You are on page 1of 15

PROPOSAL PENELITIAN

RANCANG BANGUN RANGKAIAN KONVERTER


RESONANSI SERI-PARALEL DC KE DC

Disusun oleh:

Satria Agung Pambudi

14524087

Jurusan Teknik Elektro

Fakultas Teknologi Industri

Universitas Islam Indonesia

Yogyakarta

2018
1. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Listrik merupakan sebuah energi yang sangat dibutuhkan saat ini. Sebagian
besar peralatan didunia ini menggunakan listrik sebagai sumber dayanya. Menurut
data dari[1], kenaikan jumlah pelanggan dari tahun 2013 ke tahun 2014 mencapai
3.497.026 pelanggan atau sekitar 6,48 %. Jumlah pelanggan tahun 2014 mencapai
57.493.234 pelanggan. Dari jumlah seluruh pelanggan, kelompok rumah tangga
adalah pelanggan terbesar yaitu 53.309.325 pelanggan atau sekitar 92,72 % dari
total pelanggan di tahun 2014[1]. Peningkatan jumlah pelanggan listrik PLN
menunjukkan bahwa tiap tahunnya permintaan kebutuhan listrik mengalami
peningkatan yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh tingginya pertumbuhan
ekonomi nasional yaitu: pertumbuhan industri, jasa konstruksi, dan kebutuhan
listrik rumah tangga[1]. Dengan begitu maka saat ini terbukti bahwa listrik
merupakan energi yang sangat penting dan harus dikembangkan untuk memenuhi
kebutuhan listrik di dunia saat ini.
Pemenuhan kebutuhan listrik manusia menjadi hal yang sangat penting
pada era ini karena hampir semua peralatan di dunia ini menggunakan listrik
sebagai sumber energinya. Saat ini kebutuhan listrik di dunia masih banyak di
suplai menggunakan pembangkitan listrik dari energi fosil. Dengan terus
berkurangnya cadangan fosil di dunia ini akibat pemakaian yang terus menerus,
maka pembangkitan energi listrik terdistribusi dapat menjadi suatu alternative yang
dapat menjawab tantangan tersebut[2]. Pembangkitan energi terbarukan seperti
photovoltaic cell dan fuel cell dapat dimanfaatkan sebagai energi alternative untuk
mengurangi penggunaan energi fosil di dunia ini. Pembangkitan terbarukan ini
menghasilkan keluaran arus searah DC (Direct Current)[2]. Sumber arus searah
DC (Direct Current) itu sendiri merupakan rangkaian listrik dengan arus stasioner
(tidak ada polaritas) yang tidak berubah terhadap waktu. Besaran yang diperhatikan
pada sumber DC adalah Tegangan (V) dan Kuat Arus (I) yang bekerja pada
komponen resistif dengan sumber arus/tegangan konstan[3].
Efisiensi menjadi hal yang penting dalam pendistribusian energi listrik.
Konversi energi listrik arus DC ke AC maupun sebaliknya dapat menyebabkan
conversion losses atau rugi-rugi daya ketika konversi tegangan yang berbeda[2].
Untuk itu, dimana pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti photovoltaic cell
dan fuel cell yang menghasilkan sumber DC sudah mulai banyak digunakan, maka
persoalan conversion losses atau rugi-rugi konversi ini dapat diatasi dengan
konversi DC ke DC. Dengan konversi DC ke DC maka tegangan akan dinaikkan
dan ditransmisikan maupun didistribusikan dalam kondisi DC. Hal ini dapat
ditemui dan digunakan pada sistem teknologi transmisi menggunakan HVDC
(High Voltage Direct Current). Konversi dari sumber DC ke sumber DC dapat
dilakukan dengan rangkaian konverter DC ke DC. Konverter DC ke DC inilah yang
berfungsi untuk menaiikan besaran tegangan DC tanpa mengubah besaran dayanya
sehingga daya input sama nilainya dengan daya output konverter.
Teknologi konverter memiliki dua macam cara untuk mengolah daya yaitu
tipe linear dan tipe pensaklaran (switching). Pada penggunaan konverter dengan
sistem pensaklaran (switching), masalah utama yang ada adalah rugi-rugi daya
akibat pensaklaran (switching) tersebut[4]. Hal ini dapat diatasi dengan
menggunakan teknologi konverter resonansi karena pada konverter resonansi ini
pensaklaran (switching) dilakukan pada kondisi nilai tegangan dana tau arus nol
sehingga rugi-rugi daya akibat pensaklaran (switching) dapat di eliminasi[4].
Penelitian ini mengajukan pembuatan sebuah rangkaian konverter resonansi seri-
paralel DC ke DC dengan menganalisa hasil output tegangan, arus, daya, dan
efisiensinya dengan input yang telah ditentukan nilainya. Sehingga dapat diketahui
karakteristik, kelebihan, dan kekurangan dari rangkaian ini.

1.2 Rumusan Masalah


Perumusan masalah pada penelitian ini adalah:
1. Pentingnya penerapan Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC untuk
meningkatkan efisiensi pengkonversian tegangan DC ke tegangan DC dengan
nilai yang lebih besar.
2. Dibutuhkannya pengujian rangkaian Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke
DC untuk meningkatkan besaran nilai tegangan DC dengan efisiensi yang
tinggi.

1.3 Tujuan Penelitian


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan mengetahui
karakteristik rangaian serta kelebihan maupun kekurangan rangkaian Konverter
Resonansi Seri-Paralel DC ke DC ketika digunakan untuk menaikkan /
menurunkan tegangan DC.

1.4 Manfaat Penelitian


Manfaat penelitian ini adalah:
1. Merangkai dan menguji rangkaian Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke
DC.
2. Mengetahui karakteristik rangkaian Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke
DC.
3. Mengetahui efisiensi rangkaian Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC.
4. Mengetahui apa yang dapat dikembangkan dari rangkaian Konverter Resonansi
Seri-Paralel DC ke DC.

2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Studi Literatur
Tinjauan pustaka ini berisi survey yang dilakukan terhadap teknologi
Konverter Resonansi DC ke DC dan metode perhitungan yang digunakan untuk
melakukan penelitian terkait pensaklaran (Switching) pada rangkaian tersebut.
Sehingga nantinya metode perhitungan tersebut dapat digunakan untuk
menentukan tegangan output rangkaian dan besaran komponen-komponen yang
digunakan pada rangkaian tersebut. Ada beberapa macam metode rangkaian
Konverter Resonansi yaitu Resonant Switch Converter: Zero-Current Switching,
Resonant Switch Converter: Zero-Voltage Switching, The Parallel Resonant DC-
DC Converter dan The Series-Parallel Resonant DC-DC Converter[4]. Resonant
DC-DC Converter atau Konverter Resonansi DC ke DC ini terbagi menjadi tiga
macam rangkaian yaitu Konverter Resonansi Seri DC ke DC, Konverter Resonansi
Paralel DC ke DC, dan Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC[4]. Ketiga
rangkaian Konverter Resonansi DC ke DC tersebut pasti memiliki karakteristik
masing-masing yang berbeda. Pada penelitian ini, penulis hanya meneliti terkait
rangkaian Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC.
Studi terhadap metode yang digunakan untuk teknologi Konverter
Resonansi Seri-Paralel DC ke DC ini yaitu rangkaian menggunakan dua buah
kapasitor yang dirangkai secara seri dan paralel dengan metode analisis rangkaian
yang sama dengan Konverter Resonansi Paralel DC ke DC[4]. Daniel, W, Hart
dalam bukunya “Power Electronics” menjelaskan bahwa tegangan output
konverter dapat dihitung berdasarkan bersanya nilai komponen inductor, kapasitor,
dan frekuensi pensaklaran (switching) dirangkaian tersebut[4]. Hal ini
menunjukkan kita dapat mencoba menguji rangkaian dan membandingkan hasil
output yang di dapat dari pengukuran rangkaian dengan perhitungannya.
Dari beberapa penelitian tentang Konverter DC ke DC, penulis dapat
melihat potensi teknologi ini untuk dapat dirangkai dan diuji untuk mengetahui
karakteristik rangkaian Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC. Pada [5] telah
dijelaskan bahwa Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC ini merupakan
gabungan rangkaian Konverter Resonansi Seri DC ke DC dan Konverter Resonansi
Paralel DC ke DC. Pengkombinasian kedua rangkaian tersebut berada di rangkaian
ekuivalen ACnya[4]. Kita dapat lihat perbedaanya dari ketiga rangkaian dibawah
ini:

Gambar 2.1 Rangkaian Ekivalen AC Konverter Resonansi Seri DC ke DC[4].


Gambar 2.2 Rangkaian Ekivalen AC Konverter Resonansi Paralel DC ke DC[4].

Gambar 2.3 Rangkaian Ekivalen AC Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC[4].

Dari buku ini sudah dijelaskan berbagai perhitungan untuk mendesain


rangkaian Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC lengkap dengan gambar
desain rangkaiannya. Sehingga penulis dapat merealisasikan desain tersebut dan
menguji rangkaian serta menganalisa karakteristik rangkaian tersebut.
Pada penelitian[6], Telah berhasil diaplikasikan rangkaian Konverter
Resonansi DC ke DC pada beban LLC dengan penyearah setengah jembatan (half-
bridge). Pada penelitian tersebut Mazliza A. H. dkk membandingkan hasil kerja
rangkaian saat disimulasikan dengan SIMULINK MATLAB 2011 dengan
pengujian dalam bentuk perangkat keras (hardware). Pada penelitian[6] ini,
gelombang input berupa gelombang kotak diubah menjadi gelombang sinusoidal
di dalam rangkaian resonansi dan kemudian sinyal tersebut di searahkan sehingga
menghasilkan output sinyal DC. Dalam rangkaian ini digunakan penguatan
karakteristik tegangan (voltage-gain characteristics) karena tanpa penguatan ini
desain konverter tersebut pada simulasi maupun percobaan perangkat keras
(hardware) akan gagal[6]. Spesifikasi hasil desain converter ini dapat dilihat pada
gambar 2.4. Dari penelitian ini Mazliza A. H. dkk menyimpulkan bahwa percobaan
konverter setengah jembatan LLC dengan simulasi SIMULINK 2011 dan
perangkat keras (hardware) menunjukkan hasil yang sama. Dengan demikian maka
penelitian ini dapat dinyatakan berhasil[6].

Gambar 2.4 Desain Spesifikasi Konverter Setengah Jembatan LLC[6].

Pada penelitian[7], Telah dilakukan analisa terhadap output penyearah


(rectifier) pada Parallel Resonant Coverter dan Series-Parallel Resonant
Converter dengan filter pada outputnya berupa kapasitor murni. Dari penelitian[7]
ini, Navid Shafei dkk membandingkan analisis perhitungan, simulasi, dan
pengujian dengan perangkat keras. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini
adalah perhitungan riak di komponen-komponen rangkaian pada tiga macam
topologi resonansi yaitu Parallel LC, Series-Parallel LCC, dan Series-Parallel
LCLC dengan hasil pada gambar tabel dibawah ini[7].

Gambar 2.5 Perhitungan Riak pada Komponen Rangkaian Parallel LC, Series-Parallel LCC, dan
Series-Parallel LCLC[7].

Selain itu penelitian ini juga mendapatkan hasil besaran beberapa


parameter pada output rangkaian konverter dengan limabelas dioda tegangan
tinggi yang diseri pada setiap kaki output jembatan penyearah (bridge rectifier)
dan rangkaian koneksi kapasitor MKP sebagai sebuah kapasitor penyaring (filter)
dengan catu daya rangkaian resonansi seri-paralel 10 kVDC-1,1 kW[7]. Hasil
tersebut dapat dilihat di gambar 2.6 di bawah ini.

Gambar 2.6 Hasil Parameter pada Output Rangkaian dengan Catu Daya Rangkaian Resonansi
Seri-Paralel 10 Kvdc-1,1 kW[7].

Rancang Bangun Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC ini dapat


penulis realisasikan dengan metode yang sama pada penelitian[6] yaitu dengan cara
mensimulasikan desain rangkaian terlebih dahulu dan kemudian merancang serta
menguji rangkaian dalam bentuk perangkat keras (hardware). Pada bagian analisa
terkait rangkaian Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC yang telah selesai
dibuat, peneliti dapat menggunakan penelitian[7] sebagai referensi untuk
mendapatkan hasil analisa yang baik. Dengan jurnal-jurnal yang telah dibaca dan
dipelajari tersebut peneliti dapat menerapkan teori-teori yang digunakan untuk
mensukseskan Rancang Bangun Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC ini.

2.2 Tinjauan Teori


Pada penelitian ini digunakan metode rangkaian Konverter Resonansi Seri-
Paralel DC ke DC untuk menaikkan tegangan DC dengan jumlah daya input dan
output yang sama. Rangkaian konverter berfungsi seperti trafo pada arus AC
(Alternative Current) yang dapat menaikkan/menurunkan tegangan dan atau arus
tanpa mengubah besaran dayanya. Dari sumber[4], dijelaskan bahwa analisis dari
rangkaian Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC ini mirip dengan analisis
rangkaian Konverter Resonansi Paralel DC ke DC. Saklar (dalam hal rangkaian ini
yaitu MOSFET) pada rangkaian Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC
menghasilkan tegangan gelombang kotak dengan parameter Va, dan tegangan Vb
pada input penyearah (rectifier) idealnya merupakan gelombang sinusoidal yang
frekuensi dasarnya merupakan input dari gelombang kotak. Kemudian output dari
induktor (Lo) diasumsikan mampu memproduksi arus tanpa riak, karena input arus
Ib ke penyearah jembatan (bridge rectifier) merupakan gelombang kotak[4].
Hubungan antara input dan output tegangan dapat dilihat dari analisis AC
dari rangkaian untuk menghasilkan frekuensi dasar pada gelombang kotak[4].
Rangkaian ekivalen AC dapat dilihat pada gambar 2.3. Analisis fasor dari
rangkaian ekivalen AC pada gambar 2.3 yaitu[4]:

Nilai Re didapatkan dari persamaan[4]:

Berikut gambar rangkaian Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC:

Gambar 2.8 Rangkaian Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC[4].


Berikut gambar grafik hubungan antara respon frekuensi normal terhadap output
tegangan:

Gambar 2.9 Grafik Hubungan Respon Frekuensi Normal terhadap Output Tegangan[4].

Kemudian reaktansi pada frekuensi pensaklaran (switching) dapat dihitung dari


persamaan dibawah ini[4]:
Sehingga Va1 dan Vb1 juga merupakan besaran yang digunakan untuk
menentukan frekuensi dasar pada bentuk gelombang Va dan Vb[4]. Hubungan
antara input dan output konverter ini adalah[4]:

Jika dituliskan dalam lingkup/ranah ɷs[4]:

Persamaan antara Cs dan Cp, dimana Cs = Cp diplot dengan parameter Q yang dapat
didefinisikan[4]:

Dimana ɷ0[4],

Kurva yang dihasilkan akan lebih akurat jika ɷs diatas ɷ0 daripada dibawah
karena harmonik gelombang kotak dapat disaring dengan lebih baik, menghasilkan
analisis AC yang lebih mendekati kondisi aktual.
Keterangan Parameter yang digunakan:
Vo = Tegangan Output Konverter
Vs = Tegangan Input Konverter
Va1 = Tegangan Input Rangkaian Ekivalen AC
Vb1 = Tegangan Output Rangkaian Ekivalen AC
Re = Resistor Rangkaian Ekivalen AC
RL = Resistor pada rangkaian Output Konverter
Cp = Kapasitor Paralel pada Rangkaian Ekivalen AC
Cs = Kapasitor Seri pada Rangkaian Ekivalen AC
C0 = Kapasitor pada Output Konverter dirangkai paralel
L = Induktor pada Rangkaian Ekivalen AC
L0 = Induktor pada rangkaian Output Konverter
I0 = Arus Induktor pada rangkaian Output Konverter
fs = Frekuensi Pensaklaran (Switching)
f0 = Frekuensi Resonansi

3. METODOLOGI/PERANCANGAN
1. Menentukan Parameter Analisis
Dalam tahap ini parameter analisis seperti tegangan input, arus input, nilai
induktor, nilai kapasitor, dan komponen lainnya dalam rangkaian Konverter
Resonansi Seri-Paralel DC ke DC ditentukan melalui perhitungan sesuai teori
yang ada. Pada tahap ini juga ditentukan rating komponen yang digunakan
dalam rangkaian serta disesuaikan dengan yang ada di pasaran.
2. Mendesain Rangkaian Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC
Dalam tahap ini dilakukan pendesainan rangkaian yang akan digunakan sebagai
penelitian. Rangkaian tersebut di desain menggunakan perangkat lunak
(software) Proteus 8 dan disimulasikan terlebih dahulu. Pendesainan rangkaian
meliputi rangkaian Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC dengan besar
nilai parameter komponen yang telah ditentukan sebelumnya.
3. Merancang Rangkaian Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC
Pada tahap ini dilakukan perancangan sesuai dengan desain rangkaian yang
telah berhasil di desain dan disimulasikan pada tahap sebelumnya. Perancangan
merupakan bentuk perangkat keras (hardware) yang siap untuk uji coba ke
beban yang nantinya akan ditentukan oleh penulis sesuai tegangan output
rangkaian.
4. Menentukan Skenario Penelitian dan Pengujian Rangkaian
Dalam hal ini ditentukan tahap apa saja yang akan diambil untuk melakukan
percobaan dan pengujian terhadap rangkaian yang telah dibuat. Hal ini
dilakukan untuk memastikan rangkaian bekerja seperti yang diharapkan.
5. Melakukan Percobaan dan Pengambilan Data
Dalam tahap ini dilakukan uji coba rangkaian yang telah diimplementasikan ke
beban dan mencatat parameter-parameter hasil percobaan yang dibutuhkan
untuk keperluan analisa dan evaluasi. Hasil percobaan yang dicatat meliputi:
tegangan output, arus output, daya output, dan beberapa parameter yang
diperlukan.
6. Evaluasi dan Analisa
Pada tahap ini dilakukan analisa dari data yang telah didapatkan dari percobaan
yang telah dilakukan. Pada tahap ini peneliti juga mempelajari efisiensi,
karakteristik, kekurangan, dan kelebihan rangkaian Konverter Resonansi Seri-
Paralel DC ke DC serta mendapatkan kesimpulan sesuai hasil analisa. Pada
tahap ini peneliti juga mencari kemungkinan pengembangan penelitian yang
dapat dilakukan agar sistem dapat dikembangkan oleh orang lain. Dengan
begitu maka rangkaian Konverter Resonansi Seri-Paralel DC ke DC ini dapat
bekerja lebih baik lagi atau bahkan ada modifikasi rangkaian untuk mendapat
rangkaian yang baru.
4. JADWAL PELAKSANAAN
Penelitian dilaksanakan pada semester 8 tahun ajaran 2017/2018 dengan
tabel waktu sebagai berikut:

Jadwal Rencana Kegiatan Penelitian


2018
No Deskripsi Kegiatan
3 4 5 6 7 8
1 Kajian Pustaka

2 Identifikasi Permasalahan

3 Perencanaan dan Simulasi

4 Rancang Bangun Rangkaian dan


Uji Coba Rangkaian
5 Pembuatan Laporan Tengah
Penelitian
6 Evaluasi dan Analisis Hasil
Penelitian
7 Dokumentasi dan Laporan Akhir
DAFTAR PUSTAKA

[1] Direktur Jenderal Ketenaga Listrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral, “Statistik Ketenagalistrikan 2015,” no. 28, 2015.

[2] U. Indonesia, A. Rochman, F. Teknik, P. Studi, and T. Elektro, “ANALISIS


PERBANDINGAN SISTEM KELISTRIKAN AC,” 2012.

[3] L. A. Searah, “). Apabila muatan uji q’ ditempatkan sejauh r dari muatan lain q
, maka dapat dirumuskan hal-hal berikut : 1. Kedua muatan tersebut akan
saling mengerjakan gaya,” no. 4, pp. 1–10.

[4] D. W. Hart, Power Electronics. .

[5] M. H. Rashid, Power Electronics Handbook 4th Edition. .

[6] M. A. Halim, M. N. Hidayat, and M. N. Seroji, “Implementation and analysis


of a half-bridge series-parallel LLC loaded resonant DC-DC converter for low
power applications,” Proc. Int. Conf. Power Electron. Drive Syst., pp. 634–
638, 2013.

[7] N. Shafiei, M. Ordonez, and W. Eberle, “Output rectifier analysis in parallel


and series-parallel resonant converters with pure capacitive output filter,” 2014
IEEE Appl. Power Electron. Conf. Expo. - APEC 2014, vol. 1, no. c, pp. 9–13,
2014.