Kamis, 04 Juni 2009

Zaman Pra Aksara dan Pra Sejarah
Pengertian Masa Pra Aksara Masa pra aksara atau biasa disebut masa prasejarah adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Manusia yang diperkirakan hidup pada masa pra aksara adalah manusia purba. Pada masa ini, kita tidak dapat mengetahui sejarah serta kebudayaan manusia melalui tulisan. Satu-satunya sumber untuk mengetahui kehidupan manusia purba hanya melalui peninggalan-peninggalan mereka yang berupa fosil, alat-alat kehidupan, dan fosil tumbuh-tumbuhan maupun hewan yang hidup dan berkembang pada masa itu.

Zaman pra aksara berlangsung sangat lama, yaitu sejak manusia belum mengenal tulisan hingga manusia mulai mengenal dan menggunakan tulisan. Zaman manusia mengenal dan menggunakan tulisan disebut zaman aksara atau zaman sejarah. Zaman pra aksara di Indonesia berlangsung sampai abad ke-3 Masehi. Jadi, pada abad ke-4 Masehi, manusia Indonesia baru mulai mengenal tulisan. Hal ini dapat diketahui dari batu bertulis yang terdapat di Muara Kaman, Kalimantan Timur. Meskipun prasasti tersebut tidak berangka tahun, tetapi bahasa dan bentuk huruf yang digunakan menunjukkan bahwa prasasti tersebut dibuat kurang lebih tahun 400 Masehi. Tabir perkembangan kehidupan masyarakat pra aksara Indonesia, dapat diketahui dalam pembabakan zaman pra aksara berdasarkan arkeologi dan ciri kehidupan masyarakat. 1. Pembabakan zaman pra aksara berdasarkan arkeologi Zaman pra aksara berdasarkan penggalian arkeologi, dapat dibagi menjadi dua zaman sebagai berikut. Pengertian Masa Pra Aksara

Masa Pra Aksara di Indonesia a. Zaman batu Zaman batu menunjuk pada suatu

karena pada zaman logampun alat-alat dari batu terus berkembang bahkan sampai sekarang. b. pada zaman ini secara dominan alat-alat yang digunakan terbuat dari batu. 1) Zaman batu tua (Palaeolithikum) Zaman batu tua merupakan suatu masa di mana hasil buatan alat-alat dari batunya masih kasar dan belum diasah sehingga bentuknya masih sederhana. . Zaman logam Dengan dimulainya zaman logam. kapak persegi dan kapak lonjong. Misalnya. Misalnya. meskipun ada juga alat-alat tertentu yang terbuat dari kayu dan tulang. Misalnya. Sesungguhnya. bukan berarti berakhirnya zaman batu. maka zaman batu dibedakan lagi menjadi tiga periode sebagai berikut. 3) Zaman batu muda (Neolithikum) Zaman batu muda merupakan suatu masa di mana alat-alat kehidupan manusia dibuat dari batu yang sudah dihaluskan. 2) Zaman batu madya (Mesolithikum) Zaman batu madya merupakan masa peralihan di mana cara pembuatan alat-alat kehidupannya lebih baik dan lebih halus dari zaman batu tua. kapak genggam. nama zaman logam hanyalah untuk menyatakan bahwa pada zaman tersebut alat-alat dari logam telah dikenal dan digunakan secara dominan.periode di mana alat-alat kehidupan manusia terbuat dari batu. serta bentuknya lebih sempurna dari zaman sebelumnya. Dari alat-alat peninggalan zaman batu tersebut. Tetapi. pebble/kapak Sumatera. Hasil kebudayaan Palaeolithikum banyak ditemukan di daerah Pacitan dan Ngandong Jawa Timur.

Kegiatan pokoknya adalah berburu dan mengumpulkan makanan. tanpa melalui proses. 2. yaitu zaman tembaga. karena zaman logam di Eropa mengalami tiga pembagian zaman. dan tahun 1952-sekarang. atau tempat-tempat yang banyak air dan bahan makanan merupakan tempat tinggal manusia purba. Ada pengaruh iklim dan pengaruh penyebaran hewan. yaitu tahun 1889-1909. dan tulang. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana Pada masa ini. zaman perunggu. kayu. masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut. a) Penelitian tahap I pada tahun 1889-1909 dilaku- . sebagai akibat pernah bergabungnya Indonesia dengan kedua benua tersebut.Perkembangan zaman logam di Indonesia berbeda dengan yang ada di Eropa. Dan hasil temuan yang lebih dominan adalah alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam disebut juga dengan zaman perungggu. dibagi dalam empat babak. dengan kemampuannya yang masih sangat terbatas. dibagi dalam tiga tahapan. dan zaman besi. baik dalam mengumpulkan sampai pada cara makan. dan kebudayaan. yaitu Benua Asia dan Benua Australia. Keberadaan manusia Penelitian khusus tentang fosil manusia purba (Palaeoanthropologi) di Indonesia. dengan peralatan dari batu. danau. dan masa perundagian. manusia. Pembabakan zaman pra aksara berdasarkan ciri kehidupan mayarakat Zaman pra aksara di Indonesia berdasarkan ciri kehidupan masyarakat. Tepi pantai. Kehidupan manusia masih sangat tergantung pada alam lingkungan sekitarnya. kehidupan manusia hanya terpusat pada upaya mempertahankan diri di tengah-tengah alam yang penuh tantangan. tahun 1931-1941. masa bercocok tanam. 1) Keadaan lingkungan Kepulauan Indonesia terletak di antara dua benua. yaitu masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana. a. Sedangkan di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara umumnya tidak mengalami zaman tembaga tetapi langsung memasuki zaman perunggu dan besi secara bersamaan. Mereka mendapatkan makanan secara langsung dari alam. sungai.

Mereka menemukan tengkorak dan tulang kering Pithecanthropus Soloensis di Ngandong Kabupaten Blora. dan tulang kering. Oppenoorth. ditemukan pula fosil manusia Wajak di daerah Kediri Jawa Timur. Fragmen rahang bawah lain ditemukan oleh Marks pada tahun 1952 di lapisan terbawah formasi Kabuh. Dubois menemukan fosil sepotong tulang kobi yang bisa menandakan bahwa pemiliknya berjalan tegak. tulang paha. Sangiran. yaitu sebagai berikut. Antara tahun 1936-1941.kan oleh Dr. dan penemuan manusia purba di Kedungtrubus. Juga tahun 1936 Tjokrohandojo menemukan fosil tengkorak anak-anak di utara Mojokerto. sebagian besar penemuan di Sangiran. yang menemukan bagian-bagian tubuh Pithecanthropus yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Fosil yang ditemukan tersebut berupa rahang manusia purba yang berukuran besar. dan Von Koeningswald. Fosil tersebut adalah Pithecanthropus Erectus. gigi. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis manusia tersebut bertubuh sangat besar. rahang. Seluruh temuan Dubois tentang manusia purba di Indonesia adalah fosil-fosil tengkorak. gigi. di Trinil dekatNgawi. seperti tulang muka dan dasar tengkorak. Eugene Dubois. Von Koeningswald menemukan fosil-fosil rahang. b) Penelitian tahap II antara 1931-1941 dilakukan oleh Ter Haar. Meganthropus Meganthropus Palaeojavanicus adalah manusia paling primitif yang pernah ditemukan di Indonesia oleh Von Koeningswald tahun 1936 dan 1941 di formasi Pucangan. Pada masa ini. ruas leher. yang menduga bahwa manusia purba hidupnya pasti di daerah tropis. Ada beberapa jenis manusia purba di Indonesia. . dan tengkorak di Sangiran Surakarta c) Penelitian tahap III.

c) Homo Homo Sapiens Wajak I ditemukan dekat Campurdarat Tulungagung Jawa Timur oleh Van Rietschoten tahun 1889. yaitu teknik pembuatan perkakas batu yang disebut tradisi kapak perimbas dan tradisi serpih. Pada perkembangan berikutnya ditemukan alat-alat dari tulang dan tanduk. Trinil. dan kapak genggam. namun lama kelamaan ada penyempurnaan bentuk. yaitu kapak perimbas. 3) Teknologi Teknologi pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana. hanya mengutamakan segi praktis sesuai dengan tujuan penggunaannya saja. Homo Sapiens Wajak II ditemukan oleh Dubois tahun 1890 di tempat yang sama. yaitu di Mojokerto. pahat genggam. serta tulang paha dan tulang kering. 4) Kehidupan sosial Manusia purba semenjak Pithecanthropus hingga Homo Sapiens dari Wajak. Movius menggolongkan alat-alat dari batu sebagai perkakas zaman pra aksara.b) Pithecanthropus Erectus Fosil Pithecanthropus adalah fosil manusia yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Di Indonesia dikenal dua macam teknik pokok. terdiri atas fragmenfragmen tulang tengkorak. Maka Pithecanthropus Erectus berarti manusia kera yang berjalan tegak. termasuk fragmen rahang bawah. Sambungmacan. Daerah sekitar tempat tinggalnya harus dapat memberikan persediaan . kapak penetak. terdiri atas tengkorak. menggantungkan kehidupannya pada kondisi alam. dan Ngandong. Bentuk tubuh Pithecanthropus tidak setegap Meganthropus. proto kapak genggam. dan beberapa buah ruas leher. Temuan tersebut diselidiki pertama kali oleh Dubois. Tingginya kira-kira 165-180 cm. Sangiran. Fosil Pithecanthropus Erectus saat saling dihubungkan membentuk sebuah kerangka yang mirip kera. Kedungtrubus. rahang atas dan rahang bawah.

yaitu di Nusa Tenggara . sebagai penghangat tubuh.makanan dan air yang dapat menjamin kelangsungan hidupnya. Selain itu. dan tanduk terus-menerus mengalami penyempurnaan bentuk. utamanya di gua-gua payung. di Indonesia sudah ada usaha-usaha untuk bertempat tinggal secara tidak tetap di gua-gua alam. tulang. yang setiap saat mudah untuk ditinggalkan. dan terpaksa menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. yaitu Austromelanesoid dan Mongoloid. 2) Keberadaan manusia Ada dua ras yang mendiami Indonesia pada permulaan Kala Holosin. Lebih ke timur lagi. bahwa yang laki-laki ikut kelompok berburu dan yang perempuan mengumpulkan makanan dari tumbuhan dan hewan-hewan kecil. 1) Keadaan lingkungan Api sudah dikenal sejak sebelumnya. Mereka hidup berkelompok dengan pembagian tugas. rusa. terputus pula jalan hewan yang semula bergerak leluasa menjadi lebih sempit dan terbatas. seperti juwawut. umbi-umbian dan bijibijian. padi. dan untuk menghalau binatang buas pada malam hari. karena sangat bermanfaat untuk berbagai keperluan hidup. mereka juga bekerjasama dalam rangka menanggulangi serangan binatang buas maupun adanya bencana alam yang sewaktu-waktu dapat mengusik kehidupan merekaAlat-alat yang dibuat dari batu. b. Sedangkan di Jawa hidup juga kelompok Austromelanesoid yang lebih sedikit lagi dipengaruhi oleh unsur-unsur Mongoloid. gajah. mentimun. Terputusnya hubungan kepulauan Indonesia dengan Asia Tenggara pada akhir masa glasial keempat. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut. Tumbuh-tumbuhan yang mula-mula ditanam adalah kacang-kacangan. seperti untuk memasak makanan. kayu. sesuai dengan perkembangan alam pikiran mereka. Mereka berburu kerbau. untuk dimakan. dan sebagainya. Di bagian barat dan utara ada sekelompok populasi dengan ciri-ciri terutama Austromelanesoid dengan hanya sedikit campuran Mongoloid. jika dianggap sudah tidak memungkinkan lagi tinggal di tempat itu. dan badak.

dan sebagainya. mendiami gua-gua terbuka atau gua-gua payung yang dekat dengan sumber air atau sungai sebagai sumber makanan. tradisi alat tulang. yaitu di Lhok Seumawe. sedangkan di Jawa ditemukan di Gua Lawa Semanding Tuban. dan juga kepercayaan masyarakat pada saat itu. terdapat pula Austromelanesoid 3) Teknologi Ada tiga tradisi pokok pembuatan alat-alat pada masa Pos Plestosin. dan Tamiang. Namun. yaitu tradisi serpih bilah.sekarang. Alat tulang ditemukan di Tonkin Asia Tenggara. kerang. berupa ikan. Ringkasan Masa pra aksara adalah masa manusia sebelum mengenal tulisan. Binjai. karena tingkat kesulitan yang tinggi. kehidupan manusia pada masa itu tetap dapat diketahui dari beberapa . Mulai ada kerjasama dan peningkatan unsur kepercayaan yang diharapkan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketenteraman hidupnya. memakan waktu yang sangat panjang. siput. dan tradisi kapak genggam Sumatera. Mereka membuat lukisanlukisan di dinding gua. Pada masa ini sudah mulai ada usaha bertempat tinggal menetap di suatu perkampungan yang terdiri atas tempat tinggal-tempat tinggal sederhana yang didiami secara berkelompok. Jawa. sedangkan di Indonesia Timur sampai sekarang lebih dipengaruhi oleh komponen Austromelanesoid. c. Nusa Tenggara Timur. Maluku. yang menggambarkan kegiatannya. Sulawesi. 1) Manusia Manusia yang hidup pada masa bercocok tanam di Indonesia Barat mendapat pengaruh besar dari ras Mongoloid. Masa bercocok tanam Perubahan dari masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut ke masa bercocok tanam. Persebaran alatnya meliputi Pulau Sumatera. dan Papua. 4) Masyarakat Manusia yang hidup pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut. di Gua Petpuruh utara Prajekan. dan Sodong Marjan di Besuki. Kapak genggam Sumatera ditemukan di daerah pesisir Sumatera Utara.

zaman batu madya. kayu.peninggalan yang diketemukan. dan masa perundagian. dan Homo. karena mereka dapat menghasilkan makanan yang lebih banyak pula. dan tulang. Manusia purba. Di antara alat batu yang paling terkenal adalah beliung persegi. dan di Sangiran tepi Bengawan Solo pada tahun 1931-1933. Pithecanthropus Erectus. Mereka sudah menunjukkan tanda-tanda akan menetap di suatu tempat. Pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana. Pada masa perundagian. karena hasil pertanian dan peternakan sudah dapat memberi makan sejumlah orang yang lebih besar pula. kegiatan pokoknya adalah berburu dan mengumpulkan makanan dengan peralatan dari batu. 2) Teknologi Masa bercocok tanam di Indonesia dimulai kira-kira bersamaan dengan berkembangnya kemahiran mengasah alat dari batu dan mulai dikenalnya teknologi pembuatan gerabah. dibagi menjadi 2 zaman. mulai ditemukan bijih-bijih logam sehingga berbagai peralatan mulai dibuat dari logam Kelompok manusia sudah lebih besar. kapak batu. Pada masa bercocok tanam sudah mulai ada usaha bertempat tinggal menetap di suatu perkampungan yang terdiri atas tempat tinggal-tempat tinggal sederhana yang didiami secara berkelompok. Zaman pra aksara di Indonesia berdasarkan arkeologis. Jumlah anak yang banyak sangat menguntungkan. dan sebagainya. yaitu zaman batu dan zaman logam. masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut. Zaman pra aksara di Indonesia berdasarkan ciri kebudayaan masyarakat dibagi dalam empat babak. yang ditemukan Von Koeningswald tahun 1936 dan 1941. Alat yang terbuat dari batu dan biasa diasah adalah beliung. mata tombak. yaitu Meganthropus. mata anak panah. Zaman batu meliputi zaman batu tua. mendiami gua-gua terbuka yang dekat dengan sumber air dan sumber makanan. . yaitu masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana. 3) Kehidupan masyarakat Masyarakat mulai meninggalkan cara-cara berburu dan mengumpulkan makanan. dan zaman batu muda. Di Trinil pernah ditemukan fosil tengkorak manusia purba oleh Dubois pada tahun 1891. di daerah Mojokerto pada tahun 1936. Manusia paling primitif yang pernah ditemukan di Indonesia adalah Meganthropus Palaeojavanicus. Manusia yang hidup pada masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut. yaitu jenis manusia yang hidup pada zaman pra aksara. masa bercocok tanam.

4) Pemujaan roh nenek moyang Pemujaan roh leluhur maupun kepercayaan terhadap adanya kekuatan gaib menjadi adat kebiasaan masyarakat saat itu. dari yang masih sangat sederhana berbentuk bulat dengan atap dan dinding dari rumbai. Oleh karena itu. Upacara pemakaman dilakukan sedemikian rupa agar roh yang meninggal tidak salah jalan menuju nenek moyang mereka.dengan kehidupan baru. Masyarakat merasa bahwa tanah merupakan kunci dari kehidupan. manusia sudah berusaha bertempat tinggal menetap dengan mengatur kehidupan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. untuk menampung keluarga mereka. yaitu mulai bercocok tanam secara sederhana dan mulai memelihara hewan. perlahan-lahan berubah sedikit demi sedikit kepada bentuk yang lebih maju dengan daya tampung yang lebih banyak. Yang jelas mereka sudah tidak lagi tergantung pada alam. Sudah mulai ada kepercayaan tentang hidup sesudah mati. mereka meningkatkan manfaat kegunaan tanah. Gotong-royong merupakan suatu kewajiban yang memang diperlukan untuk pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan tenaga orang banyak. Kebiasaan semacam itu lazim disebut animisme dan dinamisme. namun pasti. termasuk penguasaan terhadap binatang-binatang peliharaan. Masa perundagian Pada masa bercocok tanam. bahwa roh seseorang tidak lenyap pada saat orang meninggal. Mereka sudah mengadakan perubahan-perubahan dengan menganggap sebagai pemilik atas unsurunsur yang mengelilinginya. Demikian pula dengan tempat tinggal. seperti mendirikan rumah dan membersihkan saluran air untuk bercocok tanam. Tradisi mendirikan bangunan megalitik (batu besar) muncul berdasarkan kepercayaan adanya hubungan antara yang hidup dengan yang mati. Proses perubahan tata kehidupan yang ditandai dengan perubahan cara memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. yaitu meng- . terjadi secara perlahan-lahan. Terutama karena adanya pengaruh yang kuat dari yang telah mati terhadap kesejahteraan masyarakat dan kesuburan tanaman d.

Sedangkan yang sangat menonjol pada masa per- . antara lain di Anyer Utara Jawa Barat. baik di bidang pertanian maupun peternakan. 2) Teknologi Pada masa perundagian ini. nampaknya menyangkut dan melibatkan berbagai bidang yang lain. semuanya mengalami kemajuan dan penyempurnaan. Namun logam tidak mudah menggeser peranan gerabah yang masih tetap bertahan karena memang tidak semuanya dapat digantikan dengan logam. Pada masa ini mulai ditemukan bijih-bijih logam sehingga berbagai peralatan mulai dibuat dari logam. teknologi berkembang sangat pesat. misalnya terampil dalam membuat rumah kayu. Secara berangsur-angsur dan bertahap. berdasarkan temuan-temuan arkeologis. 1) Penduduk Manusia yang bertempat tinggal di Indonesia pada masa ini dapat diketahui dari berbagai penemuan sisa-sisa rangka dari berbagai tempat. Gilimanuk Bali. sebagai akibat adanya penggolonganpenggolongan dalam masyarakat. Puger Jawa Timur.hasilkan bahan makanan sendiri. dan pencetakan berbagai jenis logam yang dibutuhkan oleh manusia. pembuatan gerabah. pencampuran. Dengan beban pekerjaan tertentu. penggunaan logam sudah dimulai beberapa abad sebelum masehi. penggunaan kapak batu diganti dengan logam. Pada masa perundagian. dan lain sebagainya. perlu dibedakan golongan yang terampil dalam melakukan jenis usaha tertentu. dan Melolo Sumba Timur. penempaan. Teknologi yang berkembang seiring dengan perkembangan kebutuhan. Saat itu juga sedang berkembang teknologi peleburan. Di Indonesia. Pada perkembangan berikutnya. Termasuk perkembangan perdagangan dan pelayaran. banyak jenis pekerjaan yang mempunyai disiplin tersendiri sehingga semakin beraneka ragam perkembangan teknologi yang terjadi pada masa itu. dan mereka kemudian mulai mengadakan aktivitas perdagangan. pembuatan benda-benda dari logam. 3) Kehidupan sosial budaya Seni ukir dan seni hias yang diterapkan pada bendabenda megalitik mengalami kemajuan yang pesat. Pada masa perundagian ini perkampungan sudah lebih besar. karena adanya hamparan pertanian. perhiasan. yaitu penggunaan perunggu dan besi.

com/2008/12/zaman-pra-aksara-dan-pra-sejarah. Perasaan solidaritas ini tertanam dalam hati setiap orang sebagai warisan dari nenek moyang http://deenet-makalah.blogspot. arwah nenek moyang harus diperhatikan dan dipuaskan melalui upacara-upacara.13 0 komentar: . karena dipercaya sangat besar pengaruhnya terhadap perjalanan hidup manusia dan masyarakatnya. Oleh karena itu.undagian ini adalah kepercayaan kepada arwah nenek moyang.html Diposkan oleh yayan di 18. Kehidupan dalam masyarakat masa perundagian adalah hidup yang penuh rasa setia kawan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful