You are on page 1of 6

LAPORAN PRAKTIKUM GIZI DALAM DAUR KEHIDUPAN

MENU ANAK SEKOLAH

Oleh Kelompok 1:

1. GUSTI AYU UTAMA MEIANDARI (P07131216011)


2. NI KADEK WIDYA PRATIWI (P07131216026)

POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR


PROGRAM STUDI D4 GIZI
DENPASAR

TAHUN 2017
A. Soal Kasus
KASUS :
Putu adi merupakan anak dari pasangan suami istri yang duduk dibangku sekolah
dasar. Putu adi anak yang sangat aktif diusianya yang ke 6 tahun. Putu adi memiliki
tinggi badan 124 cm dan berat badan 20 kg. Putu adi bukan anak yang pemilih
makanan.
B. Cara Penyelesaian Kasus
1. Menghitung BBI
BBI = (TB-100)-10%(TB-100)
= (124-100)-10%(124-100)
= 21,6 Kg
2. Kebutuhan energi
1. BMR = BBI x 24 jam x 1
=21.6 x 24 jam x 1 = 518.4 kkal
2. KOREKSI TIDUR = BBI x 0,1 x 8 jam
=21.6 x 0.1 x 8 jam = 17.28 kkal
501.12 kkal
3. AKTIVITAS FISIK = 50% x501.12 kkal = 250.56 kkal
751.68 kkal
4. SDA (10%) = 10% x 751.68 kkal = 75.168 kkal
826.848kka l

3. Persentase Zat Gizi


a. Protein = 15% x 826.848 kkal = 124.0272 kkal
= 31.0068 gram
b. Lemak = 25% x 826.848 kkal = 206.712 kkal
= 22.968 gram
c. Karbohidrat = 60% x 826.848 kkal = 496.1088 kkal
= 124.0272 gram

C. Perhitungan Menu Sehari


a. Makan pagi dan makan malam (20%)
Kebutuhan energi = 25% x 826.848 kkal = 206.712 kkal
Kebutuhan KH = 25% x 124.0272 gram = 7.7517 gram
Kebutuhan protein= 25% x 31.0068 gram = 1.937 gram
Kebutuhan lemak = 25% x 22.968 gram = 0.638 gram

b. Snack pagi dan sore (15%)


Kebutuhan energi = 15% x 826.848 kkal = 124.02 kkal
Kebutuhan KH = 15% x 124.0272 gram = 4.65 gram
Kebutuhan protein= 15% x 31.0068 gram = 1.16 gram
Kebutuhan lemak = 15% x 22.968 gram = 0.38 gram

D. Hasil Pengamatan
1. Data Subjektif
Putu adi anak yang sangat aktif.
2. Data Objektif
BB anak = 20 kg
BBI anak = 21,6 kg ( Kekurangan berat badan lagi 1,6 kg )
TB anak = 124 cm
Kebutuhan Kalori = 826.848 kkal
Persentase zat gizi :
a. Karbohidrat = 124.02 gram
b. Protein = 31.0068 gram
c. Lemak = 22.968 gram

3. Waktu
Waktu yang digunakan dalam membuat menu sehari untuk balita digunakan
waktu dari pukul 07.30 yang dimulai dengan pembagiaan bahan. Persiapan
memasak hingga menghidangkan yaitu pukul 08.30-10.00.
4. Kesesuaian resep
Pada pemberian nama untuk resep menu balita sangat menarik untuk dicoba.
5. Kreatifitas
Dari kreatifitas yang dibuat sudah baik untuk anak sekolah.
6. Cita rasa
Cita rasa yang dihasilkan enak.
7. Tekstur (tingkat kematangan)
Untuk tekstur dari semua masakan sudah baik.
8. Porsi
Untuk porsi pada menu makan siang untuk omelette mie kelebihan porsi.
9. Penyajian (garnish)
Penyajian garnish untuk masing-masing masakan yang dibuat sudah sangat
menarik dan cocok untuk anak sekolah..
10. Hasil Masakan

E. Pembahasan

Pada praktek Gizi Dasar Daur Kehidupan, kami membuat menu untuk kasus . Dari
contoh kasus tersebut tertera Putu adi merupakan anak dari pasangan suami istri yang
duduk dibangku sekolah dasar. Putu adi anak yang sangat aktif diusianya yang ke 6 tahun.
Putu adi memiliki tinggi badan 124 cm dan berat badan 20 kg. Putu adi bukan anak yang
pemilih makanan.

Setelah dilakukan perhitungan dari data yang ada, diperoleh bahwa Berat Badan
Ideal (BBI) dari anak Ibu Ayu adalah 21.6 kg sedangkan berat badan putu adi adalah 20
kg, ini berati putu adi kekurangan berat badan 1.6 kg. Jadi energi seluruhnya yang
dibutuhkan oleh sandi adalah 826.848 kkal, dengan persentase zat gizi yaitu karbohidrat
adalah 124.02 gram; protein adalah 31.0068 gram; dan lemak adalah 22.968 gram.
Dimana distibusi makan yaitu
1. Makan pagi dan makan malam digunakan 25% dari energi, karbohidrat, protein, dan
lemak total. Jadi diperoleh energi yang harus dipenuhi yaitu 206.712 kkal dari energi
total; karbohidrat diperlukan 7.75 gram dari persentase karbohidrat total; protein 1.93
gram dari persentase protein total; dan lemak 0.368 gram dari persentase lemak total.
2. Snack siang dan snack sore digunakan 15% dari energi, karbohidrat, protein, dan lemak
total. Jadi diperoleh energi yang harus dipenuhi yaitu 124.02 kkal dari energi total;
karbohidrat diperlukan 4.65 gram dari persentase karbohidrat total; protein 1.16 gram
dari persentase protein total; dan lemak 0.38 gram dari persentase lemak total.

Menu makan Balita dalam sehari


Menu yang di berikan pada sandi dalam sehari hari adalah pada pagi hari di
berikan pada jam 07.00 menunya adalah sandwich sebagaimana bahannya adalah roti
seberat 50 gram, tomat dan menttimun seberat 20 gram, sosis seberat 10 gram, telur
seberat 30 gram, dan selada 20 gram. Setelah diolah sandwich menjadi 120 gram.
Selingan pagi di berikan pada jam 10.00 menunya adalah pisang keju dengan bahan :
pisang seberat 50gram, dan keju, susu dan tepung terigu seberat 10 gram setelah jadi
beratnya 100 gram. Makan siang di berikan pada jam 12.00 menunya adalah omelette mie
sebagaimana bahannya adalah mie dan telur seberat 30 gram, wortel dan bayam seberat
25 gram. Setelah diolah berat omelette mie adalah 140 gram. selingan sore di berikan
pada jam 15.00 menunya adalah jus apel. Makan malam di berikan pada jam 18.00
menunya adalah nasi putih, ikan goreng dan capcay serta susu sebagaimana bahannya
adalah beras 30 gram. Ikan segar seberat 50 gr. Capcay dengan bahan : ayam wortel dan
sawi seberat 20 gr. Susu diberikan saat balita menjelang tidur.
Total energi yang diperoleh yaitu 829.08 dimana lebih lagi 2,232 kkal dari
energi yang seharusnya dipenuhi. Untuk karbohidrat diperoleh 97.55 gr dimana kurang
26.47 gr dari karbohidrat yang harus dipenuhi. Untuk protein diperoleh 38.455 gr dimana
lebih lagi 7.4482 gr dari protein yang harus dipenuhi. Untuk lemak diperoleh 28.2 gr
lebih lagi 5.232 gr dari lemak yang harus dipenuhi.
Pada menu balita ini ada beberapa kesalahan diantanya yaitu.
Porsi untuk makan siang (omelette mie) sangat berlebih dan menu makan malam
harusnya menjadi menu makan siang.

F. Evaluasi.
Dari menu anak sekolah yang dibuat untuk kasus dengan anak berumur 6 tahun yang
sangat aktifr yaitu.
1. Dalam porsi makan pagi sangat berlebih, yaitu dalam penggunaan mie.
2. Dalam menu makan siang harusnya menjadi menu makan malam.
3. Kalori yang berlebih diperoleh dari bahan makanan yang banyak digunakan dari
lemak.
4. Variasi warna kurang menarik
G. Kesimpulan
Anak yang berumur 6 tahun sebaiknya mengkonsumsi makanan dengan variasi
makanan yang banyak sehingga tidak bosan. Kebutuhan akan zat gizi yang diperlukan
anak harus sesuai dengan kebutuhannya tidak kurang dan berlebih. Hindari porsi yang
berlebih dalam membuat porsi pada makanan. Memperbanyak makanan yang
mengandung protein, baik protein hewani dan nabati. Pada masa pertumbuhan seperti
saat anak-anak mengkonsumsi susu juga perlu diperhatikan.