You are on page 1of 61

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk.

DAN ANAK PERUSAHAAN

UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2010-2014

Disusun Oleh:

Feny Nur Fitri (344439)

Adelia Sulistyawati (344861)

Ratri Ulli Ayu A. (344862)

Rina Kusumawati (344938)

Ayu Anita Putri (344946 )

Puji Utami (345032)

DEPARTEMEN EKONOMIKA DAN BISNIS

SEKOLAH VOKASI

UNIVERSITAS GADJAH MADA

2015
EXECUTIVE SUMMARY

Laporan keuangan merupakan suatu alat yang sangat penting untuk


memperoleh informasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah
dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan. Agar laporan keuangan dapat berarti bagi
pihak-pihak yang berkepentingan maka perlu mengadakan analisa hubungan dari pos-
pos dalam suatu laporan keuangan . Dalam hal ini analisa rasio dapat dipakai dalam
memberikan gambaran keadaan keuangan yang sebenarnya mengenai perusahaan dan
sehat tidaknya perusahaan tersebut melakukan usahanya.
Permasalahan yang diambil adalah Bagaimana Bank Negara Indonesia dapat
memenuhi kewajiban jangka pendeknya, Bagaimana tingkat rentabilitas dan
bagaimana efektifitas dan kondisi Bank Negara Indonesia dalam menggunakan
dananya.

ii
DAFTAR ISI

EXECUTIVE SUMMARY .......................................................................................................ii


DAFTAR ISI............................................................................................................................ iii
DAFTAR TABEL ..................................................................................................................... iv
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 1
A. PROFIL BANK NEGARA INDONESIA ...................................................................... 1
B. TUJUAN ANALISIS ...................................................................................................... 3
C. LINGKUP ANALISIS .................................................................................................... 4
D. DATA YANG DIGUNAKAN ....................................................................................... 4
BAB II ANALISIS DAN INTERPRETASI .............................................................................. 5
A. LANDASAN TEORI ...................................................................................................... 5
B. ANALISIS DAN INTERPRETASI................................................................................ 7
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................................. 55
A. KESIMPULAN ............................................................................................................. 55
B. SARAN ......................................................................................................................... 55
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 57

iii
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Rasio Likuiditas ....................................................................................................... 9


Tabel 2. Rasio Solvabilitas .................................................................................................. 12
Tabel 3. Rasio Profitabilitas ................................................................................................ 15
Tabel 4. Analisis Common Size pada Neraca Konsolidasian.............................................. 18
Tabel 5. Analisis Common Size pada Laporan Laba Rugi Komprehensif .......................... 23
Tabel 6. Analisis Common Size pada Laporan Arus Kas ................................................... 27
Tabel 7. Analisis Perbandingan pada Neraca Konsolidasian .............................................. 33
Tabel 8. Analisis Perbandingan pada Laporan Arus Kas .................................................... 38
Tabel 9. Analisis Trend pada Neraca Konsolidasian ........................................................... 43
Tabel 10. Analisis Trend pada Laporan Laba Rugi Komprehensif ....................................... 47
Tabel 11. Analisis Trend pada Laporan Arus Kas ................................................................. 51

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. PROFIL BANK NEGARA INDONESIA

1. Sejarah Singkat

Bank Negara Indonesia didirikan pada tanggal 5 Juli 1946, PT Bank Negara
Indonesia (persero) Tbk atau BNI menjadi bank pertama milik negara yang lahir
setelah kemerdekaan Indonesia. Lahir pada masa perjuangan kemerdekaan
Republik Indonesia, BNI sempat berfungsi sebagai bank sentral dan bank umum
sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
No. 2/1946, sebelum akhirnya beroperasi sebagai bank komersial sejak tahun
1955. Oeang Republik Indonesia atau ORI sebagai alat pembayaran resmi
pertama yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia pada tanggal 30 Oktober 1946
dicetak dan diedarkan oleh Bank Negara Indonesia.
Menyusul penunjukan De Javache Bank yang merupakan warisan dari
Pemerintah Belanda sebagai bank sentral pada tahun 1949, Pemerintah
membatasi peran BNI sebagai bank sentral. BNI lalu ditetapkan sebagai bank
pembangunan dan diberikan hak untuk bertindak sebagai bank devisa pada tahun
1950 dengan akses langsung untuk transaksi luar negeri. Kantor cabang BNI
pertama di luar negeri dibuka di Singapura pada tahun 1955. Peranan BNI untuk
mendukung perekonomian Indonesia semakin strategis dengan munculnya
inisiatif untuk melayani seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke
pada tahun 1960-an dengan memperkenalkan berbagai layanan perbankan seperti
Bank Terapung, Bank Keliling, Bank Bocah dan Bank Sarinah. Tujuan utama
dari pembentukan Bank Terapung adalah untuk melayani masyarakat yang
tinggal di kepulauan seperti di Kepulauan Riau atau daerah yang sulit dijangkau
dengan transportasi darat seperti Kalimantan. BNI juga meluncurkan Bank
Keliling, yaitu jasa layanan perbankan di mobil keliling sebagai upaya proaktif
untuk mendorong masyarakat menabung.
Sesuai dengan UU No.17 Tahun 1968 sebagai bank umum dengan nama Bank
Negara Indonesia 1946, BNI bertugas memperbaiki ekonomi rakyat dan
berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi nasional.
Dalam masa perjalanannya, BNI telah mereposisi identitas korporatnya untuk
menyesuaikan dengan pasar keuangan yang dinamis. Identitas pertama sejak BNI

1
2

berdiri berupa lingkaran warna merah dengan tulisan BNI 1946 berwarna emas
melambangkan persatuan, keberanian, dan patriotisme yang memang
merefleksikan semangat BNI sebagai bank perjuangan. Pada tahun 1988, identitas
korporat berubah menjadi logo layar kapal & gelombang untuk
merepresentasikan posisi BNI sebagai Bank Pemerintah Indonesia yang siap
memasuki pasar keuangan dunia dengan memiliki kantor cabang di luar negeri.
Gelombang mencerminkan gerak maju BNI yang dinamis sebagai bank komersial
Negara yang berorientasi pada pasar.
Setelah krisis keuangan melanda Asia tahun 1998 yang mengguncang
kepercayaan masyarakat terhadap perbankan nasional, BNI melakukan program
restrukturisasi termasuk diantaranya melakukan rebranding untuk membangun &
memperkuat reputasi BNI.Identitas baru ini dengan menempatkan angka ‘46’ di
depan kata ‘BNI’. Kata ‘BNI’ berwarna tosca yang mencerminkan kekuatan,
keunikan, dan kekokohan. Sementara angka ‘46’ dalam kotak orange diletakkan
secara diagonal untuk menggambarkan BNI baru yang modern.
a. Visi dan Misi BNI
Visi Bank Negara Indonesia :
 Menjadi Lembaga
 Keuangan yang Unggul dalam
 Layanan dan Kinerja
Misi Bank Negara Indonesia :
 Memberikan layanan prima dan solusi yang bernilai tambah kapada
seluruh nasabah, dan selaku mitra pilihan utama
 Meningkatkan nilai investasi yang unggul bagi investor
 Menciptakan kondisi terbaik bagi karyawan sebagai kebanggaan
untuk berkarya dan berprestasi
 Meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab kepada lingkungan
dan komunitas
 Menjadi acuan pelaksanaan kepatuhan dan tata kelola perusahaan
yang baik bagi industri
b. Budaya Perusahaan
Budaya Kerja BNI ”PRINSIP 46” merupakan Tuntunan Perilaku Insan
BNI, terdiri dari :
4 (Empat) Nilai Budaya Kerja
3

 Profesionalisme
 Integritas
 Orientasi Pelanggan
 Perbaikan Tiada Henti
6 (Enam) Nilai Perilaku Utama Insan BNI
 Meningkatkan Kompetensi dan Memberikan Hasil Terbaik
 Jujur, Tulus dan Ikhlas
 Disiplin, Konsisten dan Bertanggungjawab
 Memberikan Layanan Terbaik Melalui Kemitraan yang Sinergis
 Senantiasa Melakukan Penyempurnaan
 Kreatif dan Inovatif
2. Struktur Organisasi

B. TUJUAN ANALISIS

Laporan keuangan bank menjadi alat yang penting untuk memperoleh


informasi yang berkaitan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil yang telah dicapai
oleh suatu perusahaan. Laporan keuangan bank menyajikan mengenai apa yang telah
terjadi serta merupakan salah satu informasi yang cukup penting dalam pengambilan
suatu keputusan ekonomi. Analisis laporan keuangan bank dilakukan untuk mencapai
4

beberapa tujuan yaitu, digunakan sebagai alat screening awal dalam memilih alternatif
investasi atau merger; sebagai alat forecasting mengenai kondisi dan kinerja keuangan
di masa datang; sebagai proses diagnosis terhadap masalah-masalah manajemen,
operasi atau masalah lainnya; atau sebagai alat evaluasi terhadap manajemen.
(Prastowo dan Juliaty, 2008 : 57). Penyusunan Analisis Laporan Keuangan PT. Bank
Negara Indonesia Tbk. Periode Tahun 2010-2014 ini, dapat digunakan untuk
mengevaluasi laporan keuangan PT. BNI periode tahun 2010 sampai dengan tahun
2014.
C. LINGKUP ANALISIS

Lingkup analisis yang digunakan pada Analisis Laporan Keuangan PT. Bank
Negara Indonesia Tbk. untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2010-31
Desember 2014 meliputi :
1) Analisis Ratio
Analisis Rasio meliputi Rasio Likuiditas, yang terdiri dari Quick Ratio, Loan to
Deposit Ratio (LDR), dan Asset to Loan Deposit, Ratio Solvabilitas yang terdiri
dari Primary Ratio, Risk Assrt Ratio, dan Capital Ratio, Rasio Profitabilitas yang
terdiri dari Gross Profit Margin, Net Profit Margin, dan Return On Equity (ROE).
2) Analisis Verrtikal
Analisis Vertikal yaitu Analisis Commond Size terhadap laporan keuangan PT.
BNI Tbk. pada Neraca, Laporan Laba Rugi Komprehensif, dan Laporan Arus Kas.
3) Analisis Horizontal
Analisis Horizontal meliputi Analisis Perbandingan dan Analisis Trend terhadap
laporan keuangan PT. BNI Tbk. pada Neraca, Laporan Laba Rugi Komprehensif,
dan Laporan Arus Kas.
D. DATA YANG DIGUNAKAN

Data yang digunakan dalam melakukan Analisis Laporan Keuangan pada PT


Bank Negara Indonesia Tbk. berupa laporan keuangan tahunan yang telah diaudit
yaitu laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010
hingga 31 Desember 2014. Serta berbagai teori atau literature yang berkaitan dengan
bahasan.
BAB II
ANALISIS DAN INTERPRETASI

A. LANDASAN TEORI

1. ANALISIS RASIO

Terdapat 3 jenis rasio yang digunakan untuk Analisis Laporan Keuangan PT.
Bank Negara Indonesia Tbk. yaitu :
a. Rasio Likuiditas
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam memenuhi
kewajiban jangka pendek. Dengan catatan semakin besar rasio likuiditas maka
semakin likuid. Berikut perhitungan rasio likuiditas yang digunakan :
1) Quick Rasio (mengukur kemampuan bank dalam memenuhi kewajibannya
pada para deposan yaitu pemilik giro, tabungan dan deposito dengan harta
yang paling likuid).
Rumus : QR = (Cash Asset)/(Total Deposit) x 100%
2) Loan to Deposit Rasio (mengukur komposisi kredit yang diberikan
dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri).
Rumus : LDR = (Total Loans)/(Total Deposit+Equity) x 100%
3) Asset to Loan Ratio (mengukur jumlah kredit yang disalurkan dengan
harta yang dimiliki bank).
Rumus : ALR = (Total Loans)/(Total Asset) x 100%
b. Rasio Solvabilitas
Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan bank dalam mencari
sumber dana untuk membiayai kegiatan bank atau alat ukur untuk melihat
kekayaan bank serta melihat efisiensi pihak manajemen bank. Berikut
perhitungan rasio solvabilitas yang digunakan :
1) Primary Ratio (mengukur permodalan yang dimiliki bank telah memadai
atau sejauh mana penurunan yang terjadi dalam total asset masuk dapat
ditutupi oleh capital equity).
Rumus : PR = (Equity Capital)/(Total Asset) x 100%
2) Risk Asset Ratio (mengukur kemungkinan penurunan risk asset).
Rumus : RAR = (equity Capital)/(Total Asset-Cash Asset-Securities) x
100%

5
6

3) Capital Ratio (mengukur permodalan dan cadangan penghapusan dalam


menanggung perkreditan, terutama resiko yang terjadi karena ada
kegagalan dalam menagih bunga bank).
Rumus : CR = (Equity Capital+Reserve for Loan Losses)/(Total Loans)
x 100%
c. Rasio Profitabilitas
Rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi usaha dan
profitabilitas yang dicapai oleh bank. Berikut perhitungan rasio profitabilitas
yang digunakan :
1) Gross Profit Margin (mengukur presentasi laba dari kegiatan usaha murni
bank setelah dikurangi biaya-biaya).
Rumus : GPM = (Operating Income-Operating Expense)/(Operating
Income) x 100%
2) Net Profit Margin (mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan net
income dari kegiatan operasi pokok bank).
Rumus : NPM = (Net Income)/(Operating Income) x 100%
3) Return Equity Capital atau ROE ( mengukur kemampuan manajemen bank
dalam mengelola capital yang ada untuk mendapatkan net income).
Rumus : ROE = (Net Income)/(Equity Income) x 100%
2. ANALISIS VERTIKAL

Analisis Vertikal atau Analisis Common Size dilakukan untuk mengetahui


prosentase akun masing-masing terhadap total asset/total liabilitas & ekuitas
(neraca) atau (laba/rugi).
3. ANALISIS HORIZONTAL

a. Analisis Perbandingan
Analisis Perbandingan dilakukan untuk mendapatkan informasi
perkembangan keadaan keuangan perusahaan dengan cara membandingkan
laporan keuangan antara dua periode atau lebih.

b. Analisis Trend
Analisis Trend bertujuan untuk mengetahui tendensi atau
kecenderungan keadaan keuangan perusahaan dimasa yang akan datang baik
kecenderungan naik, turun maupun tetap (Harahap, 1998).
7

B. ANALISIS DAN INTERPRETASI

1. ANALISIS RASIO

a. Rasio Likuiditas
Tahun 2010

Loans to = 129.399.567 x 100%


Deposit 227.524.210
Ratio
= 0,57
Interpretasi : setiap Rp.1 pinjaman dijamin oleh Rp. 0,57 deposit dan ekuitas.

Asset to = 129.399.567 x 100%


Loan 248.580.529
Ratio
= 0,52
Interpretasi : setiap Rp.1 pinjaman dijamin oleh 0,52 total aset

Tahun 2011

Loans to = 156.504.508 x 100%


Deposit 269.138.764
Ratio
= 0,58
Interpretasi : setiap Rp.1 pinjaman dijamin oleh Rp. 0,58 deposit dan ekuitas.

Asset to = 156.504.508 x 100%


Loan 299.058.161
Ratio
= 0,52
Interpretasi : setiap Rp.1 pinjaman dijamin oleh 0,52 total asset.

 Tahun 2012

Loans to = 193.834.670 x 100%


Deposit 301.186.132
Ratio
8

= 0,64
Interpretasi : setiap Rp.1 pinjaman dijamin oleh Rp. 0,64 deposit dan ekuitas.

Asset to = 193.834.670 x 100%


Loan 333.303.506
Ratio
= 0,58
Interpretasi : setiap Rp.1 pinjaman dijamin oleh 0,58 total asset

 Tahun 2013

Loans to = 243.757.807 x 100%


Deposit 373.863.564
Ratio
= 0,65
Interpretasi : setiap Rp.1 pinjaman dijamin oleh Rp. 0,65 deposit dan ekuitas.

Asset to = 232.684.730 x 100%


Loan 373.863.564
Ratio
= 0,63
Interpretasi : setiap Rp.1 pinjaman dijamin oleh 0,63 total asset

 Tahun 2014

Loans to = 270.651.986 x 100%


Deposit 306.366.939
Ratio
= 0,88
Interpretasi : setiap Rp.1 pinjaman dijamin oleh Rp. 0,88 deposit dan ekuitas.

Asset to = 277.622.281 x 100%


Loan 416.573.708
Ratio
= 0,67
Interpretasi : setiap Rp.1 pinjaman dijamin oleh 0,67 total asset
9

Berikut adalah tabel batang rasio likuiditas PT. Bank Negara Indonesia
Tbk. periode tahun 2010-2014 :

Rasio Likuiditas PT. BNI Tbk. Periode Tahun


2010-2014
Loans to Deposit Ratio Asset to Loan Ratio

0.88

0.64 0.65 0.63 0.67


0.57 0.58 0.58
0.52 0.52

2010 2011 2012 2013 2014

Tabel 1. Rasio Likuiditas

Berdasarkan tabel 1 di atas, PT. BNI Tbk dari tahun ke tahun selalu
mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihat pada tahun 2010 ke tahun 2011
mengalami peningkatan Loans to Deposit Ratio dari 0,57 menjadi 0,58.. Kemudian
pada tahun 2011 ke tahun 2012 mengalami peningkatan dari 0,58 menjadi 0,64.
Sedangkan pada tahun 2012 ke tahun 2013 kembali mengalami kenaikan dari 0,64
menjadi 0,65. Dan pada tahun 2013 ke tahun 2014 PT. BNI ,Tbk mengalami kenaikan
kembali dari 0,65 menjadi 0,88 .Hal ini menunjukkan bahwa PT.BNI dari tahun ke
tahun selalu meningkatkan kapasitas pemberian pinjaman kredit terhadap manyarakat
atau bisa dikatakan Bank mengalami perkembangan yang menunjukkan Bank illikuid.
Sedangkan untuk Asset to loan ratio, pada tahun 2010 ke tahun 2011 tidak
mengalami perubahan yaitu bertahan pada 0,52 , meskipun dari segi presentase tidak
mengalami perubahan akan tetapi jumlah pinjaman dan juga total asset dari tahun
2010 ke tahun 2011 mengalami peningkatan yang cukup signifikan dimana besar
prosentase peningkatan tersebut hampir sama sehingga mempengaruhi dalam
presentase secara keseluruhan terlihat tidak berubah. kemudian, pada tahun 2011 ke
tahun 2012 mengalami kenaikan dari 0,52 menjadi 0,58. Kemudian pada tahun 2012
ke tahun 2013 kembali mengalami kenaikan dari 0,58 menjadi 0,63. Dan pada tahun
2013 ke tahun 2014 juga mengalami kenaikan dari 0,63 menjadi 0,67.dari kenaikan
yang terjadi selama tiga tahun berturut –turut hal ini menunjukan jumlah kredit yang
10

disalurkan terhadap harta yang dimiliki bank selalu mengalami peningkatan,sehingga


Bank Bni menunjukkan Bank yang illikuid.
Secara garis besar, rasio likuiditas PT. BNI ,Tbk pada tahun 2010-2014
berdasarkan Loans to Deposit Ratio dan Asset to loan ratio mengalami peningkatan.
Hal ini menunjukkan kemampuan bank BNI dalam memenuhi kewajiban jangka
pendeknya semakin baik.
b. Rasio Solvabilitas
 Tahun 2010

Primary = 33.149.525 x 100%


Ratio 248.580.529
= 0,133
Interpretasi : setiap 0,133 penyertaan modal dijamin oleh Rp 1 total aset.

Capital = 40.385.105 x 100%


Ratio 129.399.567
= 0,31
Interpretasi : setiap Rp 1 Pinjaman dijamin oleh 0,31 pinjaman modal dan
cadangan untuk kerugian pinjaman.

 Tahun 2011

Primary = 37.843.024 x 100%


Ratio 299.058.161
= 0,127
Interpretasi : setiap 0,127 penyertaan modal dijamin oleh Rp 1 total aset.

Capital = 44.871.939 x 100%


Ratio 156.504.508
= 0,29
Interpretasi : : setiap Rp 1 Pinjaman dijamin oleh 0,29 pinjaman modal dan
cadangan untuk kerugian pinjaman.

 Tahun 2012

Primary = 43.525.291 x 100%


Ratio 333.303.506
11

= 0,131
Interpretasi : setiap 0,131 penyertaan modal dijamin oleh Rp 1 total aset.

Capital = 50.432.926 x 100%


Ratio 193.834.670
= 0,26
Interpretasi : : setiap Rp 1 Pinjaman dijamin oleh 0,26 pinjaman modal dan
cadangan untuk kerugian pinjaman.

 Tahun 2013

Primary = 47.683.505 x 100%


Ratio 370.716.158
= 0,129
Interpretasi : setiap 0,129 penyertaan modal dijamin oleh Rp 1 total aset.

Capital = 54.563.541 x 100%


Ratio 232.684.730
= 0,23
Interpretasi : : setiap Rp 1 Pinjaman dijamin oleh 0,23 pinjaman modal dan
cadangan untuk kerugian pinjaman.

 Tahun 2014

Primary = 61.021.308 x 100%


Ratio 416.573.708
= 0,15
Interpretasi : setiap 0,15 penyertaan modal dijamin oleh Rp 1 total aset.

Capital = 67.991.603 x 100%


Ratio 277.622.281
= 0,24
Interpretasi : : setiap Rp 1 Pinjaman dijamin oleh 0,24 pinjaman modal dan
cadangan untuk kerugian pinjaman.

Berikut adalah tabel batang rasio solvabilitas PT. Bank Negara


Indonesia Tbk. periode tahun 2010-2014 :
12

Rasio Solvabilitas PT. BNI Tbk. Periode Tahun


2010-2014
Primary Ratio Capital Ratio
0.31
0.29
0.26
0.23 0.24

0.15
0.133 0.127 0.131 0.129

2010 2011 2012 2013 2014

Tabel 2. Rasio Solvabilitas

Berdasarkan tabel 2 di atas, PT BNI ,Tbk pada tahun 2010 ke tahun 2011
mengalami penurunan pada Primary Ratio dari 0,133 menjadi 0,127. Kemudian pada
tahun 2011 ke tahun 2012 mengalami peningkatan dari 0,127 menjadi 0,131.
Sedangkan pada tahun 2012 ke tahun 2013 kembali mengalami penurunan dari 0,131
menjadi 0,129. Dan pada tahun 2013 ke tahun 2014 PT. BNI,Tbk mengalami
peningkatan dari 0,129 menjadi 0,150.Sehingga bisa dikatakan permodalan Bank
mengalami fluktuasi , akan tetapi fluktuatif tersebut cenderung positif.
Sedangkan untuk capital ratio, pada tahun 2010 ke tahun 2011 mengalami
penurunan sebesar 0,02 dari 0,31 menjadi 0,29. dan, pada tahun 2011 ke tahun 2012
juga mengalami penurunan kembali dari 0,29 menjadi 0,26. Kemudian pada tahun
2012 ke tahun 2013 kembali mengalami penurunan dari 0,26 menjadi 0,23. Dan pada
tahun 2013 ke tahun 2014 mengalami peningkatan dari 0,23 menjadi 0,24. Hal ini
dapat dikatakan bahwa kemampuan Bank BNI dalam permodalan dan cadangan
penghapusan dalam menanggung perkreditan, terutama resiko yang terjadi karena ada
kegagalan dalam menagih bunga bank terus mengalami penurunan,dan mulai
meningkat kembali pada tahun 2014, dan hal ini tidak memberikan kerugian pada
Bank karena penurunan ini masih berada dalam slot positif.
Secara garis besar, rasio profitabilitas PT.BNI,Tbk pada tahun 2010-2014
berdasarkan Primary Ratio dan capital ratio mengalami penurunan yang masih dapat
ditoleransi,karena masih berada dalam slot positif. Sehingga bisa dikatakan saat ini
kemampuan bank mencari sumber dana untuk membiayai kegiatan bank Bank sedang
mengalami penurunan.
13

c. Rasio Profitabilitas
 Tahun 2010

Net Profit = 4.103.198 x 100%


Margin 24.346.415
= 0,17
Interpretasi : profit margin tersebut tinggi yaitu sebesar 17% sehingga bank
mampu menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu.

ROE = 4.103.198 x 100%


23.623.275
= 0,17
Interpretasi : rasio tersebut tinggi yaitu sebesar 17% yang artinya bank pada
tingkat efisiensi yang bagus.

 Tahun 2011

Net Profit = 5.808.218 x 100%


Margin 20.691.796
= 0,28
Interpretasi : profit margin tersebut tinggi yaitu sebesar 28% sehingga bank
mampu menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu.

ROE = 5.808.218 x 100%


23.623.275
= 0,25
Interpretasi : rasio tersebut tinggi yaitu sebesar 25% yang artinya bank pada
tingkat efisiensi yang bagus.

 Tahun 2012

Net Profit = 7.048.362 x 100%


Margin 31.150.328
= 0,23
Interpretasi : profit margin tersebut tinggi yaitu sebesar 23% sehingga bank
mampu menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu.
14

ROE = 7.048.362 x 100%


23.623.275
= 0,30
Interpretasi : rasio tersebut tinggi yaitu sebesar 30% yang artinya bank pada
tingkat efisiensi yang bagus.

 Tahun 2013

Net Profit = 9.057.941 x 100%


Margin 35.891.612
= 0,25
Interpretasi : profit margin tersebut tinggi yaitu sebesar 25% sehingga bank
mampu menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu.

ROE = 9.057.941 x 100%


23.623.275
= 0,38
Interpretasi : rasio tersebut tinggi yaitu sebesar 38% yang artinya bank pada
tingkat efisiensi yang bagus.

 Tahun 2014

Net Profit = 10.829.379 x 100%


Margin 44.080.298
= 0,25
Interpretasi : profit margin tersebut tinggi yaitu sebesar 25% sehingga bank
mampu menghasilkan laba yang tinggi pada tingkat penjualan tertentu.

ROE = 10.829.379 x 100%


23.623.275
= 0,46
Interpretasi : rasio tersebut tinggi yaitu sebesar 46% yang artinya bank pada
tingkat efisiensi yang bagus.

Berikut adalah tabel batang rasio profitabilitas PT. Bank Negara


Indonesia Tbk. periode tahun 2010-2014 :
15

Rasio Profitabilitas PT. BNI Tbk. Periode


Tahun 2010-2014
Net Profit Margin ROE
0.46
0.38

0.28 0.30
0.25 0.23 0.25 0.25
0.170.17

2010 2011 2012 2013 2014

Tabel 3. Rasio Profitabilitas

Berdasarkan tabel 3 di atas, PT. BNI,Tbk pada tahun 2010 ke tahun


2011 mengalami peningkatan Net Profit magin dari 0,17 menjadi 0,28. Hal ini
menunjukkan kemampuan bank dalam menghasilkan net income dari kegiatan
operasi pokok bank likuid. Kemudian pada tahun 2011 ke tahun 2012
mengalami penurunan dari 0,28 menjadi 0,23. Hal ini menunjukkan
kemampuan bank dalam menghasilkan net income dari kegiatan operasi pokok
bank menurun. Sedangkan pada tahun 2012 ke tahun 2013 kembali mengalami
peningkatan dari 0,23 menjadi 0,25. Dan pada tahun 2013 ke tahun 2014 PT.
BNI,Tbk tidak mengalami perubahan atau tetap yaitu sebesar 0,25.
Sedangkan untuk ROE, pada tahun 2010 ke tahun 2011 mengalami
peningkatan dari 0,17 menjadi 0,25. Pada tahun 2011 ke tahun 2012 juga
mengalami peningkatan dari 0,25 menjadi 0,30.. Kemudian pada tahun 2012
ke tahun 2013 kembali mengalami peningkatan dari 0,30 menjadi 0,38. Dan
pada tahun 2013 ke tahun 2014 juga mengalami peningkatan dari 0,38 menjadi
0,46.Peningkatan yang terjadi dari tahun ketahun ini menunjukan kemampuan
manajemen bank dalam mengeola capital yang ada untuk mendapatkan net
income illikuid.
Secara garis besar, rasio likuiditas PT.BNI,Tbk pada tahun 2010-2014
berdasarkan Net Profit Margin dan ROE mengalami peningkatan. Hal ini
menunjukkan tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai oleh bank
illikuid.
16

2. ANALISIS VERTIKAL ATAU COMMON SIZE

a. Analisis Common Size pada Neraca


17

PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN


NERACA KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2010,2011,2012,2013,2014
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Analisis Common Size
Keterangan 2014 2013 2012 2011 2010 Presentase (%) dari Total
2010 2011 2012 2013 2014
ASET
Kas Rp 11.435.686 Rp 10.089.927 Rp 7.969.378 Rp 6.197.731 Rp 5.480.703 2,20% 2,07% 2,39% 2,61% 2,75%
Giro pada BI Rp 24.597.538 Rp 23.130.059 Rp 22.422.083 Rp 18.895.328 Rp 13.563.799 5,46% 6,32% 6,73% 5,98% 5,90%
Giro pada Bank Lain Rp 4.495.840 Rp 4.102.129 Rp 5.841.006 Rp 2.130.270 Rp 1.344.771 0,54% 0,71% 1,75% 1,06% 1,08%
Penempatan pada Bank lain dan BI Rp 14.527.422 Rp 23.472.702 Rp 32.616.662 Rp 49.328.028 Rp 38.385.316 15,44% 16,49% 9,79% 6,07% 3,49%
Efek-Efek Rp 12.738.296 Rp 8.513.162 Rp 9.800.970 Rp 7.627.768 Rp 13.181.480 5,30% 2,55% 2,94% 2,20% 3,06%
Efek -Efek yang dibeli Rp 6.237.356 Rp 1.896.556 Rp - Rp 2.289.462 Rp - 0,00% 0,77% 0,00% 0,49% 1,50%
wesel ekspor dan tagihan lainnya Rp 2.301.311 Rp 3.416.879 Rp 2.839.499 Rp 1.853.144 Rp 866.460 0,35% 0,62% 0,85% 0,88% 0,55%
tagihan Akseptasi Rp 12.466.819 Rp 11.478.853 Rp 10.077.154 Rp 7.822.309 Rp 4.778.440 1,92% 2,62% 3,02% 2,97% 2,99%
Tagihan derivatif Rp 165.093 Rp 177.839 Rp 10.571 Rp 24.015 Rp 7.552 0,00% 0,01% 0,00% 0,05% 0,04%
Pinjaman yang diberikan Rp 270.651.986 Rp 243.757.807 Rp 193.834.670 Rp 156.504.508 Rp 129.399.567 52,06% 52,33% 58,16% 63,04% 64,97%
Obligasi pemerintah Rp 43.829.797 Rp 44.884.492 Rp 38.561.005 Rp 36.957.800 Rp 32.556.138 13,10% 12,36% 11,57% 11,61% 10,52%
pajak dibayar dimuka Rp 1.436.609 Rp 816.858 Rp 29.365 Rp 29.365 Rp - 0,00% 0,01% 0,01% 0,21% 0,34%
Beban dibayar dimuka Rp 1.392.242 Rp 1.221.123 Rp 1.053.822 Rp 817.378 Rp 549.144 0,22% 0,27% 0,32% 0,32% 0,33%
Pernyataan saham Rp 37.434 Rp 39.507 Rp 24.026 Rp 24.335 Rp 24.398 0,01% 0,01% 0,01% 0,01% 0,01%
Aset lain-lain Rp 3.369.915 Rp 3.156.891 Rp 3.312.032 Rp 3.808.410 Rp 3.613.739 1,45% 1,27% 0,99% 0,82% 0,81%
Aset tetap Rp 6.222.050 Rp 5.513.569 Rp 4.591.588 Rp 4.052.708 Rp 3.838.079 1,54% 1,36% 1,38% 1,43% 1,49%
Aset pajak tangguhan Rp 668.314 Rp 986.462 Rp 319.675 Rp 695.602 Rp 990.943 0,40% 0,23% 0,10% 0,26% 0,16%
Total aset Rp 416.573.708 Rp 386.654.815 Rp 333.303.506 Rp 299.058.161 Rp 248.580.529 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
18

Liabilitas 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%


Liabilitas segera Rp 1.813.065 Rp 1.759.870 Rp 2.725.597 Rp 2.161.199 Rp 1.336.316 0,62% 0,83% 0,94% 0,52% 0,51%
Simpanan Nasabah Rp 313.893.430 Rp 291.890.195 Rp 257.660.841 Rp 231.295.740 Rp 194.374.685 90,23% 88,55% 88,92% 86,11% 88,28%
Simpanan dari bank lain Rp 3.176.996 Rp 3.184.983 Rp 3.245.243 Rp 7.018.529 Rp 3.475.751 1,61% 2,69% 1,12% 0,94% 0,89%
Liabilitas derivatif Rp 3.153.540 Rp 1.181.732 Rp 454.647 Rp 7.018.529 Rp 221.033 0,10% 2,69% 0,16% 0,35% 0,89%
Liabilitas Akseptasi Rp 6.468.603 Rp 6.198.972 Rp 4.624.501 Rp 7.018.529 Rp 2.497.356 1,16% 2,69% 1,60% 1,83% 1,82%
Beban yang masih harus dibayar Rp 659.592 Rp 482.905 Rp 527.362 Rp 7.018.529 Rp 495.100 0,23% 2,69% 0,18% 0,14% 0,19%
Utang pajak 0,00%
- Pajak penghasilan Rp 291.314 Rp 273.405 Rp 163.864 Rp 104.678 Rp 134.348 0,06% 0,04% 0,06% 0,08% 0,08%
- Pajak lainnya Rp 26.249 Rp 50.552 Rp 78.519 Rp 40.343 Rp 47.780 0,02% 0,02% 0,03% 0,01% 0,01%
Imbalan kerja Rp 3.393.307 Rp 3.149.697 Rp 2.565.874 Rp 2.085.407 Rp 1.759.827 0,82% 0,80% 0,89% 0,93% 0,95%
Penyisihan Rp 87.230 Rp 104.092 Rp 54.774 Rp 14.616 Rp 293.655 0,14% 0,01% 0,02% 0,03% 0,02%
Liabilitas lain-lain Rp 5.218.778 Rp 5.707.851 Rp 4.158.421 Rp 4.170.040 Rp 4.044.476 1,88% 1,60% 1,44% 1,68% 1,47%
Efek-efek yang diterbitkan Rp 6.158.031 Rp 6.036.533 Rp 4.768.810 Rp 264.622 Rp 1.277.197 0,59% 0,10% 1,65% 1,78% 1,73%
Pinjaman yang diterima Rp 11.212.265 Rp 18.950.523 Rp 8.749.762 Rp 8.725.796 Rp 5.473.480 2,54% 3,34% 3,02% 5,59% 3,15%
Total Liabilitas Rp 355.552.400 Rp 338.971.310 Rp 289.778.215 Rp 261.215.137 Rp 215.431.004 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Ekuitas 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Tambahan Modal disetor Rp 14.568.468 Rp 14.568.468 Rp 14.568.468 Rp 14.568.468 Rp 14.568.468 43,95% 38,50% 33,47% 30,55% 23,87%
Total saldo laba Rp 20.070.536 Rp 14.422.051 Rp 9.990.436 30,14% 38,11% 46,11% 0,00% 0,00%
Total ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik Rp 59.071.773 Rp 47.600.235 Rp 43.473.023 Rp 37.733.154 Rp 33.119.626 99,91% 99,71% 99,88% 99,83% 96,81%
Kepentingan non pengendali Rp 1.949.535 Rp 83.270 Rp 52.268 Rp 109.870 Rp 29.899 0,09% 0,29% 0,12% 0,17% 3,19%
Total ekuitas Rp 61.021.308 Rp 47.683.505 Rp 43.525.291 Rp 37.843.024 Rp 33.149.525 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Total Liabilitas dan Ekuitas Rp 416.573.708 Rp 386.654.815 Rp 333.303.506 Rp 299.058.161 Rp 248.580.529 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%

Tabel 4. Analisis Common Size pada Neraca Konsolidasian


19

Interpretasi Analisis Common Size pada Neraca Konsolidasian PT. BNI Tbk.

a. Periode 31 Desember 2010

Pada tahun 2010 jumlah aktiva PT. BNI PERSERO Tbk meningkat
menjadi sebesar Rp248,580,529. Jumlah aktiva terbesar diperoleh dari
pinjaman yang diberikan pada pihak ketiga yaitu sebesar Rp Rp13.563.799
(5,46%). Kemudian diikuti dengan penempatan pada bank lain dan Bank
Indonesia sebesar Rp38.385.316 (15.44%). Dan jumlah aktiva terkecil
pada periode 2010 adalah tagihan derivative sebesar Rp 7,522 (0,003%).
Pembiayaan terhadap aktiva lancar dan aktiva tetap dalam neraca
PT BNI PERSERO Tbk dapat terlihat di pasiva. Jumlah kewajiban pada
pada periode 2010 sebesar Rp215,431,004(86,66%) sedangkan jumlah
ekuitas sebesar Rp Rp33.149.525 (13,34%). Pada periode ini jumlah
kewajiban dan ekuitas terbesar diperoleh dari simpanan nasabah pihak
ketiga yaitu sebesar Rp Rp194.374.685 (78,19%) dan tambahan modal di
setor yaitu sebesar 14,568,468 (5.86%).Sedangkan jumlah kewajiban dan
ekuitas terkecil diperoleh dari laba rugi yang belum terealisasi sebesar
simpanan nasabah yaitu Rp-361.009(-0,15%).
b. Periode 31 Desember 2011
Pada tahun 2011 jumlah aktiva PT. BNI PERSERO Tbk meningkat
menjadi sebesar Rp299.058.161. Jumlah aktiva terbesar diperoleh dari
pinjaman yang diberikan pada pihak ketiga yaitu sebesar Rp156.504.508
(59,91%). Kemudian diikuti dengan penempatan pada bank lain dan Bank
Indonesia sebesar Rp49.328.028 (18,88%). Dan jumlah aktiva terkecil
pada periode 2011 adalah pajak dibayar dimuka sebesar Rp29.365
(0,011%).
Pembiayaan terhadap aktiva lancar dan aktiva tetap dalam neraca
PT BNI PERSERO Tbk dapat terlihat di pasiva. Jumlah kewajiban pada
pada periode 2011 sebesar Rp261.215.137 (100,00%) sedangkan jumlah
ekuitas sebesar Rp Rp37.843.024 (14,49%). Pada periode ini jumlah
kewajiban dan ekuitas terbesar diperoleh dari simpanan nasabah pihak
20

ketiga yaitu sebesar Rp231.295.740 (88,55%) dan tambahan modal di


setor yaitu sebesar 14,568,468 (5,58%).Sedangkan jumlah kewajiban dan
ekuitas terkecil diperoleh daripenyisihan sebesar Rp14.616 (0,01%).
c. Periode 31 Desember 2012

Pada tahun 2012 jumlah aktiva PT. BNI PERSERO Tbk meningkat
menjadi sebesar Rp333.303.506. Jumlah aktiva terbesar diperoleh dari
pinjaman yang diberikan pada pihak ketiga yaitu sebesar Rp193.834.670
(58,16%). Kemudian diikuti dengan penempatan pada bank lain dan Bank
Indonesia sebesar Rp32.616.662 (9,79%). Dan jumlah aktiva terkecil pada
periode 2010 adalah tagihan derivative sebesar Rp Rp10.571 (0,003%).
Pembiayaan terhadap aktiva lancar dan aktiva tetap dalam neraca
PT BNI PERSERO Tbk dapat terlihat di pasiva. Jumlah kewajiban pada
pada periode 2012 sebesar Rp289.778.215 (86,94%) sedangkan jumlah
ekuitas sebesar Rp Rp43.525.291 (13,06%). Pada periode ini jumlah
kewajiban dan ekuitas terbesar diperoleh dari simpanan nasabah pihak
ketiga yaitu sebesar Rp257.660.841 (77,31%) dan tambahan modal di
setor yaitu sebesar 14,568,468 (4,37%).Sedangkan jumlah kewajiban dan
ekuitas terkecil diperoleh dari penyisihan sebesar Rp54.774 (0.016%), dan
utang pajak lainnya sebesar Rp78.519 (0.024%).
d. Periode 31 Desember 2013
Pada tahun 2013 jumlah aktiva PT. BNI PERSERO Tbk meningkat
menjadi sebesar Rp386.654.815. Jumlah aktiva terbesar diperoleh dari
pinjaman yang diberikan pada pihak ketiga yaitu sebesar Rp243.757.807
(63,04%). Kemudian diikuti dengan penempatan pada bank lain dan Bank
Indonesia sebesar Rp23.472.702 (6,07%). Dan jumlah aktiva terkecil pada
periode 2010 adalah pernyataan saham sebesar Rp39.507 (0,01%).
Pembiayaan terhadap aktiva lancar dan aktiva tetap dalam neraca
PT BNI PERSERO Tbk dapat terlihat di pasiva. Jumlah kewajiban pada
pada periode 2013 sebesar Rp329.453.527 (85,21%) sedangkan jumlah
ekuitas sebesar Rp Rp47.683.505 (12,33%). Pada periode ini jumlah
kewajiban dan ekuitas terbesar diperoleh dari simpanan nasabah pihak
21

ketiga yaitu sebesar Rp282.739.954 (73,12%) dan tambahan modal di


setor yaitu sebesar 14,568,468 (3,77%).Sedangkan jumlah kewajiban dan
ekuitas terkecil diperoleh dari utang pajak lainnya sebesar Rp37.042
(0.01%).
e. Periode 31 Desember 2014
Pada tahun 2014 jumlah aktiva PT. BNI PERSERO Tbk meningkat
menjadi sebesar Rp416.573.708. Jumlah aktiva terbesar diperoleh dari
pinjaman yang diberikan pada pihak ketiga yaitu sebesar Rp270.651.986
(64,97%). Kemudian diikuti dengan Giro pada Bank Indonesia sebesar
Rp24.597.538 (5,90%). Dan jumlah aktiva terkecil pada periode 2010
adalah pernyataan saham sebesar Rp37.434 (0,01%).
Pembiayaan terhadap aktiva lancar dan aktiva tetap dalam neraca
PT BNI PERSERO Tbk dapat terlihat di pasiva. Jumlah kewajiban pada
pada periode 2014 sebesar Rp341.148.654 (81,89%) sedangkan jumlah
ekuitas sebesar Rp Rp61.021.308 (14,65%). Pada periode ini jumlah
kewajiban dan ekuitas terbesar diperoleh dari simpanan nasabah pihak
ketiga yaitu sebesar Rp300.264.809 (72,08%) dan tambahan modal di
setor yaitu sebesar 14,568,468 (3,50%).Sedangkan jumlah kewajiban dan
ekuitas terkecil diperoleh dari utang pajak lainnya sebesar Rp26.249
(0.01%).
22

b. Analisis Common Size pada Laporan Laba Rugi


PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2010,2011,2012,2013,2014
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Analisis Common Size
Keterangan 2014 2013 2012 2011 2010 Presentase (%) dari Total
2010 2011 2012 2013 2014
Pendapatan Bunga dan Pendapatan Syariah 33.364.942 26.450.708 22.704.515 20.691.796 18.837.397 100,30% 99,49% 94,98% 92,81% 100,83%
Beban Bunga dan pendapatan syariah (10.988.641) (7.392.427) (7.245.524) (7.495.982) (7.116.680) 37,89% 36,04% 30,31% 25,94% 33,21%
Pendapatan bunga dan syariah-Neto 22.376.301 19.058.281 15.458.991 13.195.814 11.720.717 62,40% 63,45% 64,67% 66,87% 67,62%
Pendapatan Operasional Lainnya
Provisi dan komisi lainnya 5.027.135 3.999.960 3.155.496 2.656.767 2.386.391 12,71% 12,77% 13,20% 14,04% 15,19%
penerimaan kembali aset 1.856.400 2.137.692 2.038.182 1.710.844 1.821.088 9,70% 8,23% 8,53% 7,50% 5,61%
pendapatan premi asuransi 1.475.506 1.582.106 1.190.476 1.038.087 1.328.098 7,07% 4,99% 4,98% 5,55% 4,46%
keuntungan aset keuangan yg diperdagangkan 416.830 39.566 56.679 468.729 233.629 1,24% 2,25% 0,24% 0,14% 1,26%
keuntungan penjualan tersedia dijual & diperdagangkan 481.741 496.747 1.134.158 951.483 904.400 4,82% 4,58% 4,74% 1,74% 1,46%
laba selisih kurs-neto 692.645 530.731 204.690 181.059 177.308 0,94% 0,87% 0,86% 1,86% 2,09%
Lain-lain 765.099 654.102 666.132 594.506 387.447 2,06% 2,86% 2,79% 2,30% 2,31%
Total pendapatan operasional lainnya 10.715.356 9.440.904 8.445.813 7.601.475 7.061.053 37,60% 36,55% 35,33% 33,13% 32,38%
total pendapatan 33.091.657 28.499.185 23.904.804 20.797.289 18.781.770 100% 100% 100% 100% 100%

Pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (3.641.992) (2.707.694) (2.524.677) (2.420.704) (3.629.395) 22,54% 11,64% 10,56% 9,50% 11,01%
Beban Operasional Lainnya 0,00%
Gaji dan tunjangan (6.781.041) (6.083.876) (5.577.867) (5.042.161) (4.126.640) 42,7926% 45,2862% 43,7854% 41,7485% 42,1094%
umum dan administrasi (5.090.784) (4.539.699) (3.920.571) (3.380.422) (2.760.917) 28,6302% 30,3612% 30,7759% 31,1521% 31,6132%
Underwriting asurasi (1.343.033) (1.088.021) (934.124) (910.485) (1.343.205) 13,9288% 8,1775% 7,3327% 7,4662% 8,3401%
Beban Promosi (844.804) (935.349) (820.454) (682.569) (675.153) 7,0012% 6,1305% 6,4404% 6,4185% 5,2461%
Premi Penjaminan (586.875) (509.222) (463.507) (369.322) (363.989) 3,7745% 3,3171% 3,6385% 3,4944% 3,6444%
Lain-lain (1.456.837) (1.416.521) (1.022.581) (749.043) (373.453) 3,8726% 6,7275% 8,0271% 9,7204% 9,0468%
Total Beban operasional lainnya (16.103.374) (14.572.688) (12.739.104) (11.134.002) (9.643.357) 100% 100% 100% 100% 100%
23

Laba Operasional 13.346.291 11.218.803 8.641.023 7.242.583 5.509.018 100,43% 124,70% 122,60% 123,86% 123,24%
pendapatan bukan operasional-neto 178.019 59.362 258.539 218.725 (23.558) -0,43% 3,77% 3,67% 0,66% 1,64%
laba sebelum beban pajak 13.524.310 11.278.165 8.899.562 7.461.308 5.485.460 100,00% 128,46% 126,26% 124,51% 124,89%
beban pajak 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
kini (2.686.458) (2.182.964) (1.528.370) (1.404.219) 0,00% -24,18% -21,68% -24,10% -24,81%
tangguhan (8.473) (37.260) (322.830) (248.871) 0,00% -4,28% -4,58% -0,41% -0,08%
total beban pajak (2.694.931) (2.220.224) (1.851.200) (1.653.090) (1.382.262) -25,20% -28,46% -26,26% -24,51% -24,89%
Laba Tahun Berjalan 10.829.379 9.057.941 7.048.362 5.808.218 5.485.460 100% 100% 100% 100% 100%

Pendapatan Komphrehensif lain


selisih kurs karena penjabaran LK mata uang asing 53.094 (68.058) 24.910 15.524 -
bagian efetif atas perubahan nilai… 43.492 57.756 42.501 21.895 -
perubahan nilai wajar efek dan obligasi… 1.303.397 (3.504.731) 108.539 (637.355) -
jumlah yg ditransfer ke laba rugi… 1.134.158 831.027 -
pajak penghasilan terkait dengan… (314.630) 700.946 (21.708) (48.165) -
(Kerugian) pendapatan komprehensif lain… 1.085.353 (2.814.087) 154.242 182.926 -
total laba komprehensif tahun berjalan 11.914.732 6.243.854 7.202.604 5.991.144 -
laba tahun berjalan diatribusikankepada
pemilik entitas induk 11.867.981 6.240.258 7.200.391 6.007.817 4.103.198 100,04% 100,28% 99,97% 99,94% 99,61%
kepentingan nonpengendali 46.751 3.596 2.213 (16.673) (1.492) -0,04% -0,28% 0,03% 0,06% 0,39%
total 11.914.732 6.243.854 7.202.604 5.991.144 4.101.706 100% 100% 100% 100% 100%
laba per saham dan dilusian….pemilik entitas induk 578 486 378 312 266 100% 100% 100% 100% 100%

Tabel 5. Analisis Common Size pada Laporan Laba Rugi Komprehensif


24

Interpretasi Analisis Common Size pada Laporan Laba Rugi Komprehensif PT. BNI
Tbk.
a. Periode 31 Desember 2010
Berdasarkan laporan laba rugi Bank BNI Periode 2010, dapat dilihat total
pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 18.781.770. Pendapatan bank BNI
diperiode ini dibedakan menjadi pendapatan bunga dan pendapatan operasional
lainnya. Pendapatan bunga dan syariah neto diketahui sebesar 62,40 % dan
pendapatan operasional lainnya sebesar 37,60%.
Pos pos pada beban yang mempengaruhi besarnya laba Bank BNI antara lain
beban operasional yang berasal dari beban gaji dan tunjangan sebesar Rp
4.126.640 (21,97 %), Umum dan administrasi sebesar Rp. 2.760.917 ( 14,7 %),
Underwritting Asurrance Rp. 1.343.205 ( 7,15 %), Beban Promosi Rp. 675.153 (
3,59%), premi penjaminan Rp. 363.989 ( 1,94%), beban lain-lain Rp. 373.453
(1,99%), sehinggga didapat total biaya operasional yang mengurangi laba sebesar
Rp. 9.643.357. Beban pajak tahun berjalan periode ini diketahui sebesar sebesar
Rp 1.382.26 sehingga Pada periode ini laba bersih Bank BNI mencapai Rp.
5.485.460 atau 29,21 %.
b. Periode 31 Desember 2011
Berdasarkan laporan laba rugi Bank BNI periode 2011, dapat dilihat total
pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 20.797.289. Sebesar 63,45 % dari total
pendapatan adalah pendapatan operasional dalam bentuk bunga dan 36,55%
diperoleh dari pendapatan operasional lainnya.
Pos pos pada beban yang mempengaruhi besarnya laba antara lain beban
operasional dengan total beban sebesar Rp. 9.643.357. Beban terbesar berasal dari
beban gaji dan tunjangan sebesar 24,24% dari total pendapatan. Beban umum dan
administrasi sebesar 16,25%, Underwriting assurance sebesar 4,38 %, beban
promosi 3,28 %, premi penjaminan 1,78 %, beban lain-lain 3,6%. Laba tahun
berjalan pada periode ini didapat dari pengurangan pajak sebesar Rp. 1.653.090
sehingga diketahui labanya sebesar Rp. 5.808.218 ( 27,93%). Laba pada periode
ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 322.758 atau sekitar 3%.
c. Periode 31 Desember 2012
Berdasarkan laporan laba rugi Bank BNI periode 2012, dapat dilihat total
pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 23.904.804. Sebesar 64,67 % dari total
25

pendapatan adalah pendapatan operasional dalam bentuk bunga dan 35,33 %


diperoleh dari pendapatan operasional lainnya.
Pos pos pada beban yang mempengaruhi besarnya laba antara lain beban
operasional dengan total beban sebesar Rp. 12.739.104. Beban terbesar berasal
dari beban gaji dan tunjangan sebesar 23,33% dari total pendapatan. Beban umum
dan administrasi sebesar 16,40%, Underwriting assurance sebesar 3,91 %, beban
promosi 3,43 %, premi penjaminan 1,94 %, beban lain-lain 4,28 %. Laba tahun
berjalan pada periode ini didapat dari pengurangan pajak sebesar Rp. 1.653.090
sehingga diketahui labanya sebesar Rp. 7.048.362 ( 29,49%). Laba pada periode
ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 1.240144 atau 9,64 %.
d. Periode 31 Desember 2013
Berdasarkan laporan laba rugi Bank BNI periode 2013, dapat dilihat total
pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 28.499.185. Sebesar 66,87% dari total
pendapatan adalah pendapatan operasional dalam bentuk bunga dan 33,13%
diperoleh dari pendapatan operasional lainnya.
Pos pos pada beban yang mempengaruhi besarnya laba antara lain beban
operasional dengan total beban sebesar Rp.14.572.688. Beban terbesar berasal
dari beban gaji dan tunjangan sebesar 21,35% dari total pendapatan. Beban umum
dan administrasi sebesar 15,93%, Underwriting assurance sebesar 3,82%, beban
promosi 3,28 %, premi penjaminan 1,79 %, beban lain-lain 4,97 %. Laba tahun
berjalan pada periode ini diketahui sebesar Rp. 905.7941 ( 31,78%). Laba pada
periode ini meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp. 2.009.579 atau 12%.
e. Periode 31 Desember 2014
Berdasarkan laporan laba rugi Bank BNI periode 2014, dapat dilihat total
pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 33.091.657 Sebesar 90,91% dari total
pendapatan adalah pendapatan operasional dalam bentuk bunga dan 51,75%
diperoleh dari pendapatan operasional lainnya.
Pos pos pada beban yang mempengaruhi besarnya laba antara lain beban
operasional dengan total beban sebesar Rp. 16.103.374 Beban terbesar berasal
dari beban gaji dan tunjangan sebesar 20,49 dari total pendapatan. Beban umum
dan administrasi sebesar 15,38%, Underwriting assurance sebesar 4,06%, beban
promosi 2,55 %, premi penjaminan 1,77 %, beban lain-lain 4,4 %. Laba tahun
berjalan pada periode ini diketahui sebesar Rp. 13.346.290.
26

c. Analisis Common Size pada Laporan Arus Kas


PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2010,2011,2012,2013,2014
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Analisis Common Size
Keterangan 2014 2013 2012 2011 2010 Presentase (%) dari Total
2010 2011 2012 2013 2014
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga, provisi, dan komisi Rp 33.051.566 Rp 26.153.994 Rp 22.759.737 Rp 20.202.546 Rp 19.345.064 -136,49% 131,32% 327,55% -229,54% -5415,00%
Bunga dan pembayaran lainnya yang dibayar Rp (10.670.290) Rp (7.336.357) Rp (7.259.227) Rp (7.466.580) Rp (7.188.490) 50,72% -48,53% -104,47% 64,39% 1748,17%
Pendapatan operasional lainnya Rp 10.382.871 Rp 9.388.349 Rp 8.241.122 Rp 7.420.416 Rp 6.883.747 -48,57% 48,23% 118,60% -82,40% -1701,08%
Beban operasional lainnya Rp (19.187.680) Rp (15.598.666) Rp (12.827.026) Rp (12.430.552) Rp (12.057.499) 85,07% -80,80% -184,60% 136,90% 3143,61%
Pendapatan bukan operasional - bersih Rp 174.502 Rp 53.382 Rp 258.614 Rp 312.128 Rp 49.951 -0,35% 2,03% 3,72% -0,47% -28,59%
Pembayaran pajak penghasilan Rp (3.301.810) Rp (2.888.385) Rp (1.528.370) Rp (2.808.438) Rp (2.484.128) 17,53% -18,26% -22,00% 25,35% 540,95%
Arus kas sebelum perubahan dalam
aset dan liabilitas operasi Rp 10.449.159 Rp 9.772.317 Rp 9.644.850 Rp 5.229.520 Rp 4.548.645 -32,09% 33,99% 138,81% -85,77% -1711,94%
Perubahan dalam aset dan liabilitas operasi Rp (33.878.766) Rp (52.408.671) Rp (26.696.019) Rp (31.873.830) Rp (26.973.665) 190,32% -207,19% -384,20% 459,97% 5550,53%
Kenaikan/(penurunan) liabilitas operasi Rp 17.933.274 Rp 33.487.805 Rp 23.999.628 Rp 42.028.466 Rp 8.252.096 -58,22% 273,19% 345,39% -293,91% -2938,10%
Kas neto digunakan untuk kegiatan operasi Rp (610.370) Rp (11.393.896) Rp 6.948.459 Rp 15.384.156 Rp (14.172.924) 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian efek-efek yang tersedia untuk dijual
dan dimiliki hingga jatuh tempo - neto Rp (2.728.605) Rp (2.572.021) Rp (2.351.395) Rp 5.910.140 Rp (5.038.979) 63,48% 1364,68% 52,50% 24,10% 113,41%
Penjualan/(pembelian) Obligasi Pemerintah - neto Rp 1.679.794 Rp (6.523.159) Rp (3.297.682) Rp (4.809.394) Rp (2.320.798) 29,24% -1110,51% 73,62% 61,12% -69,82%
Penambahan aset tetap Rp (1.366.269) Rp (1.582.456) Rp (1.134.112) Rp (718.224) Rp (634.795) 8,00% -165,84% 25,32% 14,83% 56,79%
Hasil penjualan aset tetap Rp 9.048 Rp 24.539 Rp 14.530 Rp 50.557 Rp 56.636 -0,71% 11,67% -0,32% -0,23% -0,38%
Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi Rp (2.406.032) Rp (10.672.557) Rp (4.479.197) Rp 433.079 Rp (7.937.936) 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan pinjaman yang diterima Rp (7.738.258) Rp 10.200.761 Rp 23.969 Rp 3.102.316 Rp 53.670 0,58% 446,27% 0,78% 102,16% 173,73%
Kenaikan/penurunan efek yang diterbitkan Rp - Rp 1.267.723 Rp 4.504.188 Rp (1.012.575) Rp 16.447 0,18% -145,66% 146,86% 12,70% 0,00%
Pembayaran dividen Rp (2.716.304) Rp (2.113.844) Rp (1.398.217) Rp (1.394.580) Rp (968.754) -10,40% -200,61% -45,59% -21,17% 60,98%
Kas neto digunakan untuk kegiatan pendanaan Rp (4.454.107) Rp 9.984.640 Rp 3.067.078 Rp 695.161 Rp 9.317.751 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
27

KENAIKAN /(PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA Rp (7.470.509) Rp (7.591.119) Rp 5.536.340 Rp 14.222.934 Rp (12.783.109) -26,16% 22,55% 8,07% -12,43% -13,96%
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE Rp 61.060.610 Rp 68.618.532 Rp 63.082.192 Rp 48.856.971 Rp 61.621.283 126,13% 77,45% 91,93% 112,38% 114,11%
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing Rp (78.095) Rp 33.197 Rp - Rp 2.287 Rp 18.797 0,04% 0,00% 0,00% 0,05% -0,15%
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE Rp 53.512.006 Rp 61.060.610 Rp 68.618.532 Rp 63.082.192 Rp 48.856.971 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
KAS DAN SETARA KAS TERDIRI DARI : 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Kas Rp 11.435.686 Rp 10.089.927 Rp 7.969.378 Rp 6.197.731 Rp 5.480.703 11,22% 9,82% 11,61% 16,52% 21,37%
Giro pada Bank Indonesia Rp 24.597.538 Rp 23.130.059 Rp 22.422.083 Rp 18.895.328 Rp 13.563.799 27,76% 29,95% 32,68% 37,88% 45,97%
Giro pada Bank Lain Rp 4.497.429 Rp 4.103.838 Rp 5.844.375 Rp 2.130.270 Rp 1.344.771 2,75% 3,38% 8,52% 6,72% 8,40%
Penempatan pada Bank lain - jangka waktu jatuh
tempo tiga bulan atau kurang sejak tanggal
perolehan Rp 12.981.353 Rp 23.338.334 Rp 32.382.696 Rp 35.510.863 Rp 28.467.698 58,27% 56,29% 47,19% 38,22% 24,26%
Sertifikat Bank Indonesia - jangka waktu
jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak
tanggal perolehan Rp - Rp 399.452 Rp - Rp 348.000 Rp - 0,00% 0,55% 0,00% 0,65% 0,00%
TOTAL KAS DAN SETARA KAS Rp 53.512.006 Rp 61.061.610 Rp 68.618.532 Rp 63.082.192 Rp 48.856.971 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%

Tabel 6. Analisis Common Size pada Laporan Arus Kas


28

Interpretasi Analisis Common Size pada Laporan Arus Kas PT. BNI Tbk.
a. Periode 31 Desember 2010
Pada tahun 2010 kas neto digunakan untuk kegiatan operasi PT.
BNI PERSERO Tbk meningkat menjadi sebesar Rp14.172.924.
Jumlah terbesar diperoleh dari penerimaan bunga, provisi, dan komisi
yaitu sebesar 7,78% atau Rp Rp19.345.064. Kemudian diikuti dengan
kenaikan liabilitas operasi sebesar 3,32% atau Rp8.252.096 jumlah
terkecil pada periode 2010 adalah perubahan dalam asset dan liabilitas
operasi sebesar -10,85% atau (Rp26.973.665). Kemudian pada kas
neto digunakan untuk aktivitas investasi meningkat sebesar
Rp7.937.936. Jumlah terbesar diperoleh dari pembelian efek-efek yang
tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo - neto sebesar
2,03% atau Rp5.038.979. Sedangkan pada kas neto yang digunakan
untuk kegiatan pendanaan meningkat sebesar 3,75% atau Rp9.317.751.
Kas dan setara kas pada awal periode sebesar 24,79% atau
Rp61.621.283 serta kas dan setara kas pada akhir periode sebesar
19,65% atau Rp48.856.971 lebih rendah dari kas dan setara kas pada
awal periode.
b. Periode 31 Desember 2011
Pada tahun 2011 kas neto yang digunakan untuk kegiatan operasi
PT. BNI PERSERO Tbk meningkat menjadi sebesar Rp15.384.156.
Jumlah terbesar diperoleh dari penerimaan bunga, provisi, dan komisi
yaitu sebesar 7,73% atau Rp Rp20.201.546. Kemudian diikuti dengan
kenaikan liabilitas operasi sebesar 16,09% atau Rp42.028.466 jumlah
terkecil pada periode 2011 adalah perubahan dalam asset dan liabilitas
operasi sebesar -12,20% atau (Rp31.873.830). Kemudian pada kas
neto yang digunakan untuk aktivitas investasi meningkat sebesar
Rp433.079. Jumlah terbesar diperoleh dari pembelian efek-efek yang
tersedia untuk dijual dan dimiliki hingga jatuh tempo - neto sebesar
2,26% atau Rp5.910.140. Sedangkan pada kas neto yang digunakan
untuk kegiatan pendanaan meningkat sebesar 0,27% atau Rp695.161.
29

Kas dan setara kas pada awal periode sebesar 18,70% atau
Rp48.856.971 serta kas dan setara kas pada akhir periode sebesar
24,15% atau Rp63.082.192 lebih tinggi dari kas dan setara kas pada
awal periode.
c. Periode 31 Desember 2012
Pada tahun 2012 kas neto yang digunakan untuk kegiatan operasi
PT. BNI PERSERO Tbk menurun menjadi sebesar Rp6.948.459.
Jumlah terbesar diperoleh kenaikan liabilitas operasi yaitu sebesar
7,20% atau Rp Rp23.999.628. jumlah terkecil pada periode 2012
adalah perubahan dalam asset dan liabilitas operasi sebesar -8,01%
atau (Rp26.696.019). Kemudian pada kas neto yang digunakan untuk
aktivitas investasi meningkat sebesar Rp4.479.197. Jumlah terbesar
diperoleh dari penjualan/(pembelian) obligasi pemerintah-neto sebesar
0,99% atau Rp3.297.682. Sedangkan pada kas neto yang digunakan
untuk kegiatan pendanaan meningkat sebesar 0,92% atau Rp3.067.078.
Kas dan setara kas pada awal periode sebesar 18,93% atau
Rp63.082.192 serta kas dan setara kas pada akhir periode sebesar
20,59% atau Rp68.618.523 lebih tinggi dari kas dan setara kas pada
awal periode.
d. Periode 31 Desember 2013
Pada tahun 2013 kas neto yang digunakan untuk kegiatan operasi
PT. BNI PERSERO Tbk meningkat menjadi sebesar Rp11393.896.
Jumlah terbesar diperoleh kenaikan/(penurunan) liabilitas operasi yaitu
sebesar 8,66% atau Rp Rp33.487.805. jumlah terkecil pada periode
2013 adalah perubahan dalam asset dan liabilitas operasi sebesar -
13,55 % atau (Rp52.408.671). Kemudian pada kas neto yang
digunakan untuk aktivitas investasi meningkat sebesar Rp10.672.557.
Jumlah terbesar diperoleh dari penjualan/(pembelian) obligasi
pemerintah-neto sebesar 0,01% atau Rp24.539. Sedangkan pada kas
neto yang digunakan untuk kegiatan pendanaan meningkat sebesar
2,58% atau Rp9.984.640. Kas dan setara kas pada awal periode sebesar
30

17,75% atau Rp68.618.532 serta kas dan setara kas pada akhir periode
sebesar 15,79% atau Rp61.060.610 lebih rendah dari kas dan setara kas
pada awal periode.
e. Periode 31 Desember 2014
Pada tahun 2014 kas neto yang digunakan untuk kegiatan operasi
PT. BNI PERSERO Tbk menurun menjadi sebesar Rp610.370. Jumlah
terbesar diperoleh kenaikan/(penurunan) liabilitas operasi yaitu sebesar
4,30% atau Rp Rp17.933.274. Jumlah terkecil pada periode 2014
adalah perubahan dalam asset dan liabilitas operasi sebesar -8,13 %
atau (Rp33.878.766). Kemudian pada kas neto yang digunakan untuk
aktivitas investasi meningkat sebesar Rp2.406.032. Jumlah terbesar
diperoleh dari penjualan/(pembelian) obligasi pemerintah-neto sebesar
0,40% atau Rp1.679.794. Sedangkan pada kas neto yang digunakan
untuk kegiatan pendanaan menurun sebesar Rp4.454.107. Kas dan
setara kas pada awal periode sebesar 14,66% atau Rp61.060.610 serta
kas dan setara kas pada akhir periode sebesar 12,85% atau
Rp53.512.006 lebih rendah dari kas dan setara kas pada awal periode.
31

3. ANALISIS HORIZONTAL

a. Analisis Perbandingan
32

PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN


NERACA KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2010,2011,2012,2013,2014
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Analisis Perbandingan (Naik/Turun)
Keterangan 2014 2013 2012 2011 2010 2011 2012 2013 2014
Rp % Rp % Rp % Rp %
ASET
Kas Rp 11.435.686 Rp 10.089.927 Rp 7.969.378 Rp 6.197.731 Rp 5.480.703 Rp 717.028 13,08% Rp 2.488.675 45,41% Rp 4.609.224 84,10% Rp 5.954.983 108,65%
Giro pada BI Rp 24.597.538 Rp 23.130.059 Rp 22.422.083 Rp 18.895.328 Rp 13.563.799 Rp 5.331.529 39,31% Rp 8.858.284 65,31% Rp 9.566.260 70,53% Rp 11.033.739 81,35%
Giro pada Bank Lain Rp 4.495.840 Rp 4.102.129 Rp 5.841.006 Rp 2.130.270 Rp 1.344.771 Rp 785.499 58,41% Rp 4.496.235 334,35% Rp 2.757.358 205,04% Rp 3.151.069 234,32%
Penempatan pada Bank lain dan BI Rp 14.527.422 Rp 23.472.702 Rp 32.616.662 Rp 49.328.028 Rp 38.385.316 Rp 10.942.712 28,51% Rp (5.768.654) -15,03% Rp (14.912.614) -38,85% Rp (23.857.894) -62,15%
Efek-Efek Rp 12.738.296 Rp 8.513.162 Rp 9.800.970 Rp 7.627.768 Rp 13.181.480 Rp (5.553.712) -42,13% Rp (3.380.510) -25,65% Rp (4.668.318) -35,42% Rp (443.184) -3,36%
Efek -Efek yang dibeli Rp 6.237.356 Rp 1.896.556 Rp - Rp 2.289.462 Rp - Rp 2.289.462 Rp - Rp 1.896.556 Rp 6.237.356
wesel ekspor dan tagihan lainnya Rp 2.301.311 Rp 3.416.879 Rp 2.839.499 Rp 1.853.144 Rp 866.460 Rp 986.684 113,88% Rp 1.973.039 227,71% Rp 2.550.419 294,35% Rp 1.434.851 165,60%
tagihan Akseptasi Rp 12.466.819 Rp 11.478.853 Rp 10.077.154 Rp 7.822.309 Rp 4.778.440 Rp 3.043.869 63,70% Rp 5.298.714 110,89% Rp 6.700.413 140,22% Rp 7.688.379 160,90%
Tagihan derivatif Rp 165.093 Rp 177.839 Rp 10.571 Rp 24.015 Rp 7.552 Rp 16.463 218,00% Rp 3.019 39,98% Rp 170.287 2254,86% Rp 157.541 2086,08%
Pinjaman yang diberikan Rp 270.651.986 Rp 243.757.807 Rp 193.834.670 Rp 156.504.508 Rp 129.399.567 Rp 27.104.941 20,95% Rp 64.435.103 49,80% Rp 114.358.240 88,38% Rp 141.252.419 109,16%
Obligasi pemerintah Rp 43.829.797 Rp 44.884.492 Rp 38.561.005 Rp 36.957.800 Rp 32.556.138 Rp 4.401.662 13,52% Rp 6.004.867 18,44% Rp 12.328.354 37,87% Rp 11.273.659 34,63%
pajak dibayar dimuka Rp 1.436.609 Rp 816.858 Rp 29.365 Rp 29.365 Rp - Rp 29.365 Rp 29.365 Rp 816.858 Rp 1.436.609
Beban dibayar dimuka Rp 1.392.242 Rp 1.221.123 Rp 1.053.822 Rp 817.378 Rp 549.144 Rp 268.234 48,85% Rp 504.678 91,90% Rp 671.979 122,37% Rp 843.098 153,53%
Pernyataan saham Rp 37.434 Rp 39.507 Rp 24.026 Rp 24.335 Rp 24.398 Rp (63) -0,26% Rp (372) -1,52% Rp 15.109 61,93% Rp 13.036 53,43%
Aset lain-lain Rp 3.369.915 Rp 3.156.891 Rp 3.312.032 Rp 3.808.410 Rp 3.613.739 Rp 194.671 5,39% Rp (301.707) -8,35% Rp (456.848) -12,64% Rp (243.824) -6,75%
Aset tetap Rp 6.222.050 Rp 5.513.569 Rp 4.591.588 Rp 4.052.708 Rp 3.838.079 Rp 214.629 5,59% Rp 753.509 19,63% Rp 1.675.490 43,65% Rp 2.383.971 62,11%
Aset pajak tangguhan Rp 668.314 Rp 986.462 Rp 319.675 Rp 695.602 Rp 990.943 Rp (295.341) -29,80% Rp (671.268) -67,74% Rp (4.481) -0,45% Rp (322.629) -32,56%
Total aset Rp 416.573.708 Rp 386.654.815 Rp 333.303.506 Rp 299.058.161 Rp 248.580.529 Rp 50.477.632 20,31% Rp 84.722.977 34,08% Rp 138.074.286 55,55% Rp 167.993.179 67,58%
Liabilitas 50477632,00 84722977,00 138074286,00 167993179,00
Liabilitas segera Rp 1.813.065 Rp 1.759.870 Rp 2.725.597 Rp 2.161.199 Rp 1.336.316 Rp 824.883 61,73% Rp 1.389.281 103,96% Rp 423.554 31,70% Rp 476.749 35,68%
Simpanan Nasabah Rp 313.893.430 Rp 291.890.195 Rp 257.660.841 Rp 231.295.740 Rp 194.374.685 Rp 36.921.055 18,99% Rp 63.286.156 32,56% Rp 97.515.510 50,17% Rp 119.518.745 61,49%
Simpanan dari bank lain Rp 3.176.996 Rp 3.184.983 Rp 3.245.243 Rp 7.018.529 Rp 3.475.751 Rp 3.542.778 101,93% Rp (230.508) -6,63% Rp (290.768) -8,37% Rp (298.755) -8,60%
Liabilitas derivatif Rp 3.153.540 Rp 1.181.732 Rp 454.647 Rp 7.018.529 Rp 221.033 Rp 6.797.496 3075,33% Rp 233.614 105,69% Rp 960.699 434,64% Rp 2.932.507 1326,73%
33

Liabilitas Akseptasi Rp 6.468.603 Rp 6.198.972 Rp 4.624.501 Rp 7.018.529 Rp 2.497.356 Rp 4.521.173 181,04% Rp 2.127.145 85,18% Rp 3.701.616 148,22% Rp 3.971.247 159,02%
Beban yang masih harus dibayar Rp 659.592 Rp 482.905 Rp 527.362 Rp 7.018.529 Rp 495.100 Rp 6.523.429 1317,60% Rp 32.262 6,52% Rp (12.195) -2,46% Rp 164.492 33,22%
Utang pajak
- Pajak penghasilan Rp 291.314 Rp 273.405 Rp 163.864 Rp 104.678 Rp 134.348 Rp (29.670) -22,08%Rp 29.516 21,97% Rp 139.057 103,51% Rp 156.966 116,84%
- Pajak lainnya Rp 26.249 Rp 50.552 Rp 78.519 Rp 40.343 Rp 47.780 Rp (7.437) -15,57%Rp 30.739 64,33% Rp 2.772 5,80% Rp (21.531) -45,06%
Imbalan kerja Rp 3.393.307 Rp 3.149.697 Rp 2.565.874 Rp 2.085.407 Rp 1.759.827 Rp 325.580 18,50%Rp 806.047 45,80% Rp 1.389.870 78,98% Rp 1.633.480 92,82%
Penyisihan Rp 87.230 Rp 104.092 Rp 54.774 Rp 14.616 Rp 293.655 Rp (279.039) -95,02%Rp (238.881) -81,35% Rp (189.563) -64,55% Rp (206.425) -70,30%
Liabilitas lain-lain Rp 5.218.778 Rp 5.707.851 Rp 4.158.421 Rp 4.170.040 Rp 4.044.476 Rp 125.564 3,10%Rp 113.945 2,82% Rp 1.663.375 41,13% Rp 1.174.302 29,03%
Efek-efek yang diterbitkan Rp 6.158.031 Rp 6.036.533 Rp 4.768.810 Rp 264.622 Rp 1.277.197 Rp (1.012.575) -79,28%Rp 3.491.613 273,38% Rp 4.759.336 372,64% Rp 4.880.834 382,15%
Pinjaman yang diterima Rp 11.212.265 Rp 18.950.523 Rp 8.749.762 Rp 8.725.796 Rp 5.473.480 Rp 3.252.316 59,42%Rp 3.276.282 59,86% Rp 13.477.043 246,22% Rp 5.738.785 104,85%
Total Liabilitas Rp 355.552.400 Rp 338.971.310 Rp 289.778.215 Rp 261.215.137 Rp 215.431.004 Rp 45.784.133 21,25%Rp 74.347.211 34,51% Rp 123.540.306 57,35% Rp 140.121.396 65,04%
Ekuitas Rp 45.784.133 Rp 74.347.211 Rp 123.540.306 Rp 140.121.396
Tambahan Modal disetor Rp 14.568.468 Rp 14.568.468 Rp 14.568.468 Rp 14.568.468 Rp 14.568.468 Rp - 0,00% Rp - 0,00% Rp - 0,00% Rp - 0,00%
Total saldo laba Rp 20.070.536 Rp 14.422.051 Rp 9.990.436 Rp 4.431.615 44,36% Rp 10.080.100 100,90% Rp (9.990.436) -100,00% Rp (9.990.436) -100,00%
Total ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik Rp 59.071.773 Rp 47.600.235 Rp 43.473.023 Rp 37.733.154 Rp 33.119.626 Rp 4.613.528 13,93% Rp 10.353.397 31,26% Rp 14.480.609 43,72% Rp 25.952.147 78,36%
Kepentingan non pengendali Rp 1.949.535 Rp 83.270 Rp 52.268 Rp 109.870 Rp 29.899 Rp 79.971 267,47% Rp 22.369 74,82% Rp 53.371 178,50% Rp 1.919.636 6420,40%
Total ekuitas Rp 61.021.308 Rp 47.683.505 Rp 43.525.291 Rp 37.843.024 Rp 33.149.525 Rp 4.693.499 14,16% Rp 10.375.766 31,30% Rp 14.533.980 43,84% Rp 27.871.783 84,08%
Total Liabilitas dan Ekuitas Rp 416.573.708 Rp 386.654.815 Rp 333.303.506 Rp 299.058.161 Rp 248.580.529 Rp 50.477.632 20,31% Rp 84.722.977 34,08% Rp 138.074.286 55,55% Rp 167.993.179 67,58%

Tabel 7. Analisis Perbandingan pada Neraca Konsolidasian


34

Interpretasi Analisis Perbandingan pada Neraca Konsolidasian PT. BNI Tbk.


a. Periode 31 Desember 2010-31 Desember 2011
Laporan Neraca periode PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO)
Tbk 2010 ke 2011 menunjukkan peningkatan total aktiva sebesar 20,31%. Pos-pos
pada aktiva yang mengalami peningkatan yang signifikan seperti pinjaman yang
diberikan kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa dan kepada pihak
ketiga, kas,giro pada bank Indonesia, giro pada bank lain, penempatan pada bank
lain, dan efek-efek yang dibeli atau dimiliki hingga jatuh tempo. Sedangkan aktiva
yang mengalami penurunan yang signifikan adalah aktiva pajak tangguhan,
pembiayaan/piutang usaha pada pihak yang mempunyai hubungan istimewa, dan
efek-efek yang tersedia untuk dijual.Neraca di sisi pasiva dan ekuitas selama
periode 2010-2011 menunjukkan peningkatan, pada pos pasiva kewajiban
meningkat sebesar Rp45.784.133 (21,25%) dan ekuitas sebesar Rp Rp4.693.499
(14,16%). Pos–pos yang mengalami peningkatan yang signifikan pada sisi pasiva
adalah Simpanan dari nasabah,Simpanan dari bank lain,dan pinjaman yang
diterima. Sementara pos-pos yang mengalami penurunan yang signifikan adala
Effek-effek yang diterbitkan,Penyisihan, utang pajak,dan beban yang masih harus
dibayar. Pada sisi ekuitas, pos-pos yang mengalami peningkatan adalah saldo
laba, sementara pos-pos ekuitas yang mengalami penurunan adalah efek-efek dan
obligasi pemerintah yang tersedia untuk dijual .
b. Periode 31 Desember 2011-31 Desember 2012
Laporan Neraca periode PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO)
Tbk 2010 ke 2012 menunjukkan peningkatan total aktiva sebesar 34,08%. Pos-pos
pada aktiva yang mengalami peningkatan yang signifikan seperti kas,giro pada
bank Indonesia, giro pada bank lain, kredit yang diberikan pada pihak ketiga.
Sedangkan aktiva yang mengalami penurunan yang,penempatan pada bank lain
,Aset lain-lain, dan aktiva pajak tangguhan.Neraca di sisi pasiva dan ekuitas
selama periode 2010-2012 menunjukkan peningkatan, pada pos pasiva kewajiban
meningkat sebesar Rp74.347.211 (34,51%) dan ekuitas sebesar Rp10.375.766
(31,30%). Pos–pos yang mengalami peningkatan yang signifikan pada sisi pasiva
adalah simpanan nasabah, Effek-effek yang diterbitkan dan pinjaman yang
diterima. Sementara pos-pos yang mengalami penurunan yang signifikan adalah
simpanan dari bank lain dan penyisihan. Pada sisi ekuitas, pos-pos yang
mengalami peningkatan adalah saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya
35

dan yang belum ditentukan penggunaannya, sementara pos-pos ekuitas yang


mengalami penurunan adalah efek-efek dan obligasi pemerintah yang tersedia
untuk dijual, sementara modal saham dan modal disetor relative stabil, tidak
mengalami peningkatan ataupun penurunan.
c. Periode 31 Desember 2012-31 Desember 2013
Laporan Neraca periode PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO)
Tbk 2010 ke 2013 menunjukkan peningkatan total aktiva sebesar 55,55%. Pos-pos
pada aktiva yang mengalami peningkatan yang signifikan seperti kas,giro pada
bank Indonesia, giro pada bank lain, kredit yang diberikan pada pihak ketiga.
Sedangkan aktiva yang mengalami penurunan yang,penempatan pada bank lain
,Aset lain-lain, aktiva pajak tangguhan, Penempatan pada Bank lain dan BI, dan
efek-efek yang tersedia untuk dijual.Neraca di sisi pasiva dan ekuitas selama
periode 2010-2013 menunjukkan peningkatan, pada pos pasiva kewajiban
meningkat sebesar Rp114.022.523 (52,93 %) dan ekuitas sebesar Rp14.533.980
(43,84 %). Pos–pos yang mengalami peningkatan yang signifikan pada sisi
pasiva adalah , Effek-effek yang diterbitkan dan pinjaman yang diterima.
Sementara pos-pos yang mengalami penurunan yang signifikan adalah simpanan
dari bank lain ,Utang pajak lainnya,dan penyisihan. Pada sisi ekuitas, pos-pos
yang mengalami peningkatan adalah saldo laba yang telah ditentukan
penggunaannya dan yang belum ditentukan penggunaannya, sementara pos-pos
ekuitas yang mengalami penurunan adalah efek-efek dan obligasi pemerintah
yang tersedia untuk dijual, sementara modal saham dan modal disetor relative
stabil, tidak mengalami peningkatan ataupun penurunan.
d. Periode 31 Desember 2013-31 Desember 2014
Laporan Neraca periode PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO)
Tbk 2010 ke 2014 menunjukkan peningkatan total aktiva sebesar 67,58 %. Pos-
pos pada aktiva yang mengalami peningkatan yang signifikan seperti kas,giro
pada bank Indonesia, giro pada bank lain, kredit yang diberikan pada pihak ketiga.
Sedangkan aktiva yang mengalami penurunan yang,penempatan pada bank lain
,Aset lain-lain, aktiva pajak tangguhan, Penempatan pada Bank lain dan BI, dan
efek-efek yang terseddibeli.Neraca di sisi pasiva dan ekuitas selama periode 2010-
2014 menunjukkan peningkatan, pada pos pasiva kewajiban meningkat sebesar
Rp125.717.650 (58,36%) dan ekuitas sebesar Rp27.871.783 (84,08%). Pos–pos
yang mengalami peningkatan yang signifikan pada sisi pasiva adalah , Effek-
36

effek yang diterbitkan,liabilitas deriftaif dan akseptif, dan pinjaman yang diterima.
Sementara pos-pos yang mengalami penurunan yang signifikan adalah simpanan
dari bank lain ,Utang pajak lainnya,dan penyisihan. Pada sisi ekuitas, pos-pos
yang mengalami peningkatan adalah saldo laba yang telah ditentukan
penggunaannya dan yang belum ditentukan penggunaannya, sementara pos-pos
ekuitas yang mengalami penurunan adalah efek-efek dan obligasi pemerintah
yang tersedia untuk dijual, sementara modal saham dan modal disetor relative
stabil, tidak mengalami peningkatan ataupun penurunan.
37

b. Analisis Perbandingan pada Laporan Arus Kas


PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS
31 DESEMBER 2010,2011,2012,2013,2014
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Analisis Perbandingan (Naik/Turun)
Keterangan 2014 2013 2012 2011 2010 2011 2012 2013 2014
Rp % Rp % Rp % Rp %
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga, provisi, dan komisi Rp 33.051.566 Rp 26.153.994 Rp 22.759.737 Rp 20.202.546 Rp 19.345.064 Rp 857.482 4,43% Rp 3.414.673 17,65% Rp 6.808.930 35,20% Rp 13.706.502 70,85%
Bunga dan pembayaran lainnya yang dibayar Rp (10.670.290) Rp (7.336.357) Rp (7.259.227) Rp (7.466.580) Rp (7.188.490) Rp (278.090) 3,87% Rp (70.737) 0,98% Rp (147.867) 2,06% Rp (3.481.800) 48,44%
Pendapatan operasional lainnya Rp 10.382.871 Rp 9.388.349 Rp 8.241.122 Rp 7.420.416 Rp 6.883.747 Rp 536.669 7,80% Rp 1.357.375 19,72% Rp 2.504.602 36,38% Rp 3.499.124 50,83%
Beban operasional lainnya Rp (19.187.680) Rp (15.598.666) Rp (12.827.026) Rp (12.430.552) Rp (12.057.499) Rp (373.053) 3,09% Rp (769.527) 6,38% Rp (3.541.167) 29,37% Rp (7.130.181) 59,13%
Pendapatan bukan operasional - bersih Rp 174.502 Rp 53.382 Rp 258.614 Rp 312.128 Rp 49.951 Rp 262.177 524,87% Rp 208.663 417,74% Rp 3.431 6,87% Rp 124.551 249,35%
Pembayaran pajak penghasilan Rp (3.301.810) Rp (2.888.385) Rp (1.528.370) Rp (2.808.438) Rp (2.484.128) Rp (324.310) 13,06% Rp 955.758 -38,47% Rp (404.257) 16,27% Rp (817.682) 32,92%
Arus kas sebelum perubahan dalam
aset dan liabilitas operasi Rp 10.449.159 Rp 9.772.317 Rp 9.644.850 Rp 5.229.520 Rp 4.548.645 Rp 680.875 14,97% Rp 5.096.205 112,04% Rp 5.223.672 114,84% Rp 5.900.514 129,72%
Perubahan dalam aset dan liabilitas operasi Rp (33.878.766) Rp (52.408.671) Rp (26.696.019) Rp (31.873.830) Rp (26.973.665) Rp (4.900.165) 18,17% Rp 277.646 -1,03% Rp (25.435.006) 94,30% Rp (6.905.101) 25,60%
Kenaikan/(penurunan) liabilitas operasi Rp 17.933.274 Rp 33.487.805 Rp 23.999.628 Rp 42.028.466 Rp 8.252.096 Rp 33.776.370 409,31% Rp 15.747.532 190,83% Rp 25.235.709 305,81% Rp 9.681.178 117,32%
Kas neto digunakan untuk kegiatan operasi Rp (610.370) Rp (11.393.896) Rp 6.948.459 Rp 15.384.156 Rp (14.172.924) Rp 29.557.080 -208,55% Rp 21.121.383 -149,03% Rp 2.779.028 -19,61% Rp 13.562.554 -95,69%
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian efek-efek yang tersedia untuk dijual
dan dimiliki hingga jatuh tempo - neto Rp (2.728.605) Rp (2.572.021) Rp (2.351.395) Rp 5.910.140 Rp (5.038.979) Rp 10.949.119 -217,29% Rp 2.687.584 -53,34% Rp 2.466.958 -48,96% Rp 2.310.374 -45,85%
Penjualan/(pembelian) Obligasi Pemerintah - neto Rp 1.679.794 Rp (6.523.159) Rp (3.297.682) Rp (4.809.394) Rp (2.320.798) Rp (2.488.596) 107,23% Rp (976.884) 42,09% Rp (4.202.361) 181,07% Rp 4.000.592 -172,38%
Penambahan aset tetap Rp (1.366.269) Rp (1.582.456) Rp (1.134.112) Rp (718.224) Rp (634.795) Rp (83.429) 13,14% Rp (499.317) 78,66% Rp (947.661) 149,29% Rp (731.474) 115,23%
Hasil penjualan aset tetap Rp 9.048 Rp 24.539 Rp 14.530 Rp 50.557 Rp 56.636 Rp (6.079) -10,73% Rp (42.106) -74,34% Rp (32.097) -56,67% Rp (47.588) -84,02%
Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi Rp (2.406.032) Rp (10.672.557) Rp (4.479.197) Rp 433.079 Rp (7.937.936) Rp 8.371.015 -105,46% Rp 3.458.739 -43,57% Rp (2.734.621) 34,45% Rp 5.531.904 -69,69%
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan pinjaman yang diterima Rp (7.738.258) Rp 10.200.761 Rp 23.969 Rp 3.102.316 Rp 53.670 Rp 3.048.646 5680,35% Rp (29.701) -55,34% Rp 10.147.091 18906,45% Rp (7.791.928) -14518,22%
Kenaikan/penurunan efek yang diterbitkan Rp - Rp 1.267.723 Rp 4.504.188 Rp (1.012.575) Rp 16.447 Rp (1.029.022) -6256,59% Rp 4.487.741 27286,08% Rp 1.251.276 7607,93% Rp (16.447) -100,00%
Pembayaran dividen Rp (2.716.304) Rp (2.113.844) Rp (1.398.217) Rp (1.394.580) Rp (968.754) Rp (425.826) 43,96% Rp (429.463) 44,33% Rp (1.145.090) 118,20% Rp (1.747.550) 180,39%
Kas neto digunakan untuk kegiatan pendanaan Rp (4.454.107) Rp 9.984.640 Rp 3.067.078 Rp 695.161 Rp 9.317.751 Rp (8.622.590) -92,54% Rp (6.250.673) -67,08% Rp 666.889 7,16% Rp (13.771.858) -147,80%
38

KENAIKAN /(PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA Rp (7.470.509) Rp (7.591.119) Rp 5.536.340 Rp 14.222.934 Rp (12.783.109) Rp 27.006.043 -211,26% Rp 18.319.449 -143,31% Rp 5.191.990 -40,62% Rp 5.312.600 -41,56%
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE Rp 61.060.610 Rp 68.618.532 Rp 63.082.192 Rp 48.856.971 Rp 61.621.283 Rp (12.764.312) -20,71% Rp 1.460.909 2,37% Rp 6.997.249 11,36% Rp (560.673) -0,91%
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing Rp (78.095) Rp 33.197 Rp - Rp 2.287 Rp 18.797 Rp (16.510) -87,83% Rp (18.797) -100,00% Rp 14.400 76,61% Rp (96.892) -515,47%
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE Rp 53.512.006 Rp 61.060.610 Rp 68.618.532 Rp 63.082.192 Rp 48.856.971 Rp 14.225.221 29,12% Rp 19.761.561 40,45% Rp 12.203.639 24,98% Rp 4.655.035 9,53%
KAS DAN SETARA KAS TERDIRI DARI :
Kas Rp 11.435.686 Rp 10.089.927 Rp 7.969.378 Rp 6.197.731 Rp 5.480.703 Rp 717.028 13,08% Rp 2.488.675 45,41% Rp 4.609.224 84,10% Rp 5.954.983 108,65%
Giro pada Bank Indonesia Rp 24.597.538 Rp 23.130.059 Rp 22.422.083 Rp 18.895.328 Rp 13.563.799 Rp 5.331.529 39,31% Rp 8.858.284 65,31% Rp 9.566.260 70,53% Rp 11.033.739 81,35%
Giro pada Bank Lain Rp 4.497.429 Rp 4.103.838 Rp 5.844.375 Rp 2.130.270 Rp 1.344.771 Rp 785.499 58,41% Rp 4.499.604 334,60% Rp 2.759.067 205,17% Rp 3.152.658 234,44%
Penempatan pada Bank lain - jangka waktu jatuh
tempo tiga bulan atau kurang sejak tanggal
perolehan Rp 12.981.353 Rp 23.338.334 Rp 32.382.696 Rp 35.510.863 Rp 28.467.698 Rp 7.043.165 24,74% Rp 3.914.998 13,75% Rp (5.129.364) -18,02% Rp (15.486.345) -54,40%
Sertifikat Bank Indonesia - jangka waktu
jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak
tanggal perolehan Rp - Rp 399.452 Rp - Rp 348.000 Rp - Rp 348.000 Rp - Rp 399.452 Rp -
TOTAL KAS DAN SETARA KAS Rp 53.512.006 Rp 61.061.610 Rp 68.618.532 Rp 63.082.192 Rp 48.856.971 Rp 14.225.221 29,12% Rp 19.761.561 40,45% Rp 12.204.639 24,98% Rp 4.655.035 9,53%

Tabel 8. Analisis Perbandingan pada Laporan Arus Kas


39

Interpretasi Analisis Perbandingan pada Laporan Arus Kas PT. BNI Tbk.
a. Periode 31 Desember 2010-31 Desember 2011
Laporan arus kas PT BANK NEGARA INDONESIA(PERSERO) Tbk
2010-2011 menunjukkan terjadi peningkatan dari segi arus kas dari kegiatan
operasional dan arus kas pendanaan sementara investasi mengalami penurunan.
Pada arus kas dari aktivitas operasi yang mengalami peningkatan signifikan
adalah penerimaan bunga, provisi dan komisi, bunga dan pembayaran lainnya
yang dibayar, pendapatan operasional lainnya, beban operasional lainnya dan
pembayaran pajak penghasilan, dan kenaikan/(penurunan) liabilitas operasi
kemudian yang mengalami penurunan adalah pendapatan bukan operasional-neto
dan perubahan dalam asset & liabilitas operasi. Pada arus kas kegiatan investasi
yang mengalami peningkatan adalah pembelian asset tetap dan pembelian obligasi
pemerintah,. Kemudian yang mengalami penurunan adalah efek-efek yang
dimiliki hingga jatuh tempo dan penjualan asset tetap. Sementara pada arus kas
aktivitas pendanaan yang mengalami peningkatan adalah pinjaman yang diterima
dan pembayaran dividen sedangkan efek yang diterbitkan mengalami penurunan.
Saldo kas pada awal periode menurun sebesar 20,71% atau dari
(Rp61.621.283 menjadi Rp48.856.971) sedangkan saldo kas pada akhir periode
meningkat sebesar 29,12% (Rp48.856.971 menjadi Rp63.082.192).
b. Periode 31 Desember 2011-31 Desember 2012
Laporan arus kas PT BANK NEGARA INDONESIA(PERSERO) Tbk
2010-2012 menunjukkan terjadi peningkatan dari segi arus kas dari aktivitas
operasional dan arus kas aktivitas pendanaan sementara aktivitas investasi
mengalami penurunan. Pada arus kas dari aktivitas operasi yang mengalami
peningkatan signifikan adalah penerimaan bunga, provisi dan komisi, bunga dan
pembayaran lainnya yang dibayar, pendapatan operasional lainnya, beban
operasional lainnya, pendapatan bukan operasional-neto dan
kenaikan/(penurunan) liabilitas operasi kemudian yang mengalami penurunan
adalah perubahan dalam asset & liabilitas operasi dan pembayaran pajak
penghasilan. Pada arus kas kegiatan investasi yang mengalami peningkatan adalah
pembelian asset tetap dan pembelian obligasi pemerintah,. Kemudian yang
mengalami penurunan adalah efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo dan
penjualan asset tetap. Sementara pada arus kas aktivitas pendanaan yang
40

mengalami peningkatan adalah efek yang diterbitkan dan pembayaran dividen


sedangkan pinjaman yang diterima mengalami penurunan.
Saldo kas pada awal periode meningkat sebesar 2,73% atau dari
(Rp61.621.283 menjadi Rp63.082.192) sedangkan saldo kas pada akhir periode
juga meningkat sebesar 40,45% (Rp48.856.971 menjadi Rp68.618.532).
c. Periode 31 Desember 2012-31 Desember 2013
Laporan arus kas PT BANK NEGARA INDONESIA(PERSERO) Tbk
2010-2013 menunjukkan terjadi peningkatan dari segi arus kas dari aktivitas
operasional dan arus kas aktivitas pendanaan sementara aktivitas investasi
mengalami penurunan. Pada arus kas dari aktivitas operasi keseluruhan
mengalami peningkatan yang signifikan yaitu penerimaan bunga, provisi dan
komisi, bunga dan pembayaran lainnya yang dibayar, pendapatan operasional
lainnya, beban operasional lainnya, pendapatan bukan operasional-neto,
pembayaran pajak penghasilan, perubahan dalam asset & liabilitas operasi dan
kenaikan/(penurunan) liabilitas operasi. Pada arus kas kegiatan investasi yang
mengalami peningkatan adalah pembelian asset tetap dan penjualan/(pembelian)
obligasi pemerintah,. Kemudian yang mengalami penurunan adalah efek-efek
yang dimiliki hingga jatuh tempo dan penjualan asset tetap. Sementara pada arus
kas aktivitas pendanaan keseluruhan mengalami peningkatan yaitu, pinjaman yang
diterima, pembayaran dividen, dan efek yang diterbitkan.
Saldo kas pada awal periode meningkat sebesar 11,36% atau dari
(Rp61.621.283 menjadi Rp68.618.532) sedangkan saldo kas pada akhir periode
juga meningkat sebesar 24,98% (Rp48.856.971 menjadi Rp61.060.610).
d. Periode 31 Desember 2013-31 Desember 2014
Laporan arus kas PT BANK NEGARA INDONESIA(PERSERO) Tbk
2010-2014 menunjukkan terjadi peningkatan dari segi arus kas dari aktivitas
operasional dan arus kas aktivitas pendanaan sementara aktivitas investasi
mengalami penurunan. Pada arus kas dari aktivitas operasi keseluruhan
mengalami peningkatan yang signifikan yaitu penerimaan bunga, provisi dan
komisi, bunga dan pembayaran lainnya yang dibayar, pendapatan operasional
lainnya, beban operasional lainnya, pendapatan bukan operasional-neto,
pembayaran pajak penghasilan, perubahan dalam asset & liabilitas operasi dan
kenaikan/(penurunan) liabilitas operasi. Pada arus kas kegiatan investasi yang
mengalami peningkatan adalah pembelian asset. Kemudian yang mengalami
41

penurunan adalah efek-efek yang dimiliki hingga jatuh tempo,


penjualan/(pembelian) obligasi pemerintah-neto, dan penjualan asset tetap.
Sementara pada arus kas aktivitas pendanaan yang mengalami peningkatan yaitu,
pinjaman yang diterim dan pembayaran dividen sedangkan untuk efek yang
diterbitkan tidak mengalami kenaikan ataupun penurunan.
Saldo kas pada awal periode menurun sebesar 0,91% atau dari
(Rp61.621.283 menjadi Rp61.060.610) sedangkan saldo kas pada akhir periode
meningkat sebesar 9,53% (Rp48.856.971 menjadi Rp53.512.

c. Analisis Trend
42

a. Analisis Trend pada Neraca Konsolidasian


PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
NERACA KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2010,2011,2012,2013,2014
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
ANALISIS TREND
Keterangan 2014 2013 2012 2011 2010 2010 2011 2012 2013 2014
% % % % %
ASET
Kas Rp 11.435.686 Rp 10.089.927 Rp 7.969.378 Rp 6.197.731 Rp 5.480.703 100,00% 113,08% 145,41% 184,10% 208,65%
Giro pada BI Rp 24.597.538 Rp 23.130.059 Rp 22.422.083 Rp 18.895.328 Rp 13.563.799 100,00% 139,31% 165,31% 170,53% 181,35%
Giro pada Bank Lain Rp 4.495.840 Rp 4.102.129 Rp 5.841.006 Rp 2.130.270 Rp 1.344.771 100,00% 158,41% 434,35% 305,04% 334,32%
Penempatan pada Bank lain dan BI Rp 14.527.422 Rp 23.472.702 Rp 32.616.662 Rp 49.328.028 Rp 38.385.316 100,00% 128,51% 84,97% 61,15% 37,85%
Efek-Efek Rp 12.738.296 Rp 8.513.162 Rp 9.800.970 Rp 7.627.768 Rp 13.181.480 100,00% 57,87% 74,35% 64,58% 96,64%
Efek -Efek yang dibeli Rp 6.237.356 Rp 1.896.556 Rp - Rp 2.289.462 Rp -
wesel ekspor dan tagihan lainnya Rp 2.301.311 Rp 3.416.879 Rp 2.839.499 Rp 1.853.144 Rp 866.460 100,00% 213,88% 327,71% 394,35% 265,60%
tagihan Akseptasi Rp 12.466.819 Rp 11.478.853 Rp 10.077.154 Rp 7.822.309 Rp 4.778.440 100,00% 163,70% 210,89% 240,22% 260,90%
Tagihan derivatif Rp 165.093 Rp 177.839 Rp 10.571 Rp 24.015 Rp 7.552 100,00% 318,00% 139,98% 2354,86% 2186,08%
Pinjaman yang diberikan Rp 270.651.986 Rp 243.757.807 Rp 193.834.670 Rp 156.504.508 Rp 129.399.567 100,00% 120,95% 149,80% 188,38% 209,16%
Obligasi pemerintah Rp 43.829.797 Rp 44.884.492 Rp 38.561.005 Rp 36.957.800 Rp 32.556.138 100,00% 113,52% 118,44% 137,87% 134,63%
pajak dibayar dimuka Rp 1.436.609 Rp 816.858 Rp 29.365 Rp 29.365 Rp -
Beban dibayar dimuka Rp 1.392.242 Rp 1.221.123 Rp 1.053.822 Rp 817.378 Rp 549.144 100,00% 148,85% 191,90% 222,37% 253,53%
Pernyataan saham Rp 37.434 Rp 39.507 Rp 24.026 Rp 24.335 Rp 24.398 100,00% 99,74% 98,48% 161,93% 153,43%
Aset lain-lain Rp 3.369.915 Rp 3.156.891 Rp 3.312.032 Rp 3.808.410 Rp 3.613.739 100,00% 105,39% 91,65% 87,36% 93,25%
Aset tetap Rp 6.222.050 Rp 5.513.569 Rp 4.591.588 Rp 4.052.708 Rp 3.838.079 100,00% 105,59% 119,63% 143,65% 162,11%
Aset pajak tangguhan Rp 668.314 Rp 986.462 Rp 319.675 Rp 695.602 Rp 990.943 100,00% 70,20% 32,26% 99,55% 67,44%
Total aset Rp 416.573.708 Rp 386.654.815 Rp 333.303.506 Rp 299.058.161 Rp 248.580.529 100,00% 120,31% 134,08% 155,55% 167,58%
43

Liabilitas
Liabilitas segera Rp 1.813.065 Rp 1.759.870 Rp 2.725.597 Rp 2.161.199 Rp 1.336.316 100,00% 161,73% 203,96% 131,70% 135,68%
Simpanan Nasabah Rp 313.893.430 Rp 291.890.195 Rp 257.660.841 Rp 231.295.740 Rp 194.374.685 100,00% 118,99% 132,56% 150,17% 161,49%
Simpanan dari bank lain Rp 3.176.996 Rp 3.184.983 Rp 3.245.243 Rp 7.018.529 Rp 3.475.751 100,00% 201,93% 93,37% 91,63% 91,40%
Liabilitas derivatif Rp 3.153.540 Rp 1.181.732 Rp 454.647 Rp 7.018.529 Rp 221.033 100,00% 3175,33% 205,69% 534,64% 1426,73%
Liabilitas Akseptasi Rp 6.468.603 Rp 6.198.972 Rp 4.624.501 Rp 7.018.529 Rp 2.497.356 100,00% 281,04% 185,18% 248,22% 259,02%
Beban yang masih harus dibayar Rp 659.592 Rp 482.905 Rp 527.362 Rp 7.018.529 Rp 495.100 100,00% 1417,60% 106,52% 97,54% 133,22%
Utang pajak
- Pajak penghasilan Rp 291.314 Rp 273.405 Rp 163.864 Rp 104.678 Rp 134.348 100,00% 77,92% 121,97% 203,51% 216,84%
- Pajak lainnya Rp 26.249 Rp 50.552 Rp 78.519 Rp 40.343 Rp 47.780 100,00% 84,43% 164,33% 105,80% 54,94%
Imbalan kerja Rp 3.393.307 Rp 3.149.697 Rp 2.565.874 Rp 2.085.407 Rp 1.759.827 100,00% 118,50% 145,80% 178,98% 192,82%
Penyisihan Rp 87.230 Rp 104.092 Rp 54.774 Rp 14.616 Rp 293.655 100,00% 4,98% 18,65% 35,45% 29,70%
Liabilitas lain-lain Rp 5.218.778 Rp 5.707.851 Rp 4.158.421 Rp 4.170.040 Rp 4.044.476 100,00% 103,10% 102,82% 141,13% 129,03%
Efek-efek yang diterbitkan Rp 6.158.031 Rp 6.036.533 Rp 4.768.810 Rp 264.622 Rp 1.277.197 100,00% 20,72% 373,38% 472,64% 482,15%
Pinjaman yang diterima Rp 11.212.265 Rp 18.950.523 Rp 8.749.762 Rp 8.725.796 Rp 5.473.480 100,00% 159,42% 159,86% 346,22% 204,85%
Total Liabilitas Rp 355.552.400 Rp 338.971.310 Rp 289.778.215 Rp 261.215.137 Rp 215.431.004 100,00% 121,25% 134,51% 157,35% 165,04%
Ekuitas
Tambahan Modal disetor Rp 14.568.468 Rp 14.568.468 Rp 14.568.468 Rp 14.568.468 Rp 14.568.468 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Total saldo laba Rp 20.070.536 Rp 14.422.051 Rp 9.990.436 100,00% 144,36% 200,90% 0,00% 0,00%
Total ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik Rp 59.071.773 Rp 47.600.235 Rp 43.473.023 Rp 37.733.154 Rp 33.119.626 100,00% 113,93% 131,26% 143,72% 178,36%
Kepentingan non pengendali Rp 1.949.535 Rp 83.270 Rp 52.268 Rp 109.870 Rp 29.899 100,00% 367,47% 174,82% 278,50% 6520,40%
Total ekuitas Rp 61.021.308 Rp 47.683.505 Rp 43.525.291 Rp 37.843.024 Rp 33.149.525 100,00% 114,16% 131,30% 143,84% 184,08%
Total Liabilitas dan Ekuitas Rp 416.573.708 Rp 386.654.815 Rp 333.303.506 Rp 299.058.161 Rp 248.580.529 100,00% 120,31% 134,08% 155,55% 167,58%

Tabel 9. Analisis Trend pada Neraca Konsolidasian


44

Interpretasi Analisis Trend pada Neraca Konsolidasian PT. BNI Tbk.


a. Periode 31 Desember 2010-31 Desember 2011
Pada Analisis Trend berikut ini, tahun 2010 digunakan sebagai tahun dasar

atau tahun yang digunakan sebagai acuan dalam perbandingan dengan tahun –

tahun setelahnya. Apabila di lihat dari data diatas dapat diketahui bahwa indeks

pada neraca tahun 2010 seluruhnya sebesar 100%, hal ini karenakan tahun 2010

digunakan sebagai tahun dasar. Sedangkan perbandingan trend dari tahun 2010 ke

Tahun 2011 secara keseluruhan baik total aktiva, liabilitas, dan ekuitasnya nya

mengalami kenaikan.Kenaikan tersebut dapat dilihat dari presentase maupun nilai

nominalnya, pada tahun 2010 ke tahun 2011 total aktivanya mengalami kenaikan

sebesar 120,31% atau dari ( Rp248.580.529 ke Rp299.058.161), untuk Total

Liabilitasnya secara keseluruhan mengalami kenaikan sebesar 121,25 % atau dari

(Rp215.431.004 ke Rp261.215.137 ), sedangkan Total ekuitasnya mengalami

kenaikan sebesar 114,16% atau dari (Rp33.149.525 ke Rp37.843.024 ). Meskipun

pada periode 2010-2011 juga terjadi peningkatan jumlah pasiva yang cukup

tinggi ,hal ini tidak memberikan pengaruh buruk bagi keuangan Bank BNI, karena

Kenaikan Jumlah Pasiva ini juga diimbangi dengan kenaikan Jumlah Aktiva yang

cukup tinggi pula. Dengan demikian, neraca Bank Negara Indonesiadari tahun

2010 ke tahun 2011 sudah cukup baik.

b. Periode 31 Desember 2011-31 Desember 2012


Perbandingan trend dari tahun 2010 ke Tahun 2012 secara keseluruhan baik
total aktiva, liabilitas, dan ekuitasnya nya mengalami kenaikan.Kenaikan tersebut
dapat dilihat dari presentase maupun nilai nominalnya, pada tahun 2010 ke tahun
2012 total aktivanya mengalami kenaikan sebesar 134,08% atau dari
(Rp248.580.529 ke Rp333.303.506), untuk Total Liabilitasnya secara keseluruhan
mengalami kenaikan sebesar 134,51 % atau dari (Rp215.431.004 ke
Rp289.778.215), sedangkan Total ekuitasnya mengalami kenaikan sebesar
131,30% atau dari (Rp33.149.525 ke Rp43.525.291).Kenaikan dari aktiva
45

maupun pasiva pada tahun 2012 ini lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2011,
hal ini menunjukan berkembangnya atau peningkatan kinerja dari Bank BNI.
c. Periode 31 Desember 2012-31 Desember 2013
Perbandingan trend dari tahun 2010 ke Tahun 2013 secara keseluruhan baik
total aktiva, liabilitas, dan ekuitasnya nya mengalami kenaikan.Kenaikan tersebut
dapat dilihat dari presentase maupun nilai nominalnya, pada tahun 2010 ke tahun
2013 total aktivanya mengalami kenaikan sebesar 155,55% atau dari
(Rp248.580.529 ke Rp386.654.815), untuk Total Liabilitasnya secara keseluruhan
mengalami kenaikan sebesar 152,93% atau dari (Rp215.431.004 ke
Rp329.453.527), sedangkan Total ekuitasnya mengalami kenaikan sebesar
143,84% atau dari (Rp33.149.525 ke Rp47.683.505).Kenaikan dari aktiva
maupun pasiva pada tahun 2013 ini sama seperti sebelumnya lebih tinggi
peningkatan kinerja dari Bank BNI.
d. Periode 31 Desember 2013-31 Desember 2014
Perbandingan trend dari tahun 2010 ke Tahun 2014 secara keseluruhan baik
total aktiva, liabilitas, dan ekuitasnya nya mengalami kenaikan.Kenaikan tersebut
dapat dilihat dari presentase maupun nilai nominalnya, pada tahun 2010 ke tahun
2014 total aktivanya mengalami kenaikan sebesar 167,58% atau dari
(Rp248.580.529 ke Rp416.573.708), untuk Total Liabilitasnya secara keseluruhan
mengalami kenaikan sebesar 158,36 % atau dari (Rp215.431.004 ke
Rp341.148.654), sedangkan Total ekuitasnya mengalami kenaikan sebesar
184,08% atau dari (Rp33.149.525 ke Rp61.021.308).Kenaikan dari aktiva
maupun pasiva pada tahun 2014 ini sama seperti sebelumnya lebih tinggi
dibandingkan pada tahun 2013, hal ini menunjukan berkembangnya atau
peningkatan kinerja dari Bank BNI.
46

b. Analisis Trend pada Laporan Laba Rugi


PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2010,2011,2012,2013,2014
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
ANALISIS TREND
Keterangan 2014 2013 2012 2011 2010 2010 2011 2012 2013 2014
% % % % %
Pendapatan Bunga dan Pendapatan Syariah 33.364.942 26.450.708 22.704.515 20.691.796 18.837.397 100% 109,84% 120,53% 140,42% 177,12%
Beban Bunga dan pendapatan syariah (10.988.641) (7.392.427) (7.245.524) (7.495.982) (7.116.680) 100% 105,33% 101,81% 103,87% 154,41%
Pendapatan bunga dan syariah-Neto 22.376.301 19.058.281 15.458.991 13.195.814 11.720.717 100% 112,59% 131,89% 162,60% 190,91%
Pendapatan Operasional Lainnya
Provisi dan komisi lainnya 5.027.135 3.999.960 3.155.496 2.656.767 2.386.391 100% 111,33% 132,23% 167,62% 210,66%
penerimaan kembali aset 1.856.400 2.137.692 2.038.182 1.710.844 1.821.088 100% 93,95% 111,92% 117,39% 101,94%
pendapatan premi asuransi 1.475.506 1.582.106 1.190.476 1.038.087 1.328.098 100% 78,16% 89,64% 119,13% 111,10%
keuntungan aset keuangan yg diperdagangkan 416.830 39.566 56.679 468.729 233.629 100% 200,63% 24,26% 16,94% 178,42%
keuntungan penjualan tersedia dijual & diperdagangkan 481.741 496.747 1.134.158 951.483 904.400 100% 105,21% 125,40% 54,93% 53,27%
laba selisih kurs-neto 692.645 530.731 204.690 181.059 177.308 100% 102,12% 115,44% 299,33% 390,65%
Lain-lain 765.099 654.102 666.132 594.506 387.447 100% 153,44% 171,93% 168,82% 197,47%
Total pendapatan operasional lainnya 10.715.356 9.440.904 8.445.813 7.601.475 7.061.053 100% 107,65% 119,61% 133,70% 151,75%
total pendapatan 33.091.657 28.499.185 23.904.804 20.797.289 18.781.770 100% 110,73% 127,28% 151,74% 176,19%

Pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (3.641.992) (2.707.694) (2.524.677) (2.420.704) (3.629.395) 100% 66,70% 69,56% 74,60% 100,35%
Beban Operasional Lainnya
Gaji dan tunjangan (6.781.041) (6.083.876) (5.577.867) (5.042.161) (4.126.640) 100% 122,19% 135,17% 147,43% 164,32%
umum dan administrasi (5.090.784) (4.539.699) (3.920.571) (3.380.422) (2.760.917) 100% 122,44% 142,00% 164,43% 184,39%
Underwriting asurasi (1.343.033) (1.088.021) (934.124) (910.485) (1.343.205) 100% 67,78% 69,54% 81,00% 99,99%
Beban Promosi (844.804) (935.349) (820.454) (682.569) (675.153) 100% 101,10% 121,52% 138,54% 125,13%
Premi Penjaminan (586.875) (509.222) (463.507) (369.322) (363.989) 100% 101,47% 127,34% 139,90% 161,23%
Lain-lain (1.456.837) (1.416.521) (1.022.581) (749.043) (373.453) 100% 200,57% 273,82% 379,30% 390,10%
Total Beban operasional lainnya (16.103.374) (14.572.688) (12.739.104) (11.134.002) (9.643.357) 100% 115,46% 132,10% 151,12% 166,99%
47

Laba Operasional 13.346.291 11.218.803 8.641.023 7.242.583 5.509.018 100% 131,47% 156,85% 203,64% 242,26%
pendapatan bukan operasional-neto 178.019 59.362 258.539 218.725 (23.558) 100% -928,45% -1097,46% -251,98% -755,66%
laba sebelum beban pajak 13.524.310 11.278.165 8.899.562 7.461.308 5.485.460 100% 136,02% 162,24% 205,60% 246,55%
beban pajak
kini (2.686.458) (2.182.964) (1.528.370) (1.404.219)
tangguhan (8.473) (37.260) (322.830) (248.871)
total beban pajak (2.694.931) (2.220.224) (1.851.200) (1.653.090) (1.382.262) 100% 119,59% 133,93% 160,62% 194,97%
Laba Tahun Berjalan 10.829.379 9.057.941 7.048.362 5.808.218 5.485.460 100% 105,88% 128,49% 165,13% 197,42%

Pendapatan Komphrehensif lain


selisih kurs karena penjabaran LK mata uang asing 53.094 (68.058) 24.910 15.524
bagian efetif atas perubahan nilai… 43.492 57.756 42.501 21.895
perubahan nilai wajar efek dan obligasi… 1.303.397 (3.504.731) 108.539 (637.355)
jumlah yg ditransfer ke laba rugi… 1.134.158 831.027
pajak penghasilan terkait dengan… (314.630) 700.946 (21.708) (48.165)
(Kerugian) pendapatan komprehensif lain… 1.085.353 (2.814.087) 154.242 182.926
total laba komprehensif tahun berjalan 11.914.732 6.243.854 7.202.604 5.991.144
laba tahun berjalan diatribusikankepada
pemilik entitas induk 11.867.981 6.240.258 7.200.391 6.007.817 4.103.198 100% 146,42% 175,48% 152,08% 289,24%
kepentingan nonpengendali 46.751 3.596 2.213 (16.673) (1.492) 100% 1117,49% -148,32% -241,02% -3133,45%
total 11.914.732 6.243.854 7.202.604 5.991.144 4.101.706 100% 146,06% 175,60% 152,23% 290,48%
laba per saham dan dilusian….pemilik entitas induk 578 486 378 312 266 100% 117,29% 142,11% 182,71% 217,29%

Tabel 10. Analisis Trend pada Laporan Laba Rugi Komprehensif


48

Interpretasi Analisis Trend pada Laporan Laba Rugi PT. BNI Tbk.
a. Periode 31 Desember 2010-31 Desember 2011
Pada tahun 2011 Bank BNI menunjukkan peningkatan laba sebesar 5,88%.
Peningkatan yang signifikan dari sisi pendapatan berasal dari pendapatan bunga
dan syariah yaitu sebesar 12,59 % . pendapatan operasional lainnya juga
mengalami peningkatan. Sementara pendapatan yang mengalami penurunan
adalah penerimaan kembali asset -6,05% dan pendapatan premi asuransi sebesar
-21,84%.
Dari sisi beban semuanya mengalami peningkatan kecuali underwriting
assurance yang mengalami penurunan sebesar -32,22%
b. Periode 31 Desember 2011-31 Desember 2012
Pada tahun 2012 Bank BNI menunjukkan peningkatan laba yang cukup
fenomenal sebesar sebesar 28,49%. Peningkatan yang signifikan dari sisi
pendapatan berasal dari pendapatan bunga dan syariah yaitu sebesar 31,89%.
pendapatan operasional lainnya juga mengalami peningkatan. Sementara
pendapatan yang mengalami penurunan adalah pendapatan premi asuransi
sebesar 10,36% dan keuntungan asset yang diperdagangkan menurun drastis
sebesar 75,74 %. Dari sisi beban semuanya mengalami peningkatan kecuali
underwriting assurance yang mengalami penurunan sebesar 30,46 %.
c. Periode 31 Desember 2012-31 Desember 2013
Pada tahun 2013 Bank BNI menunjukkan peningkatan laba yang cukup
fenomenal sebesar sebesar 65,13%. Peningkatan ini dari sisi pendapatan berasal
dari pendapatan bunga dan syariah yaitu sebesar 62,6%. pendapatan operasional
lainnya juga mengalami peningkatan. Sementara pendapatan yang mengalami
penurunan adalah pendapatan keuntungan asset yang diperdagangkan menurun
sebesar 83,06% dan keuntungan penjualan yang tersedia untuk diperdagangkan
sebesar 45,07 %. Dari sisi beban semuanya mengalami peningkatan kecuali
underwriting assurance yang mengalami penurunan sebesar 19 %.
d. Periode 31 Desember 2013-31 Desember 2014
Pada tahun 2014 Bank BNI menunjukkan peningkatan laba sebesar 97,42 %
dari tahun dasar. Peningkatan ini dari sisi pendapatan berasal dari pendapatan
bunga dan syariah yaitu sebesar 90,91 % pendapatan operasional lainnya juga
mengalami peningkatan. Sementara pendapatan yang mengalami penurunan
adalah keuntungan penjualan yang tersedia untuk diperdagangkan sebesar 46,7
49

%. Dari sisi beban semuanya mengalami peningkatan kecuali underwriting


assurance yang mengalami penurunan sebesar 0,01 %.
50

c. Analisis Trend pada Laporan Arus Kas


PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO) Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN ARUS KAS
31 DESEMBER 2010,2011,2012,2013,2014
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
ANALISIS TREND
Keterangan 2014 2013 2012 2011 2010 2010 2011 2012 2013 2014
% % % % %
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan bunga, provisi, dan komisi Rp 33.051.566 Rp 26.153.994 Rp 22.759.737 Rp 20.202.546 Rp 19.345.064 100,00% 104,43% 117,65% 135,20% 170,85%
Bunga dan pembayaran lainnya yang dibayar Rp (10.670.290) Rp (7.336.357) Rp (7.259.227) Rp (7.466.580) Rp (7.188.490) 100,00% 103,87% 100,98% 102,06% 148,44%
Pendapatan operasional lainnya Rp 10.382.871 Rp 9.388.349 Rp 8.241.122 Rp 7.420.416 Rp 6.883.747 100,00% 107,80% 119,72% 136,38% 150,83%
Beban operasional lainnya Rp (19.187.680) Rp (15.598.666) Rp (12.827.026) Rp (12.430.552) Rp (12.057.499) 100,00% 103,09% 106,38% 129,37% 159,13%
Pendapatan bukan operasional - bersih Rp 174.502 Rp 53.382 Rp 258.614 Rp 312.128 Rp 49.951 100,00% 624,87% 517,74% 106,87% 349,35%
Pembayaran pajak penghasilan Rp (3.301.810) Rp (2.888.385) Rp (1.528.370) Rp (2.808.438) Rp (2.484.128) 100,00% 113,06% 61,53% 116,27% 132,92%
Arus kas sebelum perubahan dalam
aset dan liabilitas operasi Rp 10.449.159 Rp 9.772.317 Rp 9.644.850 Rp 5.229.520 Rp 4.548.645 100,00% 114,97% 212,04% 214,84% 229,72%
Perubahan dalam aset dan liabilitas operasi Rp (33.878.766) Rp (52.408.671) Rp (26.696.019) Rp (31.873.830) Rp (26.973.665) 100,00% 118,17% 98,97% 194,30% 125,60%
Kenaikan/(penurunan) liabilitas operasi Rp 17.933.274 Rp 33.487.805 Rp 23.999.628 Rp 42.028.466 Rp 8.252.096 100,00% 509,31% 290,83% 405,81% 217,32%
Kas neto digunakan untuk kegiatan operasi Rp (610.370) Rp (11.393.896) Rp 6.948.459 Rp 15.384.156 Rp (14.172.924) 100,00% -108,55% -49,03% 80,39% 4,31%
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Pembelian efek-efek yang tersedia untuk dijual
dan dimiliki hingga jatuh tempo - neto Rp (2.728.605) Rp (2.572.021) Rp (2.351.395) Rp 5.910.140 Rp (5.038.979) 100,00% -117,29% 46,66% 51,04% 54,15%
Penjualan/(pembelian) Obligasi Pemerintah - neto Rp 1.679.794 Rp (6.523.159) Rp (3.297.682) Rp (4.809.394) Rp (2.320.798) 100,00% 207,23% 142,09% 281,07% -72,38%
Penambahan aset tetap Rp (1.366.269) Rp (1.582.456) Rp (1.134.112) Rp (718.224) Rp (634.795) 100,00% 113,14% 178,66% 249,29% 215,23%
Hasil penjualan aset tetap Rp 9.048 Rp 24.539 Rp 14.530 Rp 50.557 Rp 56.636 100,00% 89,27% 25,66% 43,33% 15,98%
Kas neto digunakan untuk aktivitas investasi Rp (2.406.032) Rp (10.672.557) Rp (4.479.197) Rp 433.079 Rp (7.937.936) 100,00% -5,46% 56,43% 134,45% 30,31%
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Kenaikan pinjaman yang diterima Rp (7.738.258) Rp 10.200.761 Rp 23.969 Rp 3.102.316 Rp 53.670 100,00% 5780,35% 44,66% 19006,45% -14418,22%
Kenaikan/penurunan efek yang diterbitkan Rp - Rp 1.267.723 Rp 4.504.188 Rp (1.012.575) Rp 16.447 100,00% -6156,59% 27386,08% 7707,93% 0,00%
Pembayaran dividen Rp (2.716.304) Rp (2.113.844) Rp (1.398.217) Rp (1.394.580) Rp (968.754) 100,00% 143,96% 144,33% 218,20% 280,39%
Kas neto digunakan untuk kegiatan pendanaan Rp (4.454.107) Rp 9.984.640 Rp 3.067.078 Rp 695.161 Rp 9.317.751 100,00% 7,46% 32,92% 107,16% -47,80%
51

KENAIKAN /(PENURUNAN) NETO KAS DAN SETARA Rp (7.470.509) Rp (7.591.119) Rp 5.536.340 Rp 14.222.934 Rp (12.783.109) 100,00% -111,26% -43,31% 59,38% 58,44%
KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL PERIODE Rp 61.060.610 Rp 68.618.532 Rp 63.082.192 Rp 48.856.971 Rp 61.621.283 100,00% 79,29% 102,37% 111,36% 99,09%
Pengaruh perubahan kurs mata uang asing Rp (78.095) Rp 33.197 Rp - Rp 2.287 Rp 18.797 100,00% 12,17% 0,00% 176,61% -415,47%
KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR PERIODE Rp 53.512.006 Rp 61.060.610 Rp 68.618.532 Rp 63.082.192 Rp 48.856.971 100,00% 129,12% 140,45% 124,98% 109,53%
KAS DAN SETARA KAS TERDIRI DARI :
Kas Rp 11.435.686 Rp 10.089.927 Rp 7.969.378 Rp 6.197.731 Rp 5.480.703 100,00% 113,08% 145,41% 184,10% 208,65%
Giro pada Bank Indonesia Rp 24.597.538 Rp 23.130.059 Rp 22.422.083 Rp 18.895.328 Rp 13.563.799 100,00% 139,31% 165,31% 170,53% 181,35%
Giro pada Bank Lain Rp 4.497.429 Rp 4.103.838 Rp 5.844.375 Rp 2.130.270 Rp 1.344.771 100,00% 158,41% 434,60% 305,17% 334,44%
Penempatan pada Bank lain - jangka waktu jatuh
tempo tiga bulan atau kurang sejak tanggal
perolehan Rp 12.981.353 Rp 23.338.334 Rp 32.382.696 Rp 35.510.863 Rp 28.467.698 100,00% 124,74% 113,75% 81,98% 45,60%
Sertifikat Bank Indonesia - jangka waktu
jatuh tempo tiga bulan atau kurang sejak
tanggal perolehan Rp - Rp 399.452 Rp - Rp 348.000 Rp -
TOTAL KAS DAN SETARA KAS Rp 53.512.006 Rp 61.061.610 Rp 68.618.532 Rp 63.082.192 Rp 48.856.971 100,00% 129,12% 140,45% 124,98% 109,53%

Tabel 11. Analisis Trend pada Laporan Arus Kas


52

Interpretasi Analisis Trend pada Laporan Arus Kas PT BNI Tbk.


a. Periode 31 Desember 2010-31 Desember 2011
Analisis Trend pada Laporan Arus Kas, menggunakan
tahun 2010 sebagai tahun dasar atau tahun yang digunakan sebagai
acuan dalam perbandingan dengan tahun –tahun setelahnya.
Apabila di lihat dari data diatas dapat diketahui bahwa indeks pada
neraca tahun 2010 seluruhnya sebesar 100%, hal ini karenakan
tahun 2010 digunakan sebagai tahun dasar. Sedangkan
perbandingan trend dari tahun 2010 ke Tahun 2011 secara
keseluruhan baik total arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari
aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan nya serta
total kas dan setara kas mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut
dapat dilihat dari presentase maupun nilai nominalnya, pada tahun
2010 ke tahun 2011 kas neto digunakan untuk kegiatan operasinya
mengalami kenaikan sebesar 108,55% atau dari ((Rp14.172.924)
ke Rp15.384156), untuk kas neto digunakan untuk kegiatan
investasinya secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar
5,46% atau dari ((Rp7.937.936) ke Rp433079), sedangkan kas neto
digunakan untuk kegiatan pendanaanya mengalami penurunan
sebesar 7,46% atau dari (Rp9.317751 ke Rp695.161). Kemudian
pada total kas dan setara kas juga mengalami kenaikan sebesar
129,12% atau dari (Rp48.856.971 ke Rp63.082.192). Meskipun
pada periode 2010-2011 terjadi penurunan jumlah kas dan setara
kas pada awal periode yang cukup tinggi ,hal ini tidak memberikan
pengaruh buruk bagi keuangan Bank BNI, karena penurunan
jumlah kas dan setara kas pada awal periode ini juga diimbangi
dengan kenaikan neto kas dan setara kas yang cukup tinggi pula.
Dengan demikian, Laporan Arus Kas Bank Negara Indonesia dari
tahun 2010 ke tahun 2011 sudah cukup baik
b. Periode 31 Desember 2011-31 Desember 2012
53

Perbandingan trend dari tahun 2010 ke Tahun 2012 secara


keseluruhan baik total arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari
aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan nya serta
total kas dan setara kas mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut
dapat dilihat dari presentase maupun nilai nominalnya, pada tahun
2010 ke tahun 2012 total arus kas dari aktivitas operasi mengalami
penurunan sebesar 49,03% atau dari ((Rp14.172.924) ke
Rp6.948459), untuk total arus kas dari aktivitas investasi secara
keseluruhan mengalami penurunan sebesar 56,43% atau dari
((Rp7.937.936) ke (Rp4.479197)) sedangkan kas neto digunakan
untuk kegiatan pendanaanya mengalami penurunan sebesar 32,92%
atau dari (Rp9.317751 ke Rp3.067.078). Kemudian pada total kas
dan setara kas juga mengalami kenaikan sebesar 140,45% atau dari
(Rp48.856.971 ke Rp68.618.532) Kenaikan dari total arus kas dari
aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari
aktivitas pendanaan nya serta total kas dan setara kas pada tahun
2012 ini lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2011, hal ini
menunjukan berkembangnya atau peningkatan kinerja dari Bank
BNI.
c. Periode 31 Desember 2012-31 Desember 2013
Perbandingan trend dari tahun 2010 ke Tahun 2013 secara
keseluruhan baik total arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari
aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan nya serta
total kas dan setara kas mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut
dapat dilihat dari presentase maupun nilai nominalnya, pada tahun
2010 ke tahun 2013 total kas neto digunakan untuk aktivitas
operasi mengalami kenaikan sebesar 80,39% atau dari
((Rp14.172.924) ke (Rp11.393.896)), untuk total kas neto
digunakan untuk aktivitas investasi secara keseluruhan mengalami
peningkatan sebesar 134,45% atau dari ((Rp7.937.936) ke
(Rp10.672.557)) sedangkan kas neto digunakan untuk kegiatan
54

pendanaanya mengalami kenaikan sebesar 107,16% atau dari


(Rp9.317.751 ke Rp9.084.640). Kemudian pada total kas dan
setara kas juga mengalami kenaikan sebesar 124,98% atau dari
(Rp48.856.971 ke Rp61.061.610). Kenaikan dari total arus kas dari
aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari
aktivitas pendanaan nya serta total kas dan setara kas pada tahun
2013 ini lebih rendah dibandingkan pada tahun 2012, hal ini
menunjukan bahwa kinerja dari Bank BNI pada tahun 2013 sedang
tidak baik.
d. Periode 31 Desember 2010-31 Desember 2011
Perbandingan trend dari tahun 2010 ke Tahun 2014 secara
keseluruhan baik total arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari
aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas pendanaan nya serta
total kas dan setara kas nya mengalami kenaikan. Kenaikan
tersebut dapat dilihat dari presentase maupun nilai nominalnya,
pada tahun 2010 ke tahun 2014 total kas neto digunakan untuk
aktivitas operasi mengalami kenaikan sebesar 4,43% atau dari
((Rp14.172.924) ke (Rp610.370)), untuk total kas neto digunakan
untuk aktivitas investasi secara keseluruhan mengalami penurunan
sebesar 30,31% atau dari ((Rp7.937.936) ke (Rp2.406.032))
sedangkan kas neto digunakan untuk kegiatan pendanaanya
mengalami penurunan sebesar 47,80% atau dari (Rp9.317.751 ke
(Rp4.454.107)). Kemudian pada total kas dan setara kas juga
mengalami kenaikan sebesar 109,53% atau dari (Rp48.856.971 ke
Rp53.512.006). Kenaikan dari total arus kas dari aktivitas operasi,
arus kas dari aktivitas investasi, dan arus kas dari aktivitas
pendanaan nya serta total kas dan setara kas pada tahun 2014 ini
lebih rendah dibandingkan pada tahun 2013, hal ini menunjukan
bahwa kinerja dari Bank BN pada tahun 2014 sedang tidak baik
dan belum mengalami perbaikan kinerja.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. KESIMPULAN

Dari tiga analisis laporan keuangan yang dilakukan pada PT. BNI
Tbk. selama 5 periode yaitu dari tahun 2010-2014, maka dapat
disimpulkan bahwa berdasarkan rasio keuangan, kondisi perusahaan
likuid, unsolvable dan profitable. Dikatakan likuid karena prosentase pada
loans to deposit ratio dan asset to loan rasio menunjukkan peningkatan
setiap tahunnya. Sedangkan unsolvable karena prosentase pada primary
ratio tidak pasti (naik-turun) dan pada capital ratio cenderung menurun
setiap tahunnya. Serta profitable karena prosentase pada net profit margin
dan ROE menunjukkan kenaikan setiap tahunnya. Hanya pada ROE tahun
2011 ke 2012 turun 0,02%.
Kemudian, berdasarkan analisis vertical dapat disimpulkan bahwa
indeks neraca dan laporan laba rugi Bank BNI optimal dan laporan arus
kas Bank BNI cenderung tidak optimal karena arus kas masuk Bank BNI
cenderung meningkat secara signifikan sedangkan arus kas keluar
cenderung tidak stabil, dimana kadang angka indeks dari satu tahun ke
tahun berikutnya menurun drastis dan berdasarkan analisis horizontal
dapat disimpulkan bahwa neraca dan laporan laba rugi Bank BNI optimal
sedangkan laporan arus kas bank BNI cenderung tidak optimal dimana
masih terdapat arus kas yang berfluktuatif. Dan dari analisis horizontal ini,
dapar diketahui bahwa kinerja terbaik entitas terjadi pada tahun
2012,dimana pada tahun ini baik neraca,laporan laba rugi, dan laporan arus
kas mengalami peningkatan tertinggi.
B. SARAN

Adapun beberapa saran yang diajukan setelah melakukan analisis


vertikal-horizontal dan rasio keuangan terhadap laporan keuangan Bank
BNI selama periode 2008-2010, antara lain sebagai berikut:

55
56

1. Sebaiknya Bank BNI meningkatkan lagi pengelolaan keuangan


perusahaannya, karena arus kas Bank BNI yang diteliti tidak stabil.
2. Berdasarkan rasio Bank Negara Indonesia perlu meningkatkan
solvabilitasnya agar meningkatkan kemampuan bank dalam mencari
sumber dana untuk membiayai kegiatan bank serta meningkatkan
efisiensi pihak manajemen bank dalam mengelola perusahaannya.
57

DAFTAR PUSTAKA

http://www.bni.co.id/ . Diakses pada tanggal 8 November 2015


Subramanyam, K.R. dan John J. Wild. 2010. Analisis Laporan Keuangan.
Edisi Kesepuluh. Salemba Empat:Jakarta
http://www.bi.go.id/id/peraturan/arsip-peraturan/Perbankan2001
/Lampiran14-PedomanPerhitunganRasioKeuangan.PDF. Diakses pada
tanggal 8 November 2015