You are on page 1of 3

Hydrotest Procedure Menurut ASME VIII Div.

Dalam melakukan Hydrotest, ada beberapa prosedur yang umum dilakukan antara lain ;

1. Referensi Code yang digunakan

 ASME Section VIII Div. 1 Latest Edition (Rules for Construction of Pressure Vessel)
 ASME V Latest Edition (Non Destructive Examination)

2. Personal Responsibilities

 QC Inspector

a. Mempersiapkan semua peralatan seperti pressure gauge, temperature indicator dan pressure
recorder dan memastikan bahwa semua dalam kondisi bagus dan sudah dikalibrasi

b. Memonitor selama proses hydrotest dan memastikan bahwa tidak ada kebocoran dan
deformasi pada pressure vessel

c. Memonitor pressure aktual dan holding time pada recorder

 Fabrication Supervisor

a. Mempersiapkan hyrotest location

b. Mempersiapkan Safety Line

c. Mempersiapkan semua blind flange dan koneksinya

3. Preparation

 Pressure Vessel dan komponen pendukungnya harus sudah melalui tahap akhir untuk
dimensional check, visual check.
 Radiography test dan NDE harus sudah dilakukan sesuai dengan code yang berlaku
 Dalam kondisi tertentu, pressure vessel dapat dilakukan dengan posisi horizontal
meskipun dalam dalam posisi vertical saat operating
 Kondisi permukaan internal dan external harus sudah bersih dari pengotor-pengotor
seperti serpihan besi, kerak dan lain-lain
 Jika ada reinforcement pad, kondisi pengelasan harus bebas dari kebocoran udara
dengan dilakukan soap solution test pada tekanan minimum 50 psig. Khusus untuk
tell tale hole, akan dibiarkan terbuka pada saat hydrotest

4. Semua opening, flange nozzle dan coupling harus sudah ditutup (blinded off) untuk
mencegah kegagalan selama hydrotest berlangsung.

5. Pressure Gauge (min. 2 buah) dan Pressure Recorder yang dilengkapi dengan 2 buah
Pens (Temperature & Pressure Record) yang akan digunakan selama hydrotest. Range
dari Pressure Gauge dan Pressure Recorder tidak boleh kurang dari 1.5 kali tapi tidak
boleh lebih dari test pressure yang digunakan.
6. Temperature Gauge harus sudah dipasang pada Pressure Vessel selama proses
hydrotest berlangsung untuk melihat perubahan temperatur yang terjadi.

7. Sebuah venting system harus dipasang pada titik tertinggi dari permukaan vessel dan
dibuka selama pengisian air ke dalam vessel untuk membuang udara yang terjebak
selama pengisian. Pressure Gauge harus dipasang pada titik tertinggi pada permukaan
vessel.

8. Sebelum melakukan test pressure, pastikan jalur/pipa pengisian, perlengkapan yang


tidak berhubungan dengan proses hydrotest sudah dilepas/disconnect.

9. Besar test pressure sekurang-kurangnya 1.3 kali dari MAWP (Maximum Allowable
Working Pressure). Apabila mau menaikkan tekanan, harap mengikuti prosedur
berikut :

 Tekanan harus naik pelan-pelan sampai menuju ke nilai test pressure yang digunakan
 Jika tidak ada kebocoran dan deformasi, tekanan dinaikkan sampai batas MAWP dan
ditahan minimum 15 menit
 Jika tidak ada kebocoran dan deformasi, tekanan dinaikkan sampai 1.3 x MAWP dan
ditahan selama 2 jam
 Setelah 2 jam, tekanan diturunkan sampai batas MAWP dan ditahan selama 15 menit

10. Selama proses penekanan pada pressure vessel dengan holding time 2 jam, harap
diperhatikan kebocoran dan deformasi. QC Inspector harus mencatat test pressure dan
temperatur setiap 15 menit. QC Inspector harus mengecek semua weld connection
apabila ada kebocoran atau rembesan air.

11. Apabila holding time sudah tercapai, maka kurangi tekanan sampai pressure gauge
dan pressure recorder menunjukkan angka 0 pada pembacaannya.

12. Buang air sampai habis dan lepaskan blind flange pada setiap opening.

13. Semua opening ketika dilepas blind flange-nya, harap ditutup/dilindungi dari udara
luar. Dan tell tale hole harus ditutup dengan heavy duty grease.

14. Equipment yang umum digunakan dalam Hydrotest


Test Pump

Pressure Gauge

Barton Chart

Semoga membantu yach…

*diambil dari berbagai sumber