You are on page 1of 38

JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM

Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

HUBUNGAN PEMERIKSAAN HITUNG JUMLAH


TROMBOSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA
INFEKSI MALARIA
Azhari Muslim
Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang
Jln. Soekarno – Hatta No. 6, Bandar Lampung

Intisari
Malaria adalah penyakit yang akut atau kronis yang disebabkan Plasmodium
sp dengan simptom demam, sakit kepala serta menggigil dan disertai dengan
anemia dan limfa yang membesar. Malaria masih menjadi masalah kesehatan di
Indonesia dan angka kesakitan akibat malaria sejak 4 tahun terakhir
menunjukkan peningkatan. Anemia pada malaria disebabkan gangguan
pembentukan eritrosit di sumsum tulang dan penghancuran eritrosit. Anemia
adalah kadar hemoglobin, jumlah eritrosit dan nilai hematokrit di bawah normal.
Trombositopenia ditemukan pada malaria. Tujuan penelitian adalah untuk
mengetahui hubungan antara jumlah trombosit dengan kadar hemoglobin pada
infeksi malaria.
Jenis penelitian adalah penelitian analitik yang bersifat observasional dan
desain penelitian adalah belah lintang. Besar sampel adalah 50 responden.
Variabel bebas penelitian ini adalah jumlah trombosit, variabel tergantung adalah
kadar hemoglobin. Uji korelasi Spearman untuk mengetahui hubungan antara
jumlah trombosit dengan kadar hemoglobin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
antara jumlah trombosit dan kadar hemoglobin terdapat korelasi dengan p =
0,004. Koefisien korelasi yaitu r = 0,396 berarti terdapat hubungan yang
sedang/menengah antara jumlah trombosit dengan kadar hemoglobin.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada korelasi antara jumlah trombosit
dengan kadar hemoglobin pada infeksi malaria.

Kata kunci: trombosit, hemoglobin, malaria

1. PENDAHULUAN penduduk per tahun, terutama


Malaria adalah penyakit yang daerah yang tidak terjangkau
akut atau kronis yang disebabkan pelayanan kesehatan [2].
parasite Plasmodium sp dengan Malaria masih menjadi masalah
gejala demam, sakit kepala serta kesehatan di Indonesia, terutama
menggigil dan disertai dengan pada penderita golongan miskin dan
anemia dan limfa yang membesar ditemukan pada daerah terpencil
[1]. dan terisolir. Angka kesakitan
Malaria adalah penyakit infeksi malaria sejak 4 tahun terakhir
parasit di dunia yang menjangkiti menunjukkan peningkatan [1].
hampir 170 juta orang setiap Malaria merupakan salah satu
tahunnya pada 103 negara. Angka penyakit menular yang masih
kematian mencapai 1-1,5 juta menjadi masalah kesehatan
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

masyarakat dan mempengaruhi dan berperan penting pada


angka kesakitan bayi, anak balita morbiditas dan mortalitas malaria.
dan ibu melahirkan serta dapat Anemia didefinisikan sebagai
menurunkan produktivitas tenaga penurunan jumlah massa eritrosit
kerja. Malaria secara epidemiologi yang mengakibatkan kadar
merupakan penyakit menular yang hemoglobin menurun sehingga
lokalspesifik, pada sebagian daerah jumlah oksigen yang dibawa tidak
Provinsi Lampung merupakan cukup di jaringan perifer. Anemia
daerah endemis yang mempunyai pada malaria disebabkan gangguan
daerah yang berpotensi untuk pembentukan eritrosit di sumsum
berkembangnya penyakit malaria tulang dan penghancuran eritrosit
seperti daerah-daerah pedesaan [3]. Malaria mempengaruhi hampir
yang mempunyai rawa-rawa, semua komponen darah dan
genangan air payau, di tepi laut dan trombositopenia merupakan salah
tambak-tambak ikan yang tidak satu kelainan hematologis yang
terurus [2] ditemui dan mendapat perhatian di
Gambaran insiden malaria di literature ilmiah [3].
Provinsi Lampung sampai tahun Tujuan penelitian ini adalah
2013 menggunakan indikator API untuk mngetahui jumlah trombosit
(Annual Paracite Incidens). Jika dan kadar hemoglobin pada infeksi
dilihat selama 7 tahun (2006-2013) malaria serta adanya hubungan
terakhir angka AMI cenderung antara jumlah trombosit dengan
fluktuatif. AMI Provinsi Lampung kadar hemoglobin pada infeksi
tahun 2013 sebesar 2,42 per 1.000 malaria.
penduduk, angka ini telah berada di
bawah target sebesar 5,5 per 1.000 2. METODE PENELITIAN
penduduk dan jika dibandingkan Penelitian ini merupakan
dengan angka nasional (<50 ‰) AMI penelitian analitik yang bersifat
di Provinsi Lampung masih relatif observasional dengan desain
rendah. Sedangkan untuk Annual penelitian belah lintang [5]. Populasi
Paracite Insidence (API) per 1000 dalam penelitian ini adalah semua
penduduk Provinsi Lampung tahun pasien terduga malaria dan
2013 sebesar 0,22 per 1000 memeriksakan diri di laboratorium
penduduk. Angka ini telah ada di Rumah Sakit Advent Bandar
bawah target yang ditetapkan yaitu Lampung tahun 2014. Kriteria inklusi
kurang dari 1 per 1000 penduduk. penelitian adalah penderita jenis
Angka kesakitan Malaria baik klinis kelamin laki-laki yang ditemukan
(AMI) maupun pemeriksaan sedian parasit Plasmodium sp dalam
darah (API) di Kabupaten Kota pada pemeriksaan sediaan hapus darah
tahun 2013 terlihat bahwa AMI tepi sedangkan kriteria eksklusi
tertinggi ada di Kabupaten adalah penderita malaria dengan
Pesawaran dan Kota Bandar komplikasi penyakit lain. Besar
Lampung yaitu masing-masing 8,32 sampel dalam penelitian ini adalah
dan 8,21 dan API tertinggi ada di 50 responden.
Kabupaten Pesawaran [2]. Data primer diperoleh dari hasil
Anemia merupakan manifestasi pemeriksaan jumlah trombosit dan
klinis yang paling sering dijumpai kadar hemoglobin. Data diolah dan
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

dianalisis untuk menguji hipotesis Kadar Pearson


.396** 1
Hemoglobi Correlation
dengan menggunakan program n dalam Sig. (2-
komputer. Analisis univariat untuk gr/dL tailed) .004
melihat karakteristik subyek
N 50 50
penelitian. Dilakukan analisis bivariat
dengan korelasi Spearman untuk Berdasarkan tabel 2, diketahui
melihat hubungan pemeriksaan bahwa terdapat hubungan jumlah
hitung jumlah trombosit dan kadar trombosit dengan kadar hemoglobin
hemoglobin. Hasil penelitian pada infeksi malaria ditandai dengan
bermakna jika didapatkan nilai p < signifikan 2 ekor = 0,004.
0,05 [6].
3.2. PEMBAHASAN
Berdasarkan analisis bivariat,
menunjukkan bahwa antara kadar
hemoglobin dan jumlah trombosit
3. HASIL PENELITIAN DAN terdapat korelasi dengan p = 0,004
PEMBAHASAN (p<0,05). Kekuatan hubungan
3.1. Hasil koefisien korelasi yaitu : r = 0,396
Tabel 1. Karakteristik Responden Penelitian terdapat hubungan
Rata-rata Standar Min-max sedang/menengah antara kadar
Deviasi
hemoglobin dengan jumlah trombosit
Usia
35.26 8.164 20-55 [6].
Jumlah
Trombositopenia sering
Trombosit bersamaan dengan malaria
dalam 113.000 11224.172 9000-140000 falsiparum dan vivaks. Trombosit
trombosit/uL
berkurang 3-4 hari pada malaria
Kadar falsiparum berat. Trombositopeni
Hemoglobin 8.96 1.641 7-14 derajat ringan sampai sedang terjadi
dalam gr/dL
pada malaria tidak berkomplikasi,
Berdasarkan tabel 1, responden sedang pada infeksi falsiparum
penelitian pada usia termuda adalah berat, trombosit sangat rendah.
20 tahun dan usia tertua adalah 55 Mekanisme imun terlibat dalam
tahun dengan rata-rata 35,26 tahun, destruksi trombosit. Ini ditunjang
jumlah trombosit antara 90.000- oleh pengamatan bahwa kadar
140.000 trombosit/uL darah dengan trombosit terikat IgG (Platelet-
rata-rata 113.000 trombosit/uL assosiated IgG). Platelet-assosiated
darah. Kadar hemoglobin antara 7- IgG cenderung menimbulkan
14 gr/dL dengan rata-rata 8,96 gr/dL. pembersihan cepat dari sirkulasi
trombosit oleh Retikulo Endotelial
Tabel 2. Hasil Analisis Bivariat Hubungan Hitung
Jumlah Trombosit dan Kadar Hemoglobin Infeksi System, maka menyebabkan
Malaria trombositopeni [7].
Jumlah Kadar Anemia yang bersama dengan
Trombosit Hemoglobin
malaria sering berpotensi
Trombosit Pearson
1 .396** imunologik. Infeksi malaria juga
dalam Correlation
trombosit/ Sig. (2- menyebabkan hemolisis. Sebagai
uL tailed) .004 hasil hemolisis, hemoglobin
N 50 50 dilepaskan dalam darah
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

menyebabkan hemoglobinemi.
Mekanisme imunologi malaria KESIMPULAN
melibatkan imunitas seluler dan Simpulan dari penelitian ini adalah:
humoral yang kompleks. Invasi 1) Nilai rerata kadar hemoglobin
merozoit ke dalam eritrosit yang pada penderita malaria adalah
mengandung parasit (EP) 8,96 gr/dL;
mengalami perubahan struktur dan 2) Nilai rerata jumlah trombosit
biomolekuler sel untuk adalah 113.000 trombosit/uL;
mempertahankan kehidupan parasit. 3) Ada korelasi antara kadar
Perubahan tersebut meliputi hemoglobin dengan jumlah
mekanisme transport membran sel, trombosit pada penderita
penurunan deformabilitas, malaria.
sitoadherens dan sekuestrasi.
Respon imun individu terhadap DAFTAR PUSTAKA
antigen parasit akan menstimulasi 1. Depkes. 2008. Pedoman
system RES, mengubah aliran darah Penatalaksanaan Kasus Malaria
lokal dan endothelium vascular, di Indonesia. Direktorat Jenderal
mengubah biokimia sistemik, Pengendalian Penyakit dan
menyebabkan anemia, Penyehatan Lingkungan.
hemoglobinemia, hipoksia jaringan Jakarta.
dan organ, produksi sitokin dan nitric 2. Dinkes Provinsi Lampung. 2013.
oksida (NO). Mekanisme imunologik Profil Kesehatan.
juga terlibat dalam destruksi 3. Abdalla SH, Geoffrey P. 2011.
trombosit yang menyebabkan Malaria : A Haemotological
trombositopenia [7]. Perspective. Imperial College
Penelitian di Kenya pada anak Press. London.
balita memperlihatkan perbedaan 4. Lacerda MVG, et al. 2011.
kadar hemoglobin sebesar 1,1 g/dl Thrombocytopenia in Malaria:
lebih rendah pada anak dengan Who Cares ? Mem Inst Oswaldo
malaria dibandingkan control [8]. Cruz. Spain. 106(1):52-53.
Penelitian Leowattana dkk di 5. Sudigdo, S et al. 2011. Dasar-
Bangkok memberikan hasil serupa. dasar Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode Klinis. Ed 4. Sagung Seto
kasus kontrol terhadap 110 Jakarta.
penderita malaria berat dan malaria 6. Sutanto PH. 2007. Analisis Data
tidak berat. Trombositopenia Kesehatan. FKM UI.
ditemukan pada 73,6% penderita 7. Harijanto, PN, 2010. Malaria:
malaria tanpa komplikasi, dan 90,9% Epidemiologi, Patogenesis,
pada kasus malaria berat. Kadar Manifestasi Klinis &
trombosit secara signifikan lebih Penanganan. EGC. Jakarta.
rendah pada kasus malaria berat. 8. Ladhani S, et al. 2010. Changes
Progresivitas penurunan trombosit in White Blood and Platelets in
sebanding dengan derajat Children With Malaria. JMMS,
parasitemia penderita. Penelitian di 2(4):768-771.
Kenya juga memberikan gambaran 9. Leowattana W, et al. 2010.
serupa [9]. Changes in Platelet Count in
Uncomplicated and Severe
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

Falciparum Malaria. Southeast


Asian J Trop Med Public Health
2010:41(5):1035-41.
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

Pengaruh Berbagai Konsentrasi Ekstrak Etanol


Daun Salam (Syzygium Polyanthum) Terhadap Daya
Antibakteri Shigella Dysenteriae Secara In Vitro
Suyana1, Eni Kurniati1, Yekti Oktalina1
1
Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Jln. Ngadinegaran MJ III/62, Yogyakarta 55143

Intisari
Shigella dysenteriae merupakan bakteri penyebab diare. Daun salam
mengandung bahan aktif yaitu saponin, tanin dan flavonoid yang memiliki efek
antibakteri. Flavonoid menyebabkan terjadinya kerusakan permeabilitas dinding
sel bakteri, mikrosom, dan lisosom, sedangkan tanin diduga dapat mengkerutkan
dinding sel sehingga mengganggu permeabilitas sel itu sendiri. Saponin
mengganggu permeabilitas membran sel mikroba, yang mengakibatkan
kerusakan membran sel dan menyebabkan keluarnya berbagai komponen
penting dari dalam sel mikroba yaitu protein, asam nukleat, nukleotida dan lain-
lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh, besar
pengaruh, rerata diameter zona hambat radikal berbagai konsentrasi ekstrak
etanol daun salam (Syzigium polyanthum) terhadap daya antibakteri Shigella
dysenteriae secara in vitro, dan konsentrasi efektif yang dibutuhkan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan desain
penelitian post test with control menggunakan uji sensitivitas terhadap bakteri
Shigella dysenteriae dalam 5 kelompok ekstrak etanol daun salam konsentrasi
10, 20, 30, 40 dan 50%. Penelitian ini menghasilkan 30 data yang selanjutnya
dianalisis secara deskriptif dan statistik dengan uji Anova One Way
menggunakan SPSS 16.0 for Windows. Hasil dari penelitian ini menunjukkan
bahwa Ekstrak etanol daun salam mempunyai pengaruh terhadap daya
antibakteri Shigella dysenteriae. Setiap penambahan konsentrasi sebesar 10 %
maka diameter zona hambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae akan naik
sebesar 2,033 mm. Rerata zona radikal ekstrak etanol daun salam konsentrasi
10, 20, 30, 40 dan 50 % berturut-turut adalah 12,8 mm, 13,5 mm,16,8 mm, 19,2
mm dan 20,2 mm. Konsentrasi efektif ekstrak etanol daun salam terhadap daya
antibakteri Shigella dysenteriae yaitu pada konsentrasi 50 %.

Kata Kunci : Pengaruh, Ekstrak etanol, daun salam, daya antibakteri, Shigella
dysenteriae.

1. PENDAHULUAN elektrolit, gangguan asam basa, dan


Diare adalah pengeluaran kehilangan makanan [1].
kotoran (tinja) dengan frekuensi Diare akut merupakan
yang meningkat (tiga kali dalam 24 masalah umum yang terjadi di
jam) disertai dengan perubahan seluruh dunia. Di Indonesia kasus
konsentrasi tinja menjadi cair, diare akut karena infeksi terdapat
dengan atau tanpa darah/lendir pada peringkat pertama sampai
dalam tinja. Sering kali dalam diare dengan keempat pasien dewasa
akut timbul berbagai penyulit, seperti yang datang berobat ke rumah sakit
dehidrasi, gangguan keseimbangan [1].
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

Diare karena bakteri invasif mengganggu permeabilitas


memiliki tingkat kejadian yang cukup membran sel mikroba, dan
sering. Mekanisme terjadinya, yaitu menyebabkan keluarnya berbagai
bakteri pada keadaan tertentu komponen penting dari dalam sel
menjadi invasif dan menyerbu ke mikroba yaitu protein, asam nukleat,
dalam mukosa, terjadi perbanyakan nukleotida dan lain-lain [6].
diri sambil membentuk toksin.
Penyebab utama pembentukan 2. METODE PENELITIAN
enterotoksin ialah bakteri Penelitian ini merupakan
Escherichia coli, Shigella sp, penelitian eksperimen semu dengan
Salmonella sp, dan Campylobacter uji laboratoris (in vitro) dan
sp [1]. menggunakan desain penelitian Post
Shigella sp merupakan bakteri Test with Control untuk menguji
patogen pada manusia. Shigella sp pengaruh ekstrak etanol daun salam
yang menyebabkan disentri adalah terhadap daya antibakteri Shigella
Shigella shiga (dysenteriae), dysenteriae. Bakteri yang digunakan
Shigella flexneri, Shigella boydii, dan dalam penelitian ini diperoleh dari
Shigella sonnei [2]. Semua Shigella laboratorium Bakteriologi Jurusan
mempunyai endotoksin, tetapi hanya Analis Kesehatan Poltekkes
Shigella dysenteriae yang Kemenkes Yogyakarta, sedangkan,
membentuk endotoksin dan bahan berupa ekstrak etanol daun
eksotoksin yang kuat, yang terdiri salam dibuat di LPPT UGM.
dari protein yang termolabil dan Uji daya antibakteri dilakukan
menyebabkan diare, juga bekerja dengan metode difusi dan
sebagai neurotoksin [3]. menggunakan Kloramfenikol 30 µg
Daun salam selain untuk sebagai kontrol positif. Bahan uji
bumbu pelengkap masakan, juga dibuat pengenceran dengan PEG 5
berkhasiat mengobati beberapa % (Poly E thylen Gycol) sampai
penyakit. Secara tradisional daun diperoleh konsentrasi 10, 20, 30, 40
salam digunakan sebagai obat sakit dan 50%, kemudian diinokulasi
perut dan diare [4], sedangkan, dengan bakteri yang telah
ekstrak dari daun salam mempunyai disesuaikan dengan standart Mac
khasiat menghambat pertumbuhan Farland. Uji daya antibakteri ekstrak
bakteri penyebab diare, yakni etanol daun salam terhadap bakteri
Escherichia coli, Vibrio cholera, dan Shigella dysenteriae dilakukan
Salmonella sp [5]. dengan menggunakan media Muller
Senyawa yang terkandung Hinton Agar (MHA) sebanyak 7
dalam daun salam antara lain plate, kemudian lidi kapas steril yang
saponin, tanin, triterpen, flavonoid, telah dicelupkan dalam suspensi
polifenol, dan alkaloid [5]. Flavonoid, bakteri yang kekeruhannya
saponin dan tanin merupakan bahan disesuaikan dengan standar Mac
aktif yang mempunyai efek Farland digoreskan pada permukaan
antibakteri. Flavonoid menyebabkan media MHA. Dibuat lubang sumuran
terjadinya kerusakan permeabilitas dengan alat pelubang berdiameter 5
dinding sel bakteri, mikrosom, dan mm sebanyak 6 sumuran, satu plate
lisosom, sedangkan tanin diduga untuk kontrol positif dan satu plate
dapat mengkerutkan dinding sel untuk kontrol negatif. Setiap
sehingga mengganggu permeabilitas konsentrasi ekstrak etanol daun
sel itu sendiri. Saponin termasuk salam dimasukkan pada sumuran,
dalam kelompok antibakteri yang kemudian diinkubasi pada suhu
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

ruang selama 24 jam. Hasilnya


dibaca dengan cara
mengukurndiameter zona radikal
yang terbentuk dalam satuan mm.
Penelitian ini dilakukan 6 kali
pengulangan. Analisis data
dilakukan secara deskriptif yaitu
berupa tabel dan grafik, serta
dilakukan analisis secara statistik
dengan uji Anove One Way dengan
taraf signifikan 5%.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 1. Grafik Hubungan Antara Berbagai


Penelitian telah dilakukan di Konsentrasi Ekstrak Etanol Daun Salam
(Syzygium polyanthum) Terhadap Diameter Zona
Laboratorium Bakteriologi Jurusan Radikal Pertumbuhan Bakteri Shigella dysenteriae
Analis Kesehatan Poltekkes
Kemenkes Yogyakarta, yang Grafik Gambar 1 menunjukkan
hasilnya dapat dilihat pada tabel bahwa semakin tinggi konsentrasi
berikut: ekstrak etanol daun salam
3.1. Hasil Penelitian berpengaruh terhadap zona hambat
Tabel 1. Hasil Uji Deskriptif Variabel Zona Hambat yang dihasilkan semakin lebar yang
Bakteri Shigella dysenteriae pada Berbagai
Konsentrasi Ekstrak EtanoI Daun Salam berarti berpotensi menghasilkan
(Syzygium polyanthum) daya antibakteri semakin kuat.Nilai
dan tingkat efektivitas dari masing-
Konsentrasi

Standar
Defiasi
Rerata

masing konsentrasi ekstrak etanol


Mak
Min
(%)

daun salam ditunjukkan pada Tabel


2.
10 6 12 13 12,83 0,40
20 6 12 14 13,50 0,83 Tabel 2. Efektivitas Masing-masing Konsentrasi
30 6 16 17 16,83 0,40 Ekstrak Etanol Daun Salam
40 6 19 20 19,16 0,40 Konsentrasi
50 6 20 21 20,16 0,40 Ekstrak Etanol Persentase
Kriteria
Daun Salam (%)
(%)
Hasil dari penelitian ini yaitu ekstrak 10 63.1 Kurang Efektif
etanol daun salam pada konsentrasi 20 66.5 Kurang Efektif
10, 20, 30, 40 dan 50 %
30 82.8 Cukup Efektif
menghasilkan rerata diameter zona
hambat sebesar 12,8 mm, 13,5 40 94.6 Efektif

mm, 16,8 mm, 19,2 mm, 20,2 mm 50 99.5 Efektif


dan kloramfenikol 30 µg sebesar
20,3 mm. Hubungan diameter zona Tabel tersebut menunjukkan bahwa
hambat pada berbagai konsentrasi ekstrak etanol daun salam pada
ekstrak etanol daun salam konsentrasi 10% dan 20% kurang
ditunjukkan pada grafik Gambar 1. efektif menghambat menghambat
pertumbuhan bakteri Shigella
dysenteriae dan mulai efektif
menghambat pada konsentrasi 40
%.
Analisis statistik
menggunakan uji Anova One Way
menunjukkan bahwa ada pengaruh
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

pemberian berbagai konsentrasi bakterisidal (membunuh bakteri)


ekstrak etanol daun salam terhadap pada hampir semua bakteri
daya antibakteri Shigella pathogen[7]. Etanol pada penelitian
dysenteriae. Varians data sama ini hanya digunakan sebagai pelarut
maka dilakukan uji Post Hoc LSD dalam pembuatan ekstrak daun
yang didapatkan hasil bahwa semua salam, namun dimungkinkan masih
konsentrasi ekstrak etanol daun ada sisa etanol yang tertinggal
salam mempunyai pengaruh yang setelah mengalami proses
signifikan terhadap hambatan penguapan dalam proses ekstraksi.
pertumbuhan bakteri Shigella Penelitian serupa pernah
dysenteriae. dilakukan oleh Rambe, dkk (2012)
Uji korelasi menunjukkan [8], dari penelitian tersebut diketahui
bahwa ada hubungan antara konsentrasi paling efektif dari
besarnya konsentrasi dengan Ekstrak metanol daun Salam
diameter zona hambatan (Sygyzium polyanthum) terhadap
pertumbuhan bakteri Shigella bakteri Escherichia coli dan
dysenteriae. Besar pengaruh Salmonella sp yaitu pada
pemberian berbagai konsentrasi konsentrasi 5%, dengan zona radikal
terhadap pertumbuhan bakteri sebesar 14,5 mm terhadap bakteri
Shigella dysenteriae dapat Escherichia coli dan sebesar 13,8
diprediksikan dengan tingkat mm terhadap bakteri Salmonella sp.
kebenaran 93,4% sedangkan 6,6% Mekanisme kerja ekstrak etanol
adalah faktor lain. daun salam memiliki daya bunuh
terhadap Shigella dysenteriae
3.2. PEMBAHASAN ditunjukkan dengan adanya zona
Berdasarkan hasil penelitian radikal disekitar sumuran yang
dapat diketahui bahwa pada bertambah besar dengan
konsentrasi 10% sudah memberikan meningkatnya konsentrasi. Hal ini
efek antibakteri terhadap Shigella berarti ekstrak etanol daun salam
dysenteriae walaupun daya mampu membunuh Shigella
bunuhnya lebih kecil dari pada dysenteriae. Sehingga ekstrak
konsentrasi 20%, 30%, 40% dan etanol daun salam dapat digunakan
50%. Hasil ini disebabkan karena sebagai zat antibakterI, yaitu pada
pada konsentrasi tertinggi yaitu 50%, konsentrasi 40% dan 50%. Di mana
kandungan zat aktif sebagai konsentrasi 40% dan 50%
antibakteri lebih tinggi dari pada menghasilkan efektivitas sebesar
konsentrasi 40%, 30%, 20% dan 94,6% dan 99,5% (presentase
10%. efektivitas antara 90-100%),
Berdasarkan uji regresi, sehingga merupakan konsentrasi
pengaruh pemberian berbagai yang efektif sebagai antibakteri
konsentrasi terhadap pertumbuhan Shigella dysenteriae.
bakteri Shigella dysenteriae dapat
diprediksikan dengan tingkat 4. KESIMPULAN
kebenaran 93,4% sedangkan 6,6% Ekstrak etanol daun salam
adalah faktor lain. Faktor lain pada memberikan pengaruh terhadap
penelitian ini dapat berupa bahan daya antibakteri Shigella dysenteriae
yang tidak diinginkan, seperti etanol secara in vitro, dimana semakin
pada pembuatan ekstrak etanol tinggi konsentrasi ekstrak etanol
daun salam. Etanol merupakan daun salam, maka semakin besar
golongan alkohol yang bersifat daya hambat yang dihasilkan
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

dengan besar pengaruh sebesar 6. Ganiswarna, S.G. 1995.


93,4%. Ekstrak etanol daun salam Farmakologi Dan Terapi.
konsentrasi 40% dan 50% Jakarta: Gaya Baru.
merupakan konsentrasi yang efektif 7. Staf Pengajar Farmakologi
sebagai antibakteri Shigella Fakultas Kedokteran Universitas
dysenteriae. Sriwijaya, 2004. Kumpulan
Kuliah Farmakologi Edisi 2.
5. SARAN Jakarta: Penerbit Buku
1. Ekstrak etanol daun salam Kedokteran EGC.
dengan konsentrasi minimal 8. Khairun Nisya Rambe, Albert
40% dapat digunakan sebagai Pasaribu dan Rumondang Bulan
salah satu alternatif antibakteri Nst. Uji Antibakteri Ekstrak
alami. Metanol Daun Salam (sygyzium
2. Perlu dilakukan penelitian lebih polyanthum) terhadap Bakteri
lanjut tentang potensi antibakteri Escherichia coli dan Salmonella
ekstrak etanol daun Salam sp. Jurnal Saintia Kimia vol. 1,
(Syzygium polyanthum) no. 1, 2012
terhadap Shigella dysenteriae
secara in vivo dengan hewan uji
mencit.
3. Perlu dilakukan uji dilusi agar
untuk menentukan kadar
hambat minimal ekstrak etanol
daun salam (Syzygium
polyanthum) terhadap Shigella
dysenteriae.

DAFTAR PUSTAKA
1. Wijoyo, Y. 2013. Diare Pahami
Penyakit dan Obatnya.
Yogyakarta: PT Citra Aji
Parama.
2. Pusat Pendidikan Tenaga
Kesehatan Departemen
Kesehatan Republik Indonesia,
1989. Bakteriologi Klinik.
Jakarta: Depkes.
3. Johnson, A.G. 1994.
Mikrobiologi dan Imunologi.
Jakarta: Binarupa Aksara.
4. Ramdhani, A. 2013. 1001
Keajaiban dan Khasiat
Dedaunan. Jakarta: Sealova
Media.
5. Utami, Prapti dan Desty E.P.
2013. The Miracle of Herbs.
Jakarta Selatan: PT AgroMedia
Pustaka.
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SERUM PADA


RUANG GELAP TERHADAP KADAR BILIRUBIN
TOTAL BAYI DI RS PKU MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA
Subrata Tri Widada1, M. Atik Martsiningsih1 Ari Wahyuni1
1
Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Jln. Ngadinegaran MJ III/62, Yogyakarta 55143

Intisari
Ikterus yang banyak terjadi pada bayi baru lahir, disebabkan karena
organ hati yang berfungsi sebagai pemecah bilirubin belum sempurna. Pada
bayi lahir ikterus yang kadar bilirubin totalnya lebih dari 12 mg/dl atau biasa
disebut dengan hiperbilirubinemia dilakukan tindakan fototerapi (pemberian
sinar biru) dengan tujuan untuk mempercepat konjugasi. Untuk membantu
diagnosa, dilakukan pemeriksaan bilirubin total dan sebaiknya pemeriksaan
bilirubin total dilakukan dengan segera. Akan tetapi pada suatu kondisi
pemeriksaan bilirubin total tersebut harus ditunda, sehingga peneliti ingin
mengetahui seberapa besar pengaruh penyimpanan serum terhadap kadar
bilirubin total yang dilakukan dengan menyimpan serum pada ruang gelap.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penyimpanan serum pada
ruang gelap terhadap kadar bilirubin total bayi di RS PKU Muhammadiyah
Yogyakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu untuk mengetahui
pengaruh penyimpanan serum pada ruang gelap terhadap kadar biliribun total
bayi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.
Rata-rata kadar bilirubin total yang diperiksa secara langsung tanpa
penyimpanan serum pada ruang gelap adalah 14,67 mg/dl.Persentase kadar
bilirubin total mengalami penurunan dari 0 menit ke 30 menit sebesar 3,54%
dan mengalami penurunan dari 0 menit ke 60 menit sebesar 5,93%. Tidak ada
pengaruh yang bermakna antara lama penyimpanan serum pada ruang gelap
terhadap kadar bilirubin total bayi di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta.

Kata kunci: Bilirubin total, serum, lama penyimpanan, ruang gelap.

1. PENDAHULUAN Berbagai pemeriksaan dapat


Laboratorium kesehatan dilakukan di laboratorium
merupakan unit yang bertugas kesehatan antara lain pemeriksaan
sebagai penyedia layanan imunologi, kimia klinik, parasitologi,
pemeriksaan spesimen sampel dari mikrobiologi, dan hematologi. Salah
pasien guna menunjang upaya satu pemeriksaan kimia klinik yang
diagnosis penyakit, penyembuhan biasa dilakukan di laboratorium
penyakit, dan pemulihan klinik adalah pemeriksaan kadar
kesehatan. Fungsinya yang tidak bilirubin [1]. Neonatus merupakan
dapat diremehkan membuat bayi yang berumur 0-28 hari. Masa
laboratorium memiliki peranan yang ini merupakan masa transisi,
vital dalam pelayanan kesehatan dimana bayi memulai kehidupan
individu maupun masyarakat. diluar rahim ibunya. Begitu banyak
perubahan dialami, baik dari organ
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

fisik maupun fungsi tubuhnya. Hal pemeriksaan juga tidak bisa segera
ini terjadi karena bayi sudah hidup dilakukan disebabkan karena
terpisah dari ibunya. Mengingat banyaknya sampel.
begitu besar perubahan yang Stabilitas bilirubin dalam serum
terjadi maka tak dapat diingkari pada suhu kamar tidak stabil dan
begitu banyak juga permasalahan mudah terjadi kerusakan terutama
yang timbul karena hal tersebut. oleh oleh sinar, baik sinar lampu
Diantaranya adalah perubahan ataupun sinar matahari. Sinar
patologis yang memberikan matahari langsung dapat
pengaruh buruk terhadap menyebabkan penurunan kadar
pertumbuhan dan perkembangan bilirubin serum sampai 50% dalam
bayi. Salah satunya adalah satu jam [3].
erjadinya ikterus atau yang lebih Bilirubin adalah suatu pigmen
dikenal dengan bayi kuning. Ikterus berwarna kuning yang berasal dari
neonatus merupakan penyakit yang unsur porfirin dalam hemoglobin.
disebabkan oleh penimbunan Bilirubin merupakan produk
biirubin dalam jaringan tubuh penghancuran sel darah merah
sehingga kulit, mukosa, dan sklera oleh sel-sel retikuloendotel.
berubah warna menjadi kuning. Meskipun berasal dari hemoglobin,
Ikterus ini banyak terjadi pada bayi bilirubin tidak mengandung zat
baru lahir. Hal ini besi. Bilirubin yang baru terbentuk
disebabkankarena organ hati yang ini larut dalam lemak. Di dalam
berfungsi sebagai pemecahan plasma darah, bilirubin ini berkaitan
bilirubin belum terbentuk sempurna dengan albumin. Karena terbentuk
atau belum berfungsi sempurna. secara normal dari penghancuran
Peningkatan kadar bilirubin dalam sel darah merah maka proses
darah disebut hiperbilirubinemia. metabolisma dan sekresi biirubin
Kadar bilirubin akan kembali normal dapat berlangsung secar terus
dalam beberapa hari yaitu ketika menerus [4].
organ hati sudah matang atau jika Mekanisme dimana
gangguan fungsi hati telah hiperbilirubinemia dan ikterus dapat
dihilangkan. Meningkatnya kadar terjadi sebagai akibat dari:
bilirubin dalam darah melebihi nilai a. Peningkatan produksi bilirubin
normal yaitu di bawah 12 mg/dl b. Penurunan kecepatan
akan menyebabkan bayi kuning [2]. penyerapan bilirubin oleh sel
Pemeriksaan kadar bilirubin hati
total sebaiknya diperiksa segera, c. Gangguan konjugasi bilirubin
tetapi dalamkeadaan tertentu d. Gangguan pengeluaran
pemeriksaan kadar bilirubin total di bilirubin Ikterus fisiologis tidak
RS PKU Muhammadiyah terjadi pada 24 jam sesudah
Yogyakarta tidak bisa dilakukan lahir karena dibutuhkan waktu
dengan segera. Sampel darah yang untuk pengumpulan bilirubin.
diambil dari bayi yang berada di Pada bayi yang lahir cukup
kamar bayi tidak bisa dibawa bulan kadar bilirubin tertinggi
langsung ke laboratorium, karena (5-6 mg/dl) terjadi pada hari ke
petugas harus menyelesaikan 2-5 sesudah lahir dan menurun
sampling ke bangsal lain, sehingga sesudah hari ke 5, atau
menyebabkan sampel tertunda menurun perlahan-lahan
pemeriksaannya. Setelah sampai di sampai akhir minggu ke 2.
laboratorium, terkadang Pada bayi lahir prematur, kadar
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

bilirubin dapat mencapai 8-12 laboratorium terhadap 23 sampel


mg/dl pada hari ke 4 sampai serum. Masing – masing serum
hari ke 7. Ikterus yang timbul dibagi menjadi 3 kelompok
setelah 24 jam kelahiran (kelompok 0 menit, 30 menit dan 60
kemungkinan disebabkan menit). Kelompok 0 menit adalah
ketidaksesuaian darah (faktor serum yang langsung diperiksa
Rhesus/ABO) [4]. tanpa di diamkan, kelompok 30 menit
Sebelum lahir, bilirubin bayi adalah kelompok yang sebelumnya
dibersihkan oleh plasenta yang di diamlan terlebih dahulu pada
dilakukan oleh metabolisme ibu. ruang gelap selama 30 menit.
Apabila terjadi penumpukan bilirubin Kelompok 60 menit adalah kelompok
pada neonatus dapat terjadi ikterus. yang didiamkan di ruang gelap
Karena darah/otak pada neonatus selama 60 menit.
lebih permiabel, bilirubin bebas dapat
masuk secara mudah dalam 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
konsentrasi yang memadahi dapat 3.1. Hasil Penelitian
menimbulkan kinekterus, yang Rerata hasil pemeriksaan
menimbulkan berbagai gejala kejang kadar bilirubin total pada 23
dan perilaku abnormal sampai sampel yang disimpan pada
paralisis serebral, ketulian, atau ruang gelap selama 30 menit dan
kematian. 60 menit mengalami hasil yang
Fungsi hati neonatus serupa linear yakni mengalami
dengan pada orang dewasa tetapi penurunan. Rerata kadar bilirubin
relatif imatur. Kemampuan total pada pemerikasaan 0 menit
membentuk protein plasma dan adalah 14,67 mg/dl, rerata kadar
memetabolis zat asing masih sedikit. bilirubin total dengan
Hal ini, bersama dengan proses penyimpanan pada ruang gelap
pencernaan yang belum matang, selama 30 menit adalah 14,1
menyebabkan neonatus beresiko mg/dl dan rerata kadar bilirubin
mengalami hiperbilirubinemia [5]. total dengan penyimpanan pada
Pada waktu bayi lahir enzim yang ruang gelap selama 60 menit
bertanggung jawab untuk adalah 13,80 mg/dl.
mengkonjugasi bilirubun belum aktif Kadar bilirubin total dari 0
penuh misalnya aktifitas penuh menit ke 30 menit mengalami
glukoronil transferase memerlukan penurunan sebesar 3,54%
waktu tiga minggu untuk sedangkan untuk kadar bilirubin
berkembang dan juga pada total dari 0 menit ke 60 menit
prematuvitas ada kekurangan seperti mengalami penurunan sebesar
itu, sehingga hiperneonatus hampir 5,93%.
tidak mempunyai kapasitas untuk Berdasarkan uji statistik
mengekskresikan beban bilirubin anova satu jalan dapat diketahui
normalnya yaitu kurang dari 12 mg/dl nilai signifikan penelitian tersebut
dan beban ini mungkin meningkat adalah 0,338 dan F hitung
karena pemecahan eritrosit yang sebesar 1,102 dengan taraf
berlebihan [6]. kesalahan 5%. Diperoleh nilai
signifikan sebesar 0,338 (p>0,05)
2. METODE PENELITIAN maka Ho diterima dan Ha ditolak,
Jenis penelitian ini adalah sehingga dapat diartikan tidak
penelitian eksperiment semu, ada pengaruh lama penyimpanan
menggunakan pemeriksaan serum pada ruang gelap
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

terhadap kadar bilirubin total penggunaan wadah yang salah


bayi. Kemudian uji statistik menyebabkan kesalahan dalam
dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil tahap pra analitik. Secara
uji LSD didapatkan hasil tidak keseluruhan dapat disimpulkan
signifikan, artinya waktu bahwa kuantitas dan kualitas
penyimpanan serum pada ruang spesimen yang tidak tepat
gelap tidak berpengaruh memberikan kesalahan tahap pra
terhadap kadar bilirubin total. analitik lebih darin 60% sedangkan
abung yangkesalahan lain seperti
salah identifikasi spesimen,
3.2. PEMBAHASAN spesimen yang tidak diawetkan,
Berdasarkan hipotesis tabung yang rusak dalam sentrifuge
seharusnya ada pengaruh yang hanya merupakan keslaahan
signifikan antara lama penyimpanan tambahan. Oleh sebab itu kerjasama
serum pada ruang gelap dengan dalam penanganan sampel yang
penurunan kadar bilirubin total bayi baik di dalam setiap tahapan sangat
karena bilirubin serum siftanya tidak penting, sehingga dapat
stabil atau mudah teroksidasi oleh meningkatkan kualitas hasil
cahaya dan juga mudah rusak oleh pemeriksaan [9].
suhu ruangan sehingga apabila Dalam suatu pemeriksaan
dilakukan penundaan akan bilirubin total, sampel akan selalu
menyebabkan menurunnya kadar berhubungan langsung dengan
bilirubin total [8]. Hasil pemeriksaan faktor luar. Hal ini erat sekali
kadar bilirubin total dapat terhadap kestabilan kadar sampel
dipengaruhi oleh faktor kinerja yang akan diperiksa, sehingga dalam
petugas laborat dalam melakukan pemeriksaan tersebut harus
serangkaian proses pemerikasaan di memperhatikan faktor-faktor yang
laboratorium. Proses pemerikasaan mempengaruhi stabilitas kadar
di laboratorium yang meliputi bilirubin total serum. Proses
tahapan pra analitik, analitik, pasca penyimpanan pada ruang gelap yang
analitik memiliki pengaruh terhadap dilakukan oleh peneliti yaitu dengan
penyimpangan hasil di laboratorium. cara serum dibungkus menggunakan
Berdasarkan penelitian yang aluminium foil kemudian dimasukkan
dilakukan oleh Plebani (2006) [9], ke dalam botol atau tabung. Serum
tahap pra analitik yang meliputi yang yang telah disimpan dalam
proses pengambilan darah, botol kemudian diletakkan pada
penambahan antikoagulan, almari yang ditutup. Meskipun
penyimpanan sampel, penganganan ruangan telah dikontrol suhunya,
sampel, wadah sampel, suhu tetapi suhu di dalam botol maupun di
ruangan, sentrifugasi, sampai dalam almari suhunya tidak bisa
dengan proses transportasi sampel terkontrol, sehingga akan
menyumbang kesalahan hasil berpengaruh pada stabilitas serum
pemeriksaan sebesar 4668,2%, yang bisa menyebabkan penurunan
tahap analitik 7-13%, sementara kadar bilirubin.
tahap pasca analitik menyumbang Penyimpanan yang dilakukan
sebesar 18,5 – 47%. Tahap pra oleh peneliti yaitu ditempatkan pada
analitik dimulai dari permintaan test ruang gelap akan mengurangi
sampai berakhir dengan proses teroksidasinya bilirubin total oleh
transportasi sampel ke laboratorium. cahaya, baik cahaya matahari
Sampel yang mengalami hemolisa, maupun oleh cahaya lampu.
penanganan yang tidak tepat serta
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

Sehingga pada penelitian ini 3. Anis Nur Prasetyaningrum. 2013.


didapatkan hasil penurunan kadar Diunduh tanggal 2 Juni 2014
bilirubin total yang tidak bermakna. dari:
http://choryanizers.blogspot.com
4. SARAN /2013/04/pemeriksaanbilirubin.ht
1. Perlu dilakukan penelitian ml
tentang pengaruh lama 4. Ali Sulaiman, Nurul Akbar,
penyimpanan serum pada ruang Laurentius, H.M. Sjaifoellah Noer,
gelap terhadap kadar bilirubin Mpu Kanoko S, dkk 2012.Buku
total dengan variasi waktu AjarIlmu Penyakit Hati. Jakarta:
penyimpanan lebih dari 60 menit CV. Sagung Setyo.
dan penyimpanan pada suhu 5. Coad J, and Dunstall M. 2006.
20C-80C. Anatomi dan Fisiologi Untuk
2. Serum yang akan dilakukan Bidan. Jakarta: Penerbit Buku
penundaan pemeriksaan untuk Kedokteran; EGC.
kadar bilirubin total sebaiknya 6. Baron. D.N. 1995. Kapita Selekta
disimpan pada ruang gelap untuk Patologi Klinik. Jakarta: Penerbit
menghindari penurunan yang Buku Kedokteran: EGC.
bermakna terhadap kadar 7. Notoatmojo. 2002. Statistik Untuk
bilirubin total bayi. Penelitian. Bandung: CV.
Afabeta.
DAFTAR PUSTAKA
8. Yoyok. 2011. Diunduh pada
1. Permenkes 2010. Diunduh tanggal 13 November 2014 dari:
tanggal 9 Mei 2014 dari: posting-perdana.
http://searches.globosso.com/se blogspot.com/2011/12/kimiaklinik.
arch/web?fcoid=417&q=permen html.
kes2010
9. Plebani, M. 2006. Diunduh
2. Noorningsih. 2003. Bayi Kuning tanggal 13 November 2014 dari:
dan Ketidakcocokan Golongan Chem Med Lab, 44 (6), 750-759.
Darah. Jakarta: Penerbit Buku
Kedokteran: EGC.
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

Pengaruh Lama Perendaman Koro Benguk (Mucuna


pruriens) dengan Penambahan Soda Kue (NaHCO3)
terhadap Kadar Asam Sianida (HCN)
Roosmarinto1, Narendra Yoga1, Sekar Winda Nabella Maharani 1
1
Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Jln. Ngadinegaran MJ III/62, Yogyakarta 55143

Intisari

Minimnya pemanfaatan koro benguk karena di dalamnya terkandung


asam sianida (HCN) yang bersifat racun. Asam sianida bersifat asam yang
sangat mudah larut dalam air, maka dilakukan perendaman dengan penambahan
soda kue yang bersifat basa yang cukup efektif menetralkan HCN dalam koro
benguk. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh lama perendaman koro
benguk dengan soda kue terhadap kadar asam sianida dan mengetahui kadar
asam sianida sebelum perlakuan, perendaman tanpa soda kue dan dengan soda
kue.
Penelitian ini merupakan pre test – post test with control group, subyek
penelitian berupa soda kue 1000 ppm. Obyek penelitian ini adalah koro benguk
varietas benguk putih yang dilakukan perendaman dalam air sebagai kelompok
kontrol dan soda kue sebagai kelompok perlakuan selama 2, 4, 6, 8, 10 dan 12
jam.
Hasil penelitian kadar asam sianida koro benguk sebelum perlakuan
adalah 36,35 mg/kg. Pada perendaman dalam air selama 2, 4, 6, 8, 10 dan 12
jam berturut turut adalah 30,10 mg/kg, 28,52 mg/kg, 25,86 mg/kg, 23,33 mg/kg,
21,79 mg/kg dan 20,80 mg/kg. Sedangkan kadar HCN koro benguk pada
perendaman soda kue selama 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 jam berturut turut adalah
23,82 mg/kg, 20,82 mg/kg, 18,34 mg/kg, 16,32 mg/kg, 14,57 mg/kg dan13,67
mg/kg. Hasil Uji ANOVA satu jalan pada kelompok perlakuan didapatkan nilai
signifikansi 0,000 (p< 0.05).
Ada pengaruh bermakna lama perendaman koro benguk dalam soda kue
terhadap kadar asam sianida. Perendaman dengan soda kue lebih efektif
menurunkan kadar asam sianida.

Kata Kunci: Koro benguk, soda kue, asam sianida, perendaman.

1. PENDAHULUAN 3-4%. Disamping kandungan bahan


Korobenguk (Mucuna pruriens) tadi, koro benguk juga mengandung
merupakan salah satu jenis kacang- Asam sitrat dan Asam sianida (HCN)
kacangan lokal yang memiliki yang cukup tinggi [1].
berbagai macam varietas dan bisa Pengolahan koro benguk pada
digunakan sebagai bahan baku umumnya diawali dengan
pengganti kedelai dalam pembuatan pemasakan atau perebusan. Karena
tempe. Ditinjau dari nilai gizinya, kandungan karbohidrat yang tinggi
koro benguk tidak kalah dengan menyebabkan koro benguk memiliki
jenis kacang-kacangan yang lain. tekstur yang keras, sehingga
Koro benguk mempunyai kadar pemasakan dilakukan agar
protein 28-32%, pati 40-44%, lemak teksturnya menjadi lunak. Setelah
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

pemasakan atau perebusan sianida dan mengetahui kadar asam


biasanya diikuti dengan perendaman sianida sebelum perlakuan,
untuk menghilangkan sianidanya perendaman tanpa soda kue dan
karena kadar sianida pada koro dengan soda kue.
benguk relatif tinggi [2]. 2. METODE PENELITIAN
Asam sianida sangat cepat Jenis penelitian ini adalah
terserap oleh alat pencernaan eksperimen dengan rancangan
masuk ke dalam saluran darah dan eksperimen sebenarnya (True
terikat oleh senyawa HCN dan Experiment) menggunakan
menyebabkan terganggunya sistem pendekatan Pre test-Post test with
pernafasan. Tergantung pada jumlah control group yang hasilnya
yang dikonsumsi, HCN dapat dianalisis secara deskriptif dan
menyebabkan kematian pada dosis analitik [6].
0,5 – 3,5 mg HCN/berat badan [3]. Koro benguk yang digunakan
Selain dengan perebusan, adalah koro benguk yang siap
penurunan kadar HCN juga dapat panen, bijinya tidak berlubang (utuh)
dilakukan dengan perendaman dan bersih. Koro benguk dibagi
dalam suasana basa. Karena HCN menjadi 3 kelompok yaitu koro
bersifat asam, dirasa cukup efektif benguk tanpa perendaman,
untuk menurunkan kadar HCN perendaman tanpa soda kue dan
karena reaksinya menghasilkan perendaman dengan soda kue
garam yang bersifat netral. Basa masing-masing direndam selama 2,
yang digunakan untuk mereaksikan 4, 6, 8, 10 dan 12 jam.
HCN agar menjadi netral dan Pemeriksaan asam sianida
menghasilkan garam tersebut salah (HCN) pada koro benguk setelah
satunya dengan soda kue dilakukan destilasi untuk
(NaHCO3). Bahan kimia tersebut memisahkan asam sianida (HCN)
tidak membahayakan karena biasa dan zat-zat lainnya yang terkandung
digunakan untuk bahan tambahan dalam koro benguk. Pemeriksaan
makanan dalam pembuatan kue. asam sianida dengan menggunakan
Soda kue tersebut akan bereaksi spektrofotometer dan didapat nilai A
dengan HCN pada koro benguk (absorbansi) kemudian diubah
menghasilkan garam NaCN dan H2O menjadi mg/kg. Data yang diperoleh
serta CO2 [4]. disajikan dalam bentuk tabel dan
Soda kue adalah senyawa diuji statistik menggunakan SPSS
kimia dengan rumus NaHCO3. 16.0 for windows. Uji statistik yang
Senyawa ini merupakan kristal yang digunakan adalah uji One-Sample
sering terdapat dalam bentuk Kolmogorov, uji Anova One Way, uji
serbuk. Soda Kue atau natrium Homogenitas, uji LSD, uji
bikarbonat, adalah bahan pokok di Correlation, uji Regresion, uji T-Test.
dapur yang berfungsi untuk
memanggang dan membersihkan. 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Sifat dari soda kue adalah basa dan 3.1. Hasil Penelitian
tidak memberi rasa, warna, dan bau Dari hasil penelitian diperoleh
pada makan yang dicampur dengan kadar asam sianida (HCN) pada
soda kue [5]. koro benguk tanpa perlakuan
Tujuan penelitian untuk sebesar 36,35 mg/kg, kadar asam
mengetahui pengaruh lama sianida (HCN) pada koro benguk
perendaman koro benguk dengan yang direndam tanpa penambahan
soda kue terhadap kadar asam soda kue selama 2 jam sebesar
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

30,10 mg/kg, 4 jam sebesar 28,52 hidrolisis enzimatis oleh enzimn β-


mg/kg, 6 jam sebesar 25,86 mg/kg, glukosidase. Sianida merupakan
8 jam sebesar 23,33 mg/kg, 10 jam senyawa yang larut dalam air
sebesar 21,79 mg/kg, 12 jam sehingga dalam pengolahan koro
sebesar 20,80 mg/kg, sedangkan benguk sering direndam dalam air
kadar asam sianida (HCN) pada selama 3 hari atau lebih. Lamanya
koro benguk yang direndam dengan waktu pengolahan ini menjadikan
soda kue selama 2 jam sebesar koro benguk tidak diminati padahal
23,82 mg/kg dengan persentase koro benguk dapat menjadi alternatif
penurunan 34,48%, 4 jam sebesar sumber protein pengganti kedelai
20,82 mg/kg dengan persentase yang lebih murah dan melimpah [2].
penurunan 41,66%, 6 jam sebesar Penelitian ini menggunakan
18,34 mg/kg dengan persentase soda kue (NaHCO3) yang bersifat
penurunan 49,54%, 8 jam sebesar basa sebagai media perendaman
16,32 mg/kg dengan persentase koro benguk untuk menetralkan
penurunan 55,05%, 10 jam sebesar asam sianida yang terkandung.
14,57 mg/kg dengan persentase Asam sianida dan soda kue akan
penurunan 59,89%, 12 jam sebesar bereaksi membentuk air (H2O) dan
13,67 mg/kg dengan persentase garam natrium sianida (NaCN).
penurunan 62,58%. Reaksi asam basa ini membuat
perendaman dalam soda kue lebih
3.2. PEMBAHASAN efektif dan lebih cepat disbanding
Asam sianida dalam bentuk perendaman dalam air biasa atau
gas atau cairan sangat beracun dan tanpa penambahan soda kue [4].
sangat mematikan. Sianida dengan Penelitian ini menggunakan
sifat-sifat menyerang langsung serta sampel 100 gram koro benguk yang
menghambat sistem antar ruang sel direndam dengan penambahan soda
(Cellvair prosessus inhibiting) yaitu kue 1000 ppm selama 2 jam, 4 jam,
menghambat sitokrom oksidase 6 jam, 8 jam, 10 jam dan 12 jam
dalam sel-sel, hal ini menyebabkan untuk membuktikan adanya
zat pembakaran atau O2 tidak dapat pengaruh lama perendaman koro
bersenyawa dengan hemoglobin benguk dengan penambahan soda
untuk membentuk oksihemoglobin: kue terhadap kadar asam sianida
O2 + Hb = OHb. Oleh karena itu O2 (HCN). Penelitian ini juga
tidak dapat beredar ke tiap-tiap menggunakan 100 gram koro
jaringan sel tubuh. Dengan system benguk yang direndam dalam 200
keracunan seperti ini menimbulkan ml air tanpa penambahan soda kue
kelumpuhan dari alat-alat selama 2 jam, 4 jam, 6 jam, 8 jam,
pernafasan yang menyebabkan 10 jam dan 12 jam sebagai kontrol.
kegagalan bernafas dan produksi Kontrol ini dilakukan untuk
energi terhambat kemudian berakhir membuktikan apakah perendaman
dengan kematian [7]. dengan penambahan soda kue lebih
Koro benguk (Mucuna efektif dari pada perendaman
pruriens) mengandung asam sianida dengan air tanpa penambahan soda
(HCN) yang bersifat racun (Haryoto, kue untuk menurunkan kadar asam
2000). Senyawa sianida terdapat sianida pada koro benguk.
pada bahan pangan sebagai bagian Perlakuan lama peredaman dengan
dari komponen gula (sianogenik air tanpa penambahan soda kue itu
glukosida) yang dapat sama seperti perendaman dengan
membebaskan HCN melalui reaksi penambahan soda kue. Data
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

menunjukkan bahwa perendaman Intake (ADI) sianida menurut FAO


dengan penambahan soda kue dan WHO yang menyatakan kadar
terbukti lebih cepat menurunkan sianida aman dalam makanan tidak
kadar asam sianida dibandingkan lebih dari 0,005 mg/kg. Sedangkan
dengan perendaman tanpa menurut Winarno, 1997 HCN dapat
penambahan soda kue. Setelah menyebabkan kematian pada dosis
dilakukan uji statistik menggunakan 0,5 – 3,5 mg HCN/ kg berat badan,
uji T-Test ternyata terdapat maka diharapkan dilakukan
perbedaan yang signifikan antara penelitian selanjutnya dengan
kadar asam sianida setelah menambah lama perendaman koro
dilakukan perendaman dengan benguk dengan penambahan soda
penambahan soda kue dan kue atau menambah konsentrasi
perendaman tanpa sodakue. Hal ini soda kue sebagai media
dikarenakan soda kue bersifat basa perendaman sehingga didapat waktu
yang lebih cepat menetralkan Asam perendaman dan konsentrasi soda
sianida yang terkandung dalam koro kue paling optimal yang efisien
benguk [4]. dalam menurunkan kadar asam
Asam sianida dalam koro sianida dalam koro benguk sehingga
benguk ditangkap dengan cara aman untuk dikonsumsi.
destilasi biasa. Destilat dari koro
benguk kemudian direaksikan 4. KESIMPULAN
dengan larutan Asam pikrat 1% dan Ada pengaruh yang
diperiksa kadar asam sianida signifikan pada perendaman koro
dengan spektrofometer panjang benguk dengan penambahan soda
gelombang 483 nm. Panjang kue terhadap penurunan kadar asam
gelombang ini diperoleh setelah sianida yang terkandung.
mencari panjang gelombang Perendaman tanpa penambahan
maksimal dengan standar KCN 2 soda kue dan dengan penambahan
ppm dengan hasil absorbansinya soda kue mempunyai perbedaan
sebesar 0,259. yang bermakna untuk menurunkan
Hasil uji statistik dengan kadar asam sianida (HCN) yang
program SPSS 16.0 for windows terkandung pada koro benguk.
yang dilakukan didapatkan bahwa Kadar asam sianida (HCN)
ada pengaruh yang bermakna pada koro benguk terendah dalam
antara perendaman koro benguk penelitian yaitu pada perendaman
dengan penambahan soda kue dengan penambahan soda kue
terhadap penurunan kadar asam konsentrasi 1000 ppm selama 12
sianida. Perendaman koro benguk jam sebesar 13,67 mg/kg belum
dengan penambahan soda kue memenuhi Acceptable Daily Intake
memiliki tingkat hubungan yang (ADI) sianida menurut FAO dan
sangat kuat dengan penurunan WHO yang menyatakan kadar
kadar asam sianida yang terkandung sianida aman dalam makanan tidak
dengan persentase pengaruh lebih dari 0,005 mg/kg.
sebesar 81,4%.
Kadar asam sianida koro 5. SARAN
benguk terendah dalam penelitian ini Setelah dilakukan evaluasi
yaitu pada perendaman dengan atas penelitian yang dilakukan, ada
penambahan soda kue 1000 ppm beberapa saran yang dapat peneliti
selama 12 jam sebesar 13,67 mg/kg sampaikanbahwa soda kue dapat
belum memenuhi Acceptable Daily menjadi alternatif media
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

perendaman untuk menetralkan http://pitriajuliani.wordpress.com/


racun dalam koro benguk karena 2012/12/.
lebih efektif, efisien dan mempunyai 6. Sugiyono. 2002. Statistika untuk
tingkat keamanan yang sama Penelitian. Bandung: Alfabeta
dibanding air dan perlu dilakukan 7. Adiwisastro. 1990. Keracunan:
penelitian dengan menambahkan Sumber, Bahaya serta
lama waktu perendaman koro Penanggulangannya. Bandung:
benguk dengan penambahan soda Angkasa
kue, menambahkan konsentrasi
soda kue (NaHCO3), dan melakukan
penggantian air rendaman selama
proses perendaman koro benguk
untuk mendapatkan hasil paling
efektif dalam mentralkan asam
sianida pada koro benguk.

DAFTAR PUSTAKA
1. Sudarmaji, S. 1984. Prosedur
Analisa untuk Bahan Makanan
dan Pertanian. Yogyakarta:
Liberty.
2. Handajani S. dan Sri R. D. 2008.
Pengembangan Produk Tempe
Generasi Ketiga Berkhasiat
Antioksidan Berbahan Baku Koro
Benguk (Mucuna pruriensL.D.C.
var. utilis). Surakarta: Pusat
Pengembangan Pangan, Gizi
dan Kesehatan Masyarakat
Lembaga Penelitian dan
Pengabdian pada Masyarakat
Universitas Sebelas Maret.
3. Winarno, F.G. 1997. Kimia
Pangan dan Gizi. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
4. Nurmalitasari. 2007. Perbedaan
antara Rebusan Daun Singkong
(Manihot esculanta Crantz)
Tanpa dan dengan Penambahan
Soda Kue (NaHCO3) terhadap
Kadar Asam Sianida (HCN).
Karya Tulis Ilmiah. Yogyakarta:
Jurusan Analis Kesehatan
Politeknik Kesehatan
Yogyakarta.
5. Juliani, P. 2013. Natrium
Bikarbonat si Ahli Pengembang.
Diunduh pada tanggal 27
September 2013 dari
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

Perbandingan Hitung Jumlah Trombosit


Menggunakan Alat Haematologi Analyzeer dengan
Cara Manual (Fonio) di Laboratorium
RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten
Eni Krisnawati¹, Hj RR Ratih Hardisari1
1
Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Jln. Ngadinegaran MJ III/62, Yogyakarta 55143

Intisari
Trombosit adalah salah satu sel komponen darah yang berperan dalam
faal hemostasis. Pemeriksaan hitung sel darah terutama trombosit merupakan
pemeriksaan yang banyak diminta pada laboratorium klinik, hal ini disebabkan
oleh perannya yang penting dalam upaya membantu menegakkan diagnosis,
memberikan therapi gambaran prognosis dan follow up seorang penderita.
Pemeriksaan hitung jumlah trombosit dilakukan menggunakan alat Haematologi
Analyzer (alat otomatis) dan dengan cara manual (Fonio) atau apusan darah.
Penelitian ini bertujuan mengetahui adanya perbedaan yang bermakna dari hasil
pemeriksaan hitung jumlah trombosit yang menggunakan alat Haematologi
Analyzer dengan cara manual (Fonio).
Metode yang dipakai dalam penelitian adalah observasi analitik.
Menggunakan 30 sampel pasien rawat inap di RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro
Klaten dengan kriteria sampel hasil hitung jumlah trombosit ≤ 100.000/mm³ yang
dilakukan di Laboratorium Klinik RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. Dari hasil
hitung jumlah trombosit yang dilakukan menggunakan alat haematologi Analyzer
dengan cara manual ( apusan darah ) dianalisis secara statistik dengan
menggunakan SPSS 17.0 for windows Uji beda Paired T Test. Hasil yang
diperoleh Uji beda Paired T Test Sig. adalah 0,740 lebih dari 0,05 ( p value >
0,05) Ho: diterima. Jadi tidak ada perbedaan hasil hitung jumlah trombosit yang
menggunakan alat haematologi Analyzer dengan cara manual (Fonio).
Hasil hitung jumlah trombosit yang menggunakan alat haematologi
analyzer mempunyai rerata 50167/mmk dan yang menggunakan cara manual
mempunyai rerata 50033/mmk Hasil statistik uji beda paired T-test Sig 0,740.
Tidak ada perbedaan hasil hitung jumlah trombosit yang menggunakan alat
Haematologi Analyzer dengan cara manual (Fonio) di Laboratorium Klinik RSUP
Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten.

Kata Kunci: Hitung jumlah trombosit - Alat otomatis - Alat manual.

1. PENDAHULUAN pertahanan tubuh terhadap infeksi,


Darah merupakan komponen serta mekanisme hemostasis.Darah
esensial mahkluk hidup, mulai dari terdiri dari dua komponen yaitu:
binatang primitif sampai dengan 1. Plasma darah yang merupakan
manusia. Dalam keadaanfisiologi, bagian cair darah yang sebagian
darah selalu dalam pembuluh darah besar terdiri atas air, elektrolit,
sehingga dapat menjalankan dan protein darah.
fungsinya sebagai pembawa oksigen 2. Butir - butir darah (blood
(oxigen karier), mekanisme corpuscles), yang terdiri atas sel
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

darah merah (eritrosit), sel darah penghitungan jumlah trombosit.


putih (lekosit) dan butir pembeku Sedangkan kelemahannya adalah
darah (trombosit) (Bakta, 2007). adanya trombosit yang besar (giant
Trombosit adalah salah satu sel trombosit) atau beberapa trombosit
komponen darah yang berperan yang menggumpal tak bisa terhitung.
dalam faal hemostasis. Trombosit Hal ini menyebabkan jumlah
banyak dihasilkan pada sumsum trombosit menjadi lebih sedikit
tulang dengan fragmentasi sehingga perlu dikonfirmasi dengan
sitoplasma megakariosit. Jumlah pemeriksaan cara manual.
trombosit dapat diketahui dengan tes Pemeriksaan cara manual
hitung trombosit. Tes ini penting ada dua cara yaitu: cara manual
untuk menilai jumlah trombosit yang langsung dan cara manual tak
normal atau tidak normal pada langsung. Cara manual langsung
penyakit yang dapat menyebabkan dengan cara mengencerkan dan
gangguan pembekuan darah dan melisiskan eritrosit dalam darah
kelainan perdarahan (Hardjono, dengan larutan Ress Ecker,
2003). Pemeriksaan hitung sel darah penggenceran dilakukan dalam pipet
terutama trombosit merupakan khusus yaitu pipet Thoma yang
pemeriksaan yang banyak diminta kemudian dihitung dengan
pada laboratorium klinik, hal ini menggunakan kamar hitung
disebabkan oleh perannya yang Improved Neubouer pada volume
penting dalam upaya membantu tertentu (Gandasoebrata, 2001).
menegakkan diagnosis, memberikan Cara manual tak langsung adalah
terapi gambaran prognosis dan dengan cara pembuatan apusan
fallow up seorang penderita. darah dan kemudian dilakukan
Laboratorium klinik sebagai dengan pengecatan giemsa, cara ini
penunjang diagnosis dituntut untuk sering dipakai sebagai cross check
dapat memberikan hasil yang akurat atau pembanding cara otomatis.
atau memberikan hasil yang dapat Laboratorium Klinik RSUP Dr
mendeteksi kondisi sebenarnya Soeradji Tirtonegoro Klaten dalam
penderita, karena dengan hasil yang melakukan pemeriksaan hitung
didapat akan dapat ditegakkan jumlah trombosit dengan
diagnosis dan diberikan tindakan menggunakan alat hematology
dan terapi terhadap pasien. analyzer (Sysmex KX-21). Adanya
Pemeriksaan hitung jumlah hasil hitung jumlah trombosit yang
trombosit terdapat beberapa cara menggunakan alat hematology
yaitu: cara otomatis dan cara analyzer tidak terbaca dengan alat
manual. Pada umumnya cara otomatis, misalnya adanya trombosit
otomatis dengan menggunakan alat yang bergerombol atau clumping,
hematology analyzer dengan prinsip: adanya trombosit yang besar (Giant
Impendance yaitu resistensi,atau trombosit), trombosit yang tinggi
ketahanan sel-sel yang tergantung (trombositosis) maupun hasil
volume sel terhadap besarnya arus trombosit yang rendah
listrik yang dinyatakan dengan (trombositopeni) sehingga petugas
satuan Fentoliter, dimana ketelitian laboratorium melakukan
lebih baik daripada cara manual. pemeriksaan cross check atau
Cara ini juga mempunyai pembanding secara manual (Fonio)
keuntungan tidak melelahkan yaitu dengan pembuatan apusan
petugas laboratorium, jika harus darah.
banyak melakukan pemeriksaan
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

5. Pemeriksaan trombosit dilihat


2. METODE PENELITIAN pada mikroskop dengan
Jenis penelitian yang dilakukan pembesaran 1000 x (dengan
adalah penelitian observasi analitik, menggunakan minyak emersi),
yaitu suatu metode penelitian yang jumlah rasio trombosit terhadap
menganalisa data sekunder yang 1000 eritrosit dalam apusan
sudah ada dari data primer, data darah tepi juga berlaku pada
diambil acak tanpa ketentuan waktu. milimeter kubik darah sehingga
Dianalisis secara analitik dan perhitungannya adalah rasio
deskriptif yaitu suatu metode trombosit / 1000 eritrosit
penelitian yang dilakukan dengan dikalikan jumlah eritrosit / mm³
tujuan utama membuat gambaran darah.
suatu keadaan dengan pemaparan Estimasi Barbara Brow
suatu masalah dan menguraikan 1) Ujung jari dibersihkan dengan
karakteristik masing-masing kapas alkohol 70% dan biarkan
kelompok yang diteliti (Sugiyono, kering.
2000). 2) Tusuk ujung jari dengan lancet.
Sampel penelitian berasal dari 3) Setelah jumlah darah keluar
pasien rawat inap yang dibuat sediaan preparat apusan
memeriksakan hitung jumlah darah (dengan pewarnaan giemsa),
trombosit di laboratorium RSUP Dr. tutup ujung jari dengan kapas
Soeradji Tirtonegoro Klaten, dengan alkohol 70%.
kriteria sampel pemeriksaan hasil 4) Setelah pengecatan selesai
hitung jumlah trombosit yang ≤ kemudian dikeringkan, dan lihat
100.000 / mm³, sebanyak 30 dibawah mikroskop dengan
sampel. memakai minyak emersi.
Bahan sampel darah EDTA 5) Trombosit dihitung pada zona
dikerjakan dengan 2 metode di dimana eritrosit terlihat merata,
bawah ini: trombosit dilihat dalam 1000 eritrosit.
1. Cara metode manual tak langsung trombosit
Perhitungan (Fonio) cara tak
Prinsip pemeriksaan: Trombosit langsung yang menggunakan
dihitung pada couting area apusan sediaan apusan darah dilakukan
darah tepi yang dicat dengan dalam ( lapangan pandang minyak
pengecatan giemsa. emersi = lpmi ) 10 lpmi x 2000 atau
Caranya : 20 lpmi x 1000 memiliki sensifitas
1. Membuat apusan darah. dan spesifisitas yang baik dan untuk
2. Setelah sediaan apusan darah populasi trombosit normal dan tinggi
kering, kemudian dituang ( trombositosis). Korelasinya dengan
larutan metanol absolut metode otomatis dan bilik hitung
dibiarkan sampai larutan cukup erat. Sedangkan untuk
metanol absolut tersebut kering. populasi trombosit rendah (
3. Kemudian dilakukan trombositopenia) dibawah 100.000
pengecatan dengan cat geimsa /mm³, perhitungan trombosit
(Perbandingan cat giemsa 3 : 1 dianjurkan dalam 10 lpmi x 2000
yaitu 3 ml buffer dengan 1ml cat karena memiliki sensifitas dan
giemsa) selama 15 sampai 20 spesifitas yang baik. Korelasi
menit. dengan metode lain cukup erat.
4. Setelah pengecatan giemsa 2.Cara Metode otomatis
selesai, kemudian dikeringkan. (SysmexKX_- 21)
Prinsip pemeriksaan :
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

Sel darah berjalan melewati statistik. Metode statistik yang


hambatan dan arus ukuran sel darah akan dipakai adalah Paired
akan diketahui dari getaran sampel T- test (uji beda) dengan
elektroda. Penghitungan sel darah program SPSS 17.0
dihitung dari banyaknya getaran-
getaran dan akan dibaca 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
berdasarkan besar sel itu sendiri. 3.1. Hasil Penelitian
Cara kerja : Hasil pemeriksaan hitung jumlah
1. Menghidupkan aliran listrik trombosit yang menggunakan alat
pada stavol / stabilizer haematologi analyzer (otomatit)
2. Menghidupkan alat dengan terdapat hasil hitung jumlah
cara menekan tombol On trombosit antara 18000 – 86000 /
disebelah kanan. mmk, sedangkan pada pemeriksaan
3. Menghomogenkan darah hitung jumlah trombosit secara
sampel yang akan diperiksa manual terdapat hasil hitung
dengan baik, buka tutupnya trombosit antara 20.000 – 85.000 /
dan letakkan dibawah mmk.
Aspiration probe. Pastikan Jumlah sampel yang digunakan
ujung probe menyentuh dasar dalam penelitian 30 sampel, nilai
tabung sampel darah agar rata-rata pada alat otomatis adalah
tidak menghisap udara 50167 dan Standar Deviasi adalah
4. Menekan tombol start switch 19811 sedangkan hasil hitung
untuk memulai proses. jumlah trombosit yang menggunakan
5. Menarik tabung sampel darah alat manual nilai rata-rata 50033
dari bawah probe setelah degnan standar deviasi 18797.
bunyi Beep dua kali Standar Deviasi menunjukkan
6. Hasil tercetak pada layar dan standar kesalahan yang tinggi untuk
secara otomatis pada kertas kedua variabel penelitian.
printer Hasil uji Normalitas data
7. Pemeriksaan dilakukan sampai menunjukkan nilai Asymp.Sig. Pada
seluruh sampel yang diperiksa alat otomatis 1,000 dan alat manual
selesai dikerjakan. 0,998 ( > ) dari 0,05→ maka Ho
8. Memastikan alat dalam status diterima. Apabila nilai p - value lebih
ready, kemudian menekan besar dari 0,05 maka Ho dterima,
tombol shutdown berarti data terdistribusi normal.
9. Meletakkan CellClean dibawah hasil uji beda / Paired T-Test Sig.
Aspiration Probe kemudian Adalah 0,740 lebih besar dari 0,05
menekan Start Switch untuk →maka Ho diterima dan Ha ditolak.
memulai proses. Apabila p- value lebih besar dari
10. Menarik botol Cell Clean dari 0,05 maka Ho diteima. Dari uji
bawah Probe setelah statistik tersebut diperoleh nilai p-
terdengar bunyi Beep dua value > 0,05 (Sig. 0,740 > 0,05)
kali.Proses ini memakan waktu maka Ho diterima. Hal ini berarti
5 menit. hasil hitung jumlah trombosit yang
11. Mematikan alat setelah pesan menggunakan alat otomatis maupun
“Turn Of Power” tampak. dengan memakai cara manual (
apusan darah ) tidak terdapat
Data yang telah terkumpul perbedaan.
selanjutnya disajikan dalam PEMBAHASAN
bentuk table (secara deskriptif). Penghitungan jumlah
Kemudian dianalisis secara
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

trombosit secara; langsung dapat yang diperoleh hanya berdasarkan


dilakukan dengan metode otomatis jumlah hitung trombosit yang rendah
dapat menggunakan Sysmex KX-21 saja antara 18000 – 86000 / mmk,
dengan prinsip teknik impedansi. juga hanya pada pasien umum
Prinsip tersebut memungkinkan sel- tanpa ada kelainan eritrosit ( anemia
sel masuk flow chamber untuk berat ). Pada pengambilan sampel
dicampur dengan diluent kemudian juga tidak mengalami kesulitan,
dialirkan melalui apertura (celah sehingga tidak terjadi aggregasi atau
sempit). Teknik impedansi penjendalan darah.
berdasarkan pengukuran besarnya Adanya trombosit yang
resistensi elektronik antara elektrode bergerombol atau clumping
yaitu elektrode internal dan eksternal disebabkan karena pada
sehingga terjadi perubahan tahanan pengambilan darah atau sampling
listrik yang dicatat sebagai mengalami kesulitan sehingga
peningkatan voltase dan terjadi micro agglutinasi. Sampel
digambarkan dalam bentuk pulsa. darah seperti ini biasanya terjadi
Setiap pulsa listrik yang terjadi pada pengambilan pada bayi,
sesuai dengan satu trombosit yang sehingga pada pemeriksaan hitung
melalui apertura dan tingginya pulsa jumlah trombosit pada alat otomatis
menunjukkan ukuran trombosit dan menunjukkan flag atau memberikan
jumlah pulsa sama dengan jumlah tanda AG (Agglutinasi). Hal ini dapat
trombosit (Sysmex, 2000). dicegah dengan cara pengambilan
Alat tersebut mempunyai darah yang sesegera mungkin
keuntungan diantaranya: tidak setelah pengambilan sampel segera
melelahkan petugas laboratorium, dimasukkan kedalam tabung yang
jika harus banyak melakukan sudah ada antikoagulannya (tabung
pemeriksaan hitung jumlah EDTA) untuk menghindari adanya
trombosit. Adanya tampilan flag aggregasi atau penjendalan.
menunjukkan hal-hal yang perlu Trombosit besar (Giant
mendapat perhatian terhadap trombosit) muncul pada saat
pemeriksaan sampel. Alat ini masih produksi trombosit meningkat, hal ini
terdapat kelemahan apabila ada terjadi pada kasus Trombositosis.
trombosit bergerombol, trombosit Pada penelitian ini memakai sampel
besar (giant) serta adanya kotoran, darah dengan hasil hitung jumlah
pecahan eritrosit (mikro sferosit), trombosit yang ≤ 100.000 / mmk
eritrosit kecil (mikrositik) tidak dapat darah, sehingga tidak ditemukan sel
terdeteksi atau tidak dapat trombosit besar (Giant trombosit)
dibedakan. Teknik ini pada keadaan pada hasil pemeriksaan.
tertentu dapat memberikan hasil Mikrositik atau sel eritrosit
rendah palsu atau tinggi palsu. yang memiliki ukuran yang kecil
Hitung jumlah trombosit metode bahkan besarnya hampir
otomatis mempunyai perkiraan menyerupai trombosit, atau adanya
kesalahan ≤ 4 % pada sampel darah pecahan sel eritrosit (mikro sferosit)
normal (Sacher, 2004). ini terjadi pada kasus anemia berat,
Pada penelitian ini sampel hal ini dapat menghasilkan hitung
yang digunakan tidak terdapat flag jumlah trombosit dengan hasil
pada hasil pemeriksaan hitung trombosit tinggi palsu.
jumlah trombosit yang diperiksa Pada penelitian ini memakai
menggunakan alat haematologi sampel darah pasien yang hanya
analyzer (Otomatis), sehingga hasil memberikan hasil hitung jumlah
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

trombosit yang ≤ 100.000 / mmk menunjukkan hasil tidak ada


tanpa kriteria khusus kasus anemia, perbedaan antara hasil hitung
sehingga dalam penelitian tidak jumlah trombosit yang menggunakan
ditemukan adanya mikrositik alat haematologi analyzer dengan
maupun mikro sferosit. cara manual ( Fonio ).
Penghitungan jumlah
trombosit dengan cara manual tak KESIMPULAN
langsung menggunakan sediaan Berdasarkan penelitian yang
apusan darah tepi yang telah dicat telah dilakukan diperoleh kesimpulan
dengan Giemsa. Metode ini sebagai sebagai berikut:
cross check terhadap cara langsung 1. Hasil hitung jumlah trombosit
(cara otomatis). Metode manual yang menggunakan alat
tidak langsung menghitung jumlah haematologi analyzer
trombosit memakai rasio trombosit mempunyai rerata: 50167/mmk.
terhadap seribu eritrosit pada 2. Hasil hitung jumlah trombosit
apusan darah tepi juga berlaku yang menggunakan cara manual
dalam milimeter kubik darah, (Fonio) mempunyai rerata:
sehingga perhitungannya adalah 50033/mmk.
rasio trombosit / 1000 eritrosit dalam 3. Tidak ada perbedaan hasil hitung
apusan darah tepi dikalikan dengan jumlah trombosit yang
jumlah eritrosit / mm³ darah menggunakan alat haematologi
( Gandasubrata,2007). analyzer dengan cara manual
Hasil penelitiannya adalah (Fonio) yang dilakukan di
tidak ada perbedaan pada hasil Laboratorium klinik RSUP Dr
pemeriksaan hitung jumlah trombosit Soeradji Tirtonegoro Klaten,
yang menggunakan alat haematologi karena nilai Sig yang di dapat
analyzer dengan cara manual sebesar 0,740.
(Fonio).
Hal ini menunjukkan
perbedaan pada hipotesis awal SARAN
bahwa ada beda perbandingan Penelitian tentang perbandingan
hitung jumlah trombosit yang hitung jumlah trombosit yang
menggunakan alat haematologi menggunakan alat haematologi
analyzer dengan cara manual, analyzer dengan cara manual
karena sampel darah yang dipakai (Fonio) di RSUP Dr Soeradji
dalam penelitian memakai sampel Tirtonegoro Klaten telah dilakukan
darah dengan kriteria hasil hitung oleh peneliti. Oleh karena itu peneliti
jumlah trombosit yang ≤ 100.000 akan memberikan beberapa saran
/mmk tanpa adanya kelainan darah ( sebagai berikut:
kasus anemia ) maupun 1. Bagi petugas laboratorium yang
pengambilan sampling darah yang menggunakan alat otomatis
baik. Sampel darah yang dipakai apabila ada tanda flag lakukan
dalam penelitian hanya berdasarkan cross check dengan cara manual
kriteria hasil hitung jumlah trombosit (apusan darah) untuk
yang rendah saja tanpa kelainan memperoleh hasil yang valid.
darah khusus. Pada alat 2. Bagi peneliti yang lain yang ingin
haematologi analyzer juga tidak melakukan penelitian yang
menunjukkan tanda flag, sampel serupa sampel yang digunakan
darah dalam kondisi normal. pada pasien dengan kasus
Sehingga hasil penelitian tertentu (misalnya: anemia)
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

dengan perbandingan alat


otomatis dengan manual pada
pemeriksaan hitung jumlah
trombosit.
3. Jika ada sampel yang
mengalami aggregasi atau
penjendalan darah sebaiknya
minta sampel yang baru dan
baik.

DAFTAR PUSTAKA
1. Gandasoebrata,R.(2007).Penu
ntun Laboratorium Klinik.
Cetakan ke-10. Jakarta: Dian
Rakyat.
2. Guyton, A.C. (1994). Buku Ajar
Fisiologi Kedokteran alih
bahasa Ken Ariata dkk,
Jakarta : EGC.
3. Hardjono,dkk. (2003).
Interpretasi Hasil Tes
Laboratorium Diagnose (
Makasar : Hasanuddin
University Press)
4. Koffbrand AV. Pettit JE. Moss
PAH.( 2005). Kapita Selekta
Hematologi alih bahasa
Lyana Setiawan. Jakarta :
EGC
5. Kosasih, A.S dan Kosasih,
E.N. (2008). Tafsiran Hasil
Pemeriksaan Laboratorium
Klinik, edisi II ( Tangeran :
Karisma
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Salam


(Eugenia polyantha Wight.) Terhadap Kadar
TrigliseridaTikus Putih (Rattusnorvegicus)
Hiperlipidemia
Bambang Supriyanta1, Muji Rahayu1, Hermawati1
1
Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Jln. Ngadinegaran MJ III/62, Yogyakarta 55143

Intisari
Kadar trigliserida yang tinggi dapat meningkatkan risiko aterosklerosis
yang dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Daun salam (Eugenia
polyantha Wight.) mengandung senyawa flavonoid dan tanin yang diduga
mampu menurunkan kadar trigliserida. Flavonoid mampu menurunkan kadar
trigliserida melalui peningkatan lipoprotein lipase. Tanin bereaksi dengan protein
mukosa sehingga menghambat penyerapan lemak. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh pemberian rebusan daun salam terhadap kadar trigliserida
tikus putih (Rattusnorvegicus) hiperlipidemia.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain Post Test
With Control Group Design. Subyek penelitian ini adalah 25 ekor hewan uji
tikusputihjantan yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif dan
kelompok perlakuan dengan pemberian rebusan daun salam dosis0.18 gr/200 gr
BB, 0.27 gr/200 gr BB,0.36 gr/200 gr BB dan obat simvastatin 0.18 mg/200 gr
BB. Kadar trigliserida sebelum dan sesudah perlakuan diukur dengan metode
GPO (glycerol-3-phosphate-oxidase). Pemberian rebusan daun salamdosis 0.18;
0.27; 0.36 gr/ 200 gr BB dan simvastatin mampu menurunkan kadar trigliserida
dengan rata-rata berturut-turut sebesar 57.36 mg/dl; 87.06 mg/dl; 112.13 mg/dl
dan 106.76 mg/dl.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh
rebusan daun salam terhadap kadar trigliserida tikus putih (Rattus norvegicus)
hiperlipidemia. Semakin besar dosis rebusan daun salam semakin besar
penurunan kadar trigliserida.

Kata Kunci: kadar trigliserida, rebusan daun salam, tikus putih.

1. PENDAHULUAN adalah penyakit jantung koroner


Pada era globalisasi ini, [1,2].
kebiasaan makan dan gaya hidup Makan - makanan yang
masyarakat telah banyak mengandung lemak akan
mengalami perubahan. Perubahan meningkatkan trigliserida dalam
pola makan masyarakat yang darah. Penelitian para ahli
didominasi oleh makanan menegaskan bahwa peningkatan
berlemak tinggi dan rendah serat, kadar trigliserida dalam darah
gaya hidup merokok serta kurang merupakan salah satu factor risiko
gerak merupakan penyebab dari penyakit jantung koroner.
timbulnya berbagai penyakit Untuk menurunkan kadar
kardiovaskuler salah satunya trigliserida dapat dilakukan dengan
cara olah raga teratur, pengaturan
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

diet, menghilangkan faktor risiko Penelitian ini merupakan


serta penggunaan obat [2,3,4] penelitian eksperimen dengan Pre
United States Department of and Post Test with Control Group
Health and Human Service Design menggunakan tikus sebagai
mengungkapkan bahwa obat- binatang percobaan dan subyek
obatan penurun kadar trigliserida penelitian. Penelitian dilaksanakan
bila digunakan jangka panjang selama 24 hari menggunakan hewan
memiliki berbagai efek samping, coba sebanyak 25 ekor tikus putih
seperti flushing, hiperglikemia, (Rattusnorvegicus) jantan dengan
hiperurisemia, hepatotoksik dan umur 8-10 minggu, berat badan 150-
miopati. Untuk itulah pengobatan 200 gram. Besar sampel penelitian
tradisional dapat dijadikan pilihan, menurut rumus Federer menyebutkan
salah satunya ialah dengan bahwa untuk 5 kelompok perlakuan
tanaman obat (Mursito, 2002). dibutuhkan tikus minimal sebanyak 5
Selain lebih ekonomis, efek ekor pada setiap kelompok perlakuan.
samping ramuan herbal sangat Tikus putih diadaptasikan dengan
kecil [5,6] pakan standar selama tiga hari
Salam (Eugenia polyantha kemudian dibagi secara acak menjadi
Wight) merupakan salah satu 5 kelompok. Kelompok kontrol positif
tanaman rempah Indonesia yang dan 4 kelompok perlakuan
dikenal oleh masyarakat sebagai mendapatkan tinggi lemak berupa
bumbu untuk menambah cita rasa minyak babi 20% dan pakan standart
dan aroma pada masakan.Daun berupa BR II selama satu minggu
salam mengandung minyak asiri, dilanjutkan pre pengukuran kadar
tannin dan flavonoid. Flavonoid trigliserida. Setelah itu kelompok
dapat meningkatkan aktivitas control positif tetap diberikan standart
enzim lipoprotein lipase yang sedangkan kelompok perlakuan
bekerja untuk menghidrolisis diberipakan standart dan rebusan
trigliserida. Flavonoid juga dapat daun salam dengan dosis 0.18 gr/200
berikatan dengan asam empedu gr BB tikus untuk kelompok perlakuan
dan trigliserida dari makanan satu, 0.27 gr/200 gr BB tikus untuk
dalam usus halus. Kemudian kelompok perlakuan dua, 0.36 gr/200
membentuk ikatan komplek gr BB tikus untuk kelompok perlakuan
(micelle) yang kurang dapat tiga dan simvastasin 0,18 mg/200 gr
diserap oleh usus sehingga BB tikus untuk kelompok perlakuan
penyerapan lemak dapat dihambat empat. Pada kelompok perlakuan
[7], sedangkan senyawa tanin satu, dua dan tiga, masing-masing
diketahui dapat mengendapkan tikus diberikan 3.6 ml air rebusan
mukosa protein yang ada di dalam daun salam setiap pagi hari selama
permukaan intestin (usus halus) dua minggu dan dilanjutkan post
yang akan mengurangi pengukuran kadar trigliserida.
penyerapan lemak [8]. Mengingat Pengambilan darah melalui vena
bahwa daun salam mengandung orbitalis dengan pipet mikro
senyawa yang dapat menurunkan hematokrit maksimal 3 ml, lalu darah
kadar trigliserida maka peneliti ditampung dalam tabung sentrifuge.
tertarik untuk melakukan penelitian Serum darah yang telah diambil
pengaruh rebusan daun salam dilakukan pengukuran kadar
dengan menggunakan tikus putih. trigliserida dengan metode GPO
(Glycerol-3-Phosphate-Oxidase).
2. METODE PENELITIAN Analisis data dilakukan secara
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

deskriptif yaitu berupa tabel dan


grafik, serta dilakukan analisis secara
statistik dengan uji Anove One Way
dengan taraf signifikan 5%.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1. Hasil Penelitian
Penelitian telah dilakukan
pada tanggal 28 Januari – 21 Februari
tahun 2014 di Pusat Antar Studi
Gambar 1. Grafik Rata-Rata Kadar Trigliserida Pre-
(PAU) Pangan dan Gizi Pascasarjana Test dan Post-Test Tikus Putih Hiperlipidemia
UGM. Data kadar Trigliserida
ditunjukkan pada tabel berikut ini. Dari data di atas dapat diketahui
Tabel 1. Kadar Trigliserida Sebelum dan Sesudah
Pemberian Rebusan Daun Salam pada Tikus Putih bahwa terjadi penurunan kadar
Hiperlipidemia (satuan dalam mg/dl) Trigliserida tikus putih hyperlipidemia
setelah pemberian rebusan daun
Simvastatin
0,18 gr/200

0,27 gr/200

0,36 gr/200
Kontrol +

salam selama 2 minggu, baik pada


gr BB

gr BB

gr BB

dosis 0.18 gr/200 gr BB; 0.27 gr/200


gr BB; 0.36 gr/200 gr BB maupun
181.68 178.75 180.95 179.49 183.15
pada pemberian simvastatin yang
ditunjukkan pada selisih antara Pre-
Trigliserida
(Pre-Test)

169.23 175.82 186.81 191.94 168.5


Kadar

172.16 184.62 180.22 197.8 172.16


Test dan Post-Test. Semakin tinggi
175.82 189.01 173.63 200 178.75
dosis rebusan daun salam maka
176.56 176.56 174.36 181.68 176.56
penurunan kadar trigliserida juga
semakin tinggi.
Data dianalisis dengan metode
rata-rata

175.09 180.952 179.194 185.2 175.824 One Way Anova diperoleh signifikansi
0.000 (p<0.05), maka terdapat
perbedaan penurunan kadar
182.02 117.6 87.64 74.16 67.42 trigliserida antar kelompok yaitu
Trigliserida
(Post-Test)

170.79 130.34 89.89 75.66 69.66 kelompok perlakuan dosis 0.18; 0.27
Kadar

173.03 124.34 90.64 80.15 74.16 dan 0.36 gr/200 gr BB. Hasil uji Post
176.78 118.35 95.13 82.4 65.17 Hoc Test (LSD) didapatkan
178.28 127.34 97.38 77.9 68.91 perbedaan yang signifikan antara
kelompok rebusan daun salam dosis
Rata-rata

0.18; 0.27;0.36 gr/ 200 gr BB. Hasil uji


176.18 123.594 92.136 78.054 69.064
korelasi digunakan untuk mengetahui
hubungan antara variable bebas
Sumber : Data Primer Terolah dengan variable terikat. Hasil dari uji
ini didapatkan signifikan 0.000
Dari tabel di atas dapat dibuat grafik (p<0.01) dan mempunyai nilai R
rata-rata kadar Trigliserida pada pre- sebesar 0.943 dan R2 sebesar 0.889
test dan post-test yang ditunjukkan dengan jumlah sampel (N) 15. Artinya,
berikut ini. kejadian penurunan kadar trigliserida
88.90% karena rebusan daun salam
dan 11.10% karena adanya faktor
lain.

3.2. Pembahasan
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

Kelompok kontrol positif Daun salam mengandung


setelah 7 hari diberi pakan tinggi senyawa yang diduga dapat
lemak berupa pakan standar BR II menurunkan kadar trigliserida yaitu
ditambah dengan minyak babi 20 % flavonoid dan tanin. Menurut Marks
mengalami peningkatan kadar dkk (2000) flavonoid dapat
trigliserida. Sesudah 2 minggu diberi meningkatkan aktivitas enzim
pakan standar, kadar trigliserida tidak lipoprotein lipase. Enzim lipoprotein
terlalu banyak mengalami perubahan, lipase berfungsi untuk meghidrolisis
hal ini menunjukkan bahwa untuk trigliserida menjadi asam lemak.
menurunkan kadar trigliserida Sebagaian asam lemak ini kemudian
diperlukan metabolisme yang dibebaskan ke dalam plasma darah
panjang. untuk diangkut menuju otot rangka
Dalam penelitian ini tidak dan jantung dan sebagian lagi diserap
digunakan kontrol negatif sehingga ke dalam jaringan adipose untuk
tidak diketahui apakah kenaikan kadar diubah menjadi senyawa trigliserida
trigliserida pada kontrol positif kembali untuk disimpan. Dengan
disebabkan oleh pemberian minyak meningkatnya enzim lipoprotein
babi 20% atau karena kadar lipase, kadar trigliserida dalam darah
trigliserida tikus putih memang sudah dapat turun karena diserap oleh
tinggi sejak awal sebelum pemberian jaringan adipose [7].
minyak babi 20%. Senyawa tanin diketahui dapat
Pada serum tikus percobaan mengendapkan mukosa protein yang
terjadi peningkatan kadar trigliserida ada di dalam permukaan intestin
karena tingginya kandungan lemak (usus halus) yang akan mengurangi
dalam minyak babi sehingga absorbsi penyerapan lemak. Dengan
trigliserida didalam usus meningkat. dihambatnya absorbsi trigliserida
Trigliserida dan kolesterol yang dalam saluran pencernaan maka
berasal dari makanan, di dalam usus jumlah trigliserida yang masuk ke
akan diubah menjadi kilomikron. dalam pembuluh darah menjadi
Peningkatan absorbsi kilomikron di berkurang. Hasil penelitian
usus menyebabkan peningkatan menunjukkan bahwa pada kelompok
asam lemak bebas dalam plasma perlakuan rebusan daun salam dosis
yang dapat meningkatkan sekresi 0.18; 0.27 da 0.36 gr/200 gr BB
sintesis VLDL yang kaya trigliserida di menunjukkan adanya penurunan
hepar sehingga terjadi peningkatan kadar trigliserida berturut-turut
kadar trigliserida dalam serum tikus sebesar 31.70%; 47.43% dan
putih. 60.55%, bahkan pada dosis 0.36 gr/
Hasil penelitian sebelumnya 200 gr BB penurunan kadar
yang dilakukan oleh Wati pada tahun trigliserida hampir mendekati dosis
2011 menunjukkan bahwa rebusan standar simvastatin sebesar 60.72%.
daun salam dengan dosis 10 lembar Pemberian rebusan daun salam
daun salam yang direbus dengan 600 terbukti dapat menurunkan kadar
ml air hingga tersisa 200 ml mampu trigliserida tikus putih hiperlipidemia.
menurunkan kadar kolesterol total
sebesar 44,48%. Hal ini membuktikan 4. KESIMPULAN
bahwa selain dapat menurunkan Pemberian rebusan daun
kadar kolesterol total, rebusan daun salam dapat menurunkan kadar
salam juga dapat menurunkan kadar trigliserida pada tikus putih
trigliserida [10]. hiperlipidemia. Rata-rata persentase
penurunan kadar tigliserida dengan
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

pemberian rebusan daun salam dosis 4. Sulistia, G.G. (2009). Farmakologi


0.18; 0.27 dan 0.36 gr/200 gr BB dan Terapi. Edisi 5. Jakarta:
berturut-turut sebesar 32.58%, FKUI.
49.17%, dan 60.55%. Rata-rata 5. Yunita. (2010). Pengaruh
persentase penurunan kadar Pemberian Jus Buah Naga Putih
tigliserida dengan pemberian rebusan (Hylocereus undatus H.)
daun salam yang paling optimal pada Terhadap Kadar Trigliserida
dosis 0.36 gr/200 gr BB sebesar Darah Tikus Putih (Rattus
60.55% mendekati dosis standar norvegicus). Skripsi. Diunduh
simvastatin yaitu 60.72%. tanggal 30 November
2013.dglib.uns.ac.id/abstrak.pdf.p
5. SARAN hp?d_id=23088.
1. Masyarakat dapat menggunakan 6. Wijayakusuma, H. (2008).
rebusan daun salam sebagai Ramuan Lengkap Herbal
ramuan herbal penurun Taklukkan Penyakit. Jakarta:
trigliserida Pustaka Bunda.
2. Penggunaan rebusan daun salam 7. Farida, N., Abdul, G., Sri, R.L.
sebagai ramuan herbal penurun (2013). Pengaruh Ekstrak Kulit
trigliserida perlu dipertimbangkan Buah Rambutan Terhadap Kadar
manusia dengan lebih dahulu diuji Kolesterol Total dan Trigliserida
toksisitasnya pada hewan Pada Tikus yang Diberi Diet
percobaan. Tinggi Kalori. Artikel. Diunduh
tanggal 6 Juli 2014.
DAFTAR PUSTAKA http//scholar.google.co.idscholarhl
1. Hardhani, A.S. (2008).Pengaruh =id&q=flavonoid+dan+trigliserida
Pemberian Ekstrak Daun Salam &btnG=
(Eugenia polyantha) Terhadap 8. Septina, M. (2013). Pengaruh
Kadar Trigliserida Serum Tikus Pemberian Seduhan Jati Belanda
Jantan Galur Wistar Terhadap Kadar Trigliserida Tikus
Hiperlipidemia.Karya Tulis Putih (Rattus norvegicus)
Ilmiah.Diunduh tanggal 20 Hiperlipidemia. Karya Tulis Ilmiah.
November 2013. Politeknik Kesehatan Yogyakarta.
eprints.undip.ac.id/24175/1/Angel 9. Suharmiati dan Maryani, H.
a.pdf. (2003). Sehat dengan Ramuan
2. Soeharto, I. (2004). Serangan Tradisional Khasiat dan Manfaat
Jantung dan Stroke Jati Belanda. Surabaya:
Hubungannya dengan Lemak & Agromedia Pustaka.
Kolesterol. Edisi ke-2. Jakarta: PT 10. Wati, F.Y. (2011). Pengaruh
Gramedia Pustaka Utama. Pemberian Rebusan Daun Salam
3. Agromedia. (2009). Solusi Sehat (Eugenia polyantha Wight)
Mengatasi Penyakit Jantung Terhadap Penurunan Kadar
Koroner. Jakarta: Agromedia Kolesterol Pada Serum Rattus
Pustaka. norvegicus. Karya Tulis Ilmiah.
Politeknik Kesehatan Yogyakarta.
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

PERBEDAAN HASIL PEMERIKSAAN PROTEIN


TOTAL METODE BIURET DENGAN SAMPEL
SERUM DAN PLASMA
Anik Nuryati 1, Siti Nuryani 1 Siti Siswantini 1
1
Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Jln. Ngadinegaran MJ III/62, Yogyakarta 55143

Intisari

Latar belakang penelitian adalah telah diketahuinya tentang plasma


masih mengandung fibrinogen, sedangkan dalam serum tidak mengandung
Fibrinogen lagi (Baron, 1998). Masih adanya pemeriksaan protein total
dengan bahan plasma darah sedangkan dalam prosedur disebutkan
menggunakan serum menjadi permasalahan bagi suatu laboratorium.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar protein total
pada sampel serum dan plasma.
Metode pemeriksaan kadar protein total menggunakan metode
pemeriksaan biuret, metode berat jenis dan metode reflaktometer. Batas
rujukan protein total yang diperiksa dalam serum adalah 6,2 – 8,0 gr/d1.
Pemeriksaan kadar protein total pada serum dan plasma digunakan sebagai
salah satu uji ada tidaknya gangguan metabolik atau fungsi dari hati, dan
memberikan petunjuk apakah hati normal atau sakit. Jenis penelitian adalah
descriptive yaitu penelitian yang akan mengetahui perbedaan kadar protein
total pada serum dan plasma. Ada 3 (tiga) variabel dalam penelitian ini, yaitu
serum dan plasma sebagai variabel bebas, kadar protein total sebagai
variabel terikat. Serta variabel penganggu dari dalam yaitu hemoglobin,
tligiserid, bilirubin dan variabel variabel penganggu dari luar yaitu waktu
pembacaan. Sampel penelitian ini adalah pasien rawat inap di RSUD
Wonosari pada bulan Juli 2014, berusia 31 – 40 tahun, laki-laki dan
perempuan, dengan hasil kadar trigliserida, kadar haemoglobin, dan kadar
billirubinnya normal.
Hasil penelitian didapatkan kadar protein total dengan menggunakan
sampel serum dengan nilai maksimal 7,9 dan nilai minimal 4,3. Kadar
protein total dengan menggunakan sampel plasma dengan nilai maksimal
8,0 dan nilai minimal 4,5 dengan selisih rata-rata 0,1633 atau 2,33% dengan
nilai Sig 0,495. Kesimpulannya tidak ada perbedaan yang bermakna pada
kadar protein total dengan sampel serum dan plasma.

Kata kunci : Metode Biuret, Serum, Plasma.

1. PENDAHULUAN protein dalam tubuh dapat


Protein penting bagi tubuh digunakan sebagai penunjang
karena mempunyai berbagai dalam menilai keadaan fisiologik
fungsi yang diperlukan bagi tubuh tubuh manusia. Pengukuran kadar
yaitu sebagai zat pengatur dan zat protein sangat penting untuk
pembangun perubahan kadar menilai masalah klinis yang terjadi
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

pada tubuh dengan melihat dan plasma [2]. Pemeriksaan


adanya penurunan maupun Laboratorium kadar protein total
peningkatan keadaannya [1]. dengan metode Biuret dilakukan
Bahan pemeriksaan untuk terhadap sampel plasma dan
menentukan kadar protein total serum. Penelitian ini dilaksanakan
adalah serum atau plasma. Serum pada bulan Juli 2014. Lokasi
diperoleh apabila darah penuh di penelitian ini adalah di RSUD
diamkan beberapa lama sehingga Wonosari. Sampel penelitian ini
akan tejadi bekuan dan cairan adalah darah yang berasal dari
yang tertinggal setelah bekuan semua pasien rawat inap di RSUD
diambil inilah yang disebut serum. Wonosari pada bulan Juli 2014,
Sedangkan plasma diperoleh bila yang memeriksakan protein total,
sejumlah volume darah ditambah berusia 31 – 40 tahun, laki-laki
zat pencegah pembekuan (anti dan perempuan, dengan hasil
koagulan) secukupnya dalam kadar trigliserida, kadar
suatu wadah, dan diputar dengan haemoglobin dan kadar
kecepatan 3000 rpm selama 30 billirubinnya normal. Data hasil
menit, maka akan terdapat bagian pemeriksaan laboratorium yang
yang terpisah dari bagian yang diperoleh kemudian dilakukan
padat, cairan inilah yang disebut entry data, selanjutnya data diolah
plasma [1]. dengan program SPSS 17 dengan
Batas rujukan protein total jenis analisa uji t independent.
dalam serum dan plasma juga
berbeda. Hal ini disebabkan 3. HASIL DAN PEMBAHASAN
karena komposisi serum dan 3.1. Hasil Penelitian
plasma juga berbeda, terutama Penelitian Perbedaan Hasil
kandungan fibrinogennya. Plasma Pemeriksaan Protein Total Metode
masih mengandung fibrinogen, Biuret dengan Sampel Serum dan
sedangkan dalam serum tidak Plasma dilaksanakan di
mengandung Fibrinogen lagi [1]. Laboratorium Klinik RSUD
Penelitian ini bertujuan Wonosari dari tanggal 01 Juli 2014
untuk mengetahui perbedaan sampai dengan tanggal 31 Juli
kadar protein total pada sampel 2014. Sampel yang diteliti adalah
serum dan plasma. Manfaat pasien yang memeriksakan kadar
penelitian ini bagi tenaga protein total dengan kriteria laki-
kesehatan atau analis dapat laki dan perempuan berusia 31
dijadikan pedoman dalam sampai 40 tahun dengan kadar
menentukan sampel untuk trigliserida, kadar hemoglobin dan
pemeriksaan kadar protein total kadar bilirubinnya normal. Hasil
metode biuret. Sampel serum dan yang sudah diperoleh kemudian
plasma dapat digunakan bila tidak dilakukan uji statistic secara
ada perbedaan yang bermakna deskriptif.
diantara keduanya. Tabel 1. Statistik Deskriptif
Kadar
Kadar Protein
Protein
Total pada
2. METODE PENELITIAN Total pada
Plasma
Jenis penelitian adalah Serum
Jumlah
descriptive yaitu penelitian yang sampel
30 30
akan mengetahui ada perbedaan Standar
0,9629 0,9547
atau tidak ada perbedaan kadar kesalahan
Standar
protein total pada sampel serum kesalahan
0,1758 0,1743
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

rata-rata
Nilai
4,3 4,5 Pada tabel 2 hasil uji normalitas
minimum
Nilai
Shapiro Wilk dan Liliefors
7,9 8,0 menunjukkan nilai signifikansi
maksimum
Rata-rata
0,1633 pada kelompok satu sebesar
selisih
0,587 kelompok dua sebesar
0,426, karena kedua kelompok
Berdasarkan tabel 1 dapat mempunyai nilai signifikansi >
diketahui bahwa hasil deskriptif
0,05 maka kedua kelompok sama-
kadar Protein Total pada serum
sama berdistribusi normal
dari 30 sampel didapatkan kadar berdasarkan uji Shapiro Wilk.
minimal sampel 4,3, kadar
Data hasil penelitian
maksimal 7,9 dengan standar kemudian dilakukan uji
kesalahan sebesar 0,9629 dan
homogenitas dan didapatkan hasil
standar kesalahan rata-rata
homogen. Hasil uji homogenitas
0,1758. Hasil statistik deskriptif
ditunjukkan pada tabel 3.
kadar protein total pada plasma Tabel 3 : Hasil Uji Homogenitas
dari 30 sampel didapatkan kadar Levene
df1 df2 Sig.
minimum sampel 4,5, kadar Statistic
kadar Based on .001 1 58 .981
maksimal 8,0 dengan standar protein Mean
kesalahan 0,9547 dan standar total
Based on .001 1 58 .981
kesalahan rata-rata 0,1743. Median
Based on .001 1 57.987 .981
Grafik hasil pemeriksaan kadar Median and
with
protein total dengan sampel serum adjusted df
dan plasma Based on .000 1 58 .984
trimmed
mean

Tabel 3 menunjukkan hasil uji


homogenitas dengan metode
Levene’s Test, nilai levene
ditunjukkan pada baris nilai based
on mean yaitu 0,001 dengan p
value (sig) 0,981 dimana 0,981 >
0,05 yang berarti terdapat
Gambar 2. Grafik Hasil Pemeriksaan kadar kesamaan varians antar kelompok
Protein Total dengan sample serum dan
plasma. atau yang berarti homogen. Data
hasil penelitian kemudian
Data hasil penelitian kemudian dilakukan uji tes t independent,
dilakukan uji normalitas data dan hasil uji t independent ditunjukkan
didapatkan hasil data berdistribusi pada tabel 4.
normal. Hasil uji normalitas
ditunjukkan pada tabel 2.
Tabel 2 : Hasil Uji Normalitas Data
Kolmogorov- Shapiro-
Smirnov a Wilk
jenis sampel
Stati Sig Stati Sig
df df
stic . stic .
Kadar seru .110 30 .20 .972 30 .58
protein m 0a 7
total
plas .134 30 .17 .966 30 .42
ma 6 6
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

Tabel 4 : Hasil Uji Test t Independent


Levene’s
Test for
Equality t-test for Equality of Means
of
Variances
95% Confidence
interval of the
Difference
Mean Std. Error
F Sig t df Sig.(2-tailed) Lower Upper
Difference Difference
kadar Equal .001 .981 -.687 58 .495 -.1700 .2476 -.6655 .3255
protein variances
total assumed

Equal -.687 57.996 .495 -.1700 .2476 -.6655 .3255


variances
not
assumed
yang sudah dilakukan diperoleh
Tabel 4 menunjukkan nilai besarnya sig 0,495, dengan
signifikansi (2 tailed) atau p value ketentuan dimana apabila sig >
sebesar 0,495 dimana nilai 0,05 maka tidak ada perbedaan
tersebut > 0,05 yang berarti bahwa yang bermakna pada hasil
tidak ada perbedaan yang pemeriksaan protein total dengan
bermakna pada kadar protein total menggunakan sampel serum dan
dengan sampel serum dan plasma.
plasma. Penelitian Perbedaan Hasil
Pemeriksaan Protein Total Metode
PEMBAHASAN Biuret dengan Sampel Serum dan
Berdasarkan hasil Plasma didapatkan hasil hipotesa
penelitian didapatkan kadar tidak ada perbedaan yang
protein total pada sampel serum bermakna pada kadar protein total
dengan nilai minimal 4,3 dan nilai dengan sampel serum dan
maksimal 7,9. Pemeriksaan plasma, sehingga keduanya dapat
protein total dengan menggunakan digunakan untuk pemeriksaan
sampel serum kadar protein protein total.
totalnya lebih akurat daripada Hasil penelitian ini sama
dengan menggunakan sampel dengan hasil penelitian yang
plasma, karena serum tidak dilakukan oleh D.A. Intan pada
mengandung fibinogen dan faktor- tahun 2013, dengan judul
faktor pembekuan II, V, VIII. “Perbedaan Kadar Total Protein
Berdasarkan hasil Darah antara Serum dan Plasma
penelitian didapatkan kadar [1,4], didapatkan hasil tidak ada
protein total pada sampel plasma perbedaan kadar total protein
didapatkan hasil nilai minimal 4,3 darah dengan sampel serum dan
dan nilai maksimal 8,0. Dengan plasma.
sampel plasma didapatkan kadar Kekurangan dari penelitian
protein total lebih tinggi daripada ini adalah peneliti tidak
dengan menggunakan sampel memperhitungkan waktu
serum, karena pada plasma masih penyimpanan reagen sudah lama
mengandung fibinogen dan faktor- atau masih baru, konsentrasi
faktor pembekuan II, V, VIII. reagen masih sesuai atau tidak,
Berdasarkan hasil peneliti tidak memperhitungkan
penelitian dan pengolahan data masa aktif lampu spektrofotometer
JURNAL TEKNOLOGI LABORATORIUM
Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015

dalam kondisi baru atau hampir memberikan saran bagi tenaga


habis masanya (dengan masa aktif kesehatan atau analis penelitian
lampu 1000 jam) , Peneliti tidak ini dapat dijadikan sebagai
menggunakan sampel full serum pedoman dalam menentukan
dan full plasma dan tidak bisa sampel untuk pemeriksaan kadar
melihat diagnosa pasien. protein total dapat menggunakan
sampel serum atau plasma.
4. KESIMPULAN
Dari hasil penelitian DAFTAR PUSTAKA
Perbedaan Hasil Pemeriksaan 1. Baron D.N, 1998, Kapita
Protein Total Metode Biuret Selekta Patologi Klinik, Edisi 4,
dengan Sampel Serum dan EGC, Jakarta.
Plasma yang dilakukan pada
2. Notoatmojo, 2002, Metodologi
tanggal 01 Juli 2014 sampai 31
Juli 2014 didapatkan hasil Penelitian Kesehatan, Rineka
kesimpulan tidak terdapat Cipta.
perbedaan yang bermakna pada 3. Depkes - Litbang, 2010, Komisi
pemeriksaan kadar protein total Nasional Etika Penelitian
dengan menggunakan sampel Kesehatan, Depkes RI,
serum dan plasma dengan selisih Jakarta.
hasil rata-rata 0,1633 atau 2,33%
4. Intan, D.A. 2013, Perbedaan
dan didapat sig 0,495.
Kadar Total Protein Darah
5. SARAN Antara Serum dan Plasma,
Berdasarkan hasil www.poltekesdenpasar.ac.id,
penelitian yang telah diuraikan diakses tanggal 15 Mei 2014.
diatas maka peneliti dapat