You are on page 1of 76

BAB II

AKTIVITAS PRAKTIK KERJA LAPANGAN

A. Waktu dan Tempat Penugasan

Penulis ditugaskan melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di

Bank Kalsel Syariah dan KPw Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan.

Waktu pelaksanaan PKL dimulai dari 1 Maret 2017 sampai dengan 28 April

2017. Untuk penjelasan waktu dan tempat penugasanan pada masing-masing

tempat PKL akan diuraikan menjadi dua bagian yaitu oleh Ihda Qarina Hasan

dan Nur Amaliah.

A1. Bank Kalsel Syariah

Penulis melaksanakan PKL di Bank Kalsel Syariah pada bulan pertama

periode 1 Maret 2017 sampai dengan 31 Maret 2017. Penulis ditugaskan pada

bagian/unit Seksi Pelayanan Nasabah. Penulis ditempatkan di kantor cabang

dan pelayanan kas syariah. Berikut ini jadwal penempatan penulis selama

pelaksanaan PKL:

1. Ihda Qarina Hasan

Tabel 2.1
Jadwal Penempatan Bank Kalsel Syariah

Waktu Penempatan Tempat
1 Maret 2017-8 Maret 2017 Kantor Cabang Syariah
9 Maret 2017-31 Maret 2017 Kas Mobil

2. Nur Amaliah
Tabel 2.2
Jadwal Penempatan Bank Kalsel Syariah

Waktu Penempatan Tempat
1 Maret 2017-8 Maret 2017 Kantor Kas Sabilal Muhtadin
9 Maret 2017-31 Maret 2017 Kantor Kas Pasar Kalindo

A2. KPw Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan

Penulis melaksanakan PKL di KPw Bank Indonesia Provinsi Kalimantan

Selatan pada bulan pertama periode 3 April 2017 sampai dengan 28 April 2017.

Penulis ditugaskan pada beberapa tim dengan sistem rolling setiap minggu.

Berikut ini jadwal penempatan penulis selama pelaksanaan PKL:

1. Ihda Qarina Hasan

Tabel 2.3
Jadwal Penempatan
KPw Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan

Waktu Penempatan Tim/Unit
3 April 2017 - 7 April 2017 Tim Pengembangan Ekonomi

10 April 2017 – 13 April 2017 Tim Operasional Sistem
Pembayaran, Pengelolaaan Uang
Rupiah
17 April 2017 – 21 April 2017 Satuan Layanan dan Administrasi
25 April 2017 – 28 April 2017 Tim Advisory Ekonomi dan
Keuangan

2. Nur Amaliah
Tabel 2.4
Jadwal Penempatan
KPw Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan

Waktu Penempatan Tim/Unit
3 April 2017 - 7 April 2017 Tim Operasional Sistem
Pembayaran, Pengelolaaan Uang
Rupiah
10 April 2017 – 13 April 2017 Satuan Layanan dan Administrasi

17 April 2017 – 21 April 2017 Tim Advisory Ekonomi dan
Keuangan
25 April 2017 – 28 April 2017 Tim Pengembangan Ekonomi

B. Macam Kegiatan dan Uraiannya

Penulis melaksanakan PKL di dua instansi yang saling berkaitan namun

tugas dan fungsi yang sangat jauh berbeda dimana Bank Kalsel sebagai Bank

Umum yang memiliki Unit Usaha Syariah yaitu Bank Kalsel Syariah dan Bank

Indonesia sebagai Bank Sentral. Berikut ini kegiatan-kegiatan penulis pada

saat PKL yang akan diuraikan menjadi dua bagian yaitu Ihda Qarina Hasan dan

Nur Amaliah.

B1. Kegiatan di Bank Kalsel Syariah

Penulis ditempatkan di Seksi Pelayanan Nasabah dimana merupakan

pekerjaan front office terjun langsung bertemu dengan nasabah sehingga sangat

bergantung kepada tingkat pelayanan yang baik agar nasabah puas dengan

Laporan setoran pengembalian kas ialah laporan dari teller yang membawa kas dari kantor cabang syariah untuk melakukan pelayanan kas di kantor kas syariah setiap harinya yang kemudian kas tersebut akan dikembalikan ke kantor cabang syariah setelah .00 Wita sampai dengan pukul 16. dan lain-lain. ruangan. Namun pada saat PKL.00. pegawai. dan lain-lain. Di Kantor Cabang Syariah penulis membantu pekerjaan-pekerjaan yang bersifat administratif seperti melakukan pengarsipan. Oleh karena itu. 1. Kantor Cabang Syariah melakukan kegiatan operasional dari pukul 08. Penulis mengenal dan memahami lingkungan tempat PKL baik dari kegiatan. pelayanan menjadi salah satu bagian yang sangat penting. Ihda Qarina Hasan a. Penulis ditugaskan untuk membantu teller dan customer service dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab.Bank Kalsel Syariah. pencatatan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan penulis pada saat ditempatkan di Kantor Cabang Syariah antara lain: 1) Menyusun dan mengarsip laporan setoran pengembalian kas sesuai tanggal. penulis lebih banyak ditugaskan untuk mendampingi teller di kantor pelayanan kas. Kantor Cabang Syariah Pada minggu pertama penulis ditempatkan di Kantor Cabang Syariah.

1 Laporan Setoran Pengembalian Kas 2) Menyusun dan menghitung uang logam. Penulis menyusun uang logam berdasarkan pecahan per sepuluh keping kemudian disatukan dengan sellotape. Gambar 2. Penulis diminta teller Ibu Ayu Puspita Sari untuk menyusun laporan tersebut berdasarkan tanggal kemudian diarsip di map khusus pengarsipan laporan setoran pengembalian kas. Setelah semua disusun kemudian penulis . pelayanan kas di kantor kas syariah tutup sehingga teller harus melaporkan setoran pengembalian kas pada hari itu. Teller Ibu Eka meminta penulis untuk menyusun dan menghitung jumlah uang logam.

3) Mengarsip berkas pengisian ATM sesuai lokasi dan tanggal. Universitas Islam Kalimantan (Uniska). Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Antasari. Berkas-berkas tersebut diarsip di dalam map yang dikategorikan berdasarkan lokasi keberadaan ATM kemudian pengarsipan berkas dilakukan sesuai tanggal pengisian. Kota Citra Graha. Bapak Ridwan Muhammad meminta agar berkas- berkas tersebut diarsip dan memberikan penjelasan langkah- langkah pengerjaan. menghitung jumlah keping dan rupiah setiap pecahan uang logam yang telah disusun dan menuliskannya untuk diberikan ke teller. ATM Bank Kalsel Syariah berlokasi di Citra Sasirangan. Gambar 2.2 . namun juga ada beberapa berkas tahun 2015. Bapak Ridwan Muhammad memberikan beberapa tumpukan berkas dari Januari tahun 2016 sampai dengan Maret 2017. Masjid Mujahidin. dan Gatot Subroto. Penulis membantu staf teller ATM yaitu Bapak Ridwan Muhammad dalam melakukan pengarsipan berkas-berkas pengisian ATM.

Contoh Berkas Pengisian ATM 4) Memberi tanda pada rekening tabungan nasabah dengan saldo di bawah Rp 25.000. Penulis diberikan oleh Ibu Lia Staf Customer Service setumpuk berkas yang berisi daftar rekening-rekening nasabah beserta saldo di rekening. Ibu Lia memberikan penjelasan langkah-langkah pengerjaan. Penandaan tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi rekening pasif karena sistem secara otomatis akan menutup rekening pasif.000. Penulis diminta untuk memberi tanda menggunakan highlighter pada rekening-rekening yang memiliki saldo di bawah Rp 25. Rekening pasif .

000. Penulis membantu teller yaitu Bapak Ridwan Muhammad untuk melakukan kegiatan pelayanan perbankan di titik-titik tertentu menggunakan alat transportasi mobil. Kas mobil setiap hari beroperasi pada pukul 08.00 Wita. Kas mobil membantu nasabah yang sibuk berdagang di pasar- pasar tersebut agar dapat melakukan penyetoran dan penarikan tunai dengan mudah dan menghemat waktu. Adapun lokasi tetap yang ditentukan untuk membuka layanan perbankan yaitu di Pasar A. Penulis menemani dan membantu teller Bapak Ridwan Muhammad berkeliling pasar mendatangi nasabah untuk .00 Wita sampai dengan 12. Kadang-kadang kas mobil juga membuka pelayanan di sekolah-sekolah seperti Pondok Pesantren Al- Furqan dan SMK Sabilal. Yani setiap hari Senin sampai dengan Rabu dan di Pasar Kasturi setiap hari Kamis dan Jum’at. penulis ditempatkan di Kas Mobil. Kas Mobil Pada minggu kedua sampai dengan akhir periode PKL di Bank Kalsel Syariah. ialah rekening nasabah yang memiliki saldo di bawah Rp 25. Kegiatan yang dilakukan penulis saat ditempatkan di Kas Mobil yaitu sebagai berikut: 1) Melakukan pelayanan kas di tempat di Pasar. b.

penulis dan teller kembali ke mobil untuk melakukan administrasi atas setoran yang telah dilakukan nasabah pasar.000 per hari sedangkan setoran nasabah di Pasar A. Bapak Ridwan . Jika dilihat dari jumlah nasabah. nasabah Pasar A.000 per hari. Setelah melakukan pelayanan kas di tempat. Bapak Junaidi merupakan pegawai mutasi yang masih baru di Kantor Cabang Syariah. Penulis melihat nasabah pasar sangat antusias menabung dilihat dari keaktifan nasabah dalam melakukan penyetoran kas setiap harinya sedangkan frekuensi penarikan di pasar sangat jarang. Bapak Ridwan Muhammad meminta penulis memberitahu Bapak Junaidi nasabah yang aktif melakukan pelayanan kas di pasar ketika melakukan pelayanan kas di tempat. Yani rata-rata di bawah Rp 50. Pada 2 (dua) hari terakhir masa PKL. Sebelum di Kas Mobil. 2) Mengisi slip setoran. Bapak Junaidi ditempatkan di Kantor Kas Pasar Kalindo. nasabah Pasar Kasturi lebih banyak jumlah setoran setiap harinya rata-rata di atas Rp 200. melakukan pelayanan kas. Pimpinan Seksi Pelayanan Nasabah melakukan rolling pegawai sehingga teller Kas Mobil digantikan oleh Bapak Junaidi.Yani lebih banyak dibandingkan nasabah Pasar Kasturi namun dilihat dari rata-rata jumlah setoran kas.

Teller memeriksa jumlah setoran kemudian memberi paraf. Penulis membantu teller menyusun uang kertas yang telah disortir berdasarkan pecahan.4 Slip Setoran 3) Menyusun uang kertas. . teller Bapak Ridwan Muhammad langsung menyortir uang kertas yang diterima dari setoran nasabah. Muhammad meminta penulis membantu dalam pengisian slip setoran atas setoran yang telah diterima. Setelah administrasi selesai dilakukan. Penulis mengisi slip setoran kemudian memberi stamp lunas di tempat paraf teller. Bapak Ridwan Muhammad memberikan penjelasan langkah-langkah mengisi slip setoran dan informasi apa saja yang harus diisi. Gambar 2. kemudian menyerahkan slip tersebut kepada teller.

Penulis membantu Bapak Ridwan Muhammad melakukan pelayanan di Kantor Kas Uniska setelah melakukan pelayanan di Kas Mobil karena Bapak Ridwan Muhammad diminta oleh Pimpinan Seksi Pelayanan Nasabah untuk menggantikan teller Kantor Kas Uniska yang sedang cuti. Bank Kalsel Syariah bekerjasama dengan Uniska dalam penerimaan pembayaran SPP. Penulis menerima bukti-bukti pembayaran yang telah diisi oleh mahasiswa kemudian memberi stamp lunas di tempat paraf petugas penerima. Mahasiswa setiap bulan melakukan pembayaran SPP di Kantor Kas Uniska atau di Kantor Pelayanan Kas Bank Kalsel Syariah lainnya.4) Membantu teller melakukan pelayanan di Kantor Kas Uniska. Melayani nasabah mahasiswa Uniska dalam melakukan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP). Adapun kegiatan yang dilakukan pada Kantor Kas Uniska adalah sebagai berikut: a. Gambar 2. Setelah itu bukti-bukti tersebut diurutkan dari urutan pertama diterima sampai dengan yang terakhir sebagai urutan pemanggilan mahasiswa untuk melakukan pembayaran sehingga mahasiswa lebih tertib.5 .

Uniska juga bekerjasama dengan Bank Kalsel Syariah dalam pembuatan KTM yang berfungsi sebagai kartu ATM sehingga mahasiswa Uniska wajib membuka rekening Bank Kalsel Syariah untuk membuat KTM.6 . Gambar 2. Penulis membantu Bapak Ridwan Muhammad dalam menyiapkan formulir pembukaan rekening sekaligus pembuatan KTM. Menyiapkan formulir pembuatan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Bukti Pembayaran Uniska b.

Mencari KTM yang sudah selesai cetak. kantor kas Uniska juga melayani mahasiswa yang ingin mengambil KTM yang selesai cetak. Mahasiswa diwajibkan menyerahkan beberapa syarat untuk pengambilan KTM yaitu fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP). Formulir Pembukaan Tabungan c. Berkaitan dengan penjelasan pada point sebelumnya. dan nomor telepon yang bisa dihubungi. jika KTM telah selesai cetak penulis membantu mencarikan KTM di lemari khusus penyimpanan berdasarkan nomor yang tertera di sistem . Nomor Pokok Mahasiswa (NPM). Biasanya mahasiswa diminta untuk menunggu sesuai antrian untuk dilakukan pengecekan melalui NPM apakah KTM yang bersangkutan telah selesai cetak.

6 . jika belum selesai cetak maka mahasiswa diminta menunggu informasi dari Kantor Kas Uniska melalui pesan singkat ke nomor mahasiswa yang telah diterima sebelumnya. 5) Membantu teller melayani nasabah di Kantor Kas IAIN Antasari. Pembayaran yang dapat dilayani oleh Bank Kalsel Syariah antara lain pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sama seperti kondisi di Kantor Kas Uniska. Bapak Ridwan Muhammad diminta Pimpinan Seksi Pelayanan Nasabah untuk menggantikan teller di Kantor Kas IAIN Antasari. Gambar 2. pembayaran listrik dan air. Penulis membantu teller memberi stamp lunas atas pembayaran yang telah dicetak di voucher kemudian diparaf oleh teller. setelah NPM diinputkan. Membantu teller memberi stamp lunas pada voucher pembayaran. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: a. Voucher merupakan bukti penerimaan pembayaran yang dilakukan di Bank Kalsel Syariah melalui kantor cabang dan atau kantor pelayanan kas. pembayaran SPP.

Memberi stamp lunas di slip setoran dan slip penarikan. Penulis mempersilakan nasabah menyerahkan slip setoran dan atau slip penarikan yang telah diisi kepada penulis. Penulis membantu teller memberi stamp lunas di tempat paraf teller kemudian menyerahkan slip yang telah distamp sesuai urutan yang pertama diterima sampai yang terakhir. . Teller memberi paraf kemudian memanggil nasabah untuk pelayanan kas sampai dengan proses validasi. Voucher Pembayaran b.

8 Slip Penarikan 2. Kantor Kas Sabilal Muhtadin ( 1 Maret 2017 – 8 Maret 2017 ) Pada minggu pertama penulis di tempatkan di Kantor Kas Sabilal Muhtadin. Kantor Kas Syariah adalah kantor bank unit . Nur Amaliah 1. Gambar 2.7 Slip Setoran Gambar 2.

Penulis diberikan penjelasan secara langsung oleh Teller yang bertugas di kantor kas tersebut yaitu Ibu Kurnia Puji Astuti. termasuk dalam memberikan pelayanan syariah kepada nasabah baru. selain itu kantor kas juga melayani nasabah yang ingin malakukan penyetoran tunai. penarikan tunai. Pembayaran PDAM dan juga pembayaran Sumbangan . Adapun kegiatan yang dilakukan pada kantor kas tersebut adalah sebagai berikut: a.syariah yang melakukan kegiatan pelayanan kas dengan alamat tempat usaha yang jelas sesuai dengan kantor kas syariah tersebut melakukan usahanya. Kantor kas syariah diperuntukan mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat akan layanan syariah. pembukaan rekening tabungan di Bank Kalsel Syariah. karena kantor kas tersebut berada di lingkungan Lembaga Pendidikan Islam Sabilal Muhtadin. Kegiatan utama kantor kas tersebut adalah melakukan kegiatan pelayanan kepada nasabah yang ingin melakukan pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan ( SPP ) yang dilakukan oleh orang tua dari murid yang bersekolah di Lembaga Pendidikan Islam Sabilal Muhtadin. Mengenal dan Memahami Lingkungan PKL Kegiatan yang pertama kali dilakukan adalah mengenal dan memahami lingkungan PKL.

Selain itu penulis juga dijelaskan tentang bagaimana cara mengisi slip setoran dan apa saja yang wajib di isi oleh nasabah. Memahami Proses Validasi dan Pencetakan Buku Tabungan Penulis melihat dan memahami secara langsung proses validasi slip setoran/penarikan dan pencetakan buku tabungan yang dilakukan oleh Ibu Kurnia Puji Astuti. b. Pencetakan buku tabungan dilakukan untuk mengetahu transaksi yang telah dilakukan dan juga untuk melihat berapa saldo terakhir nasabah. Validasi slip setoran/penarikan dilakukakan . Adapun cara yang dilakukan untuk mencetak buku tabungan adalah dengan menginput nomor buku tabungan contoh W0020421 dan juga nomor CDV terakhir yang terdiri dari tiga digit contoh 200. d. Pembinaan Pendidikan ( SPP ) oleh mahasiswa/mahasiswi Unversitas Islam Kalimantan. Menyiapkan Formulir Pembukaan Rekening Tabungan Penulis membantu menyiapkan formulir pembukaan rekening tabungan dengan pengarahan dari petugas Teller . c. Membantu Mengisi Slip Setoran Penulis diperbolehkan mengisi slip setoran yang dilakukan oleh nasabah yang dibantu oleh Ibu Kurnia Puji Astuti.

yaitu Ibu Kurnia Puj Astuti. Penyetoran/Penarikan. Pajak dan lain-lain tetapi mereka tidak memiliki waktu untuk ke kantor utama Bank . Pembukaan Rekening Tabungan dan Pembayaran PDAM Penulis melayani nasabah yang datang ke kantor kas sabilal dengan mempersilahkan nasabah untuk menunggu petugas teller ketika sedang tidak berada di tempat. mempersilahkan nasabah meletakkan slip setoran/penarikan maupun pembayaran di tempat yang telah disediakan dan juga membantu menjawab pertanyaan nasabah yang masih bisa dimengerti oleh penulis. Kantor Kas Pasar Kalindo ( 9 Maret 2017 – 31 Maret 2017 ) Pada minggu kedua sampai dengan minggu keempat penulis ditempatkan di Kantor Kas Pasar Kalindo. Pembukaan Kantor Kas Kalindo sendiri diharapkan dapat mengakomodir kepentingan masyarakat di lingkungan Pasar Kalindo khususnya untuk para pedagang yang ingin melakukan peneyetoran. penarikan tunai maupun pembayaran PDAM. Melayani Nasabah yang Ingin Melakukan Pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan. 2. e. Penulis membantu nasabah untuk menuliskan beberapa isian formulir yang harus disi contohnya tentang Identitas diri nasabah yang akan membuka rekening tabungan.

Membantu Teller Keliling Pasar Kalindo Untuk Melayani Nasabah yang Ingin Melakukan Setoran atau Penarikan .00 sampai dengan 14. Mengenal dan Memahami Lingkungan Magang Kegiatan yang pertama kali dilakukan adalah mengenal dan memahami lingkungan PKL.00. selain itu kantor kas juga melayani nasabah yang ingin melakukan pembukaan rekening tabungan di Bank Kalsel Syariah. b. Kegiatan utama kantor kas tersebut adalah melakukan kegiatan pelayanan kepada nasabah yang ingin melakukan Setoran atau Penarikan tunai. khusus untuk hari Jum’at Kantor Kas hanya beroperasi sampai dengan jam 11. Kanor Kas Kalindo beroperasi selama hari kerja mulai dari jam 08. Pembayaran PDAM dan juga pembayaran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) oleh mahasiswa/mahasiswi Unversitas Islam Kalimantan. Adapun kegiatan yang dilakukan pada kantor kas tersebut adalah sebagai berikut: a. Karena tidak dipungkiri banyak pedagang di Pasar Kalindo yang menjadi nasabah Bank Kalsel Syariah. Penyetoran Uang Tidak Layak Edar (UTLE). Kalsel Syariah . Penulis ng diberikan penjelasan secara langsung oleh Teller yang bertugas di kantor kas tersebut yaitu Bapak Riansyah. karena kantor kas tersebut berada di lingkungan Pasar Kalindo .00.

penulis dan teller kembali ke Kantor Kas Pasar Kalindo untuk melakukan administrasi atas penyetoran maupun penarikan yang telah dilakukan nasabah pasar. d. Di Kantor Kas Pasar Kalindo sendiri banyak nasabah yang melakukan penyetoran rutin setiap hari. Untuk nasabah yang ingin melakukan penarikan tunai. Buku tabungan yang ingin dibawa sudah disusun sesuai area nasabah untuk mempermudah proses pelayanan. Petugas Teller sudah menyiapkan Slip Penarikan yang harus diisi oleh nasabah dan juga Teller membawa beberapa Uang yang berasal dari Kas yang diberikan Kantor Cabang Utama. Penulis diajak oleh Teller yaitu Bapak Riansyah keliling pasar untuk melayani nasabah yang ingin melakukan setoran maupun penarikan tunai. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah nasabah yang ingin melakukan setoran maupun penarikan tunai tetapi mereka tidak mempunyai waktu untuk ke kantor kas yang berada di Pasar Kalindo c. Penulis membantu teller mengisi slip setoran sampai memberi stamp lunas yang kemudian diparaf dan divalidasi oleh teller. Mengisi Slip Setoran/Penarikan Setelah melakukan pelayanan dengan keliling pasar. Membantu Menyusun Slip Setoran .

Adapun cara yang dilakukan untuk mencetak buku tabungan adalah dengan menginput nomor buku tabungan contoh W0020421 dan juga nomor CDV terakhir yang terdiri dari tiga digit contoh 200. mempersilahkan nasabah meletakkan slip setoran/penarikan maupun pembayaran di tempat yang telah disediakan dan juga . Proses validas dilakukan untuk menyatakan bahwa telah dilakukan transaksi ke sistem bank kalsel. Penyetoran/Penarikan. Penulis membantu Bapak Riansyah untuk menyusun slip setoran mulai dari nomor rekening paling rendah. Membantu Proses Validasi dan Pencetakan Buku Tabungan Penulis sebelumnya di Kantor Kas Sabilal Muhtadin telah diajarkan proses validasi dan pencetakan buku tabungan Dikantor Kas Pasar Kalindo sendiri penulis membantu Teller Baru yaitu Bapa Junaidi untuk melakukan proses validasi dan pencetakan buku tabungan. CDV adalah nomor yang ada dibuku tabungan untuk melanjutkan cetak transaksi selanjutnya. e. dan Pembayaran PDAM Penulis melayani nasabah yang datang ke kantor kas sabilal dengan mempersilahkan nasabah untuk menunggu petugas teller ketika sedang tidak berada di tempat. f. Melayani Nasabah yang Ingin Melakukan Pembayaran Pajak.

i. h. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah proses pengembalian uang yang dilakukan oleh Teller setiap selesai melakukan proses perhitungan dan sebagai laporan kepada kantor cabang utama. Melayani Nasabah yang ingin Melakukan Pembukaan Buku Tabungan Penulis membantu Teller menyiapkan formulir pembukaan buku tabungan. Membantu Menyortir Uang Layak Edar (ULE) dan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) Penulis membantu Teller menyortir Uang menjadi dua jenis yaitu Uang Layak Edar dan Uang Tidak Layak Edar. g. Contoh . serta mencek apakah nasabah telah menyiapkan syarat lainnya contohnya fotocopy kartu tanda penduduk. membantu menjawab pertanyaan nasabah yang masih bisa dimengerti oleh penulis. penulis juga membantu nasabah yang kesulitan dalam mengisi formulir tersebut. Sebelum proses perhitungan terlebih dilakukan pemisahan uang sesuai dengan nominal setelah itu menghitung berapa total uang tersebut. Membantu Menghitung Uang Penulis membantu Teller untuk melakukan penghitungan uang setoran yang diterima dari nasabah yang dilakukan setiap hari sebelum Kantor Kas Pasar Kalindo ditutup.

dan lain-lain. Classical ialah penulis mempelajari dan memahami subjek-subjek yang berkaitan dengan Bank Indonesia dengan sistem kelas. B2. Uang yang telah selesai disortir kemudian dihitung apakah sudah benar 100 lembar. Adapun uang yang selesai disortir akan disetorkan ke Bank Indonesia. KPw Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Penulis mengenali dan memahami kondisi lingkungan tempat PKL dan lingkungan penempatan yang berganti setiap minggunya baik dari pegawai. Uang di sortir menurut pecahan kemudian disusun per pecahan dan disusun per 100 lembar. cara kerja. Aktivitas PKL di KPw Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersifat classical dan technical. . 1. Tim Pengembangan Ekonomi 1) Mempelajari dan memahami tugas pokok Tim Pengembangan Ekonomi a) Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan. ruangan. Technical ialah penulis diberikan pekerjaan yang bersifat praktik yang merupakan pelibatan penulis terhadap pekerjaan pegawai Bank Indonesia. Uang Rusak serta Uang yang dicabut dan ditarik dari peredaran. UTLE adalah Uang lusuh. Ihda Qarina Hasan a. setelah itu uang yang telah disusun diberi label Bank Kalsel Syariah.

. c) Mengkliping berita ekonomi. b) Fungsi pelaksanaan pengembangan UMKM. Rekomendasi tersebut merupakan hasil dari analisis data statistik yang telah dilakukan tim Advisory Ekonomi dan Keuangan berupa saran dan proyeksi perkembangan perekonomian di wilayah setempat. fungsi ini juga melakukan kegiatan dalam rangka meningkatkan akses keuangan bagi UMKM seperti merekomendasikan pelaku UMKM yang rajin dan giat ke stakeholder agar dibantu dalam hal permodalan. Penulis juga dijelaskan secara rinci oleh Bapak Suwandi pada saat classical tentang pekerjaan-pekerjaan pada fungsi ini. Penulis mempelajari secara umum fungsi koordinasi dan komunikasi kebijakan di Bank Indonesia yaitu tim yang mengkoordinasi dan mengkomunikasikan kebijakan yang telah dibuat tim Advisory Ekonomi dan Keuangan sebagai rekomendasi untuk perekonomian di wilayah setempat. Penulis mempelajari secara umum fungsi pelaksanaan dan pengembangan UMKM di Bank Indonesia yaitu tim yang melakukan kegiatan dalam rangka meningkatkan kapasitas UMKM melalui pengembangan wirausaha seperti pelatihan serta memberikan fasilitas berupa alat kepada wirausaha UMKM.

b) Unit Operasional PUR Dalam hal pengelolaan uang rupiah. Pengelolaan Uang Rupiah 1) Mempelajari dan memahami tugas pokok Tim Operasional Sistem Pembayaran (SP). Tim Operasional Sistem Pembayaran. penukaran uang. serta melakukan pemusnahan UTLE. b. Kompas. unit ini melaksanakan pengolahan uang antara lain melakukan sortasi dan hitung ulang uang yang masuk dalam penukaran atau penarikan serta penyetoran bank. Pengelolaan Uang Rupiah (PUR). mengatur dan mengawasi SP tunai dan non tunai. memberikan pelayanan kas. . Radar Banjarmasin. mengestimasi dan memenuhi kebutuhan uang (SP tunai) bagi perbankan dan masyarakat di wilayah setempat. Penulis diminta mencari berita tentang ekonomi di surat kabar harian antara lain Banjarmasin Post. a) Unit Operasional SP Unit Operasional SP adalah tim yang melakukan distribusi uang. seperti kenaikan harga barang atau berita tentang kondisi di luar Kalimantan Selatan yang dapat berdampak terhadap perekonomian Kalimantan Selatan. Berita ekonomi yang dimaksud yaitu berita tentang perekonomian di wilayah Kalimantan Selatan.

Sistem pembayaran tunai merupakan mekanisme pembayaran menggunakan fisik uang kertas maupun uang logam sedangkan sistem pembayaran non tunai merupakan mekanisme pembayaran menggunakan alat seperti kartu. Penulis diberikan penjelasan oleh Bapak Ocky Ganesia serta melihat langsung proses pelayanan kas dan penukaran uang. Jika kelebihan likuiditas bank wajib menyetorkan kelebihan tersebut ke Bank Indonesia dan sebaliknya. Penukaran uang merupakan pelayanan yang dapat . penulis diberikan penjelasan bagaimana Bank Indonesia mengatur dan mengawasi sistem pembayaran. Perbankan diwajibkan menempatkan sejumlah uang di Bank Indonesia yang disebut Giro Wajib Minimum (GWM) yang bertujuan agar jika terjadi kebangkrutan pada Bank. 3) Mempelajari dan memahami pelayanan kas dan penukaran uang.2) Mempelajari dan memahami sistem pembayaran. Sistem pembayaran terbagi dua yaitu tunai dan non tunai. Pelayanan kas merupakan pelayanan yang hanya dapat dilakukan oleh perbankan. Bank masih memiliki dana untuk dipertanggungjawabkan kepada nasabah. dan lain-lain. cek. Dalam classical sistem pembayaran dengan Bapak Freddy. uang elektronik. selain itu jika kas di perbankan mengalami kelebihan atau kekurangan likuiditas maka dapat melakukan penyetoran atau penarikan kas di Bank Indonesia. bilyet giro.

Penulis melihat langsung proses pemusnahan/peracikan uang kertas kategori UTLE. penarikan. Dalam classical Bapak Wahyu memberikan materi tentang pengelolaan uang rupiah. Uang kertas yang telah diracik menjadi bentuk serpihan kertas selanjutnya dimasukkan ke dalam tabung besar. Perencanaan dan pencetakan hanya dilakukan oleh kantor pusat. 4) Mempelajari dan memahami pengelolaan uang rupiah. Dalam pengelolaan uang rupiah terdiri dari tahap-tahap yaitu perencanaan. pengedaran. Setelah limbah dibentuk menjadi . dan pemusnahan. pengeluaran. Sebelum diracik uang kertas dimasukkan ke dalam MSUK untuk dilakukan penyortiran secara otomatis. Setelah itu limbah uang kertas dicampur dengan bahan perekat agar berbentuk padat yang disebut bricket menggunakan MRUK. uang kertas yang masih layak edar akan secara otomatis lolos dalam peracikan sedangkan uang kertas yang tidak lolos akan masuk ke MRUK untuk dilakukan peracikan. Proses pemusnahan dilakukan dengan dua mesin yaitu Mesin Sortir Uang Kertas (MSUK) dan Mesin Racik Uang Kertas (MRUK). pencetakan. bagaimana Bank Indonesia mengelola uang rupiah baik uang kertas maupun uang logam. Bank dan masyarakat dapat melakukan penukaran uang sesuai kebutuhan. dilakukan oleh perbankan dan masyarakat.

00 sampai dengan 12.00. Jadwal pertemuan di ruang kliring yaitu pukul 10.00. sedangkan jika ada warkat yang ditolak peremuan dilakukan pada pukul 14. SKNBI adalah sistem transfer dana elektronik yang meliputi kliring debit dan kliring kredit yang transaksinya dapat dilakukan secara nasional. Bank Indonesia menyediakan ruang khusus kliring yang digunakan oleh masing-masing perwakilan bank untuk bertemu untuk saling bertukar warkat seperti cek dan bilyet giro. Bank Indonesia dalam melakukan pembukuan menggunakan sistem yang bernama Sentralisasi Otomasi Sistem Akunting (SOSA). Sentralisasi . bricket. 6) Mempelajari dan memahami sistem akuntansi Bank Indonesia. bricket dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir dan dilakukan pembakaran oleh petugas Bank Indonesia. Bapak Rahmad Yusuf sambil memberikan penjelasan kepada penulis mengenai sistem kliring. Bank Indonesia menyelenggarakan sistem kliring antar bank yang dikenal dengan nama Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). SOSA merupakan sistem pembukuan (accounting) Bank Indonesia yang bersifat sentralisasi dan otomasi.00 sampai dengan 16. 5) Mempelajari dan memahami sistem kliring. Bapak Rahmad Yusuf mengajak penulis untuk melihat langsung para Bank Umum yang sedang melakukan transaksi kliring.

Otomasi maksudnya sistem akuntansi berbasis komputerisasi. dan melakukan kegiatan-kegiatan kebersamaan antar pegawai. Kebijakan tersebut bertujuan untuk menginplementasikan ide perubahan untuk KPw Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan menuju yang terbaik. SOSA ialah proses akuntansi dengan memanfaatkan teknologi komputer yang terhubung dengan server Kantor Pusat di Jakarta serta dapat diakses di seluruh kantor cabang Bank Indonesia. Contoh kebijakan tersebut seperti manajemen waktu yang baik. berbagi informasi lebih cepat. Bapak Ocky Ganesia menerangkan bahwa dalam rangka menghadapi bulan puasa dan idul fitri dimana kebutuhan uang kartal sangat meningkat dibandingkan bulan sebelumnya maka . Jadi. Change Program Bank Indonesia adalah sebuah kebijakan yang dibuat oleh seluruh pegawai Bank Indonesia. maksudnya sistem tersebut dapat diakses di seluruh cabang. 7) Memahami Change Program Bank Indonesia. Sebelum penulis diberikan tugas. Penulis diberikan pengarahan oleh Bapak Ocky Ganesia tentang Change Program Bank Indonesia. Penulis diminta membuat pointer pertemuan untuk sebuah rapat. penghematan energi listrik. Bapak Ocky Ganesia memberikan data dan bahan serta penjelasan tentang kegiatan tersebut. 8) Membuat pointer pertemuan.

Data dan bahan yang dimaksud berupa tabel kebutuhan uang kartal setiap tahun dan konsep pointer pertemuan tahun sebelumnya. Penulis diminta membuat konsep pointer dari data dan bahan yang diberikan Bapak Ocky Ganesia. Penulis selalu berkonsultasi dengan Bapak Ocky Ganesia dalam penyelesaian tugas tersebut. Gambar 2.1 Pointer Pertemuan .Tim Operasional SP. PUR akan mengadakan kegiatan yaitu Rapat Pertemuan Perbankan dalam Rangka Pemenuhan Uang Kartal pada Bulan Puasa dan Idul Fitri.

.9) Membantu mencatat hal-hal penting dalam rapat. dan siapa yang hadir dalam kegiatan. Pekerjaan ini masih berkaitan dengan Rapat Pertemuan Perbankan di atas yaitu penulis diminta Bapak Ocky Ganesia untuk menulis artikel tentang kegiatan yang diselenggarakan KPw Bank Indonesia Prov Kalimantan Selatan dalam rangka mempersiapkan pemenuhan uang kartal pada bulan puasa dan idul fitri. Setelah artikel selesai. Penulis mengembangkan konsep tersebut menjadi beberapa paragraf yang kemudian penulis konsultasikan dan revisi sedikit sesuai arahan Bapak Ocky Ganesia serta menyisipkan foto dokumentasi kegiatan. penulis diminta Bapak Ocky Ganesia menyerahkan artikel tersebut ke Bapak Rubi untuk diposting ke blog internal Bank Indonesia yang bernama Blink. 10) Membuat artikel. Bapak Ocky Ganesia meminta penulis menulis artikel yang membahas kegiatan. tujuan kegiatan. tempat kegiatan. Penulis diminta Bapak Wahyu mengikuti Rapat Pertemuan Perbankan dalam Rangka Pemenuhan Uang Kartal pada Bulan Puasa dan Idul Fitri untuk membantu mencatat hal-hal penting yang telah dibahas dalam rapat tersebut.

diskusi.2 Contoh Artikel 11) Membuat risalah rapat. Penulis diminta Bapak Wahyu membuat konsep risalah rapat dari informasi. Gambar 2. tujuan kegiatan. Satuan Layanan dan Administrasi . Risalah rapat memuat seluruh informasi kegiatan. c. dan putusan atas persetujuan pihak perbankan dan Bank Indonesia. dan putusan dalam rapat yang telah penulis catat. pembahasan dalam rapat.

Berkas dari segala kegiatan yang telah dilakukan oleh unit logistik untuk pengadaan barang dan jasa . dan Pengamanan ialah tim yang bertugas mengelola pegawai Bank Indonesia antara lain seperti perekrutan. melaksanakan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai. Protokol. antara lain seperti pembelian peralatan kantor. Records Management System (RMS) merupakan sebuah sistem pengarsipan yang terhubung dengan server Kantor Pusat Bank Indonesia. Anggran. Protokol. b) Unit Logistik. Unit ini juga mengelola pengarsipan berkas-berkas ke dalam lemari besi dan filing cabinet. a) Unit SDM. perbaikan gedung. dan Sekretariat Unit Logistik. administrasi kepegawaian. penggunaan jasa service. dan mengelola kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani pegawai. pengembangan dan pembinaan pegawai.1) Mempelajari dan memahami tugas pokok Satuan Layanan Administrasi. dan Sekretariat ialah tim yang bertugas melayani pengadaan barang dan jasa di Bank Indonesia. 2) Menginput berkas ke Records Management System. dan Pengamanan Unit SDM. Anggaran. perbaikan sarana.

d. Bank Indonesia System Management Asset (BISMA) ialah sistem manajemen aset yang terhubung dengan server Kantor Pusat Bank Indonesia. Tim ini mengandalkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) kemudian memastikan kebenaran data melalui survey dan wawancara. Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan 1) Mempelajari dan memahami tugas pokok Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan a) Fungsi Data Statistik Ekonomi dan Keuangan Fungsi Data Statistik Ekonomi dan Keuangan ialah tim yang bertugas mengumpulkan data statistik yang valid dan terpercaya mengenai perkembangan ekonomi di wilayah setempat melalui survey dan wawancara (liaison). yang telah diarsip di lemari besi dan filing cabinet dinput ke dalam RMS. Setiap aset yang dibeli Bank Indonesia diinput ke dalam BISMA agar seluruh aset yang dimiliki seluruh kantor Bank Indonesia terdaftar. b) Fungsi Asesmen Ekonomi dan Surveliens Fungsi Assesment Ekonomi dan Surveliens ialah tim yang bertugas meneruskan pekerjaan dari fungsi data statistik yaitu . 3) Menginput aset di Bank Indonesia System Management Asset (BISMA).

faktor pendorong dan penahan inflasi di Kalimantan Selatan.3 . Penulis diminta Bapak Rahadian Triaji membantu pekerjaan yang berkaitan dengan inflasi. Tim ini menghasilkan rekomendasi yang ditujukan kepada pemerintah setempat mengenai langkah-langkah yang harus diambil untuk perekonomian pemerintah setempat. Penulis diberikan bahan berupa informasi mengenai inflasi Kalimantan Selatan dari Badan Pusat Statistik oleh Bapak Rahadian Triaji. menganalisis dan mengkaji data yang telah dikumpulkan oleh tim fungsi data statistik. Sebelum memberikan penjelasan tentang pekerjaan. Penulis diminta untuk membuat tampilan infografis terkait persentase inflasi. 3) Membuat infografis terkait inflasi Kalimantan Selatan. Bapak Rahadian Triaji memberikan penjelasan tentang inflasi secara singkat. Gambar 2. 2) Memahami inflasi. Inflasi merupakan kondisi dimana terjadinya kenaikan harga barang dan jasa secara umum yang merupakan komoditi utama dan terus menerus serta mengakibatkan kenaikan harga pada barang dan jasa lainnya.

Contoh Infografis Inflasi

4) Mengelola perpustakaan Bank Indonesia.

Penulis diminta Ibu Rustiana Meilawati membantu Bapak

Arman mengelola perpustakaan Bank Indonesia. Penulis diberikan

tugas mengentry buku baru ke dalam situs perpustakaan agar buku-

buku tersebut terdaftar dan dapat memudahkan pengunjung

perpustakaan dalam pencarian informasi mengenai buku-buku di

perpustakaan.

5) Menerima tamu acara donor darah.

Penulis membantu dalam acara donor darah yang

diselenggarakan Unit SDM, Protokol, dan Pengamanan sebagai

penerima tamu. Acara tersebut dihadiri oleh pegawai Bank

Indonesia, istri-istri pegawai Bank Indonesia, dan pegawai-

pegawai Bank Umum yang rutin setiap tahun diundang untuk

mendonorkan darah. Penulis mengarahkan tamu untuk

menandatangani daftar hadir undangan acara donor dan

memberikan formulir calon pendonor kemudian mempersilakan

tamu memasuki ruangan.

6) Menerima tamu acara kunjungan belajar dari SMA/Sederajat.

Penulis diminta Ibu Rustiana Meilawati menjadi penerima

tamu acara kunjungan belajar dari SMA PGRI 6 Banjarmasin dan

SMA Islam Sabilal Muhtadin. Penulis mengarahkan siswa untuk

mengisi daftar hadir dan mempersilakan serta membimbing siswa

memasuki ruangan tempat belajar. Acara tersebut sekaligus

sosialisasi tentang sistem pembayaran dan pengelolaan uang

rupiah. Penulis menemani siswa melihat langsung proses

penukaran uang dan proses transaksi kliring di lapangan.

1. Nur Amaliah

Penulis mengenali dan memahami kondisi lingkungan tempat

PKL dan lingkungan penempatan yang berganti setiap minggunya

baik dari pegawai, ruangan, cara kerja, dan lain-lain. Aktivitas PKL

di KPw Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan bersifat

classical dan technical. Classical ialah penulis mempelajari dan

memahami subjek-subjek yang berkaitan dengan Bank Indonesia

dengan sistem kelas. Technical ialah penulis diberikan pekerjaan

yang bersifat praktik yang merupakan pelibatan penulis terhadap

pekerjaan pegawai Bank Indonesia. Adapun kegiatan yang dilakukan

penulis adalah sebagai berikut:

1. Tim Operasional SP, Pengelolaan Uang Rupiah

Pada minggu pertama PKL, penulis ditempatkan di Tim

Operasional SP dan Pengelolaan Uang Rupiah, adapun kegiatan

yang dilakukan pada tim tersebut adalah sebagai berikut:

a. Memahami Tentang Sistem Pembayaran

Penulis diberikan penjelasan oleh Bapak Freddy dan

Bapak Andri tentang Sistem Pembayaran yang merupakan salah

satu tujuan dari Bank Indonesia. Sistem Pembayaran adalah

sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan

mekanisme yang dipakai untuk melaksanakan pemindahan dan

guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu

kegiatan ekonomi. Ruang Lingkup Kewenangan terkait Sistem

Pembayaran meliputi:

1) Melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas

penyelenggaraan jasa sistem pembayaran.

2) Mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk

menyampaikan laporan kegiatannya, dan

3) Menetapkan penggunaan alat/instrumen pembayaran.

Terdapat sejumlah komponen yang membentuk suatu

sistem pembayaran,antara lain:

Penyelesaian transaksi (setelmen) diselenggarakan melalui . dll c) adanya alat/instrumen yang digunakan untuk pembayaran. perusahaan switching. bank/lembaga keuangan lainnya. yaitu. yaitu bank sentral. kartu kredit. dan uang elektronik d) adanya penyelesaian transaksi pembayaran melalui kliring dan setelmen Selain sistem pembayaran tunai adapula sistem pembayaran non tunai. 1) Transaksi Pembayaran Nilai Besar Merupakan transaksi pembayaran yang bernilai besar dan bersifat mendesak (urgent) (umumnya di atas Rp100 juta). mis. Tujuan menggunakan alat pembayaran non- tunai antara lain: 1) Menghemat (efisiensi) biaya pencetakan dan pengelolaan uang 2) Mempermudah dan mempersingkat waktu bertransaksi 3) Cepat. praktis dan aman 4) Meminimalkan risiko pemalsuan uang terutama untuk uang bernilai besar Jenis pembayaran non tunai dibedakan menjadi dua. kartu ATM/debit. a) seperangkat aturan hukum sebagai landasan penyelenggaraan sistem pembayaran b) adanya lembaga-lembaga yang terlibat dalam penyelenggaraan sistem pembayaran.

Memahami Tentang Bulk Payment Penulis diberikan bacaan oleh Ibu Witahening tentang Bulk Payment. b. Bulk Payment adalah salah satu fitur dalam Sistem Kliring Nasional Bank Indonesi (SKNBI) yang . pada tanggal 14 Agustus 2014 BI mencanangkan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) yang didukung oleh pemerintah. serta pengembangan industri sistem pembayaran secara keseluruhan. sistem BI-RTGS (Real Time Gross Settlement). perluasan penggunaan pembayaran elektronik oleh pemerintah dan sektor publik. Penyelesaian transaksi (setelmen) diselenggarakan melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dan APMK (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu) . Upaya peningkatan pembayaran non-tunai ini dilakukan diantaranya melalui edukasi dan perlindungan konsumen. Dalam rangka meningkatkan pembayaran non-tunai di seluruh lapisan masyarakat. BI-RTGS adalah sistem transfer dana elektronik yang penyelesaian setiap transaksinya dilakukan dalam waktu seketika. 2) Transaksi Pembayaran Nilai Kecil/Ritel Bernilai kecil/ritel namun memiliki volume yang tinggi dan digunakan oleh masyarakat secara luas.

c. Selain ada Kas Keliling. Memahami Tentang Petunjuk Pelaksanaan Layanan Kas Keliling dan Kas Titipan Penulis diberikan Bacaan oleh Ibu Witahening tentang Petunjuk Pelaksanaan Kas Keliling yang sesuai dengan Surat Edaran Nomor 13/10/INTERN/2011. 2) Layanan Penagihan Reguler Memproses penagihan sejumlah dana yang bersifat rutin secara multiple berdasarkan perjanjian. Jenis Bulk Payment ada dua yaitu 1) Layanan Pembayaran Reguler Memproses pembayaran sejumlah dana secara multiple (dari/ ke banyak pihak). Layanan Kas keliling dilakukan dalam dan luar kota. mudah dan murah. Kas Titipan berguna untuk . sedangkan untuk luar kota biasanya kas keliling pergi ke kabupaten-kabupaten dan daerah-daerah terpencil yang penukaran uang sulit dilakukan di sana. Untuk dalam kota biasanya kas keliling pergi ke pasar-pasar tradisional untuk penukaran uang masyarakat. Bank Indonesia juga memiliki Layanan Kas Titipan. memungkinkan nasabah untuk melakukan pembayaran dan/atau penagihan rutin dari satu rekening ke banyak rekening atau sebaliknya secara cepat.

untuk daerah Kalimantan Selatan sendiri yang menjadi Kas Titipan adalah Bank Kalsel Cabang Tanjung dan Bank Kalsel Cabang Batulicin. Adapun Cek dan Bilyet Giro berbeda dalam penggunaannya. d. Dana pada rekening giro dapat ditarik setiap saat dengan menggunakan cek dan/atau Bilyet Giro. Pemindahbukuan dapat dilakukan oleh pihak yang memiliki Rekening Giro. Pemilihan Bank tersebut telah memelalui pertimbangan. Cek bisa . 18/32/DPSP tanggal 29 November 2016 Perihal Bilyet Giro. memenuhi kebutuhan uang tunai terutama di daerah terpencil. Bilyet giro adalah surat perintah dari Penarik kepada Bank Tertarik untuk melakukan pemindahbukuan sejumlah dana kepada rekening Penerima. 18/41/PBI tentang Bilyet Giro dan Surat Edaran Bank Indonesia No. Dasar yang digunakan adalah Peraturan Bank Indonesia No. antara lain persetujuan dari bank umum lainnya yang ada didaerah tersebut serta dianggap memiliki khasanah yang memadai.Bank Indonesia bekerjasama sengan Bank Umum yang ada di daerah tersebut. Memahami tentang Bilyet Giro dan melihat langsung cara pengisian Bilyet Giro Penulis diberikan penjelasan tentang Bilyet Giro pelh Bapak Rahmat Yusuf serta diberikan buku bacaan Frequently Asked Questions (FAQ) Bilyet Giro.

Koreksi kesalahan penulisan dalam Bilyet Giro dilakukan paling banyak 3 ( tiga ) kali. penarik harus melakukan koreksi. Tenggang waktu efektif terhitung sejak Tanggal Efektif sampai dengan berakhirnya Tenggang waktu pengunjukan. Bank tertarik dapat .ditunaikan dengan cara mendatangi Bank terkait sedangkan Bilyet Giro hanya dapat dipindahbukukan. Pihak Bank Tertarik dan Penarik harus memenuhi pengisian syarat formal Bilyet Giro serta harus memenuhi kewajiban penggunaan Bilyet Giro. Prinsip umum dalam penggunaan Bilyet Giro adalah sebagai berikut : 1) Sebagai sarana perintah pemindahbukuan 2) Tidak dapat dipindahtangankan 3) Diterbitkan dalam mata uang Rupiah 4) Ditulis dalam bahasa Indonesia Bilyet Giro memiliki 10 syarat formal yang menjadi syarat dapat dilakukannya pemindahbukuan. Tenggang waktu pengunjukan Bilyet Giro yaitu 70 ( tujuh puluh ) hari terhitung sejak tanggal penarikan. Dalam kesalahan penulisan Bilyet Giro. Setelah berakhirnya tenggang waktu pengunjukan maka Bilyet Giro menjadi tidak berlaku dan Kewajiban Peanarik untuk menyediakan dana atas penarikan Bilyet Giro menjadi hapus.

Kliring adalah suatu aktivitas perhitungan utang piutang para peserta kliring secara terpusaat di saatu tempat dengan cara saling menyerahkan Bilyet Giro.00. alasana penolakan yang digunakan oleh Bank adalah: 1) Kelengkapan pemenuhan syarat formal 2) Periode masa berlaku Bilyet Giro dan masa efektif Bilyet Giro 3) Kecukupan ketersediaan dana. melakukan Penolakan dan Penahanan Bilyet Giro. Jadwal pertemuannya yaitu untuk pertemuan pagi pada jam 10.00 sampai dengan 12. apabila dana pada Rekening Giro Penarik tidak mencukupi maka Penarik akan masuk Daftar Hitam Nasional ( DHN ) dan tidak dapat melakukan transaksi selama 1 ( satu ) tahun. Terdapat 36 perwakilan bank yang ada di ruang kliring KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan. Pihak Bank Indonesia menyediakan ruang kliring yang digunakan oleh masing-masing perwakilan bank untuk bertemu dan bertukar warkat (seperti cek dan bilyet giro). sedangkan untuk pertemuan sore yaitu jika ada warkat . Memahami fungsi kliring dan melihat secara langsung ruang kliring Penulis diberikan penjelasan tentang kliring. 4) Kebenaran pengisian syarat formal e.

Kliring kredit ini sifatnya adalah transfer dana antar bank atau pemindahbukuan. khususnya untuk memproses transaksi pembayaran yang termasuk Retail Value Payment System (RVPS) atau transaksi bernilai kecil (retail) yaitu transaksi di bawah Rp.00. Sedangkan kliring debit adalah transfer debit yang berasal dari warkat . Kliring kredit adalah transfer kredit yang berasal dari peserta di suatu wilayah kliring untuk ditujukan ke peserta lainnya di seluruh Indonesia.100 juta.yang kosong pada 14. Bank Indonesia menyelenggarakan sistem kliring antar bank yang dikenal dengan nama Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia atau dikenal dengan nama SKNBI. cepat. SKNBI berperan penting dalam pemrosesan aktivitas transaksi pembayaran. Untuk mewujudkan sistem pembayaran yang efisien. SKNBI adalah sistem transfer dana elektronik yang meliputi kliring debit dan kliring kredit yang penyelesaian setiap transaksinya dilakukan secara nasional.00 sampai dengan 16. Sejak dioperasikan oleh Bank Indonesia pada tahun 2005. Penulis mendapatkan penjelasan secara langsung dari Bapak Rahmad Yusuf. aman dan andal yang mendukung stabilitas sistem keuangan maka sesuai Pasal 16 UU BI.

Kliring debit dilaksnakan oleh Penyelenggara Kliring Nasional (PKN) yaitu Bank Indonesia. debit berupa cek dan bilyet giro. f. Memahami dan melihat langsung praktik penginputan data di SOSA . seperti karena cek kosong. pihak Bank Umum selanjutnya memeriksa Saldo Penarik. Kliring debit ini sifatnya adalah penagihan. Apabila sudah sesuai. Terdapat dua kegiatan dalam kliring debit ini yaitu kliring penyerahan dimana kegiatan yang dilakukan adalah memperhitungkan transfer debit yang disampaikan oleh peserta pengirim kepada peserta penerima melalui Penyelenggara Kliring Lokal (PKL) dan kliring pengembalian yaitu kegiatan memperhitungkan transfer debit yang ditolak oleh peserta penerima kepada peserta pengirim berdasarkan alasan penolakan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. apabila saldo penarik mencukupi maka Warkat akan disetujui. Selanjutnya pihak Bank Umum melaporkan ke Bank Indonesia untuk selanjutnya dapat diproses atau dibayarkan. selanjutnya pihak Bank Umum memeriksa apakah Cek/Bilyet Giro sudah mememuhi syarat formal. Untuk Kliring debit masing-masing perwakilan Bank Umum ke kantor Bank Indonesia untuk bertukar Cek/Bilyet Giro.

Penulis diberi penjelasan langsung oleh Bapak Rachmad Yusuf tentang penggunaan SOSA. Memahami Proses Penukaran Uang dan Penyetoran di Unit Pengelolaan Uang Rupiah Penulis secara langsung melakukan praktik penukaran uang dengan didampingi Bapak Gusti Wahyu H.SOSA adalah Sentralisasi Otomatis Sistem Accounting Bank Indonesia. SOSA digunakan untuk menjurnal atau melaporkan semua transaksi. Selain melihat proses penukaran uang. mengetahui sisa saldo anggaran 2) Sebagai laporan anggaran apa saja yang belum terlaksana 3) Sebagai akuntansi Bank Indonesia contoh untuk transaksi penyetoran maupun penarikan g. SOSA merupakan aplikasi yang terdiri dari sistem general ledger dengan sistem subsidiary yang tersentralisasi dan terintegrasi. penulis juga dijelaskan tentang kegiatan penyetoran ULE maupun UTLE oleh Bank Umum. Pertama Penulis dijelaskan apa saja kegiatan yang di lakukan pada tim tersebut. Adapun kegiatannya adalah sebagai berikut: 1) Memberikan layanan penukaran uang dari masyarakat maupun perbankan. 2) Melayani penyetoran dan penarikan oleh bank . Fungsi dari SOSA antara lain: 1) Sebagai laporan anggaran.

sedangkan untuk luar kota biasanya kas keliling pergi ke kabupaten-kabupaten dan daerah-daerah terpencil yang penukaran uang sulit dilakukan di dana. 5) Untuk kegiatan distribuasi uang. Untuk layanan masyarakat dan perbankan loket yang digunakan adalah loket yang terpisah. Untuk dalam kota biasanya kas keliling pergi ke pasar-pasar tradisional untuk penukaran uang masyarakat.30 sampai dengan 11. kegiatannya adalah melakukan penerimaan distribusi uang dari kantor pusat dan pengiriman uang ke Palangka Raya. 3) Selasa dan Rabu untuk penukaran uang bagi perbankan. Adapun sebelum melakukan penyetoran Bank Umum harus melakukan pelaporan terlebih dahulu kepada Bank Indonesia. 2) Senin sampai dengan Jumat untuk setoran dan bayaran untuk bank dan penukaran uang untuk pihak internal Bank Indonesia.30. 4) Jam layanan adalah dari 08. Sedangkan untuk jadwal kegiatan rutin pada Unit Distribusi Uang dan Layanan Kas adalah sebagai berikut: 1) Senin dan Kamis untuk penukaran uang bagi masyarakat umum. . 3) Sebagai pengelola kas titipan 4) Melakukan kas keliling dalam dan luar kota.

Uang rupiah yang masuk kembali ke Bank Indonesia melalui setoran bank atau penukaran baik dari kegiatan layanan kas dalam kantor dan luar kantor akan dihitung untuk memastikan kebenaran jumlahnya. MSUK adalah mesin sortir dengan nama mesin BPS M7 dan BPS 200 yang berasal dari Giesecke & Devrient dimana pusatnya berada di Jerman. Selanjutnya akan dilakukan penyortiran yaitu dengan memilih dan memilah uang rupiah antara lain menurut keasliannya. Uang rupiah yang telah dihitung dan disortir akan dikemas dalam pak (100 lembar). pecahan dan tahun emisi termasuk melakukan penyusunan gambar utama pada bagian depan dan belakang uang rupiah yang searah. Kegiatan pengolahan uang rupiah dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kualitas uang rupiah yang beredar dan mencegah beredarnya uang rupiah palsu dimasyarakat. kelayakan edar. Uang kertas yang masuk akan disortir dengan menggunakan Mesin Sortir Uang Kertas (MSUK).h. Uang Layak Edar (ULE) hasil penyortiran akan diedarkan kembali sementara Uang Tidak . Memahami proses pengolahan uang rupiah pada Unit Pengolahan Uang Penulis diberikan penjelasan mengenai proses pengolahan uang yang dilakukan pada unit tersebut. brood (10 pak). Penulis mendapatkan penjelasan secara langsung dari Bapak Adi Yahya. kantong/dus/peti.

Uang Tidak Layak Edar kemudian diproses dengan menggunakan mesin racik uang kertas (MRUK). dan penatausahaan barang.Tujuan dari BISMA sendiri adalah sebagai berikut: 1) Mencatat dan Merekam data proyek. penulis ditempatkan di Satuan Layanan dan Administrasi. pengakuan barang dan penyusutan/amortisasi barang milik Bank Indonesia dengan memanfaatkan teknologi informasi . pekerjaan.Layak Edar (UTLE) akan diproses untuk pemusnahan. Menginput data teknis di Bank Indonesia Sistem Manajemen Aset (BISMA) Penulis diberi tugas oleh Bapak Ony untuk menginput data yang masih kosong di BISMA. BISMA adalah Proses pencatatan dan perekaman data proyek. Mencatat dan merekam data proyek dan pekerjaan serta menatausahakan barang milik Bank . data barang. Satuan Layanan dan Administrasi Pada minggu kedua PKL. adapun kegiatan yang dilakukan pada satuan tersebut adalah sebagai berikut: a. 2. MRUK memiliki nama mesin Kuster CDS 125S yang juga berasal dari Jerman. pekerjaan.

dan enhancement aktiva tidak berwujud dihitung terpisah dari aktiva tetap atau aktiva tidak berwujud induknya berdasarkan masa manfaat baru. b) Penyusutan AT dan amortisasi ATB hanya dilakukan terhadap barang investasi dan hak guna bangunan c) Pelaksanaan penyusutan dilakukan pada : .Penyusutan / Amortisasi dan Nilai Buku untuk mendukung penyusunan Neraca Bank Indonesia. renovasi aktiva tetap. Indonesia maupun pihak lain yang disewa dalam rangka meningkatkan Good Governance. Akumulasi. Penyusutan / Amortisasi. 3) Penyusutan Penyusutan Aktiva Tetap (AT) dan amortisasi Aktiva Tidak Berwujud (ATB) dilaksanakan secara sentralisasi oleh satker yang membidangi logistik. a) Perhitungan nilai penyusutan atau amortisasi pada proyek upgrading Aktiva Tetap. 2) Laporan Aktiva Tetap dan Aktiva Tidak Berwujud Menghasilkan Laporan Aktiva Tetap dan Aktiva Tidak Berwujud yang meliputi Harga Perolehan.

i. Untuk pembukuan selain bulan Juni dan Desember. mutasi. b) Pelaksanaan pembukuan dilakukan pada : i. 5) Rekonsiliasi a) Rekonsiliasi data BISMA dan fisik Barang dilaksanakan paling kurang 2 (dua) tahun sekali oleh pelaksana BISMA. Untuk pembukuan pada bulan Juni dan Desember paling lambat 2 hari sebelum akhir bulan ii. paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya. ii. Untuk pembukuan selain bulan Juni dan Desember. koreksi dan penghapusan dilaksanakan atas dasar dokumen warkat yang dihasilkan dari proses perekaman pada BISMA. 4) Pembukuan a) Pelaksanaan pembukuan pada aplikasi keuangan terkait dengan proses penyusutan. Untuk pembukuan pada bulan Juni dan Desember paling lambat pada akhir bulan. paling lambat tanggal 7 bulan berikutnya. .

6) Pelabelan Aktiva Tetap / Aktiva Tidak Berwujud a) Pelaksanaan pemberian label barcode dilakukan setelah proses pengakuan Barang dilaksanakan pada BISMA oleh satker atau unit kerja yang mempunyai fungsi pengada.10. b) Jenis Barang termasuk pada Lampiran 3.00 b.15/93/INTERN Tentang Pedoman Akuntansi Bank Indonesia c) Bila tidak termasuk pada Lampiran 3.1 diatas.000.1 dalam SE 16/12/INTERN Tanggal 13 Juni 2014 perihal Perubahan Atas SE BI No. Menginput Daftar Warkat Juni 2015 pada Bank Indonesia Records Management System (BI-RMS) Penulis mendapat tugas dari Bapak Ony untuk menginput daftar warkat bulan Juni 2015 pada BI-RMS.000. b) Rekonsiliasi data BISMA dengan nilai rekening individual pada sistem keuangan intern dilakukan paling kurang 1 (satu) bulan sekali oleh pelaksana BISMA. BI-RMS adalah sebuah sistem aplikasi pengarsipan berbasis web yang terintegrasi dan mampu mendorong tercapainya sasaran Manajemen Dokumen Bank Indonesia . memiliki Harga Perolehan >= Rp.

Perencanaan. Penghapusan dan Pengawasan. (MDBI) dalam mewujudkan pengelolaan dokumen yang selektif. Pengadaan adalah suatu rangkaian kegiatan . efektif dan efisien guna mendukunh perencanaan. penyusutan arsip. Pengadaan. pengukuran kinerja. antara lain: pencarian arsip. pengawasan. pengambilan keputusan. pengendalian dan pertanggung jawaban (akuntabilitas) dalam pelaksanaan prinsip-prinsip good governance. Pemanfaatan. MLBI melakukan proses pengadaan. Pemeliharaan. pengamanan dan kerasipan. Memahami tentang Manajemen Logistik Bank Indonesia (MLBI) Penulis diberi bacaan oleh Bapak Ony tentang Manajemen Logistik Bank Indonesia (MLBI). menyediakan jasa konsultasi dan/atau sourcing expertise dan juga megelola administrasi anggran dan logistic. c. pemantauan peminjaman arsip dan aplikasi pengelolaan dokumen lainnya. Adapun tujuan dari MILBI yaitu merumuskan arah strategi dan kebijakan di bidang logistik. Tujuan pengembangan aplikasi BI-RMS adalah untuk mempermudah proses pengelolaan arsip. penyimpanan arsip. Lingkup MLBI antara lain. Penatausahaan.

Tugas Pokok Fungsi Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah adalah sebagai berikut: 1) Mengumpulkan informasi.. dalam rangka memenuhi kebutuhan barang dan/atau jasa. penulis ditempatkan di Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan. 3. Selain itu MLBI juga melakukan pengawasan yaitu suatu rangkaian kegiatan untuk memastikan bahwa pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Memahami konsep tugas dan fungsi yang ada pada Tim Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan Daerah Kegiatan yang pertama kali dilakukan adalah memahami tugas-tugas yang ada pada Fungsi Data dan Statistik Ekonomi dan Keuangan. adapun kegiatan yang dilakukan pada Tim tersebut adalah sebagai berikut: a. mengolah dan menyusun statistik ekonomi dan keuangan daerah untuk kebutuhan stakeholders internal dan eksternal 2) Melaksanakan survey dalam rangka mendukung perumusan kebijakan Bank Indonesia dan fungsi advisory. Penulis diberikan penjelasan secara langsung oleh Analis pada fungsi tersebut yaitu Bapak Aji. Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan Pada minggu ketiga PKL. .

4) Menyusun RFA dan/atau RBS. 7) Melaksanakan komunikasi dan klarifikasi terkait dengan pemenuhan GWM bank yang berkantor pusat di wilayah KPwDN atas permintaan satuan kerja Kantor Pusat terkait. validasi kewajaran data. 5) Mengelola dan menatausahakan laporan bank da non bank (a. b.l sandi dan hak akses. 6) Mengelola pelayanan IDI dan penanganan keluhan terkait data SID. Adapun Survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah sebagai berikut: 1) Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Survei tersebut bertujuan mendapatkan informasi dini mengenai indikasi perkembangan kegiatan ekonomi di sektor riil secara triwulanan (existing & proyeksi 1 triwulan di depan) dari 17 sektor . pembinaan dan layanan helpdesk). absensi. 3) Melaksankan kegiatan liason dalam rangka mendukung perumusan kebijakan Bank Indonesia dan fungsi advisory. Memahami tentang Survei dan Liason Penulis mendapatkan penjelasan langsung dari Bapak Aji tentang Survei dan Liason.

. Metode Sampling adalah Purposive sampling dalam strata sektor ekonomi. Metode Sampling adalah Stratified random sampling. 3) Survei Penjualan Eceran (SPE) Survei bertujuan Memperoleh informasi mengenai pergerakan dan kecenderungan pengeluaran masyarakat (consumption spending) dan sebagai indikator dini untuk mengetahui sumber tekanan inflasi dari sisi permintaan. Metode Sampling adalah purpossive sampling. strata sektoral dan skala usaha. Jumlah Responden & Frekuensi Survei adalah 87 perusahaan per triwulanan. Jumlah Responden & Frekuensi Survei adalah 75 pedagang eceran/bulanan. ekonomi. kondisi stabilitas keuangan RT. Jumlah Responden & Frekuensi Survei adalah 240 RT/bulanan. dan ekspektasi konsumen terhadap inflasi. 2) Survei Konsumen (SK) Survei bertujuan untuk Mendapatkan informasi atau indikator dini (prompt indicator) mengenai tendensi/arah konsumsi RT dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi.

Jumlah Responden & Frekuensi Survei adalah 40 developer/triwulanan. 6) Survei Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Survei bertujuan untuk Memperluas akses untuk mengurangi asimetri informasi. Metode Sampling adalah purpossive sampling. dasar bagi pemda untuk memonitoring dan merumuskan kebijakan stabilisasi harga pangan di daerah. Metode Sampling adalah purpossive sampling 5) Survei Pemantauan Harga (SPH) Survei bertujuan Mendapatkan informasi dini mengenai perkembangan harga dan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan harga. 2 pasar modern) Tanjung: 64 pedagang (1 pasar tradisional). Jumlah Responden & Frekuensi Survei adalah 10 komoditas utama .4) Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Primer Survei bertujuan untuk Memperoleh informasi dini mengenai perkembangan properti residensial khususnya rumah primer. Jumlah Responden & Frekuensi Survei adalah Banjarmasin: 155 pedagang (2 pasar tradisional. mengarahkan ekspektasi pelaku ekonomi.

Informasi perkembangan & arah perkembangan ii. Sarana jejaring iii. Mengisi kesenjangan informasi . Liaison menurut SE 16/21/INTERN tgl 29 September 2014 adalah kegiatan pengumpulan informasi. Perumusan kebijakan BI & Penyusunan kajian ekonomi dan keuangan Fungsi Liason adalah sebagai berikut: i.Banjarmasin: 40 pedangang (2 pasar tradisional) Tanjung: 20 pedagang (1 pasar tradisional). yang dilakukan secara periodik melalui wawancara langsung atau tidak langsung kepada pelaku usaha dan/atau pihak lainnya mengenai perkembangan dan arah kegiatan usaha dengan cara yang sistematis dan didokumentasikan dalam bentuk laporan. Isu terkini / strategis iii. Metode Sampling adalah purpossive sampling. termasuk data dan statistik. Input informasi ii.Tujuan Liason adalah sebagai berikut: i. Informasi data & statistik iv.

iv. Sumber pembiayaan vi. Memperkuat fungsi survei Pelaku Usaha adalah sebagai berikut: i. Kapasitas utilisasi & Investasi iii. Margin usaha & Biaya v. Perusahaan ii. Bank vi. Asosiasi iv. Jumlah tenaga kerja & tingkat upah iv. Lembaga Keuangan non Bank Cakupan Wawancara adalah sebagai berikut: i. Akademi/Lembaga Penelitian v. Lembaga pemerintah iii. Isu terkini / strategis Regional Financial Account And Balance Sheet bertujuan untuk: . Memberikan arah kedepan v. Volume penjualan/permintaan ii.

i. Aset suatu sektor institusi merupakan liabilities sektor lainnya ii. Penyediaan dana/pembiayaan mulai dari Rp. Mengetahui Interconnectedness antar sektor Institusi. Mengetahui aliran dana dan likuiditas antar sektor institusi.Komponen IDI Historis adalah i. Kekurangan dana satu sektor institusi ditutupi oleh sektor institusi lainnya yang mengalami kelebihan dana iii. Hasil dari SID adalah IDI (Informasi Debitur Individual) Historis untuk melihat data-data debitur yang disajikan secara individual dengan lengkap. Mengetahui perilaku aktivitas ekonomi sektor institusi dan sebagai input data penyusunan Financial Imbalances Sistem Informasi Debitur adalah Sistem yang menghimpun data fasilitas penyediaan dana/pembiayaan yang disampaikan oleh seluruh anggota Biro Informasi Kredit rutin setiap bulan kepada Bank Indonesia. .1 keatas.

fasilitas penyediaan dana/pembiayaan yang diterima. 4. menganalisis apa dampaknya. Asesmen adalah Analisis yang lebih detail atau kajian. Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5% dari tingkat permintaan konsumsi dan produksi. pemilik dan pengurus.Hutama. dan kolektibilitas. c. memperkaya analisis pada perekonomian yang selanjutnya memberi rekomendasi ataupun solusi yang berupa surat. Identitas debitur. penjamin. Memahami Tentang Inflasi Penulis mendapatkan penjelasan langsung oleh Bapak R. Informasi historis pembayaran dalam 24 bulan terakhir. Tim Pengembangan Ekonomi . ii.W. agunan. d. Asesmen menganalisis data dari fungsi data dan statistik. Inflasi adalah kenaikan harga secara terus-menerus untuk barang komoditas. iii. Memahami Fungsi Asesmen Ekonomi dan Surveliens Penulis mendapatkan penjelasan langsung oleh Bapak R.W.J.Hutama.

Bahan yang menjadi topik dalam pencarian isu dan perkembangan ekonomi ini biasanya adalah: 1) Kenaikan harga pangan di pasar. 6) Dan berita ekonomi yang lainnya. Media yang digunakan untuk mencari informasi tersebut adalah berupa media cetak. penulis ditempatkan di Tim Pengembangan Ekonomi . Radar Banjar. 2) Peningkatan dan penurunan pada sektor pertanian. pertambangan. Pada minggu keempat PKL. adapun kegiatan yang dilakukan pada Tim tersebut adalah sebagai berikut: a. 4) Perkembangan UMKM. seperti Banjarmasin Post. 5) Stabilitas nilai rupiah terhadap mata uang asing. dan Kompas. perternakan. . Mencari isu dan perkembangan ekonomi terkini khususnya di Kalimantan Selatan dan umumnya pada Nasional melalui media cetak Penulis diberikan tugas untuk mencari isu dan perkembangan ekonomi terkini khususnya di Kalimantan Selatan dan umumnya pada Nasional yang di arahkan oleh Ibu Rustiana. 3) Investasi yang menjadi trend saat ini.

BLINK atau Bank Indonesia Layanan Intranet Kita adalah website intranet yang hanya dapat diakses oleh pihak intern Bank Indonesia. selanjutnya hasil scanning berita tersebut diseleksi oleh Pelaksana Yunior pada unit tersebut untuk dipilih dan kemudian di-upload ke BLINK (Bank Indonesia Layanan Intranet Kita). Perpustakaan BI ini berada di Lantai IV KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan. dan pengetahuan umum lainnya. psikologi. sehingga berita tersebut akan dapat diakses oleh semua pihak intern Bank Indonesia. Buku-buku yang menjadi koleksi dari perpustakaan BI cukup lengkap dan update. Setelah mendapatkan berita yang sesuai. . kemudian melakukan scanning pada berita yang telah diklipping. Berita yang di- upload ke BLINK merupakan dokumentasi untuk satker KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan. ekonomi. b. ada buku-buku tentang ilmu akuntansi. Membantu Menginput Data Buku Baru Pada Perpustakaan BI KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan memiliki perpustakaan yang dapat digunakan oleh masyarakat umum. hukum. kegiatan selanjutnya adalah mengkliping koran tersebut.

Adapun informasi yang didapat dari pejabat sebelumnya adalah: 1) Proses dan aturan peminjaman buku. kemudian dapat diperpanjang kembali. Ini berkaitan dengan perencanaan pengadaan buku. 4) Pedoman Pengisian atau Pendataan untuk Katalogisasi. informasi tersebut akan digunakan untuk mahasiswa yang akan melaksanakan PKL khusus untuk perpustakaan. Ini berkaita dengan pengisian judul . 3) Inventarisasi. dan pelayanan. pemeliharaan. 2) Manajemen Perpustakaan. Pihak yang diperbolehkan meminjam buku adalah pegawai organik BI saja. Kegiatan mencari informasi ini dilakukan penulis untuk mengetahui kegiatan operasional apa saja yang dikerjakan di sana. pengolahan data buku. Ini berkaitan dengan penyiangan dan penghapusan terhadap buku-buku yang tidak relevan ataupun tidak dapat digunakan lagi. sedangkan pihak eksternal hanya diperbolehkan untuk membaca saja. Waktu peminjaman maksimal 2 (dua) minggu. Perpustakaan adalah salah satu objek yang diawasi dan diurus oleh Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan.

pengisian nama pengarang.000. dan tajuk nama. pengisian kolasi. Klasifikasi usaha mikro menurut UU No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM. Penulis diberikan penjelasan secara langsung oleh Bapak Suwandi. atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300. buku. pengisian empresum. .000.9%. usaha mikro adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50. c.00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.00 (tiga ratus juta rupiah). pengisian edisi.000. Alasan mengapa Bank Indonesia lebih fokus mengembangkan UMKM dibandingkan dengan usaha lainnya.000. itu dikarenakan jumlah pelaku usaha mikro menurut data survei yang dilakukan oleh Bank Indonesia memiliki persentase 98. Memahami peranan Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM di Kalimantan Selatan Penulis diberikan penjelasan tentang UMKM serta peranan Bank Indonesia dalam pengembangan UMKM.

misalnya usaha pengembangan papuyu yang menjadi andalan Barabai. Bank Indonesia dalam melaksanakan kegiatan pengembangan UMKM melakukan beberapa pendekatan yaitu: 1) Pendekatan Lending Model. Kab. istilah klaster didefinisikan sebagai sekelompok UMKM yang beroperasi pada sektor/sub sektor yang sama atau merupakan konsentrasi perusahaan yang saling berhubungan dari hulu ke hilir. 2) Pembentukan klaster dari hulu ke hilir secara terpadu. dengan berhasilnya pengembangan usaha papuyu ini. Hulu Sungai Tengah. dapat dijadikan contoh atau model bagi pelaku usaha yang lain dalam mengembangkan usaha papuyu yang baik dan benar. yaitu dimana Bank Indonesia memberikan pelatihan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan serta kemampuan pelaku usaha dalam menjalankan usahanya sesuai dengan sektor usaha masing-masing kepada beberapa pelaku UMKM. Tujuan dari pembentukan klaster ini adalah tidak lepas dari mencapai dan memelihara .

bazar/pameran dan sebagainya. Meskipun demikian. karena sektor/komoditas yang dipilih antara lain didasarkan pada kriteria komoditas yang menjadi sumber tekanan inflasi. Kegiatan Tambahan Selain melakukan kegiatan-kegiatan yang sudah dijelaskan sebelumnya. 5. 3) Bank Indonesia sebagai fasilisator. fasilitasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia adalah dalam bentuk bantuan teknis. yaitu dalam bentuk pelatihan dan penyediaan informasi termasuk di dalamnya kegiatan penelitian untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Dengan demikian fasilitasi dapat membantu meningkatkan pasokan. program ini juga dilakukan pada komoditas yang berorientasi ekspor atau komoditas unggulan wilayah. penulis juga melakukan kegiatan- kegiaan berikut ini: . workshop. kestabilan nilai rupiah. memperbaiki jalur distribusi serta mendukung penciptaan iklim usaha yang kondusif. seminar. pendampingan. magang. studi banding.

Mengikuti kegiatan klasikal pada minggu pertama PKL yang bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap unit dan tim yang ada pada KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan. prosedur percetakan uang dan ciri-ciri keaslian uang rupiah yang disampaikan oleh Bapak Gusti Wahyu. 2) Tugas dan fungsi Tim Sistem Pembayaran dan Keuangan Inklusif yang disampaikan oleh Pengawas Sistem Pembayaran yaitu Bapak Freddy Firmansyah.Hutama. Mengikuti kegiatan knowledge sharing tentang Bilyet Giro yang diadakan oleh Tim Sistem Pembayaran. adapun materi yang diberikan adalah sebagai berikut: 1) Tugas dan fungsi dari Fungsi Data dan Statistik dan Keuangan Daerah yang disampaikan oleh Analis tim tersebut yaitu Bapak Rahadian Triaji. .a. 4) Tugas dan fungsi dari Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM yang disampaikan oleh Bapak Suwandi. 5) Manajemen pengelola uang rupiah. b. 3) Tugas dan fungsi dari Fungsi Asesmen dan Advisory yang disampaikan oleh Analis Ekonomi tim tersebut yaitu Bapak R.JW.

seperti tanggal dan ceklis informasi tabungan karena penulis belum dapat menyesuaikan diri dengan tugas tersebut. Mengikuti kegiatan rutin senam pagi setiap Jum’at. Bank Kalsel Syariah Masalah yang dihadapi penulis pada saat melaksanakan aktivitas PKL adalah sebagai berikut: 1. Kesalahan tersebut . Berikut ini masalah yang dihadapi penulis akan diuraikan menjadi dua bagian yaitu oleh Ihda Qarina Hasan dan Nur Amaliah. C1. d. Penulis menuliskan jumlah setoran seorang nasabah sebesar Rp 10.000. Membantu mempersiapkan kegiatan Kunjungan Belajar oleh SMA PGRI 6 dan SMK Sabilal Muhtadin C. Bapak Ridwan Muhammad memberitahu penulis bahwa ada kesalahan menuliskan jumlah setoran. saat mengisi slip setoran penulis sering kurang dalam melakukan pengisian. Ihda Qarina Hasan a. Pada minggu pertama penulis ditempatkan di Kas Mobil. Masalah yang Dihadapi Dalam menjalankan tugas saat aktivitas PKL tentu ada masalah yang dihadapi yang dapat menjadi kendala. b. Penulis melakukan kesalahan dalam memasukkan jumlah setoran nasabah. c.

Pada saat di Kantor Kas Sabilal penulis mengalami kesulitan untuk mengisi formulir pembukaan rekening. 2) Mengatasi kesalahan penulisan pada slip penarikan. saat melaksanakan tugas dari Bapak Ony Sujarwoto untuk melakukan pengarsipan ke dalam sistem RMS. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan Masalah yang dihadapi penulis pada saat melaksanakan aktivitas PKL adalah sebagai berikut: 1. penulis sedikit sulit memahami cara pengerjaan tugas yang diberikan karena penulis belum banyak mengetahui tentang infografis. Pada saat di Kantor Kas Pasar Kalindo penulis mengalami kesulitan antara lain: 1) Mengingat nasabah yang rutin menabung dan mengingat area. Pada Satuan Layanan Administrasi. Ihda Qarina Hasan a. Pada Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan. diakibatkan penulis tidak mencek jumlah lembar pecahan uang kertas di dalam tabungan tersebut sehingga penulis menuliskan jumlah hanya untuk 1 (satu) lembar pecahan uang kertas. C2. b. saat melaksanakan tugas dari Bapak Rahadian Triaji untuk membuat infografis terkait inflasi. penulis mengalami kendala dalam memilah dokumen mana yang . b. Nur Amaliah a. 2.

Penanganan Masalah Setiap masalah tentu harus ada solusi untuk menangani masalah. Bank Kalsel Syariah Hal-hal yang dilakukan penulis untuk menangani masalah yang dihadapi adalah sebagai berikut: 1. Pada Tim Operasional Sistem Pembayaran. Bapak Ridwan Muhammad sering mengingatkan penulis ketika slip setoran masih ada yang kurang dan belum terisi sempurna. Nur Amaliah a. harus diinput dan yang tidak perlu diinput karena jumlah dokumen yang begitu banyak dalam satu rangkap. 2. Penulis menanyakan kembali . Berikut ini solusi yang dilakukan penulis untuk menangani masalah saat melakukan aktivitas PKL akan diuraikan menjadi dua bagian yaitu oleh Ihda Qarina Hasan dan Nur Amaliah. D. b. Pengelolaaan Uang Rupiah penulis mengalami kesulitan memahami bagaimana SOSA digunakan dan apa fungsi dari SOSA. D1. Pada Satuan Layanan dan Administrasi penulis mengalami kesulitan dalam menginput data di BISMA. Ihda Qarina Hasan Saat penulis sering kurang dalam melakukan pengisian slip setoran pada beberapa hari pertama ditempatkan di Kas Mobil.

Bapak Ridwan Muhammad meminta penulis merubah jumlah setoran ke jumlah yang seharusnya kemudian memberi paraf kecil di samping perubahan- perubahan yang dilakukan. Saat penulis salah memasukkan jumlah setoran nasabah. informasi yang harus diisi kepada Bapak Ridwan Muhammad dan lebih berhati-hati dan lebih teliti dalam mengisi informasi penting di slip setoran. 2. Penulis lebih berhati-hati dan lebih teliti menghitung uang setoran nasabah agar tidak terjadi kesalahan seperti yang telah diuraikan sebelumnya. Nur Amaliah Penulis mengatasi kesulitan pada saat di kantor kas sabilal adalah dengan bertanya kepada Ibu Kurnia Puji Astuti tentang bagaimana cara pengisian formulir pembukaan rekening dan apa saja syarat yang harus disiapkan oleh calon nasabah. Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan . D2. Penulis mengatasi kesalahan penulisan pada slip penarikan adalah dengan memberikan tanda tangan kecil di atas penulisan yang salah. Pada saat di Kantor Kas Pasar Kalindo penulis menangani masalah dengan cara penulis mengatasi kesulitan mengingat nama nasabah di Kantor Kas Pasar Kalindo adalah dengan membuat daftar nama nasabah dan melokasikan mereka sesuai dengan area nasabah tersebut.

Hal-hal yang dilakukan penulis untuk menangani masalah yang dihadapi adalah sebagai berikut: 1. 2. Penulis bertanya ketika ada waktu luang. Pada Satuan Layanan Administrasi. . Hasil diskusi dengan Bapak Rahadian Triaji. cara penulis mengatasi masalah dalam pengarsipan berkas ke dalam sistem RMS adalah penulis sering bertanya dengan Bapak Ony setiap dokumen yang akan diinput. Bapak Rahadian Triaji memberikan penjelasan lebih rinci tentang cara pengerjaan serta memberikan gambaran hasil pekerjaan sehingga penulis lebih mudah memahami dan mengerti secara lebih jelas tentang tugas yang diberikan. mendengarkan penjelasan beliau dan melihat langsung praktik penggunaan SOSA. cara penulis mengatasi masalah dalam membuat infografis terkait inflasi adalah penulis bertanya dengan Bapak Rahadian Triaji tentang masalah yang dihadapi penulis. Bapak Ony menjelaskan jenis-jenis dokumen apa saja yang diinput sehingga memudahkan penulis dalam memilah dokumen yang harus diinput dan yang tidak perlu diinput. Ihda Qarina Hasan Pada Tim Advisory Ekonomi dan Keuangan. Nur Amaliah Cara penulis mengatasi kesulitan memahami SOSA adalah dengan bertanya kepada Bapak Rachmad Yusuf.

karna proses penginputan terkendala oleh jaringan sistem. . Cara penulis mengatasi kesulitan dalam menginput data di BISMA adalah dengan mengerjakan BI-RMS.