You are on page 1of 21

PANDUAN PRAKTEK KLINIK

MATA KULIAH KEPERAWATAN K3


PROGRAM PROFESI NERS

INA
B H
U
I S
K

A
T D
S A

P A
MBA N
LE

Dosen Koordinator :
Mujahidin, S.Kep, Ners, M.Kes

MATA KULIAH : KEPERAWATAN DALAM KESELAMATAN


DAN KESEHATAN KERJA
BEBAN STUDI : 3 SKS

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BINA
HUSADA TAHUN 2016/2017

Jalan Syech Abdul Somad No. 28 Rt. 7 Rw. 3 Kel. 22 Ilir Kec. Ilir Barat I Palembang
(Depan Kantor Walikota Palembang).

0
DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………….. 1
BAB I INFORMASI UMUM ……………………………………………………. 2
DESKRIPSI MATA AJAR ……………………………………………… 2
BAB II SASARAN PEMBELAJARAN …………………………………………. 3
BAB III POKOK BAHASA DAN SUB POKOK BAHASAN ……………………4
BAB IV STRATEGI PENGALAMAN BELAJAR KLINIK ……………………5
BAB V TATA TERTIB ……....……………………………………………………7
BABVI EVALUASI ………………………………………………………………..8
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………….. 8

LAMPIRAN
1. Panduan kegiatan (kompetensi) mahasiswa
2. Instrumen evaluasi kinerja profesionalitas individu
3. Pedoman penilaian panyajian laporan/seminar
4. Caklist identifikasi hazard
5. Kuesioner data umum rumah sakit
6. Kuesioner pengolahan limbah rumah sakit
7. Kuesioner pengendalian kebakaran
8. ADL
9. Absensi kehadiran
10. Target kompetensi
11. Daftar nama kelompok

1
BAB I
INFORMASI UMUM

DESKRIPSI MATA AJAR

Mata ajar keperawatan dalam keselamatan dan kesehatan kerja pada program
profesi merupakan mata kuliah keahlian (MKK) yang merupakan sintesa konsep dan
prinsip keselamatan dan kesehatan kerja melalui penerapan dan teknologi keperawatan.

Pembahasan mata ajar ini berfokus pada keselamatan dan kesehatan kerja di
institusi pelayanan kesehatan, terutama lingkungan RS yang berkaitan dengan bahaya-
bahaya yang ada atau yang bakal terjadi di pelayanan kesehatan yang berhubungan dengan
tugas –tugas keperawatan secara langsung maupun tidak langsung

Mata ajar ini memiliki 3 SKS, dipelajari oleh mahasiswa program reguler, ekstensi
dalam kurikulum pendidikan Ners STIK Bina Husada pada tahap profesi dengan
persyaratan telah lulus mata ajar Kesehatan dan Keselamatan Kerja ( K3).

Pelaksanaan mata ajar ini dilakukan sepenuhnya di Rumah Sakit, dan pelaksanaan
evaluasi meliputi laporan analisa sintesa di unit –unit perawatan Rumah Sakit.

2
BAB II
SASARAN PEMBELAJARAN

Tujuan Umum:

Peserta mampu mengenali ruang lingkup keselamatan dan kesehatan kerja di


Rumah Sakit serta cara-cara pencegahan dan penanggulangannya terutama bagaimana
perawat dapat mengenali, mencegah dan melakukan usaha perlindungan pada terjadinya
penyakit akibat kerja dan kecelakaan akibat kerja.

Tujuan Khusus:
1. Peserta mampu mengidentifikasi tugas-tugas keperawatan dan bahaya-bahaya
(hazards) yang ada di tempat kerja.
2. Peserta mampu mengidentifikasi resiko terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat
kerja yang terjadi di Rumah Sakit.
3. Peserta dapat memahami bagaimana agen- agen mempengaruhi kesehatan dan
keselamatan kerja.
4. Peserta dapat menyusun program pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja
dan penanggulangannya.
5. Peserta dapat menerapkan / melaksanakan program pencegahan/ meminimalisasi
kecelakaan dan penyakit akibat kerja
6. Peserta dapat menyusun program pengontrolan/ pengawasan terhadap terjadinya
resiko.
7. Peserta dapat menyusun program monitoring/ evaluasi yang efektif

3
BAB III
POKOK BAHASAN DAN SUB POKOK BAHASAN

A. POKOK BAHASAN

1. Keselamatan dan Kesehatan kerja di Rumah Sakit / konsep dan filosofi dasar
Rumah Sakit, meliputi dapur gizi, limbah, ruang perawatan, ruang rawat jalan, IGD,
laboratorium, radiologi, loundry, farmasi, ruang operasi dan Instalasi listrik/Genset.
2. Kebijakan manajeman RS yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja /
manajemen K3 Rumah Sakit, meliputi dapur gizi, limbah, ruang perawatan ruang
rawat jalan, IGD, laboratorium, radiologi, loundry, farmasi, ruang operasi dan
Instalasi listrik/Genset.
3. Program perencanaan upaya pencegahan kecelakaan dan kesehatan kerja, meliputi
dapur gizi, limbah, ruang perawatan ruang rawat jalan, IGD, laboratorium,
radiologi, loundry, farmasi, ruang operasi dan Instalasi listrik/Genset.
4. Program upaya pengontrolan dan monitoring/ evaluasi, meliputi dapur gizi, limbah,
ruang perawatan ruang rawat jalan, IGD, laboratorium, radiologi, loundry, farmasi,
ruang operasi dan Instalasi listrik/Genset.
5. Peraturan perundangan yang berhubungan K3 Rumah Sakit.

B. SUB POKOK BAHASAN


1. Tugas –tugas keperawatan yang berkaitan dengan bahaya-bahaya (hazards)
2. Resiko- resiko terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
3. Macam-macam bahaya- bahaya (hazards) di RS, identification & assessment
4. Pengelolaan limbah Rumah Sakit / manajemen limbah RS
5. Manajemen perlindungan tenaga kerja RS
6. Koordinasi fungsi, pelayanan dan manejemen K3
7. Pencegahan kebakaran dan evakuasi
8. Pengelolaan peralatan dan bahan kimia di RS
9. Health risk assessment (health promotion & patient care)
10. Audit Internal K3 RS

4
BAB IV
STRATEGI PENGALAMAN BELAJAR KLINIK

TEMPAT PBL : RS Pelabuhan, RS Siti Khadijah, RS PUSRI, RS Bhayangkara, RS Kayu


Agung

PESERTA PBK:
Jumlah mahasiswa profesi ners yang mengikuti praktek K3RS total berjumlah 91
mahasiswa yang terbagi ke dalam 5 Rumah Sakit

ALOKASI WAKTU PBK:


Waktu yang digunakan untuk PBL 3 SKS selama 21 hari ( 22 Februari 2017 s.d 7 Maret
2017)
Hari Libur, FGD, Seminar dan Ujian Komprehensif K3RS : 21 hari

PEMBIMBING PBK (Akademik):


1. Mujahidin, S.Kep, Ners, M.Kes
2. Raden Surahmat, S.Kep, Ners, M.Kes
3. Romliyadi, S.Kep, Ners, M.Kes
4. Alkhusari, S.Kep, Ners, M.Kes

Pembimbing Lahan ( RS)


Pembimbing Lahan RS sesuai dengan ketentuan rumah sakit. Adapun rekomendasi kriteria
dari pembimbing lahan praktik adalah:
1. Seorang ahli K3
2. Memiliki pengalaman bekerja / menekunin bidang K3 minimal 5 tahun
3. Pernah mendapatkan pelatihan/ sertifikasi K3

TEKNIS PELAKSANAAN PBK


Tugas Individu

5
 Menyusun gainchart pelaksanaan praktik K3RS
 Membuat ADL (Acitivity of Daily Living)
 Membuat penugasan tertulis teori yang berhubungan dengan K3RS
 Mengidentifikasi hazard di ruangan.
 Mencatat dan mendokumentasikan hasil identifikasi
 Mengikuti ujian komprehensif.

Tugas Kelompok
 Membuat perencanaan dengan analisa SWOT
 Hasil identifikasi dari tiap ruangan yang telah dilaksanakan oleh individu.
 Mempersentasikan hasil analisa dan identifikasi serta tindak lanjutnya dengan FGD
dan seminar hasil kegiatan praktek K3RS.
 Pendokumantasian hasil kegiatan.
 Pembuatan laporan hasil praktek K3RS
1. BAB I Pendahuluan
2. BAB II Landasan Teori
3. BAB III Keadaan Umum RS
4. BAB IV Hasil Identifikasi
5. Pembahasan
6. Kesimpulan dan Saran
7. Daftar Pustaka
8. Lampiran

6
BAB V
TATA TERTIB

A. Tata Tertib Pelaksanaan


1. Mahasiswa wajib hadir dilahan praktik 15 menit sebelum shift dimulai
2. Mahasiswa wajib mengikuti pre dan post conference
3. Mahasiswa wajib memakai uniform /seragam dan atribut yang sudah ditentukan
oleh institusi pendidikan
4. Mahaiswa wajib memenuhi kompetensi yang telah ditetapkan dari institusi
pendidikan dan diketahui oleh pembimbing dari institusi pendidikan.
5. Mahasiswa yang meninggalkan lahan praktek pada jam dinas dianggap tidak hadir.
6. Mahasiswa wajib melaksanakan presentasi hasil dan tempat ditentukan kemudian
7. Bila satu hari absent tanpa alasan akan mengganti dinas selama tiga hari dan bila
tidak hadir karena sakit dan ijin maka mengganti dinas sebanyak hari sakit/ijin
tersebut
8. Apabila ketidakhadiran karena sakit/ijin harus ada surat keterangan dan
diberitahukan kepada kordinator mata ajar, kordinator program profesi dan
kordinator pendidikan.

B. Ketentuan Uniform/Seragam
1. Wanita (tidak berjilbab)
 Atas : - Seragam berwarna ungu
- Bentuk baju dengan kerah
- Tidak terlalu ketat dan pendek
 Bawah : Bawahan sergaman ungu, pakai kaos kaki
 Sepatu : Warna hitam, hak kurang dari 3cm

7
2. Wanita (berjilbab)
 Atas : - Seragam berwarna ungu
- Lengan panjang
- Jilbab bukan kaos
 Bawah : Bawahan sergaman ungu, pakai kaos kaki
 Sepatu : Warna hitam, hak kurang dari 3cm

3. Pria
 Atas : - Seragam berwarna ungu
- Bentuk baju dengan krah kemeja
- Lengan panjang: 1/3 lengan
- Tidak terlalu ketat dan pendek
 Bawah : Celana panjang hitam
 Sepatu : Warna hitam, pakai kaos kaki

8
BAB VI
EVALUASI
1. Evaluasi teori : 20 %

2. Evaluasi hasil K3 Rumah Sakit kerja praktik di RS : 30 %


3. Evaluasi keberhasilan penerapan teori K3 di RS : 50 %

DAFTAR PUSTAKA

1. Modul 1-12 K3RS, Depkes. Jakarta 2000

9
Lampiran

PANDUAN KEGIATAN ( KOMPETENSI ) MAHASISWA

Waktu Kegiatan Masalah K3 yang


ada
1 Minggu TAHAP IDENTIFIKASI Individu
1. Mengidentifikasi tugas 2 yang berhubungan
dengan hazard.
2. Mengidentifikasi hazard yang ada di
ruangan.
3. Mengidentifikasi jenis-jenis limbah RS dan
cara pengelolaannya.
4. Mengkaji/menilai tingkat ( level ) resiko dari
hazard
5. Mengidentifikasi tindakan pengontrolan yang
ada di ruangan.
6. Mengidentifikasi system management K3
RS.
7. Mengidentifikasi pengorganisasian K3 RS
dan peran organisasi tsb.
8. Mengidentifikasi system audit
9. Mengidentifikasi masalah ergonomic
meliputi penyakit yang berkaitan dengan
ergonomic dan peralatan yang tidak
ergonomic
10. Mengidentifikasi standar K3 RS

Hari ke 4- TAHAP PERENCANAAN DAN Kelompok:


14 PELAKSANAAN Laporan, seminar,

1. Membuat perencanaan operasional dan diskusi kelompok,


tindakan pengontrolan berdasarkan ujian analisa
SWOT (Strength Weakness

10
Opportunity Treathness)
2. Mensosialisasikan penemuan hazard
maupun tindakan yang berhubungan
dengan hazard serta tindakan
pengontrolan.
3. Berkolaborasi dengan manajeman RS/
ruangan dalam pengaplikasian program
K3

Level Resiko
3 = bahaya mayor , contoh menimbulkan kematian atau cedera atau kesakitan
2 = menimbulkan bahaya serius
1 = menimbulkan sedikit bahaya

11
INSTRUMEN EVALUASI KINERJA
PROFESIONALITAS INDIVIDU

NAMA MAHASISWA :
NPM :
RUANGAN :

NO KINERJA BOBOT (%) CATATAN


1 Interpersonal 25
- Komunikasi antarkolega
(teman)
- Komunikasi antar kolega ( Dr,
Perawat, petugas RS dan lain 2

2 Knowledge 30
- Pengetahuan dalam mengkaji
- Kemampuan dalam analisa
masalah
- Kemampuan dalam membaut
rencana tindakan dan
menganalisa tindakan tsb.

3 Skill 30
Mampu memberikan contoh/
mendemonstrasikan cara-cara
(tindakan) yang berkaitan dengan
keselamatan dan kesehatan kerja

4 Etika dan legalisasi 15


- Disiplin
- Etis
- Bertanggung jawab

Pembimbing

(…………………..)

12
PEDOMAN PENILAIAN PENYAJIAN LAPORAN/ SEMINAR

PRESENTASI TOPIK :……………………………………


TOPIK :……………………………………
RESPONSI :……………………………………
KELOMPOK :……………………………………

ASPEK YANG DINILAI SKOR CATATAN


A. Persiapan 20
1. Makalah yang dipresentasikan
1.1 Sistematika penulisan
1.2 Kontek Bahasa
1.3 Kalimat Bahasa
1.4 Teknik Penulisan

2. Persiapan Media Presentasi


1.1 OHP + OHT
1.2 Leaflet
1.3 Dokumen
B. Pelaksanaan 40
1. Waktu………..menit
2. Pembukaan
3. Sistematika Penjelasan
4. Penguasaan situasi
5. Tanggapan reaksi
6. Bahasa
7. Cara bicara
C. Cara Penyampaian 20
1. Sistematis
2. Rasional
3. penguasaan Emosi
4. Penguasaan Materi
D. Evaluasi 20
1. Penyampaian Pertanyaan,
tanggapan pertanyaan
2. Kesimpulan
3. Penutup
Total 100
Palembang……………………
Pembimbing Klinik

(……………………………..)

13
CEKLIST IDENTIFIKASI HAZARD PENGALAMAN
BELAJAR KLINIK PROGRAM PROFESI NERS PROGRAM
STUDI ILMU KEPERAWATAN STIK BINA HUSADA
PALEMBANG TAHUN AKADEMIK 2015/2016

I.DATA UMUM
Nama Ruangan :
Denah Tempat Kerja :

Data Pegawai
Jumlah
Jenis Kelamin : ……… Orang Wanita
……… Orang Laki-Laki
Hari Kerja :
Jam Kerja / Shift kerja :
Lain-Lain :

II. PROSES KERJA PROSEDUR KERJA : (Dalam bentuk skema/bagan)


a. Fungsi ruang di tempat kerja
b. Macam kerja / cara kerja

14
III. FASILITAS KESEHATAN
1. Tempat Sampah : Ada / Tidak *)
- Pemisahan limbah padat, cair dan infeksius di RS :……………. Ada/ Tidak*)
2. Kamar Mandi : Ada / Tidak
3. Tempat Istirahat : Ada / Tidak, Jumlah …………………….

4. Tempat Cuci Tangan / wastafel: Ada / Tidak, Jumlah …………………….


- Ketersediaan hasil : Cukup / Kurang
- Kebersihan : Cukup / Kurang

IV. FASILITAS / ALAT K3 : Ada / Tidak,


Bila ada Sebutkan : Jenis, jumlah dan perhatikan 4 P (Penyediaan,
pendistribusian, penggunaan dan pemeliharaan)

V. IDENTIFIKASI PENILAIAN TINGKAT RESIKO DAN PERENCANAAN


PENGENDALIAN K3 RUMAH SAKIT
Unit Bagian : ……………….
No. Identifikasi Resiko Tingkat Upaya Rekomendasi
Hazard yang Resiko pengendalian Tupen Tupan
ditimbulkan yang telah
dilakukan
1. Fisik
2. Biologi
3. Kimia
4. Ergonomi
5. Psikologi
6. Unsafe
condition
7. Unsafe
action
Catatan : Rekomendasi mengacu yang sebelumnya
VI. ALAT PERLINDUNGAN DIRI
1. Jenis APD yang ada di tempat kerja
Sarung tangan Kaca mata
Masker Lain-lain …………………………
Apron

15
2. Pegawai yang menggunakan APD ketika kerja? (uraikan secara umum)
Ya Selalu dipakai Kadang-kadang
Tidak : Alasan …………………………………………………..

VII. SIKAP KERJA


1. Posisi postur tubuh dalam kerja (uraikan secara umum jenis pekerjaan)
a. duduk
b. berdiri
2. Kesesuaian antara posisi tubuh dengan alat kerja (uraikan secara rinci untuk setiap
posisi tubuh)
3. Keluhan yang dirasakan selama kerja
4. lain-lain

VIII. PEMELIHARAAN ALAT DAN ALAT BANTU KERJA


Kursi roda Barancard Dll …………………………..
Tempat tidur Troly Oksigen

Kesimpulan dan saran :


………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………

16
DATA UMUM RUMAH SAKIT

1. Nama Rumah Sakit: ………………………………………………………………


2. Alamat Rumah Sakit: ………………………………………………………………
………………………………………………………………
3. Jumlah Tenaga Kerja :
- Karyawan Tetap : Dokter Umum : ………… Orang
Dokter Spesialis : ………… Orang
Perawat : ………… Orang
……………………..: ………… Orang
……………………..: ………… Orang
……………………..: ………… Orang
- Karyawan tidak tetap : Dokter Umum : ………… Orang
Dokter Spesialis : ………… Orang
Perawat : ………… Orang
……………………..: ………… Orang
……………………..: ………… Orang
……………………..: ………… Orang
4. Kapasitas Perawatan :

- Jumlah ruang rawat: ……………… Ruangan


- Jumalah tempat tidur: ………………. Tempat tidur

17
PENGOLAHAN LIMBAH RUMAH SAKIT

Nama Rumah Sakit : …………………………………………………………………..


Unit Bagian : …………………………………………………………………..
Tanggal Pemeriksaan :……………………………………………………………………

Jenis limbah : …………………………………………………………………..


I. Limbah infeksius, cair dan tajam
Sumber Limbah : …………………………………………………………………..

1. Sumber Limbah :

2. Lokasi Sumber : - ………………………………………………


- ………………………………………………
- ………………………………………………

3. Perkiraan jumlah limbah :


4. Penggolongan limbah yang sedang / telah dilakukan :
a. Cara pengumpulan : …………………………………………
…………………………………………
b. Cara penyimpanan limbah : …………………………………………
…………………………………………
c. Cara Pembuangan /pengolahan : …………………………………………
……….…………………………………
5. Upaya / saran peningkatan/ penyempurnaan pengelolaan limbah
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………

18
PENGENDALIAN KEBAKARAN
Nama Rumah Sakit : ………………………………….

Unit Kerja / Bagian : ………………………………….


Tanggal Pemeriksaan : ………………………………….

Kondisi fisik / faktor penyebab kebakaran


1. Kondisi bangunan / ruangan : Permanem
Semi permanen
Jumlah tenaga kerja per unit kerja
(…………………………………)
Jumlah pasien (untuk ruang rawat di………..)
2. Catu Daya : PLN, Daya . ..………….. KvA

Gen set, kapasitas ……………. KvA


UPS Ada, Tidak ada
Jumlah : ………………………..

3. Kondisi Instalasi Listrik Peralatan listrik :


Suplay dari Genset di ruangan : Ada Tidak ada
4. Akses Evakuasi Penyelamatan Kebakaran : Ada

Tidak ada
Ada tapi tidak memadai
5. Lokasi evakusi : Ada Tidak ada

Keterangan :…………………………………
6. Jalan darurat : Ada Tidak ada

19
II. Alat Pemadan Kebakaran :
1. APAR
Jenis : ………………………………………………………
Jumlah : ………………………………………………………
Penempatan : ………………………………………………………
2.Alarm : Ada Tidak ada
3.Sprinkler : A Ada Tidak ada
4.Hydrant : Ada Tidak ada
5.Smoke Dektetor : Ada Tidak ada

Kebakaran
III. Team Khusus pengendalian kebakaran : Ada Tidak ada
Pelatihan : ……………………………………………………………….
IV. Saran : ……………………………………………………………….

20