You are on page 1of 2

HIPERTENSI PADA KEHAMILAN

A. PENGERTIAN
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan terjadinya peningkatan tekanan darah,
hingga hal ini dapat membuat adanaya tekanan dan merusak dinding arteri di pembuluh
darah. Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya di atas 140/90
mmHg (maksudnya adalah 140 mmHg tekanan sistolik dan 90 mmHg tekanan diastolik).

B. PENYEBAB
Ada dua hal penyebab hipertensi, yaitu Hipertensi essensial (hipertensi primer) dimana
penyebabnya bukan disebabkan oleh adanya gangguan pada jantung atau ginjal, melainkan
disebabkan oleh faktor lain misal dikarenakan pola hidup yang tidak sehat, mengalami stress,
mengkonsumsi garam yang berlebih, merokok, kebiasaan minum-minuman beralkohol dan
kafein, pola makan yang tidak sehat yang mengakibatkan timbunan lemak dan kelebihan
berat badan dan adanya faktor keturunan. Sedangkan hipertensi sekunder adalah hipertensi
yang disebabkan oleh adanya gangguan ginjal atau jantung.

C. KLASIFIKASI
Pada dasarnya terdapat 4 jenis hipertensi yang umumnya terdapat pada saat kehamilan, yaitu :
1. Preeklampsia-eklampsia atau disebut juga sebagai hipertensi yang diakibatkan kehamilan
(selain tekanan darah yang tinggi, juga didapatkan protein urine pada tes kencingnya).
2. Hipertensi kronik yaitu hipertensi yang sudah ada dari sebelum ibu mengandung janin.
3. Preeklampsia pada hipertensi kronik, yang merupakan gabungan preeklampsia dengan
hipertensi kronik.
4. Hipertensi gestasional atau hipertensi yang terjadi saat sedang hamil.

D. PENCEGAHAN
Pola hidup sehat akan meningkatkan potensi ibu untuk terhindar dari hipertensi pada
kehamilan. Jauhi minuman yang beralkohol, jangan biasakan merokok, hindari stress, pola
makan yang sehat (konsumsi makanan berprotein tinggi, hindari konsumsi berlebih makanan
yang mengandung hidrat arang dan garam berlebih) dan rajin berolahraga. Selain itu ibu bisa
mengkonsumsi beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan tekanan darah seperti
coklat, ikan, buah jeruk, buah pisang dan ikan. Lakukan kontrol rutin terhadap kehamilan ibu
dan ikuti petunjuk yang disarankan oleh dokter.

E. CARA MENGATASI
Ibu hamil yang sudah terlanjur terkena hipertensi tidak perlu terlalu khawatir, asal dilakukan
pemantauan yang ketat terhadap tekanan darah diharapkan komplikasi yang membahayakan

tidak terjadi. antioksidan bila tekanan darahnya belum terlalu tinggi. dan penanganan terhadap janin yang akan dilahirkan. janin sudah cukup kuat untuk dapat hidup di luar. maka dilakukan pengakhiran kehamilan. denyut jantung janin. Yang terpenting lakukanlah pemeriksaan selama kehamilan secara teratur. perlu dipantau pertumbuhan janin misal dengan alat USG. Untuk janin. volume air ketuban. gerakan pernapasan janin. dan konsultasikanlah apabila ada sesuatu masalah yang terjadi dalam kehamilan seperti contohnya hipertensi dalam kehamilan ibu. ataupun hanya dengan perubahan posisi waktu istirahat. Apabila dinilai. Penanganan hipertensi dalam kehamilan dapat dibagi menjadi dua. . Tujuan utama penanganan adalah mencegah terjadinya komplikasi saat melahirkan janin dan melahirkan janin dengan trauma sekecil-kecilnya. dan dilakukan penilaian ancaman kegawatan janin misal dengan melihat gerakan janin. yaitu penanganan terhadap tekanan darah tinggi ibu itu sendiri. Penanganan tekanan darah tinggi ibu dapat dengan obat-obatan penurun tekanan darah untuk tekanan darah tinggi yang berat. disertai diet vitamin.