You are on page 1of 4

Konsep Telenursing

a. Pengertian Telenursing CNA (2005) telenursing merupakan suatu proses pemberian,


manajemen dan koordinasi asuhan serta pemberian layanan keperawatan melalui teknologi
informasi dan teknologi komunikasi. Telenursing adalah suatu kegiatan melakukan komunikasi
melalui telepon secara jarak jauh dengan bantuan teknologi sebagai dasar untuk melakukan
aktifitas pelayanan keperawatan (Ernesater, et al, 2009). Kawaguchi et al (2004) menyatakan
telenursing merupakan bagian dari telehealth yang terjadi ketika perawat memenuhi kebutuhan
dasar klien dengan menggunakan teknologi informasi, komunikasi dan web-based system.
Sedangkan Lancet (2000 dalam Nurhidayah, 2010), telenursing diartikan sebagai praktek
pemberian layanan keperawatan menggunakan teknologi telekomunikasi. Berdasarkan
pengertian pengertian di atas dapat disimpulkan, telenursing adalah bagian dari telehealth yang
merupakan proses pemberian, manajemen, dan koordinasi dalam pelayanan keperawatan untuk
memenuhi kebutuhan dasar klien secara jarak jauh dengan menggunakan bantuan teknologi
informasi, telekomunikasi dan web based system.

b. Prinsip Kerja Telenursing

1) Persiapan sarana dan prasarana

Pengembangan telenursing mencakup persiapan komponen-komponen seperti: jaringan


komputer, internet, web camera, dan kesiapan sumber daya manusia dalam
mengoperasionalkannya. Pada saat menjalankan aplikasi telenursing ini, dibutuhkan paling tidak
bandwidth komunikasi yang relatif besar karena trafik data pada aplikasi ini cukup besar.
Percakapan audio visual, sebagaimana percakapan melalui keyboard, juga dapat dilakukan antara
dua pihak maupun lebih dari dua. Peralatan yang dibutuhkan untuk pengiriman gambar dan suara
adalah video camera dan audio card berikut microphone. Untuk penerimaan, cukup dengan
monitor dan penambahan speaker pada audio card. Sebagai aplikasi yang bersifat real-time,
aplikasi video/audio conference untuk telenursing ini sangat sensitif terhadap delay. Oleh karena
itu, aplikasi ini baru dapat berjalan dengan baik jika kita memiliki infrastruktur jaringan
telekomunikasi yang dapat memberikan kecepatan dan bandwidth komunikasi yang cukup.
Sistem telenursing merupakan sistem yang berbasis internet di desain untuk membantu pasien
dengan berbagai penyakit kronis belajar cara memanage kondisi mereka. Sistem arsitektur
ditunjukkan pada figure
1. Database server yang berlokasi di regional university health care centre, berfungsi
untuk mengumpulkan, meneruskan dan memenuhi autorisasi pasien, perawat dan
dokter memasuki dan melihat informasi pada website yang ditunjukkan pada
figure
2. Subcentre kesehatan dengan staffnya adalah seorang perawat professional yang
mengetahui tentang teknik telekomunikasi. Perawat ini secara regular
mengunjungi pasien yang terdaftar dan memberikan perawatan berkelanjutan
melalui sistem telenursing. Terdapat tiga jenis informasi yang akan terolah pada
sistem ini antara lain: (1) email dari pasien Diabetes Mellitus yang melaporkan
status kesehatan (kadar gula darah, keadaan atau kondisi fisiknya, keluhan yang
dirasakan, dll; (2) Data vital sign: monitoring tekanan darah secara regular, nadi
dan temperature; (3) video-mail, yang berfungsi untuk meningkatkan evaluasi
pasien. Pasien mengakses informasi kesehatan pada website. Informasi yang
terkumpul dipusat pelayanan kesehatan dan perawatan akan memutuskan apakah
memberikan perawatan melalui instruksi telenursing atau mengunjungi pasien.
2) Persiapan Sumber Daya Manusia Sumber daya manusia merupakan kunci yang
menentukan keberhasilan pelaksanaan kegiatan telenursing di rumah sakit. Sebelum
pelaksanaan telenursing dijalankan, maka perlu pendidikan dan pelatihan bagi semua
personel yang terlibat di dalamnya. Keterampilan masing-masing personel sangat
diperlukan. Selain itu juga harus dipersiapakan personel yang terampil dalam bidang
informasi. Karena kalau ini tersedia, dapat menjadi kendala pada saat terjadi error
system.

c. Aplikasi Telenursing untuk Pasien Diabetes Mellitus

Telenursing dapat diaplikasikan dalam berbagai area keperawatan, antara lain ambulatory care,
pusat informasi, home visit telenursing, bagian rawat jalan dan bagian kegawatdaruratan.
Bentuk-bentuk telenursing dapat berupa triage telenursing, call-center services, konsultasi
melalui secure email messaging system, konseling melalui hotline service, audio atau video
conferencing antara klien dengan petugas kesehatan atau dengan sesama petugas kesehatan,
discharge planning telenursing, home-visit telenursing dan pengembangan websites untuk
sebagai pusat informasi dan real-time counseling pada pasien (CNA, 2005; CNIA, 2006).
Aplikasi telenursing untuk pasien dengan Diabetes Mellitus dapat dilakukan dengan berbagai
fasilitas yang tersedia dalam teknologi informasi dan telekomunikasi. Semua tergantung dari
fasilitas yang ada, tanpa harus memaksakan untuk membeli peralatan maupun fasilitas yang
mahal. Berbagai macam hal yang dapat dilakukan dalam telenursing pada pasien Diabetes
Mellitus ini, antara lain memantau status kesehatan pasien (kondisi fisik maupun psikis pasien),
memantau tanda-tanda vital, memantau kadar gula darah dari hasil pemeriksaan, memantau
minum obat, memantau 3 J (jenis makanan yang di makan, jumlah kalori yang dikonsumsi,
jadual makan dan selingan yang dikonsumsi), memantau jadual olah fisik, dll. Jika pasien dalam
keadaan memiliki gangrene, maka pemantauan keadaan luka dapat dilakukan melalui video atau
foto yang di email. Kegiatan konseling pun dapat dilakukan melalui fasilitas ini. Sehingga,
dengan telenursing dapat digunakan untuk memantau secara komprehensif keadaan pasien.
Dengan data dan fakta yang diperoleh dari kegiatan telenursing ini, maka perawat dapat
memutuskan apakah asuhan keperawatan cukup melalui media telekomunikasi dan indformasi
atau harus datang ke rumah.

d. Keuntungan dan Kelemahan Telenursing

Pelaksanaan telenursing merupakan aplikasi perkembangan teknologi informasi dengan berbagai


keunggulan yang ditawarkan. Dalam pelayanan keperawatan, telenursing mampu mengkover
pemborosan waktu, tenaga, dan biaya. Namun di sisi lain, telenursing ternyata mempunyai
kelemahan. Antara keuntungan dan kelemahan yang muncul tentu sudah menjadi bahan diskusi
dan kajian. Jika memang ini bisa diterapkan, berarti keuntungannya tentu lebih besar daripada
kelemahannya.

1. Keuntungan Telenursing
a) Efisiensi dan efektifitas sumber daya manusia, karena dengan sumber daya yang
terbatas, kegiatan pelayanan keperawatan tetap dapat dilaksanakan dengan jangkauan
yang lebih luas dan lebih banyak (tidak dibatasi jarak, ruang dan waktu). Namun, dalam
kondisi tertentu mungkin memerlukan kontak fisik/bertemu langsung antara perawat-
pasien.
b) Efisiensi dan efektifitas biaya perawatan, karena dengan telenursing waktu perawatan
di ruang rawat dapat diminimalkan untuk dialihkan perawatan di rumah.
c) Telenursing dapat digunakan sebagai media untuk berbagai pelayanan keperawatan
(pendidikan kesehatan, pemantauan status kesehatan dan vital sign, pemberian tindakan
keperawatan, mengevaluasi hasil tindakan keperawatan, bahkan dapat digunakan untuk
media kolaborasi)
d) Mengurangi lama hari rawat di ruang rawat.
e) Memandirikan pasien dan keluarga
f) Dengan telenursing privacy pasien dapat terjaga
g) Telenursing dapat digunakan untuk media pembelajaran di kampus.

2. Kendala dan Kelemahan Penggunaan Telenursing Kendala dan kelemahan penggunaan


telenursing akan banyak terjadi apabila diterapkan di Negara yang belum maju atau
Negara berkembang. Karena, penerapan telenursing memerlukan persiapan yang cukup
besar dalam hal biaya dan dana untuk kebutuhan sumberdaya dan sarana yang
diperlukan. Kendala lain adalah terkait dengan nilai budaya di suatu wilayah atau Negara
jika dilihat dari segi etis dan tidaknya model pelayanan seperti telenursing. Selain itu
permasalahan jaringan yang mungkin dapat menyebabkan pelayanan tidak terlaksana dan
terputus sebelum kontrak habis.