You are on page 1of 22

(SAP

)
SATUAN ACARA PENYULUHAN

IKTERUS
Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Asuhan Kebidanan Kegawatdaruratan Maternal Neonatal
Semester IV

Disusun Oleh:

KELOMPOK 6
Pitriana
Reny Purwati
Rosmala Dewi
Sela Apriyanti
Soleha Halim
Tri Oktapianti
Yunita Multi

AKADEMI KEBIDANAN MUTIARA MAHAKAM
SAMARINDA
2017/2018

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik Penyuluhan : Ikterus pada Neonatus
Hari / Tanggal :
Waktu : Pukul 16.00 WITA – sampai selesai
Tempat : Rawat Gabung RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar
Sasaran : Peserta ibu- ibu

I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah diadakan penyuluhan diharapkan para ibu-ibu memahami
tentang ikterus neonatorum
II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah diberikan penyuluhan ibu-ibu bisa dan mengerti tentang :
1. Ibu dapat menjelaskan pengertian ikterus neonatorum
2. Ibu dapat mengetahui penyebab ikterus neonatorum
3. Ibu dapat mengetahui tanda – tanda ikterus neonatorum
4. Ibu dapat melakukan tindakan bila ada penderita ikterus neonatorum
5. Ibu dapat mencegah penyakit ikterus neonatorum

III. SASARAN
Ibu-ibu di Ruang Rawat Gabung RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar

IV. MATERI
Terlampir

V. METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab

VI. MEDIA
 LEAFLEAT

Evaluasi Proses  Peserta antusias terhadap materi penyuluhan  Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan  Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar 3. VII. Evaluasi Hasil  Ibu-ibu mengetahui tentang Ikterus Neonatorum  Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 15 orang VIII. KRITERIA EVALUASI 1. Saiful Anwar  Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelumnya 2. Evaluasi Struktur  Peserta hadir ditempat penyuluhan  Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di Poli anak RSU Dr. 15 Pelaksanaan : Menit  Menjelaskan Pengertian  Memperhatikan ikterus neonatorum  Penyebab ikterus neonatorum  Memperhatikan  Tanda – tanda ikterus neonatorum  Memperhatikan  Tindakan yang dilakukan bila ada  Memperhatikan . 3 Pembukaan Menit : Pembukaan  Menjawab salam  Salam  Mendengarkan  Perkenalan  Memperhatikan  Relevansi  Memperhatikan  Tujuan 2. KEGIATAN PENYULUHAN No. WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA 1.

penderita ikterus neonatorum  Memperhatikan  Pencegahan ikterus neonatorum .

No. 2 Terminasi : Menit  Mengucapkan terimakasih atas  Mendengarkan peran serta peserta. 4. dan reinforcement kepada ibu-ibu yang dapat menjawab pertanyaan. WAKTU KEGIATAN PENYULUH KEGIATAN PESERTA 3.  Mengucapkan salam penutup  Menjawab salam . 10 Evaluasi : Menit  Menanyakan kepada peserta  Menjawab pertanyaan tentang materi yang telah diberikan.

MATERI PENYULUH AN IKTERUS NEONATO RUM I. ikterus dikatakan fisiologis bila (Prof. kulit atau jaringan lain akibat penimbunan bilirubin dalam tubuh (Ilmu Kesehatan Anak.SpOG. Ikterus ini biasanya menghilang pada akhir minggu selambat-lambatnya 10 hari pertama. Cipto Mangunkusumo Jakarta.dr. Di Rumah Sakit Dr. tampak jelas pada hari ke-5 sampai dengan ke-6 dan akan menghilang pada hari ke-7 atau ke-10. Kadarnya tidak melewati kadar yang membahayakan 3. PENGERTIAN IKTERUS NEONATORUM Ikterus adalah menguningnya sclera. 2007 ) Ikterus adalah pewarnaan kuning di kulit. 2.SpOG. Tidak menyebabkan suatu morbiditas pada bayi. 5. konjungtiva dan mukosa akibat penumpukan bilirubin dalam darah (Arif Mansjoer. 2000) II.A.B. Ikterus yang timbul pada hari ke-2 dan ke-3 yang tidak mempunyai dasar patologik. Ikterus fisiologis ialah (Prof.Hanifa Wiknjosastro.MPH.dr. 2005) : 1) Timbul pada hari ke-2 dan ke-3 2) Kadar bilirubun indirek sesudah 2x24 jam tidak melewati .Saifuddin. Ikterus Fisiologis Ikterus pada neonatus tidak selamanya merupakan ikterus patologik. 2007) : 1. Tidak mempunyai potensi menjadi kern ikterus 4.

0.5 mg/dL/jam. 15 mg% pada neonatus cukup bulan dan 10 mg% pada neonatus kurang bulan 3) Kecepatan peningkatan kadar bilirubin tidak melebihi 5 mg% per hari 4) Kadar bilirubin direk tidak melebihi 1 mg% 5) Ikterus ini biasanya menghilang pada 10 hari pertama 6. Setiap peningkatan kadar bilirubin serum yang memerlukan fototerapi 3. Ikterus terjadi sebelum umur 24 jam 2. . Peningkatan kadar bilirubin total serum . Tidak mempunyai dasar patologik Ikterus Patologis 1.

apnea. kurang substrat untuk konjugasi bilirubin. Produksi yang berlebihan. lebih daripada kemampuan bayi untuk mengeluarkannya 2. malas menetek. Adanya tanda – tanda penyakit yang mendasari pada setiap bayi ( muntah. kelainan diluar hepar biasanya akibat infeksi atau kerusakan hepar oleh penyebab lain. (Arif Mansjoer : 2000) III.hipoksia dan infeksi atau tidak terdapatnya ensim glukoronil transferase (criggernajjar syndrome) penyebab lain adalah defesiensi protein dalam hepar yang berperanan penting dalam uptake bilirubin kesel-selhepar 3. Gangguan dalam ekskresi Gangguan ini dapat terjadi akibat obstruksi dalam hepar atau diluar hepar. Gangguan ini dapat disebabkan oleh imaturitas hepar. penurunan berat badan yang cepat. Gangguan dalam proses uptake dan konjugasi hepar. takipnea atau suhu yang tidak stabil ) 5. Gangguan transportasi Bilirubin dalam darah terikat oleh albumin kemudian diangkut ke hepar. Ikterus bertahan setelah 8 hari pada bayi cukup bulan atau setelah 14 hari pada bayi kurang bulan. 4. PENYEBAB IKTERUS NEONATORUM 1. difisiensi albumin menyebabkan lebih banyak terdapatnya bilirubin indirek yang bebas dalam darah yang mudah melekat ke sel otak.gangguan fungsi hepar akibat asidosis. . ikatan bilirubin dengan albumin ini dapat dipengaruhi obat-obatan misalnya salisilat. 4. letargis. sulfafurazol.

Hemolitik : karena ketidak cocokan golongan darah ibu dan anak seperti Rhesus antagonis.Faktor-faktor lain penyebab ikterus (Prof. Hanifa Wiknjosastro. dr. ABO dan sebagainya . SpOG. 2005) : 1.

Obat-obatan yang menggantikan ikatan bilirubin dengan albumin seperti : solfonamida. A. SpOG. mekoneum ileus dan lain-lain IV. Saifuddin. Hanifa Wiknjosastro.4 ditambah tangan 16 dan kaki .kuningan c. salisilat.2 ditambah badan 11 bagian bawah dan tungkai 4 Daerah 1. polisitemia. MPH. meningitis. TANDA – TANDA IKTERUS NEONATORUM (Prof. 2007): Daerah Luas ikterus Kadar bilirubin (mg%) 1 Kepala dan leher 5 2 Daerah 1 ditambah dada bagian 9 atas 3 Daerah 1. 6. sodium benzoat. dr. SpOG. hepatitis dan lain-lain.3. Bagian sklera pada mata bayi terlihat kuning b.2.3 ditambah lengan 12 dan kaki di bawah lutut 5 Daerah 1. galaktosemia. penyakit Hirschprung. Kelainan dalam sel darah merah seperti pada defisiensi G-6-PD. gentamisin dsb. Kelainan metabolik : hipoglikemia. penyakit karena toxoplasmosis. Pirau enterohepatik yang meninggi: obstruksi usus letak tinggi. B. 2005): a. rubella. perdarahan karena trauma lahir. 5. 2. Bila kulitnya ditekan beberapa detik akan terlihat warna kekuning. dr. sifilis. Infeksi : septikemia. 4. thalasemia dan lain-lain.2. 7. Malas menyusu / tidur terus-menerus Penilaian dengan menggunakan Rumus Kramer (Prof. infeksi saluran kemih. Hemolisis : hematoma. 3.

ABO) b. Hanifa Wiknjosastro.V. TANDA IKTERUS NEONATORUM (Prof. TINDAKAN YANG HARUS DILAKUKAN BILA TERJADI TANDA. Pemberian phenobarbital . SpOG. dr. 2005) a. Pemeriksaan golongan darah ibu (Rh. Pemberian asi sedini mungkin c. Imunisasi yang cukup baik ditempat bayi dirawat d.

dr. B. Terus diberi ASI 4. Periksa kadar bilirubin Nasihat Waspadai Tukar darah bil bila a semakin kada kuning.5 mg/jam Coomb’s test VI. Badan bayi telanjang. CARA PENCEGAHAN PENYAKIT IKTERUS NEONATORUM (Prof. TANDA perdarahan kulit dan kejang-kejang) KATEGORI Normal Fisiologis Patologis PENILAIAN . MPH. A. r bilirubin kembali naik >0.Kadar bilirubin PENANGANAN Bidan atau Teru 1. SpOG. Rujuk Puskesmas s selama 10 menit ke rumah diber 2. Jemur di matahari pagi jam 7-9 a. 2005) . dr. Warna kuning pada kulit dan sklera mata (tanpa hepatomegali.Kuning hari ke : . 2007) : TANDA. mata ditutup sakit i ASI 3. Mengeluarkan bilirubin secara mekanik Bagan penanganan ikterus neonatorum (Prof. e.Daerah 1 1+2 1 sampai 4 1 sampai 5 1 sampai 5 ikteru s (rumus 1-2 >3 >3 >3 >3 kramer) ≤ 5 mg% 5-9 mg% 11-15 mg% >15-20 mg% >20 mg% . Banyak minum b. Banya k minu m Rumah sakit Sama Sama dengan Terapi sinar Terapi sinar denga diatas n diatas . SpOG. Periksa golongan darah ibu dan bayi . Melakukan dikompensasi bilirubin dengan fototerapy g. Saifuddin. Memberi substrat yang kering untuk transportasi f. Hanifa Wiknjosastro.

Tidak memberikan cairan tambahan rutin seperti dekstrose atau air pada bayi yang mendapat ASI dan tidak mengalami dehidrasi. Pencegahan Primer 1. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya paling sedikit 8 – 12 kali/ hari untuk beberapa hari pertama 2. Semua wanita hamil harus diperiksa golongan darah ABO dan rhesus serta penyaringan serum untuk antibody isoimun yang . PencegahanSekunder 1. b.a.

Harus memastikan bahwa semua bayi secara rutin di monitor terhadap timbulnya ikterus dan menetapkan protocol terhadap penilaian ikterus yang harus dinilai saat memeriksa tanda – tanda vital bayi. tidak biasa. tetapi tidak kurang dari setiap 8 – 12 jam. 2. .

Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta : INFOMEDIKA Wiknjosastro. Ilmu Kebidanan. (2000). DAFTAR PUSTAKA Saifuddin. Jakarta : YBPSP. Jakarta : YBPSP. . Staf Pengajar IKA FK-UI. Ilmu Kesehatan Anak. Abdul Bari. (2007). Hanifa. (2005).

5 mg/dL/jam. malas menetek. kulit atau jaringan lain akibat penimbunan G mendasari pada setiap bayi ( muntah. Setiap peningkatan kadar A kuning?? Y bilirubin serum yang I memerlukan fototerapi K U 3. T takipnea atau suhu yang tidak stabil ) E R 5. Ikterus bertahan setelah 8 hari pada U bayi cukup bulan atau setelah 14 hari S N BAYI KUNING E O N A T O . 0. / bilirubin dalam tubuh (Ilmu Kesehatan Anak. apnea. Ikterus adalah menguningnya sclera. penurunan K berat badan yang cepat. BAYI KUNING BERMASALAH 1. Ikterus terjadi sebelum umur 24 jam Apa itu ikterus/ bayi B 2. Adanya tanda – tanda penyakit yang mata). Peningkatan kadar bilirubin total serum N . (putih pada I N 4. 2007 ) I letargis.

O l 2. tampak jelas pada hari ke-5 sampai dengan ke-6 dan akan menghilang pada hari ke-7 atau ke-10. Tidak mempunyai potensi menjadi kern ikterus 4. Kadarnya tidak melewati kadar yang e membahayakan h 3. Tidak menyebabkan suatu morbiditas pada bayi. R U M KEKUNINGAN BAYI NORMAL: 1. kterus ini biasanya menghilang pada akhir . Ikterus yang timbul pada hari ke-2 dan ke-3 yang tidak mempunyai dasar patologik. 5.

P r i s c h a D e v i s .

e f r a m a B O B 0 0 9 .

7 6 7 SEKOLA H TINGGI ILMU KESEHA TAN KENDED ES MALAN G P R O D .

I D - I I I K E B I D A N A N .

NYAWA ANDA warna kekuning-kuningan  Harus memastikan bahwa semua bayi 3. Malas menyusu / tidur terus. Pencegahan Primer 2. Bila kulitnya ditekan serta penyaringan serum untuk SENYUM BAYI ANDA ADALAH beberapa detik akan terlihat antibody isoimun yang tidak biasa. tetapi tidak . Gangguan dalam ekskresi 1. secara rutin di monitor terhadap menerus timbulnya ikterus dan menetapkan protocol terhadap penilaian ikterus yang harus dinilai saat memeriksa tanda – tanda vital bayi. Bagian sklera pada mata bayi mengeluarkannya golongan darah ABO dan rhesus terlihat kuning 2. Gangguan transportasi  Tidak memberikan cairan tambahan 4. untu 2. rutin seperti dekstrose atau air pada lebih daripada kemampuan bayi yang mendapat ASI dan tidak bayi TANDANYA Bagaimana ??? mengalami dehidrasi. Gangguan dalam SEGERA BAWA BAYI ANDA KE  Menganjurkan ibu untuk menyusui FASILITAS KESEHATAN UNTUK proses uptake bayinya paling sedikit 8 – 12 kali/ MENDAPATKAN PENANGANAN LEBIH dan konjugasi hepar LANJUT hari untuk beberapa hari pertama 3. Produksi yang berlebihan. PENCEGAHAN JIKA TELAH TERJADI APA YANG ??? HARUS DILAKUKAN ??? APA PENYEBABNYA dilayang kuk an 1. Pencegahan Sekunder k  Semua wanita hamil harus diperiksa 1.