You are on page 1of 16

MENGELOLA POTENSI PRODUKSI PADI

Commented [A1]: Idenya bagus, tapi harus terlihat bagaimana


DAN MENGHINDARI IMPOR pendapat kalian, melalui tindakan apa Indonesia bisa menghindari
impor beras?

PUSPITA DEWI (C1BO14007)


IZMI ANISA OKTAVIANI (C1B014013)
FERY CHANDRIA PRATAMA (C1B014011)

1
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ........................................................................................................ i
KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii Commented [A2]: Mana abstrak?

BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang Masalah .................................................................................. 1


1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................... 2
1.3 Tujuan Masalah ............................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ..................................................................................... 3


2.1 Mengapa Beras Begitu Penting Bagi Perekonomian Indonesia...................... 3
2.2 Cara Mengurangi Impor Beras ........................................................................ 5
2.2.1 Aalasan Pemerintah Melakukan Impor Beras .............................................. 6
2.3 Cara meningkatkan Potensi Padi di Dalam Negeri ......................................... 8
2.4 Manfat dari Adanya Peningkatan Produksi Padi di Dalam Negeri ................ 10

BAB III PENUTUP ............................................................................................. 12


3.1 Kesimpulan ..................................................................................................... 12
3.2 Saran................................................................................................................ 12
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 13

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Commented [A3]: Cukup dengan latar belakang, tanpa ada
kata masalah

Setiap negara di dunia ini menjalin hubungan kerjasama di antara negara


lainnya. Hubungan kerjasama ini akan menimbulkan kegiatan ekspor dan impor
dalam berbagai bidang, terutama ekonomi. Kegiatan ekspor-impor ini timbul
karena tidak ada satu negara pun yang mampu untuk memenuhi kebutuhan
negaranya secara mandiri karena negara satu dengan yang lainnya saling
membutuhkan dan mengisi. Setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda,
baik sumber daya alam, iklim, geografis, demografis, struktur ekonomi dan sosial.
Perbedaaan tersebut menyebabkan perbedaan komoditas yang dihasilkan, kualitas
dan kuantitas produk. Seperti negara kita, Indonesia memiliki hasil komoditas
sendiri yang berbeda dengan negara lainnya, salah satu hasil komoditas itu adalah
padi. Padi atau pun beras merupakan kebutuhan pokok rakyat Indonesia.
Kebutuhan rakyat Indonesia akan beras memang sangatlah tinggi. Kebutuhan
yang sangat tinggi inilah yang menyebabkan Indonesia harus berkerja sama
dengan negara lainnya dalam bidang ekonomi untuk dapat memenuhi kebutuhan
beras di dalam negeri.

Sangat disayangkan sekali bagi bangsa kita, apabila kita harus mengimpor
beras dari negara lain, padahal sebenarnya Indonesia mampu untuk memenuhi
kebutuhan beras di dalam negeri dengan mengandalkan potensi beras yang
dihasilkan oleh petani Indonesia tanpa harus melakukan impor. Apabila Indonesia
terlalu bergantung kepada beras impor ini, maka dampak dari hal ini harus
dirasakan bagi para petani dan rakyat Indonesia. Tidak seharusnya pemerintah
berpihak kepada petani luar negeri dengan melakukan impor ini, pemerintah
seharusnya lebih berpihak kepada petani Indonesia dengan mengandalkan potensi
produksi padi di dalam negeri.

Potensi sendiri merupakan “kemampuan yg mempunyai kemungkinan untuk


dikembangkan; kekuatan; kesanggupan; daya” (KBBI,2012). Sedangkan,
padi (bahasa latin: Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya
terpenting dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman
budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga
(genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Padi diduga berasal

3
dari India atau Indocina dan masuk ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang yang
migrasi dari daratan Asia sekitar 1500 SM. Dengan melakukan pengelolaan
potensi padi secara maksimal kita dapat meningkatkan hasil padi di dalam negeri
dan mengembalikan Indonesia sebagai “lumbung padi” di Asia dan dapat
mengurangi kegiatan impor Commented [A4]: Latar belakang harus ada citasi .

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah sebagai berikut :

1. Mengapa beras begitu penting bagi perekonomian Indonesia?

2. Bagaimana cara mengurangi impor beras dan alasan pemerintah melakukan


impor beras?

3. Bagaimana meningkatkan potensi padi yang ada di dalam negeri?

4. Apa manfaat yang dirasakan dari adanya peningkatan produksi padi di dalam
negeri?

1.3 Tujuan penulisan

1. Untuk mengetahui seberapa pentingnya beras bagi perekonomian Indonesia

2. Untuk mengetahui Bagaimana cara mengurangi impor beras dan alasan


pemerintah melakukan impor beras

3. Mendeskripsikan Bagaimana meningkatkan potensi padi yang ada di dalam


negeri

4. Mengetahui Apa manfaat yang dirasakan dari adanya peningkatan produksi


padi di dalam negeri?

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Mengapa Beras Begitu Penting Bagi Perekonomian Indonesia

Padi merupakan bahan makanan yang menghasilkan beras. Bahan


makanan ini merupakan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia.
Meskipun padi dapat digantikan dengan tanaman pangan lainnya, namun padi
memiliki nilai tersendiri bagi orang yang biasa mengkonsumsi nasi dan tidak
dapat dengan mudah digantikan oleh makanan lainnya.

Padi adalah salah satu bahan makanan yang mengandung nilai gizi yang
cukup bagi tubuh manusia, karena di dalam padi terkandung zat-zat yang mudah
diolah menjadi energi. Beras mengandung berbagai zat makanan di antaranya:
karbohidrat, protein, lemak, serat, dan vitamin. Di samping itu beras juga
mengandung beberapa unsur mineral, di antaranya: kalsium, magnesium, sodium,
fosphor, dan lain sebagainya.

Pembangunan pertanian tidak terlepas dari pengembangan kawasan


pedesaan yang menempatkan pertanian sebagai penggerak utama perekonomian.
Lahan, potensi tenaga kerja, dan basis ekonomi lokal pedesaan menjadi faktor
utama pengembangan pertanian. Saat ini disadari bahwa pembangunan pertanian
tidak saja bertumpu di desa tetapi juga diperlukan hubungan dengan kawasan dan
dukungan sarana serta prasarana yang tidak saja berada di pedesaan. Struktur
perekonomian wilayah merupakan faktor dasar yang membedakan suatu wilayah
dengan wilayah lainnya, perbedaan tersebut sangat erat kaitannya dengan kondisi
dan potensi suatu wilayah dari segi fisik lingkungan, sosial ekonomi dan
kelembagaan.

Dengan keadaan kondisi tersebut perlu disusun sebuah kerangka dasar


pembangunan pertanian yang kokoh dan tangguh, artinya pembangunan yang
dilakukan harus didukung oleh segenap komponen secara dinamis, ulet, dan
mampu mengoptimalkan sumberdaya, modal, tenaga, serta teknologi sekaligus
mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat. Pembangunan pertanian harus
berdasarkan asas ‘keberlanjutan’ yakni, mencakup aspek ekologis, sosial dan
ekonomi (Wibowo, 2004).

Konsep pertanian yang berkelanjutan dapat diwujudkan dengan


perencanaan wilayah yang berbasiskan sumberdaya alam yang ada di suatu
wilayah tertentu. Konsep perencanaan mempunyai arti penting dalam

5
pembangunan nasional karena perencanaan merupakan suatu proses persiapan
secara sistematis dari rangkaian kegiatan yang akan dilakukan dalam usaha
pencapaian suatu tujuan tertentu. Perencanaan pembangunan yang mencakup
siapa dan bagaimana cara untuk mencapai tujuan dengan sebaik-baiknya sesuai
dengan kondisi dan potensi sumberdaya yang dimiliki agar pelaksanaan
pembangunan tersebut dapat berjalan lebih efektif dan efesien.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan hasil sumberdaya alam yang
terbentang dari Sabang sampai Merauke. Dengan daratan yang cukup luas yang
tersusun rapi oleh ribuan pulau yang ada seolah menetapkan bahwa negara kita
adalah negara agraris. Memang tidak dapat dipungkiri, namun hal tersebut lah
yang menjadi sumber mata pencaharian dari mayoritas penduduk Indonesia. Salah
satu sumber mata pencaharian penduduk indonesia berada di sektor pertanian,
yang mempunyai peranan penting dan strategis dalam pembangunan nasional.
Peranan tersebut antara lain: meningkatkan penerimaan devisa negara, penyediaan
lapangan kerja perolehan nilai tambah dan daya saing, pemenuhan kebutuhan
konsumsi dalam negeri, bahan baku industri dalam negeri serta optimalisasi
pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Selain itu peranan lainnya
yang ditimbulkan adalah:

1. Dapat menyerap banyak tenaga kerja


Besarnya kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian nasional
tersebut diindikasikan juga dengan besarnya penyerapan tenaga kerja.
Indikasi ini didukung kenyataan bahwa sektor pertanian masih bersifat
padat karya (labor intensive) dibandingkan padat modal (capital intensive).
Sehingga akan mengurangi angka pengangguran.

2. Memenuhi ketahanan pangan


Pada umumnya masyarakat Indonesia yang dijadikan bahan pangan adalah
padi (beras), sementara saat ini produksi padi petani di dalam negeri untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia belum mencukupi. Hal ini
terlihat dari adanya kebijakan pemerintah yang melakukan impor beras
dari Vietnam dan Thailand guna memenuhi stok beras dalam negeri yang
aman. Dengan adanya peningkatan produksi padi, diharapkan mampu
untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri tanpa harus
mengimpor.

3. Merupakan kebutuhan pokok manusia


Sektor pertanian merupakan sumber kehidupan manusia dan juga sektor
yang menjanjikan bagi perekonomian Indonesia. Pertanian salah satu pilar
bagi kehidupan bangsa. Bertani adalah pekerjaan yang mulia, selain untuk
kehidupannya sendiri, juga penting bagi kelestarian alam dan makluk
hidup lainnya. Masyarakat Indonesia menjadikan beras sebagai kebutuhan
pokok manusia.

4. Di dukung oleh alam di Indonesia

6
Dengan kegiatan di sektor pertanian (padi), masyarakat memperoleh
pangan yang merupakan kebutuhan pokok untuk keberlanjutan hidup
dan kehidupannya. Manusia tidak dapat hidup dengan baik tanpa makan
yang berkecukupan baik jumlah dan mutunya. Oleh karena itu kemampuan
negara atau daerah untuk menyediakan pangan yang cukup bagi
penduduknya melalui kemandirian pangan adalah kewajiban. Alam
Indonesia yang subur mendukung untuk pertanian yang menguntungkan.

2.2 Cara Mengurangi Impor Beras

Impor adalah proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara
ke negara lain secara legal, umunya dalam proses perdagangan. Proses impor
umumnya adalah tindakan memasukkan barang atau komoditas dari negara lain ke
dalam negeri. Impor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan
dan bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Impor adalah bagian penting
dari perdagangan internasional. (Wikipedia,2015)

Ketidakmampuan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan


pangan dalam negeri memaksa pemerintah melakukan kebijakan impor pangan.
Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pangan, mengindikasikan adanya
ketidak-seriusan pemerintah dalam usaha membuat ketahanan pangan. Dalam
pengembangan indsutri pangan, Indonesia telah kalah jauh tertinggal dengan
Negara-negara tetangga yang sudah mampu untuk memenuhi kebutuhan
pangannya sendiri dan Negara-negara yang dulu menjadi langganan impor pangan
dari Indonesia, sekarang menjadi Negara pengekspor pangan ke Indonesia.
Sebuah resiko yang mau tak mau harus kita terima sebagai konsekuensi kegagalan
pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan di Indonsia

Sesungguhnya kegiatan impor pangan bukanlah sesuatu yang dilarang


untuk dilakukan oleh pemerintah. Impor dilakukan sebagai upaya pemerintah
untuk pemenuhan akan kurangnya pasokan pangan dalam negeri untuk
mendorong kegiatan produksi. Namun pemerintah tidak menjadikan impor
sebagai satu-satunya solusi untuk memenuhi kekurangan pangan. Harus dimulai
dengan membuat regulasi mengenai kebijakan memenuhi kebutuhan pangan dan
ketahanan pangan melalui program-program insentif pertanian. Pemerintah harus
mulai memenuhi kebutuhan pangan tanpa harus bergantung pada kebutuhan
impor lagi. Kebijakan impor pangan pun akan berimbas pada hasil pangan dalam
negeri karna petani dan pengusaha dibidang industri pangan akan mengalami
kesulitan untuk bersaing dari banyaknya pangan impor yang masuk ke Indonesia
dengan harga yang jauh lebih murah dari yang diproduksi di Indonesia. Akhirnya
produk pangan dalam negeri tidak laku dijual dan menimbulkan kerugian bagi
petani itu sendiri. Pemerintah seakan tidak berdaya ketika harus mengimpor beras
untuk memenuhi kekurangan beras dalam negeri.

7
Untuk jangka pendek, tidak banyak yang bisa dilakukan kecuali
mengurangi tingkat konsumsi beras dan menaikkan (kebijakan) tarif impor yang
saat ini dinilai (sangat) rendah, tetapi kebijakan ini sangat beresiko.
Dan untuk jangka panjangnya, ada banyak langkah yang (mungkin) bisa
diterapkan pemerintah, yaitu : Commented [A5]: Apakah diversififkasi panganbukan salah satu
solusi?
1. Memajukan teknologi sektor pertanian yang bertujuan meningkatkan
produksi dalam negeri, karena saat ini teknologi pertanian di Indonesia
masih sangat tertinggal dari negara-negara lain.
2. Memberi subsidi pupuk kepada para petani agar menghasilkan produk
yang maksimal, karena harga pupuk yang semakin mahal membuat petani
semakin tertekan.
3. Mendorong petani agar meningkatkan kuantitas dan kualitas produknya
agar tidak kalah dari produk komoditas impor.
4. Pemerintah memaksimalkan penyerapan beras dari petani lokal untuk
ketahanan pangan nasional, karena saat ini Bulog selalu impor saat stok
produknya semakin menipis.

2.2.1 Alasan Pemerintah Melakukan Impor Beras

Ada beberapa alasan mengapa pemerintah melakukan impor beras, di


antaranya:

1. Untuk menahan laju inflasi


Beras dianggap sebagai komoditi terpenting dengan indikator pergerakan
inflasi, karena beras merupakan makanan pokok sehari – hari penduduk
Indonesia. Oleh karena itu diperlukan impor agar dapat menambah
pemasukan beras agar dapat mengontrol harga beras dan gabah pada
umumnya. Kita ketahui bahwa harga beras di dalam negeri tidak bisa
mengimbangi harga beras impor. Akibatnya, banyak petani yang
mengalami kerugian akibat impor tersebut.

2. Bulog mengalami kekurangan persediaan beras


Pada dasarnya produksi beras dalam negeri cukup untuk memenuhi
kebutuhan beras nasional.Akan tetapi diperlukan pula persediaan beras
untuk cadangan beras dalam negeri, agar jika sewaktu-waktu terjadi
lonjakan permintaan dan harga, Bulog mempunyai persediaan yang cukup
untuk menangani masalah tersebut. Oleh karena itu pemerintah perlu
mengimpor beras untuk menutupi persediaan cadangan tersebut. Hal itu
tentu saja akan membuat asumsi lain bahwasannya Indonesia tidak mampu
memproduksi beras sendiri dan hanya mengandalkan beras impor.

3. Perubahan iklim yang ekstrim


Iklim yang ekstrim seperti terjadi banjir, angin besar, dan musim kemarau
yang berkepanjangan membuat tanaman padi menjadi roboh dan mati serta
adanya hama penyakit. Masalah yang biasanya dialami para petani yaitu
pada saat musim kemarau berkepanjangan tiba, yaitu para petani akan

8
kesulitan menanam padi. Hal ini akan menyebabkan berkurangnya
produksi padi, terlebih lagi apabila saluran irigasi dan penyediaan air yang
tidak cukup, ini akan menyebabkan petani gagal panen sehingga membuat
tingginya harga beras dalam negeri sehingga Bulog tidak sanggup
membeli beras dari petani.

4. Untuk menutupi cadangan beras


Dalam hal ini pemerintah perlu berjaga-jaga untuk menyimpan persediaan
beras agar nantinya apabila memasuki bulan-bulan tertentu seperti bulan
suci Ramadan, Idul Fitri dan bulan lainnya pemerintah tidak mengalami
kekurangan beras yang diikuti dengan tingginyaa harga beras dalam
negeri.

Kegiatan impor memiliki dampak positif dan negatif terhadap perekonomian


suatu negara.
Dampak positif dari adanya kegiatan impor, yaitu:

1. Meningkatkan kesejahteraan konsumen

Dengan adanya impor barang-barang konsumsi, masyarakat Indonesia bisa


menggunakan barang yang tidak dapat dihasilkan di dalam negeri dengan
menggunakan barang impor.

2. Meningkatkan industri dalam negeri

Dengan adanya impor, kita mendapat kesempatan untuk mengimpor


barang-barang, baik yang berupa mesin industri maupun bahan baku yang
memungkinkan kita untuk mengembangkan suatu industri. Dengan adanya
hal ini industri industri yang ada di dalam negeri akan bertambah dan
meningkatkan devisa negara.

3. Alih teknologi

Dengan adanya impor memungkinkan terjadinya alih teknologi. Secara


bertahap negara kita mencoba mengembangkan teknologi modern untuk
mengurangi ketertinggalan kita dengan bangsa yang sudah maju.
Teknologi akan semakin memudahkan kita di dalam menyelesaikan
sebuah pekerjaan.

Dampak negatif dari adanya kegiatan impor, yaitu:


1. Menciptakan persaingan bagi Industri dalam negeri

Selain akan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan industri


dalam negeri, melalui impor barang-barang modal, namun bisa terjadi
sebaliknya, industri kita tidak berkembang karena menghadapi pesaing –

9
pesaing di luar negeri, hal ini akan melemahkan industri – industri kecil
dan menegah.

2. Menciptakan pengangguran
Dengan mengimpor barang dari luar negeri bearti kita tidak mempunyai
kesempatan untuk memproduksi barang-barang tersebut. Sama artinya kita
telah kehilangan kesempatan untuk membuka lapangan pekerjaan yang
tercipta dari proses memproduksi barang tersebut, yang mana kita ketahui
bahwa pertumbuhan penduduk Indonesia terus meningkat sedangkan
lapangan pekerjaan semakin sempit.

3. Konsumerisme

Konsumsi berlebihan terutama untuk barang – barang mewah merupakan


salah satu dampak yang dapat diciptakan dari adanya kegiatan impor.
Banyak asumsi masyarkat yang mengatakan jika produk luar negeri lebih
menonjol dibadingkan produk dalam negeri, seperti dari segi kualitas
bahan, model dan lainya hal ini akan membuat penduduk Indonesia lebih
menyukai untuk membeli barang luar negeri dibandingkan dengan produk
dalam negeri.

Untuk melindungi produsen dalam negeri, maka negara melakukan pembatasan


terhadap jumlah atau kuota impor.
Dampak positif dari adanya pembatasan impor:
1. Menumbuhkan rasa cinta produksi dalam negeri
2. Mengurangi keluarnya devisa ke luar negeri
3. Memperkuat neraca pembayaran

Selain memiliki dampak positif dari adanya pembatasan impor, pembatasan ini
juga memiliki dampak negatif, yaitu:
1. Lesunya perdagangan internasional akibat terjadinya balas membalas
kegiatan pembatasan kuota impor.
2. Kurangnya peningkatan mutu produksi akibat produsen dalam negeri
terasa tidak mempunyai pesaing.

2.3 Cara Meningkatkan Potensi Padi di Dalam Negeri

Cara untuk meningkatkan potensi padi di dalam negeri:


a. Peningkatan produksi padi melalui program berkelanjutan khusus
Pada area padi yang telah memiliki produksi khusus, yaitu: benih unggul
dengan produktivitas tinggi, pupuk berimbang dan efisien serta
pengendalian hama dan penyakit. Benih unggul ini akan memberikan hasil
yang optimal dan peningkatan terhadap produksi padi. Pemberian pupuk
yang berimbang dan efisien juga membantu dalam mengoptimalkan hasil
produksi padi, dan tidak lupa untuk pengendalian hama dan penyakit agar

10
hasil produksi yang diingkan dapat tercapai. Dengan adanya program
berkelanjutan ini potensi padi akan terus meningkat.

b. Program perluasan lahan melalui pembentukan sawah baru atau padi


ladang
Perluasan lahan dapat dilakukan di tempat yang kaya dan luas seperti:
Kalimantan, Jambi, Irian Jaya dan Sumatera Selatan. Perluasan lahan ini
diharapkan mampu untuk meningkatkan produksi padi di dalam negeri dan
mengurangi impor.

c. Peningkatan produksi padi dapat dilakukan dengan kombinasi


berkelanjutan dan perluasan lahan.
Cara ini merupakan langkah terbaik untuk dilihat dari sudut biaya dan
kemudahan pelaksanaan.

d. Peningkatan teknologi pasca panen padi


Kepemilikan teknologi pascapanen padi (alat dan mesin) untuk
mengurangi susut dan meningkatkan nilai tambah dan mempermudah
petani dalam melakukan pekerjaannya.

e. Diversifikasi pangan
Yaitu memvariasikan konsumsi masyarakat Indonesia agar tidak terfokus
pada nasi. Indonesia memiliki beragam hasil pertanian yang sebenarnya
bisa difungsikan sebagai makanan pokok seperti sukun, ubi, talas, dan
sebagainya yang dapat menjadi faktor pendukung utama diversifikasi
pangan. Diversifikasi pangan pada pemerintahan Indonesia menjadi salah
satu cara untuk menuju swasembada beras dengan minimalisasi konsumsi
beras sehingga total konsumsi tidak melebihi produksi.

f. Harga Pembelian Pemerintah yang wajar


Subsidi langsung pasca panen kepada petani. Pemerintah harus lebih
memperhatikan petani di dalam negeri dengan membelian padi pasca
panen yang sesuai akan meningkatkan taraf hidup para petani.

g. Kebijakan tarif untuk perlindungan usaha tani padi


Pemerintah harus memberikan perlindungan terhadap petani Indonesia,
dengan memberikan tarif bea masuk impor yang wajar untuk melindungi
petani Indonesia. Dengan cara ini petani akan merasa adanya perlakuan
yang adil dari pemerintah terhadap kehidupan mereka.

Selain itu Indonesia juga seharusnya menciptakan ketahanan pangan, untuk dapat
menciptakan hal tersebut diperlukan beberapa usaha di antaranya yaitu:

1. Mematok harga dasar pangan yang menguntungkan petani dan konsumen.


Harga tidak boleh tergantung kepada harga internasional karena tidak
berkorelasi langsung dengan ongkos produksi dan keuntungan. Harga

11
harus sesuai dengan ongkos produksi dan keuntungan petani dan
kemampuan konsumen.
2. Memberikan insentif harga kepada petani komoditas pangan (terutama
beras, kedelai, jagung, singkong, gula dan minyak goreng) jika terjadi
fluktuasi harga. Hal ini sebagai jaminan untuk tetap menggairahkan
produksi pangan dalam negeri.
3. Mengatur kembali tata niaga pangan. Pangan harus dikuasai oleh negara
dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Bulog bisa
diberikan peran ini, tapi harus dengan intervensi yang kuat dari
Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian
Keuangan.
4. Mengoptimalkan penelitian dan pengembangan benih varietas unggul yang
tahan terhadap anomali iklim dan berumur sedang. Ini dapat dilakukan
dengan melibatkan lembaga-lembaga penelitian, studi perguruan tinggi,
maupun kerjasama bilateral.
5. Menambah produksi pangan secara terproyeksi dan berkesinambungan,
dengan segera meredistribusikan tanah objek landreform yang bisa segera
dipakai untuk pertanian pangan.
6. Menyediakan insentif bagi petani komoditas pangan, terutama bibit,
pupuk, teknologi dan kepastian beli.
7. Memperlancar arus distribusi hasil pertanian dengan siklus yang pendek,
sehingga dapat tersalurkan ke seluruh penjuru Nusantara dengan harga
yang terjangkau sampai ke tangan rakyat.
8. Memberikan dukungan pelembagaan organisasi petani komoditas pangan,
yakni kelompok tani, koperasi, dan ormas tani.
9. Menciptakan diversifikasi pangan yang memiliki nilai gizi yang setara
dengan beras dan ekonomis terjangkau oleh rakyat. Sehingga rakyat tidak
selalu bergantung pada ketersediaan beras. Hal ini dapat dijalankan
bersamaan dengan menggali potensi tanaman tradisional (lokal) yang
sudah terbiasa dikonsumsi oleh masyarakat setempat.
10. Untuk menunjang budidaya tanaman pangan yang lebih cermat dan akurat
perlu didukung dengan ketersediaan data iklim khususnya curah hujan
yang secara kontinyu dapat di-update secara otomatis dari stasiun-stasiun
iklim yang telah dipasang. Selain itu, Balitklimat telah dan sedang
menyusun kalender tanam yang diharapkan dapat membantu Dinas
Pertanian, petani dan pelaku agribisnis serta pengguna lainnya dalam
budidaya dan pengembangan tanaman pangan khususnya dan tanaman-
tanaman semusim lainnya (Prasetya, 2011).

2.4 Manfaat dari Adanya Peningkatan Produksi Padi di Dalam Negeri

Manfaat yaang dirasakan dari adanya peningkatan produksi padi di dalam negeri
yaitu:
1. Produksi padi meningkat sehingga pemenuhan pangan (karbohidrat)
meningkat. Sebagai contoh: Indonesia dari pengimpor beras mampu
swasembada dan bisa mengekspor beras ke India.

12
2. Menyebabkan munculnya tanaman jenis unggul berumur pendek, sehingga
intensitas penanaman pertahun menjadi bertambah dari satu kali menjadi
dua kali, atau lima kali per dua tahun. Akibatnya, tenaga kerja yang
dibutuhkan lebih banyak.

3. Dapat meningkatkan pendapatan petani.


Apabila dalam hal ini juga di dukung oleh kemajuan teknologi, maka
pekerjaan yang dihasilkan akan semakin mudah dan ringan, hasil produksi
yang di dapat akan semakin meningkat dan keuntungan dalam usaha
pertanian semakin tinggi. Pendapatan para petani akan semakin besar dan
kehidupan para petani akan terjamin.

4. Menciptakan dinamika ekonomi masyarakat.


Dengan hasil yang melimpah akan melahirkan pertumbuhan ekonomi yang
meningkat pula.

5. Semakin meningkatnya produksi padi di dalam negeri


Dengan meningkatnya hasil produksi ini, Indonesia bisa kembali
menyandang predikat sebagai “lumbung padi” di Asia. Pemenuhan
kebutuhan beras di dalam negeri akan tercukupi, akan mengurangi impor
beras dan melakukan ekspor beras kepada negara-negara tetangga. Harga
beras di dalam negeri akan stabil, tidak perlu khawatir terhadap inflasi.

13
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN Commented [A6]: Gunakan huruf kapital pada tempatnya

Sebagai negara agraris seharusnya Indonesia mampu untuk memenuhi


kebutuhan pangan di dalam negeri, dengan mengoptimalkan produksi padi di
dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor kepada negar-negara
tetangga, tidak seharusnya kita selalu bergantung kepada negara lain. Banyak cara
yang dapat dilakukan untuk mengurangi impor beras ini, yaitu dengan cara :
memajukan teknologi pada sektor pertanian, memberi subsidi pupuk kepada para
petani, mendorong petani agar meningkatkan kuantitas dan kualitas produknya,
pemerintah memaksimalkan penyerapan beras dari petani lokal.

Jika pemerintah terus melakukan kegiatan impor beras ini banyak dampak
yang ditimbulkan,baik bagi para petani, masyarakat, maupun pemerintah. Sudah
seharusnya produksi padi di dalam negeri terus ditingkatkan dan di optimalkan
hasilnya. Padi merupakan bahan makanan yang menghasilkan beras. Bahan
makanan ini merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia.
Meskipun padi dapat digantikan oleh tanaman pangan lainnya, namun padi
memiliki nilai tersendiri bagi orang yang biasa mengkonsumsi nasi dan tidak
dapat dengan mudah digantikan oleh makanan lainnya.

3.2 SARAN

Pembuat karya tulis ini mengharapkan kepada pembaca, agar memberikan


saran dan kritik serta dapat memahami karya tulis ini karena di dalam karya tulis
ini terdapat pengetahuan mengenai potensi Indonesia di dalam menghasilkan
produksi pangan (padi) tanpa harus melakukan impor beras, setelah membaca
makalah ini diharapkan dapat mengambil hal yang positif, dan meninggalkan
yang negatif. Semoga dengan adanya karya tulis yang kami buat berjudul
“Mengelola Potensi Produksi Padi Dan Menghindari Impor” ini dapat dipelajari
oleh para teman teman dengan baik dan sebagai penopang kedepannya

14
DAFTAR PUSTAKA
Warintek Bantul.(2015).Budidaya Pertaian. Commented [A7]: Sluruh yang ada di daftar pustaka harus
terlihat di artikel.
http://warintek.bantulkab.go.id/web.php?mod=basisdata&kat=1&sub=2&file=3
4

Adventus Pratama.(2008).Mengapa Pertanian itu Begitu Penting di


Perekonomian Indonesia.
https://adventuspratama.wordpress.com/%E2%80%A2mengapa-pertanian-itu-
begitu-penting-di-perekonomian-indonesia/

Wikipedia.(2015).Impor. http://id.wikipedia.org/wiki/Impor

Fajar Hari.(2014).Manajemen Strategi Mengurangi Ketergantungan Impor


Pangan. http://jakupra.blogdetik.com/2014/04/05/manajemen-strategi-
mengurangi-ketergantungan-impor-pangan/

Michael Susanto.(2013).Kebijakan untuk Mengurangi Impor.


http://www.kompasiana.com/michaelspwt/kebijakan-untuk-mengurangi-
impor_552fafed6ea834ce188b4569

Alim Sumarno.(2015).Kebijakan Impor Beras di Indonesia.


http://www.scribd.com/doc/236869711/ALASAN-DAN-DAMPAK-KEBIJAKAN-
IMPOR-BERAS-DI-INDONESIA#scribd . hal.11-12

Leixa Lentera.(2013).Kegiatan Ekspor Impor.


http://leixasmart91.blogspot.com/2013/01/kegiatan-eksor-dan-impor.html

Dewan Riset Nasional.(2013).Program Peningkatan Produksi Beras Dua Juta


Ton/Tahun. http://www.drn.go.id/index.php/en/71-artikel-drn/111-program-
peningkatan-produksi-beras-dua-juta-ton-tahun

Prasetya Portal.(2012).Indonesia Negara Penghasil Pangan yang Masih Impor


Bahan Pangan. http://prasetyaportal.blogspot.com/2011/07/indonesia-
negara-penghasil-pangan-yang.html

Sejarah Nasional Dunia.(2015).Dampak Positif dan Negatif Revolusi Hijau di Indonesia.


http://sejarahnasionaldandunia.blogspot.com/2014/09/dampak-positif-dan-
negatif-revolusi.html

15
16