You are on page 1of 9

TUGAS MANAJEMEN STRATEGIK

CHAPTER 4 : TYPES OF STRATEGY

DISUSUN OLEH :

1. SONIA SURYA BUNGA R ( 041511333021 )
2. DIAN NOVITASARI ( 041511333022 )
3. NORMA YUNIDYA W ( 041511333028 )
4. MAYA APRILIA K ( 041511333035 )
5. ANGGRAENI SURYANANDA ( 041511333045 )

KELAS N

S1 AKUNTANSI

UNIVERSITAS AIRLANGGA

Diversifikasi Terkait. di berbagai perusahaan kecil terdapat tiga tingkatan strategis saja : perusahaan. Jenis – Jenis Strategi Strategi alternatif yang dapat dijalankan sebuah perusahaan yang dikategorikan menjadi 11 tindakan yaitu : Integrasi ke Depan. yaitu :  Strategi Tingkat Perusahaan ( Corporate Strategi ) Ditetapkan oleh tingkat manajemen tertinggi di dalam organisasi dan mengarah kepada bisnis apa yang akan dilakukan serta bagaimana sumber daya dialokasikan di antara bisnis tersebut. fungsional dan operasional. divisional. Di perusahaan-perusahaan besar. Strategi bisnis biasanya diformulasikan oleh manajer tingkat bisnis melalui negosiasi dengan manajer korporasi dan memusatkan kepada bagaimana cara bersaing dalam dunia bisnis yang ada. Strategi fungsional harus .  Strategi Tingkat Fungsional ( Fungsional Strategy ) Mempunyai lingkup yang lebih sempit lagi dibandingkan strategi korporasi dan strategi bisnis.Tingkatan Strategi Menurut David membuat strategi bukan semata-mata tugas eksekutif puncak. Divestasi. fungsi keuangan. Tingkatan . Integrasi ke Belakang. Sedangkan. Likuidasi. Strategi korporasi secara umum melibatkan tujuan jangka panjang yang berhubungan dengan organisasi secara keseluruhan dan investasi keuangan secara langsung. B.  Strategi Tingkat Bisnis ( Business Strategy ) Ditetapkan oleh masing-masing unit bisnis strategi . Namun. fungsional dan operasional. Integrasi Horizontal. Diversifikasi Tak Terkait. Berhubungan dengan fungsi bisnis seperti fungsi produksi. biasanya terdapat empat tingkat strategi: Perusahaan. Penetrasi Pasar. CHAPTER 4 : TYPES OF STRATEGY A. perusahaan pada umumnya mempunyai tiga tingkatan strategi. fungsi SDM. fungsi riset dan pengembangan (R&D). Dalam suatu manajemen strategi. Strategi bisnis harus melalui dan diperoleh serta didukung oleh strategi korporasi. Penciutan. Manajer tingkat bawah dan tingkat menengah pun harus sejauh mungkin dilibatkan dalam proses perencanaan strategis. fungsi pemasaran. Pengembangan Produk. Pengembangan Pasar.

mengarah kepada strategi bisnis dan konsep mereka yang paling utama adalah tergantung kepada hasil jawaban bagaimana cara menerapkannya Di perusahaan besar. direktur informasi (CIO.Chief Finance Officer). dan seterusnya di tingkat fungsional. Manajer Sumber Daya Manusia (MSDM). Di perusahaan kecil. Semakin banyak produsen dewasa ini yang menjalankan strategi integrasi ke depan dengan cara membangun situs Web untuk secara langsung menjual produk mereka kepada konsumen. presiden atau wakil presiden eksekutif di tingkat divisional. Strategi Integrasi Integrasi ke depan. Strategi ini menimbulkan kegemparan di beberapa industri. Satu cara yang efektif untuk integrasi ke depan adalah pewaralabaan (franchising) Bisnis memanfaatkan pewaralabaan untuk mendistribusikan produk atau jasa mereka.Chief Executive Officer) di tingkat perusahaan. serta manajer pabrik. orang-orang yang paling bertanggung jawab agar memiliki strategi-strategi efektif di berbagai tingkatan mencangkup direktur eksekutif (CEO. C. Direktur pemasaran (CMO- Chief Marketing Officer). dan seterusnya di tingkat operasional. manajer pemasaran wilayah. pemasok. integrasi ke belakang. Bisnis dapat melakukan ekspansi secara cepat melalui pewaralabaan karena biaya dan peluang yang muncul disebar di kalangan banyak individu.Chief Information Officer). dan atau pesaing  Integrasi ke Depan Integrasi ke depan berkaitan dengan usaha untuk memperoleh kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas distributor. dan integrasi horizontal secara kolektif kadang disebut sebagai strategi-strategi integrasi (vertical integration). direktur keuangan (CFO. Strategi-strategi integrasi vertikal memungkinkan sebuah perusahaan memperoleh kendali atas distributor. . orang-orang yang paling bertanggung jawab agar memiliki strategi-strategi efektif di berbagai tingkatan mencangkup pemilik bisnis atau direktur utama di tingkat perusahaan dan kemudian orang-orang yang sama di dua tingkat di bawahnya seperti yang ada di perusahaan besar.

 Pengembangan Pasar Strategi ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk atau jasa yang ada ke daerah-daerah yang secara geografis merupakan daerah baru. serta adanya pangsa yang baru atau pasar yang belum jenuh. pendapatan laba yang sesuai dengan harapan. akuisisi.Merger. atau tidak mampu memenuhi kebutuhan perusahaan.Salah satu tren paling signifikan dalam manajemen strategi dewasa ini adalah meningkatnya pemakaian integrasi horizontal sebagai strategi pertumbuhan. Hal ini dapat dilakukan jika memiliki jaringan distribusi. atau pelipatgandaan upaya-upaya pemasaran.  Integrasi ke Belakang Baik produsen maupun peritel membeli material yang mereka butuhkan dari pemasok. Penetrasi pasar meliputi penambahan jumlah tenaga penjualan. terjadi kelebihan kapasitas produksi. Integrasi ke belakang adalah sebuah strategi yang mengupayakan kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas pemasok perusahaan. peningkatan pengeluaran untuk iklan. terlampau mahal. Strategi tersebut sangat tepat ketika pemasok perusahaan yang ada saat ini tidak bisa diandalkan. penawaran produk-produk promosi penjualan secara ekstensif. Strategi-Strategi Intensif  Penetrasi Pasar Penetrasi pasar adalah strategi yang mengusahakan peningkatan pangsa pasar untuk produk atau jasa yang ada di pasar saat ini melalui upaya-upaya pemasaran yang lebih besar.  Pengembangan Produk Pengembangan produk adalah sebuah strategi yang mengupayakan peningkatan penjualan dengan cara memperbaiki atau memodifikasi produk atau jasa yang ada saat ini. dan pengambilalihan di antara para pesaing memungkinkan peningkatan skala ekonomi serta mendorong transfer sumber daya dan kompetisi. D. Pengembangan produk biasanya membutuhkan pengeluaran yang besar untuk penelitian dan pengembangan.  Integrasi Horizontal Integrasi horizontal mengacu pada strategi yang mengupayakan kepemilikan atau kendali yang lebih besar atas pesaing perusahaan. .

 Kerja sama lintas bisnis untuk menciptakan kekuatan dan kapabilitas sumber daya yang bernilai secara kompetitif. Ketika menambahkan produk yang baru namun terkait akan secara signifikan mendongkrak penjualan produk saat ini. 5.  Memanfaatkan nama merek yang sudah dikenal luas. bisnis dikatakan tak terkait ketika rantai nilai bisnis sangat tidak mirip sehingga tidak ada hubungan lintas bisnis yang bernilai secara kompetitif.  Diversifikasi Terkait Enam pedoman tentang kapan diversifikasi terkait dapat menjadi sebuah strategi yang sangat efektif : 1. 4.E. Strategi diversifikasi menjadi tidak terlalu disukai manakala organisasi mendapati bahwa mengelola berbagai aktivitas bisnis yang beragam tidaklah mudah. . Strategi-Strategi Diversifikasi Terdapat dua jenis umum strategi-strategi diversifikasi (diversification strategies) : terkait dan tak terkait. 3. Ketika organisasi berkompetisi di sebuah industri yang tidak mengalami pertumbuhan atau yang pertumbuhannya lambat 2. Ketika produk organisasi yang ada saat ini sedang dalam tahap penurunan dari siklus hidup produk. Ketika organisasi memiliki tim manajemen yang kuat. Ketika produk yang baru namun terkait memiliki tingkat penjualan musiman yang dapat mengimbangi puncak dan jurang penjualan yang ada saat ini di perusahaan. tips dan trik teknologis. Bisnis dikatakan terkait ketika rantai nilai bisnis memiliki kesesuaian strategis lintas bisnis yang bernilai secara kompetitif. Ketika produk yang baru namun terkait dapat ditawarkan dengan harga yang sangat bersaing.  Memadukan aktivitas-aktivitas terkait dari bisnis yang terpisah ke dalam satu operasi tunggal untuk mencapai biaya yang lebih rendah. Sebagian besar perusahaan memilih strategi diversifikasi yang terkait untuk memanfaatkan sinergi-sinergi berikut :  Mentransfer keahlian yang bernilai secara kompetitif. 6. atau kapabilitas lain dari satu bisnis ke bisnis yang lain.

beberapa perusahaan berhasil menjalankan diversifikasi tak terkait. yang membutuhkan terlalu banyak modal. Mengelola bisnis di banyak industri jauh lebih sulit daripada di satu industri. Divestasi dapat menjadi bagian dari keseluruhan strategi penciutan untuk membebaskan organisasi dari bisnis yang tidak menguntungkan. jika perusahaan sering mendapatkan kegagalan dalam berusaha padahal sumber daya cukup tersedia. Hal ini karena terjadi penurunan penjualan dan laba perusahaan. retrenchment yang kadang-kadang disebut juga sebagai strategi turnaround dirancang agar perusahaan mampu bertahan pada pasar persaingannya. dan mengendalikan secara efektif. Diversifikasi tak terkait melibatkan usaha untuk mencari dan mengakuisisi perusahaan-perusahaan yang asetnya bernilai rendah. Jadi. atau yang secara finansial sedang tertekan.  Diversifikasi Tak Terkait Strategi diversifikasi tak terkait lebih memilih portofolio bisnis yang sanggup memberikan kinerja keuangan yang sangat baik di industrinya sendiri. kurang efisien dalam berusaha atau diperlukan reorganisasi internal karena dianggap perusahaan terlalu cepat tumbuh.  Divestasi Menjual satu divisi atau bagian dari suatu organisasi disebut dengan divestasi (divestiture). Hal ini dapat dilakukan. Namun demikian. Divestasi sering dipakai untuk mendapatkan modal guna akuisisi atau investasi strategis lebih jauh. mendelegasikan. Masalah utama diversifikasi tak terkait adalah bahwa induk perusahaan harus memiliki tim manajemen puncak yang sangat bagus yang mampu merencanakan. atau yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi namun kekurangan modal investasi. Strategi-Strategi Defensif  Penciutan Strategi ini dapat dilakukan melalui reduksi biaya dan asset perusahaan. Perusahaan yang menjalan diversifikasi tak terkait terus menerus mencari di berbagai industri yang berbeda perusahaan-perusahaan yang dapat diakuisisi dalam suatu kesepakatan dan memiliki potensi untuk menghasilkan pengembakian atas investasi yang tinggi. F. atau yang tidak begitu sesuai dengan aktivitas- . mengorganisasi. tujuan strategi ini adalah untuk menghemat biaya agar sales ataupun keuntungan dapat dipertahankan dengan cara menjual sebagian asset perusahaan. memotivasi.

ketika konsumen tidak (terlalu) peduli terhadap perbedaan merek. Keunikan produk (barang atau jasa) yang dikedepankan ini memungkinkan suatu perusahaan untuk menarik minat sebesar-besarnya dari konsumen potensialnya. secara terpisah-pisah. Strategi jenis ini biasa ditujukan kepada para konsumen potensial yang relatif tidak mengutamakan harga dalam pengambilan keputusannya (price insensitive). strategi jenis ini amat sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang termasuk dalam kategori perilaku low- involvement. atau jika terdapat sejumlah besar konsumen memiliki kekuatan tawar-menawar yang signifikan. (relatif) tidak membutuhkan pembedaan produk. Divestasi juga telah menjadi strategi yang populer bagi perusahaan untuk berfokus pada bisnis inti mereka dan tidak terlalu terdiversifikasi. mendorong perusahaan untuk sanggup menemukan keunikan tersendiri dalam pasar yang jadi sasarannya.  Strategi Pembedaan Produk (differentiation) Strategi Pembedaan Produk (differentiation). lebih baik menghentikan operasi daripada terus menderita kerugian uang dalam jumlah yang besar.Namun demikian. Produk ini (barang maupun jasa) biasanya ditujukan kepada konsumen yang relatif mudah terpengaruh oleh pergeseran harga (price sensitive) atau menggunakan harga sebagai faktor penentu keputusan.  Likuidasi Menjual seluruh aset perusahaan. Dari sisi perilaku pelanggan. aktivitas perusahaan yang lain.Likuidasi merupakan pengakuan kekalahan dan konsekuensinya bisa menjadi sebuah strategi yang sulit secara emotional. Contoh penggunaan strategi ini secara tepat adalah pada produk barang yang bersifat tahan lama (durable) dan sulit ditiru oleh pesaing.  Strategi Fokus (focus) . G. untuk kekayaan berwujudnya disebut likuidasi (liquidation). Strategik Generik Porter  Strategi Biaya Rendah (cost leadership) Strategi Biaya Rendah (cost leadership) menekankan pada upaya memproduksi produk standar (sama dalam segala aspek) dengan biaya per unit yang sangat rendah.

 Strategi Kemitraan Kemitraan biasanya didefinisikan sebagai hubungan sukarela dan bersifat kerjasama antara beberapa pihak. 5. Evaluasi target yang kurang memadai. karena pemecatan dan relokasi. kapasitas yang lebih baik. konsumen. 2. Strategi ini akan menjadi lebih efektif jika konsumen membutuhkan suatu kekhasan tertentu yang tidak diminati oleh perusahaan pesaing. Syarat bagi penerapan strategi ini adalah adanya besaran pasar yang cukup (market size). Turunnya semangat kerja karyawan 8. 4. Strategi fokus digunakan untuk membangun keunggulan bersaing dalam suatu segmen pasar yang lebih sempit. Strategi jenis ini ditujukan untuk melayani kebutuhan konsumen yang jumlahnya relatif kecil dan dalam pengambilan keputusannya untuk membeli relatif tidak dipengaruhi oleh harga. baik pemerintah maupun swasta. Untuk menguasai teknologi baru. Sarana-Sarana Untuk Mencapai Strategi  Strategi Merger / Akuisisi Alasan Melakukan Merger Dan Akuisisi Alasan Merger Dan Akuisisi Gagal 1. Untuk mengurangi staf manajerial. Untuk memperoleh akses ke pemasok. 7. terdapat potensi pertumbuhan yang baik. Untuk memanfaatkan secara lebih baik 3. Kesulitan – kesulitan integrasi. Untuk mengatasi masalah tren musiman 6. sinergi. 4. Untuk mengurangi kewajiban pajak. Utang yang besar atau luar biasa. Akuisisi yang terlalu besar. akuisisi. dan tidak terlalu diperhatikan oleh pesaing dalam rangka mencapai keberhasilannya (pesaing tidak tertarik untuk bergerak pada ceruk tersebut). Kesulitan dalam menyatukan budaya kreditor baru. tenaga penjualan yang ada. H. yang semua orang didalamnya . Terlalu banyak divestasi. Untuk menydiakan pemanfaatan 1. distributor. organisasi yang beragam. 2. Ketidak mampuan untuk mencapai 3. produk. 7. 9. dan 8. Untuk mencapai skala ekonomi. Para manajer terlampau berfokus pada pada penjualan. 6. 5.

dan sinkronisasi seluruh program-program dengan lembaga-lembaga terkait yang berpartisipasi dalam kemitraan tersebut. sehingga seluruh program sampai ke masyarakat dan dapat dilaksanakan tanpa hambatan berarti. integrasi dan sinkronisasi seluruh program. integrasi.  Joint Venture Joint Venture merupakan strategi yang sangat populer. pihak-pihak yang bermaksud melakukan kerjasama tersebut membentuk suatu perusahaan baru dengan tujuan menjalankan kerjasama yang dimaksud. setuju untuk bekerjasama dalam meraih tujuan bersama dan menunaikan kewajiban tertentu serta menanggung resiko. Tidak jarang. perlu ditingkatkan koordinasi. tanggungjawab. jaringan dan sistem distribusi. Joint Venture bisa terjadi dalam berbagai bentuk seperti R&D. . Penggalangan kemitraan dan kerjasama yang baik dilakukan dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Kunci utama terlaksananya kemitraan adalah dengan merapkan koordinasi. kemampuan dan keuntungan secara bersama-sama. Strategi ini muncul ketika dua atau lebih perusahaan membentuk suatu kerjasama atau konsorsium dalam rangka memanfaatkan peluang yang ada secara bersama-sama. kesepakatan linsensi. baik secara internal maupun lintas sektoral. Strategi ini masuk dalam kategori strategi defensif karena perusahaan yang melakukan Joint Venture tidak berminat untuk bekerja/ mengambil resiko sendiri. Untuk membangun dan memperluas akses pendidikan masyarakat dan menjawab tantangan pengembangan kemitraan. juga upaya untuk mengajukan penawaran bersama agar dapat memenangkan suatu tender. kesepakatan produksi. sumberdaya.