You are on page 1of 3

Ancaman untuk SIA

Ancaman bencana alam dan politik, seperti :

 Kebakaran atau panas yang berlebihan
 Banjir, gempa bumi, longsor, topan, tornado
 Badai salju, dan hujan yang membekukan perang dan serangan teroris

Ancaman kesalahan perangkat lunak dan kegagalan fungsi peralatan, seperti :

 Kegagalan perangkat keras dan perangkat lunak
 Kesalahan perangkat lunak atau bugs
 Kesalahan transimisi data yang tidak terdeteksi
 Benturan sistem operasi
 Pemadaman listrik dan fluktuasi

Ancaman tindakan yang tidak diharapkan, seperti :

 Kecelakaan yang disebabkan kelalaian manusia
 Kesalahan atau kelalaian yang tidak diinginkan
 Kehilangan, kesalahan, kerusakan, atau salah menempatkan data
 Kesalahan logika

Ancaman tindakan yang disengaja (kejahatan komputer), seperti :

 Sabotase
 Penipuan komputer-serangan, rekayasa sosial, malware
 Penyalahgunaan aset
 Penipuan laporan keuangan
 Korupsi

Pendahuluan untuk Penipuan

Penipuan(fraud) merupakan mendapatkan keuntungan yang tidak jujur dari orang lain.
Secara legal, untuk tindakan dikatakan curang maka harus ada :
a. Pernyataan, representasi, atau pengungkapan yang salah;
b. Fakta material, yaitu sesuatu yang menstimulasi seseorang untuk bertindak;
c. Niat untuk menipu;
d. Kepercayaan yang dapat dijustifikasi (dibenarkan);di mana seseorang bergantung pada
misrepresentasi untuk mengambil tindakan;
e. Pencederaan atau kerugian yang diderita oleh korban.

Korupsi (Corruption) merupakan perilaku tidak jujur oleh mereka yang memiliki kekuasaan
dan sering kali melibatkan tindakan yang tidak terlegitimasi, tidak bermoral, atau tidak
kompatibel dengan standar etis. Ada beberapa jenis jenis korupsi; contohnya adalah
penyuapan dan persekongkolan tender.

Penipuan investasi (investment fraud) merupakan misrepresentasi atau meninggalkan fakta-
fakta untuk mempromosikan investasi yang menjanjikan laba fantastik dengan hanya sedikit

. Karakteristik yang umum pada pelaku fraud tersebut. Memperoleh informasi. bukan menginvestasikan atau menabungnya. Asset misappropriation meliputi penyalahgunaan/pencurian aset atau harta perusahaan atau pihak lain oleh karyawan. Penyalahgunaan/Penyimpangan atas aset (Asset Misappropriation). SAS No. Kecurangan Pelaporan Keuangan Pernyataan palsu atau salah pernyataan (Fraudulent Statement) meliputi tindakan yang dilakukan oleh pejabat atau eksekutif suatu perusahaan atau instansi pemerintah untuk menutupi kondisi keuangan yang sebenarnya dengan melakukan rekayasa keuangan (financial engineering) dalam penyajian laporan keuangannya untuk memperoleh keuntungan atau mungkin dapat dianalogikan dengan istilah window dressing. mensyaratkan auditor untuk : a. dan publik. Consideration of Fraud in a Financial Statement Audit. Mengevaluasi hasil pengujian auditnya. Mendokumentasikan dan mengkomunikasikan temuan. c. menilai. Memahami penipuan. kriminal dengan kekerasan. Mendiskusikan risiko salah saji kecurangan yang material. g.  Beberapa pelaku computer fraud lebih termotivasi oleh rasa penasaran dan tantangan untuk “mengalahkan sistem”. Mengidentifikasi. yang menghasilkan laporan keuangan menyesatkan secara material. Klasifikasi/Jenis Penipuan dalam Bisnis a. e. Sedangkan kecurangan pelaporan keuangan (fraudulent financial reporting) merupakan perilaku yang disengaja atau ceroboh. b. Ini merupakan bentuk fraud yang paling mudah dideteksi karena sifatnya yang tangible atau dapat diukur/dihitung (defined value). dan merespons risiko. b.  Pelaku lainnya melakukan computer fraud untuk mendapatkan status yang lebih tinggi di antara komunitas pemakai komputer.  Mereka biasanya mulai bergantung pada penghasilan ekstra tersebut. Ada beberapa jenis penipuan investasi. sangatlah sulit bagi mereka untuk berhenti. 99 : Tanggung Jawab Auditor Untuk Mendeteksi Penipuan Statement on Auditing Standards (SAS) No. Menggabungkan fokus teknologi. contohnya adalah skema Ponzi penipuan sekuritas.atau bahkan tidak ada risiko. antara lain :  Sebagian besar dari mereka membelanjakan penghasilan tidak sahnya. apaka dengan tindakan atau kelalaian. f.  Sekali mereka melakukan kecurangan.  Para pelaku computer fraud (kecurangan komputer) cenderung berumur lebih muda dan memiliki lebih banyak pengalaman dan keahlian komputer. SIAPA YANG MELAKUKAN PENIPUAN DAN MENGAPA Para peneliti membandingkan karakteristik psikologis dan demografis pada kriminal kerah putih. 99. d.

tingginya hutang pribadi. tekanan keluarga/rekan kerja. besarnya hutang judi. ketidak- stabilan emosi. pendapatan tidak cukup. rencana bonus yang terlalu agresif. dan keuangan. rasa takut akan kehilangan pekerjaan. kondisi industri. kebutuhan akan kekuasaan. tidak adanya pengakuan atas kinerja. besarnya kerugian keuangan. . seperti : tantangan. dan gaya hidup.  Tekanan-tekanan keuangan. harga diri atau ambisi yang berlebihan. Sedangkan tekanan yang dapat menyebabkan penipuan laporan keuanhan yaitu berkaitan dengan karakteristik manajemen.  Tekanan-tekanan yang berhubungan dengan pekerjaan. Tekanan atau motif Dorongan atau motivasi seseorang untuk melakukan penipuan.Segitiga Penipuan Tiga kondisi yang biasanya melatarbelakangi terjadinya fraud : 1. meliputi : gaji yang rendah.  Tekanan-tekanan lainnya. ketidakpuasan atas pekerjaan. emosional. meliputi : gaya hidup melebihi kemampuan. rendahnya tingkat kredit. Tekanan yang dapat menyebabkan penipuan/penyalahgunaan oleh karyawan yaitu terkait dengan keuangan.