You are on page 1of 44

DAFTAR ISI

JUDUL....................................................................................................................i
DAFTAR ISI .........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................1
A. Latar Belakang...........................................................................................1
B. RumusanMasalah ......................................................................................6
C. Tujuan Penelitian ......................................................................................6
D. Manfaat Penelitian ....................................................................................6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................8
A. Tinjauan Pustaka ......................................................................................8
1. Penelitian terdahulu..............................................................................8
2. konsep umum penelitian.......................................................................9
B. Landasan Teori .......................................................................................20
1. Pembangunan pertanian.......................................................................20
2. Pengertian dampak...............................................................................22
3. Mekanisasi pertanian............................................................................22
4. Teknologi.............................................................................................30
5. Panen....................................................................................................31
C. Kerangka Pemikiran ...............................................................................39
D. Hipotesis .................................................................................41

BAB III METODOLOGI PENELITIAN.........................................................42
A. Lokasi dan waktu penelitian.................................................42
1. Lokasi.............
2. Waktu............
B. Populasi dan sampel penelitian.......................42
1. Populasi
2. sampel
C. Teknik pengumpulan data....................................................43

ii

D. Teknik analisis data.....................................................................45
E. Variabel penelitian....................................................46
F. Konsep penelitian.....................

DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................50

iii

i

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan negara agraris yang menjadikan sektor pertanian sebagai

penopang perekonomian negara. oleh karena itu pembangunan sektor pertanian di

Indonesia menjadi bagian integral dari pembangunan nasional karena menduduki

tempat dan peranan yang strategis. Sasaran pembangunan sektor pertanian adalah

meningkatkan hasil pertanian yang harus di dukung dengan industri yang kuat.

Usaha-usaha ke arah itu tidak akan tercapai apabila petani, sebagai pelaku utama,

tidak dibantu dan dilengkapi dengan sarana produksi yang tepat guna.

Sejatinya sektor pertanian memberikan kontribusi yang cukup berarti pada

perekonomian nasional. Hal ini dapat dilihat dari struktur Produk Domestik Bruto

(PDB) Indonesia pada triwulan III tahun 2016 yang masih didominasi oleh 3 (tiga)

lapangan usaha utama, yaitu industri Pengolahan (19,90 persen), Pertanian,

Kehutanan, dan Perikanan (14,42 persen) dan Perdagangan Besar-Eceran Reparasi

Mobil-Sepeda Motor (12,98 persen). Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik)

2016, dari sisi penyerapan tenaga kerja yang diambil dari data hasil Sakernas

(Februari 2016), lapangan pekerjaan Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, dan

Perikanan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 38,29 juta orang atau sekitar

31,74 persen dari total penduduk berusia 15 tahun ke atas yang bekerja Hal tersebut

menunjukkan bahwa pertanian merupakan salah satu sektor yang memiliki andil

besar dalam penyediaan lapangan kerja untuk menunjang pembangunan nasional.

1

397. Menurut data BPS. 841 ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2015. selain bertujuan meningkatkan produksi. Masih tingginya impor produk pertanian diakibatkan karena sektor pertanian di Indonesia sampai saat ini belum dapat berjalan secara maksimal. Produksi padi tersebut meningkat dengan laju 9. Hal tersebut tergambarkan pada keadaan masyarakat yang semakin butuh akan produk pertanian namun kebutuhan tersebut belum dapat dipenuhi oleh hasil pertanian di Indonesia.2 juta ton dengan nilai US$ 495. Hal ini menyebabkan masih tingginya impor beberapa komoditas pertanian. yakni sebesar 569. volume impor beras mencapai 1. 279 . namun pada kenyataanya belum dapat terealisasi dengan baik.) sebagai sumber bahan makanan pokok di Indonesia telah mengalami peningkatan produksi dari 71. Pembangunan pertanian yang selama ini menjadi prioritas dalam memecah angka kemiskinan.12 juta. khususnya pada komoditi beras.709 ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2013 menjadi 75. Peningkatan produksi padi membawa pula pengaruh positif terhadap perkembangan teknologi panen dan pengolahan pasca panen padi.4 persen dalam periode tersebut. Hal ini seharusnya tidak terjadi di negara Indonesia yang merupakan negara agraris.620 ton. 2 . Padi (Oryza sativa L. berdasarkan data BPS (2016).66% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Angka ini meningkat 110. juga untuk meningkatkan kesejahteraan rumah tangga pertanian. baik dari aspek penyerapan peralatan maupun dari aspek peningkatan mutu serta pemecahan masalah kehilangan hasil (susut) pada saat panen dan pasca panen. dari bulan Januari-November 2016.Pembangunan di sektor pertanian.

Namun masalah yang dirasakan dewasa ini adalah mulai berkurangnya tenaga 3 . pengeringan (1. Perkembangan tersebut yang terihat dari cara panen petani yang pada mulanya dilakukan secara tradisional (manual) yang beralih pada penerapan mekanisasi berupa alat dan mesin pertanian (alsintan).54%. Sehingga dibutuhkan tenaga pemanen dalam jumlah besar.98%). perontokan (4.66%). Susut terbesar terjadi pada saat panen dan perontokan yakni sebesar 14. Data ini menggambarkan bahwa pada periode tahun 1998 ke bawah. yang pada saat itu petani padi belum menerapkan mekanisasi dalam sistem panennya atau masih mengadopsi cara tradisional mengalami susut atau kehilangan hasil dengan persentase paling tinggi apabila dibandingkan dengan kegiatan lainnya pada saat pasca panen.19 %).54%.94%).26%). Susut pasca panen padi tersebut meliputi panen (9. Selain itu penerapan metode panen secara tradisional untuk suatu wilayah dengan areal tanaman padi yang luas. penggilingan (2. Kehilangan gabah pada pemanenan tradisional diperkirakan sekitar 8% -10% dari hasil produksi per hektar (Irwanto. Perubahan sistem panen tersebut merupakan hal yang penting untuk dilakukan mengingat kehilangan hasil yang sering terjadi pada kegiatan pemanenan. 2009).17% dari total susut 19. pengangkutan (0. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 1988. Sistem panen dan pasca panen yang di terapkan oleh petani padi saat ini telah mengalami perkembangan yang signifikan. maka waktu panennya akan terjadi serentak pula. yang apabila masa tanam dilakukan secara serentak dengan maksud untuk penanggulangan hama secara terpadu.51%). susut pasca panen padi sejak dipanen sampai proses akhir mencapai 19. Untuk menghindari faktor keterlambatan panen dan susut panen. dan penyimpanan (0.

Konsekuensi dari analisis tadi adalah perlunya pemikiran yang lebih rasional untuk mendorong perluasan areal baru.pemanen yang dibutuhkan karena banyak tenaga kerja pertanian yang terserap oleh sektor industri. Dan mekanisasi merupakan alternatif jawaban untuk masalah keterbatasan tenaga kerja. akibatnya upah tenaga pemanen menjadi semakin mahal. Kecenderungan tersebut nampaknya berlaku umum dan juga dapat dipakai sebagai acuan pembangunan pertanian di Indonesia (IRRI. Disebutkan dalam laporan tersebut. dalam mengantisipasi berkurangnya lahan subur dengan mencari sumber lahan baru yang potensial untuk dikembangkan. Semakin berkurangnya tenaga kerja yang berkompeten pada sektor pertanian. Sistem panen secara tradisional dengan yang dilakukan oleh kelompok panen memiliki ongkos panen yang relatif tinggi dan membutuhkan waktu perontokan dengan mesin perontok (threser) sampai 73 jam/ ha/orang (setyono. bahwa produksi pertanian terutama padi pada masa datang akan menghadapi beberapa masalah seperti keterbatasan lahan subur. dan besarnya dampak positif dari penggunaan alat dan mesin pertanian terutama pada sistem panen padi juga menjadi pemicu utama yang perlunya dilakukan mekanisasi pertanian. 1999). Suatu analisis kecenderungan pembangunan pertanian di dunia terutama mengulas kontribusi mekanisasi pertanian (agricultural engineering ). 1993 ). Pada kasus keterbatasan air. Mekanisasi pertanian dalam arti luas bertujuan untuk meningkatkan produktifitas tenaga kerja. perlu segera dimulai pengembangan usaha pertanian dengan prinsip pertanian hemat air. Penggunaan alat dan 4 . dan menurunkan ongkos produksi. air dan yang terutama ialah tenaga kerja. karena meningkatnya pembangunan industri sehingga turunnya minat bekerja di sektor pertanian.

karena sifatnya yang multifungsi. masalah yang akan dianalisis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut yaitu: apa dampak positif dan negatif 5 . Rumusan Masalah. menyebutkan perlunya suatu reformasi pembangunan pertanian dari pertanian tradisonal ke pertanian modern yang intinya adalah pertanian berbudaya industri. merontokkan dan membersihkan gabah dari malai secara bersamaan sehingga afisiensi dalam masalah waktu.mesin pada proses produksi dimaksudkan untuk meningkatkan efesiensi. mengurangi beban kerja petani dan meminimalisir susut hasil gabah dan beras secara kuantitatif yang terjadi pada kegiatan panen dan pascapanen. efektifitas. misalnya penggunaan mesin panen padi tipe combine harvester pada proses pemanenan. Berdasarkan latar belakang di atas. keunggulan yang dimiliki mesin pemotong padi tipe ini yaitu mempercepat proses pemanenan. B. Dengan menggunakan alat dan mesin pertanian. Tersedianya berbagai jenis alat atau mesin panen dan perontokan memudahkan petani untuk memilih cara panen dan pengelolaan pascapanen yang optimal dan menguntungkan bagi usaha taninya. Karena itulah Ginanjar (1996). yaitu memotong. Selain itu. keunggulan pada sistem perontok yang yang terdapat pada mesin ini ialah memiliki cara kerja yang sangat baik dalam memisahkan gabah dari malai sehingga gabah tidak ikut terbuang. Dengan latar belakang ini penulis tertarik untuk meneliti agar dapat mengetahui dampak apa saja yang diperoleh dari penerapan mekanisasi pertanian pada sistem panen usahatani padi di Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka. Selain itu.

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi peneliti (penulis). 2. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah : 1. D. Sebagai informasi bagi pemerintah serta instansi terkait dalam melaksanakan usahatani padi sawah dengan menggunakan mekanisasi yang berkelanjutan. Sebagai bahan informasi dan masukan bagi petani padi. Tujuan Penelitian Berdasarkan latar belakang di atas. 6 . 4. Sumber informasi dan referensi bagi peneliti selanjutnya serta bagi pihak yang membutuhkan. C. tujuan dari penlitian ini yaitu: untuk mengetahui apa saja dampak positif dan negatif dari penerapan mekanisasi pertanian pada sistem panen usahatani padi sawah di Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka. sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan.dari penerapan mekanisasi pertanian pada sistem panen usahatani padi di Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka. 3.

Tinjauan Pustaka 1. yang dapat kita lihat pada tabel sebagai berikut. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Alief Dampak Uji beda Hasil penelitian (2016) Penerapan menunjukkan ada Mekanisasi perbedaan penerimaan Usahatani Padi biaya dan pendapatan Terhadap petani antara sebelum Pendapatan melakukan mekanisasi Dan Tenaga dengan traktor dan sesudah Kerja di desa melakukan mekanisasi namu ukur utara dengan traktor. Berikut merupakan penelitian terdahulu berupa beberapa jurnal terkait dengan penelitian yang dilakukan penulis. penerimaan per langkat HKP sesudah mekanisasi lebih besar dan Efisiensi tenaga kerja sesudah mekanisasi dengan lebih efisien dibandingkan 7 . Produksi kecamatan sei gabah kering panen per bingei HKP sesudah mekanisasi kabupaten lebih besar. penulis tidak menemukan penelitian dengan judul yang sama seperti judul penelitian penulis. Penelitian Terdahulu Penelitian terdahulu ini menjadi salah satu acuan penulis dalam melakukan penelitian sehingga penulis dapat memperkaya teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan.1 Penelitian terdahulu NO Nama Judul Metode Hasil penelitian peneliti penelitian analisis data 1. Tabel 2. Namun penulis mengangkat beberapa penelitian sebagai referensi dalam memperkaya bahan kajian pada penelitian ini. Dari penelitian terdahulu.

dan meningkatkan pemeliharaan dan perawatan. tenaga kerja sebelum mekanisasi. (Korelasi diterapkannya mekanisasi studi tentang Product pertanian mengakibatkan penggunaan Moment) penghasilan yang mereka traktor dan dapat menjadi berkurang. 4. Aries Formulasi Metode Berdasarkan penelitian (2002) Strategi Usaha deskriptif disimpulkan bahwa Pelayanan Jasa (R/C ratio) alternatif strategi yang Alat dan dapat dilaksanakan adalah Mesin memperluas pelayanan jasa Pertanian: di luar anggota. status sosial sehingga mempengaruhi ekonomi kemiskinan pedesaan buruh tani karena mengurangi penghasilan buruh tani yang berpengaruh pada status sosial ekonomi buruh tani. mengoptimalkan kursus dan pelatihan bagi manajer dan operator. Robby penelitian metode Mekanisasi pertanian juga (2013) Mekanisasi korelasi telah membawa dampak Pertanian Dan Persons yang negatif bagi para Kemiskinan Corelations buruh tani karena dengan Pedesaan. Ilvia strategi Hirarki Pengembangan BPT (2010) pengembangan Analitik. 2. peningkatkan kualitas pelayanan. meningkatkan jumlah alsintan yang dikelola kelompok UPJA yang telah ada. Mekanisasi Pertanian Jawa bpt mekanisasi Barat akan terlaksana pertanian jawa dengan baik apabila barat dengan pengetahuan masyarakat pendekatan pertanian Jawa Barat proses hirarki tentang pentingnya analitik teknologi pertanian telah cukup baik. 8 . 3. mengganti Studi Kasus pola kerja sama operasional Di Kabupaten dengan pola kemitraan Sumbawa lainnya.

Boyma Hubungan analisis besarnya derajat keeratan (2017) Teknologi statistik hubungan pemberdayaan Alat Dan korelasi rank penggunaan Alsintan Mesin spearman terhadap produksi padi Pertanian sawah adalah sebesar Terhadap 83. 5. Pada penelitian ini terdapat beberapa perbedaan dengan penelitian terdahulu. Salah satu cara untuk mendapatkan ilmu adalah melalui penelitian.77. Selama ini banyak penelitian tentang usaha tani padi yang dilaksanakan di kecamatan tanggetada kabupaten kolaka. terdapat perbandingan produksi padi antara petani yang menggunakan Alsintan dengan petani yang tidak menggunakan Alsintan dengan tingkat perbandingan 12.959 dan t tabel Padi Sawah 2.52% sedangkan untuk t Produktivitas hitung 6. Dengan memfokuskan pada dampak keseluruhan dari penerapan mekanisasi pertanian pada sistem panen usaha tani padi. namun penelitian tentang dampak mekanisasi pertanian belum pernah dilaksanakan. Konsep Umum Penelitian Proses untuk mendapatkan ilmu agar memiliki nilai kebenaran harus dilandasai oleh cara berpikir yang rasional berdasarkan logika dan berpikir empiris yang berdasarkan fakta. Artinya dan perbandingan produksi padi yang menggunakan dan yang tidak menggunakan Alsintan cukup signifikan.069. Penelitian ini dilakukan di kecamatan tanggetada kabupaten kolaka. 2. 9 . Penelitian sebagai upaya untuk memperoleh kebenaran harus didasari oleh proses berpikir ilmiah yang dituangkan dalam metode ilmiah.

Metode survey merupan metode untuk memperoleh data yang ada pada saat penelitian dilakukan. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode ilmiah mengandung dua unsur penting yakni pengamatan (observation) dan penalaran (reasoning). metode survey dan metode eksperimen. 10 . Metode historik digunakan jika data yang dipergunakan terutama yang berkaiatan dengan masa lalu. a. Data dapat dikumpulkan melalui beberapa teknik seperti wawancara dan pengamatan atau observasi. sehingga teknik pengumpulan data yang digunakan terutama adalah studi dokumenter . Metode ilmiah didasari oleh pemikiran bahwa apabila suatu pernyataan ingin diterima sebagai suatu kebenaran maka pernyataan tersebut harus dapat diverifikasi atau diuji kebenarannya secara empirik (berdasarkan fakta). Metode eksperimen digunakan jika data yang diinginkan sengaja ditimbulkan atau didorong munculnya. Dorongan atau rangsangan untuk pemunculan data tersebut merupan variabel bebas atau disebut juga perlakuan (treatmen). Metode ilmiah adalah kerangka landasan bagi terciptanya pengetahuan ilmiah. jadi dalam eksperimen akan dicari hubungan sebab akibat anatara variable bebas dan variable terikat. Metodelogi dapat dibedakan menjadi 3 yaitu metode historic. Metode Penelitian Metodelogi penelitian adalah cara atau strategi menyeluruh untuk menemukan atau memperoleh data yang diperlukan.

hambatan teknis karena keterbatasan pengetahuan manusia dalam proses produksi. Pembangunan Pertanian Kebutuhan terhadap pangan adalah salah satu kebutuhan asasi manusia. Pembangunan pertanian bukanlah konsep yang sederhana.B. aspek pemasaran pada skala lokal. Konsep pembangunan pertanian mencakup banyak aspek. melainkan juga berkaitan dan berimplikasi pada aspek yang luas. juga mencakup aspek sumber daya manusia yang terlibat dalam semua lini pembangunan pertanian. bahkan gejolak ekonomi dan politik. Oleh kerena itu budidaya pertanian tidak lagi terbatas pada sekedar menghasilkan pangan. 11 . termasuk perkembangan konsep pembangunan pertanian. dengan kebutuhan manusia akan produk pertanian semakin berkembang. nasional bahkan global. Produksi pangan merupakan salah satu faktor penentu dalam eksistensi suatu bangsa. Pada awal peradaban. manusia hanya mengumpulkan dan berburu untuk mendapatkan makanan (food hunting and gathering) karena belum berkembangnya pengetahuan manusia tentang budidaya pertanian. seperti misalnya masalah lingkungan. kebutuhan akan pangan harus dipenuhi melalui proses budidaya pertanian. dan aspek kebijakan. manusia juga memerlukan produk pertanian untuk mencukupi kebutuhan terhadap energi hayati terbarukan (biofuel). kosmetik maupun farmasi. bahan industri pangan. Selain pangan utama. Landasan Teori 1. Ketika populasi manusia semakin berkembang dengan laju yang cukup tinggi. terlebih lagi ketika muncul persoalan-persoalan yang berkaitan dengan proses produksi. mulai dari aspek teknologi produksi dengan berbagai dimensinya.

Memahami petani dengan segala dimensi kemanusiaanya. kebudayaan.Kebutuhan terhadap energi terbarukan sekarang semakin berkembang sehingga terjadi kompetisi antara kebutuhan akan pangan/pakan dengan kebutuhan untuk menghasilkan bahan dasar untuk produksi. manajemen. pertimbangan. namun lebih luas lagi berkaitan dengan filosofi sebuah bangsa. interaksi dengan alam. Pengertian Dampak 12 . baik teknis. Banyak aspek perlu untuk diperhatikan dan diperjuangkan untuk mencapai hal ini. dengan kekayaan alam yang luar biasa. 2011 ). Pertanyaan yang tidak mudah dijawab mengingat produksi pangan ialah kegiatan yang melibatkan banyak faktor. kebijakan pemerintah. Sebagai negara yang secara alami adalah negara agraris. Pernyataan yang kemudian mengemuka ialah apakah hal ini karena persoalan teknis produksi pangan. spiritual. kebutuhan yang besar untuk mencukupi kebutuhan pangan/pakan dan energi hayati memunculkan persoalan baru yang berupa ketersediaan lahan produksi yang memadai dari sisi kualitas maupun luasnya. humanitarian. juga merupakan bagian penting untuk memahami pertanian itu sendiri (Yuwono. serta persahabatan dengan segenap unsur kemanusiaan. 2. lingkungan biotik dan abiotik. atau lebih disebabkan oleh faktor-faktor manajemen pembangunan pertanian. Pertanian bukan sekedar persoalan menanam dan memanen. Membangun pertanian untuk mencapai kedaulatan pangan bukan hal mudah. indonesia seharusnya mempunyai kemampuan untuk mencukupi kebutuhan pangan. Kenyataan menunjukkan bahwa sampai saat ini Indonesia masih banyak mengimpor bahan pangan. memahami kearifan lokal dan ekologis. bahkan persoalan sosial dan sumber daya manusia.

Jadi arti dari mekanisasi pertanian adalah aplikasi mekanis berupa mesin atau alat pada proses produksi pertanian. Pengaruh adalah suatu keadaan dimana ada hubungan timbal balik atau hubungan sebab akibat antara apa yang mempengaruhi dengan apa yang dipengaruhi. Dampak menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah benturan. (KBBI Online. Dalam setiap keputusan yang diambil oleh seorang atasan biasanya mempunyai dampak tersendiri. 2010). Pengaruh adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (orang. baik itu dampak positif maupun dampak negatif. Dampak secara sederhana bisa diartikan sebagai pengaruh atau akibat. Penggunaan alat atau mesin modern dapat mengefisienkan waktu ataupun mengurangi jumlah tenaga kerja 13 . Analisis dampak merupakan analisis untuk melihat perbedaan yang ditimbulkan akibat perlakuan tertentu pada suatu objek perlakuan sebelum dan sesudah perlakuan. benda) yang ikut membentuk watak. Mekanisasi pertanian menurut Nurmala (2012). pengenalan dan penggunaan dari setiap bantuan yang bersifat mekanis untuk melangsungkan operasi. kepercayaan atau perbuatan seseorang. pengaruh yang mendatangkan akibat baik positif maupun negatif. Mekanisasi Pertanian Mekanisasi Adalah penggantian dengan penggunaan tenaga mesin dan sarana- sarana teknik lainnya untuk menggantikan tenaga manusia dan hewan. 3. merupakan salah satu cara untuk mengolah lahan dan mengganti tenaga kerja manusia dalam rangka meningkatkan produktivitas usahatani.

nilai tambah dan daya saing produk pertanian. mekanisasi pertanian memiliki peran penting dan srategis dalam pengembangan sistem pertanian industrial. khususnya tanaman padi yang efisien. menekan kehilangan hasil dan meningkatkan mutu dan nilai tambah produk pertanian serta memperluas kesempatan keja di pedesaan melalui terciptanya sistem agribisnis terpadu. Sebagai salah satu inovasi. daya saing dan kesejahteraan masyarakat. 1999 dan suryana. terutama terkait dengan ketahanan pangan. 2007). 14 . berdaya saing dan berkelanjutan (handaka. 1994).dibandingkan dengan sistem pertanian tradisional yang menggunakan banyak tenaga kerja dan menghabiskan waktu yang lama untuk menyelesaikan pekerjaan pertanian. Peran sektor pertanian dalam pembangunan nasional akan semakin strategis dan meningkat. yang pada akhirnya akan memacu kegiatan ekonomi di pedesaan (manwan dan ananto. Persaingan yang semakin ketat dan tajam dan beragam masalah serta tantangan yang kompleks dalam pengembangan pertanian menutut upaya peningkatan produktivitas. energi terbarukan. Mekanisasi pertanian akan berperan bukan hanya untuk meningkatkan luas garapan dan intensitas tanam. mutu. Pengembangan industri pertanian dan pedesaan yang mandiri didukung oleh pengembangan mekanisasi pertanian yang tepat guna sebagai pijakan untuk mewujudkan industri pertanian. efesiensi. 2006). tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas dan efesiensi usaha tani. kementrian pertanian telah menetapkan visi pertanian tahun 2025 adalah terwujudnya pertanian industrial berkelanjutan dan berdaya saing dan mampu menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan petani (Deptan. oleh karena itu.

Memungkinkan pertumbuhan tipe usahatani yaitu dari tipe pertanian untuk 15 . Implikasi logis dari perubahan struktural tersebut adalah makin kritisnya petani dalam menjalankan usahataninya. Sejalan dengan perubahan struktur tersebut. terjadi peningkatan kualiatas pendidikan di pedesaan dan asksesibilitas sehingga meningkatkan arus sumber daya dan informasi antar daerah. Ruang lingkup mekanisasi pertanian juga berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan modernisasi pertanian. namun sudah mulai menggunakan teknologi elektronika atau sensor. Meningkatkan derajat dan taraf hidup petani 3. Menjamin kenaikan kuantitas dan kualitas serta kapasitas produksi pertanian 4. pemanenan. Mempertinggi efisiensi tenaga manusia 2. Konidisi ini mendorong terjadinya mobilitas tenaga kerja antar wilayah. Menurut Hardjosentono dkk (1996) peranan mekanisasi pertanian dalam pembangunan pertanian di Indonesia adalah: 1. Yang digunakan baik untuk proses produksi. nuklir. dan penanganan atau pengolahan hasil pertanian (Mugniesyah. 2006). Pengembangan mekanisasi pertanian di Indonesia tidak terlepas dari perubahan struktur ekonomi yang berjalan berkesinambungan. Ada pula yang mengartikan bahwa pada saat ini teknologi mekanisasi yang digunakan dalam proses produksi sampai pasca panen (penanganan dan pengolahan hasil) bukan lagi hanya teknologi yang didasarkan pada energi mekanis. 1998). Usahatani mereka bukan lagi “usahatani keluarga” yang subsisten tapi mengarah pada usaha tani komersial yang berorientasi pasar (kasryono dan suryana. bahkan sampai teknologi robotik.

Infrastruktur penunjang dan pembiayaan. Penelitian dan pengembangan 4. Beragam teknologi mekanisasi yang di kembangkan saat ini lebih banyak difokuskan pada pengembangan usahatani padi sawah. Kelembagaan petani dan usaha jasa 3. Mekanisasi pertanian dalam bentuk penerapan alsintan memiliki peran yang penting dan strategis dalam mendukung pengembangan usaha tani padi yang maju. diharapkan mekanisasi usaha tani padi lebih berkembang dengan baik dalam mendukung peningkatan produksi dan nilai tambah serta kesejahteraan masyarakat petani. Mempercepat transisi bentuk ekonomi Indonesia dari sifat agraris menjadi sifat industri. Industri dan perdangangan Alsintan. Dengan upaya-upaya tersebut dan fokus kebijakan pemerintah yang proaktif dalam mempromosikan mekanisasi pertanian serta keberpihakan yang tinggi kepada masyarakat petani serta komitmen dan hubungan yang harmonis dari berbagai pemangku kepentingan dengan masyarakat petani. pada dasarnya banyak tersedia namun pengembanganya berjalan sangat lamban karena adanya berbagai masalah dan kendala sehingga perlu dilakukan berbagai upaya dan strategi dalam percepatan pengembanganya. kebutuhan keluarga (subsistence farming) menjadi tipe pertanian perusahaan (commercial farming) 5. 16 . Upaya yang dapat dilakukan ialah peningkatan dan penyempurnaan dalam hal : 1. dan 5. Mekanisai pertanian pada usahatani padi. Kebijakan dan kelembagaan pemerintah 2.

Tabel 2. Lembaga atau Asosiasi Petani 17 . terutama dari pembelajaran evolusi mekanisasi pertanian dari tahun 1950 sampai pada saat sekarang ini adalah masalah lemahnya kelembagaan dalam sistem pengembangan mekanisasi pertanian. Aspek- aspek yang perlu diperhatikan. jika mekanisasi pertanian harus disiapkan sebagai mesin penggerak revitalisasi (engine of revitalization) dalam Deptan (2005) adalah sebagai berikut : 1. dan traktor Nilai Konversi Parameter dengan Daya Manusia Kw hp Daya Manusia 0.50 0.2 Daya tenaga kerja manusia.Mekanisasi pertanian dalam bentuk alat dan mesin pertanian memiliki peranan penting dalam meningkatkan luas lahan garapan dan intensitas tanam.00 Daya Ternak 0.670 12. Kelembagaan dalam mekanisasi pertanian merupakan Hal yang perlu mendapatkan perhatian secara khusus.019 18.87 Sumber: Moens (1978) Daya tenaga kerja dihitung dalam satuan kilowatt (Kw) atau horse power (HP) untuk mengetahui kemampuan dari jenis-jenis tenaga kerja yang digunakan agar dapat dikonversikan tenaga kerja traktor menjadi tenaga kerja manusia.04 0. ternak. Hal tersebut didasarkan pada daya dan tenaga kerja yang dapat di maksimalisasi dibanding dengan tenaga keraja non mekanisasi.76 1.054 1.41 Daya Traktor Roda Dua 0.

Pemerintah perlu menciptakan iklim perdagangan yang kondusif dengan menaikkan proteksi terhadap impor alsintan. Lembaga petani perlu dibangun dengan tujuan untuk memberikan pelayanan kepada petani-petani yang merupakan anggotanya. universitas dan asing. swasta. Penelitian dan pengembangan Penelitian dan pengembangan yang dilakukan oleh pihak swasta saja tidak cukup. Melalui lembaga pertanian ini diharapkan dapat tercipta komunikasi antara pemerintah dengan petani sehingga petani dapat menyalurkan aspirasi dan kepentingannya dengan lebih baik. Kebijakan proteksi ini selain dapat mendorong perkembangan industri alsintan dalam negeri juga dapat memberikan proteksi terhadap petani sebagai konsumen. distribusi. terutama terhadap negara yang melakukan dumping. 3. Lembaga seperti ini hendaknya dibangun atas inisiatif petani. Kebijakan Perdagangan Alsintan Pengadaan. Alsintan produksi luar seringkali tidak sesuai untuk digunakan di Indonesia karena kondisi lahan dan agronomis yang berbeda. pemerintah juga perlu untuk memeratakan distribusi alsintan di seluruh wilayah Indonesia. dan penggunaan alat dan mesin pertanian dipengaruhi oleh kebijakan perdagangan. bukan dari pemerintah. Selain itu. 2. Distribusi alsintan harusnya disesuaikan dengan kebutuhan alsintan di tiap wilayah. Dengan 18 . serta melobi pemerintah dalam hal kepentingan usahatani. Salah satu caranya yaitu dengan tidak memberikan bantuan Alsintan hanya pada satu jenis alsintan tertentu atau di daerah tertentu saja. Pemerintah harus meningkatkan riset dan pengembangan yang dilakukan melalui lembaga pemerintah yang ada seperti BBP Mektan dan LIPI serta membina kerjasama antara lembaga riset pemerintah.

terutama di pedesaan dan kota-kota kecil yang mudah dijangkau petani. Untuk mengatasi kendala ini. inovasi teknologi dapat lebih ditingkatkan dan menguntungkan semua pihak. Petani harus diberikan kebebasan dalam memilih alsintan apa yang diinginkan dan yang sesuai dengan kebutuhannya. Kredit yang diberikan jangan dibatasi pada jenis alsintan tertentu karena ini akan mempengaruhi pilihan petani terhadap Alsintan yang akan digunakan. pemerintah perlu mempersiapkan upaya pembentukan bank pertanian. baik itu sebagai modal usaha maupun untuk pembiayaan aktivitas pertanian. Bank pertanian hendaknya terletak di daerah-daerah sentra produksi pertanian. perlu juga diciptakan penghubung antara peneliti dengan petani.demikian. Lembaga pelatihan dan pendidikan Petani Indonesia pada umumnya berpendidikan rendah. Penghubung ini selain bertugas untuk mendemonstrasikan teknologi baru kepada petani dan meningkatkan kesadaran petani akan pentingnya teknologi. Dalam penelitian dan pengembangan yang dilakukan. 4. Untuk mengintroduksi teknologi baru maka diperlukan pelatihan dan pendidikan agar petani mampu 19 . 5. Melalui bank pertanian diharapkan dapat memberi kemudahan bagi petani dalam memperoleh kredit. Kredit Selama ini kesulitan perolehan kredit selalu menjadi kendala bagi petani dalam usaha pengembangan usahatani. Menurut Nuswantara (2003). juga berfungsi sebagai sarana bagi petani untuk menyampaikan mengenai jenis Alsintan apa yang dibutuhkan dan tingkat mekanisasi seperti apa yang diharapkan. Jadi melalui penghubung ini dapat tercipta umpan balik (feed back) bagi penelitian selanjutnya.

7. petani kecil yang tidak sanggup membeli alsintan dapat tertolong. tetapi teknologi juga seringkali berdampak negatif bagi suatu 20 . serta memajukan cara berpikir petani. Dari definisi tersebut diketahui bahwa tujuan akhir dari penggunaan teknologi adalah kesejahteraan hidup. Selain itu. Fasilitas produksi dan perbaikan lokal Kondisi lahan di tiap daerah berbeda-beda. penyerapan tenaga kerja di desa juga dapat ditingkatkan. dengan melakukan produksi lokal maka produksi dapat dilakukan secara spesifik sesuai dengan kondisi lahan setempat dan mengurangi biaya transportasi ke petani. Penyediaan jasa penyewaan mesin Melalui penyediaan jasa penyewaan mesin. petani yang berfungsi sebagai kontraktor dapat mendapatkan manfaat ganda. Pelatihan dan pendidikan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani sehingga dapat mengembangkan diri pada subsektor lain maupun di bidang agroindustri. Teknologi Teknologi secara harfiah memiliki arti segala daya upaya yang dapat dilaksanakan oleh manusia untuk mendapatkan taraf hidup yang lebih baik. Mereka dapat menggunakan mesin dan mendapatkan manfaat dari mesin tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membelinya.mengoperasikan Alsintan dengan baik dan aman. 6. 4. Mereka dapat memperoleh keuntungan dari pemanfaatan mesin maupun dari penyewaan mesin. Selain itu.

usaha. yaitu : 1. mikrobiologi. keahlian dan keterampilan. Ilmu pengetahuan dan praktik atau percobaan merupakan prasyarat untuk tumbuh dan berkembang teknologi. jurnal. 21 . Teknologi yang dikuasai akan semakin berkembang jika sudah terbagi dan termanfaatkan. Setelah tiba di Indonesia. Tjakraatmadja dalam Sa’id dkk (2004). dan majalah). 2. seperti biokimia. mengumukakan lima sifat pokok teknologi yang perlu dipahami. sistem atau lingkungan. serta informasi yang diwadahi oleh sistem dan organisasi (document embedded technology). traktor dalam kapasitas besar tersebut tidak berdaya guna dan tidak tepat sasaran. maupun berupa dokumen informasi (seperti buku. alat tersebut ternyata tidak dapat digunakan karena ukuran lahan sawah di Jawa kecil-kecil. genetika. Dengan demikian. sedangkan lahan sawah di luar pulau Jawa walaupun luas tetapi sangat sedikit jumlahnya. dan biomolekuler dikuasai dengan baik maka hal tersebut merupakan pintu gerbang menuju penguasaan bioteknologi. dapat berwujud fisik yang melekat pada mesin dan peralatan (object embedded technology). Teknologi dapat berupa kompetensi yang melekat pada diri manusia (human embedded technology). Jika ilmu pengetahuan. Teknologi tidak memberikan nilai guna jika tidak diterapkan (tidak terbagi dan terpakai secara tepat guna). Teknologi dibutuhkan oleh manusia baik berupa benda fisik. 3. Teknologi diperoleh melalui suatu proses yang dikembangkan oleh manusia yang memiliki ilmu pengetahuan dan pengalaman yang cukup (Sa’id dkk 2004). Sebagai contoh pada dekade 1980-an Indonesia pernah mengimpor traktor yang digunakan untuk mengolah sawah yang luas.

Umumnya teknologi digunakan untuk kesejahteraan masyarakat atau meningkatkan kualitas hidup manusia. dibeli. sedangkan pada tanaman sayuran. Sebagai salah satu aset perusahaan. 5. pada tanaman hias. teknologi merupakan faktor penting dalam pengembangan ekonomi suatu wilayah. akar. terutama dalam hal perlindungan paten atau hak cipta.4. Secara sederhana. Dengan demikian. perlindungan yang diberikan terhadap suatu teknologi harus memadai. dijual. Panen Panen merupakan pekerjaan akhir dari budidaya tanaman (bercocok tanam). batang. Pada tanaman buah-buahan. Pemanenan merupakan kegiatan yang sangat menentukan dalam kegiatan operasional dan seringkali merupakan bagian termahal dari kegiatan produksi. sampai berada di tangan konsumen. bagian yang dipisahkan tersebut sudah tentu adalah buah. dicuri. yaitu melakukan persiapan untuk penyimpanan dan pemasaran. Hal ini menunjukan bahwa teknologi bersifat dinamis dan memiliki siklus hidup yang sama dengan siklus hidup produk. bagian tanaman yang dipanen dapat 22 . maupun buah. Oleh karena itu. atau tidak bernilai guna jika teknologi yang dimiliki sudah kadaluarsa. Sementara itu. Komoditas yang dipanen tersebut selanjutnya akan melalui jalur-jalur tataniaga. 5. Panjang pendeknya jalur tataniaga tersebut menentukan tindakan panen dan pascapanen yang bagaimana yang sebaiknya dilakukan. istilah pemanenan diartikan sebagai upaya memisahkan bagian tanaman yang memiliki nilai ekonomis dari tanaman induknya.teknologi dapat ditemukan dikembangkan. bagian-bagian tersebut dapat berupa daun. tapi merupakan awal dari pekerjaan pasca panen.

pada taraf kematangan yang tepat. Jenis Alsintan yang biasanya digunakan petani padi dalam aktivitas panennya ialah jenis alat dengan sebutan Combine Hasvester. kehilangan hasil akan semakin tinggi karena setiap anggota berpotensi 23 . Pada dasarnya yang dituju pada perlakuan panen adalah mengumpulkan komoditas dari lahan penanaman. dilakukan secepat mungkin dan dengan biaya yang rendah. Dalam usaha tani padi sawah misalnya. Pemanenan merupakan bagaian akhir yang sangat ditunggu-tunggu oleh petani didalam melakukan usaha taninya. petani didalam melakukan panen dapat menggunakan tenaga manusia dengan cara manual yaitu dengan bantuan ani-ani atau arit sebagai pemotong batang padi atau juga dengan penggunaan mesin panen. Setyono (2009). tujuan pemanenan padi adalah untuk mendapatkan gabah dari lapangan pada tingkat kematangan optimal. Pemanenan padi tidak akan menguntungkan dan memuaskan jika prosesnya dilakukan dengan cara yang kurang benar dan pada umur panen yang tidak tepat. Hal tersebut merupakan inovasi yang di dorong dari fakta yang menyatakan bahwa Sistem panen pada cara tradisional secara jelas mempengaruhi kehilangan hasil panen. Petani di dalam melakukan pemanenan sebagian besar sudah menggunakan tenaga mesin. dengan kerusakan yang minimal. melaporkan bahwa semakin banyak anggota kelompok pemanen.berupa bunga berikut tangkainya (tanaman hias berbunga) atau daun berikut tangkainya (tanaman hias tidak berbunga). mencegah kerusakan dan kehilangan hasil seminimal mungkin. yaitu alat yang cara kerjanya terkombinasi. menggantikan tenaga manusia dan hewan. Menurut Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Hortikultura (1999).

yakni 3. dan gabah yang ikut terbuang bersama jerami dari mesin perontok 1.31%. Hasilnya menunjukkan bahwa kehilangan hasil pada pemanenan sistem kelompok relatif rendah. Kehilangan hasil tersebut terdiri atas gabah rontok saat pemotongan padi 3. 1994). Sebaliknya.85%. kehilangan hasil pada sistem keroyokan sangat tinggi.75%. kehilangan hasil panen (susut) berdasarkan cara panen yang digunakan akan di uraikan dalam bentuk tabel sbb: Tabel 2. yaitu 18.75%. Untuk lebih jelasnya. gabah tercecer dari malai 0. gabah tercecer saat penggebotan (perontokan) 4. Dengan kemampuan pemanen masing-masing 132-135 jam/orang/ha (Nugraha. telah menguji coba pemanenan padi sistem kelompok dengan menggunakan kelompok jasa pemanen dan jasa perontok serta mengamati besarnya ceceran gabah. kehilangan hasil hanya 4.86%.97%. dan gabah yang tidak terontok 8.59%.56%.34%.39%.9%. Titik kritis kehilangan hasil pada pemanenan padi terjadi pada tahap pemotongan dan pengumpulan potongan padi serta perontokan. Rinciannya adalah gabah rontok saat pemotongan padi sebesar 1. Jumlah anggota pemanen 50 orang (sistem keroyokan) akan meningkatkan kehilangan hasil sampai 9. gabah tercecer dari malai 1.menyebabkan kehilangan hasil panen. sedangkan jika anggota pemanen 20 orang. Hasbullah (2008).3 Susut panen padi berdasarkan cara panennya Teknologi alternatif Tahap Susut (%) 24 .

50 Pengeringan dengan flat bed dryer 2.98 Penggilingan konvensional 2. menurut Setiawati (1990).61 Lain-lain 0.79 Pengeringan di lantai jemur 2.19 Lain-lain Jumlah susut (%) 21.30 Penggilingan modifikasi I 1. Pemanenan dengan sistem bebas (keroyokan) adalah pemanenan padi yang dilakukan oleh para penderep dalam jumlah yang tidak terbatas. Pemanen bersifat tidak saling terikat atau bersifat individualis.19 Jumlah susut (%) 6.80 Perontokan dengan pedal thresher 4. Paket A (cara petani) Panen dengan sabit tradisional 9.60 Sumber: 1 Purwadaria (1994). ada beberapa sistem pemanenan yang sudah berkembang.61 Jumlah susut (%) 19. Pada sistem ini.00 Perontokan dengan power thresher 1.61 Jumlah susut (%) 8.19 Lain-lain 1.00 Perontokan dengan power thresher 1. Tjahjohutomo Berbicara tentang sistem panen.09 Paket B Panen dengan sabit bergerigi 7.00 Paket D Panen dengan paddy mower 2. penderep tidak 25 .52 Perontokan dengan dibanting (gebot) 4. 75 Pengeringan di lantai jemur 2.33 Paket C Panen dengan reaper 6.90 Pengeringan dengan flat bed dryer 2.19 Lain-lain 1. yaitu sistem bebas (keroyokan). sistem ceblokan dan sistem tenaga borongan (beregu).90 Pengeringan dengan flat bed dryer 2. Nugraha (2007).30 Penggilingan modifikasi II 0. yakni bisa mencapai 100-200 orang per hektar.30 Penggilingan modifikasi II 1. Thahir (2000).61 Jumlah susut (%) 13.9 8 Penggilingan konvensional 2.19 Lain-lain 1.00 Paket E Panen dengan combine harvester 2.

26 . Panen yang kurang tepat dapat menurunkan kualitas dari gabah maupun beras. sehingga kehilangan hasil saat panen akibat tercecer atau tidak terpanen dapat dikendalikan. Oleh karena tenaga pemanen telah terikat kontrak dengan pemilik sawah maka panen berjalan sangat lamban. Sistem pemanenan merupakan cara yang digunakan oleh petani dalam memaksimalkan hasil panen dari komoditi yang di usahakan. cara panen bebas memiliki kelebihan yaitu dalam hal kecepatan dan kemandirian pemanen. Perbedaan persepsi dari petani menjadikan perbedaan cara dalam sistem panen yang adopsi oleh masing- masing petani. (1993) cara panen ceblokan memiliki kelebihan yaitu dalam hal pengawasan.memanen dengan hati-hati. karena penderep saling bersaing untuk mendapatkan jumlah padi sebanyak-banyaknya. Namun kelemahannya yaitu pada keterikatannya. Tenaga penderep diluar keiompok penceblok tidak dibolehkan ikut memanen padi pada sawah tersebut. Menurut Suparyono (1993). Akibatnya pemanen hanya memperhitungkan kecepatan dan mengabaikan ketelitian sehingga kehilangan hasil panen cukup besar. Hal ini terutama terjadi bila tenaga pemanen yang membuat ikatan itu juga terikat di tempat lain. Namun kelemahannya adalah sistem pengawasannya sulit dilakukan secara intensif. Pemanenan dengan sistem ceblokan adalah pemanenan padi yang dilakukan oleh tenaga pemanen dalam jumlah terbatas yang sebelumnya para tenaga pemanen tersebut ikut merawat tanaman padi termasuk menyiangi atau ikut menanam padi tanpa mendapat bayaran dari pemilik sawah. Panen harus dilakukan bila bulir padi sudah cukup dianggap masak. Menurut Suparyono.

002 ha/jam/orang. 1984). bahwa panen dengan sabit dilakukan dengan cara potong atas. Cara panen dengan mekanisasi Ada banyak jenis mesin panen yang dapat dipilih dalam kegiatan panen.3%).1%) dan cara potong atas adalah cara yang paling jarang dilakukan (8. Hasil penelitian Wanders (1981). 27 . 158 jam-orang untuk panen dengan sabit potong tengah setiap hektarnya. Menurut Rumiati dan Soemardi (1982). namun dewasa ini penggunaan mesin yang mendominasi yaitu jenis Combine harvester.ani Bentuk khas ani-ani adalah suatu pisau kecil yang terbuat dari logam tipis dengan panjang kurang lebih 10 cm dan lebar kurang lebih 1 cm. Araullo. b. Cara potong bawah merupakan cara yang paling umum dilakukan (74. Cara Panen Tradisional a. mengemukakan bahwa kapasitas pemanenan dengan ani-ani untuk padi jenis IR-38 adalah 0. Djojomartono (1984). Collier (1973).1. di Jawa Barat menunjukkan bahwa dibutuhkan waktu 132 jam/orang untuk panen dengan sabit potong bawah setiap hektarnya. dan 588 jam/orang setiap hektarnya untuk panen dengan ani-ani 2. menerangkan bahwa rata- rata kemampuan memotong padi berkisar antara 60-100 kg gabah bersih dengan waktu kerja 5 jam sampai dengan 6 jam. Ani. potong tengah dan potong bawah. (1976) mengemukakan bahwa kapasitas pemanenan dengan ani-ani adalah sebesar 15 kg padi/orang/jam. Sabit Bentuk khas dari sabit adalah pisau yang cekung dengan sisi tajam disebelah dalam. dan sisi dalam ini ada yang bergerigi dan ada yang tidak (Djojo martono.

yaitu unit pengumpul dan penggulung malai (reel).76 m/det. merontokkan dan membersihkan gabah dari kotoran sisa malai.yang cara kerjanya dikombinasikan yaitu antara memotong rumpun. sehingga setelah pemanenan dapat langsung menghasilkan gabah bersih. Awalnya peneliti akan 28 . unit perontok (thresher unit). tentunya akan bernilai positif ataupun negatif terhadap segala hal yang dapat dikenai dampak dari penerapan mekanisasi tersebut. pembersih dan tempat penyimpan gabah bersih. Hasil penelitian di Perum Sang Hyang Seri Sukamandi. pemisah biji dan malai. C.9 meter dan kecepatan maju 0. Kecepatan maju 0. Kombinasi alat yang terdiri dari beberapa komponen. Berbicara mengenai dampak yang diperoleh. Kerangka Pikir Setiap penelitian pasti diperlukan adanya kerangka berpikir sebagai pijakan atau sebagai pedoman dalam menentukan arah dari penelitian. Sedangkan pada tipe kecil yang panjang pisau pemotongnya 50 cm dengan kapasitas lapang 0. Lebar pisau mesin ini 4. Alur kerangka berpikir pada penelitian ini akan dijelaskan sebagai berikut: Penelitian ini menganalisa dampak dari penerapan mekanisasi pertanian pada sistem panen usahatani padi sawah sebelum mekanisasi dan sesudah mekanisasi menggunakan alat panen combine harvester. Mesin ini dapat dibedakan menjadi combine berukuran besar dan combine berukuran kecil. unit pemasukan malai.04 ha/jam. Jawa Barat.35 m/dt dengan kapasitas pengisian gabah 350 kg/jam.067 ha/jam dengan lebar pemotongan 3.2 meter. pisau pemotong. hal ini diperlukan agar penelitian tetap terfokus pada kajian yang akan diteliti. untuk memanen padi jenis IR-38 kapasitas dari type besar 1.

Selanjutnya peneliti melakukan pendekatan wawancara secara langsung dan memberikan koesioner kepada responden berupa pernyataan. kemudian diberi skor yang bernilai positif atau negatif berdasarkan jawaban responden mengenai dampak dari penerapan mekanisasi pada sistem panen padi yang dirasakan oleh petani di Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka.melakukan observasi dengan mengamati perilaku petani dan buruh tani sebagai responden di lokasi penelitian. pendapat. 29 . Untuk melihat dampak apa saja yang diperoleh. maka selanjutnya data yang diperoleh akan dianalisa untuk mengetahui sikap. dan persepsi dari responden dengan menggunakan skala likert. dan pernyataan negatif yang berfungsi untuk mengukur sikap negatif dari responden. Tentunya tujuan dari semua itu untuk menggali informasi yang lebih akurat megenai dampak dari mekanisasi yang dirasakan oleh petani dan pihak lain yang terkait. Untuk memepermudah peneliti dalam menganalisis dampak dari penenrapan mekanisasi pertanian pada sistem panen padi di kecamatan tanggetada kabupaten kolaka maka penulis akan menjabarkan keranggka penelitian selengkapnya pada gambarsebagai berikut. yaitu pernyataan positif yang berfungsi untuk mengukur sikap positif.

Skema kerangka pikir penelitian 30 . Usahatani Padi Sawah Mekanisasi pertanian Sistem panen padi (combine harvester) Sebelum mekanisasi dengan Sesudah mekanisasi dengan (combine harvester) (combine harvester) (combine harvester) Ada perbedaan sebelum dan sesudah mekanisasi sistem panen padi Dampak sosial dan ekonomi Dampak negatif Dampak positif . Tidak Layak Gambar 1.

BAB III METODE PENELITIAN 1. Metode Dasar Penelitian Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui dampak dari mekanisasi pertanian pada sistem panen usahatani padi.D. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 31 . Rumusan Hipotesis Berdasarkan permasalahan diatas maka hipotesis penelitian ini ialah: Penerapan mekanisasi pertanian pada sistem panen usahatani padi memiliki dampak positif bagi petani padi sawah di Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka.

dan menganalisis data secara induktif mulai dari tema-tema yang khusus ketema. penelitian kualitatif merupakan metode-metode untuk mengeksplorasi dan memahami makna yang oleh sejumlah individu atau sekelompok orang dianggap berasal dari masalah sosial atau kemanusiaan. Survey adalah bagian dari metode penelitian deskriptif yang dilakukan terhadap sekumpulan objek yang biasanya cukup banyak dalam jangka waktu tertentu. dengan tujuan utama untuk memberikan gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. mengumpulkan data yang spesifik dari partisipan. Selanjutnya data yang diperoleh dikelompokkan terhadap klasifikasi tertentu dan kemudian baru diambil kesimpulan. dengan pendekatan wawancara dan pengisian kuesioner. peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif karena lebih cocok untuk menggali informasi dan membahas permasalahan ataupun hal – hal yang berkaitan dengan penggunaan gadget pada anak 32 . Survey (deskriptif) adalah penelitian yang memaparkan secara murni hasil dari objek yang diamati.tema umum. dan kemudian dijelaskan sehingga memeberikan jawaban tentang fenomena-fenomena yang terjadi. dianalisis. Menurut Creswell (2010). menguji hipotesis-hipotesis serta menarik kesimpulan dari analisis yang diperoleh (Soeretno dan Arsyad. Dari hasil survey data mula-mula dikumpulkan.dengan menggunakan metode survey (deskriptif).L. Selanjutnya menerapkan hubungan. disusun.pertanyaan dan prosedur-prosedur. seperti mengajukan pertanyaan. Berdasarkan asumsi dan pendapat diatas. 1991). dan menafsirkan makna data. Proses penelitian kualitatif ini melibatkan upaya-upaya penting.

observasi. ditempuh dengan jalan mempertimbangkan teori substantive dan menjajaki lapangan untuk mencari kesesuaian dengan kenyataan yang ada dilapangan. Dalam proses pengumpulan data dapat di gunakan berbagai sarana seperti wawancara.seperti yang terlihat pada tabel berikut. Penetapan lokasi di kecamatan tanggetada dilakukan secara sengaja oleh peneliti. sementara itu keterbatasan geografis dan praktis. Tabel 3. setelah observasi awal yang telah dilakukan. yaitu sebagian besar petani padi telah menggunakan alat panen jenis combine harvester dalam kegiatan pemanenan. 2. dan dokumentasi. kabupaten kolaka. Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan tanggeatada. Moleong (2008) menyatakan bahwa dalam penentuan lokasi penelitian. lokasi dan waktu penenlitian Menurut Lexi J. mulai bulan Maret sampai dengan bulan juni 2018. dan untuk mempermudah penelitian. biaya dan tenaga juga perlu dijadikan pertimbangan dalam penentuan lokasi penelitian.usia dini. 2015 Kecamatan Luas lahan Luas panen (Ha) (Ha) 33 .1 Luas lahan dan Luas Panen Tanaman Padi Sawah menurut Kecamatan di Kabupaten Kolaka. seperti waktu. Walaupun Kecamatan Tanggetada bukanlah sentra produksi padi di Kabupaten Kolaka. pemilihan lokasi juga didasarkan pada kemampuan peneliti dalam menjangkau lokasi.

populasi adalah keseluruhan gejala atau satuan yang ingin diteliti. baik hasil perhitungan maupun pengukuran dari karakteristik tertentu mengenai sekelompok objek yang lengkap dan jelas. 3. Watubangga 20 812 2074 2140 Toari 21 812 97 Tanggetada 22 812 683 Polinggona 8 847 1377 Pomalaa 32 736 3080 Wundulako 6 839 1189 Baula 4 500 600 Kolaka 5 339 340 Latambaga 38 515 1835 Samaturu 76 181 1835 Wolo 66 494 518 Iwoimendaa 17 774 15768 Jumlah 0 Sumber: Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kolaka2015 Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa jumlah luas lahan dan panen usahatani padi di kecamatan tanggetada maih tergolong minim dibanding dengan kecamatan lain. Populasi dan Sampel Menurut Usman dan Pramono. Dengan kata lain. (2009). Populasi ialah semua nilai. Walaupu demikian peneliti berharap kedepannya hasil penelitian ini bisa menjadi acuan dalam pengembangan usaha tani padi sawah di Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka. Populasi berkenaan dengan besarnya anggota populasi serta wilayah penelitian yang dicakup. Tujuan di adakannya populasi ialah agar kita dapat menentukan besarnya anggota sampel yang diambil dari anggota populasi dan membatasi berlakunya daerah generalisasi 34 .

.... Nama atau nomor tesebut kemudian diundi untuk mengambil sampel sebanyak yang diperlukan.....1 Metode pengumpulan data diawali dengan membuat daftar lengkap nama/nomor subjek yang memenuhi karakteristik sebagai populasi......... Jumlah sampel yang diambil merupakan sampel yang representatif dengan tingkat homogenitas yang tinggi di tinjau dari segi kepemilikan lahan (petani pemilik) dan status profesinya (mata pencaharian utama) sebagai seorang petani padi dan buruh tani.... yang menjadi dasar pertimbangan ialah untuk menghemat waktu... 1999). Peluang yang sama berarti setiap unsur mempunyai probabilitas yang sama untuk dijadikan sampel (Eriyanto.. 35 ..(3... Sampel adalah bagian dari populasi yang diinginkan (Prasetyo dan Lina. 2005)................... Selain itu..1) N (d)²+1 Keterangan : n = sampel N = jumlah populasi d = presisi 10% atau 0.. Populasi responden penelitian ini adalah petani padi (pemilik-penggarap) dan buruh tani yang tersebar di kecamatan tanggetada kabupaten kolaka..... Sampel yang dipilih akan menjadi sumber data dalam suatu penelitian....... 1987)..... n = N .. Untuk menentukan jumlah sampel dari populasi yang ada dalam penelitian ini maka peneliti menggunakan rumus Taro mayane dengan presisi 10% dan dengan tingkat kepercayaan 90% (Rachmat...... teknik pengambilan sampel ini memastikan setiap unsur mempunyai peluang yang sama untuk dijadikan sampel. Metode penetapan jumlah sampel dilakukan dengan menggunakan Sampel acak sederhana (simple random sampling)............

2. Kuesioner yang diberikan merupakan daftar petanyaan tertutup. Dan untuk mendapatkan data yang dimaksud maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan tekhnik sebagai berikut: 1. yaitu data primer dan data sekunder. 1996: 111). yakni wawancara yang bersifat santai. selain itu peneliti juga akan menggunakan kuisioner. 4.tenaga. Dalam pengumpulan data peneliti dapat menggunakan wawancara tidak terarah (non directed).25 % atau diatasnya. dan biaya tanpa mengurangi tingkat akurasi dan penelitian (Wirantha. (1977) Pengambilan sampel sebesar 10% sudah dapat mewakili populasi. dan Jika populasi dibawah 100 maka semua dijadikan sampel jenuh. 1986: 100). yaitu daftar pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya. Teknik pengumpulan data Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua macam data. 2006). studi observasi observasi merupakan pengamatan langsung dilakukan terhadap objek ditempat terjadinya atau berlangsungnya peristiwa. Menurut Arikunto. 36 . bebas dan memberi informan kebebasan sebesar-besarnya untuk memberikan keterangan yang ditanyakan. tapi jika populasi diatas lebih dari seratus maka bisa ditarik 10-15 % hingga 20. sehingga observer berada bersama objek yang diselidiki” (Hadari Nawawi. Studi wawancara dan angket Wawancara merupakan “alat pengumpul data dengan mempergunakan Tanya jawab antara pencari informasi dan sumber informasi” (Hadari Nawawi. artinya responden hanya menjawab pertanyaan dengan memilih jawaban yang telah disediakan.

sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki (Moh. suatu sistem pemikiran. suatu objek. legger. Teknik dokumentasi dalam penelitian ini dimaksud untuk mendapat data-data yang berupa catatan dan foto-foto yang berkaitan.3. 2005). suatu set kondisi. Dengan metode ini peneliti akan berusaha menggambarkan tentang segala sesuatunya secara obyektif berdasarkan fakta-fakta yang ada pada masa sekarang. arsip-arsip. catatan harian dan dokumen yang berkenaan dengan permasalahan yang akan diteliti. seperti buku-buku. 37 . dan sebagainya” (Suharsimi Arikunto. Teknik Analisis Data Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif untuk mengetahui dampak dari penerapan mekanisasi pertanian pada sistem panen usaha tani padi di kecamatan tanggetada. buku-buku. gambaran atau lukisan secara sistematis. surat kabar. kabupaten kolaka. yang tujuan dari penelitian deskriptif adalah untuk membuat deskripsi. factual dan akurat mengenai fakta-fakta. Studi dokumentasi Dokumentasi adalah cara pengumpulan data melalui pencatatan dan menyelidiki terhadap dokumen-dokumen yang ada pada objek penelitian. 5. notulen. Analisis deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia. ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Nazir. data sekunder diperoleh dari instansi terkait bahan-bahan pustaka dan literatur lainya yang dapat menunjang penelitian. Studi dokumentasi merupakan pengumpulan data-data sekunder atau data pelengkap dari data primer yang telah didapatkan. agenda. Teknik dokumentasi adalah “teknik mencari data- data mengenai hal hal atau variabel berupa catatan transkip. majalah. 1989).

terdapat dua bentuk pernyataan. 3. kemudian dilakukan pengumpulan data sampai mendalam. Sangat setuju (SS) 38 . Sewaktu menanggapi pertanyaan dalam skala. Sangat tidak setuju (STS) Skor 2. dan pengisian koesioner selanjutnya akan dianalisis dengan menggunakan skala Likert. responden menentukan tingkat persetujuan mereka terhadap suatu pernyataan dengan memilih salah satu dari pilihan yang tersedia. yang merupakan metode skala bipolar yang mengukur baik tanggapan positif maupun negatif terhadap suatu pernyataan. dan 4. mulai dari observasi hingga penyusunan laporan. Data diperoleh melalui pendektan wawancara.dengan melakukan penjelajahan. Pada penenlitian ini peneliti menggunakan Empat skala pilihan dan responden diharuskan memilih salah satu kutub. 4. yaitu bentuk pertanyaan positif untuk mengukur skala positif. dan bentuk pernyataan negatif untuk mengukur skala negatif. 3. Sangat setuju (SS)  Pernyataan Negatif (-) Skor 1. Setuju (S) Skor 4. Tidak setuju (TS) Skor 3. Dalam penggunaan skala Likert. sedangkan bentuk pernyataan negatif diberi skor 1. observasi. 2. Adapun nilai (score) untuk tiap pilihan jawabannya adalah sebagai berikut :  Pernyataan Positif (+) Skor 1. karena pilihan “netral” tak tersedia. dan 1. Peneliti sengaja menghilangkan pilihan jawaban “netral” agar jawaban yang didapat tidak bias. 2. Pernyataan positif diberi skor .

..................4) 39 ................3)  Pra Penyelesaian Sebelum menyelesaikannya kita harus mengetahui interval (Jarak) dan interpretasi persen agar mengetahui penilaian dengan metode mencari Interval skor persen (I)....... Setuju (S) Skor 3.......................................(3.. Rumus Index % = Total Skor / Y x 100.....2) T = Total jumlah responden yang memilih Pn = Pilihan angka skor Likert  Interpretasi skor perhitungan Untuk mendapatkan hasil interpretasi.............  Rumus Interval I = 100 / Jumlah Skor (likert)........... Sangat tidak setuju (STS)  Rumus untuk megetahui nilai (score) Skor = T x Pn............................(3......................(3........ harus diketahui dulu skor tertinggi (X) dan angka terendah (Y) untuk item penilaian dengan rumus sebagai berikut : Y = Skor tertinggi likert x jumlah responden X = Skor terendah likert x jumlah responden Selanjutnya untuk mengetahui interpretasi responden terhadap nilai yang dihasilkan dengan menggunakan rumus Index %.. Tidak setuju (TS) Skor 4. Skor 2.......

Analisis Pemilihan Cara Panen Dan Perontokan Padi Serta Kebutuhan Peralatan Di Kecamatan Jatisari.1995. Jakarta. Karawang. Berikut kriteria interpretasi skornya berdasarkan interval : Angka 0% – 19.99% = Tidak setuju / Kurang baik) Angka 40% – 59. DAFTAR PUSTAKA Handaka. Tidak diterbitkan Hendrawan.99% = Sangat (tidak setuju/buruk/kurang sekali) Angka 20% – 39. Kontribusi mekanisasi pertanian Dan teknologi pasca panen pada sistem dan usaha agribisnis.99% = Cukup / Netral Angka 60% – 79. reky.99% = (Setuju/Baik/suka) Angka 80% – 100% = Sangat (setuju/Baik/Suka) Kesimpulan dari jawaban responden ialah besarnya persentase yang diambil dari jarak interval yang sesuai dengan kriteria sebagaimana yang dituliskan diatas. 2012. Institut Pertanian Bogor 40 . jarak Interval dari terendah yaitu 0 % hingga tertinggi 100%. jawa barat.

2 hlm. alief ya . Konsep dasar dan hakikat penelitian.diakses pada tanggal 13 Maret 2012 pukul 09.”cara menghitung kuesioner skala likert” 11 maret 2015. file:///C:/Users/U53R/Downloads/cara-menghitung-kuesioner-skala-likert. 2016. strategi pengembangan alat dan mesin pertanian untuk usahatani tanaman pangan. siti. aris. Denpasar: tidak diterbitkan 41 . naufan aris. bambang (1996).11 No.12 WIB). html.Hutomo. restu ilvia. Pembangunan pertanian indonesia edisi 2. 9. Jurnal pertanian. jurnal peranian. Utami. Graha ilmu.html Fahri iqbal . Penerapan Mekanisasi Pertanian.2010. 2015. Yogyakarta. Rochaeni. mekanisasi. Faoziah. Firdaus. 34027. Penelitian survei (deskriptif): Makalah metodologi penelitian pendidikan. Vol.com/arti. Strategi pengembangan bpt mekanisasi Pertanian jawa barat dengan pendekatan Proses hirarki analitik. Jakarta: tidak di terbitkan Sapoetra. Medan: sumatera utara http:www. 2014. volume 2 no. Panen dan fisiologi lepas panen: hortikultura.1. dewi kurnia 2013. Hal 1-3. Lampung: Tidak Diterbitkan pramudya. Analisis dampak penerapan mekanisasi Usahatani padi terhadap pendapatan dan Tenaga kerja di desa namu ukur utara Kecamatan sei bingei kabupaten langkat. sulis . (1997). Bogor: Institut pertanian bogor. Priyatno.2014.artikata.