You are on page 1of 24

7

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

2.1 Kehamilan Trimester III

2.1.1 Pengertian

Kehamilan adalah sebuah proses alamiah yang terjadi pada

seorang wanita yang diawali dengan tahap pembuahan. Proses ini

kemudian akan diikuti oleh perkembangan janin dalam rahim dengan

berbagai mekanisme sehingga menimbulkan serangkaian perubahan

yang terjadi, baik secara fisik maupun psikologis (Jannah, 2012).

Kehamilan adalah suatu masa yang dimulai dari konsepsi sampai

lahirnsya janin. Kehamilan trimester III yaitu periode 3 bulan terakhir

kehamilan yang dimulai pada minggu ke-28 sampai minggu ke-40.

Pada wanita hamil trimester III akan mengalami perubahan Fisiologis

dan psikologis yang disebut sebagai periode penantian. Menanti

kehadiran bayinya sebagai bagian dari dirinya, wanita hamil tidak sabar

untuk segera melihat bayinya. Saat ini juga merupakan waktu untuk

mempersiapkan kelahiran dan kedudukan sebagai orang tua seperti

terpusatnya perhatian pada kelahiran bayi (Manuaba, 2009).

2.1.2 Proses terjadinya kehamilan

Menurut Kemkes RI (2016) ada beberapa proses terjadinya

kehamilan diantaranya yaitu :

8

1. Ovulasi

2. Kenaikan hormon

3. Telur berjalan ke Tuba Fallopi

4. Fertilisasi (Pembuahan)

5. Implantasi

2.1.3 Tanda-tanda kehamilan

Menurut Rahmasari (2012) ada beberapa tanda yang terlihat pada

kehamilan, yaitu:

1. Berhentinya menstruasi

2. Mual, muntah

3. Perubahan pada payudara

4. Sembelit

5. Sering berkemih

6. Sakit punggung

7. Mudah letih

8. Kelelahan

2.1.4 Perubahan-perubahan pada kehamilan

Pada masa kehamilan banyak ibu yang mengalami perubahan-

perubahan diantaranya perubahan fisik dan psikologi. Menurut Eva

(2010) faktor-faktor perubahan fisik dan psikologi yaitu :

e. Puting masuk kedalam Pada sebagian wanita. d. b. Ini hanyalah bagian dari proses kehamilan. c. memasuki trimester ketiga kadang putting payudaranya masuk kedalam. Kaki kram Kram kaki sering dialami pada trimester kedua dan ketiga. Sulit tidur Ada beberapa faktor yang membuat ibu hamil sulit tidur memasuki trimester ketiga ini. Gatal-gatal Gatal-gatal yang dialami pada trimester kedua masih dirasakan pada trimester ketiga. . Yang pertama jelas karena perut yang semakin membesar sehingga sulit mencari posisi tidur yang nyaman. Perubahan ini merupakan upaya penyesuaian yang dilakukan tubuh agar bisa mendukung bayi yang semakin membesar. gatal-gatal ini khususnya dirasakan dibagian perut. Kejang yang menimbulkan rasa nyeri ini seringkali terjadi di malam hari. Perubahan fisik a. Suhu badan meningkat Perubahan metabolisme tubuh pada trimester ketiga ini masih berlanjut. 9 1. bahkan semakin hebat.

dimana jika merasa batuk. ada yang beralasan karena sibuk bekerja. Kondisi finansial Masalah finansial ini seringkali merupakan masalah besar dan menimbulkan stress. Air seni berlebihan Pada beberapa wanita bisa saja terjadi seperti ini. Dengan berbagai alasan mereka mengelak untuk ikut ambil bagian. Perubahan psikologi a. Apalagi jika sejak awal diketahui bahwa kehamilan bermasalah sehingga memerlukan penanganan persalinan khusus yang membutuhkan biaya tambahan. khususnya budaya timur banyak suami yang masih enggan ikut serta menanggung resiko yang dihadapi istrinya saat mengandung. Cairan inilah yang akan diminumkan kepada bayi begitu dia lahir sebelum susu ibu yang sebebarnya keluar. Keluarnya cairan di payudara Memasuki trimester ketiga. payudara mulai mengeluarkan colostrum. sampai hari ini. Tetapi. Dukungan finansial Kehamilan adalah akibat hubungan antara suami istri. atau bersin. yaitu cairan kuning yang kaya akan nutrisi. air seni terdorong keluar tanpa sengaja. 10 f. ada yang menganggap itu memang tugas wanita dan sebagainya. tertawa. g. . ada yang memang keegoisannya. b. 2.

5 Hal-hal yang harus dihindari saat kehamilan Menurut Kemenkes RI (2016) ada beberapa hal-hal yang harus dihindari saat kehamilan. tetapi dalam kondisi hamil pengaruhnya akan terasa. 11 c. Minum minuman bersoda. Stres berlebihan 2. 2.1. Kerja yang berat 2. Menginterprestasikan data untuk diagnosis atau masalah. Tidur terlentang > 10 menit pada masa hamil tua 5. 2.6 Asuhan kebidanan pada ibu hamil Menurut Sulistyawati (2011) ada beberapa tahap asuhan kebinanan pada ibu hamil diantaranya sebagai berikut : 1. berakohol dan jamu 4. Ibu hamil minum obat tanpa resep dokter 6. yaitu: 1. Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk menilai keadaan klien secara keseluruhan. . Hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam langkah ini adalah adanya panduan atau Patoka mengenai data apa yang akan dihimpun sesuai dengan kondisi pasien.1. Dalam situasi normal hal ini buka menjadi masalah. Dukungan keluarga Karena berbagai faktor banyak pasangan suami istri yang memiliki hubungan yang kurang baik dengan masing-masing keluarga. Merokok atau terpapar asap rokok 3.

5. Mengevaluasi keefektifan asuhan yang diberikan dengan mengulang kembali manajemen proses untuk aspek-aspek asuhan yang tidak efektif. konsultasi.2 Persalinan 2. 4. tidak jarang proses persalinan mengalami hambatan dan harus dilakukan dengan operasi. Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. 7. baik karena pertimbangan untuk menyelamatkan ibu dan janinnya maupun keinginan pribadi pasien (Suparyanto. Pelaksanaan langsung asuhan secara efisien dan aman. 2.2. Mengidentifikasi diagnosis atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya. Setiap wanita menginginkan persalinannya berjalan lancar dan dapat melahirkan bayi yang sempurna. kolaborasi. Namun. 6. 12 3. dengan tenaga kesehatan lain serta melakukan rujukan berdasarkan kondisi klien. Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan mengulang kembali manajemen proses untuk aspek-aspek social yang tidak efektif. . 2015).1 Pengertian Persalinan merupakan kejadian fisiologis yang normal dialami oleh seorang ibu berupa pengeluaran hasil konsepsi yang hidup di dalam uterus melalui vagina ke dunia luar.

2 Proses persalinan Menurut Kemkes RI (2016) ada beberapa tanda-tanda persalinan diantaranya sebagai berikut: 1. Setelah bayi lahir dan sehat segera lakukan inisiasi menyusu dini (IMD). 5. semakin lama semakin kuat dan sering. bayi biasanya lahir setelah 12 jam sejak mules teratur. Pada kehamilan kedua dan kehamilan berikutnya. Ibu masih boleh berjalan. Didahului dengan mulas teratur. Selama proses melahirkan sebaiknya ibu didampingi suami dan keluarga. tarik nafas panjang lewat hidung. 4. Jika terasa ingin buang air besar segera beritahu bidan/dokter. 3. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merangsang keluarnya Air Susu Ibu (ASI). Jika terasa sakit. memberi kekebalan pada bayi serta meningkatkan . lalu keluarkan lewat mulut. Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah segera meletakkan bayi di dada ibu (ada kontak kulit ibu dan kulit bayi sekurang-kurangnya 1 jam untuk memberikan kesempatan kepada bayi menyusu sesegera mungkin). makan dan minum. Bidan atau dokter akan mengarahkan/ memimpin ibu mengejan sesuai dengan dorongan rasa ingin mengejan yang timbul. biasanya bayi lahir setelah 8 jam sejak mules teratur. 2. Pada kehamilan pertama. 13 2.2. 6.

2. Mula-mula kontraksi hanya sebentar kemudian waktunya bertambah lama dan rasa nyeri bertambah kuat.3 Tanda-tanda persalinan Menurut Suririnah (2008) ada beberapa tanda-tanda persalinan diantaranya sebagai berikut: 1.2. dan tidak berbau) 3. Lendir bercampur darah Ada lendir bercampur darah yang keluar dari vagina. Kontraksi Kontraksi timbul secara teratur. 14 kekuatan batin antara ibu dan bayinya. jernih. Kontraksi terjadi simetri di kedua sisi perut mulai . Inisiasi Menyusu Dini (IMD) mencegah pendarahan pada ibu. Air ketuban pecah Kantung ketuban yang mengelilingi bayi pecah sehingga air ketuban keluar (air ketuban yang normal berupa cairan yang bersih. 7. Terjadi karena sumbatan tebal pada mulut rahim terlepas sehingga menyebabkan lendir yang keluar berwarna kemerahan karena bercampur darah. Ibu dapat segera dipasang Intrauterine device (IUD) dalam waktu 10 menit setelah plasenta lahir bila ibu dan suami sepakat untuk mengikuti Keluarga Berencana (KB) dengan metode AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) 2.

2010). 15 dari bagian atas dekat saluran telur ke seluruh rahim. Pada kala ini para calon ibu harus mengejan sesuai irama kontraksi. Ada rasa nyeri yang tidak hilang atau berkurang dengan istirahat atau elusan. Kala IV Setelah persalinan selesai dan plasenta sudah dikeluarkan. Kala II Kala II dimulai bila mulut rahim telah terbuka sempurna. Sejalan dengan terjadinya kontraksi. Kala II berakhir ketika bayi keluar. Kala I Kala I merupakan proses pembukaan jalan lahir melalui kontraksi. ibu harus beristirahat selama 1 jam untuk observasi. yaitu pembukaan 10.2. misalnya pembukaan 5 berarti mulut rahim sudah membuka sebesar 5 cm. 2. Observasi berguna untuk mengawasi kondisi ibu agar tidak timbul komplikasi. Kala III Kala III adalah proses pengeluaran plasenta atau ari-ari dari perut ibu. mendorong bayi keluar. . seperti perdarahan pasca persalinan (Indarto.4 Fase persalinan 1. 2. mulut rahim membuka secara perlahan (dilatasi). 3. 4. Perkembangan pembukaan diukur dengan satuan sentimeter (cm).

4. 16 2. 2. sutura dengan mudah dipalpasi. K : Selaput ketuban pecah dan air ketuban Kering 3. M : Selaput ketuban pecah dan air ketuban bercampur Mekonium d. J : Selaput ketuban pecah dan air ketuban Jernih c. Pembukaan serviks dinilai setiap 4 jam dan diberi tanda (X). catat dengan lambang- lambang berikut a. Air ketuban. b.2. Tujuan utama penggunaan partograf : 1. d. U : Selaput ketuban Utuh (belum pecah) b. 3 : Tulang-tulang kepala janin tumpang tindih dan tidak dapat dipisahkan.5 Patograf Partograf adalah alat bantu untuk memantau kemajuan kala persalinan dan informasi untuk membuat keputusan klinik. 5. catat dengan lambang-lambang berikut : a. 0 : Tulang-tulang kepala janin terpisah. Denyut jantung janin dicatat setiap 30 menit. 1 : Tulang-tulang kepala janin hanya terpisah. 2 : Tulang-tulang kepala janin saling tumpang tindih namun masih bisa dipisahkan. Penurunan bagian terbawah janin . Penyusupan (Molase) tulang kepala janin. c. D : Selaput ketuban pecah dan air ketuban bercampur Darah e.

5. 2015). c. Protein. Kontraksi uterus. 2. Lakukan palpasi untuk menghitung banyaknya kontraksi dalam 10 menit dan lamanya tiap-tiap kontraksi dalam hitungan detik : a.6 Asuhan kebidanan pada ibu bersalin Menurut Sumarah (2009) ada beberapa tahap asuhan kebidanan pada ibu bersalin diantaranya sebagai berikut : . Beri titik-titik di kotak yang sesui untuk menyatakan kontraksi yang lamanya <20 detik. Jam : catat jam yang sesungguhnya. Isi penuh di kotak yang sesui untuk menyatakan kontraksi yang lamanya >40 detik. Suhu badan dicatat setiap 2 jam. 7. b. catat setiap 30 menit. 8. Nadi dicatat setiap 30 menit e. Waktu : menyatakan berapa jam waktu yang dijalani sesudah pasien diterima. Beri garis-garis di kotak yang sesui untuk menyatakan kontraksi yang lamanya 20-40 detik. aseton.2. Berikan tanda “O” yang ditulis pada garis waktuyang sesuai. d. Tertera disisi yang sama dengan angka pembukaan Serviks. Tekanan darah dicatat setiap 4 jam f. 17 Tulisan “Turunnya kepala” dan garis tidak putus dari 0- 6. dan volume urin dicatat setiap 2 jam (Suparyanto. g.

dan masase fundus uteri. dan atonia. memeriksa plasenta. dan vital signs. robekan jalan lahir dan perineum. yaitu pemberian suntikan oksitosin. dan 2 kali dilakukan setiap 30 menit pada jam kedua . memperhatikan nutrisi dan istirahat ibu. Kala I Asuhan yang diberikan adalah memonitor kemajuan persalinan dengan partograf. pemantauan dan evaluasi lanjut. pemeriksaan serviks. dan perineum. membuat rujukan jika terjadi keadaan yang abnormal. penegangan tali pusat terkendali (PTT). dan kemajuan persalinan. menganjurkan keluarga untuk mendampingi ibu. pendamping persalinan. persiapan kelahiran. vagina. 2. memonitor keadaan ibu dan bayi. pemantauan kontraksi. Kala III Asuhan pada kala ini adalah melakukan pengeluaran plasenta dengan 3 langkah. 18 1. terhadap janin. Kala II Asuhan yang diberikan antara lain evaluasi kontinu kesejahteraan terhadap ibu. 3. 4. perawatan tubuh wanita. Kala IV Asuhan yang diberikan adalah evaluasi uterus. penatalaksanaan kelahiran. 4 kali dilakukan setiap 15 menit pada jam pertama. konsistensi. menganjurkan posisi dan tindakan yang menyenangkan ibu. Pemantauan kala IV dilakukan 6 kali dalam 2 jam. higiene.

yang lamanya kira- kira 40 hari.3.1 Pengertian Masa nifas adalah pulih kembali. 19 2. lamanya 6-8 minggu. Pada masa ini sebetulnya bukan hanya terjadi proses pemulihan. 2015). Masa nifas atau puerperium dimulai sejak 1 jam setelah lahirnya plasenta sampai dengan 6 minggu (42 hari) setelah itu. Masa nifas adalah masa pemulihan seorang wanita setelah melahirkan hingga organ-organ reproduksinya kembali lagi seperti sebelum hamil. 2012). Terlebih bagi ibu yang baru pertama kali mengalaminya (Jannah. Pelayanan pasca persalinan harus terselenggarakan pada masa itu untuk memenuhi kebutuhan ibu dan bayi. yang meliputi upaya pencegahan.mulai dari partus selesai sampai alat-alat kandungan kembali sebelum hamil. masa nifas (puerperium) dimulai setelah kelahiran plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil dan berlangsung kira-kira 6 minggu (Suparyanto. deteksi dini .3 Masa Nifas 2. tetapi juga proses penyesuaian diri akan peran baru yang tengah dijalankan sebagai seorang ibu. Penyesuaian ini hampir selalu terjadi pada setiap ibu meskipun bukan pengalaman pertama.

20 dan pengobatan komplikasi dan penyakit yang mungkin terjadi. Fase pertama Fase pertama merupakan periode sekitar hari pertama dan kedua ketika ibu masih terfokus pada dirinya sendiri.3. juga untuk mencegah gejala kurang tidur.2 Psikologis pada masa nifas Menurut Aksara (2012) ada beberapa psikologis pada masa nifas diantaranya sebagai berikut: 1. Fase kedua Fase ini biasanya terjadi sekitar 3-10 hari pasca persalinan. 2. Pengalaman sepanjang proses persalinan ia ceritakan berulang-ulang. 2. serta penyediaan pelayanan pemberian ASI. cara menjarangkan kehamilan. perasaan ibu sensitif 3. gejala kurang tidur dapat membuatnya mudah tersinggung. Sebab. Pada periode ini ibu harus banyak istirahat karena mengalami kelelahan. 2011). Di samping itu. orang- orang terdekatnya harus memahami situasi ini serta menciptakan ruang komunikasi yang baik. Fase ketiga . imunisasi dan nutrisi bagi ibu (Sarwono. Pada fase ini ibu memiliki kekhawatiran akan ketidakmampuan serta tanggung jawab dalam merawat bayi. Maka dari itu.

21 Fase ketiga ibu sudah mulai menerima tanggung jawab atas peran barunya. Untuk mengidentifikasi yang mengalami komplikasi. Memberikan pencegahan infeksi mala dan perawatan tali pusat h. dan merujuk bila diperlukan f. d.3. memberikan perawatan darurat. Fase ini keinginan merawat diri serta si kecil mulai meningkat 2. Ia mulai belajar untuk menyesuaikan diri dengan buah hatinya. dan merujuk bila diperlukan b. Kunjungan pertama : dalam 6 jam pasca-salin a. Untuk mencegah hypotermi (bayi tidak boleh dimandikan dalam 12 jam pertama dan usahakan bayi berada dalam kondisi hangat) g. Memberikan penyuluhan kepada ibu dan keluarganya mengenai tanda-tanda bahaya pada ibu dan bayi baru lahir. Untuk mengenal adanya perdarahan yang berlebihan. Mengidentifikasi robekan jalan lahir yang membutuhkan penanganan dan rujukan c. Untuk menimbang bayi . Mempromosikan inisiasi menyusui secara dini e.3 Kunjungan masa nifas Menurut Jeanne (2012) ada beberapa tahap kunjungan masa nifas diantaranya sebagai berikut: 1. memberikan perawatan darurat.

atau tanda-komplikasi lainnya. Untuk mempromosikan imunisasi (HB0. BCG . menderita conjunctivitis.dan merujuk bila diperlukan f. Untuk mengenal bayi baru lahir yang tidak mau minum dengan baik. Mempromosikan inisiasi menyusui secara dini e. Untuk menguatkan kembali penyuluhan mengenai tanda-tanda bahaya pada ibu dan bayinya k. Memberikan pencegahan infeksi mala dan perawatan tali pusat h. Memberikan penyuluhan kepada ibu dan keluarganya mengenai tanda-tanda bahaya pada ibu dan bayi baru lahir d. infeksi tali pusat. 22 2. memberikan perawatan darurat dan merujuk bila diperlukan j. memberikan perawatan darurat. memberikan perawatan darurat. Kunjungan kedua : pada hari ke tiga setelah persalinan a.DPT. POLIO. Untuk mencegah hypotermi (bayi tidak boleh dimandikan dalam 12 jam pertama dan usahakan bayi berada dalam kondisi hangat) g. dan merujuk bila diperlukan b. Mengidentifikasi robekan jalan lahir yang membutuhkan penanganan dan rujukan c. Untuk mengidentifikasi yang mengalami komplikasi. bayi kuning. CAMPAK) . Untuk mengenal adanya perdarahan yang berlebihan. Untuk menimbang bayi i.

23 3. Untuk mengkonfirmasi proses involusi ibu b. dan kenaikan berat badan bayi tidak bagus) c. produksi ASI tidak cukup). Dalam memberikan asuhan kebidanan dirumah bidan dan keluarga diupayakan dapat berinteraksi dalam suasana yang respek dan kekeluargaan.4 Asuhan kebidanan pada ibu nifas Asuhan post partum di rumah difokuskan pada pengkajian. Untuk memulai metode KB d. 4.3. Untuk mengenal dan mengatasi masalah menyusui (puling sakit atau infeksi. mastitis. Untuk mendiskusikan metode keluarga berencana (KB). produksi ASI tidak cukup. Kunjungan keempat : 6 minggu setelah persalinan a. c. 2. penyuluhan dan konseling. Untuk mempromosikan kunjugan bayi ke posyandu. termasuk metode amenorrhea kareana laktasi (lactational amenorrhea method/LAM). b. . dan merujuk apabila diperlukan. Tantangan yang dihadapi bidan dalam melakukan pengkajian dan peningkatan perawatan pada ibu dan bayi di rumah pada pelaksanaannya bisa cukup umur. Untuk mengenal masalah ibu dan bayi baru lahir. Untuk mengenal dan mengatasi masalah yang berkaitan dengan menyusui (puting sakit atau infeksi. memberikan perawatan darurat. Kunjungan ketiga : 2 minggu setelah persalinan a. mastitis.

4 Bayi Baru Lahir 2. Karena itulah bayi memerlukan perawatan yang insentif. Panjang badan 48 – 52 cm 3. akan diberikan ciri-ciri bayi baru lahir normal dan sehat. Berikut ini ciri-ciri bayi baru lahir sehat: 1. Berat badan 2500 – 4000 gram 2. Jagalah kebersihan bayi dan berikan nutrisi yang cukup kepada bayi melalui ASI.1 Pengertian Bayi Baru Lahir Bayi baru lahir adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu. Pernafasan ± 60 . 2015). Lingkar kepala 33 – 35 cm 5. Lingkar dada 30 – 38 cm 4. Bayi baru lahir dapat dilahirkan melalui 2 cara. 24 sehingga bidan akan memberi banyak kesempatan untuk menggunakan keahlian berpikir secara kritis untuk meningkatkan suatu pikiran kreatif perawatan bersama keluarga (Suparyanto.4. 2.40 kali/menit . secara normal melalui vagina atau melalui operasi cesar. memiliki berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram. Selain pengertian bayi baru lahir. Bayi baru lahir harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang baru karena setelah plasentanya dipotong maka tidak ada lagi asupan makanan dari ibu selain itu kondisi bayi baru lahir masih rentan terhadap penyakit. Frekuensi jantung 120 – 160 kali/menit 6.

2. Dengan mengetahui pengertian bayi baru lahir dan ciri-ciri bayi baru lahir yang normal dan sehat akan menambah pengetahuan kita. Memiliki 3 gerak reflek bayi yaitu : reflek hisap dan menelan. Apabila bayi tidak langsung menangis penolong segera memberikan jalan nafas dengan cara sebagai berikut : . Membersihkan jalan nafas Bayi normal akan menangis spontan setelah lahir. pada bayi perempuan labia mayora sudah menutupi labia minora sedangkan pada bayi laki-laki testis sudah turun dan skrotum sudah ada 8.4. 2. (Suparyanto. Jika ada sesuatu yang kurang atau tidak sesuai ciri-ciri bayi normal kita segera dapat memeriksanya dan segera berkonsultasi dengan dokter.4. sirkulasi darah dan reflek-refleks primitive seperti menghisap dan mencari puting susu. denyut jantung.3 Penanganan Bayi baru lahir Tujuan utama perawatan bayi segera sesudah lahir adalah : 1.2 Fisiologi Bayi Baru Lahir Mengetahui derajat vitalitas dan mengukur reaksi bayi terhadap tindakan resusitas. 25 7. Derajat vitalitas bayi adalah kemampuan sejumlah fungsi tubuh yang bersifat esensial dan kompleks untuk berlangsungnya kelangsungan hidup bayi seperti pernafasan. Genitalia. 2015). reflek morrow atau gerak memeluk bila dikagetkan dan reflek graps atau menggenggam.

b. 26 a. Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosokkulit bayi dengan kain kering. bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya. Letakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat. mengulum puting susu. menjilat. d. 2. tali pusat dibersihkan dan dirawat dengan kassa steril. menoleh ke kanan dan kiri. Membuka mulut lebar dan melekat dengan baik serta menghisap dengan kuat pada puting susu ibu. 3. Mempertahankan suhu tubuh Pada waktu baru lahir. rongga mulut dan tenggorokan bayi dengan jari tengan yang membungkus dengan kassa steril. Dengan rangsangan ini biasanya bayi segera menangis. c. Memotong dan merawat tali pusat Tali pusat dipotong 5 cm dari dinding perut bayi dengan menggunakan gunting steril dan diikat dengan pengikat steril. . Menghentakan kepala ke dada ibu. dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membantunya tetap hangat. Menemukan puting. suhu tubuh bayi merupakan tolak ukur kebutuhan. Bersihkan hidung. Gulung kain dan letakkan dibawah bahu sehingga leher bayi lebih lurus dan kepala tidak menekuk. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah kebelakang. Bayi baru lahir harus dibungkus hangat setelah IMD.

denyut jantung serta perut 4. 2011). Jaga kontak kulit antara ibu dan bayi serta tutupi kepala bayi dengan topi. dahulukan menilai pernapasan dan tarikan dinding dada bawah.4 Asuhan kebidanan pada bayi baru lahir 1. Pastikan bayi tetap hangat dan jangan mandikan bayi hingga 12 jam setelah persalinan. 3.1 Pengertian KB Keluarga Berencana (KB) secara umum adalah suatu usaha yang mengatur banyaknya jumlah kelahiran sedemikian rupa sehingga bagi ibu maupun bayinya dan bagi ayah serta keluarganya atau masyaakat yang bersangkutan tidak akan menimbulkan kerugian sebagai akibat .5. Bila terdapat kelainan. berikan sebelum 12 jam setelah persalinan (Damai. Catat seluruh hasil pemeriksaan. Jika tetes mata antibiotik profilaksis belum diberikan. Berikan ibu nasihat merawat tali pusat bayi dengan benar 6. lakukan rujukan sesuai pedoman MTBS.4. Tanyakan pada ibu dan atau keluarga tentang masalah kesehatan pada ibu. Lakukan pemeriksaan fisik dengan prinsip yaitu pemeriksaan dilakukan dalam keadaan bayi tenang (tidak menangis). 27 2. 2. dan pemeriksaan tidak harus berurutan. 2. 5.5 Keluarga Berencana (KB) 2.

sehingga memberi efek langsung penurunan fertilitas. Planned Parenthood) adalah suatu usaha untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai alat kontrasepsi. 2. wanita dan pemuda). 2009).5. tokoh-tokoh masyarakat (alim ulama. Sedangkan pengertian khususnya. yang diharapkan dapat memberikan dukungannya dalam pelembagaan NKKBS. KB (Family Planning.2 Sasaran KB Menurut Permatasari (2012) program KB diarahkan pada dua bentuk sasaran yaitu: 1. 2009). keluarga berencana dalam kehidupan sehari-hari berkisar pada pencegahan kontrasepsi atau pencegahan terjadinya membuahan atau mencegah pertemuan antara sel mani dari laki-laki dan sel telur dari wanita sekitar persetubuhan (Gadi.3 Metode kontrasepsi jangka pendek . 2.5. instansi pemerintah maupun swasta. bahagia dan sejahtera (BKKBN. 28 langsung dari kelahiran tersebut. dengan jalan mereka secara tetap menjadi peserta KB aktif lestari. Sasaran langsung: Pasangan usia subur (PUS) (15-49 tahun). 2. untuk mewujudakan keluarga kecil. Sasaran tidak langsung Organisasi atau lembaga kemasyarakatan.

jangka waktu penggunaan bisa sampai 10 tahun.5. terdapat 2 jenis suntikan yaitu suntikan 1 bulan dan suntikan 3 bulan.4 Metode kontrasepsi jangka panjang 1. Pil Keluarga Berencana (KB). tidak disarankan menggunakan suntikan 1 bulan. karena akan mengganggu produksi ASI. Bidan memberikan asuhan tentang macam-macam KB. Kondom (Kemenkes RI. . jangka waktu penggunaan 3 tahun 2.5 Asuhan kebidanan pada akseptor KB Asuhan Kebidanan pada pelayanan KB adalah Asuhan yang diberikan Bidan pada Ibu yang akan melakukan pelayanan KB. 2. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/spiral.5. Implan (alat kontrasepsi bawah kulit). serta memberikan wewenang terhadap IBu untuk memilih macam-macam KB yang akan di gunakan. 3. Tidak semua akseptor KB mengalami kenyamanan dalam menggunakan alat kontrasepsi. 3. 2. metode Operasi Pria (MOP). Misalnya pusing. 29 1. Ada juga yang mengalami perubahan baik secara fisiologis maupun psikologis setelah penggunaan alat kontrasepsi. efek dan dampak dari pemakaian KB. Metode Operasi Wanita (MOW). Untuk ibu menyusui. Perubahan fisiologis yang sering terjadi adalah akibat dari efek samping penggunaan alat kontrasepsi tersebut. BB bertambah. 2. Suntik. 2016).

Pengkajian Data . 30 timbul flek-flek di wajah.Persalinan .Tindakan Segera .Evaluasi Gambar 2. Ibu Hamil Asuhan Kebidanan Hasil Asuhan Kebidanan : .Diagnosa Masalah .1 Kerangka Teori . Bayi Baru Lahir . Adapun perubahan psikologis yang dialami adalah kecemasan atau ketakutan akan keluhan-keluhan yang terjadi.Bayi Baru Lahir . Keluarga Berencana .Kehamilan . Ibu Nifas . 2.Pelaksanaan . 2015).6 Kerangka Teori Input Proses Output .Keluarga Berencana . gangguan menstruasi. kegagalan dalam pemakaian alat kontrasepsi (Suparyanto.Perencanaan .Masa Nifas . keputihan.Interprestasi Data . gangguan libido. Ibu Bersalin .