You are on page 1of 15

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Skenario Kasus
Skenario 2
“ Malangnya Nasib Ku ... “
Ny. S usia 28 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan mual muntah hebat terutama
pada pagi hari dan mengeluarkan darah pervagina sampai tidak dapat melakukan aktivitas.
Pasien sudah memiliki satu anak hidup usia 12 bulan dan tidak memberikan ASI. Pasien
memakai KB metode pil sejak anaknya usia 6 bulan, namun minum obat KB tidak disiplin.
Pasien senang mengkonsumsi rokok dan alkohol.
Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg, denyut nadi 100x/menit,
frekuensi napas 24x/menit, suhu 36 derajat, konjungtiva anemis, mulut kering dan turgor
kulit menurun, fundus uteri teraba 1 cm diatas simfisis. Pada pemeriksaan dalam
didapatkan porsio tampak livid, uteri eksternum tertutup serta mengeluarkan darah segar.
Pemeriksaan laboratorium didapatkan HB 6 mg/dl. Dokter menyarankan Ny. S agar
dirawat inap.

1.2 Analisa Kasus
1.2.1 Langkah 1 (Daftar istilah atau kata sulit)
1. Uteri Externum : Pintu vagina
2. Livid : Pucat kelabu, berwarna ungu.
3. Porsio : Leher rahim.
4. Fundus uteri : Bagian puncak dari uterus, dan terletak di atas rahim.

1.2.2 Langkah 2 (Daftar pertanyaan dari kata-kata sulit)
1. Mual muntah pada kasus apakah ciri-ciri hamil ?
2. Bagaimana hubungan kebiasaan pasien yang senang mengkonsumsi rokok dan
alkohol terhadap kehamilan ?
3. Apa penanganannya untuk menghentikan pendarahan ?
4. Apa pengaruh dari KB ke ASI ?
5. Apa penyebab mulut kering, turgor kulit dan kulit menurun dari kasus ?
6. Apa komplikasi dari kasus ?
7. Berapa HB normal pada wanita ?

1

kurangnya informasi b. 5. takikardi. kalau tidak ditangani dengan cepat. 13 Abortus. Mengkonsumsi rokok dan alkohol. Karena hbnya kurang dari batas normal dan kalau tidak ditangani dengan cepat bisa berakibat fatal dan harus di rawat inap agar penyakitnya tidak kambuh lagi dan timkes bisa mengontrol aktivitasnya. kematian. Kenapa pasien disarankan agar dirawat inap. apakah hbnya rendah atau ada penyebab lain ? 12. 12-16 mg/dl 8.d mual muntah. Dengan melakukan bedrest sampai pendarahannya berhenti. apa penyebabnya ? 13. dan penanganan pertamanya diberi pembalut untuk menghentikan pendarahan. pada janin bisa cacat atau meninggal. Anemia. 10. 7. kurangnya volume cairan b. dan menurunnya tingkat kesuburan wanita. 4. Termasuk tanda kehamilan dan disertai juga dengan pemeriksaan lebih lanjut.d kontraksi otot rahim. 2 . Terjadi bengkak karna kebiruan. Karena pendarahan yang sangat hebat. Apakah nadinya takikardi. Jelas berhubungan tidak baik dan bisa berpengaruh kepada janin. Apakah dari kasus bisa menyebabkan kematian ? 11. dan keluar darah dari vagina. Apa diagnosa medis dari kasus ? 14. Apa penyebab uteri externum tertutup ? 9. Pasien mengeluarkan darah pervagina. Tidak berpengaruh. 3. karena kandungan rokok sendiri ada tar yaitu racun. sedangkan alkohol sendiri keras bisa berakibat terasa panas di dalam tubuh. Bisa. dan hbnya rendah. 2. Apa diagnosa keperawatan dari kasus ? 1.3 Langkah 3 (Jawaban dari istilah-istilah sulit) 1. mual dan muntah jadi dehidrasi. dehidrasi. kenapa jadi tidak bisa beraktivitas ? 10. 6. dan darahnya rendah. 12. Nyeri akut b. 11. dan penyebabnya bisa pendarahan. mual muntah. yang berpengaruh ialah mengkonsumsi rokok dan alkohol.2. 14.d rutinitas mengkonsumsi rokok dan alkohol. 9. 8. Bisa dikatakan takikardi. cemas jadi jantung memompa lebih cepat dari normal.

alur pikir sistematis) Pengertian Penyebab Klasifikasi ABORTUS Tanda dan gejala Patofisiologi Pemeriksaan Penunjang Komplikasi Penatalaksanaan Diagnosa Keperawatan dan Intervensi 1.2.Intervensi) 3 .4 Langkah 4 (Skema. pohon masalah.2.1. Askep Abortus (Diagnosa .5 Langkah 5 (Learning objective) 1. Laporan Pendahuluan Abortus 2.

Plasenta yang abnormal 2. uterus bikornis. BAB II PEMBAHASAN 2. dan faktor bapak: 1. di mana janin belum mampu hidup di luar rahim. Kelainan genitalia ibu . dll) . (Ani Triana. Uterus terlalu cepat teregang (kehamilan ganda. Kelainan letak dari uterus seperti retrofleksi uteri fiksata . 2015)  Jadi. Tidak sempurnanya persiapan uterus dalam menanti nidasi dari ovum yang sudah dibuahi. (Dr.2 Penyebab Abortus  Sebagian besar disebabkan karena kelainan kromosom hasil konsepsi. Ovum patologis .OG. mioma submukosa. 2014)  Abortus adalah terjadinya perdarahan dari uterus pada kehamilan sebelum 20 minggu dengan atau tanpa kontraksi uterus yang nyata dengan hasil konsepsi dalam uterus dan tanpa adanya dilatasi serviks uteri. Sp. . Achadiat. endometritis. Beberapa penyebab lain yaitu disebabkan oleh trauma. Kelainan letak embrio . kelainan alat kandungan dan sebab yang tidak diketahui. dengan kriteria usia kehamilan <20 minggu atau berat janin <500 g. Kelainan ovum . Anomali kongenital (hipoplasia uteri. Chrisdiono M. misalnya karena terdorong oleh tumor pelvis 4 . seperti kurangnya progesteron atau estrogen. 2. faktor ibu. Abortus merupakan ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. (Padila.1 Pengertian Abortus  Abortus adalah suatu proses berakhirnya suatu kehamilan. Distorsio uterus. mola) . 2012)  Faktor-faktor yang menyebabkan kematian fetus yaitu faktor ovum itu sendiri. Sebagai batasan ialah kehamilan <20 minggu atau berat janin <500 g.

hipotiroid. penyakit paru berat. dll . Terlalu cepatnya korpus luteum menjadi atrofis 7. rubeola. Gangguan sirkulasi plasenta 4. penyakit kronis. 5 . demam malta. b) Abortus Insipiens : i. Keracunan Pb. dll . dengan atau tanpa kolik uterus. dll 8. Seperti sangat terkejut.3 Klasifikasi Abortus  Abortus dapat dibagi menjadi : a) Abortus Imminens : i. tifoid. pielitis. Antagonis rhesus Darah ibu yang melalui plasenta merusak darah fetus. gas racun. anemia gravis . Dalam kondisi seperti ini kehamilan masih mungkin berlanjut atau dipertahankan. sehingga menjadi anemia pada fetus yang berakibat meninggalnya fetus 6. avitaminosis. abortus yang sedang mengancam yang di tandai dengan servik telah mendatar dan ostium uteri telah membuka. diabetes melitus 5. nikotin. C. obat-obat uterotonika. dan gangguan metabolisme. Abortus imminens. serviks masih tertutup (karena pada saat pemeriksaan dalam belum ada pembukaan). Penyakit bapak: usia lanjut. atau E. Malnutrisi. Penyakit-penyakit ibu . kram perut bawah nyeri memilinkarena kontraksi tidak ada atau sedikit sekali. (Nanda Nic-Noc. adalah keadaan dimanaperdarahan berasal dari intrauterine yang timbul sebelum umur kehamilan lengkap 20 minggu. akan tetapi hasil konsepsi masih dalam kavum uteri dan dalam proses pengeluaran. kekurangan vitamin A. 3. tidak di temukan kelainan pada serviks. alkohol. 2015) 2. ii. Perangsangan terhadap ibu yang menyebabkan uterus berkontraksi. katakulan laparotomi. uterus sesuai usia gestasi. Ibu yang asfiksia seperti pada dekompensasi kordis. tanpa pengeluaran hasil konsepsi. Gejalanya di tandai dengan perdarahan bercak hingga sedang. Abortus Insipiens. Penyakit infeksi yang menyebabkan demam tinggi seperti pneumonia. iii.

pada abortus komplit perdarahan segera berkurang setelah isi rahim di keluarkan dan selambat-lambatnya dalam 10 hari perdarahan berhenti sama sekali. seluruh hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri pada kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. Abortus ini di tandai dengan perdarahan bercak hingga sedang. iii. e) Missed Abortion : i. uterus sesuai masa kehamilan. serviks tertutup 6 . d) Abortus Kompletus : i. Abortus ini di tandai dengan gejala amenore. uterus lebih kecil dari usia gestasi. ii. karena dalam masa ini luka rahim telah sembuh dan epitalisasi telah selesai dan pada pemeriksaan tes urin biasanya masih positif sampai 7-10 hari setelah abortus. serviks tertutup / terbuka. uterus sesuai masa kehamilan. Missed Abortion. abortus dimana sebagian hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri dan masih ada yang tertinggal ii. Abortus ini di tandai dengan perdarahan sedang hingga banyak. kram atau nyeri perut bagian bawah dan terasa mules-mules. c) Abortus Inkomplit : i. kram nyeri perut bawah karena kontraksi rahim kuat. ii. Setelah terjadi abortus dengan pengeluaran jaringan perdarahan masih berlangsung terus. Abortus yang ditandai dengan embrio atau fetus telah meninggal dalam kandungan sebelum kehamilan 20 minggu dan hasil konsepsi seluruhnya masih tertahan dalam kandungan hingga 8 minggu lebih. sedikit atau tanpa nyeri perut bagian bawah dari riwayat hasil konsepsi. Jika pada 10 hari setelah abortus perdarahan belum berhenti kemungkinan terjadi abortus inkomit dan endometrosis post abortum segera di pikirkan. serviks akan menutup kembali. serviks terbuka karena masih ada benda di dalam uterus yang di anggap orpus alliem. ekspulsi sebagian hasil konsepsi. iii. Gejalanya berupa perdarahan sedang hingga massif / banyak. serviks terbuka. terkadang keluar gumpalan darah. Abortus Inkomplit. pada kehamilan usia 14-20 minggu penderita biasanya merasakan rahimnya semakin mengecil dan tanda- tanda kehamilan sekunder pada payudara mulai menghilang. Abortus Kompletus. ii. maka uterus akan terus berusaha mengeluarkannya dengan mengadakan kontraksi tetapi kalau keadaan ini di biarkan lama.

ii. (Anik Maryunani. Abortus Infeksiosus. Bishop melaporkan kejadian abortus habitualis sekita 0. kemudian terjadi abortus spontan. Bila sampai terjadi sepsis dan syok. dan ada darah sedikit. sekali-sekali pasien merasakan perutnya dingin dan kosong. takikardi. dan faktor imunologis. iii. iii. ii. Abortus Septik. inkompetensia serviks. Kehamilan anembrionik. iv. g) Abortus Infeksiosus : i. Pengelolaan kehamilan ini sebaiknya dilakukan terminasi kehamilan dengan dilatasi dan kuretase secara efektif. Pasien dengan abortus habitualis biasanya akan mudah hamil lagi. Gejalanya dapat berupa panas tinggi. uterus yang membesar dan melembut. biasa di sebut juga dengan blighted ovum dimana mudigah tidak terbentuk sejak awal walaupun kantong gestasi tetap terbentuk. serta adanya nyeri tekan. ii. iv. tetapi kehamilannya selalu berakhir dengan keguguran / abortus secara berturut- turut. kantong kuning telur juga tidak ikut terbentuk. penderita akan lebih panas tinggi. 2013) 7 .41% dari seluruh kehamilan. menggigil dan tekanan darah menurun. ii. Abortus habitualis. f) Abortus Habitualis : i. suatu keadaan di mana penderita mengalami keguguran berturut-turut 3 kali atau lebih. iii. Di samping mudigah. adalah abortus yang di sertai infeksi pada alat genetalia. i) Kehamilan Anembrionik : i. tampak sakit dan lelah. adalah abortus yang disertai penyebaran infeksi pada peredaran darah tubuh atau peritoneum (septicemia atau peritonitis). namun prognosisnya dapat mencapai keadaan infeksi seluruh tubuh (septicemia) dan dapat jatuh dalam keadaan syok septic. Gejala abortus septic sama dengan abortus infeksiosus. perdarahan yang berbau. Abortus ini dapat di sebabkan oleh faktor kelainan anatomis. Kehamilan ini dapat mencapai usia 16 minggu. h) Abortus Septik : i.

evaluasi secara berkala dengan USG untuk melihat perkembangan janin. semata-mata disebabkan oleh faktor-faktor alamiah. dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan.  Berdasarkan kejadiannya dapat dibagi atas dua golongan : 1. tetapi jika perdarahan belum berhenti karena konsepsi belum keluar semua akan menyebabkan syok. dapat membahayakan jiwa ibu (berdasarkan indikasi medis). Biasanya perlu mendapat persetujuan 2 sampai 3 tim dokter ahli. sakit perut. Ini terjadi sebelum kehamilan berusia 20 minggu. perdarahan sedikit/banyak. Gejala: amenorea. 2. sudah ada fetus atau jaringan yang keluar. Abortus Kriminalis Adalah abortus yang terjadi oleh karena tindakan-tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis. Ostium bisa ditemukan sudah terbuka dan kehamilan tidak dapat dipertahankan. 3. Ditandai dengan adanya rasa sakit karena telah terjadi kontraksi rahim untuk mengeluarkan hasil konsepsi. 8 . b. yang tertinggal adalah desidua atau plasenta. Abortus Insipien Adalah proses keguguran yang sedang berlangsung sebelum kehamilan berusia 20 minggu dan konsepsi masih didalam uterus. Abortus Immines (threatened abortion) Keguguran tingkat permulaan. Abortus provakatus (induced abortion) terjadi karena sengaja dilakukan dengan memakai obat-obatan maupun alat-alat. dan biasa berupa stolsel (darah beku). Abortus spontan terjadi dengan tidak didahului faktor-faktor mekanis atau pun medisinalis. Abortus medisinalis (Abortus therapeutica) Adalah abortus karena tindakan kita sendiri. tidak berhubungan badan. 2. Abortus ini terbagi lagi menjadi : a.4 Tanda dan Gejala Abortus  Klinis Abortus Spontan 1. (Nanda Nic-Noc. gunakan preparat progesteron. mulas-mulas. Keguguran belum terjadi sehingga kehamilan dapat dipertahankan dengan cara: tirah baring. Abortus Inkompletus (Keguguran bersisa) Hanya sebagian dari hasil konsepsi yang dikeluarkan. 2015) 2.

osteum uteri terbuka atau sudah tertutup. Missed Abortion Adalah keadaan dimana janin yang telah mati masih berada didalam rahim sebelum berusia 20 minggu tetapi hasil konsepsi masih tertahan dalam kandungan selama 6 minggu atau lebih. suhu badan normal atau meningkat. b) Kemudian uterus berkontraksi untuk mengeluarkan benda asing tersebut. sering nyeri pinggang akibat kontraksi uterus. denyut nadi normal atau cepat & kecil. sehingga rahim kosong. Pada pemeriksaan fisik: keadaan umum tampak lemah kesadaran menurun. Rasa mulas atau kram perut. Pemeriksaan ginekologi : a. 5. Dapat diketahui dengan USG. jadi hasil konsepsi dapat di keluarkan seluruhnya. ada atau tidak jaringan keluar dari ostium. 2016) 2. didaerah atas simfisis. 3. Abortus Komplitus (Keguguran lengkap) Artinya seluruh hasil konsepsi dikeluarkan (desidua dan fetus). cavum douglas tidak menonjol dan tidak nyeri. Terlambat haid atau amenorrhe kurang dari 20 minggu 2. (Nanda Nic-Noc. 4. besar uterus sesuai atau lebih kecil dari usia kehamilan. 5. tekanan darah normal/menurun. 9 .5 Patofisiologi Abortus a) Pada awal abortus terjadi pendarahan dalam desidua basalis. Colok vagina: porsio masih terbuka atau sudah tertutup. tidak nyeri pada perabaan adneksa. teraba atau tidak dalam jaringan dalam cavum uteri. 2015)  Tanda dan gejala : 1. ada atau tidak cairan atau jaringan berbau busuk dari ostium c. tidak nyeri saat porsio digoyang. Inspeksi vulva: pendarahan pervagina ada atau tidak jaringan hasil konsepsi tercium bau busuk dari vulva b. c) Pada kehamilan kurang dari 8 minggu vili korialis belum menembus desidua secara dalam. Inspeksi: pendarahan dari cavum uteri. (Kalina. Pendarahan pervagina mungkin disertai dengan keluarnya jaringan hasil konsepsi. 4. kemudian diikuti oleh nekrosis jaringan di sekitarnya yang menyebabkan hasil konsepsi terlepas dan di anggap benda asing dalam uterus.

janin di keluarkan lebih dahulu dari pada plasenta.6 Pemeriksaan Penunjang Abortus 1. karena cara ini menyebabkan bertambahnya aliran darah ke uterus dan berkurangnya rangsang mekanik. 2015) 2. bahkan 2-3 minggu setelah abortus. Pemeriksaan kadar fibrinogen darah pada missed abortion. mola kruenta. Payah ginjal akut 5. (Nanda Nic-Noc. Simptomatik : Analgesic (as. d) Pada kehamilan 8-14 minggu penembusan sudah lebih dalam hingga plasenta tidak di lepaskan sempurna dan menimbulkan banyak pendarahan. mefenamat) 500 gram (3x1) 10 . 2013) 2. maserasi. Pemeriksaan Doppler atau USG untuk menentukan apakah janin masih hidup. g) Peristiwa abortus ini menyerupai persalinan dalam bentuk miniatur. c) Bila pasien syok karena pendarahan berikan infus ringer taktat dan selekas mungkin transfusi darah. 3. d) Medikamentosa : i. f) Pendarahan tidak banyak jika plasenta segera di lepas dengan lengkap. 2. i) Ada kalanya kantong amnion kosong atau tampak kecil tanpa bentuk yang jelas. mungkin pula janin telah mati lama. e) Pada kehamilan lebih 14 minggu. Tes kehamilan dengan hasil positif bila janin masih hidup. (Anik Maryunani. Syok karena pendarahan banyak dan infeksi berat atau sepsis. (Nanda Nic-Noc. Perforasi: sering terjadi diwaktu dilatasi dan kuratase yang dilakukan oleh tenaga yang tidak ahli seperti bidan dan dukun 3. Perdarahan (hemorrhage) 2. h) Hasil konsepsi pada abortus dapat dikeluarkan dalam berbagai bentuk.7 Komplikasi Abortus 1. Infeksi dan tetanus 4.8 Penatalaksanaan Abortus a) Istirahat baring. fetus kompresus. 2015) 2. tidur berbaring merupakan unsur penting dalam pengobatan. b) Pada kehamilan lebih dari 12 minggu di berikan infus oksitosin di mulai 8 tetes permenit dan naikkan sesuai kontraksi uterus.

(Anik Maryunani. (Padila.d keadaan yang dialami. . . . Monitor tanda-tanda vital. perawat bisa juga melakukan perawatan janin. Jelaskan penyebab terjadi perdarahan.9 Diagnosa Keperawatan dan Intervensi Abortus 1) Kehilangan b. Intervensi : . . Pasien menerima kenyataan kehilangan dengan tenang tidak dengan cara menghakimi. . . (Fraser & Cooper. . . nyeri tekan uterus. Bantu dan ajarkan tindakan untuk mengurangi rasa nyeri. Menganjurkan keluarga untuk selalu memberikan support system yang adekuat kepada pasien. Antibiotik : Amoksilin 500 mg (3x1) iii. Kaji tingkat perdarahan setiap 15-30 menit.d kontraksi uteres ditandai terjadi distrensi uterus. Kolaborasi pemberian transfusi darah bila hb rendah. (Fraser & Cooper. Intervensi : . muka pucat. 2009) 4) Gangguan psikologis (cemas) b. 2015) 2) Gangguan perfusi jaringan b. Kolaborasi pemberian cairan infus isotonik. Jelaskan penyebab nyeri pada klien. Intervensi : . Intervensi : . Libatkan suami dan keluarga. akral dingin. Menganjurkan pada pasien untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. lemas.d pendarahan ditandai dengan konjungtiva anemis. 2009) 3) Gangguan rasa nyaman nyeri b. .d pengeluaran hasil konsepsi. . Jika diminta. . Catat intake dan output. . Ajak klien mendengarkan denyut jantung janin. ii. Anjurkan klien untuk mengemukakan hal-hal yang dicemaskan. hb turun. Education : Kontrol 3-4 hari setelah keluar dari rumah sakit. 11 . Bina hubungan saling percaya dengan pasien. 2013) 2.

d pendarahan. Bantu klien untuk memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari. Gunakan teknik komunikasi terapeutik untuk mengetahui pengalaman nyeri pasien. . . . . Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan. Kolaborasikan pemberian cairan IV. Intervensi : . Monitor status hidrasi (kelembaban membran mukosa. Beri informasi tentang kondisi janin. frekuensi. Kaji kultur yang mempengaruhi respon nyeri. durasi. 2009) 5) Gangguan aktivitas b. Monitor vital sign. . penurunan sirkulasi. . Anjurkan untuk menghadirkan orang-orang terdekat. . kualitas dan faktor presipitasi. . (Nanda Nic-Noc. . . Intervensi : . (Fraser & Cooper. . Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi. Intervensi : . Anjurkan klien untuk berdo’a kepada Tuhan. jika diperlukan. Evaluasi pengalaman nyeri masa lampau. Pertahankan catatan intake dan output yang akurat. nadi adekuat. Kaji pengaruh aktivitas terhadap kondisi uterus/kandung. .d kerusakan jaringan intra uteri. . . karakteristik. 2015) 7) Kekurangan volume cairan b. . Bantu klien untuk melakukan tindakan sesuai dengan kemampuan/kondisi klien. Kaji tingkat kemampuan klien untuk beraktivitas. (Anik. . Menjelaskan tujuan dan tindakan yang akan diberikan.d kelemahan. . Timbang popok/pembalut jika diperlukan. . Monitor masukan makanan/cairan dan hitung intake kalori harian. 2015) 12 . Beri penjelasan tentang kondisi janin. Evaluasi perkembangan kemampuan klien melakukan aktivitas. (Nanda Nic-Noc. 2009) 6) Nyeri akut b. tekanan darah ortostatik).

Identifikasi faktor penyebab dan kontribusi konstipasi. Intervensi : . . . 2015) 10) Konstipasi b. konsistensi. (Nanda Nic-Noc.d kondisi vulva lembab. Monitor input dan output. Monitor tanda inadekuat oksigenasi jaringan. . (Nanda Nic-Noc. .8) Resiko syok (hipofolemik) b. Intervensi : . Monitor tanda dan gejala infeksi sistemik dan lokal. Batasi pengunjung bila perlu. Intervensi : . Bersihkan lingkungan setelah dipakai pasien lain. Monitor status sirkulasi BP. Monitor feses: frekuensi. . (Nanda Nic-Noc. . Monitor bising usus. 2015) 13 .d keadaan yang dialami. . dan volume. . 2015) 9) Resiko infeksi b. Monitor suhu dan pernafasan. Pertahankan teknik isolasi. warna kulit.d pendarahan pervagina. Monitor tanda dan gejala konstipasi. suhu kulit. .

1 Kesimpulan Abortus merupakan ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum janin dapat hidup diluar kandungan. lalu wanita tersebut melakukan operasi sesar. Mudah-mudahan dengan makalah ini kita dapat lebih memahami dan mengetahui tentang aborsi. faktor-faktor hormonal. dan lain-lain Jika seorang wanita yang tengah mengandung mengalami kesulitan saat melahirkan. Penghentian kehamilan seperti ini hukumnya boleh. kelainan plasenta. juga mempunyai banyak resiko atau akibat dari perbuatan aborsi. minimal usia kandungannya enam bulan. Aktivitas medis seperti ini tidak masuk dalam kategori aborsi. BAB III PENUTUP 3. baik hukum agama maupun hukum perdata. 14 . trauma. ketika janinnya telah berusia enam bulan lebih. lebih tepat disebut proses pengeluaran janin (melahirkan) yang tidak alami. Adapun berbagai macam penyebab abortus yaitu. faktor maternal. kelainan traktus genitalia. Hanya saja. kelainan hasil konsepsi. sebab dari janin.2 Saran Berhati-hatilah dalam menjaga kandungan dan harus waspada terhadap setiap komplikasi yang terjadi. karena operasi tersebut merupakan proses kelahiran secara tidak alami. Sebagai batasan ialah kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram. 3. Sehingga kita tidak sampai melakukan tindakan aborsi karena tindakan tersebut selain melanggar hukum. sebab- sebab psikosomatik. Tujuannya untuk menyelamatkan nyawa ibu dan janinnya sekaligus.

2013. Bogor : In Media. Chrisdiono M. Dkk. Yogyakarta : Nuha Medika. Fraser & Cooper. N. Anik Maryunani. 2009. Dkk. Kalina. Prosedur Tetap Obstetri dan Ginekologi. Buku Nanda Nic-Noc Jilid 1. 15 . 2015.. Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal. Buku Ajar Bidan Myles. Jakarta : Trans Info Media. Dkk. Sp. 2014. Padila. Jakarta : Trans Info Media. Ns. Asuhan Kegawatdaruratan Dalam Kebidanan. Asuhan Kegawatdaruratan Dalam Kebidanan. Jakarta : EGC. Dkk. 2012. Ani Triana. Achdiat.OG. Yogyakarta : CV Budi Utama. 2016. Anik. Jakarta : Mediaction Jogja. Dr. M. Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal. DAFTAR PUSTAKA Amin Huda Nurarif. 2009. 2015. Jakarta : Buku Kedokteran EGC. Asuhan Keperawatan Maternitas II. Kep. S.