You are on page 1of 10

4.1.

2 Karakteristik Sampel Penelitian

Pada pengumpulan data penelitian yang dilakukan pada responden di Puskesmas


Prabumulih Barat, diperoleh gambaran karakteristik riwayat pengobatan, pelayanan
kesehatan dan karakteristik kuisioner kepatuhan MMAS responden berdasarkan Baik atau
tidaknya pasien setelah menjalani pengobatan, ada atau tidak dukungan dari keluarga
terhadap pengobatan yang dilakukan, puas tidaknya terhadap pelayanan kesehatan, informasi
yang telah diberikan tentang penyakit dan pengobatan, asuransi kesehatan yang digunakan,
tingkat kepatuhan mengonsumsi obat dan menghentikan pengobatan sendiri saat keadaabya
membaik.

Tabel 4.1.2.1 Karakteristik Sampel Penelitian


Variabel Penderita Hipertensi
n Presentase
(n = 82)
Membaik Setelah Berobat
Ya 79 96,3%
Tidak 3 2,7,%

Dukungan Dari Keluarga


Ada 81 98,8%
Tidak Ada 1 1,2%

Puas Dengan Pelayanan Kesehatan


Puas 36 43,9%
Cukup Puas 46 56,1%
Tidak Puas 0 0%

Informasi Tentang Pengobatan


Ya 79 96,3%
Tidak 3 2,7%

Asuransi Kesehatan
Umum 12 14,7%
BPJS/KIS 55 67%
KK/KTP 15 18,3%

Meminum Semua Obat Kemarin


Ya 58 70,7%
Tidak 24 29,3%

Menghentikan Pengobatan
Ya 21 25,6%
Tidak 61 74,4%
Berdasarkan riwayat pengobatan pasien pada tabel diatas menunjukkan pasien yang
meyakini keadaanya semakin membaik setelah menjalani pengobatan mencatakan persentase
sebesar 96,3% sedangkan yang tidak meyakini adanya perbaikan adalah 2,7%, dari penelitian
diatas juga mencatakan sebanyak 98,8% pasien menyatakan ada dukungan dari keluarga atau
masyarakat sekitar terkait pengobatannya dan hanya 1,2% yang menyatakan tidak.
Berdasarkan karakteristik pelayanan kesehatan menunjukkan tingkat kepuasan
terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan dalam pengobatan pasien sebanyak 43,9%
pasien yang menyatakan puas sedangkan 56,1% pasien menyatakan cukup puas dan 0%
pasien yang menyatakan tidak puas, penelitian diatas juga menunjukkan sebesar 96,3%
pasien memperoleh informasi yang cukup tentang penyakit dan cara pengobatan dan 2,7%
pasien menyatakan tidak mendapatkan informasi yang cukup, kemudian dari penelitian diatas
juga di ketahui bahwa 67% pasien yang menjalani pengobatan terdaftar sebagai pasien BPJS,
18,3% terdaftar menggunakan KK/KTP dan 14,7% terdaftar sebagai pasien umum.
Dari penelitiam karakteristik kuisioner kepatuhan MMAS tentang kepatuhan pasien
dalam mengonsumsi semua obat tercatat sebanyak 70,7% pasien mengonsumsi semua obat
dan 29,3% pasien yang tidak mengonsumsi semua obat, didapatkan juga dari penelitian
tentang kepatuhan pasien dalam menghentikan dan melanjutkan pengobatan didapatkan
sebanyak 25,6% pasien yang berhenti minum obat karena merasa keadaan membaik dan
sebanyak 74,4% pasien tetap melanjutkan pengobatanya.
Tabel 4.1.2.2 Karakteristik Klinis Sampel Penelitian
Variabel Kepatuhan Total
Rendah Sedang Tinggi
(skor>2) (skor 1 atau 2) (skor 0)
Membaik Setelah Berobat
Ya 32 (40,5%) 27 (34,2%) 20 (25,3%) 79 (100,0%)
Tidak 2 (66,7%) 1 (33,3%) 0 (0%) 3 (100,0%)

Dukungan Dari Keluarga


Ada 32 (39,5%) 29 (35,8%) 20 (24,7%) 81 (100,0%)
Tidak Ada 1 (100%) 0 (0%) 0 (0%) 1 (100,0%)

Puas Dengan Pelayanan Kesehatn


Puas 8 (22,2%) 17 (47,2%) 11 (30,6%) 36 (100,0%)
Cukup puas 26 (56,5%) 12 (26,1%) 8 (17,4%) 46 (100,0%)
Tidak Puas 0 (0%) 0 (0%) 0 (0%) 0 (100,0%)

Informasi Tentang Pengobatan


Ya 32 (40,5%) 28 (35,4%) 19( 24,1%) 79 (100,0%)
Tidak 1 (33,3%) 1 (33,3%) 1 (33,3%) 3 (100,0%)

Asuransi Kesehatan
Umum 4 (33,3%) 4 (33,3%) 4 (33,3%) 12 (100,0%)
BPJS/KIS 23 (41,8%) 17 (31%) 15 (27,2%) 55 (100,0%)
KK/KTP 6 (40%) 8 (53,3%) 1 (6,7%) 15 (100,0%)

Meminum Semua Obat Kemarin


Ya 20 (34,5%) 22 (38%) 16 (27,5%) 58 (100,0%)
Tidak 13 (54,2%) 7 (29,2%) 4 (16,6%) 24 (100,0%)

Menghentikan Pengobatn
Ya 18 (85,7%) 3 (14,3%) 0 (0%) 21 (100,0%)
Tidak 15 (24,6%) 26 (42,6%) 20 (32,8%) 61 (100,0%)

Berdasarkan tabel penelitian diatas terdapat 79 responden yang menyatakan


keadaanya membaik setelah minum obat dimana didapatkan 32 responden (40,5%) yang
kepatuhan minum obatnya rendah dan 47 lainnya, 27 responden (34,2%) dengan kepatuhan
sedang, dan 20 responden (25,3%) dengan kepatuhan minum obat yang tinggi. Sedangkan
dari 3 responden yang menyatakan tidak mengalami perbaikan didapatkan 2 responden
(66,7%) yang kepatuhan minum obatnya rendah dan 1 responden (33,3%) dengan kepatuhan
sedang, dan 0 responden (0%) dengan kepatuhan minum obat yang tinggi. Dari 81 responden
yang menyatakan adanya dukungan dari keluarga dan masyarakat sekitar tentang
pengobatanya didapatkan 32 responden (39,5%) yang kepatuhan minum obatnya rendah, 29
responden (35,8%) kepatuhan minum obatnya sedang dan 20 reponden (24,7%) dengan
kepatuhan minum obat yang tinggi.
Untuk tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan dari 36
responden menyatakan puas didapatkan 11 responden (30,6%) dengan kepatuhan minum
obatnya tinggi, 17 responden (47,2%) kepatuhan minum obatnya sedang dan 8 responden
(22,2%) dengan kepatuhan minum obat yang rendah, dari 46 responden yang menyatakan
cukup puas didapatkan 8 responden (17,4%) dengan kepatuhan minum obat yang tinggi, 12
responden (26,1%) kepatuha minum obatnya sedang dan 26 responden (56,5%) dengan
kepatuhan minum obat yang rendah, berdasarkan informasi tentang tentang pengobatan yang
dijalani pasien didapatkan sebanyak 79 responden yang manyatakan ya, 19 responden
(24,1%) yang kepatuhan minum obatnya tinggi, 28 responden (35,4%) kepatuhan minum
obatnya sedang dan 32 responden (40,5%) dengan kepatuhan minum obat yang rendah, dari 3
responden yang menyatakan tidak didapatkan 1 responden (33,3%) dengan kepatuhan minum
obat yang tinggi, 1 responden (33,3%) kepatuhan minum obat yang rendah dan 1 responden
(33,3%) dengan kepatuhan minum obat yang sedang, berdasarkan asuransi kesehatan yang
digunakan, tercatat sebanyak 12 responden terdata sebagai pasien umum dimana sebanyak 4
responden (33,3%) kepatuhan minum obatnya tinggi, 4 responden (33,3%) kepatuhan minum
obatnya sedang dan 4 responden (33,3%) kepatuhan minum obatnya rendah, 55 responden
terdata menggunakan BPJS, dimana 15 responden (27,2%) dengan kepatuhan minum obat
yang tinggi, 17 responden (31%) kepatuhan minum obat yang sedang dan 23 responden
(41,8%) dengan kepatuhan minum obatnya rendah, sebanyak 15 responden terdata
menggunakan KK/KTP, 1 responden (6,7%) dengan kepatuhan minum obatnya tinggi, 8
(53,3%) dengan kepatuhan minum obatnya sedang dan 6 responden (40%) kepatuhan minum
obatnya rendah.
Berdasarkan kepatuhan pasien meminum semua oabtnya kemarin didapatkan
sebanyak 58 pasien yang menyatakan ya, 16 responden (27,5%) dengan kepatuhan minum
obatnya tinggi, 22 responden (38%) dengan kepatuhan minum obat yang sedang dan 20
responden (34,5%) dengan kepatuhan minum obat yang rendah, tercatat sebanyak 24 pasien
yang menyatakan tidak meminum semua obat kemarin, 4 responden (16,6%) dengan
kepatuhan minum obat yang tinggi, 7 pasien (29,2%) dengan kepatuhan minum obat yang
sedang dan 13 reponden (54,2%) kepatuhan minum obatnya rendah, berdasarkan peneltian
tentang menghentikan pengobatan saat keadaan membaik didapatkan sebanyaj 21 pasien
yang menytakan ya, 18 responden ( 85,7%) dengan kepatuhan minum obatnya rendah, 3
responden ( 14,3%) dengan kepatuhan minum obat sedang dan 0 responden (0%) dengan
kepatuhan minum obat yang tinggi, sebanyak 61 pasien mengatakan tidak menghentikan
pengobatan saat keadaan membaik, didapatkan 20 responden (32,8%) dengan kepatuhan
minum obat tinggi, 26 responden (42,6%) dengan kepatuhan minum obat yang sedang dan 15
( 24,6%) dengan kepatuhan minum obat yang rendah.

Diagram distribusi ini perlu dak ?


90

80

70

60

50
Column2
40 79

30

20

10

0 3
Ya Tidak

Membaik Setelah Berobat

3.66%

Ya
Tidak

96.34%
Pertanyaan nomor 3A

Apakah Bapak/Ibu yakin keadaanya akan membaik setelah menjalani pengobatan medis ?

3.66%

Tidak

Ya

96.34%

Grafik1. Data Pertanyaan memgenai keyakinan terhadap keadaan yang membaik

Pertanyaan no 3B

Apakah ada dukungan dari keluarga atau masyarakat sekitar terkait pengobatan yang anda jalani ?

1.22%

Tidak ada
Ada

98.78%

Grafik2. Data Pertanyaan memgenai dukungan dari keluarga


Pertanyaan no 4A

Apakah anda puas dengan pelayanan kesehatan yang diberikan untuk mengobati penyakit anda ?

43.90%
Puas
56.10%
Cukup Puas

Tidak Puas

Gra
fik3. Data Pertanyaan memgenai Kepuasan terhadap pelayanan kesehatan

Soal no 4B
Apakah Anda memperoleh informasi yang cukup tentang penyakit dan cara pengobatan penyakit anda?

3.66%

Ya
Tidak

96.34%

Grafik4. Tentang informasi yang cukup

Pertanyaan no 4C

Apakah Anda terdaftar sebagai pasien umum atau menggunakan asuransi tertentu ?

18.29% 14.63%

67.07%

Umum BPJS KK/KTP


Gra
fik5. Data Pertanyaan memgenai Asuransi Kesehatan yang digunakan
Kuisioner MMAS soal no 5

Apakah bapak/ibu kemarin meminum semua obat?

29.27%

Ya
Tidak

70.73%

Grafik6. Konsumsi semua obat kemarin


Pada pertanyaan mengenai kepatuhan meminum semua obat satu hari sebelumnya didapatkan 58 orang
pasien (70,7%) mengatakan Ya sedangkan 28 orang pasien (29,3%) mengatakan tidak, berdasarkan literatur
riwayat meminum obat yang teratur memberikan dampak yang signifikan terhadap penyakit hipertensi yang
terkontrol, pada penelitian ini didapatkan hasil yang baik adapun faktor yang mempengaruhinya antara lain
pemberian informasi yang baik dan jelas, kesadaran pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur dan
lingkungan yang mendukung.

Kuisioner Kepatuhan MMAS soal nomor 6


Saat merasa keadaan membaik, apakah Bapak/Ibuk terkadang memilih untuk berhenti minum obat ?

25.61%

Ya
Tidak

74.39%

Grafik7. Menghentikan pengobatan saat keadaan membaik


Pada penelitian mengenai menghentikan pengobatan saat keadaan membaik
didapatkan pasien yang tetap melanjutkan pengobatan sebanyak 61 (74,4%) dan yang
menghentikan pengobatan sebanya 21 orang (25,6%), berdasarkan literatur, menghentikan
pengobatan saat keadaan membaik memiliki korelasi terhadap tingkat kepatuhan dalam
pengobatan hipertensi, sedangkan tingkat kepatuhan ini bergantung juga pada tingkat
pendidikan,tingkat kepercayaan terhadap pengobatan dan tingkat status ekonomi.

Saran:

Dalam mengedukasi pasien selain memberikan penjelasan yang baik sehingga pasien
mendapatkan informasi yang jelas diperlukan juga mengetahui status tingkat pendidikan dan
status ekonomi pasien agar informasi yang diterima pasien dapat diserap secara utuh.

Foto: (Putra)