You are on page 1of 15

qwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwerty

uiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasd
fghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzx
cvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq
Makalah Radioaktif
Kimia
wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui
10/8/2015

opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg
 Adelia Putri. M
 Aufa Hanum . S
 Indira Farhana P

hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc
 Isna Hanifah
 Santi Karamina
 Wita Nur Affifah

vbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq
wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui
opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg
hjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxc
vbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmq
wertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyui
opasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfg
hjklzxcvbnmrtyuiopasdfghjklzxcvbn
mqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwert
yuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopas
A. Pengertian Radioaktif

Radioaktifitas adalah suatu gejala yang menunjukan adanya aktivitas inti atom,
yang disebabkan karena inti atom tak stabil. Gejala yang dapat diamati ini dinamakan sinar
radio aktif.
Pengertian lain dari radioaktivitas adalah fenomena pemancaran yang spontan dari
radiasi-radiasi yang ditunjukkan oleh elemen-elemen berat. Sebagai
contohUranium, Polonium, Radium, Ionium, Thorium, Actinium,
dan Mesothorium.Radioaktivitas disebut juga peluruhan radioaktif, Sinar-sinar yang
dipancarkan tersebut disebut sinar radioaktif, sedangkan zat yang memancarkan sinar
radioaktif disebut dengan zat radioaktif.
Radioaktivitas terbagi atas:
1. Radioaktivitas alam ditunjukkan oleh elemen-elemen yang ditemukan di dalam alam.
Radioaktivitas alam selalu ditemukan dengan elemen-elemen barat dalam tabel periodik.
Ciri-cirinya adalah memancarkan sinar α ,β, dan γ
2. Radioaktivitas buatan, dengan menggunakan teknik modern maka transmutasi buatan dari
elemen dapat dilakukan dan menghasilkan radioaktivitas pada elemen-elemen yang lebih
ringan daripada elemen-elemen radioaktivitas alam. Ciri-cirinya adalah memancarkan
partikel selain α ,β, dan γ.

B. Sejarah Penemuan Sinar Radioaktif


Pada tahun 1895 Wilhelm Konrad Rontgen (1845-1923) dari Jerman menemukan
bahwa apabila arus elektron (sinar katoda) menumbuk anoda akan timbul suatu cahaya
(radiasi) yang dapat menyebabkan Fluoresensi (pendar cahaya). Radiasi tersebut
dinamakan sinar X. Dinamakan demikian karena belum diketahui sifat-sifatnya.
Kemudian pada tahun 1896 Antonie Henry Becquerel (1852-1908) seorang ahli kimia
dari Perancis. Yang mengetahui bahwa batuan koleksi ayahnya dapat memancarkan sinar,
meskipun ia belum memahami sinar tersebut, dalam hatinya timbul pertanyaan sinar apakah
ini ? untuk membuktikan sinar tersebut, Becquerel pada tahun 1896 menjemur batuan
Kalium Uranil Sulfat (K2UO2(SO4)2 diatas lempeng fotografi yang diselimuti dengan keras
hitam.
Becquerel mengharapkan bahwa sinar ultraviolet dari matahari membangkitkan
Fluoresensi yang mungkin terkandung dalam batuan tersebut, sehingga sinar X menembus
kertas dan menimbulkan bayangan hitam pada lempeng fotografi. Akan tetapi karena cuaca
mendung hal itu tidak didapatkan, namun apa yang terjadi Becquerel justru menemukan
sesuatu yaitu batuan tersebut tetap memancarkan sinar tetapi tidak mengalami Fluoresensi
dan menghitamkan lempeng fotografi walaupun tanpa ada sinar matahari.
Pada tahun 1898 sepasang ahli kimia Marie Sklodovska Curre (1867-1934) dan
suaminya Pierre Curie (1859-1906), mengamati bahwa radiasi dari Uranium dapat
menyebabkan terbentuknya unsur baru.
Istilah keradioaktifan (radioactivity) diusulkan Marie Curie untuk menggambarkan
gejala yang paling mudah diamati yang menyertai perubahan inti atom tertentu yang dikenal
dengan emisi radiasi pengion. Sinar yang dipancarkan disebut sinar radioaktif dan unsur
yang memancarkan disebut unsur radioaktif. Pierre dan Marie Curie berhasil mengisolasi
dua unsur baru yang terbentuk dari peluruhan unsur Uranium, kedua unsur tersebut diberi
nama Polonium dan Radium
C. Sifat Radioaktif
Sifat-Sifat Sinar Radioaktif
1. Dapat menembus kertas atau lempengan logam tipis.
2. Dapat mengionkan gas yang disinari.
3. Dapat menghitamkan pelat film.
4. Menyebabkan benda-benda berlapis ZnS dapat berpendar (fluoresensi).
5. Dapat diuraikan oleh medan magnet menjadi tiga berkas sinar, yaitu sinar α, β,dan γ.
6. Radiasi-radiasi mempunyai daya tembus yang tinggi, radiasi-radiasi itu mempengaruhi plat-
plat fotografik, menyebabkan sintilasi pada layar-layar yang floresen, menimbulkan panas
dan menghasilkan perubahan-perubahan kimia.
7. Bila radiasi dipancarkan habis, maka terbentuklah elemen-elemen baru yang biasanya juga
bersifat radioaktif.
8. Pemancaran dari radiasi-radiasi adalah spontan.
9. Pemancaran tidak segera, tetapi dapat meliputi suatu periode waktu.

D. Macam-macam Sinar Radioaktif dan Sifatnya


1. Sinar Alpha
 Pengertian Sinar Alpha
Definisi Sinar alfa adalah zat radioaktif yang mempunyai massa partikel sekitar
empat kali massa partikel hydrogen. Sinar alfa merupakan inti atom helium bermuatan positif
yang dipengaruhi medan magnet dengan lambang : α atau 2He4. Partikel sinar α sama dengan
inti helium. Sinar α merupakan radiasi partikel bermuatan positif dan merupakan partikel
terberat yang dihasilkan zat radioaktif. Sinar α yang dipancarkan dari inti dengan kecepatan
sepersepuluh atau 0,1 dari kecepatan cahaya. Daya tembus sinar α palng kecil dibandingkan
sinar radioaktif lainnya, sedangkan daya jangkau mencapai 2,8-8,5 cm dalam udara dan dapat
dihentikan oleh selembar kertas biasa. Daya ionisasi sinar α paling besar karena dapat
mengionisasi molekul yang dilaluinya sehingga dapat menyebabkan 1 atau lebih electron
suatu molekul lepas, sehingga molekul menjadi ion. Sinar alfa dapat membelok kea rah kutub
negative dalam medan listrik.
Partikel Alpha adalah bentuk radiasi partikel yang sangat menyebabkan ionisasi,
dan kemampuan penetrasinya rendah. Partikel tersebut terdiri dari dua buah proton dan dua
buah neutron yang terikat menjadi sebuah partikel yang identik dengan nukleus helium, dan
karenanya dapat ditulis juga sebagai He2+. Partikel Alpha dipancarkan oleh nukleus yang
bersifat radioaktif seperti uranium atau radium dalam proses yang disebut dengan peluruhan
alpha. Kadang-kadang proses membuat nukleus berada dalam excited state dan akan
memancarkan sinar gamma untuk membuang energi yang lebih. Setelah partikel alpha
dipancarkan, massa atom elemen yang memancarkan akan turun kira-kira sebesar 4 amu. Ini
dikarenakan oleh hilangnya 4 nukleon. Nomor atom dari atom yang bersangkutan turun 2,
karena hilangnya 2 proton dari atom tersebut, menjadikannya elemen yang baru. Contohnya
adalah radium yang menjadi gas radon karena peluruhan alpha.
 Penemuan Sinar Alpha
Pada tahun 1903, Ernest Rutherford mengemukakan bahwa sinar radioaktif dapat
dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan muatan mereka. Sinar radioaktif yang bermuatan
positif diberi nama sinar alfa, dan tersusun dari inti-inti helium. Partikel Alfa tidak mampu
menembus selembar kertas, partikel beta tidak mampu menembus pelat alumunium. Untuk
menghentikan gamma diperlukan lapisan metal tebal, namun karena penyerapannya fungsi
eksponensial akan ada sedikit bagian yang mungkin menembus pelat metal. Pada awalnya
tampak bentuk radiasi yang baru ditemukan ini mirip dengan penemuan sinar-X. Akan tetapi,
penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Becquerel, Marie Curie, Pierre Curie, Ernest
Rutherford dan ilmuwan lainnya menemukan bahwa radiaktivitas jauh lebih rumit ketimbang
sinar-X.
Beragam jenis peluruhan bisa terjadi. Sebagai contoh, ditemukan bahwa medan
listrik atau medan magnet dapat memecah emisi radiasi menjadi tiga sinar. Demi
memudahkan penamaan, sinar-sinar tersebut diberi nama sesuai dengan alfabet yunani yakni
alpha, beta, dan gamma, nama-nama tersebut masih bertahan hingga kini. Kemudian dari arah
gaya elektromagnet, diketahui bahwa sinar alfa mengandung muatan positif, sinar beta
bermuatan negatif, dan sinar gamma bermuatan netral. Dari besarnya arah pantulan, juga
diketahui bahwa partikel alfa jauh lebih berat ketimbang partikel beta. Dengan melewatkan
sinar alfa melalui membran gelas tipis dan menjebaknya dalam sebuah tabung lampu neon
membuat para peneliti dapat mempelajari spektrum emisi dari gas yang dihasilkan, dan
membuktikan bahwa partikel alfa kenyataannya adalah sebuah inti atom helium. Percobaan
lainnya menunjukkan kemiripan antara radiasi beta dengan sinar katode serta kemiripan
radiasi gamma dengan sinar-X.
 Sifat-Sifat Sinar Alpha
1. Dipengaruhi antara 1,4 x 107 m.s-1 sampai dengan 2,2 x 107 m.s-1 atau kira-kira 1/10 kali
kecepatan rambat cahaya
2. mempunyai energi 5,3 MeV sampai 10,5 MeV
3. daya tembusnya paling lemah jika dibandingkan sinar β dan sinar γ
4. dapat menembus kertas atau lempeng alumunium setebal 0,04 mm
5. daya iosinasinya paling kuat
6. lintasan di dalam bahan radioaktif berupa garis lurus.
7. memiliki daya tembus kecil (daya jangkau 2,8 – 8,5 cm dalam udara),
8. dapat mengionsasi molekul yang dilaluinya. Sinar alfa ini dapat menyebabkan satu atau lebih
elektron suatu molekul lepas, sehingga molek ul berubah menjadi ion (ion positif dan
elektron) per cm bila melewati udara,
9. dalam medan listrik dapat dibelokkan ke arah kutub negatif.
10. Mempunyai massa 4 dan bermuatan +2.
11. Partikel-partikel alfa bergerak dengan kecepatan antara 2.000 – 20.000 mil per detik, atau 1 –
10 persen kecepatan cahaya
 Peluruhan Sinar Alpha
Peluruhan Alfa ( α ) adalah bentuk radiasi partikel dengan kemampuan
mengionisasi atom sangat tinggi dan daya tembusnya rendah. Pertikel alfa terdiri atas dua
buah proton dan dua buah netron yang terikat menjadi suatu atom dengan inti yang sangat
stabil, dengan notasi atom atau . Partikel α diradiasikan oleh inti atom radioaktif seperti
uranium atau radium dalam suatu proses yang disebut dengan peluruhan alfa. Sering terjadi
inti atom yang selesai meradiasikan partikel alfa akan berada dalam eksitasi dan akan
memancarkan sinar gamma untuk membuang energi yang lebih.Setelah partikel alfa
diradiasikan , massa inti atom akan turun kira-kira sebesar 4 sma, karena kehilangan 4
partikel. Nomor atom akan berkurang 2, karena hilangnya 2 proton sehingga akan terbentuk
inti atom baru yang dinamakan inti anak. Pada peluruhan α berlaku :
1. hukum kekekalan nomor massa : nomor massa (A) berukuran 4 dan
2. hukum kekekalan nomor atom : nomor atom (Z) berkurang 2.
 Daya Jangkau Partikel Alfa :
Berdasarkan hasil eksperimen diketahui bahwa kecepatan gerak partikel alfa berkisar
antara 0,054 c hingga 0,07 c. Karena massa partikel alfa cukup besar, yaitu 4 u, maka
jangkauan partikel alfa sangat pendek. Partikel alfa dengan energi paling tinggi,
jangkauannya di udara hanya beberapa cm. Sedangkan dalam bahan hanya beberapa mikron.
Partikel alfa yang dipancarkan oleh sumber radioaktif memiliki energi tunggal (mono-
energetic). Bertambah tebalnya bahan hanya akan mengurangi energi partikel alfa yang
melintas, tetapi tidak megurangi jumlah partikel alfa itu sendiri. Pengujian jejak partikel alfa
dengan kamar kabut Wilson, menunjukkan bahwa sebagian besar partikel alfa memiliki
jangkauan yang sama di dalam gas dan bergerak dengan jejak lurus

2. Sinar Beta
 Pengertian Sinar Beta
Partikel Beta merupakan suatu partikel subatomik yang terlempar dari inti atom
yang tidak stabil – beta. Partikel tersebut ekuivalen dengan elektron dan memiliki muatan
listrik negatif tunggal -e ( -1,6 x 10-19 C ) dan memiliki massa yang sangat kecil ( 0.00055
atomic mass unit ) atau hanya berkisar 1/2000 dari massa neutron atau proton. Perbedaannya
adalah partikel beta berasal dari inti sedangkan elektron berasal dari luar inti. Kecepatan dari
partikel beta adalah beragam bergantung pada energi yang dimiliki oleh tiap – tiap partikel.
Karena pertimbangan – pertimbangan teoritis tidak memperkenankan eksistensi
independen dan dari elektron intra nuklir, maka dipostulatkan bahwa partikel terbentuk pada
saat pemancaran oleh transformasi suatu neutron menjadi sebuah proton dan sebuah electron
 Penemuan Sinar Beta
Padatahun1898 Ernest rutherford dan frederick soddy menemukan adanya
unsur radon yang dapat memancarkan radiasi sepertisinar- X, tetapi sinar radiasinya berbeda
dengan sinar – X. Dari percobaannya Ernest rutherford dan frederick soddy menemukan tiga
jenis sinar yang dipancarkan oleh bahan radio-radioaktif. Ketiga sinar tersebut dinamakannya
sinar alfa (α), sinar beta (β), dan sinar gama (γ). Ketiga sinar radiasi itu selanjutnya di sebut
sinar radioaktif.
Ketiga sinar radioaktif tersebut mempunyai karakteristik ( ciri khas ) yang berbeda-
beda sinar α tidak dapat menembus lempeng logam dengan ketebalan kurang dari 100cm,
sedang kan sinar β dapat menembus lempung logam setebal 100cm, daya tembusnya sampai
100 kali lebih kuat dari pada sinar α. Sinar γ memiliki daya tembus lebih kuat, bahkan dapat
menembus lempengan timbel sampai beberapa cm. pengamatan Ernest rutherford terhadap
pengaruh medan listrik terhadap ketiga sinar radioaktif tersebut menunjukkanbah wasinar α
bermuatan positif, sinar β bermuatan negatif, dan sinar γ merupakan suatu gelombang
elektomagnetik berenergi tinggi yang tidak bermuatan.
Untuk mengetahui lebih jauh tentang ketiga sinar radioaktif tersebut , Ernest
rutherford menampung masing masing sinar tersebut dalam ruang kaca yang tidak tertembus
sinar itu, dan kemudian mengamati spektrumnya. Dari pengamatannya itu ternyata
perbandingan massa dan muatan serta spektrumnya sesuai denganperbandingan massa dan
muatan serta spektrum dari ion He2+, maka di simpulkan bahwa sinar α merupakan inti
helium. Dengan cara yang sama di simpulkan bahwa sinar β merupakan eletron.
 Sifat-Sifat Sinar Beta
1. Sinar beta ini bermuatan negatif dan bermassa sangat kecil, yaitu 5,5 x 104 satuan massa atom
2. simbol beta atau e
3. memiliki daya tembus yang jauh lebih besar daripada sinar alfa (dapat menembus lempeng
timbel setebal 1 mm),
4. daya ionisasinya lebih lemah dari sinar alfa,
5. bermuatan listrik negatif, sehingga dalam medan listrik dibelokkan ke arah kutub positif
6. Kecepatannya antara 0,32 sampai 0,7 kali kecepatan cahaya, sedangkan energinya mencapai
3MeV.
7.Di dalam bahan radioaktif, lintasan sinar beta berbelok-belok karena hamburan electron dalam
atom
 Peluruhan Sinar Beta
Peluruhan beta (β) adalah suatu proses peluruhan radioaktif dengan muatan inti
berubah tetapi jumlah nukleonnya tetap.Dalam peluruhan sinar beta, terdapat 3 jenis proses
dalam peluruhan sinar beta tersebut, yakni, (i) Peluruhan inti akibat emisi elektron,
disimbolkan sebagai β^- , (ii) Peluruhan inti akibat emisi positron, disimbolkan sebagai β^+ ,
dan yang terakhir (iii) Penangkapan electron inti oleh inti yang disebut dengan penangkapan
electron.
Semua 3 jenis proses yang termasuk dalam proses peluruhan beta sering disebut
dengan perubahan isobar karena semua proses tersebut tidak membuat perubahan dalam
nomor massa A, yakni perubahan nomor massa sama dengan nol. Tetapi selalu terjadi
peristiwa yang mengakibatkan perubahan dalam muatan inti. Karena sebuah inti selalu terdiri
dari neutron dan proton, maka konservasi perubahan listrik yang dibutuhkan dapat diambil
dari proses emisi β^- , sebuah neutron yang ada pada inti dikonversikan menjadi sebuah
proton. Ketika inti radioaktif mengalami peluruhan beta, maka anak inti memiliki jumlah
yang sama dengan nukleon seperti inti sebelumnya.
Sekali lagi, perhatikan bahwa jumlah nukleon dan muatan total keduanya
dilestarikan dalam keadaan yang sama. Namun, seperti yang akan kita lihat nanti, proses ini
tidak dijelaskan sepenuhnya oleh ekspresi seperti itu. Perhatikan bahwa dalam peluruhan
beta, neutron berubah menjadi sebuah proton, dan hal tersebut juga penting untuk
menunjukkan bahwa elektron atau positron dalam meluruh tidak ada sebelumnya di inti tetapi
diciptakan pada saat keluar peluruhan, sehingga energi sisa yang ada akan hilang pada inti.
Sekarang perhatikan energi sistem sebelum dan sesudah pembusukan. Seperti dengan
peluruhan alpha, kita asumsikan energi adalah kekal dan bahwa inti recoiling berat putri
membawa energi kinetik diabaikan. Secara eksperimen, ditemukan bahwa partikel beta dari
satu jenis inti yang dipancarkan, dengan berbagai kontinu energi kinetik sampai dengan
beberapa nilai maksimum.

3. Sinar Gama
 Pengertian Sinar Gamma
Sinar gama (Sinar gamma; seringkali dinotasikan dengan huruf Yunani gamma, γ)
adalah sebuah bentuk berenergi dari radiasi elektromagnetik yang diproduksi
oleh radioaktivitas atau proses nuklir atau subatomik lainnya seperti penghancuran elektron-
positron.
Sinar gama membentuk spektrum elektromagnetik energi-tertinggi. Mereka
seringkali didefinisikan bermulai dari energi 10 keV/ 2,42 EHz/ 124 pm, meskipun radiasi
elektromagnetik dari sekitar 10 keV sampai beberapa ratus keV juga dapat menunjuk
kepada sinar X keras. Penting untuk diingat bahwa tidak ada perbedaan fisikal antara sinar
gama dan sinar X dari energi yang sama -- mereka adalah dua nama untuk radiasi
elektromagnetik yang sama, sama seperti sinar matahari dan sinar bulan adalah dua nama
untuk cahaya tampak. Namun, gama dibedakan dengan sinar X dari sumber mereka. Sinar
gama adalah istilah untuk radiasi elektromagnetik energi-tinggi yang diproduksi oleh transisi
energi karena percepatan elektron. Karena beberapa transisi elektron memungkinkan untuk
memiliki energi lebih tinggi dari beberapa transisi nuklir, ada tumpang-tindih antara apa yang
kita sebut sinar gama energi rendah dan sinar-X energi tinggi.
Sinar gama merupakan sebuah bentuk radiasi mengionisasi mereka lebih
menembus dari radiasi alfa atau beta (keduanya bukan radiasi elektromagnetik), tapi kurang
mengionisasi.
Perlindungan untuk sinar γ membutuhkan banyak massa. Bahan yang digunakan
untuk perisai harus diperhitungkan bahwa sinar gama diserap lebih banyak oleh bahan
dengan nomor atom tinggi dan kepadatan tinggi. Juga, semakin tinggi energi sinar gama,
makin tebal perisai yang dibutuhkan. Bahan untuk menahan sinar gama biasanya
diilustrasikan dengan ketebalan yang dibutuhkan untuk mengurangi intensitas dari sinar gama
setengahnya.
 Penemuan Sinar Gamma
Thomson (Joseph John Thomson) melakukan penelitian sinar katoda di pusat
penelitian Cavendish di Universitas Cambridge dan menemukan elektron yang merupakan
salah satu pembentuk struktur dasar materi. (http://um.ac.id) Pada tahun 1895 datanglah
Ernest Rutherford, (http://ksupointer.com) seorang kelahiran Selandia Baru yang bermigrasi
ke Inggris, untuk bekerja di bawah bimbingan J.J. Thomson. Pada mulanya Rutherford
tertarik kepada efek radioaktivitas dan sinar-X terhadap konduktivitas listrik udara. Partikel
(radiasi) berenergi tinggi yang dipancarkan oleh bahan radioaktif menumbuk dan
melepaskan elektron dari atom yang ada di udara, dan inilah yang menghantarkan arus
listrik.
Setelah mengadakan penelitian bersama dengan J.J. Thomson, pada tahun 1898
Rutherford menunjukkan bahwa sinar-X dan radiasi yang dipancarkan oleh materi radioaktif
pada dasarnya bertingkah laku sama. Selain itu berdasarkan pengukuran serapan materi
terhadap radiasi yang dipancarkan oleh materi radioaktif seperti uranium atau thorium, ia
menyatakan paling sedikit ada 2 jenis radiasi yang dipancarkan oleh bahan radioaktif alam
uranium dan thorium.
Satu memiliki daya ionisasi yang sangat besar, karena itu mudah diserap oleh
materi, dapat dihentikan dengan kertas tipis, yang satu lagi memiliki daya ionisasi yang lebih
kecil dan daya tembus yang besar. Menggunakan dua huruf pertama abjad Yunani, yang
pertama disebut radiasi alpha, yang kedua radiasi Beta. Selain itu juga diketahui adanya
radiasi yang memiliki daya tembus lebih besar dari pada Beta, dan radiasi ini disebut radiasi
Gamma.
 Sifat-Sifat Sinar Gamma
1. Mempunyai daya tembus paling besar disbanding sinar radio aktif lainnya (α atau β)
2.Tidak dipengaruhi medan magnet dan medan listrik, karena tidak bermuatan
3. Dapat mempengaruhi film
4.Energinya mencapai 3MeV
5.Foto sinar γ tidak banyak berinteraksi dengan atom suatu bahan
6. daya ionisasinya paling lemah,
7.tidak bermuatan listrik, oleh karena itu tidak dapat dibelokkan oleh medan listrik.
8. mempunyai panjang gelombang antara 1Å (10-10 m) sampai 10-4Å (10-14 m).
9.Merupakan gelombang elektromagnetik
 Peluruhan Sinar Gamma
Suatu inti unsur radioaktif yang mengalami peluruhan, baik peluruhan α maupun
peluruhan β atau mengalami tumbukan dengan netron biasanya berada pada keadaan
tereksitasi. Pada saat kembali ke keadaan dasarnya inti tersebut akan melepas energi dalam
bentuk radiasi gamma.
Radiasi gamma mempunyai energi yang diskrit. Energi sinar gamma (γ) akan
berkurang atau terserap oleh suatu material yang dilewatinya. Karena ada penyerapan energi
olah bahan maka intensitas dari sinar gamma akan berkurang setelah melewati material
tersebut.
Setelah peluruhan alfa dan beta, inti biasanya dalam keadaan tereksitasi. Seperti
halnya atom, inti akan mencapai keadaan dasar (stabil) dengan memancarkan foton
(gelombang elektromagnetik) yang dikenal dengan sinar gamma (γ). Dalam proses
pemancaran foton ini, baik nomor atom atau nomor massa inti tidak berubah.
Setelah inti meluruh menjadi inti baru biasanya terdapat energi kelebihan pada
ikatan intinya sehingga seringkali disebut inti dalam keadaan tereksitasi. Inti yang kelebihan
energinya ini biasanya akan melepaskan energinya dalam bentuk sinar gamma yang dikenal
dengan peluruhan gamma, sinarnya ini adalah foton dan termasuk ke dalam gelombang
elektromagnetik yang mempunyai energi yang sangat besar melebihi sinar X.
Peluruhan gamma (γ) merupakan radiasi gelombang elektromagnetik dengan
energi sangat tinggi sehingga memiliki daya tembus yang sangat kuat. Sinar gamma
dihasilkan oleh transisi energi inti atomdari suatu keadaan eksitasi ke keadaan dasar. Saat
transisi berlangsung terjadi radiasi energi tinggi (sekitar 4,4 MeV) dalam bentuk gelombang
elektromagnetik. Sinar gamma bukanlah partikel sehingga tidak memiliki nomor atom (A=0)
maka dalam peluruhan sinar-γtidak dihasilkan inti atom baru.

E. Struktur Inti, Kestabilan Inti, dan Reaksi Inti


 Struktur Inti
Inti atom tersusun dari partikel-partikel yang disebut nukleon. Suatu inti atom yang
diketahui jumlah proton dan neutronnya disebut nuklida.

Macam-macam nuklida:
a. Isotop: nuklida yang mempunyai jumlah proton sama tetapi jumlah neutron berbeda.

Contoh:

b. Isobar: nuklida yang mempunyai jumlah proton dan neutron sama tetapi jumlah proton
berbeda.
Contoh:

c. Isoton: nuklida yang mempunyai jumlah neutron sama.

Contoh:

5. Pita Kestabilan

Unsur-unsur dengan nomor atom rendah dan sedang kebanyakan mempunyai nuklida stabil
maupun tidak stabil (radioaktif). Contoh pada atom hidrogen, inti atom protium dan
deuterium adalah stabil sedangkan inti atom tritium tidak stabil. Waktu paruh tritium sangat
pendek sehingga tidak ditemukan di alam. Pada unsur-unsur dengan nomor atom tinggi tidak
ditemukan inti atom yang stabil. Jadi faktor yang memengaruhi kestabilan inti atom adalah
angka banding dengan proton.

Inti-inti yang tidak stabil cenderung untuk menyesuaikan perbandingan neutron terhadap
proton agar sama dengan perbandingan pada pita kestabilan. Bagi nuklida dengan Z = 20,
perbandingan neutron terhadap proton (n/p) sekitar 1,0 sampai 1,1. Jika Z bertambah maka
perbandingan neutron terhadap proton bertambah hingga sekitar 1,5.

Inti atom yang tidak stabil akan mengalami peluruhan menjadi inti yang lebih stabil dengan
cara:

6. Reaksi pada Inti


Reaksi yang terjadi di inti atom dinamakan reaksi nuklir. Jadi Reaksi nuklir melibatkan
perubahan yang tidak terjadi di kulit elektron terluar tetapi terjadi di inti atom. Reaksi nuklir
memiliki persamaan dan perbedaan dengan reaksi kimia biasa. Persamaan reaksi nuklir
dengan reaksi kimia biasa, antara lain seperti berikut.

a. Ada kekekalan muatan dan kekekalan massa energi.

b. Mempunyai energi pengaktifan.

c. Dapat menyerap energi (endoenergik) atau melepaskan energi (eksoenergik).

Perbedaan antara reaksi nuklir dan reaksi kimia biasa, antara lain seperti berikut.

a. Nomor atom berubah.

b. Pada reaksi endoenergik, jumlah materi hasil reaksi lebih besar dari pereaksi, sedangkan
dalam reaksi eksoenergik terjadi sebaliknya.

c. Jumlah materi dinyatakan per partikel bukan per mol.

d. Reaksi-reaksi menyangkut nuklida tertentu bukan campuran isotop.

Reaksi nuklir dapat ditulis seperti contoh di atas atau dapat dinyatakan seperti berikut. Pada
awal dituliskan nuklida sasaran, kemudian di dalam tanda kurung dituliskan proyektil dan
partikel yang dipancarkan dipisahkan oleh tanda koma dan diakhir perumusan dituliskan
nuklida hasil reaksi.

Contoh

Ada dua macam partikel proyektil yaitu:

a. Partikel bermuatan seperti , atau atom yang lebih berat seperti

b. Sinar gamma dan partikel tidak bermuatan seperti neutron.

Contoh

1. Penembakan dengan partikel alfa

2. Penembakan dengan proton


3. Penembakan dengan neutron

a. Reaksi Pembelahan Inti

Sesaat sebelum perang dunia kedua beberapa kelompok ilmuwan mempelajari hasil reaksi
yang diperoleh jika uranium ditembak dengan neutron. Otto Hahn dan F. Strassman,
berhasil mengisolasi suatu senyawa unsur golongan II A, yang diperoleh dari penembakan
uranium dengan neutron. Mereka menemukan bahwa jika uranium ditembak dengan neutron
akan menghasilkan beberapa unsur menengah yang bersifat radioaktif. Reaksi ini disebut
reaksi pembelahan inti atau reaksi fisi.

Contoh reaksi fisi.

Dari reaksi fisi telah ditemukan lebih dari 200 isotop dari 35 cara sebagai hasil pembelahan
uranium-235. Ditinjau dari sudut kestabilan inti, hasil pembelahan mengandung banyak
proton. Dari reaksi pembelahan inti dapat dilihat bahwa setiap pembelahan inti oleh satu
neutron menghasilkan dua sampai empat neutron. Setelah satu atom uranium-235 mengalami
pembelahan, neutron hasil pembelahan dapat digunakan untuk pembelahan atom uranium-
235 yang lain dan seterusnya sehingga dapat menghasilkan reaksi rantai. Bahan pembelahan
ini harus cukup besar sehingga neutron yang dihasilkan dapat tertahan dalam cuplikan itu.
Jika cuplikan terlampau kecil, neutron akan keluar sehingga tidak terjadi reaksi rantai.

b. Reaksi Fusi

Pada reaksi fusi, terjadi proses penggabungan dua atau beberapa inti ringan menjadi inti yang
lebih berat. Energi yang dihasilkan dari reaksi fusi lebih besar daripada energy yang
dihasikan reaksi fisi dari unsur berat dengan massa yang sama. Perhatikan reaksi fusi dengan
bahan dasar antara deuterium dan litium berikut.

Reaksi-reaksi fusi biasanya terjadi pada suhu sekitar 100 juta derajat celsius. Pada suhu ini
terdapat plasma dari inti dan elektron. Reaksi fusi yang terjadi pada suhu tinggi ini disebut
reaksi termonuklir. Energi yang dihasikan pada reaksi fusi

7. Waktu paro
Waktu pro adalah waktu yang dibutuhkan unsur radioaktif untuk mengalami peluruhan
sampai menjadi 1/2 kali semula (masa atau aktivitas).
Rumus:

Nt = massa setelah peluruhan


N0 = massa mula-mula
T = waktu peluruhan
t( 1)/2 = waktu paro
Contoh:
Suatu unsur radioaktif mempunyai waktu paro 4 jam. Jika semula tersimpan 16 gram unsur
radioaktif, maka berapa massa zat yang tersisa setelah meluruh 1 hari ?
Jawab :

8. Kegunaan radioaktif
A. Sebagai Perunut
1. Bidang Kedokteran
Digunakan sebagai perunut untuk mendeteksi berbagai jenis penyakit, antara lain:
a. 24
Na, mendeteksi adanya gangguan peredaran darah.
b. 59Fe, mengukur laju pembentukan sel darah merah.
c. 11C, mengetahui metabolisme secara umum.
d. 131I, mendeteksi kerusakan pada kelenjar tiroid.
e. 32P, mendeteksi penyakit mata, liver, dan adanya tumor.

2. Bidang Industri
Digunakan untuk meningkatkan kualitas produksi, seperti pada:
a. Industri makanan, sinar gama untuk mengawetkan makanan, membunuh mikroorganisme
yang menyebabkan pembusukan pada sayur dan buahbuahan.
b. Industri metalurgi, digunakan untuk mendeteksi rongga udara pada besi cor, mendeteksi
sambungan pipa saluran air, keretakan pada pesawat terbang, dan lain-lain.
c. Industri kertas, mengukur ketebalan kertas.
d. Industri otomotif, mempelajari pengaruh oli dan aditif pada mesin selama mesin bekerja.

3. Bidang Hidrologi
a. 24Na dan 131I, digunakan untuk mengetahui kecepatan aliran air sungai.
b. Menyelidiki kebocoran pipa air bawah tanah.
c. 14C dan 13C, menentukan umur dan asal air tanah.

4. Bidang Kimia
Digunakan untuk analisis penelusuran mekanisme reaksi kimia, seperti:
a. Dengan bantuan isotop oksigen–18 sebagai atom perunut, dapat ditentukan asal molekul air
yang terbentuk.
b. Analisis pengaktifan neutron.
c. Sumber radiasi dan sebagai katalis pada suatu reaksi kimia.
d. Pembuatan unsur-unsur baru.

5. Bidang Biologi
a. Mengubah sifat gen dengan cara memberikan sinar radiasi pada gen-gen tertentu.
b. Menentukan kecepatan pembentukan senyawa pada proses fotosintesis menggunakan
radioisotop C–14.
c. Meneliti gerakan air di dalam batang tanaman.
d. Mengetahui ATP sebagai penyimpan energi dalam tubuh dengan menggunakan radioisotop
38F.

6. Bidang Pertanian
a. 37P dan 14C, mengetahui tempat pemupukan yang tepat.
b. 32P, mempelajari arah dan kemampuan tentang serangga hama.
c. Mutasi gen atau pemuliaan tanaman.
d. 14C dan 18O, mengetahui metabolisme dan proses fotosintesis.

7. Bidang Peternakan
a. Mengkaji efisiensi pemanfaatan pakan untuk produksi ternak.
b. Mengungkapkan informasi dasar kimia dan biologi maupun antikualitas pada pakan ternak.
c. 32P dan 35S, untuk pengukuran jumlah dan laju sintesis protein di dalam usus besar.
d. 14C dan 3H, untuk pengukuran produksi serta proporsi asam lemak mudah
menguap di dalam usus besar.

B. Sebagai Sumber Radiasi


1. Bidang Kedokteran
Digunakan untuk sterilisasi radiasi, terapi tumor dan kanker.

2. Bidang Industri
Digunakan untuk:
a. Perbaikan mutu kayu dengan penambahan monomer yang sudah diradiasi, kayu menjadi
lebih keras dan lebih awet.
b. Perbaikan mutu serat tekstil dengan meradiasi serat tekstil, sehingga titik leleh lebih tinggi
dan mudah mengisap zat warna serta air.
c. Mengontrol ketebalan produk yang dihasilkan, seperti lembaran kertas, film, dan lempeng
logam.
d. 60Co untuk penyamakan kulit, sehingga daya rentang kulit yang disamak dengan cara ini
lebih baik daripada kulit yang disamak dengan cara biasa.

3. Bidang Peternakan
Digunakan untuk:
a. Mutasi gen dengan radiasi untuk pemuliaan tanaman.
b. Pemberantasan hama dengan meradiasi serangga jantan sehingga mandul.
c. Pengawetan bahan pangan dengan radiasi sinar-X atau gama untuk membunuh telur atau
larva.
d. Menunda pertunasan pada bawang, kentang, dan umbi-umbian untuk memperpanjang
masa penyimpanan.

Dampak negatif dari radiasi zat radioaktif, antara lain:


1. Radiasi zat radioaktif dapat memperpendek umur manusia. Hal ini karena zat radioaktif
dapat menimbulkan kerusakan jaringan tubuh dan menurunkan
kekebalan tubuh.
2. Radiasi zat radioaktif terhadap kelenjar-kelenjar kelamin dapat mengakibatkan
kemandulan dan mutasi genetik pada keturunannya.
3. Radiasi zat radioaktif dapat mengakibatkan terjadinya pembelahan sel darah putih,
sehingga mengakibatkan penyakit leukimia.
4. Radiasi zat radioaktif dapat menyebabkan kerusakan somatis berbentuk lokal dengan tanda
kerusakan kulit, kerusakan sel pembentuk sel darah, dan kerusakan sistem saraf.

9. Pengaruh Radiasi pada Makhluk Hidup

Akibat radiasi yang melebihi dosis yang diperkenankan dapat menimpa seluruh tubuh atau
hanya lokal. Radiasi tinggi dalam waktu singkat dapat menimbulkan efek akut atau seketika
sedangkan radiasi dalam dosis rendah dampaknya baru terlihat dalam jangka waktu yang
lama atau menimbulkan efek yang tertunda. Radiasi zat radioaktif dapat memengaruhi
kelenjarkelenjar kelamin, sehingga menyebabkan kemandulan. Berdasarkan dari segi cepat
atau lambatnya penampakan efek biologis akibat radiasi radioaktif ini, efek radiasi dibagi
menjadi seperti berikut.

1. Efek segera

Efek ini muncul kurang dari satu tahun sejak penyinaran. Gejala yang biasanya muncul
adalah mual dan muntah muntah, rasa malas dan lelah serta terjadi perubahan jumlah butir
darah.

2. Efek tertunda

Efek ini muncul setelah lebih dari satu tahun sejak penyinaran. Efek tertunda ini dapat juga
diderita oleh turunan dari orang yang menerima penyinaran.