You are on page 1of 51

MENENTUKAN AKAR-AKAR DAN DISKRIMINAN

PADA PERSAMAAN KUARTIK

Tugas Akhir
Diajukan sebagai Salah Satu Syarat
untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sains
pada Jurusan Matematika

oleh

LAINA
10654004479

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU
P E KA N B A R U
2011

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa melimpahkan
rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini
dengan judul “Menentukan Akar-akar dan Diskriminan pada Persamaan
Kuartik” tepat pada waktunya. Tugas Akhir ini merupakan salah satu syarat
kelulusan tingkat sarjana.
Selanjutnya limpahan salawat serta salam kepada junjungan Alam Nabi
Besar Muhammad SAW pembawa petunjuk bagi seluruh umat manusia.
Penyusunan dan penyelesaian tugas akhir ini penulis tidak terlepas dari
bantuan berbagai pihak, baik langsung maupun tidak langsung. Untuk itu sudah
sepantasnya penulis mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kedua
orang tua tercinta ayah (Musri) dan Ibu (Azizah) yang tidak pernah lelah dan tiada
henti melimpahkan kasih sayang, perhatian, motivasi yang membuat penulis
mampu untuk terus dan terus melangkah, pelajaran hidup, juga materi yang tak
mungkin bisa terbalaskan. Jasa-jasamu kan selalu ku kenang hingga akhir hayatku
dan semoga Allah menjadikan jasa-jasamu sebagai amalan soleh, Amin.
Selanjutnya ucapan terimakasih kepada:
1. Bapak Prof. DR. H. M. Nazir, M.A. selaku Rektor Universitas Islam Negeri
Sultan Syarif Kasim Riau.
2. Ibu Dra.Yenita Morena, M.Si. selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
3. Ibu Yuslenita Muda, M.Sc. selaku Ketua Jurusan Matematika Fakultas Sains
dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
4. Ibu Fitri Aryani, M.Sc. selaku koordinator sekaligus penguji I Tugas akhir
pada Jurusan Matematika yang telah banyak membantu, memberikan kritikan
dan saran serta dukungan dalam penulisan Tugas Akhir ini.
5. Bapak M.Soleh, M.Sc. selaku pembimbing Tugas Akhir pada Jurusan
Matematika yang telah banyak membantu, mengarahkan, mendukung, dan
membimbing penulis dalam penulisan Tugas Akhir ini dari awal proses
hingga laporan ini selesai.

ix

6. Bapak M.Nizam Muhaijir, S.Si. sebagai penguji II yang telah banyak
membantu, memberikan kritikan dan saran serta dukungan dalam penulisan
Tugas Akhir ini.
7. Bapak dan Ibu dosen Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.
8. Paman, Tante-tante, Adik-adikku, dan buat seluruh keluarga yang telah
memberikan doa, perhatian, kasih sayang serta motivasi untukku.
9. Teman-teman seperjuangan angkatan 2006 di Jurusan Matematika Fakultas
Sains dan Teknologi.
10. Senior-senior dan junior-junior di Jurusan Matematika Fakultas Sains dan
Teknologi.
11. Sahabat-sahabat terbaikku Devi, Tifah, Adri, Vira, Desi, Nafi, Jeldi, Parida,
Hendri, Yunus, kakak Wina, bang Jamil, bang Bambang, Mukti, dan Maya
yang selalu memberikan bantuan, motifasi dan masukan yang sangat berguna
dalam penulisan Tugas Akhir ini.
12. Seluruh pihak yang telah memberikan andil dalam proses penulisan Tugas
Akhir ini sampai selesai yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Penyusunan dan penulisan Tugas akhir ini penulis telah berusaha
semaksimal mungkin untuk menghindari kesalahan. Akhirnya penulis
mengharapkan kepada pembaca Tugas Akhir ini agar memberikan saran dan kritik
konstruktif. Semoga Tugas Akhir ini dapat memberikan konstribusi yang
bermanfaat. Amin.

Pekanbaru, 28 Juni 2011

Penulis

x

MENENTUKAN AKAR-AKAR DAN DISKRIMINAN PADA
PERSAMAAN KUARTIK

LAINA
NIM: 10654004479

Tanggal Sidang : 28 Juni 2011
Periode Wisuda : November 2011

Jurusan Matematika
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Jl. HR. Soebrantas No.155 Pekanbaru

ABSTRAK

Tugas akhir ini membahas tentang menentukan akar-akar dan diskriminan pada persamaan kuartik.
Persamaan kuartik merupakan persamaan polinomial dengan derajat tertinggi empat. Akar-akar
persamaan kuartik dapat ditentukan dengan formula Ferrari. Hasil pembahasan menunjukkan
bahwa jenis akar-akar tergantung pada nilai diskriminan.

Kata Kunci : Diskriminan Polinomial, Formula Ferrari, Persamaan Kuartik, Polinomial.

vii

DAFTAR ISI

Halaman
LEMBAR PERSETUJUAN .............................................................. ii
LEMBAR PENGESAHAN ............................................................... iii
LEMBAR HAK ATAS KEKAYAAN INTELEKTUAL ................... iv
LEMBAR PERNYATAAN .............................................................. v
LEMBAR PERSEMBAHAN ............................................................ vi
ABSTRAK ....................................................................................... vii
ABSTRACT ....................................................................................... viii
KATA PENGANTAR ...................................................................... ix
DAFTAR ISI .................................................................................... xi
DAFTAR SIMBOL .......................................................................... xiii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................. I-1
1.2 Rumusan Masalah ......................................................... I-2
1.3 Batasan Masalah ........................................................... I-2
1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian ...................................... I-2
1.4.1 Tujuan Penelitian ................................................. I-2
1.4.2 Manfaat Penelitian ............................................... I-3
1.5 Sistematika Penulisan ................................................... I-3
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Persamaan Polinomial ................................................... II-1
2.2 Diskriminan Polinomial ................................................ II-1
2.3 Persamaan Kubik Nested .............................................. II-3
2.4 Persamaan Kubik Depressed ......................................... II-3
2.5 Persamaan Bikuadratik ................................................ II-4
2.6 Menentukan Akar-akar Persamaan Kubik dengan
Formula Cardano ......................................................... II-4
2.7 Diskriminan Persamaan Kubik ...................................... II-11

xi

......... IV-1 4...... IV-1 BAB V PENUTUP 5............1 Kesimpulan ..2 Saran ...............................................................................................................2 Diskriminan Persamaan Kuartik ... III-1 BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN 4...........BAB III METODOLOGI PENELITIAN ....1 Akar-akar pada Persamaan Kuartik ................... V-1 5............................... V-1 DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP xii ..............................................

Persamaan kuadrat mempunyai bentuk umum: 𝑎2 𝑥 2 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎0 = 0. … . dengan nilai 𝐷 adalah: 𝐷 = 𝑎1 2 − 4𝑎2 𝑎0 Persamaan kubik merupakan persamaan polinomial dengan derajat tertinggi tiga. 𝑎1 . 𝑎0 konstanta riil. dengan 𝑎𝑛 ≠ 0 dan 𝑎𝑛 −1 .1 Latar Belakang Pada ilmu Aljabar dikenal istilah persamaan polinomial. BAB I PENDAHULUAN 1. persamaan kubik. 𝑎1 . Bentuk persamaan kuartik secara umum adalah I-1 . Untuk menentukan akar-akar persamaan kuadrat. Persamaan kuartik merupakan persamaan polinomial dengan derajat tertinggi empat.2 = 2𝑎2 Jenis-jenis akar dari persamaan kuadrat ditentukan oleh nilai diskriminannya. 𝑎0 konstanta riil. salah satunya digunakan rumus kuadratik. Metode untuk menentukan akar-akar persamaan kubik dikemukakan oleh Gerolamo Cardano dan biasa disebut formula Cardano atau Rumus Kubik. tetapi ada beberapa persamaan polinomial yang akar-akarnya tidak dapat ditebak sehingga perlu menggunakan metode lain. Ada beberapa persamaan polinomial yang sering muncul dalam matematika diantaranya adalah persamaan kuadrat. yaitu 𝑎2 ± 𝑎1 2 − 4𝑎2 𝑎0 𝑥1. 𝑎2 . dan persamaan kuartik. dengan 𝑎2 ≠ 𝑜 dan 𝑎2 . dengan 𝑎3 ≠ 𝑜 dan 𝑎3 . yang mempunyai bentuk umum : 𝑃 𝑥 = 𝑎𝑛 𝑥 𝑛 + 𝑎𝑛 −1 𝑥 𝑛−1 + ⋯ + 𝑎1 𝑥 + 𝑎0 . 𝑎0 konstanta riil. yang dinotasikan dengan 𝐷. Bentuk persamaan kubik secara umum adalah: 𝑎3 𝑥 3 + 𝑎2 𝑥 2 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎 = 0. 𝑎1 . Untuk mendapatkan akar-akar persamaan polinomial biasanya digunakan metode Horner.

𝑎1 . yaitu persamaan kuartik dengan menggunakan formula Ferrari.2 Rumusan Masalah Permasalahan yang akan dibahas pada tugas akhir ini.1 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk menentukan akar-akar dan diskriminan pada persamaan kuartik. 𝑎2 . 𝑎4 𝑥 4 + 𝑎3 𝑥 3 + 𝑎2 𝑥 2 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎 = 0. dengan 𝑎4 ≠ 0 dan 𝑎4 . 𝑎0 konstanta riil. maka penulis tertarik untuk melanjutkannya dengan memberi judul tugas akhir ini ”MENENTUKAN AKAR- AKAR DAN DISKRIMINAN PADA PERSAMAAN KUARTIK” 1. maka penulis mencoba membahas dan mengembangkan derajat pada tugas akhir tersebut. yaitu bagaimana menentukan akar-akar dan diskriminan pada persamaan kuartik. I-2 . Lodovico Ferrari dikenal sebagai penemu teknik Aljabar untuk menyelesaikan persamaan umum kuartik pada tahun 1540.4. 𝑎3 .3 Batasan Masalah Dalam menentukan akar-akar persamaan kuartik ini. Berdasarkan latar belakang di atas. Berdasarkan tugas akhir yang berjudul ”Menentukan Akar-akar dan Diskriminan pada Persamaan Kubik” tulisan Ani Fitri Rohani yang membahas tentang menentukan akar-akar dari persamaan kubik dan menentukan diskriminan 𝐷 serta pengaruhnya terhadap akar-akar kubik tersebut. Persamaan kuartik pertama kali dikemukakan oleh Matematikawan Jaina dan Astronom Bhaskara di India Kuno antara tahun 400 dan 200 sesudah masehi. 1. Oleh karena itu metode untuk menentukan akar-akar persamaan kuartik disebut formula Ferrari. 1. penulis hanya membatasi dengan menggunakan formula Ferrari.4 Tujuan dan Manfaat 1.

5 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan tugas akhir ini. Penulis dapat mengetahui lebih banyak tentang materi polinomial yang tentunya akan memberikan konstribusi untuk mempermudah dalam menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan polinomial. I-3 . BAB II Landasan Teori Berisi teori-teori yang mendukung tentang akar-akar dan diskriminan pada persamaan kuartik yaitu Persamaan Polinomial. BAB III Metodologi Penelitian Berisi mengenai studi pustaka atau literatur. batasan masalah.1. tujuan penelitian dan sistematika penulisan. 2. 1.4. maka manfaat yang dapat diambil adalah sebagai berikut: 1. yaitu dengan membaca buku-buku dan sumber-sumber lain yang berhubungan dengan akar- akar dan diskriminan pada persamaan kuartik . dan Persamaan Bikuartik.2 Manfaat Penelitian Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian yang telah dikemukakan di atas. Penulis mengharapkan dapat mengembangkan wawasan keilmuan dalam matematika khususnya mengenai persamaan polinomial. Diskriminan Polinomial. BAB IV Pembahasan Bab ini berisikan pemaparan dalam menentukan akar-akar persamaan kuartik dan diskriminannya. Persamaan Kubik Nested. Persamaan Kubik Depressed. perumusan masalah. adalah sebagai berikut : BAB I Pendahuluan Berisi tentang latar belakang masalah.

I-4 .BAB V Penutup Dalam bab ini akan diberikan kesimpulan dan saran.

Svante : 2010) Andaikan : 𝑃 𝑥 = 𝑎𝑛 𝑥 𝑛 + 𝑎𝑛−1 𝑥 𝑛−1 + ⋯ + 𝑎1 𝑥 + 𝑎0 . … . 𝑎1 berturut-turut disebut koefisien dari 𝑥 𝑛 . maka persamaan (2.2 (Janson. 𝑟𝑛 adalah akar-akar dari 𝑃 𝑥 pada perluasan bilangan riil. Sebuah polinomial dari derajat 𝑛 ≥ 1 dengan koefisien bilangan riil. Suku 𝑎0 dinamakan suku tetap. 2. … . Diskriminan Polinomial. … .1 Persamaan Polinomial Definisi 2. BAB II LANDASAN TEORI Landasan teori yang akan dibahas yaitu teori-teori pendukung yang terkait dan membantu untuk pembahasan dalam Bab IV. Ellis : 1981 ) Persamaan polinomial adalah persamaan suku banyak dalam x berderajat n. 𝑥 𝑛−1 . maka diskriminan dari 𝑃 𝑥 yaitu: 𝑛 2 𝑎𝑛2𝑛 −2 𝑟𝑖 − 𝑟𝑗 2. 𝑎𝑛 −1 . 2. 𝑎1 .2 Diskriminan Polinomial Definisi 2.… . Derajat persamaan polinomial dalam x adalah pangkat tertinggi dari x.1) dengan 𝑎𝑛 . 𝑎0 adalah suatu konstanta dan n bilangan bulat non negatif. Persamaan Kubik Depressed. II-1 . 𝑎𝑛 ≠ 0 (2. 𝑥. Pada persamaan polinomial tersebut 𝑎𝑛 .2 𝑖. Persamaan Kubik Nested. diantaranya Persamaan Polinomial.1 (Robert. dengan bentuk umum: 𝑃 𝑥 = 𝑎𝑛 𝑥 𝑛 + 𝑎𝑛 −1 𝑥 𝑛−1 + ⋯ + 𝑎1 𝑥 + 𝑎0 . Jika 𝑎𝑛 = 1. dan Persamaan Bikuartik.1) disebut polinomial monic. 𝑎𝑛−1 .𝑗 𝑖<𝑗 dengan 𝑟1 .

1 (Janson. 𝑃′ = 𝑅𝑛 . Pada kasus ini jika derajat 𝑃′ = 𝑘. Svante : 2010) Diberikan : 𝑃 𝑥 = 𝑎𝑛 𝑥 𝑛 + 𝑎𝑛−1 𝑥 𝑛−1 + ⋯ + 𝑎1 𝑥 + 𝑎0 . 𝑃′ . maka diskriminan dari 𝑃 𝑥 adalah: 1 𝑛 𝑛 −1 1 𝐷 𝑃 = −1 2 𝑅 𝑃.3 𝑎𝑛 Bukti : Diberikan persamaan polinomial dan turunannya terhadap 𝑥: 𝑃 𝑥 = 𝑎𝑛 𝑥 𝑛 + 𝑎𝑛 −1 𝑥 𝑛−1 + ⋯ + 𝑎1 𝑥 + 𝑎0 . 𝑃′ ) = 𝑎𝑛 𝑛−𝑘−2 𝑅𝑛.1 diketahui 𝑅 𝑃. Teorema 2. 𝑃′ 𝑥 = 𝑛𝑎𝑛 𝑥 𝑛−1 + (𝑛 − 1)𝑎(𝑛−1) 𝑥 (𝑛−2) + ⋯ + 𝑎1 .𝑘 𝑃. 𝑃′ 2. 𝑃 𝑥 = 𝑛𝑎𝑛−1 𝑥 𝑛−1 + (𝑛 − 1)𝑎𝑛−2 𝑥 𝑛−2 + ⋯ + 𝑎1 Pada teorema 2. 𝑃′ II-2 .Diskriminan juga dapat didefinisikan sebagai resultan dari 𝑃 𝑥 dan turunannya terhadap 𝑥. 𝑃′ ) adalah determinan dari matriks Sylvester orde 2𝑛 − 1 × 2𝑛 − 1 . maka matriks Sylvester dari 𝑃 dan 𝑃′ adalah: 𝑎𝑛 −1 𝑎𝑛 −2 ⋯ 𝑎1 𝑎0 0 0… 0 𝑎𝑛 𝑎𝑛 𝑎𝑛 −1 𝑎𝑛 −2 … 𝑎1 𝑎0 𝑎0 0 0 ⋮ ⋮ 0 ⋯ 0 𝑎𝑛 𝑎𝑛 −1 𝑎𝑛−2 ⋯ 𝑎1 𝑎1 𝑛𝑎𝑛 (𝑛 − 1)𝑎𝑛 −1 (𝑛 − 2)𝑎𝑛 −2 … 1𝑎1 0 ⋯ ⋯ 0 0 𝑛 (𝑛 − 1)𝑎𝑛 −1 (𝑛 − 2)𝑎𝑛 −2 ⋯ 1𝑎1 0 ⋯ 0 ⋮ ⋮ 0 0 … 0 𝑛𝑎𝑛 (𝑛 − 1)𝑎𝑛−1 (𝑛 − 2)𝑎𝑛−2 … 1𝑎1 Definisikan 𝑅 𝑃. maka: 𝑅𝑛 . Sebuah polinomial dari derajat 𝑛 ≥ 1 dengan koefisien bilangan riil. Pada umumnya. 𝑛−1 (𝑃. 𝑛 −1 (𝑃. derajat 𝑃′ (𝑥) = derajat 𝑃(𝑥) − 1 = 𝑛 − 1. Diberikan : 𝑃 𝑥 = 𝑎𝑛 𝑥 𝑛 + 𝑎𝑛−1 𝑥 𝑛−1 + ⋯ + 𝑎1 𝑥 + 𝑎0 .

6) dan substitusikan 𝑏 𝜇=𝑧− . (2. II-3 . (2.dengan 𝑘 = 𝑛 − 1. William : 1996 2. diperoleh: 𝑛 𝑛−1 /2 𝐷 𝑃 = −1 𝑎𝑛 𝑛−𝑘−2 𝑅 𝑃.4 Persamaan Kubik Depressed Diberikan persamaan kubik berikut: 𝑎3 𝜇3 + 𝑎2 𝜇2 + 𝑎1 𝜇 + 𝑎0 = 0.4) 2 2 2 8 Berdasarkan: Faucette. 𝑎3 ≠ 0 (2. 𝑃′ Sehingga 1 𝑛 𝑛−1 1 𝐷 𝑃 = −1 2 𝑅 𝑃. 5 𝛼 3 𝛼𝛾 𝛽 2 𝑦 3 + 𝛼𝑦 2 + 2𝛼 2 − 𝛾 𝑦 + − − = 0. (2.8) 3𝑎 27𝑎 3𝑎 Persamaan (2. dengan demikian berdasarkan definisi 2. 𝑃′ 𝑎𝑛 2.5) Dengan mengganti 𝑎3 = 𝑎. 𝑎1 = 𝑐 dan 𝑎0 = 𝑑 diperoleh: 𝑎𝜇3 + 𝑏𝜇2 + 𝑐𝜇 + 𝑑 = 0.2. (2.8) disebut persamaan kubik depressed.3 Persamaan Kubik Nested Diketahui bentuk persamaan kuartik depressed 𝑢4 + 𝛼𝑢2 + 𝛽𝑢 + 𝛾 = 0 Dapat diubah ke dalam bentuk persamaan kubik nested. 𝑎2 = 𝑏. 𝑃′ 1 𝑛 𝑛−1 𝐷 𝑃 = −1 2 𝑎𝑛 −1 𝑅 𝑃.7) 3𝑎 diperoleh 3 𝑏2 2𝑏3 𝑏𝑐 𝑎𝑧 + 𝑐 − 𝑧+ 𝑑+ 2 − = 0. 𝑃′ 1 𝑛 𝑛−1 𝐷 𝑃 = −1 2 𝑎𝑛 𝑛−(𝑛 −1)−2 𝑅 𝑃.

sehingga diperoleh persamaan baru 𝑎4 𝜌 2 + 𝑎 2 𝜌 + 𝑎0 = 0 (2. 𝑥4 = − 𝜌− .6) diganti sebagai 𝜇 =𝑧−𝜃 (2. persamaan tersebut diubah ke dalam bentuk yang lebih sederhana dengan menghilangkan variabel 𝜇2 . Supaya mudah untuk diselesaikan. 𝑥3 = + 𝜌− .11).6) menjadi 3 2 𝑎 𝑧−𝜃 +𝑏 𝑧−𝜃 +𝑐 𝑧−𝜃 +𝑑=0 𝑎 𝑧 3 − 3𝜃𝑧 2 + 3𝜃 2 𝑧 − 𝜃 3 + 𝑏 𝑧 2 − 2𝜃𝑧 + 𝜃 2 + 𝑐 𝑧 − 𝜃 + 𝑑 = 0 II-4 .6).9) Jika 𝑎3 = 𝑎1 = 0. maka 𝑎4 𝑥 4 + 𝑎2 𝑥 2 + 𝑎 0 = 0 (2.5 Persamaan Bikuadratik Diberikan persamaan kuartik: 𝑎4 𝑥 4 + 𝑎3 𝑥 3 + 𝑎2 𝑥 2 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎0 = 0 (2.11) Misalkan 𝜌+ dan 𝜌− menjadi akar persamaan (2.6 Menentukan Akar-akar Persamaan Kubik dengan Formula Cardano Formula Cardano bisa menjadi cara alternatif untuk menentukan akar-akar persamaan kubik jika akar-akarnya tidak dapat ditentukan dengan cara memfaktorkan.12) Sehingga persamaan (2. Pada persamaan (2.10) Persamaan (2.10) disebut persamaan bikuadratik. maka akar-akar persamaan (2. Misalkan 𝜇 dalam persamaan (2. 2. maka dimisalkan 𝜌 = 𝑥 2.2. 𝑥2 = − 𝜌+ .10) adalah 𝑥1 = + 𝜌+ .

13) 3𝑎 dengan 𝑧 adalah sembarang variabel.15 3𝑎2 9𝑎𝑏𝑐 − 27𝑑𝑎2 − 2𝑏3 𝑞= (2. misalkan: 3𝑎𝑐 − 𝑏2 𝑝= 2. 𝑎𝑧 3 + 𝑏 − 3𝜃𝑎 𝑧 2 + 3𝑎𝜃 2 − 2𝜃𝑏 + 𝑐 𝑧 + −𝑎𝜃 3 + 𝑏𝜃 2 − 𝑐𝜃 + 𝑑 = 0 𝑧 2 dapat dieliminasi dengan memisalkan: 𝑏 𝜃= .14 3𝑎2 27𝑎3 dari pesamaan (2.16) 27𝑎3 II-5 .14). sehingga: 3 3 𝑏 𝑏 𝑏2 𝑏3 𝑎𝜇 = 𝑎 𝑧 − = 𝑎 𝑧3 − 𝑧2 + 2 𝑧 − 3𝑎 𝑎 3𝑎 27𝑎3 𝑏2 𝑏3 = 𝑎𝑧 3 − 𝑏𝑧 2 + 𝑧− 3𝑎 27𝑎2 2 𝑏 2𝑏 𝑏2 𝑏𝜇2 = 𝑏 𝑧 − = 𝑏 𝑧2 − 𝑧+ 2 3𝑎 3𝑎 9𝑎 2𝑏2 𝑏3 = 𝑏𝑧 2 − 𝑧+ 2 3𝑎 9𝑎 𝑏 𝑏𝑐 𝑐𝜇 = 𝑐 𝑧 − = 𝑐𝑧 − 3𝑎 3𝑎 maka persamaan (2.6) akan menjadi 𝑏2 𝑏3 2𝑏2 𝑏3 𝑏𝑐 𝑎𝑧 3 − 𝑏𝑧 2 + 𝑧− 2 + 𝑏𝑧 2 − 𝑧 + 2 + 𝑐𝑧 − +𝑑=0 3𝑎 27𝑎 3𝑎 9𝑎 3𝑎 𝑏2 2𝑏2 𝑏3 𝑏3 𝑏𝑐 𝑎𝑧 3 + 𝑏 − 𝑏 𝑧 2 + − +𝑐 𝑧− 2 − 2 + −𝑑 =0 3𝑎 3𝑎 27𝑎 9𝑎 3𝑎 3 𝑏2 𝑏3 𝑏3 𝑏𝑐 𝑎𝑧 + 𝑐 − 𝑧− − + −𝑑 =0 3𝑎 27𝑎2 9𝑎2 3𝑎 3𝑎𝑐 − 𝑏2 3 9𝑎𝑏𝑐 − 27𝑑𝑎2 − 2𝑏3 𝑎𝑧 + 𝑧− =0 3𝑎 27𝑎2 3 3𝑎𝑐 − 𝑏2 9𝑎𝑏𝑐 − 27𝑑𝑎2 − 2𝑏3 𝑧 + 𝑧− =0 2. 3𝑎 dengan demikian nilai 𝜇 menjadi 𝑏 𝜇 =𝑧− (2.

21) 27 Misalkan: 𝑤 3 = 𝑓.23) 27 dengan menggunakan rumus persamaan kuadrat untuk menentukan akar-akar persamaan kuadrat.14) menjadi: 𝑧 3 + 𝑝𝑧 = 𝑞 (2. (2.21) menjadi 1 3 𝑓 2 − 𝑞𝑓 − 𝑝 =0.18) 3𝑤 Persamaan (2. persamaan (2.24) dapat ditulis 𝑓 = 𝑅 ± 𝑅2 + 𝑄3 . Misalkan 𝑧 pada persamaan (2. (2.17) adalah: 𝑝 𝑧=𝑤− ( 2.26) 2 maka persamaan (2. (2.25) 3 1 𝑅 = 𝑞. maka akar-akar dari persamaan (2.17) menjadi: 𝑝 3 𝑝 𝑤− +𝑝 𝑤− −𝑞 = 0 2.Sehingga persamaan (2.22) maka persamaan (2.19 3𝑤 3𝑤 3 𝑝3 𝑤 − −𝑞=0 (2.17) Persamaan (2.27) II-6 .23) menjadi 1 1 2 1 𝑓= 𝑞± 𝑞 + 𝑝3 (2.20) 27 𝑤 3 Selanjutnya.20) diubah ke dalam bentuk kuadrat dengan mengalikan kedua ruas dengan 𝑤 3 menjadi: 1 3 𝑤3 2 − 𝑝 − 𝑞 𝑤3 = 0 (2.24) 2 4 27 Misalkan 1 𝑄 = 𝑝. (2. (2.17) akan ditentukan akar-akarnya dengan mengubahnya ke dalam bentuk kuadrat.

29) ditambah dengan perkalian suatu konstanta dengan faktor 𝑧−𝐵 misalkan 𝐶 𝑧 − 𝐵 sehingga menjadi 𝑧 3 − 𝐵3 + 𝐶 𝑧 − 𝐵 = 𝑧 − 𝐵 𝑧 2 + 𝐵𝑧 + 𝐵2 + 𝐶 = 0 (2. Jika 𝑄 dan 𝑅 pada persamaan (2.Berdasarkan persamaan (2. Apabila ruas kiri dari persamaan (2.26) disubstitusikan ke dalam persamaan (2. Misalkan 𝐵 adalah sebarang konstanta riil yang memenuhi polinomial kubik sempurna 𝑧 3 − 𝐵3 = 𝑧 − 𝐵 𝑧 2 + 𝐵𝑧 + 𝐵2 (2.17) akan diperoleh 𝑧 3 + 3𝑄𝑧 − 2𝑅 = 0 (2.28) akan ditunjukkan 𝐵 memenuhi persamaan (2.32) akan diperoleh 𝐶 = 3𝑄 (2. atau 3 𝑤= 𝑅 ± 𝑅2 + 𝑄3 .29).28) akan diperoleh nilai 𝐵 II-7 .29) dapat difaktorkan dengan cara di atas apabila persamaan (2.29) Persamaan (2.30) Persamaan (2.34) Misal 𝐵 adalah jumlah dari kedua akar-akar persamaan (2. Jika nilai 𝑄 ≠ 0 maka kedua ruas dari persamaan (2.25) dan persamaan (2.29) mempunyai nilai 𝑄 = 0.28) Pada persamaan (2.33) 𝐵2 + 𝐵𝐶 = 2𝑅 (2.6).29) akan ditentukan ketiga akar-akarnya dengan memisalkan faktor- faktornya.22) maka 𝑤 3 = 𝑅 ± 𝑅2 + 𝑄3 .31) maka dikelompokkan menurut koefisien menjadi 𝑧 3 + 𝐶𝑧 − 𝐵3 + 𝐵𝐶 = 𝑧 − 𝐵 𝑧 2 + 𝐵𝑧 + 𝐵2 + 𝐶 =0 (2.28) belum dapat diketahui akar-akar dari persamaan kubik.29) sehingga 𝐵 merupakan salah satu faktor dari persamaan (2. Selanjutnya akan ditentukan ketiga faktor dari persamaan (2.29) ekivalen dengan persamaan (2.32) dapat diketahui bahwa 𝑧 − 𝐵 dan 𝑧 2 + 𝐵𝑧 + 𝐵2 + 𝐶 adalah masing-masing faktor dari 𝑧 3 + 𝐶𝑧 − 𝐵3 + 𝐵𝐶 . (2.32) Berdasarkan persamaan (2. Berdasarkan persamaan (2.

Pangkat tiga nya adalah 2 2 3 3 3 𝐵 = −2𝑄 + 𝑅 + 𝑅2 + 𝑄3 + 𝑅− 𝑅2 + 𝑄3 ×𝐵 2 2 3 3 = −2𝑄𝐵 + 𝑅+ 𝑅2 + 𝑄3 + 𝑅− 𝑅2 + 𝑄3 1 1 3 3 𝑅+ 𝑅2 + 𝑄3 + 𝑅− 𝑅2 + 𝑄3 = −2𝑄𝐵 + 𝑅 + 𝑅2 + 𝑄3 + 𝑅 − 𝑅2 + 𝑄3 + 𝑅 + 1 2 2 3 3 3 𝑅2 + 𝑄3 𝑅 − 𝑅2 + 𝑄3 + 𝑅 + 𝑅2 + 𝑄3 𝑅− 1 𝑅2 + 𝑄3 3 = −2𝑄𝐵 + 2𝑅 − 𝑄𝐵 = −3𝑄𝐵 + 2𝑅 (2.35) maka kuadrat dari 𝐵 adalah 1 1 2 3 3 𝐵2 = 𝑅 + 𝑅2 + 𝑄3 + 𝑅 − 𝑅2 + 𝑄3 2 2 1 3 2 2 3 3 = 𝑅+ 𝑅2 + 𝑄3 +2 𝑅 − 𝑅 +𝑄 3 + 𝑅− 𝑅2 + 𝑄3 2 2 3 3 = 𝑅+ 𝑅2 + 𝑄3 + 𝑅− 𝑅2 + 𝑄3 − 2𝑄.36) Jika persamaan (2.29). 1 1 3 3 𝐵= 𝑅+ 𝑅2 + 𝑄3 + 𝑅− 𝑅2 + 𝑄3 .29) sehingga dapat ditulis 1 1 3 3 𝑧1 = 𝑅 + 𝑅2 + 𝑄3 + 𝑅− 𝑅2 + 𝑄3 (2. (2. Jadi 𝐵 merupakan salah satu akar dari persamaan (2.32).36) disubstitusikan ke dalam persamaan (2. ini membuktikan bahwa 𝑧 − 𝐵 merupakan faktor dari persamaan (2. untuk faktor lainnya yaitu: II-8 .29).37) Selanjutnya lihat kembali persamaan (2.35) dan persamaan (2.29) maka akan diperoleh: −3𝑄𝐵 + 2𝑅 + 3𝑄𝐵 − 2𝑅 = 0 Nilai 𝐵 memenuhi persamaan (2.

𝑧 2 + 𝐵𝑧 + 𝐵2 + 𝐶 = 0 dapat ditentukan akar-akarrnya dengan menggunakan rumus persamaan kuadrat: 1 𝑧2.38) Persamaan (2.38) dapat ditulis 1 1 𝑧2.3 = − 𝐵 ± 3 𝑖𝐴. (2. dari persamaan (2. Misalkan A adalah selisih dari 𝑤1 dan 𝑤2 maka diperoleh 1 1 3 3 𝐴= 𝑅+ 𝑅2 + 𝑄3 − 𝑅− 𝑅2 + 𝑄3 (2.28).3 = 2 −𝐵 ± 𝐵2 − 4 𝐵2 + 𝐶 1 = 2 −𝐵 ± 𝐵2 − 4𝐵2 − 12𝑄 1 1 = − 2 𝐵 ± 2 −3𝐵2 − 12𝑄 1 1 = − 2 𝐵 ± 2 3 𝑖 𝐵2 + 4𝑄 (2. bentuk ini masih dapat di sederhanakan dengan menggunakan selisih dari akar- akar persamaan (2.43) Berdasarkan persamaan (2.42) 3 𝑇= 𝑅− 𝐷 (2.41).35) dapat dimisalkan menjadi 3 𝑆= 𝑅+ 𝐷 (2.41) dengan 𝐷 adalah diskriminan dari persamaan polinomial kubik.37) dan persamaan (2.39).35) dan persamaan (2.40) 2 2 Definisikan 𝐷 = 𝑅2 + 𝑄3 (2.38) adalah akar-akar dari persamaan (2. maka persamaan (2. diperoleh II-9 .29).39) 1 1 2 3 3 𝐴2 = 𝑅 + 𝑅2 + 𝑄3 − 𝑅 − 𝑅2 + 𝑄3 2 2 2 3 2 2 3 3 = 𝑅+ 𝑅2 + 𝑄3 −2 𝑅 − 𝑅 +𝑄 3 + 𝑅− 𝑅2 + 𝑄3 2 2 3 3 = 𝑅 + 𝑅2 + 𝑄3 + 𝑅 − 𝑅2 + 𝑄3 + 2𝑄 = 𝐵2 + 4𝑄. Sehingga persamaan (2.

maka diperoleh 𝑏 𝜇1 = − + 𝑆+𝑇 .6 telah diketahui akar-akar persamaan kubik. Jika 𝐷 = 0.44) 3𝑎 𝑏 1 1 𝜇2 = − − 𝑆+𝑇 + 3𝑖 𝑆 − 𝑇 (2. sehingga akar- akarnya menjadi 1 𝜇1 = − 𝑏 + 𝑆 + 𝑇 3 1 1 1 𝜇2 = − 𝑏 + 𝑆 + 𝑇 + 3𝑖 𝑆 − 𝑇 3 2 2 1 1 1 𝜇3 = − 𝑏 − 𝑆 + 𝑇 − 3𝑖 𝑆 − 𝑇 . Jika 𝐷 > 0. 𝐵 =𝑆+𝑇 𝐴=𝑆−𝑇 Selanjutnya persamaan (2. 2 2 1 1 𝑧3 = − 2 𝑆 + 𝑇 − 2 3𝑖 𝑆 − 𝑇 . satu diantaranya riil dan dua diantaranya kompleks.17).7 Diskriminan Persamaan Kubik Berdasarkan Sub bab 2.45) 3𝑎 2 2 𝑏 1 1 𝜇3 = − − 𝑆+𝑇 − 3𝑖 𝑆 − 𝑇 (2. maka akar-akar persamaan kubik memiliki tiga akar riil dan dua diantaranya bernilai sama. sehingga akar-akarnya menjadi II-10 . (2. maka dapat diketahui bagaimana pengaruh diskriminan 𝐷 pada akar-akar persamaan kubik 1. Setelah diperoleh akar-akar persamaan kubik dalam bentuk persamaan (2. Sehingga persamaan (2.13). jika nilai 𝑧 di subsitusikan kedalam persamaan (2.46) 3𝑎 2 2 2. 3 2 2 2.37) dapat ditulis 𝑧1 = 𝑆 + 𝑇. didapat: 1 1 𝑧2 = − 𝑆+𝑇 + 3𝑖 𝑆 − 𝑇 .40). maka akar-akar persamaan kubik memiliki tiga akar-akar yang berlainan.

dipunyai 4𝑐𝑜𝑠 3 𝜃 − 3 cos 𝜃 = 𝑐𝑜𝑠 3𝜃 (2. misalkan 1 𝑧 = 2 −𝑄 𝑐𝑜𝑠 𝜃 (2.47) ke dalam persamaan (2. 3 3 Berdasarkan persamaan (2.49) Persamaan (2. maka akar-akar persamaan kubik diubah dahulu ke bentuk polar.26) diperoleh: 3 1 1 2 −𝑄 𝑐𝑜𝑠 𝜃 + 3𝑄 2 −𝑄 𝑐𝑜𝑠 𝜃 − 2𝑅 = 0 3 3 3 1 1 8 −𝑄 𝑐𝑜𝑠 3 𝜃 − 6 −𝑄 −𝑄 cos 𝜃 − 2𝑅 = 0 3 3 3 1 3 1 8 −𝑄 𝑐𝑜𝑠 3 𝜃 − 6 −𝑄 cos 𝜃 − 2𝑅 = 0 (2.51) −𝑄 Berdasarkan persamaan (2.17) Dengan menggunakan substitusi trigonometri.25) dan persamaan (2.49) dapat juga ditulis 1 1 1 4𝑐𝑜𝑠 3 𝜃 − 3 cos 𝜃 = 𝑐𝑜𝑠 3 𝜃 = 𝑐𝑜𝑠𝜃 3 3 3 Sehingga persamaan (2.50) 𝑅 𝑐𝑜𝑠𝜃 = 3 (2. 1 𝜇1 = − 𝑏 + 𝑆 + 𝑇 3 1 1 𝜇2 = − 𝑏 − 𝑆 + 𝑇 3 2 1 1 𝜇3 = − 𝑏 − 𝑆 + 𝑇 .48) 3 3 Selanjutnya. sehingga menjadi: 3 1 1 2 −𝑄 𝑐𝑜𝑠 𝜃 + 𝑝 2 −𝑄 𝑐𝑜𝑠 𝜃 − 𝑞 = 0. Pandang kembali persamaan (2.47) 3 Substitusikan persamaan (2. 3 2 3. Jika 𝐷 < 0.51) diatas dapat ditentukan nilai 𝜃 𝑅 𝜃 = 𝑐𝑜𝑠 −1 3 −𝑄 II-11 .48) menjadi: 3 2 −𝑄 𝑐𝑜𝑠𝜃 = 2𝑅 (2.17).

Sementara itu persamaan (2.13) dapat diperoleh akar-akar dari bentuk umum persamaan (2.17) menjadi 𝜃 𝜇1 = 2 −𝑄𝑐𝑜𝑠 (2. maka akar-akar persamaan kubik mempunyai tiga akar-akar riil yang berlainan. jika 𝐷 < 0.54) 3 Berdasarkan persamaan (2.52) 3 Dua akar-akar lainnya dapat diketahui yaitu 𝜃 + 2𝜋 𝜇2 = 2 −𝑄𝑐𝑜𝑠 (2.53) 3 𝜃 + 4𝜋 𝜇3 = 2 −𝑄𝑐𝑜𝑠 (2.47) dapat ditentukan akar-akar dari persamaan (2.6) menjadi 𝜃 𝑏 𝜇1 = 2 −𝑄𝑐𝑜𝑠 − 3 3𝑎 𝜃 + 2𝜋 𝑏 𝜇2 = 2 −𝑄𝑐𝑜𝑠 − 3 3𝑎 𝜃 + 4𝜋 𝑏 𝜇3 = 2 −𝑄𝑐𝑜𝑠 − 3 3𝑎 Jadi. II-12 .

2) Menentukan akar-akar persamaan kuartik dengan formula Ferrari. Selanjutnya setelah didapat nilai 𝑦 dapat diperoleh akar-akar persamaan kuartik. BAB III METODELOGI PENELITIAN Metodologi penelitian yang penulis gunakan adalah studi literatur dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Menentukan persamaan kuartik. 3) Menentukan diskriminan persamaan kuartik. selanjutnya diubah ke bentuk persamaan kubik nested. setelah didapat akar-akar persamaan kuartik selanjutnya dapat ditentukan diskriminannya menggunakan rumus polinomial yaitu mencari diskriminan dari matriks Sylvester ordo (2𝑛 − 1) × 2𝑛 − 1 . Langkah-langkah metodologi penelitian di atas dapat digambarkan dalam flow chart sebagai berikut: III-1 . Untuk mempermudah penyelesaian pada kubik depressed mengganti variabel 𝑦 menjadi variabel 𝑣. pertama mengubah persamaan kuartik ke bentuk monic. kemudian menghasilkan persamaan kuartik depressed.

𝒏 = 𝟒 𝒂𝒏 KUBIK NESTED KUBIK DEPRESSED PERSAMAAAN y 𝑹 𝑷.1 Flow chat metode penelitian III-2 . 𝑷′ = DETERMINAN MATRIKS SYLVESTER ORDO AKAR-AKAR 𝟐𝒏 − 𝟐 × (𝟐𝒏 − 𝟏) PERSAMAAN KUARTIK HASIL SELESAI Gambar 3. MULAI PERSAMAAN KUARTIK MENENTUKAN AKAR-AKAR MENENTUKAN DISKRIMINAN PERSAMAAN KUARTIK PERSAMAAN KUARTIK DENGAN FORMULA FERRARI MENGUBAH KUARTIK KE MONIC KUARTIK DEPRESSED 𝟏 .

1) mempunyai empat akar-akar yang dinotasikan dengan 𝑥1 . 𝑎0 adalah konstanta riil. 𝑥3 dan 𝑥4 . 𝑥2 . dan Sub bab kedua berisi tentang diskriminan dan jenis akar-akar persamaan kuartik. Berikut ini akan diuraikan formula Ferrari untuk menentukan akar-akar persamaan kuartik dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. 𝑎3. Bab ini terdiri dari dua Sub bab. Persamaan 4. dan 𝑎4 ≠ 0 Persamaan (4.1 Akar-akar pada Persamaan Kuartik Persamaan kuartik adalah persamaan polinomial berderajat empat. yaitu Sub bab pertama berisi tentang menentukan akar-akar pada persamaan kuartik. Formula Ferrari bisa menjadi cara alternatif untuk menentukan akar-akar persamaan kuartik. 4. BAB IV PEMBAHASAN Pada bab ini akan dijelaskan tentang menentukan akar-akar persamaan kuartik dan menentukan diskriminan serta pengaruhnya terhadap akar-akar persamaan kuartik.1 diubah ke dalam bentuk monic yaitu dengan membagi konstanta riil dengan 𝑎4 . sehingga menjadi 𝑎3 3 𝑎2 2 𝑎1 𝑎0 𝑥4 + 𝑥 + 𝑥 + 𝑥+ =0 (4. dengan bentuk umum dalam variabel 𝑥 sebagai berikut: 𝑎4 𝑥 4 + 𝑎3 𝑥 3 + 𝑎2 𝑥 2 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎0 = 0 (4.1) dengan 𝑎4 . 𝑎2. 𝑎1.2) 𝑎4 𝑎4 𝑎4 𝑎4 IV-1 .

2). dengan menggunakan perkalian binomial untuk masing-masing suku.3) 4𝑎4 Sehingga persamaan (4. 8𝑎4 2𝑎4 2 𝑎4 −3𝑎3 4 𝑎3 2 𝑎2 𝑎3 𝑎1 𝑎0 𝛾= + − + . Agar menghasilkan persamaan kuartik depressed.2. 8𝑎4 2 𝑎4 𝑎3 3 𝑎3 𝑎2 𝑎1 𝛽= − + . misalkan: −3𝑎3 2 𝑎2 𝛼= + . variabel 𝑥 3 dieliminasi dengan mensubstitusikan bentuk 𝑎3 𝑥=𝑢− (4. sehingga: −3𝑎 3 2 𝑎2 𝑎3 3 𝑎3 𝑎2 𝑎1 −3𝑎 3 4 𝑎3 2 𝑎2 𝑎3 𝑎1 𝑢4 + + 𝑢2 + 3 − 2 + 𝑢+ 4 + 3 − + 8𝑎 4 𝑎4 8𝑎 4 2𝑎 4 𝑎4 256𝑎 4 16𝑎 4 4𝑎 4 2 𝑎0 =0 𝑎4 Untuk memudahkan penulisan koefisien 𝑢. 256𝑎4 4 16𝑎4 3 4𝑎4 2 𝑎4 IV-2 . di peroleh 𝑎3 6𝑎 3 4𝑎 3 3 𝑎3 4 𝑎3 3𝑎 3 𝑢4 − 𝑢3 + 2 𝑢2 − 3𝑢 + 4 + 𝑢3 − 𝑢2 + 𝑎4 16𝑎 4 64𝑎 4 256𝑎 4 𝑎4 4𝑎 4 3𝑎 3 2 𝑎3 3 𝑎2 𝑎3 𝑎3 2 𝑎1 𝑎3 𝑎0 2 𝑢− 3 + 𝑢2 − 𝑢− 2 + 𝑢− + =0 16𝑎 4 64𝑎 4 𝑎4 2𝑎 4 16𝑎 4 𝑎4 4𝑎 4 𝑎4 Kelompokkan variabel dengan derajat yang sama. menjadi 𝑎3 4 𝑎3 𝑎3 3 𝑎2 𝑎3 2 𝑎1 𝑎3 𝑎0 𝑢− + 𝑢− + 𝑢− + 𝑢− + =0 4𝑎4 𝑎4 4𝑎4 𝑎4 4𝑎4 𝑎4 4𝑎4 𝑎4 Selanjutnya.

5) Persamaan (4. yang dinamakan dengan formula Ferrari Misalkan: 𝑢2 + 𝛼 2 = 𝑢4 + 2𝛼𝑢2 + 𝛼 2 𝑢2 + 𝛼 2 − 𝑢4 − 2𝛼𝑢2 = 𝛼 2 (4.4) menjadi persamaan bikuartik.4) adalah persamaan kuartik depressed.4) Persamaan (4. sehingga didapat persamaan kubik depressed 𝑢3 + 𝛼𝑢 + 𝛽 = 0.6) IV-3 . Selanjutnya persamaan kuartik depressed diubah ke bentuk persamaan kubik nested.4). dengan menggunakan metode yang ditentukan oleh Ferrari. 3. Salah satu akarnya adalah 𝑢 = 0 dan akar-akar lainnya dapat ditentukan dengan membagi persamaan dengan 𝑢. Akar-akarnya dapat ditentukan dengan menggunakan substitusi variabel dengan rumus kuadratik. Untuk 𝛽 = 0 maka persamaan (4. Persamaan kubik depressed dapat ditentukan akar-akarnya dengan formula Cardano.Sehingga menghasilkan persamaan 𝑢4 + 𝛼𝑢2 + 𝛽𝑢 + 𝛾 = 0 (4.5) jika ditambahkan ke dalam persamaan (4. Jika 𝛾 = 0 maka persamaannya menjadi 𝑢4 + 𝛼𝑢2 + 𝛽𝑢 = 0. diperoleh 𝑢2 + 𝛼 2 − 𝑢4 − 2𝛼𝑢2 + 𝑢4 + 𝛼𝑢2 + 𝛽𝑢 + 𝛾 = 𝛼 2 + 0 𝑢2 + 𝛼 2 − 2𝛼𝑢2 + 𝛼𝑢2 + 𝛽𝑢 + 𝛾 = 𝛼 2 𝑢2 + 𝛼 2 − 𝛼𝑢2 + 𝛽𝑢 + 𝛾 = 𝛼 2 𝑢2 + 𝛼 2 + 𝛽𝑢 + 𝛾 = 𝛼𝑢2 + 𝛼 2 (4.

(4.12) IV-4 .9) ditambah ke dalam persamaan (4.6).8) ditambah bersama-sama masing- masing ruas.9) Persamaan (4.11) merupakan persamaan kuadrat sempurna.6) 𝑢2 + 𝛼 + 𝑦 2 − 𝑢2 + 𝛼 2 = (𝑢4 + 𝛼𝑢2 + 𝑦𝑢2 + 𝛼𝑢2 + 𝛼 2 + 𝛼𝑦 + 𝑦𝑢2 + 𝛼𝑦 + 𝑦 2 ) − (𝑢4 + 𝛼𝑢2 + 𝛼𝑢2 + 𝛼 2 ) = 2𝛼𝑢2 + 2𝑦𝑢2 + 2𝛼𝑦 + 𝑦 2 − 2𝛼𝑢2 = 2𝑦 𝑢2 + 𝛼 + 𝑦 2 = 2𝑦𝑢2 + 2𝑦𝛼 + 𝑦 2 (4.10) 𝑢2 + 𝛼 + 𝑦 2 = 𝛼 + 2𝑦 𝑢2 + 2𝑦𝛼 + 𝑦 2 + 𝛼 2 − 𝛽𝑢 − 𝛾 𝑢2 + 𝛼 + 𝑦 2 = 𝛼 + 2𝑦 𝑢2 − 𝛽𝑢 + 𝑦 2 + 2𝑦𝛼 + 𝛼 2 − 𝛾 (4.11) Langkah berikutnya adalah mencari nilai untuk 𝑦 sedemikian hingga sisi kanan persamaan (4.7) Diketahui: 0 = 𝛼 + 2𝑦 𝑢2 − 2𝑦𝑢2 − 𝛼𝑢2 (4.Langkah selanjutnya adalah menambahkan variabel 𝑦 ke dalam kuadrat sempurna di sisi kiri persamaan (4. menghasilkan 𝑢2 + 𝛼 + 𝑦 2 + 𝛽𝑢 + 𝛾 = 𝛼 + 2𝑦 𝑢2 + 2𝑦𝛼 + 𝑦 2 + 𝛼 2 (4.6).8) Selanjutnya. persamaan (4. Misalkan: 2 𝑠𝑢 + 𝑡 = 𝑠 2 𝑢2 + 2𝑠𝑡 𝑢 + 𝑡 2 . menghasilkan 𝑢2 + 𝛼 + 𝑦 2 − 𝑢2 + 𝛼 2 = 𝛼 + 2𝑦 𝑢2 − 𝛼𝑢2 + 2𝑦𝛼 + 𝑦 2 (4.7) dan persamaan (4. dan menyesuaikan dengan menambah variabel 2𝑦 ke dalam koefisien 𝑢2 di sisi kanan persamaan (4.

11) menjadi kuadrat sempurna. (4.14) menjadi 5 3 5 5 2 5 𝛼3 𝛼𝛾 𝛽2 𝑣−6𝛼 +2𝛼 𝑣 −6𝛼 + 2𝛼 2 − 𝛾 𝑣 − 6𝛼 + − − = 0.13) Untuk membuat sisi kanan persamaan (4. maka diskriminan pada sisi kanan persamaan (4.14) dinamakan dengan persamaan kubik nested. 4.11) harus sama dengan nol. diperoleh 2 2𝑠𝑡 − 4 𝑠2 𝑡 2 = 0 (4.15 6 sehingga persamaan (4. yaitu: 2 −𝛽 − 4 2𝑦 + 𝛼 𝑦 2 + 2𝑦𝛼 + 𝛼 2 − 𝛾 = 0 𝛽 2 − 4 2𝑦 3 + 5𝛼𝑦 2 + 4𝛼 2 − 2𝛾 𝑦 + 𝛼 3 − 𝛼𝛾 =0 𝛽2 + 2𝑦 3 + 5𝛼𝑦 2 + 4𝛼 2 − 2𝛾 𝑦 + 𝛼 3 − 𝛼𝛾 =0 4 𝛽2 2𝑦 3 + 5𝛼𝑦 2 + 4𝛼 2 − 2𝛾 𝑦 + 𝛼 3 − 𝛼𝛾 − =0 4 3 5 2 2 𝛼 3 𝛼𝛾 𝛽 2 𝑦 + 𝛼𝑦 + 2𝛼 − 𝛾 𝑦 + − − =0 4.16) 2 2 8 dengan menggunakan perkalian binomial masing-masing suku. Selanjutnya mengubah persamaan kubik nested ke persamaan kubik depressed dengan memisalkan 5 𝑦=𝑣− 𝛼. 4. memisalkan diskriminannya sama dengan nol.14 2 2 2 8 Persamaan (4.Selanjutnya. diperoleh IV-5 .

18) 12 108 3 8 Misalkan: 𝛼2 𝑚=− −𝛾. (4.19) disebut persamaan kubik depressed.20) 3𝑈 Persamaan (4. Persamaan (4. 12 𝛼3 𝛼𝛾 𝛽 2 𝑛=− + − . 5 25 125 5 5 25 𝑣 3 − 𝛼𝑣 2 + 𝛼2𝑣 − 𝛼 3 + 𝛼 𝑣 2 − 𝛼𝑣 + 𝛼2 + 2 12 216 2 3 36 5 𝛼3 𝛼𝛾 𝛽2 2𝛼 2 − 𝛾 𝑣− 𝛼 + − − = 0. Misalkan 𝑣 pada persamaan (4.18) menjadi 𝑣 3 + 𝑚𝑣 + 𝑛 = 0 (4.21) 3𝑈 3𝑈 Dengan menggunakan perkalian binomial IV-6 .19) Persamaan (4.19) adalah: 𝑚 𝑣 =𝑈− (4. (4.19) akan ditentukan akar-akarnya dengan mengubah ke dalam bentuk kuadrat.17) 6 2 2 8 dengan mengelompokkan variabel 𝑣 untuk derajat yang sama. 5.19) menjadi 𝑚 3 𝑚 𝑈− +𝑚 𝑈− +𝑛=0 (4. diperoleh 𝛼2 𝛼3 𝛼𝛾 𝛽 2 𝑣3 + − −𝛾 𝑣+ − + − = 0. 108 3 8 sehingga persamaan (4.

27 IV-7 . sehingga didapat persamaan 𝑚3 𝑚2 𝑚2 𝑈3 − − 𝑚𝑈 + 𝑚𝑈 + − +𝑛 =0 27𝑈 3 3𝑈 3𝑈 3 𝑚3 𝑈 − +𝑛 =0 27𝑈 3 𝑚3 𝑈3 − +𝑛=0 (4. mengelompokkan variabel 𝑢 dengan derajat yang sama. (4. menjadi 3 3 𝑚3 𝑈 3 𝑈 𝑈 − + 𝑛 𝑈3 = 0 27 𝑈 3 6 𝑚3 𝑈 − + 𝑛𝑈 3 = 0 27 𝑚3 𝑈3 2 − + 𝑛𝑈 3 = 0 .24) maka persamaan (4.23) menjadi: 2 𝑚3 𝐿 − + 𝑛𝐿 = 0 .23) 27 Misalkan 𝑈 3 = 𝐿. 3 𝑚3 𝑚2 𝑚2 𝑈 − 𝑚𝑈 − + + 𝑚𝑈 − +𝑛 = 0 27𝑈 3 3𝑈 3𝑈 Selanjutnya.22) 27𝑈 3 Persamaan (4.22) diubah ke bentuk kuadrat dengan mengalikan kedua ruas dengan 𝑈 3 . (4.

substitusikan persamaan (4.26). IV-8 . (4.26 2 4 27 Berdasarkan persamaan (4.25) adalah persamaan kuadratik. (4.24).28) merupakan penyelesaian dari persamaan kubik nested. Selanjutnya.20) ke dalam persamaan (4.27) 2 4 27 Berdasarkan persamaan (4.28) 6 3𝑈 Persamaan (4. sehingga didapat persamaan 5 𝑚 𝑦 =− 𝛼+𝑈− .25) dapat ditentukan akar-akarnya. maka persamaan (4. 2 𝑚3 𝐿 + 𝑛𝐿 − = 0. maka persamaan (4. yaitu: 4𝑚3 −𝑛 ± 𝑛2 + 27 𝐿= 2 𝑛 𝑛2 𝑚3 𝐿=− ± + 4.25) 27 Persamaan (4.26) menjadi 1 1 2 𝑚3 𝑈3 = − 𝑛 ± 𝑛 + 2 4 27 3 1 1 2 𝑚3 𝑈= − 𝑛± 𝑛 + (4. persamaan (4.15).27) menjadi 3 𝑈= 𝐿. Dengan menggunakan rumus kuadratik.

33) adalah persamaan kuadrat dalam bentuk variable 𝑢. 2 2 2 2 −𝛽 𝛼 + 2𝑦 𝑢 + −𝛽 𝑢 + 𝑦 + 2𝑦𝛼 + 𝛼 − 𝛾 = 𝛼 + 2𝑦 𝑢 + (4.30) 2 𝛼 +2𝑦 Persamaan (4.29) 2 𝑠2 sehingga.12) adalah kuadrat sempurna dalam bentuk: 2 2𝑠𝑡 𝑠 2 𝑢2 + 2𝑠𝑡 𝑢 + 𝑡 2 = 𝑠2 𝑢+ .28).31) memiliki sepasang kuadrat sempurna.32) 2 𝛼 + 2𝑦 Jika variabel 𝑢 dikelompokkan menurut derajatnya. maka diperoleh 𝛽 𝑢2 + ∓𝑠 𝛼 + 2𝑦 𝑢 + 𝛼 + 𝑦±𝑠 =0 (4. sekarang dapat diketahui bahwa sisi kanan persamaan (4. Selanjutnya.33) 2 𝛼 + 2𝑦 Persamaan (4. sehingga 𝛽 𝑢2 + 𝛼 + 𝑦 = ± 𝛼 + 2𝑦 𝑢 − (4. akar-akar persamaan kuartik dapat ditentukan dengan 𝑦 pada persamaan (4. solusinya adalah IV-9 .31) 2 𝛼 + 2𝑦 Persamaan (4. (4.11) menjadi 2 𝛽 𝑢2 + 𝛼 + 𝑦 2 = 𝛼 + 2𝑦 𝑢 − (4.6.

Dari persamaan (4.36) menjadi 2𝛽 𝑎3 ±𝑠 𝐻±𝑡 − 3𝛼 + 2𝑦±𝑠 𝐻 𝑥=− + (4.3) dan persamaan (4.37) 4𝑎4 2 IV-10 .36) 4𝑎4 2 Misalkan: 𝐻= 𝛼 + 2𝑦 Sehingga persamaan (4.34) 2 Persamaan (4.35).34) disederhanakan. sehingga didapat 2𝛽 ±𝑠 𝛼 + 2𝑦±𝑡 − 3𝛼 + 2𝑦±𝑠 𝛼 + 2𝑦 𝑢= . (4.35) adalah penyelesaian dari persamaan kuartik.35) 2 Persamaan (4. 𝛽 ±𝑠 𝛼 + 2𝑦±𝑡 𝛼 + 2𝑦 − 4 𝛼 + 𝑦±𝑠 2 𝛼 + 2𝑦 𝑢= (4. diperoleh persamaan 2𝛽 ±𝑠 𝛼 + 2𝑦±𝑡 − 3𝛼 + 2𝑦±𝑠 𝑎3 𝛼 + 2𝑦 𝑥+ = 4𝑎4 2 2𝛽 ±𝑠 𝛼 + 2𝑦±𝑡 − 3𝛼 + 2𝑦±𝑠 𝑎3 𝛼 + 2𝑦 𝑥=− + (4.

akan diperoleh akar-akar persamaan kuartik dari variable 𝑥 sebagai berikut: 2𝛽 𝑎3 𝐻 + − 3𝛼 + 2𝑦 + 𝐻 𝑥1 = − + (4. Jika persamaan (4. 𝑃′ .2 Diskriminan Persamaan Kuartik Diberikan persamaan kuartik dan turunannya 𝑃 𝑥 = 𝑎4 𝑥 4 + 𝑎3 𝑥 3 + 𝑎2 𝑥 2 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎0 𝑃′ 𝑥 = 4𝑎4 𝑥 3 + 3𝑎3 𝑥 2 + 2𝑎2 𝑥 + 𝑎1 Berdasarkan persamaan (2.37) penyelesaian dari persamaan kuartik. 𝑃′ . 𝑃′ .40) 4𝑎4 2 2𝛽 𝑎3 −𝐻 − − 3𝛼 + 2𝑦 − 𝐻 𝑥4 = − + (4. 𝑎4 1 = 𝑅 𝑃. 𝑎4 IV-11 .2) dapat ditentukan 1 4(4−1) 1 𝐷4 = −1 2 𝑅 𝑃.37) diuraikan.39) 4𝑎4 2 2𝛽 𝑎3 −𝐻 + − 3𝛼 + 2𝑦 − 𝐻 𝑥3 = − + (4.41) 4𝑎4 2 4.Persamaan (4. 𝑃′ 𝑎4 1 4(4−1) 1 = −1 2 𝑅 𝑃. 𝑎4 6 1 = −1 𝑅 𝑃.38) 4𝑎4 2 2𝛽 𝑎3 𝐻 − − 3𝛼 + 2𝑦 + 𝐻 𝑥2 = − + (4.

𝑃′ . 0 4𝑎4 3𝑎3 2𝑎2 1𝑎1 0 0 0 0 4𝑎4 3𝑎3 2𝑎2 1𝑎1 0 0 0 0 4𝑎4 3𝑎3 2𝑎2 1𝑎1 Sehingga. dengan menggunakan maple 13 diperoleh 𝑅 𝑃. Sehingga 1 𝐷4 = 𝑅 𝑃. 𝑃′ = 𝑎4 256𝑎0 3 𝑎4 3 − 192𝑎0 2 𝑎1 𝑎3 𝑎4 2 − 27𝑎0 2 𝑎3 4 + 144𝑎0 2 𝑎2 𝑎3 2 𝑎4 − 128𝑎0 2 𝑎2 2 𝑎4 2 + 16𝑎0 𝑎2 2 𝑎4 − 80𝑎0 𝑎1 𝑎2 2 𝑎3 𝑎4 + 18𝑎0 𝑎1 𝑎2 𝑎3 3 − 6𝑎0 𝑎1 𝑎3 2 𝑎4 + 144𝑎0 𝑎1 2 𝑎2 𝑎4 2 − 4𝑎0 𝑎2 2 𝑎3 2 − 4𝑎1 2 𝑎2 3 𝑎4 − 44𝑎1 3 𝑎3 3 − 27𝑎1 4 𝑎4 2 + 18𝑎1 3 𝑎2 𝑎3 𝑎4 + 𝑎1 2 𝑎2 2 𝑎3 2 . 𝑃′ =det 4𝑎 4 3𝑎3 2𝑎2 1𝑎1 0 0 0 .45) IV-12 .dengan 𝑎4 𝑎3 𝑎2 𝑎1 𝑎0 0 0 0 𝑎4 𝑎3 𝑎2 𝑎1 𝑎0 0 0 0 𝑎4 𝑎3 𝑎2 𝑎1 𝑎0 𝑅 𝑃. 𝑎4 1 𝐷4 = 𝑎 𝑎4 256𝑎0 3 𝑎4 3 − 192𝑎0 2 𝑎1 𝑎3 𝑎4 2 − 27𝑎0 2 𝑎3 4 + 144𝑎0 2 𝑎2 𝑎3 2 𝑎4 − 4 128𝑎0 2 𝑎2 2 𝑎4 2 + 16𝑎0 𝑎2 2 𝑎4 − 80𝑎0 𝑎1 𝑎2 2 𝑎3 𝑎4 + 18𝑎0 𝑎1 𝑎2 𝑎3 3 − 6𝑎0 𝑎1 𝑎3 2 𝑎4 + 144𝑎0 𝑎1 2 𝑎2 𝑎4 2 − 4𝑎0 𝑎2 2 𝑎3 2 − 4𝑎1 2 𝑎2 3 𝑎4 − 44𝑎1 3 𝑎3 3 − 27𝑎1 4 𝑎4 2 + 18𝑎1 3 𝑎2 𝑎3 𝑎4 + 𝑎1 2 𝑎2 2 𝑎3 2 𝐷4 = 256𝑎0 3 𝑎4 3 − 192𝑎0 2 𝑎1 𝑎3 𝑎4 2 − 27𝑎0 2 𝑎3 4 + 144𝑎0 2 𝑎2 𝑎3 2 𝑎4 − 128𝑎0 2 𝑎2 2 𝑎4 2 + 16𝑎0 𝑎2 2 𝑎4 − 80𝑎0 𝑎1 𝑎2 2 𝑎3 𝑎4 + 18𝑎0 𝑎1 𝑎2 𝑎3 3 − 6𝑎0 𝑎1 𝑎3 2 𝑎4 + 144𝑎0 𝑎1 2 𝑎2 𝑎4 2 − 4𝑎0 𝑎2 2 𝑎3 2 − 4𝑎1 2 𝑎2 3 𝑎4 − 44𝑎1 3 𝑎3 3 − 27𝑎1 4 𝑎4 2 + 18𝑎1 3 𝑎2 𝑎3 𝑎4 + 𝑎1 2 𝑎2 2 𝑎3 2 (4.

𝑃′ 𝑎4 6 1 = −1 𝑅 𝑃.2) dapat ditentukan 1 4(4−1) 1 𝐷4 = −1 2 𝑅 𝑃.Diskriminan 𝐷4 persamaan kuartik 𝑃 𝑥 = 𝑎4 𝑥 4 + 𝑎3 𝑥 3 + 𝑎2 𝑥 2 +𝑎1 𝑥+𝑎0 dapat juga ditentukan dengan menggunakan kuartik depressed: ∅ 𝑢 = 𝑢4 + 𝛼𝑢2 + 𝛽𝑢 + 𝛾 ∅′ 𝑢 = 4𝑢3 + 2𝛼𝑢 + 𝛽 Berdasarkan persamaan (2. 𝑃′ = det 4 0 2𝛼 𝛽 0 0 0 0 4 0 2𝛼 𝛽 0 0 0 0 4 0 2𝛼 𝛽 0 0 0 0 4 0 2𝛼 𝛽 Sehingga. maka rumus diskriminan 𝐷4 menjadi 𝐷4 = 𝑅 𝑃. 𝑃′ = −4𝛼 3 𝛽 2 − 27𝛽 4 + 16𝛼 4 𝛾 + 144𝛼𝛽 2 𝛾 − 128𝛼 2 𝛾 2 + 256𝛾 3 Oleh karena 𝑎4 = 1. 𝑃′ 𝑎4 1 = 𝑅 𝑃. 𝑃′ 𝐷4 = −4𝛼 3 𝛽 2 − 27𝛽 4 + 16𝛼 4 𝛾 + 144𝛼𝛽 2 𝛾 − 128𝛼 2 𝛾 2 + 256𝛾 3 dengan IV-13 . dengan menggunakan maple 13 diperoleh 𝑅 𝑃. 𝑃′ 𝑎4 1 4(4−1) 1 = −1 2 𝑅 𝑃. 𝑃′ 𝑎4 1 0 𝛼 𝛽 𝛾 0 0 0 1 0 𝛼 𝛽 𝛾 0 0 0 1 0 𝛼 𝛽 𝛾 𝑅 𝑃.

𝛾 > . setidaknya dua akarnya kembar 𝛼2 𝛼 < 0. −3𝑎3 2 𝑎2 𝛼= + . dua imajiner 𝛼2 𝛾= . 8𝑎4 2 𝑎4 𝑎3 3 𝑎3 𝑎2 𝑎1 𝛽= − + . 𝛾 > 0. akar − akarnya dua riil dan kembar. dua pasang akar − akarnya imajiner dan kembar 4 IV-14 . 2. akar − akarnya riil. 𝐷4 > 0. tiga kembar. dua riil dan dua imajiner. akar − akarnya riil 4 𝛼 ≥ 0. dua pasang akar − akarnya riil dan kembar 4 𝛼2 𝛾 = − . 12 𝛼 > 0. akar − akarnya imajiner 3. dua imajiner 4 𝛼2 𝛼2 − <𝛾< . 𝛾 > . akar − akarnya imajiner 4 𝛼2 𝛾< . 𝐷4 = 0. 256𝑎4 4 16𝑎4 3 4𝑎4 2 𝑎4 Jenis akar-akar persamaan kuartik sebagai berikut: Berdasarkan: Compare. 8𝑎4 2𝑎4 2 𝑎4 −3𝑎3 4 𝑎3 2 𝑎2 𝑎3 𝑎1 𝑎0 𝛾= + − + . 𝛼2 𝛼 < 0. hanya dua yang kembar 12 4 𝛼2 𝛾= . dua akar-akarnya riil dan kembar. 𝛽 ≠ 0. akar-akarnya berbeda. akar − akarnya riil. akar-akarnya berbeda. 𝛽 = 0. semua riil atau semua imajiner. 𝐷4 < 0. Dickson : 1914 1.

1 : Tentukan diskriminan dan akar-akar dari persamaan kuartik berikut 𝑥 4 + 6𝑥 2 − 60𝑥 + 36 = 0 Penyelesaian : Dari persamaan di atas diketahui: 𝑎4 = 1. 𝛾 > 0. 𝛾 = 0. dua akar-akarnya riil dan kembar. 256𝑎4 4 16𝑎4 3 4𝑎4 2 𝑎4 Sehingga diperoleh −3 0 2 6 𝛼= + 8 1 2 1 =0+6 =6 0 3 0(6) −60 𝛽= − 2 + 8 1 3 1 1 = 0 − 0 − 60 IV-15 . 8𝑎4 2𝑎4 2 𝑎4 −3𝑎3 4 𝑎3 2 𝑎2 𝑎3 𝑎1 𝑎0 𝛾= + − + . dua akar-akarnya riil dan kembar. dua imajiner 𝛾 = 0. 𝑎2 = 6. 𝛾 dengan rumus: −3𝑎3 2 𝑎2 𝛼= + . 𝛽. 𝑎3 = 0. 𝑎1 = −60. Contoh 4. empat akar-akarnya riil dan kembar. dua imajiner 𝛼 = 0. 8𝑎4 2 𝑎4 𝑎3 3 𝑎3 𝑎2 𝑎1 𝛽= − + . dan 𝑎0 = 36 Selanjutnya akan dicari nilai 𝛼.

= −60 −3 0 4 0 2. Berdasarkan pemaparan hasil. 𝛽. 108 3 8 Sehingga 6 2 𝑚=− − 36 12 IV-16 . 𝛾. 6 0.2). selanjutnya akan dicari nilai diskriminan dengan menggunakan rumus diskriminan polinomial (2. nilai 𝑃 dan 𝑄 akan didapat dengan rumus : 𝛼2 𝑚 =− −𝛾.1 36 𝛾= + − + 256 1 4 16 1 3 4 1 2 1 = 0 + 0 − 0 + 36 = 36 Setelah didapat nilai 𝛼. diperoleh : 𝐷 = −4𝛼 3 𝛽 2 − 27𝛽 4 + 16𝛼 4 𝛾 + 144𝛼𝛽 2 𝛾 − 128𝛼 2 𝛾 2 + 256𝛾 3 3 2 4 4 2 = −4 6 −60 − 27 −60 + 16 6 36 + 144 6 −60 36 − 128 2 2 3 6 36 + 256 36 = −3110400 − 349920000 + 746496 + 111974400 − 5971968 + 11943936 = −234337536 Diskriminan 𝐷4 persamaan kuartik −234337536 < 0 . 12 𝛼3 𝛼𝛾 𝛽 2 𝑛=− + − . maka akar-akar persamaan di atas terdiri dari dua riil dan dua imajiner. Selanjutnya akan dicari akar-akar persamaan kuartik.

20565 dan 𝑚 𝑣 = 𝑈− 3𝑈 (−39) = 7.20565 IV-17 . diperoleh 3 1 1 2 𝑃3 𝑈= 𝑄± 𝑄 + 2 4 27 3 3 1 1 2 −39 𝑈= −380 + −380 + 2 4 27 3 = 190 + 36100 + −2197 = 7.27 .20565 − 3 7. 36 =− − 36 12 = −3 − 36 = −39 6 3 6(36) −60 2 𝑛=− + − 108 3 8 216 216 3600 =− + − 108 3 8 = −380 dari persamaan 4.

80413) = −5 + 9. diperoleh 5 𝑚 𝑦=− 𝛼+𝑈− 6 3𝑈 5 = − 6 6 + 7.00979 = 4. 4. 4.00979 = 3. Sehingga diperoleh 𝑥1 .01958 − 32.74427.74427 + − 18 + 8.20565 − (−1. 𝑥2 . 𝑥3 dan 𝑥4 pada persamaan 4.09987 IV-18 .00979 𝐻= 𝛼 + 2𝑦 = 6 + 2 4. 4.02936 = 2 = 3.1 2 2(−60) 3.74427 =0+ 2 3.38 .28 .74427 + − 3 6 + 2(4.74427 + 6.0489 = 2 3.39 .40 .00979) + 3.80413 Berdasarkan persamaan 4.41 sebagai berikut: 2𝛽 0 𝐻 + − 3𝛼 + 2𝑦 + 𝐻 𝑥1 = − + 4. = 1.

0489 = 2 3.81013 𝐼 2𝛽 0 −𝐻 − − 3𝛼 + 2𝑦 − 𝐻 𝑥4 = − + 4.1 2 2(−60) 3.74427 − − 3 6 + 2(4.0489 = 2 −3.1 2 IV-19 .74427 + −58.01958 + 32.74427 =0+ 2 3.74427 + − 18 + 8.1 2 2(−60) −3.74427 + − 3 6 + 2 4.02936 = 2 = 0.01958 − 32.74427 =0+ 2 −3.00979) + 3.00979 − 3. 2𝛽 0 𝐻 − − 3𝛼 + 2𝑦 + 𝐻 𝑥2 = − + 4.87213 − 3.74427 − − 18 + 8.0685 = 2 = −1.64439 2𝛽 0 −𝐻 + − 3𝛼 + 2𝑦 − 𝐻 𝑥3 = − + 4.74427 − 6.

8𝑎4 2 𝑎4 𝑎3 3 𝑎3 𝑎2 𝑎1 𝛽= − + .01958 + 32.81013 𝐼 Diperoleh 𝑥1 dan 𝑥2 akar-akarnya riil. 8𝑎4 2𝑎4 2 𝑎4 −3𝑎3 4 𝑎3 2 𝑎2 𝑎3 𝑎1 𝑎0 𝛾= + − + .74427 − − 18 + 8.74427 =0+ 2 −3. 256𝑎4 4 16𝑎4 3 4𝑎4 2 𝑎4 Sehingga di peroleh −3 0 2 6 𝛼= + 8 1 2 1 IV-20 . 𝑥3 dan 𝑥4 akar-akarnya imajiner.87213 + 3.00979 − 3. 2(−60) −3. 𝑎2 = 6.74427 − − 3 6 + 2 4. 𝑎1 = 8.0685 = 2 = −1.2 : Tentukan diskriminan dan akar-akar dari persamaan kuartik berikut: 𝑥 4 + 6𝑥 2 + 8𝑥 + 21 = 0 Penyelesaian : Dari persamaan di atas diketahui: 𝑎4 = 1. 𝑎3 = 0.0489 = 2 −3.74427 − −58. Contoh 4. 𝑎0 = 21 Kemudian akan dicari nilai 𝛼. 𝛽. 𝛾 dengan rumus: −3𝑎3 2 𝑎2 𝛼= + .

𝛽. Dengan syarat jika 𝛼 ≥ 0. maka akar-akar persamaan di atas semua imajiner. 𝛾. selanjutnya akan dicari nilai diskriminan dengan menggunakan rumus diskriminan polinomial (2. =0+6 =6 0 3 0(6) 8 𝛽= − + 8 1 3 1 2 1 = 0−0+8 = 8 −3 0 4 0 2.1 21 𝛾= 4 + 3 − 2 + 256 1 16 1 4 1 1 = 0 + 0 − 0 + 21 = 21 Setelah didapat nilai 𝛼.2). Berdasarkan pemaparan hasil. nilai 𝑃 dan 𝑄 akan didapat dengan rumus : 𝛼2 𝑚=− −𝛾. 12 IV-21 . diperoleh: 𝐷 = −4𝛼 3 𝛽 2 − 27𝛽 4 + 16𝛼 4 𝛾 + 144𝛼𝛽 2 𝛾 − 128𝛼 2 𝛾 2 + 256𝛾 3 3 2 4 4 2 = −4 6 8 − 27 8 + 16 6 21 + 144 6 8 21 − 128 2 2 3 6 21 + 256 21 = −55296 − 110592 + 435456 + 1161216 − 2032128 + 2370816 Diskriminan 𝐷4 persamaan kuartik 1769427 > 0 . 6 0. Selanjutnya akan dicari akar-akar persamaan kuartik. maka semua akar-akarnya imajiner.

00000 + 2.27 . 𝛼3 𝛼𝛾 𝛽 2 𝑛=− + − . diperoleh 3 1 1 2 𝑃3 𝑈= 𝑄± 𝑄 + 2 4 27 3 3 1 1 2 −24 𝑈= 32 + 32 + 2 4 27 3 = 16 + 256 + −512 = 2.00000 𝐼 IV-22 . 108 3 8 Sehingga: 6 2 𝑚=− − 21 12 36 =− − 21 12 = −3 − 21 = −24 6 3 6(21) 8 2 𝑛=− + − 108 3 8 216 126 64 =− + − 108 3 8 = 32 dari persamaan 4.

00000 + 2. 4. 4.00000 + 0.1 2 2(−60) 2.00000 + 2.00000 − 2. 𝐼 + − 3 6 + 2(−1.38 .00000 𝐼 Berdasarkan persamaan 4.00000 + 0.dan 𝑚 𝑣 =𝑈− 3𝑈 (−24) = 2. 𝑥3 dan 𝑥4 pada persamaan 4.00000 𝐼) 6 = −1.41 sebagai berikut: 2𝛽 0 𝐻 + − 3𝛼 + 2𝑦 + 𝐻 𝑥1 = − + 4.00000 𝐼 = 2. 𝐼 Selanjutnya: 𝐻= 𝛼 + 2𝑦 = 6 + 2 −1.00000 + 0.00000 + 2.00000 𝐼 − 3 2.00000 + 0. 4.40 . diperoleh: 5 𝑚 𝑦=− 𝛼+𝑈− 6 3𝑈 5 =− 6 + 2. 𝐼 = 2. 𝑥2 .39 . 𝐼 =0+ 2 IV-23 .00000 + 0. 𝐼 Sehingga diperoleh 𝑥1 . 𝐼) + 2.00000 + 0.28 .00000 + 2.00000 𝐼 − (−2.

00000 + 2.00000 + 0.00000 + 0.1 2 2(−60) 2.872136644 + 3. 𝐼 − − 3 6 + 2 −1. 𝐼 =0+ 2 = −1. 𝐼 − 2.00000 + 0.00000 + 0.1 2 2(−60) 2. 𝐼 − 2. 𝑥3 dan 𝑥4 semuanya imajiner.1 2 2(−60) 2. 𝐼 =0+ 2 = −1.44948 𝐼 2𝛽 0 𝐻 − − 3𝛼 + 2𝑦 + 𝐻 𝑥2 = − + 4. 𝐼 =0+ 2 = 1.00000 + 0.810135337 𝐼 Diperoleh akar-akar 𝑥1 . 𝐼 + − 3 6 + 2 −1.41421 𝐼 2𝛽 0 −𝐻 − − 3𝛼 + 2𝑦 − 𝐻 𝑥4 = − + 4.00000 + 0.00000 + 1. 𝑥2 .00000 + 0.44948 𝐼 2𝛽 0 −𝐻 + − 3𝛼 + 2𝑦 − 𝐻 𝑥3 = − + 4.00000 − 2. 𝐼 − − 3 6 + 2(−1.41421 𝐼 = −1. IV-24 .00000 − 1.00000 + 0. 𝐼) + 2. = 1.00000 + 0.

Kesimpulan Berdasarkan pembahasan Bab IV maka diperoleh akar-akar persamaan kuartik 𝑎4 𝑥 4 + 𝑎3 𝑥 3 + 𝑎2 𝑥 2 + 𝑎1 𝑥 + 𝑎0 = 0 dengan menggunakan formula Ferrari adalah sebagai berikut: 2𝛽 𝑎3 𝑊 + − 3𝛼 + 2𝑦 + 𝑊 𝑥1 = − + 4𝑎4 2 2𝛽 𝑎3 𝑊 − − 3𝛼 + 2𝑦 + 𝑊 𝑥2 = − + 4𝑎4 2 2𝛽 𝑎3 −𝑊 + − 3𝛼 + 2𝑦 − 𝑊 𝑥3 = − + 4𝑎4 2 2𝛽 𝑎3 −𝑊 − − 3𝛼 + 2𝑦 − 𝑊 𝑥4 = − + 4𝑎4 2 dan diskriminan persamaan kuartik: 𝐷4 = −4𝛼 3 𝛽 2 − 27𝛽 4 + 16𝛼 4 𝛾 + 144𝛼𝛽 2 𝛾 − 128𝛼 2 𝛾 2 + 256𝛾 3 dengan −3𝑎3 2 𝑎2 𝛼= + . 8𝑎4 2 𝑎4 𝑎3 3 𝑎3 𝑎2 𝑎1 𝛽= − + .1. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. V-1 . 256𝑎4 4 16𝑎4 3 4𝑎4 2 𝑎4 Jenis-jenis Akar-akar persamaan kuartik ditentukan oleh nilai 𝐷. 8𝑎4 2𝑎4 2 𝑎4 −3𝑎3 4 𝑎3 2 𝑎2 𝑎3 𝑎1 𝑎0 𝛾= + − + .

5. V-2 . Saran Pada tugas akhir ini. penulis menyarankan pada pembaca yang ingin melanjutkan tugas akhir ini agar meneliti lebih lanjut menentukan akar-akar persamaan kuintik (polinomial berderajat lima) menggunakan formula yang lain. penulis hanya membahas menentukan akar-akar persamaan kuartik menggunakan formula Ferrari.2. Oleh karena itu.

Third Edition. Unri. and Gullick Denny. Addison-Wesley publishing Compani. 1914. Ellis Robert.1. John R “Math refresher for scientists and engineers” 2006 [Online] Available http://books. diakse 7 Juli 2010 Faucette. New York. 1973. New York. D.math. 2007 Vance. Inc. Inc. Edisi 5. Elementary Theory of Equations.com/books?id=75mAJPcAWT8C.edu/viewdoc/download?doi=10. Dickson. Pekanbaru. Inc.M. Svante “Resultant and Discriminant of Polynomial” Sept.psu. London. Inc. Printice-Hall.P.5574&rep=repl& type=pdf. [Online] Available http://www. Barter.pdf. diakses 20 September 2010 Janson. “Menentukan Akar-akar dan Diskriminan pada Persamaan Kubik”. A. DAFTAR PUSTAKA Burton. John Wiley & Sons. L.E.ist. Fanchi. . William Mark “A Geometri Interpretation of the Solution of the General Quartic Polynomial. William K. 2003.google. 2007. 1981. halaman 297-311. College Algebra and Trigonometry. diakses 16 Agustus 2010 Rohani.111. E.uu.1.F. 1996 [Online] Available http://citcseerx.se/~svante//papers/sjN5. Amsterdam. The History of Mathematics. Modern Algebra and Trigonometry.