You are on page 1of 2

Workflow dalam proses inversi seismik dan atribut seismik

Tahapan proses inversi seismik sampai atribut seismik :


1. Database, merupakan hasil dari pengolahan data seismik menggunakan data pendukung
yaitu letak sumur, data logging dan well pick.
2. Seismic- well tie, merupakan proses pengikatan data sumur dengan data seismik. Data
sumur yang dipakai menggunakansonic log (DT), density log (RHOB) dan checkshot.
3. Fault interpretation, melakukan pengidentifikasian terhadap bentukan – bentukan sesar
4. Horizon interpretation, melakukan pengidentifikasian terhadap bentukan – betukan
terhadap struktur secara horizontal.
5. Velocity Modeling, membuat sebuah model kecepatan
6. AVO (Amplitude VS Offset) Inversion, pada dasarnya teknik ini merupakan
perkembangan teknik inversi AI dengan tambahan juga memasukan informasi Vs selain
Vp. Sehingga asumsi awalnya tidak berlaku lagi dan data akan di sort berdasarkan offset.
(http://airar.wordpress.com/2011/05/02/inversi-avoava/ diakses pada Sabtu, 27 Februari
2016 pada pukul 20.35)
7. Attribute mapping, Teknologi atribut seismik dapat mengekstrak informasi dari data
seismik yang mula-mula “tersembunyi” pada display normal atau reflektivitas. Hal ini
sangat menambah arti pemanfaatan data seismik dalam bidang utama industri minyak-
gas bumi saat ini, yaitu prediksi, karakterisasi dan pemonitoran reservoir minyak-gas
bumi.
8. Well targeting, menargetkan sumur mana yang masih berpotensi atau mencari potensi –
potensi hidrokarbon berdasarkan proses – proses yang telah dilakukan.

Secara umum, atribut turunan waktu akan cenderung memberikan informasi perihal struktur,
sedangkan atribut turunan amplitudo lebih cenderung memberikan informasi perihal
stratigrafi dan reservoar.Peran atribut turunan frekuensi sampai saat ini belum betul-betul
dipahami, tapi banyak optimisme bahwa atribut ini akan menyediakan informasi tambahan
yang berguna perihal reservoar dan stratigrafi.