You are on page 1of 24

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Membrane sel eukariotik yang berbeda merupakan bagian dari sistem
endomembran. Membran ini dihubungkan melalui transfer segmen-segmen
membran sebagai vesikula (gelembung yang terbungkus membran) kecil.
Akan tetapi, hubungan ini tidak berarti bahwa membran yang berbeda-beda itu
sama sturktur dan fungsinya. Sistem endomembran mencakup selubung
nukleus, retikulum endoplasmik, aparatus golgi, lisosom, berbagai jenis
vakoula, dan membran plasma. Sistem membran tidak hanya terdapat pada
membran sel saja. Tetapi pada bagian sitosol pada sel terdapat lipatan-lipatan
akibat invaginasi maupun evaginasi berulang-berulang dari membran sel.
Lipatan-lipatan ini membentuk runagan-ruangan di dalam sitoplasma.
Ruangan-ruangan ini disebut organela. Organela-organela ini mempunyai
fungsi dan aktivitas tertentu, yang kesemuanya ditujukan untuk menunjang
kehidupan sel.
Ketika mempelajari retikulum endoplasma dan apartus golgi, telah
mengenal adanya vesikyula yang berfungsi untuk mengangkut senyawa-
senyawa hasil biosintesis RE untuk disekresikan maupun utnuk ditimbun.
Beberapa vesikula tersebut mengangkut enzim-enzim yang antara lain
berperan dalam proses metabolisme sel. Pada tahun 1950 de Duve
mempelajari enzim-enzim yang berperan dalam metabolisme karbohidrat.
Salah satu enzimnya adalah fosfatase. Diketahui bahwa di dalam sitoplasma
terdapat zarah yang mengandung enzim tersebut. Sehingga diupayakan untuk
mengisolasi zarah tersebut. Selanjutnya, melalui mikroskop elektron oleh
Novikoff tahun 1955 menemukan zarah yang mengandung enzim fosfatase,
dengan aktivitas enzim dalam zarah sangat bervariasi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa enzim dalam zarah tersebut akan paling aktif jika
isolatnya dibuat dengan air suling dibandingkan isolatnya dibuat dengan
isotonis, misalnya dengan sukrosa. Sehingga disimpulkan bahwa zarah
tersebut mengandung enzim hirolitik. Zarah yang mengandung hidrolitik ini

1

kemudian ditenrukan sebagai organela baru dengan nama lisosom. Lisosom
dijumpai pada sel eukariotik.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis akan membahas materi dengan
judul “Lisosom dan Peroksisom”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan beberapa rumusan
masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana struktur Lisosom dan Peroksisom?
2. Bagaimana Lisosom dan Peroksisom pada sel hewan dan tumbuhan?
3. Apa enzim-enzim pada Lisosom dan Peroksisom?
4. Bagaimana fungsi Lisosom dan Peroksisom?
5. Bagaimana pembentukan Lisosom dan Peroksisom?
6. Bagaimana biogenesis Lisosom dan Peroksisom?

C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat dirumuskan beberapa tujuan
penulisan sebagai berikut:
1. Mengetahui struktur Lisosom dan Peroksisom.
2. Mengetahui Lisosom dan Peroksisom pada sel hewan dan tumbuhan.
3. Mengetahui enzim-enzim pada Lisosom dan Peroksisom.
4. Mengetahui fungsi Lisosom dan Peroksisom.
5. Mengetahui pembentukan Lisosom dan Peroksisom.
6. Mengetahui biogenesis Lisosom dan Peroksisom.

2

sewaktu mempelajari enzim fosfatase asam dari serpihan sel-sel hati. 3 . Biasanya berbentuk oval dan mengandung enzim- enzim digestif yang kuat dalam lingkungan yang asam. Lisosom adalah organel yang termasuk dalam sistem endomembran. Lisosom adalah organel yang polimorfik. Lisosom umumnya berdiameter 0. artinya mempuyai bentuk dan ukuran yang sangat bervariasi. Lisosom berisi enzim-enzim hidrolitik yang dapat memecah karbohidrat. Enzim ini berfungsi dalam pencernaan intrasel yaitu mencerna zat-zat yang masuk dalam sel. Lisosom berukuran kecil. BAB II PEMBAHASAN A. soma=tubuh) merupakan membran berbentuk kantong kecil yang berisi enzim hidrolitik yang disebut lisozim. dan asam nukleat. protein. Lisosom berasal dari bahasa latin yaitu (lyso= pencernaan. LISOSOM 1. Lisosom terdapat hampir pada semua sel eukariotik. walaupun kadang-kadang ditemukan lisosom berdiameter 0. terutama sel-sel yang bersifat fagositik seperti leukosit. lemak. Heterogenitas ini menunjukkan bahwa lisosom merupakan organel yang sangat dinamis. Struktur Lisosom Lisosom telah diketahui oleh De Duve pada tahun 1950-an.5 mikrometer. produk atau hasil RE kasar dan aparatus Golgi.25 mikrometer. Lisosom adalah organel sel berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai keadaan.

2007). ada 3 macam. belum tergabung dengan materi yang akan dicerna. Seperti halnya RE dan AG. Biologi Sel. 3) Tubuh residu. (Yogyakarta:Graha Ilmu. Lisosom primer pada umumnya adalah vesikuli yang bersalutkan protein yang disebut klatrin. Meski demikian lisosom tetap dapat diidentifikasi sebagai salah satu organela sel.140. tetapi hanya terdiri atas satu lapis sel saja. 2) Sitolisosom merupakan gabungan dari autosom dengan lisosom protein. 1 Sumadi dan Marianti. Hasil pengamatan melalui mikroskop elektron menunjukkan bahwa bentuk dan ukuran lisosom sangat bervariasi. hal.1 Terdapat empat macam bentuk lisosom yaitu satu macam lisosom primer dan tiga macam lisosom sekunder. vakuola yang berisi sisa materi yang tidak tercerna. a) Lisosom primer adalah lisosom yang baru terbentuk dari AG. b) Lisosom sekunder. yaitu: 1) Heterofagosom merupakan gabungan dari fagosom dengan lisosom primer. 4 . Klatrin akan lepas dari vesikuli begitu vesikuli terlepas. Lisosom ditinjau dari segi fisiologis terdiri dari dua kategori yaitu lisosom primer yang hanya berisi enzim-enzim hidrolase dan lisosom sekunder yang selain berisi enzim hidrolase juga terdapat substrat yang dapat dicerna. lisosom juga tersusun dari membran seperti halnya membran sel. Lisosom berasal dari pembentukan tunas sisterna AG pada sisi trans.

enzim didominasi oleh enzim fosfatase. dkk. Membran lisosom sangat unik. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Selama membran lisosom tidak rusak. hidrolase. Dari kesemua enzim tersebut. 3. 2. dan enzim pemecah lipid. nuklease. dan asam nukleat. jika terjadi kebocoran enzim maka tidak dapat aktif karena pH sitosol sekitar 7. lipase. polisakarida.48 5 . (Malang: Universitas Negeri Malang. fosfolipase. Enzim. hal. 1999).2 Enzim-enzim lisosom dapat menghidrolisis protein. Enzim-enzim yang terkandung dalam lisosom berbagai macam. fosfatase. mempunyai protein transfer untuk membawa hasil pencernaan ke sitosol. nuklease. sel tumbuhan dikatakan tidak mempunyai lisosom. protease. Kalau dikelompokkan terdapat enzim yang termasuk dalam kelompok fosfatase. Tumbuhan mengandung beberapa macam hormon hidrolase tetapi enzim tersebut tidak berada dalam satu kompartemer. enzim tidak dapat keluar dari sitosol. Lisosom sebagai organel memang tidak ada tetapi terdapat kandungan enzim-enzim lisosom yang terikat pada dinding sel. Contohnya pada germinasi biji gandum.. Enzim fosfatase yang lain adalah monofosfat dan fosfodieterase asam yang substratnya oligobukleotida dan diester fosfat. lisosom lebih dikenal sebagai vakuola. mempunyai fungsi menyimpan senyawa organik yang dihasilkan tanaman. lemak.enzim Lisosom Organel ini memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease. Biologi Sel. sedangkan asal lisosomnya adalah sama 2 Annie Istanti. yang selain untuk mencerna.2. Pada membran juga terdapat pompa ion H+ untuk memasukkan ion H+ ke dalam lisosom sehingga pH-nya konstan sekitar 5. Telah terdapat banyak bukti mengenai peran enzim-enzim hidrolitik dalam proses germinasi biji angiospermae. ataupun sulfatase. Oleh karena itu. Aktivitas enzim- enzim hidrolase dikendalikan oleh hormon tumbuh yakni asam giberelat. glikosidase. Lisosom dalam Sel Tumbuhan Pada sel tumbuhan. Membran lisosom tidak dapat tercerna oleh enzimnya sendiri sebab kandungan karbohidrat pada membran sangat tinggi sehingga tidak dapat dicerna oleh enzim protease.

dan b) enzim fosfolipase dengan substratnya fosfolipid. tumbuhan dan protista. sedangkan bila bahannya berasal dari dalam sel. nutrisi. Kelompok enzim terakhir yang terdapat dalam lisosom adalah enzim perombak lipid yang terdiri dari a) esterase dengan substratnya ester asam lemak. c) α-manosidase substratnya manosida. asal lisosomnya adalah jaringan hewan. dengan fosfatase asam yaitu jaringan hewan. proses pencernaannya disebut heterofagi. d) β-glukoronidase substarnya polisakarida dan mukopolisakarida. Enzim hidrolase terdiri dari : a) β-galaktosidase substartnya galaktosidasi. Selain kedua mekanisme tersebut yang sifatnya intraseluler. 2) Enzim kolagenase. tumbuhan dan protista. asal lisosomnya jaringan hewan. Kedua mekanisme ini. Enzim yang tergolong dalam nuklease adalah RNA-ase substratnya RNA dan DNA-ase substratnya DNA. sering dijumpai misalnya pada pertahanan tubuh. lisosomnya diduga berasal dari jaringan tumbuhan. pengaturan sekresi. asal lisosomnya adalah sel hewan. Op. 142 6 .cit. asal lisosomnya sel tulang. misalnya terjadi pada jaringan pengikat hewan dan juga pada sejenis jamur. Bila bahan yang dicerna berasal dari luar sel. Mekanisme Pencernaan oleh Lisosom Mekanisme secara enzimatis yang dilakukan oleh lisosom terdiri dari berbagai macam tergantung dari jenis. b) α-glukosidase substratnya glikogen. 4. 3) peptidase substratnya peptida. asal dan bahan yang akan dicerna. substratnya kolagen. maka disebut proses autofagi.3 3 Sumadi dan Marianti. Kelompok enzim protease: 1) enzim katepsin substartnya protein. enzim lisosom dapat pula disekresikan ke luar dari sel atau disebut pencernaan ekstra sel. tumbuhan dan protista.

Selanjutnya heterolisosom berfungsi dengan granula azurofil sehingga bersifat asam dan proses lisis bakteri diselesaikan. Proses mekanisme ekstraseluler yang dilakukan oleh lisosom dengan mencurahkan isi lisosom ke dalam daerah ekstraseluler. Proses pencernaan heterofagi terjadi dengan jalan endositosis. artinya bahan yang berasal dari luar akan masuk ke dalam sel dengan jalan endositosis membentuk endosom. cellular remodelling dan metamorfosis.. b) Pada pencernaan autofagi berbeda dengan pencernaan heterofagi. Proses autofagi berperan dalam hal cell turnover. Contoh: Bakteri masuk secara fagositosis. setelah terbentuk fagosom ia berfungsi dengan granula spesifik menjadi heterolisosom (vakuola pencerna) yang tetap dalam pH netral terjadi lisis dinding bakteri. Jadi pada proses ini yang dicerna adalah substansi antar sel. terbentuk lisosom sekunder. bahan yang menjadi substrat berasal dari komponen sel itu sendiri. misalnya pencernaan ekstra sel yang menyebabkan perubahan tulang dan tulang rawan. Mekanisnya dimulai dengan kegiatan sebuah sisterna RE yang akan melengkung dan mengelilingi sebagian sitoplasma yang terdapat berbagai macam organel dan inklusi.Asal bahan pencernaan dibedakan menjadi 2 yaitu: a) Heterofagi adalah proses pencernaan materi eksogen secara internal (didalam sel oleh lisosom). 7 . Setelah terbentuk vesikel maka enzim akan segera dicurahkan sehingga terjadi autolisosoma yang akan menghasilkan badan-badan residu yang akan dikeluarkan dari sel.kemudian sisa pencernaan akan dikeluarkan dari sel dengan cara eksositosis. Pada autofagi ini. Autofagi adalah proses pencernaan materi endogen secara internal (didalam sel lisosom). Endosom akan melebur dengan lisosom primer sehingga enzim lisosom akan berkontak langsung dengan bahan yang dicerna. Selanjutnya proses pencernaan berlangsung.

Endositosis Endositosis adalah mekanisme pengangkutan bahan dari cairan ekstrasel kedalam sel dengan cara membungkus bahan tersebut dengan suatu kantung. 8 . Gambar hasil mekanisme pencernaanekstraseluler lisosom Jalan proses pencernaan: a. Kantung tersebut dibentuk dari membran sel yang dilekukkan ke arah dalam dan kemudian kantung tersebut lepas membentuk vakuola didalam sitoplasma. Eksositosis Eksositosis adalah mekanisme pengeluaran bahan sel dari dalam sel menuju keluar sel dengan cara yaitu bahan sisa terkumpul dalam kantung membran didalam sitoplasma kemudian kantung tersebut bergerak ke permukaan sel dan mengkosongkan isinya keluar sel. b.

dan autofagolisosom. Pencernaan bagian-bagian sel yang sudah usang disebut autofagi. Materi dari luar sel masuk ke dalam sel dengan cara pinositosis dan fagositosis. fagolisosom. maka materi cepat sekali tercerna. fagosom langsung bergabung dengan endolisosom membentuk fagolisosom. sedang membran lisosom dikembalikan ke membran sel dengan cara eksositosis. gula dan nukleotida lewat membran lisosom ditranspor ke sitosol. Lintasannya: vakuola endositik (pinosoma) endosom poriferi endosom perinuklei endolisosom lisosom. Karena lisosom mengandung bermacam-macam enzim hidrolitik. akan tetap tinggal di dalam lisosom membentuk tubuh residu. Bagian yang akan dicerna terlebih dulu harus dibungkus dengan membran yang berasal dari RE sehingga terbentuk autofagosom. Lintasan fagosom agak berbeda. 9 . Makanan dari dalam sel sendiri berupa organela sel yang sudah usang. Hasil pencernaan misalnya asam amino. Selanjutnya autofagosom bergabung dengan endolisosom membentuk autofagolisosom. Pencernaan intrasel terjadi pada lisosom.Pencernaan intrasel: Materi yang akan dicerna oleh lisosom dapat berasal dari luar sel (heterofagi) dan dari dalam sel sendiri (autofagi). Jika ada materi yang tidak tercerna. Proses pinositosis dan fagositosis merupakan proses transpor makromolekul lewat membran.

c) Autofagi. yaitu berupa organel yang tidak berfungsi lagi. bakteri. ada yang digunakan kembali (dibuang ke sitoplasma). transformasi berudu menjadi katak. Beberapa materi tersebut dipilah. yang kemudian materi-materi ini akan dibawa ke vesikel kecil dan tidak beraturan. dan autofagi. Lisosom memiliki beberapa tipe fungsi pencernaan. Pertama. sehingga makanan dapat dicerna enzim yang 10 . b) Fagositosis. dan embrio manusia. Di endosom lanjut. yang disebut endosom awal. Endositosis ialah pemasukan makromolekul dari luar ke dalam sel melalui mekanisme endositosis. Terjadi penurunan pH (5) pada endosom lanjut sehingga terjadi pematangan dan membentuk lisosom. Lisosom bergabung dengan vakuola makanan. Fungsi Lisosom Fungsi utama lisosom adalah berperan dalam pencernaan intrasel. kemudian benda asing didegradasi dengan enzim hidrolitik. fagositosis. Proses autofagi untuk pembuangan dan degradasi bagian sel sendiri. Kemudian. dimana sel menelan materi yang agak besar seperti sel-sel mati. Fagositosis merupakan proses pemasukan partikel berukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri dan virus ke dalam sel. Lalu autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (atau endosom lanjut). Di dalam endosom awal. Fungsi lain : a. a) Endositosis. Fagositosis adalah bentuk khusus endositosis. Proses ini berguna pada sel hati. Penelanan terjadi melalui vesikel spesial yang bergabung dengan lisosom. pH sekitar 6. Bagian dari retikulum endoplasma kasar menyelubungi organel dan membentuk autofagosom. atau virus. fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi dan berkembang menjadi lisosom (endosom lanjut).5. materi tersebut bertemu pertama kali dengan enzim hidrolitik. Fungsi lisosom ada 3 yaitu endositosis. yang tidak dibawa ke endosom lanjut. puing-puing sel. membran akan membungkus partikel atau mikroorganisme dan membentuk fagosom.

Endosom adalah materi asing yang bukan dari mahluk hidup (mikroorganisme). Biologi Molekuler Sel. 2016). Lisosom juga menghancurkan bakteri yang membahayakan. Semua enzim yang ditemukan dalam lisosom adalah enzim hidrolase yang berfungsi untuk pencernaan intrasel. (Jakarta : Salemba Teknika. dimiliki lisosom menjadi molekul-molekul kecil. Lisosom yang abnormal menyebabkan penyakit yang fatal atau menyebabkan kematian. Molekul kecil hasilnya meninggalkan lisosom dan digunakan lagi oleh sel. Lisosom sekunder ada 2 jenis. dikenali oleh reseptor membran sel dan kemudian masuk kedalam sel. Fagosom adalah materi asing berupa mikroorganisme. Contohnya. Artinya.4 Heterolisosom/vakuola pencernaan adalah fusi antara lisosom primer dengan materi yang berasal dari luar sel. b. Pencernaan intrasel selalu terjadi di dalam vakuola (lisosom sekunder). Enzim-enzim tersebut bekerja optimal dalam suasana asam. 11 . Lisosom juga berfungsi penting pada perkembangan embrio. didalam lisosom sekunder inilah proses pencernaan/penghancuran atau lisis berlangsung. hal 88. enzim lisosom menghancurkan sel-sel selaput yang menghubungkan antara jari-jari pada tahapan perkembangan awal manusia. 4 Lucia Maria dan Didi Jaya. Sel darah putih kita memasukkan bakteri ke dalam vakuola untuk mencernakan dinding sel bakteri. yaitu heterolisosom (Vakuola pencernaan) dan Autolisosom (Vakuola Autofagi). dengan demikian enzim tidak keluar ke sitosol. yang masuk kedalam sel secara Fagositosis. dengan materi akan dilisis (dicerna). dapat berupa endosom atau fagosom. Lisosom Sekunder adalah fusi lisosom primer. c.

media. Pada jala trans golgi terjadi pemisahan materi yaitu materi untuk lisosom. Membran lisosom berasal dari membran jala Trans golgi. tetapi sebagian bahan residu tetap tinggal didalam sel. asam lemak. Materi yang tidak dapat digunakan oleh sel akan dikeluarkan secara eksositosis. asam amino. Setelah proses pencernaan atau lisis didalam lisosom sekunder selesai. trans). Autolisosom atau vakuola autofagi adalah fusi antara lisosom primer dengan materi yang berasal dari dalam sel (berupa organel sel) dan disebut sitosegrosom ( Autofagosom). untuk membran sel. maupun mineral yang akan digunakan kembali oleh sel tersebut. Kemudian dari bagian membran terbentuk vesikel transpor yang membawa enzim yang baru disintesis ke endolisosom dan akhirnya ke lisosom. atau untuk sekresi. masih ada materi sederhana atau monomer yang dihasilkan misalnya berupa nukleotida. Sintosis enzim berawal dari REK kemudian di transpor ke AG (secara berurutan dari cis. sel tersebut akan mengalami kematian atau melisiskan dirinya atau terjadi autolisis sel. Pemilihan materi didasarkan pada peptida sinyal yang dipunyai oleh masing-masing protein. Apabila kandungan badan residu telah banyak. 6. 12 . Pada bagian tertentu dari membran jala trans golgi terdapat protein trans membran yang bertidak sebagai reseptor untuk M6P protein dengan sinyal M6P akan terikat pada reseptor M6P. monosakarida. Bagi lisosom sekunder yang telah selesai melaksanakan tugasnya ia kembali menjadi lisosom primer. Proses defekasi seluler (proses pengeluaran bahan residu) dapat terjadi. Biogenesis Lisosom Biogenesis lisosom meliputi sintesis membran dan enzimnya. Dari AG dibawa dalam vesikel transpor ke Endolisosom dan akhirnya ke lisosom. Peptida sinyal untuk enzim hidrolase (enzim untuk lisosom) adalah manose 6 fosfat (M6P). Telolisosom atau postlisosom merupakan lisosom dengan kandungan enzim yang sudah tidak berfungsi atau lisosom tua yang selanjutnya menjadi bahan residu didalam sel.

8 nm. Peroksisom adalah organel bermembran tunggal yang terdapat disemua sel eukariotik5. Fungsi peroksisom adalah menghasilkan enzim katalase yang berfungsi menguraikan hidrogen peroksida sebagai hasil samping fotorespirasi yang sangat toksik untuk sel. 5 Ibid. menjadi H2O dan O2 . Dalam sel Peroksisom memiliki struktur yang terdiri dari kristal-kristal padat dan pekat yang terbungkus oleh satu lapis membran unit. PEROKSISOM 1. Peroksisom sangat melimpah di organ seperti hati di mana lemak disimpan. Oleh karena itu protein yang dibutuhkan di impor dari sitosol. Peroksisom merupakan organel bulat kecil yang ditemukan mengambang bebas dalam sitoplasma sel. Peroksisom berbentuk bulat telur dengan diameter sekitar 0. Tidak seperti mitokondria dan kloroplas. yang mengandung beberapa enzim-enzim oksidatif seperti enzim oksidase dan enzim katalase karena enzim-enzim tersebut berperan dalam pembentukan dan pembongkaran hidrogen peroksida (H2O2) maka organel tersebut dinamakan peroksisom. Bentuk peroksisom seperti lisosom tetapi tidak dibentuk oleh kompleks golgi.5 mikrometer. Matriknya banyak mengandung materi amorf yang berwarna kelabu.5--1. B. Struktur Peroksisom Pada tahun 1965 De Duve menemukan organel yang unik dari sel- sel hati. dan perubahan senyawa purin. 95 13 . Peroksisom banyak terdapat dalam sel parenkim hati dan sel tubulus kontortus proksimal ginjal. merubah lemak menjadi karbohidrat. organel ini tidak mempunya DNA dan ribosom meskipun dapat bereplikasi sendiri sebagaimana RE. Struktur ini mengandung setidaknya 50 enzim dan dipisahkan dari sitoplasma oleh bilayer lipid penghalang membran tunggal. dipecah atau disintesis. Organel ini memiliki membran tunggal dengan tebal 6.

Plasmalogen merupakan jenis phospolipid terbanyak pada myelin. Proses ini disebut fotorespirasi karena menggunakan O2 dan membebaskan CO2. peroksisom banyak berasosiasi dengan kloroplas. Pada fotorespirasi. Salah satu fungsi penting biosintetik dari peroksisom hewan adalah untuk mengkatalisis reaksi pertama dari pembentukan plasmalogen. Terdapat dua tipe peroksisom pada sel tumbuhan yaitu: a. Pada sel tumbuhan terdapat dua macam peroksisom. Kekurangan plasmalogen ini menyebabkan myelin pada sel saraf menjadi abnormal. 14 . asam glikolat yang dihasilkan dari fotosinesis dikeluarkan dari kloroplas dan masuk ke peroksisom. Terdapat di daun dan berfungsi mengkatalisis oksidasi produk samping dari reaksi fiksasi CO2 menjadi karbohidrat. Peroksisom dalam Sel Hewan dan Tumbuhan Dalam sel hewan.2. karena itulah kerusakan peroksisom berujung pada kerusakan saraf. terdapat satu macam peroksisom yang berada disekitar RE sedangkan dalam sel tumbuhan.

Terdapat didalam biji yang sedang berkecambah. 15 . peroksisom ini juga disebut sebagai glioksisom. kemudian dioksidasi dan diubah menjadi glisin. enzim yang terlibat dalam reaksi ini kadang-kadang mengkatalisis penambahan O2 ke dalam ribulosa-1.5-bifosfat. fosfoglikolat. Serin lalu dikembalikan ke dalam peroksisom dan diubah menjadi gliserat. Akan tetapi. Gliserat oleh kloroplas dengan bantuan enzim gliserat kinase dan dengan membutuhkan satu molekul ATP akan membentuk satu molekul asam fosfogliserat dan satu molekul ADP. yang kemudian ditransfer ke peroksisom. Organel ini berperan penting dalam mengubah asam lemak yang tersimpan didalam lipida biji menjadi gula yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman muda. CO2 diubah menjadi glukosa melalui siklus Calvin. yang berakibat pada produksi senyawa dengan dua karbon. Reaksi fotorespirasi pada tumbuhan: Selama fotosintesis. Kemudian glisin ditransfer ke mitokondria dan diubah menjadi serin. yang dimulai dengan penambahan CO2 ke dalam gula lima karbon. Fosfoglikolat kemudian diubah menjadi glikolat. Pengubahan lemak ke gula dikenal dengan daur glioksilat. ribulosa-1. yang kemudian ditransfer kembali ke kloroplas. b.5-bifosfat.

Lipida yang diperlukan untuk membran di sintesis didalam RE kemudian dipindahkan ke. lalu muncul tonjolan/tunas di salah satu bagian yang mengakumulasi lipid. Peroksisom induk tumbuh karena penambahan protein dari sitosol. Tonjolan ini lalu memisahkan diri.3. Pembelahan mengikuti pembesaran yang dialami oleh peroksisom. kemudian membelah membentuk dua peroksisom anak. sementara dari sitosol dipasok beberapa gugus penting. bagi pembentukan katalase dan peroksidase. Impor protein menyebabkan pertumbuhan dan pembentukan peroksisom melalui pembelahan. Pembentukan peroksisom baru berasal dari peroksisom yang sdah ada lewat pembelahan. seperti heme. memasok protein untuk isi dan membran. Mekanisme Pembentukan Peroksisom Protein untuk pembelahan disintesis di ribosom pada sitosol lalu diimpor ke dalam peroksisom. peroksisom. Ribosom bebas. 16 . yang tidak melekat pada retikulum endoplasma.

Daftar nama enzim yang terdapat dalam Peroksisom:6 Katalase NAD-gliserol fosfat dehidrogenase NAD-Malat dehidrogenase Malat sintetase Hidroksipiruvat reduktase Akonitase Serin-glyoksilat aminotransferase Isositrat liase Glikolat oksidase Asil Lemak koA sintetase Glutamat-oksaloasetat aminotransferase Enzim-enzim β-oksidase Glutamat.glyoksilat aminotransferase Tiolase NADP-isositrat dehidrogenase Urikase Urat oksidase Alantoinase Xantin dehidrogenase Asam amino oksidase 6 Ibid. Peroksisom sel hewan banyak mengandung enzim-enzim oksidatif seperti D-Asam amino oksidase dan urat oksidase. Sel ragi yang ditumbuhkan di dalam gula. Enzim-Enzim pada Peroksisom Ada dua enzim membran yang berasosiasi dengan peroksisom yaitu Enzim sitokrom b5 dan NADH b5 reduktase. pada daun dan biji tumbuhan serta pada mikroorganisme eukarion seperti ragi. protozoa dan jamur. 97 17 . Enzim yang umum dijumpai pada peroksisom yaitu katalase. mempunyai peroksisom kecil. Pada peroksisom sel palisade dan bunga karang banyak terdapat enzim daur glioksilat dan pada glioksisom sel endosperm terdapat enzim daur glioksilat dan oksidase-β asam lemak. Selain itu hampir semua peroksisom juga mengandung enzim urat oksidase. 4. contohnya. maka akan mengembangkan peroksisom besar yang memecah asam lemak menjadi asetil koA melalui β-oksidasi. Namun jika ragi ditumbuhkan di dalam metanol. Peroksisom juga dapat beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Peroksisom banyak dijumpai pada sel hati dan ginjal hewan vertebrata.

Urat oksidase + + + 3. Katalase + + + 2. Isositrat liase . Asam lemak oksidase + + + 8. Fungsi Peroksisom Beberapa fungsi peroksisom yaitu: 1. Glikolat transminase . Glikolat oksidase + + + 7.wikipedia. Glikolat reduktase + . (-) tidak ada. H2O2 yang dihasilkan juga berbahaya kemudian diubah menjadi air oleh enzim di peroksisom.org/wiki/Peroksisom (diakses pada tanggal 7 Oktober 2016) 18 . Malat sintase . + - 5. + - 12. + - 9. Enzim-enzim yang dibentuk oleh peroksisom selengkapnya disajukan pada tabel 7: (Kleinsmith dan Kish. . L-asam amino oksidase . 2. Sitrat sintase . 7 http://id. D-asam amino oksidase + + - 4. Dalam hati. peroksisom dapat menawarkan racun alkohol dan senyawa beracun lainnya. + 14. L-asam hidroksi + + + oksidase 6. + + 13. (?) belum diketahui 5. + - 11. Beberapa peroksisom menggunakan oksigen untuk memecah asam lemak dan diangkut ke mitokondria sebagai bahan bakar respirasi seluler. + Keterangan : (+) ada. dengan mentransfer hydrogen peroksida dari racun ke oksigen. Akonitase ? + - 10. Aktivitas Enzimatis Sumber Peroksisom Hati Kecambah Daun Tikus tumbuhan Tumbuhan 1. Malat dehidrogenase .1988) No.

Peroksisom tumbuh dengan menggabungkan lipid dan protein dalam sitosol. fosmal dehida dan alkohol menghasilkan H2O. Tiga macam enzim yaitu urat oksidase. asam format. berkembang dengan membelah diri menjadi dua sampai ukuran tertentu. Daur Glioksilat dalam Glioksisom Endosperm Proses ini terjadi di dalam glioksisom sel-sel endosperm biji yang sedang berkecambah. Daur glioksilat merupakan modifikasi daur asam sitrat. Proses fungsi peroksisom: a. RH2 + O2 flavin oksidase R + H2O2 (R = substrat organik). Reaksi daur glioksilat memanfaatkan asam lemak (dalam bentuk asetil Ko- A) sebagai sumber karbon untuk mensitesis karbohidrat. H2O2 + RH2 katalase R + 2H2O Peroksisom banyak menghasilkan H2O2 tetapi hanya sebagian kecil yang berdifusi ke sitosol karena sebagian besar sudah dibongkar oleh enzim katalase didalam peroksisom. katalase bermacam-macam substrat seperti fenol. Setiap dua molekul asetil Ko-A yang masuk ke dalam daur. dihasilkan satu molekul 19 . Sebagian besar H2O2 dalam sitosol dihasilkan oleh mitokondria dan membran RE. Melalui reaksi peroksidatif. D-amino oksidase dan asam hidroksilat oksidase berperan memisahkan atom H dengan substrat organik melalui reaksi oksidatif dan menghasilkan hidrogen peroksida. Oksidasi Substrat dalam Peroksisom Sel Mamalia Pada peroksisom sel-sel hati ditemukan empat macam enzim yang fungsinya berkaitan dengan metabolisme hidrogen peroksida (H2O2). Jenis reaksi oksidatif berperan penting dalam sel hati dan ginjal. 3. 2H2O2 katalase 2H2O+O2 b. dimana peroksisom mendetoksifikasi berbagai molekul toksik yang memasuki aliran darah. Oleh karena kelebihan H2O2 memiliki sifat toksik bagi sel maka katalase perlu mengubahnya menjadi H2O dan O2.

Biogenesis Peroksisom Mekanisme biogenesis peroksisom rumit dan belum jelas. Protein reseptor impor peroksisom yang terlibat dalam 20 . Membran peroksisom semula diduga berasal dari membran RE tetapi ternyata pada kedua membran tersebut komponen proteinnya berbeda. . Peroksisom tidak mempunyai DNA dan ribosom jadi semua proteinnya disintesis pada ribosom sitoplasma yang dikendalikan oleh DNA inti. yaitu protein yang memiliki sekuen tiga asam amino spesifik (serin-lisin-leusin) pada ujung C atau ujung N (Protein Targeting Signal/PTS). Hanya protein tertentu yang dapat masuk ke peroksisom. Hal ini menunjukkan bahwa enzim-enzim tersebut tidak disintesis pada RE. Enzim- enzim dalam peroksisom tidak ditemukan dalam AG dan RE. suksinat yang akan digunakan sebagai prazat untuk proses glukoneogenesis dalam mitokondria. suksinat diubah menjadi fosfoenol piruvat yang akan menjadi glukosa dan kemudian diubah menjadi sukrosa(monosakarida). Oleh karena itu dilakukan impor protein melalui membran. Dalam mitokondria. Suksinat Malat Oksaloasetat fosfoenol piruvat Sukrosa glukosa 6. Peroksisom tidak memiliki DNA dan ribosom sehingga tidak dapat mensintesis protein sendiri.

dan dapat menyebabkan kematian. 21 . Protein reseptor impor peroksisom yang larut dalam sitosol (Pex2 atau Pex5) mengenali protein peroksisom di sitosol yang mengandung tiga sekuens asam amino spesifik di ujung N atau ujung C. Penyakit ini belum ada pengobatannya dan menyebabkan komplikasi pneumonia dan gangguan pernapasan.transpor protein ke dalam peroksisom adalah peroksin (Pex). Sindrom Zellweger merupakan penyakit keturunan yang disebabkan oleh mutasi pada gen yang mengkode protein integral membran peroksisom (Peroksin Pex2) sehingga tidak dapat melakukan impor protein. Protein untuk membran dan enzim diangkut dari sitosol dengan cara pos traslasi. serta kematian setelah enam bulan kelahiran. Pex2 atau Pex5 mengangkut protein ke dalam peroksisom dengan bantuan protein membran peroksisom. ginjal. hati. Sindrom ini menyebabkan abnormalitas pada otak. Kemudian di dalam peroksisom protein dilepaskan lalu Pex2 atau Pex5 kembali ke sitosol.

5--1. 22 . Enzim ini berfungsi dalam pencernaan intrasel yaitu mencerna zat- zat yang masuk dalam sel dan untuk mencerna komponen usang dari sel itu sendiri. Lisosom terdapat hampir pada semua sel eukariotik. produk atau hasil RE kasar dan aparatus Golgi. ataupun sulfatase. fosfatase. lipase. Pada sel tumbuhan terdapat dua macam peroksisom yaitu yang terdapat pada daun dan biji yang sedang berkecambah.8 nm. nuklease.25 – 0. Lisosom memiliki 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease. soma=tubuh) merupakan membran berbentuk kantong kecil yang berisi enzim hidrolitik yang disebut lisozim. Pada sel tumbuhan. Matriknya banyak mengandung materi amorf yang berwarna kelabu. Peroksisom mengandung setidaknya 50 enzim dan dipisahkan dari sitoplasma oleh bilayer lipid penghalang membran tunggal. Peroksisom adalah organel bermembran tunggal yang terdapat disemua sel eukariotik yang merupakan organel bulat kecil yang ditemukan mengambang bebas dalam sitoplasma sel. lemak. fosfolipase. terutama sel-sel yang bersifat fagositik seperti leukosit. Semua enzim tersebut aktif pada pH 5. Enzim- enzim lisosom dapat menghidrolisis protein. Lisosom adalah organel yang termasuk dalam sistem endomembran. yang selain untuk mencerna.5 mikrometer. peroksisom banyak berasosiasi dengan kloroplas. dan asam nukleat. BAB III PENUTUP A.5 mikrometer yang memiliki membran tunggal dengan tebal 6. Dalam sel Peroksisom memiliki struktur yang terdiri dari kristal-kristal padat dan pekat yang terbungkus oleh satu lapis membran unit. Simpulan Lisosom berasal dari kata (lyso= pencernaan. polisakarida. Dalam sel hewan. mempunyai fungsi menyimpan senyawa organik yang dihasilkan tanaman. glikosidase. terdapat satu macam peroksisom yang berada disekitar RE sedangkan dalam sel tumbuhan. Berbentuk bulat telur dengan diameter sekitar 0. lisosom lebih dikenal sebagai vakuola. Lisosom umumnya berdiameter sekitar 0.

Saran Demikian yang dapat penulis paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini.B. Semoga makalah ini berguna bagi penulis khususnya dan para pembaca pada umumnya. Penulis berharap kepada para penulis berikutnya untuk membahas organela sel yang lain. 23 . tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya karena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.

Daftar Pustaka Istanti. Jakarta : Salemba Teknika Sumadi dan Marianti. 2016. 2007. Annie. dkk. Biologi Molekuler Sel.wikipedia. 1999. Biologi Sel. Biologi Sel. Malang: Universitas Negeri Malang Maria. Yogyakarta : Graha Ilmu http://id. Lucia dan Didi Jaya.org/wiki/Peroksisom (diakses pada tanggal 7 Oktober 2016) 24 .