You are on page 1of 6

E.

Analisis Data

Percobaan ini bertujuan untuk menentukan keberadaan zat aditif pada plastik
kemasan melalui perlakuan pemanasan, memahami prinsip dasar spektrometri
inframerah dan menggunakannya untuk identifikasi zat, serta
mengembangkan kemampuan komunikasi verbal dan non verbal berkaitan
dengan hasil analisis.

Dalam percobaan ini digunakan sampel plastik wrap yang biasa dipakai untuk
membungkus makanan. Plastik wrap dipilih karena tersusun dari beberapa zat
organik dan zat aditif. Setiap jenis zat aditif memiliki struktur berbeda yang
dapat ditentukan berdasarkan analisis spekta serapan IR.

Dalam percobaan ini dibuat dua lembar sampel plastik berukuran 2 cm x 2
cm dengan tujuan memperbesar luas permukaan plastik. Ukuran platik dibuat
sama hasil perbandingannya dapat terlihat jelas.

Diberi perlakuan berbeda terhadap kedua sample plastik. Sampel plastik
pertama dibilas dengan etanol namun tidak dilakukan pemanasan. Fungsi
etanol disini adalah untuk melarutkan pengotor seperti lemak yang dapat
berasal dari tangan ketika menyentuh plastik tersebut. Selanjutnya dilakukan
pengeringan yang bertujuan untuk menghilagkan etanol yang menempel pada
sampel plastik sehingga tidak mempengaruhi hasil pengukuran FTIR.

Sampel kedua dipanaskan menggunakan etanol selama satu setengah jam
pada suhu 200 oC. Selain untuk melarutkan pengotor seperti lemak, etanol
berfungsi untuk melarutkan atau memisahkan zat aditif yang terdapat pada
plastik. Etanol digunakan karena memiliki sifat yang mirip dengan zat aditif
yang diperkirakan terdapat dalam sampel plastik, sehingga dapat memisahkan
zat aditif dalam sampel. Pemanasan bertujuan untuk meningkatkan kelarutan
zat aditif dalam pelarut etanol.

Setelah dipanaskan sampel plastik mengalami perubahan warna dari tidak
berwarna menjadi sedikit putih keruh dan teksturnya pun menjadi lebih kaku,

6 5 C-Cl stretch Alkil halida 636. akibatnya monokromator kehilangan fungsinya untuk mengubah sinar polikromatis menjadi monokromatis.5 .8 cm-1. 1427.sehingga dapat diduga terdapat perpindahan zat aditif dari sampel pada pelarut etanol.2 4 C-O Ester 1253. Pada spektrum FTIR sampel pertama diperoleh beberapa puncak serapan dan terdapat 5 puncak dominan.8 2 C=O Ester 1732. Tabel 1.6 cm-1. Serapan FTIR harus bebas dari pengaruh uap air yang dapat berasal dari udara karena monokromator yang digunakan pada alat ini terbuat dari garam KBr yang bersifat higroskopis. Oleh karena itu dilakukan uji coba terlebih dahulu pada sampel.5 cm-1.2 cm-1.0 cm-1. maka pengukuran diulang kembali hingga serapan uap air tidak terlihat jelas. Keberadaan uap air dapat menyebabkan garam KBr larut. Berikut ini merupakan tabel analisis gugus fungsi pada spektrum FTIR sampel plastik pertama (tanpa pemanasan). 1253.0 3 C-C Aromatis 1427. Analisis gugus fungsi pada spektrum FTIR sampel pertama (tanpa pemanasan) No. dan 636. Ikatan Gugus fungsi Bilangan gelombang (cm-1) 1 C–H stretch Alkana 2925. yaitu pada bilangan gelombang 2925. Apabila spektra IR menunjukkan adanya serapan uap air. 1732.

PETE (polyethylene terephthalate) C-C aromatis C-O C=O C-H 4. Jenis plastik beserta gugus fungsi pada rumus strukturnya Jenis plastik Gugus fungsi 1. HDPE (high density polyethylene) C-H C-C 5.Jenis plastik dapat diketahui dengan mencocokkan gugus fungsi yang diperoleh dari analisis spektrum FTIR dengan gugus fumgsi pada rumus struktur berbagai jenis plastik yang telah diketahui. PVC (polyvinyl chloride) C-H C-C C-Cl 2. Berikut ini jenis-jenis plastik beserta gugus fungsi pada rumus strukturnya. LDPE (low density polyethylene) C-H C-C . Tabel 2. PS (polystyrene) C-C aromatis C-H C-C 3.

dan 636.6 5 C-Cl stretch Alkil halida 636. Berikut ini merupakan tabel analisis gugus fungsi pada spektrum FTIR sampel plastik dengan pemanasan.2 cm-1. dan pada gugus C=O streching dari 1732.2 cm-1. yaitu pada gugus C-H streching dari 2925.8 cm-1 menjadi 2914.7 cm-1. 1253.7 3 C-C Aromatis 1427. Analisis gugus fungsi pada spektrum FTIR sampel kedua (plastik dengan pemanasan) No Ikatan Gugus fungsi Bilangan gelombang (cm-1) 1 C–H stretch Alkana 2914.5 Penggabungan kedua spektra FTIR yang diperoleh menunjukkan perbedaan puncak serapan pada sampel pertama dan kedua. Hal ini menguatkan dugaan awal . yaitu pada bilangan gelombang 2914.0 cm-1 menjadi 1737.5 cm-1. PP (polypropylene) C-C C-H Pada spektrum FTIR sampel kedua diperoleh beberapa puncak serapan dan terdapat 5 puncak dominan.6 cm-1. 1427. 6.0 cm-1. Terjadi penurunan intensitas serapan pada sampel kedua. sedangkan intensitas serapan pada C-H bending alkana dan C-H bending alkena tidak mengalami perubahan. 1737. Tabel 2.2 cm-1.2 2 C=O Ester 1737.2 4 C-O Ester 1253.

Hal ini diperkuat dengan tekstur sampel plastik yang menjadi lebih kaku setelah dipanaskan dalam etanol karena telah terjadi pengurangan kelenturan plastik. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis spektra FTIR pada percobaan penentuan zat aditif pada plastik menggunakan spektrofotometer infra merah. Berikut ini adalah struktur DEHP. dapat ditentukan bahwa sampel plastik termasuk kedalam plastik yang tidak layak digunakan pada suhu tingi karena zat aditif DEHP (diethylhexyl phthalate) yang berperan sebagai plasticizer dalam sampel plastik dapat larut pada proses pemanasan. bahwa pemanasan menggunakan etanol pada suhu 200o C selama satu setengah jam dapat melarutkan zat aditif dalam sampel plastik karena terjadi pemutusan ikatan kovalen antara zat aditif dan sampel. . diduga zat aditif yang terdapat dalam sampel plastik adalah DEHP (diethylhexyl phthalate) atau Bis(2-etilheksil)ftalat yang berperan sebagai plasticizer atau zat pelunak pada plastik. Gambar 1. Struktur DEHP E. Berdasarkan data percobaan serta handbook. Jenis zat aditif yang terdapat dalam sampel plastik diketahui dengan mencocokkan perubahan intensitas gugus fungsi dengan gugus fungsi zat aditif yang terdapat dalam jenis plastik PVC. Zat aditif yang larut dalam etanol mengandung gugus C-H streching dan C=O.