You are on page 1of 1

16.

tanda- tanda asfiksia

a. Kongesti viseral
Kongesti atau bendungan yang sistemik dan kongesti pada paru-paru yang disertai dengan
dilatasi jantung kanan merupakan ciri klasik pada kematian karena asfiksia.
b. Sianosis
Dapat dengan mudah terjadi pada daerah ujung jari dan bibir dimana terdapat pembuluh
darah kapiler, sianosis ini mempunyai arti bila keadaan mayat masih baru. Jika pemeriksaan
dilakukan setelah 24 jam post-mortal, sianosis disini biasanya merupakan perubahan
posmortal sehingga tidak mempunyai arti diagnostik.
c. Peteki
Keadaan ini mudah terlihat pada tempat di mana struktur jaringannya longgar, seperti pada
selaput biji mata dan kelopak mata, epiglotis dan jaringan disekitarnya, serta pada
permukaan jantung dan paru-paru. Pada kasus yang hebat, perdarahan tersebut dapat
dilihat kulit khususnya daerah wajah. Terjadinya keadaan ini, yaitu perdarahan berbintik
adalah sebagai berikut: terjadinya perubahan permeabilitas kapiler sebagai akibat langsung
dari hipoksia dan karena terjaddinnya peningkatan tekanan intrakapiler, sehingga kapiler
pecah dan terjadilah perdarahan berbintik.
d. Darah menjadi lebih encer
Pada setiap kematian yang cepat darah akan tetap cair, salah satu keadaan tersebut
terdapat pada asfiksia; walaupun nilainya masih dipertentangkan, darah yang tetap cair ini
sering dihubungkan dengan aktivitas fibrinolisin. (pendapat lain dihubungkan dengan faktor
pembekuan yang ada di ekstravaskular dan tidak sempat masuk ke pembuluh darah karena
cepatnya proses kematian).

Sumber : buku biru forensik

18. PMA

Temuan : Kematian

Ia : Gagal Pernapasan

Ib : Hipoksia

Ic : Kurangnya suplai O2 dan peningkatan CO2

Id : Penekanan jaan napas oleh karna penggantungan

II :-