You are on page 1of 22

DAFTAR OBJEK DAN TARIF PAJAK PENGHASILAN

No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat
I PPh Pasal 4 ayat (2)
1. Bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI
Dasar Hukum : PP No. 131 Tahun 2000 jo
PP No. 123 Tahun 2015
Bunga dari deposito dalam mata uang dolar Amerika Serikat yang dananya
bersumber dari Devisa Hasil Ekspor dan ditempatkan di dalam negeri pada
bank yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia atau cabang
bank luar negeri di Indonesia :
 Untuk deposito dengan jangka waktu 1 bulan 10% Jumlah Bruto Bunga
 Untuk deposito dengan jangka waktu 3 bulan 7,5% Jumlah Bruto Bunga
 Untuk deposito dengan jangka waktu 6 bulan 2,5% Jumlah Bruto Bunga
 Untuk deposito dengan jangka waktu lebih dari 6 bulan 0% Jumlah Bruto Bunga

Bunga dari deposito dalam mata uang rupiah yang dananya bersumber
dari Devisa Hasil Ekspor dan ditempatkan di dalam negeri pada bank yang Final
didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia atau cabang bank luar
negeri di Indonesia : 7,5% Jumlah Bruto Bunga
 Untuk deposito dengan jangka waktu 1 bulan 5% Jumlah Bruto Bunga
 Untuk deposito dengan jangka waktu 3 bulan 0% Jumlah Bruto Bunga
 Untuk deposito dengan jangka waktu 6 bulan atau lebih dari 6
bulan
20% (untuk WPDN & Jumlah Bruto Bunga
Bunga dari tabungan dan diskonto Sertifikat Bank Indonesia, serta bunga BUT);
dari deposito selain dari deposito diatas 20% atau Tarif P3B
(untuk WPLN)

Pengecualian:
a. Bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI sepanjang

TaxBase 6.0 Document - Page : 1

jumlah deposito dan tabungan serta SBI tersebut tidak melebihi Rp
7.500.000,00 dan bukan merupakan jumlah yang dipecah-pecah.
b. Bunga dan diskonto yang diterima atau diperoleh bank yang
didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia.

No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat

c. Bunga deposito dan tabungan serta diskonto SBI yang diterima
atau diperoleh Dana Pensiun yang telah disahkan Menteri
Keuangan, sepanjang dananya diperoleh dari sumber pendapatan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 Undang-Undang Nomor
11 Tahun 1992 Tentang Dana Pensiun.
d. Bunga tabungan pada bank yang ditunjuk Pemerintah dalam
rangka pemilikan rumah sederhana dan sangat sederhana, kapling
siap bangun untuk rumah sederhana dan sangat sederhana, atau
rumah susun sederhana sepanjang untuk dihuni sendiri.
2. Transaksi Saham Di Bursa Efek
Dasar Hukum : PP No. 41 Tahun 1994 jo.
PP No. 14 Tahun 1997

a. Bukan Saham Pendiri 0,1% X Nilai Transaksi
b. Saham Pendiri (0,1% X Nilai Transaksi) + (0,5% X nilai saham pasar saat Final
Penawaran Umum Perdana (IPO))
3. Bunga atau Diskonto Obligasi yang Diperdagangkan di Bursa Efek Final
Dasar Hukum : PP No. 100 TAHUN 2013
a. Bunga Obligasi dengan kupon (interest bearing bond)
1. WP DN & BUT 15 % Jumlah bruto bunga sesuai dengan
2. WP LN selain BUT 20 % atau Tarif masa kepemilikan obligasi
berdasarkan P3B

b. Diskonto Obligasi dengan kupon
1. WP DN & BUT 15 % Selisih lebih harga jual atau nilai

TaxBase 6.0 Document - Page : 2

tidak termasuk bunga berjalan c. WP DN & BUT 20 % Selisih lebih harga jual atau nilai 2.0 Document . Wajib Pajak dana pensiun yang pendirian atau pembentukannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan dan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (3) huruf h Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan b. 2. Hadiah Undian Dasar Hukum : PP No. bunga dan/atau diskonto dari Obligasi yang diterima dan/atau diperoleh Wajib Pajak reksadana yang terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan 1. WP LN selain BUT 20 % atau Tarif nominal di atas harga perolehan berdasarkan P3B obligasi. untuk tahun 2014 sampai dengan tahun 2020 5% Jumlah bruto bunga sesuai dengan 2. 132 Tahun 2000 25% Jumlah Bruto Hadiah Undian Final KEP-395/PJ. Persewaan Tanah dan/atau Bangunan 10% Jumlah Bruto Final TaxBase 6. Wajib Pajak bank yang didirikan di Indonesia atau cabang bank luar negeri di Indonesia 4. untuk tahun 2021 sampai dengan tahun seterusnya 10 % masa kepemilikan obligasi / Selisih lebih harga jual atau nilai nominal di atas harga perolehan obligasi Pengecualian : a.Page : 3 . Diskonto Obligasi tanpa bunga (zero coupon bond) 1. WP LN selain BUT 20 % atau Tarif nominal di atas harga perolehan berdasarkan P3B obligasi No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat d./2001 5.

Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan Dasar Hukum : PP No. 51 Tahun 2008 jo. PP No. 34 Tahun 2016 a. 40 Tahun 2009 2% Penghasilan bruto a. pengalihan hak atas Rumah Sederhana dan Rumah Susun 1% Jumlah Bruto Nilai Pengalihan Sederhana yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan 7. Wajib Pajak yang melakukan transaksi pengalihan hak atas tanah 2. BUMN yang mendapat penugasan khusus dari Pemerintah. mengenai pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. 5 Tahun 2002 6. c.Page : 4 . Usaha Jasa Konstruksi Final Dasar Hukum : PP No. Wajib Pajak yang melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau 0% Jumlah Bruto Nilai Pengalihan Final bangunan kepada pemerintah.5% Jumlah Bruto Nilai Pengalihan dan/atau bangunan No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat b. PP No. Dasar Hukum : PP No. 29 Tahun 1996 jo. Jasa Pelaksanaan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang tidak memiliki kualifikasi usaha 3% Penghasilan bruto c. atau BUMD yang mendapat penugasan khusus dari kepala daerah. Jasa Pelaksanaan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang memiliki kualifikasi usaha kecil 4% Penghasilan bruto b. Jasa Pelaksanaan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa TaxBase 6.0 Document .

00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah) dalam 1 (satu) Tahun Pajak. 4 Tahun 1995 No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat Syarat : a. Jasa Perencanaan Konstruksi atau Pengawasan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang tidak memiliki kualifikasi usaha 8. Penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu Dasar Hukum : PP No. Wajib Pajak orang pribadi atau Wajib Pajak badan tidak termasuk bentuk usaha tetap.1 % Penjualan/ Pengalihan Penyertaan Final usahanya Modal Dasar Hukum : PP No. Jasa Perencanaan Konstruksi atau Pengawasan Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang memiliki kualifikasi usaha 6% Penghasilan bruto e. 9.Page : 5 . dan b. menerima. dan b.000.011/2013 1% Penghasilan bruto Final Syarat : a.000. merupakan perusahaan kecil. tidak termasuk penghasilan dari jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas. sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek di Indonesia. menengah.0 Document . dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp4.800. atau yang melakukan kegiatan dalam sektor-sektor usaha yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Penghasilan perusahaan modal ventura dari transaksi penjualan saham Jumlah Bruto Nilai Transaksi atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangan 0. II PPh Pasal 15 TaxBase 6. 46 Tahun 2013 PMK No 107/PMK. selain Penyedia Jasa sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b 4% Penghasilan bruto d. penghasilan dari usaha.

03/2010 16/PMK. Dasar Hukum : Pasal 15 UU Nomor 36 Tahun 2008 248/KMK.000 sebulan atau TaxBase 6. Penerbangan Dalam Negeri 2.03/2008 PER-16/PJ/2016 PP No. Pihak-pihak yang melakukan kerjasama dalam bentuk Perjanjian 5% Jumlah Bruto dari Nilai Tertinggi Final bagi Bangunan Guna Serah (Built Operate and Transfer) antara Nilai Pasar dengan NJOP WPOP Bagian Bangunan yang Diserahkan III PPh Pasal 21 Dasar Hukum : Pasal 21 UU Nomor 36 Tahun 2008 252/PMK.(BJ + IP) – PTKP 2. SE-17/PJ. Pelayaran dan atau Penerbangan Luar Negeri 0.04/1996 475/KMK.0 Document ./2001 1.64% Peredaran Bruto Final 3.43/1994 1.04/1995 416/KMK.44% Nilai Ekspor Bruto Final 4. setinggi-tingginya Rp200.04/1994 jo. penghasilan yang diterima atau diperoleh Pegawai tetap Pasal 17 UU PPh PKP = PB . 262/PMK.04/1996 KEP-667/PJ. WP LN yang mempunyai Kantor Perwakilan Dagang di Indonesia No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat 5.03/2010 433/KMK. penghasilan yang diterima atau diperoleh Penerima pensiun secara teratur (Penerima pensiun berkala) berupa uang pensiun atau Pasal 17 UU PPh PKP = (PB – BP) – PTKP penghasilan sejenisnya (Biaya Pensiun sebesar 5% dari penghasilan bruto.04/1996 417/KMK.2% Peredaran Bruto Final 1. 80 Tahun 2010 jo. Pelayaran Dalam Negeri 1.8% Peredaran Bruto 2.Page : 6 .

dan imbalan sejenisnya dengan nama dan dalam bentuk apapun sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan. antara lain berupa honorarium. Apabila telah memperoleh penghasilan kumulatif dalam 1 (satu) Pasal 17 UU PPh PKP = PB disetahunkan – PTKP bulan kalender melebihi Rp 10.Tidak Memenuhi Ketentuan Pasal 17 UU PPh PKP = (50% x PB) – PTKP Kumulatif Pasal 17 UU PPh 50% dari jumlah penghasilan bruto Kumulatif Ketentuan PER . imbalan kepada bukan pegawai.Page : 7 .500.200.000 setahun) 3. upah satuan.200.00 sehari .000 4. imbalan yang tidak bersifat berkesinambungan Pasal 17 UU PPh 50% dari jumlah penghasilan bruto Kumulatif b.400.00 (dua ratus ribu) melebihi Rp 4.000.Memenuhi Ketentuan . berupa upah harian.500. penghasilan pegawai tidak tetap atau tenaga kerja lepas kecuali tenaga ahli. fee. upah mingguan.00 tetapi tidak melebihi kerja yang sebenarnya Rp 10. imbalan yang bersifat berkesinambungan . upah borongan atau upah yang a. jasa.16/PJ/2016Pasal 13 ayat (1): TaxBase 6.000. komisi.000 sehari sepanjang penghasilan 5% jumlah penghasilan yang melebihi kumulatif yang diterima dalam 1 (satu) bulan kalender belum Rp 200. tidak dibayar secara bulanan .000. dan kegiatan yang dilakukan a.0 Document . dibayarkan secara bulanan Pasal 17 UU PPh PKP = PB disetahunkan – PTKP b. Apabila telah memperoleh penghasilan kumulatif dalam 1 (satu) 5% PKP = PB – PTKP untuk jumlah hari bulan kalender melebihi Rp 4. Rp2.000 (PTKP sehari ditetapkan sebesar PTKP setahun sesuai dengan statusnya dibagi dengan 360)) No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat . Apabila penghasilan sehari atau rata-rata penghasilan sehari telah melebihi Rp 450.

dan Pensiunannya. PNS. uang rapat. serta para pensiunannya : a. bonus atau imbalan lain yang Pasal 17 UU PPh PB Kumulatif bersifat tidak teratur yang diterima atau diperoleh mantan pegawai 9. tantiem. jasa produksi . hadiah atau penghargaan dengan nama dan dalam bentuk apapun. Anggota TNI/POLRI. imbalan kepada peserta kegiatan. PNS Golongan III. Pejabat Negara. tenaga ahli yang melakukan pekerjaan bebas dan bertindak untuk dan Pasal 17 UU PPh 50% dari jumlah penghasilan bruto Kumulatif atas namanya sendiri 6. honorarium. Anggota TNI dan Anggota 15% PB Final POLRI Golongan Pangkat Perwira Menengah dan Perwira Tinggi. uang Pasal 17 UU PPh PB Kumulatif representasi. yang bersangkutan telah mempunyai Nomor Pokok Wajib Pajak dan hanya memperoleh penghasilan dari hubungan kerja dengan Pemotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 serta tidak memperoleh penghasilan lainnya 5. gratifikasi. honorarium atau imbalan yang bersifat tidak teratur yang diterima atau Pasal 17 UU PPh PB Kumulatif diperoleh anggota dewan komisaris atau dewan pengawas yang tidak merangkap sebagai pegawai tetap pada perusahaan yang sama 8. TaxBase 6.0 Document . penarikan dana pensiun oleh peserta program pensiun yang masih Pasal 17 UU PPh PB Kumulatif berstatus sebagai pegawai. dan imbalan sejenis dengan nama apapun 7. Anggota TNI dan Anggota POLRI Golongan 5% PB Final Pangkat Perwira Pertama. dari dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat 10.Page : 8 . dan Pensiunannya. PNS Golongan I dan Golongan II. Honorarium yang dananya dari keuangan negara/ daerah yang diterima oleh Pejabat Negara. antara lain berupa uang saku. PNS Golongan IV. c. dan Pensiunannya. b. Anggota TNI dan Anggota 0% PB Final POLRI Golongan Pangkat Tamtama dan Bintara.

> Rp.d. 50 juta 12. Rp.0 Document . dan kegiatan yang diterima oleh Pasal 17 UU PPh PKP= (PB . Penghasilan dari pekerjaan yang diterima oleh Tenaga Asing (Expatriate) yang bekerja pada Perusahaan Pengeboran Migas : a. 100 juta c.350 per bulan b.Page : 9 . General Manager Pasal 17 UU PPh US$ 11. 100 juta s. s. Rp. Manager Pasal 17 UU PPh US$ 5. 50 juta s. Rp. dikenakan pemotongan PPh Pasal 21 dengan tarif lebih tinggi 20% (dua puluh persen) daripada tarif yang diterapkan terhadap Wajib Pajak yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak TaxBase 6.PTKP Tenaga Asing (Expatriate) yang telah berstatus sebagai WPDN 13.d. Rp. s. > Rp. 11. Assisten Supervisor/ Tool Pusher Pasal 17 UU PPh US$ 4.510 per bulan e. 500 juta 15% PB Final 25% PB Final d. Penghasilan dari pekerjaan.d. Crew Lainnya Pasal 17 UU PPh US$ 3.245 per bulan Catatan : Bagi Penerima Penghasilan yang Dipotong PPh Pasal 21 yang tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak. atau Jaminan Hari Tua yang diterima atau diperoleh Pegawai yang dibayarkan sekaligus (sebagian atau seluruh pembayarannya dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun kalender) 0% PB Final a.d.275 per bulan Pasal 17 UU PPh US$ 9. Tunjangan Hari Tua. > Rp. 50 juta 5% PB Final b.(BJ + BP) .830 per bulan c. 50 juta 0% PB Final 5% PB Final b.Uang Pesangon yang diterima atau diperoleh Pegawai yang dibayarkan sekaligus (sebagian atau seluruh pembayarannya dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun kalender) : a. > Rp. 500 juta Uang Manfaat Pensiun. jasa. Supervisor/ Tool Pusher No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat d.

0 Document .010/2017 dengan menggunakan API No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat d) selain barang tertentu dan barang tertentu lainnya sebagaimana dimaksud pada huruf a) dan huruf b) dan huruf 2.Page : 10 .5% Nilai Impor yang tidak menggunakan API TaxBase 6.5% Nilai Impor c). Impor Barang : a) barang tertentu sebagaimana tercantum dalam Lampiran I 10% Nilai Impor PMK 34/PMK. yang menggunakan API e) barang sebagaimana dimaksud pada huruf c) dan huruf d) 7.5% sebagaimana tercantum dalam Lampiran III PMK Nilai Impor 34/PMK. gandum.010/2017 dengan atau tanpa menggunakan Angka Pengenal Impor (API) b) barang barang tertentu lainnya sebagaimana tercantum dalam 7. Bendahara 1. dan tepung terigu 0. Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).010/2017 dengan atau tanpa menggunakan API c) barang berupa kedelai.010/2017 1. Ket : PKP : Penghasilan Kena Pajak PB : Penghasilan Bruto BJ : Biaya Jabatan IP : Iuran Pensiun BP : Biaya Pensiun IV PPh Pasal 22 Dasar Hukum : Pasal 22 UU Nomor 36 Tahun 2008 34/PMK.5% Nilai Impor Lampiran II PMK 34/PMK. Pembelian Barang oleh Bendaharawan pemerintah.5% Harga Pembelian Pengeluaran. dan BUMN/BUMD 2.

ekspor komoditas tambang batubara. mineral logam.45% DPP PPN 9. pertanian.3% DPP PPN 8.5% Nilai Ekspor bukan logam. Industri Otomotif 0. sesuai uraian barang dan pos tarif/Harmonized System (HS) sebagaimana tercantum dalam Lampiran IV 34/PMK.25% DPP PPN 5. dan mineral 1. peternakan. dan perikanan yang belum melalui industir (tidak termasuk PPN) manufaktur oleh badan usaha industry atau eksportir yang bergerak dalam sector kehutanan.0 Document . f) barang yang tidak dikuasai 7. Industri Kertas 0.010/2017 oleh eksportir kecuali yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang terikat dalam perjanjian kerjasama pengusahaan pertambangan dan Kontrak Karya 4.Page : 11 .45% DPP PPN Pemegang Merek (ATPM).5% Harga Jual Lelang 3. mineral logam. Pembelian bahan-bahan berupa hasil kehutanan. Agen Pemegang Merek (APM) 10. Industri Semen 0.5% Harga Pembelian TaxBase 6.25% Harga Pembelian pertanian. Penjualan kendaraan bermotor di dalam negeri oleh Agen Tunggal 0. dan perikanan No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat 11. Pembelian batubara. 0. perkebunan.3% DPP PPN 6. dan mineral bukan logam. perkebunan. Industri Baja 0. peternakan.1% DPP PPN 7. dari 1. Industri farmasi 0.

Premium 0. Minyak Tanah 0. termasuk badan usaha yang memproduksi emas batangan melalui pihak ketiga 13. hadiah.3% Penjualan V PPh Pasal 23 Tidak Final Dasar Hukum : Pasal 23 UU Nomor 36 Tahun 2008 141/PMK.3% 0. Bahan Bakar Minyak dan Gas SPBU Swastanisasi Pertamina a.3% Penjualan = Tidak Final e.3% 0.25% Penjualan = Final c. bonus. Premix/Super TT 0. Dividen 15% Jumlah Bruto 2. badan atau orang pribadi pemegang izin usaha pertambangan oleh (tidak termasuk PPN) industri atau badan usaha 12.25% Penjualan . penghargaan. Pelumas 0. 2% Jumlah Bruto tidak termasuk PPN kecuali sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta yang telah dikenai PPh Final pasal 4 (2) TaxBase 6. Royalti 15% Jumlah Bruto 4. Gas/LPG 0.Page : 12 . Solar 0.Swastanisasi b. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta.Pertamina d.03/2015 1.45% harga jual emas batangan batangan.3% 0.3% Penjualan f.0 Document .25% Penjualan . dan sejenisnya selain yang telah 15% Jumlah Bruto dipotong PPh Pasal 21 5. Bunga 15% Jumlah Bruto 3. Penjualan emas batangan oleh badan usaha yang memproduksi emas 0.

yaitu penempatan bubur semen untuk maksud-maksud : a) penyumbatan kembali formasi yang sudah kosong. jasa konsultan. jasa manajemen. dan jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21 7. g. pembukuan. yaitu jasa yang menjamin bahwa bagian-bagian formasi yang tidak terkonsolidasi tidak akan ikut terproduksi ke dalam rangkaian pipa produksi dan menghilangkan kemungkinan tersumbatnya pipa TaxBase 6. Jasa aktuaris c.03/2015): a. kecuali yang dilakukan oleh bentuk usaha tetap i. Jasa pengeboran (drilling) di bidang penambangan minyak dan gas bumi (migas). Imbalan sehubungan dengan jasa teknik. 3) jasa pengontrolan pasir (sand control). jasa 2% Jumlah Bruto tidak termasuk PPN konstruksi. Jasa perancang (design) h. Jasa penilai (appraisal) b. c) perbaikan dari penyemenan dasar yang gagal. berupa : 1) jasa penyemenan dasar (primary cementing) yaitu penempatan bubur semen secara tepat diantara pipa selubung dan lubung sumur 2) jasa penyemenan perbaikan (remedial cementing). Jasa perencanaan kota dan arsitektur landscape. yang terdiri 2% Jumlah Bruto tidak termasuk PPN dari (141/PMK. Jasa penunjang di bidang usaha panas bumi dan penambangan minyak dan gas bumi (migas). b) penyumbatan kembali zona yang berproduksi air. dan atestasi laporan keuangan d.0 Document .No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat 6. Jasa arsitektur f. Jasa hukum e. Jasa lain selain jasa yang telah dipotong PPh Pasal 21. Jasa akuntansi. d) penutupan sumur.Page : 13 .

0 Document . yaitu pekerjaan untuk memperbesar daya tembus formasi yang menaikan produktivitas dengan jalan menghilangkan material penyumbat yang tidak diinginkan 5) jasa peretakan hidrolika (hydraulic). misalnya perawatan pada formasi yang mempunyai daya tembus sangat kecil 6) jasa nitrogen dan gulungan pipa (nitrogen dan coil tubing). sehingga aliran yang terjadi sesuai dengan tekanan asli formasi dan kemudian menjadi besar sebagai akibat dari gas nitrogen yang telah dipompakan ke dalam cairan buatan dalam sumur 7) jasa uji kandung lapisan (drill stem testing). 21) Jasa location stacking/positioning 22) Jasa penelitian pendahuluan.No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat 4) jasa pengasaman (matrix acidizing). yaitu jasa yang dikerjakan untuk menghilangkan cairan buatan yang berada dalam sumur baru yang telah selesai. penyelesaian sementara suatu sumur baru agar dapat mengevaluasi kemampuan berproduksi 8) jasa reparasi pompa reda (reda repair) 9) jasa pemasangan instalasi dan perawatan 10) jasa penggantian peralatan/material 11) jasa mud logging.Page : 14 . yaitu memasukkan lumpur ke dalam sumur 12) jasa mud engineering 13) jasa well logging & perforating 14) jasa stimulasi dan secondary decovery 15) jasa well testing & wire line service 16) jasa alat kontrol navigasi lepas pantai yang berkaitan dengan drilling 17) jasa pemeliharaan untuk pekerjaan drilling 18) jasa mobilisasi dan demobilisasi anjungan drilling 19) Jasa directional drilling dan surveys 20) Jasa exploratory drilling. yaitu pekerjaan yang dilakukan dalam hal cara pengasaman tidak cocok. TaxBase 6.

perlengkapan (equipment) dan kelengkapan lain 34) Jasa penyelaman dan/atau pengelasan 35) Jasa proses completion untuk membuat sumur siap digunakan 36) Jasa pump fees 37) Jasa pencabutan peralatan bor 38) Jasa pengujian kadar minyak 39) Jasa pengurusan legalitas usaha 40) Jasa sehubungan dengan lelang 41) Jasa seismic reflection studies 42) Jasa survey geomagnetic.0 Document . penggalian lubang cadangan. dan 43) Jasa lainnya yang sejenisnya yang terkait di bidang pengeboran migas. produksi dan/atau penutupan pertambangan minyak dan gas bumi (migas) No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat j. pembuatan sumur air. Jasa penambangan dan jasa penunjang selain di bidang usaha panas bumi dan penambangan minyak dan gas bumi (migas) TaxBase 6. gravity.No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat 23) Jasa pembebasan lahan 24) Jasa penyiapan lahan pengeboran seperti pembukaan lahan.Page : 15 . dan survey lainnya. dan lain-lain 25) Jasa pemasangan peralatan rig 26) Jasa pembuatan lubang utama dan pembukaan lubang rig 27) Jasa pengeboran lubang utama dengan mesin bor kecil 28) Jasa penggalian lubang tambahan 29) Jasa penanganan penempatan sumur dan akses transportasi 30) Jasa penanganan arus pelayanan (service line) dan komunikasi 31) Jasa pengelolaan air (water system) 32) Jasa penanganan rigging up dan/atau rigging down 33) Jasa pengadaan sumber daya manusia dan sumber daya lain seperti peralatan (tools).

0 Document . fabrikasi. kecuali jasa angkutan umum 6) jasa pengolahan bahan galian 7) jasa reklamasi tambang 8) jasa pelaksanaan mekanikal. Jasa penunjang di bidang penerbangan dan bandar udara: 1) bidang aeronautika.Page : 16 . manufaktur. manufaktur. dan 15) jasa lainnya yang sejenis di bidang pertambangan umum k. 1) jasa pengeboran 2) jasa penebasan 3) jasa pengupasan dan pengeboran 4) jasa penambangan 5) jasa pengangkutan/ sistem transportasi. yaitu pengurusan seluruh atau sebagian dari proses pelayanan penumpang dan bagasinya serta kargo. selama pesawat udara di darat e) jasa penunjang lain di bidang aeronautika TaxBase 6. elektrikal. penempatan. termasuk : a) jasa pendaratan. yang diangkut dengan pesawat. dan penggalian/pemindahan tanah 10) Jasa mobilisasi dan/atau demobilisasi 11) Jasa pengurusan legalitas usaha 12) Jasa peminjaman dana 13) Jasa pembebasan lahan 14) Jasa stockpiling. elektrikal. udara baik yang berangkat maupun yang datang. penyimpanan pesawat udara dan jasa lain sehubungan dengan pendaratan pesawat udara b) jasa penggunaan jembatan pintu (avio bridge) c) jasa pelayanan penerbangan d) jasa ground handling. 2% Jumlah Bruto tidak termasuk PPN fabrikasi dan penggalian/pemindahan tanah 9) Jasa pelaksanaan mekanikal.

Jasa sehubungan dengan software komputer. iklan. Jasa di bidang perdagangan surat-surat berharga. pamphlet. pengolahan. KSEI dan KPEI q. Jasa internet termasuk sambungannya x.perawatan. termasuk perawatan. Jasa pengisian suara (dubbing) dan/atau sulih suara s. telepon. Jasa mixing film t. Jasa pembuatan dan/atau pengelolaan website w. slide. listrik. Jasa perantara dan/atau keagenan p. informasi. Jasa pembuatan saranan promosi film.No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat 2) bidang non-aeronatika. Jasa penyimpanan.alat transportasi/ kendaraan dan/atau bangunan selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin TaxBase 6. air. Jasa instalasi/pemasangan mesin. baliho dan folder u. Jasa penyedia tenaga kerja (outsourcing services) o. kecuali yang dilakukan oleh KSEI r. Jasa pengolahan limbah n. termasuk : a) jasa catering di pesawat dan jasa pembersihan pantry pesawat. photo. TVKable. AC. Jasa custodian/penyimpanan/penitipan. dan/atau program y.listrik. dan/atau penyaluran data. klise.air. pemeliharaan dan perbaikan v. gas. selain yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang ruang lingkupnya di bidang konstruksi dan mempunyai izin dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi z. gas.Page : 17 .0 Document . dan/atau TV kabel. kecuali yang dilakukan oleh Bursa Efek. b) jasa penunjang lain di bidang non-aeronautika l. peralatan. banner. telepon. poster. AC. Jasa penebangan hutan m. Jasa perawatan/perbaikan/pemeliharaan mesin.

Jasa katering atau tata boga TaxBase 6.0 Document . dan kegiatan lain yang memanfaatkan jasa penyelenggara kegiatan ae. pesta. laut dan udara ab. konferensi pers. Jasa pemeliharaan kolam aj. Jasa penyediaan tempat dan/atau waktu dalam media masa. pagelaran musik. bahan baku dan atau barang setengah jadi dan atau bahan penolong/pembantu yang akan diproses sebagian atau seluruhnya disediakan oleh pengguna jasa. dan kepemilikan atas barang jadi berada pada pengguna jasa ac. Jasa maklon. peluncuran produk. dan/atau jasa periklanan af. Jasa perawatan kendaraan dan/atau alat transportasi darat. Jasa pembasmian hama ag. Jasa kebersihan atau cleaning service ah. Jasa sedot septic tank ai.Page : 18 . konvensi. dan/atau sertifikasi sebagai pengusaha konstruksi No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat aa. Jasa penyelenggara kegiatan atau event organizer. seminar. Jasa penyelidikan dan keamanan ad. yaitu kegiatan usaha yang dilakukan oleh pengusaha jasa penyelenggara kegiatan meliputi antara lain penyelenggaraan pameran. yang spesifikasi. media luar ruang atau media lain untuk penyampaian informasi. yaitu jasa pemberian jasa dalam rangka proses penyelesaian suatu barang tertentu yang proses pengerjaannya dilakukan oleh pihak pemberi jasa (disubkontrakkan).

Jasa pengelolaan parker ar. pengepakan. sortasi. Jasa penyondiran tanah as. Jasa pengepakan ao. dan/atau udara. dan/atau perhutanan ax. penyimpanan. laut.Page : 19 . yang dapat mencakup kegiatan penerimaan. penandaan. perhitungan biaya angkutan. Jasa logistik am. pengurusan penyelesaian dokumen. Jasa dekorasi TaxBase 6. Jasa pemanenan aw. yaitu kegiatan usaha yang ditujukan untuk mewakili kepentingan pemilik untuk mengurus semua/sebagian kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat. Jasa pemeliharaan tanaman av. Jasa loading dan unloading ap. Jasa pembibitan dan/atau penanaman bibit au. Jasa pengolahan hasil pertanian. peternakan. penimbangan. klaim.No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat ak. Jasa laboratorium dan/atau pengujian kecuali yang dilakukan oleh lembaga atau insitusi pendidikan dalam rangka penelitian akademis. Jasa penyiapan dan/atau pengolahan lahan at. perikanan. penerbitan dokumen angkutan. pengukuran. aq. al. Jasa pengurusan dokumen an. perkebunan. Jasa freight forwarding.0 Document . asuransi atas pengiriman barang serta penyelesaian tagihan dan biaya- biaya lainnya berkenaan dengan pengiriman barang-barang tersebut sampai dengan diterimanya barang oleh yang berhak menerimanya.

Jasa sertifikasi bh. Jasa pelatihan dan/atau kursus bf. Jasa pengangkutan melalui jalur pipa bd. Jasa pengelolaan penitipan anak be. Jasa pelayanan kepelabuhanan bc. Jasa penerjemahan No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat ba. Catatan : Dalam hal penerima imbalan sehubungan dengan jasa sebagaimana dimaksud di atas tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak. Jasa survey bi. Jasa pencetakan/penerbitan az.0 Document . Jasa tester. Jasa pengiriman dan pengisian uang ke ATM bg. dan bj. Jasa pengangkutan/ekspedisi kecuali yang telah diatur dalam Pasal 15 Undang-Undang Pajak Penghasilan bb. Jasa selain jasa-jasa tersebut di atas yang pembayarannya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.Page : 20 .04/1994 TaxBase 6. ay. besarnya tarif pemotongan adalah lebih tinggi 100% (seratus persen) daripada tarif sebagaimana dimaksud di atas No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat VI PPh Pasal 26 Dasar Hukum : UU Nomor 36 Tahun 2008 624/KMK.

dan kegiatan 20% atau Tarif P3B Jumlah Bruto Final 5.Page : 21 . Bunga termasuk premium. pekerjaan. Imbalan sehubungan dengan jasa. Hadiah dan Penghargaan 20% atau Tarif P3B Jumlah Bruto Final 6.0 Document . dan Penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan 20% atau Tarif P3B Jumlah Bruto Final harta 4. Premi asuransi. Dibayarkan tertanggung kepada Perusahaan Asuransi di LN.25/PJ. SE . Sewa. Penghasilan dari penjualan atau pengalihan harta di Indonesia. kecuali 20% x Perkiraan Phs Harga Jual Final yang diatur dalam Pasal 4 ayat (2) UU PPh yang diterima WP LN Neto atau Tarif P3B selain BUT di Indonesia 10. Pensiunan dan Pembayaran berkala lainnya 20% atau Tarif P3B Jumlah Bruto Final 7. keuntungan karena pembebasan utang 20% atau Tarif P3B Jumlah Bruto Final 9. baik 20% x 50% atau 10% Premi yang Dibayar Final secara langsung maupun melalui pialang atau Tarif P3B b. premi swap dan transaksi lindung nilai lainnya 20% atau Tarif P3B Jumlah Bruto Final 8. Royalti. termasuk Premi Reasuransi a. diskonto.4/1995 1. Dibayarkan Perusahaan Reasuransi di Indonesia kepada 20% x 5% atau 1% Premi yang Dibayar Final TaxBase 6. dan imbalan sehubungan dengan 20% atau Tarif P3B Jumlah Bruto Final jaminan pengembalian utang 3. Dividen 20% atau Tarif P3B Jumlah Bruto Final 2. Dibayarkan Perusahaan Asuransi di Indonesia kepada 20% x 10% atau 2% Premi yang Dibayar Final Perusahaan Asuransi di LN. baik secara langsung maupun melalui atau Tarif P3B pialang No Obyek Tarif Dasar Perhitungan Sifat c.

Page : 22 . kecuali ditanamkan kembali di Indonesia 20% atau Tarif P3B Penghasilan Kena Pajak – PPh BUT Final di Indonesia TaxBase 6. Penghasilan dari penjualan atau pengalihan saham sebagaimana 20% x Perkiraan Phs Harga Jual Final dimaksud dalam Pasal 18 ayat (3c) UU PPh Neto atau Tarif P3B 12. Perusahaan Asuransi di LN.0 Document . Penghasilan BUT. baik secara langsung maupun atau Tarif P3B melalui pialang 11.