You are on page 1of 18

LAPORAN TUTORIAL

SISTEM RESPIRASI

TRIGGER II

“SEMA”

OLEH :

TUTORIAL XIV

Fasilitator : dr. Bobby Arfhan Sp, JP

Ketua : Syafnira Defiari Putri (16-124)

Sekretaris : Laila Baasith (16-125)

Anggota : Icang Mila Sari (16-122)

Mita Febrianti (16-126)

Dedo Syafputra (16-136)

Fanny Dwi Kirana (16-129)

Ririn Utami Harahap (16-130)

Nelisa Eka Oktacia (16-121)

Sarah Gita Virma (16-123)

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS BAITURRAHMAH PADANG


TA.2016/2017

KATA PENGANTAR

Assalamu’ alaikumWarahmatullahiWabarakatuh

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya kepada
kita semua, sehingga makalah ini dapat diselesaikan.

Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan bantuan oleh anggota kelompok tutorial
XIV untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah
ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada semua
pihak yang telah membantu dalam peyusunan makalah ini.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh
karena itu kami mengundang pembaca untuk memberi saran serta kritik yang dapat
membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian.

Wassalamu’alaikunWarahmatulahiWabarakatuh.

Padang ,14 Desember 2017

(Tutorial XIV)
DAFTAR ISI

Kata Pengantar …………………………………………………………………………

Daftar Isi ……………………………………………………………………………….

BAB I. PENDAHULUAN ……………………………………………………………..

A. LatarBelakang ………………………………………………………………....

B. PerumusanMasalah …………………………………………………………....

C. Tujuan …………………………………………………………………………..

BAB II. KAJIAN TEORI ………………………………………………………………

ISI ……………………………………………………………………………….

BAB III. PENUTUP …………………………………………………………………..

A. KESIMPULAN …………………………………………………………………

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………


BAB I
PENDAHULUAN

A. LatarBelakang

B. Perumusan Masalah

1. Apa saja tanda-tanda penyakit paru obstruktif

2. Apa penyebab Dyspnoe

3. Kenapa setelah sekian lama gejala tersebut timbul kembali

4. Apa penyebab terjadinya sumbatan pada jaringan paru

5. Apa saja bagian system respirasi bawah

6. Bagaimana proses terjadinya sumbatan pada jaringan paru

C. Tujuan

Memahami, mengerti, dan mengetahui tentang :

1. Anatomi system respirasi bagian bawah

2. Histologi system respirasi bagian bawah

3. Fisiologi pernafasan normal

4. Mekanisme pertahanan paru

5. Patofisiologi

 Penyakit paru obstruktif

 Sesak nafas
BAB 2
KAJIAN TEORI

ISI

Modul system respirasi


Trigger 2 Sema

Sema perempuan berusia 21 tahun mendaftar sebagai pramugari suatu maskapai


penerbangan, pada waktu test kesehatan spirometer ditemui tanda-tanda penyakit paru
obstruktif, sehingga dinyatakan gagal.

Dia heran dan kecewa dengan hasil pemeriksaan ini, karena sehari-hari dia tidak pernah
mengalami dyspnoea. Menurut orang tuanya, waktu kecil dulu memang sering batuk, pilek
disertai sesak nafas dan mengi, tetapi sejak usia 10 tahun tidak ada lagi mengalami keluhan
tersebut. Dokter yg memeriksa pada waktu test kesehatan mengatakan terjadi sumbatan
pada jaringan paru sema. Sebagai seorang dokter bagaimana anda menjelaskan apa yg
terjadi pada sema?

Step 1 : Clarify Unfamiliar Terms

 Penyakit paru obstruktif : (PPOK: penyakit aru obstruktif kronis) istilah yg


digunakan untuk menggambarkan penyakit paru yg memburuk seperti asma
refrakter, bronchitis, dan emfisema

 Dyspnoea : gangguan susah bernafas

 Mengi : suara yg dihasilkan ketika udara mengalir melalui saluran nafas yg


menyempit

Step II : Define the Problems

1. sumbatan pada jaringan paru

2. Apa saja bagian system respirasi bawah

3. Bagaimana proses terjadinya sumbatan pada jaringan paru

4. Apa saja tanda-tanda penyakit paru obstruktif

5. Apa penyebab Dyspnoe

6. Kenapa setelah sekian lama gejala tersebut timbul kembali

7. Apa penyebab terjadinya


Step 3 :Brainstrom possible hypothesis or explanation

1. Batuk berdahak yg tidak kunjung sembuh


 Makin sering tersengal-sengal bahkan saat melakukan aktivitas seperti
memasak/memakai pakaian
 Mengi/nafas sesak yg berbunyi
 Lemas
 Sering mengalami infeksi paru
 Penurunan berat badan
2. – tubuh kekurangan oksigen dan kelebihan karbon dioksida
 Keturunan
 Faktor lingkungan ( udara,lembab,polusi,dll)
 Ketidak stabilan emosi : orang yg gelisah,depresi ketakutan,dll.
Cenderung menahan nafas/terlalu sering menarik nafas, lama kelamaan
berpengaruh terhadap produksi hormone adrenal
3. Pada usia sema sebelum 10 tahun kemungkinan sema sudah memiliki tanda-
tanda/gejala dari faktor lingkungan seperti ada yg merokok dan juga faktor
keturunan sehingga terjadi peradangan pada dinding dari jalur nafas sehingga
banyak lender/mucus yg menutupi jalur nafas

4. –

5. Trakea
 Kartilago trachealis
 M. trachealis
 Lig. Anularia
 Bifurcation trachealis/ carina
 Broncus principalis dextra dan sinistra
 Broncus lobaris superior,media,inferior dextra
 Broncus lobaris superior,inferior sinistra
Pulmo
 Pulmo dextra - pulmo sinistra
 Apex pulmonaris -apex pulmonaris
 Fisura obliqua -fisura oblique
 Fisura horizontal -lobus superior,inferior
 Lobus superior,media,inferior-basis pulmonaris
 Basis pulmonaris
6. Emboli paru
Kondisi yg terjadi ketika pembuluh darah diparu-paru terhalang,biasanya oleh
darah beku yg awalnya terbentuk pada ekstremitas bawah dan melintas
melalui paru-paru
Step 4 :Arrange explanation into a tentative solution

Sistem respirasi

Anatomi histologi Fisiologi patofisiologi

 Penyakit
- mekanisme
- system respirasi paru
perafasan normal
bag.bawha
obstrukti
f

 Sesak
nafas

Step 5 :Define learning objective

Memahami, mengerti, dan mengetahui tentang :

1. Anatomi system respirasi bagian bawah

2. Histologi system respirasi bagian bawah

3. Fisiologi pernafasan normal

4. Mekanisme pertahanan paru

5. Patofisiologi

• Penyakit paru obstruktif


• Sesak nafas

Step 6 : Gathering Information and Private Study

Step 7: Share the resultsof information gathering and private study

1. Anatomi system respirasi bag.bawah


2. Histologi laring dan trakea
3. Fisiologi pernafasan normal

Sebelum inspirasi dimulai, otot-otot pernafasan melemas, tidak ada udara yg mengalir,
dan tek.intra-alveolus setara dengan tek.atmosfer. pada awitan inspirasi, otot-otot
inspirasi diafragma dan otot antariga ekternal terangsang untuk berkontraksi, sehingga
terjadi pembesaran rongga toraks. Otot inspirasi utama adalah diafragma, suatu
lembaran otot rangka membentuk dasar rongga toraks dan dipersarafi oleh saraf
frenikus.otot-otot antariga diaktifkan oleh sarf interkostalis. Pada saat toraks
mengembang, paru juga dipaksa mengembang untuk mengisi rongga toraks yg
membesar. Sewaktu paru mengembang, tek.intra alveolus menurun karena molekul
dalam jumlah yg sama kini menempati vol.paru yg lebih besar. Biasanya pada inspirasi
tek.intra alveolus menurun 1 menjadi 759 mmHg.

4. Mekanisme pertahanan paru

a. Mekanisme pembersihan disaluran nafas penghantar, meliputi :


- Repitelisasi saluran nafas

- Aliran lender pada permukaan epitel

- Bakteri alamiah

- Faktor humoral local ( igG dan igA)

- Kompetisi miroba setempat

- System transport mukosilier

- Reflex bersin dan batuk

5. Patofisiologi

 Penyakit paru obstruktif kronik

PPOK adalah penyakit paru kronik yg ditanai hambatan aliran udara di saluran
nafas yg bersifat progresif non reversible atau reversible parsial. PPOK terdiri
dari :

a. Bronchitis kronik : kelainan saluran nafas yg ditandai oleh batuk kronik


berdahak minimal 3 bulan dalam setahun, sekurang-kurangnya dua tahun
berturut-turut, tidak disebabkan penyakit lainnya.

b. Emfisema : suatu kelainan anatomis paru yg ditandai oleh pelebaran rongga


udara distal brokiolus terminal, disertai kerusakan dinding alveoli

 Sesak nafas

a. Oksigenasi jaringan berkurang penyakit yg menyebabkan kecepatan


pengiriman oksigen ke jaringan berkurang seperti pendarahan

b. Kebutuhan oksigen meningkat, peningkatan kebutuha oksigen secara tiba-


tiba akan memerluka oksigen yg lebih banyak untuk prises metabolisme

c. Kerja pernaasan meningkat otot pernafasan dipaksa bekerja lebih kuat


karena adanya penyempitan saluran pernafasan

BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN