You are on page 1of 15

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Motor Diesel merupakan motor pembakaran dalam (Internal Combustion Engine),
dimana motor bakar yang proses pembakarannya terletak didalam motor itu sendiri.
Pembakaran pada motor diesel dihasilkan oleh adanya bahan bakar, udara bersih serta adanya
panas. Disini panas dihasilkan karena adanya tekanan yang dihasilkan oleh pistonpada
langkah kompresi di dalam silinder sehingga mampu meningkatkan suhu pada ruang bakar,
maka bahan bakar akan terbakar dengan sendirinya.Penemu motor Diesel adalah seorang ahli
dari Jerman, bernama RUDOLF DIESEL. Ia mendapat hak paten untuk mesin Diesel pada
tahun 1892, tetapi mesin Diesel tersebut baru dapat dioperasikan dengan baik pada tahun
1897.
Berdasarkan langkah kerja dalam proses pembakaran, sepeda motor dapat dibedakan
menjadi dua tipe, yaitu motor 4 tak dan motor 2 tak. Perbedaan dari kedua tipe motor
tersebut terlihat dari konstruksi mesinnya.

Pada motor 4 tak ada 4 tahap yaitu Intake (penghisapan), Kompresi, Combustion
(Pembakaran), Exhaust (Pembuangan). Sedangkan pada motor 2 tak hanya ada 2 tahap yaitu
Exhaust (Pembuangan) dan Langkah Buang (Down Ward Stroke), mesin 2 tak ini ditemukan
oleh Sir Dugald clerk pada abad ke 19 dari Inggris. Sedangkan Mesin diesel adalah sejenis
mesin pembakaran dalam; lebih spesifik lagi, sebuah mesin pemicu kompresi, dimana bahan
bakar dinyalakan oleh suhu tinggi gas yang dikompresi, dan bukan oleh alat berenergi lain
(seperti busi).

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu motor diesel ?
2. Apa itu motor diesel 4 langkah ?
3. Apa saja bagian – bagian dari mesin diesel ?
4. Bagaimana prinsip kerja dari motor diesel 4 langkah ?
C. Tujuan
1. Agar mengerti tentang apa yang dimaksud dengan motor diesel.
2. Untuk menjelaskan tentang motor diesel 4 langkah.
3. Menjelaskan tentang bagian – bagian dari mesin diesel.
4. Menjelaskan bagaimana prinsip kerja dari motor diesel 4 langkah.
BAB II

PEMBAHASAN

Motor Diesel merupakan motor pembakaran dalam (Internal Combustion Engine),


dimana motor bakar yang proses pembakarannya terletak didalam motor itu sendiri. Mesin
empat langkah adalah mesin yang melengkapi satu siklusnya yang terdiri dari proses kompresi,
ekspansi, buang dan hisap selama dua putaran poros engkol
Motor Diesel umumnya mempunyai beberapa konstruksi utama diantaranya adalah
torak, batang torak, poros engkol, katup, pompa bahan bakar bertekanan tinggi dan mekanisme
penggerak lainnya. Daya yang dihasilkan Motor Diesel diperoleh melalui pembakaran bahan
bakar yang terjadi didalam silinder. Hal ini menyebabkan gerakan translasi torak didalam
silinder yang dihubungkan dengan poros engkol pada bantalannya melalui batang penghubung
(Conneting Rod). Untuk menjamin performance kerjanya Motor Diesel setabil ada berbagai
faktor yang harus diperhatikan, terutama parameter- parameter yang saling mempengaruhi,
disamping tindakan pemeliharaan, perawatan ataupun perbaikan bila terjadi kerusakan pada
bagian-bagian yang mengalami kerusakan. Dalam pengoperasiannya, sering kita jumpai
perubahan daya motor yang dihasilkan, temperatur pembakaran, tekanan kompresi dan
sebaginya, terutama pada motor-motor yang sudah lama dioperasikan.
Bagian-bagian mesin diesel
Untuk lebih jelasnya tentang sebuah mesin diesel perhatikan gambar berikut ini
Keterangan gambar bagian - bagian mesin diesel.

1. Rocker arm, adalah salah satu bagian penting dari komponen mesin diesel yang posisinya
berada di atas cilinder head, fungsi dari rocker arm ini adalah mengatur gerakan valve,
kapan waktunya menutup dan kapan waktunya terbuka. Semuanya diatur oleh rocker arm
ini.
2. Valve spring , ini juga salah salah satu komponen penting dari sebuah mesin diesel, ia
bertugas sebagai penghubung antara rocker arm dengan valve.
3. Cilinder head, ini merupakan bagian kepala dari sebuah cilinder, makanya itulah ia
disebuat sebagai cilinder head. pada cilinder head inilah tempat valve berada, baik itu
valve hisap maupun juga valve buang.
4. Valve, mesin diesel tidak akan menyala jika tidak ada valve, fungsi dari valve ini adalah
mengatur udara masuk dan keluar serta sebagai penutup lubang saat terjadi kompresi.
5. Cylinder , didalam ruang cylinder inilah sebuah udara yang dimampatkan hingga tercapai
sebuah suhu udara sampai 500 derajat celsius. dan di dalam cylinder itu pula sebuah
ledakan terjadi. dan ledakan tersebut berasal dari udara yang dimampatkan dan diberi
bahan bakar yang berbentuk kabut , kedua bahan tersebut akan terbakar di dalam ruang
cylinder tersebut.
6. Engine block , terbuat dari logam campuran yang tahan panas, ia sebagai dinding dari
sebuah cylinder.
7. Piston , gerakannya naik turun dari TMA ke TMB atau sebaliknya. gerakan naik turun
dari piston tersebut dihubungkan dengan connecting rod yang segera dirubah menjadi
gerakan berputar oleh crankshaft.
8. Crankshaft ini fungsinya sebagai penghubung antara connecting rod yang satu dengan
lainnya. selain itu cranksaft juga yang mengubah gerakan naik turun piston diubah
menjadi gerakan berputar dan gerakan putar ini dihubungkan ke gearbox.
9. Charkshaft timing gear , camshaft timing gear , camshaft , cam , cam follower serta
pushroad , semuannya adalah satu kesatuan dari komponen mesin diesel yang berfungsi
untuk mengontrol gerakan rocker arm dalam bertugas mengatur gerakan valve. .
Dalam pembahasan yaitu akan menjelaskan tentang prinsip kerja dari motor diesel
4 langkah,

Secara garis besar mesin diesel dibagi menjadi 2 yaitu mesin diesel 4 langkah (4 tak) dan
mesin diesel 2 langkah (2 tak). Disini kita akan membahas prinsip kerja mesin diesel 4 langkah
atau sering disebut mesin diesel 4 tak.

1. Daur/prinsip kerja mesin diesel 4 langkah


Urutan kejadian yang berulang secara teratur dan dalam urutan yang sama disebut sebuah daur
(Cycle). Beberapa kejadian berikut, membentuk sebuah daur kerja mesin diesel :

 Daur kerja mesin diesel yang pertama adalah Mengisi silinder dengan udara segar.
 Daur kerja mesin diesel yang kedua adalah Penekanan isi udara yang menaikkan suhu
sehingga kalau bahan bakar di injeksikan, akan segera menyala dan terbakar secara
efisien
 Daur kerja mesin diesel yang ke3 yaitu Pembakaran bahan bakar dan pengembangan gas
panas.
 Mengosongkan hasil pembakaran dari silinder.
Secara singkat prinsip kerja mesin diesel 4 langkah yaitu seperti penjelasan diatas Kalau
keempat kejadian pada mesin diesel ini diselesaikan, maka daur diulangi. Kalau masing-
masing dari keempat kejadian ini memerlukan langkah torak yang terpisah, maka daurnya
disebut daur empat langkah maka disebut mesin diesel 4 langkah.
a. Titik Mati (dead centers) mesin diesel 4 langkah
Kedudukan torak mesin diesel ketika berada paling dekat dengan kepala silinder dan
paling jauh dari kepala silinder disebut berturut-turut titik mati atas (top) dan titik mati bawah
(bottom), yang ditandai dengan t.m.a dan t.m.b. alasan penandaan ini adalah bahwa pada
kedudukan ini garis tengah pena engkol berada pada bidang yang sama dengan garis tengah pena
torak, tap poros serta torak tidak dapat digerakan oleh tekanan gas. Gaya gerak harus datang dari
putaran pena engkol yang bekerja melalui batang engkol.

b. Kejadian Utama/prinsip kerja mesin diesel 4 langkah


Empat kejadian utama mesin diesel ditunjukkan secara skematis dalam gambar dibawah.
Selama kejadian pertama, atau langkah hisap mesin diesel (suction), torak bergerak turun, ditarik
oleh batang engkol r, ayang diujung bawahnya digerakkan oleh engkol c. Torak, yang bergerak
menjauhi kepala silinder, menimbulkan vakum dalam silinder, dan udara luar ditarik atau di
hisap ke dalam silinder melalui katup pemasukan I yang terbuka disekitar awal langkah isap dan
tetap terbuka sampai torak mencapai t.m.b.

Kalau torak telah melalui t.m.b, maka kejadian kedua, atau langkah kompresi, dimulai,
katup pemasukan menutup dan torak yang didorong keatas oleh engkol dan batang engkol,
menekan udara di dalam silinder dan menaikkan suhunya. Segera sebelum torak mencapai t.m.a,
maka nbahan bakar cair dalam bentuk semprotan kabut halus dimasukkan sedikit demi sedikit
kedalam udara panas didalam silinder. Bahan bakar menyala dan terbakar selama bagian pertama
dari langkah kerja, sehingga menaikkan tekanan didalam silinder. Selama langkah yang ketiga
ini yang disebut langkah kerja atau langkah daya, gas panas mendorong torak turun atau maju.
Gas mengembang dari volume silinder yang membesar dan melalui batang engkol dan engkol
meneruskan energi yang ditimbulkan kepada poros engkol yang berputar.
Berikut ini gambar prinsip kerja mesin diesel 4 langkah ( 4 tak) :

Gambar: Kejadian dalam daur empat langkah.

keterangan gambar prinsip kerja mesin diesel 4 langkah :


1. langkah isap mesin diesel.
2. langkah kompresi mesin diesel.
3. langkah kerja mesin diesel.
4. langkah buang mesin diesel.

Segera sebelum torak mencapai t.m.b, katup buang e, membuka dan hasil pembakaran
yang panas dan masih bertekanan tinggi mulai lari melalui lubang buang keluar. Selama kejadian
keempat, atau langkah buang, torak bergerak ke atas, di dorong oleh engkol dan batang engkol,
mengusir hasil pembakaran yang tersisa.

Di dekat t.m.a katup buang ditutup, katup pemasukan dibuka dan daur dimulai kembali.
Seperti dapat dilihat, keempat langkah memerlukan dua putaran dari poros engkol. Jadi dalam
mesin empat langkah , satu langkah daya diperoleh untuk tiap dua putaran poros engkol, atau
banyaknya impuls daya tiap menit adalah setengah putaran/ menit ternilai (rating).

c. Pengaturan waktu kejadian mesin diesel 4 langkah


Kenyataannya titik pemisah antara keempat kejadian utama tidak bersekutu dengan awal
dan akhir langkah yang bersangkutan. Perbedaannya lebih kecil dalam mesin kecepatan rendah
dan membesar dengan meningkatnya kecepatan mesin. Katup pemasukan mulai membuka
sebelum t.m.a, dengan 10 sampai 25 derajat perjalanan engkol. Pendahuluan ini memungkinkan
katup cukup terbuka pada t.m.a, ketika torak mulai langkah isap. Katup pemasukan ditutup mulai
25 sampai 45 derajat setelah t.m.b. Penginjeksian bahan bakar dimulai dari 7 sampai 27 derajat
sebelum t.m.a. Akhir penginjeksian bahan bakar tergantung pada beban mesin. Untuk
melepaskan tekanan gas buang sebelum torak memulai langkah balik, katup buang mulai
membuka 30 sampai 60 derajat sebelum t.m.b, dan menutup 10 sampai 20 derajat setelah t.m.a.

d. Kompresi mesin diesel


Terdapat dua manfaat dalam menekan isi udara selama langkah kedua atau langkah
kompresi: Pertama menaikkan efisiensi panas atau efisiensi total dari mesin dengan menaikkan
densiti pengisian sehingga diperoleh suhu yang lebih tinggi selama pembakaran; ini dilakukan
pada semua motor bakar, baik dari jenis penyalaan cetus api (busi) maupun penyalaan kompresi.
Yang kedua, untuk menaikkan suhu udara pengisian sedemikian rupa sehingga kalau kabut halus
dari bahan bakar di injeksikan ke dalamya, maka bahan bakar akan menyala dan mulai terbakar
tanpa memerlukan sumber penyalaan dari luar misalnya busi yang digunakan dalam mesin
bensin.

e. Perbandingan kompresi
Perbandingan kompresi dari motor bakar adalah perbandingan dari volume V1.inci kubik,
dari gas dalam silinder dengan torak dengan t.m.b, terhadap volume V2 dari gas, dengan torak
pada t.m.a, Perbandingan kompresi ditandai dengan R;
f. Pembakaran mesin diesel 4 langkah
Terdapat dua metoda yang berbeda dari pembakaran bahan bakar dalam silinder mesin :

• Pada volume konstan


Pembakaran pada volume konstan berarti bahwa selama pembakaran volumenya tidak
berubah dan semua energi panas yang ditimbulkan oleh bahan bakar menjadi kenaikan suhu dan
tekanan gas. Dalam sebuah mesin berarti bahwa pembakaran diproses pada kecepatan
sedemikian tinggi sehingga torak tidak mempunyai waktu untuk bergerak selama pembakaran.
Pembakaran semacam ini diperoleh ketika torak pada t.m.a, keuntungan dari metode pembakaran
bahan bakar ini adalah efisiensi panas yang tinggi. Kerugiannya adalah kenaikan tekanan yang
sangat mendadak dan mengakibatkan kebisingan pada mesin. Pembakaran semacam ini kira-kira
didekati dalam mesin bensin penyalaan cetus api.

•Pada tekanan konstan


Pembakaran pada tekanan konstan, berarti bahwa selama pembakaran suhunya naik
dengan kecepatan sedemikian sehingga kenaikan tekanan yang dihasilkan kira-kira cukup untuk
melawan pengaruh pertambahan volume disebabkan gerakan torak, dan tekanan tidak berubah.
Energi panas yang ditimbulkan oleh bahan bakar sebagian berubah menjadi kenaikan suhu gas
dan sebagian menjadi kerja luar yang dilakukan. Dalam mesin dengan pembakaran tekanan
konstan, bahan bakar dibakar sedikit demi sedikit sehingga tekanan yang diperoleh pada akhir
langkah kompresi dipertahankan selama seluruh proses pembakaran. Pembakaran semacam ini
digunakan dalam mesin disel injeksi udara kecepatan rendah yang asli. Keuntungannya adalah
mesin berjalan dengan halus, sehingga menghasilkan momen puntir lebih merata karena tekanan
pembakaran yang diperpanjang. Tetapi tidak sesuai untuk mesin minyak kecepatan tinggi.
Mesin diesel kecepatan tinggi modern beroperasi pada daur yang merupakan kombinasi
dari kedua metoda diatas, dan disebut juga daur dwi- pembakaran (dual-combustion); satu bagian
bahan bakar dibakar dengan cepat, hampir dengan volume konstan dekat t.m.a sisanya dibakar
sewaktu torak mulai bergerak menjauhi t.m.a, Tetapi tekanan tingginya tidak konstan, melainkan
biasanya pertama kali naik kemudian turun. Secara umum daur ini lebih menyerupai daur
pembakaran volume konstan dari pada daur mesin diesel asli. Keuntunganya adalah efisiensi
tinggi dan penggunaan bahan bakar hemat. Kekurangannya adalah sulitnya mencegah operasi
yang kasar dan bising dari mesin.

.
BAB III

A. Kesimpulan
Motor diesel merupakan salah satu bentuk motor pembakaran dalam ( internal
combustin engine ) di samping motor bensi dan turbin gas. Motor diesel disebut dengan
motor penyalaan kompresi ( comprssion ignitional engine ) karena penyalaan bahan
bakarnya diakibatkan oleh suhu kompresi udara dalam ruang bakar. Dilain pihak motor
bensin disebut penyalaan bahan bakar diakibatkan oleh percikan bunga api listrik dari
busi.
Cara pembakaran dan pengatomisasian ( atomizing ) bahan bakar pada motor
diesel tidak sama dengan motor bensin. Pada motor bensin pencampuran bahan bakar dan
udara melalui karburator dimasukkan ke dalam silinder dan dibakar oleh nyala listrik dari
busi. Pada motor diesel yang diisap oleh torak dan dimasukkan ke dalam ruang bakar
hanya udara, yang selanjutnya udara tersebut dikompresikan sampai mencapai suhu dan
tekanan yang tinggi. Beberapa saat sebelum torak mencapai titik mati atas ( TMA ) bahan
bakar solar diinjeksikan ke dalam ruang bakar. Dengan suhu dan tekanan udara dalam
silinder yang cukup tinggi maka partikel – partikel bahan bakar akan menyala dengan
sendirinya sehingga membentuk proses pembakaran. Meskipun untuk motor diesel tidak
diperlukan system pengapian seperti halnya motor bensin, namun dalam motor diesel
diperlikan sistem injeksi bahan bakar yang berupa pompa injeksi ( injection pump ) dan
pengabut (injector ) serta perlengkapan bantu lain. Bahan bakar yang disemprotkan harus
mempunyai sifat dapat terbakar sendiri ( self ignition ).

B. Saran
1. Melakukan perawatan berkala atau tune up secara teratur yaitu sesuai dengan
buku petunjuk yang dikeluarkan oleh perusahaan mesin tersebut agar
gangguan – gangguan pada mesin seperti tenaga mesin berkurang dapat
diminimalisasi.
2. Hendaknya diperhatkan temperature dan tekanan kerja motor, bila terjadi
penyimpangan segera dilakukan pemeriksaan agar tidak menyebabkan
kerusakan yang fatal.
3. Jangan mengoperasikan motor dalam temperature dan tekanan kerja yang
lebih tingg dari standart pabrik, sebab akan memperpendek umur pakai motor
tersebut.
4. Sistim pendingin motor diesel harus benar – benar diperhatikan, mengingat
temperatu motor diesel lebih tinggi dan apabila sistim pendingin tidak lancer
maka akan mengakibatkan keretakan pada silinder liner dan piston.
5. Mesin pada dasarnya merupakan suatu sistem, oleh karena itu antara
komponen satu dengan yang lain akan saling mendukung.Untuk menjaga
kinerja mesin tetap baik, perawatan mesin dan sistem pendukungnya perlu
dilakukan secara berkala.
BAB IV

Daftar pustaka

Anonim. (1979). Diesel Manual Handbook., Tokyo : Mitsubishi Motors.


Anonim. (1995). Materi Pelajaran Engine Group Step 2., Jakarta : PT Toyota –Astra
Motor.
https://a9imaulana.wordpress.com/2011/.../contoh-makalah-mesin-diesel
http://dokumen.tips/documents/makalah-motor-diesel-baru.html
http://dokumen.tips/download/link/makalah-motor-diesel-baru
http://dokumen.tips/download/document/?id=aT9TuZ8jI%2Frhb5UUBIHpSSdGM7PlXJ
2PSiqV2A%2BIMhaXNpFJuGmttDhmMJKFVnuc8LFFhL69uIG1AUZU1tr93Q
%3D%3D
http://sinau.blog.uns.ac.id/files/2011/10/jurnal-motor.docx
https://yefrichan.files.wordpress.com/2010/05/motor-bakar.doc

Jama,jalius,dkk.2008.teknik sepeda motor.Jakarta : Depdiknas.


Serway R.A., Jawett J.W., 2010. PHYSICS For Scientists and Engineers With Modern
Physics Book 2. Salemba teknika. Jakarta. 144-146.
www.bersosial.com › Forums › Sports › Otomotif
www.slideshare.net/helmijunaedi/makalah-motor-diesel
https://yefrichan.files.wordpress.com/2010/05/motor-bakar.doc