You are on page 1of 55

OM

SWASTYASTU

The Power of PowerPoint - thepopp.com


KELOMPOK 3:

I. A. Putu Dhaniar W. P 1506305016 / Absen 03


Ni Putu Nugraheni 1506305035 / Absen 09
Luh Made Intan Pratiwi 1506305065 / Absen 15
Ni Ketut Ressa Mahayani 1506305083 / Absen 21
Ni Made Dwi Prawitasari 1506305118 / Absen 27
Materi Pokok

Konsep Konsep Kepuasan


Konsep Sikap Konsep Stres
Persepsi Kerja

3
KONSEP PER SEPSI
Persepsi adalah proses memberi
perhatian, menyeleksi,
mengorganisasikan kemudia
menafsirkan stimulasi lingkungan
(Indriyo Gitosudarmo, 1997).

Persepsi adalah suatu proses dengan


mana individu mengorganisasikan
dan menafsirkan kesannya untuk
memberi arti tertentu pada
lingkungannya
Robbins (2001)

persepsi adalah proses interpretasi


seseorang terhadap lingkungannya.
Kreitner dan Kinicki (2003)
Persepsi itu proses kognitif yang dialami oleh
setiap orang di dalam memahami informasi
tentang lingkungannya, baik lewat penglihatan,
pendengaran, penghayatan, perasaan, dan
penciuman.
Miffah Thoha
Persepsi adalah suatu proses kognitif yang
kompleks dan menghasilkan suatu gambar
unik tentang kenyataan yang barang kali
sangat berbeda dari kenyataannya.
Krech dalam Thoha (1988)

Persepsi itu adalah lebih kompleks dan lebih


luas dari penginderaan. Proses persepsi
meliputi suatu interaksi yang sulit dari kegiatan
seleksi, penyusunan dan penafsiran.
Luthans dalam Thoha (1988)
Kreitner dan Kinicki mengatakan persepsi (social) tersebut
meliputi rangkaian empat tahap proses informasi :

Proses Informasi
Social

Perhatian mendapatkan
Pengkodean dan penyimpanan dan
pemahaman yang kembali dan
penyederhanaan mengingat
selektif tanggapan
Pemberi
kesan/
pelaku
persepsi
Factor-faktor Sasaran/
yang target/
mempengaruhi obyek
persepsi

Situasi
Kesalahan Persepsi

Berstereotipe (sterotyping)

Proyeksi

Efek Halo
Aplikasi dalam
Organisasi Implikasi
Manajerial
R obbins dan J udge, (2011: 2008) berpendapat
bahwa penggunaan jalan pintas persepsi
dalam organisasi terjadi dalam kegiatan

Employment Interview Performance


Expectation

Performance
Evaluation
KONSEP SIKAP
D EF INISI SIKAP
Menurut, Moorhead Menurut Robbins
dan Griffin (2013: dan Judge (2015:
69) Sikap (attitudes) 43) sikap (attitude)
adalah sekumpulan adalah pernyataan-
kepercayaan dan pernyataan evaluatif
perasaan yang (baik menyenangkan
dimiliki oleh atau tidak
seseorang mengenai menyenangkan)
ide dan situasi mengenai objek,
tertentu, atau orang, atau
mengenai orang lain peristiwa.
13
KOMPONEN
KOMPONE N KOMPONE N
UT AMA AF E KT IF KOG NIT IF
SIKAP
KOMPONE N
PE R IL AKU
KOMPONEN KOG NIT IF
● Komponen kognitif (cognitive component) adalah opini
atau segmen kepercayaan dari suatu sikap.
● C ONT OH :
“G aji yang saya dapat rendah”
KOMPONEN AF EKT IF

Komponen afektif (affective


component) adalah segmen
perasaan atau emosional dari
suatu sikap dan direfleksikan
dalam pernyataan.
C ONT OH :
“Saya kecewa karena digaji
kecil”
KOMPONEN PER ILAKU
Komponen perilaku (behavioral component)
adalah sikap menjelaskan maksud untuk
berperilaku dalam cara tertentu terhadap
seseorang atau sesuatu.
C ONT OH :
“Saya akan mencari pekerjaan lain dengan gaji
yang lebih baik”
APAKAH PE R IL AKU ME NG IKUT I SIKAP

Akhir tahun Leon “sikap mengikuti


1960-an Festinger perilaku”

mengilustrasikan efek disonansi kognitif (cognitive dissonance), yaitu


sikap ketidakcocokan yang individu rasakan antara dua atau lebih sikap
atau antara perilaku dan sikap.
T IPE SIKAP
KET ER LIB AT AN
KEPUA SAN KOMIT MEN
PEKER J A
KER J A OR G ANISASI
D ukungan
KET ER LIB AT AN
Organisasi yang
KER J A
D irasakan
KEPUASAN KER J A
Kepuasan kerja (job satisfaction)
menjelaskan suatu perasaan
positif tentang pekerjaan, yang
dihasilkan dari suatu evaluasi pada
karakteristik karakteristiknya.
KET ER LIB AT AN KER J A

Keterlibatan kerja (job involvement)


adalah tingkat di mana orang orang
mengidentifikasi secara psikologi
dengan pekerjaannya dan
menganggap kinerja mereka yang
dihargai penting untuk nilai diri.
KOMIT MEN OR G ANISASI
Komitmen organisasi
(organizational commitment)
adalah tingkat dimana
seorang pekerja
mengidentifikasi sebuah
organisasi, tujuan serta
harapannya untuk tetap
menjadi anggota.
Dukungan Organisasi yang
Dirasakan
Dukungan organisasi yang
dirasakan (perceived
organizational support [POS])
adalah tingkat dimana para
pekerja mempercayai bahwa
organisasi menilai kontribusinya
dan peduli terhadap kesejahteraan
mereka.

23
KET ER LIB AT AN
PEKER J A

Keterlibatan pekerja (employee


engagement) yaitu keterlibatan
seorang individu, kepuasan, dan
antusiasme terhadap pekerjaan
yang dilakukannya..
3.
KONSEP KEPUASAN
KER J A
D efinisi
Kepuasan Kerja
Menurut R obbins dan J udge
(2016:49) definisi kepuasan kerja
yaitu sebuah perasaan positif
terhadap pekerjaan yang
dihasilkan dari evaluasi atas
karakteristik karakteristiknya.
Mengukur
Kepuasan Kerja

Metode peringkat global tunggal Metode penjumlahan dari aspek aspek


merupakan sebuah respons atas pekerjaan yaitu mengidentidikasikan
satu pertanyaan yang elemen elemen kunci dalam sebuah
bersangkutan dengan kepuasan pekerjaan seperti sifat pekerjaan,
kerja seorang pekerja. pengawasan, gaji sekarang, peluang
promosi, dan hubungan dengan rekan
kerja.
Aspek Y ang Mempengaruhi
Kepuasan Kerja
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
Pekerjaan itu Gaji Promosi Pengawasan Rekan Kerja Keseluruhan
sendiri
Apa yang
Memunculkan
Kepuasan Kerja
Kepuasan kerja berkorelasi positif terhadap
kepuasan hidup, sikap dan pengalaman
dalam hidup akan tertumpah dalam
pendekatan dan pengalaman kerja.
Interdependensi, umpan balik, dukungan
sosial, dan interaksi dengan rekan kerja di
luar tempat kerja erat hubungannya dengan
kepuasan kerja.
D ampak Pekerja yang Puas dan
T idak Puas terhadap T empat Kerja

Keluar (exit) Suara (voice) Loyalitas (loyalty) Pengabaian (neglect)

30
Kepuasan dan Ketidakpuasan Kerja di T empat
Kepuasan Kerja dan Kinerja Kerja
pekerja yang bahagia Kepuasan Kerja dan OC B
saat orang dalam Kepuasan Kerja dan Kepuasan
lebih mungkin
suasana hati yang Pelanggan kepuasan pekerja
merupakan pekerja
baik, mereka akan berhubungan dengan hasil
yang produktif
lebih mungkin untuk pelanggan yang positif bagi
terlibat dalam OC B para pekerja di lini depan
Kepuasan Kerja dan Absen yang memiliki kontak teratur
pekerja yang tidak puas dengan pelanggan
lebih cenderung Kepuasan Kerja dan
meninggalkan Perputaran Pekerja
Kepuasan Kerja dan
pekerjaannya manajer yang berusaha
Penyimpangan di T empat
menentukan siapa yang
Kerja jika para pekerja tidak
mungkin akan harus
Manajer Sering “T idak menyukai lingkungan kerjanya,
fokus pada tingkat
Paham” manajer masih mereka akan merespons,
kepuasan kerja pekerja
menganggap bahwa sepanjang waktu
para pekerja puas
dengan pekerjaannya
31
KONSEP ST R ES
Pengertian Stres
Stress adalah kondisi ketegangan emosi pada diri
seseorang yang berproses baik pada pikiran/mental
maupun fisik. (Keith Davis , 1981 (dalam Badeni, 2014))

Stres adalah kondisi dinamik yang di dalamnya individu


dihadapkan dengan suatu peluang, kendala, atau
tuntutan yang berkaitan dengan apa yang ia inginkan
dan hasilnya dipersepsikan sebagai yang tidak pasti dan
penting. (Stephen P. Robbin, 1996 (dalam Badeni, 2014))
33
Pengertian Stres

Stres adalah ketegangan atau tekanan emosional yang


dialami seseorang yang sedang menghadapi tuntutan
yang sangat besar atau kesempatan melakukan
sebuah kegiatan penting, yang dalam pemenuhannya
terdapat hambatan-hambatan dan ketidakpastian
yang dapat memengaruhi emosi, pikiran, dan kondisi
fisik seseorang. (Badeni, 2014)

34
Sumber Sumber Potensial Stres
Stressor Organisasi Stressor Kehidupan
♪ Tuntutan Tugas ♪ Perubahan Kehidupan
♪ Tuntutan Fisik ♪ Trauma Kehidupan
♪ Tuntutan Peran
♪ Tuntutan Antarpersonal

35
Stressor Organisasi

1. Tuntutan Tugas 2. Tuntutan Fisik


Stressor yang berkaitan dengan tugas spesifik Tuntutan ini merupakan fungsi dari
yang dilakukan oleh seseorang. Beberapa karakteristik fisik dan tugas fisik yang
pekerjaan mempunyai sifat lebih menimbulkan dibutuhkan dalam pekerjaan.
stres daripada yang lainnya.

3. Tuntutan Peran 4. Tuntutan Antarpersonal


Serangkaian perilaku yang diharapkan Tuntutan antarpersonal dibagi menjadi tiga,
sehubungan dengan posisi tertentu dalam yaitu tekanan kelompok, kepemimpinan, dan
sebuah kelompok atau organisasi. konflik antarpersonal.

36
Stressor Kehidupan

Perubahan Kehidupan
Perubahan berarti dalam situasi pribadi
atau kerja seseorang.

Trauma Kehidupan
Semua pergolakan dalam kehidupan
individu yang mengubah sikap, emosi,
atau perilaku.
37
Konsekuensi Stres

Konsekuensi Individual Konsekuensi Organisasi

1) Konsekuensi Keperilakuan 1) Kinerja


2) Konsekuensi Psikologis 2) Penarikan Diri
3) Konsekuensi Medis 3) Sikap

38
G EJ ALA ST R ES

G ejala Stres (Stephen P. R obbin,

G ejala F isik G ejala Psikologis G ejala Keperilakuan


perubahan perubahan perubahan perubahan perubahan perubahan
yang terjadi pada sikap yang terjadi atau situasi ketika
metabolisme organ seperti ketegangan, produktivitas
tubuh seperti denyut kegelisahan, ketidak seseorang menurun,
jantung yang tenangan, absensi meningkat,
meningkat, tekanan ketidakpuasan, kebiasaan makan
darah yang meningkat, kebosanan, cepat berubah, merokok
pernafasan, sakit marah, dan suka bertambah, banyak
kepala, dan sakit perut menunda nunda minuman keras,
yang dapat kita alami pekerjaan. berbicara tidak tenang
dan harus diwaspadai dan gangguan tidur.
serta serangan jantung.
Hubungan Stres dan Prestasi Kerja

Menurunkan Meningkatkan
Prestasi Prestasi
Menurunkan
Prestasi

Ketika tidak ada stres,


tantangan berkinerja
tidak ada, kinerja
(prestasi kerja)
cenderung menurun
Meningkatkan
Prestasi

Ketika stress bertambah,


kinerja (Prestasi keria) J ika stres terlalu tinggi
cenderung meningkat, kinerja mulai menurun,
karena stres membantu karena stres mengintervensi
seseorang mengerahkan kinerja
sumberdaya energi untuk
memenuhi tuntutan yang
diharapkan
Hubungan Stres dan Prestasi Kerja

bukan merupakan hubungan searah yang bersifat linier,


melainkan hubungan non linier yang pengaruhnya
terhadap prestasi kerja bergantung pada tingkat stres
yang dirasakan seseorang

43
MENG ELOLA ST R ES

Penanganan stres dapat meningkatkan


kepuasan kerja pegawai
Penanganan stres akan meningkatkan produktivitas organisasi. Karena
itu, beberapa pedoman untuk menanggulangi stres secara individual
(Rita L. Akitson, Richard C. Akitson, dan Ernest R. Higrad, 1991)

Mengelola Seleksi dan Penentuan R ancangan


Waktu Penempatan T ujuan Ulang
Pekerjaan

Keterlibatan Komunikasi Program


Karyawan dalam Pengembangan
Organisasi
Mengelola Waktu

apabila karyawan mengalami stres tingkat


tinggi, atau pada tingkat rendah namun
berkepanjangan dapat mendorong kinerja
karyawan menjadi lebih menurun kondisi
karyawan yang demikian menuntut adanya
tindakan manajemen.

Pendekatan
Individual
Pendekatan
Organisasional
Pendekatan
Individual

Pemahaman dan pemanfaatan prinsip prinsip dasar


pengelolaan waktu dapat membantu individu
mengatasi ketegangan yang diciptakan oleh
tuntutan pekerjaan secara lebih baik.

Menentukan prioritas
Membuat daftar harian
aktivitas berdasarkan
kegiatan yang mau
kepentingan dan
diselesaikan
urgensinya
Pendekatan perbaikan seleksi
Organisasional personel dan
penempatan kerja

Secara penggunaan penetapan


organisasional, tujuan yang realistis
tindakan
manajemen dalam perancangan ulang
pekerjaan
menurun stres
karyawan dapat
peningkatan keterlibatan
melakukan karyawan
Seleksi dalam Penempatan

dalam menempatkan suatu tugas,


organisasi harus memperhatikan
pengalaman, dan kemampuan

B E B AN KE R J A
B E R PE NG AL AMAN
Penentuan T ujuan

penentuan tujuan yang jelas dan tepat


dapat merupakan hal penting dalam
mengelola stres

Individu individu berkinerja lebih baik bila mereka memiliki


tujuan yang spesifik dan menantang, menerima feedback
mengenai kemajuan mereka dalam mencapai tujuan tersebut.
T ujuan yang spesifik akan memperjelas harapan kinerja
R ancangan Ulang Pekerjaan

Pekerjaan dapat menjadi sumber


stres jika terlalu berat, tidak sesuai
dengan tingkat kemampuan dan
minat

Perancangan ulang pekerjaan yang sesuai


dengan tingkat kemampuan, minat dan
spesialisasi serta keinginan individu
pekerjaan akan menjadi pelaksana merupakan salah satu usaha
membosankan, elemen elemen yang mungkin bisa dilakukan oleh
pekerjaan seperti otonomi, variasi, manajemen untuk mengurangi frustasi dan
dan arti pentingnya tugas bagi stres karyawan, meningkatkan tanggung
orang lain tidak bermakna jawab, pekerjaan lebih bermakna, lebih
otonomi
Keterlibatan Karyawan

melibatkan karyawan dalam pengambilan


keputusan keputusan

dapat meningkatkan kendali karyawan dan


mengurangi stres
Komunikasi dalam Organisasi
Peningkatan komunikasi organisasional formal
dengan karyawan mengurangi ketidakpastian
karena mengurangi ambiguitas peran dan konflik
peran
pentingnya peran persepsi dalam memperlunak
hubungan stres respons

apa yang dipersepsikan oleh karyawan sebagai


tuntutan, ancaman, atau kesempatan hanyalah
suatu penafsiran, dan bahwa penafsiran dapat
dipengaruhi oleh lambang lambang dan
tindakan yang dikomunikasikan oleh
manaijemen.
Program Pengembangan
Program pengembangan adalah usaha terencana
yang dilakukan organisasi dalam rangka
memotivasi dan membantu peningkatan
kesehatan fisik dan mental pegawai melalui
kegiatan kegiatan tertentu
organisasi pun harus memfasilitasi sebagai upaya
mempercepat pencapaian hasil
SESI DISKUSI

The Power of PowerPoint - thepopp.com


OM SANTIH
SANTIH
SANTIH OM

The Power of PowerPoint - thepopp.com