You are on page 1of 27

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa begitu
banyak pengaruh, yang salah satunya adalah meningkatkan ekspektasi masyarakat
terhadap pemerintah dan pelayanannya. Bermula dari pemikiran untuk
meningkatkan efisiensi, efektifitas, transparansi, dan akuntabilitas
penyelenggaraan pemerintahan, Instruksi Presiden No.3 tahun 2003 tentang
“Kebijakan dan Strategi komunikasi Nasional Pengembangan e-Government”
menjadi jalan pembuka bagi penerapan teknologi informasi dan komunikasi di
bidang pemerintah Indonesia. E-Government merupakan suatu mekanisme
interaksi baru antara pemerintah dengan masyarakat dan pihak-pihak lain yang
berkepentingan, dimana pemanfaatan teknologi informasidan teknologi
komunikasi ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan public.
Masyarakatpun kembali dihadapkan pada realita dimana upaya penyampaian
keluhan atau pengaduan, pencarian informasi tekait jalannya pemerintah, serta
transaksi pemerintah harus dilakukan melalui prosedur atau birokrasi yang
berbelit, tanpa kepastian waktu penyelesaian, serta tanpa persyaratan yang
transparan.
Pada umumnya birokrasi ini bersifat kaku. Namun, birokrasi memiliki
fungsi dan peran yang amat penting didalam masyarakat salah satunya adalah
melaksanakan pelayanan publik. Hal tersebut tentu saja berimplikasi pada
munculnya citra negative terhadap pelayanan yang diberikan oleh pemerintah.
Pelayanan publik yang berkualitas adalah menciptakan tata kelola pemerintahan
yang baik, dimana layanan pemerintahan bersifat transparan, akuntabel, dan bebas
korupsi. E-Government pada hakikatnya merupakan proses pemanfaatan teknologi
komunikasi dan informasi sebagai alat untuk membantu jalannya sistem
pemerintahan dan pelayanan public yang lebih efektif dan efisien (Sosiawan,
2008).

1

Dengan keberhasilan e-Government, pengembangan ke arah e-
Government akan menjadi program lanjutan. Mau tidak mau, era digital global
sudah di depan kita. Penyiapan sarana dan prasarana harus paralel dengan
penyiapan SDM yang akan mengoperasikan e-Government serta jangan pula
terlupakan, harus ada sosialisasi kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan
fasilitas ini. Masyarakat sebagai pengguna, juga penting untuk disiapkan, dalam
artian bahwa masyarakat harus dikondisikan untuk mampu mengakses dan
mampu memanfaatkan fasilitas e-Government. Maka dari itu sangatlah penting
untuk menentukan strategi pemerintah dalam mengembangkan e-Government ini.
Pemerintah kota Surakarta memiliki inovasi strategi e-Government
terbaru, yakni melalui smartphone. Penelitian menunjukkan, orang Indonesia
menghabiskan 181 menit atau sekitar 3 jam dengan ponsel mereka setiap hari. Itu
berarti dalam setahun setiap orang di Indonesia menghabiskan waktu 1.095 jam
hanya untuk main ponsel. Survei yang dilakukan oleh Milward-Brown dari US
juga menyimpulkan bahwa orang Indonesia adalah pengguna ponsel pintar nomor
satu di dunia dengan waktu pemakaian rata-rata 181 menit per hari.
Dari latar belakang tersebut, pemerintah kota Surakarta berusaha
mengembangkan versi mobile agar masyarakat dapat lebih mudah mengaksesnya
melalui smartphone tanpa kesulitan apapun. Pembuatan website versi mobile yang
khusus diorientasikan kepada konsep sederhana, to-the-point dan ringan tentunya
akan membuat masyarakat menjadi lebih nyaman dan mudah dalam mengakses
informasi, bertransaksi dan berinteraksi dengan pemerintah kota Surakarta.
Dukungan Pemerintah kota Surakarta menjadi sangat penting untuk
mensosialisasikan program tersebut secara lebih luas, dan menerapkan strategi
komunikasi yang nyata dan tertata. Dengan semakin berkembangnya teknologi
informasi dan komunikasi ini, maka sebagian warga kota Solo ingin mengubah
kota Budaya Solo menuju Cyber City yang berbudaya. Menuju sebuah kota yang
mengajak warganya sadar akan teknologi tetapi tidak harus meninggalkan bahkan
menghilangkan heritage culture (warisan budaya).
Kota Surakarta dengan luas wilayah kurang lebih 44 km² memiliki
penduduk lebih dari setengah juta jiwa. Dengan kepadatan penduduk lebih dari

2

media social dan city guide kota Solo yang dikembangkan oleh Dishubkominfo dan Pemerintah Kota Surakarta. namun tetap melestarikan warisan budaya yang ada di Kota Solo Pemerintah kota Surakarta sendiri.13. dapat menjadi bukti bahwa tidak ada alasan bagi warga Solo untuk gagap teknologi lagi. kota Surakarta termasuk kota yang padat penduduknya.1 Tampilan Aplikasi Smartphone Solo Destination (Sumber : Dishubkominfo Surakarta) 3 .000/km². Kota Surakarta diharapkan mampu mengelola pemerintahan secara efektif dan efisien. terdapat program terbaru yang membuat kota Surakarta selangkah lebih maju dari kota-kota lain.id . Pada tahun 2013 kota Surakarta masuk dalam 77 besar dari 1200 kota dari 220 negara sebagai 7 Wonder City. e-Government. juga memiliki akun Facebook Kota Solo dan twitter @kotasolo_fp. selain memiliki website resmi www. Gambar 1. Selain itu. Program ini berupa aplikasi smarthphone yang bernama Solo Destination.Surakarta.go. Solo Destination merupakan aplikasi smarthphone. Berbekal penduduk yang padat.

Dan saat ini terbentuk smartphone yang perkembangannya sangat pesat. Pada saat ini masyarakat terus menerus berinovasi untuk membuat alat komunikasi canggih dan seefisien mungkin demi untuk mendapatkan informasi. Aplikasi ini didesain dengan memasukkan unsur estetika dan kemudahan. Semua konten dan informasi ini dikelola oleh Dishubkominfo dan Dinas Pariwisata Surakarta. Pemerintah kota Surakarta mulai berinovasi untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan system layanan dan informasi melalui smartphone. Hal ini menunjang pada saat launching perdana untuk diadakan Flashmob Solo Destination dan mendownload bersama-sama aplikasi Solo Destination sehingga menembus rekor MURI. Kota Solo terus berbenah menuju E-Government yang semakin maju dan berkualitas. sehingga tidak membosankan dan mudah digunakan Aplikasi Smartphone Solo Destination ini memiliki pesaing serupa di Indonesia. Pemerintah kota Surakarta mempunyai cara untuk memperkenalkan aplikasi ini tersendiri dengan membuatkan jingle beserta gerakan tariannya untuk disebarluaskan melalui media Youtube. Smartphone merupakan hasil inovasi yang merupakan pengembangan dari teknologi handphone dengan berbagai kelebihan yang dapat membantu aktifitas penggunanya. Dari awal pertama kali launching sampai pada 1 Maret 2015. Hal ini bertujuan agar masyarakat Surakarta pada khususnya dapat mengakses informasi dan layanan pemerintah secara cepat dan mudah. Solo Destination tercatat dalam rekor MURI pada tanggal 8 Juni 2014 sebagai aplikasi mobile city guide pertama di Indonesia. membantu pengguna menemukan dukungan. Target sasaran aplikasi ini adalah seluruh masyarakat kota Surakarta. Aplikasi smartphone Solo Destination diharapkan dapat menunjang perkembangan e-Government Pemerintah Kota Surakarta. Dari latar belakang tersebut. aplikasi ini baru di download 5000 lebih melalui Play Store dengan target 4 . layanan. informasi seputar Kota Surakartadi mana saja dan setiap saat ketika dibutuhkan. Aplikasi smartphone ini berfungsi sebagai penyedia informasi wisata yg berkualitas. kota yang maju tidak hanya dalam bidang ekonomi namun juga maju dalam pengetahuan dunia cyber. hanya dari Pemprov Jakarta.

000 downloader.awal 10. Berdasarkan uraian di atas. Manfaat Penelitian Manfaat yang hendak dicapai melalui penelitian ini adalah manfaat teoritis dan manfaat praktis. menunjukan bahwa Pemerintah kota Surakarta memiliki strategi tersendiri dalam mengembangkan e-Government. Manfaat teoritis  Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian-kajian mengenai teori komunikasi dan memberikan sumbangan terhadap perkembangan dan pendalaman studi ilmu komunikasi 5 . a. Penelitian ini penting dilakukan karena dapat menentukan tujuan jangka panjang dan hasil yang akan dicapai program aplikasi smarthphone Solo Destination dengan memperhitungkan faktor kekuatan. kelemahan. Dengan tidak tercapainya target ini. menjadikan pertanyaan dan permasalahan tersendiri bagi peneliti. B. Penelitian ini juga ditujukan untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi strategi Pemerintah Kota Surakarta dalam mengembangkan aplikasi smartphone Solo Destination agar dapat mencapai target yang diharapkan dan dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya baik dari pihak pemerintah kota Surakarta maupun masyrakat Surakarta. D. yaitu “Bagaimanakah Strategi Pemerintah Kota Surakarta dalam mengembangkan e-Government melalui Aplikasi Smartphone Solo Destination? C. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas. dapat dirumuskan sebuah permasalahan. peluang dan ancaman dari pengaruh lingkungan eksternal dan internal. Tujuan Penelitian Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi serta menganalisis strategi komunikasi yang dilakukan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi dalam mengembangkan e-Government Pemerintah Kota Surakarta melalui Aplikasi Smartphone Solo Destination.

2012) pelayanan publik yang mengelola konten jenis pelayanan berkualitas website 2. tetapi belum ada yang meneliti secara spesifik program dari e-Government.  Memberikan pengetahuan mengenai strategi komunikasi pengembangan e-Government Pemerintah Kota Surakarta b. Tabel 1. (2) Evaluasi Implementasi E-Government di Pemerintah Kota Surakarta (Firman. aspek transparansi. 2008) . Manfaat praktis :  Melalui penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi Pemerintah Kota Surakarta dalam mengembangkan e-Government  Menjadi sarana evaluasi terkait tentang pentingnya e-Government Pemerintah Kota Surakarta untuk masyarakat Surakarta. Pengelolaan konten website Pemerintah Kota Pemerintah Kota mengevaluasi upaya website masih memiliki Yogyakarta sebagai Yogyakarta sebagai Pemerintah Kota kecenderungan kurang Media Pelayanan Publik upaya mewujudkan Yogyakarta dalam responsif dalam beberapa (Galih. mengevaluasi tentang 1. kebijakan sudah berjalan 6 .1. responsivitas.1 Penelitian Terdahulu Judul Penelitian Obyek Penelitian Tujuan Penelitian Hasil Penelitian Pengelolaan Konten Pengelolaan website mengidentifikasi serta 1. E. efisiensi. serta akuntabilitas sudah mulai muncul dalam pengelolaan konten website sebagai media pelayanan publik Evaluasi Implementasi E. Proses implementasi Government di Government di implementasi e. 2014). implementasi e. 2012). Keaslian Penelitian Terdapat banyak penelitian mengenai e-Government. (3) Pengembangan Jabar Cyber Province Sebagai Media Informasi Dan Komunikasi (Syarief. efektivitas. Beberapa penelitian mengenai e-Government yang menjadi acuan peneliti adalah : (1) Pengelolaan Konten website Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai Media Pelayanan Publik (Galih. Secara rinci penelitian terdahulu yang menjadi acuan peneliti tercantum dalam Tabel 1.

Penelitian-penelitian tersebut menitikberatkan pada pengelolaan. implementasi dan tantangan pada regulasi yang mengatur tentang e-Government. Komunikasi implementasinya 2014) belum seluruh SKPD serta kantor kecamatan memanfaatkannya secara optimal. pengguna layanan Call Center Pengembangan Jabar Strategi pengembangan Mengidentifikasi Jabar memberikan pelayanan Cyber Province Sebagai Jabar Cyber Province Cyber Province Sebagai kepada masyarakat Media Informasi Dan sebagai media informasi Media Informasi Dan dilakukan dengan konsep Jabar cyber city. 2008) Surakarta yakni Pemerintah Kota 2. F. namun Komunikasi (Syarief. Pemerintah Kota Pemerintah Kota Government di dengan baik. Surakarta (Firman. baik dalam memanfaatkan konten maupun dalam meningkatkan akses internet dan literasi masyarakat. Program aplikasi Smarthphone Solo Destination ini dapat memungkinkan terjadinya peningkatan perkembangan e-Government di kota Surakarta. Kerangka Teori Kerangka teori dalam penelitian ini meliputi urutan pemikiran logis yang terkait dengan kajian tentang strategi komunikasi Pemerintah Kota Surakarta dalam mengembangkan e-Government. Sementara penelitian ini menggali lebih jauh strategi yang digunakan dalam suatu program terbaru yang merupakan inovasi pemerintah kota Surakarta. proses sosialisasi yang terkhusus pada program Surakarta yakni masih terlihat kurang layanan Call Center di terkhusus pada program massive berakibat pada Badan Informasi dan layanan Call Center di kurang dikenalnya Komunikasi Pemerintah Badan Informasi dan program layanan ini di Kota Surakarta Komunikasi Pemerintah masyarakat sebagai Kota Surakarta. e-Government dan Aplikasi Smartphone Solo Destination 7 . Konsep maupun teori yang digunakan dalam kerangka penelitian ini meliputi konsep serta teori yang berkaitan dengan strategi komunikasi.

karena menggunakan komunikasi massa untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas yang berasal dari institusi seperti surat kabar. TIK dan Media Baru Media merupakan alat perantara manusia untuk menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. yaitu media lama dan media baru. Media baru dapat mempengaruhi kehidupan individu pada masa kini. Highly Individuated merujuk pada adanya desentralisasi proses produksi dan distribusi pesan yang menumbuhkan keaktifan individu. internet terminal video tex. praktis dan bersifat real time. Seiring berjalannya waktu pengguna internet semakin meningkat dari tahun ke tahun dan masih didominasi oleh kalangan kaum muda mengingat waktu luang anak muda lebih lebih banyak daripada kalangan dewasa maupun pekerja. Berdasarkan pemaparan di atas dapat menjelaskan bahwa media baru adalah teknologi yang berbasis komputer seperti internet telah membawa manusia pada era digitalisasi yang serba instan. Seiring berkembangnya jaman. buku. seperti komputer. majalah. kabel digital dan sebagainya. Disamping itu kehadiran smartphone dengan tersedianya beragam konten media baru yang memfasilitasi berlangsungnya proses komunikasi personal maupun berkelompok 8 . menjelaskan bahwa seluruh proses produksi media diubah ke dalam bentuk digital. media dibagi menjadi dua macam. distribusi dan penggunaan media. radio. Interactivity merujuk kepada adanya kesempatan dimana teks dalam media baru mampu memberikan kesempatan bagi para pengguna untuk dapat berkomunikasi dua arah. Media lama sering dikaitkan dengan media massa. 1999:7). televisi dan sebagainya. Digitally. yang merujuk pada sebuah perubahan dalam proses produksi. Teknologi telah melahirkan apa yang disebut dengan media baru. otomatis.1. Terdapat beberapa kata kunci yang dapat digunakan dalam memahami media baru menurut Marshal Mac Luhan (McLuhan. Sedangkan media baru merupakan teknologi berbasis komputer yang tidak hanya berfungsi untuk memberikan informasi tetapi juga berfungsi untuk saling bertukar informasi.

namun terdapat perkembangan komunikasi yang signifikan yaitu media baru mampu menghadirkan keinteraktifitasan yang tidak dapat dijumpai pada media lama. 2004:51). Berbeda dengan media lain yang berkomunikasi dengan publik secara one to many (Terry Flew. pilihan pengguna lebih besar dimana mampu berkesinambungan dan terkontrol. dan yang ketiga mengenai transaksi komersial melalui internet. 2000:138). Pengguna internet dapat berpartisipasi dan memodifikasi bentuk dan konten informasi yang didistribusikan. Livingstone mengatakan what’s new about the internet maybe the communication of interactivity with those features which where innovative for mass communication-the unlimited range of content. yaitu pertama mengenai navigasi. dan termasuk situs pemerintah (e-Government). Oleh karena itu. internet lebih menjangkau publik secara luas dengan model komunikasi interaktif yang ditawarkan karena lebih inovatif dan tidak terpancang pada isi/content sehingga dapat menjangkau audience secara global. kedua mengenai masalah isi (content). Hal ini menyebabkan bertumbuhnya situs bisnis. Komunikasi interaktif dalam media baru sangat penting sehingga mampu digambarkan jika komunikasi pada media baru hampir sama dengan media lama. Internet merupakan hasil perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan merupakan media interaktif yang memungkinkan terjadinya pertukaran arus informasi yang dinamis. perdebatan mengenai regulasi new media pada intinya mengarah pada tiga peraturan objek pokok. 9 . mernurut Hutter(2001:22). Penjelasan tersebut menggambarkan pesan pada media baru terdesentralisasi yang berarti sumber pesan dapat mencakup siapa saja dan darimana saja. dan produksi jasa seperti hiburan. perbedaan utama antara media lama dan baru adalah pada media baru. the scope of audience rich the global nature of communication (Mc Quail. industry (e- Commerce). Lebih jauh. Pavlik (1998) dalam Lievrouw dan Livingstone (2006:206) juga menambahkan berdasarkan konsumen media. pariwisata (e-Tourism). Pada tiga permasalahan diatas. Selain itu.serta kemudahan untuk mengakses internet menjadikan kaum muda menggunakan waktunya untuk mengakses internet.

harus pula dilaksanakan secara serius. Karakteristik media baru dapat membuka jalur komunikasi melalui two way communication sehingga membuka terjadinya nteraktivitas dalam komunikasi sehingga dapat menghasilkan feedback dan pertukaran informasi. negara-negara maju memandang bahwa implementasi e-Government yang tepat akan secara signifikan memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat di suatu negara secara khusus. E-Government merupakan system teknologi informasi yang dikembangkan oleh pemerintah dalam memberikan pilihan kepada masyarakatnya kapanpun dan di manapun mereka bias mendapatkan kemudahan akses informasi dan layanan yang pemerintah berikan kepadanya (Noegroho.Government Pemerintah Kota Surakarta Teknologi semakin berkembang tanpa bisa dihentikan dan kita sebagai manusia pencipta teknologi tersebut berusaha untuk menyempurnakan setiap perkembangan tersebut menjadi teknologi yang semakin canggih dan kecanggihan pada saat ini menjadi kuno pada saat yang akan datang. yang pada akhirnya akan memberikan/ mendatangkan keunggulan kompetitif secara nasional. . Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sedemikian pesat menawarkan model pemasaran baru menggunakan internet sehingga lebih interaktif dan real time. teknologi diciptakan untuk memudahkan manusia dalam menjalani kehidupan ini. dibawah suatu kepemimpinan dan kerangka pengembangan yang holistik. 10 . Oleh karena itu. Dengan kata lain. implementasinya di suatu negara selain tidak dapat ditunda-tunda. Efektivitas dan interaktivitas yang tinggi berhubungan dengan biaya komunikasi dan waktu yang diperlukan untuk berkomunikasi. 2. 2010: 63).dapat dikatakan masing-masing memiliki problem yang belum tuntas terselesaikan. E. pemerintah untuk menjalankan pemerintahannya tak pernah lepas dari pemanfaatan teknologi tersebut demi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan partisifasi aktif dalam pemberian informasi kepada masyarakat sehingga . dan masyarakat dunia secara umum.

sebagai upaya mengikutsertakan masyarakat dalam proses pembangunan daerah. lebih jauh lagi pemerintah dapat memfasilitasi masyarakat dengan investor untuk melakukan kegiatan e-business. tentunya hal ini sangat sejalan dengan semangat otonomi daerah. informasi: pemerintah secara transparan mempublish ke website segala macam kebijakan. 2002: 3). Kultur berbagi belum ada artinya sharing informasi dan mempermudah informasi belum merasuk pada sebagian masyarakat khususnya birokrat.3 tahun 2003 mengenai Strategi Pengembangan e-Government.: a. aturan perundangan. dukungan pemerintah sebenarnya baru mulai tampak pada periode awal tahun 1990-an meskipun lembaga-lembaga yang berkompeten bagi pengembangan sistem informasi dalam organisasi publik sebenarnya sudah ada pada beberapa dasawarsa sebelumnya. Bank Dunia mengemukan. Terkait dengan pengembangan e-Government. Pada sisi lain dalam pelaksanaan e-Government di Indonesia terdapat beberapa hambatan menurut Raharjo dalam laporan yang ditulis oleh Sosiawan (2004:3-4): a. b. Interaksi: antara pemerintah dan masyarakat dapat melakukan komunikasi dua arah melalui media web maupun email. internet. yaitu Informasi. Penerapan e-Government diartikan sebagai sebuah hal. E-Government dijadikan acuan yang digunakan dalam sistem informasi pemerintahan (seperti dalam wide area networks. E-Government merupakan layanan yang terintegrasi dapat dipilah dalam tiga level. cara dan hasil kerja atau wujud dari e-Government dan sesuai dengan kemajuan teknologi sekarang ini di Kota Surakarta. aktifitas pemerintahan dan lain sebagainya. dan komunikasi berjalan) yang memiliki kemampuan untuk menjembatani hubungan dengan warga negara lainya. 11 . Interaksi dan Transaksi. Dalam perkembangan e-Government di Indonesia. Transaksi: pemerintah mengikutsertakan masyarakat secara terbuka untuk bertransaksi dengan pemerintah. misalnya dalam hal lelang maupun tender online. prosedur. c. para pebisnis dan berbagai elemen pemerintahan lainnya (Indrajit dkk. pemerintah telah mengeluarkan Inpres No.

Hampir setiap daerah mencoba mengimplementasikannya dengan caranya masing-masing. pemerintah daerah umumnya masih jarang memiliki SDM yang handal dibidang teknologi informasi. 3. serta dukungan dari warga dan pemangku kepentingan. transformasi budaya birokrasi. Strategi Komunikasi Komunikasi merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mempertemukan sumber dengan khalayak sasaran guna mencapai tujuan tertentu. Infrastruktur yang belum memadai dan mahal. Pada tahun 2014. Pada prinsipnya e-Government merupakan pemanfaatan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara Pemerintah dan pihak-pihak lain. e. Pemerintah kota Surakarta terdiri dari 23 SKPD. Penggunaan TIK juga bukan satu. dan informasi).satunya sarana untuk mencapai tujuan atau manfaat itu. Teknologi informasi merupakan bidang baru. baik terhadap masyarakat. Setiap hubungan antar manusia. infrastruktur IT dan interner diintegrasikan dan dicentralkan di Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Surakarta. c. pengembangan kapasitas sumber daya (SDM. waktu. Langkanya SDM yang handal. E-Government menjadi topik populer setelah dihubungkan dengan otonomi daerah. Pemerintah Kota Surakarta memberikan dana anggaran sebesar 1. Salah satu kesulitan besar yang dihadapi adalah kurangnya kebiasaan mendokumentasikan. Maka dari itu Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi dan Dinas Pariwisata bekerjasama dan melahirkan inovasi baru e-Government berupa Aplikasi Solo Destination pada 1 Juni 2014. dukungan regulasi dan kelembagaan yang jelas. baik itu 12 . Tempat akses yang terbatas. Khusus e-Government tahun 2014. seperti dukungan dan komitmen kepemimpinan. ekonomi/finansial. d. yang menggunakan media tatap muka atau media massa. Kultur mendokumentasi belum lazim.8 Milyar rupiah. kalangan bisnis maupun sesama pemerintah. b. tetapi diperlukan juga dukungan dan –sebaliknya- mendukung sejumlah aspek penting lain yang diperlukan untuk mencapai tujuan atau manfaat yang diharapkan.

Akan tetapi. melainkan dapat juga mengarah kepada proses komunikasi yang berhubungan dengan kelompok. untuk mencapai tujuan tersebut. with what effect (siapa. dan Lynda (2009:14) Komunikasi organisasi adalah pertukaran pesan lisan. organisasi. Sehubungan dengan hal tersebut. organizations and societies respond to and create messages to adapt to the environment and one another. tertulis. modern.” Dari definisi tersebut dikatakan proses komunikasi manusia tidak hanya pada konsep satu individu saja. strategi tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja. Melalui upaya inilah. strategi komunikasi merupakan faktor penting dalam upaya tersebut. Strategi komunikasi itu sendiri merupakan sebuah proses menganalisa dan mengolah data/ informasi menjadi pesan yang dikomunikasikan secara terencana kepada public melalui media sehingga mampu menumbuhkan dan meningkatkan citra perusahaan atau organisasi. in which channel. dan nonverbal di antara orang-orang yang bekerja untuk mencapai tujuan bersama.tradisional. melainkan harus mampu menunjukkan bagaimana taktik operasionalnya. to whom. “Human communication is the process through which individuals –in relationships. Menurut Ruben dan Steward (1998: 16). kepada siapa. maka model komunikasi yang bisa dikaitkan dengan strategi komunikasi adalah model atau formula yang dikemukakan oleh Lasswell dalam Cangara (2002) yaitu : who. Menurut Dan O’hair. tetapi strategi juga berarti proses manajemen untuk mencapai suatu tujuan. group. Dalam kaitannya dengan upaya pencapaian tujuan yang diinginkan oleh sebuah organisasi atau perusahaan. dan diharapkan mampu menciptakan perubahan sikap. wawasan. melalui saluran apa. maupun media online ditujukan untuk mencapai tujuan tertentu. Strategi komunikasi pada hakekatnya tidak hanya sebuah rencana komunikasi. dan masyarakat dalam merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungannya. dan bagaimana efeknya). says what. Gustav. Keterlibatan masyarakat dalam setiap proses komunikasi diharapkan mampu memberikan pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan. nantinya diharapakan muncul 13 . berkata apa.

Dari masyarakat inilah yang menentukan berhasil tidaknya pelaksanaan program komunikasi. 14 . ia juga berada dan berinteraksi dengan system yang lebih besar. sebab 12 semua aktifitas komunikasi diarahkan pada mereka. Menetapkan komunikator. yakni satu satuan yang terdiri atas berbagai bagian yang saling berinteraksi dan saling bergantung satu sama lainnya dalam suatu usaha untuk mencapai tujuan. yang disebut sebagai supra system. Seperti yang dikutip Putra (1999: 40) dalam (Jablin & Krone. Sebuah system di samping memiliki bagian-bagian yang kemudian dikenal dengan subsistem. Dalam studi komunikasi. harus memahami bagaimana penyusunan pesan.persamaan pemahaman antara organisasi yang bersangkutan dengan publiknya terhadap informasi yang disampaikan tersebut. Syarat yang harus dipenuhi seorang komunikator adalah a) tingkat kepercayaan orang lain terhadap dirinya (credible). b) daya tarik (attractive) dan c) kekuatan atau kekuasaan (power). 1987: 71) dalam general system theory. pemilihan media yang tepat. dan dalam dunia politik masyarakat biasa disebut dengan publik. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Memahami masyarakat terutama yang akan menjadi target sasaran dalam program komunikasi merupakan hal yang sangat penting. 2013:108): a. masyarakat disebut sebagai khalayak (audience). Sebab komunikasi merupakan elemen vital yang menjadi faktor keberhasilan dalam pelaksanaan suatu kegiatan. dan strategi pendekatan khalayak target sasaran. Adapun konteks komunikator disini. sementara dalam dunia bisnis disebut dengan istilah pasar. b. Untuk itu seorang komunikator merupakan ujung tombak dari suatu program. sebuah organisasi diibaratkan sebagai sebuah system. yakni dalam kajian komunikasi. Strategi yang dijalankan dalam perencanaan komunikasi harus diawali dengan langkah-langkah sebagai berikut (Cangara. komunikator menjadi sumber dan kendali semua aktifitas komunikasi. perlu adanya perancangan strategi perencanaan komunikasi yang tentunya berpedoman pada elemen komunikasi. Menetapkan target sasaran.

Efek komunikasi ini sangat penting dalam proses kegiatan komunikasi. Jika program tersebut dalam konteks sosial. Pemilihan media ini dapat disesuaikan berdasarkan latarbelakang audience. Dalam memilih media komunikasi yang harus digunakan maka harus mempertimbangkan serta menyesuaikan isi dan tujuan isi pesan yang akan disampaikan. 2013: 139). Sehubungan dengan itu maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis strategi Pemerintah Kota Surakarta dalam pengembangan E- Government. Pesan sangat bergantung pada program yang akan dilakukan. maka pesan yang diusung juga bertemakan sosial. serta dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Kebanyakan pelaku kampanye. 1992: 41). begitu juga dalam kegiatan kampanye politik. Semua program komunikasi yang dilakukan mempunyai tujuan yakni memengaruhi target sasaran. Dari uraian diatas maka permasalahan pemelitian adalah bagaimana strategi Pemerintah Kota Surakarta dalam pengembangan e-Government. utamanya pemerintahan tentu sudah mengetahui bagaimana dengan publiknya. pesannyapun berunsur politik contohnya mencari dukungan pada seseorang kandidat politik. Begitu banyak media komunikasi saat ini guna menginformasikan pesan kepada khalayak hingga sampai pada target sasaran. Memilih media dan saluran komunikasi. lebih tepatnya mereka dapat menyesuaikan pesan yang tepat untuk publiknya guna menghindari pesan yang yang bersifat menjebak (Garnett. Menyusun Pesan dan tujuan. 15 . d. e. ataupun tujuan kampanye agar pesan yang dikemas mengena kepada audience. Dalam rangka pengembangan e-Government Pemerintah Kota Surakarta terdapat strategi tertentu yang harus diterapkan agar tujuan dapat tercapai dengan efektif dan efisien. c. Efek komunikasi. Dengan adanya efek komunikasiini dapat diketahui berhasil tidaknya kegiatan komunikasi yang dilakukan(Cangara. Faktor lingkungan organisasi dapat mempengaruhi strategi organisasi dalam pengembangan e-Government.

Dalam hal ini pemerintah dapat diasumsikan sebagai komunikator dan masyarakat sebagai komunikan. dan gagasan pemerintah kepada masyarakat dalam rangka mencapai tujuan negara. Strategi Komunikasi Pemerintah Komunikasi pemerintahan merupakan gabungan dari dua kata. sedangkan masyarakat sebagai komunikan. Berdasarkan teori tersebut. Namun jika merujuk pada tipe komunikasi sirkular. 16 . yakni komunikasi dan pemerintahan. hal seperti ini sering disebut sebagai proses umpan balik terhadap proses kebijakan atau pesan yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk rakyat. Seperangkat nilai tersebut diaktualisasikan dalam sikap. dan perbuatan yang dilakukan oleh setiap anggota dari sebuah organisasi yang dinamakan birokrasi. Komunikasi pemerintahan menurut Erliana Hasan (2005:95) adalah penyampaian ide. tingkah laku. pengetahuan. yang dapat merangkum perilaku individu. Objek materiil ilmu komunikasi ialah perilaku manusia. dan pengalaman hidup yang terinternalisasi kedalam pikiran. dan pengaturan kelembagaan. namun dalam suasana tertentu bisa sebaliknya masyarakat berada pada posisi sebagai penyampai ide atau gagasan dan pemerintah berada pada posisi mencermati apa yang diinginkan masyarakat. masyarakat. sikap. program. Secara umum. Perubahan budaya kerja merupakan usaha yang dilakukan oleh pemerintah dalam memberikan pelayanan yang terbukasehingga setiap warga mempunyai kesempatan yang sema dalam mengakses informasi dan pelayanan publik. maka masyarakat pun dapat member ide atau gagasan kepada pemerintah. perasaan. Agus Dwiyanto (2008) mendefinisikan reformasi budaya birokrasi sebagai sebuah sistem atau seperangkat nilai yang memiliki simbol. dan perilaku individu. dan masyarakat. Sedangkan objek formalnya ialah situasi komunikasi yang mengarah pada perubahan sosial termasuk pikiran. reformasi pelayanan publik hanya merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan akuntabilitas dalam proses transparansi. keyakinan.4. kelompok. pemerintah diasumsikan sebagai komunikator. orientasi nilai.

semua bentuk komunikasi memainkan peranan dan menjadi bagian yang menyatu dalam kehidupan manusia. Strategi Komunikasi untuk Masyarakat Kemajuan dan kecanggihan teknologi pada era komunikasi ini membawa konsekuensi dilakukannya proses pengolahan data secara cepat dan efisien. keinginan. kegiatan atau waktu luang seseorang. sejak lahir sampai meninggal. Gamble dan Gamble (2001) mengatakan. 17 . 5. Rendahnya tingkat adaptasi masyarakat dibandingkan dengan cepatnya perkembangan teknologi pada tingkat selanjutnya akan menghambat peranan system informasi itu sendiri. tingkat adaptasi masyarakat terhadap perubahan sesungguhnya sangat rendah. Responsibility adalah suatu ukuran yang menunjukkan seberapa jauh proses pemberian pelayanan publik itu dilakukan sesuai dengan prinsip- prinsip atau ketentuan-ketentuan administrasi dan organisasi yang benar dan telah ditetapkan. Apa pun pekerjaan. Perubahan-perubahan yang muncul yang berkaitan dengan perkembangan teknologi akan sulit sekali diterima. Untuk menilai kualitas pelayanan publik itu sendiri. Maka dari itu diperlukan strategi komunikasi untuk masyarakat secara khusus. c. b. Accountability adalah suatu ukuran yang menunjukkan seberapa besar proses penyelenggaraan pelayanan sesuai dengan kepentingan stakeholders dan norma-norma yang berkembang dalam masyarakat (Dwiyanto. komunikasi merupakan salah satu faktor yang memiliki peranan dalam kehidupan mereka. terdapat permasalahan masyarakat yang muncul pada segi birokrasi biasanya terdapat pada tahap system dan prosedur. Dengan kata lain. terdapat sejumlah indicator yang dapat digunakan maka produk pelayanan publik di dalam negara demokrasi setidaknya harus memenuhi tiga indicator: a. Reponsiveness adalah daya tanggap penyedia layanan terhadap harapan. aspirasi maupun tuntutan pengguna layanan. 2008: 144). dan dari situlah sebagian besar aktivitas dihabiskan untuk berkomunikasi. Apabila hal ini terjadi.

c. Strategi komunikasi untuk masyarakat telah menjadi diskusi yang sangat penting. Masalah 18 . terutama konsekuensi komunikasi melalui media massa. Fungsi komunikasi massa menurut Dominick (2000) terdiri dari : a. Linkage (Pertalian) Dapat menyatukan anggota masyarakat yang beragam. Adapun strategi komunikasi yang mendukung program aksi seperti dikutip dalam Cutlip dkk (2006:389) dibagi menjadi tiga yakni:pertama memberikan informasi kepada publik internal dan eksternal tentang tindakan tersebut. Sosialization (Sosialisasi) Sosialisasi mengacu kepada cara. Entertainment (hiburan) Masyarakat dapat memperoleh hiburan untuk mengurangi ketegangan pikiran masyarakat.dan yang terakhir memberikan petunjuk kepada masyarakat cara menterjemahkan rencana ke dalam aksi. Berikutnya membujuk masyarakat untuk mendukung dan menerima tindakan tersebut. Pertumbuhan teknologi media baru dan kebijakan yang disusun seharusnya juga mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat. b. sehingga membentuk linkage berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang sesuatu. e. d. Interpretation (Penafsiran) Tidak hanya memasok fakta atau data. Surveillance (Pengawasan) Penyampaian atau penyebaran informasi yang memiliki kegunaan atau dapat membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam menyusun strategi komunikasi perlu memperhatikan komponen komunikasi yang menjadi kajian penting untuk membingkai serta menginterpretasikan dan mendukung berbagai program aksi. tetapi juga memilih dan memutuskan peristiwa/ event yang ditayangkan. di mana memperlihatkan kepada masyarakat bagaimana mereka bertindak dan apa yang mereka harapkan.

Smartphone adalah kombinasi perangkat pribadi dan ponsel yang menggunakan sistem operasi canggih dan memungkinkan pengguna untuk memasang perangkat lunak (aplikasi) baru. efisien serta mudah dibawa kemana saja. kakao talk dan lain-lainnya. Ungkapan “content is a king” sangat penting dalam kegiatan pemasaran online. menelepon dan mengirimkan SMS ke kolega. Pengelola dapat menentukan fitur-fitur menarik sehingga visitor dapat mengakses aplikasi tersebut dengan mudah. Handphone atau telepon genggam adalah sebuah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar secara konvensional yang mudah dibawa dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon yang menggunakan kabel (Fadilah. seperti blackberry messenger. Kriteria yang 19 . twitter. telepon genggam merupakan kebutuhan yang penting karena dapat digunakan sebagai sarana penunjang bisnis. akan selalu terhubung ke internet. Syarat mutlak individu yang ingin memiliki media-media sosial tersebut adalah memiliki smartphone. menyimpan berbagai data. Hal ini menjadikan konsumsi masyarakat terhadap pembelian smartphone pada masa kini semakin meningkat. 6. terutama di kalangan kaum muda. Handphone disukai oleh berbagai kalangan usia karena sifatnya yang efektif..whatsapp. facebok. dan menyediakan fungsionalitas keduanya (Suki.kesejahteraan masyarakat dan pendidikan (secara khusus dalam hal literasi media) masih menjadi “PR” besar yang harus segera diselesaikan pemerintah. dan lain sebagainya. line. Kontek Aplikasi dalam Smartphone Perkembangan internet sangat berpengaruh terhadap perkembangan telekomunikasi dunia didukung oleh munculnya smartphone yang semakin memudahkan usernya dalam penggunaan internet. Aplikasi pada smartphone dapat dimanfaatkan sebagai media komunikasi pemerintah dan pemasaran pariwisata yang efektif. Fitur aplikasi dapat dibuat menarik sehingga ideal untuk digunakan. 2011). Setiap perusahaan handphone saling bersaing dan berinovasi menawarkan produk-produknya yang semakin canggih yang kini dikenal dengan sebutan smartphone. Bagi orang-orang yang memiliki mobilitas tinggi. 2013). Aplikasi dalam smartphone berkaitan dengan fitur konten.

interaktif. Semua informasi kota Surakarta dapat ditemukan secara mudah dan cepat dengan aplikasi Solo Destination. Pengelola yang merupakan Pemerintah Kota Surakarta dapat membuat aplikasi menjadi lebih inovatif. konten. wisata belanja. protes. penginapan hotel. panduan lalulintas kota Surakarta (IP Cam). dan lengkap dengan konten yang menarik.memengaruhi diantaranya adalah kecepatan loading. 2011) Kriteria fitur konten tersebut sudah terdapat dalam aplikasi smartphone Solo Destination. dan kecepatan respons dalam menjawab pengaduan dari masyarakat. dan event- event yang sudah maupun akan digelar pemerintah kota Surakarta. dan gerakan social masyarakat. Kontek Aplikasi Smartphone Solo Destination disini berperan sebagai suatu inovasi e-Government terbaru dalam bentuk mobile aplikasi. Masyarakat dapat berpartisipasi langsung dan sharing informasi dengan pihak-pihak yang mereka percaya seperti teman atau keluarga. Laporan cuaca kota Solo langsung dalam smartphone. semua informasi kuliner. (Haider. dan media social. navigasi. Kehadiran media social ini tentunya menjadi bentuk baru dalam aktivitas politik. Media social dapat menjadi mekanisme penting dalam menghimpun aksi. interaktivitas. 20 . kelengkapan informasi. daya tarik situs. wisata kerajinan. Adanya kepercayaan atau simpati ini selanjutnya berpotensi dalam mendorong lahirnya gerakan-gerakan social di dalam media social. city guide untuk kota Surakarta.

Kerangka Pemikiran ICT Pemerintah E-Government Kota Surakarta Aplikasi Strategi Komunikasi Smartphone “Solo Pemerintah Destination”  Tujuan informasi  Tujuan interaktivitas  Tujuan kecepatan respon pelayanan public  City guide  Panduan lalu lintas  Media social H.G. mencari kesimpulan dan 21 . Penelitian kualitatif adalah suatu pendekatan yang juga disebut pendekatan investigasi karena biasanya peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dan berinteraksi dengan orang-orang di tempat penelitian (McMillan & Schumacher. Pendekatan dan Metode Penelitian Pada penelitian ini digunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. 2003). Metode Penelitian 1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus prospektif (genetik) digunakan untuk keperluan penelitian.

kecenderungan. Alasan peneliti memilih strategi komunikasi Pemerintah Kota Surakarta dalam mengembangkan e- Government dikarenakan strategi komunikasi dalam mengembangkan e- Government merupakan salah satu factor penentu tujuan jangka panjang dan hasil yang akan dicapai dengan memperhitungkan faktor kekuatan. Penelitian ini juga ditujukan untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi strategi Pemerintah Kota Surakarta dalam mengembangkan aplikasi smartphone Solo Destination agar dapat mencapai target yang diharapkan dan dapat dimanfaatkan sesuai fungsinya baik dari pihak pemerintah kota Surakarta maupun masyrakat Surakarta. Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini sendiri adalah strategi Pemerintah Kota Surakarta dalam mengembangkan e-Government. kelemahan. arah dan lainnya sehingga dapat dimanfaatkan untuk perkiraan-perkiraan perkembangan masa depan (Rakhmad 2007: 39). peneliti menilai perbedaan dengan produk e-Government ini dengan produk e-Government yang sebelumnya. peneliti tidak hanya sekedar ingin menjawab pertanyaan tentang apa saja strategi komunikasi yang dilakukan Pemerintah Kota Surakarta dalam mengembangkan e-Government . tetapi juga untuk meneliti lebih menyeluruh lagi tentang bagaimana strategi yang digunakan untuk mengenalkan aplikasi smartphone “Solo Destination” sehingga dapat menjadi inovasi terbaru Kota Solo. Metode studi kasus menjadi pilihan metode dalam penelitian karena dalam studi kasus ini. peluang dan ancaman dari pengaruh lingkungan eksternal dan internal. peluang dan ancaman oleh Pemerintah Kota Surakarta itu sendiri. kelemahan. Penelitian ini penting dilakukan karena dapat menentukan tujuan jangka panjang dan hasil yang akan dicapai program aplikasi smarthphone Solo Destination dengan memperhitungkan faktor kekuatan. 22 . Terlebih. Peneliti berusaha untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi Pemerintah Kota Surakarta dalam mengembangkan E-Government melalui aplikasi smartphone Solo Destination. 2.diharapkan dapat diketemukan pola.

Brigjen Slamet Riyadi No.id . Data ini digunakan untuk memperkuat temuan maupun melengkapi informasi yang telah didapatkan dari hasil wawancara dengan Kepala Bidang Informatika. Kepala Seksi Informatika. Di samping itu. Data Primer Dalam penelitian ini sendiri. Sumber Data a. arsip-arsip. Kepala Seksi Jaringan Informatika dan Komunikasi Publik. Data Sekunder Data sekunder adalah data. Kepala Bidang Promosi. Kepala Seksi Piranti Lunak dan Keras. 275 Surakarta Penelitian dilakukan selama kurang lebih satu bulan yakni dari bulan Juli 2015 sampai bulan Agustus 2015. Penelitian diorientasikan dari awal launching aplikasi smartphone Solo Destination 8 Juni 2014 sampai dengan 1 Maret 2015 dikarenakan Dishubkominfo memiliki target dan jumlah pendownload masih sangat jauh dibawah target yang sudah ditentukan. dan kepustakaan . kalangan bisnis.go. Kepala Seksi Promosi dan Informasi. Kepala Seksi Jaringan Informatika dan Komunikasi Publik. 4. Tempat : Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Alamat : Jl. Lokasi dan Durasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di : . serta instansi pemerintah lain yang memiliki kepentingan terhadap keberadaan e-Government Pemerintah Kota Surakarta b. data primer juga diperoleh melalui wawancara dengan pihak-pihak lain seperti masyarakat.7 Manahan Surakarta Telp : (0271) 717470 Email : dishubkominfo@surakarta. Kepala Seksi Piranti Lunak 23 . data primer didapatkan melalui wawancara dengan Kepala Bidang Informatika.data yang diperoleh dari dokumen- dokumen . Tempat : Kantor Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Alamat : Jln. Menteri Supeno No.3.

dan kepustakaan . kesan. Dokumentasi Dokumentasi merupakan pelengkap dari penggunaan metode wawancara. ataupun pikiran dari sumber yang relevan. Kepala Bidang Informatika : Jackson A. pengalaman. Teknik Analisis Data Diawali dengan wawancara dengan beberapa informan antara lain dengan Kepala Bidang Informatika. Kepala Seksi Informatika. Kepala Seksi Promosi dan Informasi Pemerintah Kota Surakarta. Dengan ini. Di samping itu. Kepala Seksi Jaringan Informatika dan Komunikasi 24 . Kepala Bidang Promosi : Budi Sartono 6.N 2. arsip- arsip.data yang diperoleh dari dokumen-dokumen . data primer juga diperoleh melalui wawancara dengan pihak-pihak lain seperti masyarakat. Kasi Promosi & Informasi : Tri Rusnita b. Data ini digunakan untuk memperkuat temuan maupun melengkapi informasi yang telah didapatkan dari hasil wawancara 6. Kasi Informatika : Ari Wibowo 3. dan Keras. serta instansi pemerintah lain yang memiliki kepentingan terhadap keberadaan e-Government Pemerintah Kota Surakarta. nantinya dapat digali keterangan yang lebih dalam dari sebuah kajian berupa pendapat. 5. Data. Kasi Piranti Lunak & Keras : Fitia Eka Sari 5. kalangan bisnis. Kepala Bidang Promosi. Interview dan Wawancara Teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan mengadakan wawancara secara langsung kepada narasumber dengan menggunakan interview guide sebagai panduan dalam pelaksanaan wawancara. Kasi Informatika & Komunikasi Publik : Taufan Redina 4. Teknik Pengumpulan Data Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : a. Berikut merupakan Narasumber dalam penelitian ini: 1.

Kepala Bidang Promosi. peneliti kemudian kembali membaca transkip wawancara dan melakukan coding.Publik. peneliti menyusun sebuah kerangka awal analisis sebagai acuan dan pedoman dalam mekukan coding. analisis dilakukan terhadap sebuah kasus yang diteliti. Dengan pedoman ini. catatan lapangan. Kepala Seksi Promosi dan Informasi. diantaranya : 1. Kepala Seksi Piranti Lunak dan Keras. Peneliti menganalisis hasil wawancara berdasarkan pemahaman terhadap hal- hal diungkapkan oleh responden. Data yang telah dikelompokan 25 . 2. Analisis data dalam penelitian kualitatif merupakan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip wawancara. Mengorganisasikan Data Peneliti mendapatkan data langsung dari subjek melalui wawancara mendalam (indepth inteviwer). melakukan pemilihan data yang relevan dengan pokok pembicaraan. Data yang relevan diberi kode dan penjelasan singkat. Data yang telah didapat dibaca berulang-ulang agar penulis mengerti benar data atau hasil yang telah di dapatkan. Kepala Seksi Informatika. 2002). Berdasarkan kerangka teori dan pedoman wawancara. peneliti kemudian melakukan analisis data secara kualitatif. Pengelompokan berdasarkan Kategori. kemudian dikelompokan atau dikategorikan berdasarkan kerangka analisis yang telah dibuat. dan bahan-bahan lain yang dikumpulkan untuk meningkatkan pemahaman terhadap bahan-bahan tersebut agar dapat diinterpretasikan temuannya kepada orang lain (Zuriah. Tema dan pola jawaban Pada tahap ini dibutuhkan pengertiaan yang mendalam terhadap data. 2006). perhatiaan yang penuh dan keterbukaan terhadap hal-hal yang muncul di luar apa yang ingin digali. dimana data tersebut direkam dengan tape recorder dibantu alat tulis lainya.Pada penelitian ini. Kemudian dibuatkan transkipnya dengan mengubah hasil wawancara dari bentuk rekaman menjadi bentuk tertulis secara verbal. Dalam menganalisa penelitian kualitatif terdapat beberapa tahapan-tahapan yang perlu dilakukan (Marshall dan Rossman dalam Kabalmay.

Alternatif ini akan sangat berguna pada bagian pembahasan. Dan berdasarkan kesimpulan yang telah didapat dari kaitanya tersebut. 4. 5. sehingga dapat dicocokan apakah ada kesamaan antara landasan teoritis dengan hasil yang dicapai. Menguji Asumsi atau Permasalahan yang ada terhadap Data Setelah kategori pola data tergambar dengan jelas. Proses dimulai dari data-data 26 . permasalahan. penulis merasa perlu mencari suatau alternatif penjelasan lain tentang kesimpulan yang telah didapat. kesimpulan dan saran. penulisan yang dipakai adalah presentase data yang didapat yaitu. 3. Pada tahap ini akan dijelaskan dengan alternative lain melalui referensi atau teori-teori lain. Sebab dalam penelitian kualitatif memang selalu ada alternatif penjelasan yang lain. Walaupun penelitian ini tidak memiliki hipotesis tertentu. tersebut oleh peneliti dicoba untuk dipahami secara utuh dan ditemukan tema-tema penting serta kata kuncinya. peneliti menguji data tersebut terhadap asumsi yang dikembangkan dalam penelitian ini. dan dinamika yang terjadi pada subjek. penulisan data- data hasil penelitian berdasarkan wawancara mendalam dan observasi dengan subjek dan significant other. Menulis Hasil Penelitian Penulisan data subjek yang telah berhasil dikumpulkan merupakan suatu hal yang membantu penulis unntuk memeriksa kembali apakah kesimpulan yang dibuat telah selesai. Mencari Alternatif Penjelasan bagi Data Setelah kaitan antara kategori dan pola data dengan asumsi terwujud. Dalam penelitian ini. Pada tahap ini kategori yang telah didapat melalui analisis ditinjau kembali berdasarkan landasan teori yang telah dijabarkan. peneliti masuk ke dalam tahap penejelasan. Dari hasil analisis. Sehingga peneliti dapat menangkap pengalaman. namun dari landasan teori dapat dibuat asumsi-asumsi mengenai hubungan antara konsep-konsep dan faktor-faktor yang ada. ada kemungkinan terdpat hal-hal yang menyimpang dari asumsi atau tidak terfikir sebelumnya.

Dengan menjadikan aturan perundang-undangan tersebut sebagai pedoman. e-Government di Surakarta diwujudkan melalui beberapa aplikasi pelaksanaan. I. sehingga didapat gambaran mengenai penghayatan pengalaman dari subjek. pelaksanaan e-Government di Surakarta mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2003 yang mengatur tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan e-Government. 27 . dibaca berulang kali sehinggga penulis mengerti benar permasalahanya. kemudian dianalisis. Karena luasnya pelaksanaan e-Government tersebut. Selanjutnya dilakukan interprestasi secara keseluruhan. sistem perizinan online. website pemerintah Kota. misalnya system manajemen kependudukan. Limitasi Penelitian Sebagai dasar hukum. dimana di dalamnya mencangkup keseluruhan kesimpulan dari hasil penelitian. dan juga nantinya Kantor Maya. yang diperoleh dari subjek dan significant other. maka penelitian ini hanya difokuskan pada strategi e-Government dalam lingkup pengelolaannya dalam Aplikasi Smartphone Solo Destination.