You are on page 1of 7

ISSN : 1693-752X

Vol.19 No.2 Agustus 2017 Jurnal Momentum e-ISSN : 2581-091X

ANALISA SISTEM PNEUMATIK ALAT PEMOTONG SERAT ALAM
Oleh :
Ismet Eka Putra, M. Haris
Teknik Mesin Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Padang

Abstract
Pada era otomatisasi, pekerjaan secara manual dapat digantikan dengan cara yang otomatis. Operasi tetap
merupakan bagian penting dari sistem meskipun dengan mengubah tuntutan pada input fisik sebagai tingkat
mekanisasi. Mesin pemotong bahan baku material komposit dengan serat alam merupakan mesin dengan
sistem kerja mekanik. Dimana, mesin ini menggunakan sistem pneumatik sebagai penggerak dari mata pisau
pemotong serat alam. Penelitian ini bertujuan untuk mencari alternatif yang lebih cepat dalam
menggerakkan lengan angkat pada saat memotong dan mendorong serat alam. Pengambilan data pada
penelitian ini adalah dengan cara mengukur waktu pemotongan serat dengan variasi tekanan yang diberikan
ke sistem. Data penelitian yang diperoleh adalah waktu pemotongan serat dan kecepatan piston. Alat
pemotong serat sistem pneumatik ini mampu memotong dalam waktu 0.41 detik dengan kecepatan piston 549
mm/detik pada tekanan udara 0,5 Mpa. Makin besar tekanan udara yang diberikan makin singkat waktu
yang dibutuhkan untuk memotong serat alam, dan makin besar nilai kecepatan piston.

Kata-kata kunci : otomatisasi, pneumatik, serat alam

1. PENDAHULUAN pada penelitian ini. (Yudo dan Jatmiko,
2008).
Menurut Renreng dan Hay (2015), Dalam perkembangan teknologi
kemajuan teknologi saat ini semakin serius manufaktur terdapat beberapa tuntutan-
dikembangkan oleh negara-negara di dunia, tuntutan untuk menghasilkan produk dalam
termasuk teknologi ramah lingkungan yang waktu yang singkat dengan biaya yang
menjadi tantangan yang terus diteliti oleh rendah dan berkualitas maka, untuk
para pakar. Salah satunya adalah teknologi memenuhi tuntutan tersebut dalam
komposit dengan material serat alam (Natural menghasailkan suatu produk dibutuhkan
Fiber). seorang operator yang mempunyai skilltinggi
Tuntutan teknologi ini disesuaikan dengan kompleksitas perlengkapannya
juga dengan keadaan alam yang mendukung (Susandi, dkk, 2015).
untuk pemanfaatannya secara langsung. Ada Pada era otomatisasi ini, di mana
beberapa keuntungan yang mendasar yang pekerjaan secara manual dapat digantikan
dimiliki oleh serat alam : dengan pekerjaan dengan cara yang otomatis.
1. Jumlahnya berlimpah, Operasi tetap merupakan bagian penting dari
2. Memiliki specific costyang rendah, sistem meskipun dengan mengubah tuntutan
3. Dapat diperbaruhi, pada input fisik sebagai tingkat mekanisasi.
4. Tidak mencemari lingkungan, Mesin pemotong bahan baku material
Penelitian dan pengembangan ilmu komposit dengan serat alam merupakan
pengetahuan dan teknologi di Indonesia mesin dengan sistem kerja mekanik. Dimana,
dalam bidang pembuatan material komposit mesin ini menggunakan sistem pneumatik
untuk memenuhi berbagai macam sebagai penggerak dari mata pisau pemotong
tujuan/kebutuhan telah banyak dilakukan serat alam. Namun di kampus Institut
baik dari kalangan perindustrian maupun Teknologi Padang khususnya pada Program
pendidikan. Studi Teknik Mesin hanya ada mesin
Ketersedian bahan baku serat sebagai pemotong serat semi otomatis tanpa
penguat yang berlimpah baik dari serat menggunakan sistem pneumatik, oleh karena
penguat komposit organik maupun serat itu perlu inovasi untuk mengembangkan
penguat anorgonik dan kebutuhan/ sebuah mesin pemotong serat semi otomatis
permintaan hasil olahan material komposit dengan sistem pnematik.
yang cukup tinggi dipasaran menjadi alasan Alat pemotong serat yang telah
digunakan atau yang dirancang sebelumnya
oleh mahasiswa Institut Teknologi Padang

DOI 10.21063/JM.2017.V19.2.50-56
© 2017 ITP Press. All right reserved. 50

dan lain-lain. Fungsi udara mampat ini kompresor. terkandung dalam udara diubah menjadi Komponen-komponen pneumatik dibagi atas energi kinetik. TINJAUAN PUSTAKA Udara dihisap dari atmosfer lewat filter udara dan dinaikan ke tekanan yang 2. Sistem pneumatik membutuhkan regulator. oleh tekanan udara dan luas penampang seperti katup jenis 5/2. Dalam berapa 1993) : hal.2 Agustus 2017 Jurnal Momentum e-ISSN : 2581-091X menggunakan sistem poros engkol. Satu perbedaan dengan menggunakan alat pemotong serat penting muncul dari kenyataan sederhana dengan sistem pneumatik. roller dansebagainya. dan ini menyebabkan berarti terisi udara atau digerakkan udara kondensasi dan pengolahan udara. pedal. pneumatik Tanpa servoir ini. 2. aktuator yang lebih besar dibanding sistem 4. Gambar 2. 2.3 Sistem Pneumatik lain-lain. maka udara balik akan dengan mudah dilepaskan ke atmosfer. mampat. dengan lain. Elment masukan (input elments). unit penyalur udara (air distribution unit) dan 2. sensor. Udara juga syarat-syarat keseimbangan.1 Pneumatik dibutuhkan oleh sebuah kompresor udara Pneumatik merupakan teori atau (biasanya digerekkan oleh sebuah motor pengetahuan tentang udara yang bergerak.1 menunjukan komponen.19 No. dan Ginting. suatu kenaikan Udara atmosfer yang dihisap oleh eksponensial tekanan yang lambat bila katub kompresor dan dimanfaatkan dari tekanan dibuka terlebih dahulu. Jadi. bahwa udara adalah bebas. sehingga hubungan-hubungan yang direncanakan menjadi jelas. atau juga disebabkan oleh Dalam penggunakan aplikasi sistem pemuaian udara mampat ini dalam suatu alat pneumatik sangat penting untuk memilih pneumatik maka energi pontensial yang komponen-komponen yang tepat. penyiapan udara (air service unit). seperti hidrolik untuk beban yang sama. Aktuator tunggal. Disebabkan oleh penurunan tekanan 2. ISSN : 1693-752X Vol.2 Perkembangan dan kepentingan dalam reservoir. sebuah unit normal (0. silinder kerja ganda dan lain- dasar adalah juga sebuah silinder. unit sebenarnya adalah sebagai sumber tenaga. berasasal dari bahasa yunani “pneuma“ yang Sebelum dapat digunakan. seperti silinder kerja komponen suatu sistem pneumatik. tangki udara (reservoir). sehingga Katup yang mengirimkan udara ke pada penelitian ini diharapkan proses silinder beroperasi dengan cara yang serupa pemotongan serat lebih efektif dan efesien ke ekuivalen hidroliknya. untuk ditarik oleh beban. D. Temperatur udara dinaikkan cukup keadaan-keadaan keseimbangan udara dan banyak oleh kompresor ini. flow piston. Lambang- Gambar 2. Kata pneumatik mengandung uap air dalam jumlah besar.1 Sistem Pneumatik lambang hubungan ini ditetapkan dalam ISO 51 . Elemen control (control element).98 bar) sampai tekanan yang lebih pengolahan udara mesti disertai dengan tinggi (biasanya antara 4 dan 8 bar) disebut reservoir udara. 2. Actuator (actuator). sehingga alat ini dapat beberapa bagian (Krist.4 Komponen-komponen Pneumatik udara dan suhu.5 Symbol dan standarisasi dalam pneumatik Pada pneumatik telah ditetapkan standar lambang-lambang bagan untuk unsur hubungan antar komponen pneumatik.. udara mampat. 3/2. T. gaya maksimum pada poros akan ditentukan 3. menghasilkan kerja mekanis. Jadi pneumatik didinginkan. tekanan udara mampat dapat digunakan 1. udara harus berarti nafas atau udara.. Sumber energi (energi supply) seperti secara langsung. Kompresibilitasi suatu gas diperlukan untuk menyimpan sejumlah gas bertekanan 2. AC). tombol.

2 Alat Penelitian Peralatan penelitian yang digunakan adalah alat pemotong serat alam yang diproduksi mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Padang. Regulator 5. Katup 3/2 NC Push Button 4. seperti tampak pada gambar 3. Setiap penomoran dan pemberian huruf pada setiap komponen mengikuti ketentuan DIN ISO 5599-3. Silinder double acting 2.1 Rangkaian alat sistem pneumatik pemotong serat alam Keterangan gambar : 1. Komponen pneumatik dan simbolnya Berupa: Sumber energi.1 Gambar 3. Roller valve 3.2 Simbol Pneumatik 3. katup dan berbagai port serta mekanismenya.2 Agustus 2017 Jurnal Momentum e-ISSN : 2581-091X 1219-1976 mengenai “Circuit symbol for fluidic equipment and system”.3 Diagram alir penelitian Penelitian ini dilaksanakan secara sistematis dan struktur pelaksanaannya dengan prosedur penelitian seperti pada gambar 3. sambungan fluida. Gambar 2. ISSN : 1693-752X Vol. pengkondisi fluida. Selain itu terdapat ketentuan keamanan sistem pneumatic yang diatur dalam ketentuan VDI 3229 mengenai “Technical Design Guidelines for Machine Tools and other Production Equipment”.2 Diagram Alir Penelitian 52 . 3. Gambar 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Pengujian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Falkultas Teknologi Industri Institut Teknologi Padang mulai 15 Januari 2017 sampai 15 Februri 2017. METODOLOGI PENELITIAN 3. Katup 5/2 3.19 No.2.

Udara yang masuk kemudian 7 Unit kompresor = 1 unit mendorong katup 5/2 sehingga katup NC 8 Selang Pneumatik = 10 m terbuka dan udara supplai dari katup (P) keluar dari saluran 4 (14) kemudian 53 . dapat alam yang diproduksi mahasiswa Teknik dirancang sirkuit pneumatik yang akan mesin menggantikan sistem poros engkol.3 Rangkaian pneumatik alat pemotong serat alam Gambar 4.4 Rangkaian Pneumatik 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan step diagram gerak.2 Agustus 2017 Jurnal Momentum e-ISSN : 2581-091X 3. Intensitas udara yang keluar dari one 2 Silinder pneumatik = 1 buah way flow control diteruskan ke silinder A dan Jenis = Silinder silinder A maju mendorong serat alam kerja ganda sampai batas maksimal (posisi A1).1 Hasil Rangkaian Pneumatik digunakan pada alat untuk pemotong serat Berdasarkan step diagram gerak. Sirkuit pada alat tersebut dan dapat beroperasi secara pneumatik diperlihatkan pada gambar 3.5 Komponen Pneumatik pemotong serat alam dengan push button Komponen alat kontrol pneumatik yang digunakan pada alat pemotong serat Ketika push button A ditekan dan alam : katup NC terbuka. sehingga alat tersebut dapat beroperasi secara Dengan diterapkannya rangkaian pneumatik. otomatis seperti terlihat pada gambar 4. Tekanan terukur = 10 bar = 1 N/mm2 Kecepatan terdorongnya silinder tergantung Diameter batang = 20 mm pada penyetelan one way flow control piston(d) pengatur langkah mundur (V2). fluida udara dari sumber 1 Silinder Pneumatik A = 2 buah diteruskan menuju ke katup 5/2. digunakan pada alat pemotong serat alam.1 Rangkaian pneumatik alat 3.1 berikut : Gambar 3.3. 3 Katup 5/2 = 2 buah Pada ujung langkah maju maksimal 4 Katup 3/2 NC push = 1 buah silinder A dipasang sensor tekan berpegas button yang berfungsi sebagai pengganti push 5 Sensor = 3 buah button (A1) dan katup NC terbuka fluida tekanpegas3/2NC udara dari sumber diteruskan menuju ke 6 One way flow control = 4 buah katup 5/2. otomatis ketika proses mendorong serat alam maka akan diperoleh sistem kerja yang baru dan memotong (menekan) serat alam.19 No. ISSN : 1693-752X Vol. Udara yang Jenis = Silinder masuk kemudian mendorong katup 5/2 kerja ganda sehingga katup NC terbuka dan udara supplai Tekanan terukur = 10 bar = 1 N/mm2 dari katup (P) keluar dari saluran 4 (14) Diameter batang = 15 mm kemudian diteruskan ke one way flow piston(d) control. dapat dirancang sirkuit pneumatik yang akan 4.

3 0.41 secara terus menerus ketika silinder B dipasang sensor tekan berpegas yang 54 .1Waktu rata-rata proses pemotongan way flow control.6 0.97 karena ujung silinder sudah menyentuh dan 0. Intensitas udara yang keluar dari one way flow control diteruskan ke silinder A dan mendorong silinder A mundur sampai batas maksimal (posisi A0). berfungsi sebagai pengganti push button (B0) Intensitas udara yang keluar dari one way dan katup NC terbuka fluida udara dari flow control diteruskan ke silinder B dan sumber diteruskan menuju ke katup 5/2 silinder B yang dipasang mata pisau turun dengan 3/2 NC push button yang ditekan sampai batas maksimal (posisi B2) untuk terus-menerus atau dikunci sebagaimana memotong serat alam. pneumatik.41 0.5 udara dari power pada katup 5/2 karena 3 0.49 0. 4 0. 4. Pada ujung langkah maju maksimal silinder B dipasang sensor tekan berpegas yang berfungsi sebagai pengganti push button (B1) dan katup NC terbuka fluida udara dari sumber diteruskan menuju ke katup 5/2.98 0.2 Rangkaian pneumatik alat Kecepatan terdorongnya silinder A mundur pemotong serat alam dengan 3/2 NC Push tergantung pada penyetelan one way flow Button yang dikunci control pengatur langkah maju (V1). keluar dari one way flow control diteruskan 0. kemudian lintasan pneumatik terisi kembali oleh serat alam. 0.2.4 0. 1 Mundurnya silinder secara otomatis 1 0.5 0.2 Agustus 2017 Jurnal Momentum e-ISSN : 2581-091X diteruskan ke one way flow control.50 fungsi sensor tekan hanya untuk mengubah 0.50 0. Kecepatan No Udara memotong untuk memotong terdorongnya silinder B mundur tergantung (MPa) serat alam (t) serat alam (t) <detik> pada penyetelan one way flow control <detik> pengatur langkah maju (V3). Walaupun sensor sudah 2 0. Intensitas udara yang serat alam (detik) pada tekanan udara 0. Udara yang masuk kemudian mendorong katup 5/2 sehingga katup NC terbuka dan udara supplai dari katup (P) keluar dari saluran 4 (14) kemudian diteruskan ke one way flow control.4 posisi katup dari posisi kerja 14 menjadi 12.98 0.58 menekan sensor.41 Langkah kerja ini akan berlangsung 0.59 silinder tetap mendapat aliran dorongan 0. maka diperoleh waktu rata-rata Udara yang masuk kemudian mendorong yang dibutuhkan untuk proses pemotongan katup 5/2 sehingga katup NC terbuka dan serat alam seperti pada tabel 4. ISSN : 1693-752X Vol.2 Hasil Analisis Gerak Alat Potong dipasang sensor tekan berpegas yang Serat berfungsi sebagai pengganti push button (A0) Berdasarkan proses pemotongan serat dan katup NC terbuka fluida udara dari alam menggunakan sistem penggerak sumber diteruskan menuju ke katup 5/2. 0.5 Mpa ke silinder B dan silinder B tempat Waktu yang Rata-rata waktu dipasangnya mata pisau naik kembali sampai dibutuhkan Tekanan yang dibutuhkan untuk batas maksimal (posisi b0). Gambar 4. Kecepatan pada gambar berikut : terdorongnya silinder B tergantung pada penyetelan one way flow control pengatur langkah mundur (V4). Saat silinder A berada pada posisi A0.3.1 udara supplai dari katup (P) keluar dari saluran 4 (14) kemudian diteruskan ke one Tabel 4.19 No.2 0.4.59 tidak tertekan ketika silinder B mundur tetapi 0.

2 Kecepatan piston pada tekanan Dari tabel 4.5 Mpa perbandingan antara sistem pneumatik Kecepatan dengan poros engkol. KESIMPULAN oleh beban (gaya yang melawan silinder yaitu serat) dan tekanan kerja yang diberikan.59 udara yang diberikan semakin singkat waktu 100.2 berikut : memotong serat alam dengan menggunakan sistem pneumatik tergantung dengan tekanan udara yang diberikan. Engkol 1 Makin singkat waktu yang dibutuhkan Pneumatik 0.00 yang dibutuhkan untuk memotong serat alam. Kecepatan piston tersebut dipengaruhi 5.98 menunjukkan makin besar kecepatan piston 0.3 381. Tekanan Proses Piston sistem pneumatik mampu memotong serat Udara (Mpa) (mm/detik) dua kali lipat dibandingakan dengan poros Pneumatik 0.00 381. Pada tekanan 0.2 0. 0.20.3 0.00 0.59 Waktu yang Perbandingan dengan alat pemotong 0.36 menggunakan sistem pneumatik dua kali 0. Artinya volume serat yang terpotong 0.00 400.50 dibutuhkan 0. ISSN : 1693-752X Vol.6 Tekanan Udara (P) <MPa) 1.41 serat dengan sistem poros engkol (said. untuk bahwa dengan sistem pneumatik gaya dorong 0.80 dengan kecepatan piston (mm/detik) Rata-rata 0.2 Hubungan tekanan udara (MPa) 0.78 engkol.41 Tabel 4.30.60 0.00 lipat besarnya dibandingkan dengan poros 0.2 0. Semakin besar tekanan 200. makin besar tekanan udara yang diberikan makin singkat waktu 55 .00 <detik> besar.40 0.3.2 229.5 548.2 0.36 <mm/detik> tekanan udara yang diberikan ke dalam 300.59 engkol.00 sistem pneumatik.5 berikut : 0.1 Hubungan Tekanan Udara (Mpa) engkol dengan waktu yang dibutuhkan untuk Waktu yang memotong serat alam (detik) Tekanan dibutuhkan untuk Proses (Mpa) memotong serat Dari tabel 4. seperti tampak pada tabel 4.19 No.2 Agustus 2017 Jurnal Momentum e-ISSN : 2581-091X Dari tabel 4.4 0.1 bahwa alam (t) <detik> tekanan berpengaruh terhadap waktu yang Poros dibutuhkan untuk memotong serat alam. 1. dan jumlah pemotongan yang 00.0.4.98 Gambar 4.00 sebagaimana terlihat pada grafik berikut ini : 0 0.00 548.2016).20 memotong yang dihasilkan melalui pengamatan lebih serat alam (t) 0.2.78 Kecepatan Piston (V) waktu yang dibutuhkan untuk memotong 500.0.50.4 0. seperti pada tabel 4.00 229.00 serat alam berbanding terbalik dengan 450.2 dapat kita lihat udara 0.6 dihasilkan lebih banyak.20 memotong serat alam (t) <detik> Waktu yang dibutuhkan untuk 1.59 yang dihasilkan.2 Perbandingan jumlah proses pemotongan sistem pneumatik dan poros Gambar 4.1 dan gambar 4. Waktu yang dibutuhkan untuk seperti terlihat pada gambar 4.0.10.4 450.1 dapat dilihat bahwa 600.40.2 Tekanan Udara yang masuk ke silinder (P) <MPa> Tabel 4.5 MPa.5 0.

ISSN : 1693-752X Vol.5 Mpa.2 Agustus 2017 Jurnal Momentum e-ISSN : 2581-091X yang dibutuhkan untuk memotong serat Kekuatan Tarik Dan Impak. Dan Jatmiko. (2014) : Mesin Pengepres Plastik Dengan Sistem Penggerak Pneumatik. S. Samuel dan Noor.41 detik dengan kecepatan piston 549 mm/detik. D. 3. Universitas Sriwijaya. Ferdy. A. England. Parr. Ilyas dan Hay. M. (2013) : Analisa Sistem Penggerak Pneumatik Alat Angkat Kendaraan Niaga Kapasitas 2 Ton. Lutfi. Andrew (1991. A. Alat pemotong serat sistem pneumatik ini mampu memotong dalam waktu 0. Marthen. P. 1998) : Hidrolika Dan Pneumatika Pedoman Untuk Teknisi Dan Insinyur. Jawa Barat. B dan Tri. alam. H. Jotje. Dan Rantung. Politeknik Negeri Ambon. (2008) : Analisa Teknis Kekuatan Mekanis Material Komposit Berpenguat Serat Ampas Tebu (Baggase) Ditinjau Dari 56 . Universitas Sam Ratunglangi Manado. Makin kecil beban dan makin besar tekanan kerja maka makin besar nilai kecepatan piston. Al. Yudo. Palembang. Rengreng. (2012) : Perancangan Instalasi Kontrol Pneumatik Menggunakan Metode Cascade Pada Alat Pelumatan Tanah Liat Sebagai Bahan Dasar Bata Merah. G. M. Poeng Rudi. H. (2009) : Perancangan Simulasi Sistem Penggerak Dengan Pengontrolan Pneumatik Untuk Mesin Pengamplas Kayu Otomatis. Makasar. Maluku. Azman. Dan Priyatna. Kecepatan piston bergantung kepada beban dan tekanan kerja. pada tekanan udara 0. (2015) : Perancangan Mesin Pemotong Bahan Baku Genteng Dengan Sistem Kendali PLC Smart Relay (SR3B101FU). Jawa Tengah 2. Saruna. Universitas Majalengka. Ikhsan. Surabaya. Rachmat. Susandi. Yuke.19 No. DAFTAR PUSTAKA Antoni. Samanta Y. Abdul. Universitas Diponegoro. Sulawesi Utara. (2015) : Kekuatan Tarik Komposit Serat Kelapa (Coco Nucifera) Dengan Perlakuan Curcuma Dom. Universitas Hasanuddin. ITS.