You are on page 1of 10

ARTHROPODA

Pediculus humanus capitis & Ctenocephalides canis dan felix


Diajukan Untuk Memenuhi Matakuliah Protozoologi Dan Entomologi

Dosen : Fitri Rahmi Fadhilah, S.Si, M.Biomed

Disusun oleh :

Nurlatifah Fitrianingsih (5116004)

Dheanna Putri Shafa Rachmawati (5116005)

PROGRAM STUDI D-IV TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN RAJAWALI

2017
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih lagi maha
penyayang. Saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat –Nya , yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, inayah-Nya kepada kami, sehingga kami bisa
menyelesaikan makalah ini mengenai Arthropoda

Makalah ini sudah selesai kami susun dengan maksimal dan dengan bantuan
pertolongan dari berbagai pihak, sehingga kami bisa memperlancar pembuatan
makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terimakasi kepada semua pihak
yang sudah ikut berkontribusi didalam pembuatan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, kami menyadari seutuhnya bahwa masih jauh dari
kata sempurna baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu
kami terbuka untuk menerima segala masukan dan kritik yang bersifat membangun
dari pembaca, sehingga kami bisa melakukan perbaikan makalah yang baik dan
benar.

Akhir kata kami meminta semoga makalah yang kami buat mengenai
“Arthropoda” dapat memberikan manfaat ataupun inspirasi kepada pembaca.

Bandung, 21 November 2017

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR GAMBAR

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Rumusan masalah
C. Tujuan

BAB II ISI

A. Arthropoda secara umum


B. Pediculus humanus capitis
a. Morfologi
b. Siklus hidup
c. Patogenesis
d. Gejala Klinis
e. Epidemiologi
f. Diagnosis
C. Ctenocephalides canis & felix
a. Morfologi
b. Siklus hidup
c. Patogenesis
d. Geajala klinis
e. Epidemiologi
f. Diagnosis
BAB 111 PENUTUPAN

a. Kesimpulan
b. Saran

DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR GAMBAR

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Dalam makalah ini akan dipelajari Arthropoda , khususnya beberapa


spesies yang menjadi vector penyakit. Selain manusia itu sendiri, atropoda
merupakan sumber terpenting penyakit manusia. Mereka merupakan anggota
filum artropoda yang merupakan kumpulan spesies terbesar didalam dunia
hewan. Lebih dari 200.000 spesies artropoda telah dikenal dan ribuan lainnya
masih belum diklasifikasikan.

Artropoda berasal dari kata “arthron” yang berate ruas, dan ”podos”
yang berate kaki. Arthropoda merupakan filum yang mempunyai jumlah
spesies yang banyak dibandingkan dengan filum-filum hewan lain.Lebih dari
900.000 spesies artropoda yang berbeda telah diidentisifikasikan. Arthropoda
adalah satu-satunya Invertebrata yang paling berhasil hidup didarat, dan satu-
stunya avertebrata yang mempunyai spesies dapat terbang, dan atas dasar
tersebut banyak para zoologiwan berpendapat, bahwa filum artropoda adalah
berderajat paling tinggi diantara avertebrata lain.

Jenis-jenis artropoda tertentu penting artinya dari segi medis tidak


hanya karena mampu menyebabkn kerusakan nekrotik, kerusakan parah, dan
alergi, tetapi karena beberapa diantaranya dapat berfungsi sebagai inang
intermediet bagi parasite, atau sebagai vector mikroorganisme pathogen.
Vektor ialah suatu organisme, seperti misalnya serangga yang mengangkut
pathogen. Vektor biologis ialah vector yang merupakan tempat pathogen
melewatkan masa inkubasi atau perkembangannya. Jika mempertimbangakan
banyaknya orang yang terpengaruh dan jumlah kematian yang
diakibatkannya, maka pentingnya makhluk-makhluk hidup ini perlu
ditekannkan.
B. RUMUSAN MASALAH
a. Bagaimana morfologi,siklus hidup, patogenitas, gejala klinis
epidemiologi,diagnosis, pengobatan dan pencegahan dari Artropoda
Pediculus humanus capitis.
b. Bagaimana morfologi,siklus hidup, patogenitas, gejala klinis
epidemiologi,diagnosis, pengobatan dan pencegahan dari Artropoda
Ctenocephalides canis & felix.
C. TUJUAN MAKALAH
c. Untuk mengetahui morfologi,siklus hidup, patogenitas, gejala klinis
epidemiologi,diagnosis, pengobatan dan pencegahan dari Artropoda
Pediculus humanus capitis.
a. Untuk mengetahui morfologi,siklus hidup, patogenitas, gejala klinis
epidemiologi,diagnosis, pengobatan dan pencegahan dari Artropoda
Ctenocephalides canis & felix.
BAB II

PEMBAHASAN

A. ARTHROPODA SECARA UMUM


Arthropoda adalah satu-satunya Invertebrata yang paling berhasil
hidup didarat, dan satu-stunya avertebrata yang mempunyai spesies dapat
terbang, dan atas dasar tersebut banyak para zoologiwan berpendapat, bahwa
filum artropoda adalah berderajat paling tinggi diantara avertebrata lain.
a. Sifat parasitt dari Artropoda, dapat sebagai:
a) Endoparasit, misalnya miasis pada bentuk larva.
b) Ektoparasit, pada permukaan badan, misalnya tungau, tuma, pinjal.
c) Parasit permanen, hidup pada satu hospes dan tidak berpindah
pndah, misalnya tuma, pinjal, dan lain-lain.
d) Parasite tidak permanen, parasite pindah dari satu hospes kehospes
yang lain.
b. Ciri-ciri umum arthropoda

Ciri khas arthropoda ialah mempunyai eksoskelet dan umbel-


umbal berkitin. Bagian didalamnya terdiri atas hemosel yang berisi
hemolimfe dengan organ-organ dalam mengapung didalamnya.sebagian
besar artropoda terdiri atas kepala, toraks dan abdomen. Pada kelas insekta
toraks dibagi dalam 3 segmen. Pada segmen-segmen ini terdapat umbai-
umbai yang dipergunakan untuk pergerakan.

Bentuk kepala pada umumnya sferis dan dihubungkan dengan


toraks oleh leher yang kecil. Kepala mempunyai sepasang mata yang
sering berbentuk majemuk dengan faset. Alat tambahan utama pada
kepala ialah sepasang antena.Bagian mulut terdiri atas labrum, bibir,
sepasang rahang atas, dan sepasang rahang bawah pada kelas insekta dan
sepasang kalisera dan sepasang pedipalp pada kelas Arachnida.

Susunan saraf terdiri atas otak dan sepasang urat saraf yang
letaknya dibagian ventral. Sistem peredaran terdiri atas jantung yang
berbentuk pipa yang letaknya dibagian dorsal. Dan dapat memompa darah
dalam hemosel. Sistem eksresi terdiri atas tabung malphigi yang
mengumpulkan hasil ekskresi dari hemosel dan dikeluarkan dalam usus
belakang (hindgut).
c. Fungsinya sebagai vector penyakit
Sebagai tuan rumah tetap, tuan rumah perantara.
Cara transmisi arthropoda (menularkan penyakit) ada dua cara, yaitu:
a) Cara mekanis
Organisme pathogen terbawa secara pasif oleh arthropoda,
mungkin menempel pada bagian tubuh atau mulut yang terkontaminasi
pada arthropoda penghisap darah. Tidak ada pertumbuhan dan
pembiakan. Misalnya: lalat rumah menyebabkan penyakit
perut/disentri.
b) Cara biologis
Transmisi dari organisme yang membutuhkan hubungan erat
dengan arthropoda. Terjadi perubahan spesifik dari organisme (seperti
morfologi, fisiologi atau perkembangan) sebelum organisme ini
menginfeksi hospes baru, ada beberapa macam antara lain:
Propagatif : terjadi perkembangbiakan parasite didalm tubuh
vector. Misalnya :Yersinia pestis (penyebabb pes) dalam tubuh pinjal.
Cyclicopropagatif: terjadi pertumbuhan (perubahan morfologi) dan
perkembangbiakan (pertambahan jumlah). Misalnya: Plasmodium di
nyamuk Anopheles.
Cyclicodevelopmental : terjadi pertumbuhan (perubahan morfologi)
dan adanya perkembangbiakan parasit. Misalnya: Filaria dalam tubuh
Culex.
B. Pediculus humanus capitis
a. Pendahuluan.
Pedikulosis adalah gangguan yang disebabkan investasi tuma.