You are on page 1of 3

2/5/2017 

ANALISIS DATA BIOEKOLOGI LAUT Pemilihan uji komparatif untuk


KULIAH II variabel numerik

UJI T TIDAK BERPASANGAN


UJI T BERPASANGAN

ROHANI AMBO RAPPE

 Uji t digunakan untuk menguji hipotesis perbedaan


rata-rata dua sampel.
 Data harus berdistribusi normal,
 Uji t pertama kali ditemukan oleh W.S. Gosset,
seorang mahasiswa Perancis dengan nama  Jika data tidak normal, lakukan transformasi, dan
samaran “student” pada tahun 1908, sehingga uji hanya jika data hasil transformasi berdistribusi
ini dikenal pula sebagai “uji t student”. normal, uji ini bisa digunakan.

 Ada 2 uji t:  Varians populasi homogen (σ12 = σ22 ),


tapi tidak mutlak.
Uji t tidak berpasangan (independent t-test)
Uji t berpasangan (paired t-test)

Untuk mengetahui kesamaan dua varians populasi


dapat digunakan Uji F atau Uji Levene.

Uji hipotesis:
Hipotesis: H0: σ12 = σ22 vs H1: σ12 ≠ σ22
H0: µ1 = µ1 vs H1: µ1 ≠ µ1
S12
Ingat rumus untuk menghitung F=
s (standar deviasi)......!!!
S22

H0 diterima (varians kedua populasi homogen)


jika F-hit < F-tab

H0 diterima jika t-hit < t-tabel


F-tab = (t: α ; db: n1-1,n2 –1)
t-tabel = (t: 1- α/2 ; db: n1+n2 – 2) * sebagai pembilang pada rumus adalah yang
mempunyai s (standar deviasi) lebih besar.


2/5/2017 

Varians populasi sama (homogen)

Varians populasi tidak sama (heterogen)

Metode untuk uji kenormalan data

Suatu penelitian ingin membandingkan laju pemangsaan


karang oleh 2 hewan pemakan karang (Drupela dan
Achantaster). Masing-masing 5 hewan pemakan karang
tersebut diamati laju pemangsaannya terhadap karang.
Adapun datanya sbb:
Ulangan % pemangsaan oleh Achantaster % pemangsaan oleh Drupela
1 95 88
2 92 90
3 89 80
4 87 82
5 90 85

94
*
92
Tingkat pemangsaan hewan karang (%)

90

88

86

84

82

80

78
Achantaster Drupela
Jenis pemangsa hewan karang


2/5/2017 

 Digunakan untuk menguji perbedaan rata-rata dua Uji hipotesis:


sampel yang berpasangan (sebelum – sesudah H0: µ1 = µ1 vs H1: µ1 ≠ µ1
perlakuan tertentu atau pada dua kondisi yang
berhubungan).
 Contoh:
- Pertumbuhan mangrove sebelum dan sesudah
pengaplikasian pupuk.
Perhitungannya dilakukan dengan menghitung jarak/selisih
- Kelimpahan sp A pada awal dan akhir musim (distance: d) dari data yg dihasilkan oleh masing-masing
pasangan pengamatan (perlakuan) yg telah diklasifikasikan
hujan. untuk setiap ulangan atau titik pengambilan contoh
- Pengamatan kelimpahan suatu species pada d1: x1-y1; d2: x2-y2; …..dn; xn-yn
siang-malam; pasang-surut; dsb.

* H0: µKA= µDH ; H1: µKA≠ µDH

** wilayah kritik t (1- α/2); n-1 (5-1) = 2,78

Suatu penelitian ingin mengetahui laju degradasi daun Avicennia di


*** Stat Uji
dasar hutan dan di kolom air. Sebanyak masing-masing 5 g daun
Avicennia dimasukkan dalam waring kemudian ditempatkan pada
dasar hutan dan kolom air. Penempatan pasangan perlakuan ini ****Nilai Stat Uji Titik KA DH di di2
dilakukan pada 5 titik. Berat daun mangrove diukur setelah
diinkubasi selama 1 bulan. Adapun datanya sbb: -Mencari d rata-rata 1 2 2,2 -0,2 0,04
Σdi/n = -0,5/5 = -0,1- 2 2 1,9 0,1 0,01
0,1
Berat daun mangrove yg berkurang (g) -Mencari varians 3 2,3 2,5 -0,2 0,04
Titik 1 titik 2 titik 3 titik 4 titik 5 n(Σdi2) - (Σdi)2 4 2,1 2,3 -0,2 0,04
Sd2 =
n (n – 1) 5 2,4 2,4 0 0
Kolom air 2,0 2,0 2,3 2,1 2,4
5(0,13) - (-0,5)2
Sd2 = =0,141 Total -0,5 0,13
Dasar hutan 2,2 1,9 2,5 2,3 2,4 5 (5-1)
t hit < t tab  terima H0  tdk ada perbedaan
-0,1 (p>0,05) laju degradasi daun Avicennia antara
t= = -0,59
0,141/ 5 dasar hutan dan kolom air.

asil
H SP Suatu penelitian ingin membandingkan kelimpahan ikan
karang pada habitat padang lamun dan terumbu karang,
dengan data sbb:
Ulangan Padang Lamun Terumbu Karang

1 1950 3654

2 2103 4311

3 2171 3600

4 2120 3957

5 1518 5667

Analisis data tersebut dengan uji t (secara manual dan dengan


menggunakan SPSS).
Buat kesimpulan baik dari hasil secara manual maupun SPSS.