You are on page 1of 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Sikap

Sikap (attitude) adalah pernyataan evaluatif – baik yang menyenangkan

maupun tidak menyenangkan – mengenai objek, individu, atau peristiwa (Stephen P.

Robbins, 2014; 43)

2.1.1 Komponen sikap

Untuk secara penuh memahami sikap, kita harus mempertimbangkan

komponen dasarnya. (Stephen P. Robbins, 2014; 43-44) Menjelaskan ada tiga

komponen utama dari sikap, yaitu:

1. Komponen kognitif (cognitive component) opini atau segmen kepercayaan dari

suatu sikap. Contohnya pernyataan, “Dosen saya memberikan nilai A kepada

teman sekelas yang kurang pantas mendapatkannya dibandingkan dengan

saya.”

2. Komponen afektif (affective component) segmen perasaan atau emosional dari

suatu sikap. Saya tidak menyukai dosen saya

3. Komponen perilaku (behavioral component) sebuah maksud untuk berperilaku

tertentu terhadap seseorang atau sesuatu. Mengeluh pada orang yang mau

mendengarkan dan mengambil tindakan

kognitif membentuk afektif. yang dihasilkan dari suatu evaluasi dari karakteristik – karakteristiknya 2. Komitmen organisional tingkat dimana seorang pekerja mengidentifikasi sebuah organisasi. Dapat disimpulkan. Oleh karena itu kognitif dan afektif sangat berkaitan. . Komponen perilaku yaitu besar kecilnya intensitas bertindak atau berperilaku seseorang terhadap objek sikap. Dalam hal ini ada tiga sikap yaitu: 1. Sikap kerja Sejumlah sikap terkait dengan pekerjaan yang terbatas. tujuan dan harapannya untuk tetap menjadi anggota. dan mempertimbangkan kinerja penting bagi nilai diri 3. Keterlibatan kerja tingkat dimana seseorang mengidentifikasi dengan sebuah pekerjaan secara aktif berpatisipasi di dalamnya. komponen kognitif yaitu penilaian yang diyakini benar terhadap suatu hal. Kepuasan kerja adalah suatu perasaa positif tentang pekerjaan. Komponen afektif yaitu memiliki perasaan tertentu terhadap hal tersebut.