian terjadi pada pasien dengan skor RTS
sebuah skor fisiologis keparahan cidera dan 7-8 dan 80% di korban dengan skor RTS dari 9-
data yang diperoleh terdiri dari Glasgow coma 10.
scale (GCS), Sistolik Blood Presure (SBP) dan Terdapat 8 sampel yang dilakukan penelitian
tingkat Respirasi (RR). RTS diperkenalkan oleh terdapat 4 pasien mengalami cidera otak ringan
Champion et al (1983), sistem ini paling banyak dan 4 pasien mengalami cidera otak sedang.
digunakan sistem penilaian fisiologis. Sistem Tidak membedakan jenis kelamin dan umur
RTS ini menggabungkan nilai GCS dengan laju pada pasien yang dilakukan pengkajian atau
respirasi dan tekanan darah sistolik (Salim, observasi RTS. Penyebab cedera adalah
2015). kecelakaan lalu lintas (100%), 37,5% kerusakan
Penggunaan sistem RTS kita dapat pada ekstremitas bawah, 25% kepala dan leher
menggabungkan dari nilai GCS dengan laju RR cedera, 25% ekstremitas atas cedera, 12,5%
dan SBP. Untuk pelayanan Rumah sakit, RTS dari pasien meninggal. Nilai RTS pasien
membantu untuk memutuskan tingkat respons dengan nilai RTS 12 yakni 62,5%, RTS 11 ada
dari hasil nilai RTS yang akan dihubungkan 25%, nilai RTS 10 ada 12,5%.
dengan tingkat mortalitas sehingga akan Tabel 1 : Uji Analisis Statistik
memberikan pelayanan dan penatalaksanaan
Chi-Square Tests
yang cepat dan tepat dalam memberikan
Value df Asymp. Sig.
tindakan pada kondisi kegawatdaruratan trauma Pearson Chi-Square 8,000a 2 ,018
(Salim, 2015). Likelihood Ratio 8,997 2 ,011
Linear-by-Linear 5,303 1 ,021
METODE Association
Penilaian RTS dilakukan segera setelah pasien N of Valid Cases 8
cedera, umumnya dilakukan saat sebelum
masuk rumah sakit atau berada di unit gawat Tabel 2 : Uji Frekuensi Mortaliti
darurat saat triage pertama atau ketika MORTALITY
penanganan primary survey. Metode yang Freq % Val % Cumulative %
digunakan dalam penelitian ini menggunakan Valid 37 6 75,0 75,0 75,0
metode non-parametrik yaitu uji korelasi (Chi- 70 2 25,0 25,0 100,0
14 Jurnal Kesehtan Hesti Wira Sakti, Volume 5, Nomor 1, April 2017. Hlm. 12 - 15

MORTALITY Temuan lain dari penelitian ini yang


Freq % Val % Cumulative % dikonfirmasi bahwa kemampuan RTS untuk
Valid 37 6 75,0 75,0 75,0 memprediksi mortalitas pasien trauma. Skala ini
70 2 25,0 25,0 100,0 memiliki angka kematian nilai prediksi yang
Tot 8 100,0 100,0 lebih besar dibandingkan dengan lainnya.
Hasil SPSS yang digunakan untuk menganalisa Dalam studi ini, pasien dengan RTS kurang dari
data terdapat atau ada korelasi yang signifikan 7 diperlakukan lebih cepat daripada pasien
antara Revised Trauma Score (RTS) dengan trauma lain dan menunjukkan kematian
angka mortalitas pada pasien traumatik dengan tertinggi. Dalam penelitian ini, sensitivitas dan
nilai signifikan (p=0,18 < 0,05) Ada hubungan spesifisitas RTS dalam memprediksi kematian
hasil RTS dengan tingkat mortalitas serta pasien memiliki presentasi 98% ( Jin J at al.,
prognosis dan perawatan. 2006).
Menurut hasil penelitian ini, dapat dinyatakan
PEMBAHASAN bahwa RTS sangat membantu dalam klasifikasi
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa RTS pasien trauma dan prediksi mortalitas mereka
dapat digunakan sebagai alat untuk terutama ketika di intalsai kegawatan. Oleh
memprediksi angka kematian pasien trauma. karena itu RTS dapat bertindak sebagai alat
RTS memiliki aplikasi universal di bidang pra- triage prediktor untuk memprediksi kematian
rumah sakit dan memberikan kemudahan dan memprioritaskan perawatan pasien trauma
prediktif di instalasi kegawatan rumah sakit dengan intensitas yang berbeda terutama ketika
pada pasien trauma. Beberapa studi berhadapan dengan kurangnya sumber daya.
menunjukkan keakuratan RTS di prediksi Penerapan alat lainnya dapat meningkatkan
konsekuensi terhadap trauma kecelakaan. Salah nilai prediksi mortalitas pada pasien trauma dan
satu aplikasi penting dari skala tersebut adalah meminimalkan kemungkinan kesalahan dalam
prediksi angka mortalitas pada pasien trauma memprioritaskan dan perawatan pasien.
dan pemilihan pasien lebih kritis untuk
perawatan di pusat-pusat trauma khusus. Dalam KESIMPULAN & SARAN
penelitian ini, hubungan RTS dengan kematian Trauma atau cidera seringkali menyebabkan
dalam 24 jam pertama dinilai baik serta efektif terjadi gangguan fisiologis pada tubuh. Bila
pada pasien trauma. Trauma tidak diketahui dengan cepat dan tidak
Hasil yang diperoleh menunjukkan hubungan ditangani dengan tepat maka akan berakibat
yang signifikan antara RTS dan tingkat fatal yakni memiliki prognosis yang kurang
kematian dalam 24 jam pertama rawat inap baik pada pasien trauma, karena perawatan
pada pasien trauma. Hal itu juga ditemukan pada pasien trauma yang seharusnya menerima
dalam penelitian ini bahwa sebagian besar penanganan segera tidak terindentifikasi dengan
kematian korban terlihat di nilai RTS 6-2 pasien baik dan segera. RTS menjadi salah satu
(sensitivitas 88% sampai 90% kematian). alternative sistem penilaian pada kasus kasus
Beberapa studi telah meneliti hubungan level trauma. RTS membantu secara yang efektif
trauma dengan tingkat kematian di seluruh terhadap prediktor tingkat mortalitas, prognosis
dunia dengan lebih atau kurang hasil yang trauma atau perawatan pada kasus trauma.
sama. Mengukur RTS dalam lebih cepat dari 24 Penilaian RTS dapat diaplikasikan pada
jam dapat menyebabkan hasil yang lebih. kejadian trauma. Dari beberapa pasien yang
dilakukan aplikasi RTS di Triage IGD
Penilaian RTS dianggap sebagai variabel didaptkan hasil bahwa terdapat hubungan yang
prediktor. Selain itu juga menunjukkan bahwa signifikan antara Revised Trauma Score (RTS)
adanya hubungan terbalik yang signifikan ada dengan tingkat mortaitas dan perawatan.
antara tingkat kematian dalam 24 jam pertama Aplikasi penggunaan Revised Trauma Score
rawat inap dan RTS. Selain itu, RTS akan lebih (RTS) untuk pasien trauma perlu dijadikan
baik digunakan dalam triage pasien trauma dan sebagai salah satu standart operasional prosedur
prediksi mortalitas mereka dan mungkin pada semua kasus trauma dipelayanan Triage
bermanfaat jika digunakan bersama dengan alat IGD. Dimana merupakan salah satu modal
triage lainnya. aplikasi tindakan dalam mempercepat primery
survey dan pre hospital (EMS maupun IGD)
DISKUSI dalam pelayanan gawat darurat.

14
Didik Saudin, Penerapan Sistem Penilaian Trauma Revised Trauma Score (RTS) 15

DAFTAR PUSTAKA within the First 24 hours of


Hospitalization. . 16(11):33-36.
Ikatan Ahli Bedah Indonesia. Komisi Trauma
IKABI. (2014). Advanced Trauma Life Jin J, Shao J, He X and Yao M. (2006).
Support for Doctors. America College of Application of revised trauma program in
Surgeon Committee on Trauma. emergency treatment of multiple injury.
Chinese Med J. 119(5): 426-429.
Chawda MN, Hildebrand F, Pape HC and
Giannoudis PV. (2004). Predicting Rapsang, Amy Grace and Devajit C.S. (2015).
outcome after multiple trauma: Which Scoring Systems of Severity in Patient
scoring system Injury. 35(4): 347-358. with Multiple Trauma. elsevier.es/cirugia.
213-221.
Heydari-Khayat, Nastaran at al. (2013).
Correlations of Revised Trauma Score Salim, Caroline. (2015). Sistem Penilaian
with Mortality Rate of Traumatic Patients Trauma. kalbe medicon. vol.42 no.9