You are on page 1of 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sejarah perkembangan teori atom dimulai pada sekitar abad kelima sebelum masehi
oleh seorang ahli filsafat Yunani, Democritus (sekitar tahun 460-370 SM). Democritus
mengekspresikan gagasannya bahwa semua materi tersusun atas partikel-partikel yang sangat
kecil dan tidak dapat dibagi-bagi yang disebut atomos (yang berarti tidak dapat dibagi-bagi).
Meskipun gagasan Democritus saat itu tidak dapdat diterima oleh para ahli filsafat lainnya
seperti Plato dan Aristoteles, konsepnya tetap bertahan selama beberapa abad. Pada tahun 1808,
ilmuwan Inggris, John Dalton merumuskan defenisi yang tepat tentang partikel- partikel yang
tidak dapat dibagi-bagi dan disebut atom. Konsep atom Dalton lebih terperinci daripada konsep
Democritus. Hipotesis pertama menyatakan bahwa atom dari suatu unsur berbeda dengan atom
dari unsur lain. Dalton tidak menjelaskan struktur dan komposisi dari atom, ia tidak mempunyai
ide seperti apa atom itu sebenarnya tetapi ia menyadari bahwa sifat-sifat yang berbeda yang
ditunjukkan oleh unsur-unsur seperti hidrogen dan oksigen dapat dijelaskan dengan
menganggap bahwa atom-atom hidrogen tidak sama dengan atom-atom oksigen.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa itu atom dan struktur atom ?
2. Partikel-partikel apa saja yang menyusun atom ?
3. Apa itu molekul ?

1.3Tujuan
1. Dapat mengetahui pengertian dari atom ,molekul dan ion
2. Dapat mengetahui struktur atom dan bentuk-bentuk molekul.
3. Dapat mengetahui partikel-partikel penyusun molekul dan ion.

1

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian ATOM
Istilah atom bermula dari zaman Leukipos dan Demokritus yang mengatakan bahwa
benda yang paling kecil adalah atom. Atom berasal dari bahasa Yunani yaitu atomos, a artinya
tidak dan tomos artinya dibagi. Model atom mengalami perkembangan seiring dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan berdasarkan fakta-fakta eksperimen. Walaupun model
atom telah mengalami modifikasi, namun gagasan utama dari model atom tersebut tetap diterima
sampai sekarang. Perkembangan model atom dari model atom Dalton sampai model atom
mekanika kuantum yaitu sebagai berikut:
1) Model Atom John Dalton
Pada tahun 1808, John Dalton yang merupakan seorang guru di Inggris, melakukan
perenungan tentang atom. Hasil perenungan Dalton menyempurnakan teori atom Democritus.
Bayangan Dalton dan Democritus adalah bahwa atom berbentuk pejal. Dalam renungannya
Dalton mengemukakan postulatnya tentang atom:
a. Setiap unsur terdiri dari partikel yang sangat kecil yang dinamakan dengan atom
b. Atom dari unsur yang sama memiliiki sifat yang sama
c. Atom dari unsur berbeda memiliki sifat yang berbeda pula
d. Atom dari suatu unsur tidak dapat diubah menjadi atom unsur lain dengan reaksi kimia, atom
tidak dapat dimusnahkan dan atom juga tidak dapat dihancurkan
e. Atom-atom dapat bergabung membentuk gabungan atom yang disebut molekul
f. Dalam senyawa, perbandingan massa masing-masing unsur adalah tetap
g. Reaksi kimia merupakan proses penggabungan atau pemisahan atom dari unsur-unsur yang
terlihat.
 Teori atom Dalton ditunjang oleh 2 hukum alam yaitu :
a. Hukum Kekekalan Massa ( hukum Lavoisier ) : massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah
sama.
b. Hukum Perbandingan Tetap ( hukum Proust ) : perbandingan massa unsur-unsur yang
menyusun suatu zat adalah tetap.

2

maka setiap atom harus berisikan partikel bermuatan positif agar dapat menyeimbangkan muatan negatif dari elektron. Menurutnya atom : a. sehingga atom bersifat netral.  Kelebihan Model Atom Thomson Membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. banyaknya elektron dalam atom sama dengan banyaknya proton dalam inti dan ini sesuai dengan nomor atomnya.J Thomson mengamati electron. b. Tidak dapat membedakan pengertian atom den molekul. a. jumlah muatan positif sama dengan muatan negatif.J.  Kelemahan Model Atom Rutherford : 3 . 3) Model Atom Rutherford Rutherford melakukan penelitian tentang hamburan sinar α pada lempeng emas. J. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur. atom merupakan suatu bola bermuatan positif dan di dalamnya tersebar elektron-elektron seperti kismis. c. atom terdiri dari inti atom yang sangat kecil dengan muatan positif yang massanya merupakan massa atom tersebut. Dan atom ternyata bukan partikel yang terkecil. b.  Kelemahan Model Atom Thomson Model Thomson ini tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut. Dia menemukan bahwa semua atom berisi elektron yang bermuatan negatif. b. elektron-elektron dalam atom bergerak mengelilingi inti tersebut. Dikarenakan atom bermuatan netral.  Kelemahan Model Atom Dalton : a. Thompson Pada tahun 1897. Tidak dapat menjelaskan cara atom-atom saling berikatan 2) Model Atom J. Tidak dapat menjelaskan sifat listrik dari materi d. Tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu dengan unsur yang lain c. Hasil pengamatan tersebut dikembangkan dalam hipotesis model atom Rutherford.

lama-kelamaan elektron itu akan kehabisan energi dan akhirnya menempel pada inti. elektron yang bergerak mengelilingi inti memancarkan energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. atau sebaliknya. Werner Heisenberg Mengemukakan prinsip ketidakpastian untuk materi yang bersifat sebagai partikel dan gelombang. Jarak atau letak elektron-elektron yang mengelilingi inti hanya dapat ditentukan dengan kemungkinan – kemungkinan saja. Model atom Bohr merupakan penyempurnaan dari model atom Rutherford.a. b. Niels Bohr mengemukakan pendapatnya bahwa elektron bergerak mengelilingi inti atom pada lintasan-lintasan tertentu yang disebut kulit atom. Hanya dapat menerangkan spektrum dari atom atau ion yang mengandung satu elektron dan tidak sesuai dengan spektrum atom atau ion yang berelektron banyak. diprakarsai oleh 3 ahli yaitu : a. Erwin Schrodinger (menyempurnakan model Atom Bohr) 4 . c. b. Model atom rutherford ini belum mampu menjelaskan dimana letak elektron dan cara rotasinya terhadap ini atom. b. 5) Model Atom Modern Dikembangkan berdasarkan Teori Mekanika Kuantum yang disebut mekanika gelombang. Tidak mampu menerangkan bahwa atom dapat membentuk molekul melalui ikatan kimia. Menurut hukum fisika klasik. a. b. Akibatnya. Elektron dapat berpindah dari kulit luar ke kulit yang lebih dalam dengan memancarkan energi. Elektron-elektron dalam mengelilingi inti berada pada tingkat-tingkat energy (kulit) tertentu tanpa menyerap atau memancarkan energy.  Kelemahan Model Atom Niels Bohr : a. 4) Model Atom Niels Bohr Pada tahun 1913. Louis Victor de Broglie Menyatakan bahwa materi mempunyai dualisme sifat yaitu sebagai materi dan sebagai gelombang.

Elektron-elektron yang mengelilingi inti terdapat di dalam suatu orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar. Elektron merupakan partikel pembentuk atom yang tidak mempunyai massa dan bermuatan -1 2.J. Ernest Rutherford melakukan penelitian penembakan lempeng tipis.Proton Proton merupakan partikel pembentuk atom yang mempunyai massa sma dengan satu sma (amu) dan bermuatan +1. 3. menemukan bahwa materi dan lsitrik adalah ekivalen. Berhasil menyusun persamaan gelombang untuk elektron dengan menggunakan prinsip mekanika gelombang. Plucker (1855) dan dipelajari lebih lanjut oleh W. 3.2.Inti . 2. atom Setelah penemuan proton dan elektron. Jika atom terdiri dari partikel yang bermuatan positif dan negatif maka sinar alpha yang ditembakkan seharusnya tidak ada yang diteruskan/menembus lempeng sehingga muncullah istilah inti atom.  Model Atom Modern : 1. Kedudukan elektron pada orbital-orbitalnya dinyatakan dengan bilangan kuantum. 5 . Elektron Faraday (1834). Penemuan elektron dimulai dengan pembuatan sinar katoda oleh J. PARTIKEL PENYUSUN ATOM 1. Atom terdiri dari inti atom yang mengandung proton dan neutron sedangkan elektron-elektron bergerak mengitari inti atom dan berada pada orbital-orbital tertentu yang membentuk kulit atom. Neutron Neutron merupakan partikel pembentuk atom yang bermassa satu sma (amu) dan netral. 2. dan J. Orbital yaitu daerah 3 dimensi di sekitar inti dimana elektron dengan energi tertentu dapat ditemukan dengan kemungkinan terbesar. Crookers (1975). 4. Thomson (1879).

Hal ini berlaku untuk atom netral. massa elektron. Nomor atom diberi lambang Z. Nomor atom = Z = jumlah proton = jumlah elektron 2). Nomor massa Nomor massa menggambarkan massa partikel-partikel penyusun atom. sehingga nomor atom juga menunjukkan banyaknya jumlah elektron yang terdapat pada atom. Nomor massa diberi notasi A dan dapat didefenisikan sebagai jumlah proton dan jumlah neutron. Nomor massa = A = jumlah proton + jumlah neutron eleelektronjumlahelektron Contoh : 23 Na : 11 jumlah proton (Z) = 11 jumlah elektron (Z) = 11 6 . Nomor Atom dan Nomor Massa 1). Massa elektron sangat kecil dibandingkan massa proton dan neutron sehingga massa elektron ini dapat diabaikan. Dalam atom netral jumlah proton sama dengan jumlah elektron.A. Nomor Atom Nomor atom suatu unsur menunjukkan jumlah proton yang terdapat dalam atom. dan massa neutron. yaitu massa proton.

Isotop Isotop adalah atom-atom yang memiliki nomor atom sama. 7 . Isobar. tetapi nomor massanya berbeda. Nomor atom ditentukan oleh jumlah proton. ketiganya merupakan atom karbon yang sifat-sifat kimianya identik. seperti massa. 2). tetapi nomor atomnya berbeda. Jumlah proton dalam isotop-isotop adalah sama. Contoh : memiliki 6 proton dan 6 neutron memiliki 6 proton dan 7 neutron memiliki 6 proton dan 8 neutron Isotop-isotop tersebut. Isobar Isobar adalah atom-atom yang memiliki nomor massa sama. yang berbeda hanyalah jumlah neutronnya. dan Isoton 1). Contoh : dan memiliki nomor massa sama yaitu 14. Perbedaan isotop-isotop ini terletak pada sifat fisikanya.jumlah neutron (A-Z) = 23 – 11 = 12 Ion : jumlah proton (Z) = 9 jumlah elektron (Z + 1) = 10 jumlah neutron (A-Z) = 19 – 9 = 10 c. Isotop.

terdapat beberapa kulit. dan memiliki 16 neutron. 1) Kulit ke-1 atau kulit K 2) Kulit ke-2 atau kulit L 3) Kulit ke-3 atau kulit M 4) Kulit ke-4 atau kulit N 5) Kulit ke-5 atau kulit O 6) Kulit ke-6 atau kulit P 7) Kulit ke-7 atau kulit Q Setiap kulit memiliki tingkat energi tertentu. d. Konfigurasi Elektron dan Elektron Valensi Menurut teori atom Bohr. tetapi jumlah proton berbeda. elektron berada dalam suatu lintasan atau orbit tertentu yang disebut lintasan elektron atau kulit elektron. Isoton Isoton adalah atom-atom yang memiliki jumlah neutron sama. Sifat kimia setiap isobar sangat berbeda karena unsurnya memang berbeda. Semakin dekat ke inti atom. Satu-satunya kesamaan isobar adalah massanya. Contoh : dan memiliki 7 neutron. Berdasarkan jaraknya dari inti atom. Isoton-isoton memiliki massa dan sifat yang berbeda. 3).dan memiliki nomor massa 24. semakin kecil tingkat 8 .

Sebaliknya.energinya. semakin jauh dari inti atom. semakin besar tingkat energinya. bahkan lebih besar dari jumlah elektron maksimum kulit sebelumnya. maka kulit yang akan ditempati elektron harus menggunakan jumlah elektron yang sama dengan jumlah elektron maksimum dalam kulit sebelumnya. Konfigurasi elektron atom berkulit K sampai N Atom Jumlah Kulit K(n Kulit L(n Kulit M(n Kulit N(n elektron = 1) = 2) = 3) = 4) 1H3Li6C12Mg33As 1361233 12222 -1488 —218 —-5 Jika jumlah elektron yang tersedia tidak mencapai jumlah elektron maksimum dalam suatu kulit. Hal tersebut dapat digambarkan dengan bagan sebagai berikut: Kulit K 2 (jika elektron yang tersedia ≥ 2) 1 (hanya untuk H) Kulit L 8 (jika elektron yang tersedia ≥ 8) Jumlah elektron sisa (jika elektron yang tersedia < 8) Kulit M 18 ( jika elektron yang tersedia > 18) 8 (jika 8 ≤ elektron < 18 yang tersedia) 9 . Tabel 4.

Secara umum bilangan kuantum ini berhubungan dengan 10 . inti atom. Elektron valensi inilah yang berperan dalam reaksi kimia. Oleh karena umumnya unsur terdiri dari beberapa isotop. Tabel 5. Massa atom relatif adalah perbandingan massa antara atom yang satu terhadap atom yang lainnya. Elektron valensi beberapa atom e. Massa Atom Relatif Ukuran atom sangat kecil. contohnya seperti pada Tabel 5. Elektron Valensi Elektron valensi merupakan elektron yang terletak pada kulit terluar sehingga memiliki tingkat energi paling tinggi. sehingga tidak mungkin untuk menimbang sebuah atom. Hal yang mungkin dilakukan adalah menentukan secara eksperimen massa sebuah atom relatif terhadap atom lain.Jumlah elektron sisa (jika elektron yang tersedia < 8) 32 (jika elektron yang tersedia > 32) Kulit N 18 (jika 18 ≤ elektron < 32 yang tersedia) 8 (jika 8 ≤ elektron < 18 yang tersedia) Sisa (jika elektron yang tersedia < 8) 2). Dengan menentukan konfigurasi elektronnya. Massa pembanding yang telah disepakati adalah 1/12 dari massa 1 atom C-12. dipertukarkan. Selain itu. jenis subkulitnya dan bentuk orbitalnya. Elektron kulit terluar ini dapat lepas. atau dipakai bersama dengan atom lain membentuk ikatan antar atom. bilangan azimut juga menyatakan subkulit tempat elektron berada. Jumlah maksimum elektron valensi adalah 8. maka dapat diketahui jumlah elektron pada kulit terluarnya (elektron valensi). maka pada penetapan massa atom relatif digunakan massa rata-rata dari isotop-isotopnya.

3.3 jenis bilangan kuantum dalam atom. Bilangan kuantum Azimut (I) Bilangan kuantum azimut merupakan ukuran momentum sudut orbital elektron terhadap inti atom. subkulit d mempunyai bilangan kuantum azimut = 2 dan demikian seterusnya.L. Semakin tinggi nilai n semakin tinggi pula energi elektron. jenis subkulitnya dan bentuk orbitalnya. dan seterusnya. 2. 2. Selain itu. d.subkulit yang dilambangkan dengan huruf s. bilangan azimut juga menyatakan subkulit tempat elektron berada. Bilangan kuantum utama dapat mempunyai nilai semua bilangan bulat positif. Besarnya bilangan kuantum azimut yang mungkin tergantung pada nilai bilangan kuantum utama (n). 5. subkulit p mempunyai bilangan kuantum azimut = 1. Jadi secara urut subkulit s mempunyai bilangan kuantum azimut = 0. 4. Nilai bilangan kuantum azimut dimulai dari angka nol (0). p. Lambang dari bilangan kuantum utama adalah “n”. 1. dan seterusnya. Bilangan kuantum utama (n) Bilangan kuantum utama (primer) digunakan untuk menyatakan tingkat energi orbital atau kulit atom yang dimiliki oleh elektron dalam sebuah atom. 2. Nilai bilangan kuantum azimut dimulai dari angka nol (0).N. yaitu 1. Sedangkan kulit atom di nyatakan dengan huruf K. p.O dan seterusnya. Banyaknya subkulit dari suatu kulit atom tergantung pada banyaknya nilai bilangan kuantum azimut yang di izinkan untuk kulit 11 . subkulit p mempunyai bilangan kuantum azimut = 1. Secara umum bilangan kuantum ini berhubungan dengan subkulit yang dilambangkan dengan huruf s. Besarnya bilangan kuantum azimut yang mungkin tergantung pada nilai bilangan kuantum utama (n). dan seterusnya. Jadi secara urut subkulit s mempunyai bilangan kuantum azimut = 0. Bilangan kuantum utama tidak pernah bernilai nol. subkulit d mempunyai bilangan kuantum azimut = 2 dan demikian seterusnya. f. f.M. d.

4. Daerah khusus ini dikenal sebagai orbital. 12 . Bilangan kuantum spin (s) Bilangan kuantum spin menyatakan arah rotasi elektron pada sumbunya. nilai tersebut dapat sedikit berubah. + 1. Angka-angka tersebut melambangkan 3 orbital yang ada pada subkulit p.3 dst 4s. dst 3. Hal tersebut dikarenakan timbulnya interaksi antara medan magnet sendiri dengan medan magnet luar.1. Sub kulit p mempunyai nilai l = 1 maka bilangan kuantum magnetiknya = . elektron menyesuaikan diri di wilayah tertentu di sekitar inti.1 2s.2. Namun dengan adanya medan magnet.2. Tidak adanya medan magnet luar membuat elektron atau orbital mempunyai nilai n dan ℓ yang sama tetapi nilai m yang berbeda.2 3s. 0. + 2. Karena interaksi ini. 4d. Arah momentum sudut elektron terhadap inti di pengaruhi oleh aliran arus listri. 2p M 3 0. 0. 4f. Nilai bilangan kuantum magnetik tergantung pada nilai bilangan kuantum azimut. Angka-angka tersebut melambangkan 5 orbital yang ada pada subkulit d dan demikian seterusnya.1. Nilai n Nilai I yang diizinkan Subkulit Kulit K 1 0 1s L 2 0. Orientasi elektron di sekitar inti dapat ditentukan dengan menggunakan bilangan kuantum magnetik m.1. 3p. Misalnya subkulit s mempunyai nilai l = 0 maka bilangan kuantum magnetiknya (m) = 0. Bilangan kuantum Spin mempunyai simbol s atau ms (bilangan kuantum spin magnetik). Subkulit d mempunyai nilai l = 2 maka bilangan kuantum magnetiknya = . Dalam satu orbital. 3d N dst 4 dst 0. Bilangan kuantum magnetik (m) Bilangan kuantum magnetik menyatakan kedudukan elektron pada suatu orbital dan arah momentum sudut elektron terhadap inti. 4p. . +1.1. Angka nol ini melambangkan satu-satunya orbital yang ada pada subkulit s.

sedangkan s = -½ berarti searah jarum jam (ke bawah). Molekul air ini tersusun atas dua atom unsur hidrogen dan satu atom unsur oksigen (rumus H2O). yaitu atas dan bawah.maksimum dapat beredar 2 elektron dan kedua elektron ini berputar melalui sumbu dengan arah yang berlawanan. Tidak seperti unsur logam yang partikel-partikel terkecilnya tersusun atas atom. Contoh dari molekul unsur adalah molekul yang dibentuk oleh atom unsur hidrogen.4. Jika suatu molekul tersusun atas dua atau lebih atom dari unsur yang berbeda maka disebut molekul senyawa. dan masing-masing diberi harga spin +1/2 atau -1/2. Sebagai contoh. 13 . dan unsur hidrogen. beberapa unsur bukan logam juga mampu membentuk molekul poliatomik (molekul unsur yang tersusun atas tiga buah atau lebih atom). Misalnya. 2. Dengan demikian. Nilai positif atau negatif dari spin menyatakan spin atau rotasi partikel pada sumbu. Unsur-unsur golongan gas mulia (VIIIA) tersusun atas partikel terkecil kelompok atom. Contoh zat yang partikel terkecilnya merupakan molekul senyawa adalah air. Dua atom unsur hidrogen membentuk molekul unsur diatomik (disusun oleh dua atom) dengan rumus kimia H2. Jika atomnya berasal dari unsur yang sama maka molekul tersebut disebut molekul unsur. Diambil nilai setengah karena hanya ada dua peluang orientasi. unsur nitrogen juga tersusun atas molekul diatomik dengan rumus molekul N2. unsur oksigen. untuk nilai s = +½ berarti berlawanan arah jarum jam (ke atas). PENGERTIAN MOLEKUL Molekul adalah Gabungan dua atom atau lebih yang berasal dari unsur yang sama atau berbeda . Karena molekul air tersusun dari atom-atom unsur yang berbeda maka molekul air termasuk molekul senyawa. Adapun belerang mampu membentuk molekul unsur yang tersusun atas 8 atom belerang (S8). Air yang biasa kita minum mengandung partikel-partikel terkecil yang disebut molekul air. Adapun unsur-unsur golongan halogen (VIIA) tersusun atas molekul unsur. Selain unsur-unsur golongan halogen.Selain mampu membentuk molekul diatomik. partikel-partikel terkecil dari unsur-unsur bukan logam dapat berupa atom maupun molekul. ozon (O3) merupakan molekul yang tersusun atas tiga buah atom unsur oksigen. peluang untuk mengarah ke atas adalah 50% dan peluang untuk mengarah ke bawah adalah 50% .

Tiap molekul unsur oksigen akan bereaksi dengan dua molekul unsur hidrogen membentuk 2 molekul senyawa air.Molekul air dapat dihasilkan dari reaksi antara molekul unsur hidrogen dan molekul unsur oksigen. seperti sterilisasi. Jumlah atom pada suatu reaksi akan tetap sehingga fenomena adanya Hukum Kekekalan Massa (jumlah massa zat-zat yang bereaksi sama dengan jumlah massa zat-zat hasil reaksi) dapat dipahami.Pada gambar diatas terlihat bahwa molekul unsur hidrogen bereaksi dengan molekul unsur oksigen membentuk molekul senyawa air. Perbedaannya. Contoh lainnya adalah gas karbon monoksida (CO) dan etanol (C2H5OH). Contohnya adalah gula putih (C 12H22O11) yaitu zat yang biasa menjadi campuran untuk membuat kopi. Karbon monoksida adalah gas yang dapat meracuni darah kita sehingga menimbulkan kematian. Rumus kimia dan struktur molekul merupakan dua faktor penting yang menentukan sifat-sifat suatu senyawa. Semua zat tersebut tersusun atas partikel-partikel terkecil materi yang disebut molekul. Pada reaksi tersebut terlihat bahwa dalam reaksi kimia tidak ada kehilangan atom- atom. 14 . Stereoisomer adalah salah satu jenis isomer yang memiliki sifat fisika dan kimia yang sangat mirip namun aktivitas biokimia yang berbeda. campuran minuman keras. Adapun etanol yaitu zat yang bisa dipakai untuk berbagai keperluan. Molekul memiliki geometri yang berbentuk tetap dalam keadaan kesetimbangan.Satu molekul oksigen bereaksi dengan dua molekul hydrogen membentuk dua molekul air. sedangkan di sebelah kanan sudah berikatan dengan atom dari unsur lain membentuk molekul senyawa. yaitu masing-masing atom yang di sebelah kiri berikatan dengan atom dari unsur yang sama. namun sifat-sifat yang berbeda oleh karena strukturnya yang berbeda. dan bahan bakar. Jika satu molekul oksigen memerlukan dua molekul unsur hidrogen agar bereaksi sempurna membentuk 2 molekul senyawa air maka 2 molekul unsur oksigen memerlukan 4 molekul unsur hidrogen agar bereaksi sempurna membentuk 4 molekul air. Jumlah atom H dan O di sebelah kanan sama dengan jumlah atom H dan O di sebelah kiri. Selain zat-zat yang telah disebutkan di atas. Panjang ikat dan sudut ikatan akan terus bergetar melalui gerak vibrasi dan rotasi. masih banyak zat-zat di sekitar kita yang partikel terkecilnya berupa molekul. Senyawa isomer memiliki rumus kimia yang sama.

gaya tarik menarik tidak begitu kuat . yaitu : 1.letaknya berdekatan . menyatakan jenis dan perbandingan paling sederhana dari atom-atom dalam suatu senyawa Contoh : Etuna dengan rumus molekul C2H2 dan mempunyai rumus empiris CH Rumus kimia senyawa ion adalah rumus empiris Contoh : garam dapur ( NaCl ) Setiap molekul zat memiliki cirinya masing-masing.gaya tarik menarik sangat kuat .letaknya saling berjauhan .susunannya tidak beraturan .2.tidak bisa bergerak bebas 2.bergerak sangat bebas 15 . Ciri Khas Molekul Zat Cair .5 Rumus Kimia Menyatakan jenis dan jumlah relatif atom yang menyusun suatu zat Dibedakan menjadi 2 :  Rumus Molekul Menyatakan jenis dan jumlah atom yang menyusun molekul suatu zat Contoh : rumus molekul air ( H2O )  Rumus empiris Disebut juga Rumus Perbandingan.gaya tarik menarik sangat kecil . Ciri Khas Molekul Zat Gas .susunannya berdekatan satu sama lain .letaknya agak renggang . Ciri Khas Molekul Zat Padat .bergerak bebas berpindah-pindah tempat 3.susunannya sangat tidak teratur .

Air bersifat tidak berwarna. flor. tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar. yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya. dan jumlah muatan negatif pada atom oksigen. banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa banyak 16 . terlebih lagi dengan memperhatikan hubungan antara hidrida-hidrida lain yang mirip dalam kolom oksigen pada tabel periodik. membuatnya sulit untuk dipisahkan dan yang pada akhirnya menaikkan titik didih air. gula. beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik. yaitu pada tekanan 100 KPa (1 bar) dan temperatur 273. sebagaimana hidrogen sulfida. 2. asam. Gaya tarik-menarik ini disebut sebagai ikatan hidrogen. dan fosfor. terlihat bahwa unsur-unsur yang mengelilingi oksigen adalah nitrogen. meninggalkan jumlah muatan positif pada kedua atom hidrogen.15 K (0°C). adalah karena oksigen lebih bersifat elektronegatif ketimbang elemen- elemen lain tersebut (kecuali flor). Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. sulfur dan klor. Dalton mengungkapkan bahwa partikel terkecil dari materi adalah atom. Pada pertengahan abad ke-19. Gaya tarik- menarik listrik antar molekul-molekul air akibat adanya dipol ini membuat masing-masing molekul saling berdekatan. Dengan memperhatikan tabel periodik. Dalam bentuk ion. Alasan mengapa hidrogen berikatan dengan oksigen membentuk fasa berkeadaan cair. Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Semua elemen-elemen ini apabila berikatan dengan hidrogen akan menghasilkan gas pada temperatur dan tekanan normal. Tarikan atom oksigen pada elektron-elektron ikatan jauh lebih kuat dari pada yang dilakukan oleh atom hidrogen. seperti garam-garam.6 ION Pada awal abad ke-19. air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen ( H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-). Keadaan air yang berbentuk cair merupakan suatu keadaan yang tidak umum dalam kondisi normal. yang mengisyaratkan bahwa air seharusnya berbentuk gas. Adanya muatan pada tiap-tiap atom tersebut membuat molekul air memiliki sejumlah momen dipol. Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting. Air adalah substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu melekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terkait secara kovalen pada satu atom oksigen.

Seperti halnya ion-ion dari unsur logam. orang mengenal unsur nitrogen yang mampu membentuk ion bermuatan negatif tiga. Dalam peristiwa tersebut. Muatan ion adalah satu kali atau beberapa kali muatan dasar tersebut. muatan listrik dibawa oleh ion-ion (ion positif dan negatif). Dalam logam.zat tidak disusun oleh atom melainkan oleh partikel-partikel bermuatan yang disebut ion. ion natrium (Na+). Dengan demikian. misalnya ion kalsium (Ca2+) dan magnesium (Mg2+). muatan listrik mengalir dengan cara yang berbeda dibandingkan dalam logam. partikel terkecil dari materi tidak hanya berbentuk atom dan molekul. ion bromida (Br–). yaitu ion fuorida (F–). Muatan elektron merupakan jumlah muatan terkecil yang disebut sebagai muatan dasar (e). Dari unsur golongan VA. muatan listrik dibawa oleh elektron. tetapi juga dapat berbentuk ion. Atom-atom dalam keadaan netral mengandung muatan positif dan negatif yang sama jumlahnya. dan ion hidroksil yang bermuatan negatif satu 17 . Apakah suatu ion bermuatan satu atau beberapa kali dari muatan dasar dapat diperkirakan dari letak unsur yang bersangkutan dalam sistem periodik unsur? Ion-ion logam alkali (IA) selalu membentuk ion-ion bermuatan positif satu. Sebaliknya. Karena itu. ion asetat bermuatan negatif satu (CH3COO–). Logam-logam membentuk ion-ion bermuatan positif (kation). sulfda (S2–). Ion-ion dari unsur golongan halogen (VIIA) selalu bermuatan negatif satu.Di samping ion yang berasal dari satu buah atom unsur (monoatom). Contoh: orang sudah mengenal bahwa lelehan garam dan larutan garam dalam air dapat menghantarkan listrik. Ukuran partikel ini adalah sekitar ukuran atom dan molekul. ion klorida (Cl–). Ion-ion unsur bukan logam sebagian besar membentuk ion bermuatan negatif (anion). ion nitrat bermuatan negatif satu (NO3–). seperti oksigen membentuk ion bermuatan negatif dua. Atom-atom tersebut berubah menjadi ion saat menerima atau melepaskan elektron (lihat gambar disamping). Adapun unsur-unsur golongan gas mulia VIIIA tidak membentuk ion. misalnya ion litium (Li+). dan ion iodida (I–). ion-ion dari unsur bukan logam dapat diperkirakan muatannya berdasarkan letak unsur tersebut dalam sistem periodik unsur. Ion-ion logam alkali tanah (IIA) memiliki muatan positif dua. dalam lelehan garam atau larutan garam dalam air. muatan ion hanya dituliskan dengan angka satu atau kelipatan dari muatan tersebut. ion amonium yang bermuatan positif satu (NH+). oksida (O2–) atau belerang yang juga membentuk ion bermuatan negatif dua. terdapat pula ion yang berasal dari gabungan dua atau lebih atom unsur yang berbeda (poliatom). dan ion kalium (K+). nitrida (N3–). Misalnya. Ion-ion dari golongan VIA. ion sulfat bermuatan negatif dua (SO42–).

bergantung pada macam perbandingan ukuran ion positif dan negatif yang berikatan. Contoh: natrium klorida (NaCl) tersusun atas ion natrium yang bermuatan positif satu dan ion klor yang bermuatan negatif satu dalam perbandingan 1 : 1. ion yang terdiri dari 1 atom disebut Ion Tunggal ( monoatom ). Zat-zat yang tersusun atas ion memiliki muatan listrik netral. jumlah muatan positif yang berasal dari ion magnesium sama dengan jumlah muatan negatif yang berasal dari ion-ion klor. K+ Kation Poliatom : NH4+ . H3O+ Anion Tunggal : Cl-. Berikut ini digambarkan salah satu model kisi kristal dari senyawa garam dapur atau natrium klorida (NaCl). magnesium klorida (MgCl2) tersusun atas ion magnesium yang bermuatan positif dua dan dua ion klor yang bermuatan negatif satu dalam perbandingan jumlah ion magnesium dan jumlah ion klor = 1 : 2. satu ion aluminium yang bermuatan positif tiga dinetralkan oleh tiga ion klor yang bermuatan negatif satu. (OH–). Dengan demikian. Kisi kristal ini beragam jenisnya. OH- 18 .  Ion yang bermuatan positif disebut Kation. Hal ini disebabkan oleh jumlah muatan positif dan negatif yang sama.  Contoh : Kation Tunggal : Na+. sedangkan ion yang bermuatan negatif disebut Anion. sedangkan ion yang terdiri dari 2 atau lebih atom disebut Ion Poliatom. S2- Anion Poliatom : NO3-. Antara ion-ion positif dan negatif yang menyusun suatu garam saling tarik-menarik satu dengan lainnya membentuk kisi kristal. Dalam aluminium klorida (AlCl3).

Jika atom yang bergabung berasal dari unsur yang sama maka molekul yang terbentuk disebut molekul unsur. Unsur-unsur logam dalam keadaan bebas (tidak bersenyawa) tersusun atas partikel-partikel terkecil.partikel terkecil penyusun zat bisa berupa atom. molekul. Partikel. Senyawa yang tersusun atas ion-ion tidak membentuk molekul melainkan kisi kristal.  Atom dari unsur yang sama adalah sama dan atom dari unsur-unsur yang berbeda akan berbeda pula. tersusun atas partikel-partikel terkecil berupa atom atau molekul.  Jika atom-atom yang bergabung berasal dari unsur yang berbeda maka molekul yang terbentuk disebut molekul senyawa.  Unsur-unsur dari golongan bukan logam. yaitu atom. Partikel-partikel terkecil penyusun zat bisa berupa atom. Unsur-unsur dari golongan bukan logam. Setiap zat tersusun atas partikel-partikel terkecil dari zat tersebut.  Jika atom yang bergabung berasal dari unsur yang sama maka molekul yang terbentuk disebut molekul unsur. Tidak semua senyawa terbentuk dari gabungan dua atau lebih atom unsur. yaitu atom. Dua atau lebih atom dapat bergabung membentuk molekul. Banyak senyawa yang ada di alam merupakan gabungan dari partikel-partikel bermuatan yang disebut ion. tersusun atas partikel-partikel terkecil berupa atom atau molekul. BAB III KESIMPULAN DAN SARAN 3. Ion-ion yang bermuatan positif (kation) berikatan dengan ion bermuatan negatif (anion) melalui ikatan ion dan membentuk senyawa ion. molekul. Ion bisa berasal dari satu atau lebih jenis unsur.  Unsur-unsur logam dalam keadaan bebas (tidak bersenyawa) tersusun atas partikel- partikel terkecil.1 Kesimpulan Setiap zat tersusun atas partikel-partikel terkecil dari zat tersebut. atau ion. Dalam suatu kisi kristal. atau ion. Jika atom-atom yang bergabung berasal dari unsur yang berbeda maka molekul yang terbentuk disebut molekul senyawa. Kuatnya ikatan antarion dapat men-jelaskan mengapa garam-garam umumnya memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi daripada zat-zat yang partikel ter-kecilnya adalah molekul. Dua atau lebih atom dapat bergabung membentuk molekul. ion-ion yang saling berlawanan tersusun dengan su-sunan antarion tertentu. 19 . Jumlah muatan listrik dalam suatu se- nyawa yang tersusun atas ion positif dan negatif adalah netral.

molekul dan ion ini kami rasa masih kurang dan kami harapkan adanya masukan dari dosen pembimbing supaya makalah ini lebih baik lagi.  Ion bisa berasal dari satu atau lebih jenis unsur. Senyawa yang tersusun atas ion-ion tidak membentuk molekul melainkan kisi Kristal.  Dalam mempelajari ilmu kimia hendaknya mahasiswa lebih memperdalam pemahamannya pada kimia dasar dahulu sebelum memasuki pembelajaran yang selanjutnya. karena akan sangat menentukan kemudahan dalam pemahaman ilmu kimia dan pengaplikasiannya. Banyak senyawa yang ada di alam merupakan gabungan dari partikel-partikel bermuatan yang disebut ion.  Tidak semua senyawa terbentuk dari gabungan dua atau lebih atom unsur.  Jumlah muatan listrik dalam suatu se-nyawa yang tersusun atas ion positif dan negatif adalah netral. 3.2 Saran  Untuk pembuatan makalah kimia dasar tentang atom. 20 .  Ion-ion yang bermuatan positif (kation) berikatan dengan ion bermuatan negatif (anion) melalui ikatan ion dan membentuk senyawa ion.

Atom dan Molekul.id/Downloads 21 .com/2012/03/makalah-tentang-bentuk-bentuk. Jakarta: PAKAR RAYA Sukardjo.com/2012/01/ikatan-kimia-bentuk-molekul. Materi Kimia.com/2012/12/makalah-kimia-ikatan-kimia.html http://kimia485.html http://apajaboleh2aja.blogspot. DAFTAR PUSTAKA Jacson.1992. Tom.ac.html http://genuardis. Kimia Koordinasi.penyimpangan-aturan- oktet-dalam-ikatan. molekul.com/2013/02/ikatan-kimia.htm http://romdhoni.gunadarma.staff.blogspot.blogspot. Jakarta : Rineka Cipta http://coretansowel.blogspot.html http://herisuheri90.net/penyimpangan/penyimpangan-aturan-oktet-pcl5.