You are on page 1of 5

fase ini disebut fase folikuler (preovulatoir) yang berlangsung hari pertama menstruasi sampai

ovulasi.
Setelah terjadi ovulasi maka sel telur masuk ke dalam tuba dan diangkut ke kavum uteri.
Hal ini terjadi pada waktu ovulasi ujung ampula tuba menutup permukaan ovarium selanjutnya sel
telur digerakkan oleh peristaltik dan rambut getar dari sel-sel selaput lendir tuba ke arah kavum
uteri.
Bila tidak terjadi kehamilan sel telur akan mati dalam beberapa jam. Bila terjadi kehamilan,
berarti telah terjadi pertemuan dan persenyawaan sel telur dan sel mani dalam ampula tuba. Sel
telur yang telah dibuahi itu berjalan kekavum uteri, menanamkan diri dalam endometrium (nidasi).
Zigot (sel telur yang dibuahi) mengeluarkan hormon- hormon hingga korpus luteum yang biasanya
hidup 8 hari, sekarang tidak mati bahkan tumbuh menjadi lebih besar dan dinamakan korpus
luteum gravidarum yang hidup sampai bulan keempat kehamilan. Setelah bulan keempat
fungsinya diambil alih oleh plasenta
1111111111

Hormon
berikutt beberapa hormon yang dihasilkan oleh seorang wanita:
1. Hormon estrogen. Hormon estrogen disekresi oleh sel-sel trache intra-folikel ovarium,
korpus latum, dan plasenta. Sebagian kecil dihasilkan 0leh korteks adrenal. Estrogen
mempermudah pertumbuhan folikel ovarium dan meningkatkan tuba uterin, jumlah otot
uterus, dan kadar protein kontraktil uterus. Estrogen memengaruhi organ endokrin dengan
menurunkan sekresi FSH. Dalam beberapa keadaan menghambat sekresi LH dan pada
keadaan lain meningkatkan LH. Estrogen meningkatkan pertumbuhan duktus-duktus yang
terdapat pada kelenjar mamae dan merupakan hormon feminisme wanita, terutama
disebabkan oleh hormon androgen. Kerja estrogen pada uterus, vagina, dan beberapa
jaringan lainnya menyangkut interaksi dan reseptor protein dalam sitoplasma sel. Hormon
memengaruhi organ seksual yaitu pembesaran ukuran tuba falopii, uterus, dan vagina;
pengendapan lemak pada mons feneris, pubis, dan labia; mengawali pertumbuhan mamae.
Kelenjar mamae berkembang dan menghasilkan susu, tubuh berkembang dengan cepat,
tumbuh rambut pada pubis dan aksila, serta kulit menjadi lembut.
2. Hormon progesteron. Hormon progesteron dihasilkan oleh korpus luteum dan plasenta.
Hormon ini bertanggung jawab atas perubahan endometrium dan perubahan siklik dalam
serviks dan vagina. Progesteron juga berpengaruh anti-estrogenik pada sel-sel
miometrium. Selain itu menurunkan kepekaan otot endometrium, sensitivitas miometrium
terhadap oksitosin, dan aktivitas listrik spontan miometrium sambil meningkatkan
potensial membran, serta bertanggung jawab meningkatkan suhu basal tubuh pada saat
ovulasi. Efek progesteron terhadap tuba falopii meningkatkan sekresi dan mukosa. Pada
kelenjar mamae, hormon progesteron meningkatkan perkembangan lobulus dan alveolus
kelenjar mamae.
3. Hormon perangsang folikel. Hormon perangsang folikel (FSH), mulai ditemukan pada
gadis usia 11 tahun dan jumlahnya terus menerus bertambah sampai dewasa. FSH dibentuk
oleh lobus anterior kelenjar hipofisis. Pembentukan FSH ini akan berkurang pada
pembentukan/ pemberian estrogen dalam jumlah yang cukup, yaitu ketika keadaan hamil,
4. Hormon lutein. Hormon lutein (LH) bekerja sama dengan FSH rnenyebabkan terjadinya
sekresi estrogen dari folikel de Graaf. LH juga menyebabkan penimbunan substansi
progesteron dalam sel granulosa.
111111111111111111111

Bila estrogen dibentuk dalam jumlah yang cukup besar akan menvebabkan pengurangan produksi
FSH sedangkan produksi LH bertambah hingga tercapai suatu rasio produksi FSH dan I.H yang
dapat merangsang terjadinva ovulasi.

5. Hormon prolaktin. Hormon prolaktin (luteotropin, LTH) ditemukan pada wanita yang
mengalami menstruasi, terbanyak pada urine wanita hamil, masa laktasi, dan menopause.
Hormon ini dibentuk oleh sel alfa (asidofil) dari lobus anterior kelenjar hipofisis. Fungsi
hormon ini adalah untuk mempertahankan produksi progesteron dari korpus luteum.
Kelenjar hipofisis dirangsang dan diatur oleh pusat yang lebih tinggi yaitu hipotalamus
untuk rnenghasikan faktor pelepas gonadotropin.
Estrogen dan progesteron keduanya disintesis dalam ovarium terutama dari
kolesterol dalam jumlah kecil dari asetil koenzim A. Selarna sintesis progesteron dan
hormon kelamin pnia (testosteron) akan disintesis pertama kali, baru kemudian fase
folikular dari siklus ovarium. Hampir semua testoteron dan sebagian besar progesteron
diubah rnenjadi estrogen oleh sel- sel granulosa selama fase luteal.

Hormon gonadotropin
Kelenjar hipofisis anterior menghasilkan dua macam hormon yaitu luteinzing hormone (LH) dan
follicle stimulating hormone (FSH). Sekresi testosteron selarna kehidupan fetus penting untuk
peningkatan pembentukan organ seks pria. Perubahan spermatogenesis menjadi spermatosit terjadi
di dalam tubulus seminiferus dan dirangsang oleh FSH. Namun FSH tidak dapat menyelesaikan
pembentukan spermatozoa karena itu testosteron disekresi secara serentak oleh sel interstisial yang
berdifusi menuju tubulus seminiferus untuk proses pematangan akhir spermatozoa.

Hormon estrogen
Hormon estrogen dibentuk dari testosteron dan dirangsang oleh hormon perangsang folikel yang
memungkinkan spermatogenesis menyekresi protein pengikat endogen untuk mengikat testosteron
dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan lumen tubulus seminiferus untuk
pematangan sperma.

Hormon pertumbuhan
Hormon pertumbuhan diperlukan untuk mengatur latar belakang fungsi metabolisme testis. Secara
khusus meningkatkan pembelahan awal spermatogenesis. Bila tidak terdapat hormon pertumbuhan
spermatogenesis sangat berku rang atau tidak ada sama sekali.

tidak terikat pada jaringan dengan cepat diubah oleh hati menjadi andosteron dan
dehidroepiandosteron. Konjugasi ini disekresi dalam usus melalui empedu ke dalam urine.
Fungsi testosteron:
1 Efek desensus testis. Hal ini menunjukkan bahwa testosteron merupakan hal yang
penting untuk perkembangan seks pria selama kehidupan manusia dan faktor keturunan.
2. Perkembangan seksual primer dan sekunder: Sekresi testosteron setelah pubertas
menyebabkan penis, testis dan skrotum membesar sampai usai 20 tahun, memengaruhi
pertumbuhan sifat seksual sekunder pria mulai pada masa pubertas.

Hormon
Hormon testosterone
Hormon testosteron dihasilkan oleh sel intersisial Leyding yang terletak di antara tubulus
seminiferus. Sel ini sedikit pada bayi.dan anak, namun banyak pada pria dewasa. Stelah pubertas,
sel intersisial banyak rnenghasilkan hormon testosteron seteiah disekresi telstis. Sebagian besar
testosteron berikatan longgar dengan protein. plasma beredar dalam darah.

(FSH), folikel premordial mulai tumbuh walaupun hanya satu yang masak kemudian pecah dan
yang lainnya mati.
Permasakan folikel premordial terjadi sebagai berikut. Mula- mula sel- sel sekeliling ovum
berlipat ganda, kemudian timbut di antara sel- sel suatu rongga yang berisi cairan liquor folikuli.
Ovum terdesak ke tepi dan terdapat di tengah tumpukan sel yang menoniol ke dalam rongga
folikel. Tumpukan sel dengan sel telur di dalamnya disebut cumulus ofurus. Antara sel telur dan
sel sekitarnya terdapat zona pelusida. Sel- sel granulosa lainnya membatasi ruang folikel yang
disebut membrane.
Dengan tumbuhnya folikel jaringan ovarium, sekitar folikel tersebut terdesak keluar dan
membentuk dua lapisan yaitu theka interna yang banyak mengandung pembuluh darah dan theka
eksternal yang terdiri dari jaringan ikat padat. Folikel yang masak disebutfolikel de Graaf yang
menghasilkan estrogen. Tempat pembuatan hormon ini pada theca internal, sebelum pubertas
terdapat pada lapisan dalam korteks ovarium dan tetap tinggal di lapisan tersebut. Setelah
pubertasfolikel tersebut mendekati permukaan dan menonjol keluar. Oleh karena ligamentum
folikuli terbentuk terus maka tekanan dalam folikel makin lama makin lama makin tinggi. Tetapi
untuk terjadinya ovulasi bukan hanya bergantung pada tekanan tinggi tersebut tetapi juga harus
mengalami perubahan nekrobiotik pada permukaan folikel.
Pada permukaan, sel- sel menjadi tipis hingga pada waktu folikel akan pecah dan
mengakibatkan keluarnya liquor folikuli bersama ovum. Keluarnya sel telur dari folikel de Graaf
yang pecah disebut ovulasi. Sel granulosa yang mengelilingi sel telur yang telah bebas disebut
korona radiate. Setelah ovulasi, sel- sel granulosa dari dinding folikel mengalami perubahan dan
mengandung zat warna kuning, disebut lutein. Dengan demikian sisa folikel berubah menjadi butir
kuning, disebut lutein. Dengan demikian sisa folikel berubah menjadi butir kuning yang disebut
korpus luteum. Mengeluarkan hormon yang disebut progesterone, disamping estrogen bergantung
pada apakah terjadi konsepsi (pembuahan) atau korpus luteum menstruationum.
Korpus luteum menstruationum mempunyai masa hidup setelah berdegenerasi dan diganti
dengan jaringan ikat yang menyerupai stroma ovarium. Korpus luteum yang berdegenerasi disebut
korpus albikan yang berwarna putih. Dengan terbentuknya korpus albika maka pembentukan
hormon progesterone dan estrogen mulai berkurang, malahan berhenti sama sekali. Ini
menghasilkan iskemia dan nekrusis endometrium dan disusul dengan menstruasi, Estrogen dapat
menyebabkan proliferasi endometrium.