You are on page 1of 7

63

BAB VII
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

VII.1 Alternatif Pemecahan Masalah
Tabel VII.1. Alternatif Pemecahan Masalah
No. Penyebab Masalah Alternatif Pemecahan Masalah
1. Tidak ada kader khusus untuk Menggalang pembentukan kader khusus TB.
pelaksanaan program TB.

2. Passive Case Finding Melakukan program Active Promotive Case
Finding untuk meningkatkan cakupan suspek
TB paru.
3. Belum ada SOP untuk pemeriksaan Membuat SOP pemeriksaan laboratorium
sputum TB
4. Kurangnya pengetahuan pasien TB dan Memberikan penyuluhan kepada masyarakat
keluarga pasien (suspek TB) mengenai terutama di sekitar lingkungan pasien TB
penyakit TB dan lingkungan serta mengenai TB paru.
rumah yang sehat.
5. Rumah pasien suspek TB belum Memberikan penyuluhan kepada masyarakat
tergolong sebagai rumah sehat. terutama di sekitar lingkungan pasien TB
mengenai pemeliharaan lingkungan sehat dan
kepemilikan rumah yang sehat.
6. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk Memberikan penyuluhan mengenai TB paru
memeriksakan diri ke puskesmas bila terutama gejala dan cara mendiagnosa TB paru
ada keluarganya yang sakit TB. sehingga meningkatkan keinginan masyarakat
untuk memeriksakan dirinya ke Puskesmas bila
ada keluarganya yang menderita TB.
7. Tidak ada penjadwalan penyuluhan serta Membuat penjadwalan untuk penyuluhan serta
kunjungan rumah pasien suspek TB kunjungan rumah pasien suspek TB paru
paru
8. Kurangnya pendataan TB.05 Melakukan pendataan TB.05

63

11. Jumlah penyuluhan TB paru yang masih Meningkatan jumlah penyuluhan TB kurang. 64 9. Tidak adanya evaluasi dan laporan Meningkatkan jejaring dengan unit pelayanan pendataan khusus terhadap pasien kesehatan lain dalam evaluasi jumlah cakupan suspek TB paru yang memeriksakan diri suspek TB dan pembuatan data khusus pasien ke pelayanan kesehatan swasta (bidan suspect TB yang memeriksakan dirinya ke dan dokter praktek swasta). Suspek TB oleh petugas puskesmas atau kader. 10. Tidak adanya kunjungan wasor untuk Menginformasikan ke dinas kesehatan untuk evaluasi hasil pemeriksaan sputum mengadakan kunjungan wasor ke puskesmas grabag 1 sesuai dengan jadwal . pelayanan kesehatan lain. Beberapa pasien suspek TB tidak Melakukan kunjungan rumah atau kembali untuk mengumpulkan sampel penjemputan sampel dahak ke rumah pasien dahak. 12.

Meningkatkan jejaring dengan unit pelayanan Tidak adanya evaluasi dan laporan pendataan kesehatan lain dalam evaluasi jumlah cakupan suspek khusus terhadap pasien suspek TB paru yang TB dan pembuatan data khusus pasien suspek TB yang memeriksakan dirinya ke pelayanan kesehatan lain. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat terutama Rumah pasien suspek TB belum tergolong di sekitar lingkungan pasien TB mengenai TB paru sebagai rumah sehat. Belum ada SOP pemeriksaan sputum TB 3. Membuat penjadwalan untuk penyuluhan kunjungan rumah pasien suspek TB paru serta kunjungan rumah pasien suspek TB paru 6. Membuat SOP pemeriksaan sputum TB Kurangnya pengetahuan pasien TB dan keluarga pasien (suspek TB) mengenai penyakit TB dan lingkungan serta rumah yang sehat. beserta tanda dan gejalanya.05 Kurangnya pendataa TB. memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan swasta (bidan dan dokter praktek swasta).2 Penggabungan Alternatif Pemecahan Masalah Gambar VII. 2.05 Beberapa pasien suspek TB tidak kembali untuk 7. 8. Menginformasikan ke dinas kesehatan untuk evaluasi hasil pemeriksaan sputum mengadakan kunjungan wasor ke puskesmas grabag 1 sesuai dengan jadwal . sampel dahak ke rumah pasien Suspek TB oleh petugas puskesmas atau kader. Menggalang pembentukan kader khusus TB. Tidak ada penjadwalan penyuluhan serta 5. pemeliharaan lingkungan sehat. 65 VII. Tidak adanya kunjungan wasor untuk 9. Melakukan program Active Promotive Case Finding Passive Case Finding untuk meningkatkan cakupan suspek TB paru. program TB.dan kepemilikan rumah sehat Kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke Puskesmas bila ada keluarganya yang sakit TB.1 Penggabungan Alternatif Pemecahan Masalah Tidak ada kader khusus untuk pelaksanaan 1. Jumlah penyuluhan TB paru yang masih kurang. Melakukan kunjungan rumah atau penjemputan mengumpulkan sampel dahak. Melakukan pendataan TB. 4.

66 VII.67 V yang memeriksakan dirinya ke pelayanan kesehatan lain. 1 3 3 5 1.25 VIII petugas puskesmas atau kader. Membuat penjadwalan untuk penyuluhan serta 5 1 4 5 2 10 III kunjungan rumah pasien suspek TB paru 6 Melakukan pendataan TB.05 1 4 3 2 6 VI Melakukan kunjungan rumah atau penjemputan 7 sampel dahak ke rumah pasien Suspek TB oleh 1 3 3 4 2.8 IX Melakukan program Active Promotive Case 2 Finding untuk meningkatkan cakupan suspek 2 3 3 4 4. dan kepemilikan rumah sehat.2 Matriks MIVC No Alternatif Pemecahan Masalah M I V C Jumlah Prioritas 1 Menggalang pembentukan kader khusus TB. Penentuan Prioritas Pemecahan Masalah dengan Kriteria Matriks MIVC Tabel VII. 3 Membuat SOP pemeriksaan sputum TB 1 4 4 2 8 1V Memberikan penyuluhan kepada masyarakat terutama di sekitar lingkungan pasien TB 4 mengenai TB paru beserta tanda dan gejalanya. 5 4 5 2 50 I pemeliharaan lingkungan sehat. Menginformasikan ke dinas kesehatan untuk 9 1 5 3 1 15 II mengadakan kunjungan wasor ke Puskesmas .3.5 VII TB paru. Meningkatkan jejaring unit pelayanan kesehatan lain dalam evaluasi jumlah cakupan suspek TB 8 dan pembuatan data khusus pasien suspek TB 1 4 5 3 6.

Membuat SOP pemeriksaan sputum TB 5. 8. Melakukan kunjungan rumah atau penjemputan sampel dahak ke rumah pasien Suspek TB oleh petugas puskesmas atau kader. Melakukan program Active Promotive Case Finding untuk meningkatkan cakupan suspek TB paru. Melakukan pendataan TB. 2. Membuat penjadwalan untuk penyuluhan serta kunjungan rumah pasien suspek TB paru 4. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat terutama di sekitar lingkungan pasien TB mengenai TB paru beserta tanda dan gejalanya. Menggalang pembentukan kader khusus TB.05 7. 9. 6. Menginformasikan ke dinas kesehatan untuk mengadakan kunjungan wasor ke Puskesmas 3. 67 Berdasarkan matriks MIVC maka didapatkan prioritas alternatif pemecahan masalah sebagai berikut : 1. pemeliharaan lingkungan sehat. . dan kepemilikan rumah sehat. Meningkatkan jejaring unit pelayanan kesehatan lain dalam evaluasi jumlah cakupan suspek TB dan pembuatan data khusus pasien suspek TB yang memeriksakan dirinya ke pelayanan kesehatan lain.

lingkungan sehat sehat. 68 VII. TB mengenai TB dengan pemeliharaan dan paru beserta tanda memelihara kepemilikan rumah dan gejalanya. Grabag I Grabag I masyarakat tentang pencegahan TB Paru. Plan Of Action No Kegiatan Tujuan Sasaran Lokasi Pelaksana Waktu Dana Metode Tolak ukur 1. . Memberikan Meningkatkan Masyarakat Balai Bagian 6 bulan Dana Penyuluhan Proses: penyuluhan pengetahuan di area Desa P2PM TB sekali Operasio Terselenggaranya masyarakat wilayah Paru dan untuk nal penyuluhan kepada masyarakat tentang TB Paru kerja Bagian setiap desa Puskesm Hasil: Meningkatnya terutama di sekitar dari definisi .3. dan kepemilikan pemeliharaan rumah yang sehat.4 Plan Of Action Tabel VII. dan kepemilikan rumah sehat. Puskesmas Promkes as pengetahuan lingkungan pasien tanda dan gejala. lingkungan sehat.

5 Gantt Chart No 2016 2017 Kegiatan Agustus September Oktober November Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Penyuluhan 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 d d d d d d d d d d d d TB Paru. e e e e e e e e e e e e pemeliharaan s s s s s s s s s s s s dan a a a a a a a a a a a a 1. kepemilikan rumah sehat. Tabel VII. Gantt Chart .4. dan cara mendiagnosa TB paru. 69 VII.