You are on page 1of 1

RINGKASAN

Pada lapangan “A” PT. Chevron Pacific Indonesia memproduksi minyak
berat dengan proses produksi menggunakan metode EOR yaitu injeksi uap
(steamflood). Didalam mekanismenya terdadapat permasalahan yaitu tidak semua
panas yang diinjeksikan dapat mencapai fluida reservoir. Adapun peristiwa ini
sering dikenal dengan istilah heat loss. Penelitian ini dimaksudkan untuk
mengetahui kuantitas heat loss yang terjadi di reservoir selama proses
berlangsung pada sumur “X-1”, “X-2” dan “X-3” dengan tujuan agar diperoleh
profil temperatur yang dapat digunakan sebagai acuan dalam penginjeksian uap
kedepannya,
Dalam melakukan penelitian, penulis menggunakan metode yang
dikembangkan oleh Marx – Langenheim. Adapun langkahnya yaitu dengan cara
menghitung kuantitas kehilangan panas yang terjadi di reservoir pada masing-
masing sumur. Setelah itu dilanjutkan dengan menganalisa efek dari laju injeksi
uap (divariasikan dari 1000 sampai 10000 BSPD), waktu penginjeksian uap
(divariasikan dari 1 sampai 30 hari) dan reservoir property terhadap reservoir
heat loss yang terjadi. Data reservoir target yang digunakan dalam perhitungan ini
diambil dari reservoir “sand 1”. Selanjutnya penelitian dilanjutkan dengan
mengestimasi temperatur profil di lapisan overburden dan underburden dengan
mengkaji pergerakan kehilangan panas di area “Z”, yaitu hilangnya panas dari
“sand 1” menuju “sand 2”.
Dari hasil analisa yang dilakukan, maka akan diketahui pengaruh dari
besarnya laju injeksi steam, waktu penginjeksian steam serta reservoir property
terhadap reservoir heat loss yang terjadi diketiga sumur. Selain itu didapatkan
juga hasil analisa berupa estimasi temperature pada lapisan overburden dan
underburden. Profil temperatur inilah yang berguna sebagai acuan apabila pada
lapisan-lapisan tersebut akan dilakukan penginjeksian uap kedepannya.

iv