You are on page 1of 15

METODE PELAKSANAAN

Pekerjaan : Pelebaran Jembatan Xxxxxxx

A. PENJELASAN UMUM

I. PENDAHULUAN
Paket Pelebaran Jembatan Xxxxxxx merupakan proyek yang dibiayai dengan dana APBN Tahun
Anggaran xxxx melalui DIPA Satuan Kerja Non Vertkal Preservasi Jalan dan Jembatan Xxxxxxx. Penyelesaian
pekerjaan ini dijadwalkan dengan jangka waktu penyelesaian 90 hari kalender.

Pekerjaan utama adalah pembuatan bangunan bawah berupa pondasi Sumuran dan abutmen beton,
sedang bangunan atas berupa beton bertulang Rangka Baja. Pekerjaan minor berupa penyesuaian trase
jembatan yang baru.

III. MANAJEMEN PROYEK
Pengelolaan pelaksanaan pekerjaan di proyek ini akan ditangani oleh tenaga-tenaga terampil
perusahaan. yang sudah berpengalaman dalam penanganan proyek sejenis, sehingga keberhasilan
pelaksanaan pekerjaan akan terjamin.

Struktur Organisasi
Pelaksanaan proyek dikelola oleh suatu tim manajemen yang dipimpin General Superintendant (GS),
dibantu oleh beberapa tenaga staf, dan beberapa tenaga Pelaksana Lapangan beserta stafnya. GS
bertanggung jawab kepada pimpinan Perusahaan.

GS berkuasa penuh atas manajemen proyek, dan berkewajiban memimpin seluruh kegiatan
pekerjaan di proyek, baik di bidang administrasi, teknik, maupun kegiatan pelaksanaan pekerjaan di lapangan.
- Untuk masalah bridge engineering dan quality control, GS dibantu oleh bagian teknik beserta stafnya.
- Urusan keuangan, administrasi umum dan personalia, dibantu oleh Bagian Personalia dan Keuangan
beserta stafnya.
- Urusan logistik dan peralatan, dibantu oleh Bagian Logistik dan Peralatan.
Dengan pengelolaan manajemen proyek seperti diuraikan di atas serta kerja-sama yang baik dengan
pihak pengawas, dan owner diharapkan pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan baik sesuai yang
disyaratkan.

IV. METODE PENYELESAIAN PROYEK
Untuk menjamin sistem manajemen agar berlangsung dengan baik, Perusahaan telah mengeluarkan
kebijakan mengenai sistem manajemen proyek berupa Kebijakan Mutu. Sistem manajemen tersebut di atas
dalam pelaksanaannya ditunjang dengan sarana-sarana lain, berupa perangkat lunak (software) sebagai sarana

1

Tenaga Kerja terampil akan dipilih dan didatangkan dari daerah setempat jika kualifikasi maupun jumlah tidak memadai. dan perangkat keras (hardware) yang berupa peralatan-peralatan sebagai sarana penunjang pelaksanaan pekerjaan. . kenek. akan ditambah dari daerah lain.Tenaga operasional lapangan : pelaksana (supervisor). Tenaga kerja yang digunakan dalam penanganan proyek ini terdiri atas. operator alat bantu). tukang.pengendali.Pekerja (mandor. Tenaga Kerja Personel yang terpilih yang berpengalaman dalam proyek sejenis akan ditempatkan sebagai personel inti dalam organisasi proyek. Methode Pengendalian Proyek Metode pengendalian di proyek dapat dijelaskan pada skema (Quality Control Process) skema halaman berikut ini: 2 .Tenaga pimpinan dan staf manajemen proyek termasuk Site Engineer. . mekanik dan operator alat berat. .

dll . sebagian dipergunakan di quarry. Prosedur . dan Waktu Tepat. Manual/prosedur . Jadwal Waktu Pelaksanaan Perda. Waterpass 3 . Tidak semua alat di mobilisasi di site pekerjaan. Tenaga Kerja OUPUT PROSES KONSTRUKSI . Mutu. Prosedur Kerja dll . Mutu Akurat. Kepmen. maupun jumlah akan dipengaruhi oleh kondisi lapangan dan progres pekerjaan yang akan dilaksanakan untuk menjamin tercapainya sasaran pelaksanaan pekerjaan. Waktu) INSPEKSI & TES Ya Tidak Tidak No Perbaikan kualitas EVALUASI Ya KRITERIA KEBERTERIMAAN .Produk akhir BMW (Biaya. Dokumen tender PELAPORAN & . Standard Peraturan . Metode Konstruksi . Peraturan terkait MONITORING Pemilihan Alat Pemilihan peralatan yang tepat baik dari segi jenis. kapasitas. BAGAN ALIR PENGENDALIAN MUTU PROYEK PERUSAHAAN Rencana Mutu terdiri dari: EKSTERNAL . Keuangan MATERIAL SUPERVISI . . mobilisasi peralatan akan disesuaikan dengan keperluan di lapangan dan target prestasi pekerjaan yang harus dicapai. Tolok ukur yang dipakai adalah Biaya Hemat. Administrasi . Secara umum jenis alat yang dipakai untuk pelaksanaan Pembangunan proyek ini sebagai berikut: Peralatan untuk pekerjaan persiapan meliputi. Dengan pertimbangan efisiensi. 1. Theodolite 2. Organisasi . Instruksi Kerja Keppres. Alat . Bahan . Personal .

Pasir. Sepeda Motor 3.5 M³) 2 11 Generator Set 1 12 Water Pump 70-100 MM 1 13 Survey Equipment 1 Peralatan untuk operasional : 1. Kerikil. setelah diperoleh data detail jadwal pelaksanaan pekerjaan yang dibuat berdasarkan survey awal proyek. Program detail untuk pendatangan bahan akan dibuat pada saat pelaksanaan pekerjaan.Peralatan minimal untuk pelaksanaan pekerjaan : No. Material pekerjaan terdiri atas: 1 Batu Mangga / Batu Kali. Alat komunikasi tetap dan bergerak 4. Sirtu 2 Semen 3 Agregat Pecah Kasar 4 Aspal 5 Agregat halus (pasir / batu pecah halus) 4 . Perlengkapan Kantor Bahan/Material Kebutuhan bahan-bahan akan dikendalikan oleh bagian logistik dengan berpedoman pada jadwal material dan persyaratan yang diatur dalam spesifikasi teknik. Pick Up 2. Alat Jumlah 1 Dump Truck 3 2 Asphalt Sprayer (600 Ltr) 1 3 Beton Molen 4 4 Vibrator beton 3 5 Tandem Roller 1 6 Vibratory Roller (6-8 Ton) 1 7 Motor Grader (135 HP) 1 8 Excavator (143 HP) 1 9 Water Tanker (4000 Liter) 1 10 Wheel Loader (1. Agregat Pecah.

Sistem manajemen K3LM dijalankan dengan melibatkan unsur manajemen. Pengamanan proyek pada umumnya 2. penerapan. perencanaan. Melakukan pengawasan terhadap pemakaian alat-alat keselamatan kerja. dan jika mungkin tetap terjadi adalah memperkecil resiko dengan metode pengamanan dan alat pelindung diri. VI. Pengamanan bahan-bahan dan peralatan milik proyek 3. Petugas keamanan bertugas untuk : 1. tanggung jawab. Mencegah dan menghindari terjadinya kebakaran di proyek. proses. kondisi kerja dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman. Pengendalian lalulintas proyek Program K3LM Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (SMK3L) adalah merupakan bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi. kawat. pelaksanaan dan pelaporan K3LM di perusahaan sebagai panduan didalam menerapkan Sistem Manajemen K3LM secara keseluruhan. pencapaian. besi beton. sarung tangan dan sebagainya. dan pemeliharaan kebijakan Keselamatan & Kesehatan Kerja dan Lingkungan dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja yang bertujuan menciptakan tempat kerja yang aman. pengkajian. pelaksanaan. tenaga kerja. efisien dan produktif. 1. Tugas-tugas dalam program K3 adalah sebagai berikut. Pengamanan (Security) Untuk pengawasan dan pengamanan proyek. Program K3LM ini disusun untuk dapat digunakan sebagai pedoman didalam perencanaan. 7 Agregat kasar (batu pecah / kerikil pecah / kerikil alam) 8 Solar & Minyak Tanah 9 Besi Beton 10 Kayu untuk perancah dan bekisting Material pabrikan berupa semen. dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan. Diharapkan program ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh petugas proyek didalam rangka membuat langkah-langkah pengamanan atau pengurangan resiko terhadap kecelakaan kerja dan dampak lingkungan yang mungkin bisa terjadi di proyek. beton dan aspal akan didatangkan langsung dari kota Xxxxxxx atau dari agen utama terdekat. 2. Sarana angkutan yang dipakai adalah Truck. Sasaran utama dari penerapan Sistem Manajemen K3LM di proyek adalah untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan dampak lingkungan. efisien dan produktif. prosedur. Melakukan pengamanan terhadap arus lalu lintas kendaraan proyek. QUALITY CONTROL 5 . sepatu. seperti helm pengaman. kami akan menyediakan tenaga keamanan dan akan berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat. 3. Material alam akan dicukupi dari daerah sekitar lokasi proyek.

Sasaran mutu yang jelas . maupun terhadap pelaksanaan pekerjaan. pembuatan barak kerja /gudang dan administasi Proyek. perlu dilakukan pengendalian mutu (quality control) terhadap pelaksanaan pekerjaan yang antara lain mengontrol. Dilakukan pekerjaan pengukuran / uitset 2. Jika diperlukan dilakukan pekerjaan sondir kembali 4. Sistem dan prosedur mutu yang baku . lalu tentukan peil tetap untuk patokan jembatan Galian Tanah untuk Konstruksi kedalaman 0 -2 m  Pasang bowplank pada kedua sisi pangkal jembatan. Test material di laboratorium dan lapangan . Pemilihan tenaga kerja . Test hasil pekerjaan Melakukan pemeriksaan secara teratur. Untuk menjamin agar diperoleh hasil kerja yang baik sesuai dengan mutu yang disyaratkan. 1. Organisasi proyek yang handal . Pembongkaran Jembatan lama dan pembuatan jalan samping 3. dan alat lainnya. Material yang digunakan . . Meskipun untuk hal-hal tersebut di atas sudah ada penanggungjawabnya langsung. baik terhadap bahan-bahan yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. Penerapan manajemen mutu yang konsisten URAIAN PEKERJAAN : Mobilisasi / Demobilisasi Pekerjaan ini meliputi mobilisasi seluruh peralatan yang diperlukan. cek dengan waterpass  Pekerjaan ini dapat dilakukan excavator  Hasil galian disingkirkan ke luar area  Alat Bantu yang digunakan adalah sekop. Survey Muka Air Banjir dengan menggambil data dari penduduk setempat atau instansi yang berwenang. Manajemen mutu di proyek akan melaksanakan semua kegiatan secara sistematik dan terencana yang diterapkan sebagai bagian dari sistem mutu perusahaan untuk menjamin bahwa proses pelaksanaan di proyek secara terkendali dan konsisten dapat mencapai semua sasaran dan persyaratan mutu yang diminta dalam gambar-gambar pelaksanaan dan spesifikasi pekerjaan pengendalian mutu di pelaksanaan akan dapat dijalankan dengan baik dengan adanya: . Survey quarry yang paling dekat dgn material yang memenuhi syarat spesifikasi 5. Pekerjaan Timbunan / Urugan dan Pemadatan Bahan Timbunan 6 . Pemeliharaan alat . Sumber daya manusia yang profesional dan tanggung jawab yang jelas . kiranya perlu ditunjuk petugas khusus quality control yang dikoordinasikan oleh bagian Teknik dan melakukan proses Quality Control (proses ISO 9002) dan prosedurnya sesuai yang berlaku di proyek.

Besi yang telah difabrikasi diberi kode sehingga memudahkan inventarisasi serta pemasangan besi di lokasi proyek (termasuk penanganan sisa potongan). sesampai di lokasi diatur baik sesuai dengan kebutuhan. Proses selanjutnya.  Ikatan pada tiap joint menggunakan kawat ikat (bendrat).  Perhitungan panjang potongan besi disesuaikan dengan tebal beton decking yang standar. 1 mandor + 6 orang tukang.  Berikut urutan Flow Diagram pemasangan besi secara umum.  Untuk pemasangan besi beton diperlukan perencanaan rinci mengikuti persyaratan teknis yang ditetapkan.  Volume pekerjaan pembesian + 42000 Kg 7 .  Direncanakan pekerjaan pasangan pembesian untuk pekerjaan inii dengan 1 Group mandor. Bahan diambil langsung di quarry. sehingga didapatkan kadar air yang optimum di dalam bahan timbunan. Pekerjaan Pembesian  Pekerjaan pembesian meliputi pembuatan & pemotongan bending sesuai dengan gambar kerja. lantai. + 12 orang pembantu tukang. plat injak. bahan dihampar rata sesuai ketebalan dan kemiringan / leveling yang ditentukan dengan cara manual. sehingga : 2. dan sayap jembatan.  Apabila disyaratkan.  Fabrikasi menggunakan bar bending & bar cutting Machine dilokasi los kerja besi. selanjutnya diangkut memakai Dump Truck ke lokasi abutmen jembatan yang telah ditentukan.Motor Grader. 4. hamparan disiram dengan tangki air. Peralatan yang digunakan pada pekerjaan timbunan adalah : . dimana 1 Groupnya terdiri dari . trotoar dan sandaran jembatan  Beton K 250 untuk abutment jembatan.  Beton K 125 untuk pembuatan lantai kerja. dimana banyaknya air ditentukan dengan melakukan beberapa kali percobaan. 3. Setelah hamparan mencapai ketebalan yang disyaratkan. Dump Truck dan Water Tank PEKERJAAN STRUKTUR Pekerjaan Beton ini merupakan pekerjaan utama jembatan dengan uraian utama meliputi : 1 Beton K 350 2 Beton K 250/K175 3 Beton K 125 Pekerjaan ini dilaksanakan untuk sesuai dengan peruntukkannya :  Beton K 350 untuk pembuatan balok. Vibro Roller. Pekerjaan lain yang bertalian adalah Pekerjaan Pembesian dan Pekerjaan Begisting a. Hamparan yang kadar airnya telah mencapai optimum. Banyaknya lintasan di dalam pemadatan ditentukan dengan melakukan percobaaan-percobaan. dipadatkan dengan menggunakan Vibro Roller sampai didapatkan kepadatan seperti yang disyaratkan di dalam spesifikasi.Urutan pelaksanaan pekerjaan Urugan : 1. sampel material besi (secara acak) akan ditest di laboratorium independen sesuai dengan ketentuan spesifikasi yang berlaku untuk memastikan bahwa mutu besi adalah memenuhi persyaratan.

pada prinsipnya sirkulasi material ditentukan oleh jangka waktu curing dari beton.  Untuk mendapatkan ketepatan Formwork yang baik maka survey merupakan hal yang utama sebagai panduan ukuran pada setiap area pekerjaan.  Sirkulasi material dimaksudkan untuk menghemat biaya pelaksanaan . Pekerjaan Begisting  Bekisting sebagai cetakan beton harus memenuhi syarat mudah dibongkar & kuat/kaku untuk menahan beban pelaksanaan yang akan terjadi. untuk itu perlu dibuat standar baku notasi survey sebagai patokan baku yang berlaku di proyek.  Bila diperlukan untuk mempercepat proses sirkulasi Bekisting. 8 . beton dapat ditambah zat additive untuk mempercepat pencapaian umur beton. FLOW DIAGRAM PEMASANGAN BESI DESIGN BESI BETON TEST MUTU GAMBAR DAFTAR LENGKUNGAN KERJA CEK GAMBAR RENCANA PEMASANGAN PERANCAH Angker jarak sambungan Lewatan TAHU BETON GAMBAR PEMBESIAN KAWAT BETON DAN PERATURAN b. dan lamanya pelaksanaan dalam setiap jenis pekerjaan.

yang sesuai dengan sfesifikasi yang ditentukan. Pelaksanaan Cor Pembongkaran Pemeliharaan Ukuran Aggregat .  Besar aggregate maximum pada prinsipnya ditentukan oleh keadaan pembesian dan cetakan (lihat PBI). harus dipakai slump terendah yang masih memungkinkan dilaksanakan pengecoran.2. Pada prinsipnya kekuatan tekan beton meningkat dengan mengecilnya ukuran dari pada aggregate. sebagai tes yang termudah dan yang paling dikenal untuk menunjukkan workability dari pengecoran dan konsolidasi dari beton dalam cetakan. Perbaikan Untuk menjamin Pemeriksaan didapat mutu beton yang tertinggi . jumlah semen. Marking Pekerjaan Beton Pemesanan material  Karateristik dari campuran Consistency Pemasangan Transportasi Pembuatan Consistency pada umumnya diartikan sebagai pernyataan akan kemudahan pengerjaan dari beton (Workability) . 9 .FLOW DIAGRAM BEKISTING. Consistency diukur dari test slum. Gambar Design Pelajari Gambar Gambar Sistem cetakan Sirkulasi Kerja (Form Work ) Material Rencana pembuatan Perhitungan Jumlah Material c. Merencanakan Campuran Beton ( Mix Design )  Untuk mendapat mutu beton yang diinginkan sebelumnya harus dihitung proporsi dari masing masing material. Umumnya perhitungan dapat berdasarkan data yang sudah ada. air. pasir dan koral . Direncanakan Slum standar yang biasa diterapkan yaitu slum 10 +/.

dan pengaruh dari perubahan jumlah air (Flow Chart rencana campuran beton dapat dilihat dalam lampiran)  Setelah didapat mix design yang akan dipakai di lapangan. selama pelaksanaan pengecoran harus tetap dilakukan pengawasan mutu terhadap :  Aggregat : . dilakukan secara kontinyu selama pengecoran. pasir (terutama kadar Lumpur harus< atau = 5 % . kekasaran dan kotoran) Semen ( setting time dan kadar SO3 ) Air Pengambilan contoh beton (kubus) dan pengukuran slump.  Dalam hal tidak ada data.jumlah semen HASIL TEST TABEL/DATA AGREGAT MIX DESIGN NO TRIAL MIX YES PENYESUAIAN LAPANGAN PENGAWASAN MUTU PEMAKAIAN 10 . FLOW CHART MERENCANAKAN CAMPURAN BETON SPESIFIKASI TEKNIS  Non /air entrening  Fc’ sesuai design  W/C . maka diadakan percobaan campuran (Trial Mix) sesuai proporsi yang telah dihitung. maka dapat digunakan table table yang ada (misalnya dari ACI Standar 211.1–70). untuk memeriksa mutu beton yang akan dihasilkan. Setelah didapat perhitungan proporsional berat dari masing masing material. koral (kekerasan.

 Maksud dari pengambilan contoh agar mendapatkan gambaran mengenai mutu beton yang ada. Slump Test ( ASTM C 143 ) Umumnya test ini dapat menunjukkan consistensy dari beton dan untuk memeriksa apakah tinggi slump memenuhi syarat teknik atau tidak . 11 . dibagi dalam 3 lapisan yang sama tinggi. SLUMP Isi : 1/3 bagian Isi : Penuh Kerucut ditarik Ukur tinggi Slum  Test Kekuatan tekan beton.  Setelah penuh dan rata. Turunnya tinggi beton tersebut adalah merupakan data tinggi slump beton tersebut. adalah sebagai berikut :  Beton dimasukkan dalam kubus dengan ukuran sesuai dengan standar. yang umumnya dikerjakan dengan standar ASTM : 1.  Ukurlah tinggi beton yang turun setelah kerucut terlepas. kerucut ditarik vertikal keatas perlahan lahan. setiap lapisan dipadatkan dengan batang standar dari baja. atau cara yang paling sederhana adalah direndam air.  Selama 24 jam. sebelum 1/3 bagian lainnya diisikan lagi.Setiap 1/3 bagian beton dalam kerucut dipadatkan dengan batang standar dari baja sebanyak 25 kali pemadatan.  Cara pengambilan contoh dapat diatur dan disesuaikan dengan volume pengecoran. Ada beberapa macam test yang dapat dilakukan dilapangan. contoh beton harus dilindungi dari penguapan yang terlalu cepat.  Dari hasil test dapat dibuat standard deviasi dan distribusi dari kekuatan tekan beton. Pemeriksaan mutu di lapangan. Secara singkat caranya adalah sebagia berikut :  Masukkan beton kedalam kerucut standar dari baja .  Cara pengambilan contoh .  Beton yang akan ditest dijemur (dikeringkan) secukupnya (lembab) dan kedua permukaannya diberi lapisan hodrocal atau hidrostone (gypsun) atau yang umum adalah sulfur .

Baja Struktur Titik Leleh 3. cek konsistensi dengan slump test dan kubus beton  Siram beton secara berkala dengan air  Bongkar cetakan sesuai petunjuk direksi.  Setelah cukup umur beton segera dites dengan beberapa pilihan yaitu 1 hari.  Excavator menuangkan material hasil galian kedalam Dump Truck  Dump Truck membuang material hasil galian keluar lokasi. b. 3 hari.  Pasang baut untuk plat tempat meletakkan karet elastomer sesuai elevasi dan letaknya Pengecoran dilakukan dengan molen dan vibrator. 250 cm  Penggalian dilakukan dengan menggunakan Excavator dan tenaga manusia. Uraian pekerjaan a.  Bila beton diinginkan supaya mencapai kekuatan karakteristik lebih cepat dapat menggunakan zat additif. Diafragma dan Lantai Jembatan  Jika Perletakan telah selesai. Penurunan Caison Dia. 250 cm  Caison dicetak dilokasi. Beton K-250 (pada abutmen. maka selanjutnya dipasang perancah untuk pengecoran balok dan lantai jembatan  Pasang Mal bagian dada lalu besi balok diseting terlebih dahulu sesuai gambar rencana lalu selanjutnya untuk lantai.Beton K-350 pada Balok.  Sisi luar diplester dengan spesi 1:3 d.500 kg / cm2  Baja dipesan sesuai denganspesifikasi yang ditetapkan oleh Direksi  Baja dikirim via angkutan laut.  Sisi luar diplester dengan spesi 1:3 e. 7 hari 14 hari dan 28 hari.  Siram beton secara berkala dengan air  Bongkar cetakan sesuai petunjuk direksi. Pengangkutan Bahan Jembatan  Material oleh pabrik dimuat ke Trailer dengan Crane 12 . plat injak dan wing wall)  Jika Sumuran sudah terbenam sesuai gambar rencana. c. maka bagian sampingnya dipadatkan sehingga membentuk bidang rata untuk pekerjaan abutmen beton  Anyam besi beton sesuai gambar baik dalam ukuran. bengkokan dan jumlahnya  Pasang Mal dan pastikan terikat dengan kokoh  Lakukan pengecoran dengan mutu K-250 sampai batas elevasi perletakan. f. Pengecoran diusahakan secepat mungkin agar bersifat monolit. Penyediaan Caison Dia.  Pengecoran dengan Beton K-250.  Pastikan Mal terikat dengan kokoh  Lakukan pengecoran dengan mutu K-300 sampai batas elevasi. Pengecoran diusahakan secepat mungkin agar bersifat monolit.

pasir. keras dengan kualitas seragam dan bebas dari kotoran lempung. semen dipasok ke lokasi pekerjaan sesuai kebutuhan  Pasang bowplank  Dilakukan penggalian pondasi pasangan batu  Dilakukan pemasangan pasangan batu dengan campuran 1 : 4  Sisi luar harus disiar dan bagian atas diplester  Bagian belakang ditimbun kembali dengan urugan. satu lapisan permukaan perkerasan yang tebalnya antara 5-7 cm dari penetrasi batu pecah yang bersih dengan pemakaian aspal pengikat panas. Agregat terdiri dari batu pecah berupa agregat kunci dan agregat penutup yang bersih.  Dari Pabrik dengan Trailer ke Pelabuhan dan dibongkar oleh kontraktor / badan angkutan. 3” sesuai gambar  Lakukan pengecoran tiang dan trotoar  Guard wall pada ujung-ujung trotoar dibuat dari pasangan batu 1:4  Plester permukaan beton bagian samping. Karet yang diolah kembali atau karet vulkanisir tidak boleh digunakan. 6. Syarat-Syarat Kualitas Agregat 1. Elastomer yang digunakan dalam landasan jembatan harus mengandung baik karet alam maupun karet chloroprene sebagai bahan baku polymer.  Pemuatan. g. pelat atau rangka baja. 8. guard wall 9.  Batu ditempatkan satu demi satu sehingga rongga sesedikit mungkin  Anyaman kawat ditutup dan diikat. tiang sandaran dan trotoar. Pemasangan Jembatan Baja  Material Rangka diasembling ditempatnya secara manual dan dibantu oleh Crane.  Pengangkutan dari pelabuhan dari pelabuhan dengan Trailer dan dibongkar / diturunkan dengan Crane dan dibantu tenaga manusia. pengangkutan dan bongkar oleh angkutan laut ditanggung oleh kontraktor. Guard Wall  Pasang mal tiang sandaran  Pasang Pipa Galvanis dia. Kehilangan berat karena abrasi 500 Maksimum 40% 13 . 2. Pekerjaan Pasangan Batu Pekerjaan ini berupa talud penahan tanah atau oprit jembatan  Batu kali.Pekerjaan Lapis Permukaan (LAPEN) Lapis permukaan penetrasi macadam terdiri dari pembangunan diatas lapis pondasi atas atau dengan permukaan penutup yang ada sebelumnya sudah siapkan. 7.(2) Landasan Elastomer Karet Alam Pekerjaan ini mencakup pengadaan dan pemasangan landasan jembatan yang terbuat bantalan karet untuk menopang gelagar. Pengecoran Trotoar.12. Tiang sandaran. bahan-bahan tumbuh-tumbuhan atau bahan lainnya yang harus dibuang. Pipa sandaran. Bahan 1. Agregat a. Pekerjaan Bronjong  Keranjang Kawat Bronjong direntangkan dan dibentuk sesuai dengan konstruksi yang diinginkan.

Bahan pengikat beraspal • Aspal semen AC -20 (ekivalen dengan pen 60/70 Pedoman Pelaksanaan 1. Pemakaian bahan aspal (sebelum agregat kunci) • Setengah agregat kasar digilas dan diperikas. dibersihkan dengan sapu serat untuk menjamin distribusi yang merata dan di gilas lagi. Indeks serpihan (brithish standart) Maksimum 25% 3. Penggunaan bahan aspal (setengah agregat kunci) Setelah agregat kunci selesai digilas dan diperiksa. Penggunaan agregat kunci Secepatnya setelah pemakaian aspal. Agregat segregasi atau agregat bercampur dengan tanah atau bahan asing lainnya harus disingkirkan dan diganti dengan agregat bergradasi yang benar. bahan aspal harus diterapkan sesuai yang ditentukan. d. 2. bahan pengikat aspal akan disemprotkan pada suatu suhu yang cocok pada jenis dan mutu bahan pengikat aspal sebagaimana ditetapkan dalam tabel di spesfikasi. Penggilasan dan pemadatan lapisan pokok • Lapisan agregat kasar pokok harus digilas kering dengan mesin gilas roda baja 6-8 ton sampai terpadatkan seluruhnya. kemudian akan menuju ke tengah perkerasan. • Penaburan tidak boleh dilakukan lebih lanjut melebihi dari operasi penggilasan dan penebaran panjang yang dapat diselesaikan dalam rata-rata satu hari kerja. Sebelum pemasangan agregat kasar dan agregat kunci harus ditumpuk secara terpisah dilapangan untuk mencegah pencampuran dan harus selalu bersih 4. Diletakkan diatas permukaan lapis penutup yang ada permukaan tersebut harus dilapisi aspal pelekat pada suatu tingkat pemakaian tidak melebihi 0. Permukaan perkerasan harus kering dan bebas dari batu-batu lepas atau suatu bahan lain yang harus dibuang c. agregat kunci akan ditaburkan merata diatas permukaan dengan cara manual. Penaburan dan Pemadatan a. b. Persiapan Lapangan Penetrasi macadam akan dipasang diatas pondasi yang telah dibangun di atas permukaan dengan lapis penutup yang akan meliputi: a. Peralatan pelaksanaan a. Penahanan aspal setelah pelapisan dan pengelupasan Minimum 95% 3. Agregat kunci extra akan ditambahkan dengan tangan bilamana diperlukan sert penggilasan dan pembersihan akan berlanjut sehingga agregat tersebut tertanam dengan baik. Penggunaan agregat penutup 14 . f. b.51/m2 b. Penggilasan awal akan dimulai dari sebelah pinggir. e. Jenis alat dan metoda pengoprasian harus sesuai dengan daftar units produksi dan peralatan kerja serta program kerja yang disetujui dan menurut petunjuk pengawas. Pada umumnya akan dipilih jenis peralatan berikut : • Penyemprot aspal • Alat untuk pemanas aspal • Mesin gilas 3. c. Pinggiran roda mesin gilas akan melapis tindih hamparan sebelumnya dengan sekitar 2/3 lebar roda • Penggilasan akan berhenti sebelum rongga-rongga tertutup sedemikian jauh sehingga mencegah penetrasi yang bebas merata dari aspal dan agregat kunci. Penaburan Agregat kasar dalam lapisan pokok • Agregat kasar akan ditaburkan dengan tangan dan dipadatkan sampai kedalaman yang seragam hingga mencapai garis. profil dan kemiringan yang dikehendaki.

Secepatnya setelah pemakaian aspal. dibersihkan dengan sapu serat untuk menjamin distribusi yang merata dan di gilas lagi. Agregat kunci extra akan ditambahkan dengan tangan bilamana diperlukan sert penggilasan dan pembersihan akan berlanjut sehingga agregat tersebut tertanam dengan baik. Setiap batu lebih harus disingkirkan dengan sapu. agregat kunci akan ditaburkan merata diatas permukaan dengan alat mesin penabur atau dengan cara manual. 15 .