You are on page 1of 2

PENGANTAR ARSITEKTUR SISTEM TEKNOLOGI

INFORMASI
Nama: Aweng Malibu Gardano
NIM: 1705551104

Arsitektur Sistem Teknologi Informasi adalah suatu pemetaan atau rencana
kebutuhan-kebutuhan informasi di dalam suatu organisasi (Turban, McLean, Wetherbe,
1999). Arsitektur ini berguna sebagai penuntun bagi operasi sekarang atau menjadi cetak-
biru (blueprint) untuk arahan di masa mendatang. Tujuan dari arsitektur ini adalah agar
bagian teknologi informasi memenuhi kebutuhan-kebutuhan bisnis strategis organisasi. Oleh
karena itu, arsitektur informasi memadukan kebutuhan informasi, komponen sistem
informasi, dan teknologi pendukung.
Arsitektur IT dibuat berdasarkan strategi perusahaan. Melalui pemahaman terhadap setiap
strategi, maka arsitektur dapat dibuat dalam cetakbiru, yang kemudian menjadi landasan
pembuatan infrastruktur. Jadi hal utama yang dipikirkan secara strategic terkait dengan
infrastruktur IT adalah:

1. Business Strategy, Strategi bisnis perusahaan yang mencakup visi, misi dan tujuan bisnis
perushaan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
2. IT Strategy, Strategi perencanaan arisitektur dan infrastruktur perusahaan.
3. Information Technology, Mengetahui dan mengikuti perkembangan Teknologi Informasi.
Karena perkembangan dunia ITyang pesat harus diimbangi dengan kecepatan didalam
antisipasi dan reaksinya.

Sebagai pengambil keputusan untuk bisa merumuskan hal hal strategic terkait infrastruktur
ICT, menurut Pearlson (2004), yang perlu dilakukan adalah, pertama menerjemahkan strategi
ke dalam arsitektur dan, kedua, menerjemahkan arsitektur ke dalam infrastruktur. Terdapat
beberapa framework yang dapat menekankan kebutuhan untuk mempertimbangkan strategi
bisnis ketika mendefinisikan blok bangunan TI organisasi.
Pendekatan Enterprise architecture (Arsitektur enterprise), yang digunakan untuk logika
pengaturan dan perencanaan untuk seluruh organisasi, bertujuan menentukan bagaimana
teknologi informasi akan mendukung proses bisnis. Cara ini diawali dengan mengidentifikasi
proses inti perusahaan dan bagaimana mereka akan bekerja sama, bagaimana sistem TI akan
mendukung proses bisnis, kemampuan teknis standar dan kegiatan untuk semua bagian dari
perusahaan, dan pedoman untuk membuat pilihan.

Ada beberapa prinsip yang dapat menjadi landasan diantaranya sebagai berikut:
1. Kemudahan penggunaan, artinya Arsitektur TI akan meningkatkan kemudahan
penggunaan dalam membangun dan mendukung arsitektur dan solusi berbasis pada
arsitektur.
2. Satu titik pandang, dalam hal ini Arsitektur TI akan memungkinkan secara konsisten,
pandangan yang terintegrasi dari bisnis, terlepas dari jalur akses.
3. Beli daripada membangun, dalam pengadaan aplikasi, komponen sistem, dan kerangka
kerja yang memungkinkan akan dibeli kecuali ada alasan kompetitif untuk mengembangkan
mereka secara internal.

dalam memutuskan arsitektur. sebuah Arsitektur TI akan menggabungkan fleksibilitas untuk mendukung perubahan kebutuhan bisnis dan memungkinkan evolusi arsitektur dan solusi yang dibangun di atasnya. 5.ac. Fleksibilitas dan kelincahan.binus.id/2014/04/23/arsitektur-dan-infrastruktur-teknologi-informasi/ https://fairuzelsaid. Kecepatan dan kualitas.4. sementara tetap mempertahankan tingkat kualitas yang diperlukan.com/2010/11/04/sistem-informasi-arsitektur- informasi/ .wordpress. akan dibuat dengan penekanan pada mempercepat waktu untuk memasarkan solusi. Sumber: https://sis.