You are on page 1of 5

1.

Percakapan PIO anatara apoteker dan dokter


2. Percakapan PIO anatara apoteker dan perawat
3. Percakapan PIO anatara apoteker dan bidan
4. Percakapan PIO anatara apoteker dan farmasis
5. Percakapan PIO antara apoteker dan pasien

Pada suatu hari seorang bapak yang bernama Bapak Sugianto datang ke Apotik. Bapak
Sugianto datang untuk menebus obat dari copy resep yang ia dapat setelah beberapa hari
yang lalu menebus obat dari dokter Dedy.

Apoteker : “Selamat siang, Pak! Ada yang bisa saya bantu ?”

Pasien : “Saya mau menebus obat, mbak.” (sambil menyerahkan copy resep)

Apoteker : (mengambil resep dan membacanya) “Jadi keluhannya apa saja yang
bapak rasakan?”

Pasien : “Saya sering merasakan kaku nyeri pada otot dan persendian hingga
kadang bagian tubuh saya susah digerakkan, tangan dan kaki saya
terkadang nyeri mati rasa dan kesemutan , sakit ditulang punggung,
perut saya kalau pagi hari kadang juga perih”

Apoteker : “Ohh jadi bapak menderita gangguan saraf dan reumatik sebaiknya
memang harus segera diobati dan jangan telat makan pagi juga Pak.
Mohon tunggu sebentar saya hitungkan harganya.”

Kemudian apoteker menuju ruang peracikan obat dan menghitung total harga obat dibantu
oleh asisten apoteker, selang beberapa menit kemudian apoteker datang.

Apoteker : “Jadi total harganya 322.000 rupiah, Pak. Mau diambil semua atau
separuhnya ?”

Pasien : “Semuanya, mas. Bisa tolong dijelaskan khasiatnya buat apa saja,
mas? Biar saya ngerti.”

Apoteker : “Oh, bisa, Jadi begini, Pak, Depo medrol ini obat suntik untuk
mengobati reumatik, yang Voltaren ini untuk mengurangi inflamasi
akibat gangguan reumatik dan nyeri pada tulang punggung, kalau yang
ini Laz untuk mengobati nyeri pada lambung akibat penyakit maag dan
untuk memperkecil efek dari pemakaian Voltaren, lalu yang
Methycobal untuk mengobati gangguan sistem saraf.”
Pasien : (mengangguk-angguk) “Oh, ya ya, saya ngerti, ini mas saya bayar
sekalian mohon dihitung dulu uangnya.”

Apoteker : (menghitung uang yang diterima) “Ohh iya pak uangnya sudah pas ,
Mohon tunggu sebentar, Pak”

Apoteker masuk ke dalam ruang peracikan dibantu oleh asisten apoteker menyiapkan obat
yang tertulis didalam copy resep. 15 menit kemudian asisten apoteker keluar lalu
menerangkan aturan-aturan pemakaian obat kepada Bapak Sugianto sambil menyerahkan
obat tersebut.

A. Apoteker : “Bapak Sugianto ... Ini, Pak obat yang bapak tebus , saya jelaskan
cara pemakaiannya ya, yang depo medrol injeksi ini nanti diserahkan
pada dokter biar dokter yang menyuntikan.”

Pasien : “Ohh ya mbak”

A. Apoteker : “yang voltaren SR ini berupa tablet diminum pagi hari 1 tablet
sesudah makan ditelan utuh dan jangan dikunyah ya Pak”

Pasien : “Ya..”

A.Apoteker : “Laz ini berupa kapsul diminum pagi hari 1 tablet sebelum makan dan
Methycobal tablet ini diminum 3x sehari sesudah makan”

Pasien :”Iya mbak”

A. Apoteker : “Jadi obat yang diminum Voltaren SR dan Laz buat 5 hari ya pak
yang methycobal buat 2 hari saja karena sebagian sudah diambil
minggu lalu, apakah ada yang belum jelas Pak?”

Pasien : “Oh, tidak. Terima kasih, mbak.”

A. Apoteker :”Sama-sama pak , Semoga cepat sembuh”

Pasien : “Terima kasih, mbak.” (pergi meninggalkan apotik)


6. PIO antara apoteker dan ibu-ibu

Apoteker : Selamat sore, Bu. Saya apoteker di sini. Nama saya Indah. Nama Ibu siapa?

Bu Marni : Nama saya Marni

Apoteker : Rumahnya di mana, Bu?

Bu Marni : Saya tinggal di Ampenan.

Apoteker : Apa yang Ibu keluhkan?

Bu Marni : Dari kemaren perut saya mulas dan sering buang air besar.

Apoteker : Dalam sehari kira-kira berapa kali buang air besar, Bu?

Bu Marni : Kira-kira tujuh kali, Mbak. Badan saya sampai lemas.

Apoteker : Sebelumnya makan apa?

Bu Marni : saya makan ayam bakar di lesehan.

Apoteker :Ibu bisa jadi terkena diare karena makanan yang kurang

higienis atau mungkin ada yang sudah basi di sana.

Bu Marni : O… Iya, mbak. Sambalnya kemaren kayaknya juga agak basi.

Apoteker : sebelumnya Ibu sudah minum obat apa?

Bu Marni : Belum, Mbak. saya bingung obat apa yang bisa diminum.

Apoteker : Bentuk tinjanya seperti apa, Bu? Cair atau lembek?

Bu Marni : Lembek, Mbak.

Apoteker : Ada lendirnya atau tidak, Bu?


Bu Marni : Ada, Mbak.

Apoteker : Sebentar, Bu. Saya ambilkan obatnya.

(langsung manggil AA nya)

Mbak Sari, tolong ambilkan metronidazol dan sediaan kombinasi Kaolin-pektin, oralit
juga.

AA : Iya, Mbak.

Apoteker : (Setelah obat ada di tangan ) Ini Obatnya, Bu. Metronidazol tablet diminum
3 x sehari 1 tablet. Ini harus dihabiskan. Lalu yang coklat ini sediaan
kombinasi kaolin-pektin diminum 3 x sehari 1 tablet juga. Oralit diminum
setiap selesai BAB.

Bu Marni : Kenapa Metronidazolnya harus dihabiskan, Mbak?

Apoteker : Supaya tuntas pengobatannya, Bu. Metronidazol itu anti bakteri, bila tidak
dihabiskan, bakterinya bisa kebal. Bila sakit lagi, minum obat ini jadi tidak
mempan.

Bu Marni : O… begitu… berapa biayanya, Mbak?

Apoteker : Langsung ke kasir aja, Bu.

Bu Marni : Terima kasih, Mbak… Saya permisi dulu.

Apoteker : Sama-sama. Semoga lekas sembuh.

7. Percakapan PIO anatara apoteker dan bapak-bapak


8. Percakapan PIO anatara apoteker dan remaja