You are on page 1of 41

FF ZLI " KASIH TAK SAMPAI " PART 31-32

oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 27 April 2013 pukul 12:43

Harry menghentikan langkahnya dipersimpangan koridor kampus ketika melihat kamu. Senyum
mengembang diwajah tampannya.

" YN " sapa Harry ketika lelaki itu berada dijarak yang dekat denganmu.

Kamu menoleh dan tersenyum


" Iya Har, kenapa? "
" Apa kau sibuk? "
" Nggak, emangnya kenapa? "
" Ada hal penting yang ingin aku katakan! "

Lalu Harry menarik tanganmu agar mengikutinya. Kalian berdua berjalan melewati sebuah
gedung tua yang sudah lama tak dipergunakan. Kau bingung mengapa lelaki itu mengajakmu
ketempat seperti ini.

Zayn yang hendak menuju perpustakaan memutuskan mengikuti kalian, dia penasaran apa yang
akan dilakukan Harry kepadamu, harap-harap cemas dia memegang sebatang kayu yang
didapatnya dari ranting kering yang patah.

" Eh kriting kenapa kita kesini? " Tanyamu menghentikan langkah.


Harry menoleh lalu tersenyum.
" Sudah! Ikut saja dulu, nanti juga kau akan tahu " alismu bertaut ketika mendengar kalimat itu.
Kalian kembali berjalan, namun kali ini Harry menggandeng tanganmu, dia tahu kau akan terus
bertanya kemana dia akan membawamu.

" Tutup dulu matamu " kata Harry lalu menutup matamu dengan salyer pink yang sudah
disiapkannya.

" Dasar kriting, kau membuatku semakin penasaran saja " umpatmu kesal
Lelaki berambut agak ikal itu menungginkan senyum geli ketika melihat wajahmu yang kau
manyunkan karena kesal.
" Sudah sampai, setelah hitungan ketiga kau boleh membuka matamu "
Katanya seraya melepaskan ikatan slayer dari matamu.

Matamu membulat, mulutmu menganga membentuk huruf O, kau tak bergeming diposisimu.
Tatapanmu lurus kedepatan lalu kau edarkan pandanganmu keseluruh sudut taman dengan
berbagai species bunga dan kupu-kupu yang beterbangan dari kuncup yang satu ke kuncup
bunga lainnya.
Jelas terlihat taman ini belum terjamah oleh tangan manusia karena masih ada beberapa tanaman
liar yang tumbuh disekitar pepohonan cemara disamping taman yang berseberangan dengan
gedung kampusmu.
" Har, bagaimana kau tahu ada taman seindah ini? "
Tanyamu tanpa menatap Harry, kau masih takjub dengan pemandangan indah didepanmu.

Sementara Zayn yang sedari tadi mengikuti kalian hanya bisa menatapmu yang tersenyum manis
tapi bukan dia yang melakukannya.tapi setidaknya dia cukup lega melihat senyum indahmu,
meskipun kau tersenyum bukan untuknya,tapi untuk Harry,sahabat karibnya.

Harry mengangkat kamera yang menggantung dilehernya sejajar dengan mata, memerhatikan
objek dari balik lensa dengan mata sebelah kanannya. Tapi kali ini dia tidak ingin memotretmu
secara diam-diam seperti yang dilakukannya selama 4 tahun terakhir.

" Har, apa yang kau lakukan?" Tanyamu menyambar kamera Harry ketika sadar. Kamera itu
lantas terjatuh.
Harry memunguti kameranya lantas kau sambar lagi.
" Hei ada apa denganmu? " Tanyamu ketika mendapati gugup diwajah Harry
Yang ditanya hanya senyum tanpa maksud jelas.
Lalu seketika kau kaget saat mendapati foto-fotomu dalam kamera Harry, bahkan dalam pose
yang sangat tidak enak dilihat.

" Apa maksudnya semua ini? " Tanyamu pelan


Harry terdiam, dia menatap dalam-dalam matamu,menarik napas lalu membuangnya berat.

Kau pasti bingung mengapa aku membawamu ketempat ini, iya kan? "
Tanya Harry memulai cerita. Digenggam tanganmu lalu sedikit menjongkok. Kau semakin
dibuat bingung oleh tingkah Harry yang tak seperti biasanya.

" Berdirilah Har, jangan seperti ini " pintamu seraya mengangkat tubuh Harry agar berdiri,namun
lelaki itu tetap diam diposisinya.

" 4 tahun lalu, saat kita tak sengaja bertabrakan dikantin waktu mos, aku sudah mulai tertarik
padamu, beberapa kali aku ingin mengutarakan isi hatiku padamu, tapi selalu saja terhalangi oleh
kedekatanmu dengan Zayn! " Jelas Harry yang jelas membuatmu kaget. Sedang Zayn bergetar
diam dipersembunyian dan tetp memerhatikanmu.

" Aku tau ini gila, tapi sejak saat itu aku terus saja memendam perasaanku padamu, aku hanya
ingin kau bahagia dan aku, aku tak ingin merusaknya dengan pernyataan cintaku! "
" Aku mencintaimu YN! " Kata Harry pelan.
Tubuh Zayn lemas setelah mendengar kalimat terakhir Harry, dia tak sanggup mendengar
jawaban yang akan kau berikan pada Harry, apapun itu tetap menyakitinya.
Lelaki berambut hitam pekat itu lantas lari dari persembunyiannya.

" Aku memang mencintaimu YN, tapi Zayn adalah sahabatku, maka dari itu,maukah kau
kembali padanya? " Ucap Harry yang semakin membuatmu kaget.
Kau sama sekali tak menyangka Harry akan berbuat seperti ini, pikirmu tujuannya mengutarakan
perasaannya adalah untuk memilikimu. Tapi dia justru mengingkan kamu kembali bersama Zayn
dan memilih tetap menjadi pengagummu.

" Maaf Har, aku hargai kebesaran hatimu menginginkan aku kembali bersama Zayn,tapi aku
tidak bisa, karena sebagai sahabat aku akan melakukan hal yang sama untuk sahabatku. Aku
memang masih mencintai Zayn tapi Perrie juga sahabatku! " Katamu seraya melepas genggaman
Harry dan memeluk lelaki itu erat.

*****

Setiap Cinta pasti meninggalkan luka.


Cinta yang kuberikan dengan tulus, tanpa syarat telah dikhianati.
Hidupku terombang-ambing, tak tentu arah.
Membuatku semakin muak dengan yang namanya CINTS
Saat mimpi tak lagi kurai, saat hidup tak lagi berarti....
Kau berdiri dihadapanku.... Menggenggam tanganku, mewarnai hidupku.
Membuatku merasakan kembali arti kehidupan. Arti CINTA
Namun benarkah ia adalah cinta sejatiku? Cinta yang selama ini kucari? Cinta yang tak akan
memberikan LUKA.

Matamu berkaca-kaca setelah membaca sebuah tulisan yang ditulis oleh Liam diakun
facebooknya.
Oh Liam yang malang....
Kamu benar-benar merasa bersalah telah memperlakukan Liam seperti itu.

" Mungkinkah aku harus memberikannya kesempatan? " Tanyamu dalam hati. Tiba-tiba wajah
mama dan papamu terlintas dan menari-nari dipikiranmu. Betapa kedua orang tua itu
menginginkan kamu dan Liam bersatu.

" Yah! Aku harus memberinya kesempatan! " Katamu mantap

FF ZLI " kasih tak sampai " part 27-30


oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 26 April 2013 pukul 13:30

" Ada apa dengannya? " Tanya Niall pada Louis saat melihat Zayn hanya tidur-tiduran disofa.
Niall tadinya akan menuju kesana segera ditahan oleh Louis.
" Biarkan saja dia. Zayn sedang menghadapi masa-masa sulit "
Niall mengernyitkan mendengar ucapan itu.
" Masa-masa sulit? "
Louis mengangguk dan mengajak Niall keluar dari kamar.

" Kau tahu bahwa Zayn masih mencintai YN? "


Tanya Louis memulai cerita. Niall balas menggeleng.
" Tidak, tapi bukankah Zayn sudah memiliki kekasih? " Tanya Niall serius
Lalu Louis menceritakan perihal yang terjadi kemarin antara Zayn dan Harry.
Niall mengalihkan pandangannya ke Zayn yang masih memejamkan mata.

" Wah begitu yah, entahlah aku bingung harus berpihak ke siapa, kalau sudah begini akan
semakin rumit, menurutku sebaiknya YN saja yang memutuskan! " Katanya simpati
" Jadi kumohon,jangan lagi mencandainya, paling tidak untuk saat ini. "
Niall menghela napas sedih, merasa prihatin atas masa sahabat karibnya.
" Baiklah Lou,kalau saja aku tahu apa yang harus aku lakukan,aku pasti akan membantu!" Louis
hanya tersenyum getir.

*****

Kau menegang saat tanpa sengaja berpapasan dengan Zayn saat akan memasuki perpustakaan.
Kamu tak sadar kalau Zayn sudah berdiri disampingmu sejak tadi.

" Apa kabar YN? " Sapanya seperti biasa


Kamu mendadak tak bisa bergerak. Teringat akan peristiwa dimana Zayn mengutarakan
perasaannya bahwa dia masih mencintaimu dan menginginkan kalian kembali bersama.
Ditambah lagi dengan ketidak jujuran Liam tentang masa lalanya bersama Perrie.

" Apa kau sakit? " Tanya Zayn lagi dengan wajah khawatir.
Kamu segera mengerjap cepat dan sedikit menyesali keteledoranmu melamun didepan Zayn.
" Ha? A...aku tidak apa-apa!"
Jawabmu setelah berhasil menyadarkan diri dari lamunan tak bermutumu.
" Aku permisi dulu! " Pamitmu cepat dan Zayn membiarkanmu pergi begitu saja.
Lelaki itu tak ingin membuatmu bersedih apalagi sampai menumpahkan air matamu, karena dia
masih saja seperti Zayn yang dulu, yang mengaku bahwa titik lemah dirinya adalah dirimu. Yaitu
air mata

" Apa kau menyukainya? " Tanya Louis pada Eleanor yang tersenyum gembira mendapatkan
mawar putih yang sengaja dibelikannya untuk gadis itu atas rekomendasimu.
" Apa kau bercanda? Jelas aku menyukainya, ini mawar kesukaanku! "
Jawabmu sembari tersenyum lebar.

Melihat senyum dan binar mata gadis itu membuat Louis merasakan damai dihatinya, entah apa
rasanya. Seperti ada yang beda.

" Sore yang indah bukan? " Tanya Louis mengalihkan pembahasan. Dia tidak mau terlalu lama
berdiam diri karena jelas itu bukan sifatnya.

" Iya, terimakasih juga telah memberikan sunset terindah untukku. " Ucap Eleanor sambil
tersenyum kembali.

Mendengar kalimat itu, Louis seakan kaku, lidahnya kelu, tak tahu harus berkata apa, sungguh
gadis bernama Eleanor itu telah mampu merubah tingkah Louis menjadi 360 derajat jauh
berbeda dengan Louis William Tomlinson yang dulu dan hal itu disadarinya.

" Seandainya kau menjadi milikku, satu detikpun tak akan aku biarkan raut kesedihan mampir
diwajahmu! "
Ucap Louis pelan namun berhasil ditangkap oleh telinga Eleanor yang menyambutnya dengan
kerutan dikening.

" Apa kau mengatakn sesuatu? "


" Ha? A...aku tidak bilang apa-apa! "
Jawab Louis gugup lalu mengalihkan pandangannya kesebuah patung angel yang berdiri kokoh
disamping bangunan tua gedung asrama. Tapi lagi-lagi dia terlambat. Eleanor berhasil
menangkap blushing lelaki yang identik dean kaos stripesnya itu.

" Apa kau blushing? " Tanya Eleanor mengedipkan mata. Kali ini Louis tak bisa mengelak lagi.
Digenggamnya tangan Eleanor kemudian menatap dalam mata gadis brunette itu,menarik napas
panjang lalu membuangnya berat.

" ELEANOR JANE CALDER, would you be my girl? "

" Apa kau menyukai Zayn? "


Kamu buru-buru meneguk juice mu sebelum Eleanor yang sedang asyik menghujanimu dengan
berbagai pertanyaan itu tahu bahwa kau tersedak burger yang menjadi menu lunch me
bersamanya di taman.
" Dia memang terlihat tampan "
Gadis berambut brunette itu mengakhiri kalimatnya dan menatapmu yang duduk disebelahnya.

Yahhh Zayn memang tipe cowok pendiam. Dia juga tidak terlalu suka menjadi pusat perhatian
dan tak punya banyak waktu untuk bersenda gurau karena dulu, waktunya hanya ia habiskan
berduaan denganmu atau berlatih karena notabennya dia adalah atlet pebalap nasional ketika di
Indonesia.

" Apa kau dulunya dekat dengan dia? Keluarganya? Wahh kau beruntung sekali! "

" Tidak terlalu dekat! "


Kamu mengutuk dirimu sendiri setelah berkata demikian. Kali pertama kau membohongi
Eleanor, gadis yang dekat denganmu saat ini setelah Perrie menjauhi dirimu. Tapi untuk berkata
jujur bahwa Zayn adalah mantan kekasihhmu juga bukan pilihan tepat.

" Lalu bagaimana dengan Louis? Apa kau juga dekat dengannya? "
Segurat senyum tersungging dibibirmu, mengingat seminggu yang lalu Louis menelephonmu
hanya untuk menanyakan nama gadis itu.

" Apa kau menyukai Louis?? " Tanyamu menggoda Eleanor lalu gadis itu dengan malu-malu
menceritakan kedekatannya dengan Louis.

*****

Harry masih memandangi slide yang terus bergerak pada layar laptopnya. Matanya sudah perih
memandangi layar menyilaukan itu selama berjam-jam. Harry tahu apa yang ditampilkan di slide
itu bukanlah rekaan. Senyuman yang tersungging dibibirmu itu adalah senyuman yang sungguh
tulus.

Dadanya mendadak sesak mengingat apa yang sudah dilakukannya hampis 4 tahun ini. Ia sudah
cukup membuang waktu dengan mengamati dan diam. Harry ingin menunjukan aksinya. Ia tak
ingin semuanya berlarut-larut

" Aku mencintai YN. Sangat mencintai dia. Tapi Zayn juga sahabatku. Diapun masih
mencintainya. " Kata-kata yang selalu terngiang dalam kepalanya semakin membuatnya frustasi.
Untuk itu Harry memutuskan mengungkapkan perasaannya padamau.
Ya. Mungkin ini keputusan yang tepat.

FF ZLI " kasih tak sampai " part 26-27


oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 26 April 2013 pukul 13:28

Liam menaruh iphone miliknya diatas meja lalu membanting tubuh payahnya diatas ranjang.
" Kenapa susah sekali mendapatkanmu YN?"
Katanya seraya memijat keningnya yang terasa pening.
Iphonenya berdering tanda ada pesan masuk disana. Dilihatnya tertera nama Perrie

" Leeyum, aku ingin bertemu denganmu"


Keningnya bertaut lalu dengan cepat digerakannya jemarinya menekan tombol huruf dikeybord
touch screennya.

" Baiklah, kapan?" Ditekannya tombol SEND


Setelah menunggu beberapa waktu iphonenya itu berdering kembali. Ditekannya tombol OPEN

" Besok jam 1 siang"

Lelaki bertubuh atletis itu menarik napas berat lalu dihempaskannya tubuh payahnya itu diatas
ranjangnya kembali.

*****

" Senior kita yang kemarin itu siapa namanya? Dia cantik yah "
Kata Louis mengagetkan Harry yang tengah asyik memainkan game yang ada di iphone
miliknya. Sejurus diliriknya Louis dengan kening yang bertaut.

" Kenapa kau memandangiku seperti itu?" Tanya Louis heran.

" Tidak, kupikir kau tidak tertarik lagi dengan gadis semanjak putus dari Hannah." Jawab Harry
dengan nada menyindir.
Memang sejak putus dari Hannah, Louis tidak pernah mendekati gadis, kalaupun ada gadis yang
mendekatinya, dia selalu menghindar.

" Apa kau sudah gila? Kau pikir aku tidak normal hah?" Bentak Louis yang langsung disambut
Harry dengan menjulurkan lidahnya lalu berlari keluar kamar.
" Dasar kriting, awas saja kalau kau meledekku lagi, rambutmu akan aku luruskan!" Umpat
Louis kesal.

Louis terus bertanya siapa gerangan nama gadis itu. Gadis yang berhasil mencuri perhatiannya.

" Oh iyaaa, bukannya kemarin YN mengobrol dengannya, kalau begitu ku telfon YN saja dan
menanyakan nama gadis itu!"
Lalu Louis meraih iphonenya dan ditekannya nomer-nomer yang tertera di keyboard touchscreen
itu

" Haloo kak Lou" sapamu diseberang ketika telpon tersambung


" YN, boleh aku tanya sesuatu? "
" Boleh saja, apa yang mau kau tanyakan?"
" Senior yang kau mengobrol dengannya waktu ospek itu, siapa namanya? " Tanya Louis dan
kau sambut dengan tawa cekikikanmu yang khas.
" Hey kau ini... Jawab saja siapa namanya." Decak Louis kesal
" Jadi kau menelponku hanya untuk menanyakan namanya?"
" Sudahlah, apa susahnya sih menyebutkan namanya" pinta Louis setengah merengek.
" Eleanor. Eleanor Jane Calder"
" Thank you " lalu sambungan terputus.

" Ice cream sundae, banana's ice cream dan wafel dengan saus coklat!" Kata sang pelayan
sembari menaruh pesanan dimeja Perrie.

" Menunggu seseorang?" Tanyamu mengagetkan Perrie.

Gadis itu tak bergeming, dia sama sekali tidak menghiraukan pertanyaanmu.

" Perrie... Kenapa kau mendiamiku? Apakah aku berbuat salah padamu?" Tanyamu lantas
mendapat sorotan mata tajam milik Perrie lalu ditariknya napas berat.

" Kau bertanya apa kau berbuat salah padaku? " Tanya Perrie dengan nada sedikit menyindir.
"Dengar Perrie. Aku " lalu kata-katamu terhenti saat matamu menemukan sesosok lelaki yang
baru memasuki cafe. Manik matamu seakan meloncat.
" Liam? " Tanyamu seraya menunjuk Liam yang sedang berjalan kearah kalian.
" Hey YN kau disini juga? "
Kau terdiam lalu melirik Perrie dengan ekor matamu.

" Kau janjian dengan Perrie? " Selidikmu ke Liam lalu mengarahkan pandanganmu ke Perrie
Liam mengangguk.

" Okay YN! Ada 1 hal yang sebelumnya tak sempat ku ceritakan padamu, aku dan Perrie adalah
mantan sepasang kekasih!" Jelas Liam

Mendengar pengakuan Liam itu, dadamu terasa sesak. Apa itu entahlah. Tanpa sadar ada bening
embun yyang siap jatuh dan menetes dipipimu. Menyadari itu kau menghapus dan lari pergi dan
kemudian Liam mengejarmu.
" Leeyum" teriak Perrie namun tak berhasil membawa Liam kembali ke Cafe.

*****

Semenjak peristiwa di cafe itu kau mengurung diri dikamar, sehabis kuliah kau selalu
menghindar dari Perrie juga Zayn. Di tambah lagi dengan pengakuan Liam bahwa dia dan Perrie
adalah mantan pasangan kekasih. Lamunanmu dibuyarkan oleh kedatangan Conor yang beridir
tepat disampingmu.

" Hey kau mengagetkanku!"


Dilepasnya earphone yang sedari tadi menempel diteliganya dan dengan santai dia bertanya
tanpa rasa bersalah karena telah mengagetkanmu.

" Apa kau berbicara padaku? "

" Ckckck kau ini!" Decakmu kesal

Conor terus saja mengagnggumu namun lagi-lagi kau tak mengindahkannya seperti biasa dan itu
membuatnya kesal.

" YN. Ada apa denganmu? " Tanya Conor sembari duduk disebelahmu.

Angin sepoi-sepoi mengibaskan poni doramu membawa harum bunga dari taman yang tidak
seberapa jauh dari dudukmu. Hawa dingin mulai terasa membuatmu merapatkan mantel coklat
yang menempel ditubuh kecilmu.

" Aku hanya ingin hidupku normal kembali"


Mendengar jawabanmu itu, Conor mendongakkan kepalanya dan berusaha mencari raut kejailan
diwajahmu namun yang didapatinya adalah raut kesedihan yang mendalam.
" Apa maksudmu berkata begitu?"
" Sudahlah kau tak akan mengerti, maka dari itu sebaiknya kau menjauh saja dariku " katamu
seraya berdiri.

" Hey GR sekali kau! Siapa juga yang mau mendekati gadis jelek dan bermata sipit sepertimu? "

Mendengar perkataan Conor yang menurutmu menghina nenek moyangmu yang memang
berasal dari China itu membuatmu kesal. Kau lantas menginjak kakinya dan mengepalkan
tanganmu tepat didepan hidung bengirnya Conor. Lelaki menyebalkan yang menurutmu telah
mencapai level badai.

" Kalau begitu menjauhlah dariku dan jangan pernah menggangguku atau kubuat bengkok
hidungmu!!!"

FF ZLI " kasih tak sampai " part 24-25


oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 26 April 2013 pukul 13:27

" Kelompok 23 " teriak senior cewek berambut brunette


" Langkahnya dipercepat, jangan seperti siput!" Tambah sirambut hitam
" Kelompok 23!" Seru si cewek berambut brunette itu kembali. Suaranya melengking memaksa
kamu dan yang lainnya menutup telinga.
" Dirikan tenda kalian " tegasnya lagi

" Perrie, kau mau permen?" Tanyamu seraya menyodorkn permen karet yang kau genggam ke
Perrie.
Gadis berambut blonde itu sama sekali tak menghiraukanmu, dia meninggalkanmu dan
membiarkan tanganmu mengapung di udara dengan permen karet diatas telapak tanganmu.

Gadis berambut brunette yang kau ketahui adalah seniormu mendekatimu seraya mengulurkan
tangannya.
" Boleh aku minta permennya?"
"Boleh, ambil aja kak"
" By the way aku Eleaonor,kau boleh memanggilku El"
" YN"

Pritttttttt!! Suara peluit melengking diudara,semua terdiam. Kini semua mata tertuju pada senior
perempuan berambut brunette yang baru saja kau kenali bernama Eleanor Jane Calder.

" Waktu mendirikan tenda selesai "

*****

Ada rasa bersalah didalam hatimu yang sulit untuk kau mengerti saat Perrie yang biasanya
banyak tanya mendadak diam dan tak memperdulikanmu, 180 derajat berbeda saat pertama kali
kau bertemu dengannya.
Kau mulai sadar bahwa mungkin saja perrie melihat kau dan Zayn tadi pagi.
Perrie adalah orang baik, meskipun dia banyak tanya dan menurutmu itu membosankan tapi itu
dilakukannya karena rasa ingin tahunya terhadap kekasihnya yang merupakan mantan
kekasihmu.

Semua mahasiswa membentuk lingkaran mengelilingi api unggun.


Langit malam menunjukkan istanah megahnya malam itu, mutiara dan berlian bertaburan dimana
mana. Kamu tetap diposisimu,duduk disebelah Perrie yang tetap saja mendiamimu. Lalu
perhatianmu teralih ketika seorang lelaki maju ketengah-tengah lingkaran dengan memegang
sebuah gitar lantas berkata

" Aku akan menyanyikan sebuah lagu yang mewakili perasaanku saat ini, dan lagu ini kutujukan
kepada sesorang yang telah berhasil mencuri hatiku kembali"

Pipimu merah, jantungmu beradu dengan nafas yang terasa sesak, harap-harap cemas somoga
lagu yang dinyanyikan Zayn untuk Perrie, sedang Perrie melirikmu dengan tatapan sinis.

Pria itu memainkan gitarnya


Lalu mulai menyanyikan bait perbait

*Same bed but it feels just a little bit bigger now


Our song on the radio but it don't sound the same
When our friends talk about you, all it does is just tear me down
Cause my heart breaks a little when I hear your name

"My pride, my ego, my needs, and my selfish ways


Caused a good strong woman like you to walk out my life
Now I never, never get to clean up the mess I made, ohh…
And it haunts me every time I close my eyes"

Hingga kau tersadar bahwa lagu yang dinyanyikanZayn adalah untukmu. Ketika bait lain
dinyanyikannya sedang kau mengheningkan cipta.

" Although it hurts


I'll be the first to say that I was wrong
Oh, I know I'm probably much too late
To try and apologize for my mistakes"

Kau tak kuasa menahan langkahmu,


sebaiknya kau tak ada disitu, kau tak tega melihat Perrie yang diam-diam menghapus bening air
matanya.

" Aku tahu bagaimana perasaannya sekarang"


Harry mengikutimu, dia berusaha menyamakan langkahnya dengan langkahmu.
Ospek telah usai.....
Zayn merebahkan badannya diatas sofa putih disamping ranjang besarnya. Hati dan pikirannya
masih dipenuhi kamu dan Perrie. Kali kedua setelah 7 bulan dibuatnya kau menangis.
" Apa tindakanku tadi salah? Aku hanya ingin menunjukan padanya bahwa aku masih
mencintainya dan sama sekali tidak berubah. "

" Kau sudah makan? " Tanya Louis mengagetkannya.


Lelaki beralis hitam dan tebal ini hanya menoloh dan membuang napas berat lalu melanjutkan
lamunannya.
" Zayn, sebenarnya lagu yang kau nyanyikan waktu ospek kemarin itu untuk siapa, YN???"
Zayn sentak mengalihkan pandangannya lalu membuang pandang kembali.
Louis seakan mengerti tertawa sinis.
" Sebenarnya apa yang kau pikirkan?"
Tanyanya setengah berteriak.
" Kau tak mengerti Lou "
" Apa yang tidak kumengerti? "
" Aku masih sangat mencintai YN "
" Lalu bagaimana dengan Perrie? "

Zayn terdiam, dia tidak mampu mengeluarkan sepatah katapun. Sejenak dia memikirkan Perrie,
mengingat betapa gadis itu dangat baik dan perhatian padanya.

" Tapi aku masih mencintai YN "


Jawab Zayn bersamaan dengan masuknya Harry kedalam kamar.
Louis menarik napas panjang. Hal yang ditakutinya terjadi juga.
Zayn mengatur napasnya kembali. Berusaha agar terlihat tenang dan biasa saja dihadapan Harry
namun Harry bukanlah anak kecil yang mampu dia bohongi.

" Aku tau Zayn, kau masih mencintai YN, tapi pernahkah kau berfikir dan mengerti tentang aku?
"
Tanya Harry lantas mendapat sikutan dilengannya oleh Louis
" Apa maksudmu berkata begitu? " Tanya Zayn.
" Harry sudahlah! Kau tidak berhak menghakimi Zayn seperti ini."
Lerai Louis.

Yahhh inilah yang sangat ditakutkan Louis saat mendengar pengakuan Harry bahwa dia juga
menaruh rasa padamu, bahkan sebelum Zayn mungkin. Tapi bagaimanapun ini soal hati yang tak
bisa terus-terusan disimpan dan dipendam.

" Apa kau pernah tahu dan sadar bahwa jauh sebelum kau berkencan dengan YN aku telah lebih
dulu menaruh hati padanya?" Kata Harry setengah berteriak. Matanya memerah, terlihat ada
genangan air yang siap membentuk anak aliran sungai yang akan mengalir dari sudut mata
hijaunya.
Suasana di dalam kamar itu semakin menegang. Zayn nampak terpukul dengan pengakuan dan
hujatan Harry terhadap dirinya. Sedangkan Louis semakin bingung dan tak tahu bagaimana cara
mencairkan suasana yang semakin menegang.

" Harry cukup! Kau tak bisa seperti ini, sebenarnya kau yang salah, kenapa dari dulu tak kau
ungkapkan perasaanmu pada YN? " Tanya Louis membela Zayn.
" Sudah Lou, biarkan Harry tetap berbicara, aku ingin mendengarkan dia saat ini" lerai Zayn.
" Sebenarnya dari dulu aku sudah ingin mengutarakan rasaku ini, tapi lagi-lagi gagal karena
setiap aku ingin berbicara dengan YN kau selalu datang dan mengajaknya pergi" suara Harry
ditekan disetiap kata penyusun kalimatnya.
" Lalu kenapa baru kau katakan padaku sekarang?" Tanya Zayn sedikit emosi
" Kenapa? Kau tanya kenapa?" Bentak Harry emosi.
Louis semakin panas, dia menyapu dadanya yang seperti terbakar.
" Cukup!" Bentak Louis mengagetkan Harry dan Zayn.
" Aku tak ingin persahabatan kita retak gara-gara cewek apalagi YN, seharusnya dia tidak kalian
rebut tapi menjaganya,bukankah dia sudah seperti saudara kita sendiri?" Tambah Louis.
Harry dan Zayn menunduk lesu.

FF ZLI " kasih tak sampai " part 21-23


oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 26 April 2013 pukul 13:25

" Lou, apa aku boleh curhat? " Tanya Harry pada Louis yang sedang asyik menimati keripik
kentang yang diambilnya diam-diam dari tas Niall.
" Aku serius Lou, ini tentang perasaanku sejak 3 tahun lalu" sambung Harry dan kali ini berhasil
merebut perhatian Louis
" Boleh saja " jawab Louis semangat
Lelaki berambut ikal itu berjalan mendekati pintu kamar kemudian memutar gagang
pintunya,memastikan tidak ada siapa-siapa disana. Lalu kembalii dan duduk disebelah Louis

" Sebenarnya aku telah menaruh hati pada YN sejak pertama kali kulihat dia waktu MOS SMA
kita dulu "
" Kau serius? "
Louis berusaha menahan suaranya supaya tidak terdengar diluar lalu bergegas mengambil jus
yang sudah dibuatkannya dan diletakan diatas meja karena tersedak keripik akibat kaget dengan
pengakuan Harry.
" Apa aku kelihatan bercanda? " Harry balik bertanya
Louis yang biasanya cerewet bungkam seketika.
" Itu mungkin sekedar care, akupun begitu,aku care padanya"
" Tidak Lou, aku sangat menyayanginya, berteman dengan Zayn membuatku tak bisa
mengutarakan isi hatiku karea aku juga tahu Zayn juga menaruh hati padanya" jawab Harry
meyakinkan.
" Lalu apa maumu sekarang?"
" Aku tidak ingin kehilangan dia lagi"
Louis terdiam mendengar jawaban mantap Harry lalu menatap matanya dalam, lama sekali dan
didapati tak ada kebohongan disana, yang dittemukannya adalah raut kesedihan dan penyesalan
yang tak kuat untuk dibendung lagii.

Kamu mengerjapkan matamu perlahan, nyala lampu yang terlalu terang menghalangi
pandanganmu yang masih samar.kau pejamkan matamu lalu membukanya kembali, hingga
beberapa kali kau melakukannya. Setelah cukup terbiasa, kau akhirnya bisa melihat lagi dengan
normal lalu kau lirik jam dinding yang sengaja kau pasang tepat didepan ranjangmu.
" Sudah jam 7 "
kamu melangkah males-malesan menuju kamar mandi dan kemudian menjalankan ritual setiap
pagi dan soremu.

Tiba-tiba kau merasa sedih mengingat peristiwa kemaran sore, saat dimana Liam dengan sabar
meminta kesempatan kedua untuk mengenalmu lebih dekat.
"Apakah aku terlalu berlebihan padanya?" Tanyamu pada dirimu sendiri
Kau menahan napasmu yang semakin memburu karena perasaan sedih dan bersalah.

" Astagaa, sudah berapa lama aku melamun??? " Sadarmu seraya bergegas mengguyurkan
tubuhmu

" 7:45?" Kau lalu menyiapkan dirimu untuk pergi bersam Conor,Zayn,Perry dan Harry.

" 8:10, kau telat 10 menit" kata Conor mengagetkanmu ketika baru saja kau langkahkan kakimu
keluar dari lobi asrama putri.
" Maafkan aku " serumu seraya menunduk
" Dasar payah!" Kata Conor lalu berlalu meninggalkanmu
" Heyyy orang aneh tunggu!" Teriakmu
Conor tak memperdulikanmu yang tengah berlari menyamai langkah kakinya.

Harry,Zayn dan Perrie telah menunggu kalian di gerbang depan, Perrie terlihat cantik dengan
balutan t-shirt dan jeans yang membalut tubuhnya ketat.
" YN " sapa Harry melambaikan tangannya lalu kau sambut dan membalas lambaian tangannya.
" Sudah siap? " Tanya Conor lalu dijawab serampak dengan anggukan sebagai isyarat bahwa
mereka juga telah siap.

*****

Setelah selesai membeli beberapa keperluan dan perlengkapan perkemahan, kalian menuju ke
sebuah reston siap saji dekat mini market.
Harry dengan siaga membawakanmu makanan dan minuman, lalu mengelap sisa-sisa sambel
yang menempel diujung bibirmu.
Zayn hanya bisa mendehem, lalu mengingat saat-saat dimana kalian tengah berada ditaman dan
memadu kasih,memakan ice cream sambil berkejaran.
Perrie yang sejak hari dimana Liam menyatakn perasaannya padamu menjadi curiga tentang apa
sebenarnya hubunganmu dengan Zayn memperhatikan setiap detail perubahan sikap Zayn yang
mendadak dingin, serta Conor yang tengah sibuk dengan makanannya sambil sesekali mencuri
pandang dan melihat perubahan wajahmu yang sebenarnya menurutnya cute.

Kau melewati koridor kampus yang lumayan ramai dengan mahasiswa-mahasiswi baru yang
telah memadati lapangan hijau sambil berdendang. Tapi langkahmu mendadak terhenti saat Zayn
muncul dihadapanmu lalu menghalangi langkahmu.
Sementara Harry tengah asyik duduk dibangku taman sembari mendengarkan music sambil
memperhatian tingkah lakumu. Lelaki berambut ikal itu tersenyum melihat tingkahmu.
Lalu alisnya mengerut ketika mendapati Zayn yang tiba-tiba menghentikan langkahmu.

" Maaf, bisakah kau memberiku jalan?" Katamu dengan tegas


" Silahkan saja kalau kau bisa"
Kau mendecak kesal, dalam hati rasanya ingin menangis, kau merindukan saat-saat seperti ini
dengan Zayn, masa-masa dimana kaliian bercanda dan tertawa bersama. Tapii lagi-lagi
penghianatan cinta Zayn dan kata-katanya yang dengan tegas memintamu untuk menjauhinya
terngiang jelas ditelingamu.
" Maaf, aku tidak punya banyak waktu untuk berdebat "
Zayn beralih dari perdebatannya denganmu.
" Aku hanya ingin kita seperti dulu "
Kata Zayn yang membuatmu berhenti, bungkam, jantungmu seakan minta pensiun saat itu juga.
" Untuk apa?? Bukankah kau yang memintaku menjauhimu? Sudahlah, lagipula Perrie sangat
cocok denganmu"
" Lalu bagaimana dengan kau? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?"

Harry beranjak dari bangku yang didudukinya, melangkahkan kakinya lebih dekat supaya
mendengarkan pembicaraan antara kau dan Zayn.

Hawa panas menyergap hatimu.


" Kenapa Tuhan membiarkanku berada diposisi sesulit ini?" Teriakmu yang tanpa sengaja
terdengar oleh Perrie

" Dengarkan aku!" Katamu tegas dengan napas naik turun berusahan menahan sesak didalam
dada.

" Seharusnya kau tidak boleh seperti ini, kau sendiri yang memulainya, dan skarang
please,biarkan aku dengan kehidupanku, bukankah aku telah memenuhi permintaanmu? Apa lagi
yang kau mau dariku?"
Zayn diam seribu bahasa, dia sadar bahwa ini adalah kesalahannya.
" Dan aku, aku tidak bisa dan tidak akan menyakiti Perrie, dia gadis baik, seharusnya kau
bersyukur memiliki dia" tambahmu tak kalah getir.

FF ZLI " kasih tak sampai " part 19-20


oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 26 April 2013 pukul 13:23
Kamu merapatkan mantel coklatmu saat sepoi-sepoi angin mulai membawa dampak buruk pada
tubuhmu. Kau lalu bersedekap dan berlari-lari kecil agar tubuhmu yang kedinginan mulai
menghasilkan keringat.

" Jelek " seseorang memanggilmu dan kau berbalik cepat. Kau menemukan Conor yang juga
tengah duduk dibawah pohon cemara dengan bangku tua dibawahnya.
" Ngopi yuk, kau pasti kedinginan kan?" Tawarnya yang disamput decakan aneh khasmu
" Kau ini,,, awas saja kalau nantinya kau suka padaku " jawabmu lalu menoyor kepalanya.
" Hahahaha GR banget sihh kau, syukur-syukur kalau aku mau berteman denganmu" jawabnya
diselilingi tawa
Kamu memang menyukai coklat panas ketika sedang kedinginan. Kau lalu mengingat mamamu
yang kerap kali membuatkan coklat panas ketika hujan lebat dan kalian nikmati bersama didepan
tv ruang keluarga, sejenak kau terdiam lalu bulir-bulir embun mengalir membentuk anak-anak
sungai dari sudut matamu.
" Jelek, kau kenapa? Kau menangis?" Tanya Conor saat tanpa sengaja mendapati air mata
mengaliir dipipimu.
" Ohh ehh, nggak, aku hanya teringat akan mama dan papaku."Jawabmu seraya mengusah
bening embun dipipimu dengan kedua belah tangan.
" Ahhh cengeng, sudah jelek, berponi dora, bermata sipit, untung saja kau agak mancung, kalau
enggak, aduhhh tidak tau seberapa jeleknya kamu!"
" Dasar pendek kau, kau sama sekali tidak pantas berkulit putih,lihat saja kau lebih pendek dari
mereka yang seusia kita" kau lalu berlalu meninggalkan Conor yang sedang menahan dan
mengelus-elus dadanya karena terasa panas disana.

Zayn hanya mematung melihat adegan perdebatan itu. Dia terlalu takut hingga tak bisa
mengendalikan otot-ototnya yang tiba-tibba saja membatu.
Jujur saja, sebenarnya dia bukan takut dengan si lelaki yang telah diketahui bernama Conor ketua
kelompok mereka, namun yang ditakutkan adalah responmu yang sudah pasti tak suka.

" Apa yanng akan kau lakukan?" Tanya Harry seraya menyikut lengan Zayn.
Pria itu masih bergeming dengan pandangan lurus menatapmu yang berlalu pergi meninggalkan
Conor. Zayn ingin menarik tangan gadis yang dicintainya itu lalu dipeluknya erat. Namum ia
tidak bisa, karena sudah ada Perrie yang terlanjur dibawanya masuk kedalan kehidupannya
beberapa bulan lalu ketika tengah beradu balap di London.
Dan yah, sore ini Zayn hanya bisa melihatmu dari kejauhan.
" Kau menyebalkan Zayn" Harry mengacak jambul yang susah payah dirapikannya berjam-jam
didepan cermin itu. Aksi Harry untuk mendapat perhatiannya pun berhasil, Zayn lantas mengejar
Harry dan berteriak " awas kau! Akan aku luruskan rambutmu " kedua sahabat itupun asyik
berkejaran

Liam merapikan jambulnya didepan cermin, diperiksa wajahnya berulang-ulang, takut kalau ada
kotoran yang menumpang tenar diwajah tampannya. Dia lalu menuju meja hiasnya dan
mengambil botol parfum dan menyemprotkannya keseluruh tubuhnya. Berlebihan, Liam tahu itu
tapi tetap saja dilakukannya mengingat dia akan menemui kamu sore ini.
Diliriknya jamm tangan yang sedang dipakainya,memastikan jam menunjukan pukul 4:pm,
waktu dimana dia berjanji akan menemuimu dan mengajakmu jalan-jalan mengelilingi kampus
barumu.

Akhirnya hari ini datang juga, hari dimana dia akan mengajakmu kencan,meskipun menyolong
sedikit waktu dari rencana awal yaitu mengajakmu mengelilingi kampus.

" Sudah siapa? " Tanya Liam ketika kau keluar dari lobby asrama putri dan kemudian kau
sambut dengan anggukan cepat seraya tersenyum.

Kalian melangkah perlahan, bergandengan mesra, bergerak seiring dengan irama lagu yang
sengaja diputarkan Liam dari iphonenya.
Ada perasaan damai didalam hatimu. Sama seperti dulu waktu Zayn menggandeng tanganmu.
Jantungmu berpacu mengalahkan kecepatan lari harimau sekalipun. Detaknya terdengar jelas
ditelingamu ketika tangan kekar Liam merangkul pinggangmu, kau menatapnya dan senyum
membiarkan pinggang kecilmu dirangkulnya.

" YN " kata Liam berhenti didekat danau dibelakang sebuah gedung tua yang sudah lama tak
digunakan.
Liam memegang pipimu lembut.
" Would I come in ur life? " Tanya Liam seraya menatap matamu dalam-dalam.
Kau kaget lalu menepiskan tangan Liam dari pipimu dan menggenggamnya. serius
" Bukan begitu Li, aku hanya belum siap "
" Kenapa? Apa aku sama sekali tidak punya kesempatan untuk itu? " Tanya Liam
" Kenapa? Apa karena Zayn? Ingatlah YN, Zayn sudah bukan milikmu lagi " jelas Liam
meyakinkanmu
" Ini semua terlalu cepat untukku "
" Kupikir 7 bulan adalah waktu yang cukup untuk kita saling mengenal " suara Liam mulai pelan
dan bergetar, agak terkesan cengeng tapi soal hati Liam tidak pernah main-main.
" Aku nyaman denganmu Li, aku merasa aman didekatmu, tapi perasaanku kepadamu masih
seperti dulu, hanya tertarik " jelasmu pada Liam yang terduduk lesu dibangku tua disamping
danau.
" Berikan aku waktu untuk merubahnya YN "
Kau menyambutnya dengan anggukan.

*****

Perrie melangkah dikoridor asrama sendirian, dia menyapa beberapa teman yang ditemuinya
sambil terus melangkahkan kakinya. Dia hendak pergi bersama Zayn, makan disebuah restoran
yang tak jauh dari kampus mereka.
" Babe " Perrie berseru ketika Zayn keluar dari lobi asrama.
Zayn mempercepat langkahnya untuk menghampiri kekasih barunya itu, tapii langkah itu
terhenti saat dia melihat dirimu dan Liam tengah mengobrol serius kemudian Liam memelukmu.
" Mungkin mereka telah jadian? "
Mengungkapkan kalimat itu terasa susah sekali, lidahnya kaku, dia merasakan seperti ada
sengatan listrik dihatinya.
Perrie mengalah untuk menghampirinya lalu menengok kearah yang dipandangi Zayn sehingga
membuatnya menghentikan langkahnya.

Setelah sampai di restoran, Zayn sibuk dengan segudang pertanyaan tentang kau dan Liam
dipikirannya sedang Perrie merasa ada sesuatu yang beda dengan tatapan Zayn padamu selama
ini dan juga kejadian tadi yang mendadak membuat Zayn tak semangat.

FF ZLI " kasih tak sampai " part 17-18


oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 26 April 2013 pukul 13:21

" Apa??? YN juga kuliah disini?" Tanya Harry tak percaya ketika mereka sampai di kamar
asrama yang akan mereka tempati
" Iya, aku juga sudah bilang kalau kalian akan datang hari ini " jelas Zayn dengan semangat.
" Apa kau telah balikan dengan YN? " Tanya Niall dan langsung dicubit lengannya oleh Louis
yang duduk bersebelahan dengannya disofa
Zayn menunduk seraya menggelengkan kepala. Harry mengehembuskan nafas berat. Terlihat
jelas ada perasaan lega disana.

" Niall " teriak Louis seraya berdiri dari sofa yang didudukinya bersama Niall
" Tidak bisakah sehari kau tidak kentut?" Tambah Louis yang membuat Zayn dan Harry
menutup hidung mereka.
" Sekali lagi kau kentut, tidak akan kubiarkan kau makan sehari" ancam Zayn
" Aku tidak bisa menahannya" jawab Niall nyengir dengan wajah polos tanpa dosa.
" Aku akan keluar sebentar, nanti akan kukenalkan kalian dengan pacarku " kata Zayn kemudian
meninggalkan ke3 sahabatnya itu.

" Harry, kau keluar atau tidak?" Tanya Niall pada kawannya yang berambut ikal itu. Harry
menjawabnya dengan deheman yang tak berarti.
" Harry! Kalau kau tidak mau keluar yasudah,kami akan pergi menemui YN" sambung Niall
lagi.
" Aku ikut " jawab Harry bergegas lari kedepan pintu dan mengikuti Louis yang sudah
menunggu di loby asrama.
Niall mendecak kesal melihat tingkah sahabatnya itu.

*****

" Mereka datang! " Serumu saat kau mendapati Harry,Louis dan Niall yang keluar dari loby
asrama putra.
" Harry,Lou,Niall, kukira kalian akan melanjutkan kuliah di Amerika" serumu
" YN,aku merindukanmu," Niall merangkul pundakmu
" Aku jugaa Nay " balasmu dan merangkulnya.
" Nay, kau terlihat agak kurusan?" Tanya Liam memperhatikan ujung rambut Niall sampai
keujung kaki lalu naik dari ujung kaki ke ujung rambut lagi.
Niall mengernyitkan keningnya dan melihat tubuhnya sendiri lantas berkata
" Harry dan Louis tidak memperhatikanku selama di pesawat." Jawa Niall yang membuat Harry
dan Louis dengan cepat menjitak kepalanya
" Awhhhh sakit, kau lihat YN,mereka kompak menjitakku" jawab Niall merintih kesakitan
" Cup cup cup " katamu menyapu kepalanya dan berusaha menenangkkan Niall yang malah
menjulurkan lidahnya pada Harry
Harry mendecak kesal.
" Ada saja alasannya untuk membuatku jealous " umpat Harry dalam hati.

" YN " sapa Perrie diseberang jalan


" Heiii " balasmu seraya mengangkat kelima jarimu
Niall mendekat dan membisikan sesuatu ketelingamu
" YN, siapa dia? "
" Pacarnya Zayn" jawabmu setengah berbisik
" Hey guys, kenalin ini Perrie pacar gue " kata Zayn memperkenalkan kekasihnya kepada ke3
sahabatnya.
" Hey " sapa Perrie
" Babe, ini Louis, yang rambut blonde dan tukang makan itu Niall dan yang kriting itu Harry"
jelas Zayn dan langsung membuatnya mendapatkan toyoran dikepalanya.
" 1,2,3,4,5,6, mana Liam?" tanya Perrie
" Dia tidak bisa ikut, dia sedang ospek dikampusnya" jelasmu tak semangat
" Tenang saja YN,ada aku disini " sammbung Niall sembari merangkul pundakmu kembali.
" Kalian tampak akrab sekali, aku iri pada kalian " kata Perrie sembari tertawa miris
" Ayooo kita pergi, kita hanya punya waktu hari ini untuk menyiapkan perlengkapan ospek kita
besok " kata Harry mencairkan suasana yang tadinya beku akibat pengakuan Perrie yang iri
dengan kehangatan persahabatan kalian.

" Aku siap " seru dirimu sambil berdiri didepan cermin dan sesekali merapikan poni doramu
" YN,,, ayolahhh kita sudah terlambat " seru Perrie mengetuk pintu kamarmu yang sebenarnya
tak kau kunci.
" Iyaaaa "
" Hari pembagian kelompok, semoga saja kita sekelompok yah " ujar Perrie penuh harap
" Bagaimana mungkin aku bisa satu kelompok dengan kekasih mantanku? Sanggupkah aku
melihat kemesraan mereka?" Batinmu menangis

Seterlah mengumpulkan perlengkapan yang diminta senior, semua mahasiswa diminta agar
mencari kelompok mereka dengan petunjuk yang dibagikan oleh senior berupa angka, jika angka
yang tertulis dilemabaranmu sama maka artinya kalian 1 kelompok...

" Yang benar saja, mahasiswa disini bukan hanya 10 orang,bagaimana mungkin dengan waktu 3
menit aku temukan kelompokku" decakmu kesal sembari mengakat lembaran yang ada angka
petunjuk kelompokmu sambil menendang-nendang rumput hijau ditanah yang sedang kau pijaki.

" 26? " Seru seorang lelaki disebelahmu


" Ehhh kau punya angka yang sama denganku?" Tanyamu cepat
" Dasar pemalas, kau hanya berdiri disini tanpa mencari anggota kelompokmu?" Bentak lelaki
itu
" Maaf, abis kulihat banyak mahasiswa disini jadi mana mungkin dengan waktu 3 menit aku
menemukan kelompokku" jelasmu panjang lebar dengan raut wajah polos malaikatmu
" Hah yasudahlah, tidak punya otak' umpat lelaki itu lalu pergi meninggalkanmu.
" Heyyyy tunggu, kau bilang aku apa??" Tanyamu lalu menarik kerah bajunya dari belakang
Benar saja aksi konyolmu itu mendadak membuat mukanya merah padam akibat amarah yang
memuncak,,, kemudian keluar asap dari telinganya lalu telinganya berubah membesar
" Ihhhh serem " katamu seraya memeluk tubuhmu sendiri layaknya orang kedinginan
Lelaki itu menatapmu dengan tatapan aneh.
" Kenapa?? Kau tidak jadi menrkamku? Kau tidak jadi menggigitku dan mengisap darahku
seperti disinetron-sinetron itu? " Tanyamu seraya berkacak pinggang dan memolototinya.

" Conor " teriak lelaki berambut blonde dengan jambul segitiganya
Si lelaki aneh yang sedari tadi memarahimu karena tidak mencari kelompok itu menoleh lalu
berjalan mendekati suara sang pemanggil.

" Ohhhh namanya Conor " katamu pelan.

" YN.... Kau sudah mendapatkan kelompokmu?" Tanya Niall mengagetkanmu


" Iyaa tapii baru 1 orang, udah gitu aneh pula! " Jelasmu
" Coba kulihat, heyy kau satu kelompok dengan Perrie, Zayn dan juga Harry " seru Niall
bersemangat lalu kau sambuti dengan wajah murungmu yang tetap kelihatan manis.

" Heyyy kauu jelek, kesini sebentar " teriak si lelaki aneh yang kau tahu bernama Conor itu
" Namaku YN, dasar aneh " katamu kesal
Niall mengikutimu darii belakang dan memperhatikan tingkah lakumu yang aneh
" YN kenapa aneh begini? Biasanya dia yang paling ramah dengan orang yang baru dikenalinya,
kenapa dia begitu kasar pada lelaki itu?" Pekik Niall dalam hati.
" Besok kita pergi belanja alat-alat perlengkapan perkemahan,ku jemput kau jam 8 pagi,ingat
jam 8, jangan sampai telat. Jelas Conor panjang lebar lalu berlalu pergi setelah memberimu
lembaran angka petunjuk kelompok yang sedari tadi diremas-remasnya.
" Kenapa kau memberikanku kertas ini? Aku bukan tong sampah " decakmu kesal
Sejurus Conor menoleh dan memberikan senyum penuh arti padamu.
" Ckckck ternyata ada juga orang aneh seperti dia dikota sebesar ini "
Lanjutmu.
Niall lalu menatapmu bingung
" Hey kenapa kau memperhatikanku seperti itu? " Selidikmu
Lalu alisnya bertaut.
" Sebenarnya kau yang aneh YN "
Ucap Niall lalu meninggalkanmu.
" Aku? Aneh? Yang benar saja! "
Umpatmu kesal dan meremas kembali kertas yang digengnggam.

" Call me maybe "


Alismu bertaut ketika membaca kaliamat disamping angka-angka nomer handphone yang
diberikan Conor untukmu tadi.
Kaupun tersenyum dan kemudian tertawa pelan.
FF ZLI " kasih tak sampai " part 15-16
oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 26 April 2013 pukul 13:19

Bulan keperakan menggantung dilangit terang,lapisan awan hitam berarak menutupinya, sedang
sang rembulan mengintip bumi malu-malu. Kamu duduk dibingkai jendela
kamar,memperhatikan rembulan untuk beberapa saat lalu menurunkan pandanganmu dan beralih
pada bayang-bayang pohon cemara didepan gedung asrama. Kepalamu berdenyut-denyut
memikirkan pertemuanmu dengan Zayn dan Perrie yang diakui Zayn adalah kekasihnya. Dalam
hati kau sangat bahagia dapat bertemu kembali dengan Zayn,namun Perrie? Ahhh sudah hampir
7 bulan kau berusaha melupakan Zayn dan menerima Liam, pikirmu dengan kuliah di
Manchester kau dapat sepenuhnya melupakan segala hal yang berkaitan dengan Zayn dan
memulai hari baru bersama Liam namun kedatanganmu ke Manchester justru membuatmu
bertemu kembali dengan Zayn.

" Aku ingin kau menjauh dariku dan jangan pernah ganggu kehidupanku lagi!" Kalimat Zayn 7
bulan lalu masih terngiang jelas dipikiranmu, suara tegas bercampur kegetiran hati yang tak
tertahankan lagi.

" Permisi, boleh aku masuk?" Suara yang datang bersamaan dengan ketukan pintu itu
menyadarkanmu dari lamunan, kamu gugup, suara itu baru saja kau kenali tadi pagi

" Masukla!" Serumu seraya bangkit daru dudukmu


Kamu membuka pintu. Matamu membulat,wajahmu langsung memerah.

" Apa aku mengganggumu?" Tanya Perrie


" Ohh ehhh tidak sama sekali" jawabmu gugup
Lalu kau berjalan dan diikuti perrie

" Apakah kau dan Zayn sudah lama saling mengenal?" Tanya Perrie seraya duduk disebelahmu
Kau merasa sebaiknya kau tak memeliki telinga saat itu, pertanyaan Perrie membuat jantungmu
seakan berhenti

" Kami dulunya 1 SMA" jawabmu asal


" Oh kupikir dulunya kalian adalah sepasang kekasih" respon Perrie yang mendadak membuatmu
batuk seakan kau tengah kesangkut tulang ikan ditenggorokanmu
Lalu Perrie dengan cepat memberikanmu segelas air yang sengaja kau taruh disamping ranjang

" Kenapa kau berpikir begitu? "


" Tidak apa-apa, hanya saja tatapan kalian satu sama lain terlihat berbeda " jelas Perrie.

Yeah, apa yang di khawatirkan Zayn akhirnya terjadi juga! Dia bertemu kembali dengan
dirimu....
Dia yang sebenarnya tahu kau akan melanjutkan studimu ke Manchester tak menyangka kau
akan memutuskan untuk belajar di Manchester University. Pikirnya di Manchester sangat banyak
Universitas jadi mungkin saja kau tak kepikiran untuk belajar juga di kapus yang sama
dengannya.

Usai memberesakan kamarnya, Zayn membuka jendela kamar yang berhadapan dengan asrama
putri. Sejenak ditutup matanya untuk mendinginkan paru-parunya yang agak sesak
memikirkanmu. Belum lagi otaknya yang dibuat panas mengingat kau ada disini bersama Liam.

" Untuk apa aku memikirkannya? Bukankah ini semua juga untuk kebaikannya?" Decak Zayn
seraya membuka mata
Zayn lalu mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru taman pemisah antara asrama putri dan
putri. Dia mempertajam pandangannya ketika matanya menangkap sosok gadis yang tak asing
baginya tengah berjalan bersama lelaki yang juga tak asing baginya. Kedua manusi itu tengah
berjalan bergandeng tangan sambil sesekali terdengar suara cekikian sigadis yang tertawa akibat
lelucon yang dibuat si lelaki.

" Kau terlihat sangat bahagia bersama Liam,YN" ucapnya lirih


Lalu menutup jendela kamarnya dan membanting tubuh payahnya diatas ranjang.
zayn membuka dompet kulitnya dan mengeluarkan sebuah foto yang disimpannya dibalik foto
dirinyaa bersama si rambut pirang Perrie.
Dia lalu teringat dengan janjinya untuk menemani Perrie dinner...
Lelaki berwajah timur tengah itu mengecek iphonenya dan di sana terdapat beberapa missed call
dan beberapa sms dari Perrie.
" Astaga sudah hampir setengah jam dia menungguku" kata Zayn sambil berlari menuju cafe
disamping gedung asrama.

"Babe, apa kau menungguku terlalu lama?" Tanya Zayn begitu tiba dicafe
Perrie hanya mengangguk lesu.
" Maafkan aku" kata Zayn seraya mencium kening Perrie lembut

Mereka lalu menikmati makanan yang dipesan Perrie,, seakan tahu kesukaan Zayn, Perrie
memesan makanan yang serba-serbi chiken...

" Hey, itu YN dan Liam" kata Perrie mengejutkan Zayn lalu menunjuk kearahmu dan Liam yang
baru saja memasuki cafe
Zayn menunduk lesu.
" Kenapa selalu ada dia? Bagaimana aku bisa melupakannya kalau tiap saat harus bertemu
dengannya?" Kata Zayn pelan namun tetap terdengar oleh Perrie
" Babe, apa kau mengatak sesuatu?" Tanya Perrie memastikan
" Ohhh ehhhh nggak babe" jawab Zayn gugup.

" Hey Yn, Leeyum, come here" teriak Perrie seraya melambaikan tangannya
Liam menyambutnya dan menarik tanganmu agar ikut gabung bersama Perrie dan Zayn.
Dengan berat hati kau langkahkan kakimu menuju meja dimana Zayn dan Perrie tengah makan
berdua,,, Perrie dengan senang hati dan memberikan senyum manis yang tersungging dari
bibirnya yang merah merona.

" YN, kau mau makan apa?" Tanya Liam


" Sama kayak kamu aja Li " jawabmu males-malesan.
Zayn menatapmu diam-diam dan tanpa sengaja mata kalian beradu pandang, lalu kau buang
pandanganmu dan menghembuskan napas berat.

" Berani sekali dia mencuri pandang ke cewek laen padahal ada pacarnya disini" umpatmu dalam
hati
Sementara Zayn tengah sibuk dengan pikirannya sendiri dan juga Perrie dan Liam sibuk dengan
accent british mereka.

*****

Zayn menghentikan langkahnya di persimpangan koridor asrama kampus karena melihatmu.


Senyum terkembang di wajah tampannya ketika melihat tingkah lakumu yang menari-nari dan
melompat sambil bersiul pelan menyusuri koridor asrama putri dan kemudian melangkah
perlahan dengan menyeret kakimu dan kemudian melompat lagi.
Kamu menghentikan langkahmu ketika sebuah sapaan dan diikuti lambaian dari seberang taman
pemisah gedung asrama putra dan putri.
" Hai " sebuah sapaan dan diikuti senyuman yang menyejukkan hati yang melihat, senyum ikhlas
dari lelaki berparas tampan.
" Liam kemana? Apa dia tidak mengantarmu?" Tanya Zayn
" Iya, tapi dia sudah kembali kerumahnya "
" Kupikir dia akan kuliah disini "
" Tidak, dia hanya akan menengokku beberapa jam setiap hari "
" Niall, Harry dan Louis juga akan segera kesini "
" Ohhhh "
Lalu hening disana!
Zayn merasa bahagia karena dapat berbicara dan berduaan bersama kamu, sedangkan kamu
tengah sibuk dengan pikiranmu dan juga kata-kata Zayn saat 7 bulan lalu ketika dia memutuskan
hubungan kalian.

my one direction fan fiction part 12-14


oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 26 April 2013 pukul 13:16

Zayn berhenti sebentar dan berbalik kebelakang. Ia ingin memastikan gadisnya itu baik-baik
saja. Saat matanya menangkap sosok itu, dilihatnya gadis itu sedang berduaan dengan seorang
lelaki yang dikenalinya, Zayn menghela napas. "Kamu itu bukan lagi kekasihnya jadi dia tidak
berhak lagi melarangmu berduaan dengan pria lain" termasuk Harry, begitu pikirnya.
Zayn hanya mematung saat melihat adegan dimana Harry menghapus air matamu dan
membiarkan kamu menyandarkan kepalamu dibahunya, samar-samar ditelinga Zayn kamu
menangis dan menceritakan semua yang terjadi padamu lalu Harry memelukmu dan
menenangkanmu sebisa mungkin. Zayn lalu pergi meninggalkan tempat yang sedari tadi dia
pijaki.

"Apa sesuatu terjadi padamu?" Tanyya Niall saat Zayn duduk dibangkunya dengan wajah
murung
Zayn menggeleng tanpa menjawab. Ia masih shock atas keputusan yang diambilnya.

*****

Sepanjang perjalanan pulang, kamu hanya diam seribu bahasa. Kamu seratus persen
mengabaikan setiap ucapan yang keluar dari mulut Liam. Kamu seperti mendengar tapi tidak
mendengar.
Kepalamu dipenuhi oleh perkataan Zayn dan keputusannya untuk menyudahi hubungan yang
telah lama kalian rajut dengan penuh kasih. Lebih-lebih pengakuan Zayn tentang gadis yang
mencuri hatinya. " Harusnya aku tidak boleh menangis didepan Zayn" pekik dalam hati. Tapi
kenyataannya selama 2 tahun terakhir kau sama sekali tak mampu menyembunyikan perasaanmu
darinya, bahagia maupun sedih. 2 tahun adalah waktu yang cukup lama, 2 tahun pula Frida
sering mengejar-ngejar Zayn bahkan terang-terangan merayu pria pembalap itu dan 2 tahun pula
Zayn sama sekali tak menggubrisakannya lalu sekarang dia mengaku jatuh cinta padanya???
MUSTAHIL

" Ternyata aku sama sekali belum paham tentang kamu " ucap Liam yang kali ini berhasil
menyadarkanmu dan membawamu kealam nyata
"Hah?" Tanyamu tanpa bermaksud benar-benar bertanya.
Liam mengerti mengapa mendadak kau diam. Dia ingin sekali mengajakmu bercanda namun
melihat dirimu yang sedang sibuk berdiam diri, segera diurungkan niatnya

" Dasar supir bodoh " umpatmu seraya mengangkat kepalan tanganmu keudara ketika bus yang
kau tumpangi berhenti secara mendadak tepat didepan gedung tua yang telah terbuka lebar pintu
gerbangnya menyambut kedatanganmu.
Angin berhembus manja, meniup-niup poni doramu. Sepoi-sepoi itu sama sekali tak
mengusikmu yang tengah melamun. Kamu pandang jauh kedepan. Pada gedung tua yang akan
menjadi tempatmu menimbah ilmu. Halaman depannya begitu luas dengan hamparan rumput
hijau dan juga pepohonan cemara, ada bangku juga meja disana. Kau taruk koper besarmu dan
melangkah masuk.

" Aku mahasiswi Mmanchester University" serumu sedikit mencondongkan tubuhmu kedepan.
Seolah ingin memperkenalkan dirimu dengan bangga pada makhluk hidup disekitarmu. Daun-
daun berguguran, burung-burung gereja berterbangan dari pohon yang satu ke pohon lainnya,
seolah sebagai pertanda mereka dengan bahagia menyambut kedatanganmu.
Wajah ceriahmu merah padam seketika saat kau dapati seseorang lelaki tengah berdiri
disampingmu,hanya beberapa meter disampingmu memperhatikanmu dengan tatapan berbeda,
lelaki bermata coklat dengan jambul seperti sangkar burung itu tampak tertegun dengan raut
aneh, antara bahagia juga tak suka,entah mana yang lebih dominan.

" Heh kau ngapain berdiri disitu? "


Bentak lelaki itu kasar
Kau tersenyum sinis lalu berkacak pinggang
" Emang ini jalan punya nenek moyang lo?" Bentakmu tak kalah kasar

" Babe " sapa seorang gadis berambut blonde yang membuatmu tertegun
Gadis itu lalu bergelayut manja dilengan lelaki berwajah timur tengah yang dulu pernah menjadi
bagian penting dalam hidupmu.
Ada sebersit rasa sesak didalam dadamu namun segera kau buang jauh-jauh.

"YN,kenalkan ini Perrie" kata Zayn menunjuk gadis berambut blonde dengan make up yang
agak menor namun tetap kelihatan manis disampingnya itu
" Perrie" kata gadis itu seraya menjulurkan tangannya lalu kau sambut dan memperkenalkan
namamu

" YN" teriak Liam dari balik pepohonan cemara


" Darimana saja kau? Kupikir kau sudah d'asrama putri" katanya terburu-buru mengikuti irama
pacu jantungnya yang cepat

" Hey Leeyum? " perrie seperti tak yakin


" Perrie?"
"Yahhh, heyy u okay?" Tanya perrie sembari mencium pipi kiri-kanan Liam
" Zayn, YN,aku dan Perri adalah sahabat semasa kecil" Jelas Liam lalu dia sadar ada kejanggalan
disini
" Zayn, apa kau mengenal Perrie?" Tanya Liam lalu disambut anggukan Zayn sebagai jawaban.
Mereka lalu mengobrol dan mengingat tentang kenangan mereka dulu

my one direction fan fiction ZLI part 11


oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 7 April 2013 pukul 15:22

kamu tak kuasa menahan air matamu ketika membaca sebuah surat beramplop biru muda warna
kesukaanmu.
"Liam benar, seharusnya aku tidak boleh bersikap begitu padanya"
tiba-tiba saja perasaan menyesal dan bersalah pada Liam, lelaki yang tulus mencintaimu itu
begitu meyayat hati, reflek kau kembali mengingat kektika pertama kali kau bertemu dengannya
saat kamu... dan kedua orang tuamu menjemputnya di bandara dan dengan sopannya mengatakan
bahwa kamu lebih cantik daripada potert dirimu yang dikirim papamu yang membuatnya jatuh
cinta dan saat dimana kau dan Zayn tengah dalam masalah, dia selalu ada disampingmu bahkan
saat Frida dan teman-temannya mengeroyokimupun dia tetap setia menjagamu dan memberikan
perhatian lebih padamu.

mendadak kau kangen dengan senyum manis dan mata teduhnya, kau sendiripun tak mengerti
mengapa mendadak kau peduli padanya. bukankah ini semua keinginanmu? Liam hanyalah
mengabulkan permintaan yang menurutmu tak bisa dia kabulkan. dan sekarang kamu mendadak
kangen padanya? sebenarnya apa maumu? sebenarnya kau benar-benar peduli padanya ataukah
hanya kasiahan dan simpati dengan isi surat tentang pengalaman cinta yang menggoreskan luka
yang mendalam dihatinya yang tak kunjung sembuh? hingga kau mampu menetralisirkan hati
yang telah mati menjadi hidup dan berwarna kembali.

#SEKOLAH
kamu melangkah terseok menyusuri koridor sekolah dengan hati yang hampa. sambil sesekali
kau tanyakan keberadaan Liam pada beberapa siswa yang lewat didepanmu.
"Lihat Liam tidak?"
yang ditanya hanya menggeleng sebagai isyarat bahwa dia tidak melihat orang yang kau
tanyakan.
kamu tersenyum dan mengucapkan terimakasih.
kemudian kau lanjutkan langkahmu menuju kelas dan terhenti setelah melihat sosok lelaki yang
sedari tadi tengah duduk dibangkunya dan memainkan handphone miliknya.
"LIAM" sapamu lalu mendekat dan duduk disampingnya.
Liam mendehem lalu melanjutkan kesibukannya memainkan fitur yang disediakan oleh benda
pipih itu
"aku minta maaf atas perkataanku kemaren" lanjutmu seraya menggenggam tangannya
Liam masih saja membisu.
"aku tahu aku tak berhak mengatur perasaanmu, bahkan aku juga tahu dengan jelas bahwa kau
sendiripun tak bisa mengatur hatimu, itu sebuah kewajaran. sebenarnya akupun tertarik padamu
saat pertama kali kita bertemu. hanya saja aku telah memiliki kekasih.
Tanpa kau dan Liam sadari Zayn mendengar semua percakapanmu ke Liam,bahkan dia juga
melihat dengan jelas saat kamu menggenggam tangan Liam

*****

Zayn melangkah cepat meninggalkan kelas. Diah bahkan berlari hingga tubuh besarnya
menabrak beberapa orang yang berjalan berlawanan arah darinya

"aku tak bisa seperti ini terus" katanya dalam hati


langkahnya terhinti disebuah bangku tua ditaman belakang sekolah yang sepi. dia kembali
memikirkan perkataan Louis yang malam itu sengaja ditelponnya untuk meminta solusi dari
masalhnya denganmu dan orang tuamu juga Liam.

"halo bro" sapa Lou diseberang


"iya bor, apakah kau sudah menemukan solusi dari masalahku?"tanya Zayn pelan
" iya, tapi hanya ada dua solusi, yang pertama kau tetap dengan YN tapi kalian akan kena
masalah terus dan YN akan terus di kekang ayahnya atau kau lepaskan YN dan hidup kalian
kembali normal" jelas Louis panjang lebar
" pilihan yang sulit" jawab Zayn lirih
" pikirlah bro, ikitu kata hatimu dan janganlah egois"
sambungan terputus.

aku harus bicara dengan YN sekarang juga. pekik Zayn dalam hati
Dia melangkahkan kakinya menuju kelas dan mendap[ati dirimu tengah mengobrol asyik dengan
Liam sambil sesekali tertawa riang akibat ulah konyol Liam dengan menarikan tarian gak jelas.

" YN... dapatkah kita bicara sebentar?" tanya Zayn


kau lirik Liam dan Liam mengangguk
lalu kau berjalan mengikuti langkah Zayn didepanmu.
Aroma taman bunga tercium jelas disekitar kalian. segar dan harum bunga mawar di taman
belakang sekolah itu membuat euforia tersendiri bagimu yang tak terkatakan.

" YN...... " sapa Zayn menyadarkanmu


" iya, kau mau katakan apa sayang?" tanyamu manja
" sebaiknya kita akhiri saja hubungan kita" kata Zayn mantap
kamu terkejut, merasakan pohon beringin dibawah bangku tua yang tengah kau duduki itu
tumbang dan menindih tubuh kecilmu
"aku jatuh cinta pada gadis lain" lanjut Zayn tak kalai\h mantap
"siapa wanita itu?'' tanyamu dengan suara bergetar
"Frida" jawab Zayn
kali ini kau tak mampu bertahan lagi diatas pijakanmu, seketika tubuhmu ambruk, kau
terdiam,terkejut mendengar jawaban Zayn yang telah berlalu pergi meninggalkanmu.....

my one direction fan fiction ZLI part 10


oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 7 April 2013 pukul 14:38

Liam menegang saat tanpa sengaja matanya berpapasan dengan matamu yang baru saja
terbangun dari tidur yang dibuat oleh papamu.
"apa kabar YN?" sapanya basa-basi
kamu mendadak tak bisa gerak, tubuhmu seakan kaku padahal hatimu ingin berontak.
"bagaimana mungkin dia bisa menyapaku dengan begitu mudah tanpa perasaan bersalah sama
sekal...i?" pikirmu dalam hati
"TIDAK BAIK" jawabmu asal, padahal kenyataannya kamu memang sudah baikan.
"kau mau sesuatu?" tawar Liam yang membuatmu semakin muak dengan sikap sok akrab. Lelaki
yang menyebabkan semua masalah ini muncul dan berdampak pada hubunganmu dengan Zayn.
kamu malah menggeleng seraya tersenyum sinis.
"lupakan saja. kau sama sekali tak bisa penuhi apa yang kuinginkan"
"apa yang bisa kulakukan untukmu?" tanyanya lirih. suaranya bergetar seperti ada sesuatu yang
mengganggu tenggorokannya
"bisakah kau penuhi permintaanku jika yang ki inginkan adalah kau tinggalkan Indonesia dan
batalkan perjodohan bodoh yang direncanakan orang tua kita?" katamu setengah berteriak
Liam terkejut mendengar permintaanmu, dia sama sekali tak menyangka sebegitu besar kau
membencinya.

****

Liam melangkah malas-malasan dengan menarik koper besarnya menuju hunian barunya. Dia
memang tipikal yang sensitif, apalagi menyangkut hati. kembali kata-katamu terngiang di
telinganya.
"bisakah kau penuhi permintaanku jika yang ki inginkan adalah kau tinggalkan Indonesia dan
batalkan perjodohan bodoh yang direncanakan orang tua kita?"

Dia yang tadinya malas-malasan menarik kopernya seketika menjadi semangat. Dia tersenyum
miris melihat bayangannya yang terpantul dari cermin besar yang menempel di lobby apartemen
yang menjadi huniannya sekarang.
"malang sekali nasibmu" batinnya menangis

"ada apa dengan-Mu Tuhan? mengapa selalu Kau tempatkan aku diposisi ini?" teriak Liam saat
menjatuhkan tubuh payahnya diatas kasur empuknya yang besar

*****

kalau aku bisa memilih gadis mana yang haru kucuntai dan yang mana yang tidaki, mungkin
sebaiknya aku tidak memilih dua-duanya. kau tahu kenapa? itu karena dua-duanya sama-sama
sakit. bagaiman mungkin aku bisa memilih yang ini sedangkan aku tak punya rasa untuknya. dan
bagaimana mungkin aku memelih yang itu sedangkan dengan jelas aku mengetahui dia itu milik
orang lain?
itu sebabnya aku memilih pergi dari rumahmu. maafkan aku karena telah lancang masuk dalam
kehidupanmu dan mengacaukannya. aku sama sekali tak berniat menyakitimu dan Zayn. aku
hanya menuruti kata hatiku.
aku juga akan pindah sekolah agar kau tidak perlu mengingat masalah yang kubuat hanya dengan
melihat tampang idiotku. cukup saja aku yang harus mengalami semua ini. walau dengan
mengiris nadiku tak akan menghilangkan nyawaku, tapi setidaknya darah yang terus mengalir ke
otakku yang menyuarakan namamu sedikit kutumpahkan sebagai wujud perbaikan. aku tidak
boleh menyera. setidaknya rasa sakit ini menyadarkanku kalau ini bukan mimpi seperti yang
kubayangkan. aku harus tetap bertahan bahkan hanya untuk realita yang menyedihkan.
salam untuk om dan tante, katakan pada mereka aku akan bertanggung jawab kepada orang
tuaku.

salam sayang ♥
Liam Payne
my one direction fan fiction ZLI part 9
oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 7 April 2013 pukul 14:37

kamu: papa??? *serumu kaget


papa: papa sudah berkali-kali ingatkan kamu YN. JANGAN PERNAH KAMU
BERHUBUNGAN LAGI DENGAN PREMAN INI *kata papamu dengan menekan di setiap
kata penyusunnya
kamu: PA...... belum sempat kamu lanjutkan kalimatmu, muncul sebuah mobil yang didalamnya
terdapat beberapa lelaki bertubuh kekar dan BRUKKKKK BRUKKK tubuh lelaki yang kamu
c...intai itu telah menjadi bola yang dimainkan dan ditendang oleh pemain profesional. Tubuhmu
yang tadinya seperti mendapat kekuatan lantaran kamu dan Zayn telah bersatu kembali berubah
lemas tak berdaya diseret paksa masuk kedalam mobil oleh papamu. Kamu berusaha berontak
namun sebuah tamparan keras mendarat dipipi membuatmu tak sadarkan diri.

#RUMAH

Mamamu panik setengah mati..... sambil menangis beliau mengompres tubuhmu yang
sebenarnya tak panas. sesekali menyapu peluh yang tetap bandel untuk tak mau berhenti walau
telah berkali-kali diusirnya. wanita paruh baya itu menatapmu cemas, kemudian beberapa kali
memanggil namamu yang tengah terbaring lemas tak sadarkan diri. "YN...... YN...... sadarlahh
sayang" sahutnya lirih seraya mencium tanganmu yang tengah di genggamnya.

Liam nampak sama cemasnya seperti mamamu, dia bahkan ikut meneteskan air mata karena
menyesal lalu mengutuk dirinya sendiri karena telah bertindak bodoh dengan menyanggupi
permintaan kedua otang tuanya untuk bertunangan denganmu. Tapi bagaimanapun ini masalah
hati, Liam juga tak bisa memilih siapa yang harus dicintainya, bahkan ketika masih di London,
begitu banyak wanita yang mendekati dan bahkan merayunyapun sama sekali tak dihiraukannya
setelah penghianatan yang diberikan Laura padanya. tapi YN... kamu telah berhasil mencuri
hatinya dan sekarang meminta kamu mengembalikan apa yang menjadi miliknyapun dia tak
bisa...

#RUMAH ZAYN

Tricia, mama Zayn duduk termenung.....


" bagaimana bisa badanmu memar seperti ini Zayn?" tanya momk Tricia saat melihat anak lelaki
satu-satunya itu tengah tiduran diatas sofa ruang keluarga dengan memegang pipinya yang
memar. Zayn menoleh cepat dan hanya menggeleng
" mom tau kau bohong Zayn,, kamu habis berkelahi?" bantah mom Tricia sambil mendekatkan
wajahnya lebih dekat. Zayn membuang pandang, mengalihkan wajahnya dari tatapan momnya
yang mencurigakan.
"ini bukan seperti berkelahi yang mom bayangkan" elaknya berusa terlihat baik-baik saja. mom
Tricia mendesah
"mom tak tau apa yang terjadi padamu sayang, tapi percayalah mom selalu berdoa agar kau,
Doniya, Waliyha dan safaa bisa hidup tenang dan bahagia"
ZAyn tersenyum haru "thanks mo,mom yang terbaik" katanya sembari memeluk momnya erat
"ohh iya, mom akan mengobati lukamu, tunggulah sebentar" kata mom Tricia seraya melepas
pelukan anaknya dan bergegas mengambil kotak P3K untuk mengobati luka memar anaknya

my one direction fan fiction ZLI KASIH TAK SAMPAI Part


8
oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 4 April 2013 pukul 11:39

#RUMAHmy one direction fan fiction ZLI KASIH TAK SAMPAI ParLiam menuntun tubuhmu
yang masih lemes akibat aksi konyol Frida dan teman-temannya. pria bertubuh atletis itu
nampaknya merasa bersalah sekali. pikirnya, mungkin dengan tidak bersekolah di sekolah yang
sama denganmu, kejadian seperti hari ini tidak akan terjadi. Tapi segera dia buang jauh-jauh
pikirannya itu, mungkin dengan terus berada di dekatmu kamu mungkin bisa jatuh cinta sama dia
dan kemudian kalian tunangan seperti yang direncanakan orang tua kalian sejak lama.

yahhh.... orang tua kalian jauh-jauh hari telah merencanakan perjodohan kalian, bahkan
semenjak kalian masih dalam kandungan. mereka ingin mempererat tali persahabatan mereka
dengan menjadi besan. Tapi ini bukan zaman SITI NURBAYA. pikit Liam sebelum mengetahui
dengan siapa dia dijodohkan. apalagi ini LONDON, sama sekali jauh dari hal-hal seperti itu.
tetapi begitu melihat potret dirimu, entah mengapa Liam tertarik dan menyanggupi permintaan
orang tuanya untuk pindah ke INDONESIA dan mengenalmu lebih dalam. Boleh dibilang Liam
jatuh cinta padamu pada pandangan pertama.

Mama: Liam.... YN kog dituntun segala? *tanya mamamu khawatir


Liam: gini tanteee
belum sempat dia lanjutkan perkataannya, kamu menginjak kakinya hingga dia merintih
kesakitan
kamu: enggak apa-apa mam, tadi kelempar bola pas lagi latihan basket
sehabis berkata begitu kamu langsung naik kelantai 2 dan diikuti Liam

Liam: YN, kenapa kamu bohongin mama kamu?


kamu: aku cuma gak mau mamaku khawatir

sementara mamamu tengah bingung dengan jawaban asalmu. sejak kapan kamu suka basket?
bukannya kamu sama sekali gak suka olahraga selain jogging?

sedangkan Zayn nampak terpukul dengan kejadian yang menimpamu tadi, pikirnya, kamu pasti
kecewa padanya karena kamu dianiaya Frida itu pasti karena dia bahkan melihat kamu gadis
yang sagat dia cintai di pegang-pegang oleh lelaki lainpun dia tidak bisa berbuat apa-apa
meskipun itu Harry sahabatnya dan Liam.

Dan Harry merasa saingannya untuk mendapatkanmu bertambah 1 yaitu Liam, karena dari
perlakuan Liam ke kamu semua orang pasti tau kalo Liam menaruh perhatian yang lebih sama
kamu,
andai dari dulu dia ungkapkan saja perasaannya, mungkin semuanya tidak akan seperti ini

#MEJA MAKAN

mama: YN.... LIAM..... ayo turun,,,, makan malamnya sudah siap *teriak mamamu
kamu: iya ma
kamu bergegas turun dan diikuti Liam, kalau di lihat-lihat sebenarnya kalian cocok, tapi cinta
tidak bisa dipaksakan
papa: YN Liam,,, papa ingin memberitahu kalian sebuah rencana besar yang telah lama papa dan
orang tua Liam rencanakan
kamu: rencana apaan pa? *seliidikmu curiga
suasananya mendadak berubah menjadi tegang,,, entah rencana apa yang mau papamu
beritahukan pada kalian,,,tapi kayaknya Liam sudah tau, mama kamu juga...... ^_^ kayaknya
cuma kamu deh yang belum tau :P
papa: Liam sudah tau kan apa yang om maksud?
tuh kan Liam udah tau *ehhh
Liam: iya om
kamu semakin curiga saja *kacian dehhh
papa: PAPA INGIN KALIAN SEGERA TUNANGAN.
kamu kaget setengah mati, kamu shock, kamu merasa dipermainkan, kamu merasa menjadi kapal
yang di pegang kendali oleh papamu sendiri.
kamu: jadi tujuan loe pindah kerumah gue karena ini? *bentakmu ke Liam
Liam hanya terdiam dengan perasaannya yang campur aduk
mama: sayang tenang dulu

kamu berlari keluar rumah sekencang-kencangnya. rasanya kamu pengen menghilang saja dari
muka bumi ini. Bagaimana mungkin rencana besar orang tuamu yang menyangkut dirimu tak
kamu ketahui. bahkan Liam yang hidup dan tumbuh di kota seperti London saja tau akan hal ini.

kamu putuskan untuk pergi ke taman tempat biasa kamu dan Zayn menghabiskan waktu berdua.
langit agaknya sedang bergembira, karena tidak terlihat sama sekali awan hitam yang mondar
mandir disana. TIDAK ADIL.... begitu pikirmu
bagaiman tidak. saat kamu dan Zayn tengah bersama, hujan turun begitu deras hingga waktu
kalian untuk bersenang-senangpun terbatas. namun ketika kalian sedang dalam masalah, langit
begitu cerah dengan bertaburan bintang dimana-mana.

kau alihkan pandanganmu untuk mencari kursi yang kosong, di kursi pojok itu terlihat sesosok
lelaki yang sangat kau kenali dengan jaket kulit kesayangannya sedang duduk merenung, entah
apa yang diaa renungkan. pelan-pelan kau coba dekati dan menyapanya
kamu: Z.................A........................Y.................N
Zayn terlihat kaget mendengar suaramu, dia bahkan sempat berpikir mungkin hanyalah
halusinasinya saja karena beberapa hari tak bersapa membuatnya kangen akan sikap manjamu.
namun sentuhan lembut tanganmu dipipinya membuatnya sadar
Zayn: hey YN sedang apa malam-malam disini?
kamu kembali teringat akan kejadian barusan dirumahmu. sambil menangis kamu ceritakan
perihal rencana orang tuamu yang ingin menjodohkanmu dengan Liam

kali ini Zayn tak sanggup lagi mengalah, menurutnya dia sudah cukup sabar dan terus-terusan
mengalah selama 2 tahun. dia bahkan sudah tidak peduli lagi dengan ancaman papamu demi
kebahagian kalian

Zayn: maafkan aku sayang, kali ini aku tidak akan biarkan cinta kita dipisahkan, meskipun
nyawa taruhannya aku sudah tidak peduli lagi.

kamu tak kuasa menahan tangis mendengar apa yang baru saja dikatakan kekasihmu. Zayn lalu
mengusap air matamu yang terus membanjiri pipimu hingga membuat matamu bengkak
karenanya

Zayn: sudah sayang, kamu tau aku nggak bisa lihat kamu menangis, kamu juga tau kalau air
matamu adalah titik lemahku
Zayn lalu memelukmu dan berusaha menenangkan kamu
namun tiba-tiba

****: YN......... *bentak seseorang dari dalam mobil yang membuat kalian kaget. Zayn lalu
melepas pelukanmu dan memegang erat tanganmu seakan tak mau dan tak ingin melepasnya.......

my one direction fan fiction ZLI KASIH TAK SAMPAI Part


7
oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 4 April 2013 pukul 10:39

#SEKOLAH

sungguh pemandangan yang tak kamu sangka sama skali,,,, bagaimana tidak, mendadak aku
menjadi artis karena banyak wartawan yang ingin mewawancaraiku seputar kedatanganku
bersama si pria kece LIAM
beberapa siswi lain menatapku dengan jijik, entah apa yang mereka pikirkan....
termasuk FRIDA SI CEWEK GENIT yang menurutku penyebab kerenggangan hubunga...nku
dengan Zayn.... tapi tidak mungkin juga karena sejak lama Zayn tak pernah meladeni cewek
centil itu

Frida: YN, siapa cowok itu? dasar ganjen..... cowok cakep loe embat semua *katanya padaku
kasar
kamu: dia Liam, anak sahabat papaku yang baru saja pindah dari London *jawaku panjang lebar
Frida: awas aja kalo dia loe embat *bentaknya kasar
kamu: terus Zayn?
Frida: bodo amat *katanya berlalu
kamu: sebenarnya yang ganjen siapa sihhhhh

Zayn masih saja seperti kemarin, dia sibuk dengan sikap dinginnya, dan kamupun sibuk
mempertanyakan ada apa sbenarnya sama dia
hingga kamu putuskan untuk menyapanya

kamu: sayang.....
Zayn: hanya diam dan melanjutkan sikap dinginnya

Liam: YN kamu dimana tadi? aku cariin gak ketemu-ketemu


kata Liam yang baru saja datang bersama Frida ke kelas

sebuah ide gila muncul saja di otakku


kamu: Zayn,, kenalin ini Liam *sambil bergelayut mesra dilengan Liam
Liam nampak bingung dengan sikapmu padanya, namun sebenarnya ada perasaan bahagia,
karena dia juga telah menaruh hati padamu semenjak dia melihat fotomu ketika masih di London
Zayn: Zayn
LIam: Liam

Harry,Niall,Louis dan Jessica juga nampak bingung dengan sikapmu ketika baru saja
melangkahkan kaki masuk kedalam kelas

ternyata ada sedikit perasaan aneh ketika melihatmu bersama Liam, ternyata Harry juga telah
menaruh hati padamu
*YN cantik banget kali yakk, kog pada suka semua sama dia wkwkwk

kamu juga perkenalkan Liam pada mereka yang nampak bengong, namun tak seperti Frida
dia keluar dengan perasaan kesal bercampur dendam sama kamu karena selalu mendapat
perhatian lebih dari cowok-cowk yang di incarinya
hingga terlintas sebuah rencana gila yang dia buat bersama kedua pengikutnya yang mau saja
mengikuti kemauannya yang konyol

#AFTER SCHOOL

Frida dkk mencegatmu yang keluar dari kelas, mereka kemudian menyeretmu ke halaman
belakang sekolah.

Frida: gue sudah peringatin loe kan? jangan pernah deketin cowok inceran gue *bentaknya
sembari menjambak rambutmu
kamu merintih kesakitan
Frida nampak seperti orang kesurupan, dia tidak peduli kamu sedang kesakitan, dia melanjutkan
aksi konyolnya hingga pelipismu berdarah....... dannnnnnnn BRUKKKKK
tubuhmu ambruk dan kamu gak sadarkan diri
ketika kamu tebangun kamu mendapti dirimu telah berada di UKS
disana ada Liam yang tak melepas genggamannya sama skali, juga ada Zayn yang duduk di luar
karena ga sanggup melihat orang yang di cintainya tengah terbaring lemas akibat perbuatannya
yang nekat mendekati Frida, juga Jessica yang nampak cemas bersama Louis dan Niall, serta
Harry yang mengusap rambutmu penuh kasihh..

my one direction fan fiction ZLI KASIH TAK SAMPAI Part


6
oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 4 April 2013 pukul 10:39

#MOBIL

kamu nervous duduk disebelah cowok kece itu, sejenak masalahmu dengan Zayn kamu
lupakan,bukan karena sengaja tapi mungkin karena pesona si cowok kece ini,entahlah

Papa: bagaimana kabar mama sama papamu nak?


****: baik om, mereka titip salam katanya makasih sudah mau menampungku disini
papa: hahaha papamu itu, seperti tidak kenal om saja
****: ohh i...ya YN ngomong-ngomong kita belum kenalan
*sapa lelaki itu mengagetkanmu
kamu: oh ehh iya, gue YN
****: Liam
ohhh namanya Liam, keren banget sama kayak orangnya *pikirmu
segera kamu buang jauh-jauh pikiranmu itu, kamu kembali mengingat Zayn yang telah berubah
entah mengapa
mama: YN sayang, Liam akan tinggal bersama kita, dia juga akan bersekolah di sekolahmu
kamu: yang benar mam? *tanyamu kaget
Liam: iya, kamu keberatan? *selidik LIam
kamu" nggak kog

#RUMAH

mama: YN antarin Liam ke kamarnya yah


kamu: iya ma *duhh kenapa harus aku *pikirmu
Liam: makasih YN,ku pikir kamu gadis yang galak
kamu: hehehe
sampai di kamarnya Liam langsung lompat menjatuhkan tubuhnya di kasur empuk yang telah di
bersihkan oleh mamamu.

Liam: semoga kamu mau bersahabat dengankui yah YN


kamu: pasti *katamu kemudian keluar

dikamarmu kamu semakin sedih saja mengingat masalahmu sama zayn, agak sedikit kesal
karena Zayn sama skali ga ada niat untuk menjelaskan masalah yang menimpa hubungan
kalian.....
hingga kamu putuskan meminjam handphone Liam untuk menelpon Zayn untuk mendengarkan
penjelasannya karena handphonemu pecah di banting papamu semalem

kamu: Liam, aku boleh pinejm handphonemu ga?


Liam: boleh, ini

kamu kaget karena melihat fotomu terpampang jelas sebagai wallpaper handphone Liam si
cowok kece itu
Liam yang melihat perubahan ekspresimu menjadi malu dan mengerti, dia berniat menjelaskan
namun kamu telah pergi meninggalkan kamarnya

#on the phone

Zayn: hallo *sapanya di seberang


kamu: hallo ini aku
Zayn: ohhh Yn ada apa? *dia masih saja dingin
kamu: aku mau dengar penjelasan tentang masalah kita, ehhj bukan masalah yang tadi
Zayn: tidak ada masalah apa-apa kog
kamu: tapi kenapa mendadak kamu berubah?
Zayn: YN sebaiknya kita break dulu, aku butuh waktu sendiri
kamu: tapi kenapa??
tuu tut tut
Zayn memutuskan telpohonenya

kamu semakin bingung saja dengan perubahan sikap Zayn


tapi yasudahlah mungkin Zayn lagi punya masalah keluarga *pikirmu

kamu: Liam makasih yah


Liam: cepet banget, tlp pacarmu yah?
kamu: begitulah
jawabanmu tanpa sadar membuat Liam murung.............

my one direction fan fiction ZLI KASIH TAK SAMPAI Part


5
oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 4 April 2013 pukul 10:37

kamu bersiap-siap dengan mencoba beberap short dress yang baru saja di belikan mamamu
hingga akhirnya kamu putuskan memakai yang berwarna biru muda. nampak cantik sekali
dengan rambut panjangmu yang di gerai

mama: Yn udah siap belum? sudah di tunggu papa *teriak mamamu


kamu: iya ma sudah
kamu keluar dan mengikuti mamamu yang telah lebih dulu masuk kedalam ...mobil...

#BANDARA

kamu: pa sebenarnya kita mau jemput siapa sih? bukannya kerabat papa di London cuma om
Frans yah?
papa: sabarlah, nanati juga kamu bakal tau

sesosok pria bertubuh atletis dengan rambut yang di pangkas rapi keluar dengan mendorong
sebuah koper dan ransel yang dia pikul.
keren memang, keren banget malah...... tapi siapadia? dia nampaknya senyum-senyum dengan
papa
apa dia yang sedang kami jemput?
ahhh nggak mungkin, setauku om Frans kerabat papa itu seusia papa. apa mungkin dia anak om
Frans? kamu sibuk dengan pertanyaan-pertanyaan dikepalamu
hingga suara cowok itu menyadarkanmu dari lamunanmu yang tengah sibuk dengan berbagai
macam pertanyaan

****: hey om,tante *sapa cowok itu kemudia salim


aduhhh manis sekali
papa: aduuhhhh kamu semakin ganteng aja sama kayak papamu dulu
****: ahhh om bisa aja, tante juga + cantik aja, beda banget sama yang di foto
mama: heheheh kamu bisa aja
****: ini.......... YN kan?? kamu juga cantik *katanya + menggaruk kepalanya yang sama skali
ga gatel
kamu: lohh dia kog tau aku? padahal aku sama skali gatau dia *katamu dalam hatii...

my one direction fan fiction ZLI KASIH TAK SAMPAI Part


4
oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 4 April 2013 pukul 10:36
Zayn nampaknya sama terpukulnya dengan kamu, dia sebenarnya ga tega ngelakuin ini semua,
tapi menurutnya, mungkin ini satu-satunya cara agar kamu ga dikekang sama papa kamu
sementara kamu,semakin sedih,belum juga masalah kepercayaan papamu selesai, Zayn malah
menambah masalah baru, menurutmu masalah dengan papamu ga terlalu berat apabila kamu
dengan Zayn te...rus sama-sama menghadapinya seperti taon-taon sebelumnya namun kali ini
rupanya kamu sendiri yang harus berjuang tanpa di semangati oleh orang terkasih......

jessica: YN kamu baik-baik aja kan?


kamu: iya jess, meskipun sulit tapi aku harus jalanin ini semua, tapi aku juga butuh kejelasan dari
Zayn, kenapa dia berubah sama aku
Jessica: kamu yang sabar yah, kita semua ada buat kamu
katanya sembari memelukmu
kamu: iya jes, makasih banyak yahh.......
#RUMAH

papa: YN bagaimana sekolahmu hari ini??


kamu: biasa aja pa
papa: papa punya kabar gembira buat kamu, sore ini kita kedatangan tamu special dari London,
sebentar kita kebandara jemout dia

sementara itu mamamu tengah sibuk membersihkan kamar kosong yang tepat berada disamping
kamarmu
kamu: mam, kog pakek di bersihkan segala kamarnya?
mama: iya dong sayang, kan sebentar lagi ada penghuni baru
kamu bingung dengan semua ini,,, sebenarnya siapa yang mau datang hingga membuat papamu
yang super sibuk itu bersedia kebandara untuk menjemput dan mamamu yang turun langsung
membersihkan kamar tamu itu sendiri.....

#RUMAH ZAYN

Zayn sedang melamun,, memegang sebuah bingkai foto yang isinya ada foto kamu dengan dia
berpelukan mesra
air matanya nampak membasahi pipinya namun tak ia hiraukan
kemudian dia mengingat peristiwa kemarin malem selepas mengantarmu pulang yang
membuatnya mendadak berubah sikapnya

yah malam itu, setelah mengantarmu pulang rupanya anak buah papamu telah menunggunya
didepan kompleks perumahanmu yang elit
motor sportnya yang melaju kencang di hadang oleh sebuah mobil yang di dalamnya terdapat
beberapa pria bertubuh kekar.Zayn menghentikan motornya dan berniat meminta mobil itu agar
parkir dengan baik agar motornya dapat lewat namun tiba-tiba
plak plak plakkkk
tubuh Zayn terkulai lemas, dia tak mampu melawan, bahkan hanya untuk bertanya mengapa dia
di pukul
tapi pertanyaannya terjawab ketika pria-pria itu memperingati dia bahwa sekali lagi dia
mendekati kamu maka akibatnya akan fatal untuk dirinya sendiri

Zayn kembali mengingat peristiwa yang baru saja terjadi di sekolah, ketika dia berjalan dan
bergandengan mesra dengan Frida yang membuatmu menangis,menyesali perbuatannya padamu,
dia bahkan tidak hanya menyakitimu sendiri,tapi juga Niall,Harry,Louis dan tentunya juga dia
pribadi

my one direction fan fiction ZLI KASIH TAK SAMPAI Part


3
oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 4 April 2013 pukul 10:34
#sekolah

Zayn nampak murung memikirkan masalahmu yang tentunya ada sangkut paut sama dia.......
Niall, Harry dan Louis sahabatnya dibuat bingung dengan sikap Zayn yang sama skali tak seperti
biasanya

Niall: hey bro whuz up


Zayn: *hanya senyum yang dipaksakan
Louis mengacak-acak rambutnya agar membuat Zayn marah namun........ Zayn malah pergi
meninggalkan ...mereka
Harry: Zayn kenapa? ga seperti biasanya
Niall melihatmu yang sedang berjalan bersama Jessica sahabatmu berlari mendekati kalian

Niall: YN kamu sama Zayn ada masalah? kog dia murung banget?
kamu: dimana dia? dari tadi aku cariin ga ketemu-ketemu
Niall: mungkin ke kantin
kamu: yaudah Jess aku susulin Zayn dulu yahhh.....

#KANTIN

kamu dibuat kaget oleh pemandangan yang tak kamu sangka


Zayn,,,,, yahh pacarmu Zayn javvad Malik tengah duduk bersama Frida gadis genit yang telah
lama mengejar-ngejar Zayn

kamu: Zayn...... *sapamu pelan


Zayn: ohhh kamu, ada apa? *tanya Zayn
pertanyaan yang sungguh menyakitkan menurutmu, tidak biasanya Zayn seperti itu
kamu: kamu kog gitu? aku mau ngomong *katamu sedih
Zayn: ngomong disini aja
kamu diam, kamu bingung dengan sikap Zayn yang tiba-tiba dingin
lebih-lebih ditambah dengan sikap Frida yang genit, kamu tau Zayn gasuka sama dia tapi sikap
Zayn hari ini membuatmu sedih,bingung,entahlah.....
Zayn: jadi ngomong ga sih? kalo ga jadi aku mau ke kelas
kamu dibuat kaget oleh bentakan Zayn
Frida: yaudah beb kalo dia ga ngomong-ngomong kita ke kelas aja yuk

kamu hanya diam melihat Zayn yang tak seperti yang kamu kenal itu berjalan tanpa menoleh
kebelakang untuk melihatmu yang terpukul........
kamu berusaha meyakinkan dirimu bahwa yang terjadi barusan hanya mimpi,namun yang kamu
dapati adalh fakta
fakta yang menyakitkan karena Zaynmu telah berubah.... padahal baru kemarin kalian menikmati
sore yang indah dengan penuh cinta..........

kamu kembali kekelas sambil menangis, Harry yang melihat kamu menangis berusaha
menenangkan kamu dengan membuat sedikit kekonyolan dengan menari ala monyet. dia ga
peduli banyak orang yang menatapnya geli, dia hanya ingin membuatmu kembali
tersenyun,namun hasilnya non sense

Harry: Yn kamu kenapa? kalo ada masalah coba cerita, jangan pendem sendiri
kamu: nggak apa-apa Har *katamu meyakinkan

nampaknya Harry memendam sebuah rasa untukmu, mungkin rasa sayang, atau mungkin juga
cinta
itu semua terlihat jelas dari perlakuan dia kepadamu, hanya saja kamu sudah milik Zayn jadi dia
hanya memerhatikanmu

Tiba-tiba seoranhg pria yang begitu kamu cintai masuk kedalam kelas dengan menggandeng
Frida si cewek genit itu tanpa dosa menyapamu

Frida: hei YN dont be jelly yah :P

kamu merasa terhina, tak mampu lagi memendam amarahmu,tak mampu lagi menahan rasa sakit
di dada.
kamu berlari menuju toilet cewek yang kebetulan tak jauh dari kelasmu kemudian menutup pintu
dan menguncinya dari dalam
kamu menangis sejadi-jadinya
jessica yang tengah mengobrol bersama Louis dan Niall nampak bingung dan bertanya-tanya

jessica: Niall, Yn kenapa yah?


Niall: ehh itu Harry, coba kita tanya dia siapa tau dia tau sesuatu
harr,,, Harry.. teriak Niall
Harry: kenapa bro? kalian liat YN ga?
Louis: dia lari ke toilet tadi, emang kenapa dia?
Harry: Zayn,,, Zayn sama Frida *kata harry tak bisa melanjutkan kata-katanya

my one direction fan fiction ZLI KASIH TAK SAMPAI Part


2
oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 4 April 2013 pukul 10:33
di tengah jalan kamu minta Zayn berhenti, padahal jarak rumahmu sekitar 600 meter lagi. kamu
putuskan menelpon taksi agar papamu tidak curiga

YN: aku naik taksi aja sayang biar papa ga curiga


Zayn: aku aja yang antar sayang, aku siap menghadap papamu

taksi pesananmu datang, kamu cium pipi Zayn dan segera masuk kedalam taksi. Zayn hanya
diam menatapmu pergi.... diam-diam Zayn mengikutimu dari belakang memastikan kamu baik-
baik saja karena belakangan ini terjadi banyak kasus pelecehan seksual didalam angkutan umum.

#RUMAH
kamu masuk tanpa perasaan bersalah sedikitpun
papamu yang sedari tadi cemas memikirkanmu pun berteriak keras memanggl kamu yang
tampaknya tak sadar ada papa yang duduk santai di ruang tamu

papa: YN darimana saja kamu? *bentak papa keras


YN: abis jalan-jalan pa
papa: sama preman sekolahmu itu?
YN: namanya Zayn pa
jawabmu setengah membentak dan kemudian............
PLAKKKKKK
sebuah tamparan mendarat di pipimu yang membuat seisi rumahmu mendadak tegang.
mamamu hanya bisa menatapmu kasihan dan menangis seakan dapat merasakan perih di pipimu
kamu menangis dan kembali kekamar

sementar di luar, Zayn juga ikut menangis karena mendengar kamu berargument dengan papamu
sendiri gara-gara dia

beberapa menit kemudian

#meja makan

papa: YN maafkan papa sayang, papa hanya ingin menjaga kamu


kamu hanya diam dan mengaduk-aduk makanan dipiring, kamu sengaja karena hal itu sama skali
ga disukai papamu
dan kamuuu berhasil, papamu kembali geram
papa: YN papa lagi ngomong
mama: sayang, itu papamu lagi ngomong nak

kamu kembali menangis dan memutuskan kembali kekamar dan menelpon Zayn

kamu: halo sayang


ZAyn: sayang kamu kenapa kog menangis??
kamu: papa udah tahu kalo aku barusan jalan sama kamu sayang,, aku takut kalo papa ......
triba-tiba pintu kamarmu terbuka dan BRUKKKKKKK
HPmu pecah dibanting papa
kamu: cukup pa cukup.......
papa: papa ingatin sama kamu, kalau saja papa tau kamu masih berhubungaan dengan pria itu,
kamu akan papa pindahkan ke London dan tinggal sama om Frans.
sehabis berkata begtiu papamu langsung keluar dan mengunci pintu dari luar

sementara Zayn dirumahnya sedang bingung dengan apa yang baru saja terjadi padamu
my one direction fan fiction ZLI KASIH TAK SAMPAI Part
1
oleh Helenaceria Elena (Catatan) pada 4 April 2013 pukul 10:31

kamu dan Zayn sudah 2 tahun berpacaran, sebenarnya didalam hatimu kamu pengen banget
ngenalin Zayn ke ortu sebagai pilihan terakhir kamu, tapi karena ortu ngelarang kamu pacaran
membuat kamu mengubur dalam-dalam niatanmu itu dan memilih menjalin hubungan dengan
Zayn secara diam-diam

sore itu kamu dan Zayn bergandengan tangan mesra menyusuri taman kota yang... penug dengan
berbagai macam bunga yang sedang bermekaran indah. sambil sesekali berkejaran & tertawa
riang. kamu bahagia banget, itu terlihat jelas dari matamu yang berbinar-binar.

YN: honey, aku mau ice cream itu dong. "katamu sembari bergelayut manja di lengan Zayn
Zayn: iya sayang.....

kalian berdua pun asyik menikmati ice cream sambil sesekali saling suap menyuap. karena kamu
sangking semangat, itu membuat bibirmu belepotan. Zayn yang melihatnya tertawa ringan dan
berniat membersihkannya

Zayn: sini deh sayang


dengan polosnya kamu mendekat dan..............
bukan membersihkan sisa-sisa ice cream yang numpang sebentar di sudut bibir mungilmu itu
Zayn malah semakin membuatnya belepotan dengan ice creamnya yang sedang dipegangnya.
kamu merasa dijailin dan kalian kembali berkejaran manis.....
tiba-tiba petir menyambar kemudia disusul hujan deras membuat kalian berteduh di emperan
pertokoan, Zayn yang melihatmu kedinginan membuka jaketnya dan menutupi kepalamu yang
sedikit basah. kamu pandangi matanya dalam-dalam " andai bokap ga ngelarang gue buat
pacaran, loe pasti udah gue kenalin Zayn" tangismu dalam hati.
Zayn yang melihatmu memperhatikannya kemudia bertanya

Zayn: ada apa sayang?


YN: nggap apa-apa sayang, aku hanya merasa beruntung punya kamu "katamu diikiuti embun
yang mengalir membentuk anak sungai dari sudut matamu]
Zayn: ngomong apa sih sayang. kamu tau kan aku sayang sama kamu. "katanya mengusap air
matamu
YN: makasih sayang "memeluk "Zayn
Zayn: kita pulang yuk, aku takut nanti papamu marah sayang
"katanya melepas pelukanmu
YN: iya

motor sport itu melaju dengan kencang seakan tengah beradu balap dengan waktu, yah selain
menjadi siswa di sekolah yang sama denganmu, Zayn juga merupakan atlet pebalap nasional.
sementara di rumah, papamu tengah cemas menunggu kepulanganmu, hingga beliau
memutuskan mengutus anak buahnya mencarimu.

mama: sabar pa, mungkin YN lagi sama temannya ngerjain tugas


papa:ini sudah hampir jam 7 ma, bagaiman bisa aku tenang sedangkan anak gadisku tengah
keluyuran di jalan
mamamu diam dan pasrah menanti kamu pulang
HP papamu berbunyi, tanda ada panggilan masuk

papa: bagaimana? apakah kalian melihat YN?


... : iya boss, dia sedang bersama seorang cowok, keliatannya mereka menuju rumah boss,, ohh
iya kami juga telah mengirimkan foto lelaki itu boss.
papa: bagus, segera kalian cari tau siapa lelaki itu