You are on page 1of 24

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut perhitungan WHO di negara-negara maju tiap
orang memerlukan air antara 60-120 liter per hari. Sedangkan di
negara-negara berkembang, termasuk Indonesia tiap orang
memerlukan air antara 30-60 liter per hari. Diantara kegunaan-
kegunaan air tersebut yang sangat penting adalah kebutuhan untuk
minum (termasuk untuk masak) air harus mempunyai persyaratan
khusus agar air tersebut tidak menimbulkan penyakit bagi manusia.
Pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat saat ini sangat
bervariasi. Di kota besar, dalam hal pemenuhan kebutuhan air
minum masyarakat juga mengkonsumsi air minum dalam kemasan
(AMDK), karena praktis dan dianggap lebih higienis. AMDK
diproduksi oleh industri melalui proses otomatis dan disertai dengan
pengujian kualitas sebelum diedarkan ke masyarakat. Akan tetapi,
pada beberapa tahun terakhir ini masyarakat merasa bahwa AMDK
semakin mahal, sehingga muncul alternatif lain yaitu air minum
yang diproduksi oleh depot air minum isi ulang (DAMIU). DAMIU
adalah badan usaha yang mengelola air minum untuk keperluan
masyarakat dalam bentuk curah dan tidak dikemas. Ditinjau dari
harganya air minum isi ulang (AMIU) lebih murah dari AMDK,
bahkan ada yang mematok harga hingga 1/4 dari harga AMDK.
Namun dari segi kualitasnya, masyarakat masih meragukan
karena belum ada informasi yang jelas dari segi proses maupun
peraturan tentang peredaran dan pengawasannya. Di Sulawesi Utara,
kasus diare lebih banyak dideteksi berdasarkan gejala klinis yaitu
sebesar 5,4% (Riskesdas, 2007). Penyakit diare termasuk dalam
penyakit yang menonjol di Sulawesi Utara dengan menduduki
peringkat ke 2 dan dengan jumlah kasus 32.589. Sedangkan di Kota

1
Manado kasus diare dideteksi yaitu sebesar 3,1%. ( DinkesSulut,
2008).
Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk
hajat hidup orang banyak, bahkan oleh semua mahkluk hidup. Oleh
karena itu, sumber daya air harus dilindungi agar tetap dapat
dimanfaatkan dengan baik oleh manusia serta mahkluk hidup yang
lain. Pemanfaatan air untuk berbagai kepentingan harus dilakukan
secara bijaksana,dengan memperhitungkan kepentingan generasi
sekarang maupun generasi mendatang (Effendi, 2003).
Masalah utama yang dihadapi oleh sumber daya air meliputi
kuantitas air yang sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan yang
terus meningkat dan kualitas air untuk keperluan domestic yang
semakin menurun. Kegiatan industri, domestik, dan kegiatan lain
berdampak negatif terhadap sumber daya air, antara lain
menyebabkan penurunan kualitas air. Kondisi ini dapat
menimbulkan gangguan, kerusakan, dan bahaya bagi semua
mahkluk hidup yang bergantung pada sumber daya air tersebut
(Effendi,2003).
Pembangunan di negara ini semakinhari semakin pesat.
Pesatnya laju pembangunan ini menimbulkan dampak negatif yang
tidak dapat dihindarkan terhadap kualitas lingkungan, antara lain
terjadinya degradasi kualitas air. Dampak suatu kegiatan terhadap
keseimbangan lingkungan memang merupakan suatu hal yang sulit
dihilangkan sepenuhnya.Satu-satunya upaya yan dapat dilakukan
adalah meminimumkan pengaruh yang mungkin muncul.Sumber
daya air yang strategis dan banyak dimanfaatkan untuk berbagai
aktivitas adalah air sungai.Air sungai merupakan sumber daya alam
yang potensial menerima beban pencemaran limbah kegiatan
manusia. Akibatnya kualitas dan kuantitas air menjadi berkurang
(Effendi, 2003).

2
Kegiatan manusia dalam memanfaatkan alam selalu
meninggalkan sisa yang dianggap sudah tidak berguna lagi sehingga
diperlakukan sebagai barang buangan, yaitu sampah dan limbah.
Sampah adalah buangan berupa padat merupakan polutan umum
yang dapat menyebabkan turunnya nilai estetika lingkungan,
membawa berbagai jenis penyakit, menurunkan sumber daya,
menimbulkan polusi, menyumbat saluran air dan berbagai akibat
negative lainnya (Bahar, 1985).
Menurut Johanis (2002) di negara berkembang, sampah
seharusnya ditampung pada lokasi pembuangan dengan
menggunakan sistem sanitary landfill. TPA-TPA yang ada di
Indonesia masih menerapkan sistem open dumping, yaitu sampah
ditumpuk menggunung tanpa ada lapisan geotekstil dan saluran
lindi. Akibatnya adalah terjadi pencemaran air dan udara di sekitar
TPA.
Berdasarkan hasil penelitian Tanauma (2000) bahwa banyak
air yang digunakan masyarakat tidak layak lagi digunakan karena
telah tercemar akibat kegiatan manusia seperti membuang sampah
di aliran sungai (sampah mengandung senyawasenyawa kimia
anorganik antara lain, nitrit, nitrat, ammonia, kalsium , kalium,
magnesium, kesadahan, klorida, sulfat, BOD, COD, pH dan
mikrobiologi / total koliform kosentrasinya sangat tinggi),kegiatan
pertambangan,industry,kegiatan ruma tangga dll (Putra,
2012).Adapun menjadi permasalahan dala penelitian ini adalah
terjadinya penurunan kualitas air yang digunakan masyarakat di
Indonesia yang dapat berakibat pada kesehatan masyarakat.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari Analisis kualitas Air?
2. Bagaimana jenis-jenis dari Analisis Kualitas Air?
3. Apa dan Bagimana Parameter kualitas Air?

3
4. Apakah yang dimaksud dengan NAB dan bagaimana NAB
kualitasa Air?
5. Bagaimana Analisis kualitas air?
6. Bagaimana dampak pencemaran air terhadap lingkungan dan
kesehatan ?

1.3 Tujun
1. Untuk Mengetahui Apakah pengertian dari Analisis kualitas Air.
2. Untuk Mengetahui Bagaimana jenis-jenis dari Analisis Kualitas
Air.
3. Untuk Mengetahui Apa dan Bagimana Parameter kualitas Air.
4. Untuk Mengetahui Apakah yang dimaksud dengan NAB dan
bagaimana NAB kualitasa Air.
5. Untuk Mengetahui Bagaimana Analisis kualitas air.
6. Untuk Mengetahui Bagaimana dampak pencemaran air
terhadap lingkungan dan kesehatan.

BAB II

4
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Analisis kualitas Air
Analisa atau analisis atau analisis adalah suatu usaha untuk
mengamati secara detail sesuatu hal atau benda dengan cara
menguraikan komponen-komponen pembentuknya atau
penyusunnya untuk di kaji lebih lanjut. Analisa berasal dari kata
Yunani kuno analisis yang artinya melepaskan. Analusis terbentuk
dari dua suku kata, yaitu ana yang berarti kembali, dan luein yang
berarti melepas sehingga jika di gabungkan maka artinya adalah
melepas kembali atau menguraikan. Kata analisis ini di serap
kedalam bahasa inggris menjadi analysis yang kemudian di serap
juga ke dalam bahasa Indonesia menjadi analisis.
Kata analisa atau analisis atau analysis digunakan dalam
berbagai bidang. Baik dalam bidang ilmu bahasa, ilmu sosial
maupun ilmu alam (sains) dan lain-lain. Dalam ilmu bahasa atau
linguistik analisa didefinisikan sebagai suatu kajian yang
dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa
tersebut secara mendalam. Dalam ilmu sosial, analisis dimengerti
sebagai upaya dan proses untuk menjelaskan sebuah permasalahan
dan berbagai hal yang ada di dalamnya. Sedangkan dalam ilmu pasti
(sains) pengertian dan definisi analisa adalah suatu kegiatan yang
dilakukan untuk menguraikan suatu bahan menjadi senyawa-
senyawa penyusunnya. Dalam ilmu kimia, analisa di gunakan untuk
menentukan komposisi suatu bahan atau zat. Contoh bidang yang
paling terkenal dengan kegiatan analisanya adalah bidang
Kesehatan. Dalam ilmu Kesehatan digunakan dalam Analisis
berbagai factor penyebab kesehatan.Misalnya Analisis Kualitas
Air,udara dan Makanan.
Analisis Kualitas air adalah suatu kajian terhadap ukuran
kondisi air dilihat dari karakteristik fisik, kimiawi, dan biologisnya.
Kualitas air juga menunjukkan ukuran kondisi air relatif terhadap

5
kebutuhan biota air dan manusia. Kualitas air seringkali menjadi
ukuran standar terhadap kondisi kesehatan ekosistem air dan
kesehatan manusia terhadap air minum.Berbagai lembaga negara di
dunia bersandar kepada data ilmiah dan keputusan politik dalam
menentukan standar kualitas air yang diizinkan untuk keperluan
tertentu.Kondisi air bervariasi seiring waktu tergantung pada kondisi
lingkungan setempat. Air terikat erat dengan kondisi ekologi
setempat sehingga kualitas air termasuk suatu subjek yang sangat
kompleks dalam ilmu lingkungan. Aktivitas industri
seperti manufaktur, pertambangan, konstruksi,
dantransportasi merupakan penyebab utama pencemaran air,
juga limpasan permukaandari pertanian dan perkotaan.
2.2 Jens-Jenis Analisis Kualitas Air dan Parameter Kualitas Air
Parameter diartikan sebagai peubah bebas yang menjadi
petunjuk (indikator) karakteristik air. Parameter kualitas air
dikelompokkan berdasarkan sifat, jenis dan peran
fungsionalnya (Wardoyo, 1992:)
Kualitas air ditenttukan oleh berbagai parameter antara lain
parameter fisik (warna, suhu, total padatan tersuspensi) dan
parameter kimia (pH, DO, BOD, COD). Jenis dan jumlah parameter
yang dianalisis terhadap suatu badan air sangat tergantung pada jenis
kegiatan yang diprakirakan memberikan dampak terhadap badan air
tersebut.
Menurut sifatnya, parameter kualitas air terdiri atas:
a. Parameter fisika, meliputi (suhu, kecerahan dan turbiditas,
padatan dan warna).
b. Parameter kimia, meliputi (DO, pH, salinitas, NO3-N, PO4-P,
bahan organik).Parameter biologi, meliputi (mikroorganisme
seperti bakteri, virus), plankton, fungi, hewan bentik, ikan,
tumbuhan air.
Menurut jenisnya, parameter kualitas air terdiri atas:

6
a. Masking parameter, yaitu parameter yang menunjukkan gejala
umum(pH, alkalinitas, salinitas, kekeruhan).
b. Controlling parameter, yaitu parameter yang mengendalikan
sifat atau modus operandi parameter lain (suhu, intensitas
cahaya, pH).
c. Limiting parameter, yaitu parameter yang menjadi pembatas
parameter lain, khususnya terhadap parameter biologis (DO,
bahan beracun).
d. Derivative parameter, yaitu parameter turunan dari parameter
lain (BOD, COD, keragaman jenis).
Menurut peran fungsionalnya, parameter kualitas air terdiri
atas:
a. Key parameter, yaitu parameter yang relative menentukan
peruntukan air (untuk kelas 1, kelas 2, dan lain-lain).
b. Supplement parameter, yaitu parameter yang menunjang fungsi
parameter kunci bagi suatu peruntukan (alkalinitas terhadap pH).
c. Complement parameter, yaitu parameter yang melengkapi
fungsi suatu parameter lain (BOD terhadap DO bagi peruntukan
perikanan).
2.2.1 Parameter Fisik
Ada beberapa parameter fisik yang menentukan kualitas air,
antara lain:
a. Warna
Air alami, yang sama sekali belum mengalami
pencemaran, berwarna bening, atau sering dikatakan tak
berwarna. Timbulnya warna disebabkan oleh kehadiran
bahan-bahan tersuspensi yang berwarna, ekstrak
senyawa-senyawa organik ataupun tumbuh-tumbuhan
dan karena terdapatnya mikro organisme seperti
plankton, disamping itu juga akibat adanya ion-ion
metal alami seperti besi dan mangan. Komponen

7
penyebab warna, khususnya yang berasal dari limbah
industri kemungkinan dapat membahayakan bagi
manusia mau bagi biota air. Disamping itu warna air
juga memberi indikasi terdapatnya senyawa-senyawa
organik, yang melalui proses klorinasi dapat
meningkatkan pertumbuhan mikro organisme air.
b. Bau dan Rasa
Air alami yang sama sekali belum tercemar dikatakan
tidak berbau dan tidak berasa. Air yang berbau sudah
pasti menimbulkan rasa yang tidak
menyenangkan.Adanya bau dan rasa pada air,
menunjukkan terdapatnya organisme penghasil bau dan
juga adanya bahan-bahan pencemar yang dapat
mengganggu kesehatan.
c. Suhu
Dalam setiap penentuan kualitas air, pengukuran suhu
merupakan hal yang mutlak dilakukan. Pengukuran
suhu air biasanya dilakukan langsung di lapangan. Suhu
air yang normal berkisar ± 3 0C dari suhu udara.
Peningkatan suhu air bisa disebabkan oleh berbagai hal,
antara lain, air (sungai) yang dekat dengan gunung
berapi, ataupun akibat adanya pembuangan limbah cair
yang panas ke badan air. Disamping itu adanya limbah
bahan organik, yang lebih lanjut mengalami proses
degradasi baik secara biologis maupun kima, seringkali
meningkatkan suhu air. Kenaikan suhu air dapat
mengakibatkan kelarutan oksigen dalam air menjadi
berkurang, sehingga konsumsi oksigen oleh biota air
juga menjadi terganggu .
d. Total padatan Tersuspensi (Total Suspended Solid,TSS)

8
Total padatan tersuspensi adalah bahan-bahan
tersuspensi (diameter >1μm) yang tertahan pada
saringan millipore dengan diameter pori 0,45 μm. TSS
terdiri atas lumpur dan pasir halus serta jasad-jasad
renik terutama yang disebabkan oleh kikisan tanah atau
erosi yang terbawa ke dalam badan air. Materi yang
tersuspensi mempunyai dampak buruk terhadap kualitas
air karena mengurangi penetrasi matahari ke dalam
badan air, kekeruhan air meningkat yang menyebabkan
gangguan pertumbuhan bagi organisme produser.
2.2.2 Parameter Kimia
Ada banyak parameter kimia yang menentukan
kualitas air, namun yang umum ada beberapa parameter,
diantaranya:
a. pH
pH menunjukkan kadar asam atau basa dalam
suatu larutan melalui konsentrasi/aktifitas ion hidrogen
(H+). Secara matematis dinyatakan sebagai: pH = - log
(H+).H+ selalu ada dalam keseimbangan yang dinamis
dengan air(H2O) yang membentuk suasana untuk
semua reaksi kimiawi yang berkaitan dengan masalah
pencemaran air, dimana sumber ion hidrogen tidak
pernah habis. H+ tidak hanya merupakan unsur
molekul H2O saja, tetapi juga merupakan unsur
banyak senyawa lain. Dalam air murni, banyaknya
molekul H2O yang terionkan ada sebanyak 10-7,
sehingga pH air dikatakan 7. Bila konsentrasi ion
hidrogen bertambah, maka nilai pH akan turun dan
larutan disebut bersifat asam. Sebaliknya, jika
konsentrasi ion hidrogen berkurang, menyebabkan
nilai pH naik dan larutan disebut bersifat basa. pH

9
yang ideal bagi kehidupan biota air adalah antara 6,8
sampai 8,5. pH yang sangat rendah, menyebabkan
kelarutan logam-logam dalam air makin besar, yang
bersifat toksik bagi organisme air, sebaliknya pH yang
tinggi dapat meningkatkan konsentrasi amoniak dalam
air yang juga bersifat toksik bagi organisme air. pH air
biasanya ditentukan langsung di lapangan dengan alat
pH-meter, atau dapat juga dengan kertas pH.
b. Oksigen terlarut (DO)
Adanya oksigen terlarut dalam air adalah
sangat penting untuk kelangsungan kehidupan ikan dan
organisme air lainnya yaitu untuk proses respirasi.
Kemampuan air untuk membersihkan pencemaran
secara alamiah banyak tergantung pada cukup tidaknya
kadar oksigen terlarut. Adanya oksigen terlarut dalam
air berasal dari udara dan dari proses fotosintesa
tumbuh-tumbuhan air. Kelarutan oksigen dalam air,
tergantung pada temperatur, tekanan atmosfer dan
kandungan mineral dalam air. Kelarutan maksimum
oksigen dalam air, pada suhu 00C yaitu sebesar 14,16
mg/L. Sejalan dengan meningkatnya suhu, maka
konsentrasi oksigen dalam air akan berkurang. Ada
dua metode yang umum digunakan untuk analisa
oksigen terlarut dalam air yaitu dengan metode titrasi
cara Winkler dan metode elektrokimia dengan alat DO-
meter.

c. BOD
Angka BOD (Biochemical Oxygen Demand)
atau disebut juga Kebutuhan Oksigen Biokimiawi
adalah suatu analisa empiris yang mencoba mendekati

10
secara global proses-proses mikrobiologis yang
sebenarnya terjadi di dalam air. Angka BOD adalah
jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme
aerobik untuk menguraikan hampir semua zat organik
yang terlarut maupun yang tersuspensi di dalam air.
Pengukuran BOD diperlukan untuk menentukan beban
pencemaran akibat air buangan penduduk ataupun
industri dan untuk mendesain sistim pengolahan
biologis bagi air yang tercemar tersebut. Penguraian
zat organik adalah proses alamiah, yang kalau suatu
badan air dicemari oleh zat organik maka selama
proses penguraiannya mikroorganisme dapat
menghabiskan oksigen terlarut dalam air tersebut. Hal
ini dapat mengakibatkan kematian ikan-ikan dalam air.
Disamping itu kehabisan oksigen dapat mengubah
keadaan menjadi anaerobik sehingga dapat
menimbulkan bau busuk. Pengukuran BOD didasarkan
atas reaksi oksidasi zat organik oleh oksigen dalam air,
dan proses tersebut berlangsung disebabkan adanya
bakter aerobik. Menurut penelitian, untuk supaya
100% bahan organik terurai, diperlukan waktu kira-
kira 20 hari. Namun dalam waktu 5 hari, pada
temperatur inkubasi 20 0C, bahan organik yang dapat
diuraikan mencapai 75%, sehingga waktu ini sudah
dianggap cukup. Maka timbullah istilah BOD520 dapat
ditentukan dengan mencari selisih antara harga DO0-
DO5 dengan metode Azida modifikasi.
d. COD
Angka COD (Chemical Oxygen Demand) atau
Kebutuhan Oksigen Kimiawi adalah jumlah O2 (mg)
yang dibutuhkan untuk mengoksidasi total zat-zat

11
organik yang terdapat dalam 1 liter sampel air. Angka
COD merupakan ukuran bagi pencemaran air oleh total
zat-zat organik baik yang dapat diuraikan secara
biologis, maupun yang hanya dapat diuraikan dengan
proses kimia. Analisa COD berbeda dengan analisa
BOD, namun perbandingan antara angka COD dengan
angka BOD dapat ditetapkan. Secara umum
perbandingan BOD5/COD = 0,40 – 0,60. Pengukuran
COD dilakukan dengan metode refluks – titrimtri.
2.2.3 Nilai Ambang Batas (NAB)
Nilai ambang batas (NAB) adalah nilai atau batas
tertinggi dimana manusia mampu menahannya tanpa
menumbulkan gangguan kesehatan selama 40 jam atau 5
hari dalam seminggu. Mungkin seperti itulah gambaran
harfiah dari Nilai ambang batas.
Untuk zat-zat yang memiliki standar NAB, Udara,
air, tanah, dan yang sebenernya Nilai ambang batas ini
lebih terkhusus pada zat-zat kimia berbahaya, karena
pertimbangan risiko, tingkat frekuensi dan tingkat
kefatalan yang ditimbulkan oleh zat kimia tersebut maka
perlu diupayakan adanya pengendalian. Penetapan nilai
ambang ini merupakan.

Berikut ini ialah beberapa kriteria parameter


kualitas air beserta penjelasannya:
1. DO atau dissolve oxygen ialah kadar oksigen yang
terlarut dalam air. semakin tinggi DO maka air tersebut
akan semakin baik. pada suhu 20C. tingkat DO
maksimal ialah 9ppm. ppm ialah satuan untuk

12
menunjukkan kadar atau satuan. ppm ialah singkatan
dari part per million atau sama dengan mg/L.
2. BOD atau biological oxygen demand ialah tingkat
permintaan oksigen oleh makhluk hidup dalam
airtersebut. jadi semakin tinggi nilainya maka semakin
banyak mikrobanya dan membuat nilai DO turun.
Semakin tinggi nilai BOD maka akan semakin rendah
kualitas air.
3. COD atau chemical oxygen demand mirip seperti
BOD. bedanya disini ialah tingkat kebutuhan senyawa
kimia terhadap oksigen. bisa jadi dipakai untuk
mengurai dan sebagainya. nilai COD juga berbanding
terbalik dengn DO.
4. TDS atau total dissolve solid ialah jumlah zat padat
yang terlarut didalam air. semakin rendah TDS maka
akan semakin bagus kualitas air. banyak tds meter yang
mudah untuk didapatkan dan bisa digunakan hanya
dengan mencelupkan ujung alat tersebut kedalam air.

2.3 Analisis Kualitas Air


Penetapan-penetapan berikut ini dilakukan untuk
menentukanmutu air permukaan :
2.3.1 Analisa temperature
Cara metode ini digunakan untuk menetapkan suhu air
dan air limbah dengan termometer air raksa. Air raksa dalam
termometer akan memuai atau menyusut sesuai dengan panas

13
air yang diperiksa, sehingga suhu air dapat dibaca pada skala
thermometer (°C).
1. Peralatan
Termometer air raksa yang mempunyai skala sampai
110°C.
2. Penetapan contoh uji air permukaan.
a. Termometer langsung dicelupkan ke dalam contoh uji
dan biarkan 2 menit sampai dengan 5 menit sampai
thermometer menunjukan nilai stabil.
b. Catat pembacaan skala thermometer tanpa mengangkat
lebih dahulu thermometer dari air.
3. Penetapan contoh uji air pada kedalaman tertentu.
a. Pasang thermometer pada alat pengambil contoh uji.
b. Masukan alat pengambil contoh uji ke dalam air pada
kedalaman tertentu untuk mengambil contoh uji.
c. Tarik alat pengambil contoh uji sampai ke permukaan.
d. Catat skala yang ditunjukan thermometer sebelum
contoh air dikeluarkan dari alat pengambil contoh.
2.3.2 Analisa Total Dissolved Solid (TDS)
Untuk mengukur kandungan padatan terlarut,
sampel yang sudah dihomogenkan disaring menggunakan
kertas saring fiber glas. Filtratnya kemudian diuapkan
hingga kering pada oven dengan suhu T 180oC dalam
cawan porselin yang diketahui bobotnya. Pertambahan
bobot cawan merupakan bobot padatan terlarut dalam
sampel.
1. Peralatan
a. Analytical Balance
b. Oven Pemanas (104+2oC
c. Desikator
d. Filtering Apparatus

14
e. Glass Fibre Filter
f. Hot plate
g. Cawan porselen
h. Gelas beaker
i. Pinset
2. Prosedur Analisa
a. Persiapan
b. Bilas cawan porselen dengan akuades sampai
bersih, kemudian dipanaskan di oven sampai
kering yang sebelumnya diberi label/nomor
terlebih dulu.
c. Keluarkan cawan dari oven dan masukkan ke
dalam desikator sampai dingin lalu ditimbang
(bobot kosong).
2.4 Dampak Pencemaran Lingkungan terhadap Lingkungan dan
Kesehatan
2.4.1 Dampak terhadap Lingkungan
Pencemaran air berdampak luas, misalnya dapat
meracuni sumber air minum, meracuni makanan hewan,
ketidak seimbangan ekosistem sungai dan danau,
pengrusakan hutan akibat hujan asam, dan sebagainya.
Pencemaran air di badan air, sungai dan danau, nitrogen dan
fosfat (dari kegiatan pertanian) telah menyebabkan
pertumbuhan tanaman air yang di luar kendali (eutrofikasi
berlebihan). Ledakan pertumbuhan ini menyebabkan
oksigen, yang seharusnya digunakan bersama oleh seluruh
hewan/tumbuhan air, menjadi berkurang. Ketika tanaman air
tersebut mati, dekomposisi mereka menyedot lebih banyak
oksigen. Sebagai akibatnya, ikan akan mati, dan aktivitas
bakteri menurun.

15
Dampak pencemaran air pada umumnya dibagi atas
4 kelompok:
1. Dampak pencemaran air terhadap kehidupan biota air
2. Dampak pencemaran air terhadap kualitas air tanah
3. Dampak pencemaran air terhadap kesehatan
4. Dampak pencemaran air terhadap estetika lingkungan
2.4.1.1 Dampak pencemaran air terhadap kehidupan
biota air
Banyaknya zat pada pencemaran air limbah
akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen
terlarut dalam air tersebut. Sehingga
mengakibatkan kehidupan dalam air membutuhkan
oksigen terganggu serta mengurangi
perkembangannya.Akibat matinya bakteri-bakteri,
maka proses penjernihan air limbah secara alamiah
yang seharusnya terjadi pada air limbah juga
terhambat. Dengan air limbah yang sulit terurai.
Panas dari industri juga akan membawa dampak
bagi kematian organisme, apabila air

16
limbah tidak didinginkan terlebih dahulu.

2.4.1.2 Dampak pencemaran air terhadap kualitas air


tanah.
Pencemaran air tanah oleh tinja yang biasa
diukur dengan faecal coliform telah terjadi dalam
skala yang luas, hal ini dibuktikan oleh suatu
survey sumur dangkal di Jakarta. Banyak penelitian
yang mengindikasikan terjadinya pencemaran
tersebut.
2.4.1.3 Akibat pencemaran air terhadap estetika
lingkungan
Dengan semakin banyaknya zat organik
yang dibuang ke lingkungan perairan, maka
perairan tersebut akan semakin tercemar yang
biasanya ditandai dengan bau yang menyengat
disamping tumpukan yang dapat mengurangi
estetika lingkungan. Masalah limbah minyak atau
lemak juga dapat mengurangi estetika lingkungan.

2.4.1.4 Dampak pencemaran air terhadap kesehatan


Peran air sebagai pembawa penyakit
menular bermacam-macam antara lain :
a. Air sebagai media untuk hidup mikroba
pathogen,
b. Air sebagai sarang insekta penyebar penyakit,
c. Jumlah air yang tersedia tidak cukup, sehingga
manusia bersangkutan tak dapat membersihkan
diri,

17
d. Air sebaga media untuk hidup vector penyakit

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Analisis Kualitas air adalah suatu kajian terhadap ukuran
kondisi air dilihat dari karakteristik fisik, kimiawi, dan biologisnya.
Kualitas air juga menunjukkan ukuran kondisi air relatif terhadap
kebutuhan biota air dan manusia. Kualitas air seringkali menjadi
ukuran standar terhadap kondisi kesehatan ekosistem air dan
kesehatan manusia terhadap air minum.Berbagai lembaga negara di
dunia bersandar kepada data ilmiah dan keputusan politik dalam
menentukan standar kualitas air yang diizinkan untuk keperluan
tertentu.Kondisi air bervariasi seiring waktu tergantung pada kondisi
lingkungan setempat. Air terikat erat dengan kondisi ekologi
setempat sehingga kualitas air termasuk suatu subjek yang sangat
kompleks dalam ilmu lingkungan. Aktivitas industri
seperti manufaktur, pertambangan, konstruksi,
dantransportasi merupakan penyebab utama pencemaran air,
juga limpasan permukaan dari pertanian dan perkotaan.
Kualitas air yang menurun dapat berakibat terhadap banyak
hal baik terhadap biota air,lingkungan dan kesehatan manusia.Salah
saatu dampaknya terhadap biota air adalah akan banyaknya biota air
yang mati,sedangkan pada manusia banyak penyakit yang dapat
disebabkan seperti diare,penyakit kulit,dan banyak penyakit lain.
B. Saran
Air merupakan konponen terpenting dalam kehidupan
makhluk hidup maka dari itu sangat penting untuk menghemat
penggunaan air dan menjaga sumber air dari pencemaran karena air

18
yang tercemar tidak layak diguanakan hal ini akan berdampak
berkurangnya sumber air bersih untuk kehidupan sehari-hari.

19
Gambaran hasil kualitas air sungai

Suber sumber pencemaran sungai


Sumber- sumber pencemaran air antara lain:

1. Limbah rumah tangga. Rumah atau gedung yang berada di sekitar sungai,
selalu membuang limbah di sungai, seperti air sabun maupun sampah.
2. Industri adalah salah satu sumber pencemaran air tersebar. Pabrik- pabrik
akan membuang hasil limbah ke sungai, sehingga sungai menjadi
tercemar.

20
3. Pertanian yang memakai pupuk kimia dan pestisida, akan membuat tanah
menjadi tercemar. Tanah yang tercemar, juga akan mecemarkan air yang
berada di dalam tanah.
4. Peternakan yang membuang limbah darah dari hasil pemotongan hewan,
dapat membuat air tercemar. Tetapi, pencemaran air oleh darah dapat
dibersihkan oleh air sendiri.
5. Transportasi yang membuang limbah oli, limbah bahan bakar ke sungai
dapat membuat air menjadi tercemar.
6. Pengolahan sampah yang buru, juga dapat menyebabkan air menjadi
tercemar. Membuah sampah sembarang ke sungai, atau limbah hasil
pengolahan sampah ke sungai menyebabkan air menjadi tercemar.
7. Penggundulan hutan dapat mencemarkan air. Karena jumlah air bersih
yang tersimpan di tanah akan semakin habis, karena tidak adanya pohon
yang mengikat air tanah.
8. Pertambangan juga menyebabkan air menjadi tercemar, dan mengurangi
pasokan air bersih. Pertambangan minyak pasir, menyebabkan tanag dan
air tanah menjadi tercemar, serta pertambangan batu kapur pada
pegunungan karst menyebabkan semakin hilangnya pasokan air bersih.

Analiis dampak pencemaran air


Dampak Pencemaran Air

Kita semua mengetahui bahwasannya pencemaran itu bersifat negatif dan


juga merusak. Sama halnya dengan pencemaran air ini. Pencemaran air
akan membawa dampak yang sangat merugikan bagi lingkugan dan juga
kelangsungan hidup dari makhluk hidup itu sendiri. Berikut ini akan
dijelaskan mengenai dampak dari pencemaran air.

1. Menurunkan jumlah oksigen

21
Air yang tercemar mengandung berbagai macam larutan yang akan
menghalangi sinar matahari (baca: lapisan matahari) masuk ke dalam air
tersebut. Hal ini akan berakibat tumbuhan- tumbuhan air kesulitan
melakukan proses fotosintesis. Fotosintesis pada tumbuhan akan
menyebabkan tumbuhan tersebut memproduksi oksigen. Apabila
tumbuhan terhalang melakukan fotosintesis, hal ini akan menyebabkan air
mendapatkan oksigen yang hanya sedikit.

2. Mematikan binatang- binatang yang ada di air

Masih dalam kaitan dampak pencemaran air yang menurunkan jumlah


oksigen, dampak ini akan diikuti oleh matinya binatang- binatang air. Hal
ini karena binatang air bernafas menggunakan oksigen. Ketika jumlah
oksigen yang tersedia di dalam air menurun, otomatis binatang akan
kesulitan untuk bernafas. Hal ini akan berakibat matinya binatang-
binatang air karena tidak meperoleh oksigen untuk bernafas.

3. Meningkatkan kecepatan reaksi kimia

Air yang tercemar adalah air yang telah mengandung aneka bahan
polutan. Banyak jenis polutan yang merupakan bahan- bahan kimia.
Ketika air banyak mengandung bahan kimia, hal ini akan meningkatkan
kecepatan reaksi kimia yang terjadi di dalam air.

4. Mengganggu kehidupan binatang dan tumbuhan

Air yang tercemar jelas akan mengganggu kehidupan semua makhluk


hidup, baik yang berada di darat (baca: ekosistem darat) maupun di air
(baca: ekosistem air), baik berpa manusia, binatang, maupun tumbuh-
tumbuhan. Air yang tercemar akan diminum pleh makhluk hidup yang
tinggal di daratan. Hal ini akan menyebabkan berbagai polutan masuk ke
dalam perut sehingga menimbulkan rasa sakit. Dan untuk binatang serta

22
tumbuhan air, jelas akan terganggu karena air merupakan habitat dari
tumbuhan dan bintang air tersebut.

5. Memgganggu kesuburan tanah

Air yang tercemar jelas akan mengganggu kesuburan tanah. Hal ini karena
air akan meresap ke tanah yang ada di sebelah kanan atau kiri. Hal ini
berakibat tanah tersebut ikut mengandung berbagai zat polutan. Jika tanah
telah tercemar zat polutan, otomatis tanah tersebut tidaklah subur.

6. Mengganggu produksivitas tumbuhan

Masih serangkaian dengan dampak pencemaran air yang mengganggu


kesuburan tanah, hal ini akan otomatis menggnggu produktivitas
tumbuhan. Bagaimanapun tumbuhan hidup di atas tanah. Ketika tanah
yang mereka tempati tidak subur lagi, dan justru terkontaminasi zat
polutan, maka tumbuhan tidak akan produktif lagi. Justru hal ini akan
meberikan dampak berupa matinya tumbuh- tumbuhan yang berada di
sekitar yang tercemar tersebut.

Itulah beberapa dampak pencemaran udara yang dapat dita rasakan. Selain
dampak yang telah disebutkan, pastilah ada dampak lain yang bersifat
merugikan. Oleh karena itu, mari kita jaga sumber air kita dari bahaya
pencemaran air.

Dampak bagi manusia

Bidang kesehatan. Menurunnya kualitas air akibat pencemaran tentu


akan mengancam tingkat kesehatan manusia. Pencemaran air yang
menyebabkan pesatnya pertumbuhan bakteri patogen seperti diare
yang disebarkan lewat air. Terlebih jika air yang tercemar dijadikan
sebagai sumber air untuk mencukupi kebutuhan rumah tangga.

23
Wabah Penyakit
Kerusakan rantai makanan pada tahap selanjutnya akan
berdampak pada manusia. Ya, produk-produk dari badan air yang
tercemar yang dikonsumsi manusia akan mengakibatkan pada
mewabahnya beberapa jenis penyakit. Wabah penyakit hepatitis
bisa timbul akibat konsumsi makanan laut yang teracuni polutan,
wabah kolera timbul karena pengolahan air minum yang buruk
dari sumber perairan yang tercemar, dan masih banyak lagi.

24